SAMPOERNA FOUNDATION
                                           SEIZE THE DAY SHAPE THE FUTURE
                                                                                                       ANNUAL REPORT 2003
                                                                                                     LAPORAN TAHUNAN 2003




                                           GEPAILAH HARI INI DEMI MASA DEPAN
                                                                               Seize the day




                                           ANNUAL REPORT 2003
                                                                                Shape the future
                                                                                 Gapailah hari ini
                                                                                  Demi masa depan


                                           LAPORAN TAHUNAN 2003
SAMPOERNA FOUNDATION
PLAZA BAPINDO, MANDIRI TOWER 18th FLOOR
JL. JEND. SUNDIRMAN KAV. 54-55
JAKARTA 12190 INDONESIA
TELP. +62 21 5266287 FAX. +62 21 5266656
www.sampoernafoundation.org
                                                                                                                making a difference
CONTENTS
Education Problems in Indonesia 3
About Sampoerna Foundation 11
Vision and Mission 12
Our Programs 14
Letter from the Founder 16
Message from the Management 20
Meet the Board 23
2003 Operational Highlights 26
Financial Statements 41




D A F TA R I S I
Berbagai Masalah Pendidikan di Indonesia 3
Tentang Sampoerna Foundation 11
Visi dan Misi Kami 12
Program-Program Kami 14
Surat dari Pendiri 16
Sepatah Kata dari Manajemen 20
Dewan Pengurus 23
Sekilas Operasional 2003 26
Laporan Keuangan 41                          AN EPIGRAM DESIGN
One of the largest countries by population in the world,
Indonesia has among the highest population densities,
especially on its main island of Java. Its population was
214,374,100 in 2003, spread across almost 17,000
islands. (Source: Central Bureau of Statistics – 2003)
Salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di
dunia, kepadatan penduduk di Indonesia merupakan yang
tertinggi di dunia, terutama di pulau Jawa. Populasi
Indonesia mencapai 214.374.100 jiwa pada tahun 2003,
tersebar di hampir 17.000 pulau. (Sumber: Badan Pusat
Statistik – 2003)




                                                            1
The vast majority of Indonesian citizens have only
completed part of the nine-year compulsory education
program, with 33.42% only completing elementary school
and a further 16.65% only completing junior high school.
Only 16.17% complete Senior High School (including
vocational high school) and a tiny percentage (3.39%)
are higher education graduates (academy and university).
(Source: Central Bureau of Statistics – 2003)
Kebanyakan penduduk Indonesia hanya menyelesaikan
sebagian dari wajib belajar sembilan tahun. 33,42%
menamatkan sekolah dasar dan 16,65% menyelesaikan
sekolah menengah pertama. Hanya 16,17% menamatkan
sekolah menengah atas dan hanya sedikit sekali (3,39%)
yang berhasil menyelesaikan studi perguruan tinggi (akademi
dan universitas). (Sumber: Badan Pusat Statistik – 2003)

EDUCATION PROBLEMS                                                            BERBAGAI MASALAH PENDIDIKAN
IN INDONESIA                                                                  DI INDONESIA
     In August 2003, Heriyanto, a sixth-grader from                               Pada Agustus 2003, Heriyanto, siswa kelas VI
Garut, West Java, hanged himself in an attempted                              SD asal Garut, Jawa Barat, berusaha mengakhiri
suicide. His parents had been unable to afford the                            hidupnya dengan menggantung diri. Orangtuanya
Rp 2,500 (about 30 US cents) fee requested by                                 tak mampu memberinya Rp 2.500 (setara 30 sen
his school for extracurricular activities. Although his                       dolar AS) untuk membayar uang ekstrakurikuler
life was saved, and he finally regained consciousness                         di sekolah. Meskipun nyawanya berhasil
after several weeks in a coma, Heriyanto suffered                             diselamatkan dan Heriyanto kembali sadar setelah
substantial permanent brain damage.                                           sekian minggu mengalami koma, ia menderita
     The economic crisis affecting Indonesia since                            kerusakan otak permanen.
1997 has put education beyond the reach of most                                   Krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak
people living below the poverty line. For low-                                1997 telah membuat pendidikan tak terjangkau
income families, even financing their children’s                              bagi kebanyakan masyarakat yang hidup di
basic education has become a costly proposition.                              bawah garis kemiskinan. Bagi keluarga yang
Increasingly, parents are being forced to sacrifice                           berpenghasilan rendah, membiayai anak-anak
their children’s future simply to make ends meet.                             mereka di sekolah dasar saja sudah makan
     Data from the Indonesian Government’s                                    biaya. Semakin banyak orangtua yang terpaksa
Central Bureau of Statistics (BPS) paints a sobering                          mengorbankan masa depan anak-anak mereka,
picture of the state of Indonesian education                                  demi memenuhi kebutuhan hidup.
today. The figure on the following page (Figure 1)                                Data Biro Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan
shows how many school-age children do not have                                gambaran menyedihkan tentang wajah pendidikan
the chance to receive an education.                                           Indonesia saat ini. Tampak dalam tabel di halaman
     Most Indonesians understand the importance                               berikut (Gambar 1) jumlah anak usia sekolah yang
of education, and over 92% of children do attend                              tidakmemiliki kesempatan untuk mengenyam
elementary school. However, school attendance                                 pendidikan.
declines sharply by Junior High School, and                                       Kebanyakan masyarakat Indonesia telah
slumps still further by Senior High School. Less                              menyadari pentingnya pendidikan. Ini terlihat

Left: Some students from Ciletuh Public Elementary School in Sukabumi, West Java participate in a drawing competition
during the 2003 Annual Gathering. Kiri: Sebagian siswa dari SDN Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat tengah mengikuti lomba
menggambar pada acara Petemuan Tahunan 2003.
                                                                                                                              3
than 10% of the country’s young people continue                                dari 92% anak-anak yang belajar di Sekolah
on to college – and a mere 3% actually graduate.                               Dasar. Namun, persentase anak-anak yang belajar
    Why, then, do so many Indonesian youths                                    semakin menurun pada tingkat Sekolah Menengah
drop out? In the vast majority of cases, it is simply                          Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Lebih jauh
a question of money (see Figure 2):                                            lagi, kurang dari 10% generasi muda yang
    The Education Index (EI), developed by the                                 melanjutkan studi ke perguruan tinggi – dan hanya
United Nations Development Program (UNDP), is                                  sekitar 3% yang berhasil menamatkan kuliahnya.
based on the enrollment rate for children aged 7                                   Lalu, mengapa banyak generasi muda
to 18 years and the percentage of adult illiteracy.                            Indonesia yang putus sekolah? Kebanyakan
The low enrollment rate for school-age children                                mereka mengatakan, alasan utamanya ialah
in Indonesia has had a negative impact on the                                  tidak mempunyai uang (lihat Gambar 2).
country’s EI. On the EI scale, Indonesia ranks                                     Indeks Pendidikan yang dikembangkan
among the lowest ranked countries in the region,                               oleh United Nations Development Program
pointing to an urgent need for educational reform                              (UNDP) didasarkan pada tingkat partisipasi
in Indonesia (see Figure 3).                                                   anak-anak usia 7-18 tahun dan persentase orang
    To address this issue, the Indonesian                                      dewasa yang buta huruf. Rendahnya tingkat
government plans to reform the education system                                partisipasi anak-anak di Indonesia menyebabkan
at the primary and secondary levels. Each change                               dampak negatif terhadap Indeks Pendidikan
in the system, however, results in a significant                               negeri ini. Menurut skala Indeks Pendidikan,
financial consequence. Moreover, the success of                                Indonesia menempati peringkat paling bawah di
reform is closely linked to the state bureaucracy,                             antara sejumlah negara di kawasan Asia
education management and the availability of                                   Tenggara. Ini menunjukkan kebutuhan mendesak
competent teachers. The decentralization of                                    akan perbaikan pendidikan di Indonesia (lihat
government in the country over the past four years                             Gambar 3).


            Net Enrollment Ratio of Indonesia, 2003                                          Reasons given by children ages 7 - 18 years
                 Angka Partipasi Murni, 2003                                                     for not completing education 2003
         92.6                                                                                   Alasan anak usia 7 - 18 tahum tidak
                                                                                                      menyelesaikan studi 2003
                                                                                                               8.7%
                          63.5                                                                          2.6%

                                                                                                    15.8%                          67.0%
                                           40.6
                                                                                                    1.2%
                                                                                                     4.7%
                                                            8.6


      Elementary       Junior high      Senior high        Higher                       Lack of funds            Hate school               Disability
        school           school           school         education                      Kekurangan dana          Tidak suka sekolah        Cacat
          SD              SMP              SMA           Pendidikan                     Others                   Married                   Must work
                                                           tinggi                       Lain-lain                Menikah                   Harus bekerja
    Source: National Socioeconomic Survey, Central Bureau of Statistics              Source: National Socioeconomic Survey, Central Bureau of Statistics
      Sumber: Survei Sosial Ekonomi Nasional, Badan Pusat Statistik                    Sumber: Survei Sosial Ekonomi Nasional, Badan Pusat Statistik



                                     Figure 1                                                                     Figure 2

As of 2003, Indonesia’s illiteracy rate was 10.21%,
with the majority of illiterate people found in the older
age bracket (44 years and over). (Source: Central Bureau
of Statistics – 2003)
Tahun 2003, tingkat buta huruf di Indonesia 10,21%
dengan mayoritas orang yang buta huruf berusia lanjut
(44 tahun ke atas). (Sumber: Badan Pusat Statistik – 2003)
                                       Right: Sampoerna Foundation scholars preparing book shelves for the Ciletuh Public Elementary School in Sukabumi,
                                  West Java during 2003 Annual Gathering. Kanan: Para penerima beasiswa Sampoerna Foundation membuat rak buku untuk
                                                                    SDN Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat dalam bakti sosial acara Pertemuan Tahunan 2003.
4
There are many reasons children aged 7-18 cannot attend
school, or drop out. However, the major factor is the lack
of funds for tuition (67%); second highest was “other
reasons” (15.8%), followed by children having to work to
support themselves or their families (8.7%).
(Source: Central Bureau of Statistics – 2003)
Ada banyak alasan anak usia 7-18 tahun tidak bersekolah
atau putus sekolah. Alasan utama ialah ketiadaan uang
(67%); alasan tertinggi kedua ialah “alasan lain” (15,8%),
diikuti oleh alasan anak-anak harus bekerja untuk
menunjang keluarga atau mereka sendiri (8,7%).
(Sumber: Badan Pusat Statistik – 2003)




                                                                                   Guna menangani masalah tersebut, pemerintah
             Education Index UNDP 2003 Asean Member
                                                                                Indonesia merencanakan perbaikan sistem
          Philippines                                      90%                  pendidikan di tingkat dasar dan menengah.
                                                                                Namun, setiap perubahan sistem membawa
              Brunei                                      89%                   konsekuensi finansial yang signifikan. Tambahan
            Thailand
                                                                                pula, keberhasilan perbaikan itu sangat berkaitan
                                                          88%
                                                                                dengan birokrasi pemerintah, manajemen
           Singapore                                     87%                    pendidikan, dan ketersediaan guru-guru yang
                                                                                kompeten. Selama empat tahun penerapan
            Malaysia                                    83%                     desentralisasi pemerintahan, hanya mengurusi
            Vietnam                                     83%                     masalah logistik dalam yang berkaitan dengan
                                                                                penerapan perubahan sistem/kurikulum secara
           Indonesia                                   80%
                                                                                nasional.
             Source: UNDP – Human Development Report, 2003
                                                                                   Ambil contoh, misalnya, pengenalan terhadap
                                                                                kurikulum baru yang berbasis kompetensi. Untuk
                                 Figure 3                                       menyempurnakan kurikulum 1994, Departemen
                                                                                Pendidikan Nasional tidak hanya menentukan
has only compounded the logistical difficulties of                              periode minimal studi, tetapi juga menekankan
effecting a nationwide curriculum/system change.                                pembelajaran dan kinjerja yang “berbasis
    Take, for instance, the introduction of the new                             kompetensi.” Perubahan kurikulum ini sulit
national “competence-based curriculum”. To                                      dikatakan sebagai perubahan revolusioner, namun
refine the 1994 curriculum, the Ministry of                                     mempengaruhi banyak aspek proses pendidikan,
Education not only mandated a minimum period                                    termasuk biaya, sumber daya manusia, dan
of study but also emphasized “competence-                                       manajemen. Dibutuhkan dana untuk menutupi
based” learning and performance. This curriculum                                biaya penyusunan dan penyebaran perubahan
change is hardly a revolutionary step, but it                                   kurikulum ini kepada para guru, belum lagi dana
impacts many aspects of the educational                                         untuk buku-buku pedoman dan perangkat
process, including costs, human resources and                                   pembelajaran. Keluarga-keluarga yang tidak
management. Funds must be found to cover the                                    mampu terpaksa harus mengeluarkan uang lagi

Left to right: Fitri Murdiana, student of Institute of Technology Bandung Graduate Program, 2003 Intake, Noviyanti Utami
Hadi & Zacky Novaldi Undergraduate students at University of Padjadjaran Bandung, 2002 Intake. Dari kiri ke kanan: Fitri
Murdiana, mahasiswa program Magister Manajemen – Institut Teknologi Bandung tahun program 2003, Noviyanti Utami
Hadi & Zacky Novaldi, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran – Bandung tahun program 2002.                         7
As of 2002 according to Ministry of National Education
data, the number of children in the educational age ranges
for elementary, junior high and high schools was 38,368,947,
with the number of teachers reaching 2,005,143. It is
estimated that 41% of Indonesian teachers are under-
qualified based on Ministerial Ruling Republic of Indonesia
No. 034/U/2003 governing educational requirements for
teachers. (Source: Ministry of National Education – 2002)
Sesuai data Departemen Pendidikan Nasional tahun 2002,
jumlah anak usia sekolah dari SD hingga SMA mencapai
38.368.947 siswa, sementara jumlah guru 2.005.143
orang. Diperkirakan 41% guru-guru di Indonesia tidak
memenuhi kualifikasi yang ditetapkan Keputusan Menteri
Pendidikan Nasional RI no. 034/U/2003 tentang
persyaratan guru. (Sumber: Departemen Pendidikan
Nasional – 2002)
cost of formulating and disseminating the change                     untuk membeli buku-buku pelajaran baru.
to teachers, and guidebooks and teaching aids                            Belakangan ini tumbuh sejumlah lembaga
must be provided. Economically disadvantaged                         pendidikan asing untuk memenuhi kebutuhan
families will also be forced to spend more money                     akan pendidikan. Namun, sekolah-sekolah yang
on new textbooks.                                                    berkualitas tinggi dan mahal ini hanya dapat
    A growing number of foreign education                            dinikmati oleh mereka yang memiliki uang.
institutions have been established to fulfil this                    Sebaliknya, mereka yang miskin mau tak mau
need. However, these high-quality, expensive                         mengenyam sistem pendidikan pemerintah.
schools can only be attended by the ‘haves’; the                     Sungguh sebuah kenyataan yang pahit menyak-
‘have-nots’ must get by in the much poorer-quality                   sikan yang terjadi di Indonesia saat ini, di mana
government education system. The sad truth is                        sekolah-sekolah berkualitas tinggi menjadi hak
that in Indonesia today, high-quality schools are                    prerogatif bagi segelintir kelompok masyarakat
the prerogative of an exclusive and fortunate few.                   yang eksklusif dan beruntung.
    Must we sit idly by and allow Heriyanto’s story                      Apakah kita akan berdiam diri dan membiarkan
to be repeated indefinitely? Can we really afford                    kisah Heriyanto terulang lagi? Dapatkah kita
to let the intellectual potential of the nation stagnate             menerlantarkan potensi intelektual bangsa ini, karena
as a result of seemingly insurmountable problems?                    terbentur masalah-masalah yang kelihatannya
    Sampoerna Foundation believes that Indonesia                     tidak tertanggulangi?
will only succeed internationally through universal                      Sampoerna Foundation yakin, Indonesia akan
access to high quality education. Education is key                   mencapai sukses dalam skala internasional
to imparting world-class intellectual and                            melalui akses universal terhadap pendidikan
ethical skills to the emerging generation of                         berkualitas tinggi. Pendidikan adalah kunci
business and government leaders, enabling them                       untuk menghasilkan intelektual kelas dunia dan
to lead the country and its economy in the                           keterampilan etika, agar tercipta generasi pemimpin
decades to come.                                                     bisnis dan pemerintahan, yang memampukan
                                                                     mereka memimpin negeri ini dan ekonominya
                                                                     dalam beberapa dekade ke depan.



                              Right: Irhan Farhan, Undergraduate student at Padjadjaran University – Bandung, 2002 Intake and Nurman Numeiri,
                                 Graduate Student Padjadjaran University – Bandung, 2002 Intake during 2003 Annual Gathering at Ciletuh Public
                          Elementary School in Sukabumi, West Java. Kanan: Irhan Farhan, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran –
8                          Bandung tahun program 2002 dan Nurman Numeiri, mahasiswa program Magister Manajemen Universitas Padjadjaran
                                                                                                          pada acara Pertemuan Tahunan 2003.
ABOUT SAMPOERNA FOUNDATION                                                     TENTANG SAMPOERNA FOUNDATION
    Sampoerna Foundation was founded on                                           Sampoerna Foundation didirikan pada 1 Maret
March 1, 2001 through a generous gift from                                     2001 atas inisiatif Putera Sampoerna dan perusahaan
Putera Sampoerna and the publicly listed company,                              publik, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk.
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. The                                          Yayasan ini merupakan organisasi nirlaba yang
Foundation is a non-profit organization dedicated                              mengabdi untuk peningkatan kualitas pendidikan
to improving the educational environment in                                    di Indonesia, serta memberi kesempatan bagi
Indonesia and to providing financially deserving                               generasi muda yang kurang mampu secara finansial
children with a proven record of academic                                      tetapi memiliki kemampuan akademik yang
excellence with the opportunity to continue                                    cemerlang, agar dapat melanjutkan sekolah.
their schooling.                                                                  Berbagai program dan kegiatan dirancang
    Programs and activities are fashioned around                               selaras dengan keyakinan bahwa pendidikan
the belief that education is a prerequisite for                                merupakan prasyarat bagi terciptanya kestabilan
Indonesia’s social and political stability.                                    sosial dan politik di Indonesia.
    Sampoerna Foundation’s scholarship programs                                   Program-program beasiswa Sampoerna
go a step further than other programs. In addition                             Foundation selangkah lebih maju dibandingkan
to providing appropriate financial support, they                               program-program beasiswa lainnya. Selain memberi
are also specifically designed to instill character                            dukungan finansial yang sesuai, program-program
in the recipients. These recipients may one day                                Sampoerna Foundation juga dirancang khusus
become leaders in their communities and champions                              untuk membentuk karakter para penerima beasiswa.
of a better nation.                                                            Mereka mungkin suatu hari kelak menjadi pemimpin-
    In all of its programs and activities, Sampoerna                           pemimpin di dalam komunitas mereka dan
Foundation always strives to make a difference.                                menjadi pelopor-pelopor bangsa yang lebih baik.
                                                                                  Dalam setiap program dan kegiatannya,
                                                                               Sampoerna Foundation selalu berusaha untuk
                                                                               menciptakan pembaruan.




The total number of schools is 181,665, with a total of
1,207,580 classrooms. However, 46.38% of the classes
are in either mild disrepair (28.12%) or severe disrepair
(18.25%). (Source: Ministry of National Education – 2002)
Jumlah sekolah di Indonesia ada 181.665 dengan
1.207.580 kelas. Namun 46,38% kelas mengalami
kerusakan, baik kerusakan ringan (28,12%) atau
kerusakan berat (18,25%). (Sumber: Departemen
Pendidikan Nasional – 2002)
Left: Budi Purwanto, Bandung Institute of Technology, Graduate Program, 2003 Intake during Regional Social Activity in
Bandung, West Java. Kiri: Budi Purwanto, mahasiswa program Magister Manajement, Institut Teknologi Bandung, tahun
program 2003 pada kegiatan sosial regional.
                                                                                                                               11
According to data from the Ministry of National Education,
in 2002 the total number of high school students reached
5,051.640, or only 13.27% of the total number of
students enrolled in primary and secondary education.
(Source: Ministry of National Education – 2002)
Menurut data Departemen Pendidikan Nasional tahun
2002, jumlah siswa Sekolah Menengah Atas mencapai
5.051.640 siswa atau hanya 13,27% dari jumlah siswa
yang menekuni pendidikan di SD dan SMP. (Sumber:
Departemen Pendidikan Nasional – 2002)




OUR VISION AND MISSION                              VISI DAN MISI KAMI
   The vision of Sampoerna Foundation is to             Visi Sampoerna Foundation adalah memberi
make a meaningful material contribution to the      sumbangsih nyata yang berarti demi masa depan
betterment of Indonesia’s future through the        Indonesia yang lebih baik melalui peningkatan
improvement of the country’s educational system.    sistem pendidikan di negeri ini. Kami akan
We will take an active role in stimulating and      berperan aktif dalam mendorong dan memelopori
leading broader private sector involvement in       keterlibatan sektor swasta yang lebih luas dalam
improving the country’s educational system.         peningkatan sistem pendidikan di Tanah Air.
   Sampoerna Foundation is working towards:             Sampoerna Foundation berkarya demi
• An educational system that welcomes all           terciptanya:
   Indonesians, regardless of social standing or    • Sistem pendidikan yang memberi kesempatan
   financial need;                                      kepada setiap warganegara Indonesia, tanpa
• Schools that are led and staffed by                   memandang status sosial dan biaya pendidikan.
   highly qualified and personally motivated        • Sekolah yang dipimpin dan dikelola para
   administrators and teachers;                         pendidik yang sangat kompeten dan memiliki
• A national curriculum that is personally              motivasi yang kuat.
   enriching and vocationally relevant to every     • Kurikulum pendidikan nasional yang
   student of every ability;                            memperkaya wawasan dan keterampilan
• Classrooms and lecture halls that are                 yang relevan bagi setiap pelajar dengan
   equipped with appropriate resources to               bakatnya masing-masing.
   advance and enhance learning;                    • Ruang kelas yang dilengkapi dengan berbagai
• An educational experience that provides               sarana pendidikan yang diperlukan untuk
   every student with the intellectual, technical       meningkatkan dan memajukan kualitas
   and ethical skills required for survival in          pengajaran.
   today’s modern environment.                      • Pengalaman memperoleh pendidikan yang
                                                        memberi bekal intelektualitas, keterampilan
                                                        teknis, dan etika yang dibutuhkan para pelajar
                                                        agar dapat bertahan dalam lingkungan modern
                                                        saat ini.
                                                                           Right: Scholars during 2003 Annual Gathering.
                                                          Kanan: Penerima beasiswa pada acara Pertemuan Tahunan 2003.

12
our programs
program-program kami



    Education is an essential component of human resource development.                Pendidikan adalah salah satu komponen utama dalam pengembangan
Improving the quality of education leads to the creation of higher-quality        sumber daya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan akan menciptakan
human resources and accelerates the process of national development.              sumber daya manusia yang berkualitas lebih baik dan mempercepat proses
    In its initial phase, Sampoerna Foundation programs grant scholarships        pembangunan nasional.
to outstanding, financially deserving, young men and women. This enables              Sampoerna Foundation memberi beasiswa kepada generasi muda – laki-
them to continue their education and also provides them with additional           laki dan perempuan – yang berprestasi, namun membutuhkan dukungan
training designed to enhance their leadership capabilities.                       finansial. Beasiswa ini memungkinkan mereka melanjutkan pendidikannya,
    Sampoerna Foundation believes that the study of management and                serta memberi mereka pelatihan tambahan yang dirancang untuk
business is especially important in the modern world. Such studies provide        meningkatkan kecakapan kepemimpinan mereka.
young people entering the marketplace with the tools they need to                     Sebagai tahap awal, Sampoerna Foundation meyakini, bidang studi man-
survive and prosper, and to bring about a more economically just and              ajemen dan bisnis sangat penting dalam dunia modern. Bidang studi ini
prosperous society.                                                               membekali generasi muda untuk memasuki dunia kerja dengan perangkat
    Sampoerna Foundation also provides scholarships in the area of applied        yang mereka butuhkan agar dapat bertahan dan sukses, serta menciptakan
science and engineering. Candidates for these scholarships are recruited          keadilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
through the annual National Science Olympiad. Scholarships to study at                Sampoerna Foundation juga menyediakan beasiswa di bidang ilmu
leading local universities are granted to winners of the national event.          pengetahuan terapan dan perekayasaan. Para kandidat untuk program
Indonesian gold medalists at the International Science Olympiad will receive      beasiswa ini direkrut melalui Olimpiade Sains Nasional setiap tahun.
Sampoerna Foundation scholarships for overseas undergraduate studies.             Beasiswa untuk menekuni studi di beberapa universitas negeri terkemuka di
    Sampoerna Foundation also understands that academic achievement               dalam negeri diberikan kepada para pemenang medali emas di perhelatan
must be complemented by the development of fundamental moral values,              ini. Sementara peraih medali emas asal Indonesia di Olimpiade Sains
including integrity, kindness, tolerance, humbleness and social responsibility.   Internasional akan memperoleh beasiswa Sampoerna Foundation untuk
This emphasis is one of the key differences between Sampoerna Foundation          studi tingkat sarjana (S1) di luar negeri.
and other scholarship-granting institutions. Sampoerna Foundation does                Sampoerna Foundation juga memahami, prestasi akademik harus
not simply provide financial support, it also takes steps to nurture and foster   dilengkapi dengan pengembangan nilai-nilai moral dasar seperti integritas,
ethical and social values. To that end Sampoerna Foundation conducts              budi pekerti, toleransi, kesederhanaan, dan tanggung jawab sosial. Penekanan
ongoing professional and personal development programs for its scholarship        terhadap nilai-nilai tersebut adalah salah satu ciri yang membedakan
recipients and scholarship alumni.                                                Sampoerna Foundation dengan institusi pemberi beasiswa lainnya.
    Successful scholarship candidates must demonstrate both academic                  Tidak semata memberi dukungan finansial, Sampoerna Foundation juga
excellence and financial need. Sampoerna Foundation upholds a non-                memelihara dan memupuk nilai-nilai etika dan sosial. Untuk itu diselenggarakan



14
Sampoerna Foundation does not
simply provide financial support,
it also takes steps to nurture and
foster ethical and social values.
Tidak semata memberikan dukungan
finansial, Sampoerna Foundation
juga memelihara dan memupuk
nilai-nilai etika dan sosial.

discrimination policy, actively promoting diversity and multiculturalism in its    berbagai program pengembangan profesional dan pribadi bagi para penerima
selection of scholarship recipients.                                               beasiswa dan alumni.
    The Foundation understands that in order to make a significant contribution       Para kandidat penerima beasiswa yang berhasil harus menunjukkan
to the nation’s education sector, it must expand its activities beyond provision   prestasi akademik prima dan kebutuhan akan dukungan finansial.
of scholarships. With this in mind, Sampoerna Foundation will embark on            Sampoerna Foundation menerapkan kebijakan non-diskriminatif, secara
the second phase of its programs. While continuing to support scholarships,        aktif menjunjung keanekaragaman dan multikultural dalam proses seleksi
this phase will also include teacher’s infrastructure and institutional            para penerima beasiswa.
development programs.                                                                 Sampoerna Foundation memahami bahwa untuk dapat memberikan
                                                                                   sumbangsih nyata dalam sektor pendidikan, kegiatannya harus diperluas.
                                                                                   Berdasarkan pemikiran ini, Sampoerna Foundation akan mengembangkan
                                                                                   kegiatan-kegiatannya, termasuk pendanaan untuk program-program, agar
                                                                                   dapat meningkatkan sistem pendidikan di Indonesia.




                                                                                                                                                        15
16
letter from
the founder
surat dari
pendiri

    When we established Sampoerna Foundation, the first question we                   Ketika kami mendirikan Sampoerna Foundation, pertanyaan pertama
asked ourselves was, “What is the most urgent problem that Indonesia need         yang kami tanyakan kepada diri kami sendiri ialah, “Masalah paling genting
to solve?”                                                                        apa yang perlu diselesaikan di Indonesia saat ini?”
    Initially, the problems that came to mind were the obvious ones. The              Awalnya, masalah-masalah yang melintas dalam benak adalah yang
things we see around us every day in our big cities. Endemic poverty.             nyata. Hal-hal yang kita lihat di sekitar kita setiap hari di kota-kota besar.
Homeless children. Polluted water. Inadequate public health care.                 Kemiskinan di mana-mana. Anak-anak jalanan. Pencemaran air. Pelayanan
Environmental destruction. The plight of the elderly.                             kesehatan umum yang belum memadai. Perusakan lingkungan. Kaum manula
    When the list ran to several pages, we stopped and took our bearings. We      yang menyedihkan.
asked ourselves, “Is there something that all these problems have in common?          Ketika daftar ini mencapai beberapa lembar, kami berhenti dan mencoba
Is there some action we can take that will simultaneously have a positive         menyimpulkan. Kami bertanya lagi, “Apakah ada suatu kesamaan dalam
impact on all of them?”                                                           semua masalah tersebut? Adakah tindakan yang dapat diambil, agar secara
    We found that many of Indonesia’s social ills are, indeed, linked to a        berkelanjutan dapat memberi dampak positif terhadap semua masalah itu?”
more fundamental issue – a shortage of effective leadership in business               Kami menemukan, banyak penyakit sosial di Indonesia sebenarnya
and government.                                                                   berkaitan dengan hal yang lebih mendasar - kurangnya kepemimpinan efektif
    By ‘effective leadership’, we mean something very specific. There are three   dalam bisnis dan pemerintahan.
main qualities that make someone an ‘effective’ leader.                               ‘Kepemimpinan efekt if’ yang kami maksudkan memiliki arti sangat
    The first quality is expertise: the knowledge and experience required to      spesifik. Ada tiga ciri khas utama yang membuat seseorang menjadi pemimpin
get the job done. Effective leaders require many types of expertise. Technical    yang ‘efektif.’
expertise is about the nuts-and-bolts aspect of getting a job done.                   Ciri khas pertama ialah keahlian: pengetahuan dan pengalaman yang
Managerial expertise is about organizing and inspiring people to work             diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. Para pemimpin yang efektif
together to reach a common goal. Visionary expertise is about knowing how         membutuhkan berbagai macam keahlian. Keahlian teknis menyangkut cara
to set the right goals and priorities.                                            menyelesaikan pekerjaan. Keahlian manajemen berkisar tentang
    The second quality is dedication: an unshakable commitment to the welfare     pengorganisasian dan menyemangati orang lain untuk bekerjasama mencapai
of the community and the nation. Leaders cannot endure, at least not for          tujuan bersama. Keahlian visioner adalah kemampuan menyusun sasaran
long, if their actions do not contribute in some meaningful way to the greater    dan prioritas yang tepat.
good. At a minimum, this means that progress must be shared fairly with all           Ciri khas kedua ialah pengabdian: komitmen yang tak tergoyahkan bagi
the people who make it possible and that the welfare of future generations        kesejahteraan masyarakat dan bangsa. Para pemimpin tidak akan langgeng,
should not be compromised for short-term gains.                                   paling tidak hanya bertahan sebentar, jika tindakan-tindakan mereka tidak




                                                                                                                                                             17
We not only expect Sampoerna Foundation
scholars to become the nation’s future leaders;
we also expect them to embrace and practice
the highest ethical and moral principles.
Kami tidak hanya berharap para penerima
beasiswa Sampoerna Foundation dapat menja-
di pemimpin-pemimpin masa depan bangsa;
Kami juga mengharapkan mereka memperoleh
dan mempraktikan prinsip-prinsip moral dan
etika yang paling tinggi.
– Putera Sampoerna



    The third quality is morality: high principles in all of one’s actions.         memberi sumbangsih berarti untuk sesuatu yang lebih besar. Setidaknya,
Leaders must be honest, fair and impartial at all times. They must be willing       hal ini berarti kemajuan harus dibagikan secara adil dengan semua orang
to make personal sacrifices when their private interests are at odds with           yang membantu perwujudannya dan kesejahteraan generasi yang akan
higher moral and ethical obligations. We have only to look at recent events         datang tidak boleh dikompromikan untuk pencapaian jangka pendek.
in our own country to understand what happens when leaders lack this quality.           Ciri khas ketiga ialah moralitas: Menjunjung tinggi prinsip-prinsip dalam
    I have heard it said that great leaders are born, not made. I do not adhere     semua tindakannya. Para pemimpin harus bersikap jujur, bersih, dan adil
to this view. Great leaders, like all of us, begin their lives as children.         sepanjang waktu. Mereka harus bersedia berkorban, ketika kepentingan
Personality and character are very much a product of youthful experience.           pribadi mereka bertentangan dengan kewajiban moral dan etika yang lebih
And, as far as I can fathom, the most important experience each of us has           tinggi. Kita bisa menyaksikan yang terjadi di negeri kita belakangan ini,
during our formative years is our education... or our lack thereof.                 untuk dapat memahami apa yang akan terjadi jika para pemimpin tidak
    With this understanding, the mission of Sampoerna Foundation became             memiliki ciri khas ketiga ini.
clear to us. The first step towards eliminating Indonesia’s social and economic         Saya telah mendengar ungkapan yang mengatakan, para pemimpin
ills must begin with creating effective leaders. This in turn requires an           besar dilahirkan bukan diciptakan. Saya kurang sependapat dengan pan-
education system that imparts expertise, commitment and ethical values to           dangan ini. Para pemimpin besar, sama seperti kita, memulai kehidupannya
the entire youth of the nation: male or female, urban or rural, rich or poor.       sebagai kanak-kanak. Kepribadian dan karakter adalah produk utama pen-
    We decided to use Sampoerna Foundation’s limited resources as a catalyst        galaman semasa muda. Dan sejauh pengertian saya, pengalaman paling
for change; to provide young people with the intellectual and moral tools           penting yang kita masing-masing alami selama tahun-tahun formatif kita
they need to help themselves achieve a greater well-being.                          ialah pendidikan kita.... atau kekurangan kita dalam hal itu.
    In its start-up phase, Sampoerna Foundation is concentrating on                     Dengan pemahaman ini, misi Sampoerna Foundation menjadi jelas bagi
secondary and university-level scholarships for financially deserving students.     kita. Langkah pertama untuk memberantas penyakit sosial dan ekonomi
Our immediate objective is to help alleviate the disenfranchisement of major        Indonesia harus dimulai dengan menciptakan pemimpin-pemimpin yang
elements of our nation’s youth and to create citizens who can make a positive       efektif. Untuk ini dibutuhkan sistem pendidikan yang mencakup keahlian,
social and economic contribution to their families and their nation. By providing   komitmen, dan nilai-nilai etika bagi generasi muda bangsa: laki-laki atau
disadvantaged students with an education, we literally create opportunities         perempuan, di perkotaan atau pedesaan, kaya atau miskin.
for them where no opportunities existed before.                                         Kami memutuskan untuk menggunakan sumber daya Sampoerna
    We not only expect Sampoerna Foundation scholars to become the                  Foundation yang terbatas sebagai katalisator perubahan; membekali kaum
nation’s future leaders; we also expect them to embrace and practice the            muda dengan perangkat intelektual dan moral yang mereka butuhkan untuk
highest ethical and moral principles. We expect them to make a life-long            membantu diri mereka sendiri mencapai kesejahteraan yang lebih besar.




18
commitment to the well-being of their community and their nation. This is why             Sejak awal Sampoerna Foundation telah berkonsentrasi pada pemberian
we require them to participate in a series of programs designed to impart the         beasiswa tingkat pendidikan menengah dan universitas bagi siswa-siswa
skills and motivation they will need to honour this commitment.                       yang membutuhkan dukungan finansial. Tujuan jangka pendek kami ialah
    Looking further into the future, we envision that Sampoerna Foundation            membantu mengurangi hilangnya hak-hak utama generasi muda kita serta
will also become increasingly involved in efforts to reform and improve               menciptakan masyarakat yang dapat memberi sumbangsih sosial dan
school curriculum at the primary, secondary and university levels.                    ekonomi yang positif bagi keluarga dan bangsa mereka. Dengan memberi
Additionally, it will also focus on the quality and qualifications of our teachers.   bekal pendidikan kepada para siswa tidak mampu, secara nyata kita menciptakan
    Today, those Indonesians who are fortunate enough to graduate from                peluang-peluang bagi mereka yang sebelumnya tidak ada sama sekali.
high school or university often find themselves inadequately prepared for                 Kami tidak hanya berharap para penerima Sampoerna Foundation dapat
the rigors of the modern marketplace. The content and pace of learning in our         menjadi pemimpin-pemimpin masa depan bangsa; kami juga mengharapkan
schools must be adjusted to realistically reflect the nation’s needs. Teachers        mereka memperoleh dan mempraktikkan prinsip-prinsip moral dan etika
must do more than lead recitations and rote learning: they must kindle                yang paling tinggi. Kami berharap mereka memberi komitmen seumur hidup
enthusiasm, inspire diligence, nurture independent thinking, and provide              bagi kesejahteraan masyarakat dan bangsa mereka. Ini sebabnya mengapa
ethical and moral direction.                                                          kami mengharuskan mereka berpartisipasi dalam serangkaian program
    In summary, we at Sampoerna Foundation are committed to the                       yang dirancang untuk menambah keterampilan dan motivasi yang mereka
revitalization of the educational system in Indonesia and to helping to make          butuhkan untuk menghargai komitmen ini.
high-quality education available to all of our nation’s young people.                     Memandang lebih jauh ke depan, kami mendambakan Sampoerna
    These are not easy goals to attain. We realize that we will not be able to        Foundation dapat meningkatkan keterlibatannya dalam upaya-upaya untuk
achieve them alone. For this reason, we are also committed to inspiring others        memperbaiki dan meningkatkan kurikulum sekolah di tingkat dasar,
to work together towards the same vision.                                             menengah, dan universitas. Selain itu, Sampoerna Foundation juga akan
    I invite you to join us in our concern... and to help Sampoerna Foundation        berfokus pada kualitas dan kualifikasi guru-guru kita.
attain what we believe are truly noble goals...                                           Dewasa ini, orang-orang Indonesia yang telah menamatkan pendidikan
                                                                                      sekolah menengah atau universitas seringkali menemukan diri mereka tidak
                                                                                      memiliki persiapan yang cukup untuk menghadapi persaingan dalam
                                                                                      dunia kerja modern. Materi dan langkah pembelajaran di sekolah-sekolah
                                                                                      kita hendaknya disesuaikan terhadap kebutuhan nyata bangsa. Para
                                                                                      guruharus melakukan lebih dari sekadar menghafal pelajaran: mereka harus
                                                                                      membangkitkan antusiasme, menginspirasikan ketekunan, memupuk
                                                                                      pemikiran idependen, serta memberi arahan etika dan moral.
                                                                                          Secara ringkas, kami di Sampoerna Foundation berkomitmen untuk
                                                                                      merevitalisasi sistem pendidikan di Indonesia dan membantu agar pendidikan
                                                                                      berkualitas tinggi dapat dijangkau semua generasi muda bangsa kita.
                                                                                          Tentu saja ini bukan tujuan yang mudah dicapai. Kami sadar, kami tidak
                                                                                      dapat mencapainya sendirian. Karena itu, kami juga berkomitmen memberi
                                                                                      inspirasi bagi pihak-pihak lain untuk bekerjasama dengan visi yang sama.
                                                                                          Saya mengundang Anda untuk bergabung dengan kami dalam keprihatinan
                                                                                      ini... dan membantu Sampoerna Foundation mencapai apa yang kami yakini
                                                                                      sebagai tujuan yang sangat mulia.....




PUTERA SAMPOERNA
Founding Benefactor / Patron
Sampoerna Foundation
Pendiri / Pembina
Sampoerna Foundation



                                                                                                                                                                19
20
message from the
management
sepatah kata dari
manajemen

    We are pleased to report that the past year has been a very positive period                                 Kami bangga dapat melaporkan bahwa tahun lalu merupakan periode
of growth and transformation for Sampoerna Foundation. We began the year                                    pertumbuhan dan transformasi sangat positif bagi Sampoerna Foundation.
by defining three main organizational objectives, and over the past twelve                                  Kami mengawali tahun dengan mendefinisikan tiga tujuan utama organisasi
months we have come a long way towards achieving them.                                                      dan selama dua belas bulan berikutnya kami berupaya mencapai
    First, we made substantial progress towards focusing more on                                            tujuan tersebut.
Sampoerna Foundation’s activities in secondary and tertiary education in                                        Pertama, kami membuat kemajuan substansial untuk lebih berfokus
Indonesia. As part of this effort, we began formulating a strategic master                                  pada kegiatan-kegiatan Sampoerna Foundation yang berkaitan dengan
plan that will serve as a coordinating framework for specific activities, and                               pendidikan menengah dan pendidikan tinggi di Indonesia. Sebagai bagian
we clearly delineated several core programs that will underpin our long-                                    upaya ini, kami mulai dengan merancang rencana strategis utama yang akan
range goals.                                                                                                dipakai sebagai kerangka koordinasi untuk kegiatan-kegiatan yang lebih
    Second, we took ambitious steps to formalize and systemize Sampoerna                                    spesifik, dan kami menjabarkan dengan jelas sejumlah program inti yang
Foundation’s day-to-day processes and procedures. This will ensure that our                                 akan menopang sasaran jangka panjang kami.
efforts and expenditures will yield maximum benefit for both grant recipients                                   Kedua, kami bersemangat mengambil langkah-langkah untuk
and our nation. The results of some of this work can be seen in the specific                                memformalisasi dan membuat sistem proses dan prosedur kerja Sampoerna
reports contained elsewhere in this document.                                                               Foundation sehari-hari. Hal ini akan memastikan upaya-upaya kami dan
    Finally, we intensified Sampoerna Foundation’s relationships with other                                 biaya yang dikeluarkan akan memberi manfaat maksimal baik bagi para
organizations and individuals who share key goals and objectives, both in                                   penerima beasiswa maupun bangsa kami. Sebagian hasil kerja ini dapat
Indonesia and around the world. Several important alliances have been                                       disimak dalam laporan spesifik yang ada di buku tahunan ini.
forged or renewed, expanding the reach of our programs and increasing the                                       Akhirnya, kami mengintensifkan hubungan Sampoerna Foundation dengan
social impact of our grants. We have also appointed a formal representative                                 berbagai organisasi dan individu yang memiliki sasaran dan tujuan utama
in the United States who will act as an ‘on-the-ground’ presence for                                        yang sama, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Beberapa kemitraan
Sampoerna Foundation scholars and for those in the U.S. who would like to                                   penting telah dibentuk atau diperbarui, memperluas pencapaian program-
support the Foundation’s vision and goals.                                                                  program kami, dan meningkatkan dampak sosial bantuan finansial yang
    We are delighted with the progress that Sampoerna Foundation has                                        kami berikan. Kami juga mengangkat perwakilan formal di Amerika Serikat
made over the past year. In the short span of twelve months, the Foundation                                 yang akan menjadi tanda kehadiran Sampoerna Foundation bagi para
has increased the kinds and amounts of assistance provided in support of                                    penerima beasiswa di sana, serta bagi khalayak di Amerika Serikat yang
education in Indonesia. We have made major strides towards becoming a                                       ingin mendukung visi dan sasaran Sampoerna Foundation.


From left to right Dari kiri ke kanan: Elan Merdy, Michelle Sampoerna, Niken Rachmad and Tjandra Bachtiar




                                                                                                                                                                                 21
mature and internationally respected institution. Nonetheless, there           Kami gembira dengan kemajuan yang dicapai Sampoerna Foundation
remains much work to be done. We will continuously strive to achieve our   selama tahun silam. Dalam kurun waktu singkat selama dua belas bulan,
vision and mission, and improve our own performance in 2004 and beyond.    Sampoerna Foundation telah meningkatkan jenis dan besar bantuan yang
                                                                           diberikan guna mendukung pendidikan di Indonesia. Kami telah membuat
                                                                           langkah penting untuk menjadi institusi yang matang dan dihormati secara
                                                                           internasional. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
                                                                           Kami akan terus berjuang mencapai visi dan misi kami, serta meningkatkan
                                                                           kinerja kami di tahun 2004 dan selanjutnya.




EXECUTIVES
PENGURUS




MICHELLE SAMPOERNA                                                         NIKEN K. RACHMAD
Executive Director of Sampoerna Foundation                                 Sampoerna Foundation Director
Formerly Manager of communications at PT Hanjaya Mandala Sampoerna,        Head of Corporate Communications for the Sampoerna family of companies.
and Director of Sampoerna Jones Designs.                                   Formerly Managing Director of Ogilvy PR, Indonesia.
Direktur Eksekutif Sampoerna Foundation                                    Direktur Sampoerna Foundation
Sebelumnya adalah Manajer Komunikasi PT Hanjaya Mandala Sampoerna          Pimpinan Corporate Communication untuk keluarga dan perusahaan
Tbk. dan Direktur Sampoerna Jones Designs.                                 Sampoerna. Sebelumnya Direktur Pelaksana Ogilvy PR, Indonesia.




ELAN MERDY                                                                 TJANDRA BACHTIAR
Operations and Finance Director of Sampoerna Foundation                    Sampoerna Foundation Director
Formerly Manager of Business and Financial Consulting Division at Arthur   Corporate Secretary for PT HM Sampoerna Tbk. Lecturer at the University of
Andersen-Prasetio Strategic Consulting.                                    Indonesia in management control systems and management accounting.
Direktur Operasional dan Keuangan Sampoerna Foundation                     Direktur Sampoerna Foundation
Sebelumnya Manajer Divisi Konsultasi Bisnis dan Keuangan di Arthur         Corporate Secretary PT HM Sampoerna Tbk.; Pengajar di Universitas
Andersen-Prasetio Strategic Consulting.                                    Indonesia untuk mata kuliah sistem pengendalian manajemen dan
                                                                           manajemen akuntansi.

22
meet the board
dewan pegurus




    The Foundation’s charter defines a structure and sets clear responsibilities      Peraturan Sampoerna Foundation menjabarkan struktur serta|
and accountabilities for both strategic and day-to-day management.                 menetapkan tanggung jawab dan kewenangan bagi manajemen strategis
• Patrons devise policy and make key decisions.                                    maupun operasional.
• Supervisors provide guidance and oversight on strategically important            • Pembina menentukan kebijakan dan membuat keputusan-keputusan
    issues.                                                                           penting.
• Executives, led by an Executive Director, manage the operation of the            • Pengawas memberi bimbingan dan pengawasan terhadap hal-hal strategis
    Foundation.                                                                       yang penting.
    Sampoerna Foundation operates transparently within strict financial            • Pengurus, yang dipimpin oleh Direktur Eksekutif, menjalankan operasional
guidelines to ensure that programs are implemented effectively and                    yayasan.
efficiently within allocated budgets. The Foundation is audited by Ernst &            Sampoerna Foundation beroperasi secara transparan dengan pedoman
Young and a publicly available annual report provides comprehensive                keuangan yang ketat, guna menjamin program-program diterapkan secara
details of the Foundation’s operations and finance activities.                     efektif dan efisien sesuai anggaran yang dialokasikan. Pembukuan
    Since its inception, Sampoerna Foundation has provided scholarships to         Sampoerna Foundation diperiksa oleh Ernst & Young dan hasilnya
more than 9,200 students across the Indonesian archipelago, ranging from           dipublikasikan melalui laporan tahunan yang memuat data terperinci
high school to university, including overseas study in MBA programs.               tentang aktivitas operasional dan keuangan.
Currently, Sampoerna Foundation scholars are enrolled in prestigious
institutions in the United States such as Wharton, Kellogg, Michigan and
Indiana universities.




                                                                                                                                                          23
ARIEF TARUNAKARYA SUROWIDJOJO, SH, L.LM
PATRON
PEMBINA
Senior lecturer at the Faculty of Law at University of Indonesia; Director of the Capital Market Continuing Legal Education Program;
Indonesian Editor of the Asia Business Law Review; Founder and member of the Board of Trustees of the Indonesian Transparency Society
(MTI); founder and Chairperson of the Indonesian Law and Policy Study Center (PSHKI); founder and member of the Board of the
Indonesian Institute for Corporate Governance; founder and member of the Board of Trustees of Transparency International Indonesia;
member of the Board of Trustees of the Indonesian World Wildlife Fund for Nature.
Pengajar senior di Fakultas Hukum Universitas Indonesia; Direktur Program Pendidikan Hukum Pasar Modal Lanjutan; Redaktur
Indonesia di penerbitan Asia Business Law Review; Pendiri dan Anggota Dewan Komisaris Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI);
Pendiri dan Ketua Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHKI); Pendiri dan Anggota Dewan Indonesian Institute for Corporate
Governance; Pendiri dan Anggota Dewan Komisaris Transparency International Indonesia; Anggota Dewan Komisaris World Wildlife
Fund for Nature Indonesia.

JOHN A. PRASETIO, SE
PATRON
PEMBINA
Chairman of Prasetio Utomo (an affiliate of Ernst & Young International); head of the Department of Investment; member of the National
Economic Recovery Committee of the Indonesian Chamber of Commerce and Industry; member of the Board of the Pacific Basin
Economic Council, the World Wide Fund for Nature, the Red Cross Foundation and the Expert Council of Public Companies in Indonesia;
member of the Board of Commissioners of PT. Bimantara Citra.
Pimpinan Prasetio Utomo (afiliasi Ernst and Young International); Kepala Departemen Investasi; Anggota Komite Pemulihan Ekonomi
Nasional dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia; Anggota Dewan Pacific Basin Economic Council, World Wide Fund for Nature,
Yayasan Palang Merah, dan Dewan Ahli Perusahaan Publik di Indonesia; Anggota Dwan Komisaris PT Bimantara Citra.




DR. NURCHOLIS MADJID
PATRON
PEMBINA
Member of the National Commission for Human Rights; member of the Advisory Board of ICMI (Indonesian Association of Muslim
Intellectuals); Chairman of Paramadina Foundation and Rector of Paramadina University, Jakarta; author of books and publications on
Islam, humanism, and the intellectual community.
Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia; anggota Dewan Penasihat Ikatan Cedekiawan Muslim Indonesia (ICMI); Ketua Yayasan
Paramadina dan Rektor Universitas Paramadina, Jakarta; penulis sejumlah buku dan publikasi bertema Islam dan kemanusiaan, serta
komunitas intelektual.




DRS. EKA DHARMAJANTO KASIH
SUPERVISOR
PENGAWAS
Commissioner of PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk.; director of a number of businesses within the Sampoerna group, including
Managing Director of Sampoerna International Finance Company in the Netherlands.
Komisaris PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk.; Direktur sejumlah divisi usaha dalam kelompok Sampoerna, termasuk Direktur
Pelaksana Sampoerna International Finance Company di Belanda.
MARZUKI USMAN, SE, MA.
SUPERVISOR
PENGAWAS
Minister of Tourism (1998-1999); State Minister for Investment (1999); Minister of Forestry (2001); member of the People’s Consultative
Assembly (1997-1998 and 1999-2001); member of the International Advisory Board, Centre for Tropical Forest Conservation.
Menteri Pariwisata (1998-1999); Menteri Negara untuk Investasi (1999); Menteri Kehutanan (2001); anggota Dewan Pertimbangan
Agung (1997-1998 dan 1999-2001); anggota Dewan Penasihat Internasional, Pusat Konservasi Hutan Tropis Internasional.




JOHN N. MEEKS
SENIOR ADVISOR – UNITED STATES
Has many years of residence in Indonesia, including as volunteers in humanitarian cause. His familiarity with Indonesia and dedication
to others will enable him to assist Sampoerna Foundation MBA scholars at U.S. universities. He will also be the point of contact in the
United States for any parties interested in learning more about the Foundation’s vision, mission and programs.
Memiliki pengalaman menetap di Indonesia, termasuk sebagai relawan untuk kegiatan kemanusiaan. Pengetahuannya tentang
Indonesia serta dedikasinya pada sesama menjadikan beliau orang yang tepat untuk membantu para penerima beasiswa Sampoerna
Foundation di Amerika Serikat. Beliau juga menjadi sumber informasi bagi para pihakdi Amerika Serikat yang tertarik untuk mengetahui
lebih banyak mengenai visi, misi dan program Sampoerna Foundation.




DR. HEINRICH SEEMANN
ADVISOR – EUROPE
Has a lifetime of experience working for educational improvement in his native Germany, Dr. Seemann held various high-ranking education-
related government positions. In his capacity as German Ambassador to Indonesia in the mid-1990s, Dr. Seemann put education at the
forefront of his concerns.
Dr. Seemann memiliki pengalaman yang luas dalam pembangunan sektor pendidikan. Beliau pernah memegang berbagai jabatan penting
yang berkaitan dengan pendidikan di pemerintahan Jerman. Pada pertengahan tahun 1990-an, beliau menjabat sebagai Duta Besar
Jerman untuk Indonesia.




                                                                                                                                    25
2003 operational
                                                       highlights
                                              sekilas operasional
                                                           2003

The total number of secondary schools able to accept students
was 12,307, or about 6.77% of the total number of schools
in Indonesia from elementary school through high school.
Based on those statistics, each school is able to
accommodate 410 students, but only has on average
30 teachers. (Source: Ministry of National Education – 2002)
Jumlah sekolah menengah yang dapat menampung siswa
sebanyak 12.307 atau sekitar 6,77% dari seluruh sekolah di
Indonesia tingkat SD hingga SMA. Berdasarkan statistik
tersebut, setiap sekolah mampu menampung 410 siswa,
namun hanya memiliki rata-rata 30 guru. (Sumber:
Departemen Pendidikan Nasional – 2002)
Left: Senior high school scholars and graduate scholars at plenary session during 2003 Annual Gathering. Kiri: Penerima beasiswa tingkat SMA dan S2
pada sidang pleno dalam acara Pertemuan Tahunan 2003.
                                                                                                                                                      27
“ I learned about Sampoerna Foundation Scholarship         “ Saya mengetahui tentang program beasiswa Sampoerna
                                                      Program from a teacher at school. I realized that if I     Foundation dari seorang guru. Saya sadar, kalau saya
                                                      wanted to secure a scholarship, I had to study hard.       ingin mendapat beasiswa, saya harus giat belajar.
                                                      I was overjoyed to learn that my name was on the           Saya begitu gembira ketika mengetahui nama saya
                                                      scholarship recipient list. The scholarship means so       tercantum dalam daftar para penerima beasiswa.
                                                      much to my family and I. Through the assistance of         Beasiswa ini sangat berarti buat saya dan keluarga.
                                                      the scholarship, I have eased the burden on my             Dengan adanya bantuan dana beasiswa, saya dapat
                                                      parents to pay for my education.”                          meringankan beban orangtua saya untuk membiayai
                                                                                                                 pendidikan.”

                                                      Rika Mutiasari                                             Rika Mutiasari
                                                      Sampoerna Foundation High School Scholar                   Penerima Beasiswa SMA Negeri Sampoerna
                                                      SMUN 6 Lamjabat Meuraksa                                   Foundation
                                                      Nangroe Aceh Darussalam                                    SMAN 6 Lamjabat Meuraksa
                                                      2001 Intake                                                Nangroe Aceh Darussalam
                                                                                                                 Angkatan 2001




    In 2003, Sampoerna Foundation ran four different scholarship programs                Tahun 2003, Sampoerna Foundation memiliki empat program beasiswa
in parallel, providing financial assistance for deserving students across            yang berbeda, menyediakan bantuan finansial kepada para siswa yang
Indonesia. These programs were designed to assist students from the high             membutuhkan di seluruh Indonesia. Program-program ini didesain untuk
school level to those enrolled in graduate studies.                                  membantu para siswa dari sekolah menengah atas hingga mereka yang
    The total number of scholars supported by Sampoerna Foundation now               akan menekuni studi pascasarjana.
stands at 9,110 Senior High School scholars, 40 undergraduates, 95 local                 Jumlah penerima beasiswa yang didukung Sampoerna Foundation saat
graduate scholars, and 5 graduate students in the United States.                     ini mencapai 9.110 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), 40 mahasiswa
    Although Sampoerna Foundation’s major activities consist of disbursing           tingkat sarjana (S1), 95 mahasiswa pascasarjana dalam negeri (S2), dan 5
scholarships to financially deserving secondary and tertiary students, we            mahasiswa pascasarjana di Amerika Serikat.
are continually searching for other strategic opportunities. In September,               Meskipun kegiatan utama Sampoerna Foundation adalah memberikan
Sampoerna Foundation assumed a sponsorship role with the National                    beasiswa kepada para siswa sekolah menengah dan perguruan tinggi yang
Science Olympiad, where the best and the brightest of Indonesia’s youth              membutuhkan dukungan finansial, namun kami senantiasa mencari peluang-
compete for honors in the fields of physics, mathematics, chemistry, biology,        peluang strategis lain. Pada bulan September, Sampoerna Foundation
and computer sciences. Winners will receive scholarships for undergraduate           berperan sebagai sponsor dalam ajang Olimpiade Sains Nasional, di mana
study at top universities in Indonesia. Among the participants at this year’s        para pelajar terbaik dan tercerdas Indonesia menunjukkan kebolehan
event were seven scholars from the Sampoerna Foundation’s Senior High                mereka dalam bidang fisika, matematika, kimia, biologi, dan ilmu komputer.
School scholarship program, representing the provinces of Bengkulu, West             Para pemenang akan menerima beasiswa untuk studi tingkat sarjana (S1) di
Java, Central Java and North Moluccas.                                               beberapa universitas negeri ternama di Indonesia. Di antara para peserta
    During the first semester of 2003, Sampoerna Foundation made significant         olimpiade sains tahun ini, ada tujuh penerima beasiswa SMA Sampoerna
strides towards achieving its targets.                                               Foundation, mewakili provinsi Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah,
    Promotion and outreach activities in Jakarta, Bandung, Yogyakarta, and           Kalimantan Timur, dan Maluku Utara.
Surabaya drew high levels of interest from the public. The open house in                 Selama semester pertama 2003, Sampoerna Foundation membuat
each city was attended by more than 300 participants. Sampoerna                      langkah signifikan dalam mencapai sasaran-sasarannya.
Foundation also participated in the education exhibition held at Gadjah                  Kegiatan promosi dan kunjungan di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan
Mada University.                                                                     Surabaya memperlihatkan minat yang tinggi dari publik. Acara open house
    In June, Sampoerna Foundation selected three new scholars for placement          di setiap kota tersebut dihadiri lebih dari 300 peserta. Sampoerna Foundation
at leading business schools in the USA. The successful students arrived in           juga berpartisipasi dalam pameran pendidikan di Universitas Gadjah Mada.
the USA in mid-August 2003. They are now pursuing their studies at Kellogg               Pada bulan Juni, Sampoerna Foundation memilih tiga penerima beasiswa
School of Management – Northwestern University, University of Michigan               baru yang akan belajar di sekolah bisnis terkenal di Amerika Serikat. Mereka



28
“ I am very grateful to be one of the recipients of a     “ Saya sangat senang menjadi salah satu penerima
                                                       Sampoerna Foundation scholarship to study management.     beasiswa Sampoerna Foundation untuk menekuni
                                                       I could hardly believe my eyes when I read the e-mail     studi manajemen. Sukar mempercayai mata saya,
                                                       notifying me of my acceptance. The scholarship is         ketika saya membaca e-mail pemberitahuan tentang
                                                       extremely important to me; my family no longer has to     penerimaan beasiswa. Tentu saja beasiswa ini sangat
                                                       worry about tuition payments, and I have the              penting bagi saya, karena keluarga tidak perlu lagi
                                                       responsibility of fulfilling its requirements. I look     mencemaskan biaya pendidikan. Saya harus bertanggung
                                                       forward to participating in social programs organized     jawab memenuhi semua persyaratan beasiswa ini.
                                                       by Sampoerna Foundation, in my goal to become a           Saya ingin berpartisipasi dalam program-program
                                                       better person.”                                           sosial yang diadakan Sampoerna Foundation, agar
                                                                                                                 saya dapat menjadi individu yang lebih baik.”

                                                       Novrita Endah Putrianti                                   Novrita Endah Putrianti
                                                       Undergraduate Scholar, Management Study                   Penerima Beasiswa S1, Bidang Studi Manajemen
                                                       Gadjah Mada University                                    Universitas Gadjah Mada
                                                       2002 Intake                                               Angkatan 2002




Business School and Kelley Business School – University of Indiana.                 tiba di Amerika Serikat pada pertengahan Agustus 2003. Mereka saat ini
    Our in-house quarterly publication, Ajar magazine, aimed at tertiary            tengah menekuni studi di Kellogg School of Management – Northwestern
scholars and alumni, obtained a new layout and format. Ajar aims to                 University, University of Michigan Business School, dan Kelley Business
encourage Sampoerna Foundation scholars and alumni to be aware of and               School – University of Indiana.
responsive to the latest issues in Indonesia, as well as to strengthen the              Publikasi internal kami yang terbit setiap tiga bulan, majalah Ajar,
bond between the Foundation, its scholars and alumni. Ajar also serves as a         ditujukan bagi para penerima beasiswa tingkat perguruan tinggi dan alumni,
communication tool to promote Sampoerna Foundation’s mission, its beliefs           muncul dengan format dan desain baru. Ajar dimaksudkan untuk
and philosophies, and to raise public awareness of the educational situation        mendorong para penerima beasiswa dan alumni Sampoerna Foundation
in Indonesia.                                                                       agar peduli dan responsif terhadap perkembangan terkini di Indonesia, di
    To strengthen the recruitment promotions, the Foundation produced               samping memperkuat ikatan antara Sampoerna Foundation dengan para
posters for senior high school, undergraduate and graduate scholarship              penerima beasiswa dan alumninya. Ajar juga menjadi perangkat komunikasi
programs. In support of the open houses conducted in Jakarta, Bandung,              untuk mempromosikan misi Sampoerna Foundation, keyakinan dan
Yogyakarta, and Surabaya, Sampoerna Foundation disseminated press                   filosofinya, serta meningkatkan kesadaran publik terhadap situasi pendidikan
releases to major national and local media. The Foundation                          di Indonesia.
    The Foundation also participated in “Bincang Pagi”, (Morning                        Guna memperkuat promosi untuk perekrutan para penerima beasiswa,
Discussion) a live Metro TV talk show program which aired on 30 June.               Sampoerna Foundation menerbitkan poster untuk setiap program beasiswa
    In August 2003, John Meeks was appointed Sampoerna Foundation’s                 SMA, S1, dan S2. Sebagai dukungan terhadap acara open house di Jakarta,
Senior Advisor. John will be responsible for promoting the Sampoerna                Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya, Sampoerna Foundation menyebarkan
Foundation in the United States, and will serve as its principal point of           siaran pers di media cetak nasional dan lokal. Sampoerna Foundation juga
contact in North America. An important part of John’s work will involve seeking     berpartisipasi dalam acara Bincang Pagi yang disiarkan langsung oleh Metro
out and engaging those who would like to learn more about the                       TV pada 30 Juni.
Foundation’s vision, mission and programs.                                              Pada Agustus 2003, John Meeks diangkat Sampoerna Foundation sebagai
    Also in September, the Foundation launched Siswa newsletter, a new              Penasihat Senior. John akan bertanggung jawab mempromosikan
communication tool to reach its huge base of senior high school scholars.           Sampoerna Foundation di Amerika Serikat dan menjadi kontak utama di
Siswa, which will be published quarterly, aims to strengthen the bond               Amerika Utara. Salah satu tugas penting John ialah mencari dan membina
between the Foundation and its secondary level scholars.                            hubungan dengan mereka yang ingin mengenal lebih jauh tentang visi, misi,
                                                                                    dan program Sampoerna Foundation.




                                                                                                                                                                    29
Pada bulan September, Sampoerna Foundation meluncurkan newsletter
SCHOLARSHIP PROGRAMS
                                                                                                                      Siswa, sebuah perangkat komunikasi baru untuk menjangkau para penerima
Public Senior High School Scholarship Program                                                                         beasiswa SMA. Siswa, yang akan dipublikasikan setiap tiga bulan, bertujuan
    Sampoerna Foundation’s first and largest scholarship program supports                                             untuk memperkuat ikatan antara Sampoerna Foundation dengan para
deserving high school students. In 2001, Sampoerna Foundation made a                                                  penerima beasiswa tingkat sekolah menengahnya.
commitment to the Ministry of Education to provide 9,000 secondary
scholarships over a period of three years. This program provides academically
                                                                                                                      PROGRAM-PROGRAM BEASISWA
gifted young Indonesians, with proven financial need, with the opportunity
to complete high school.                                                                                              Program Beasiswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN)
    In December 2003, the Foundation exceeded this target by awarding                                                     Program ini merupakan program beasiswa Sampoerna Foundation pertama
scholarships to 9,110 senior high school students attending 1,382 public                                              dan terbesar yang diberikan kepada para pelajar Sekolah Menengah Atas
schools nationwide.                                                                                                   Negeri (SMAN) yang secara finansial kurang mampu. Tahun 2001,
    In the next three years, the Foundation will continue its commitment to                                           Sampoerna Foundation menjalin kerjasama dengan Departemen Pendidikan
the Ministry of Education by providing 3,000 scholarships per annum to                                                Nasional untuk menyediakan 9.000 beasiswa selama tiga tahun. Program ini
public senior high school students.                                                                                   memberi peluang kepada generasi muda Indonesia yang berprestasi
    The geographic distribution of our scholars is shown in Figure 4:                                                 akademis cemerlang namun secara finansial kurang mampu untuk
                                                                                                                      menyelesaikan pendidikan di SMAN.
                                                                                                                          Pada Desember 2003, Sampoerna Foundation berhasil melampaui target
                                                                                                                      itu dengan memberi beasiswa kepada 9.110 pelajar di 1.382 SMAN seluruh
                                                                                                                      Indonesia.
                                                                                                                          Dalam tiga tahun mendatang, Sampoerna Foundation akan melanjutkan
                                                                                                                      komitmennya dengan Departemen Pendidikan Nasional untuk menyediakan
                                                                                                                      3.000 beasiswa setiap tahun bagi para siswa SMAN.
                                                                                                                          Penyebaran geografis para penerima beasiswa kami tampak dalam tabel
                                                                                                                      berikut (lihat Gambar 4).
                                                                                                                          Para penerima beasiswa menerima bantuan finansial sebesar Rp 30.000
                                                                                                                      per bulan selama maksimal tiga tahun. Jumlah ini akan ditinjau kembali
                                                                                                                      tahun depan mengingat kemungkinan perubahan dalam uang sekolah.
                                                                                                                          Pada tahun 2004, Sampoerna Foundation akan menjalin kerjasama dengan
                                                                                                                      Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memfasilitasi pendistribusian beasiswa
                                                                                                                      SMAN ini melalui jaringan nasional yang dimiliki BRI. Dana beasiswa akan
                                                     Figure 4
                                                                                                                      ditransfer ke dalam rekening setiap penerima beasiswa per semester.
   Scholarship recipients received financial assistance of Rp 30,000 per                                              Kelanjutan pemberian beasiswa ini berdasarkan prestasi akademik yang
month for a maximum period of three years. This amount will be reviewed                                               memuaskan, seperti dilaporkan oleh pihak sekolah kepada Sampoerna
each year to reflect possible changes in tuition fees.                                                                Foundation setiap semester.
   In 2004, Sampoerna Foundation will establish a cooperative agreement
with Bank Rakyat Indonesia to facilitate distribution of individual grants                                            Program Beasiswa Sarjana (S1) bidang Ekonomi di Dalam Negeri
through its national network. Funds will be transferred to each scholar’s                                                 Data Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2003 menunjukkan, hanya
bank account each semester.                                                                                           8,6% lulusan SMA yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Kenyataan
   Continuation of the scholarship award is based on satisfactory academic                                            yang menyedihkan ini membuat Sampoerna Foundation merancang program
achievement, as reported by the scholars’ respective schools each semester.                                           beasiswa yang akan menciptakan pembaruan berarti bagi bangsa.
                                                                                                                      Sampoerna Foundation saat ini menyediakan beasiswa penuh bagi generasi
Local Undergraduate in Economics Scholarship Program                                                                  muda Indonesia yang berprestasi cemerlang namun membutuhkan dukungan
    Data from the National Socioeconomic Survey carried out in 2003                                                   finansial, untuk menekuni pendidikan S1 di bidang ekonomi, manajemen,
revealed that only 8.6% of high school students pursue undergraduate                                                  dan yang berkaitan dengan bisnis pada universitas-universitas negeri
studies. This sad and sobering fact spurred Sampoerna Foundation to provide                                           terkemuka di Indonesia.
a comprehensive undergraduate university scholarship program that will                                                    Pada tahun 2003 telah diberikan 20 beasiswa tambahan, sehingga jumlah
make a meaningful difference to the nation. Sampoerna Foundation currently                                            beasiswa yang diberikan oleh Sampoerna Foundation menjadi 40. Para
provides full scholarships to outstanding and financially deserving young                                             penerima beasiswa memulai kuliahnya pada tahun akademik 2003/2004 di
Indonesians pursuing undergraduate degrees in economics, management                                                   bidang ekonomi pada empat universitas, yaitu Universitas Indonesia
and business-related fields at leading universities in Indonesia.                                                     (Jakarta), Universitas Padjadjaran (Bandung), Universitas Gadjah Mada
    In 2003, 20 additional scholarships were granted, bringing the total number                                       (Yogyakarta), dan Universitas Airlangga (Surabaya).
of undergraduate scholars supported by Sampoerna Foundation to 40. The

Left: Petrus Endria Effendhie, Undergraduate student at Airlangga University, 2002 Intake during a regional social activity in Surabaya.
Kiri: Petrus Endria Effendhie, mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Airlangga, tahun program 2002 pada kegiatan sosial regional di Surabaya.
                                                                                                                                                                                             31
“ The selection process was very competitive, but I saw      “ Proses seleksi sangat kompetitif, tapi saya melihat
                                                       from the beginning that it was fair. On a personal           sejak awal proses ini adil. Bagi saya pribadi, program
                                                       level, the program has given me the chance to broaden        ini telah memberi saya kesempatan untuk memperluas
                                                       my perspective and opened up new possibilities               wawasan dan membuka peluang-peluang baru, melalui
                                                       through studying for an MM in Technology at ITB.             pendidikan di MM-ITB. Selama tujuh tahun bekerja di
                                                       During my previous seven years working in engineering,       bidang perekayasaan, saya sama sekali tidak merasakan
                                                       I did not feel any connection to the subjects I had          adanya keterkaitan dengan subjek-subjek yang telah
                                                       studied at university – they were foreign to me. Now,        saya pelajari di universitas – semua terasa asing bagi
                                                       I am taking subjects which are new to me but which           saya. Sekarang saya menekuni studi manajemen yang
                                                       will be helpful in problem solving in the future. I hope     merupakan bidang baru buat saya, tapi tentu akan
                                                       my experience in marketing as well as the knowledge          membantu saya dalam menyelesaikan masalah-
                                                       I have acquired will stand me in good stead when             masalah di kemudian hari. Saya berharap, pengalaman
                                                       I start my own business.”                                    saya dalam bidang pemasaran dan pengetahuan saya
                                                                                                                    akan menjadi bekal yang bermanfaat, ketika saya
                                                                                                                    akan memulai usaha saya sendiri kelak.”

                                                       Ali Akbar Mustafa                                            Ali Akbar Mustafa
                                                       Master of Management Scholar                                 Penerima Beasiswa Magister Manajemen
                                                       Bandung Institute of Technology                              Institut Teknologi Bandung
                                                       2003 Intake                                                  Angkatan 2003




scholars will commence their studies in the 2003/2004 academic year at               Program Beasiswa Pascasarjana (S2) Manajemen di Dalam Negeri
five different institutions: the University of Indonesia (Jakarta), Padjadjaran          Tanpa mengurangi makna bidang studi lainnya, Sampoerna Foundation
University (Bandung), Gadjah Mada University (Yogyakarta) and Airlangga              meyakini ilmu manajemen dan bisnis sangat relevan dengan kondisi ekonomi
University (Surabaya).                                                               saat ini. Oleh karena itu, Sampoerna Foundation menyediakan beasiswa
                                                                                     penuh bagi maksimal 30 generasi muda Indonesia berprestasi untuk dapat
Local Graduate of Management Scholarship Program                                     melanjutkan studi pascasarjananya di bidang manajemen atau bisnis
    Without detracting from the value of other fields of study, Sampoerna            (Magister Manajemen) di sekolah-sekolah bisnis yang direkomendasikan di
Foundation believes that management and business studies are especially              Indonesia selama dua tahun.
relevant in the current economic environment. For this reason, Sampoerna                 Pada November 2003, sebanyak 29 mahasiswa pascasarjana menerima
Foundation provides full scholarships for up to 30 outstanding young                 beasiswa dari Sampoerna Foundation, sehingga jumlah penerima beasiswa
Indonesians per annum so they may pursue graduate studies in management              menjadi 95 orang. Para penerima beasiswa ini menekuni kuliah di bidang
or business (Magister Manajemen) at pre-approved business schools in                 bisnis dan ekonomi pada enam institusi, yaitu Universitas Indonesia
Indonesia for up to two years.                                                       (Jakarta), Institut Pengembangan Manajemen Indonesia/IPMI (Jakarta),
    In November 2003 29 graduate students received scholarships from                 Universitas Padjajaran (Bandung), Institut Teknologi Bandung (Bandung),
Sampoerna Foundation, bringing the total number of scholarships disbursed            Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta), dan Universitas Airlangga (Surabaya).
to 95. These scholars are majoring in business and economics at six different            Mulai tahun akademik 2005, Sampoerna Foundation akan memfokuskan
institutions: the University of Indonesia (Jakarta); the Indonesian Institute        program ini hanya pada Magister Manajemen (MM), bukan lagi pada Master
for Management Development/IPMI (Jakarta); Padjadjaran University                    of Science dalam bidang Manajemen (MSi). Keputusan ini diambil
(Bandung); Bandung Institute of Technology (Bandung); Gadjah Mada                    berdasarkan pandangan Sampoerna Foundation tentang pentingnya
University (Yogyakarta); Airlangga University (Surabaya).                            pengetahuan dan keterampilan terapan.
    Starting in the 2005 academic year, Sampoerna Foundation will focus
this program solely on the MM (Magister Management/Indonesian MBA)                   Program Beasiswa Studi MBA di Luar Negeri
degree, instead of Master of Science in Management (MSi). This decision                  Sampoerna Foundation percaya, individu yang berkualitas tinggi dan
was made based upon the Foundation’s view on the importance of applied               kompeten pada bidang ekonomi, bisnis dan manajemen, sangat penting
knowledge and skills.                                                                artinya bagi pengembangan ekonomi Indonesia. Program Beasiswa Studi
                                                                                     MBA Luar Negeri Sampoerna Foundation ini dirancang untuk membantu
Overseas MBA Scholarship Program                                                     mengembangkan para calon pemimpin perusahaan Indonesia di masa
   As stated previously Sampoerna Foundation believes that highly qualified,         datang. Sampoerna Foundation menyediakan kesempatan kepada maksimal
competent individuals with backgrounds in economics, business and                    lima orang mahasiswa Indonesia untuk menekuni pendidikan MBA di sekolah



32
“ Receiving a scholarship from Sampoerna Foundation           “ Menerima beasiswa Sampoerna Foundation untuk
                                                       to study overseas at one of the world’s top five business     studi di salah satu dari lima sekolah bisnis ternama di
                                                       schools has been a significant step in my career path.        dunia, merupakan langkah signifikan dalam perjalanan
                                                       I believe that my MBA education will equip me with            karier saya. Saya percaya, pendidikan MBA akan
                                                       the knowledge and tools for the workplace that                membekali saya dengan pengetahuan dan perangkat
                                                       will allow me to analyze business problems in a more          yang dibutuhkan di dunia kerja, sehingga memampukan
                                                       comprehensive and structured way. I also believe that         saya menganalisa masalah-masalah bisnis dengan
                                                       the interaction with students from different backgrounds      cara yang lebih komprehensif dan terstruktur. Saya
                                                       and experiences will provide me a new perspective on          juga yakin, interaksi dengan para mahasiswa dari
                                                       my own country, particularly the opportunities and            berbagai latar belakang dan pengalaman, akan
                                                       challenges it faces.”                                         memberi saya perspektif baru tentang negara kita,
                                                                                                                     terutama peluang dan tantangan yang dihadapi.”

                                                       Nadia Chiarina                                                Nadia Chiarina
                                                       Overseas Master of Business Administration                    Penerima Beasiswa MBA Luar Negeri
                                                       (MBA) Scholar                                                 Wharton School of Business
                                                       Wharton School of Business                                    University of Pennsylvania, USA
                                                       University of Pennsylvania, USA                               Angkatan 2002
                                                       2002 Intake




management are crucial for Indonesia’s economic development. The                      bisnis terbaik di luar negeri untuk masa studi maksimal 2 tahun.
Sampoerna Foundation Overseas MBA Scholarship Program is designed to                     Pada 2003, tujuh kandidat diseleksi dan telah mendaftar pada sekolah-
help groom Indonesia’s business leaders for the future. Sampoerna                     sekolah bisnis terbaik di Amerika Serikat. Mereka bersaing untuk mendapatkan
Foundation provides up to five financially deserving Indonesian students              empat beasiswa Sampoerna Foundation untuk studi MBA di luar negeri
with the opportunity to pursue a Master’s in Business Administration degree           pada tahun akademik 2004/2005 dan 2005/2006.
at top-ranked overseas business schools for a maximum of two years.                      Para penerima beasiswa studi MBA Sampoerna Foundation tahun 2001,
    In 2003, seven prospective candidates have been selected for this program         yang saat ini tengah menyelesaikan pendidikannya di Kellog School of
and have submitted applications to top-tier business schools in the United            Management – Northwestern University dan Wharton Business School –
States. They are competing for four Sampoerna Foundation overseas                     University of Pennsylvania, telah diwawancarai oleh beberapa perusahaan
scholarships, for the 2004/2005 and 2005/2006 academic years.                         multinasional untuk ditempatkan di Indonesia. Mereka akan menyelesaikan
    Lamtiurida Hutabarat and Nadia Chiarina, two Sampoerna Foundation                 pendidikannya pada pertengahan 2004 dan kembali ke Tanah Air.
scholars from the 2001 intake currently completing their degrees at Kellogg              Tiga penerima beasiswa Sampoerna Foundation tahun 2002 saat ini tengah
Business School – Northwestern University and Wharton School of Business              mendalami pendidikannya di Kellog School of Management – Northwestern
– University of Pennsylvania respectively, have been interviewed by several           University, University of Michigan Business School – Ann Arbor dan Kelley
multinational corporations for posts in Indonesia. They will complete their           Business School – University of Indiana.
studies in mid-2004 and return home shortly thereafter.                                  Kami menerima tanggapan positif tentang semua penerima beasiswa
    Three Sampoerna Foundation MBA scholars from the 2002 intake are                  kami. Belum lama ini kami menerima laporan mengenai salah satu penerima
currently pursuing their studies: Edwin Utama at Kellogg School of Management         beasiswa kami yang tengah mengikuti program MBA di Kelley. Laporan yang
– Northwestern University, Adi Iskandar at the University of Michigan Business        berasal dari administrator di Indiana University menuliskan, “Anak ini
School – Ann Arbor and Yulius at Kelley Business School, University of Indiana.       sangat hebat untuk Program MBA Kelley. Ia menunjukkan kinerja yang baik
    We received positive feedback regarding all our scholars. A representative        secara akademik maupun profesional. Setelah berinteraksi dengannya
report we recently received commented on one of our scholars currently                di kelas, saya dapat mengatakan kepada Anda, ia kontributor yang
attending the Kelley MBA program. The report was from an administrator at             mengagumkan dalam diskusi-diskusi studi kasus. Saya sangat terkesan.”
Indiana University who wrote: “He is a fantastic fit for the Kelley MBA
Program. He is doing a wonderful job both academically & professionally.
Having interacted with him in my own classroom, I can tell you that he is a
wonderful contributor to our case discussions. I am very impressed with the
contributions he makes on a regular basis.”




                                                                                                                                                                           33
SPECIAL PROGRAM                                                                    PROGRAM KHUSUS
National Science Olympiad                                                          Olimpiade Sains Nasional
    The National Science Olympiad is an annual event held by the                       Olimpiade Sains Nasional adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan
Directorate General of Primary and Secondary Education, Ministry of                Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen
National Education. This event is designed to stimulate the academic abilities     Pendidikan Nasional. Kegiatan ini dirancang untuk mendorong kemampuan
of gifted high school students and to create a healthy, competitive environment    akademik para siswa sekolah yang berbakat dan meningkatkan iklim kompetisi
for academic achievement in the field of science. The competition encompasses      akademik yang sehat khususnya di bidang ilmu pengetahuan. Kompetisi ini
five major disciplines: Chemistry, Mathematics, Informatics/Computer               meliputi lima disiplin ilmu, yaitu Kimia, Matematika, Informatika/Ilmu
Science, Physics and Biology. Students initially participate in school-specific    Komputer, Fisika dan Biologi.
competitions. Winners progress through semi-finals at district/municipality            Pertama kali, para pelajar mengikuti kompetisi di setiap sekolah. Para
and provincial levels to the national finals event. All national winners are       pemenang dari kompetisi ini kemudian mengikuti babak semi final di
trained as potential participants for the International Science Olympiad.          tingkat kabupaten dan provinsi, serta babak final di tingkat nasional. Semua
    In 2003, as part of its effort to support the best and brightest students in   pemenang tingkat nasional akan dilatih sebagai calon peserta Olimpiade
Indonesia, Sampoerna Foundation agreed to provide 25 scholarships annually         Sains Internasional.
for gold medal winners of the National Science Olympics. Recipients can use            Sebagai bagian dari usaha untuk mendukung para pelajar Indonesia
these scholarships for undergraduate study at pre-approved local universities      terbaik ini, pada tahun 2003 Sampoerna Foundation menyediakan 25 beasiswa
in any field of applied sciences or business/management. Sampoerna                 per tahun kepada para peraih medali emas tingkat SMA. Para penerima
Foundation will also support Indonesian gold medalists at the international        beasiswa dapat menggunakan beasiswa ini untuk meneruskan pendidikan
event with scholarships for overseas undergraduate studies.                        kesarjanaan di bidang ilmu pengetahuan terapan, atau bisnis/manajemen
                                                                                   pada universitas-universitas negeri yang direkomendasikan. Sampoerna
                                                                                   Foundation juga akan mendukung para pemenang medali emas asal
ALUMNI
                                                                                   Indonesia yang bertarung di arena Olimpiade Sains Internasional dengan
    Since the 3rd Quarter of 2003, much time, thought and effort have been         menyediakan beasiswa untuk studi tingkat sarjana di luar negeri.
put into planning programs and activities for graduating Sampoerna
Foundation scholars. This has culminated in the decision to establish the
                                                                                   ALUMNI
Sampoerna Foundation Alumni Center. The department’s objectives are to
provide a forum for the alumni to develop both professional and personal               Sejak kuartal ketiga tahun 2003, banyak waktu, pemikiran, dan upaya
qualities, foster a lasting mutual relationship between the alumni and the         telah dicurahkan untuk merancang program dan kegiatan bagi para penerima
Foundation, and to work together with the alumni to improve the education          beasiswa Sampoerna Foundation yang telah menamatkan studi. Semua
sector in our country.                                                             bermuara pada keputusan untuk mendirikan Sampoerna Foundation Alumni
    Sampoerna Foundation Alumni Association (SFAA) will also be formed in          Center. Tujuan departemen ini ialah menyediakan suatu forum bagi alumni
2004. This is a separate organization, formed and fully managed by the             untuk mengembangkan kualitas profesional dan pribadi mereka, membina
alumni. The association serves as a channel for alumni networking and for          kelestarian hubungan timbal-balik antara alumni dengan Sampoerna
the exchange of information and opportunities. We hope that by being an            Foundation, serta bekerjasama dengan alumni untuk mengembangkan sektor
active member, an alumnus will be able to get to know their fellow alumni          pendidikan di Tanah Air.
better, allowing networking and better cooperation.                                    Sampoerna Foundation Alumni Association (SFAA) akan dibentuk tahun
    The alumni association will open its memberships to graduates from the         2004. Ini merupakan organisasi terpisah, didirikan dan dikelola penuh oleh
Local Undergraduate Program, Local Graduate Program, Overseas Graduate             alumni. Asosiasi akan menjadi sarana penghubung alumni serta ajang
Program, and Senior High School Program. Currently, we have over 30 alumni,        pertukaran informasi dan peluang karier. Kami berharap, dengan menjadi
and by the end of the year we will have 1,332 graduates, most of them coming       anggota yang aktif, alumnus dapat lebih mengenal rekan-rekannya,
from the senior high school program. By the end of 2005, the number will           memungkinkan terciptanya jejaring dan kerjasama lebih baik.
more than double.                                                                      Anggota asosiasi alumni terbuka untuk lulusan program beasiswa S1, S2
                                                                                   di dalam dan luar negeri, maupun lulusan SMA. Saat ini kami etlah memiliki
                                                                                   lebih dari 30 alumni. Pada akhir 2004, alumni kami akan mencapai 1.332
SCHOLAR ACTIVITIES
                                                                                   orang, kebanyakan mereka berasal dari program beasiswa SMA. Pada akhir
Annual Gathering                                                                   2005, jumlah ini akan lebih dari berlipat ganda.
    The Annual Gathering is an important event for both the scholars and
Sampoerna Foundation. It is designed to provide an opportunity to come
                                                                                   PERTEMUAN TAHUNAN
together, gain a better understanding of the Foundation’s values, and foster
character, leadership qualities, social awareness and a strong sense of family.       Pertemuan Tahunan adalah salah satu kegiatan penting bagi para penerima
It strengthens the bond among all members of Sampoerna Foundation’s                beasiswa maupun Sampoerna Foundation. Kegiatan ini dirancang untuk
“big family”.                                                                      memberi kesempatan berkumpul, meningkatkan pemahaman yang lebih
                                                                                                                     Right: Scholars preparing for social activity during 2003 Annual Gathering.
                                                                                           Kanan: Penerima beasiswa sedang bersiap untuk kegiatan bakti sosial pada Pertemuan Tahunan 2003.

34
“ The day before I graduated, a multinational company       “ Sebelum saya diwisuda, sebuah perusahaan multinasional
                                                       that is the global leader in its field recruited me.        yang ternama di bidangnya merekrut saya. Bekerja
                                                       Working for a world-class company is a new challenge        di perusahaan kelas dunia merupakan tantangan
                                                       for me, an opportunity to enhance my skills base and        baru buat saya, peluang untuk meningkatkan
                                                       learn from experienced professionals. I am grateful for     keterampilan saya dan belajar dari para profesional
                                                       all I have achieved, and I will continue to add to my       yang berpengalaman. Saya bersyukur untuk segala
                                                       qualifications in order to keep up with this rapidly        yang telah saya capai, dan saya akan terus mengasah
                                                       changing world. The biggest challenge is to find out        diri agar dapat mengikuti lajunya perubahan di dunia
                                                       how I can contribute to our beloved nation. So to my        ini. Tantangan terbesar saya ialah mencari tahu apa
                                                       fellow scholars, I hope that we can work together to        yang dapat saya sumbangkan bagi bangsa tercinta.
                                                       achieve our dreams and build a better Indonesia.”           Karena itu, rekan-rekan penerima beasiswa, saya
                                                                                                                   berharap kita dapat bekerjasama untuk mencapai
                                                                                                                   impian kita dan membangun Indonesia yang lebih baik.”

                                                       Dicky Adinda Sukarmadji, MM                                 Dicky Adinda Sukarmadji, MM
                                                       Alumni                                                      Alumni
                                                       Magister Management                                         Magister Manajemen Universitas Indonesia, Jakarta
                                                       University of Indonesia, Jakarta                            Angkatan 2001, lulus pada 20 September 2002
                                                       2001 Intake, Graduated on 20 September 2002




    Attendance at the annual gathering is mandatory for all university-level         baik tentang nilai-nilai Sampoerna Foundation, membina karakter, kualitas
scholars from the cities of Jakarta, Bandung, Yogyakarta and Surabaya. The           kepemimpinan, kepedulian sosial, dan suasana kekeluargaan yang erat.
three-day event is a venue where scholars can share their experiences and            Kegiatan ini semakin mempererat ikatan anggota keluarga besar Sampoerna
build a network of contacts with their counterparts from other universities          Foundation.
and cities. They also develop personal skills through training and discussions.         Pertemuan Tahunan ini wajib diikuti semua penerima beasiswa tingkat
In addition, a communal outreach activity is also incorporated into the event.       universitas dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Kegiatan yang
    The 2003 annual gathering included a professional and personal                   diadakan selama tiga hari ini merupakan ajang bagi para penerima beasiswa
development program, motivational seminars, sharing and discussion                   untuk membagi pengalaman mereka dan membangun jaringan persahabatan
forums, as well as outbound activities and a social outreach project where           dengan rekan-rekan mereka dari universitas dan daerah lain. Di sini, mereka
scholars helped renovate an elementary school in a village near the location         juga membangun keterampilan pribadi melalui pelatihan dan diskusi.
of the Annual Gathering.                                                             Sebagai tambahan, dalam kegiatan ini juga dilakukan bakti sosial untuk
                                                                                     masyarakat sekitar.
Regional Social Activities                                                              Acara Pertemuan Tahunan 2003 meliputi program pengembangan pribadi
    Being a Sampoerna Foundation Scholar entails much more than maintaining          dan profesi, seminar tentang motivasi, forum diskusi dan berbagi, juga
good academic standing. The Foundation also encourages scholars to develop           kegiatan luar ruang dan sosial. Pada acara bakti sosial, para penerima beasiswa
social sensitivity and awareness about the needs of the community.                   membantu memperbaiki fasilitas salah satu SD Negeri yang letaknya
    In Bandung, 13 local undergraduate and graduate scholars attending               berdekatan dengan tempat penyelenggaraan Pertemuan Tahunan.
Padjadjaran University and the Indonesian Institute of Technology (ITB)
organized a visit to a local orphanage for the blind. The students helped            Kegiatan Sosial Regional
clean the orphanage and donated a Braille machine, 30 walking sticks and                Menjadi penerima beasiswa Sampoerna Foundation lebih dari sekadar
a guitar. They also initiated a reading program that they plan to continue on        mempertahankan prestasi akademik yang baik. Sampoerna Foundation
a regular basis.                                                                     juga mendorong para penerima beasiswanya untuk mengembangkan
    In Yogyakarta, 16 scholars renovated and donated books to a library at a         kepekaan dan kepedulian terhadap orang-orang di sekitar mereka yang
halfway house for street children. In Surabaya, Sampoerna Foundation                 membutuhkan bantuan.
scholars, along with peers invited from the Indonesia Australia Language                Para penerima beasiswa memberi usulan atau gagasan tentang bantuan
Foundation (IALF), held a training session to teach handicraft skills to             yang akan diberikan kepada komunitas tertentu yang membutuhkan, kemudian
orphans and marginalized children. In Jakarta, scholarship recipients taught         membuat rencana merealisasi bantuan tersebut, dan mengorganisasi
street children how to generate income from T-shirt printing.                        kegiatan sosial setiap tiga bulan di kota tempat mereka menuntut ilmu.
    By involving scholars in these social activities, the Foundation ensures            Di Bandung, sebanyak 13 penerima beasiswa S1 dan S2 Sampoerna
that they not only excel academically but are also sensitive and committed           Foundation yang menekuni studi di Universitas Padjadjaran dan Institut


36
“ As an independent non-profit institution, Sampoerna          “ Sebagai lembaga nirlaba yang independen, Sampoerna
                                                      Foundation has spread awareness of the importance of           Foundation telah menebar kepedulian terhadap
                                                      education for the country’s youth by granting scholarships     kelanjutan pendidikan anak bangsa melalui pemberian
                                                      to young, academically outstanding students.                   beasiswa bagi generasi muda Indonesia yang berprestasi.

                                                      In a developing country such as Indonesia, we cannot           Di negara sedang berkembang seperti Indonesia,
                                                      fully depend on the government to overcome all the             kita tidak dapat sepenuhnya mengandalkan
                                                      problems in the education sector. The support and              Pemerintah dalam mengatasi berbagai masalah di
                                                      participation of the entire members of the community           bidang pendidikan. Diperlukan dukungan dan partisipasi
                                                      are required to assist in the process of developing the        segenap warga masyarakat untuk turut serta
                                                      intellectual life of the Indonesian nation.”                   mencerdaskan kehidupan bangsa.”

                                                      Sri Sultan Hamengku Buwono X                                   Sri Sultan Hamengku Buwono X
                                                      Governor of Special Region of Yogyakarta, also the             Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta,
                                                      traditional leader of the Sultanate of Yogyakarta              Sultan dari Kesultanan Yogyakarta




to solving the social and economic problems faced by their neighbors in              Teknologi Bandung (ITB) mengunjungi panti tunanetra. Mereka membersihkan
surrounding communities and the nation as a whole.                                   panti dan menyumbang alat tulis Braille, 30 tongkat untuk berjalan, dan
                                                                                     sebuah gitar. Mereka juga membacakan sejumlah buku untuk para penyandang
                                                                                     tunanetra di sana, yang menurut rencana akan menjadi kegiatan rutin.
NEW PROGRAMS FOR 2004                                                                    Di Yogyakarta, 16 penerima beasiswa merenovasi dan menyumbangkan
   Sampoerna Foundation is embarking on a number of exciting new programs            sejumlah buku bacaan ke perpustakaan di rumah singgah bagi anak-anak
in 2004 in its continuing effort to enhance the quality of education in              jalanan. Di Surabaya, para penerima beasiswa Sampoerna Foundation
Indonesia, and to ensure that graduates of the system are bright, intelligent        bersama-sama dengan beberapa siswa dan guru Indonesia Australia
and competent individuals.                                                           Language Foundation (IALF), menggelar pelatihan keterampilan membuat
                                                                                     ketupat bagi para yatim piatu dan anak-anak miskin. Sementara di Jakarta,
• Fulbright-Sampoerna Foundation Master of Business Administration                   para penerima beasiswa mengajarkan anak-anak jalanan cara menyablon
  (MBA) Scholarship Program                                                          untuk memperoleh penghasilan.
  Sampoerna Foundation is the first local Indonesian partner of the                      Dengan melibatkan para penerima beasiswa dalam berbagai kegiatan
  American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF), the administrator                sosial, Sampoerna Foundation ingin memastikan, mereka bukan hanya
  of the Fulbright program in Indonesia. The collaboration, signed on                berprestasi cemerlang, tapi jugaa memiliki kepekaan dan komitmen untuk
  January 14, 2004, will provide two academically gifted Indonesian students         menyelesaikan masalah-masalah sosial dan ekonomi yang dialami
  per year with scholarships to pursue MBA studies at leading business               masyarakat sekitarnya dan bangsa secara keseluruhan.
  schools in the USA for a maximum duration of two years. The program is
  expected to commence in the third quarter 2005.
                                                                                     PROGRAM-PROGRAM BARU TAHUN 2004
• Junior High School Scholarship Program                                                Sampoerna Foundation akan memulai sejumlah program baru di tahun
  Sampoerna Foundation is also expanding its commitment to education in              2004 sebagai kelanjutan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di
  Indonesia by providing scholarships for Junior High School students. In            Indonesia, serta memastikan para lulusannya adalah individu-individu yang
  cooperation with the Directorate General of Primary and Secondary                  cerdas dan kompeten.
  Education, Sampoerna Foundation plans to support a total of 1,000
  Junior High School students from economically disadvantaged families               • Program Beasiswa Studi MBA Fulbright-Sampoerna Foundation
  in the academic year 2004/2005. They will receive monthly financial                  Sampoerna Foundation adalah mitra lokal pertama bagi American
  assistance for a maximum period of three years, dependent on maintaining             Indonesian Exchange Foundation (AMINEF), administrator program
  satisfactory academic achievement.                                                   Fulbright di Indonesia. Kesepakatan kerjasama yang ditandatangani



                                                                                                                                                                              37
“ I fully share and support the vision of Sampoerna        “ Saya sangat mendukung visi Sampoerna Foundation,
                                                     Foundation that only through universal access to           bahwa hanya melalui akses universal terhadap sekolah
                                                     schooling and through high-quality education can           dan melalui pendidikan yang berkualitas tinggi,
                                                     Indonesia impart first-class intellectual and ethical      Indonesia dapat menghasilkan intelektual kelas dunia
                                                     standards to emerging generations of business and          dan standar etika, agar tercipta generasi pemimpin bisnis
                                                     government leaders who will lead the country. There        dan pemerintahan yang akan memimpin negeri ini.
                                                     can be no doubt that building a strong nation depends      Tidak diragukan lagi, membangun bangsa yang kuat
                                                     largely on quality education and qualified human           sangat bergantung pada pendidikan yang berkualitas
                                                     resources. Investment in human resources is therefore      dan sumber daya manusia yang kompeten. Karena itu,
                                                     the best investment in our future. I believe that this     investasi dalam sumber daya manusia adalah investasi
                                                     vision of Sampoerna Foundation needs to be shared          terbaik bagi masa depan kita. Saya yakin, visi
                                                     and supported by local and multinational corporations      Sampoerna Foundation ini perlu dibagikan dan
                                                     involved in Indonesia.”                                    didukung oleh perusahaan-perusahaan lokal dan
                                                                                                                multinasional yang ada di Indonesia.”

                                                     Abdurahman Wahid                                           Abdurahman Wahid
                                                     4th President of the Republic of Indonesia                 4th President of the Republic Indonesia




• Teacher Program                                                                     pada 14 Januari 2004 akan membuka peluang studi setiap tahun kepada
  Recognizing the importance of educators in motivating students to excel,            dua mahasiswa Indonesia yang berprestasi cemerlang untuk menekuni
  Sampoerna Foundation’s Teacher Training Program aims to improve the                 studi MBA di sekolah-sekolah bisnis terkemuka di Amerika Serikat, selama
  teaching quality of selected primary and secondary public school teachers           maksimal dua tahun. Program ini diharapkan mulai berjalan pada kuartal
  from four major cities. The training program will be a series of courses            ketiga 2005.
  conducted over a one-year period, covering various areas of teaching,
  and include a project at its conclusion.                                        • Program Beasiswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN)
                                                                                    Sampoerna Foundation juga memperluas komitmennya bagi kemajuan
• Institutional Development                                                         pendidikan di Indonesia dengan menyediakan beasiswa untuk para
  To address the various issues affecting the quality of Indonesian graduate        siswa Sekolah Menengah Pertama. Bekerjasama dengan Direktorat
  students (specifically from graduate business schools), Sampoerna                 Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Sampoerna Foundation
  Foundation is considering embarking on a program tailored to institutional        berencana memberi dukungan setiap tahun kepada 1.000 siswa SMPN
  development. Sampoerna Foundation believes that the most effective                yang berasal dari keluarga tak mampu, mulai dari tahun akademik
  means will be the establishment of a comprehensive pilot graduate                 2004/2005. Mereka akan menerima bantuan finansial setiap bulan
  business school that shares its expertise and knowledge with other                selama maksimal tiga tahun, tergantung pada keberhasilan mereka
  graduate business schools.                                                        mempertahankan prestasi akademik yang memuaskan.

• International Science Olympiad                                                  • Program Guru
  In its continuing support for the National Science Olympiad, in 2004              Menyadari pentingnya peran para pendidik dalam memotivasi para
  Sampoerna Foundation will also be involved in supporting the                      siswa agar berprestasi, Program Pelatihan Guru Sampoerna Foundation
  International Science Olympiad. Winners from the national olympiad                bertujuan meningkatkan kualitas pengajaran para guru pilihan dari
  will be trained to be sent to represent Indonesia at this prestigious             sejumlah sekolah dasar dan sekolah lanjutan di empat kota besar.
  international event.                                                              Program pelatihan berupa serangkaian kursus yang diadakan selama
                                                                                    satu tahun, mencakup berbagai bidang pengajaran termasuk
                                                                                    tugas akhir.

                                                                                  • Pengembangan Kelembagaan
                                                                                    Untuk menangani beraneka masalah yang mempengaruhi kualitas para
                                                                                    lulusan pascasarjana Indonesia (terutama lulusan sekolah bisnis),



38
“ ...As a member of the civil society, Sampoerna            “ .... Sebagai bagian dari masyarakat sipil, Sampoerna
  Foundation has shown it is one of the rapidly growing       Foundation termasuk salah satu organisasi nirlaba
  non-profit organizations in Indonesia. Its focus on the     yang tumbuh pesat di Indonesia. Fokus Sampoerna
  development of Indonesian people through education          Foundation pada pengembangan masyarakat
  is a commendable effort that has to be followed and         Indonesia melalui pendidikan merupakan usaha yang
  supported by many, particularly financially-able            patut dipuji, yang sebaiknya diikuti dan didukung oleh
  individuals and corporations.”                              banyak pihak, terutama individu-individu dan perusahaan-
                                                              perusahaan yang memiliki kemampuan finansial.”

  Arief T. Surowidjojo SH. L.LM                               Arief T. Surowidjojo, S.H., L.LM
  Board of Advisor Sampoerna Foundation                       Dewan Penasihat Sampoerna Foundation




                                    Sampoerna Foundation mempertimbangkan untuk merancang suatu
                                    program khusus untuk pengembangan kelembagaan. Sampoerna
                                    Foundation yakin, cara yang paling efektif ialah mendirikan sebuah
                                    sekolah bisnis percontohan yang dapat membagi pengalaman dan
                                    pengetahuan dengan sekolah-sekolah bisnis lain.

                                • Olimpiade Sains Internasional
                                  Sebagai kelanjutan dukungan terhadap Olimpiade Sains Nasional,
                                  Sampoerna Foundation juga akan terlibat dalam Olimpiade Sains
                                  Internasional. Para pemenang Olimpiade Sains Nasional akan dilatih
                                  untuk mewakili Indonesia dalam ajang kompetisi internasional yang
                                  bergengsi ini.




                                                                                                                     39
Eka Rosmitalia, Graduate student at Padjadjaran University, 2003 Intake, during regional social activity in Bandung. Eka Rosmitalia, mahasiswa program
Magister Manajemen di Universitas Padjadjaran, tahun program 2003 pada acara sosial regional di Bandung.
financial statements
                                                    with Independent Auditors’ Report
                                           Years Ended December 31, 2003 And 2002



                                        laporan keuangan
                                                   Dengan Laporan Auditor Independen
                                              Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
                                                         31 Desember 2003 dan 2002
CONTENTS
Independent Auditors’ Report 42

Statements of Financial Position 43

Statements of Activities 44

Statements of Cash Flows 45

Notes to Financial Statements 46




DAFTAR ISI
Laporan Auditor Independen 52

Laporan Posisi Keuangan 53

Laporan Aktivitas 54

Laporan Arus Kas 55

Catatan atas Laporan Keuangan 56




                                                                                    41
Independent Auditors’ Report
Report No. RPC-2189


The Patrons, Supervisors and Executives
Yayasan Sampoerna


We have audited the statements of financial position of Yayasan Sampoerna (the Foundation) as of December 31, 2003 and 2002, and the related statements
of activities and cash flows for the years then ended. These financial statements are the responsibility of the Foundation’s executives. Our responsibility is
to express an opinion on these financial statements based on our audits.

We conducted our audits in accordance with auditing standards established by the Indonesian Institute of Accountants. Those standards require that we
plan and perform the audit to obtain reasonable assurance about whether the financial statements are free of material misstatement. An audit includes
examining, on a test basis, evidence supporting the amounts and disclosures in the financial statements. An audit also includes assessing the accounting
principles used and significant estimates made by executives, as well as evaluating the overall financial statement presentation. We believe that our audits
provide a reasonable basis for our opinion.

In our opinion, the financial statements referred to above present fairly, in all material respects, the financial position of Yayasan Sampoerna as of December
31, 2003 and 2002, and the results of its activities and its cash flows for the years then ended in conformity with generally accepted accounting principles
in Indonesia.


Prasetio, Sarwoko & Sandjaja




Drs. Bangkit Kuncoro
Public Accountant License No. 98.1.0067

March 17, 2004




The accompanying financial statements are not intended to present the financial position, results of activities and cash flows in accordance with accounting principles and practices
generally accepted in countries and jurisdictions other than Indonesia. The standards, procedures and practices to audit such financial statements are those generally accepted and applied
in Indonesia.



42
YAYASAN SAMPOERNA
                                                                    STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
                                                                        December 31, 2003 And 2002
                                                                            (Expressed in Rupiah)


                                                                                      Notes                      2003             2002

ASSETS

CURRENT ASSETS
Cash and cash equivalents                                                              2, 3            30,247,601,226    16,697,909,488
Other current assets                                                                                       32,996,604

Total Current Assets                                                                                   30,280,597,830    16,697,909,488


NON-CURRENT ASSETS
Investment in government bond                                                          2, 4             10,701,000,000                -
Office equipment – net of accumulated
    depreciation of Rp10,573,721                                                                          107,446,684                 -

Total Non-Current Assets                                                                               10,808,446,684                 -

TOTAL ASSETS                                                                                           41,089,044,514    16,697,909,488


LIABILITIES AND NET ASSETS

CURRENT LIABILITIES
Other payable                                                                                                        -        2,105,000
Taxes payable                                                                                               96,105,115        5,319,975
Accrued expenses                                                                                           88,768,069        93,905,030

Total Current Liabilities                                                                                 184,873,184       101,330,005


NET ASSETS                                                                               5
Unrestricted                                                                                            40,904,171,330   16,596,579,483

TOTAL LIABILITIES AND NET ASSETS                                                                       41,089,044,514    16,697,909,488




The accompanying notes form an integral part of these financial statements.



                                                                                                                                     43
YAYASAN SAMPOERNA
                                                                         STATEMENTS OF ACTIVITIES
                                                                  Years Ended December 31, 2003 And 2002
                                                                             (Expressed in Rupiah)


                                                                                       Notes                         2003              2002

REVENUES                                                                                   2
Contributions                                                                              6               33,639,326,200    19,846,075,334
Interest income                                                                                              2,110,533,212      159,517,808

Total Revenues                                                                                             35,749,859,412    20,005,593,142


EXPENSES AND LOSSES                                                                        2
Scholarship Expenses
   Graduate                                                                             7, 12                4,165,919,677    2,024,890,949
   High school                                                                          8, 12               2,400,438,400       659,480,000
   Undergraduate                                                                           12                  313,431,255      205,890,060
   Post graduate                                                                           12                   15,050,000        11,005,414
Program support expenses                                                                9, 12                1,611,600,009      507,174,663
Management and general expenses                                                        10, 12               2,435,001,745     1,505,648,283
Others                                                                                      4                 500,826,479        43,525,398

Total Expenses                                                                                             11,442,267,565     4,957,614,767


INCREASE IN NET ASSETS                                                                                     24,307,591,847    15,047,978,375

NET ASSETS AT BEGINNING OF YEAR                                                                            16,596,579,483     1,548,601,108

NET ASSETS AT END OF YEAR                                                                                  40,904,171,330    16,596,579,483




The accompanying notes form an integral part of these financial statements.



44
YAYASAN SAMPOERNA
                                                                        STATEMENTS OF CASH FLOWS
                                                                  Years Ended December 31, 2003 And 2002
                                                                             (Expressed in Rupiah)


                                                                                       Notes                          2003               2002

CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Cash receipts from:
    Contributions                                                                          6               33,044,894,700      19,846,075,334
    Interest income                                                                                          2,110,533,212        159,517,808
Cash payments for:
    Scholarship programs                                                                                    (6,853,439,332)     (2,901,266,423)
    Program support                                                                        9                (1,569,494,309)        (507,174,663)
    Professional services                                                                                     (453,953,698)      (1,136,416,430)
    Suppliers and employees                                                                                  (1,111,683,031)      (429,295,753)
    Other operating activities                                                                                (354,145,399)         (62,644,443)

Net Cash Provided by Operating Activities                                                                   24,812,712,143     14,968,795,430


CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Investment in government bond                                                              4               (11,145,000,000)                   -
Acquisitions of office equipment                                                                              (118,020,405)                   -

Cash Used in Investing Activities                                                                          (11,263,020,405)                   -


NET INCREASE IN
CASH AND CASH EQUIVALENTS                                                                                  13,549,691,738      14,968,795,430

CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT BEGINNING OF YEAR                                                                                       16,697,909,488       1, 729,114,058

CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT END OF YEAR                                                                             3               30,247,601,226      16,697,909,488


Non-cash activities:
Contributions in kind                                                                                         594,431,500                     -




The accompanying notes form an integral part of these financial statements.



                                                                                                                                             45
YAYASAN SAMPOERNA
                                                          NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
                                                       Years Ended December 31, 2003 And 2002
                                                                  (Expressed in Rupiah)


1.   GENERAL

     Yayasan Sampoerna (the Foundation) was established in Indonesia on March 1, 2001 based on Notarial Deed No. 1 of Sutjipto, S.H. The Deed of
     Establishment was published in Supplement No. 161 of State Gazette No. 64 dated August 10, 2001. The Articles of Association has been amended
     several times, most recently by Notarial Deed No. 68 of Sutjipto, S.H., dated September 15, 2003, to comply with Law No. 16 Year 2001 regarding the
     “Foundation”. As of the date of independent auditor’s report, the amendment is still in the process of registration with the Department of Justice of the
     Republic of Indonesia. Based on the latest amendment of Articles of Association, the initial net worth (kekayaan bersih) of the Foundation is Rp28.8
     billion consisting of contributions from PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMS) of Rp27.0 billion and contributions from Putera Sampoerna of Rp1.8
     billion, respectively.

     The scope of activities of the Foundation comprises of, among others, education and research including providing scholarship and supporting social
     activities. The Foundation awards qualified students under its Scholarship Programs for Post Graduate Studies, Graduate Studies (Local and Overseas),
     Undergraduate Studies and High School. The Foundation is domiciled in Jakarta.

     The main donor of the Foundation is PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMS) that is committed to contribute at a maximum of 2% of its net income
     each year.

     As of December 31, 2003, the members of the Foundation’s Patrons, Supervisors and Executives based on the amendment of Articles of Association as
     notarized by Notarial Deed No. 79 of Sutjipto, S.H. dated May 20, 2003, are as follows:

           Patrons                               Supervisors                              Executives

     Putera Sampoerna*)                  Eka Dharmajanto Kasih*)                  Jacqueline Michelle Sampoerna
     Arief T. Surowidjojo                Marzuki Usman                            Niken K. Rachmad
     John A. Prasetio                                                             Tjandra Bachtiar
     Nurcholis Madjid

     *) HMS’ commissioners


     In addition, on the same Notarial Deed, the boards approved the change in titles of the following:

     1. Board of Advisors into Patrons
     2. Board of Supervisors into Supervisors
     3. Board of Management into Executives

     As of December 31, 2002, the members of the Foundation’s Patrons, Supervisors and Executives based on the Deed of Establishment as
     notarized by Notarial Deed No. 1 of Sutjipto, S.H. dated March 1, 2001, are as follows:

     Board of Advisors                      Board of Supervisors                        Board of Management

     Putera Sampoerna*)                 Eka Dharmajanto Kasih*)                   Jacqueline Michelle Sampoerna
     Arief T. Surowidjojo               Marzuki Usman                             Niken K. Rachmad
     John A. Prasetio                   Phang Cheow Hock*)                        Tjandra Bachtiar
     Nurcholis Madjid
     Dorojatun Kuntjoro Jakti

     *) HMS’ commissioners



46
YAYASAN SAMPOERNA
                                                          NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
                                                       Years Ended December 31, 2003 And 2002
                                                                  (Expressed in Rupiah)


2.   SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

     Basis of Financial Statements
     The Foundation adopted the accounting policies and presented the financial statements based on the Statement of Financial Accounting Standards
     (PSAK) No. 45, “Financial Reporting for Non-Profit Organizations”, and the principles and practices generally accepted in Indonesia.

     The financial statements have been prepared on the historical cost basis of accounting, except for investment in government bond that is
     stated at fair value. These financial statements are prepared using accrual basis, except for the statements of cash flows.

     The statements of cash flows present the receipts and payments of cash and cash equivalents classified into operating and investing activities using
     the direct method.

     The reporting currency used in the financial statements is Indonesian Rupiah.

     Cash and Cash Equivalents
     Time deposits with maturities of three months or less at the time of placement and not pledged as collateral for loans are considered as “Cash
     Equivalents”

     Transactions with Related Parties
     The Foundation has transactions with an entity that is regarded as having special relationship as defined under Statement of Financial Accounting
     Standards (PSAK) No. 7, “Related Party Disclosures”.

     Prepaid Expenses
     Prepaid expenses are charged to operations over the periods benefited.

     Office Equipment
     Office equipment is stated at cost less accumulated depreciation. Depreciation is computed using the straight-line method over the estimated
     useful lives of the assets that are four years.

     Investment in Government Bond
     Investment in government bond is stated at fair value. Unrealized gain or loss on such investment is reported in the statement of activities as increase
     or decrease in unrestricted net assets unless their use is temporarily or permanantly restricted by explicit donor stipulations or by law.

     Revenue and Expense Recognition
     Revenue from donors is recognized upon receipts of contributions, and is considered as unrestricted contributions. Expenses are recognized as
     incurred.

     Foreign Currency Transactions and Balances
     Transactions involving foreign currencies are recorded in Rupiah amounts at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At
     the date of statements of financial position, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to Rupiah to reflect the Bank
     Indonesia’s middle rate of exchange at such date. The resulting gains or losses are credited or charged to operations of the current year.

     For December 31, 2003 and 2002, the rate of exchange used was Rp8,465 and Rp8,940 to US$1, respectively, computed by taking the
     average transactions exchange rates of Bank Indonesia as of December 31, 2003 and 2002, respectively.




                                                                                                                                                            47
YAYASAN SAMPOERNA
                                                         NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
                                                      Years Ended December 31, 2003 And 2002
                                                                 (Expressed in Rupiah)


2.   SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

     Income Tax
     In accordance with Income Tax Law No. 17 Year 2000, donations and contributions not related to business, ownership or control between
     related parties are not subject to income tax. Contributions received from donors by the Foundation are not subject to income tax as confirmed by a
     letter from the Directorate General of Taxation No. S-729/PJ.42/2001 dated November 29, 2001.

     Use of Estimates
     The preparation of the financial statements in conformity with generally accepted accounting principles requires executives to make estimations and
     assumptions that affect amounts reported therein. Due to inherent uncertainty in making estimates, actual results reported in future periods might be
     based on amounts, which differ from those estimates.


3.   CASH AND CASH EQUIVALENTS

     This account consists of:

                                                                                                                  2003                             2002
     Cash on hand
        In US Dollar                                                                                         4,867,375                        8,940,000
        In Rupiah                                                                                           18,909,365                                -
     Cash in bank
        In US Dollar
              ABN Amro Bank N.V.                                                                          709,976,988                       425,805,495
              ABN Amro Bank N.V., Singapore                                                                63,557,336                                 -
        In Rupiah
              PT Bank Central Asia Tbk.                                                                    586,481,608                                -
              ABN Amro Bank N.V.                                                                            411,791,092                     263,163,993
     Cash equivalents
        In Rupiah
              Time deposits
                  ABN Amro Bank N.V.                                                                    12,250,000,000                   16,000,000,000
                  PT Bank Bukopin                                                                       10,000,000,000                                -
              Overnight deposits – ABN Amro Bank N.V.                                                    6,202,017,462                                -

     Total                                                                                             30,247,601,226                   16,697,909,488

     The cash equivalents bear annual interest rates as follows:

                                                                                                                  2003                             2002
                                                                                                                   (%)                              (%)

     Time deposits                                                                                            5.1 - 12.0                            12.0
     Overnight deposits                                                                                        4.3 - 7.3                               -




48
YAYASAN SAMPOERNA
                                                          NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
                                                       Years Ended December 31, 2003 And 2002
                                                                  (Expressed in Rupiah)


4.   INVESTMENT IN GOVERNMENT BOND

     In June 2003, the Foundation purchased a government bond, FR0002, with nominal value of Rp10 billion at the rate of 111.45%. As of December 31,
     2003, the bond was stated at fair value that was based on the recap bond rate published by Bank Indonesia on December 30, 2003. Unrealized loss
     amounting to Rp444 million incurred due to the decrease in the fair value of the bond is presented in the 2003 statement of activities.

     The bond bears interest rate of 14% per annum and is due on June 15, 2009. In 2003, the Foundation received interest income (net of tax) of Rp511 million
     for six months period.


5.   NET ASSETS

     The donors of the Foundations have placed no restrictions on the usage of their contributions and thus, the Foundation’s Net Assets are all
     classified as “Unrestricted”.


6.   CONTRIBUTIONS

     The details of this account are as follows:
                                                                                                                      2003                                2002

     In Rupiah                                                                                             30,206,655,440                     18,677,420,000
     In US Dollar                                                                                           2,838,239,260                      1,168,655,334
     In Kind                                                                                                  594,431,500                                  -

     Total                                                                                                 33,639,326,200                     19,846,075,334


     The Foundation’s revenue is mainly derived from contributions of HMS of Rp30.0 billion and Rp18.5 billion in 2003 and 2002, respectively (Note 1).


7.   GRADUATE SCHOLARSHIP EXPENSES

     Expenses on graduate scholarship comprise of expenses on program as follows:

                                                                                                                      2003                                2002

     Local                                                                                                  2,302,875,836                       1,329,910,099
     Overseas                                                                                               1,863,043,841                        694,980,850

     Total                                                                                                   4,165,919,677                    2,024,890,949


     a. Local Graduate Scholarships Program

         This account mainly comprises of tuition fee, books and research costs, cost of living and other related expenses of the scholars under
         this program.

         As of December 31, 2003 and 2002, the Foundation has 40 and 30 scholars, respectively, under this program.
                                                                                                                                                            49
YAYASAN SAMPOERNA
                                                         NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
                                                      Years Ended December 31, 2003 And 2002
                                                                 (Expressed in Rupiah)


7.   GRADUATE SCHOLARSHIP EXPENSES (continued)

     b. Overseas Graduate Scholarships Program

         This account mainly comprises of tuition fee, books and research costs, cost of living and other related expenses of the scholars under
         this program.

         As of December 31, 2003 and 2002, the Foundation has 5 and 2 scholars, respectively, under this program.

     Scholar applicants eligible for scholarships under the local and overseas Graduate Scholarships Programs are the ones who meet the general requirements
     and pass all stages of selection process such as university entrance test (and GMAT and TOEFL for overseas graduate program), psychological test and
     interview. The psychological test and interview are conducted by an independent professional appointed by the Foundation.


8.   HIGH SCHOOL SCHOLARSHIP EXPENSES

     This account represents tuition fees, books and allowances and related expenses of the scholars under high school scholarship program in
     cooperation with the Ministry of National Education (Depdiknas) (Note 11a). Under this program, Depdiknas provides information about the
     students in need of financial support to continue their secondary education (high school). Then, the Foundation will select and award the
     scholarship to the deserving and outstanding students based on their academic records.

     As of December 31, 2003 and 2002, the Foundation has about 9,110 and 3,200 scholars, respectively, all over Indonesia under this program. To distribute
     the scholarship grants to high school scholars, the Foundation entered an agreement with PT Pos Indonesia (Note 11b).


9.   PROGRAM SUPPORT EXPENSES

     This account represents indirect expenses inccurred to support the Foundation’s scholarship programs. The details of this account are as follows:

                                                                                                                    2003                             2002

     Program promotion                                                                                      417,251,983                       259,144,230
     Program support compensation                                                                           347,017,300                                 -
     Scholar support program                                                                                274,103,406                       108,172,733
     Annual event                                                                                           273,909,750                        90,990,200
     National science olympic                                                                                170,317,070                                -
     Program merchandise                                                                                    128,660,500                        48,867,500
     Others                                                                                                     340,000                                 -

     Total                                                                                                1,611,600,009                       507,174,663


     In 2002, salaries and other fringe benefit were paid by HMS.




50
YAYASAN SAMPOERNA
                                                         NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
                                                      Years Ended December 31, 2003 And 2002
                                                                 (Expressed in Rupiah)


10. MANAGEMENT AND GENERAL EXPENSES

   Management and general expenses consist of:
                                                                                                                      2003                               2002

   Rental and service charge                                                                                  590,167,235                                    -
   Salaries and other fringe benefits                                                                         511,729,829                                    -
   Professional fees                                                                                          481,888,198                        1,069,001,510
   Traveling                                                                                                   253,141,216                         104,216,769
   Advertising and promotion                                                                                  157,404,075                          104,253,535
   Office supplies                                                                                            100,765,250                           38,683,380
   Others                                                                                                     339,905,942                         189,493,089

   Total                                                                                                     2,435,001,745                     1,505,648,283


   In 2002, salaries and other fringe benefit were paid by HMS.


11. AGREEMENTS

   a. Ministry of National Education

       On May 29, 2001, the Foundation entered into an agreement with the Ministry of National Education (Depdiknas), whereby the Foundation
       is committed to grant scholarships to 3,000 students with financial difficulties each year to help them complete their secondary education
       (high school). The Foundation will provide Rp30,000 per month to each student for tuition fees and books allowances.

       The Foundation will grant scholarship for three consecutive academic year starting 2001/2002 until 2003/2004. Each grant will cover a
       three-year high school education of selected students. The agreement is valid for five years and is terminated upon payment of the third phase
       scholarships at the end of academic year of 2005/2006.

   b. PT Pos Indonesia

       On July 17, 2001, the Foundation entered into cooperation agreement with PT Pos Indonesia in relation to the High School Scholarship
       Program granted by the Foundation in cooperation with Depdiknas. The agreement provides that PT Pos Indonesia will administer the
       distribution of the scholarship funds to the students all over Indonesia, and to provide report on payments made to the students through PT Pos
       Indonesia’s website for at least a month after the payments. The Foundation is charged Rp8,000 for each payment made to the students.


12. RECLASSIFICATIONS OF ACCOUNTS

   Certain accounts in the 2002 financial statements have been reclassified to confirm with the presentation of accounts in the 2003 financial statements.


13. COMPLETION OF THE FINANCIAL STATEMENTS

   The Executives of the Foundation is responsible for the preparation of these financial statements that where completed on March 17, 2004.


                                                                                                                                                             51
Laporan Auditor Independen
Laporan No. RPC-2189


Pembina, Pengawas dan Pengurus
Yayasan Sampoerna


Kami telah mengaudit laporan posisi keuangan Yayasan Sampoerna (Yayasan) tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, serta laporan aktivitas dan laporan
arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab pengurus Yayasan. Tanggung jawab kami terletak
pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami.

Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan
dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan,
atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip
akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh pengurus, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.
Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.

Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan Yayasan
Sampoerna tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, serta hasil aktivitas dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai
dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.



Prasetio, Sarwoko & Sandjaja




Drs. Bangkit Kuncoro
NIAP 98.1.0067

17 Maret 2004




52
YAYASAN SAMPOERNA
                                                                       LAPORAN POSISI KEUANGAN
                                                                       31 Desember 2003 dan 2002
                                                                        (Dinyatakan dalam Rupiah)


                                                                                           Catatan              2003             2002

AKTIVA

AKTIVA LANCAR
Kas dan setara kas                                                                             2, 3   30.247.601.226    16.697.909.488
Aktiva lancar lainnya                                                                                     32.996.604                 -

Jumlah Aktiva Lancar                                                                                  30.280.597.830    16.697.909.488


AKTIVA TIDAK LANCAR
Investasi dalam obligasi pemerintah                                                            2, 4    10.701.000.000                -
Peralatan kantor – setelah dikurangi
   akumulasi penyusutan sebesar Rp10.573.721                                                             107.446.684                 -

Jumlah Aktiva Tidak Lancar                                                                            10.808.446.684                 -

JUMLAH AKTIVA                                                                                         41.089.044.514    16.697.909.488


KEWAJIBAN DAN AKTIVA BERSIH

KEWAJIBAN LANCAR
Hutang lain-lain                                                                                                    -        2.105.000
Hutang pajak                                                                                               96.105.115        5.319.975
Beban masih harus dibayar                                                                                 88.768.069        93.905.030

Jumlah Kewajiban Lancar                                                                                  184.873.184       101.330.005


AKTIVA BERSIH                                                                                    5
Tidak terikat                                                                                          40.904.171.330   16.596.579.483

JUMLAH KEWAJIBAN DAN AKTIVA BERSIH                                                                    41.089.044.514    16.697.909.488




Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.



                                                                                                                                    53
YAYASAN SAMPOERNA
                                                                      LAPORAN AKTIVITAS
                                             Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2003 dan 2002
                                                                   (Dinyatakan dalam Rupiah)


                                                                                           Catatan                2003              2002

PENDAPATAN                                                                                         2
Sumbangan                                                                                          6    33.639.326.200    19.846.075.334
Penghasilan bunga                                                                                         2.110.533.212      159.517.808

Jumlah Pendapatan                                                                                       35.749.859.412    20.005.593.142


BEBAN DAN KERUGIAN                                                                                 2
Beban beasiswa
   Pasca sarjana                                                                                7, 12     4.165.919.677    2.024.890.949
   Sekolah Menengah Umum                                                                        8, 12    2.400.438.400       659.480.000
   Sarjana                                                                                         12       313.431.255      205.890.060
   Doktoral                                                                                        12        15.050.000        11.005.414
Beban dukungan program                                                                          9, 12     1.611.600.009      507.174.663
Beban manajemen dan umum                                                                       10, 12    2.435.001.745     1.505.648.283
Lain-lain                                                                                           4      500.826.479        43.525.398

Jumlah Beban                                                                                            11.442.267.565     4.957.614.767


KENAIKAN AKTIVA BERSIH                                                                                  24.307.591.847    15.047.978.375

AKTIVA BERSIH AWAL TAHUN                                                                                16.596.579.483     1.548.601.108

AKTIVA BERSIH AKHIR TAHUN                                                                               40.904.171.330    16.596.579.483




Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.



54
YAYASAN SAMPOERNA
                                                                      LAPORAN ARUS KAS
                                             Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2003 dan 2002
                                                                   (Dinyatakan dalam Rupiah)


                                                                                           Catatan              2003               2002

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari:
   Sumbangan                                                                                    6    33.044.894.700      19.846.075.334
   Penghasilan bunga                                                                                   2.110.533.212        159.517.808
Pembayaran untuk:
   Program beasiswa                                                                                   (6.853.439.332)     (2.901.266.423)
   Dukungan program                                                                             9     (1.569.494.309)        (507.174.663)
   Honorarium tenaga ahli                                                                               (453.953.698)      (1.136.416.430)
   Pemasok dan karyawan                                                                                (1.111.683.031)      (429.295.753)
   Aktivitas operasional lainnya                                                                        (354.145.399)         (62.644.443)

Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi                                                      24.812.712.143     14.968.795.430


ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Investasi dalam obligasi pemerintah                                                             4    (11.145.000.000)                   -
Perolehan peralatan kantor                                                                              (118.020.405)                   -

Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi                                                  (11.263.020.405)                   -


KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS                                                                   13.549.691.738      14.968.795.430

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                                                        16.697.909.488        1.729.114.058

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                                                  3    30.247.601.226      16.697.909.488


Aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas:
Sumbangan dalam bentuk barang                                                                   6       594.431.500                     -




Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.



                                                                                                                                       55
YAYASAN SAMPOERNA
                                                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                                             31 Desember 2003 dan 2002
                                                              (Dinyatakan dalam Rupiah)

1. UMUM

     Yayasan Sampoerna (Yayasan) didirikan di Indonesia pada tanggal 1 Maret 2001 berdasarkan Akta Notaris Sutjipto, S.H. No. 1. Akta pendirian tersebut
     telah diumumkan dalam Berita Negara No. 64, Tambahan No. 161 tanggal 10 Agustus 2001. Anggaran Dasar Yayasan telah mengalami beberapa kali
     perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Sutjipto S.H., No. 68 tanggal 15 September 2003 sehubungan dengan penyesuaian terhadap Undang-undang
     No. 16 Tahun 2001 tentang “Yayasan”. Sampai dengan tanggal laporan auditor independen, perubahan tersebut masih dalam proses dicatatkan pada
     Departemen Kehakiman Republik Indonesia. Berdasarkan perubahan terakhir Anggaran Dasar, jumlah kekayaan bersih awal Yayasan adalah sebesar
     Rp28,8 miliar yang terdiri atas sumbangan dari PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMS) sebesar Rp27,0 miliar dan sumbangan dari Putera
     Sampoerna sebesar Rp1,8 miliar.

     Kegiatan Yayasan meliputi, antara lain, menyelenggarakan pendidikan dan penelitian termasuk penyediaan beasiswa dan mendukung kegiatan-
     kegiatan sosial. Yayasan memberikan Program Beasiswa bagi para pelajar yang memenuhi syarat untuk Pendidikan Doktoral, Pendidikan Pasca Sarjana
     (Lokal dan Luar Negeri), Pendidikan Sarjana dan Sekolah Menengah Umum. Yayasan berkedudukan di Jakarta.

     Donatur utama dari Yayasan adalah PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMS) yang berkomitmen untuk memberikan sumbangan sebanyak-
     banyaknya 2% dari laba bersih HMS setiap tahun.

     Pada tanggal 31 Desember 2003, susunan Pembina, Pengawas dan Pengurus Yayasan berdasarkan perubahan Anggaran Dasar yang diaktakan dengan
     Akta Notaris Sutjipto, S.H., No. 79 tanggal 20 Mei 2003, adalah sebagai berikut:

           Pembina                                Pengawas                                   Pengurus

     Putera Sampoerna*)                  Eka Dharmajanto Kasih*)                 Jacqueline Michelle Sampoerna
     Arief T. Surowidjojo                Marzuki Usman                           Niken K. Rachmad
     John A. Prasetio                                                            Tjandra Bachtiar
     Nurcholis Madjid

     *) Komisaris HMS


     Selain itu, dalam Akta Notaris yang sama, Dewan menyetujui perubahan istilah-istilah berikut ini:

     1.    Dewan Pembina menjadi Pembina
     2.    Dewan Pengawas menjadi Pengawas
     3.    Manajemen menjadi Pengurus

     Pada tanggal 31 Desember 2002, susunan Dewan Pembina, Dewan Pengawas dan Manajemen Yayasan berdasarkan Akta Pendirian yang diaktakan
     dengan Akta Notaris Sutjipto, S.H., No. 1 tanggal 1 Maret 2001 adalah sebagai berikut:

           Dewan Pembina                      Dewan Pengawas                                 Manajemen

     Putera Sampoerna*)                  Eka Dharmajanto Kasih*)                 Jacqueline Michelle Sampoerna
     Arief T. Surowidjojo                Marzuki Usman                           Niken K. Rachmad
     John A. Prasetio                    Phang Cheow Hock*)                      Tjandra Bachtiar
     Nurcholis Madjid
     Dorojatun Kuntjoro Jakti

     *) Komisaris HMS




56
YAYASAN SAMPOERNA
                                                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                                            31 Desember 2003 dan 2002
                                                             (Dinyatakan dalam Rupiah)


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

     Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
     Yayasan menerapkan kebijakan-kebijakan akuntansi dan menyajikan laporan keuangan berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
     No. 45, “Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba”, dan prinsip serta praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

     Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk investasi dalam obligasi pemerintah yang dinyatakan
     sebesar nilai wajar. Laporan keuangan disusun dengan menggunakan dasar akrual, kecuali laporan arus kas.

     Laporan arus kas menyajikan dan mengelompokan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas ke dalam aktivitas operasi dan investasi dengan
     menggunakan metode langsung.

     Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah.

     Kas dan Setara Kas
     Deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan pinjaman diklasifikasikan
     sebagai “Setara Kas”.

     Transaksi dengan Pihak-pihak Hubungan Istimewa
     Yayasan melakukan transaksi dengan pihak-pihak hubungan istimewa seperti yang dijelaskan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
     No. 7, “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”.

     Biaya Dibayar Di Muka
     Biaya dibayar di muka dibebankan pada usaha sesuai dengan masa manfaatnya.

     Peralatan Kantor
     Peralatan kantor dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus
     berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva yaitu empat tahun.

     Investasi dalam Obligasi Pemerintah
     Investasi dalam obligasi pemerintah dinyatakan sebesar nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi dalam investasi tersebut diakui
     dalam laporan aktivitas sebagai kenaikan atau penurunan dari aktiva bersih tidak terikat kecuali penggunaannya terikat secara temporer atau permanen
     oleh persyaratan eksplisit dari donatur atau berdasarkan hukum.

     Pengakuan Pendapatan dan Beban
     Pendapatan dari donatur diakui pada saat penerimaan sumbangan, dan dianggap sebagai sumbangan tidak terikat. Beban diakui pada saat terjadinya.

     Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
     Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan posisi
     keuangan, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia
     yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang timbul dari transaksi dan penjabaran aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang
     asing, dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan.

     Pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, nilai tukar mata uang Dolar Amerika Serikat yang digunakan masing-masing adalah Rp8.465 dan Rp8.940,
     dihitung berdasarkan kurs tengah transaksi yang dipublikasikan Bank Indonesia pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002.




                                                                                                                                                      57
YAYASAN SAMPOERNA
                                                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                                           31 Desember 2003 dan 2002
                                                            (Dinyatakan dalam Rupiah)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)

     Pajak Penghasilan
     Sesuai dengan Undang-undang Pajak Penghasilan No. 17 Tahun 2000, sumbangan dan kontribusi yang tidak terkait dengan usaha, kepemilikan atau
     pengendalian antara pihak yang mempunyai hubungan istimewa tidak dikenakan pajak penghasilan. Sumbangan yang diterima Yayasan dari para
     donatur tidak dikenakan pajak penghasilan sebagaimana ditegaskan dalam surat dari Direktorat Jenderal Pajak No. S-729/PJ.42/2001 tanggal 29
     Nopember 2001.

     Penggunaan Estimasi
     Penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan pengurus untuk menetapkan
     estimasi dan asumsi-asumsi yang berpengaruh pada jumlah yang dilaporkan di dalamnya. Karena adanya ketidakpastian yang melekat dalam membuat
     estimasi, hasil aktual yang dilaporkan pada periode yang akan datang mungkin berbeda dengan jumlah estimasi.


3.   KAS DAN SETARA KAS

     Akun ini terdiri dari:

                                                                                                             2003                            2002

     Kas
         Dolar Amerika Serikat                                                                          4.867.375                       8.940.000
         Rupiah                                                                                        18.909.365                               -
     Bank
         Dolar Amerika Serikat
             ABN AMRO Bank N.V.                                                                       709.976.988                     425.805.495
             ABN AMRO Bank N.V., Singapura                                                             63.557.336                               -
         Rupiah
             PT Bank Central Asia Tbk.                                                                586.481.608                               -
             ABN AMRO Bank N.V.                                                                        411.791.092                    263.163.993
     Setara kas
         Rupiah
             Deposito berjangka
                 ABN AMRO Bank N.V.                                                                12.250.000.000                  16.000.000.000
                 PT Bank Bukopin                                                                   10.000.000.000                               -
             Overnight deposits – ABN AMRO Bank N.V.                                                6.202.017.462                               -

     Jumlah                                                                                        30.247.601.226                 16.697.909.488


     Suku bunga tahunan setara kas adalah sebagai berikut:

                                                                                                             2003                            2002
                                                                                                               (%)                             (%)

     Deposito berjangka                                                                                  5,1 - 12,0                           12,0
     Overnight deposits                                                                                   4,3 - 7,3                              -



58
YAYASAN SAMPOERNA
                                                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                                           31 Desember 2003 dan 2002
                                                            (Dinyatakan dalam Rupiah)

4.   INVESTASI DALAM OBLIGASI PEMERINTAH

     Pada bulan Juni 2003, Yayasan membeli obligasi pemerintah, FR0002, dengan nilai nominal Rp10 miliar dengan harga sebesar 111,45%. Pada tanggal
     31 Desember 2003, obligasi tersebut dinyatakan sebesar nilai wajar berdasarkan nilai pasar obligasi yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia pada
     tanggal 30 Desember 2003. Kerugian yang belum terealisasi sebesar Rp444 juta yang timbul karena penurunan nilai wajar obligasi disajikan dalam
     laporan aktivitas tahun 2003.

     Suku bunga dari obligasi tersebut adalah 14% per tahun dan obligasi akan jatuh tempo pada tanggal 15 Juni 2009. Pada tahun 2003, Yayasan menerima
     penghasilan bunga (setelah dikurangi pajak) sebesar Rp511 juta untuk periode enam bulan.


5.   AKTIVA BERSIH

     Para donatur Yayasan tidak membatasi penggunaan sumbangan mereka dan oleh karena itu, Aktiva Bersih Yayasan dikelompokkan sebagai “Tidak Terikat”.


6.   SUMBANGAN

     Rincian akun ini adalah sebagai berikut:

                                                                                                                2003                             2002

     Dalam Rupiah                                                                                    30.206.655.440                   18.677.420.000
     Dalam Dolar Amerika Serikat                                                                      2.838.239.260                    1.168.655.334
     Dalam bentuk barang                                                                                594.431.500                                -

     Jumlah                                                                                          33.639.326.200                   19.846.075.334


     Pendapatan Yayasan terutama berasal dari sumbangan HMS masing-masing sebesar Rp30,0 miliar dan Rp18,5 miliar pada tahun 2003 dan 2002
     (Catatan 1).


7.   BEBAN BEASISWA PASCA SARJANA

     Beban beasiswa pasca sarjana terdiri dari pengeluaran untuk program berikut ini:

                                                                                                                2003                             2002

     Lokal                                                                                             2.302.875.836                    1.329.910.099
     Luar Negeri                                                                                       1.863.043.841                     694.980.850

     Jumlah                                                                                            4.165.919.677                   2.024.890.949




                                                                                                                                                    59
YAYASAN SAMPOERNA
                                                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                                            31 Desember 2003 dan 2002
                                                             (Dinyatakan dalam Rupiah)

7.   BEBAN BEASISWA PASCA SARJANA (lanjutan)

     a. Program Beasiswa Pasca Sarjana Lokal

        Akun ini terutama terdiri dari uang sekolah, buku-buku dan biaya penelitian, biaya hidup dan biaya terkait lainnya dari para peserta program ini.

        Pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, Yayasan memiliki masing-masing 40 dan 30 peserta program ini.

     b. Program Beasiswa Pasca Sarjana Luar Negeri

        Akun ini terutama terdiri dari uang sekolah, buku-buku dan biaya penelitian, biaya hidup dan biaya terkait lainnya dari para peserta program ini.

        Pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, Yayasan memiliki masing-masing 5 dan 2 peserta program ini.

     Para pemohon yang memenuhi syarat untuk menerima beasiswa dalam Program Beasiswa Pasca Sarjana lokal dan luar negeri merupakan para pemohon
     yang telah memenuhi persyaratan umum dan telah melalui seluruh tahapan proses seleksi seperti ujian masuk perguruan tinggi (dan GMAT serta
     TOEFL untuk program pasca sarjana luar negeri), tes psikologis dan wawancara. Tes psikologis dan wawancara dilakukan oleh tenaga ahli independen
     yang ditunjuk oleh Yayasan.


8.   BEBAN BEASISWA SEKOLAH MENENGAH UMUM

     Akun ini terutama terdiri dari uang sekolah, buku-buku dan uang saku serta biaya terkait lainnya dari para peserta program beasiswa sekolah menengah
     umum berdasarkan kerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) (Catatan 11a). Berdasarkan program ini, Depdiknas memberikan
     informasi mengenai para pelajar yang membutuhkan dukungan keuangan untuk melanjutkan pendidikan sekunder (sekolah menengah umum).
     Kemudian, Yayasan akan memilih dan memberikan beasiswa kepada para pelajar yang berhak dan berprestasi berdasarkan catatan akademis mereka.

     Pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, Yayasan memiliki masing-masing 9.110 dan 3.200 peserta program ini dari seluruh Indonesia. Untuk membagikan
     beasiswa kepada para pelajar sekolah menengah umum, Yayasan melakukan perjanjian kerjasama dengan PT Pos Indonesia (Catatan 11b).


9.   BEBAN DUKUNGAN PROGRAM

     Akun ini merupakan biaya tidak langsung yang timbul untuk mendukung program beasiswa Yayasan. Rincian akun ini adalah sebagai berikut:

                                                                                                                 2003                              2002

     Promosi program                                                                                      417.251.983                       259.144.230
     Gaji dan tunjangan lainnya                                                                           347.017.300                                 -
     Program dukungan pelajar                                                                             274.103.406                       108.172.733
     Acara tahunan                                                                                        273.909.750                        90.990.200
     Olimpiade ilmiah nasional                                                                             170.317.070                                -
     Barang promosi sehubungan dengan program                                                             128.660.500                        48.867.500
     Lain-lain                                                                                                340.000                                 -

     Jumlah                                                                                             1.611.600.009                       507.174.663


     Pada tahun 2002, gaji dan tunjangan lainnya dibayarkan oleh HMS.

60
YAYASAN SAMPOERNA
                                                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                                          31 Desember 2003 dan 2002
                                                           (Dinyatakan dalam Rupiah)

10. BEBAN MANAJEMEN DAN UMUM

   Beban manajemen dan umum terdiri dari:

                                                                                                                2003                             2002

   Beban sewa dan jasa                                                                                  590.167.235                                  -
   Gaji dan tunjangan lainnya                                                                           511.729.829                                  -
   Honorarium tenaga ahli                                                                               481.888.198                      1.069.001.510
   Perjalanan dinas                                                                                      253.141.216                       104.216.769
   Iklan dan promosi                                                                                    157.404.075                        104.253.535
   Perlengkapan kantor                                                                                  100.765.250                         38.683.380
   Lain-lain                                                                                            339.905.942                       189.493.089

   Jumlah                                                                                              2.435.001.745                    1.505.648.283


   Pada tahun 2002, gaji dan tunjangan lainnya dibayarkan oleh HMS.


11. PERJANJIAN-PERJANJIAN

   a. Departemen Pendidikan Nasional

       Pada tanggal 29 Mei 2001, Yayasan menandatangani perjanjian kerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), dimana Yayasan
       menyatakan komitmennya untuk memberikan beasiswa kepada 3.000 pelajar yang mengalami kesulitan keuangan setiap tahun untuk membantu
       mereka menyelesaikan pendidikan sekunder mereka (sekolah menengah umum). Yayasan akan memberikan Rp30.000 per bulan kepada setiap
       pelajar untuk biaya sekolah dan uang buku.

       Yayasan akan memberikan beasiswa untuk tiga tahun akademis secara berturut-turut dimulai sejak tahun 2001/2002 hingga 2003/2004. Setiap pemberian
       beasiswa akan mencakup tiga tahun pendidikan sekolah menengah atas bagi pelajar-pelajar yang terpilih. Perjanjian ini berlaku untuk jangka
       waktu lima tahun dan akan berakhir pada saat dilakukannya pembayaran beasiswa tahap ketiga pada akhir tahun akademis 2005/2006.

   b. PT Pos Indonesia

       Pada tanggal 17 Juli 2001, Yayasan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pos Indonesia dalam kaitannya dengan Program Beasiswa
       Sekolah Menengah Umum yang diberikan oleh Yayasan bekerjasama dengan Depdiknas. Perjanjian tersebut mengatur bahwa PT Pos Indonesia
       akan melakukan pembagian dana beasiswa kepada para pelajar di seluruh Indonesia, dan untuk menyampaikan laporan pembayaran kepada para
       pelajar melalui situs web PT Pos Indonesia sekurang-kurangnya satu bulan setelah pembayaran tersebut. Yayasan dibebani biaya sebesar Rp8.000
       untuk setiap pembayaran yang dilakukan kepada para pelajar.


12. REKLASIFIKASI AKUN

   Akun-akun tertentu dalam laporan keuangan tahun 2002 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian akun-akun dalam laporan keuangan tahun 2003.


13. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN

   Pengurus Yayasan bertanggung jawab dalam mempersiapkan laporan keuangan yang telah diselesaikan pada tanggal 17 Maret 2004.
                                                                                                                                                     61
This page has been intentionally left blank.



62
This page has been intentionally left blank.



                                               63
This page has been intentionally left blank.



64
CONTENTS
Education Problems in Indonesia 3
About Sampoerna Foundation 11
Vision and Mission 12
Our Programs 14
Letter from the Founder 16
Message from the Management 20
Meet the Board 23
2003 Operational Highlights 26
Financial Statements 41




D A F TA R I S I
Berbagai Masalah Pendidikan di Indonesia 3
Tentang Sampoerna Foundation 11
Visi dan Misi Kami 12
Program-Program Kami 14
Surat dari Pendiri 16
Sepatah Kata dari Manajemen 20
Dewan Pengurus 23
Sekilas Operasional 2003 26
Laporan Keuangan 41                          AN EPIGRAM DESIGN
SAMPOERNA FOUNDATION
                                           SEIZE THE DAY SHAPE THE FUTURE
                                                                                                       ANNUAL REPORT 2003
                                                                                                     LAPORAN TAHUNAN 2003




                                           GEPAILAH HARI INI DEMI MASA DEPAN
                                                                               Seize the day




                                           ANNUAL REPORT 2003
                                                                                Shape the future
                                                                                 Gapailah hari ini
                                                                                  Demi masa depan


                                           LAPORAN TAHUNAN 2003
SAMPOERNA FOUNDATION
PLAZA BAPINDO, MANDIRI TOWER 15th FLOOR
JL. JEND. SUDIRMAN KAV. 54-55
JAKARTA 12190 INDONESIA
TELP. +62 21 5266287 FAX. +62 21 5266656
www.sampoernafoundation.org
                                                                                                                making a difference

Annual report2003

  • 1.
    SAMPOERNA FOUNDATION SEIZE THE DAY SHAPE THE FUTURE ANNUAL REPORT 2003 LAPORAN TAHUNAN 2003 GEPAILAH HARI INI DEMI MASA DEPAN Seize the day ANNUAL REPORT 2003 Shape the future Gapailah hari ini Demi masa depan LAPORAN TAHUNAN 2003 SAMPOERNA FOUNDATION PLAZA BAPINDO, MANDIRI TOWER 18th FLOOR JL. JEND. SUNDIRMAN KAV. 54-55 JAKARTA 12190 INDONESIA TELP. +62 21 5266287 FAX. +62 21 5266656 www.sampoernafoundation.org making a difference
  • 2.
    CONTENTS Education Problems inIndonesia 3 About Sampoerna Foundation 11 Vision and Mission 12 Our Programs 14 Letter from the Founder 16 Message from the Management 20 Meet the Board 23 2003 Operational Highlights 26 Financial Statements 41 D A F TA R I S I Berbagai Masalah Pendidikan di Indonesia 3 Tentang Sampoerna Foundation 11 Visi dan Misi Kami 12 Program-Program Kami 14 Surat dari Pendiri 16 Sepatah Kata dari Manajemen 20 Dewan Pengurus 23 Sekilas Operasional 2003 26 Laporan Keuangan 41 AN EPIGRAM DESIGN
  • 3.
    One of thelargest countries by population in the world, Indonesia has among the highest population densities, especially on its main island of Java. Its population was 214,374,100 in 2003, spread across almost 17,000 islands. (Source: Central Bureau of Statistics – 2003) Salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, kepadatan penduduk di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia, terutama di pulau Jawa. Populasi Indonesia mencapai 214.374.100 jiwa pada tahun 2003, tersebar di hampir 17.000 pulau. (Sumber: Badan Pusat Statistik – 2003) 1
  • 5.
    The vast majorityof Indonesian citizens have only completed part of the nine-year compulsory education program, with 33.42% only completing elementary school and a further 16.65% only completing junior high school. Only 16.17% complete Senior High School (including vocational high school) and a tiny percentage (3.39%) are higher education graduates (academy and university). (Source: Central Bureau of Statistics – 2003) Kebanyakan penduduk Indonesia hanya menyelesaikan sebagian dari wajib belajar sembilan tahun. 33,42% menamatkan sekolah dasar dan 16,65% menyelesaikan sekolah menengah pertama. Hanya 16,17% menamatkan sekolah menengah atas dan hanya sedikit sekali (3,39%) yang berhasil menyelesaikan studi perguruan tinggi (akademi dan universitas). (Sumber: Badan Pusat Statistik – 2003) EDUCATION PROBLEMS BERBAGAI MASALAH PENDIDIKAN IN INDONESIA DI INDONESIA In August 2003, Heriyanto, a sixth-grader from Pada Agustus 2003, Heriyanto, siswa kelas VI Garut, West Java, hanged himself in an attempted SD asal Garut, Jawa Barat, berusaha mengakhiri suicide. His parents had been unable to afford the hidupnya dengan menggantung diri. Orangtuanya Rp 2,500 (about 30 US cents) fee requested by tak mampu memberinya Rp 2.500 (setara 30 sen his school for extracurricular activities. Although his dolar AS) untuk membayar uang ekstrakurikuler life was saved, and he finally regained consciousness di sekolah. Meskipun nyawanya berhasil after several weeks in a coma, Heriyanto suffered diselamatkan dan Heriyanto kembali sadar setelah substantial permanent brain damage. sekian minggu mengalami koma, ia menderita The economic crisis affecting Indonesia since kerusakan otak permanen. 1997 has put education beyond the reach of most Krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak people living below the poverty line. For low- 1997 telah membuat pendidikan tak terjangkau income families, even financing their children’s bagi kebanyakan masyarakat yang hidup di basic education has become a costly proposition. bawah garis kemiskinan. Bagi keluarga yang Increasingly, parents are being forced to sacrifice berpenghasilan rendah, membiayai anak-anak their children’s future simply to make ends meet. mereka di sekolah dasar saja sudah makan Data from the Indonesian Government’s biaya. Semakin banyak orangtua yang terpaksa Central Bureau of Statistics (BPS) paints a sobering mengorbankan masa depan anak-anak mereka, picture of the state of Indonesian education demi memenuhi kebutuhan hidup. today. The figure on the following page (Figure 1) Data Biro Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan shows how many school-age children do not have gambaran menyedihkan tentang wajah pendidikan the chance to receive an education. Indonesia saat ini. Tampak dalam tabel di halaman Most Indonesians understand the importance berikut (Gambar 1) jumlah anak usia sekolah yang of education, and over 92% of children do attend tidakmemiliki kesempatan untuk mengenyam elementary school. However, school attendance pendidikan. declines sharply by Junior High School, and Kebanyakan masyarakat Indonesia telah slumps still further by Senior High School. Less menyadari pentingnya pendidikan. Ini terlihat Left: Some students from Ciletuh Public Elementary School in Sukabumi, West Java participate in a drawing competition during the 2003 Annual Gathering. Kiri: Sebagian siswa dari SDN Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat tengah mengikuti lomba menggambar pada acara Petemuan Tahunan 2003. 3
  • 6.
    than 10% ofthe country’s young people continue dari 92% anak-anak yang belajar di Sekolah on to college – and a mere 3% actually graduate. Dasar. Namun, persentase anak-anak yang belajar Why, then, do so many Indonesian youths semakin menurun pada tingkat Sekolah Menengah drop out? In the vast majority of cases, it is simply Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Lebih jauh a question of money (see Figure 2): lagi, kurang dari 10% generasi muda yang The Education Index (EI), developed by the melanjutkan studi ke perguruan tinggi – dan hanya United Nations Development Program (UNDP), is sekitar 3% yang berhasil menamatkan kuliahnya. based on the enrollment rate for children aged 7 Lalu, mengapa banyak generasi muda to 18 years and the percentage of adult illiteracy. Indonesia yang putus sekolah? Kebanyakan The low enrollment rate for school-age children mereka mengatakan, alasan utamanya ialah in Indonesia has had a negative impact on the tidak mempunyai uang (lihat Gambar 2). country’s EI. On the EI scale, Indonesia ranks Indeks Pendidikan yang dikembangkan among the lowest ranked countries in the region, oleh United Nations Development Program pointing to an urgent need for educational reform (UNDP) didasarkan pada tingkat partisipasi in Indonesia (see Figure 3). anak-anak usia 7-18 tahun dan persentase orang To address this issue, the Indonesian dewasa yang buta huruf. Rendahnya tingkat government plans to reform the education system partisipasi anak-anak di Indonesia menyebabkan at the primary and secondary levels. Each change dampak negatif terhadap Indeks Pendidikan in the system, however, results in a significant negeri ini. Menurut skala Indeks Pendidikan, financial consequence. Moreover, the success of Indonesia menempati peringkat paling bawah di reform is closely linked to the state bureaucracy, antara sejumlah negara di kawasan Asia education management and the availability of Tenggara. Ini menunjukkan kebutuhan mendesak competent teachers. The decentralization of akan perbaikan pendidikan di Indonesia (lihat government in the country over the past four years Gambar 3). Net Enrollment Ratio of Indonesia, 2003 Reasons given by children ages 7 - 18 years Angka Partipasi Murni, 2003 for not completing education 2003 92.6 Alasan anak usia 7 - 18 tahum tidak menyelesaikan studi 2003 8.7% 63.5 2.6% 15.8% 67.0% 40.6 1.2% 4.7% 8.6 Elementary Junior high Senior high Higher Lack of funds Hate school Disability school school school education Kekurangan dana Tidak suka sekolah Cacat SD SMP SMA Pendidikan Others Married Must work tinggi Lain-lain Menikah Harus bekerja Source: National Socioeconomic Survey, Central Bureau of Statistics Source: National Socioeconomic Survey, Central Bureau of Statistics Sumber: Survei Sosial Ekonomi Nasional, Badan Pusat Statistik Sumber: Survei Sosial Ekonomi Nasional, Badan Pusat Statistik Figure 1 Figure 2 As of 2003, Indonesia’s illiteracy rate was 10.21%, with the majority of illiterate people found in the older age bracket (44 years and over). (Source: Central Bureau of Statistics – 2003) Tahun 2003, tingkat buta huruf di Indonesia 10,21% dengan mayoritas orang yang buta huruf berusia lanjut (44 tahun ke atas). (Sumber: Badan Pusat Statistik – 2003) Right: Sampoerna Foundation scholars preparing book shelves for the Ciletuh Public Elementary School in Sukabumi, West Java during 2003 Annual Gathering. Kanan: Para penerima beasiswa Sampoerna Foundation membuat rak buku untuk SDN Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat dalam bakti sosial acara Pertemuan Tahunan 2003. 4
  • 9.
    There are manyreasons children aged 7-18 cannot attend school, or drop out. However, the major factor is the lack of funds for tuition (67%); second highest was “other reasons” (15.8%), followed by children having to work to support themselves or their families (8.7%). (Source: Central Bureau of Statistics – 2003) Ada banyak alasan anak usia 7-18 tahun tidak bersekolah atau putus sekolah. Alasan utama ialah ketiadaan uang (67%); alasan tertinggi kedua ialah “alasan lain” (15,8%), diikuti oleh alasan anak-anak harus bekerja untuk menunjang keluarga atau mereka sendiri (8,7%). (Sumber: Badan Pusat Statistik – 2003) Guna menangani masalah tersebut, pemerintah Education Index UNDP 2003 Asean Member Indonesia merencanakan perbaikan sistem Philippines 90% pendidikan di tingkat dasar dan menengah. Namun, setiap perubahan sistem membawa Brunei 89% konsekuensi finansial yang signifikan. Tambahan Thailand pula, keberhasilan perbaikan itu sangat berkaitan 88% dengan birokrasi pemerintah, manajemen Singapore 87% pendidikan, dan ketersediaan guru-guru yang kompeten. Selama empat tahun penerapan Malaysia 83% desentralisasi pemerintahan, hanya mengurusi Vietnam 83% masalah logistik dalam yang berkaitan dengan penerapan perubahan sistem/kurikulum secara Indonesia 80% nasional. Source: UNDP – Human Development Report, 2003 Ambil contoh, misalnya, pengenalan terhadap kurikulum baru yang berbasis kompetensi. Untuk Figure 3 menyempurnakan kurikulum 1994, Departemen Pendidikan Nasional tidak hanya menentukan has only compounded the logistical difficulties of periode minimal studi, tetapi juga menekankan effecting a nationwide curriculum/system change. pembelajaran dan kinjerja yang “berbasis Take, for instance, the introduction of the new kompetensi.” Perubahan kurikulum ini sulit national “competence-based curriculum”. To dikatakan sebagai perubahan revolusioner, namun refine the 1994 curriculum, the Ministry of mempengaruhi banyak aspek proses pendidikan, Education not only mandated a minimum period termasuk biaya, sumber daya manusia, dan of study but also emphasized “competence- manajemen. Dibutuhkan dana untuk menutupi based” learning and performance. This curriculum biaya penyusunan dan penyebaran perubahan change is hardly a revolutionary step, but it kurikulum ini kepada para guru, belum lagi dana impacts many aspects of the educational untuk buku-buku pedoman dan perangkat process, including costs, human resources and pembelajaran. Keluarga-keluarga yang tidak management. Funds must be found to cover the mampu terpaksa harus mengeluarkan uang lagi Left to right: Fitri Murdiana, student of Institute of Technology Bandung Graduate Program, 2003 Intake, Noviyanti Utami Hadi & Zacky Novaldi Undergraduate students at University of Padjadjaran Bandung, 2002 Intake. Dari kiri ke kanan: Fitri Murdiana, mahasiswa program Magister Manajemen – Institut Teknologi Bandung tahun program 2003, Noviyanti Utami Hadi & Zacky Novaldi, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran – Bandung tahun program 2002. 7
  • 10.
    As of 2002according to Ministry of National Education data, the number of children in the educational age ranges for elementary, junior high and high schools was 38,368,947, with the number of teachers reaching 2,005,143. It is estimated that 41% of Indonesian teachers are under- qualified based on Ministerial Ruling Republic of Indonesia No. 034/U/2003 governing educational requirements for teachers. (Source: Ministry of National Education – 2002) Sesuai data Departemen Pendidikan Nasional tahun 2002, jumlah anak usia sekolah dari SD hingga SMA mencapai 38.368.947 siswa, sementara jumlah guru 2.005.143 orang. Diperkirakan 41% guru-guru di Indonesia tidak memenuhi kualifikasi yang ditetapkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI no. 034/U/2003 tentang persyaratan guru. (Sumber: Departemen Pendidikan Nasional – 2002) cost of formulating and disseminating the change untuk membeli buku-buku pelajaran baru. to teachers, and guidebooks and teaching aids Belakangan ini tumbuh sejumlah lembaga must be provided. Economically disadvantaged pendidikan asing untuk memenuhi kebutuhan families will also be forced to spend more money akan pendidikan. Namun, sekolah-sekolah yang on new textbooks. berkualitas tinggi dan mahal ini hanya dapat A growing number of foreign education dinikmati oleh mereka yang memiliki uang. institutions have been established to fulfil this Sebaliknya, mereka yang miskin mau tak mau need. However, these high-quality, expensive mengenyam sistem pendidikan pemerintah. schools can only be attended by the ‘haves’; the Sungguh sebuah kenyataan yang pahit menyak- ‘have-nots’ must get by in the much poorer-quality sikan yang terjadi di Indonesia saat ini, di mana government education system. The sad truth is sekolah-sekolah berkualitas tinggi menjadi hak that in Indonesia today, high-quality schools are prerogatif bagi segelintir kelompok masyarakat the prerogative of an exclusive and fortunate few. yang eksklusif dan beruntung. Must we sit idly by and allow Heriyanto’s story Apakah kita akan berdiam diri dan membiarkan to be repeated indefinitely? Can we really afford kisah Heriyanto terulang lagi? Dapatkah kita to let the intellectual potential of the nation stagnate menerlantarkan potensi intelektual bangsa ini, karena as a result of seemingly insurmountable problems? terbentur masalah-masalah yang kelihatannya Sampoerna Foundation believes that Indonesia tidak tertanggulangi? will only succeed internationally through universal Sampoerna Foundation yakin, Indonesia akan access to high quality education. Education is key mencapai sukses dalam skala internasional to imparting world-class intellectual and melalui akses universal terhadap pendidikan ethical skills to the emerging generation of berkualitas tinggi. Pendidikan adalah kunci business and government leaders, enabling them untuk menghasilkan intelektual kelas dunia dan to lead the country and its economy in the keterampilan etika, agar tercipta generasi pemimpin decades to come. bisnis dan pemerintahan, yang memampukan mereka memimpin negeri ini dan ekonominya dalam beberapa dekade ke depan. Right: Irhan Farhan, Undergraduate student at Padjadjaran University – Bandung, 2002 Intake and Nurman Numeiri, Graduate Student Padjadjaran University – Bandung, 2002 Intake during 2003 Annual Gathering at Ciletuh Public Elementary School in Sukabumi, West Java. Kanan: Irhan Farhan, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran – 8 Bandung tahun program 2002 dan Nurman Numeiri, mahasiswa program Magister Manajemen Universitas Padjadjaran pada acara Pertemuan Tahunan 2003.
  • 13.
    ABOUT SAMPOERNA FOUNDATION TENTANG SAMPOERNA FOUNDATION Sampoerna Foundation was founded on Sampoerna Foundation didirikan pada 1 Maret March 1, 2001 through a generous gift from 2001 atas inisiatif Putera Sampoerna dan perusahaan Putera Sampoerna and the publicly listed company, publik, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. The Yayasan ini merupakan organisasi nirlaba yang Foundation is a non-profit organization dedicated mengabdi untuk peningkatan kualitas pendidikan to improving the educational environment in di Indonesia, serta memberi kesempatan bagi Indonesia and to providing financially deserving generasi muda yang kurang mampu secara finansial children with a proven record of academic tetapi memiliki kemampuan akademik yang excellence with the opportunity to continue cemerlang, agar dapat melanjutkan sekolah. their schooling. Berbagai program dan kegiatan dirancang Programs and activities are fashioned around selaras dengan keyakinan bahwa pendidikan the belief that education is a prerequisite for merupakan prasyarat bagi terciptanya kestabilan Indonesia’s social and political stability. sosial dan politik di Indonesia. Sampoerna Foundation’s scholarship programs Program-program beasiswa Sampoerna go a step further than other programs. In addition Foundation selangkah lebih maju dibandingkan to providing appropriate financial support, they program-program beasiswa lainnya. Selain memberi are also specifically designed to instill character dukungan finansial yang sesuai, program-program in the recipients. These recipients may one day Sampoerna Foundation juga dirancang khusus become leaders in their communities and champions untuk membentuk karakter para penerima beasiswa. of a better nation. Mereka mungkin suatu hari kelak menjadi pemimpin- In all of its programs and activities, Sampoerna pemimpin di dalam komunitas mereka dan Foundation always strives to make a difference. menjadi pelopor-pelopor bangsa yang lebih baik. Dalam setiap program dan kegiatannya, Sampoerna Foundation selalu berusaha untuk menciptakan pembaruan. The total number of schools is 181,665, with a total of 1,207,580 classrooms. However, 46.38% of the classes are in either mild disrepair (28.12%) or severe disrepair (18.25%). (Source: Ministry of National Education – 2002) Jumlah sekolah di Indonesia ada 181.665 dengan 1.207.580 kelas. Namun 46,38% kelas mengalami kerusakan, baik kerusakan ringan (28,12%) atau kerusakan berat (18,25%). (Sumber: Departemen Pendidikan Nasional – 2002) Left: Budi Purwanto, Bandung Institute of Technology, Graduate Program, 2003 Intake during Regional Social Activity in Bandung, West Java. Kiri: Budi Purwanto, mahasiswa program Magister Manajement, Institut Teknologi Bandung, tahun program 2003 pada kegiatan sosial regional. 11
  • 14.
    According to datafrom the Ministry of National Education, in 2002 the total number of high school students reached 5,051.640, or only 13.27% of the total number of students enrolled in primary and secondary education. (Source: Ministry of National Education – 2002) Menurut data Departemen Pendidikan Nasional tahun 2002, jumlah siswa Sekolah Menengah Atas mencapai 5.051.640 siswa atau hanya 13,27% dari jumlah siswa yang menekuni pendidikan di SD dan SMP. (Sumber: Departemen Pendidikan Nasional – 2002) OUR VISION AND MISSION VISI DAN MISI KAMI The vision of Sampoerna Foundation is to Visi Sampoerna Foundation adalah memberi make a meaningful material contribution to the sumbangsih nyata yang berarti demi masa depan betterment of Indonesia’s future through the Indonesia yang lebih baik melalui peningkatan improvement of the country’s educational system. sistem pendidikan di negeri ini. Kami akan We will take an active role in stimulating and berperan aktif dalam mendorong dan memelopori leading broader private sector involvement in keterlibatan sektor swasta yang lebih luas dalam improving the country’s educational system. peningkatan sistem pendidikan di Tanah Air. Sampoerna Foundation is working towards: Sampoerna Foundation berkarya demi • An educational system that welcomes all terciptanya: Indonesians, regardless of social standing or • Sistem pendidikan yang memberi kesempatan financial need; kepada setiap warganegara Indonesia, tanpa • Schools that are led and staffed by memandang status sosial dan biaya pendidikan. highly qualified and personally motivated • Sekolah yang dipimpin dan dikelola para administrators and teachers; pendidik yang sangat kompeten dan memiliki • A national curriculum that is personally motivasi yang kuat. enriching and vocationally relevant to every • Kurikulum pendidikan nasional yang student of every ability; memperkaya wawasan dan keterampilan • Classrooms and lecture halls that are yang relevan bagi setiap pelajar dengan equipped with appropriate resources to bakatnya masing-masing. advance and enhance learning; • Ruang kelas yang dilengkapi dengan berbagai • An educational experience that provides sarana pendidikan yang diperlukan untuk every student with the intellectual, technical meningkatkan dan memajukan kualitas and ethical skills required for survival in pengajaran. today’s modern environment. • Pengalaman memperoleh pendidikan yang memberi bekal intelektualitas, keterampilan teknis, dan etika yang dibutuhkan para pelajar agar dapat bertahan dalam lingkungan modern saat ini. Right: Scholars during 2003 Annual Gathering. Kanan: Penerima beasiswa pada acara Pertemuan Tahunan 2003. 12
  • 16.
    our programs program-program kami Education is an essential component of human resource development. Pendidikan adalah salah satu komponen utama dalam pengembangan Improving the quality of education leads to the creation of higher-quality sumber daya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan akan menciptakan human resources and accelerates the process of national development. sumber daya manusia yang berkualitas lebih baik dan mempercepat proses In its initial phase, Sampoerna Foundation programs grant scholarships pembangunan nasional. to outstanding, financially deserving, young men and women. This enables Sampoerna Foundation memberi beasiswa kepada generasi muda – laki- them to continue their education and also provides them with additional laki dan perempuan – yang berprestasi, namun membutuhkan dukungan training designed to enhance their leadership capabilities. finansial. Beasiswa ini memungkinkan mereka melanjutkan pendidikannya, Sampoerna Foundation believes that the study of management and serta memberi mereka pelatihan tambahan yang dirancang untuk business is especially important in the modern world. Such studies provide meningkatkan kecakapan kepemimpinan mereka. young people entering the marketplace with the tools they need to Sebagai tahap awal, Sampoerna Foundation meyakini, bidang studi man- survive and prosper, and to bring about a more economically just and ajemen dan bisnis sangat penting dalam dunia modern. Bidang studi ini prosperous society. membekali generasi muda untuk memasuki dunia kerja dengan perangkat Sampoerna Foundation also provides scholarships in the area of applied yang mereka butuhkan agar dapat bertahan dan sukses, serta menciptakan science and engineering. Candidates for these scholarships are recruited keadilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. through the annual National Science Olympiad. Scholarships to study at Sampoerna Foundation juga menyediakan beasiswa di bidang ilmu leading local universities are granted to winners of the national event. pengetahuan terapan dan perekayasaan. Para kandidat untuk program Indonesian gold medalists at the International Science Olympiad will receive beasiswa ini direkrut melalui Olimpiade Sains Nasional setiap tahun. Sampoerna Foundation scholarships for overseas undergraduate studies. Beasiswa untuk menekuni studi di beberapa universitas negeri terkemuka di Sampoerna Foundation also understands that academic achievement dalam negeri diberikan kepada para pemenang medali emas di perhelatan must be complemented by the development of fundamental moral values, ini. Sementara peraih medali emas asal Indonesia di Olimpiade Sains including integrity, kindness, tolerance, humbleness and social responsibility. Internasional akan memperoleh beasiswa Sampoerna Foundation untuk This emphasis is one of the key differences between Sampoerna Foundation studi tingkat sarjana (S1) di luar negeri. and other scholarship-granting institutions. Sampoerna Foundation does Sampoerna Foundation juga memahami, prestasi akademik harus not simply provide financial support, it also takes steps to nurture and foster dilengkapi dengan pengembangan nilai-nilai moral dasar seperti integritas, ethical and social values. To that end Sampoerna Foundation conducts budi pekerti, toleransi, kesederhanaan, dan tanggung jawab sosial. Penekanan ongoing professional and personal development programs for its scholarship terhadap nilai-nilai tersebut adalah salah satu ciri yang membedakan recipients and scholarship alumni. Sampoerna Foundation dengan institusi pemberi beasiswa lainnya. Successful scholarship candidates must demonstrate both academic Tidak semata memberi dukungan finansial, Sampoerna Foundation juga excellence and financial need. Sampoerna Foundation upholds a non- memelihara dan memupuk nilai-nilai etika dan sosial. Untuk itu diselenggarakan 14
  • 17.
    Sampoerna Foundation doesnot simply provide financial support, it also takes steps to nurture and foster ethical and social values. Tidak semata memberikan dukungan finansial, Sampoerna Foundation juga memelihara dan memupuk nilai-nilai etika dan sosial. discrimination policy, actively promoting diversity and multiculturalism in its berbagai program pengembangan profesional dan pribadi bagi para penerima selection of scholarship recipients. beasiswa dan alumni. The Foundation understands that in order to make a significant contribution Para kandidat penerima beasiswa yang berhasil harus menunjukkan to the nation’s education sector, it must expand its activities beyond provision prestasi akademik prima dan kebutuhan akan dukungan finansial. of scholarships. With this in mind, Sampoerna Foundation will embark on Sampoerna Foundation menerapkan kebijakan non-diskriminatif, secara the second phase of its programs. While continuing to support scholarships, aktif menjunjung keanekaragaman dan multikultural dalam proses seleksi this phase will also include teacher’s infrastructure and institutional para penerima beasiswa. development programs. Sampoerna Foundation memahami bahwa untuk dapat memberikan sumbangsih nyata dalam sektor pendidikan, kegiatannya harus diperluas. Berdasarkan pemikiran ini, Sampoerna Foundation akan mengembangkan kegiatan-kegiatannya, termasuk pendanaan untuk program-program, agar dapat meningkatkan sistem pendidikan di Indonesia. 15
  • 18.
  • 19.
    letter from the founder suratdari pendiri When we established Sampoerna Foundation, the first question we Ketika kami mendirikan Sampoerna Foundation, pertanyaan pertama asked ourselves was, “What is the most urgent problem that Indonesia need yang kami tanyakan kepada diri kami sendiri ialah, “Masalah paling genting to solve?” apa yang perlu diselesaikan di Indonesia saat ini?” Initially, the problems that came to mind were the obvious ones. The Awalnya, masalah-masalah yang melintas dalam benak adalah yang things we see around us every day in our big cities. Endemic poverty. nyata. Hal-hal yang kita lihat di sekitar kita setiap hari di kota-kota besar. Homeless children. Polluted water. Inadequate public health care. Kemiskinan di mana-mana. Anak-anak jalanan. Pencemaran air. Pelayanan Environmental destruction. The plight of the elderly. kesehatan umum yang belum memadai. Perusakan lingkungan. Kaum manula When the list ran to several pages, we stopped and took our bearings. We yang menyedihkan. asked ourselves, “Is there something that all these problems have in common? Ketika daftar ini mencapai beberapa lembar, kami berhenti dan mencoba Is there some action we can take that will simultaneously have a positive menyimpulkan. Kami bertanya lagi, “Apakah ada suatu kesamaan dalam impact on all of them?” semua masalah tersebut? Adakah tindakan yang dapat diambil, agar secara We found that many of Indonesia’s social ills are, indeed, linked to a berkelanjutan dapat memberi dampak positif terhadap semua masalah itu?” more fundamental issue – a shortage of effective leadership in business Kami menemukan, banyak penyakit sosial di Indonesia sebenarnya and government. berkaitan dengan hal yang lebih mendasar - kurangnya kepemimpinan efektif By ‘effective leadership’, we mean something very specific. There are three dalam bisnis dan pemerintahan. main qualities that make someone an ‘effective’ leader. ‘Kepemimpinan efekt if’ yang kami maksudkan memiliki arti sangat The first quality is expertise: the knowledge and experience required to spesifik. Ada tiga ciri khas utama yang membuat seseorang menjadi pemimpin get the job done. Effective leaders require many types of expertise. Technical yang ‘efektif.’ expertise is about the nuts-and-bolts aspect of getting a job done. Ciri khas pertama ialah keahlian: pengetahuan dan pengalaman yang Managerial expertise is about organizing and inspiring people to work diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. Para pemimpin yang efektif together to reach a common goal. Visionary expertise is about knowing how membutuhkan berbagai macam keahlian. Keahlian teknis menyangkut cara to set the right goals and priorities. menyelesaikan pekerjaan. Keahlian manajemen berkisar tentang The second quality is dedication: an unshakable commitment to the welfare pengorganisasian dan menyemangati orang lain untuk bekerjasama mencapai of the community and the nation. Leaders cannot endure, at least not for tujuan bersama. Keahlian visioner adalah kemampuan menyusun sasaran long, if their actions do not contribute in some meaningful way to the greater dan prioritas yang tepat. good. At a minimum, this means that progress must be shared fairly with all Ciri khas kedua ialah pengabdian: komitmen yang tak tergoyahkan bagi the people who make it possible and that the welfare of future generations kesejahteraan masyarakat dan bangsa. Para pemimpin tidak akan langgeng, should not be compromised for short-term gains. paling tidak hanya bertahan sebentar, jika tindakan-tindakan mereka tidak 17
  • 20.
    We not onlyexpect Sampoerna Foundation scholars to become the nation’s future leaders; we also expect them to embrace and practice the highest ethical and moral principles. Kami tidak hanya berharap para penerima beasiswa Sampoerna Foundation dapat menja- di pemimpin-pemimpin masa depan bangsa; Kami juga mengharapkan mereka memperoleh dan mempraktikan prinsip-prinsip moral dan etika yang paling tinggi. – Putera Sampoerna The third quality is morality: high principles in all of one’s actions. memberi sumbangsih berarti untuk sesuatu yang lebih besar. Setidaknya, Leaders must be honest, fair and impartial at all times. They must be willing hal ini berarti kemajuan harus dibagikan secara adil dengan semua orang to make personal sacrifices when their private interests are at odds with yang membantu perwujudannya dan kesejahteraan generasi yang akan higher moral and ethical obligations. We have only to look at recent events datang tidak boleh dikompromikan untuk pencapaian jangka pendek. in our own country to understand what happens when leaders lack this quality. Ciri khas ketiga ialah moralitas: Menjunjung tinggi prinsip-prinsip dalam I have heard it said that great leaders are born, not made. I do not adhere semua tindakannya. Para pemimpin harus bersikap jujur, bersih, dan adil to this view. Great leaders, like all of us, begin their lives as children. sepanjang waktu. Mereka harus bersedia berkorban, ketika kepentingan Personality and character are very much a product of youthful experience. pribadi mereka bertentangan dengan kewajiban moral dan etika yang lebih And, as far as I can fathom, the most important experience each of us has tinggi. Kita bisa menyaksikan yang terjadi di negeri kita belakangan ini, during our formative years is our education... or our lack thereof. untuk dapat memahami apa yang akan terjadi jika para pemimpin tidak With this understanding, the mission of Sampoerna Foundation became memiliki ciri khas ketiga ini. clear to us. The first step towards eliminating Indonesia’s social and economic Saya telah mendengar ungkapan yang mengatakan, para pemimpin ills must begin with creating effective leaders. This in turn requires an besar dilahirkan bukan diciptakan. Saya kurang sependapat dengan pan- education system that imparts expertise, commitment and ethical values to dangan ini. Para pemimpin besar, sama seperti kita, memulai kehidupannya the entire youth of the nation: male or female, urban or rural, rich or poor. sebagai kanak-kanak. Kepribadian dan karakter adalah produk utama pen- We decided to use Sampoerna Foundation’s limited resources as a catalyst galaman semasa muda. Dan sejauh pengertian saya, pengalaman paling for change; to provide young people with the intellectual and moral tools penting yang kita masing-masing alami selama tahun-tahun formatif kita they need to help themselves achieve a greater well-being. ialah pendidikan kita.... atau kekurangan kita dalam hal itu. In its start-up phase, Sampoerna Foundation is concentrating on Dengan pemahaman ini, misi Sampoerna Foundation menjadi jelas bagi secondary and university-level scholarships for financially deserving students. kita. Langkah pertama untuk memberantas penyakit sosial dan ekonomi Our immediate objective is to help alleviate the disenfranchisement of major Indonesia harus dimulai dengan menciptakan pemimpin-pemimpin yang elements of our nation’s youth and to create citizens who can make a positive efektif. Untuk ini dibutuhkan sistem pendidikan yang mencakup keahlian, social and economic contribution to their families and their nation. By providing komitmen, dan nilai-nilai etika bagi generasi muda bangsa: laki-laki atau disadvantaged students with an education, we literally create opportunities perempuan, di perkotaan atau pedesaan, kaya atau miskin. for them where no opportunities existed before. Kami memutuskan untuk menggunakan sumber daya Sampoerna We not only expect Sampoerna Foundation scholars to become the Foundation yang terbatas sebagai katalisator perubahan; membekali kaum nation’s future leaders; we also expect them to embrace and practice the muda dengan perangkat intelektual dan moral yang mereka butuhkan untuk highest ethical and moral principles. We expect them to make a life-long membantu diri mereka sendiri mencapai kesejahteraan yang lebih besar. 18
  • 21.
    commitment to thewell-being of their community and their nation. This is why Sejak awal Sampoerna Foundation telah berkonsentrasi pada pemberian we require them to participate in a series of programs designed to impart the beasiswa tingkat pendidikan menengah dan universitas bagi siswa-siswa skills and motivation they will need to honour this commitment. yang membutuhkan dukungan finansial. Tujuan jangka pendek kami ialah Looking further into the future, we envision that Sampoerna Foundation membantu mengurangi hilangnya hak-hak utama generasi muda kita serta will also become increasingly involved in efforts to reform and improve menciptakan masyarakat yang dapat memberi sumbangsih sosial dan school curriculum at the primary, secondary and university levels. ekonomi yang positif bagi keluarga dan bangsa mereka. Dengan memberi Additionally, it will also focus on the quality and qualifications of our teachers. bekal pendidikan kepada para siswa tidak mampu, secara nyata kita menciptakan Today, those Indonesians who are fortunate enough to graduate from peluang-peluang bagi mereka yang sebelumnya tidak ada sama sekali. high school or university often find themselves inadequately prepared for Kami tidak hanya berharap para penerima Sampoerna Foundation dapat the rigors of the modern marketplace. The content and pace of learning in our menjadi pemimpin-pemimpin masa depan bangsa; kami juga mengharapkan schools must be adjusted to realistically reflect the nation’s needs. Teachers mereka memperoleh dan mempraktikkan prinsip-prinsip moral dan etika must do more than lead recitations and rote learning: they must kindle yang paling tinggi. Kami berharap mereka memberi komitmen seumur hidup enthusiasm, inspire diligence, nurture independent thinking, and provide bagi kesejahteraan masyarakat dan bangsa mereka. Ini sebabnya mengapa ethical and moral direction. kami mengharuskan mereka berpartisipasi dalam serangkaian program In summary, we at Sampoerna Foundation are committed to the yang dirancang untuk menambah keterampilan dan motivasi yang mereka revitalization of the educational system in Indonesia and to helping to make butuhkan untuk menghargai komitmen ini. high-quality education available to all of our nation’s young people. Memandang lebih jauh ke depan, kami mendambakan Sampoerna These are not easy goals to attain. We realize that we will not be able to Foundation dapat meningkatkan keterlibatannya dalam upaya-upaya untuk achieve them alone. For this reason, we are also committed to inspiring others memperbaiki dan meningkatkan kurikulum sekolah di tingkat dasar, to work together towards the same vision. menengah, dan universitas. Selain itu, Sampoerna Foundation juga akan I invite you to join us in our concern... and to help Sampoerna Foundation berfokus pada kualitas dan kualifikasi guru-guru kita. attain what we believe are truly noble goals... Dewasa ini, orang-orang Indonesia yang telah menamatkan pendidikan sekolah menengah atau universitas seringkali menemukan diri mereka tidak memiliki persiapan yang cukup untuk menghadapi persaingan dalam dunia kerja modern. Materi dan langkah pembelajaran di sekolah-sekolah kita hendaknya disesuaikan terhadap kebutuhan nyata bangsa. Para guruharus melakukan lebih dari sekadar menghafal pelajaran: mereka harus membangkitkan antusiasme, menginspirasikan ketekunan, memupuk pemikiran idependen, serta memberi arahan etika dan moral. Secara ringkas, kami di Sampoerna Foundation berkomitmen untuk merevitalisasi sistem pendidikan di Indonesia dan membantu agar pendidikan berkualitas tinggi dapat dijangkau semua generasi muda bangsa kita. Tentu saja ini bukan tujuan yang mudah dicapai. Kami sadar, kami tidak dapat mencapainya sendirian. Karena itu, kami juga berkomitmen memberi inspirasi bagi pihak-pihak lain untuk bekerjasama dengan visi yang sama. Saya mengundang Anda untuk bergabung dengan kami dalam keprihatinan ini... dan membantu Sampoerna Foundation mencapai apa yang kami yakini sebagai tujuan yang sangat mulia..... PUTERA SAMPOERNA Founding Benefactor / Patron Sampoerna Foundation Pendiri / Pembina Sampoerna Foundation 19
  • 22.
  • 23.
    message from the management sepatahkata dari manajemen We are pleased to report that the past year has been a very positive period Kami bangga dapat melaporkan bahwa tahun lalu merupakan periode of growth and transformation for Sampoerna Foundation. We began the year pertumbuhan dan transformasi sangat positif bagi Sampoerna Foundation. by defining three main organizational objectives, and over the past twelve Kami mengawali tahun dengan mendefinisikan tiga tujuan utama organisasi months we have come a long way towards achieving them. dan selama dua belas bulan berikutnya kami berupaya mencapai First, we made substantial progress towards focusing more on tujuan tersebut. Sampoerna Foundation’s activities in secondary and tertiary education in Pertama, kami membuat kemajuan substansial untuk lebih berfokus Indonesia. As part of this effort, we began formulating a strategic master pada kegiatan-kegiatan Sampoerna Foundation yang berkaitan dengan plan that will serve as a coordinating framework for specific activities, and pendidikan menengah dan pendidikan tinggi di Indonesia. Sebagai bagian we clearly delineated several core programs that will underpin our long- upaya ini, kami mulai dengan merancang rencana strategis utama yang akan range goals. dipakai sebagai kerangka koordinasi untuk kegiatan-kegiatan yang lebih Second, we took ambitious steps to formalize and systemize Sampoerna spesifik, dan kami menjabarkan dengan jelas sejumlah program inti yang Foundation’s day-to-day processes and procedures. This will ensure that our akan menopang sasaran jangka panjang kami. efforts and expenditures will yield maximum benefit for both grant recipients Kedua, kami bersemangat mengambil langkah-langkah untuk and our nation. The results of some of this work can be seen in the specific memformalisasi dan membuat sistem proses dan prosedur kerja Sampoerna reports contained elsewhere in this document. Foundation sehari-hari. Hal ini akan memastikan upaya-upaya kami dan Finally, we intensified Sampoerna Foundation’s relationships with other biaya yang dikeluarkan akan memberi manfaat maksimal baik bagi para organizations and individuals who share key goals and objectives, both in penerima beasiswa maupun bangsa kami. Sebagian hasil kerja ini dapat Indonesia and around the world. Several important alliances have been disimak dalam laporan spesifik yang ada di buku tahunan ini. forged or renewed, expanding the reach of our programs and increasing the Akhirnya, kami mengintensifkan hubungan Sampoerna Foundation dengan social impact of our grants. We have also appointed a formal representative berbagai organisasi dan individu yang memiliki sasaran dan tujuan utama in the United States who will act as an ‘on-the-ground’ presence for yang sama, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Beberapa kemitraan Sampoerna Foundation scholars and for those in the U.S. who would like to penting telah dibentuk atau diperbarui, memperluas pencapaian program- support the Foundation’s vision and goals. program kami, dan meningkatkan dampak sosial bantuan finansial yang We are delighted with the progress that Sampoerna Foundation has kami berikan. Kami juga mengangkat perwakilan formal di Amerika Serikat made over the past year. In the short span of twelve months, the Foundation yang akan menjadi tanda kehadiran Sampoerna Foundation bagi para has increased the kinds and amounts of assistance provided in support of penerima beasiswa di sana, serta bagi khalayak di Amerika Serikat yang education in Indonesia. We have made major strides towards becoming a ingin mendukung visi dan sasaran Sampoerna Foundation. From left to right Dari kiri ke kanan: Elan Merdy, Michelle Sampoerna, Niken Rachmad and Tjandra Bachtiar 21
  • 24.
    mature and internationallyrespected institution. Nonetheless, there Kami gembira dengan kemajuan yang dicapai Sampoerna Foundation remains much work to be done. We will continuously strive to achieve our selama tahun silam. Dalam kurun waktu singkat selama dua belas bulan, vision and mission, and improve our own performance in 2004 and beyond. Sampoerna Foundation telah meningkatkan jenis dan besar bantuan yang diberikan guna mendukung pendidikan di Indonesia. Kami telah membuat langkah penting untuk menjadi institusi yang matang dan dihormati secara internasional. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Kami akan terus berjuang mencapai visi dan misi kami, serta meningkatkan kinerja kami di tahun 2004 dan selanjutnya. EXECUTIVES PENGURUS MICHELLE SAMPOERNA NIKEN K. RACHMAD Executive Director of Sampoerna Foundation Sampoerna Foundation Director Formerly Manager of communications at PT Hanjaya Mandala Sampoerna, Head of Corporate Communications for the Sampoerna family of companies. and Director of Sampoerna Jones Designs. Formerly Managing Director of Ogilvy PR, Indonesia. Direktur Eksekutif Sampoerna Foundation Direktur Sampoerna Foundation Sebelumnya adalah Manajer Komunikasi PT Hanjaya Mandala Sampoerna Pimpinan Corporate Communication untuk keluarga dan perusahaan Tbk. dan Direktur Sampoerna Jones Designs. Sampoerna. Sebelumnya Direktur Pelaksana Ogilvy PR, Indonesia. ELAN MERDY TJANDRA BACHTIAR Operations and Finance Director of Sampoerna Foundation Sampoerna Foundation Director Formerly Manager of Business and Financial Consulting Division at Arthur Corporate Secretary for PT HM Sampoerna Tbk. Lecturer at the University of Andersen-Prasetio Strategic Consulting. Indonesia in management control systems and management accounting. Direktur Operasional dan Keuangan Sampoerna Foundation Direktur Sampoerna Foundation Sebelumnya Manajer Divisi Konsultasi Bisnis dan Keuangan di Arthur Corporate Secretary PT HM Sampoerna Tbk.; Pengajar di Universitas Andersen-Prasetio Strategic Consulting. Indonesia untuk mata kuliah sistem pengendalian manajemen dan manajemen akuntansi. 22
  • 25.
    meet the board dewanpegurus The Foundation’s charter defines a structure and sets clear responsibilities Peraturan Sampoerna Foundation menjabarkan struktur serta| and accountabilities for both strategic and day-to-day management. menetapkan tanggung jawab dan kewenangan bagi manajemen strategis • Patrons devise policy and make key decisions. maupun operasional. • Supervisors provide guidance and oversight on strategically important • Pembina menentukan kebijakan dan membuat keputusan-keputusan issues. penting. • Executives, led by an Executive Director, manage the operation of the • Pengawas memberi bimbingan dan pengawasan terhadap hal-hal strategis Foundation. yang penting. Sampoerna Foundation operates transparently within strict financial • Pengurus, yang dipimpin oleh Direktur Eksekutif, menjalankan operasional guidelines to ensure that programs are implemented effectively and yayasan. efficiently within allocated budgets. The Foundation is audited by Ernst & Sampoerna Foundation beroperasi secara transparan dengan pedoman Young and a publicly available annual report provides comprehensive keuangan yang ketat, guna menjamin program-program diterapkan secara details of the Foundation’s operations and finance activities. efektif dan efisien sesuai anggaran yang dialokasikan. Pembukuan Since its inception, Sampoerna Foundation has provided scholarships to Sampoerna Foundation diperiksa oleh Ernst & Young dan hasilnya more than 9,200 students across the Indonesian archipelago, ranging from dipublikasikan melalui laporan tahunan yang memuat data terperinci high school to university, including overseas study in MBA programs. tentang aktivitas operasional dan keuangan. Currently, Sampoerna Foundation scholars are enrolled in prestigious institutions in the United States such as Wharton, Kellogg, Michigan and Indiana universities. 23
  • 26.
    ARIEF TARUNAKARYA SUROWIDJOJO,SH, L.LM PATRON PEMBINA Senior lecturer at the Faculty of Law at University of Indonesia; Director of the Capital Market Continuing Legal Education Program; Indonesian Editor of the Asia Business Law Review; Founder and member of the Board of Trustees of the Indonesian Transparency Society (MTI); founder and Chairperson of the Indonesian Law and Policy Study Center (PSHKI); founder and member of the Board of the Indonesian Institute for Corporate Governance; founder and member of the Board of Trustees of Transparency International Indonesia; member of the Board of Trustees of the Indonesian World Wildlife Fund for Nature. Pengajar senior di Fakultas Hukum Universitas Indonesia; Direktur Program Pendidikan Hukum Pasar Modal Lanjutan; Redaktur Indonesia di penerbitan Asia Business Law Review; Pendiri dan Anggota Dewan Komisaris Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI); Pendiri dan Ketua Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHKI); Pendiri dan Anggota Dewan Indonesian Institute for Corporate Governance; Pendiri dan Anggota Dewan Komisaris Transparency International Indonesia; Anggota Dewan Komisaris World Wildlife Fund for Nature Indonesia. JOHN A. PRASETIO, SE PATRON PEMBINA Chairman of Prasetio Utomo (an affiliate of Ernst & Young International); head of the Department of Investment; member of the National Economic Recovery Committee of the Indonesian Chamber of Commerce and Industry; member of the Board of the Pacific Basin Economic Council, the World Wide Fund for Nature, the Red Cross Foundation and the Expert Council of Public Companies in Indonesia; member of the Board of Commissioners of PT. Bimantara Citra. Pimpinan Prasetio Utomo (afiliasi Ernst and Young International); Kepala Departemen Investasi; Anggota Komite Pemulihan Ekonomi Nasional dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia; Anggota Dewan Pacific Basin Economic Council, World Wide Fund for Nature, Yayasan Palang Merah, dan Dewan Ahli Perusahaan Publik di Indonesia; Anggota Dwan Komisaris PT Bimantara Citra. DR. NURCHOLIS MADJID PATRON PEMBINA Member of the National Commission for Human Rights; member of the Advisory Board of ICMI (Indonesian Association of Muslim Intellectuals); Chairman of Paramadina Foundation and Rector of Paramadina University, Jakarta; author of books and publications on Islam, humanism, and the intellectual community. Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia; anggota Dewan Penasihat Ikatan Cedekiawan Muslim Indonesia (ICMI); Ketua Yayasan Paramadina dan Rektor Universitas Paramadina, Jakarta; penulis sejumlah buku dan publikasi bertema Islam dan kemanusiaan, serta komunitas intelektual. DRS. EKA DHARMAJANTO KASIH SUPERVISOR PENGAWAS Commissioner of PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk.; director of a number of businesses within the Sampoerna group, including Managing Director of Sampoerna International Finance Company in the Netherlands. Komisaris PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk.; Direktur sejumlah divisi usaha dalam kelompok Sampoerna, termasuk Direktur Pelaksana Sampoerna International Finance Company di Belanda.
  • 27.
    MARZUKI USMAN, SE,MA. SUPERVISOR PENGAWAS Minister of Tourism (1998-1999); State Minister for Investment (1999); Minister of Forestry (2001); member of the People’s Consultative Assembly (1997-1998 and 1999-2001); member of the International Advisory Board, Centre for Tropical Forest Conservation. Menteri Pariwisata (1998-1999); Menteri Negara untuk Investasi (1999); Menteri Kehutanan (2001); anggota Dewan Pertimbangan Agung (1997-1998 dan 1999-2001); anggota Dewan Penasihat Internasional, Pusat Konservasi Hutan Tropis Internasional. JOHN N. MEEKS SENIOR ADVISOR – UNITED STATES Has many years of residence in Indonesia, including as volunteers in humanitarian cause. His familiarity with Indonesia and dedication to others will enable him to assist Sampoerna Foundation MBA scholars at U.S. universities. He will also be the point of contact in the United States for any parties interested in learning more about the Foundation’s vision, mission and programs. Memiliki pengalaman menetap di Indonesia, termasuk sebagai relawan untuk kegiatan kemanusiaan. Pengetahuannya tentang Indonesia serta dedikasinya pada sesama menjadikan beliau orang yang tepat untuk membantu para penerima beasiswa Sampoerna Foundation di Amerika Serikat. Beliau juga menjadi sumber informasi bagi para pihakdi Amerika Serikat yang tertarik untuk mengetahui lebih banyak mengenai visi, misi dan program Sampoerna Foundation. DR. HEINRICH SEEMANN ADVISOR – EUROPE Has a lifetime of experience working for educational improvement in his native Germany, Dr. Seemann held various high-ranking education- related government positions. In his capacity as German Ambassador to Indonesia in the mid-1990s, Dr. Seemann put education at the forefront of his concerns. Dr. Seemann memiliki pengalaman yang luas dalam pembangunan sektor pendidikan. Beliau pernah memegang berbagai jabatan penting yang berkaitan dengan pendidikan di pemerintahan Jerman. Pada pertengahan tahun 1990-an, beliau menjabat sebagai Duta Besar Jerman untuk Indonesia. 25
  • 29.
    2003 operational highlights sekilas operasional 2003 The total number of secondary schools able to accept students was 12,307, or about 6.77% of the total number of schools in Indonesia from elementary school through high school. Based on those statistics, each school is able to accommodate 410 students, but only has on average 30 teachers. (Source: Ministry of National Education – 2002) Jumlah sekolah menengah yang dapat menampung siswa sebanyak 12.307 atau sekitar 6,77% dari seluruh sekolah di Indonesia tingkat SD hingga SMA. Berdasarkan statistik tersebut, setiap sekolah mampu menampung 410 siswa, namun hanya memiliki rata-rata 30 guru. (Sumber: Departemen Pendidikan Nasional – 2002) Left: Senior high school scholars and graduate scholars at plenary session during 2003 Annual Gathering. Kiri: Penerima beasiswa tingkat SMA dan S2 pada sidang pleno dalam acara Pertemuan Tahunan 2003. 27
  • 30.
    “ I learnedabout Sampoerna Foundation Scholarship “ Saya mengetahui tentang program beasiswa Sampoerna Program from a teacher at school. I realized that if I Foundation dari seorang guru. Saya sadar, kalau saya wanted to secure a scholarship, I had to study hard. ingin mendapat beasiswa, saya harus giat belajar. I was overjoyed to learn that my name was on the Saya begitu gembira ketika mengetahui nama saya scholarship recipient list. The scholarship means so tercantum dalam daftar para penerima beasiswa. much to my family and I. Through the assistance of Beasiswa ini sangat berarti buat saya dan keluarga. the scholarship, I have eased the burden on my Dengan adanya bantuan dana beasiswa, saya dapat parents to pay for my education.” meringankan beban orangtua saya untuk membiayai pendidikan.” Rika Mutiasari Rika Mutiasari Sampoerna Foundation High School Scholar Penerima Beasiswa SMA Negeri Sampoerna SMUN 6 Lamjabat Meuraksa Foundation Nangroe Aceh Darussalam SMAN 6 Lamjabat Meuraksa 2001 Intake Nangroe Aceh Darussalam Angkatan 2001 In 2003, Sampoerna Foundation ran four different scholarship programs Tahun 2003, Sampoerna Foundation memiliki empat program beasiswa in parallel, providing financial assistance for deserving students across yang berbeda, menyediakan bantuan finansial kepada para siswa yang Indonesia. These programs were designed to assist students from the high membutuhkan di seluruh Indonesia. Program-program ini didesain untuk school level to those enrolled in graduate studies. membantu para siswa dari sekolah menengah atas hingga mereka yang The total number of scholars supported by Sampoerna Foundation now akan menekuni studi pascasarjana. stands at 9,110 Senior High School scholars, 40 undergraduates, 95 local Jumlah penerima beasiswa yang didukung Sampoerna Foundation saat graduate scholars, and 5 graduate students in the United States. ini mencapai 9.110 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), 40 mahasiswa Although Sampoerna Foundation’s major activities consist of disbursing tingkat sarjana (S1), 95 mahasiswa pascasarjana dalam negeri (S2), dan 5 scholarships to financially deserving secondary and tertiary students, we mahasiswa pascasarjana di Amerika Serikat. are continually searching for other strategic opportunities. In September, Meskipun kegiatan utama Sampoerna Foundation adalah memberikan Sampoerna Foundation assumed a sponsorship role with the National beasiswa kepada para siswa sekolah menengah dan perguruan tinggi yang Science Olympiad, where the best and the brightest of Indonesia’s youth membutuhkan dukungan finansial, namun kami senantiasa mencari peluang- compete for honors in the fields of physics, mathematics, chemistry, biology, peluang strategis lain. Pada bulan September, Sampoerna Foundation and computer sciences. Winners will receive scholarships for undergraduate berperan sebagai sponsor dalam ajang Olimpiade Sains Nasional, di mana study at top universities in Indonesia. Among the participants at this year’s para pelajar terbaik dan tercerdas Indonesia menunjukkan kebolehan event were seven scholars from the Sampoerna Foundation’s Senior High mereka dalam bidang fisika, matematika, kimia, biologi, dan ilmu komputer. School scholarship program, representing the provinces of Bengkulu, West Para pemenang akan menerima beasiswa untuk studi tingkat sarjana (S1) di Java, Central Java and North Moluccas. beberapa universitas negeri ternama di Indonesia. Di antara para peserta During the first semester of 2003, Sampoerna Foundation made significant olimpiade sains tahun ini, ada tujuh penerima beasiswa SMA Sampoerna strides towards achieving its targets. Foundation, mewakili provinsi Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Promotion and outreach activities in Jakarta, Bandung, Yogyakarta, and Kalimantan Timur, dan Maluku Utara. Surabaya drew high levels of interest from the public. The open house in Selama semester pertama 2003, Sampoerna Foundation membuat each city was attended by more than 300 participants. Sampoerna langkah signifikan dalam mencapai sasaran-sasarannya. Foundation also participated in the education exhibition held at Gadjah Kegiatan promosi dan kunjungan di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Mada University. Surabaya memperlihatkan minat yang tinggi dari publik. Acara open house In June, Sampoerna Foundation selected three new scholars for placement di setiap kota tersebut dihadiri lebih dari 300 peserta. Sampoerna Foundation at leading business schools in the USA. The successful students arrived in juga berpartisipasi dalam pameran pendidikan di Universitas Gadjah Mada. the USA in mid-August 2003. They are now pursuing their studies at Kellogg Pada bulan Juni, Sampoerna Foundation memilih tiga penerima beasiswa School of Management – Northwestern University, University of Michigan baru yang akan belajar di sekolah bisnis terkenal di Amerika Serikat. Mereka 28
  • 31.
    “ I amvery grateful to be one of the recipients of a “ Saya sangat senang menjadi salah satu penerima Sampoerna Foundation scholarship to study management. beasiswa Sampoerna Foundation untuk menekuni I could hardly believe my eyes when I read the e-mail studi manajemen. Sukar mempercayai mata saya, notifying me of my acceptance. The scholarship is ketika saya membaca e-mail pemberitahuan tentang extremely important to me; my family no longer has to penerimaan beasiswa. Tentu saja beasiswa ini sangat worry about tuition payments, and I have the penting bagi saya, karena keluarga tidak perlu lagi responsibility of fulfilling its requirements. I look mencemaskan biaya pendidikan. Saya harus bertanggung forward to participating in social programs organized jawab memenuhi semua persyaratan beasiswa ini. by Sampoerna Foundation, in my goal to become a Saya ingin berpartisipasi dalam program-program better person.” sosial yang diadakan Sampoerna Foundation, agar saya dapat menjadi individu yang lebih baik.” Novrita Endah Putrianti Novrita Endah Putrianti Undergraduate Scholar, Management Study Penerima Beasiswa S1, Bidang Studi Manajemen Gadjah Mada University Universitas Gadjah Mada 2002 Intake Angkatan 2002 Business School and Kelley Business School – University of Indiana. tiba di Amerika Serikat pada pertengahan Agustus 2003. Mereka saat ini Our in-house quarterly publication, Ajar magazine, aimed at tertiary tengah menekuni studi di Kellogg School of Management – Northwestern scholars and alumni, obtained a new layout and format. Ajar aims to University, University of Michigan Business School, dan Kelley Business encourage Sampoerna Foundation scholars and alumni to be aware of and School – University of Indiana. responsive to the latest issues in Indonesia, as well as to strengthen the Publikasi internal kami yang terbit setiap tiga bulan, majalah Ajar, bond between the Foundation, its scholars and alumni. Ajar also serves as a ditujukan bagi para penerima beasiswa tingkat perguruan tinggi dan alumni, communication tool to promote Sampoerna Foundation’s mission, its beliefs muncul dengan format dan desain baru. Ajar dimaksudkan untuk and philosophies, and to raise public awareness of the educational situation mendorong para penerima beasiswa dan alumni Sampoerna Foundation in Indonesia. agar peduli dan responsif terhadap perkembangan terkini di Indonesia, di To strengthen the recruitment promotions, the Foundation produced samping memperkuat ikatan antara Sampoerna Foundation dengan para posters for senior high school, undergraduate and graduate scholarship penerima beasiswa dan alumninya. Ajar juga menjadi perangkat komunikasi programs. In support of the open houses conducted in Jakarta, Bandung, untuk mempromosikan misi Sampoerna Foundation, keyakinan dan Yogyakarta, and Surabaya, Sampoerna Foundation disseminated press filosofinya, serta meningkatkan kesadaran publik terhadap situasi pendidikan releases to major national and local media. The Foundation di Indonesia. The Foundation also participated in “Bincang Pagi”, (Morning Guna memperkuat promosi untuk perekrutan para penerima beasiswa, Discussion) a live Metro TV talk show program which aired on 30 June. Sampoerna Foundation menerbitkan poster untuk setiap program beasiswa In August 2003, John Meeks was appointed Sampoerna Foundation’s SMA, S1, dan S2. Sebagai dukungan terhadap acara open house di Jakarta, Senior Advisor. John will be responsible for promoting the Sampoerna Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya, Sampoerna Foundation menyebarkan Foundation in the United States, and will serve as its principal point of siaran pers di media cetak nasional dan lokal. Sampoerna Foundation juga contact in North America. An important part of John’s work will involve seeking berpartisipasi dalam acara Bincang Pagi yang disiarkan langsung oleh Metro out and engaging those who would like to learn more about the TV pada 30 Juni. Foundation’s vision, mission and programs. Pada Agustus 2003, John Meeks diangkat Sampoerna Foundation sebagai Also in September, the Foundation launched Siswa newsletter, a new Penasihat Senior. John akan bertanggung jawab mempromosikan communication tool to reach its huge base of senior high school scholars. Sampoerna Foundation di Amerika Serikat dan menjadi kontak utama di Siswa, which will be published quarterly, aims to strengthen the bond Amerika Utara. Salah satu tugas penting John ialah mencari dan membina between the Foundation and its secondary level scholars. hubungan dengan mereka yang ingin mengenal lebih jauh tentang visi, misi, dan program Sampoerna Foundation. 29
  • 33.
    Pada bulan September,Sampoerna Foundation meluncurkan newsletter SCHOLARSHIP PROGRAMS Siswa, sebuah perangkat komunikasi baru untuk menjangkau para penerima Public Senior High School Scholarship Program beasiswa SMA. Siswa, yang akan dipublikasikan setiap tiga bulan, bertujuan Sampoerna Foundation’s first and largest scholarship program supports untuk memperkuat ikatan antara Sampoerna Foundation dengan para deserving high school students. In 2001, Sampoerna Foundation made a penerima beasiswa tingkat sekolah menengahnya. commitment to the Ministry of Education to provide 9,000 secondary scholarships over a period of three years. This program provides academically PROGRAM-PROGRAM BEASISWA gifted young Indonesians, with proven financial need, with the opportunity to complete high school. Program Beasiswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) In December 2003, the Foundation exceeded this target by awarding Program ini merupakan program beasiswa Sampoerna Foundation pertama scholarships to 9,110 senior high school students attending 1,382 public dan terbesar yang diberikan kepada para pelajar Sekolah Menengah Atas schools nationwide. Negeri (SMAN) yang secara finansial kurang mampu. Tahun 2001, In the next three years, the Foundation will continue its commitment to Sampoerna Foundation menjalin kerjasama dengan Departemen Pendidikan the Ministry of Education by providing 3,000 scholarships per annum to Nasional untuk menyediakan 9.000 beasiswa selama tiga tahun. Program ini public senior high school students. memberi peluang kepada generasi muda Indonesia yang berprestasi The geographic distribution of our scholars is shown in Figure 4: akademis cemerlang namun secara finansial kurang mampu untuk menyelesaikan pendidikan di SMAN. Pada Desember 2003, Sampoerna Foundation berhasil melampaui target itu dengan memberi beasiswa kepada 9.110 pelajar di 1.382 SMAN seluruh Indonesia. Dalam tiga tahun mendatang, Sampoerna Foundation akan melanjutkan komitmennya dengan Departemen Pendidikan Nasional untuk menyediakan 3.000 beasiswa setiap tahun bagi para siswa SMAN. Penyebaran geografis para penerima beasiswa kami tampak dalam tabel berikut (lihat Gambar 4). Para penerima beasiswa menerima bantuan finansial sebesar Rp 30.000 per bulan selama maksimal tiga tahun. Jumlah ini akan ditinjau kembali tahun depan mengingat kemungkinan perubahan dalam uang sekolah. Pada tahun 2004, Sampoerna Foundation akan menjalin kerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memfasilitasi pendistribusian beasiswa SMAN ini melalui jaringan nasional yang dimiliki BRI. Dana beasiswa akan Figure 4 ditransfer ke dalam rekening setiap penerima beasiswa per semester. Scholarship recipients received financial assistance of Rp 30,000 per Kelanjutan pemberian beasiswa ini berdasarkan prestasi akademik yang month for a maximum period of three years. This amount will be reviewed memuaskan, seperti dilaporkan oleh pihak sekolah kepada Sampoerna each year to reflect possible changes in tuition fees. Foundation setiap semester. In 2004, Sampoerna Foundation will establish a cooperative agreement with Bank Rakyat Indonesia to facilitate distribution of individual grants Program Beasiswa Sarjana (S1) bidang Ekonomi di Dalam Negeri through its national network. Funds will be transferred to each scholar’s Data Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2003 menunjukkan, hanya bank account each semester. 8,6% lulusan SMA yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Kenyataan Continuation of the scholarship award is based on satisfactory academic yang menyedihkan ini membuat Sampoerna Foundation merancang program achievement, as reported by the scholars’ respective schools each semester. beasiswa yang akan menciptakan pembaruan berarti bagi bangsa. Sampoerna Foundation saat ini menyediakan beasiswa penuh bagi generasi Local Undergraduate in Economics Scholarship Program muda Indonesia yang berprestasi cemerlang namun membutuhkan dukungan Data from the National Socioeconomic Survey carried out in 2003 finansial, untuk menekuni pendidikan S1 di bidang ekonomi, manajemen, revealed that only 8.6% of high school students pursue undergraduate dan yang berkaitan dengan bisnis pada universitas-universitas negeri studies. This sad and sobering fact spurred Sampoerna Foundation to provide terkemuka di Indonesia. a comprehensive undergraduate university scholarship program that will Pada tahun 2003 telah diberikan 20 beasiswa tambahan, sehingga jumlah make a meaningful difference to the nation. Sampoerna Foundation currently beasiswa yang diberikan oleh Sampoerna Foundation menjadi 40. Para provides full scholarships to outstanding and financially deserving young penerima beasiswa memulai kuliahnya pada tahun akademik 2003/2004 di Indonesians pursuing undergraduate degrees in economics, management bidang ekonomi pada empat universitas, yaitu Universitas Indonesia and business-related fields at leading universities in Indonesia. (Jakarta), Universitas Padjadjaran (Bandung), Universitas Gadjah Mada In 2003, 20 additional scholarships were granted, bringing the total number (Yogyakarta), dan Universitas Airlangga (Surabaya). of undergraduate scholars supported by Sampoerna Foundation to 40. The Left: Petrus Endria Effendhie, Undergraduate student at Airlangga University, 2002 Intake during a regional social activity in Surabaya. Kiri: Petrus Endria Effendhie, mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Airlangga, tahun program 2002 pada kegiatan sosial regional di Surabaya. 31
  • 34.
    “ The selectionprocess was very competitive, but I saw “ Proses seleksi sangat kompetitif, tapi saya melihat from the beginning that it was fair. On a personal sejak awal proses ini adil. Bagi saya pribadi, program level, the program has given me the chance to broaden ini telah memberi saya kesempatan untuk memperluas my perspective and opened up new possibilities wawasan dan membuka peluang-peluang baru, melalui through studying for an MM in Technology at ITB. pendidikan di MM-ITB. Selama tujuh tahun bekerja di During my previous seven years working in engineering, bidang perekayasaan, saya sama sekali tidak merasakan I did not feel any connection to the subjects I had adanya keterkaitan dengan subjek-subjek yang telah studied at university – they were foreign to me. Now, saya pelajari di universitas – semua terasa asing bagi I am taking subjects which are new to me but which saya. Sekarang saya menekuni studi manajemen yang will be helpful in problem solving in the future. I hope merupakan bidang baru buat saya, tapi tentu akan my experience in marketing as well as the knowledge membantu saya dalam menyelesaikan masalah- I have acquired will stand me in good stead when masalah di kemudian hari. Saya berharap, pengalaman I start my own business.” saya dalam bidang pemasaran dan pengetahuan saya akan menjadi bekal yang bermanfaat, ketika saya akan memulai usaha saya sendiri kelak.” Ali Akbar Mustafa Ali Akbar Mustafa Master of Management Scholar Penerima Beasiswa Magister Manajemen Bandung Institute of Technology Institut Teknologi Bandung 2003 Intake Angkatan 2003 scholars will commence their studies in the 2003/2004 academic year at Program Beasiswa Pascasarjana (S2) Manajemen di Dalam Negeri five different institutions: the University of Indonesia (Jakarta), Padjadjaran Tanpa mengurangi makna bidang studi lainnya, Sampoerna Foundation University (Bandung), Gadjah Mada University (Yogyakarta) and Airlangga meyakini ilmu manajemen dan bisnis sangat relevan dengan kondisi ekonomi University (Surabaya). saat ini. Oleh karena itu, Sampoerna Foundation menyediakan beasiswa penuh bagi maksimal 30 generasi muda Indonesia berprestasi untuk dapat Local Graduate of Management Scholarship Program melanjutkan studi pascasarjananya di bidang manajemen atau bisnis Without detracting from the value of other fields of study, Sampoerna (Magister Manajemen) di sekolah-sekolah bisnis yang direkomendasikan di Foundation believes that management and business studies are especially Indonesia selama dua tahun. relevant in the current economic environment. For this reason, Sampoerna Pada November 2003, sebanyak 29 mahasiswa pascasarjana menerima Foundation provides full scholarships for up to 30 outstanding young beasiswa dari Sampoerna Foundation, sehingga jumlah penerima beasiswa Indonesians per annum so they may pursue graduate studies in management menjadi 95 orang. Para penerima beasiswa ini menekuni kuliah di bidang or business (Magister Manajemen) at pre-approved business schools in bisnis dan ekonomi pada enam institusi, yaitu Universitas Indonesia Indonesia for up to two years. (Jakarta), Institut Pengembangan Manajemen Indonesia/IPMI (Jakarta), In November 2003 29 graduate students received scholarships from Universitas Padjajaran (Bandung), Institut Teknologi Bandung (Bandung), Sampoerna Foundation, bringing the total number of scholarships disbursed Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta), dan Universitas Airlangga (Surabaya). to 95. These scholars are majoring in business and economics at six different Mulai tahun akademik 2005, Sampoerna Foundation akan memfokuskan institutions: the University of Indonesia (Jakarta); the Indonesian Institute program ini hanya pada Magister Manajemen (MM), bukan lagi pada Master for Management Development/IPMI (Jakarta); Padjadjaran University of Science dalam bidang Manajemen (MSi). Keputusan ini diambil (Bandung); Bandung Institute of Technology (Bandung); Gadjah Mada berdasarkan pandangan Sampoerna Foundation tentang pentingnya University (Yogyakarta); Airlangga University (Surabaya). pengetahuan dan keterampilan terapan. Starting in the 2005 academic year, Sampoerna Foundation will focus this program solely on the MM (Magister Management/Indonesian MBA) Program Beasiswa Studi MBA di Luar Negeri degree, instead of Master of Science in Management (MSi). This decision Sampoerna Foundation percaya, individu yang berkualitas tinggi dan was made based upon the Foundation’s view on the importance of applied kompeten pada bidang ekonomi, bisnis dan manajemen, sangat penting knowledge and skills. artinya bagi pengembangan ekonomi Indonesia. Program Beasiswa Studi MBA Luar Negeri Sampoerna Foundation ini dirancang untuk membantu Overseas MBA Scholarship Program mengembangkan para calon pemimpin perusahaan Indonesia di masa As stated previously Sampoerna Foundation believes that highly qualified, datang. Sampoerna Foundation menyediakan kesempatan kepada maksimal competent individuals with backgrounds in economics, business and lima orang mahasiswa Indonesia untuk menekuni pendidikan MBA di sekolah 32
  • 35.
    “ Receiving ascholarship from Sampoerna Foundation “ Menerima beasiswa Sampoerna Foundation untuk to study overseas at one of the world’s top five business studi di salah satu dari lima sekolah bisnis ternama di schools has been a significant step in my career path. dunia, merupakan langkah signifikan dalam perjalanan I believe that my MBA education will equip me with karier saya. Saya percaya, pendidikan MBA akan the knowledge and tools for the workplace that membekali saya dengan pengetahuan dan perangkat will allow me to analyze business problems in a more yang dibutuhkan di dunia kerja, sehingga memampukan comprehensive and structured way. I also believe that saya menganalisa masalah-masalah bisnis dengan the interaction with students from different backgrounds cara yang lebih komprehensif dan terstruktur. Saya and experiences will provide me a new perspective on juga yakin, interaksi dengan para mahasiswa dari my own country, particularly the opportunities and berbagai latar belakang dan pengalaman, akan challenges it faces.” memberi saya perspektif baru tentang negara kita, terutama peluang dan tantangan yang dihadapi.” Nadia Chiarina Nadia Chiarina Overseas Master of Business Administration Penerima Beasiswa MBA Luar Negeri (MBA) Scholar Wharton School of Business Wharton School of Business University of Pennsylvania, USA University of Pennsylvania, USA Angkatan 2002 2002 Intake management are crucial for Indonesia’s economic development. The bisnis terbaik di luar negeri untuk masa studi maksimal 2 tahun. Sampoerna Foundation Overseas MBA Scholarship Program is designed to Pada 2003, tujuh kandidat diseleksi dan telah mendaftar pada sekolah- help groom Indonesia’s business leaders for the future. Sampoerna sekolah bisnis terbaik di Amerika Serikat. Mereka bersaing untuk mendapatkan Foundation provides up to five financially deserving Indonesian students empat beasiswa Sampoerna Foundation untuk studi MBA di luar negeri with the opportunity to pursue a Master’s in Business Administration degree pada tahun akademik 2004/2005 dan 2005/2006. at top-ranked overseas business schools for a maximum of two years. Para penerima beasiswa studi MBA Sampoerna Foundation tahun 2001, In 2003, seven prospective candidates have been selected for this program yang saat ini tengah menyelesaikan pendidikannya di Kellog School of and have submitted applications to top-tier business schools in the United Management – Northwestern University dan Wharton Business School – States. They are competing for four Sampoerna Foundation overseas University of Pennsylvania, telah diwawancarai oleh beberapa perusahaan scholarships, for the 2004/2005 and 2005/2006 academic years. multinasional untuk ditempatkan di Indonesia. Mereka akan menyelesaikan Lamtiurida Hutabarat and Nadia Chiarina, two Sampoerna Foundation pendidikannya pada pertengahan 2004 dan kembali ke Tanah Air. scholars from the 2001 intake currently completing their degrees at Kellogg Tiga penerima beasiswa Sampoerna Foundation tahun 2002 saat ini tengah Business School – Northwestern University and Wharton School of Business mendalami pendidikannya di Kellog School of Management – Northwestern – University of Pennsylvania respectively, have been interviewed by several University, University of Michigan Business School – Ann Arbor dan Kelley multinational corporations for posts in Indonesia. They will complete their Business School – University of Indiana. studies in mid-2004 and return home shortly thereafter. Kami menerima tanggapan positif tentang semua penerima beasiswa Three Sampoerna Foundation MBA scholars from the 2002 intake are kami. Belum lama ini kami menerima laporan mengenai salah satu penerima currently pursuing their studies: Edwin Utama at Kellogg School of Management beasiswa kami yang tengah mengikuti program MBA di Kelley. Laporan yang – Northwestern University, Adi Iskandar at the University of Michigan Business berasal dari administrator di Indiana University menuliskan, “Anak ini School – Ann Arbor and Yulius at Kelley Business School, University of Indiana. sangat hebat untuk Program MBA Kelley. Ia menunjukkan kinerja yang baik We received positive feedback regarding all our scholars. A representative secara akademik maupun profesional. Setelah berinteraksi dengannya report we recently received commented on one of our scholars currently di kelas, saya dapat mengatakan kepada Anda, ia kontributor yang attending the Kelley MBA program. The report was from an administrator at mengagumkan dalam diskusi-diskusi studi kasus. Saya sangat terkesan.” Indiana University who wrote: “He is a fantastic fit for the Kelley MBA Program. He is doing a wonderful job both academically & professionally. Having interacted with him in my own classroom, I can tell you that he is a wonderful contributor to our case discussions. I am very impressed with the contributions he makes on a regular basis.” 33
  • 36.
    SPECIAL PROGRAM PROGRAM KHUSUS National Science Olympiad Olimpiade Sains Nasional The National Science Olympiad is an annual event held by the Olimpiade Sains Nasional adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan Directorate General of Primary and Secondary Education, Ministry of Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen National Education. This event is designed to stimulate the academic abilities Pendidikan Nasional. Kegiatan ini dirancang untuk mendorong kemampuan of gifted high school students and to create a healthy, competitive environment akademik para siswa sekolah yang berbakat dan meningkatkan iklim kompetisi for academic achievement in the field of science. The competition encompasses akademik yang sehat khususnya di bidang ilmu pengetahuan. Kompetisi ini five major disciplines: Chemistry, Mathematics, Informatics/Computer meliputi lima disiplin ilmu, yaitu Kimia, Matematika, Informatika/Ilmu Science, Physics and Biology. Students initially participate in school-specific Komputer, Fisika dan Biologi. competitions. Winners progress through semi-finals at district/municipality Pertama kali, para pelajar mengikuti kompetisi di setiap sekolah. Para and provincial levels to the national finals event. All national winners are pemenang dari kompetisi ini kemudian mengikuti babak semi final di trained as potential participants for the International Science Olympiad. tingkat kabupaten dan provinsi, serta babak final di tingkat nasional. Semua In 2003, as part of its effort to support the best and brightest students in pemenang tingkat nasional akan dilatih sebagai calon peserta Olimpiade Indonesia, Sampoerna Foundation agreed to provide 25 scholarships annually Sains Internasional. for gold medal winners of the National Science Olympics. Recipients can use Sebagai bagian dari usaha untuk mendukung para pelajar Indonesia these scholarships for undergraduate study at pre-approved local universities terbaik ini, pada tahun 2003 Sampoerna Foundation menyediakan 25 beasiswa in any field of applied sciences or business/management. Sampoerna per tahun kepada para peraih medali emas tingkat SMA. Para penerima Foundation will also support Indonesian gold medalists at the international beasiswa dapat menggunakan beasiswa ini untuk meneruskan pendidikan event with scholarships for overseas undergraduate studies. kesarjanaan di bidang ilmu pengetahuan terapan, atau bisnis/manajemen pada universitas-universitas negeri yang direkomendasikan. Sampoerna Foundation juga akan mendukung para pemenang medali emas asal ALUMNI Indonesia yang bertarung di arena Olimpiade Sains Internasional dengan Since the 3rd Quarter of 2003, much time, thought and effort have been menyediakan beasiswa untuk studi tingkat sarjana di luar negeri. put into planning programs and activities for graduating Sampoerna Foundation scholars. This has culminated in the decision to establish the ALUMNI Sampoerna Foundation Alumni Center. The department’s objectives are to provide a forum for the alumni to develop both professional and personal Sejak kuartal ketiga tahun 2003, banyak waktu, pemikiran, dan upaya qualities, foster a lasting mutual relationship between the alumni and the telah dicurahkan untuk merancang program dan kegiatan bagi para penerima Foundation, and to work together with the alumni to improve the education beasiswa Sampoerna Foundation yang telah menamatkan studi. Semua sector in our country. bermuara pada keputusan untuk mendirikan Sampoerna Foundation Alumni Sampoerna Foundation Alumni Association (SFAA) will also be formed in Center. Tujuan departemen ini ialah menyediakan suatu forum bagi alumni 2004. This is a separate organization, formed and fully managed by the untuk mengembangkan kualitas profesional dan pribadi mereka, membina alumni. The association serves as a channel for alumni networking and for kelestarian hubungan timbal-balik antara alumni dengan Sampoerna the exchange of information and opportunities. We hope that by being an Foundation, serta bekerjasama dengan alumni untuk mengembangkan sektor active member, an alumnus will be able to get to know their fellow alumni pendidikan di Tanah Air. better, allowing networking and better cooperation. Sampoerna Foundation Alumni Association (SFAA) akan dibentuk tahun The alumni association will open its memberships to graduates from the 2004. Ini merupakan organisasi terpisah, didirikan dan dikelola penuh oleh Local Undergraduate Program, Local Graduate Program, Overseas Graduate alumni. Asosiasi akan menjadi sarana penghubung alumni serta ajang Program, and Senior High School Program. Currently, we have over 30 alumni, pertukaran informasi dan peluang karier. Kami berharap, dengan menjadi and by the end of the year we will have 1,332 graduates, most of them coming anggota yang aktif, alumnus dapat lebih mengenal rekan-rekannya, from the senior high school program. By the end of 2005, the number will memungkinkan terciptanya jejaring dan kerjasama lebih baik. more than double. Anggota asosiasi alumni terbuka untuk lulusan program beasiswa S1, S2 di dalam dan luar negeri, maupun lulusan SMA. Saat ini kami etlah memiliki lebih dari 30 alumni. Pada akhir 2004, alumni kami akan mencapai 1.332 SCHOLAR ACTIVITIES orang, kebanyakan mereka berasal dari program beasiswa SMA. Pada akhir Annual Gathering 2005, jumlah ini akan lebih dari berlipat ganda. The Annual Gathering is an important event for both the scholars and Sampoerna Foundation. It is designed to provide an opportunity to come PERTEMUAN TAHUNAN together, gain a better understanding of the Foundation’s values, and foster character, leadership qualities, social awareness and a strong sense of family. Pertemuan Tahunan adalah salah satu kegiatan penting bagi para penerima It strengthens the bond among all members of Sampoerna Foundation’s beasiswa maupun Sampoerna Foundation. Kegiatan ini dirancang untuk “big family”. memberi kesempatan berkumpul, meningkatkan pemahaman yang lebih Right: Scholars preparing for social activity during 2003 Annual Gathering. Kanan: Penerima beasiswa sedang bersiap untuk kegiatan bakti sosial pada Pertemuan Tahunan 2003. 34
  • 38.
    “ The daybefore I graduated, a multinational company “ Sebelum saya diwisuda, sebuah perusahaan multinasional that is the global leader in its field recruited me. yang ternama di bidangnya merekrut saya. Bekerja Working for a world-class company is a new challenge di perusahaan kelas dunia merupakan tantangan for me, an opportunity to enhance my skills base and baru buat saya, peluang untuk meningkatkan learn from experienced professionals. I am grateful for keterampilan saya dan belajar dari para profesional all I have achieved, and I will continue to add to my yang berpengalaman. Saya bersyukur untuk segala qualifications in order to keep up with this rapidly yang telah saya capai, dan saya akan terus mengasah changing world. The biggest challenge is to find out diri agar dapat mengikuti lajunya perubahan di dunia how I can contribute to our beloved nation. So to my ini. Tantangan terbesar saya ialah mencari tahu apa fellow scholars, I hope that we can work together to yang dapat saya sumbangkan bagi bangsa tercinta. achieve our dreams and build a better Indonesia.” Karena itu, rekan-rekan penerima beasiswa, saya berharap kita dapat bekerjasama untuk mencapai impian kita dan membangun Indonesia yang lebih baik.” Dicky Adinda Sukarmadji, MM Dicky Adinda Sukarmadji, MM Alumni Alumni Magister Management Magister Manajemen Universitas Indonesia, Jakarta University of Indonesia, Jakarta Angkatan 2001, lulus pada 20 September 2002 2001 Intake, Graduated on 20 September 2002 Attendance at the annual gathering is mandatory for all university-level baik tentang nilai-nilai Sampoerna Foundation, membina karakter, kualitas scholars from the cities of Jakarta, Bandung, Yogyakarta and Surabaya. The kepemimpinan, kepedulian sosial, dan suasana kekeluargaan yang erat. three-day event is a venue where scholars can share their experiences and Kegiatan ini semakin mempererat ikatan anggota keluarga besar Sampoerna build a network of contacts with their counterparts from other universities Foundation. and cities. They also develop personal skills through training and discussions. Pertemuan Tahunan ini wajib diikuti semua penerima beasiswa tingkat In addition, a communal outreach activity is also incorporated into the event. universitas dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Kegiatan yang The 2003 annual gathering included a professional and personal diadakan selama tiga hari ini merupakan ajang bagi para penerima beasiswa development program, motivational seminars, sharing and discussion untuk membagi pengalaman mereka dan membangun jaringan persahabatan forums, as well as outbound activities and a social outreach project where dengan rekan-rekan mereka dari universitas dan daerah lain. Di sini, mereka scholars helped renovate an elementary school in a village near the location juga membangun keterampilan pribadi melalui pelatihan dan diskusi. of the Annual Gathering. Sebagai tambahan, dalam kegiatan ini juga dilakukan bakti sosial untuk masyarakat sekitar. Regional Social Activities Acara Pertemuan Tahunan 2003 meliputi program pengembangan pribadi Being a Sampoerna Foundation Scholar entails much more than maintaining dan profesi, seminar tentang motivasi, forum diskusi dan berbagi, juga good academic standing. The Foundation also encourages scholars to develop kegiatan luar ruang dan sosial. Pada acara bakti sosial, para penerima beasiswa social sensitivity and awareness about the needs of the community. membantu memperbaiki fasilitas salah satu SD Negeri yang letaknya In Bandung, 13 local undergraduate and graduate scholars attending berdekatan dengan tempat penyelenggaraan Pertemuan Tahunan. Padjadjaran University and the Indonesian Institute of Technology (ITB) organized a visit to a local orphanage for the blind. The students helped Kegiatan Sosial Regional clean the orphanage and donated a Braille machine, 30 walking sticks and Menjadi penerima beasiswa Sampoerna Foundation lebih dari sekadar a guitar. They also initiated a reading program that they plan to continue on mempertahankan prestasi akademik yang baik. Sampoerna Foundation a regular basis. juga mendorong para penerima beasiswanya untuk mengembangkan In Yogyakarta, 16 scholars renovated and donated books to a library at a kepekaan dan kepedulian terhadap orang-orang di sekitar mereka yang halfway house for street children. In Surabaya, Sampoerna Foundation membutuhkan bantuan. scholars, along with peers invited from the Indonesia Australia Language Para penerima beasiswa memberi usulan atau gagasan tentang bantuan Foundation (IALF), held a training session to teach handicraft skills to yang akan diberikan kepada komunitas tertentu yang membutuhkan, kemudian orphans and marginalized children. In Jakarta, scholarship recipients taught membuat rencana merealisasi bantuan tersebut, dan mengorganisasi street children how to generate income from T-shirt printing. kegiatan sosial setiap tiga bulan di kota tempat mereka menuntut ilmu. By involving scholars in these social activities, the Foundation ensures Di Bandung, sebanyak 13 penerima beasiswa S1 dan S2 Sampoerna that they not only excel academically but are also sensitive and committed Foundation yang menekuni studi di Universitas Padjadjaran dan Institut 36
  • 39.
    “ As anindependent non-profit institution, Sampoerna “ Sebagai lembaga nirlaba yang independen, Sampoerna Foundation has spread awareness of the importance of Foundation telah menebar kepedulian terhadap education for the country’s youth by granting scholarships kelanjutan pendidikan anak bangsa melalui pemberian to young, academically outstanding students. beasiswa bagi generasi muda Indonesia yang berprestasi. In a developing country such as Indonesia, we cannot Di negara sedang berkembang seperti Indonesia, fully depend on the government to overcome all the kita tidak dapat sepenuhnya mengandalkan problems in the education sector. The support and Pemerintah dalam mengatasi berbagai masalah di participation of the entire members of the community bidang pendidikan. Diperlukan dukungan dan partisipasi are required to assist in the process of developing the segenap warga masyarakat untuk turut serta intellectual life of the Indonesian nation.” mencerdaskan kehidupan bangsa.” Sri Sultan Hamengku Buwono X Sri Sultan Hamengku Buwono X Governor of Special Region of Yogyakarta, also the Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, traditional leader of the Sultanate of Yogyakarta Sultan dari Kesultanan Yogyakarta to solving the social and economic problems faced by their neighbors in Teknologi Bandung (ITB) mengunjungi panti tunanetra. Mereka membersihkan surrounding communities and the nation as a whole. panti dan menyumbang alat tulis Braille, 30 tongkat untuk berjalan, dan sebuah gitar. Mereka juga membacakan sejumlah buku untuk para penyandang tunanetra di sana, yang menurut rencana akan menjadi kegiatan rutin. NEW PROGRAMS FOR 2004 Di Yogyakarta, 16 penerima beasiswa merenovasi dan menyumbangkan Sampoerna Foundation is embarking on a number of exciting new programs sejumlah buku bacaan ke perpustakaan di rumah singgah bagi anak-anak in 2004 in its continuing effort to enhance the quality of education in jalanan. Di Surabaya, para penerima beasiswa Sampoerna Foundation Indonesia, and to ensure that graduates of the system are bright, intelligent bersama-sama dengan beberapa siswa dan guru Indonesia Australia and competent individuals. Language Foundation (IALF), menggelar pelatihan keterampilan membuat ketupat bagi para yatim piatu dan anak-anak miskin. Sementara di Jakarta, • Fulbright-Sampoerna Foundation Master of Business Administration para penerima beasiswa mengajarkan anak-anak jalanan cara menyablon (MBA) Scholarship Program untuk memperoleh penghasilan. Sampoerna Foundation is the first local Indonesian partner of the Dengan melibatkan para penerima beasiswa dalam berbagai kegiatan American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF), the administrator sosial, Sampoerna Foundation ingin memastikan, mereka bukan hanya of the Fulbright program in Indonesia. The collaboration, signed on berprestasi cemerlang, tapi jugaa memiliki kepekaan dan komitmen untuk January 14, 2004, will provide two academically gifted Indonesian students menyelesaikan masalah-masalah sosial dan ekonomi yang dialami per year with scholarships to pursue MBA studies at leading business masyarakat sekitarnya dan bangsa secara keseluruhan. schools in the USA for a maximum duration of two years. The program is expected to commence in the third quarter 2005. PROGRAM-PROGRAM BARU TAHUN 2004 • Junior High School Scholarship Program Sampoerna Foundation akan memulai sejumlah program baru di tahun Sampoerna Foundation is also expanding its commitment to education in 2004 sebagai kelanjutan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia by providing scholarships for Junior High School students. In Indonesia, serta memastikan para lulusannya adalah individu-individu yang cooperation with the Directorate General of Primary and Secondary cerdas dan kompeten. Education, Sampoerna Foundation plans to support a total of 1,000 Junior High School students from economically disadvantaged families • Program Beasiswa Studi MBA Fulbright-Sampoerna Foundation in the academic year 2004/2005. They will receive monthly financial Sampoerna Foundation adalah mitra lokal pertama bagi American assistance for a maximum period of three years, dependent on maintaining Indonesian Exchange Foundation (AMINEF), administrator program satisfactory academic achievement. Fulbright di Indonesia. Kesepakatan kerjasama yang ditandatangani 37
  • 40.
    “ I fullyshare and support the vision of Sampoerna “ Saya sangat mendukung visi Sampoerna Foundation, Foundation that only through universal access to bahwa hanya melalui akses universal terhadap sekolah schooling and through high-quality education can dan melalui pendidikan yang berkualitas tinggi, Indonesia impart first-class intellectual and ethical Indonesia dapat menghasilkan intelektual kelas dunia standards to emerging generations of business and dan standar etika, agar tercipta generasi pemimpin bisnis government leaders who will lead the country. There dan pemerintahan yang akan memimpin negeri ini. can be no doubt that building a strong nation depends Tidak diragukan lagi, membangun bangsa yang kuat largely on quality education and qualified human sangat bergantung pada pendidikan yang berkualitas resources. Investment in human resources is therefore dan sumber daya manusia yang kompeten. Karena itu, the best investment in our future. I believe that this investasi dalam sumber daya manusia adalah investasi vision of Sampoerna Foundation needs to be shared terbaik bagi masa depan kita. Saya yakin, visi and supported by local and multinational corporations Sampoerna Foundation ini perlu dibagikan dan involved in Indonesia.” didukung oleh perusahaan-perusahaan lokal dan multinasional yang ada di Indonesia.” Abdurahman Wahid Abdurahman Wahid 4th President of the Republic of Indonesia 4th President of the Republic Indonesia • Teacher Program pada 14 Januari 2004 akan membuka peluang studi setiap tahun kepada Recognizing the importance of educators in motivating students to excel, dua mahasiswa Indonesia yang berprestasi cemerlang untuk menekuni Sampoerna Foundation’s Teacher Training Program aims to improve the studi MBA di sekolah-sekolah bisnis terkemuka di Amerika Serikat, selama teaching quality of selected primary and secondary public school teachers maksimal dua tahun. Program ini diharapkan mulai berjalan pada kuartal from four major cities. The training program will be a series of courses ketiga 2005. conducted over a one-year period, covering various areas of teaching, and include a project at its conclusion. • Program Beasiswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Sampoerna Foundation juga memperluas komitmennya bagi kemajuan • Institutional Development pendidikan di Indonesia dengan menyediakan beasiswa untuk para To address the various issues affecting the quality of Indonesian graduate siswa Sekolah Menengah Pertama. Bekerjasama dengan Direktorat students (specifically from graduate business schools), Sampoerna Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Sampoerna Foundation Foundation is considering embarking on a program tailored to institutional berencana memberi dukungan setiap tahun kepada 1.000 siswa SMPN development. Sampoerna Foundation believes that the most effective yang berasal dari keluarga tak mampu, mulai dari tahun akademik means will be the establishment of a comprehensive pilot graduate 2004/2005. Mereka akan menerima bantuan finansial setiap bulan business school that shares its expertise and knowledge with other selama maksimal tiga tahun, tergantung pada keberhasilan mereka graduate business schools. mempertahankan prestasi akademik yang memuaskan. • International Science Olympiad • Program Guru In its continuing support for the National Science Olympiad, in 2004 Menyadari pentingnya peran para pendidik dalam memotivasi para Sampoerna Foundation will also be involved in supporting the siswa agar berprestasi, Program Pelatihan Guru Sampoerna Foundation International Science Olympiad. Winners from the national olympiad bertujuan meningkatkan kualitas pengajaran para guru pilihan dari will be trained to be sent to represent Indonesia at this prestigious sejumlah sekolah dasar dan sekolah lanjutan di empat kota besar. international event. Program pelatihan berupa serangkaian kursus yang diadakan selama satu tahun, mencakup berbagai bidang pengajaran termasuk tugas akhir. • Pengembangan Kelembagaan Untuk menangani beraneka masalah yang mempengaruhi kualitas para lulusan pascasarjana Indonesia (terutama lulusan sekolah bisnis), 38
  • 41.
    “ ...As amember of the civil society, Sampoerna “ .... Sebagai bagian dari masyarakat sipil, Sampoerna Foundation has shown it is one of the rapidly growing Foundation termasuk salah satu organisasi nirlaba non-profit organizations in Indonesia. Its focus on the yang tumbuh pesat di Indonesia. Fokus Sampoerna development of Indonesian people through education Foundation pada pengembangan masyarakat is a commendable effort that has to be followed and Indonesia melalui pendidikan merupakan usaha yang supported by many, particularly financially-able patut dipuji, yang sebaiknya diikuti dan didukung oleh individuals and corporations.” banyak pihak, terutama individu-individu dan perusahaan- perusahaan yang memiliki kemampuan finansial.” Arief T. Surowidjojo SH. L.LM Arief T. Surowidjojo, S.H., L.LM Board of Advisor Sampoerna Foundation Dewan Penasihat Sampoerna Foundation Sampoerna Foundation mempertimbangkan untuk merancang suatu program khusus untuk pengembangan kelembagaan. Sampoerna Foundation yakin, cara yang paling efektif ialah mendirikan sebuah sekolah bisnis percontohan yang dapat membagi pengalaman dan pengetahuan dengan sekolah-sekolah bisnis lain. • Olimpiade Sains Internasional Sebagai kelanjutan dukungan terhadap Olimpiade Sains Nasional, Sampoerna Foundation juga akan terlibat dalam Olimpiade Sains Internasional. Para pemenang Olimpiade Sains Nasional akan dilatih untuk mewakili Indonesia dalam ajang kompetisi internasional yang bergengsi ini. 39
  • 42.
    Eka Rosmitalia, Graduatestudent at Padjadjaran University, 2003 Intake, during regional social activity in Bandung. Eka Rosmitalia, mahasiswa program Magister Manajemen di Universitas Padjadjaran, tahun program 2003 pada acara sosial regional di Bandung.
  • 43.
    financial statements with Independent Auditors’ Report Years Ended December 31, 2003 And 2002 laporan keuangan Dengan Laporan Auditor Independen Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2003 dan 2002 CONTENTS Independent Auditors’ Report 42 Statements of Financial Position 43 Statements of Activities 44 Statements of Cash Flows 45 Notes to Financial Statements 46 DAFTAR ISI Laporan Auditor Independen 52 Laporan Posisi Keuangan 53 Laporan Aktivitas 54 Laporan Arus Kas 55 Catatan atas Laporan Keuangan 56 41
  • 44.
    Independent Auditors’ Report ReportNo. RPC-2189 The Patrons, Supervisors and Executives Yayasan Sampoerna We have audited the statements of financial position of Yayasan Sampoerna (the Foundation) as of December 31, 2003 and 2002, and the related statements of activities and cash flows for the years then ended. These financial statements are the responsibility of the Foundation’s executives. Our responsibility is to express an opinion on these financial statements based on our audits. We conducted our audits in accordance with auditing standards established by the Indonesian Institute of Accountants. Those standards require that we plan and perform the audit to obtain reasonable assurance about whether the financial statements are free of material misstatement. An audit includes examining, on a test basis, evidence supporting the amounts and disclosures in the financial statements. An audit also includes assessing the accounting principles used and significant estimates made by executives, as well as evaluating the overall financial statement presentation. We believe that our audits provide a reasonable basis for our opinion. In our opinion, the financial statements referred to above present fairly, in all material respects, the financial position of Yayasan Sampoerna as of December 31, 2003 and 2002, and the results of its activities and its cash flows for the years then ended in conformity with generally accepted accounting principles in Indonesia. Prasetio, Sarwoko & Sandjaja Drs. Bangkit Kuncoro Public Accountant License No. 98.1.0067 March 17, 2004 The accompanying financial statements are not intended to present the financial position, results of activities and cash flows in accordance with accounting principles and practices generally accepted in countries and jurisdictions other than Indonesia. The standards, procedures and practices to audit such financial statements are those generally accepted and applied in Indonesia. 42
  • 45.
    YAYASAN SAMPOERNA STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION December 31, 2003 And 2002 (Expressed in Rupiah) Notes 2003 2002 ASSETS CURRENT ASSETS Cash and cash equivalents 2, 3 30,247,601,226 16,697,909,488 Other current assets 32,996,604 Total Current Assets 30,280,597,830 16,697,909,488 NON-CURRENT ASSETS Investment in government bond 2, 4 10,701,000,000 - Office equipment – net of accumulated depreciation of Rp10,573,721 107,446,684 - Total Non-Current Assets 10,808,446,684 - TOTAL ASSETS 41,089,044,514 16,697,909,488 LIABILITIES AND NET ASSETS CURRENT LIABILITIES Other payable - 2,105,000 Taxes payable 96,105,115 5,319,975 Accrued expenses 88,768,069 93,905,030 Total Current Liabilities 184,873,184 101,330,005 NET ASSETS 5 Unrestricted 40,904,171,330 16,596,579,483 TOTAL LIABILITIES AND NET ASSETS 41,089,044,514 16,697,909,488 The accompanying notes form an integral part of these financial statements. 43
  • 46.
    YAYASAN SAMPOERNA STATEMENTS OF ACTIVITIES Years Ended December 31, 2003 And 2002 (Expressed in Rupiah) Notes 2003 2002 REVENUES 2 Contributions 6 33,639,326,200 19,846,075,334 Interest income 2,110,533,212 159,517,808 Total Revenues 35,749,859,412 20,005,593,142 EXPENSES AND LOSSES 2 Scholarship Expenses Graduate 7, 12 4,165,919,677 2,024,890,949 High school 8, 12 2,400,438,400 659,480,000 Undergraduate 12 313,431,255 205,890,060 Post graduate 12 15,050,000 11,005,414 Program support expenses 9, 12 1,611,600,009 507,174,663 Management and general expenses 10, 12 2,435,001,745 1,505,648,283 Others 4 500,826,479 43,525,398 Total Expenses 11,442,267,565 4,957,614,767 INCREASE IN NET ASSETS 24,307,591,847 15,047,978,375 NET ASSETS AT BEGINNING OF YEAR 16,596,579,483 1,548,601,108 NET ASSETS AT END OF YEAR 40,904,171,330 16,596,579,483 The accompanying notes form an integral part of these financial statements. 44
  • 47.
    YAYASAN SAMPOERNA STATEMENTS OF CASH FLOWS Years Ended December 31, 2003 And 2002 (Expressed in Rupiah) Notes 2003 2002 CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Cash receipts from: Contributions 6 33,044,894,700 19,846,075,334 Interest income 2,110,533,212 159,517,808 Cash payments for: Scholarship programs (6,853,439,332) (2,901,266,423) Program support 9 (1,569,494,309) (507,174,663) Professional services (453,953,698) (1,136,416,430) Suppliers and employees (1,111,683,031) (429,295,753) Other operating activities (354,145,399) (62,644,443) Net Cash Provided by Operating Activities 24,812,712,143 14,968,795,430 CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES Investment in government bond 4 (11,145,000,000) - Acquisitions of office equipment (118,020,405) - Cash Used in Investing Activities (11,263,020,405) - NET INCREASE IN CASH AND CASH EQUIVALENTS 13,549,691,738 14,968,795,430 CASH AND CASH EQUIVALENTS AT BEGINNING OF YEAR 16,697,909,488 1, 729,114,058 CASH AND CASH EQUIVALENTS AT END OF YEAR 3 30,247,601,226 16,697,909,488 Non-cash activities: Contributions in kind 594,431,500 - The accompanying notes form an integral part of these financial statements. 45
  • 48.
    YAYASAN SAMPOERNA NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2003 And 2002 (Expressed in Rupiah) 1. GENERAL Yayasan Sampoerna (the Foundation) was established in Indonesia on March 1, 2001 based on Notarial Deed No. 1 of Sutjipto, S.H. The Deed of Establishment was published in Supplement No. 161 of State Gazette No. 64 dated August 10, 2001. The Articles of Association has been amended several times, most recently by Notarial Deed No. 68 of Sutjipto, S.H., dated September 15, 2003, to comply with Law No. 16 Year 2001 regarding the “Foundation”. As of the date of independent auditor’s report, the amendment is still in the process of registration with the Department of Justice of the Republic of Indonesia. Based on the latest amendment of Articles of Association, the initial net worth (kekayaan bersih) of the Foundation is Rp28.8 billion consisting of contributions from PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMS) of Rp27.0 billion and contributions from Putera Sampoerna of Rp1.8 billion, respectively. The scope of activities of the Foundation comprises of, among others, education and research including providing scholarship and supporting social activities. The Foundation awards qualified students under its Scholarship Programs for Post Graduate Studies, Graduate Studies (Local and Overseas), Undergraduate Studies and High School. The Foundation is domiciled in Jakarta. The main donor of the Foundation is PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMS) that is committed to contribute at a maximum of 2% of its net income each year. As of December 31, 2003, the members of the Foundation’s Patrons, Supervisors and Executives based on the amendment of Articles of Association as notarized by Notarial Deed No. 79 of Sutjipto, S.H. dated May 20, 2003, are as follows: Patrons Supervisors Executives Putera Sampoerna*) Eka Dharmajanto Kasih*) Jacqueline Michelle Sampoerna Arief T. Surowidjojo Marzuki Usman Niken K. Rachmad John A. Prasetio Tjandra Bachtiar Nurcholis Madjid *) HMS’ commissioners In addition, on the same Notarial Deed, the boards approved the change in titles of the following: 1. Board of Advisors into Patrons 2. Board of Supervisors into Supervisors 3. Board of Management into Executives As of December 31, 2002, the members of the Foundation’s Patrons, Supervisors and Executives based on the Deed of Establishment as notarized by Notarial Deed No. 1 of Sutjipto, S.H. dated March 1, 2001, are as follows: Board of Advisors Board of Supervisors Board of Management Putera Sampoerna*) Eka Dharmajanto Kasih*) Jacqueline Michelle Sampoerna Arief T. Surowidjojo Marzuki Usman Niken K. Rachmad John A. Prasetio Phang Cheow Hock*) Tjandra Bachtiar Nurcholis Madjid Dorojatun Kuntjoro Jakti *) HMS’ commissioners 46
  • 49.
    YAYASAN SAMPOERNA NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2003 And 2002 (Expressed in Rupiah) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES Basis of Financial Statements The Foundation adopted the accounting policies and presented the financial statements based on the Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) No. 45, “Financial Reporting for Non-Profit Organizations”, and the principles and practices generally accepted in Indonesia. The financial statements have been prepared on the historical cost basis of accounting, except for investment in government bond that is stated at fair value. These financial statements are prepared using accrual basis, except for the statements of cash flows. The statements of cash flows present the receipts and payments of cash and cash equivalents classified into operating and investing activities using the direct method. The reporting currency used in the financial statements is Indonesian Rupiah. Cash and Cash Equivalents Time deposits with maturities of three months or less at the time of placement and not pledged as collateral for loans are considered as “Cash Equivalents” Transactions with Related Parties The Foundation has transactions with an entity that is regarded as having special relationship as defined under Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) No. 7, “Related Party Disclosures”. Prepaid Expenses Prepaid expenses are charged to operations over the periods benefited. Office Equipment Office equipment is stated at cost less accumulated depreciation. Depreciation is computed using the straight-line method over the estimated useful lives of the assets that are four years. Investment in Government Bond Investment in government bond is stated at fair value. Unrealized gain or loss on such investment is reported in the statement of activities as increase or decrease in unrestricted net assets unless their use is temporarily or permanantly restricted by explicit donor stipulations or by law. Revenue and Expense Recognition Revenue from donors is recognized upon receipts of contributions, and is considered as unrestricted contributions. Expenses are recognized as incurred. Foreign Currency Transactions and Balances Transactions involving foreign currencies are recorded in Rupiah amounts at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At the date of statements of financial position, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to Rupiah to reflect the Bank Indonesia’s middle rate of exchange at such date. The resulting gains or losses are credited or charged to operations of the current year. For December 31, 2003 and 2002, the rate of exchange used was Rp8,465 and Rp8,940 to US$1, respectively, computed by taking the average transactions exchange rates of Bank Indonesia as of December 31, 2003 and 2002, respectively. 47
  • 50.
    YAYASAN SAMPOERNA NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2003 And 2002 (Expressed in Rupiah) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) Income Tax In accordance with Income Tax Law No. 17 Year 2000, donations and contributions not related to business, ownership or control between related parties are not subject to income tax. Contributions received from donors by the Foundation are not subject to income tax as confirmed by a letter from the Directorate General of Taxation No. S-729/PJ.42/2001 dated November 29, 2001. Use of Estimates The preparation of the financial statements in conformity with generally accepted accounting principles requires executives to make estimations and assumptions that affect amounts reported therein. Due to inherent uncertainty in making estimates, actual results reported in future periods might be based on amounts, which differ from those estimates. 3. CASH AND CASH EQUIVALENTS This account consists of: 2003 2002 Cash on hand In US Dollar 4,867,375 8,940,000 In Rupiah 18,909,365 - Cash in bank In US Dollar ABN Amro Bank N.V. 709,976,988 425,805,495 ABN Amro Bank N.V., Singapore 63,557,336 - In Rupiah PT Bank Central Asia Tbk. 586,481,608 - ABN Amro Bank N.V. 411,791,092 263,163,993 Cash equivalents In Rupiah Time deposits ABN Amro Bank N.V. 12,250,000,000 16,000,000,000 PT Bank Bukopin 10,000,000,000 - Overnight deposits – ABN Amro Bank N.V. 6,202,017,462 - Total 30,247,601,226 16,697,909,488 The cash equivalents bear annual interest rates as follows: 2003 2002 (%) (%) Time deposits 5.1 - 12.0 12.0 Overnight deposits 4.3 - 7.3 - 48
  • 51.
    YAYASAN SAMPOERNA NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2003 And 2002 (Expressed in Rupiah) 4. INVESTMENT IN GOVERNMENT BOND In June 2003, the Foundation purchased a government bond, FR0002, with nominal value of Rp10 billion at the rate of 111.45%. As of December 31, 2003, the bond was stated at fair value that was based on the recap bond rate published by Bank Indonesia on December 30, 2003. Unrealized loss amounting to Rp444 million incurred due to the decrease in the fair value of the bond is presented in the 2003 statement of activities. The bond bears interest rate of 14% per annum and is due on June 15, 2009. In 2003, the Foundation received interest income (net of tax) of Rp511 million for six months period. 5. NET ASSETS The donors of the Foundations have placed no restrictions on the usage of their contributions and thus, the Foundation’s Net Assets are all classified as “Unrestricted”. 6. CONTRIBUTIONS The details of this account are as follows: 2003 2002 In Rupiah 30,206,655,440 18,677,420,000 In US Dollar 2,838,239,260 1,168,655,334 In Kind 594,431,500 - Total 33,639,326,200 19,846,075,334 The Foundation’s revenue is mainly derived from contributions of HMS of Rp30.0 billion and Rp18.5 billion in 2003 and 2002, respectively (Note 1). 7. GRADUATE SCHOLARSHIP EXPENSES Expenses on graduate scholarship comprise of expenses on program as follows: 2003 2002 Local 2,302,875,836 1,329,910,099 Overseas 1,863,043,841 694,980,850 Total 4,165,919,677 2,024,890,949 a. Local Graduate Scholarships Program This account mainly comprises of tuition fee, books and research costs, cost of living and other related expenses of the scholars under this program. As of December 31, 2003 and 2002, the Foundation has 40 and 30 scholars, respectively, under this program. 49
  • 52.
    YAYASAN SAMPOERNA NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2003 And 2002 (Expressed in Rupiah) 7. GRADUATE SCHOLARSHIP EXPENSES (continued) b. Overseas Graduate Scholarships Program This account mainly comprises of tuition fee, books and research costs, cost of living and other related expenses of the scholars under this program. As of December 31, 2003 and 2002, the Foundation has 5 and 2 scholars, respectively, under this program. Scholar applicants eligible for scholarships under the local and overseas Graduate Scholarships Programs are the ones who meet the general requirements and pass all stages of selection process such as university entrance test (and GMAT and TOEFL for overseas graduate program), psychological test and interview. The psychological test and interview are conducted by an independent professional appointed by the Foundation. 8. HIGH SCHOOL SCHOLARSHIP EXPENSES This account represents tuition fees, books and allowances and related expenses of the scholars under high school scholarship program in cooperation with the Ministry of National Education (Depdiknas) (Note 11a). Under this program, Depdiknas provides information about the students in need of financial support to continue their secondary education (high school). Then, the Foundation will select and award the scholarship to the deserving and outstanding students based on their academic records. As of December 31, 2003 and 2002, the Foundation has about 9,110 and 3,200 scholars, respectively, all over Indonesia under this program. To distribute the scholarship grants to high school scholars, the Foundation entered an agreement with PT Pos Indonesia (Note 11b). 9. PROGRAM SUPPORT EXPENSES This account represents indirect expenses inccurred to support the Foundation’s scholarship programs. The details of this account are as follows: 2003 2002 Program promotion 417,251,983 259,144,230 Program support compensation 347,017,300 - Scholar support program 274,103,406 108,172,733 Annual event 273,909,750 90,990,200 National science olympic 170,317,070 - Program merchandise 128,660,500 48,867,500 Others 340,000 - Total 1,611,600,009 507,174,663 In 2002, salaries and other fringe benefit were paid by HMS. 50
  • 53.
    YAYASAN SAMPOERNA NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2003 And 2002 (Expressed in Rupiah) 10. MANAGEMENT AND GENERAL EXPENSES Management and general expenses consist of: 2003 2002 Rental and service charge 590,167,235 - Salaries and other fringe benefits 511,729,829 - Professional fees 481,888,198 1,069,001,510 Traveling 253,141,216 104,216,769 Advertising and promotion 157,404,075 104,253,535 Office supplies 100,765,250 38,683,380 Others 339,905,942 189,493,089 Total 2,435,001,745 1,505,648,283 In 2002, salaries and other fringe benefit were paid by HMS. 11. AGREEMENTS a. Ministry of National Education On May 29, 2001, the Foundation entered into an agreement with the Ministry of National Education (Depdiknas), whereby the Foundation is committed to grant scholarships to 3,000 students with financial difficulties each year to help them complete their secondary education (high school). The Foundation will provide Rp30,000 per month to each student for tuition fees and books allowances. The Foundation will grant scholarship for three consecutive academic year starting 2001/2002 until 2003/2004. Each grant will cover a three-year high school education of selected students. The agreement is valid for five years and is terminated upon payment of the third phase scholarships at the end of academic year of 2005/2006. b. PT Pos Indonesia On July 17, 2001, the Foundation entered into cooperation agreement with PT Pos Indonesia in relation to the High School Scholarship Program granted by the Foundation in cooperation with Depdiknas. The agreement provides that PT Pos Indonesia will administer the distribution of the scholarship funds to the students all over Indonesia, and to provide report on payments made to the students through PT Pos Indonesia’s website for at least a month after the payments. The Foundation is charged Rp8,000 for each payment made to the students. 12. RECLASSIFICATIONS OF ACCOUNTS Certain accounts in the 2002 financial statements have been reclassified to confirm with the presentation of accounts in the 2003 financial statements. 13. COMPLETION OF THE FINANCIAL STATEMENTS The Executives of the Foundation is responsible for the preparation of these financial statements that where completed on March 17, 2004. 51
  • 54.
    Laporan Auditor Independen LaporanNo. RPC-2189 Pembina, Pengawas dan Pengurus Yayasan Sampoerna Kami telah mengaudit laporan posisi keuangan Yayasan Sampoerna (Yayasan) tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, serta laporan aktivitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab pengurus Yayasan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh pengurus, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan Yayasan Sampoerna tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, serta hasil aktivitas dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Prasetio, Sarwoko & Sandjaja Drs. Bangkit Kuncoro NIAP 98.1.0067 17 Maret 2004 52
  • 55.
    YAYASAN SAMPOERNA LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 Desember 2003 dan 2002 (Dinyatakan dalam Rupiah) Catatan 2003 2002 AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2, 3 30.247.601.226 16.697.909.488 Aktiva lancar lainnya 32.996.604 - Jumlah Aktiva Lancar 30.280.597.830 16.697.909.488 AKTIVA TIDAK LANCAR Investasi dalam obligasi pemerintah 2, 4 10.701.000.000 - Peralatan kantor – setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp10.573.721 107.446.684 - Jumlah Aktiva Tidak Lancar 10.808.446.684 - JUMLAH AKTIVA 41.089.044.514 16.697.909.488 KEWAJIBAN DAN AKTIVA BERSIH KEWAJIBAN LANCAR Hutang lain-lain - 2.105.000 Hutang pajak 96.105.115 5.319.975 Beban masih harus dibayar 88.768.069 93.905.030 Jumlah Kewajiban Lancar 184.873.184 101.330.005 AKTIVA BERSIH 5 Tidak terikat 40.904.171.330 16.596.579.483 JUMLAH KEWAJIBAN DAN AKTIVA BERSIH 41.089.044.514 16.697.909.488 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. 53
  • 56.
    YAYASAN SAMPOERNA LAPORAN AKTIVITAS Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2003 dan 2002 (Dinyatakan dalam Rupiah) Catatan 2003 2002 PENDAPATAN 2 Sumbangan 6 33.639.326.200 19.846.075.334 Penghasilan bunga 2.110.533.212 159.517.808 Jumlah Pendapatan 35.749.859.412 20.005.593.142 BEBAN DAN KERUGIAN 2 Beban beasiswa Pasca sarjana 7, 12 4.165.919.677 2.024.890.949 Sekolah Menengah Umum 8, 12 2.400.438.400 659.480.000 Sarjana 12 313.431.255 205.890.060 Doktoral 12 15.050.000 11.005.414 Beban dukungan program 9, 12 1.611.600.009 507.174.663 Beban manajemen dan umum 10, 12 2.435.001.745 1.505.648.283 Lain-lain 4 500.826.479 43.525.398 Jumlah Beban 11.442.267.565 4.957.614.767 KENAIKAN AKTIVA BERSIH 24.307.591.847 15.047.978.375 AKTIVA BERSIH AWAL TAHUN 16.596.579.483 1.548.601.108 AKTIVA BERSIH AKHIR TAHUN 40.904.171.330 16.596.579.483 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. 54
  • 57.
    YAYASAN SAMPOERNA LAPORAN ARUS KAS Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2003 dan 2002 (Dinyatakan dalam Rupiah) Catatan 2003 2002 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan dari: Sumbangan 6 33.044.894.700 19.846.075.334 Penghasilan bunga 2.110.533.212 159.517.808 Pembayaran untuk: Program beasiswa (6.853.439.332) (2.901.266.423) Dukungan program 9 (1.569.494.309) (507.174.663) Honorarium tenaga ahli (453.953.698) (1.136.416.430) Pemasok dan karyawan (1.111.683.031) (429.295.753) Aktivitas operasional lainnya (354.145.399) (62.644.443) Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi 24.812.712.143 14.968.795.430 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Investasi dalam obligasi pemerintah 4 (11.145.000.000) - Perolehan peralatan kantor (118.020.405) - Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi (11.263.020.405) - KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS 13.549.691.738 14.968.795.430 KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 16.697.909.488 1.729.114.058 KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 3 30.247.601.226 16.697.909.488 Aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas: Sumbangan dalam bentuk barang 6 594.431.500 - Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. 55
  • 58.
    YAYASAN SAMPOERNA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2003 dan 2002 (Dinyatakan dalam Rupiah) 1. UMUM Yayasan Sampoerna (Yayasan) didirikan di Indonesia pada tanggal 1 Maret 2001 berdasarkan Akta Notaris Sutjipto, S.H. No. 1. Akta pendirian tersebut telah diumumkan dalam Berita Negara No. 64, Tambahan No. 161 tanggal 10 Agustus 2001. Anggaran Dasar Yayasan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Sutjipto S.H., No. 68 tanggal 15 September 2003 sehubungan dengan penyesuaian terhadap Undang-undang No. 16 Tahun 2001 tentang “Yayasan”. Sampai dengan tanggal laporan auditor independen, perubahan tersebut masih dalam proses dicatatkan pada Departemen Kehakiman Republik Indonesia. Berdasarkan perubahan terakhir Anggaran Dasar, jumlah kekayaan bersih awal Yayasan adalah sebesar Rp28,8 miliar yang terdiri atas sumbangan dari PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMS) sebesar Rp27,0 miliar dan sumbangan dari Putera Sampoerna sebesar Rp1,8 miliar. Kegiatan Yayasan meliputi, antara lain, menyelenggarakan pendidikan dan penelitian termasuk penyediaan beasiswa dan mendukung kegiatan- kegiatan sosial. Yayasan memberikan Program Beasiswa bagi para pelajar yang memenuhi syarat untuk Pendidikan Doktoral, Pendidikan Pasca Sarjana (Lokal dan Luar Negeri), Pendidikan Sarjana dan Sekolah Menengah Umum. Yayasan berkedudukan di Jakarta. Donatur utama dari Yayasan adalah PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMS) yang berkomitmen untuk memberikan sumbangan sebanyak- banyaknya 2% dari laba bersih HMS setiap tahun. Pada tanggal 31 Desember 2003, susunan Pembina, Pengawas dan Pengurus Yayasan berdasarkan perubahan Anggaran Dasar yang diaktakan dengan Akta Notaris Sutjipto, S.H., No. 79 tanggal 20 Mei 2003, adalah sebagai berikut: Pembina Pengawas Pengurus Putera Sampoerna*) Eka Dharmajanto Kasih*) Jacqueline Michelle Sampoerna Arief T. Surowidjojo Marzuki Usman Niken K. Rachmad John A. Prasetio Tjandra Bachtiar Nurcholis Madjid *) Komisaris HMS Selain itu, dalam Akta Notaris yang sama, Dewan menyetujui perubahan istilah-istilah berikut ini: 1. Dewan Pembina menjadi Pembina 2. Dewan Pengawas menjadi Pengawas 3. Manajemen menjadi Pengurus Pada tanggal 31 Desember 2002, susunan Dewan Pembina, Dewan Pengawas dan Manajemen Yayasan berdasarkan Akta Pendirian yang diaktakan dengan Akta Notaris Sutjipto, S.H., No. 1 tanggal 1 Maret 2001 adalah sebagai berikut: Dewan Pembina Dewan Pengawas Manajemen Putera Sampoerna*) Eka Dharmajanto Kasih*) Jacqueline Michelle Sampoerna Arief T. Surowidjojo Marzuki Usman Niken K. Rachmad John A. Prasetio Phang Cheow Hock*) Tjandra Bachtiar Nurcholis Madjid Dorojatun Kuntjoro Jakti *) Komisaris HMS 56
  • 59.
    YAYASAN SAMPOERNA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2003 dan 2002 (Dinyatakan dalam Rupiah) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Yayasan menerapkan kebijakan-kebijakan akuntansi dan menyajikan laporan keuangan berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45, “Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba”, dan prinsip serta praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk investasi dalam obligasi pemerintah yang dinyatakan sebesar nilai wajar. Laporan keuangan disusun dengan menggunakan dasar akrual, kecuali laporan arus kas. Laporan arus kas menyajikan dan mengelompokan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas ke dalam aktivitas operasi dan investasi dengan menggunakan metode langsung. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah. Kas dan Setara Kas Deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan pinjaman diklasifikasikan sebagai “Setara Kas”. Transaksi dengan Pihak-pihak Hubungan Istimewa Yayasan melakukan transaksi dengan pihak-pihak hubungan istimewa seperti yang dijelaskan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 7, “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”. Biaya Dibayar Di Muka Biaya dibayar di muka dibebankan pada usaha sesuai dengan masa manfaatnya. Peralatan Kantor Peralatan kantor dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva yaitu empat tahun. Investasi dalam Obligasi Pemerintah Investasi dalam obligasi pemerintah dinyatakan sebesar nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi dalam investasi tersebut diakui dalam laporan aktivitas sebagai kenaikan atau penurunan dari aktiva bersih tidak terikat kecuali penggunaannya terikat secara temporer atau permanen oleh persyaratan eksplisit dari donatur atau berdasarkan hukum. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan dari donatur diakui pada saat penerimaan sumbangan, dan dianggap sebagai sumbangan tidak terikat. Beban diakui pada saat terjadinya. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang timbul dari transaksi dan penjabaran aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing, dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan. Pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, nilai tukar mata uang Dolar Amerika Serikat yang digunakan masing-masing adalah Rp8.465 dan Rp8.940, dihitung berdasarkan kurs tengah transaksi yang dipublikasikan Bank Indonesia pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002. 57
  • 60.
    YAYASAN SAMPOERNA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2003 dan 2002 (Dinyatakan dalam Rupiah) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) Pajak Penghasilan Sesuai dengan Undang-undang Pajak Penghasilan No. 17 Tahun 2000, sumbangan dan kontribusi yang tidak terkait dengan usaha, kepemilikan atau pengendalian antara pihak yang mempunyai hubungan istimewa tidak dikenakan pajak penghasilan. Sumbangan yang diterima Yayasan dari para donatur tidak dikenakan pajak penghasilan sebagaimana ditegaskan dalam surat dari Direktorat Jenderal Pajak No. S-729/PJ.42/2001 tanggal 29 Nopember 2001. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan pengurus untuk menetapkan estimasi dan asumsi-asumsi yang berpengaruh pada jumlah yang dilaporkan di dalamnya. Karena adanya ketidakpastian yang melekat dalam membuat estimasi, hasil aktual yang dilaporkan pada periode yang akan datang mungkin berbeda dengan jumlah estimasi. 3. KAS DAN SETARA KAS Akun ini terdiri dari: 2003 2002 Kas Dolar Amerika Serikat 4.867.375 8.940.000 Rupiah 18.909.365 - Bank Dolar Amerika Serikat ABN AMRO Bank N.V. 709.976.988 425.805.495 ABN AMRO Bank N.V., Singapura 63.557.336 - Rupiah PT Bank Central Asia Tbk. 586.481.608 - ABN AMRO Bank N.V. 411.791.092 263.163.993 Setara kas Rupiah Deposito berjangka ABN AMRO Bank N.V. 12.250.000.000 16.000.000.000 PT Bank Bukopin 10.000.000.000 - Overnight deposits – ABN AMRO Bank N.V. 6.202.017.462 - Jumlah 30.247.601.226 16.697.909.488 Suku bunga tahunan setara kas adalah sebagai berikut: 2003 2002 (%) (%) Deposito berjangka 5,1 - 12,0 12,0 Overnight deposits 4,3 - 7,3 - 58
  • 61.
    YAYASAN SAMPOERNA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2003 dan 2002 (Dinyatakan dalam Rupiah) 4. INVESTASI DALAM OBLIGASI PEMERINTAH Pada bulan Juni 2003, Yayasan membeli obligasi pemerintah, FR0002, dengan nilai nominal Rp10 miliar dengan harga sebesar 111,45%. Pada tanggal 31 Desember 2003, obligasi tersebut dinyatakan sebesar nilai wajar berdasarkan nilai pasar obligasi yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia pada tanggal 30 Desember 2003. Kerugian yang belum terealisasi sebesar Rp444 juta yang timbul karena penurunan nilai wajar obligasi disajikan dalam laporan aktivitas tahun 2003. Suku bunga dari obligasi tersebut adalah 14% per tahun dan obligasi akan jatuh tempo pada tanggal 15 Juni 2009. Pada tahun 2003, Yayasan menerima penghasilan bunga (setelah dikurangi pajak) sebesar Rp511 juta untuk periode enam bulan. 5. AKTIVA BERSIH Para donatur Yayasan tidak membatasi penggunaan sumbangan mereka dan oleh karena itu, Aktiva Bersih Yayasan dikelompokkan sebagai “Tidak Terikat”. 6. SUMBANGAN Rincian akun ini adalah sebagai berikut: 2003 2002 Dalam Rupiah 30.206.655.440 18.677.420.000 Dalam Dolar Amerika Serikat 2.838.239.260 1.168.655.334 Dalam bentuk barang 594.431.500 - Jumlah 33.639.326.200 19.846.075.334 Pendapatan Yayasan terutama berasal dari sumbangan HMS masing-masing sebesar Rp30,0 miliar dan Rp18,5 miliar pada tahun 2003 dan 2002 (Catatan 1). 7. BEBAN BEASISWA PASCA SARJANA Beban beasiswa pasca sarjana terdiri dari pengeluaran untuk program berikut ini: 2003 2002 Lokal 2.302.875.836 1.329.910.099 Luar Negeri 1.863.043.841 694.980.850 Jumlah 4.165.919.677 2.024.890.949 59
  • 62.
    YAYASAN SAMPOERNA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2003 dan 2002 (Dinyatakan dalam Rupiah) 7. BEBAN BEASISWA PASCA SARJANA (lanjutan) a. Program Beasiswa Pasca Sarjana Lokal Akun ini terutama terdiri dari uang sekolah, buku-buku dan biaya penelitian, biaya hidup dan biaya terkait lainnya dari para peserta program ini. Pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, Yayasan memiliki masing-masing 40 dan 30 peserta program ini. b. Program Beasiswa Pasca Sarjana Luar Negeri Akun ini terutama terdiri dari uang sekolah, buku-buku dan biaya penelitian, biaya hidup dan biaya terkait lainnya dari para peserta program ini. Pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, Yayasan memiliki masing-masing 5 dan 2 peserta program ini. Para pemohon yang memenuhi syarat untuk menerima beasiswa dalam Program Beasiswa Pasca Sarjana lokal dan luar negeri merupakan para pemohon yang telah memenuhi persyaratan umum dan telah melalui seluruh tahapan proses seleksi seperti ujian masuk perguruan tinggi (dan GMAT serta TOEFL untuk program pasca sarjana luar negeri), tes psikologis dan wawancara. Tes psikologis dan wawancara dilakukan oleh tenaga ahli independen yang ditunjuk oleh Yayasan. 8. BEBAN BEASISWA SEKOLAH MENENGAH UMUM Akun ini terutama terdiri dari uang sekolah, buku-buku dan uang saku serta biaya terkait lainnya dari para peserta program beasiswa sekolah menengah umum berdasarkan kerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) (Catatan 11a). Berdasarkan program ini, Depdiknas memberikan informasi mengenai para pelajar yang membutuhkan dukungan keuangan untuk melanjutkan pendidikan sekunder (sekolah menengah umum). Kemudian, Yayasan akan memilih dan memberikan beasiswa kepada para pelajar yang berhak dan berprestasi berdasarkan catatan akademis mereka. Pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, Yayasan memiliki masing-masing 9.110 dan 3.200 peserta program ini dari seluruh Indonesia. Untuk membagikan beasiswa kepada para pelajar sekolah menengah umum, Yayasan melakukan perjanjian kerjasama dengan PT Pos Indonesia (Catatan 11b). 9. BEBAN DUKUNGAN PROGRAM Akun ini merupakan biaya tidak langsung yang timbul untuk mendukung program beasiswa Yayasan. Rincian akun ini adalah sebagai berikut: 2003 2002 Promosi program 417.251.983 259.144.230 Gaji dan tunjangan lainnya 347.017.300 - Program dukungan pelajar 274.103.406 108.172.733 Acara tahunan 273.909.750 90.990.200 Olimpiade ilmiah nasional 170.317.070 - Barang promosi sehubungan dengan program 128.660.500 48.867.500 Lain-lain 340.000 - Jumlah 1.611.600.009 507.174.663 Pada tahun 2002, gaji dan tunjangan lainnya dibayarkan oleh HMS. 60
  • 63.
    YAYASAN SAMPOERNA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 Desember 2003 dan 2002 (Dinyatakan dalam Rupiah) 10. BEBAN MANAJEMEN DAN UMUM Beban manajemen dan umum terdiri dari: 2003 2002 Beban sewa dan jasa 590.167.235 - Gaji dan tunjangan lainnya 511.729.829 - Honorarium tenaga ahli 481.888.198 1.069.001.510 Perjalanan dinas 253.141.216 104.216.769 Iklan dan promosi 157.404.075 104.253.535 Perlengkapan kantor 100.765.250 38.683.380 Lain-lain 339.905.942 189.493.089 Jumlah 2.435.001.745 1.505.648.283 Pada tahun 2002, gaji dan tunjangan lainnya dibayarkan oleh HMS. 11. PERJANJIAN-PERJANJIAN a. Departemen Pendidikan Nasional Pada tanggal 29 Mei 2001, Yayasan menandatangani perjanjian kerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), dimana Yayasan menyatakan komitmennya untuk memberikan beasiswa kepada 3.000 pelajar yang mengalami kesulitan keuangan setiap tahun untuk membantu mereka menyelesaikan pendidikan sekunder mereka (sekolah menengah umum). Yayasan akan memberikan Rp30.000 per bulan kepada setiap pelajar untuk biaya sekolah dan uang buku. Yayasan akan memberikan beasiswa untuk tiga tahun akademis secara berturut-turut dimulai sejak tahun 2001/2002 hingga 2003/2004. Setiap pemberian beasiswa akan mencakup tiga tahun pendidikan sekolah menengah atas bagi pelajar-pelajar yang terpilih. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu lima tahun dan akan berakhir pada saat dilakukannya pembayaran beasiswa tahap ketiga pada akhir tahun akademis 2005/2006. b. PT Pos Indonesia Pada tanggal 17 Juli 2001, Yayasan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pos Indonesia dalam kaitannya dengan Program Beasiswa Sekolah Menengah Umum yang diberikan oleh Yayasan bekerjasama dengan Depdiknas. Perjanjian tersebut mengatur bahwa PT Pos Indonesia akan melakukan pembagian dana beasiswa kepada para pelajar di seluruh Indonesia, dan untuk menyampaikan laporan pembayaran kepada para pelajar melalui situs web PT Pos Indonesia sekurang-kurangnya satu bulan setelah pembayaran tersebut. Yayasan dibebani biaya sebesar Rp8.000 untuk setiap pembayaran yang dilakukan kepada para pelajar. 12. REKLASIFIKASI AKUN Akun-akun tertentu dalam laporan keuangan tahun 2002 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian akun-akun dalam laporan keuangan tahun 2003. 13. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN Pengurus Yayasan bertanggung jawab dalam mempersiapkan laporan keuangan yang telah diselesaikan pada tanggal 17 Maret 2004. 61
  • 64.
    This page hasbeen intentionally left blank. 62
  • 65.
    This page hasbeen intentionally left blank. 63
  • 66.
    This page hasbeen intentionally left blank. 64
  • 67.
    CONTENTS Education Problems inIndonesia 3 About Sampoerna Foundation 11 Vision and Mission 12 Our Programs 14 Letter from the Founder 16 Message from the Management 20 Meet the Board 23 2003 Operational Highlights 26 Financial Statements 41 D A F TA R I S I Berbagai Masalah Pendidikan di Indonesia 3 Tentang Sampoerna Foundation 11 Visi dan Misi Kami 12 Program-Program Kami 14 Surat dari Pendiri 16 Sepatah Kata dari Manajemen 20 Dewan Pengurus 23 Sekilas Operasional 2003 26 Laporan Keuangan 41 AN EPIGRAM DESIGN
  • 68.
    SAMPOERNA FOUNDATION SEIZE THE DAY SHAPE THE FUTURE ANNUAL REPORT 2003 LAPORAN TAHUNAN 2003 GEPAILAH HARI INI DEMI MASA DEPAN Seize the day ANNUAL REPORT 2003 Shape the future Gapailah hari ini Demi masa depan LAPORAN TAHUNAN 2003 SAMPOERNA FOUNDATION PLAZA BAPINDO, MANDIRI TOWER 15th FLOOR JL. JEND. SUDIRMAN KAV. 54-55 JAKARTA 12190 INDONESIA TELP. +62 21 5266287 FAX. +62 21 5266656 www.sampoernafoundation.org making a difference