ANGGOTA TATA SURYA


                     Kelompok 3
                       Anggota :

           Fitriyana (06091011039)
    Iftita Selviana (06091011013)
   Malisa Oktarina (06091011046)
Sarwenda Desmilia(06081011024)
TEORI TERBENTUKNYA TATA SURYA
A. Hipotesis nebula
   pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg(1688-
    1772)tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-
    1804) pada tahun 1775

   pada tahap awal, Tata Surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini
    terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula. dan unsur gas
    yang sebagian besar hidrogen. Gaya gravitasi yang dimilikinya
    menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah
    tertentu, suhu kabut memanas, dan akhirnya menjadi bintang
    raksasa (matahari). Matahari raksasa terus menyusut dan berputar
    semakin cepat, dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling
    matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring
    dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan
    planet luar. Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir
    melingkar dari planet-planet merupakan konsekuensi dari
    pembentukan mereka.
B. Hipotesis Planetesimal

   pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin
    dan Forest R Moulton pada tahun 1900.

   “ Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat
    cukup dekat dengan matahari, pada masa awal pembentukan
    matahari. Kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada
    permukaan matahari, dan bersama proses internal matahari,
    menarik materi berulang kali dari matahari. Efek gravitasi bintang
    mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang
    dari matahari. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali,
    sebagian lain akan tetap di orbit, mendingin dan memadat, dan
    menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut
    planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet. Objek-
    objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk
    planet dan bulan, sementara sisa-sisa materi lainnya menjadi komet
    dan asteroid.”
C. Hipotesis Pasang Surut Bintang


   pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun
    1917.

   Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang
    lain kepada matahari. Keadaan yang hampir bertabrakan
    menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari
    matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang
    surut bersama mereka, yang kemudian terkondensasi
    menjadi planet.
D. Hipotesis Kondensasi


   Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh
    astronom Belanda yang bernama G.P. Kuiper (1905-
    1973) pada tahun 1950.

   Tata Surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang
    berputar membentuk cakram raksasa.
E. Hipotesis Bintang Kembar


   dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun
    1956.

   Dahulunya Tata Surya kita berupa dua bintang yang
    hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah
    satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil.
    Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang
    tidak meledak dan mulai mengelilinginya.
ANGGOTA TATA SURYA
1.PLANET

a. Merkurius
    1. planet terdekat dari matahari serta juga terkecil (0,055 massa
    bumi).
    2. Merkurius tidak memiliki satelit alami.
b. Venus
    1. memiliki selimut kulit silikat yang tebal dan berinti besi,
    atmosfernya juga tebal dan memiliki aktivitas geologi.
    2. tidak memiliki satelit.
    3. planet terpanas dengan suhu permukaan mencapai 400 °C.
    4. planet ini tidak memiliki medan magnet yang bisa mencegah
    habisnya atmosfer.
c. Bumi
1.   memiliki aktivitas geologi dan memiliki mahluk hidup.
2.   memiliki lempeng tektonik.
3.   memiliki satu satelit, bulan.


d. Mars
1.   memiliki atmosfer tipis yang kandungan utamanya
     adalah karbon dioksida.
2.   Permukaan Mars yangdipenuhi gunung berapi raksasa
     seperti Olympus Mons dan lembah retakan seperti
     Valles marineris.
3.   Warna merahnya berasal dari warna karat tanahnya yang
     kaya besi.
4.   mempunyai dua satelit alami kecil (Deimos dan Phobos).
e. Yupiter
1.   Massanya sama dengan 318 kali massa bumi, atau
     sebanding dengan 2,5 kali massa dari gabungan seluruh
     planet lainnya.
2.   Kandungan utamanya adalah hidrogen dan helium.
3.   Yupiter memiliki 63 satelit. Empat yang terbesar,
     Ganymede, Callisto, Io, dan Europa .
f. Saturnus

1.   dikenal dengan sistem cincinnya.

2.   Saturnus hanya sebesar 60% volume Yupiter dan hanya
     seberat kurang dari sepertiga Yupiter atau 95 kali massa
     bumi,serta merupakan planet yang paling tidak padat di
     Tata Surya.

3.   memiliki 60 satelit yang diketahui sejauh ini,dua di
     antaranya Titan dan Enceladus.
g. Uranus
1.   memiliki 14 kali massa bumi, adalah planet yang paling
     ringan di antara planet-planet luar.
2.   Uranus mengedari matahari dengan bujuran poros 90
     derajad pada ekliptika.
3.   memiliki inti yang sangat dingin dibandingkan gas raksasa
     lainnya dan hanya sedikit memancarkan energi panas.
4.   memiliki 27 satelit yang diketahui, yang terbesar adalah
     Titania, Oberon, Umbriel, Ariel dan Miranda.
h. Neptunus
1.   Memiliki 17 kali massa bumi, sehingga membuatnya lebih
     padat.

2.   Memancarkan panas dari dalam .

3.   Memiliki 13 satelit yang diketahui. Yang terbesar, Triton,
     geologinya aktif, dan memiliki geyser nitrogen cair.

4.   Neptunus didampingi beberapa planet minor pada orbitnya,
     yang disebut Trojan Neptunus. Benda-benda ini memiliki
     resonansi 1:1 dengan Neptunus.
2. Matahari

   berukuran 332.830 massa bumi.

   Pada awal kehidupannya, tingkat kecemerlangannya
    adalah sekitar 70 persen dari kecermelangan sekarang.

   Mengandung unsur-unsur yang lebih berat daripada
    hidrogen dan helium terbentuk di dalam inti bintang purba
    yang kemudian meledak.
3.   Planet Kerdil
     a. Pluto dan Charon
    Pluto memiliki kemiringan orbit cukup eksentrik (17 derajat dari
     bidang ekliptika) dan berjarak 29,7 SA dari matahari pada titik
     prihelion (sejarak orbit Neptunus) sampai 49,5 SA pada titik
     aphelion.
    Tidak jelas apakah Charon, satelit Pluto yang terbesar, akan
     terus diklasifikasikan sebagai satelit atau menjadi sebuah planet
     kerdil juga
    Dua satelit yang jauh lebih kecil Nix dan Hydra juga mengedari
     Pluto dan Charon.
    Pluto terletak pada sabuk resonan dan memiliki 3:2 resonansi
     dengan Neptunus.
b. Ceres
   Ceres (2,77 SA) adalah benda terbesar di sabuk asteroid dan
    diklasifikasikan sebagai planet kerdil.
   Diameternya adalah sedikit kurang dari 1000 km, cukup besar
    untuk memiliki gravitasi sendiri untuk menggumpal membentuk
    bundaran.

c. Haumea dan Make Make
 Haumea (rata-rata 43,34 SA) dan Makemake (rata-rata 45,79 SA)
   adalah dua objek terbesar sejauh ini di dalam sabuk Kuiper klasik.
 Haumea merupakan sebuah objek berbentuk telur dan memiliki
   dua satelit.
 Makemake adalah objek paling cemerlang di sabuk Kuiper setelah
   Pluto.
4. Asteroid
 Asteroid pada sabuk utama dibagi menjadi tiga
 kelompok asteroid bedasarkan sifat-sifat orbitnya, yaitu
 :
 a. Asteroid – asteroid trojan,terletak di titik L4 atau L5
 Yupiter (daerah gravitasi stabil yang berada di depan
 dan belakang sebuah orbit planet).
 b. Kelompok Asteroid Hilda terletak di orbit resonansi
 2:3 dari Yupiter, yang artinya kelompok ini mengedari
 matahari tiga kali untuk setiak dua edaran Yupiter.
 c. asteroid liar, yang banyak memotong orbit-orbit
 planet planet bagian dalam.
5. Komet
   Komet adalah badan Tata Surya kecil, biasanya hanya berukuran
    beberapa kilometer, dan terbuat dari es volatil.
   secara umum perihelion-nya terletak di planet-planet bagian dalam dan
    letak aphelion-nya lebih jauh dari Pluto.
   Komet berperioda pendek memiliki dan kelangsungan orbit kurang dari
    dua ratus tahun dipercaya berasal dari Sabuk Kuiper,
    komet berperioda panjang memiliki orbit yang berlangsung ribuan
    tahun.sebagai contohnya Hale-bopp, berasal dari Awan Oort.
   Banyak kelompok komet, seperti Kreutz Sungrazers, terbentuk dari
    pecahan sebuah induk tunggal.
   Sebagian komet berorbit hiperbolik mungking berasal dari luar Tata
    Surya, tetapi menentukan jalur orbitnya secara pasti sangatlah sulit.
   Komet tua yang bahan volatilesnya telah habis karena panas matahari
    sering dikategorikan sebagai asteroid.
6. Centaur
   Centaur adalah benda-benda es mirip komet yang poros
    semi-majornya lebih besar dari Yupiter (5,5 SA) dan lebih
    kecil dari Neptunus (30 SA).

   Beberapa astronom mengklasifikasikan Centaurs sebagai
    objek sabuk Kuiper sebaran-ke-dalam (inward-scattered
    Kuiper belt objects), seiring dengan sebaran keluar yang
    bertempat di piringan tersebar(outward-scattered residents
    of the scattered disc).
g. Awan Oort
   Awan Oort adalah sebuah massa berukuran raksasa yang terdiri
    dari bertrilyun-trilyun objek es, dipercaya merupakan sumber
    komet berperioda panjang.
   menyelubungi matahari pada jarak sekitar 50.000 SA (sekitar 1
    tahun cahaya) sampai sejauh 100.000 SA (1,87 tahun cahaya).
   Objek Awan Oort bergerak sangat lambat dan bisa digoncangkan
    oleh situasi-situasi langka seperti tabrakan, effek gravitasi dari
    laluan bintang, atau gaya pasang galaksi, gaya pasang yang
    didorong Bima Sakti.
7. Sedna
   90377 Sedna (rata-rata 525,86 SA) adalah sebuah benda
    kemerahan mirip Pluto dengan orbit raksasa yang sangat
    eliptis, sekitar 76 SA pada perihelion dan 928 SA pada
    aphelion dan berjangka orbit 12.050 tahun.

   Sedna tidak merupakan bagian dari piringan tersebar
    ataupun sabuk Kuiper karena perihelionnya terlalu jauh dari
    pengaruh migrasi Neptunus.
8.Daerah Terjauh
   Batasan-batasan luar ini terbentuk dari dua gaya tekan yang
    terpisah: angin matahari dan gravitasi matahari. Batasan
    terjauh pengaruh angin matahari kira kira berjarak empat kali
    jarak Pluto dan matahari.

   Heliopause ini disebut sebagai titik permulaan medium antar
    bintang. Akan tetapi Bola Roche Matahari, jarak efektif
    pengaruh gravitasi matahari, diperkirakan mencakup sekitar
    seribu kali lebih jauh.

Anggota tata surya

  • 1.
    ANGGOTA TATA SURYA Kelompok 3 Anggota : Fitriyana (06091011039) Iftita Selviana (06091011013) Malisa Oktarina (06091011046) Sarwenda Desmilia(06081011024)
  • 2.
    TEORI TERBENTUKNYA TATASURYA A. Hipotesis nebula  pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg(1688- 1772)tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724- 1804) pada tahun 1775  pada tahap awal, Tata Surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula. dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen. Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu, suhu kabut memanas, dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari). Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat, dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar. Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupakan konsekuensi dari pembentukan mereka.
  • 3.
    B. Hipotesis Planetesimal  pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin dan Forest R Moulton pada tahun 1900.  “ Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan matahari, pada masa awal pembentukan matahari. Kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan matahari, dan bersama proses internal matahari, menarik materi berulang kali dari matahari. Efek gravitasi bintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali, sebagian lain akan tetap di orbit, mendingin dan memadat, dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet. Objek- objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan, sementara sisa-sisa materi lainnya menjadi komet dan asteroid.”
  • 4.
    C. Hipotesis PasangSurut Bintang  pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun 1917.  Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada matahari. Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka, yang kemudian terkondensasi menjadi planet.
  • 5.
    D. Hipotesis Kondensasi  Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G.P. Kuiper (1905- 1973) pada tahun 1950.  Tata Surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.
  • 6.
    E. Hipotesis BintangKembar  dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956.  Dahulunya Tata Surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.
  • 7.
    ANGGOTA TATA SURYA 1.PLANET a.Merkurius 1. planet terdekat dari matahari serta juga terkecil (0,055 massa bumi). 2. Merkurius tidak memiliki satelit alami. b. Venus 1. memiliki selimut kulit silikat yang tebal dan berinti besi, atmosfernya juga tebal dan memiliki aktivitas geologi. 2. tidak memiliki satelit. 3. planet terpanas dengan suhu permukaan mencapai 400 °C. 4. planet ini tidak memiliki medan magnet yang bisa mencegah habisnya atmosfer.
  • 8.
    c. Bumi 1. memiliki aktivitas geologi dan memiliki mahluk hidup. 2. memiliki lempeng tektonik. 3. memiliki satu satelit, bulan. d. Mars 1. memiliki atmosfer tipis yang kandungan utamanya adalah karbon dioksida. 2. Permukaan Mars yangdipenuhi gunung berapi raksasa seperti Olympus Mons dan lembah retakan seperti Valles marineris.
  • 9.
    3. Warna merahnya berasal dari warna karat tanahnya yang kaya besi. 4. mempunyai dua satelit alami kecil (Deimos dan Phobos). e. Yupiter 1. Massanya sama dengan 318 kali massa bumi, atau sebanding dengan 2,5 kali massa dari gabungan seluruh planet lainnya. 2. Kandungan utamanya adalah hidrogen dan helium. 3. Yupiter memiliki 63 satelit. Empat yang terbesar, Ganymede, Callisto, Io, dan Europa .
  • 10.
    f. Saturnus 1. dikenal dengan sistem cincinnya. 2. Saturnus hanya sebesar 60% volume Yupiter dan hanya seberat kurang dari sepertiga Yupiter atau 95 kali massa bumi,serta merupakan planet yang paling tidak padat di Tata Surya. 3. memiliki 60 satelit yang diketahui sejauh ini,dua di antaranya Titan dan Enceladus.
  • 11.
    g. Uranus 1. memiliki 14 kali massa bumi, adalah planet yang paling ringan di antara planet-planet luar. 2. Uranus mengedari matahari dengan bujuran poros 90 derajad pada ekliptika. 3. memiliki inti yang sangat dingin dibandingkan gas raksasa lainnya dan hanya sedikit memancarkan energi panas. 4. memiliki 27 satelit yang diketahui, yang terbesar adalah Titania, Oberon, Umbriel, Ariel dan Miranda.
  • 12.
    h. Neptunus 1. Memiliki 17 kali massa bumi, sehingga membuatnya lebih padat. 2. Memancarkan panas dari dalam . 3. Memiliki 13 satelit yang diketahui. Yang terbesar, Triton, geologinya aktif, dan memiliki geyser nitrogen cair. 4. Neptunus didampingi beberapa planet minor pada orbitnya, yang disebut Trojan Neptunus. Benda-benda ini memiliki resonansi 1:1 dengan Neptunus.
  • 13.
    2. Matahari  berukuran 332.830 massa bumi.  Pada awal kehidupannya, tingkat kecemerlangannya adalah sekitar 70 persen dari kecermelangan sekarang.  Mengandung unsur-unsur yang lebih berat daripada hidrogen dan helium terbentuk di dalam inti bintang purba yang kemudian meledak.
  • 14.
    3. Planet Kerdil a. Pluto dan Charon  Pluto memiliki kemiringan orbit cukup eksentrik (17 derajat dari bidang ekliptika) dan berjarak 29,7 SA dari matahari pada titik prihelion (sejarak orbit Neptunus) sampai 49,5 SA pada titik aphelion.  Tidak jelas apakah Charon, satelit Pluto yang terbesar, akan terus diklasifikasikan sebagai satelit atau menjadi sebuah planet kerdil juga  Dua satelit yang jauh lebih kecil Nix dan Hydra juga mengedari Pluto dan Charon.  Pluto terletak pada sabuk resonan dan memiliki 3:2 resonansi dengan Neptunus.
  • 15.
    b. Ceres  Ceres (2,77 SA) adalah benda terbesar di sabuk asteroid dan diklasifikasikan sebagai planet kerdil.  Diameternya adalah sedikit kurang dari 1000 km, cukup besar untuk memiliki gravitasi sendiri untuk menggumpal membentuk bundaran. c. Haumea dan Make Make  Haumea (rata-rata 43,34 SA) dan Makemake (rata-rata 45,79 SA) adalah dua objek terbesar sejauh ini di dalam sabuk Kuiper klasik.  Haumea merupakan sebuah objek berbentuk telur dan memiliki dua satelit.  Makemake adalah objek paling cemerlang di sabuk Kuiper setelah Pluto.
  • 16.
    4. Asteroid  Asteroidpada sabuk utama dibagi menjadi tiga kelompok asteroid bedasarkan sifat-sifat orbitnya, yaitu : a. Asteroid – asteroid trojan,terletak di titik L4 atau L5 Yupiter (daerah gravitasi stabil yang berada di depan dan belakang sebuah orbit planet). b. Kelompok Asteroid Hilda terletak di orbit resonansi 2:3 dari Yupiter, yang artinya kelompok ini mengedari matahari tiga kali untuk setiak dua edaran Yupiter. c. asteroid liar, yang banyak memotong orbit-orbit planet planet bagian dalam.
  • 17.
    5. Komet  Komet adalah badan Tata Surya kecil, biasanya hanya berukuran beberapa kilometer, dan terbuat dari es volatil.  secara umum perihelion-nya terletak di planet-planet bagian dalam dan letak aphelion-nya lebih jauh dari Pluto.  Komet berperioda pendek memiliki dan kelangsungan orbit kurang dari dua ratus tahun dipercaya berasal dari Sabuk Kuiper,  komet berperioda panjang memiliki orbit yang berlangsung ribuan tahun.sebagai contohnya Hale-bopp, berasal dari Awan Oort.  Banyak kelompok komet, seperti Kreutz Sungrazers, terbentuk dari pecahan sebuah induk tunggal.  Sebagian komet berorbit hiperbolik mungking berasal dari luar Tata Surya, tetapi menentukan jalur orbitnya secara pasti sangatlah sulit.  Komet tua yang bahan volatilesnya telah habis karena panas matahari sering dikategorikan sebagai asteroid.
  • 18.
    6. Centaur  Centaur adalah benda-benda es mirip komet yang poros semi-majornya lebih besar dari Yupiter (5,5 SA) dan lebih kecil dari Neptunus (30 SA).  Beberapa astronom mengklasifikasikan Centaurs sebagai objek sabuk Kuiper sebaran-ke-dalam (inward-scattered Kuiper belt objects), seiring dengan sebaran keluar yang bertempat di piringan tersebar(outward-scattered residents of the scattered disc).
  • 19.
    g. Awan Oort  Awan Oort adalah sebuah massa berukuran raksasa yang terdiri dari bertrilyun-trilyun objek es, dipercaya merupakan sumber komet berperioda panjang.  menyelubungi matahari pada jarak sekitar 50.000 SA (sekitar 1 tahun cahaya) sampai sejauh 100.000 SA (1,87 tahun cahaya).  Objek Awan Oort bergerak sangat lambat dan bisa digoncangkan oleh situasi-situasi langka seperti tabrakan, effek gravitasi dari laluan bintang, atau gaya pasang galaksi, gaya pasang yang didorong Bima Sakti.
  • 20.
    7. Sedna  90377 Sedna (rata-rata 525,86 SA) adalah sebuah benda kemerahan mirip Pluto dengan orbit raksasa yang sangat eliptis, sekitar 76 SA pada perihelion dan 928 SA pada aphelion dan berjangka orbit 12.050 tahun.  Sedna tidak merupakan bagian dari piringan tersebar ataupun sabuk Kuiper karena perihelionnya terlalu jauh dari pengaruh migrasi Neptunus.
  • 21.
    8.Daerah Terjauh  Batasan-batasan luar ini terbentuk dari dua gaya tekan yang terpisah: angin matahari dan gravitasi matahari. Batasan terjauh pengaruh angin matahari kira kira berjarak empat kali jarak Pluto dan matahari.  Heliopause ini disebut sebagai titik permulaan medium antar bintang. Akan tetapi Bola Roche Matahari, jarak efektif pengaruh gravitasi matahari, diperkirakan mencakup sekitar seribu kali lebih jauh.