081395203503 - Sobri
Kampusbit.com
Binary Digital System Center | Software House |
Digital Marketing | Free Consultation IT
MODUL IX
AKHLAK
A.Pengertian
1. Etimologis (bahasa) kata akhlak (bhs.Arab) berasal dari kata akhlaqa, yukhliku, ikhlakan
berarti as sajiyah (perangai), ath thabi’ah (tabiat, kelakukan,watak dasar), al ‘adah (kebiasaan,
kelaziman), al maruah (peradaban yang baik, ad din (agama).
2. Pendapat lain :
Kata akhlak berasal dari kata khilqun atau khulqun, berarti perangai, tabiat, kebiasaan, dan
peradaban. Dalam Al Quran disebut kata khuluqun (surat Al Qalam 68:4), dan kata akhlak
pada hadis Nabi riwayat Tirmizi.
3. Secara terminologis (istilah)
a. Ibnu Miskawih (w.1.030 M)
Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk melakukan
perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.
b. Imam Ghazali (1.059-1.111 M)
Akhlak adalah sifat yang tertaman dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan
dengan gampang dan mudah tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.
c. Ibrahim Anis dalam Mu’jam Al Wasith
Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang dengannya lahirlah macam-macam
perbuatan baik atau buruk tanpa membutuhkan dan pertimbangan.
4. Ciri-ciri akhlaq
a. Perbuatan akhlaq adalah perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa
seseorang, sehingga telah menjadi kepribadiannya.
b. Perbuatan akhlaq adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah dan tanpa
pemikiran.
c. Perbuatan akhlah adalah perbuatan yang timbul dari dalam diri orang yang
mengerjakannya, tanpa ada paksaan atau tekanan dari luar.
d. Perbuatan akhlaq adalah perbuatan yang dilakukan dengan sesungguhnya
e. Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan ikhlas semata-mata
karena Allah.
5. Ilmu akhlak
Ilmu akhlaq adalah ilmu tentang keutamaan dan cara mengikutinya hingga terisi dengan
keutamaan tersebut, dan tentang keburukan dan cara menghindarinya hingga jiwa kosong
dari padanya (Abdul Hamid Yunus).
Ilmu akhlaq adalah ilmu yang objek pembahasannya adalah tentang nilai-nilai yang dapat
disifatkan dengan perbuatan manusia yang dapat disifatkan dengan baik atau buruk (Ibrahim
Anis)
6. Akhlak Islamy
Akhlak Islamy adalah akhlak yang berdasarkan ajaran Islam, atau akhlak yang bersifat Islamy.
Maka akhlak Islamy adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah, disengaja, mendarah
daging, dan sesungguhnya, yang didasarkan pada ajaran Islam.
Karena ajaran islam bersifat universal, maka dalam menjabarkan akhlak Islamy diperlukan
pemikiran akal manusia dan perilaku sosial yang terkandung dalam ajaran etika dan moral.
B. Etika, moral dan susila
1. Pengertian
a. Etika
Etika berasal dari kata ethos (Yunani) berarti watak kesusilaan atau adat. Atau berarti ilmu
pengetahuan tentang asas-asas akhlak. Jadi etika berhubungan dengan tingkah laku
manusia.
Secara istilah, etika berarti :
Ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan
manusia menyatakan tujuan yang harus ditju oleh manusia didalam perbuatan mereka dan
menunjukkan jalan unutk melakukan apa yang seharusnya diperbuat.
b. Moral
Istilah moral berarti :
- Suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas-batas dari sifat, perangai,
kehendak, pendapat atau perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar, salah, baik
atau buruk (Abuddin Nata :90)
- Prinsip-prnsip yang berkenaan dengan benar atau salah,baik dan buruk.
- Kemampuan untuk memahami perbedaan antara benar dan salah
- Ajaran atau gambaran tingkah laku yang baik.
c. Susila
- Kata susila berasal dari kata su dan sila. Kata su berarti baik, sila berarti dasar, prinsip,
peraturan hidup/norma (Sansekerta).
- Susila = aturan hidup yang lebih baik, sopan. Kesusilaan = kesopanan.
- Kesusilaan mengacu pada membimbing, mengarahkan, membiasakan hidup sesuai
norma yang berlaku di masyarakat, kesusilaan menggambarkan keadaan orang yang
menerapkan nilai-nilai yang dipandang baik.
d. Hubungan etika, moral, susila dan akhlak
- Penerapan akhlak islami memerlukan pemikiran konsep, norma, aturan-aturan dan
kesepakatan masyarakat untuk menggunakannya.
- Banyak sekali ayat Al Quran dan hadits yang memerintahkan manusia menggunakan
akalnya untuk memahami rahasia kekuasaan Allah diantaranya.
- Dengan akalnya manusia dapat memahami segala sesuatu yang diperintahkan dan
dilarang Allah, dan bahkan hikmah dan perbuatan Allah.
-Demikian pula Allah menyatakn segala sesuatu hasil pemikiran manusia yang baik
yang dilakukan berdasarkan penelitian dan pengakajian secara ilmiah (empirik),
dipandang baik juga oleh Allah.
- Kebiasaan (‘urf) merupakan salah satu dari sumber ajaran islam. Asal tidak
bertentangan dengan ajaran Islam. Adat dapat dijadikan sumber hukum islam.
Adat tersebut menjadi ketetapan atau hukum islam. Misal : halal bihalal, jual beli
dengan travel cek.
- Akhlak Islam yang bersumber dari wahyu dapat menerima dan mengakui peranan,
etika, moral dan susila, sebgai sarana untuk menjabarkan akhlak yang terdapat
didialam al Quran dan Hadits., Sepanjang hal tersebut tidak bertententangan dengan
Al Quran dan Hadits. Dasarnya qaidah ushul fiqh : menarik manfaat terhadap yang
mmeberi kebaikan dan meninggalkan terhadap yang mendatangkan kerusakan ( jalbul
maslahah wa dar-ur mafasid )
C. Pembagian akhlak
Secara garis besar akhlak dibagi dua, yaitu akhlak terpuji ( akhlak nmahmudah) dan
akhlak tercela ( akhlak mazmumah )
1. Akhlak terpuji (akhlak mahmudah) adalah akhlak yang senantiasa berada dalam
kontrol Ilahiyah, yang dapat membawa nilai-nilai positif dan kontrukstif kepada
kemaslahatan umat, seperti sifat sabar, jujur, ikhlas, bersyukur, rendah hati dan
husnuzzon.
2. Akhlak tercela (akhlak mazmumah) adalah akhlak yang tidak dalam kontrol Ilahiyah,
berasal dari hawa nafsu manusia yang berada dalam lingkaran syathaniyah, dan dapat
membawa suasana negatif serta destruktif bagi kepentingan umat manusia , seperti sifat
takabur (sombong), suudzzon, tamak, pesimis, dusta, kufur, khianat dan malas.
D. Dari segi sasaran atau objeknya, akhlak dibagi menjadi akhlak kepada Allah dan
akhlak kepada makhluk. Akhlak kepada mahluk dibagi akhlak kepada manusia dan akhlak
kepada alam sekitar. Akhlak kepada manusia terdiri atas akhlak kepada Rasulullah, orang
tua, diri manusia sendiri, akhlak dalam lingkungan keluarga, akhlak terhadap
tetangga dan akhlak dalam lingkungan masyartakat luas. Akhlak kepada alam sekitar
terdiri atas akhlak terhadap hewan, tumbuh-tumbuhan dan alam sekitar.
1. Akhlak kepada Allah
- Mentauhidkan dan menyembah hanya kepada Allah
- Bertaqwa kepada-Nya
- Berdoa kepada-nya
- Berzikir dan mengingat Alllah semata
- Bertawakal kepada-Nya
2. Akhlak terhadap diri sendiri
- Tawadhu’
- Sabar
- Bersikap jujur
- Amanah
- Qanaah (mencukupkan apa adanya)
- “Iffah (pemaaf, menahan diri)
3. Akhlak dalam lingkungan keluarga
- Akhlak suami sebagai kepala keluarga
- Anak wajib menghormati dan berbuat baik terhadap kedua orang tua
- Orang tua wajib mendidik anak-anak-nya
- Memelihara keturunan
- Istri wajib menghormati suami
- Suami wajib menghargai istri
- Orang tua menghargai anak-anaknya
- Suami wajib memmenuhi nafkah bagi keluarganya
4. Akhlak dalam lingkungan masyarakat luas
- Tolong menolong (ta’awun)
- Adil (‘adalah)
- Menepati janji
- Bermusyawarah
- Menjaga persaudaraan (ukhuwah)
5. Akhlak terhadap alam sekitar (ekosistem)
- Melestarsikan lingkungan
- Menjaga kebersihan linbgkungan dari pencemaran
- Memamfaatkan sumber daya alam untuk kesejahteraan bersama
E. Kedudukan akhlak
Dalam ajaran Islam akhlak adalah muara atau hasil dari seluruh ajaran
Islam yang bersumber dari aqidah dan syariah. Aqidah sebagai pondasi
ajaran Islam, syariah sebagai implementasi, dan akhlak sebagai hasil
atau muara dari seluruh ajaran Islam. Akhlak adalah tujuan akhir dari
seluruh ajaran Islam (Hadis).
F. Pembinaan akhlak dalam kehidupan sehari-hari
Induk akhlak adalah hikmah (bijaksana), syajaah (perwira, kesatria),
dan ‘iffah (menjaga diri). Induk ketiuganya adalah adil, yaitu sikap
pertengahan dan seimbang dalam mempergunakan potensi rohaniyah
manusia yaitu akal (di kepala), ghazab (di dada), dan nafsu syahwat(di
perut).
Maka inti akhlak adalah adil (Ali Imran 3:8, An Nisa 4:4, An Nahl 16:
70). Sikap adil (pertengahan) mengahasilkan akhlak mulia, sebaliknya
apabila berlebihan menghasilkan akhlak tercela. Menurut kaum
Mu’tazilah perbuatan Allah terhadap manusia menunjukkan keadilan
Nya. Manusia yang adil meniru sifat Allah dan selalu cenderung kepada
sifat-sifat tersebut ( Hadis).

Akhlak

  • 1.
    081395203503 - Sobri Kampusbit.com BinaryDigital System Center | Software House | Digital Marketing | Free Consultation IT
  • 2.
    MODUL IX AKHLAK A.Pengertian 1. Etimologis(bahasa) kata akhlak (bhs.Arab) berasal dari kata akhlaqa, yukhliku, ikhlakan berarti as sajiyah (perangai), ath thabi’ah (tabiat, kelakukan,watak dasar), al ‘adah (kebiasaan, kelaziman), al maruah (peradaban yang baik, ad din (agama). 2. Pendapat lain : Kata akhlak berasal dari kata khilqun atau khulqun, berarti perangai, tabiat, kebiasaan, dan peradaban. Dalam Al Quran disebut kata khuluqun (surat Al Qalam 68:4), dan kata akhlak pada hadis Nabi riwayat Tirmizi. 3. Secara terminologis (istilah) a. Ibnu Miskawih (w.1.030 M) Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. b. Imam Ghazali (1.059-1.111 M) Akhlak adalah sifat yang tertaman dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan gampang dan mudah tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. c. Ibrahim Anis dalam Mu’jam Al Wasith Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang dengannya lahirlah macam-macam perbuatan baik atau buruk tanpa membutuhkan dan pertimbangan.
  • 3.
    4. Ciri-ciri akhlaq a.Perbuatan akhlaq adalah perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang, sehingga telah menjadi kepribadiannya. b. Perbuatan akhlaq adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah dan tanpa pemikiran. c. Perbuatan akhlah adalah perbuatan yang timbul dari dalam diri orang yang mengerjakannya, tanpa ada paksaan atau tekanan dari luar. d. Perbuatan akhlaq adalah perbuatan yang dilakukan dengan sesungguhnya e. Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan ikhlas semata-mata karena Allah. 5. Ilmu akhlak Ilmu akhlaq adalah ilmu tentang keutamaan dan cara mengikutinya hingga terisi dengan keutamaan tersebut, dan tentang keburukan dan cara menghindarinya hingga jiwa kosong dari padanya (Abdul Hamid Yunus). Ilmu akhlaq adalah ilmu yang objek pembahasannya adalah tentang nilai-nilai yang dapat disifatkan dengan perbuatan manusia yang dapat disifatkan dengan baik atau buruk (Ibrahim Anis) 6. Akhlak Islamy Akhlak Islamy adalah akhlak yang berdasarkan ajaran Islam, atau akhlak yang bersifat Islamy. Maka akhlak Islamy adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah, disengaja, mendarah daging, dan sesungguhnya, yang didasarkan pada ajaran Islam.
  • 4.
    Karena ajaran islambersifat universal, maka dalam menjabarkan akhlak Islamy diperlukan pemikiran akal manusia dan perilaku sosial yang terkandung dalam ajaran etika dan moral. B. Etika, moral dan susila 1. Pengertian a. Etika Etika berasal dari kata ethos (Yunani) berarti watak kesusilaan atau adat. Atau berarti ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak. Jadi etika berhubungan dengan tingkah laku manusia. Secara istilah, etika berarti : Ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan manusia menyatakan tujuan yang harus ditju oleh manusia didalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan unutk melakukan apa yang seharusnya diperbuat. b. Moral Istilah moral berarti : - Suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas-batas dari sifat, perangai, kehendak, pendapat atau perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar, salah, baik atau buruk (Abuddin Nata :90) - Prinsip-prnsip yang berkenaan dengan benar atau salah,baik dan buruk. - Kemampuan untuk memahami perbedaan antara benar dan salah - Ajaran atau gambaran tingkah laku yang baik.
  • 5.
    c. Susila - Katasusila berasal dari kata su dan sila. Kata su berarti baik, sila berarti dasar, prinsip, peraturan hidup/norma (Sansekerta). - Susila = aturan hidup yang lebih baik, sopan. Kesusilaan = kesopanan. - Kesusilaan mengacu pada membimbing, mengarahkan, membiasakan hidup sesuai norma yang berlaku di masyarakat, kesusilaan menggambarkan keadaan orang yang menerapkan nilai-nilai yang dipandang baik. d. Hubungan etika, moral, susila dan akhlak - Penerapan akhlak islami memerlukan pemikiran konsep, norma, aturan-aturan dan kesepakatan masyarakat untuk menggunakannya. - Banyak sekali ayat Al Quran dan hadits yang memerintahkan manusia menggunakan akalnya untuk memahami rahasia kekuasaan Allah diantaranya. - Dengan akalnya manusia dapat memahami segala sesuatu yang diperintahkan dan dilarang Allah, dan bahkan hikmah dan perbuatan Allah. -Demikian pula Allah menyatakn segala sesuatu hasil pemikiran manusia yang baik yang dilakukan berdasarkan penelitian dan pengakajian secara ilmiah (empirik), dipandang baik juga oleh Allah.
  • 6.
    - Kebiasaan (‘urf)merupakan salah satu dari sumber ajaran islam. Asal tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Adat dapat dijadikan sumber hukum islam. Adat tersebut menjadi ketetapan atau hukum islam. Misal : halal bihalal, jual beli dengan travel cek. - Akhlak Islam yang bersumber dari wahyu dapat menerima dan mengakui peranan, etika, moral dan susila, sebgai sarana untuk menjabarkan akhlak yang terdapat didialam al Quran dan Hadits., Sepanjang hal tersebut tidak bertententangan dengan Al Quran dan Hadits. Dasarnya qaidah ushul fiqh : menarik manfaat terhadap yang mmeberi kebaikan dan meninggalkan terhadap yang mendatangkan kerusakan ( jalbul maslahah wa dar-ur mafasid ) C. Pembagian akhlak Secara garis besar akhlak dibagi dua, yaitu akhlak terpuji ( akhlak nmahmudah) dan akhlak tercela ( akhlak mazmumah ) 1. Akhlak terpuji (akhlak mahmudah) adalah akhlak yang senantiasa berada dalam kontrol Ilahiyah, yang dapat membawa nilai-nilai positif dan kontrukstif kepada kemaslahatan umat, seperti sifat sabar, jujur, ikhlas, bersyukur, rendah hati dan husnuzzon.
  • 7.
    2. Akhlak tercela(akhlak mazmumah) adalah akhlak yang tidak dalam kontrol Ilahiyah, berasal dari hawa nafsu manusia yang berada dalam lingkaran syathaniyah, dan dapat membawa suasana negatif serta destruktif bagi kepentingan umat manusia , seperti sifat takabur (sombong), suudzzon, tamak, pesimis, dusta, kufur, khianat dan malas. D. Dari segi sasaran atau objeknya, akhlak dibagi menjadi akhlak kepada Allah dan akhlak kepada makhluk. Akhlak kepada mahluk dibagi akhlak kepada manusia dan akhlak kepada alam sekitar. Akhlak kepada manusia terdiri atas akhlak kepada Rasulullah, orang tua, diri manusia sendiri, akhlak dalam lingkungan keluarga, akhlak terhadap tetangga dan akhlak dalam lingkungan masyartakat luas. Akhlak kepada alam sekitar terdiri atas akhlak terhadap hewan, tumbuh-tumbuhan dan alam sekitar. 1. Akhlak kepada Allah - Mentauhidkan dan menyembah hanya kepada Allah - Bertaqwa kepada-Nya - Berdoa kepada-nya - Berzikir dan mengingat Alllah semata - Bertawakal kepada-Nya
  • 8.
    2. Akhlak terhadapdiri sendiri - Tawadhu’ - Sabar - Bersikap jujur - Amanah - Qanaah (mencukupkan apa adanya) - “Iffah (pemaaf, menahan diri) 3. Akhlak dalam lingkungan keluarga - Akhlak suami sebagai kepala keluarga - Anak wajib menghormati dan berbuat baik terhadap kedua orang tua - Orang tua wajib mendidik anak-anak-nya - Memelihara keturunan - Istri wajib menghormati suami - Suami wajib menghargai istri - Orang tua menghargai anak-anaknya - Suami wajib memmenuhi nafkah bagi keluarganya
  • 9.
    4. Akhlak dalamlingkungan masyarakat luas - Tolong menolong (ta’awun) - Adil (‘adalah) - Menepati janji - Bermusyawarah - Menjaga persaudaraan (ukhuwah) 5. Akhlak terhadap alam sekitar (ekosistem) - Melestarsikan lingkungan - Menjaga kebersihan linbgkungan dari pencemaran - Memamfaatkan sumber daya alam untuk kesejahteraan bersama E. Kedudukan akhlak Dalam ajaran Islam akhlak adalah muara atau hasil dari seluruh ajaran Islam yang bersumber dari aqidah dan syariah. Aqidah sebagai pondasi ajaran Islam, syariah sebagai implementasi, dan akhlak sebagai hasil atau muara dari seluruh ajaran Islam. Akhlak adalah tujuan akhir dari seluruh ajaran Islam (Hadis).
  • 10.
    F. Pembinaan akhlakdalam kehidupan sehari-hari Induk akhlak adalah hikmah (bijaksana), syajaah (perwira, kesatria), dan ‘iffah (menjaga diri). Induk ketiuganya adalah adil, yaitu sikap pertengahan dan seimbang dalam mempergunakan potensi rohaniyah manusia yaitu akal (di kepala), ghazab (di dada), dan nafsu syahwat(di perut). Maka inti akhlak adalah adil (Ali Imran 3:8, An Nisa 4:4, An Nahl 16: 70). Sikap adil (pertengahan) mengahasilkan akhlak mulia, sebaliknya apabila berlebihan menghasilkan akhlak tercela. Menurut kaum Mu’tazilah perbuatan Allah terhadap manusia menunjukkan keadilan Nya. Manusia yang adil meniru sifat Allah dan selalu cenderung kepada sifat-sifat tersebut ( Hadis).