AJARAN AKHLAK DALAM ISLAM

                      DISUSUN OLEH :
1. Aryadita Minanda                ( P07133111087)
2. Ayu Damayanti                   ( P07133111088)
3. Banny Suryani                   (PO7133111089)
4. Bambang Suryadi Senin               ( P07133111090)
PENGERTIAN AKHLAK



           Secara etimologis, kata Akhlak yang
 berasal dari bahasa arab Khuluq, berarti :
 perbuatan atau tingkah laku. Kata Khuluq
 berkonotasi dengan Khaliq ( pencipta ) dan “
 makhluk ” ( yang diciptakan ), sehingga tuntutan
 berakhlaq harus didasarkan pada norma khalik
 serta kepentingan makhluk.
          Dalam arti teknis, akhlaq sama dengan
 etika ( Yun, etos ) atau moral ( Yun, Mores ),
 seperti ungkapan akhlaq islam adalah sama
 dengan Etika islam atau moral Islam.
• akhlak itu adalah hal – hal yang berkaitan dengan norma
  – norma atau nilai – nilai yang baik, yang seharusnya
  berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, dan norma –
  norma atau nilai – nilai yang buruk yang seharusnya
  tidak berlaku dalam kehidupan bermasyarakat.
• Di dalam AL-Quran, istilah yang baik disebut ma’ruf atau
  ma’rufat, dan istilah buruk disebut munkar .
•   Hakekat akhlak yang berdasarkan Tauhid atau Akhlaq al – karimah ialah
    perbuatan baik ( ikhsan ), dimanapun seseorang berada sebagaimana yang
    diformulasikan Nabi SAW :
•   “ Berbuat patuh berarti engkau patuh kepada Allah seakan – akan engkau
    melihat- Nya, jika engkau merasa tidak melihat-Nya, tetapi sesungguhnya Allah
    senantiasa melihat engkau ”.
•   Akhlak adalah hal – hal yang berkaitan dengan norma – norma atau nilai – nilai
    yang baik, yang seharusnya berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, dan
    norma – norma atau nilai – nilai yang buruk yang seharusnya tidak berlaku
    dalam kehidupan bermasyarakat
•   Ada empat sifat yang wajib dimiliki serta dicapai oleh individu, yaitu sifat-sifat
    yang menyangkut masalah akidah, ibadah, muamalah, dan akhlak. Empat hal
    ini tidak boleh dipisahkan pada pribadi seseorang sehingga harus selalu
    lengkap dan sempurna
MACAM-MACAM AKHLAQ:
A. Akhlak yang baik itu ( Akhlaqul Karimah )
 ialah pola perilaku yang berlandaskan pada dan memanifestasikan nilai-nilai iman,islam,dan
ikhsan.
•Dalam konteks ini Rasul bersabda    :
“Bahwa engkau beribadah kepada Allah seperti engkau melihat-Nya, jika engkau tidak
melihat-Nya, sesungguhnya Allah melihat engkau “. ( H.R Khamsah dari Umai bin Khatab ).
Dalan Alquran kata – kata ikhsan ditunjukkan pada perbuatan – perbuatan , antara lain :
1. Berinfaq, menguasai kemarahan, dan memaafkan manusia
2.Sabar
3.Jihat
4.Takwa
Akhlak dan ikhsan adalah dua perantara yang berada pada satu sistem yang lebih besar
yaitu akhlakul karimah. Dengan kata lain, akhlak adalah pranata perilaku yang mencerminkan
struktur dan pola perilaku manusia dalam segala aspek kehidupan.
 Sedangkan ikhsan adalah pranata nilai yang menentukan atribut kualitatif pribadi ( akhlak ).
Jadi, akhlak yang berkualitas ikhsan adalah Akhlakul Karimah.



•B. Akhalk yang jelek (akhlaqul sayyi’ah)
 yaitu pola perilaku yang jelek atau menyimpang dari ajaran agama , meliputi
dusta,munafik,iri,dengki,dll.
PENERAPAN AKHLAQ

• penerapan akhlaq adalah pelaksanaan dari nilai Akhlakul
  Karimah untuk menjadi seorang muslim. Akhlakul Karimah
  dapat dilaksanakan melalui pendidikan yaitu :
a) Pendidikan ( transfer ) tata nilai
b) Pengembangan pengertian ( sosialisasi )
c) Pengembangan pengetahuan menganalisis
d) Pengembangan kemampuan membuat sintesis
e) Pengembangan kemampuan untuk menerapkan
f) Pengembangan kemampuan untuk merevisi pola atau
   rencana
g. Penerapan Akhlakul Karimah dengan cara diatas ( A sampai F )
disebut pendidikan dengan pendekatan mentalistik atau pendekatan
kognitif.
h. Latihan ketrampilan atau perilaku tertentu
i. Tanya jawab
j. Pengisian suatu pernyataan yang belum selesai
k. Ketrampilan memecahkan masalah
•Penerapan ( g sampai h ) adalah pendidikan yang bersifat
mekanistik atau disebut pendekatan stimulus respon
TUJUAN AKHLAK
• Tujuan akhlak adalah
• menghasilkan nilai akhlak saja, bukan nilai materi, nilai
  kemanusiaan, atau nilai kerohanian. Selain itu, nilai-nilai
  ini tidak boleh dicampuradukkan dengan akhlak agar
  tidak terjadi kebimbangan dalam memiliki akhlak beserta
  sifat-sifatnya.
PERBANDINGAN AKHLAQ DAN ETIKA
•   Etika berasal dari bahasa Yunani “ ethos “ berarti watak atau adat dan asal
    kata moral yang sama artinya dengan etika dari bahasa latin mos jamaknya
    ialah mores yang berarti juga adat atau cara hidup. Di sini dapat dilihat, bahwa
    kedua perkataan itu etik dan moral menunjukkan cara berbuat yang menjadi
    adat karena persetujuan atau praktik sekelompok manusia.
•    Oleh karena itu, dalam masyarakat yang menggunakan sistem etika ini pada
    waktu tertentu akan membenarkan pelaksanaa nilai tata cara hidup tertentu dan
    pada waktu serta serta tempat yang lain tidak menerimanya. Umpamanya “
    hidup bersama pada masyarakat bebas “ seperti didunia barat , yang menurut
    nilai akhlakul karimah tidak bisa dibenarkan. Jelas tampak kepada kita, bahwa
    sistem etika dapat bersifat bebas nilai khususnya nilai sakral, dan oleh karena
    itu sistem etika seperti ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Hablum
    Minallah.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH
Presen tasi agama

Presen tasi agama

  • 1.
    AJARAN AKHLAK DALAMISLAM DISUSUN OLEH : 1. Aryadita Minanda ( P07133111087) 2. Ayu Damayanti ( P07133111088) 3. Banny Suryani (PO7133111089) 4. Bambang Suryadi Senin ( P07133111090)
  • 2.
    PENGERTIAN AKHLAK Secara etimologis, kata Akhlak yang berasal dari bahasa arab Khuluq, berarti : perbuatan atau tingkah laku. Kata Khuluq berkonotasi dengan Khaliq ( pencipta ) dan “ makhluk ” ( yang diciptakan ), sehingga tuntutan berakhlaq harus didasarkan pada norma khalik serta kepentingan makhluk. Dalam arti teknis, akhlaq sama dengan etika ( Yun, etos ) atau moral ( Yun, Mores ), seperti ungkapan akhlaq islam adalah sama dengan Etika islam atau moral Islam.
  • 3.
    • akhlak ituadalah hal – hal yang berkaitan dengan norma – norma atau nilai – nilai yang baik, yang seharusnya berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, dan norma – norma atau nilai – nilai yang buruk yang seharusnya tidak berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. • Di dalam AL-Quran, istilah yang baik disebut ma’ruf atau ma’rufat, dan istilah buruk disebut munkar .
  • 4.
    Hakekat akhlak yang berdasarkan Tauhid atau Akhlaq al – karimah ialah perbuatan baik ( ikhsan ), dimanapun seseorang berada sebagaimana yang diformulasikan Nabi SAW : • “ Berbuat patuh berarti engkau patuh kepada Allah seakan – akan engkau melihat- Nya, jika engkau merasa tidak melihat-Nya, tetapi sesungguhnya Allah senantiasa melihat engkau ”. • Akhlak adalah hal – hal yang berkaitan dengan norma – norma atau nilai – nilai yang baik, yang seharusnya berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, dan norma – norma atau nilai – nilai yang buruk yang seharusnya tidak berlaku dalam kehidupan bermasyarakat • Ada empat sifat yang wajib dimiliki serta dicapai oleh individu, yaitu sifat-sifat yang menyangkut masalah akidah, ibadah, muamalah, dan akhlak. Empat hal ini tidak boleh dipisahkan pada pribadi seseorang sehingga harus selalu lengkap dan sempurna
  • 5.
    MACAM-MACAM AKHLAQ: A. Akhlakyang baik itu ( Akhlaqul Karimah ) ialah pola perilaku yang berlandaskan pada dan memanifestasikan nilai-nilai iman,islam,dan ikhsan. •Dalam konteks ini Rasul bersabda : “Bahwa engkau beribadah kepada Allah seperti engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Allah melihat engkau “. ( H.R Khamsah dari Umai bin Khatab ). Dalan Alquran kata – kata ikhsan ditunjukkan pada perbuatan – perbuatan , antara lain : 1. Berinfaq, menguasai kemarahan, dan memaafkan manusia 2.Sabar 3.Jihat 4.Takwa
  • 6.
    Akhlak dan ikhsanadalah dua perantara yang berada pada satu sistem yang lebih besar yaitu akhlakul karimah. Dengan kata lain, akhlak adalah pranata perilaku yang mencerminkan struktur dan pola perilaku manusia dalam segala aspek kehidupan. Sedangkan ikhsan adalah pranata nilai yang menentukan atribut kualitatif pribadi ( akhlak ). Jadi, akhlak yang berkualitas ikhsan adalah Akhlakul Karimah. •B. Akhalk yang jelek (akhlaqul sayyi’ah) yaitu pola perilaku yang jelek atau menyimpang dari ajaran agama , meliputi dusta,munafik,iri,dengki,dll.
  • 7.
    PENERAPAN AKHLAQ • penerapanakhlaq adalah pelaksanaan dari nilai Akhlakul Karimah untuk menjadi seorang muslim. Akhlakul Karimah dapat dilaksanakan melalui pendidikan yaitu : a) Pendidikan ( transfer ) tata nilai b) Pengembangan pengertian ( sosialisasi ) c) Pengembangan pengetahuan menganalisis d) Pengembangan kemampuan membuat sintesis e) Pengembangan kemampuan untuk menerapkan f) Pengembangan kemampuan untuk merevisi pola atau rencana
  • 8.
    g. Penerapan AkhlakulKarimah dengan cara diatas ( A sampai F ) disebut pendidikan dengan pendekatan mentalistik atau pendekatan kognitif. h. Latihan ketrampilan atau perilaku tertentu i. Tanya jawab j. Pengisian suatu pernyataan yang belum selesai k. Ketrampilan memecahkan masalah •Penerapan ( g sampai h ) adalah pendidikan yang bersifat mekanistik atau disebut pendekatan stimulus respon
  • 9.
    TUJUAN AKHLAK • Tujuanakhlak adalah • menghasilkan nilai akhlak saja, bukan nilai materi, nilai kemanusiaan, atau nilai kerohanian. Selain itu, nilai-nilai ini tidak boleh dicampuradukkan dengan akhlak agar tidak terjadi kebimbangan dalam memiliki akhlak beserta sifat-sifatnya.
  • 10.
    PERBANDINGAN AKHLAQ DANETIKA • Etika berasal dari bahasa Yunani “ ethos “ berarti watak atau adat dan asal kata moral yang sama artinya dengan etika dari bahasa latin mos jamaknya ialah mores yang berarti juga adat atau cara hidup. Di sini dapat dilihat, bahwa kedua perkataan itu etik dan moral menunjukkan cara berbuat yang menjadi adat karena persetujuan atau praktik sekelompok manusia. • Oleh karena itu, dalam masyarakat yang menggunakan sistem etika ini pada waktu tertentu akan membenarkan pelaksanaa nilai tata cara hidup tertentu dan pada waktu serta serta tempat yang lain tidak menerimanya. Umpamanya “ hidup bersama pada masyarakat bebas “ seperti didunia barat , yang menurut nilai akhlakul karimah tidak bisa dibenarkan. Jelas tampak kepada kita, bahwa sistem etika dapat bersifat bebas nilai khususnya nilai sakral, dan oleh karena itu sistem etika seperti ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Hablum Minallah.
  • 11.