Bai’ As-Salam
Akad Salam/Akad Salaf
KEBERKAHAN dan KEBAHAGIAAN
Untuk
PEMBELI dan PENJUAL
AKAD SALAM
Adalah salah satu bentuk akad dalam fiqh muamalah.
Salam yang dimaksud disini bukan salam yang artinya
perdamaian atau memberi salam. Kata salam yang
bermakna Perdamaian terdiri dari 4 huruf;
Sin-Lam-Alif-Mim .(‫سالم‬)
Sedangkan kata Salam yang dimaksud dalam
Pembahasan ini terdiri dari 3 huruf;
Sin-Lam-Mim (‫سلم‬) yang artinya adalah Penyerahan.
Apa itu - AKAD SALAM ?
AKAD SALAM Adalah akad Pemesanan suatu
Barang/Jasa oleh Pembeli dengan pembayaran tunai
disaat akad dengan Harga, Kriteria, Spesifikasi, Jumlah
dan Waktu serta Tempat serah terima disepakati diawal
bersama Penjual, Akad Salam berlaku sejak akad
disepakati hingga penyerahan Barang atau Jasa
tertunaikan semua oleh Penjual.
Inilah sebuah transaksi yang telah dihalalkan oleh Allah
SWT melalui Baginda Rasulullah SAW digunakan sejak
1.400 tahun lalu oleh umat Islam.
Contoh AKAD SALAM
Pembelian Tiket Pesawat adalah contoh keseharian
bertransaksi dengan AKAD SALAM yang sering kita
lakukan.
Sebenarnya dalam Transaksi pembelian tiket pesawat,
yang kita beli adalah Jasa yang dibayar tunai pada saat
akad. atas jadwal penerbangan yang berisikan Maskapai
Penerbangan dengan nomor penerbangannya, waktu dan
tempat keberangkatan serta waktu dan tempat tujuan,
serta harga yang mengikat.
Manfaat - AKAD SALAM
Bagi PEMBELI; adanya jaminan memperoleh barang
dalam jumlah dan kualitas tertentu pada saat dibutuhkan
dengan harga yang LEBIH MURAH karena HARGA dan
SPESIFIKASI disepakati dan dilunasi di awal.
Bagi PENJUAL; diperolehnya DANA DIAWAL untuk
melakukan aktivitas usaha TANPA BEBAN BUNGA
sehingga bisa terbebas dari RIBA.
AKAD SALAM Memberikan Keberkahan kepada
PEMBELI DAN PENJUAL
Landasan Al-Quran - AKAD SALAM
• QS – 2 : 282 “hai orang-orang yang beriman
apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai
untuk waktu yang ditentukan, hendaknya kamu
menuliskannya dengan benar ....”
• QS – 5 : 1 ”Hai orang orang yang beriman
penuhilah akad akad itu...”
• QS– 5:29 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah
kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan
yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang
berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu”.
Landasan Al Hadis - AKAD SALAM
• HR.Bukhari Muslim “Barang siapa melakukan salam,
hendaknya ia melakukannya dengan takaran yang jelas dan
timbangan yang jelas pula, untuk jangka waktu yang
diketahui.”
"Bahwasannya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang
jual-beli untung-untungan.”
• Ibnu Abbas "Saya bersaksi bahwa jual-beli As
Salaf yang terjamin hingga tempo yang ditentukan telah
dihalalkan dan diizinkan Allah dalam Al Qur'an, Allah Ta'ala
berfirman (artinya): "Hai orang-orang yang beriman, apabila
kamu bermu'amalah tidak dengan secara tunai, untuk waktu
yang ditentukan, hendaklah kamu menulisnya."
Landasan Ijma’ - AKAD SALAM
Ketika Nabi Muhammad SAW tiba di kota Madinah,
penduduk Madinah telah biasa memesan buah
kurma dalam tempo waktu 2 atau 3 tahun, maka
Beliau bersabda, “Barang siapa yang memesan
sesuatu maka hendaknya ia memesan dalam
jumlah takaran yang telah diketahui (oleh kedua
belah pihak) dan dalam timbangan yang telah
diketahui (oleh kedua belah pihak), serta hingga
tempo yang telah diketahui (oleh kedua belah
pihak) pula.” Muttafaqun 'alaih.
Rukun dan Syarat - AKAD SALAM
1. PARA PIHAK/PELAKU :
A. PENJUAL (musallam ilaihi)
B. PEMBELI (musalIim)
2. OBJEK AKAD :
A. MODAL SALAM, uang tunai (ra’sul maal).
B. BARANG/JASA yang akan diserahkan (musallam fiihi).
a. Spesifikasi jelas
b. Dapat dikuantifikasi
c. Waktu penyerahan jelas
d. Tidak harus ada di tangan penjual
3. IJAB KABUL (Shighat)
6 Syarat Akad Salam
• Pertama, Jenis barangnya diketahui,
• Kedua, Sifat barangnya diketahui,
• Ketiga, Banyaknya barang diketahui,
• Keempat, Waktunya diketahui oleh kedua belah pihak,
• Kelima, Mengetahui Kadar/Nilai uangnya,
• Keenam, Jelas Tempat penyerahannya.
Berakhirnya - AKAD SALAM
Dari penjelasan diatas, hal-hal yang dpat membatalkan
kontrak adalah:
1. Barang yang dipesan tidak ada pada waktu yang
ditentukan.
2. Barang yang dikirim cacat atau tudaks esuai dengan
yang disepakati dalam akad.
3. Barangyangdikirim kualitasnya lebih rendah, dan
pembeli memilih untuk menolak atau membatalkan
akad.
4. Barang yang dikirim kualitsnya tidak sesuai akd tetapi
pembeli menerimanya.
5. Barang diterima seluruhnya.
Ketentuan Syariah - AKAD SALAM
SYARIAT ISLAM telah mengatur kemungkinan yang mungkin akan terjadi serta solusi
dalam penerapan akad SALAM, sebagai berikut :
1. Barang tidak harus ada ditangan Penjual SAAT AKAD tetapi harus ada pada waktu
yang telah ditentukan.
2. Apabila barang yang dipesan tidak ada pada waktu yang ditentukan, akad menjadi
rusak (fasakh). Pembeli dapat memilih apakah menunggu sampai dengan barang
yang dipesan tersedia atau membatalkan akad sehingga Penjual harus
mengembalikan dana yang telah diterima.
3. Apabila barang yang dikirim tidak sesuai dengan yang disepakati dalam akad, maka
Pembeli boleh memilih (khiar) untuk menerima atau menolak. Kalau menerima
maka Pembeli tidak boleh meminta kembali sebagian uangnya atau potongan harga,
Apabila pilihannya menolak maka si Penjual harus menyerahkan barang yang sesuai
dengan akad atau mengembalikan dana yang telah diterima.
4. Apabila barang yang dikirim memiliki kualitas yang lebih baik, maka Penjual tidak
boleh meminta tambahan pembayaran dan hal ini dianggap sebagai pelayanan
kepuasan pelanggan.
5. Barang boleh dikirim sebelum jatuh tempo asalkan disetujui oleh kedua belah pihak
dan dengan syarat kualitas dan jumlah barang sesuai dengan kesepakatan, dan tidak
boleh menuntut perubahan harga.
Perbedaan antara Salam, Forward, Future
SALAM FORWARD FEUTURE
Penentuan harga dan
kuantitas produ/jasa
Saat kontrak dibuat Saat kontrak dibuat Saat kontrak dibuat
Pengiriman
Dimasa depan sesuai
dengan kontrak
Dimasa depan sesuai
dengan kontrak
Tidak harus ada
pengiriman atau
Penjual dpt menutup
kewajibannya dengan
bertukar posisi, Penjual
bisa jadi Pedagang.
Pembayaran
Saat Kontrak dibuat,
pembeli harus
melunasi seluruh
nilai kontrak .yang
disepakati
Saat barang diterima
dimasa depan sesuai
dengan kontrak
Saat transaksi,
investor harus
menyimpan uang di
clearing house dan
setiap hari akan
proses mark-to-the-
market
Perbedaan antara Salam, Forward, Future
SALAM FORWARD FEUTURE
Barang/Jasa yang
menjadi Objek
Transaksi
Barang/Jasa yang Halal
dan harus mudah
ditemui di Pasar
(Fungible). Umumnya
Salam digunakan
dalam kontrak jual-beli
Pertanian dan
Perternakan
Sesuai dengan
kehendak Pembeli dan
Penjual yang membuat
Kontrak Forward
Barang yang
ditransaksikan
distandarisasi.
Umumnya Future
memperjualbelikan
komoditas dan Aset
Keuangan
Tujuan dibuatnya
Kontrak
Memberikan modal
kerja kepada Penjual
untuk memproduksi
Lindungi nilai dan
spekulasi
Lindungi nilai dan
Spekulasi

Akad Salam

  • 1.
    Bai’ As-Salam Akad Salam/AkadSalaf KEBERKAHAN dan KEBAHAGIAAN Untuk PEMBELI dan PENJUAL
  • 2.
    AKAD SALAM Adalah salahsatu bentuk akad dalam fiqh muamalah. Salam yang dimaksud disini bukan salam yang artinya perdamaian atau memberi salam. Kata salam yang bermakna Perdamaian terdiri dari 4 huruf; Sin-Lam-Alif-Mim .(‫سالم‬) Sedangkan kata Salam yang dimaksud dalam Pembahasan ini terdiri dari 3 huruf; Sin-Lam-Mim (‫سلم‬) yang artinya adalah Penyerahan.
  • 3.
    Apa itu -AKAD SALAM ? AKAD SALAM Adalah akad Pemesanan suatu Barang/Jasa oleh Pembeli dengan pembayaran tunai disaat akad dengan Harga, Kriteria, Spesifikasi, Jumlah dan Waktu serta Tempat serah terima disepakati diawal bersama Penjual, Akad Salam berlaku sejak akad disepakati hingga penyerahan Barang atau Jasa tertunaikan semua oleh Penjual. Inilah sebuah transaksi yang telah dihalalkan oleh Allah SWT melalui Baginda Rasulullah SAW digunakan sejak 1.400 tahun lalu oleh umat Islam.
  • 4.
    Contoh AKAD SALAM PembelianTiket Pesawat adalah contoh keseharian bertransaksi dengan AKAD SALAM yang sering kita lakukan. Sebenarnya dalam Transaksi pembelian tiket pesawat, yang kita beli adalah Jasa yang dibayar tunai pada saat akad. atas jadwal penerbangan yang berisikan Maskapai Penerbangan dengan nomor penerbangannya, waktu dan tempat keberangkatan serta waktu dan tempat tujuan, serta harga yang mengikat.
  • 5.
    Manfaat - AKADSALAM Bagi PEMBELI; adanya jaminan memperoleh barang dalam jumlah dan kualitas tertentu pada saat dibutuhkan dengan harga yang LEBIH MURAH karena HARGA dan SPESIFIKASI disepakati dan dilunasi di awal. Bagi PENJUAL; diperolehnya DANA DIAWAL untuk melakukan aktivitas usaha TANPA BEBAN BUNGA sehingga bisa terbebas dari RIBA. AKAD SALAM Memberikan Keberkahan kepada PEMBELI DAN PENJUAL
  • 6.
    Landasan Al-Quran -AKAD SALAM • QS – 2 : 282 “hai orang-orang yang beriman apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaknya kamu menuliskannya dengan benar ....” • QS – 5 : 1 ”Hai orang orang yang beriman penuhilah akad akad itu...” • QS– 5:29 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu”.
  • 7.
    Landasan Al Hadis- AKAD SALAM • HR.Bukhari Muslim “Barang siapa melakukan salam, hendaknya ia melakukannya dengan takaran yang jelas dan timbangan yang jelas pula, untuk jangka waktu yang diketahui.” "Bahwasannya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang jual-beli untung-untungan.” • Ibnu Abbas "Saya bersaksi bahwa jual-beli As Salaf yang terjamin hingga tempo yang ditentukan telah dihalalkan dan diizinkan Allah dalam Al Qur'an, Allah Ta'ala berfirman (artinya): "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak dengan secara tunai, untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menulisnya."
  • 8.
    Landasan Ijma’ -AKAD SALAM Ketika Nabi Muhammad SAW tiba di kota Madinah, penduduk Madinah telah biasa memesan buah kurma dalam tempo waktu 2 atau 3 tahun, maka Beliau bersabda, “Barang siapa yang memesan sesuatu maka hendaknya ia memesan dalam jumlah takaran yang telah diketahui (oleh kedua belah pihak) dan dalam timbangan yang telah diketahui (oleh kedua belah pihak), serta hingga tempo yang telah diketahui (oleh kedua belah pihak) pula.” Muttafaqun 'alaih.
  • 9.
    Rukun dan Syarat- AKAD SALAM 1. PARA PIHAK/PELAKU : A. PENJUAL (musallam ilaihi) B. PEMBELI (musalIim) 2. OBJEK AKAD : A. MODAL SALAM, uang tunai (ra’sul maal). B. BARANG/JASA yang akan diserahkan (musallam fiihi). a. Spesifikasi jelas b. Dapat dikuantifikasi c. Waktu penyerahan jelas d. Tidak harus ada di tangan penjual 3. IJAB KABUL (Shighat)
  • 10.
    6 Syarat AkadSalam • Pertama, Jenis barangnya diketahui, • Kedua, Sifat barangnya diketahui, • Ketiga, Banyaknya barang diketahui, • Keempat, Waktunya diketahui oleh kedua belah pihak, • Kelima, Mengetahui Kadar/Nilai uangnya, • Keenam, Jelas Tempat penyerahannya.
  • 11.
    Berakhirnya - AKADSALAM Dari penjelasan diatas, hal-hal yang dpat membatalkan kontrak adalah: 1. Barang yang dipesan tidak ada pada waktu yang ditentukan. 2. Barang yang dikirim cacat atau tudaks esuai dengan yang disepakati dalam akad. 3. Barangyangdikirim kualitasnya lebih rendah, dan pembeli memilih untuk menolak atau membatalkan akad. 4. Barang yang dikirim kualitsnya tidak sesuai akd tetapi pembeli menerimanya. 5. Barang diterima seluruhnya.
  • 12.
    Ketentuan Syariah -AKAD SALAM SYARIAT ISLAM telah mengatur kemungkinan yang mungkin akan terjadi serta solusi dalam penerapan akad SALAM, sebagai berikut : 1. Barang tidak harus ada ditangan Penjual SAAT AKAD tetapi harus ada pada waktu yang telah ditentukan. 2. Apabila barang yang dipesan tidak ada pada waktu yang ditentukan, akad menjadi rusak (fasakh). Pembeli dapat memilih apakah menunggu sampai dengan barang yang dipesan tersedia atau membatalkan akad sehingga Penjual harus mengembalikan dana yang telah diterima. 3. Apabila barang yang dikirim tidak sesuai dengan yang disepakati dalam akad, maka Pembeli boleh memilih (khiar) untuk menerima atau menolak. Kalau menerima maka Pembeli tidak boleh meminta kembali sebagian uangnya atau potongan harga, Apabila pilihannya menolak maka si Penjual harus menyerahkan barang yang sesuai dengan akad atau mengembalikan dana yang telah diterima. 4. Apabila barang yang dikirim memiliki kualitas yang lebih baik, maka Penjual tidak boleh meminta tambahan pembayaran dan hal ini dianggap sebagai pelayanan kepuasan pelanggan. 5. Barang boleh dikirim sebelum jatuh tempo asalkan disetujui oleh kedua belah pihak dan dengan syarat kualitas dan jumlah barang sesuai dengan kesepakatan, dan tidak boleh menuntut perubahan harga.
  • 13.
    Perbedaan antara Salam,Forward, Future SALAM FORWARD FEUTURE Penentuan harga dan kuantitas produ/jasa Saat kontrak dibuat Saat kontrak dibuat Saat kontrak dibuat Pengiriman Dimasa depan sesuai dengan kontrak Dimasa depan sesuai dengan kontrak Tidak harus ada pengiriman atau Penjual dpt menutup kewajibannya dengan bertukar posisi, Penjual bisa jadi Pedagang. Pembayaran Saat Kontrak dibuat, pembeli harus melunasi seluruh nilai kontrak .yang disepakati Saat barang diterima dimasa depan sesuai dengan kontrak Saat transaksi, investor harus menyimpan uang di clearing house dan setiap hari akan proses mark-to-the- market
  • 14.
    Perbedaan antara Salam,Forward, Future SALAM FORWARD FEUTURE Barang/Jasa yang menjadi Objek Transaksi Barang/Jasa yang Halal dan harus mudah ditemui di Pasar (Fungible). Umumnya Salam digunakan dalam kontrak jual-beli Pertanian dan Perternakan Sesuai dengan kehendak Pembeli dan Penjual yang membuat Kontrak Forward Barang yang ditransaksikan distandarisasi. Umumnya Future memperjualbelikan komoditas dan Aset Keuangan Tujuan dibuatnya Kontrak Memberikan modal kerja kepada Penjual untuk memproduksi Lindungi nilai dan spekulasi Lindungi nilai dan Spekulasi