AKUNTANSI
SYARIAH
AKAD
MURABAHAH
Kelompok 5 :
1) 1. Elza Mariyama S 1413010024
2) 2. Faishal Daris H. 1413010025
3) 3. Frida Maharani D. 1413010033
4) 4. Husna Ulfah 1413010041
5) 5. Nelofar Hafifi 1413010244
Pengertian Akad Murabahah
 Secara luas jual beli dapat diartikan sebagai pertukaran harta atas dasar
saling rela. Menurut (Saqib, 2008) jual beli adalah memindahkan milik
dengan ganti (iwad) yang dapat dibenarkan (sesuai syariah). Pertukaran
dapat dilakukan antara uang dengan barang,barang dengan barang yang
biasa kita kenal dengan barter dan uang dengan uang misalnya perturakan
nilai mata uang rupiah dengan yen
 Murabahah adalah transaksi penjualan barang dengan menyatakan harga
perolehan dan keuntungan (marhgin) yang disepakati oleh penjual dan
pembeli. Hal yang membedakan murabahah dengan penjualan yang biasa
kita kenal adalah penjualan secara jelas memberi tahu kepada pembeli
harga pokok barang tersebut dan berapa besar keuntungan yang
diinginkan. Pembeli dan penjual dapat melakukan tawar menawar atas
basaran margin keuntungan sehingga akhirnya diperoleh kesepakatan.
 Penjualan dapat dilakukan secara tunai atau kredit(pembayaran tangguh). Dalam akad
murabahah, diperkenankan harga berbeda untuk cara pembayaran yang berbeda. Misalnya
harga tunai, harga tangguh dengan periode 1 tahun atau 2 tahun berbeda. Namun penjual dan
pembeli harus memilih harga mana yang disepakati dalam akad tersebur dan begitu disepakati
maka hanya ada satu harga (harga dalam akad) yang digunakan dan harga ini tidak dapat
berubah.
 Muslim harus mengetahui jual beli yang diperolehkan dalam syariah, agar harta yag dimiliki
halal dan baik. Seperti kita ketahui jaul beli adalah salah satu aspek dalam muamalah
(hubungan manusia dengan manusia) dengan kaidah dasar semua boleh kecuali yang dilarang.
Kita wajib tahu sebagaimana sabda Rasulullah:
 “menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang muslim” (HR Ibnu Majah)
 Kemudian timbul perdebatan berkenaan dengan harga perolehan, apakah hanya sebesar
harga beli atau boleh ditambhakan dengan biaya lain. Secara umum kempat ulama mazhab
membolehkan pembebanan biaya langsung yang harus dibayarkan kepada pihak ke tiga .
mereka tidak memperbolehkan perbebanan biaya langsung yang berhubungan dengan
pekerjaan yag memang seharusnyan dilakukan oleh penjual, demikian juga biaya yang
tidak memberi nilai tambah pada barang (Karim, 2003)
 Harga beli menggunakan harga pokok yaitu harga beli dikurangi dengan diskon
pembelian. Apabila diskon diberikan setelah akad, maka diskonyang didapat akan menjadi
hak pembeli atau hak penjual sesuai dengan kesepakatan mereka di awal akad. Dalam
PSAK 102 dijelaskan lebih lanjut, jika akad tidak mengatur maka diskon tersebut menjadi
menjadi hak penjual. Namun pada hakikatnya doskon pembelian adalah hak pembeli,
sehingga akan lebih baik jika prosedur operasional perusahaan menyatakan bahwa diskon
setiap akad murabahah adalah hak pembeli
 Diskon yang terkait dengan pembelian barang, antara lain meliputi (PSAK no.102 par
11):
a) Diskon dalam bentuk apa pun dari pemasok atas pembelian barang
b) Diskon biaya asuransi dari perusahaan asuransi dalam rangka pembelian barang
c) Komisi dalam bentuk apa pun yang diterima terkait dengan pembelian barang
 Akad murabahah sesuai dengan syariah karena merupakan transaksi jual beli dimana
kelebihan dari harga pokoknya merupakan keuntungan dari penjualan barang. Sangat
berbeda dengan praktik riba dimana nasabah meminjam uangan sejumlah tertentu
untuk membeli suatu barang kemudian atas pinjaman tersebut nasabah harus
membayar kelebihannya dan ini adalah riba. Menurut ketentuan syariah. Pinjaman
uang harus dilunasi sebesar pokok pinjamannya dan kelebihannya adalah riba, tidak
tergantung dari besar kecilnya kelebihan yang diminta juga tidak tergantung
kelebihan tersebut nilainya tetap atau tidak tetap sepanjang waktu pinjaman
DASAR SYARIAH
A Sumber Hukum Akad Murabahah
1. Al – Qur’an
 “Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan
(mengambil) harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali
dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan sukarela di antaramu...” (QS
4:29)
 “Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba.” (QS 2:275)
 “Hai orang yang beriman! Jika kamu melakukan transaksi utang piutang
untuk jangka waktu yang ditentukan, tuliskanlah...” (QS 2:282)
 “Menunda-nunda (pembayaran) yang dilakukan oleh orang mampu adalan
suatu kezaliman/” (HR Bukhari & Muslim)
2. Al – Hadis
 Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga hal yang mengandung
keberkahan: jual beli secara tangguh, muqaradhah (mudharabah) dan
mencampur gamdum dengan jewawut untuk keperluan rumah tangga
bukan untuk dijual.” (HR Ibnu Majah dari Shuhaib)
B. Rukun dan Ketentuan Akad Murabahah
Rukun dan ketentuan akad murabahah, yaitu sebagai berikut :
1. Pelaku
Pelaku cakap hukum dan baligh (berakal dan dapat membedakan), sehingga jual beli dengan
orang gila menjadi tidak sah sedangkan jual beli dengan anak kecil dianggap sah, apabila seizin
walinya.
2. Objek jual beli harus memenuhi persyaratan berikut :
a. Barang yang diperjualbelikan adalah barang halal.
b. Barang yang diperjualbelikan harus dapat diambil manfaatnya atau memiliki
nilai,dan bukan merupakan barang-barang yang dilarang diperjualbelikan.
c. Barang tersebut dimmiliki oleh penjual.
d. Barang tersebut dapat diserahkan tanpa tergantung dengan kejadiantertentu
di masa depan. Barang yang tidak jelas waktu penyerahannya adalah tidak
sah,karena dapat menimbulkan ketidakpastian (gharar).
e. Barang tersebut dapat diketahui secara spesifik dan dapat di
identifikasikan oleh pembeli sehingga tidak ada gharar (ketidakpastian).
f. Barang tetrsebut dapat diketahui kuantitas dan kualitasnya dengan jelas,
sehingga tidak ada gharar.
g. Harga barang tersebut jelas.
h. Barang yang diakadkan ada di tangan penjual
3.Ijab Kabul
 Pernyataan dan ekspresi saling rida/rela di antara pihak-pihak pelaku akad yang
dilakukan secara verbal, tertulis, melalui korespondensi atau menggunakan cara-cara
komunikasi modern. Apabila jual beli telah dilakukan sesuai dengan ketyentuan syariah
maka kepemilikannya, pembayarannya dan pemanfaatan atas barang yang
diperjualbalikan menjadi halal, demikian pula sebaliknya.
Jurnal ,Metode Proporsional
Dan Metode Anuitas
Kegiatan Metode Proporsional Metode Anuitas
Saat transaksi murabahah
dilaksanakan
Piutang Murabahah 12.000.000
Aset Murabahah 10.000.000
Margin Murabahah Tangguh 2.000.000
Piutang Murabahah 12.000.000
Aset Murabahah 10.000.000
Margin Murabahah Tangguh 2.000.000
Kas 120.000
Pendapatan Lain 120.000
Ditangguhkan
Kas 120.000
Piutang Murabahah – Pendapatan
Lain 120.000
Beban Lain Ditangguhkan 50.000
Kas 50.000
Piutan Murabahah –
Beban Lain 50.000
Kas 50.000
Saat Pembayaran 1 Kas 1.000.000
Piutang Murabahah 1.000.000
Kas 1.000.000
Piutang Murabahah 1.000.000
Margin Murabahah Tangguh 166.666.67
Pendapatan Margin 166.666.67
Margin Murabahah Tangguh 292.285,41
Piutang Murabahah 9.663,21
Pendapatan Margin 301.918,62
Pendapatan Lain Ditangguhkan 10.000
Pendapatan Lain 10.000
Beban Lain 4.166,67
Beban Lain Ditangguhkan 4.166,67
Ilustrasi Akuntansi Akad Murabahah
Tunai
Transaksi Murabahah Tunai Pesanan Mengikat
Transaksi (dalam ribuan rupiah) Penjualan Pembeli
1 Januari 2013
Penjualan dan pembeli melakukan akad
murabahah. Penjual membeli dari pihak lain
barang yang akan dijual kepada pembeli.
Penjual membeli persediaan dari pihak lain
dengan harga Rp100.000 dan akan
diserahkan pada 1 Juni 2013. Pesanan
Mengkat.
Aset murabahah 100.000
Kas/utang 100.000
1 Maret 2013
Jika terjadi penurunan nilai sebelum barang
pesanan diserahkan kepada pembeli sebesae
Rp5.000.
Beban penurunan
nilai 5.000
Aset murabahah 5.000
1 Juli 2013
Penjual sesuai akad menyerahkan barang
kepada pembeli dengan nilai Rp115.000.
Kas 115.000
Pendapatan margin
Murabahah 20.000
Aset murabahah 95.000
Aset 115.000
Kas 115.000
Transaksi Murabahah Tunai Pesanan Tidak Mengikat
Transaksi (dalam ribuan rupiah) Penjualan Pembeli
1 Januari 2013
Jika penjualan memperoleh asset
murabahah dengan harga beli
sebesar Rp100.000
Aset murabahah 100.000
Kas/Utang 100.000
1 Maret 2013
Penjualan sesuai akad
menyerahkan barang pesanan
diserahkan kepada pembeli
sebesar Rp5.000.
Pesanan tidak mengikat.
Kerugian penurunan
Nilai 5.000
Aset murabahah 5.000
15 Maret 2013
Penjualan sesuai akad
menyerahkan barang kepada
pembeli dengan nilai Rp115.000
secara tunai.
Kas 115.000
Pendapatan margin
Murabahah 20.000
Aset murabahah 95.000
Aset 115.000
Kas 115.000
Non-Tunai
 Tidak Menggunakan Akun Penjualan dan Harga Pokok Penjualan ketika
Barang Diserahkan (Biasa Digunakan dalam Lembaga Keuangan)
Transaksi (dalam ribuan rupiah) Penjualan Pembeli
1 Januari 2013
Penjual dan pembeli melakukan akad
murabahah pesanan mengikat. Penjual
membeli dari pihak lain barang yang akan
dijual kepada pembeli.
Penjual membeli persediaan dari pihak lain
dengan harga Rp200.000 dan akan
diserahkan pada 1 Juli 2013 akan dibayarkan
dalam dua kali angsuran.
Aset murabahah 100.000
Kas/Utang 100.000
1 Juni 2013
Penjual sesuai akad menyerahkan barang
kepad pembeli dengan nilai Rp250.000 secara
tidak tunai dan akan dibayar selama 2 tahun.
Nilai tunai dari aset Rp200.000.
Dengan 2 kali angsuran
Piutang murabahah 250.000
Margin murabahah
Tangguhan 50.000
Aset murabahah 200.000
(margin murabahah tangguhan
akan diamortisasi sepanjang akad)
Aset 200.000
Beban murabahah
Tangguhan 50.000
Utang 250.000
Ppt akad murabahah

Ppt akad murabahah

  • 1.
  • 2.
    Kelompok 5 : 1)1. Elza Mariyama S 1413010024 2) 2. Faishal Daris H. 1413010025 3) 3. Frida Maharani D. 1413010033 4) 4. Husna Ulfah 1413010041 5) 5. Nelofar Hafifi 1413010244
  • 3.
    Pengertian Akad Murabahah Secara luas jual beli dapat diartikan sebagai pertukaran harta atas dasar saling rela. Menurut (Saqib, 2008) jual beli adalah memindahkan milik dengan ganti (iwad) yang dapat dibenarkan (sesuai syariah). Pertukaran dapat dilakukan antara uang dengan barang,barang dengan barang yang biasa kita kenal dengan barter dan uang dengan uang misalnya perturakan nilai mata uang rupiah dengan yen  Murabahah adalah transaksi penjualan barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (marhgin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli. Hal yang membedakan murabahah dengan penjualan yang biasa kita kenal adalah penjualan secara jelas memberi tahu kepada pembeli harga pokok barang tersebut dan berapa besar keuntungan yang diinginkan. Pembeli dan penjual dapat melakukan tawar menawar atas basaran margin keuntungan sehingga akhirnya diperoleh kesepakatan.
  • 4.
     Penjualan dapatdilakukan secara tunai atau kredit(pembayaran tangguh). Dalam akad murabahah, diperkenankan harga berbeda untuk cara pembayaran yang berbeda. Misalnya harga tunai, harga tangguh dengan periode 1 tahun atau 2 tahun berbeda. Namun penjual dan pembeli harus memilih harga mana yang disepakati dalam akad tersebur dan begitu disepakati maka hanya ada satu harga (harga dalam akad) yang digunakan dan harga ini tidak dapat berubah.  Muslim harus mengetahui jual beli yang diperolehkan dalam syariah, agar harta yag dimiliki halal dan baik. Seperti kita ketahui jaul beli adalah salah satu aspek dalam muamalah (hubungan manusia dengan manusia) dengan kaidah dasar semua boleh kecuali yang dilarang. Kita wajib tahu sebagaimana sabda Rasulullah:  “menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang muslim” (HR Ibnu Majah)
  • 5.
     Kemudian timbulperdebatan berkenaan dengan harga perolehan, apakah hanya sebesar harga beli atau boleh ditambhakan dengan biaya lain. Secara umum kempat ulama mazhab membolehkan pembebanan biaya langsung yang harus dibayarkan kepada pihak ke tiga . mereka tidak memperbolehkan perbebanan biaya langsung yang berhubungan dengan pekerjaan yag memang seharusnyan dilakukan oleh penjual, demikian juga biaya yang tidak memberi nilai tambah pada barang (Karim, 2003)  Harga beli menggunakan harga pokok yaitu harga beli dikurangi dengan diskon pembelian. Apabila diskon diberikan setelah akad, maka diskonyang didapat akan menjadi hak pembeli atau hak penjual sesuai dengan kesepakatan mereka di awal akad. Dalam PSAK 102 dijelaskan lebih lanjut, jika akad tidak mengatur maka diskon tersebut menjadi menjadi hak penjual. Namun pada hakikatnya doskon pembelian adalah hak pembeli, sehingga akan lebih baik jika prosedur operasional perusahaan menyatakan bahwa diskon setiap akad murabahah adalah hak pembeli
  • 6.
     Diskon yangterkait dengan pembelian barang, antara lain meliputi (PSAK no.102 par 11): a) Diskon dalam bentuk apa pun dari pemasok atas pembelian barang b) Diskon biaya asuransi dari perusahaan asuransi dalam rangka pembelian barang c) Komisi dalam bentuk apa pun yang diterima terkait dengan pembelian barang  Akad murabahah sesuai dengan syariah karena merupakan transaksi jual beli dimana kelebihan dari harga pokoknya merupakan keuntungan dari penjualan barang. Sangat berbeda dengan praktik riba dimana nasabah meminjam uangan sejumlah tertentu untuk membeli suatu barang kemudian atas pinjaman tersebut nasabah harus membayar kelebihannya dan ini adalah riba. Menurut ketentuan syariah. Pinjaman uang harus dilunasi sebesar pokok pinjamannya dan kelebihannya adalah riba, tidak tergantung dari besar kecilnya kelebihan yang diminta juga tidak tergantung kelebihan tersebut nilainya tetap atau tidak tetap sepanjang waktu pinjaman
  • 7.
    DASAR SYARIAH A SumberHukum Akad Murabahah 1. Al – Qur’an  “Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan (mengambil) harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan sukarela di antaramu...” (QS 4:29)  “Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba.” (QS 2:275)  “Hai orang yang beriman! Jika kamu melakukan transaksi utang piutang untuk jangka waktu yang ditentukan, tuliskanlah...” (QS 2:282)  “Menunda-nunda (pembayaran) yang dilakukan oleh orang mampu adalan suatu kezaliman/” (HR Bukhari & Muslim)
  • 8.
    2. Al –Hadis  Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga hal yang mengandung keberkahan: jual beli secara tangguh, muqaradhah (mudharabah) dan mencampur gamdum dengan jewawut untuk keperluan rumah tangga bukan untuk dijual.” (HR Ibnu Majah dari Shuhaib)
  • 9.
    B. Rukun danKetentuan Akad Murabahah Rukun dan ketentuan akad murabahah, yaitu sebagai berikut : 1. Pelaku Pelaku cakap hukum dan baligh (berakal dan dapat membedakan), sehingga jual beli dengan orang gila menjadi tidak sah sedangkan jual beli dengan anak kecil dianggap sah, apabila seizin walinya. 2. Objek jual beli harus memenuhi persyaratan berikut : a. Barang yang diperjualbelikan adalah barang halal. b. Barang yang diperjualbelikan harus dapat diambil manfaatnya atau memiliki nilai,dan bukan merupakan barang-barang yang dilarang diperjualbelikan. c. Barang tersebut dimmiliki oleh penjual.
  • 10.
    d. Barang tersebutdapat diserahkan tanpa tergantung dengan kejadiantertentu di masa depan. Barang yang tidak jelas waktu penyerahannya adalah tidak sah,karena dapat menimbulkan ketidakpastian (gharar). e. Barang tersebut dapat diketahui secara spesifik dan dapat di identifikasikan oleh pembeli sehingga tidak ada gharar (ketidakpastian). f. Barang tetrsebut dapat diketahui kuantitas dan kualitasnya dengan jelas, sehingga tidak ada gharar. g. Harga barang tersebut jelas. h. Barang yang diakadkan ada di tangan penjual
  • 11.
    3.Ijab Kabul  Pernyataandan ekspresi saling rida/rela di antara pihak-pihak pelaku akad yang dilakukan secara verbal, tertulis, melalui korespondensi atau menggunakan cara-cara komunikasi modern. Apabila jual beli telah dilakukan sesuai dengan ketyentuan syariah maka kepemilikannya, pembayarannya dan pemanfaatan atas barang yang diperjualbalikan menjadi halal, demikian pula sebaliknya.
  • 12.
    Jurnal ,Metode Proporsional DanMetode Anuitas Kegiatan Metode Proporsional Metode Anuitas Saat transaksi murabahah dilaksanakan Piutang Murabahah 12.000.000 Aset Murabahah 10.000.000 Margin Murabahah Tangguh 2.000.000 Piutang Murabahah 12.000.000 Aset Murabahah 10.000.000 Margin Murabahah Tangguh 2.000.000 Kas 120.000 Pendapatan Lain 120.000 Ditangguhkan Kas 120.000 Piutang Murabahah – Pendapatan Lain 120.000 Beban Lain Ditangguhkan 50.000 Kas 50.000 Piutan Murabahah – Beban Lain 50.000 Kas 50.000 Saat Pembayaran 1 Kas 1.000.000 Piutang Murabahah 1.000.000 Kas 1.000.000 Piutang Murabahah 1.000.000 Margin Murabahah Tangguh 166.666.67 Pendapatan Margin 166.666.67 Margin Murabahah Tangguh 292.285,41 Piutang Murabahah 9.663,21 Pendapatan Margin 301.918,62 Pendapatan Lain Ditangguhkan 10.000 Pendapatan Lain 10.000 Beban Lain 4.166,67 Beban Lain Ditangguhkan 4.166,67
  • 13.
    Ilustrasi Akuntansi AkadMurabahah Tunai Transaksi Murabahah Tunai Pesanan Mengikat Transaksi (dalam ribuan rupiah) Penjualan Pembeli 1 Januari 2013 Penjualan dan pembeli melakukan akad murabahah. Penjual membeli dari pihak lain barang yang akan dijual kepada pembeli. Penjual membeli persediaan dari pihak lain dengan harga Rp100.000 dan akan diserahkan pada 1 Juni 2013. Pesanan Mengkat. Aset murabahah 100.000 Kas/utang 100.000 1 Maret 2013 Jika terjadi penurunan nilai sebelum barang pesanan diserahkan kepada pembeli sebesae Rp5.000. Beban penurunan nilai 5.000 Aset murabahah 5.000 1 Juli 2013 Penjual sesuai akad menyerahkan barang kepada pembeli dengan nilai Rp115.000. Kas 115.000 Pendapatan margin Murabahah 20.000 Aset murabahah 95.000 Aset 115.000 Kas 115.000
  • 14.
    Transaksi Murabahah TunaiPesanan Tidak Mengikat Transaksi (dalam ribuan rupiah) Penjualan Pembeli 1 Januari 2013 Jika penjualan memperoleh asset murabahah dengan harga beli sebesar Rp100.000 Aset murabahah 100.000 Kas/Utang 100.000 1 Maret 2013 Penjualan sesuai akad menyerahkan barang pesanan diserahkan kepada pembeli sebesar Rp5.000. Pesanan tidak mengikat. Kerugian penurunan Nilai 5.000 Aset murabahah 5.000 15 Maret 2013 Penjualan sesuai akad menyerahkan barang kepada pembeli dengan nilai Rp115.000 secara tunai. Kas 115.000 Pendapatan margin Murabahah 20.000 Aset murabahah 95.000 Aset 115.000 Kas 115.000
  • 15.
    Non-Tunai  Tidak MenggunakanAkun Penjualan dan Harga Pokok Penjualan ketika Barang Diserahkan (Biasa Digunakan dalam Lembaga Keuangan) Transaksi (dalam ribuan rupiah) Penjualan Pembeli 1 Januari 2013 Penjual dan pembeli melakukan akad murabahah pesanan mengikat. Penjual membeli dari pihak lain barang yang akan dijual kepada pembeli. Penjual membeli persediaan dari pihak lain dengan harga Rp200.000 dan akan diserahkan pada 1 Juli 2013 akan dibayarkan dalam dua kali angsuran. Aset murabahah 100.000 Kas/Utang 100.000 1 Juni 2013 Penjual sesuai akad menyerahkan barang kepad pembeli dengan nilai Rp250.000 secara tidak tunai dan akan dibayar selama 2 tahun. Nilai tunai dari aset Rp200.000. Dengan 2 kali angsuran Piutang murabahah 250.000 Margin murabahah Tangguhan 50.000 Aset murabahah 200.000 (margin murabahah tangguhan akan diamortisasi sepanjang akad) Aset 200.000 Beban murabahah Tangguhan 50.000 Utang 250.000