TEORI PRODUKSI D3
AKUNTANSI TAHUN 2015
RUDOLF HUTAURUK, SE, MBA
10/25/15
TEORI PRODUKSI
1. ALOKASI DANA UTK
PENGGUNAAN FAKTOR
PRODUKSI OUTPUT
2. BUDGET HABIS UTK FAKTOR
PRODUKSI PD TTK
KESEIMBANGAN
3. THE LAW of DIMINISHING
RETURN
4. PERFECT KNOWLEDGE THD
FAKTOR PRODUKSI YANG
DIBELINYA
1. ALOKASI DANA UNTUK
KONSUMSI
2. BUDGET HABIS UTK
KONSUMSI PD TTK
KESEIMBANGAN
3. THE LAW of DIMINISHING
MARGINAL UTILITY
4. PERFECT KNOWLEDGE THD
BRG YG DIKONSUMSINYA
TEORI
PERILAKU
PRODUSE
N
TEORI
PERILAKU
KONSUMEN
TEORI PRODUKSI
DIMENSI JANGKA PENDEK & JANGKA PANJANG
1. FAKTOR PRODUKSI
a) Faktor produksi tetap (fixed input);
mesin2, dll
b) Faktor produksi variabel (variabel input);
tenaga kerja, dll.
2. WAKTU
a) Jangka panjang & sangat panjang; faktor
produksi semuanya jadi faktor produksi
variabel.
b)Tenggang waktu jangka pendek tiap jenis
perusahaan berbeda-beda.
- perusahaan yg memproduksi brg modal; >
5 thn
- perusahaan pd industri pengolahan; <
5 thn
- perusahaan pengolahan makanan; 2 atau
3 thn
- restoran menengah ke bawah; < 1
thn- pedagang bakso keliling; 1
bulan.
CONTOH
SEBUAH PERUSAHAAN KOMPUTER MENYEWA
TENAGA KERJA UTK MENGGUNAKAN MESIN, SUKU
CADANG, DAN BHN BAKU DI DLM PABRIK UTK
MENGHASILKAN KOMPUTER PERSONAL.
OUTPUT DARI SEBUAH PERUSAHAAN, BISA
BERUPA BRG JADI, ATAU SETENGAH JADI, SPT
KOMPUTER ATAU SEMI KONDUKTOR.
OUTPUT SEBUAH PERUSAHAAN BISA JUGA BERUPA
JASA, SPT PENDIDIKAN, LAYANAN KESEHATAN,
JASA PERBANKA,N DLL.
10/25/15
FUNGSI PRODUKSI
PRODUKSI MENGACU PADA TRANSFORMASI
INPUT ATAU SUMBER DAYA MENJADI OUTPUT
BERUPA BRG DAN JASA.
DGN PERKATAAN LAIN, PRODUKSI MENGACU PD
SEMUA AKTIVITAS YG DILIBATKAN DLM
PRODUKSI BRG DAN JASA, DGN MENYEWA
TENAGA KERJA, PEMBELIAN BHN BAKU,
MENJALANKAN KONTROL KUALITAS, AKUNTANSI
BIAYA, DSB-NYA, SHG BUKANLAH SEMATA-
MATA HANYA TRANSFORMASI INPUT MENJADI
OUTPUT BERUPA BRG DAN JASA.
PENGORGANISASIAN PRODUKSI
INPUTS
TENAGA KERJA, MODAL, TANAH, dll.
INPUT TETAP
INPUT VARIABEL
JANGKA
PENDEK
PALING TIDAK SATU INPUT TETAP
JANGKA PANJANG
SEMUA INPUT ADLH VARIABEL
PENGORGANISASIAN PRODUKSI
INPUTS: adlh sumber daya yg digunakan dlm
produksi brg dan jasa dan dpt diklasifikasikan sbg;
tenaga kerja, modal, tanah, sumber daya alam, bakat
kewirausahaan.
INPUT TETAP: adlh input yg tdk dapat diganti
secepatnya krn pertimbangan teretentu, spt pabrik dan
peralatan2 produksi yg bersifat khusus.
INPUT VARIABEL: adlh input yg dpt diganti dgn
mudah, spt bahan baku dan tenaga kerja yg kurang
terampil.
Periode jangka waktu tertentu dimana paling tidak ada
satu input tetap disebut Jangka Pendek (Short-
1
0
/
2
5
/
1
5
run), dan semua input adh variabel dlm Jangka
FUNGSI PRODUKSI
Persamaan umum fungsi produksi dari sebuah
perusahaan yg menggunakan tenaga kerja (L) dan
mnodal (K) utk memproduksi sebuah brg atau jasa (Q),
atau utk menunjukkan maksimum output (Q) g dapat
dihasilkan dlm periode waktu tertentu dgn setiap
kombinasi dari L dan K, dapat digambarkan dgn rumusan
sbb.:
Q= f (L,K)
Q = f(L, K)
Tabel
menunjukkan
bhw dgn 1
unit
tenaga kerja
(1L)
dan 1 unit
modal
(1K),
perusahaan
dapat
FUNGSI PRODUKSI DGN DUA
INPUT
K Q
6 10 24 31 36 40 39
5 12 28 36 40 42 40
4 12 28 36 40 40 36
3 10 23 33 36 36 33
2 7 18 28 30 30 28
1 3 8 12 14 14 12
1 2 3 4 5 6 L
Angka2 pada
tabel
sebelumnya
ditunjukkan
secara grafis disini.
Tinggi balok (bar)
mengacu pd maksimum
output yg dpt diproduksi
utk setiap
kombinasi antara
tenaga
kerja dan modal.
FUNGSI PRODUKSI DGN DUA INPUT
Permukaan produksi yg dipisahkan
(discrete production surface)
Tabel
sebelumnya
digambarkan secara
grafis
disini.
Tinggi balok (bar)
mengacu pd maksmum
output yg dpt diproduksi
utk setiap
kombinasi antara
tenaga
kerja dan modal.
FUNGSI PRODUKSI DGN DUA INPUT
Permukaan produksi secara bersambung
(Continuous Production Surface
PRODUKSI DGN SATU INPUT
VARIABEL
Pada saat mendiskusikan produksi dlm
jangka pendek, tiga definisi berikut adlh
sangat penting:
TOTAL PRODUCT (total
produk)
MARGINAL PRODUCT (produk
marjinal)
AVERAGE PRODUCT (produk
rata2)
PRODUKSI DGN SATU INPUT
VARIABEL
PRODUK TOTAL TP = Q = f(L)
Total produk (TP) adlh nama lain utk output jangka
pendek.
PRODUK MARJINAL
PRODUK RATA2
PRODUKSI atau
ELASTISITAS OUTPUT
MPL =
APL =
EL =
TP
L
TP
L
MPL
APL
PRODUK
MARJINAL
Marginal product (MP) dari input variabel
adlh perubahan pd total output (TP) akibat dari
penambahan satu unit input.
MP menjelaskan bgmn bgmn total output itu
berubah krn adanya perubahan satu unit input.
Dua input dlm fungsi produksi Q=f (L,K) dimana
input L adlh variabel dan input K adlh tetap pada
tkt tertentu.
MP dari input L didefinsikan
sbg:
MPL =
TP
L
dan input K dianggap
konstan.
PRODUK RATA2 (Average
Product)
Produk Rata2 (AP) dari sebuah input adalah
total produk dibagi dgn jumlah input.
AP menjelaskan, secara rata2, berapa
banayk unit output yg dapat dihasilkan oleh
setiap unit input yg digunakan.
Rata2 produksi dari input L didefinsikan
sbg:
dimana K dianggap
konstan.
APL =
TP
L
CONTOH: FUNGSI
PRODUKSI
DGN SATU INPUT
VARIABEL
Total, Marjinal, dan Rata2 Produksi
Tenaga Kerja dan Elastisitas Output.
L Q MPL APL EL
0 0 - - -
1 3 3 3 1
2 8 5 4 1.25
3 12 4 4 1
4 14 2 3.5 0.57
5 14 0 2.8 0
6 12 -2 2 -1
CONTOH: FUNGSI
PRODUKSI
DGN SATU INPUT
VARIABEL
X
The Law of Diminishing
Returns
Karena unit tambahan dari sebuah variabel
input dikombinasikan dgn sebuah input tetap (fixed
input), maka setelah mencapai ttk tertentu
pertambahan output (produk marjinal) akan mulai
berkurang.
MP Increasing
Returns Diminishing
Returns Begins
TIGA TAHAPAN
PRODUKSI
TIGA TAHAPAN
PRODUKSI
Tahapan 1: Cakupan dari peningkatan AP dari
input variabel.
Dari 0 unit input variabel ke ttk dimana
AP dimaksimumkan.
Tahapan 2: Cakupan dari ttk AP maksimum dari
input variabel ke ttk dimana MP input variabel
menjadi 0.
Dari AP maks ke ttk MP =
0
Tahapan 3: Cakupan MP negatif dari input
variabel.
Dari MP = 0 dan MP menjadi
negatif.
10/25/15
1 10.000
2 25.000
3 45.000
4 60.000
5 70.000
6 75.000
8 80.000
7 78.00
0
14.000
10.000
12.500
5.000
11.143
3.000
10.000
2.000
TIGA TAHAPAN DARI
PRODUKSI
Labor Total Product (Q Average
Marginal Unit (L) or TP) Product (AP)
Product (MP)
0
0 10.000
10.000
12.500
15.000
15.000
20.000
15.000
15.000
Stag
e II
TIGA TAHAPAN
PRODUKSI
10/25/15
TIGA TAHAPAN
PRODUKSI
Dlm jangka pendek, perusahaan yg
rasional hanya bisa beroperasi pada
Tahapan 2.
Mangapa di tahapan 2?
Kenapa tidak di tahapan 1 dan 3
Pada tahapan 3 – MPL adlh negatif. Pada
tahapan 1 - MPK adlh negatif. Pada
tahapan 2 - MPL dan MPK ; kedua-
duanya positif walaupun menurun.
TIGA TAHAPAN DARI
PRODUKSI
Pada tingkat manakah penggunaan
input pada tahapan 2 adlh
terbaik bagi perusahaan? Apakah
ada titik yg persis/tepat?
Jawabannya tergantung pada
berapa
banyak output perusahaan yg
dapat dijual, dgn harga berapa, dan
ukuran (rupiah) dari biaya yg
digunakan utk input variabel itu.
PENGGUNAAN INPUT VARIABEL YANG
OPTIMAL
Berapa jumlah tenaga kerja atau input variabel
yang sebaiknya digunakan oleh
perusahaan utk memaksimalkan
keuntungannya.
Perusahaan dapat menggunakan tambahan
jumlah unit tenaga kerja selama tambahan
penerimaan yang diakibatkan oleh tambahan
tsb = biaya tambahan yang muncul.
Ketika MRP =
MLC
PENGGUNAAN INPUT VARIABEL YANG
OPTIMAL
Marginal Revenue
Product of Labor
MRPL = (MPL)(MR)
Marginal
Resource
Cost of Labor
MRCL =
TC
L
Optimal Use
of Labor
MRPL = MRCL
PENGGUNAAN INPUT VARIABEL YANG
OPTIMAL:
CONTOH
Penggunaan Tenaga Kerja Optimal ketika L = 3.50
L MPL MR=P MRPL MRCL
2.50 4 $10 $40 $20
3.00 3 10 30 20
3.50 2 10 20 20
4.00 1 10 10 20
4.50 0 10 0 20
MRPL=MRxMPL--------MRC=W
PENGGUNAAN INPUT VARIABEL YANG
OPTIMAL
PRODUKSI DGN DUA INPUT
VARIABEL
- Dalam jangka panjang semua input adlh variabel.
ISOKUAN (ISOQUANT): menunjukkan kombinasi dari
dua input yang bisa memproduksi output dalam jumlah
yang sama.
Isokuan produksi: menunjukkan berbagai kombinasi dari
dua input yang dapat digunakan oleh perusahaan utk
memproduksi sejumlah tertentu output.
Perusahaan hanya akan menggunakan kombinasi dua
input yang berada dalam wilayah (region) produksi yang
ekonomis, yakni yang digambarkan sbg bagian dari setiap
isokuan yang memiliki kemiringan negatif.
Isokuan yang lebih tinggi menunjukkan output yang lebih
tinggi, demikian sebaliknya.
10/25/15
10 24 31 36 40 39
40
42
40
36
12 28
36
40
40
36
12 28
33
36
33
10 23 36
30
28
18
7 28
30
8
3 14 12
12 14
2 4
3 5
PRODUKSI DGN DUA INPUT
VARIABEL Isokuan
K Q
6
5
4
3
2
1
1 6 L
ISOKUAN
PRODUKSI
Wilayah produksi yg ekonomis: Porsi isokuan yg
memiliki kemiringan negatif di dalam garis pemisah
(ridge lines) yg mencerminkan wilayah produksi
ekonomis.
Garis pemisah (Ridge lines): garis yang
memisahkan bagian yg relevan (kemiringan negatif)
dari bagian yang tidak relevan (kemiringan positif)
dari porsi isokuan.
Ini mengacu pada Tahapan 2, di mana MP L dan MPK
dua- duanya adlh positif namun menurun, dan
produsen tidak akan pernah beroperasi di luar
wilayah ini.
Wilayah Produksi
yg ekonomis
PRODUKSI DGN DUA INPUT
VARIABEL
PRODUKSI DGN DUA INPUT
VARIABEL
Substitusi Di Antara Input Yg Ada
MRTS (Marginal Rate of Technical Substitution):
Nilai absolut dari kemiringan isokuan. MRTS ini
menyamakan rasio MP dari dua input. Kemiringan
isokuan mengindikasikan jumlah dari satu input
yang dapat dipertukarkan dgn input lainnya, dgn
tetap mempertahankan jumlah output yg tetap
konstan.
MRTS = - K/ L = MPL/MPK
PRODUKSI DGN DUA INPUT
VARIABEL
MRTS = -(-2.5/1) = 2.5
PRODUKSI DGN DUA INPUT
VARIABEL
Jika sebuah isokuan adlh merupakan garis lurus atau MRTS adlh
konstan, maka input adlh substitusi sempurna, sementara jika
sebuah isokuan adlh memiliki sudut, maka input adlh komlemen
sempurna.
Substitusi Sempurna Komplemen Sempurna
KOMBINASI INPUT YANG
OPTIMAL
CONTOH: GARIS ISOKOS
(ISOCOST LINES)
MRTS = w/r;
Karena MRTS = MPL/ MPK,
Kondisi untuk kombinasi
input yg optimal adlh ketika
MPL/ MPK= w/r
AB
Total Cost = c =
$100
w = r =
$10
c/r = $100/$10 = $10k
(perpotongan vertikal/vertica
l
intercept)
-w/r = -$10/$10 = -
1(kemiringan/slope)
A’B’
Total Cost = c = $140; w = r =
$10
c/r = $140/$10 = $14k; -w/r = -$10/$10 =
-1 A’’B’’
Total Cost = c =
$80
w = r =
$10
c/r = $80/$10 =
$8k
-w/r = -$10/$10 = -
1
AB*
C = $100,
w = $5,
r =
$10
c/r = $100/$10
=$10k -w/r = -
$10/$5 = -1/2
POLA EKSPANSI (Expansion
Path)
Pola Ekspansi
(expansion
path):
Penggabungan titik
tangen dari isokuan dan
isokost dari kombinasi
input yg optimal.
Kombinasi input yg
optimal
diperlukan utk
meminimal-
kan biaya produksi
dari
output maksimum tertentu
yg
dihasilkan oleh
perusahaan
pada saat isokuan
dan
isokost-nya
bersinggungan.
10/25/15
Jika harga dari sebuah input turun, perusahaan akan mensubstitusi
input yg lbh murah tsb utk input lainnya dlm proses produksi, dlm
rangka mencapai kombinasi input baru yang optimal.
KOMBINASI INPUT YANG
OPTIMAL
T h e
E n d
T h a
n k s
10/25/15

6 Production Theory-DS-(40).pptx

  • 1.
    TEORI PRODUKSI D3 AKUNTANSITAHUN 2015 RUDOLF HUTAURUK, SE, MBA 10/25/15
  • 2.
    TEORI PRODUKSI 1. ALOKASIDANA UTK PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI OUTPUT 2. BUDGET HABIS UTK FAKTOR PRODUKSI PD TTK KESEIMBANGAN 3. THE LAW of DIMINISHING RETURN 4. PERFECT KNOWLEDGE THD FAKTOR PRODUKSI YANG DIBELINYA 1. ALOKASI DANA UNTUK KONSUMSI 2. BUDGET HABIS UTK KONSUMSI PD TTK KESEIMBANGAN 3. THE LAW of DIMINISHING MARGINAL UTILITY 4. PERFECT KNOWLEDGE THD BRG YG DIKONSUMSINYA TEORI PERILAKU PRODUSE N TEORI PERILAKU KONSUMEN
  • 3.
    TEORI PRODUKSI DIMENSI JANGKAPENDEK & JANGKA PANJANG 1. FAKTOR PRODUKSI a) Faktor produksi tetap (fixed input); mesin2, dll b) Faktor produksi variabel (variabel input); tenaga kerja, dll. 2. WAKTU a) Jangka panjang & sangat panjang; faktor produksi semuanya jadi faktor produksi variabel. b)Tenggang waktu jangka pendek tiap jenis perusahaan berbeda-beda. - perusahaan yg memproduksi brg modal; > 5 thn - perusahaan pd industri pengolahan; < 5 thn - perusahaan pengolahan makanan; 2 atau 3 thn - restoran menengah ke bawah; < 1 thn- pedagang bakso keliling; 1 bulan.
  • 4.
    CONTOH SEBUAH PERUSAHAAN KOMPUTERMENYEWA TENAGA KERJA UTK MENGGUNAKAN MESIN, SUKU CADANG, DAN BHN BAKU DI DLM PABRIK UTK MENGHASILKAN KOMPUTER PERSONAL. OUTPUT DARI SEBUAH PERUSAHAAN, BISA BERUPA BRG JADI, ATAU SETENGAH JADI, SPT KOMPUTER ATAU SEMI KONDUKTOR. OUTPUT SEBUAH PERUSAHAAN BISA JUGA BERUPA JASA, SPT PENDIDIKAN, LAYANAN KESEHATAN, JASA PERBANKA,N DLL. 10/25/15
  • 5.
    FUNGSI PRODUKSI PRODUKSI MENGACUPADA TRANSFORMASI INPUT ATAU SUMBER DAYA MENJADI OUTPUT BERUPA BRG DAN JASA. DGN PERKATAAN LAIN, PRODUKSI MENGACU PD SEMUA AKTIVITAS YG DILIBATKAN DLM PRODUKSI BRG DAN JASA, DGN MENYEWA TENAGA KERJA, PEMBELIAN BHN BAKU, MENJALANKAN KONTROL KUALITAS, AKUNTANSI BIAYA, DSB-NYA, SHG BUKANLAH SEMATA- MATA HANYA TRANSFORMASI INPUT MENJADI OUTPUT BERUPA BRG DAN JASA.
  • 6.
    PENGORGANISASIAN PRODUKSI INPUTS TENAGA KERJA,MODAL, TANAH, dll. INPUT TETAP INPUT VARIABEL JANGKA PENDEK PALING TIDAK SATU INPUT TETAP JANGKA PANJANG SEMUA INPUT ADLH VARIABEL
  • 7.
    PENGORGANISASIAN PRODUKSI INPUTS: adlhsumber daya yg digunakan dlm produksi brg dan jasa dan dpt diklasifikasikan sbg; tenaga kerja, modal, tanah, sumber daya alam, bakat kewirausahaan. INPUT TETAP: adlh input yg tdk dapat diganti secepatnya krn pertimbangan teretentu, spt pabrik dan peralatan2 produksi yg bersifat khusus. INPUT VARIABEL: adlh input yg dpt diganti dgn mudah, spt bahan baku dan tenaga kerja yg kurang terampil. Periode jangka waktu tertentu dimana paling tidak ada satu input tetap disebut Jangka Pendek (Short- 1 0 / 2 5 / 1 5 run), dan semua input adh variabel dlm Jangka
  • 8.
    FUNGSI PRODUKSI Persamaan umumfungsi produksi dari sebuah perusahaan yg menggunakan tenaga kerja (L) dan mnodal (K) utk memproduksi sebuah brg atau jasa (Q), atau utk menunjukkan maksimum output (Q) g dapat dihasilkan dlm periode waktu tertentu dgn setiap kombinasi dari L dan K, dapat digambarkan dgn rumusan sbb.: Q= f (L,K)
  • 9.
    Q = f(L,K) Tabel menunjukkan bhw dgn 1 unit tenaga kerja (1L) dan 1 unit modal (1K), perusahaan dapat FUNGSI PRODUKSI DGN DUA INPUT K Q 6 10 24 31 36 40 39 5 12 28 36 40 42 40 4 12 28 36 40 40 36 3 10 23 33 36 36 33 2 7 18 28 30 30 28 1 3 8 12 14 14 12 1 2 3 4 5 6 L
  • 10.
    Angka2 pada tabel sebelumnya ditunjukkan secara grafisdisini. Tinggi balok (bar) mengacu pd maksimum output yg dpt diproduksi utk setiap kombinasi antara tenaga kerja dan modal. FUNGSI PRODUKSI DGN DUA INPUT Permukaan produksi yg dipisahkan (discrete production surface)
  • 11.
    Tabel sebelumnya digambarkan secara grafis disini. Tinggi balok(bar) mengacu pd maksmum output yg dpt diproduksi utk setiap kombinasi antara tenaga kerja dan modal. FUNGSI PRODUKSI DGN DUA INPUT Permukaan produksi secara bersambung (Continuous Production Surface
  • 12.
    PRODUKSI DGN SATUINPUT VARIABEL Pada saat mendiskusikan produksi dlm jangka pendek, tiga definisi berikut adlh sangat penting: TOTAL PRODUCT (total produk) MARGINAL PRODUCT (produk marjinal) AVERAGE PRODUCT (produk rata2)
  • 13.
    PRODUKSI DGN SATUINPUT VARIABEL PRODUK TOTAL TP = Q = f(L) Total produk (TP) adlh nama lain utk output jangka pendek. PRODUK MARJINAL PRODUK RATA2 PRODUKSI atau ELASTISITAS OUTPUT MPL = APL = EL = TP L TP L MPL APL
  • 14.
    PRODUK MARJINAL Marginal product (MP)dari input variabel adlh perubahan pd total output (TP) akibat dari penambahan satu unit input. MP menjelaskan bgmn bgmn total output itu berubah krn adanya perubahan satu unit input. Dua input dlm fungsi produksi Q=f (L,K) dimana input L adlh variabel dan input K adlh tetap pada tkt tertentu. MP dari input L didefinsikan sbg: MPL = TP L dan input K dianggap konstan.
  • 15.
    PRODUK RATA2 (Average Product) ProdukRata2 (AP) dari sebuah input adalah total produk dibagi dgn jumlah input. AP menjelaskan, secara rata2, berapa banayk unit output yg dapat dihasilkan oleh setiap unit input yg digunakan. Rata2 produksi dari input L didefinsikan sbg: dimana K dianggap konstan. APL = TP L
  • 16.
    CONTOH: FUNGSI PRODUKSI DGN SATUINPUT VARIABEL Total, Marjinal, dan Rata2 Produksi Tenaga Kerja dan Elastisitas Output. L Q MPL APL EL 0 0 - - - 1 3 3 3 1 2 8 5 4 1.25 3 12 4 4 1 4 14 2 3.5 0.57 5 14 0 2.8 0 6 12 -2 2 -1
  • 17.
  • 18.
    X The Law ofDiminishing Returns Karena unit tambahan dari sebuah variabel input dikombinasikan dgn sebuah input tetap (fixed input), maka setelah mencapai ttk tertentu pertambahan output (produk marjinal) akan mulai berkurang. MP Increasing Returns Diminishing Returns Begins
  • 19.
  • 20.
    TIGA TAHAPAN PRODUKSI Tahapan 1:Cakupan dari peningkatan AP dari input variabel. Dari 0 unit input variabel ke ttk dimana AP dimaksimumkan. Tahapan 2: Cakupan dari ttk AP maksimum dari input variabel ke ttk dimana MP input variabel menjadi 0. Dari AP maks ke ttk MP = 0 Tahapan 3: Cakupan MP negatif dari input variabel. Dari MP = 0 dan MP menjadi negatif. 10/25/15
  • 21.
    1 10.000 2 25.000 345.000 4 60.000 5 70.000 6 75.000 8 80.000 7 78.00 0 14.000 10.000 12.500 5.000 11.143 3.000 10.000 2.000 TIGA TAHAPAN DARI PRODUKSI Labor Total Product (Q Average Marginal Unit (L) or TP) Product (AP) Product (MP) 0 0 10.000 10.000 12.500 15.000 15.000 20.000 15.000 15.000 Stag e II
  • 22.
  • 23.
    TIGA TAHAPAN PRODUKSI Dlm jangkapendek, perusahaan yg rasional hanya bisa beroperasi pada Tahapan 2. Mangapa di tahapan 2? Kenapa tidak di tahapan 1 dan 3 Pada tahapan 3 – MPL adlh negatif. Pada tahapan 1 - MPK adlh negatif. Pada tahapan 2 - MPL dan MPK ; kedua- duanya positif walaupun menurun.
  • 24.
    TIGA TAHAPAN DARI PRODUKSI Padatingkat manakah penggunaan input pada tahapan 2 adlh terbaik bagi perusahaan? Apakah ada titik yg persis/tepat? Jawabannya tergantung pada berapa banyak output perusahaan yg dapat dijual, dgn harga berapa, dan ukuran (rupiah) dari biaya yg digunakan utk input variabel itu.
  • 25.
    PENGGUNAAN INPUT VARIABELYANG OPTIMAL Berapa jumlah tenaga kerja atau input variabel yang sebaiknya digunakan oleh perusahaan utk memaksimalkan keuntungannya. Perusahaan dapat menggunakan tambahan jumlah unit tenaga kerja selama tambahan penerimaan yang diakibatkan oleh tambahan tsb = biaya tambahan yang muncul. Ketika MRP = MLC
  • 26.
    PENGGUNAAN INPUT VARIABELYANG OPTIMAL Marginal Revenue Product of Labor MRPL = (MPL)(MR) Marginal Resource Cost of Labor MRCL = TC L Optimal Use of Labor MRPL = MRCL
  • 27.
    PENGGUNAAN INPUT VARIABELYANG OPTIMAL: CONTOH Penggunaan Tenaga Kerja Optimal ketika L = 3.50 L MPL MR=P MRPL MRCL 2.50 4 $10 $40 $20 3.00 3 10 30 20 3.50 2 10 20 20 4.00 1 10 10 20 4.50 0 10 0 20 MRPL=MRxMPL--------MRC=W
  • 28.
  • 29.
    PRODUKSI DGN DUAINPUT VARIABEL - Dalam jangka panjang semua input adlh variabel. ISOKUAN (ISOQUANT): menunjukkan kombinasi dari dua input yang bisa memproduksi output dalam jumlah yang sama. Isokuan produksi: menunjukkan berbagai kombinasi dari dua input yang dapat digunakan oleh perusahaan utk memproduksi sejumlah tertentu output. Perusahaan hanya akan menggunakan kombinasi dua input yang berada dalam wilayah (region) produksi yang ekonomis, yakni yang digambarkan sbg bagian dari setiap isokuan yang memiliki kemiringan negatif. Isokuan yang lebih tinggi menunjukkan output yang lebih tinggi, demikian sebaliknya. 10/25/15
  • 30.
    10 24 3136 40 39 40 42 40 36 12 28 36 40 40 36 12 28 33 36 33 10 23 36 30 28 18 7 28 30 8 3 14 12 12 14 2 4 3 5 PRODUKSI DGN DUA INPUT VARIABEL Isokuan K Q 6 5 4 3 2 1 1 6 L
  • 31.
    ISOKUAN PRODUKSI Wilayah produksi ygekonomis: Porsi isokuan yg memiliki kemiringan negatif di dalam garis pemisah (ridge lines) yg mencerminkan wilayah produksi ekonomis. Garis pemisah (Ridge lines): garis yang memisahkan bagian yg relevan (kemiringan negatif) dari bagian yang tidak relevan (kemiringan positif) dari porsi isokuan. Ini mengacu pada Tahapan 2, di mana MP L dan MPK dua- duanya adlh positif namun menurun, dan produsen tidak akan pernah beroperasi di luar wilayah ini.
  • 32.
  • 33.
    PRODUKSI DGN DUAINPUT VARIABEL Substitusi Di Antara Input Yg Ada MRTS (Marginal Rate of Technical Substitution): Nilai absolut dari kemiringan isokuan. MRTS ini menyamakan rasio MP dari dua input. Kemiringan isokuan mengindikasikan jumlah dari satu input yang dapat dipertukarkan dgn input lainnya, dgn tetap mempertahankan jumlah output yg tetap konstan. MRTS = - K/ L = MPL/MPK
  • 34.
    PRODUKSI DGN DUAINPUT VARIABEL MRTS = -(-2.5/1) = 2.5
  • 35.
    PRODUKSI DGN DUAINPUT VARIABEL Jika sebuah isokuan adlh merupakan garis lurus atau MRTS adlh konstan, maka input adlh substitusi sempurna, sementara jika sebuah isokuan adlh memiliki sudut, maka input adlh komlemen sempurna. Substitusi Sempurna Komplemen Sempurna
  • 36.
  • 37.
    CONTOH: GARIS ISOKOS (ISOCOSTLINES) MRTS = w/r; Karena MRTS = MPL/ MPK, Kondisi untuk kombinasi input yg optimal adlh ketika MPL/ MPK= w/r AB Total Cost = c = $100 w = r = $10 c/r = $100/$10 = $10k (perpotongan vertikal/vertica l intercept) -w/r = -$10/$10 = - 1(kemiringan/slope) A’B’ Total Cost = c = $140; w = r = $10 c/r = $140/$10 = $14k; -w/r = -$10/$10 = -1 A’’B’’ Total Cost = c = $80 w = r = $10 c/r = $80/$10 = $8k -w/r = -$10/$10 = - 1 AB* C = $100, w = $5, r = $10 c/r = $100/$10 =$10k -w/r = - $10/$5 = -1/2
  • 38.
    POLA EKSPANSI (Expansion Path) PolaEkspansi (expansion path): Penggabungan titik tangen dari isokuan dan isokost dari kombinasi input yg optimal. Kombinasi input yg optimal diperlukan utk meminimal- kan biaya produksi dari output maksimum tertentu yg dihasilkan oleh perusahaan pada saat isokuan dan isokost-nya bersinggungan. 10/25/15
  • 39.
    Jika harga darisebuah input turun, perusahaan akan mensubstitusi input yg lbh murah tsb utk input lainnya dlm proses produksi, dlm rangka mencapai kombinasi input baru yang optimal. KOMBINASI INPUT YANG OPTIMAL
  • 40.
    T h e En d T h a n k s 10/25/15