SlideShare a Scribd company logo
1 of 19
MATRIKS KAJIAN ON THE JOB LEARNING 
CALON KEPALA SEKOLAH 
KABUPATEN JENEPONTO 
BAHAN KAJIAN : PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH 
KONDISI IDEAL 
KONDISI NYATA 
KONTRIBUSI CALON 
SMPN 1 BINAMU SMPN KHUSUS JENEPONTO 
Sekolah memiliki sarana dan prasarana 
pendidikan yang sesuai Permendiknas 
Nomor 24 tahun 2007: 
A. LAHAN 
1. Kepemilikan sah dengan bukti 
2. Memenuhi kondisi keamanan 
B. BANGUNAN 
1. Memenuhi ketentuan rasio luas 
lantai terhadap siswa 
2. Memenuhi unsur-unsur 
keselamatan, unsur kesehatan, 
unsur kenyamanan, dan daya listrik 
C. RUANG 
1) Ruang Pendidikan 
a) Ruang kelas/teori, 
b) Ruang perpustakaan, 
c) Ruang laboratorium IPA, 
d) Ruang laboratorium Bahasa, 
e) Ruang laboratorium Komputer, 
f) Ruang kesenian, 
g) Ruang keterampilan, 
h) Ruang olahraga. 
2) Ruang Administrasi 
a) Ruang kepala sekolah, 
b) Ruang guru, 
Sarana dan prasarana pendidikan 
yang dimiliki : 
A. LAHAN 
1.Kepemilikan sah dan ada bukti 
2.Memenuhi kondisi keamanan 
B. BANGUNAN 
1.Memenuhi ketentuan rasio luas 
lantai terhadap siswa sesuai SPM 
2.Memenuhi unsur-unsur 
keselamatan, unsur kesehatan, 
unsur kenyamanan, dan daya 
listrik 
C. RUANG 
1. Ruang Pendidikan 
a) Ruang kelas/teori, 
b) Ruang perpustakaan, 
c) Ruang laboratorium IPA, 
d) Ruang laboratorium Bahasa, 
e) Ruang laboratorium Komputer, 
f) Tidak ada ruang kesenian, 
g) Tidak ada ruang keterampilan, 
h) Ruang olahraga. 
2. Ruang Administrasi 
a) Ruang kepala sekolah, 
b) Ruang guru, 
Sarana dan prasarana pendidikan 
yang dimiliki : 
A. LAHAN 
1.Kepemilikan sah dan ada bukti 
2.Memenuhi kondisi keamanan 
B. BANGUNAN 
1.Memenuhi ketentuan rasio luas 
lantai terhadap siswa sesuai SPM 
2.Memenuhi unsur-unsur 
keselamatan, unsur kesehatan, 
unsur kenyamanan, dan daya 
listrik 
C. RUANG 
1. Ruang Pendidikan 
a) Ruang kelas/teori, 
b) Ruang perpustakaan, 
c) Ruang laboratorium IPA, 
d) Ruang laboratorium Bahasa, 
e) Ruang laboratorium Komputer, 
f) Tidak ada ruang kesenian, 
g) Tidak ada ruang keterampilan, 
h) Ruang olahraga. 
2. Ruang Administrasi 
a) Ruang kepala sekolah, 
b) Ruang guru, 
1. Mengupayakan pengadaan 
ruang serba guna, 
2. 
1
KONDISI IDEAL 
KONDISI NYATA 
KONTRIBUSI CALON 
SMPN 1 BINAMU SMPN KHUSUS JENEPONTO 
c) Ruang tata usaha, 
d) Gudang 
3) Ruang Penunjang 
a) Ruang konseling, 
b) Ruang beribadah, 
c) Ruang UKS, 
d) Ruang organisasi kesiswaan, 
e) Ruang koperasi, 
f) Jamban, 
g) Tempat bermain, 
h) Ruang sirkulasi. 
D. PERABOT 
1. Perabot Pendidikan 
a) Meja dan kursi siswa di ruang 
kelas, 
b) Meja dan kursi guru di ruang 
kelas, 
c) Meja dan kursi di ruang 
Laboratorium, 
d) Lemari, meja dan kursi di ruang 
perpustakaan. 
2. Perabot administrasi 
Lemari, meja dan kursi di: 
a) Ruang kepala sekolah, 
b) Ruang tata usaha, 
c) Ruang guru. 
3. Perabot Penunjang 
Lemari, meja dan kursi di: 
a) Ruang UKS, 
b) Ruang OSIS, 
c) Ruang koperasi. 
c) Ruang tata usaha, 
d) Gudang 
3. Ruang Penunjang 
a) Ruang konseling, 
b) Ruang beribadah/mushallah, 
c) Ruang UKS, 
d) Ruang organisasi kesiswaan, 
e) Ruang koperasi, 
f) Jamban, 
g) Tempat bermain, 
h) Ruang sirkulasi. 
D. PERABOT 
1. Perabot Pendidikan 
a) Meja dan kursi siswa di ruang 
kelas, 
b) Meja dan kursi guru di ruang 
kelas, 
c) Meja dan kursi di ruang 
Laboratorium, 
d) Lemari, meja dan kursi di ruang 
perpustakaan. 
2. Perabot administrasi 
Lemari, meja dan kursi di: 
a) Ruang kepala sekolah, 
b) Ruang tata usaha, 
c) Ruang guru. 
3. Perabot Penunjang 
Lemari, meja dan kursi di: 
a) Ruang UKS, 
b) Ruang OSIS, 
c) Ruang koperasi. 
c) Ruang tata usaha, 
d) Gudang 
3. Ruang Penunjang 
a) Ruang konseling, 
b) Ruang beribadah/mushallah, 
c) Ruang UKS, 
d) Ruang organisasi kesiswaan, 
e) Ruang koperasi, 
f) Jamban, 
g) Tempat bermain, 
h) Ruang sirkulasi. 
D. PERABOT 
1. Perabot Pendidikan 
a) Meja dan kursi siswa di ruang 
kelas, 
b) Meja dan kursi guru di ruang 
kelas, 
c) Meja dan kursi di ruang 
Laboratorium, 
d) Lemari, meja dan kursi di ruang 
perpustakaan. 
2. Perabot administrasi 
Lemari, meja dan kursi di: 
a) Ruang kepala sekolah, 
b) Ruang tata usaha, 
c) Ruang guru. 
3. Perabot Penunjang 
Lemari, meja dan kursi di: 
a) Ruang UKS, 
b) Ruang OSIS, 
c) Ruang koperasi. 
2
KONDISI IDEAL 
KONDISI NYATA 
KONTRIBUSI CALON 
SMPN 1 BINAMU SMPN KHUSUS JENEPONTO 
E. ALAT DAN MEDIA PENDIDIKAN 
1. Setiap mata pelajaran memiliki 
alat peraga, 
2. Laboratorium memiliki alat-alat 
praktek, 
3. Guru memiliki buku pegangan, 
4. Setiap siswa memiliki buku 
pegangan/paket untuk semua mata 
pelajaran, 
5. Guru memiliki buku pelengkap, 
6. Memiliki buku bacaan fiksi dan 
non fiksi. 
E. ALAT DAN MEDIA 
PENDIDIKAN 
1. Tidak semua mata pelajaran 
memiliki alat peraga, 
2. Laboratorium memiliki alat-alat 
praktek tetapi tidak lengkap, 
3. Guru memiliki buku pegangan, 
4. Jumlah buku paket tidak 
memenuhi 1 : 1 dengan jumlah 
siswa untuk semua mata 
pelajaran, 
5. Tidak semua guru memiliki buku 
pelengkap, 
6. Memiliki buku bacaan fiksi dan 
non fiksi. 
E. ALAT DAN MEDIA 
PENDIDIKAN 
1.Tidak semua mata pelajaran 
memiliki alat peraga, 
2.Laboratorium memiliki alat-alat 
praktek tetapi tidak lengkap, 
3.Guru memiliki buku pegangan, 
4.Jumlah buku paket tidak 
memenuhi 1 : 1 dengan jumlah 
siswa untuk semua mata pelajaran, 
5.Tidak semua guru memiliki buku 
pelengkap, 
6.Memiliki buku bacaan fiksi dan 
non fiksi. 
Peserta Diklat Cakep, 
Drs. H. SYARIFUDDIN, M. Pd. 
NIP.19690101 199412 1 007 
3
LAPORAN 
KAJIAN ON THE JOB LEARNING 
BAHAN KAJIAN 
(4) 
PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH 
OLEH : 
Drs. H. SYARIFUDDIN, M. Pd. 
PESERTA DIKLAT 
CALON KEPALA SEKOLAH 
TINGKAT KABUPATEN JENEPONTO 
2011 
i
HALAMAN PENGESAHAN 
LAPORAN HASIL KAJIAN 
PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH 
Drs. H. SYARIFUDDIN, M. Pd 
Peserta Diklat 
Calon Kepala Sekolah Kabupaten Jeneponto 
Tahun 2011 
Telah melakukan pengkajian 
Pengelolaan Sarana dan Prasarana Sekolah 
SMPN 1 Binamu dan SMPN Khusus Jeneponto 
Jeneponto, 11 Oktober 2011 
Kepala SMPN Khusus Jeneponto, Kepala SMPN 1 Binamu, 
H. SARIPUDDIN D., S. Pd., SE., MM. D r s . S Y A HR I R S A IN I 
NIP. 19660131 198903 1 007 NIP. 19530406 198503 1 013 
ii
PENDAHULUAN 
Keberhasilan program pendidikan melalui proses belajar mengajar sangat 
dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu di antaranya adalah tersedianya sarana dan 
prasarana pendidikan yang memadai disertai pemanfaatan dan pengelolaan secara optimal. 
Kepala sekolah selaku administratur diharapkan dapat memberikan layanan secara 
profesional dalam bidang perlengkapan atau fasilitas kerja bagi personel sekolah. Dengan 
pengelolaan yang efektif dan efisien diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi 
kerja personel sekolah. 
Berdasarkan Permendiknas Nomor 24 tahun 2007 untuk sekolah tingkat SMP/MTs 
sekurang-kurangnya memiliki kelengkapan sarana dan prasarana sekolah berupa: 
1. ruang kelas, 
2. ruang perpustakaan, 
3. ruang laboratorium IPA, 
4. ruang pimpinan, 
5. ruang guru, 
6. ruang tata usaha, 
7. tempat beribadah, 
8. ruang konseling, 
9. ruang UKS, 
10. ruang organisasi kesiswaan, 
11. jamban, 
12. gudang, 
13. ruang sirkulasi, 
14. tempat bermain/berolahraga. 
1
PEMBAHASAN 
Berdasarkan hasil pengisian instrumen kajian pengelolaan sarana dan prasarana 
sekolah, wawancara dengan wakil kepala sekolah urusan sarana dan prasarana dan matriks 
kajian pengelolaan sarana dan prasarana, berikut kami sajikan deskripsi hasil kajian 
pengelolaan sarana dan prasarana sekolah tempat magang di sekolah sendiri dan sekolah 
lain. 
1. SMP Negeri 1 Binamu 
Sarana dan prasarana sekolah yang diidentifikasi dimiliki SMP Negeri 1 Binamu saat 
ini diuraikan sebagai berikut: 
A. LAHAN 
Lahan yang dimiliki sekolah seluas 8065 m2 yang terdiri dari lahan terbangun dan 
lahan terbuka. Status kepemilikan lahan merupakan milik pemerintah yang dilengkapi 
dengan bukti kepemilikan yang sah berupa akta dan sertifikat. Lokasi lahan memenuhi 
kondisi keamanan karena terletak antara dua kantor pemerintah yaitu kantor Bupati 
Jeneponto dan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Jeneponto. Lahan juga 
dibatasi dengan pembangunan pagar setinggi 2,5 meter. 
Gambar 1. Lokasi SMPN 1 Binamu 
B. BANGUNAN 
Bangunan berupa gedung yang dimiliki berjumlah 13 unit yang terdiri dari 2 unit 
gedung berlantai dua dan 11 unit gedung berlantai satu. Penghubung antara dua gedung 
dilengkapi dengan ruang sirkulasi yang memudahkan untuk menjangkau setiap gedung. 
2
Pembangunan gedung-gedung tidak tertata dengan baik yang menyebabkan hampir 
seluruh lahan sudah dipenuhi dengan bangunan. Hal ini terjadi karena sebagian besar 
gedung dibangun hanya berlantai satu. 
C. RUANG 
1. Ruang Pendidikan 
a) Ruang kelas/teori berjumlah 30 ruangan yang terbagi menjadi masing-masing 10 
ruang kelas pertingkatan. Jumlah ruang kelas sudah memenuhi standar yang hanya 
memuat maksimal 36 siswa per ruang kelas. Setiap ruang kelas masing-masing 
berukuran (7 ´ 9) m2. 
b) Ruang perpustakaan terdiri dari 2 unit yang berukuran (10´15) m2. 
c) Ruang laboratorium IPA terdiri dari dua yaitu laboratorium Fisika dan 
laboratorium Biologi. Masing-masing ruang berukuran (10´12) m2. 
d) Ruang laboratorium Bahasa sebanyak satu ruang berukuran (10´16) m2. 
e) Ruang laboratorium Komputer sebanyak satu ruang berukuran (10´16) m2. 
2. Ruang Administrasi 
a) Ruang kepala sekolah berukuran (4´5)m2. 
b) Ruang wakil kepala sekolah berukuran ((4´5)m2. 
c) Ruang guru berukuran (18 ´ 7) m2 yang dialihfungsikan dari dua ruang kelas 
dengan membuka dinding sekatnya. Ruangan ditempati oleh 35 orang guru. 
d) Ruang tata usaha terdiri dari dua ruang yang disambung yaitu masing-masing 
berukuran (4 ´ 5) m2 dan (4,5 ´ 7) m2. 
e) Gudang berukuran (9 ´ 7) m2. 
3. Ruang Penunjang 
a) Ruang konseling berukuran (4,5 ´ 7) m2 disulap dari setengah ruang kelas. 
Setengah ruang kelas sisanya disulap menjadi ruang tata usaha. Ruang konseling 
ditempati oleh 3 konselor yang dilengkapi dengan satu unit komputer dekstop dan 
jaringan akses internet. 
b) Ruang beribadah berupa mushallah berukuran (9 ´ 7) m2 digunakan untuk shalat 
Dhuhur dan kegiatan keagamaan lainnya. 
c) Ruang UKS berukuran (6 ´ 4) m2 digunakan sebagai tempat perawatan sementara 
bagi siswa atau guru yang sakit tiba-tiba di sekolah. 
d) Ruang organisasi kesiswaan (OSIS) berukuran (6 ´ 4) m2 digunakan sebagai 
markas pengurus OSIS. 
3
e) Ruang koperasi berukuran (4 ´ 7) m2 yang dibangun dengan memanfaatkan ruang 
kosong antara gedung laboratorium komputer dan salah satu gedung ruang kelas. 
f) Jamban terbagi 3 yaitu jamban (WC) untuk pimpinan, guru/pegawai dan siswa. 
WC kepala sekolah satu unit berukuran (2 ´ 1,5) m2, WC guru dua unit masing-masing 
berukuran (2 ´ 1,5) m2, dan WC siswa sebanyak 10 unit masing-masing 
berukuran (1 ´ 1,5) m2. 
g) Ruang sirkulasi sebanyak 2 yang menghubungkan gedung salah satu gedung ruang 
kelas dengan gedung laboratorium Biologi. 
h) Ruang kantin sekolah berukurang (5 ´ 7)m2 
i) Ruang kantin kejujuran berukuran (4 ´ 5)m2 
D. PERABOT 
1. Perabot Pendidikan 
a) Meja dan kursi siswa di ruang kelas. 
Meja dan kursi siswa sebanyak 60 pasang semuanya dalam kondisi baik. 
b) Meja dan kursi guru di ruang kelas. 
Meja dan kursi guru sebanyak 3 pasang semuanya dalam kondisi baik. 
c) Meja dan kursi di ruang Laboratorium. 
(1) Laboratorium memiliki 6 meja dan 20 kursi siswa, serta dua pasang meja dan 
kursi guru dan laboran. 
(2) Laboratorium Komputer memiliki 12 meja yang sekaligus berfungsi sebagai 
tempat komputer dan 12 kursi siswa, satu pasang kursi dan meja guru. 
d) Lemari, meja dan kursi di ruang perpustakaan. 
Banyaknya kursi dan meja baca yang berukuran panjang di dua perpustakaan 
berjumlah 4 pasang, 1 pasang untuk petugas perpustakaan. Lemari khusus yang 
berfungsi sebagai rak buku berjumlah 3 buah. 
e) Papan tulis di ruang-ruang kelas sebanyak 3 lembar, di ruang laboratorium sebanyak 
1 lembar. 
2. Perabot administrasi 
Lemari, meja dan kursi di: 
a) Ruang kepala sekolah memiliki 2 lemari buku, 1 pasang meja dan kursi kepala 
sekolah, 1 set kursi tamu, dan 1 pendingin udara. 
b) Ruang tata usaha memiliki 6 pasang meja dan kursi, 3 lemari berbagai ukuran. 
4
c) Ruang guru memiliki 12 pasang meja dan kursi guru, satu meja panjang dan 4 kursi 
untuk tempat pimpinan rapat pertemuan, 1 set kursi dan meja tamu, 2 rak buku, 
dan 6 lemari buku. 
3. Perabot Penunjang 
Lemari, meja dan kursi di: 
a) Ruang UKS memiliki 2 lemari obat dan alat kesehatan, 1 pasang kursi dan meja dan 
satu tempat tidur pasien. 
b) Ruang OSIS memiliki satu pasang meja dan kursi serta satu lemari. 
c) Ruang koperasi memiliki 1 meja, 2 kursi , 2 rak dan 2 lemari. 
E. ALAT DAN MEDIA PENDIDIKAN 
1. Tidak semua mata pelajaran memiliki alat peraga yang lengkap. 
2. Laboratorium memiliki alat-alat praktek (terlampir). 
3. Setiap guru memiliki minimal satu buku pegangan. 
4. Jumlah buku paket siswa tidak memenuhi perbandingan 1 : 1 dengan jumlah siswa 
untuk semua mata pelajaran. 
5. Semua guru memiliki buku pelengkap. 
6. Tersedia buku bacaan fiksi dan non fiksi di perpustakaan sekolah. 
F. PERENCANAAN PENGADAAN SARANA DAN PRASARANA 
Berdasarkan keterangan wakil kepala sekolah urusan sarana dan prasarana sekolah 
bahwa perencanaan pengadaan sarana dan prasarana disusun berdasarkan analisis 
kebutuhan sekolah. Sarana dan prasarana yang masuk dalam perencanaan pengadaan yaitu: 
1. Sarana : Penambahan alat drumband, pembelian 20 unit komputer, alat peraga mata 
pelajaran. 
2. Prasarana : Gedung serba guna, gedung kesenian, dan sumur bor. 
G. PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA 
Salah satu bentuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah dituangkan dalam tata 
tertib siswa yang melarang merusak atau mencoret dinding bangunan, pagar sekolah, 
perabot dan peralatan sekolah lainnya. Sarana dan prasarana yang masuk dalam kondisi 
rusak ringan atau rusak berat jika masih memungkinkan maka dilakukan perbaikan atau 
pembaruan. 
H. INVENTARISASI SARANA DAN PRASARANA 
Untuk mengetahui jumlah sarana dan prasarana yang menjadi kekayaan sekolah 
maka wakil kepala sekolah urusan sarana dan prasarana melakukan inventarisasi barang. 
Guna memperlancar kegiatan inventarisasi, wakil kepala sekolah dibantu oleh tenaga 
5
administrasi urusan administrasi sarana dan prasarana, wali-wali kelas, tenaga perpustakaan 
serta kepala-kepala pengelola laboratorium. 
I. PENGHAPUSAN SARANA DAN PRASARANA 
Sarana dan prasarana sekolah yang masuk kategori rusak berat dan membutuhkan 
biaya besar untuk pemeliharaannya dilakukan penghapusan barang. Kegiatan penghapusan 
sarana dan prasarana sekolah di SMPN 1 Binamu tidak dilakukan secara terbuka sehingga 
jumlah barang berdasarkan data inventaris tidak sesuai dengan faktanya. 
2. SMP Negeri Khusus Jeneponto 
Sarana dan prasarana sekolah yang diidentifikasi dimiliki SMP Negeri Khusus 
Jeneponto saat ini diuraikan sebagai berikut: 
A. LAHAN 
Lahan yang dimiliki sekolah seluas ± 10,275 m2 yang terdiri dari lahan terbangun dan 
lahan terbuka. Lahan seluas ini sebenarnya adalah lahan untuk tiga sekolah yaitu SLB Negeri 
Pembina, SMPN Khusus dan SMAN Khusus. Status kepemilikan lahan merupakan milik 
pemerintah yang dilengkapi dengan bukti kepemilikan yang sah berupa akta dan sertifikat. 
B. BANGUNAN 
Lima bangunan merupakan milik bersama tiga sekolah dan satu bangunan milik 
pribadi SMPN Khusus Jeneponto berupa ruang kelas. Lima bangunan milik bersama adalah 
gedung perpustakaan dan laboratorium, gedung untuk ruang kepala sekolah dan tata uaha, 
gedung untuk ruang guru, gedung asrama siswa, gedung Mushallah. 
C. RUANG 
1. Ruang Pendidikan 
a) Ruang kelas atau ruang teori berjumlah 3 ruangan masing-masing berukuran 
(7´9) m2. Setiap ruangan hanya ditempati belajar oleh 20 siswa. 
b) Ruang perpustakaan 1 unit berukuran (10´15) m2 setengahnya digunakan untuk 
laboratorium komputer. 
c) Ruang laboratorium IPA berukuran (10´12) m2. 
2. Ruang Administrasi 
a) Ruang kepala sekolah berukuran (4´5)m2. 
b) Ruang wakil kepala sekolah (7´6)m2. 
c) Ruang guru berukuran (9 ´ 7) m2 ditempati oleh 12 orang guru SMP. 
d) Ruang tata usaha berukuran (9 ´ 7) m2 yang dialihfungsi dari ruang kelas. 
6
3. Ruang Penunjang 
a) Ruang beribadah berupa mushallah berukuran (10 ´ 8) m2 digunakan untuk shalat 
dhuhur, kultum dan kegiatan keagamaan lainnya. 
b) Jamban terbagi 3 yaitu jamban (WC) untuk pimpinan, guru/pegawai dan siswa. 
WC kepala sekolah satu unit berukuran (1 ´ 1,5) m2, WC guru satu unit masing-masing 
berukuran (2 ´ 1,5) m2, dan WC siswa sebanyak 2 unit masing-masing 
berukuran (1 ´ 1,5) m2. 
D. PERABOT 
1. Perabot Pendidikan 
a) Meja dan kursi siswa di ruang kelas sebanyak 60 pasang dengan kondisi baik. 
b) Meja dan kursi guru di ruang kelas sebanyak 3 pasang dengan kondisi baik. 
c) Meja dan kursi di ruang Laboratorium. 
(1) Laboratorium IPA terdapat 6 meja panjang untuk dan 20 kursi tunggal, serta 
dua pasang meja dan kursi guru dan laboran. 
(2) Laboratorium Komputer memiliki 12 meja yang sekaligus berfungsi sebagai 
tempat komputer dan 12 kursi siswa, satu pasang kursi dan meja guru. 
d) Lemari, meja dan kursi di ruang perpustakaan. 
Banyaknya kursi dan meja baca yang berukuran panjang 4 pasang, 1 pasang untuk 
petugas perpustakaan. Lemari khusus yang berfungsi sebagai rak buku berjumlah 3 
buah. 
e) Papan tulis di ruang-ruang kelas sebanyak 3 lembar, di ruang laboratorium sebanyak 
2 lembar. 
2. Perabot administrasi 
Lemari, meja dan kursi di: 
a) Ruang kepala sekolah memiliki 2 lemari buku, 1 pasang meja dan kursi kepala 
sekolah, dan 1 set kursi tamu. 
b) Ruang wakil kepala sekolah memiliki 5 pasang kursi dan meja serta 2 lemari. 
c) Ruang tata usaha memiliki 11 pasang meja dan kursi, 6 lemari berbagai ukuran. 
d) Ruang guru memiliki 13 pasang meja dan kursi guru, 1 set kursi dan meja tamu, dan 
2 rak/lemari buku. 
3. Perabot Penunjang 
Lemari, meja dan kursi di: 
a) Ruang UKS memiliki satu pasang meja dan kursi serta satu lemari. 
b) Ruang OSIS memiliki satu pasang meja dan kursi serta satu lemari. 
7
E. ALAT DAN MEDIA PENDIDIKAN 
1. Tidak semua mata pelajaran memiliki alat peraga yang lengkap. 
2. Laboratorium memiliki alat-alat praktek. 
3. Setiap guru memiliki minimal satu buku pegangan. 
4. Jumlah buku paket siswa beberapa mata pelajaran memenuhi perbandingan 1 : 1 
dengan jumlah siswa. 
5. Semua guru memiliki buku pelengkap. 
6. Tersedia buku bacaan fiksi dan non fiksi di perpustakaan sekolah. 
F. PERENCANAAN PENGADAAN SARANA DAN PRASARANA 
Berdasarkan keterangan wakil kepala sekolah urusan sarana dan prasarana sekolah 
bahwa perencanaan pengadaan sarana dan prasarana disusun berdasarkan analisis 
kebutuhan sekolah. Sarana dan prasarana yang masuk dalam perencanaan pengadaan yaitu: 
gedung serba guna dan gedung kesenian. 
G. PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA 
Sarana dan prasarana yang masuk dalam kondisi rusak ringan atau rusak berat jika 
masih memungkinkan maka dilakukan perbaikan atau pembaruan. 
H. INVENTARISASI SARANA DAN PRASARANA 
Untuk mengetahui jumlah sarana dan prasarana yang menjadi kekayaan sekolah 
maka wakil kepala sekolah urusan sarana dan prasarana melakukan inventarisasi barang. 
Sarana dan prasarana yang terdapat dalam satu ruangan ditulis di kertas kemudian ditempel 
di tempat yang mudah untuk dibaca. 
I. PENGHAPUSAN SARANA DAN PRASARANA 
Sarana dan prasarana sekolah yang masuk kategori rusak berat dan membutuhkan 
biaya besar untuk pemeliharaannya dilakukan penghapusan barang. 
8
PENUTUP 
Sarana dan prasarana merupakan sumber daya sekolah yang harus dikelola secara 
optimal dalam hal pemanfaatan dan pemeliharaanya guna menunjang tercapainya tujuan 
pendidikan yang diharapkan. Sebagai peserta diklat calon kepala sekolah, melalui tugas 
mengkaji pengelolaan sarana dan prasarana sekolah, saya telah memperoleh banyak 
tambahan ilmu dan pengalaman. Semoga ilmu yang saya peroleh dapat bermanfaat untuk 
peningkatan mutu pendidikan Indonesia di masa depan, Amin. 
9
MEDIA DAN ALAT PEMBELAJARAN IPA 
No. Nama Alat 
Jumla 
h 
Kondisi Mutu/Fungsi 
Keteranga 
Bai Buruk Layak 
n 
k 
Tida 
k 
Laya 
k 
ALAT PRAKTIKUM FISIKA 
1 Kit Optik 15 9 6 9 6 
2 Kit Listrik 15 - 15 - 15 
3 Kit Mekanika 15 9 6 9 6 
4 
Kit Panas dan 
Hidrostatika 
14 4 10 4 10 
ALAT PENUNJANG FISIKA 
1 
Garpu Tala pada 
kotak 
- - - - - 
2 Slinki 4 4 - 4 - 
3 Meter Dasar 90 8 6 2 6 2 
4 
Catu Daya, 
Tegangan Rendah 
5 4 1 4 1 
5 Neraca 7 - 7 - 7 
6 Tabung Kapiler 30 10 20 10 20 
7 Respirometer 2 2 - 2 - 
8 
Kotak Genetika 5 
Warna 
4 4 - 4 - 
9 
MODEL – otak 
manusia 
1 1 - 1 - 
10 
MODEL – mata 
manusia 
1 1 - 1 - 
11 
MODEL – telinga 
manusia 
2 2 - 2 - 
12 
MODEL – torso 
wanita 
3 2 1 2 1 
13 
MODEL – jantung 
manusia 
2 2 - 2 - 
14 
MODEL – kulit 
manusia 
2 2 - 2 - 
15 
MODEL – ginjal 
manusia 
2 2 - 2 - 
16 
MODEL – tengkorak 
manusia 
2 2 - 2 - 
17 
MIKROSLID – Junior 
Biologi 
1 1 - 1 - 
18 
MIKROSLID – Junior 
Biologi 
3 3 - 3 - 
19 
MIKROSLID – 
Biologi 
1 1 - 1 - 
20 
MIKROSLID – 
Biologi 
10
No. Nama Alat 
Jumla 
h 
Kondisi Mutu/Fungsi 
Keteranga 
Bai Buruk Layak 
n 
k 
Tida 
k 
Laya 
k 
21 
MIKROSLID – 
Biologi 
22 
MIKROSLID – 
Biologi 
23 
MIKROSLID – 
Mammalian 
1 1 - 1 - 
24 
MIKROSLID – 
Mammalian 
25 Mikrotom sederhana - - - - - 
26 
Kuadrat, fleksible 
tipe lipat 
- - - - - 
27 Eosin, BG 25gr - - - - - 
28 
Iodine Cristals (I2), 
BG, 500g 
- - - - - 
29 
Calcium Oxide 
(CaO), T, 500g 
- - - - - 
30 
Sodium Hydroide 
(NaOH) T, 500g 
1 1 - 1 - 
31 
Penghubung Selang 
Bentuk Y 
- - - - - 
32 Benedict 500 ml - - - - - 
33 Akuarium - - - - - 
34 Cawan Petri 8 4 4 4 4 
35 Gelas Kimia 25 15 10 15 10 
36 Gelas Kimia - - - - - 
37 Kaki Tiga 8 8 - 8 - 
38 
Kasa baja tahan 
karat 
- - - - - 
39 Jam henti, dual dial - - - - - 
40 Plat tetes - - - - - 
41 Lumpang dan alu 3 3 - 3 - 
42 Pipa kaca 3 3 - 3 - 
43 Pipet tetes 40 20 20 20 20 
44 
Gelas ukur kaca 
100cc 
20 20 - 20 - 
45 
Sumbat karet 1 
lubang 
10 10 - 10 - 
46 
Sumbat karet 2 
lubang 
10 10 - 10 - 
47 
Batang penaduk 
kaca 
- - - - - 
48 Statif segi 4 - - - - - 
49 Klem universal - - - - - 
11
No. Nama Alat 
Jumla 
h 
Kondisi Mutu/Fungsi 
Keteranga 
Bai Buruk Layak 
n 
k 
Tida 
k 
Laya 
k 
50 Boss head 4 4 - 4 - 
51 
Tabung reaksi, 
medium wall with 
rim 
- - - - - 
52 
Tabung reaksi, 
medium wall with 
rim 
- - - - - 
53 
Penjepit tabung 
reaksi 
20 10 10 10 10 
54 Rak tabung reaksi 20 8 12 8 12 
55 
Thermometer, -10 
s.d. 110 C 
- - - - - 
56 
CARTA – hukum 
Mendel 
1 1 - 1 - 
57 
CARTA – sistem 
transportasi 
- - - - - 
58 
CARTA – sistem 
pencernaan 
2 2 - 2 - 
59 
CARTA – sistem 
koordinasi 
2 2 - 2 - 
60 
CARTA – sistem 
saraf manusia 
2 2 - 2 - 
61 
CARTA – sistem 
sirkulasi darah 
manusia 
- - - - - 
62 
CARTA – sistem 
pencernaan manusia 
1 1 - 1 - 
63 
CARTA – sistem 
ekskresi manusia 
1 1 - 1 - 
64 
CARTA – sistem 
koordinasi 
1 1 - 1 - 
65 
CARTA – hewan 
purba dan situasi 
zaman purba 
- - - - - 
66 
CARTA – 
perkembangbiakan 
tumbuhan vegetatif 
1 1 - 1 - 
67 
CARTA – 
perkembangbiakan 
tumbuhan generatif 
1 1 - 1 - 
68 
CARTA – 
perkembangbiakan 
hewan tinggi 
generatif 
1 1 - 1 - 
69 CARTA – 1 1 - 1 - 
12
No. Nama Alat 
Jumla 
h 
Kondisi Mutu/Fungsi 
Keteranga 
Bai Buruk Layak 
n 
k 
Tida 
k 
Laya 
k 
perkembangbiakan 
hewan rendah 
generatif 
70 
CARTA – bagian 
tubuh tumbuhan 
- - - - - 
71 
CARTA – daur hidup 
parasit (malaria) 
- - - - - 
ALAT PENUNJANG BIOLOGI 
1 Mikroskop, lanjutan - - - - - 
2 
Mikroskop, untuk 
siswa 
20 4 16 4 16 
3 
Pemeliharaan 
mikroskop 
- - - - - 
4 Kaca penutup - - - - - 
5 Kaca benda 1 1 - 1 - 
6 Kaca pembesar 3 2 1 2 1 
13
Lampiran 16 : Laporan Hasil Kajian 
Sarana dan Prasarana 
1

More Related Content

Similar to 4 pengelolaan-sapras

Laporan pengamatan
Laporan pengamatanLaporan pengamatan
Laporan pengamatangittaleviana
 
Laporan observasi ppl
Laporan observasi pplLaporan observasi ppl
Laporan observasi pplMut Mu3tiah
 
Laboratorium Sebagai Media Pembelajaran
Laboratorium Sebagai Media PembelajaranLaboratorium Sebagai Media Pembelajaran
Laboratorium Sebagai Media PembelajaranNendenLailasari
 
Kertas kerja gotong royong perdana 2018
Kertas kerja  gotong royong perdana 2018Kertas kerja  gotong royong perdana 2018
Kertas kerja gotong royong perdana 2018nur amalina kamarudin
 
LABORATORIUM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
LABORATORIUM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARANLABORATORIUM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
LABORATORIUM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARANMuhamadTaufik48
 
2.pembahasan tugas awal
2.pembahasan tugas awal2.pembahasan tugas awal
2.pembahasan tugas awalAGUNG WARDHONO
 
Program kerja sarpras
Program kerja sarprasProgram kerja sarpras
Program kerja sarprasBudi Santoso
 
Laboratorium sebagai Media pembelajaran
Laboratorium sebagai Media pembelajaran Laboratorium sebagai Media pembelajaran
Laboratorium sebagai Media pembelajaran GhinaAinalMardliyah
 
dokumen.tips_laporan-evaluasi-diri-sekolah (1).doc
dokumen.tips_laporan-evaluasi-diri-sekolah (1).docdokumen.tips_laporan-evaluasi-diri-sekolah (1).doc
dokumen.tips_laporan-evaluasi-diri-sekolah (1).docYohanis Weni
 
Media pembelajaran modul ihsan
Media pembelajaran modul ihsanMedia pembelajaran modul ihsan
Media pembelajaran modul ihsanihsanma8
 
Pengembangan Perpustakaan Madrasah.pptx
Pengembangan Perpustakaan Madrasah.pptxPengembangan Perpustakaan Madrasah.pptx
Pengembangan Perpustakaan Madrasah.pptxAldyanShankar2
 
Islamic Tematik Integratif K13
Islamic Tematik Integratif K13Islamic Tematik Integratif K13
Islamic Tematik Integratif K13HerdinNurdin1
 
Pedoman teknis penilaian kinerja guru
Pedoman teknis penilaian kinerja guruPedoman teknis penilaian kinerja guru
Pedoman teknis penilaian kinerja guruSipri Gamur
 
Contoh proposal smpit_utk_grant_rkb_rpl
Contoh proposal smpit_utk_grant_rkb_rplContoh proposal smpit_utk_grant_rkb_rpl
Contoh proposal smpit_utk_grant_rkb_rplAhmad Latif
 

Similar to 4 pengelolaan-sapras (20)

Desain laboratorium
Desain laboratoriumDesain laboratorium
Desain laboratorium
 
Laporan pengamatan
Laporan pengamatanLaporan pengamatan
Laporan pengamatan
 
Desain laboratorium
Desain laboratoriumDesain laboratorium
Desain laboratorium
 
Rpp akd kd 1
Rpp akd kd 1Rpp akd kd 1
Rpp akd kd 1
 
laporan_leb.pdf
laporan_leb.pdflaporan_leb.pdf
laporan_leb.pdf
 
Bab iii
Bab iiiBab iii
Bab iii
 
Laporan observasi ppl
Laporan observasi pplLaporan observasi ppl
Laporan observasi ppl
 
Laboratorium Sebagai Media Pembelajaran
Laboratorium Sebagai Media PembelajaranLaboratorium Sebagai Media Pembelajaran
Laboratorium Sebagai Media Pembelajaran
 
Kertas kerja gotong royong perdana 2018
Kertas kerja  gotong royong perdana 2018Kertas kerja  gotong royong perdana 2018
Kertas kerja gotong royong perdana 2018
 
LABORATORIUM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
LABORATORIUM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARANLABORATORIUM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
LABORATORIUM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
 
Kti artikel pengl lab
Kti artikel pengl lab Kti artikel pengl lab
Kti artikel pengl lab
 
2.pembahasan tugas awal
2.pembahasan tugas awal2.pembahasan tugas awal
2.pembahasan tugas awal
 
Program kerja sarpras
Program kerja sarprasProgram kerja sarpras
Program kerja sarpras
 
Laboratorium sebagai Media pembelajaran
Laboratorium sebagai Media pembelajaran Laboratorium sebagai Media pembelajaran
Laboratorium sebagai Media pembelajaran
 
dokumen.tips_laporan-evaluasi-diri-sekolah (1).doc
dokumen.tips_laporan-evaluasi-diri-sekolah (1).docdokumen.tips_laporan-evaluasi-diri-sekolah (1).doc
dokumen.tips_laporan-evaluasi-diri-sekolah (1).doc
 
Media pembelajaran modul ihsan
Media pembelajaran modul ihsanMedia pembelajaran modul ihsan
Media pembelajaran modul ihsan
 
Pengembangan Perpustakaan Madrasah.pptx
Pengembangan Perpustakaan Madrasah.pptxPengembangan Perpustakaan Madrasah.pptx
Pengembangan Perpustakaan Madrasah.pptx
 
Islamic Tematik Integratif K13
Islamic Tematik Integratif K13Islamic Tematik Integratif K13
Islamic Tematik Integratif K13
 
Pedoman teknis penilaian kinerja guru
Pedoman teknis penilaian kinerja guruPedoman teknis penilaian kinerja guru
Pedoman teknis penilaian kinerja guru
 
Contoh proposal smpit_utk_grant_rkb_rpl
Contoh proposal smpit_utk_grant_rkb_rplContoh proposal smpit_utk_grant_rkb_rpl
Contoh proposal smpit_utk_grant_rkb_rpl
 

More from Agus Hariyatno

More from Agus Hariyatno (11)

2 peraturan akademik_dan_tata_tertib
2 peraturan akademik_dan_tata_tertib2 peraturan akademik_dan_tata_tertib
2 peraturan akademik_dan_tata_tertib
 
Program kerja wakasek
Program kerja wakasekProgram kerja wakasek
Program kerja wakasek
 
Sk ppjb-tahun-2015
Sk ppjb-tahun-2015Sk ppjb-tahun-2015
Sk ppjb-tahun-2015
 
apa ya
apa yaapa ya
apa ya
 
1 sm
1 sm1 sm
1 sm
 
1 pbb
1 pbb1 pbb
1 pbb
 
1 pbb
1 pbb1 pbb
1 pbb
 
Kls 8 buku siswa ipa kurikulum 2013
Kls 8 buku siswa ipa kurikulum 2013Kls 8 buku siswa ipa kurikulum 2013
Kls 8 buku siswa ipa kurikulum 2013
 
1. gerak lurus1
1. gerak lurus11. gerak lurus1
1. gerak lurus1
 
Ipa 2 a
Ipa 2 aIpa 2 a
Ipa 2 a
 
Ktsp smp n 1 btrd terbaru
Ktsp smp n 1 btrd terbaruKtsp smp n 1 btrd terbaru
Ktsp smp n 1 btrd terbaru
 

Recently uploaded

form Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMM
form Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMMform Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMM
form Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMMAgungJakaNugraha1
 
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
AKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptx
AKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptxAKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptx
AKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptxAkhyar33
 
Aksi Nyata Sosialisasi Isu Perundungan di Satuan Pendidikan.pdf
Aksi Nyata Sosialisasi Isu Perundungan di Satuan Pendidikan.pdfAksi Nyata Sosialisasi Isu Perundungan di Satuan Pendidikan.pdf
Aksi Nyata Sosialisasi Isu Perundungan di Satuan Pendidikan.pdfYudhi45820
 
Modul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannya
Modul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannyaModul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannya
Modul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannyaNovi Cherly
 
LK 1 - 5T Keputusan Pemimpin Berdampak.docx
LK 1 - 5T Keputusan Pemimpin Berdampak.docxLK 1 - 5T Keputusan Pemimpin Berdampak.docx
LK 1 - 5T Keputusan Pemimpin Berdampak.docxsarimuliati80
 
LAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docx
LAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docxLAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docx
LAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docxSriHandayaniLubisSpd
 
Revisi Kumpulan LK Workshop perdirjen 7327.pptx
Revisi Kumpulan LK Workshop perdirjen 7327.pptxRevisi Kumpulan LK Workshop perdirjen 7327.pptx
Revisi Kumpulan LK Workshop perdirjen 7327.pptxRazefZulkarnain1
 
tugas 1.4 keyakinan kelas tugas mandiri.pdf
tugas 1.4 keyakinan kelas tugas mandiri.pdftugas 1.4 keyakinan kelas tugas mandiri.pdf
tugas 1.4 keyakinan kelas tugas mandiri.pdfindahningsih541
 
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdfModul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdfDianaRuswandari1
 
Laporan observasi sri handayani lubis.pdf
Laporan observasi sri handayani lubis.pdfLaporan observasi sri handayani lubis.pdf
Laporan observasi sri handayani lubis.pdfSriHandayaniLubisSpd
 
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI RUPA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Lembar-Kerja-Laporan-Hasil-Pembelajaran.pptx
Lembar-Kerja-Laporan-Hasil-Pembelajaran.pptxLembar-Kerja-Laporan-Hasil-Pembelajaran.pptx
Lembar-Kerja-Laporan-Hasil-Pembelajaran.pptxSoniaTitipaniabidin2
 
Aksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdf
Aksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdfAksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdf
Aksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdfRahayanaDjaila2
 
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx.pptx
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx.pptxAksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx.pptx
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx.pptxAgusSuarno2
 
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1
PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1
PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1AdiKurniawan24529
 
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
PPT MODUL 6 Bahasa Indonesia UT Bjn.pptx
PPT MODUL 6 Bahasa Indonesia UT Bjn.pptxPPT MODUL 6 Bahasa Indonesia UT Bjn.pptx
PPT MODUL 6 Bahasa Indonesia UT Bjn.pptxZubedImut
 

Recently uploaded (20)

form Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMM
form Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMMform Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMM
form Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMM
 
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
AKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptx
AKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptxAKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptx
AKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptx
 
Aksi Nyata Sosialisasi Isu Perundungan di Satuan Pendidikan.pdf
Aksi Nyata Sosialisasi Isu Perundungan di Satuan Pendidikan.pdfAksi Nyata Sosialisasi Isu Perundungan di Satuan Pendidikan.pdf
Aksi Nyata Sosialisasi Isu Perundungan di Satuan Pendidikan.pdf
 
Modul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannya
Modul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannyaModul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannya
Modul Ajar Ipa kelas 8 Struktur Bumi dan perkembangannya
 
LK 1 - 5T Keputusan Pemimpin Berdampak.docx
LK 1 - 5T Keputusan Pemimpin Berdampak.docxLK 1 - 5T Keputusan Pemimpin Berdampak.docx
LK 1 - 5T Keputusan Pemimpin Berdampak.docx
 
LAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docx
LAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docxLAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docx
LAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docx
 
Revisi Kumpulan LK Workshop perdirjen 7327.pptx
Revisi Kumpulan LK Workshop perdirjen 7327.pptxRevisi Kumpulan LK Workshop perdirjen 7327.pptx
Revisi Kumpulan LK Workshop perdirjen 7327.pptx
 
tugas 1.4 keyakinan kelas tugas mandiri.pdf
tugas 1.4 keyakinan kelas tugas mandiri.pdftugas 1.4 keyakinan kelas tugas mandiri.pdf
tugas 1.4 keyakinan kelas tugas mandiri.pdf
 
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdfModul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
 
Laporan observasi sri handayani lubis.pdf
Laporan observasi sri handayani lubis.pdfLaporan observasi sri handayani lubis.pdf
Laporan observasi sri handayani lubis.pdf
 
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI RUPA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Lembar-Kerja-Laporan-Hasil-Pembelajaran.pptx
Lembar-Kerja-Laporan-Hasil-Pembelajaran.pptxLembar-Kerja-Laporan-Hasil-Pembelajaran.pptx
Lembar-Kerja-Laporan-Hasil-Pembelajaran.pptx
 
Aksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdf
Aksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdfAksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdf
Aksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdf
 
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx.pptx
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx.pptxAksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx.pptx
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx.pptx
 
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1
PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1
PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1
 
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
PPT MODUL 6 Bahasa Indonesia UT Bjn.pptx
PPT MODUL 6 Bahasa Indonesia UT Bjn.pptxPPT MODUL 6 Bahasa Indonesia UT Bjn.pptx
PPT MODUL 6 Bahasa Indonesia UT Bjn.pptx
 

4 pengelolaan-sapras

  • 1. MATRIKS KAJIAN ON THE JOB LEARNING CALON KEPALA SEKOLAH KABUPATEN JENEPONTO BAHAN KAJIAN : PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH KONDISI IDEAL KONDISI NYATA KONTRIBUSI CALON SMPN 1 BINAMU SMPN KHUSUS JENEPONTO Sekolah memiliki sarana dan prasarana pendidikan yang sesuai Permendiknas Nomor 24 tahun 2007: A. LAHAN 1. Kepemilikan sah dengan bukti 2. Memenuhi kondisi keamanan B. BANGUNAN 1. Memenuhi ketentuan rasio luas lantai terhadap siswa 2. Memenuhi unsur-unsur keselamatan, unsur kesehatan, unsur kenyamanan, dan daya listrik C. RUANG 1) Ruang Pendidikan a) Ruang kelas/teori, b) Ruang perpustakaan, c) Ruang laboratorium IPA, d) Ruang laboratorium Bahasa, e) Ruang laboratorium Komputer, f) Ruang kesenian, g) Ruang keterampilan, h) Ruang olahraga. 2) Ruang Administrasi a) Ruang kepala sekolah, b) Ruang guru, Sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki : A. LAHAN 1.Kepemilikan sah dan ada bukti 2.Memenuhi kondisi keamanan B. BANGUNAN 1.Memenuhi ketentuan rasio luas lantai terhadap siswa sesuai SPM 2.Memenuhi unsur-unsur keselamatan, unsur kesehatan, unsur kenyamanan, dan daya listrik C. RUANG 1. Ruang Pendidikan a) Ruang kelas/teori, b) Ruang perpustakaan, c) Ruang laboratorium IPA, d) Ruang laboratorium Bahasa, e) Ruang laboratorium Komputer, f) Tidak ada ruang kesenian, g) Tidak ada ruang keterampilan, h) Ruang olahraga. 2. Ruang Administrasi a) Ruang kepala sekolah, b) Ruang guru, Sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki : A. LAHAN 1.Kepemilikan sah dan ada bukti 2.Memenuhi kondisi keamanan B. BANGUNAN 1.Memenuhi ketentuan rasio luas lantai terhadap siswa sesuai SPM 2.Memenuhi unsur-unsur keselamatan, unsur kesehatan, unsur kenyamanan, dan daya listrik C. RUANG 1. Ruang Pendidikan a) Ruang kelas/teori, b) Ruang perpustakaan, c) Ruang laboratorium IPA, d) Ruang laboratorium Bahasa, e) Ruang laboratorium Komputer, f) Tidak ada ruang kesenian, g) Tidak ada ruang keterampilan, h) Ruang olahraga. 2. Ruang Administrasi a) Ruang kepala sekolah, b) Ruang guru, 1. Mengupayakan pengadaan ruang serba guna, 2. 1
  • 2. KONDISI IDEAL KONDISI NYATA KONTRIBUSI CALON SMPN 1 BINAMU SMPN KHUSUS JENEPONTO c) Ruang tata usaha, d) Gudang 3) Ruang Penunjang a) Ruang konseling, b) Ruang beribadah, c) Ruang UKS, d) Ruang organisasi kesiswaan, e) Ruang koperasi, f) Jamban, g) Tempat bermain, h) Ruang sirkulasi. D. PERABOT 1. Perabot Pendidikan a) Meja dan kursi siswa di ruang kelas, b) Meja dan kursi guru di ruang kelas, c) Meja dan kursi di ruang Laboratorium, d) Lemari, meja dan kursi di ruang perpustakaan. 2. Perabot administrasi Lemari, meja dan kursi di: a) Ruang kepala sekolah, b) Ruang tata usaha, c) Ruang guru. 3. Perabot Penunjang Lemari, meja dan kursi di: a) Ruang UKS, b) Ruang OSIS, c) Ruang koperasi. c) Ruang tata usaha, d) Gudang 3. Ruang Penunjang a) Ruang konseling, b) Ruang beribadah/mushallah, c) Ruang UKS, d) Ruang organisasi kesiswaan, e) Ruang koperasi, f) Jamban, g) Tempat bermain, h) Ruang sirkulasi. D. PERABOT 1. Perabot Pendidikan a) Meja dan kursi siswa di ruang kelas, b) Meja dan kursi guru di ruang kelas, c) Meja dan kursi di ruang Laboratorium, d) Lemari, meja dan kursi di ruang perpustakaan. 2. Perabot administrasi Lemari, meja dan kursi di: a) Ruang kepala sekolah, b) Ruang tata usaha, c) Ruang guru. 3. Perabot Penunjang Lemari, meja dan kursi di: a) Ruang UKS, b) Ruang OSIS, c) Ruang koperasi. c) Ruang tata usaha, d) Gudang 3. Ruang Penunjang a) Ruang konseling, b) Ruang beribadah/mushallah, c) Ruang UKS, d) Ruang organisasi kesiswaan, e) Ruang koperasi, f) Jamban, g) Tempat bermain, h) Ruang sirkulasi. D. PERABOT 1. Perabot Pendidikan a) Meja dan kursi siswa di ruang kelas, b) Meja dan kursi guru di ruang kelas, c) Meja dan kursi di ruang Laboratorium, d) Lemari, meja dan kursi di ruang perpustakaan. 2. Perabot administrasi Lemari, meja dan kursi di: a) Ruang kepala sekolah, b) Ruang tata usaha, c) Ruang guru. 3. Perabot Penunjang Lemari, meja dan kursi di: a) Ruang UKS, b) Ruang OSIS, c) Ruang koperasi. 2
  • 3. KONDISI IDEAL KONDISI NYATA KONTRIBUSI CALON SMPN 1 BINAMU SMPN KHUSUS JENEPONTO E. ALAT DAN MEDIA PENDIDIKAN 1. Setiap mata pelajaran memiliki alat peraga, 2. Laboratorium memiliki alat-alat praktek, 3. Guru memiliki buku pegangan, 4. Setiap siswa memiliki buku pegangan/paket untuk semua mata pelajaran, 5. Guru memiliki buku pelengkap, 6. Memiliki buku bacaan fiksi dan non fiksi. E. ALAT DAN MEDIA PENDIDIKAN 1. Tidak semua mata pelajaran memiliki alat peraga, 2. Laboratorium memiliki alat-alat praktek tetapi tidak lengkap, 3. Guru memiliki buku pegangan, 4. Jumlah buku paket tidak memenuhi 1 : 1 dengan jumlah siswa untuk semua mata pelajaran, 5. Tidak semua guru memiliki buku pelengkap, 6. Memiliki buku bacaan fiksi dan non fiksi. E. ALAT DAN MEDIA PENDIDIKAN 1.Tidak semua mata pelajaran memiliki alat peraga, 2.Laboratorium memiliki alat-alat praktek tetapi tidak lengkap, 3.Guru memiliki buku pegangan, 4.Jumlah buku paket tidak memenuhi 1 : 1 dengan jumlah siswa untuk semua mata pelajaran, 5.Tidak semua guru memiliki buku pelengkap, 6.Memiliki buku bacaan fiksi dan non fiksi. Peserta Diklat Cakep, Drs. H. SYARIFUDDIN, M. Pd. NIP.19690101 199412 1 007 3
  • 4. LAPORAN KAJIAN ON THE JOB LEARNING BAHAN KAJIAN (4) PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH OLEH : Drs. H. SYARIFUDDIN, M. Pd. PESERTA DIKLAT CALON KEPALA SEKOLAH TINGKAT KABUPATEN JENEPONTO 2011 i
  • 5. HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN HASIL KAJIAN PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH Drs. H. SYARIFUDDIN, M. Pd Peserta Diklat Calon Kepala Sekolah Kabupaten Jeneponto Tahun 2011 Telah melakukan pengkajian Pengelolaan Sarana dan Prasarana Sekolah SMPN 1 Binamu dan SMPN Khusus Jeneponto Jeneponto, 11 Oktober 2011 Kepala SMPN Khusus Jeneponto, Kepala SMPN 1 Binamu, H. SARIPUDDIN D., S. Pd., SE., MM. D r s . S Y A HR I R S A IN I NIP. 19660131 198903 1 007 NIP. 19530406 198503 1 013 ii
  • 6. PENDAHULUAN Keberhasilan program pendidikan melalui proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu di antaranya adalah tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai disertai pemanfaatan dan pengelolaan secara optimal. Kepala sekolah selaku administratur diharapkan dapat memberikan layanan secara profesional dalam bidang perlengkapan atau fasilitas kerja bagi personel sekolah. Dengan pengelolaan yang efektif dan efisien diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja personel sekolah. Berdasarkan Permendiknas Nomor 24 tahun 2007 untuk sekolah tingkat SMP/MTs sekurang-kurangnya memiliki kelengkapan sarana dan prasarana sekolah berupa: 1. ruang kelas, 2. ruang perpustakaan, 3. ruang laboratorium IPA, 4. ruang pimpinan, 5. ruang guru, 6. ruang tata usaha, 7. tempat beribadah, 8. ruang konseling, 9. ruang UKS, 10. ruang organisasi kesiswaan, 11. jamban, 12. gudang, 13. ruang sirkulasi, 14. tempat bermain/berolahraga. 1
  • 7. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pengisian instrumen kajian pengelolaan sarana dan prasarana sekolah, wawancara dengan wakil kepala sekolah urusan sarana dan prasarana dan matriks kajian pengelolaan sarana dan prasarana, berikut kami sajikan deskripsi hasil kajian pengelolaan sarana dan prasarana sekolah tempat magang di sekolah sendiri dan sekolah lain. 1. SMP Negeri 1 Binamu Sarana dan prasarana sekolah yang diidentifikasi dimiliki SMP Negeri 1 Binamu saat ini diuraikan sebagai berikut: A. LAHAN Lahan yang dimiliki sekolah seluas 8065 m2 yang terdiri dari lahan terbangun dan lahan terbuka. Status kepemilikan lahan merupakan milik pemerintah yang dilengkapi dengan bukti kepemilikan yang sah berupa akta dan sertifikat. Lokasi lahan memenuhi kondisi keamanan karena terletak antara dua kantor pemerintah yaitu kantor Bupati Jeneponto dan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Jeneponto. Lahan juga dibatasi dengan pembangunan pagar setinggi 2,5 meter. Gambar 1. Lokasi SMPN 1 Binamu B. BANGUNAN Bangunan berupa gedung yang dimiliki berjumlah 13 unit yang terdiri dari 2 unit gedung berlantai dua dan 11 unit gedung berlantai satu. Penghubung antara dua gedung dilengkapi dengan ruang sirkulasi yang memudahkan untuk menjangkau setiap gedung. 2
  • 8. Pembangunan gedung-gedung tidak tertata dengan baik yang menyebabkan hampir seluruh lahan sudah dipenuhi dengan bangunan. Hal ini terjadi karena sebagian besar gedung dibangun hanya berlantai satu. C. RUANG 1. Ruang Pendidikan a) Ruang kelas/teori berjumlah 30 ruangan yang terbagi menjadi masing-masing 10 ruang kelas pertingkatan. Jumlah ruang kelas sudah memenuhi standar yang hanya memuat maksimal 36 siswa per ruang kelas. Setiap ruang kelas masing-masing berukuran (7 ´ 9) m2. b) Ruang perpustakaan terdiri dari 2 unit yang berukuran (10´15) m2. c) Ruang laboratorium IPA terdiri dari dua yaitu laboratorium Fisika dan laboratorium Biologi. Masing-masing ruang berukuran (10´12) m2. d) Ruang laboratorium Bahasa sebanyak satu ruang berukuran (10´16) m2. e) Ruang laboratorium Komputer sebanyak satu ruang berukuran (10´16) m2. 2. Ruang Administrasi a) Ruang kepala sekolah berukuran (4´5)m2. b) Ruang wakil kepala sekolah berukuran ((4´5)m2. c) Ruang guru berukuran (18 ´ 7) m2 yang dialihfungsikan dari dua ruang kelas dengan membuka dinding sekatnya. Ruangan ditempati oleh 35 orang guru. d) Ruang tata usaha terdiri dari dua ruang yang disambung yaitu masing-masing berukuran (4 ´ 5) m2 dan (4,5 ´ 7) m2. e) Gudang berukuran (9 ´ 7) m2. 3. Ruang Penunjang a) Ruang konseling berukuran (4,5 ´ 7) m2 disulap dari setengah ruang kelas. Setengah ruang kelas sisanya disulap menjadi ruang tata usaha. Ruang konseling ditempati oleh 3 konselor yang dilengkapi dengan satu unit komputer dekstop dan jaringan akses internet. b) Ruang beribadah berupa mushallah berukuran (9 ´ 7) m2 digunakan untuk shalat Dhuhur dan kegiatan keagamaan lainnya. c) Ruang UKS berukuran (6 ´ 4) m2 digunakan sebagai tempat perawatan sementara bagi siswa atau guru yang sakit tiba-tiba di sekolah. d) Ruang organisasi kesiswaan (OSIS) berukuran (6 ´ 4) m2 digunakan sebagai markas pengurus OSIS. 3
  • 9. e) Ruang koperasi berukuran (4 ´ 7) m2 yang dibangun dengan memanfaatkan ruang kosong antara gedung laboratorium komputer dan salah satu gedung ruang kelas. f) Jamban terbagi 3 yaitu jamban (WC) untuk pimpinan, guru/pegawai dan siswa. WC kepala sekolah satu unit berukuran (2 ´ 1,5) m2, WC guru dua unit masing-masing berukuran (2 ´ 1,5) m2, dan WC siswa sebanyak 10 unit masing-masing berukuran (1 ´ 1,5) m2. g) Ruang sirkulasi sebanyak 2 yang menghubungkan gedung salah satu gedung ruang kelas dengan gedung laboratorium Biologi. h) Ruang kantin sekolah berukurang (5 ´ 7)m2 i) Ruang kantin kejujuran berukuran (4 ´ 5)m2 D. PERABOT 1. Perabot Pendidikan a) Meja dan kursi siswa di ruang kelas. Meja dan kursi siswa sebanyak 60 pasang semuanya dalam kondisi baik. b) Meja dan kursi guru di ruang kelas. Meja dan kursi guru sebanyak 3 pasang semuanya dalam kondisi baik. c) Meja dan kursi di ruang Laboratorium. (1) Laboratorium memiliki 6 meja dan 20 kursi siswa, serta dua pasang meja dan kursi guru dan laboran. (2) Laboratorium Komputer memiliki 12 meja yang sekaligus berfungsi sebagai tempat komputer dan 12 kursi siswa, satu pasang kursi dan meja guru. d) Lemari, meja dan kursi di ruang perpustakaan. Banyaknya kursi dan meja baca yang berukuran panjang di dua perpustakaan berjumlah 4 pasang, 1 pasang untuk petugas perpustakaan. Lemari khusus yang berfungsi sebagai rak buku berjumlah 3 buah. e) Papan tulis di ruang-ruang kelas sebanyak 3 lembar, di ruang laboratorium sebanyak 1 lembar. 2. Perabot administrasi Lemari, meja dan kursi di: a) Ruang kepala sekolah memiliki 2 lemari buku, 1 pasang meja dan kursi kepala sekolah, 1 set kursi tamu, dan 1 pendingin udara. b) Ruang tata usaha memiliki 6 pasang meja dan kursi, 3 lemari berbagai ukuran. 4
  • 10. c) Ruang guru memiliki 12 pasang meja dan kursi guru, satu meja panjang dan 4 kursi untuk tempat pimpinan rapat pertemuan, 1 set kursi dan meja tamu, 2 rak buku, dan 6 lemari buku. 3. Perabot Penunjang Lemari, meja dan kursi di: a) Ruang UKS memiliki 2 lemari obat dan alat kesehatan, 1 pasang kursi dan meja dan satu tempat tidur pasien. b) Ruang OSIS memiliki satu pasang meja dan kursi serta satu lemari. c) Ruang koperasi memiliki 1 meja, 2 kursi , 2 rak dan 2 lemari. E. ALAT DAN MEDIA PENDIDIKAN 1. Tidak semua mata pelajaran memiliki alat peraga yang lengkap. 2. Laboratorium memiliki alat-alat praktek (terlampir). 3. Setiap guru memiliki minimal satu buku pegangan. 4. Jumlah buku paket siswa tidak memenuhi perbandingan 1 : 1 dengan jumlah siswa untuk semua mata pelajaran. 5. Semua guru memiliki buku pelengkap. 6. Tersedia buku bacaan fiksi dan non fiksi di perpustakaan sekolah. F. PERENCANAAN PENGADAAN SARANA DAN PRASARANA Berdasarkan keterangan wakil kepala sekolah urusan sarana dan prasarana sekolah bahwa perencanaan pengadaan sarana dan prasarana disusun berdasarkan analisis kebutuhan sekolah. Sarana dan prasarana yang masuk dalam perencanaan pengadaan yaitu: 1. Sarana : Penambahan alat drumband, pembelian 20 unit komputer, alat peraga mata pelajaran. 2. Prasarana : Gedung serba guna, gedung kesenian, dan sumur bor. G. PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA Salah satu bentuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah dituangkan dalam tata tertib siswa yang melarang merusak atau mencoret dinding bangunan, pagar sekolah, perabot dan peralatan sekolah lainnya. Sarana dan prasarana yang masuk dalam kondisi rusak ringan atau rusak berat jika masih memungkinkan maka dilakukan perbaikan atau pembaruan. H. INVENTARISASI SARANA DAN PRASARANA Untuk mengetahui jumlah sarana dan prasarana yang menjadi kekayaan sekolah maka wakil kepala sekolah urusan sarana dan prasarana melakukan inventarisasi barang. Guna memperlancar kegiatan inventarisasi, wakil kepala sekolah dibantu oleh tenaga 5
  • 11. administrasi urusan administrasi sarana dan prasarana, wali-wali kelas, tenaga perpustakaan serta kepala-kepala pengelola laboratorium. I. PENGHAPUSAN SARANA DAN PRASARANA Sarana dan prasarana sekolah yang masuk kategori rusak berat dan membutuhkan biaya besar untuk pemeliharaannya dilakukan penghapusan barang. Kegiatan penghapusan sarana dan prasarana sekolah di SMPN 1 Binamu tidak dilakukan secara terbuka sehingga jumlah barang berdasarkan data inventaris tidak sesuai dengan faktanya. 2. SMP Negeri Khusus Jeneponto Sarana dan prasarana sekolah yang diidentifikasi dimiliki SMP Negeri Khusus Jeneponto saat ini diuraikan sebagai berikut: A. LAHAN Lahan yang dimiliki sekolah seluas ± 10,275 m2 yang terdiri dari lahan terbangun dan lahan terbuka. Lahan seluas ini sebenarnya adalah lahan untuk tiga sekolah yaitu SLB Negeri Pembina, SMPN Khusus dan SMAN Khusus. Status kepemilikan lahan merupakan milik pemerintah yang dilengkapi dengan bukti kepemilikan yang sah berupa akta dan sertifikat. B. BANGUNAN Lima bangunan merupakan milik bersama tiga sekolah dan satu bangunan milik pribadi SMPN Khusus Jeneponto berupa ruang kelas. Lima bangunan milik bersama adalah gedung perpustakaan dan laboratorium, gedung untuk ruang kepala sekolah dan tata uaha, gedung untuk ruang guru, gedung asrama siswa, gedung Mushallah. C. RUANG 1. Ruang Pendidikan a) Ruang kelas atau ruang teori berjumlah 3 ruangan masing-masing berukuran (7´9) m2. Setiap ruangan hanya ditempati belajar oleh 20 siswa. b) Ruang perpustakaan 1 unit berukuran (10´15) m2 setengahnya digunakan untuk laboratorium komputer. c) Ruang laboratorium IPA berukuran (10´12) m2. 2. Ruang Administrasi a) Ruang kepala sekolah berukuran (4´5)m2. b) Ruang wakil kepala sekolah (7´6)m2. c) Ruang guru berukuran (9 ´ 7) m2 ditempati oleh 12 orang guru SMP. d) Ruang tata usaha berukuran (9 ´ 7) m2 yang dialihfungsi dari ruang kelas. 6
  • 12. 3. Ruang Penunjang a) Ruang beribadah berupa mushallah berukuran (10 ´ 8) m2 digunakan untuk shalat dhuhur, kultum dan kegiatan keagamaan lainnya. b) Jamban terbagi 3 yaitu jamban (WC) untuk pimpinan, guru/pegawai dan siswa. WC kepala sekolah satu unit berukuran (1 ´ 1,5) m2, WC guru satu unit masing-masing berukuran (2 ´ 1,5) m2, dan WC siswa sebanyak 2 unit masing-masing berukuran (1 ´ 1,5) m2. D. PERABOT 1. Perabot Pendidikan a) Meja dan kursi siswa di ruang kelas sebanyak 60 pasang dengan kondisi baik. b) Meja dan kursi guru di ruang kelas sebanyak 3 pasang dengan kondisi baik. c) Meja dan kursi di ruang Laboratorium. (1) Laboratorium IPA terdapat 6 meja panjang untuk dan 20 kursi tunggal, serta dua pasang meja dan kursi guru dan laboran. (2) Laboratorium Komputer memiliki 12 meja yang sekaligus berfungsi sebagai tempat komputer dan 12 kursi siswa, satu pasang kursi dan meja guru. d) Lemari, meja dan kursi di ruang perpustakaan. Banyaknya kursi dan meja baca yang berukuran panjang 4 pasang, 1 pasang untuk petugas perpustakaan. Lemari khusus yang berfungsi sebagai rak buku berjumlah 3 buah. e) Papan tulis di ruang-ruang kelas sebanyak 3 lembar, di ruang laboratorium sebanyak 2 lembar. 2. Perabot administrasi Lemari, meja dan kursi di: a) Ruang kepala sekolah memiliki 2 lemari buku, 1 pasang meja dan kursi kepala sekolah, dan 1 set kursi tamu. b) Ruang wakil kepala sekolah memiliki 5 pasang kursi dan meja serta 2 lemari. c) Ruang tata usaha memiliki 11 pasang meja dan kursi, 6 lemari berbagai ukuran. d) Ruang guru memiliki 13 pasang meja dan kursi guru, 1 set kursi dan meja tamu, dan 2 rak/lemari buku. 3. Perabot Penunjang Lemari, meja dan kursi di: a) Ruang UKS memiliki satu pasang meja dan kursi serta satu lemari. b) Ruang OSIS memiliki satu pasang meja dan kursi serta satu lemari. 7
  • 13. E. ALAT DAN MEDIA PENDIDIKAN 1. Tidak semua mata pelajaran memiliki alat peraga yang lengkap. 2. Laboratorium memiliki alat-alat praktek. 3. Setiap guru memiliki minimal satu buku pegangan. 4. Jumlah buku paket siswa beberapa mata pelajaran memenuhi perbandingan 1 : 1 dengan jumlah siswa. 5. Semua guru memiliki buku pelengkap. 6. Tersedia buku bacaan fiksi dan non fiksi di perpustakaan sekolah. F. PERENCANAAN PENGADAAN SARANA DAN PRASARANA Berdasarkan keterangan wakil kepala sekolah urusan sarana dan prasarana sekolah bahwa perencanaan pengadaan sarana dan prasarana disusun berdasarkan analisis kebutuhan sekolah. Sarana dan prasarana yang masuk dalam perencanaan pengadaan yaitu: gedung serba guna dan gedung kesenian. G. PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA Sarana dan prasarana yang masuk dalam kondisi rusak ringan atau rusak berat jika masih memungkinkan maka dilakukan perbaikan atau pembaruan. H. INVENTARISASI SARANA DAN PRASARANA Untuk mengetahui jumlah sarana dan prasarana yang menjadi kekayaan sekolah maka wakil kepala sekolah urusan sarana dan prasarana melakukan inventarisasi barang. Sarana dan prasarana yang terdapat dalam satu ruangan ditulis di kertas kemudian ditempel di tempat yang mudah untuk dibaca. I. PENGHAPUSAN SARANA DAN PRASARANA Sarana dan prasarana sekolah yang masuk kategori rusak berat dan membutuhkan biaya besar untuk pemeliharaannya dilakukan penghapusan barang. 8
  • 14. PENUTUP Sarana dan prasarana merupakan sumber daya sekolah yang harus dikelola secara optimal dalam hal pemanfaatan dan pemeliharaanya guna menunjang tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan. Sebagai peserta diklat calon kepala sekolah, melalui tugas mengkaji pengelolaan sarana dan prasarana sekolah, saya telah memperoleh banyak tambahan ilmu dan pengalaman. Semoga ilmu yang saya peroleh dapat bermanfaat untuk peningkatan mutu pendidikan Indonesia di masa depan, Amin. 9
  • 15. MEDIA DAN ALAT PEMBELAJARAN IPA No. Nama Alat Jumla h Kondisi Mutu/Fungsi Keteranga Bai Buruk Layak n k Tida k Laya k ALAT PRAKTIKUM FISIKA 1 Kit Optik 15 9 6 9 6 2 Kit Listrik 15 - 15 - 15 3 Kit Mekanika 15 9 6 9 6 4 Kit Panas dan Hidrostatika 14 4 10 4 10 ALAT PENUNJANG FISIKA 1 Garpu Tala pada kotak - - - - - 2 Slinki 4 4 - 4 - 3 Meter Dasar 90 8 6 2 6 2 4 Catu Daya, Tegangan Rendah 5 4 1 4 1 5 Neraca 7 - 7 - 7 6 Tabung Kapiler 30 10 20 10 20 7 Respirometer 2 2 - 2 - 8 Kotak Genetika 5 Warna 4 4 - 4 - 9 MODEL – otak manusia 1 1 - 1 - 10 MODEL – mata manusia 1 1 - 1 - 11 MODEL – telinga manusia 2 2 - 2 - 12 MODEL – torso wanita 3 2 1 2 1 13 MODEL – jantung manusia 2 2 - 2 - 14 MODEL – kulit manusia 2 2 - 2 - 15 MODEL – ginjal manusia 2 2 - 2 - 16 MODEL – tengkorak manusia 2 2 - 2 - 17 MIKROSLID – Junior Biologi 1 1 - 1 - 18 MIKROSLID – Junior Biologi 3 3 - 3 - 19 MIKROSLID – Biologi 1 1 - 1 - 20 MIKROSLID – Biologi 10
  • 16. No. Nama Alat Jumla h Kondisi Mutu/Fungsi Keteranga Bai Buruk Layak n k Tida k Laya k 21 MIKROSLID – Biologi 22 MIKROSLID – Biologi 23 MIKROSLID – Mammalian 1 1 - 1 - 24 MIKROSLID – Mammalian 25 Mikrotom sederhana - - - - - 26 Kuadrat, fleksible tipe lipat - - - - - 27 Eosin, BG 25gr - - - - - 28 Iodine Cristals (I2), BG, 500g - - - - - 29 Calcium Oxide (CaO), T, 500g - - - - - 30 Sodium Hydroide (NaOH) T, 500g 1 1 - 1 - 31 Penghubung Selang Bentuk Y - - - - - 32 Benedict 500 ml - - - - - 33 Akuarium - - - - - 34 Cawan Petri 8 4 4 4 4 35 Gelas Kimia 25 15 10 15 10 36 Gelas Kimia - - - - - 37 Kaki Tiga 8 8 - 8 - 38 Kasa baja tahan karat - - - - - 39 Jam henti, dual dial - - - - - 40 Plat tetes - - - - - 41 Lumpang dan alu 3 3 - 3 - 42 Pipa kaca 3 3 - 3 - 43 Pipet tetes 40 20 20 20 20 44 Gelas ukur kaca 100cc 20 20 - 20 - 45 Sumbat karet 1 lubang 10 10 - 10 - 46 Sumbat karet 2 lubang 10 10 - 10 - 47 Batang penaduk kaca - - - - - 48 Statif segi 4 - - - - - 49 Klem universal - - - - - 11
  • 17. No. Nama Alat Jumla h Kondisi Mutu/Fungsi Keteranga Bai Buruk Layak n k Tida k Laya k 50 Boss head 4 4 - 4 - 51 Tabung reaksi, medium wall with rim - - - - - 52 Tabung reaksi, medium wall with rim - - - - - 53 Penjepit tabung reaksi 20 10 10 10 10 54 Rak tabung reaksi 20 8 12 8 12 55 Thermometer, -10 s.d. 110 C - - - - - 56 CARTA – hukum Mendel 1 1 - 1 - 57 CARTA – sistem transportasi - - - - - 58 CARTA – sistem pencernaan 2 2 - 2 - 59 CARTA – sistem koordinasi 2 2 - 2 - 60 CARTA – sistem saraf manusia 2 2 - 2 - 61 CARTA – sistem sirkulasi darah manusia - - - - - 62 CARTA – sistem pencernaan manusia 1 1 - 1 - 63 CARTA – sistem ekskresi manusia 1 1 - 1 - 64 CARTA – sistem koordinasi 1 1 - 1 - 65 CARTA – hewan purba dan situasi zaman purba - - - - - 66 CARTA – perkembangbiakan tumbuhan vegetatif 1 1 - 1 - 67 CARTA – perkembangbiakan tumbuhan generatif 1 1 - 1 - 68 CARTA – perkembangbiakan hewan tinggi generatif 1 1 - 1 - 69 CARTA – 1 1 - 1 - 12
  • 18. No. Nama Alat Jumla h Kondisi Mutu/Fungsi Keteranga Bai Buruk Layak n k Tida k Laya k perkembangbiakan hewan rendah generatif 70 CARTA – bagian tubuh tumbuhan - - - - - 71 CARTA – daur hidup parasit (malaria) - - - - - ALAT PENUNJANG BIOLOGI 1 Mikroskop, lanjutan - - - - - 2 Mikroskop, untuk siswa 20 4 16 4 16 3 Pemeliharaan mikroskop - - - - - 4 Kaca penutup - - - - - 5 Kaca benda 1 1 - 1 - 6 Kaca pembesar 3 2 1 2 1 13
  • 19. Lampiran 16 : Laporan Hasil Kajian Sarana dan Prasarana 1