KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM KEBERLANJUTAN
PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI
BERBASIS MASYARAKAT
(PAMSIMAS)
Jakarta, 31 Agustus 2021
KEMENTERIAN DESA,
PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN
TRANSMIGRASI
Pengantar
• Dalam RPJMN 2020-2024 Pemerintah Indonesia berkomitmen
untuk mewujudkan 100% akses layanan air minum aman dan
sanitasi layak bagi seluruh penduduk Indonesia. Program
Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat
(Pamsimas) telah menjadi salah satu program andalan nasional
(Pemerintah dan Pemerintah Daerah) untuk meningkatkan akses
penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi
yang layak dengan pendekatan berbasis masyarakat.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Trasmigrasi (Kemendesa PDTT), Direktorat Jendral
Pembangunan Desa dan Perdesaan, adalah salah satu institusi
kementerian yang menjadi pengelola Program Pamsimas di
tingkat pusat, yang mempunyai peran terhadap pemberdayaan
masyarakat.
Salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dalam Program
Pamsimas adalah pembinaan Kelompok Pengelola SPAMS
(KPSPAMS) ditingkat masyarakat
SINERGI PROGRAM PAMSIMAS DENGAN
KEBIJAKAN KEMENTERIAN DESA
#MulaiDariDesa
Permendesa No.21
Tahun 2020 tentang
pedoman umum
pembangunan desa
dan pemberdayaan
masyarakat desa
TUJUAN PROGRAM
PAMSIMAS
meningkatkan akses
masyarakat terhadap
pelayanan air minum dan
sanitasi yang berkelanjutan
di wilayah perdesaan dan
peri-urban.
PENDEKATAN
PELAKSANAAN PAMSIMAS
program bersama antara Kemendagri,
Kemendesa PDTT, KemenPUPR, Kemenkes dan
Bappenas berdasarkan tupoksi masing-masing
Kolaborasi antar Kementerian dan
Lembaga berbasis TUPOKSI
Program Pamsimas menempatkan masyarakat
sebagai pelaku utama dan penanggung jawab
kegiatan dan pengelolaan sarana air minum dan
sanitasi.
Berbasis Masyarakat;
PRINSIP PELAKSANAAN PAMSIMAS
1 Program Pamsimas diberikan kepada lokasi yang membutuhkan
dan bersedia memelihara serta mengelola sistem terbangun.
Alokasi bantuan dana stimulan BLM disesuaikan dengan tingkat
kebutuhan dan kesiapan masyarakat
Tanggap Kebutuhan
2 Seluruh masyarakat (baik miskin, kaya, perempuan, laki-laki)
menjadi pelaku utama dan terlibat secara aktif dalam seluruh
tahapan kegiatan Program Pamsimas
Partisipatif
3 Program Pamsimas memberikan kesempatan yang sama
kepada perempuan maupun laki-laki, untuk mengambil
keputusan, berpartisipasi aktif dalam semua kegiatan dan
bertanggung jawab terhadap pengelolaan sarana air minum
dan sanitasi
Kesetaran Gender
4 Program Pamsimas memastikan masyarakat miskin
mendapatkan akses air minum dan sanitasi yang aman
Keberpihakan pada Masyarakat Miskin
5 Program Pamsimas memastikan semua masyarakat termasuk
masyarakat berkebutuhan khusus (penyandang disabilitas)
dapat mengakses air minum dan sanitasi yang layak dan
berkelanjutan
Akses bagi Semua Masyarakat
6 memastikan bahwa pelayanan air dan sanitasi yang dibangun
mudah untuk dimanfaatkan dan ramah pada anak
Perlindungan pada Anak
7 Sarana terbangun dan perubahan perilaku memberikan
manfaat secara menerus
Keberlanjutan
8 pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan hasil Program
Pamsimas harus dilakukan secara terbuka dan dapat
dipertanggungjawabkan. Seluruh masyarakat berhak
mendapatkan informasi
Transparansi dan Akuntabilitas
9 Pamsimas diselenggarakan dengan berlandaskan pada nilai-
nilai luhur terutama kejujuran, dapat dipercaya, tanpa pamrih,
dan gotong royong
Berbasis Nilai
KOMPONEN PROGRAM PAMSIMAS
Penyediaan sarana air minum
dan sanitasi
Komponen 3
Hibah insentif
Komponen 4
Pemberdayaan masyarakat,
pengembangan kelembagaan
daerah dan desa
Komponen 1
(Kemendesa PDTT)
Peningkatan perilaku dan
layanan hidup bersih dan sehat
melalui sanitasi total berbasis
masyarakat
Komponen 2
Dukungan pengelolaan dan
pelaksanaan program
Komponen 5
Komponen 1
Pelaksanaan Pembangunan Berbasis
Masyarakat (Community Driven
Development)
01
Pengembangan Kapasitas Pengelola dan
Pelaksana Program Tingkat Provinsi,
Kabupaten, Kecamatan, dan Desa untuk
Implementasi Program
02
Pengembangan Kapasitas Pengelola dan
Pelaksana Program Tingkat Provinsi dan
Kabupaten untuk Keberlanjutan Program
03
Pengembangan Kapasitas Pengelola dan
Pelaksana Program Tingkat Desa untuk
Keberlanjutan Program.
04
PERAN KEMENDESA PDTT
INSTITUSI PERAN UTAMA INDIKATOR KINERJA
CAPAIAN
Kementerian
Desa PDTT
Mengendalikan upaya pencapaian target
Komponen 1 :
a. Membina BPD dan KKM dalam
mengkoordinasikan pelaksanaan Pamsimas
di tingkat desa
b. Membina kader AMPL dan pendamping desa
dalam perencanaan, dan pendampingan
kepada KPSPAMS dalam menjamin
keberlanjutan pengelolaan pelayanan SPAMS
desa yang berkualitas
Komponen 1
1) KPI 4: 27.000 desa
membuat RencanaKerja
Masyarakat (RKM)
2) KPI 3: 90% desa sasaran
dengan KPSPAMS yang
berkinerja baik dari sisi
kelembagaan dan
pengelolaan keuangan
KPI 4:
Jumlah desa membuat
RencanaKerja Masyarakat
(RKM)
CAPAIAN KINERJA
KPI 3:
Persentase desa sasaran
dengan KPSPAMS yang
berkinerja baik dari sisi
kelembagaan dan pengelolaan
keuangan
87,70 %
Jumlah
desa
pasca
37.083
desa
ANALISIS CAPAIAN KPI 3
PENYEBAB
BELUM
MENCAPAI
TARGET
1. Sarana
SPAM Tidak
Berfungsi
(bencana alam,
air habis,
pengurus tidak
mampu)
2. Tidak Ada
IURAN
(tidak mau iuran,
tidak transparan,
air tidak
mengalir)
3. Tidak Ada
PERENCANAAN
(tidak paham,
tidak komitmen,
kurang berjiwa
sosial)
3. Belum Mampu
mengembangkan
KEMITRAAN
(tidak paham)
ANALISIS CAPAIAN KPI 4
1
2
3
Jumlah RKM tersusun lebih banyak dari desa pasca karena
tidak semua RKM bisa direalisasikan sebab ada desa yang
tidak punya sumber air baku yang layak
Adanya Dukungan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah
Daerah untuk penyediaan air minum bagi seluruh masyarakat
Antusias: banyak desa yang belum mempunyai akses layanan
air minum dan sanitasi
SUDAH
TERCAPAI
STRATEGI KEBERLANJUTAN SPAM
PERDESAAN
Memperkuat eksistensi KPSPAMS sebagai organisasi/wadah partisipasi
masyarakat dalam pengelolaan air minum dan sanitasi di Perdesaan: melalui
peningkatan kapasitas dan kompetensi baik oleh Pemerintah maupun Pemda
setempat
01
Membangun kerjasama antara KPSPAMS
dengan BUMDES.
02
Mendorong sinergitas Pemerintah Desa dan KPSPAMS dalam
pembangunan air minum dan sanitasi terutama di desa-desa tertinggal
dan sangat tertinggal;( dengan memasukan penyediaan air bersih ke
dalam program pembangunan desa melalui tatakelola desa)
03
Mendorong kemitraan KPSPAMS dengan berbagai
pihak (swasta=CSR; Lembaga Keuangan; NGO;
BAZNAS, dsb.
04
TATA KELOLA PEMBANGUNAN DESA dan PERDESAAN
PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KAB/KOTA
INTEGRASI
VISI MISI KADES
TERPILIH
RPJMDESA
âś“ Keuangan dan Aset Desa (termasuk Dana Desa)
âś“ Sumberdaya Manusia di Desa
âś“ Sumberdaya Alam di Desa
âś“ Masalah-Masalah Fundamental di Desa
âś“ Peluang dan Potensi Pertumbuhan Ekonomi
Arah Kebijakan
Perencanaan
Pembangunan Desa
RKP DESA &
APBDESA PER TAHUN
Contoh:
TERWUJUDNYA
SDGs 6
18 AGENDA SDGs DESA
ASPIRASI MASYARAKAT DESA
Menggagas Masa Depan Desa
(MMDD)/Visi Kolektif/Big
Picture Fokus SDGs DESA
Mufakat
secara Damai
SID :
BIG DATA
DESA
PENDATAAN DESA PARTISIPATIF
POKJA PENDATAAN DESA
(Data Mikro: Kewargaan dan
Kewilayahan)
PEMBANGUNAN PERDESAAN
(Pembangunan yang dilaksanakan Antar
Desa)
KECAMATAN
KELUARGA
PEDULI LINGKUNGAN KELUARGA KELUARGA KELUARGA KELUARGA
PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL
PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI
Permendesa Nomor 13 Tahun 2020 Tentang Prioritas
Penggunaan Dana Desa
Untuk mengoperasionalkan tujuan pembangunan Desa yang dimandatkan
oleh Undang-Undang Desa, maka penggunaan Dana Desa diprioritaskan
untuk mewujudkan 8 (delapan) tipologi Desa dan 18 (delapan belas) tujuan
SDGs Desa sebagai berikut:
Tipologi 3. Desa peduli kesehatan
SDGs Desa 3: Desa sehat dan sejahtera;
SDGs Desa 6: Desa layak air bersih dan sanitasi;
dan SDGs Desa 11: kawasan permukiman Desa aman dan nyaman.
14
Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 Tentang
Pengelolaan Keuangan Desa
15
No Rekening Kegiatan
2 4 02 Pemeliharaan Sumur Resapan Milik Desa
2 4 03 Pemeliharaan Sumber Air Bersih Milik Desa (Mata
Air/Tandon Penampungan Air Hujan/Sumur Bor, dll)
2 4 04 Pemeliharaan Sambungan Air Bersih Ke Rumah Tangga
(pipanisasi, dll)
2 4 05 Pemeliharaan Sanitasi permukiman (gorong-gorong, selokan,
parit, dll di luar prasarana jalan)
2 4 06 Pemeliharaan Fasilitasi Jamban Umum/MCK umum, dll.
Bidang : Pelaksanaan Pembangunan Desa
Sub Bidang: Kawasan Pemukiman
MUSYAWARAH DUSUN/KELOMPOK
warga Desa mendiskusikan
rencana Prioritas Penggunaan
Dana Desa berdasarkan data dan
informasi yang diberikan oleh desa
melalui berbagai forum diskusi.
tim penyusunan RPJMDesa atau tim
penyusunan RKP Desa
menyelenggarakan musyawarah
dusun/kelompok untuk mendiskusikan
rencana Prioritas Penggunaan Dana.
masyarakat Desa
merumuskan usulan
program dan kegiatan yang
diprioritaskan untuk didanai
dengan Dana Desa
hasil musyawarah
dusun/kelompok menjadi
usulan warga dalam
Musyawarah Desa.
16
PENETAPAN PRIORITAS PENGGUNAAN DANA DESA DIBAHAS DAN DISEPAKATI MELALUI MUSYAWARAH DESA
T E R I M A K A S I H

3. ppt bu anastutik

  • 1.
    KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAMKEBERLANJUTAN PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT (PAMSIMAS) Jakarta, 31 Agustus 2021 KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI
  • 2.
    Pengantar • Dalam RPJMN2020-2024 Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan 100% akses layanan air minum aman dan sanitasi layak bagi seluruh penduduk Indonesia. Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) telah menjadi salah satu program andalan nasional (Pemerintah dan Pemerintah Daerah) untuk meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak dengan pendekatan berbasis masyarakat. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi (Kemendesa PDTT), Direktorat Jendral Pembangunan Desa dan Perdesaan, adalah salah satu institusi kementerian yang menjadi pengelola Program Pamsimas di tingkat pusat, yang mempunyai peran terhadap pemberdayaan masyarakat. Salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dalam Program Pamsimas adalah pembinaan Kelompok Pengelola SPAMS (KPSPAMS) ditingkat masyarakat
  • 3.
    SINERGI PROGRAM PAMSIMASDENGAN KEBIJAKAN KEMENTERIAN DESA #MulaiDariDesa Permendesa No.21 Tahun 2020 tentang pedoman umum pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa
  • 4.
    TUJUAN PROGRAM PAMSIMAS meningkatkan akses masyarakatterhadap pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan di wilayah perdesaan dan peri-urban. PENDEKATAN PELAKSANAAN PAMSIMAS program bersama antara Kemendagri, Kemendesa PDTT, KemenPUPR, Kemenkes dan Bappenas berdasarkan tupoksi masing-masing Kolaborasi antar Kementerian dan Lembaga berbasis TUPOKSI Program Pamsimas menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dan penanggung jawab kegiatan dan pengelolaan sarana air minum dan sanitasi. Berbasis Masyarakat;
  • 5.
    PRINSIP PELAKSANAAN PAMSIMAS 1Program Pamsimas diberikan kepada lokasi yang membutuhkan dan bersedia memelihara serta mengelola sistem terbangun. Alokasi bantuan dana stimulan BLM disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan kesiapan masyarakat Tanggap Kebutuhan 2 Seluruh masyarakat (baik miskin, kaya, perempuan, laki-laki) menjadi pelaku utama dan terlibat secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan Program Pamsimas Partisipatif 3 Program Pamsimas memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan maupun laki-laki, untuk mengambil keputusan, berpartisipasi aktif dalam semua kegiatan dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan sarana air minum dan sanitasi Kesetaran Gender 4 Program Pamsimas memastikan masyarakat miskin mendapatkan akses air minum dan sanitasi yang aman Keberpihakan pada Masyarakat Miskin 5 Program Pamsimas memastikan semua masyarakat termasuk masyarakat berkebutuhan khusus (penyandang disabilitas) dapat mengakses air minum dan sanitasi yang layak dan berkelanjutan Akses bagi Semua Masyarakat 6 memastikan bahwa pelayanan air dan sanitasi yang dibangun mudah untuk dimanfaatkan dan ramah pada anak Perlindungan pada Anak 7 Sarana terbangun dan perubahan perilaku memberikan manfaat secara menerus Keberlanjutan 8 pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan hasil Program Pamsimas harus dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Seluruh masyarakat berhak mendapatkan informasi Transparansi dan Akuntabilitas 9 Pamsimas diselenggarakan dengan berlandaskan pada nilai- nilai luhur terutama kejujuran, dapat dipercaya, tanpa pamrih, dan gotong royong Berbasis Nilai
  • 6.
    KOMPONEN PROGRAM PAMSIMAS Penyediaansarana air minum dan sanitasi Komponen 3 Hibah insentif Komponen 4 Pemberdayaan masyarakat, pengembangan kelembagaan daerah dan desa Komponen 1 (Kemendesa PDTT) Peningkatan perilaku dan layanan hidup bersih dan sehat melalui sanitasi total berbasis masyarakat Komponen 2 Dukungan pengelolaan dan pelaksanaan program Komponen 5
  • 7.
    Komponen 1 Pelaksanaan PembangunanBerbasis Masyarakat (Community Driven Development) 01 Pengembangan Kapasitas Pengelola dan Pelaksana Program Tingkat Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, dan Desa untuk Implementasi Program 02 Pengembangan Kapasitas Pengelola dan Pelaksana Program Tingkat Provinsi dan Kabupaten untuk Keberlanjutan Program 03 Pengembangan Kapasitas Pengelola dan Pelaksana Program Tingkat Desa untuk Keberlanjutan Program. 04
  • 8.
    PERAN KEMENDESA PDTT INSTITUSIPERAN UTAMA INDIKATOR KINERJA CAPAIAN Kementerian Desa PDTT Mengendalikan upaya pencapaian target Komponen 1 : a. Membina BPD dan KKM dalam mengkoordinasikan pelaksanaan Pamsimas di tingkat desa b. Membina kader AMPL dan pendamping desa dalam perencanaan, dan pendampingan kepada KPSPAMS dalam menjamin keberlanjutan pengelolaan pelayanan SPAMS desa yang berkualitas Komponen 1 1) KPI 4: 27.000 desa membuat RencanaKerja Masyarakat (RKM) 2) KPI 3: 90% desa sasaran dengan KPSPAMS yang berkinerja baik dari sisi kelembagaan dan pengelolaan keuangan
  • 9.
    KPI 4: Jumlah desamembuat RencanaKerja Masyarakat (RKM) CAPAIAN KINERJA KPI 3: Persentase desa sasaran dengan KPSPAMS yang berkinerja baik dari sisi kelembagaan dan pengelolaan keuangan 87,70 % Jumlah desa pasca 37.083 desa
  • 10.
    ANALISIS CAPAIAN KPI3 PENYEBAB BELUM MENCAPAI TARGET 1. Sarana SPAM Tidak Berfungsi (bencana alam, air habis, pengurus tidak mampu) 2. Tidak Ada IURAN (tidak mau iuran, tidak transparan, air tidak mengalir) 3. Tidak Ada PERENCANAAN (tidak paham, tidak komitmen, kurang berjiwa sosial) 3. Belum Mampu mengembangkan KEMITRAAN (tidak paham)
  • 11.
    ANALISIS CAPAIAN KPI4 1 2 3 Jumlah RKM tersusun lebih banyak dari desa pasca karena tidak semua RKM bisa direalisasikan sebab ada desa yang tidak punya sumber air baku yang layak Adanya Dukungan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk penyediaan air minum bagi seluruh masyarakat Antusias: banyak desa yang belum mempunyai akses layanan air minum dan sanitasi SUDAH TERCAPAI
  • 12.
    STRATEGI KEBERLANJUTAN SPAM PERDESAAN Memperkuateksistensi KPSPAMS sebagai organisasi/wadah partisipasi masyarakat dalam pengelolaan air minum dan sanitasi di Perdesaan: melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi baik oleh Pemerintah maupun Pemda setempat 01 Membangun kerjasama antara KPSPAMS dengan BUMDES. 02 Mendorong sinergitas Pemerintah Desa dan KPSPAMS dalam pembangunan air minum dan sanitasi terutama di desa-desa tertinggal dan sangat tertinggal;( dengan memasukan penyediaan air bersih ke dalam program pembangunan desa melalui tatakelola desa) 03 Mendorong kemitraan KPSPAMS dengan berbagai pihak (swasta=CSR; Lembaga Keuangan; NGO; BAZNAS, dsb. 04
  • 13.
    TATA KELOLA PEMBANGUNANDESA dan PERDESAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KAB/KOTA INTEGRASI VISI MISI KADES TERPILIH RPJMDESA âś“ Keuangan dan Aset Desa (termasuk Dana Desa) âś“ Sumberdaya Manusia di Desa âś“ Sumberdaya Alam di Desa âś“ Masalah-Masalah Fundamental di Desa âś“ Peluang dan Potensi Pertumbuhan Ekonomi Arah Kebijakan Perencanaan Pembangunan Desa RKP DESA & APBDESA PER TAHUN Contoh: TERWUJUDNYA SDGs 6 18 AGENDA SDGs DESA ASPIRASI MASYARAKAT DESA Menggagas Masa Depan Desa (MMDD)/Visi Kolektif/Big Picture Fokus SDGs DESA Mufakat secara Damai SID : BIG DATA DESA PENDATAAN DESA PARTISIPATIF POKJA PENDATAAN DESA (Data Mikro: Kewargaan dan Kewilayahan) PEMBANGUNAN PERDESAAN (Pembangunan yang dilaksanakan Antar Desa) KECAMATAN KELUARGA PEDULI LINGKUNGAN KELUARGA KELUARGA KELUARGA KELUARGA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI
  • 14.
    Permendesa Nomor 13Tahun 2020 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Untuk mengoperasionalkan tujuan pembangunan Desa yang dimandatkan oleh Undang-Undang Desa, maka penggunaan Dana Desa diprioritaskan untuk mewujudkan 8 (delapan) tipologi Desa dan 18 (delapan belas) tujuan SDGs Desa sebagai berikut: Tipologi 3. Desa peduli kesehatan SDGs Desa 3: Desa sehat dan sejahtera; SDGs Desa 6: Desa layak air bersih dan sanitasi; dan SDGs Desa 11: kawasan permukiman Desa aman dan nyaman. 14
  • 15.
    Permendagri Nomor 20Tahun 2018 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa 15 No Rekening Kegiatan 2 4 02 Pemeliharaan Sumur Resapan Milik Desa 2 4 03 Pemeliharaan Sumber Air Bersih Milik Desa (Mata Air/Tandon Penampungan Air Hujan/Sumur Bor, dll) 2 4 04 Pemeliharaan Sambungan Air Bersih Ke Rumah Tangga (pipanisasi, dll) 2 4 05 Pemeliharaan Sanitasi permukiman (gorong-gorong, selokan, parit, dll di luar prasarana jalan) 2 4 06 Pemeliharaan Fasilitasi Jamban Umum/MCK umum, dll. Bidang : Pelaksanaan Pembangunan Desa Sub Bidang: Kawasan Pemukiman
  • 16.
    MUSYAWARAH DUSUN/KELOMPOK warga Desamendiskusikan rencana Prioritas Penggunaan Dana Desa berdasarkan data dan informasi yang diberikan oleh desa melalui berbagai forum diskusi. tim penyusunan RPJMDesa atau tim penyusunan RKP Desa menyelenggarakan musyawarah dusun/kelompok untuk mendiskusikan rencana Prioritas Penggunaan Dana. masyarakat Desa merumuskan usulan program dan kegiatan yang diprioritaskan untuk didanai dengan Dana Desa hasil musyawarah dusun/kelompok menjadi usulan warga dalam Musyawarah Desa. 16 PENETAPAN PRIORITAS PENGGUNAAN DANA DESA DIBAHAS DAN DISEPAKATI MELALUI MUSYAWARAH DESA
  • 17.
    T E RI M A K A S I H