22/10/2015 1
Penemuan terhebat dari masa ke
masa adalah bahwa kita dapat
mengubah masa depan kita hanya
dengan mengubah sikap kita.
22/10/2015 2
• MENGUBAH PARADIGMA
– Sukses adalah Pilihan
– Bersihkan Hati dan Pikiran
– Selalu Berpikir Positif
– Jalani Hidup dengan Optimis
– Jangan Takut Gagal
– Bangun Percaya Diri
– Ambisi yang Menggelorakan Hidup
– Bermula dari Sebuah Impian
– Menjadi Padi yang Semakin
Merunduk22/10/2015 3
– Keajaiban itu Ada pada Diri Anda!
– Bersyukur itu Nikmat
– Kenyataan tentang Hari Ini
– Hindarkan Sikap Negatif
– Kekuatan Kata-kata
– Memberi Makna pada Hidup
• MENGENAL DIRI
– Membuka Potensi Diri
– Pertahankan, Lalu Kembangkan
– Salurkan Potensi Secara Positif22/10/2015 4
– Kenali Kelebihan dan Kekurangan
– Tahu Keunggulan Bersaing
– Bekali Diri dengan Pengetahuan dan
Keterampilan
• BERKARYA
– Jangan Biarkan Mengalir Apa Adanya
– Tahu Cara Mencapai Tujuan
– Rencanakan Hidup Anda
– Jangan Biarkan Hidup Tidak Produktif
Pilih Prioritas
22/10/2015 5
– Kesempatan Sering Datang Hanya
Sekali
– Jalani dengan Sabar dan Konsisten
– Disiplin Sebelum Orang Lain
Mendisiplinkan
– Sukses Butuh Kesungguhan dan Kerja
Keras
– Momentum Perubahan
– Belajar dari Orang Sukses
– Menjadi Kreatif untuk Bertahan
– Bangun Jaringan
22/10/2015 6
– Jangan Terlena dengan Kenyamanan
– Pelopor, Bukan Pengekor
– Tinggi Bagai Bintang, Bukan Awan
– Teruslah Menjadi Pembelajar
• DAFTAR BACAAN
22/10/2015 7
BAB I
22/10/2015 8
Al-jaddu bil jiddi wal hirmanu bil
kasali fashab tushib ‘an qariibin
ghaayatal ‘amali.
“Kesuksesan akan didapatkan dengan
kesungguhan dan kegagalan terjadi
akibat kemalasan. Bersungguh-
sungguhlah maka kamu akan
mendapatkan dengan segera apa
yang kamu cita-citakan”
#Sholahuddin as-Supadi, wafat 764 H22/10/2015 9
SUKSES
IYA? atau TIDAK?
22/10/2015 10
Kerja Keras
Kerja Cerdas
Wahrish ‘ala hifdzil qulubi minal adza,
faruju’uha ba’dat tanafuri yash’ub, innal
quluba idza tanafara wudduha, syibhuz
zujajati kasruha la yusy’ab.
“Dan jagalah hatimu dari penyakit-
penyakitnya, sulit mengembalikan hati
yang sudah jauh dari kebenaran.
Sesungguhnya hati jika sudah kotor,
membersihkannya bak mengumpulkan
kaca yang pecah berserakan”
22/10/2015 11
22/10/2015 12
BERSIHKANLAH!!
Akal
Panglima yang
menentukan baik buruk
seseorang
Hati
Yang mengatur segalanya,
jika baik maka baik, jika
buruk maka buruk
Wa ‘ainur ridha ‘an kulli ‘aibin
kaliilatun, kamaa anna ‘ainas sukhti
tubdil masawiya.
“Jika kita melihat sesuatu dengan
positif, maka semuanya akan terlihat
baik. Sebaliknya, jika kita melihat
sesuatu dengan negatif, maka semua
yang tampak adalah kejelekan”
22/10/2015 13
Positive
Thinking?
Negative
Thinking?
22/10/2015 14
Biladullahi waasi’atun fadhaa-a wa
rizqullahi fid dunya fasiih.
“Bumi Allah di dunia ini sangat luas, dan
rizqi Allah di dunia ini juga sangat luas.
• Pada implementasi sehari-hari, cara
pandang positif tercermin dalam berbagai
tindak tanduk dan sikap dalam menjalani
hidup:
1. Cobalah untuk selalu memandang dari sisi
baiknya terhadap semua peristiwa di
lingkungan sekitar.
2. Memahamkan diri bahwa semua
peristiwa selalu mempunyai manfaat dan
hikmah.
3. Memahamkan diri bahwa setiap orang
dan segala sesuatu diciptakan berbeda-
beda.
4. Yakin bahwa tidak ada kesulitan yang
tidak mempunyai jalan keluar.
22/10/2015 15
Syammir wa jidda li amrin anta
thalibuhu, idz la tunalul ma’ali
qaththu bil kasali.
“Singsingkan lengan baju dan bekerja
keraslah mencapai apa yang Anda
inginkan, sebab kehormatan itu tidak
pernah bisa dicapai hanya dengan
bermalas-malasan”
22/10/2015 16
Tingkatkan
OPTIMISMU!!
BUANG
Pesimismu!!
22/10/2015 17
Man lam yadzuq dzullat ta’allumi
saa’atan, tajarra’a dzullal jahli thuula
hayatihi.
“Barangsiapa belum merasakan
kesulitan belajar walau sebentar, ia
akan merasakan kebodohan yang
menghinakan selama hidupnya”
22/10/2015 18
KEGAGALAN
Berani Gagal
Dapat bangkit
kembali untuk
memperbaiki
kegagalan yang lalu
Takut Gagal
Takut tidak akan
menjadi lebih baik
Tidak Pernah Gagal
Tidak mau mencoba
sesuatu hal yang
baru
22/10/2015 19
Idza shadaqal ‘azmu wadhahas
sabiilu.
“Jika benar kemauannya, nicaya
terbukalah jalannya”
22/10/2015 20
22/10/2015 21
Inna lakum ma’alim, fantahuu ila
ma’alimikum. Wa inna lakum
nihayah, fantahuu ila nihayatikum.
“Sesungguhnya setiap dari kamu
mempun tempat pemberhentian,
maka tujulah tempat
pemberhentianmu. Dan
sesungguhnya kamu mempunyai
tujuan, maka raihlah tujuanmu”
22/10/2015 22
Bi qadri maa ta’tanii, tanaalu maa
tatamannaa
“Sebesar kemauanmu sebesar itu
pula yang kau dapatkan”
22/10/2015 23
Ya ayyuhas sadirul muzawwiru min
sholatin, mahlan fa innaka bil ayyami
munkhadi’.
“Hai orang-orang yang egois yang
sombong lagi berpaling, hati-hatilah
karena hari-harimu menipu”
22/10/2015 24
Al-jaddu bil jiddi wal hirmanu bil
kasali fashab tushib ‘an qariibin
ghayatal ‘amali.
“Kesuksesan akan didapatkan dengan
kesungguhan dan kegagalan terjadi
akibat kemalasan. Bersungguh-
sungguhlah maka kamu akan
mendapatkan dengan segera apa
yang kamu cita-citakan”
#Sholahuddin as-Supadi, wafat 764 H22/10/2015 25
Wa idza kunta fi ni’matin far’aha, fa
innal ma’ashi tuziilun ni’ama.
“Jikalau kamu telah mendapatkan
nikmat, jagalah nikmat itu, karena
sesungguhnya kemaksiatan itu
menghilangkan nikmat”
22/10/2015 26
Lan tarji’al ayyamul latii madhat.
“Tidak akan kembali hari-hari yang
telah berlalu”
22/10/2015 27
Suul khuluqi yu’di.
“Kebiasaan buruk itu menular”
22/10/2015 28
Al-kalamu yanfudzu ma laa
tanfudzuhul ibaru.
“Perkataan itu dapat menembus apa
yang tidak dapat ditembus oleh
jarum”
22/10/2015 29
Qiimatul mar’i bi qadri maa
yuhsinuhu.
“Nilai seseorang itu diukur dari
kebaikan yang telah dia perbuat”
22/10/2015 30
BAB II
22/10/2015 31
Jarrib wa laahidz takun ‘arifan.
“Coba dan perhatikan niscaya engkau
akan tahu”
22/10/2015 32
Ta’allam falaisal maru yuuladu
‘aaliman, wa laisa akhu ‘ilmin kaman
huwa jahil.
“Belajarlah karena tidak ada seorang
pun yang dilahirkan dalam keadaan
pandai. Dan orang-orang pandai
tidaklah sama dengan orang-orang
bodoh”
22/10/2015 33
Wa idza kunta fi ni’matin far’aha, fa
innal ma’ashi tuziilun ni’ama.
“Jikalau kamu telah mendapatkan
nikmat, jagalah nikmat itu, karena
sesungguhnya kemaksiatan itu
menghilangkan nikmat”
22/10/2015 34
Halakamruun lam ya’rif qadrahu.
“Hancurlah seseorang yang tidak
mengetahui kadar dirinya”
22/10/2015 35
La tahtaqir man duunaka falikulli
syai-in maziyyatun.
“Jangan pernah menghina selain
kamu, karena setiap orang
mempunyai kelebihan masing-
masing”
22/10/2015 36
Hayatul fata wallahi bil ‘ilmi wat
tuqa idzaa lam yakuunaa la’tibaara
lidzatihi.
“Demi Allah! sesungguhnya hidup
seorang pemuda dengan ilmu dan
ketakwaannya, dan jikalau dia tidak
mempunyai keduanya maka dia tidak
bermanfaat lagi dalam hidupnya”
22/10/2015 37
BAB III
22/10/2015 38
Man taanna naala ma tatamanna.
“Siapa yang mempunyai cita-cita, ia
akan mendapatkannya”
22/10/2015 39
Man saara ‘alad darbi wa shala.
“Barang siapa berjalan pada jalannya,
maka sampailah ia”
22/10/2015 40
Tandziimul ‘amali yuwaffiru nishful
waqti.
“Pengelolaan pekerjaan itu
mempersingkat separuh waktu kerja”
22/10/2015 41
Al-waqtu kas saifi in lam taqtha’hu
qata’aka.
“Waktu itu seperti pedang, jika
engkau tidak pandai mengelola, ia
akan membunuhmu”
22/10/2015 42
Wantahizil furshota innal furshota
tasiiru in lam tantahizha ghussoh.
“Dan pergunakanlah waktumu
karena sesungguhnya waktu itu terus
berjalan, jika tidak dipergunakan
maka akan hilang”
22/10/2015 43
Man ‘arofa bu’das safari ista’adda.
“Siapa yanag mengerti jauhnya
perjalanan, hendaklah ia bersiap-
siap”
22/10/2015 44
Ash-shobru kash shabiri murrun fi
madzaqatihi, lakin ‘awaqibuhu ahlaa
minal ‘asali.
“Kesabaran itu seperti obat dari
pepohonan yang terkadang pahit
saat ditelan, tetapi akibatnya lebih
manis dari madu”
22/10/2015 45
Wa la tardha ‘an ‘aisyin biduunin wa
la tanam, wa kaifa yanaamu man
kaana mu’siran.
“Janganlah engkau rela untuk hidup
kekurangan, dan jangan bermalas-
malasan. Bagaimana mungkin
seseorang bermalas-malasan jika ia
membutuhkan”
22/10/2015 46
Man jadda wa jada.
“Siapa yang bersungguh-sungguh, ia
akan sukses”
22/10/2015 47
Fasir fii biladillahi waltamisil ghina,
ta’isy dzaa yasaarin aw tamuutu
fatu’dzar.
“Berjalanlah di jalan Allah serta
carilah kekayaan, niscaya engkau
akan mendapatkan kemudahan
hidup atau jika mati pun akan
dihargai”
22/10/2015 48
Ta’allamil ilma wajlis fi majalisihi, ma
khaaba qaththu labiibun jaalasal
‘ulama.
“Pelajarilah ilmu dan duduklah di
tempat orang-orang belajar ilmu, dan
sesungguhnya tidak ada kegagalan
bagi seorang yang berakal dan
berkawan dengan orang-orang
berilmu”
22/10/2015 49
Wa man ra’aa ghanaman fii ardhin
masba’atin wa naama ‘anha tawalla
ra’yaha al-asadu.
“Siapa yang menggembala kambing
di padang luas, lalu terlena (dan tidak
menjaganya), kambing itu akan
dimakan harimau”
22/10/2015 50
Man katsuro ihsanuhu, katsuro
ikhwanuhu.
“Siapa banyak kebaikannya, banyak
pula temannya”
22/10/2015 51
Rubba syahwatin saa’atan aorotsa
huznan thawiilan.
“Keinginan dan kejahatan sesaat
sangat mungkin membuat kesedihan
dalam jangka panjang”
22/10/2015 52
Al-fadhlu lil mubtadi, wa in ahsanal
muqtadi.
“Pelopor itu mempunyai keutamaan,
walaupun pengikutnya lebih baik”
22/10/2015 53
Tawadha takun kan najmi laaha
linadzirin wa la takun kaddukhaani
ya’luu binafsihi ila tabaqatil jawwi
wahiya raniin.
“Rendah hati, dan jadilah bintang
yang menjulang di langit walau
dalam bayangan air sekalipun ia
tetaplah menjulang tinggi. Dan
janganlah menjadi awan yang
terbang ke langit seakan-akan tinggi,
padahal tidak ada isinya apa-apa”22/10/2015 54
Akhi, lan taalul ‘ilma illa bisittatin, sa-
unbika ‘an tafshiiliha bibayanin, dzakaa-
un, wa hirshun, wajtihaadun wa
dirhamun, wa shuhbatu ustaadzin, wa
thuulu zamaan.
“Wahai saudaraku, kamu tidak akan
mendapatkan ilmu kecuali dengan 6
perkara yang akan kuberitahukan
perinciannya dengan jelas: akal sehat
(kecerdasan), ketaman (terhadap ilmu),
kesungguhan, harta benda, waktu yang
memadai”22/10/2015 55
• Abdurrahman el-‘Ashiy, al-Hikam Ibn
‘Athaillah untuk Semua: Menemukan
Kesadaran dan Pelita Hidup dari
Nasihat Ibn ‘Athaillah, (Bandung:
Hikmah, 2009).
• Arvan Pradiansyah, The 7 Laws of
Happiness: Tujuh Rahasia Hidup yang
Bahagia, (Bandung: Kaifa, 2008).
• Ary Ginanjar Agustian, Rahasia Sukses
Membangkitkan ESQ Power: Sebuah
Inner Journey Melalui al-Ihsan,
(Jakarta: Penerbit Arga, 2003).22/10/2015 56
• Ary Ginanjar Agustian, Rahasia Sukses
Membangun Kecerdasan Emosi dan
Spiritual, ESQ, Emotional Spiritual
Quotient, (Jakarta: Penerbit Arga,
2005).
• ‘Aidh al-Qarni, La Tahzan: Jangan
Bersedih, (Jkt: Qisthi Press, 2005).
• Daniel Goleman, Emotional
Intelligence, (Jkt: Gramedia, 1995)
• Eko Jalu Santoso, The Art of Life
Revolution, (Jkt: PT Elex Media
Komputindo, 2004).22/10/2015 57
• Mario Teguh, Becoming a Star,
(Bandung: Syaamil, 2005).
• Muhammad Quraish Shihab, Lentera
Hati: Kisan dan Hikmah Kehidupan,
(Bandung: Penerbit Mizan, 1998).
• Parlindungan Marpaung, Fulfilling
Life, (Bandung: MQ Publishing, 2007).
• Salim Bahreisyi, Terjemah al-Hikam,
(Surabaya: Balai Buku, 1980).
• Stephen R. Covey, The 7 Habits of
Highly Effective People: 7 Kebiasaan
Manusia yang Sangat Efektif,
(Jakarta: Binarupa Aksara, 1997)22/10/2015 58
• Stephen R. Covey, The 8th Habits:
Melampaui Efektivitas, Menggapai
Keagungan, (Jakarta: PT Gramedia
Pustaka Utama, 2006).
• Robert T. Kiyosaki bersama Sharon
L. Lechter, C.P.A., The Cashflow
Quadran, (Jakarta: PT Gramedia
Pustaka Utama, 2001).
• Spencer Johnson, M.D., Who
Moved My Cheese, (Jakarta PT Elex
Media Komputindo, 2003).22/10/2015 59
Lahir di Banyumas, Jateng.
Setelah SD, dia melanjutkan pendidikan
di PPM Gontor, Ponorogo, Jatim.
Pendidikan Sarjana ditempuh di
Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN
Syahid Jakarta, kemudian melanjutkan
di STM Presetiya Mulya, mengambil
konsentrasi Manajemen Pemasaran.
Di PPM Gontor dia suka menulis,
menjadi redaktur di penerbitan pondok,
kemudian sbg redaktur di penerbitan
kampus. Bidang penulisan yg digeluti22/10/2015 60
adalah manajemen, pendidikan dan
motivasi. Tulisannya tersebar di beberapa
majalah mulai di SWA hingga MAJALAH
GONTOR.
Sekarang, selain mengelola
perusahaan di bidang konsultasi
manajemen, dia juga memberikan pelatihan
di bidang manajemen, motivasi,
kepemimpinan, dan pengembangan diri.
Untuk konsultasi dan beberapa
informasi mengenai latihan, bisa
menghubungi di akbar.zainudin@gmail.com
22/10/2015 61

Man Jadda wa Jada

  • 1.
  • 2.
    Penemuan terhebat darimasa ke masa adalah bahwa kita dapat mengubah masa depan kita hanya dengan mengubah sikap kita. 22/10/2015 2
  • 3.
    • MENGUBAH PARADIGMA –Sukses adalah Pilihan – Bersihkan Hati dan Pikiran – Selalu Berpikir Positif – Jalani Hidup dengan Optimis – Jangan Takut Gagal – Bangun Percaya Diri – Ambisi yang Menggelorakan Hidup – Bermula dari Sebuah Impian – Menjadi Padi yang Semakin Merunduk22/10/2015 3
  • 4.
    – Keajaiban ituAda pada Diri Anda! – Bersyukur itu Nikmat – Kenyataan tentang Hari Ini – Hindarkan Sikap Negatif – Kekuatan Kata-kata – Memberi Makna pada Hidup • MENGENAL DIRI – Membuka Potensi Diri – Pertahankan, Lalu Kembangkan – Salurkan Potensi Secara Positif22/10/2015 4
  • 5.
    – Kenali Kelebihandan Kekurangan – Tahu Keunggulan Bersaing – Bekali Diri dengan Pengetahuan dan Keterampilan • BERKARYA – Jangan Biarkan Mengalir Apa Adanya – Tahu Cara Mencapai Tujuan – Rencanakan Hidup Anda – Jangan Biarkan Hidup Tidak Produktif Pilih Prioritas 22/10/2015 5
  • 6.
    – Kesempatan SeringDatang Hanya Sekali – Jalani dengan Sabar dan Konsisten – Disiplin Sebelum Orang Lain Mendisiplinkan – Sukses Butuh Kesungguhan dan Kerja Keras – Momentum Perubahan – Belajar dari Orang Sukses – Menjadi Kreatif untuk Bertahan – Bangun Jaringan 22/10/2015 6
  • 7.
    – Jangan Terlenadengan Kenyamanan – Pelopor, Bukan Pengekor – Tinggi Bagai Bintang, Bukan Awan – Teruslah Menjadi Pembelajar • DAFTAR BACAAN 22/10/2015 7
  • 8.
  • 9.
    Al-jaddu bil jiddiwal hirmanu bil kasali fashab tushib ‘an qariibin ghaayatal ‘amali. “Kesuksesan akan didapatkan dengan kesungguhan dan kegagalan terjadi akibat kemalasan. Bersungguh- sungguhlah maka kamu akan mendapatkan dengan segera apa yang kamu cita-citakan” #Sholahuddin as-Supadi, wafat 764 H22/10/2015 9
  • 10.
    SUKSES IYA? atau TIDAK? 22/10/201510 Kerja Keras Kerja Cerdas
  • 11.
    Wahrish ‘ala hifdzilqulubi minal adza, faruju’uha ba’dat tanafuri yash’ub, innal quluba idza tanafara wudduha, syibhuz zujajati kasruha la yusy’ab. “Dan jagalah hatimu dari penyakit- penyakitnya, sulit mengembalikan hati yang sudah jauh dari kebenaran. Sesungguhnya hati jika sudah kotor, membersihkannya bak mengumpulkan kaca yang pecah berserakan” 22/10/2015 11
  • 12.
    22/10/2015 12 BERSIHKANLAH!! Akal Panglima yang menentukanbaik buruk seseorang Hati Yang mengatur segalanya, jika baik maka baik, jika buruk maka buruk
  • 13.
    Wa ‘ainur ridha‘an kulli ‘aibin kaliilatun, kamaa anna ‘ainas sukhti tubdil masawiya. “Jika kita melihat sesuatu dengan positif, maka semuanya akan terlihat baik. Sebaliknya, jika kita melihat sesuatu dengan negatif, maka semua yang tampak adalah kejelekan” 22/10/2015 13
  • 14.
    Positive Thinking? Negative Thinking? 22/10/2015 14 Biladullahi waasi’atunfadhaa-a wa rizqullahi fid dunya fasiih. “Bumi Allah di dunia ini sangat luas, dan rizqi Allah di dunia ini juga sangat luas.
  • 15.
    • Pada implementasisehari-hari, cara pandang positif tercermin dalam berbagai tindak tanduk dan sikap dalam menjalani hidup: 1. Cobalah untuk selalu memandang dari sisi baiknya terhadap semua peristiwa di lingkungan sekitar. 2. Memahamkan diri bahwa semua peristiwa selalu mempunyai manfaat dan hikmah. 3. Memahamkan diri bahwa setiap orang dan segala sesuatu diciptakan berbeda- beda. 4. Yakin bahwa tidak ada kesulitan yang tidak mempunyai jalan keluar. 22/10/2015 15
  • 16.
    Syammir wa jiddali amrin anta thalibuhu, idz la tunalul ma’ali qaththu bil kasali. “Singsingkan lengan baju dan bekerja keraslah mencapai apa yang Anda inginkan, sebab kehormatan itu tidak pernah bisa dicapai hanya dengan bermalas-malasan” 22/10/2015 16
  • 17.
  • 18.
    Man lam yadzuqdzullat ta’allumi saa’atan, tajarra’a dzullal jahli thuula hayatihi. “Barangsiapa belum merasakan kesulitan belajar walau sebentar, ia akan merasakan kebodohan yang menghinakan selama hidupnya” 22/10/2015 18
  • 19.
    KEGAGALAN Berani Gagal Dapat bangkit kembaliuntuk memperbaiki kegagalan yang lalu Takut Gagal Takut tidak akan menjadi lebih baik Tidak Pernah Gagal Tidak mau mencoba sesuatu hal yang baru 22/10/2015 19
  • 20.
    Idza shadaqal ‘azmuwadhahas sabiilu. “Jika benar kemauannya, nicaya terbukalah jalannya” 22/10/2015 20
  • 21.
  • 22.
    Inna lakum ma’alim,fantahuu ila ma’alimikum. Wa inna lakum nihayah, fantahuu ila nihayatikum. “Sesungguhnya setiap dari kamu mempun tempat pemberhentian, maka tujulah tempat pemberhentianmu. Dan sesungguhnya kamu mempunyai tujuan, maka raihlah tujuanmu” 22/10/2015 22
  • 23.
    Bi qadri maata’tanii, tanaalu maa tatamannaa “Sebesar kemauanmu sebesar itu pula yang kau dapatkan” 22/10/2015 23
  • 24.
    Ya ayyuhas sadirulmuzawwiru min sholatin, mahlan fa innaka bil ayyami munkhadi’. “Hai orang-orang yang egois yang sombong lagi berpaling, hati-hatilah karena hari-harimu menipu” 22/10/2015 24
  • 25.
    Al-jaddu bil jiddiwal hirmanu bil kasali fashab tushib ‘an qariibin ghayatal ‘amali. “Kesuksesan akan didapatkan dengan kesungguhan dan kegagalan terjadi akibat kemalasan. Bersungguh- sungguhlah maka kamu akan mendapatkan dengan segera apa yang kamu cita-citakan” #Sholahuddin as-Supadi, wafat 764 H22/10/2015 25
  • 26.
    Wa idza kuntafi ni’matin far’aha, fa innal ma’ashi tuziilun ni’ama. “Jikalau kamu telah mendapatkan nikmat, jagalah nikmat itu, karena sesungguhnya kemaksiatan itu menghilangkan nikmat” 22/10/2015 26
  • 27.
    Lan tarji’al ayyamullatii madhat. “Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu” 22/10/2015 27
  • 28.
    Suul khuluqi yu’di. “Kebiasaanburuk itu menular” 22/10/2015 28
  • 29.
    Al-kalamu yanfudzu malaa tanfudzuhul ibaru. “Perkataan itu dapat menembus apa yang tidak dapat ditembus oleh jarum” 22/10/2015 29
  • 30.
    Qiimatul mar’i biqadri maa yuhsinuhu. “Nilai seseorang itu diukur dari kebaikan yang telah dia perbuat” 22/10/2015 30
  • 31.
  • 32.
    Jarrib wa laahidztakun ‘arifan. “Coba dan perhatikan niscaya engkau akan tahu” 22/10/2015 32
  • 33.
    Ta’allam falaisal maruyuuladu ‘aaliman, wa laisa akhu ‘ilmin kaman huwa jahil. “Belajarlah karena tidak ada seorang pun yang dilahirkan dalam keadaan pandai. Dan orang-orang pandai tidaklah sama dengan orang-orang bodoh” 22/10/2015 33
  • 34.
    Wa idza kuntafi ni’matin far’aha, fa innal ma’ashi tuziilun ni’ama. “Jikalau kamu telah mendapatkan nikmat, jagalah nikmat itu, karena sesungguhnya kemaksiatan itu menghilangkan nikmat” 22/10/2015 34
  • 35.
    Halakamruun lam ya’rifqadrahu. “Hancurlah seseorang yang tidak mengetahui kadar dirinya” 22/10/2015 35
  • 36.
    La tahtaqir manduunaka falikulli syai-in maziyyatun. “Jangan pernah menghina selain kamu, karena setiap orang mempunyai kelebihan masing- masing” 22/10/2015 36
  • 37.
    Hayatul fata wallahibil ‘ilmi wat tuqa idzaa lam yakuunaa la’tibaara lidzatihi. “Demi Allah! sesungguhnya hidup seorang pemuda dengan ilmu dan ketakwaannya, dan jikalau dia tidak mempunyai keduanya maka dia tidak bermanfaat lagi dalam hidupnya” 22/10/2015 37
  • 38.
  • 39.
    Man taanna naalama tatamanna. “Siapa yang mempunyai cita-cita, ia akan mendapatkannya” 22/10/2015 39
  • 40.
    Man saara ‘aladdarbi wa shala. “Barang siapa berjalan pada jalannya, maka sampailah ia” 22/10/2015 40
  • 41.
    Tandziimul ‘amali yuwaffirunishful waqti. “Pengelolaan pekerjaan itu mempersingkat separuh waktu kerja” 22/10/2015 41
  • 42.
    Al-waqtu kas saifiin lam taqtha’hu qata’aka. “Waktu itu seperti pedang, jika engkau tidak pandai mengelola, ia akan membunuhmu” 22/10/2015 42
  • 43.
    Wantahizil furshota innalfurshota tasiiru in lam tantahizha ghussoh. “Dan pergunakanlah waktumu karena sesungguhnya waktu itu terus berjalan, jika tidak dipergunakan maka akan hilang” 22/10/2015 43
  • 44.
    Man ‘arofa bu’dassafari ista’adda. “Siapa yanag mengerti jauhnya perjalanan, hendaklah ia bersiap- siap” 22/10/2015 44
  • 45.
    Ash-shobru kash shabirimurrun fi madzaqatihi, lakin ‘awaqibuhu ahlaa minal ‘asali. “Kesabaran itu seperti obat dari pepohonan yang terkadang pahit saat ditelan, tetapi akibatnya lebih manis dari madu” 22/10/2015 45
  • 46.
    Wa la tardha‘an ‘aisyin biduunin wa la tanam, wa kaifa yanaamu man kaana mu’siran. “Janganlah engkau rela untuk hidup kekurangan, dan jangan bermalas- malasan. Bagaimana mungkin seseorang bermalas-malasan jika ia membutuhkan” 22/10/2015 46
  • 47.
    Man jadda wajada. “Siapa yang bersungguh-sungguh, ia akan sukses” 22/10/2015 47
  • 48.
    Fasir fii biladillahiwaltamisil ghina, ta’isy dzaa yasaarin aw tamuutu fatu’dzar. “Berjalanlah di jalan Allah serta carilah kekayaan, niscaya engkau akan mendapatkan kemudahan hidup atau jika mati pun akan dihargai” 22/10/2015 48
  • 49.
    Ta’allamil ilma wajlisfi majalisihi, ma khaaba qaththu labiibun jaalasal ‘ulama. “Pelajarilah ilmu dan duduklah di tempat orang-orang belajar ilmu, dan sesungguhnya tidak ada kegagalan bagi seorang yang berakal dan berkawan dengan orang-orang berilmu” 22/10/2015 49
  • 50.
    Wa man ra’aaghanaman fii ardhin masba’atin wa naama ‘anha tawalla ra’yaha al-asadu. “Siapa yang menggembala kambing di padang luas, lalu terlena (dan tidak menjaganya), kambing itu akan dimakan harimau” 22/10/2015 50
  • 51.
    Man katsuro ihsanuhu,katsuro ikhwanuhu. “Siapa banyak kebaikannya, banyak pula temannya” 22/10/2015 51
  • 52.
    Rubba syahwatin saa’atanaorotsa huznan thawiilan. “Keinginan dan kejahatan sesaat sangat mungkin membuat kesedihan dalam jangka panjang” 22/10/2015 52
  • 53.
    Al-fadhlu lil mubtadi,wa in ahsanal muqtadi. “Pelopor itu mempunyai keutamaan, walaupun pengikutnya lebih baik” 22/10/2015 53
  • 54.
    Tawadha takun kannajmi laaha linadzirin wa la takun kaddukhaani ya’luu binafsihi ila tabaqatil jawwi wahiya raniin. “Rendah hati, dan jadilah bintang yang menjulang di langit walau dalam bayangan air sekalipun ia tetaplah menjulang tinggi. Dan janganlah menjadi awan yang terbang ke langit seakan-akan tinggi, padahal tidak ada isinya apa-apa”22/10/2015 54
  • 55.
    Akhi, lan taalul‘ilma illa bisittatin, sa- unbika ‘an tafshiiliha bibayanin, dzakaa- un, wa hirshun, wajtihaadun wa dirhamun, wa shuhbatu ustaadzin, wa thuulu zamaan. “Wahai saudaraku, kamu tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan 6 perkara yang akan kuberitahukan perinciannya dengan jelas: akal sehat (kecerdasan), ketaman (terhadap ilmu), kesungguhan, harta benda, waktu yang memadai”22/10/2015 55
  • 56.
    • Abdurrahman el-‘Ashiy,al-Hikam Ibn ‘Athaillah untuk Semua: Menemukan Kesadaran dan Pelita Hidup dari Nasihat Ibn ‘Athaillah, (Bandung: Hikmah, 2009). • Arvan Pradiansyah, The 7 Laws of Happiness: Tujuh Rahasia Hidup yang Bahagia, (Bandung: Kaifa, 2008). • Ary Ginanjar Agustian, Rahasia Sukses Membangkitkan ESQ Power: Sebuah Inner Journey Melalui al-Ihsan, (Jakarta: Penerbit Arga, 2003).22/10/2015 56
  • 57.
    • Ary GinanjarAgustian, Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual, ESQ, Emotional Spiritual Quotient, (Jakarta: Penerbit Arga, 2005). • ‘Aidh al-Qarni, La Tahzan: Jangan Bersedih, (Jkt: Qisthi Press, 2005). • Daniel Goleman, Emotional Intelligence, (Jkt: Gramedia, 1995) • Eko Jalu Santoso, The Art of Life Revolution, (Jkt: PT Elex Media Komputindo, 2004).22/10/2015 57
  • 58.
    • Mario Teguh,Becoming a Star, (Bandung: Syaamil, 2005). • Muhammad Quraish Shihab, Lentera Hati: Kisan dan Hikmah Kehidupan, (Bandung: Penerbit Mizan, 1998). • Parlindungan Marpaung, Fulfilling Life, (Bandung: MQ Publishing, 2007). • Salim Bahreisyi, Terjemah al-Hikam, (Surabaya: Balai Buku, 1980). • Stephen R. Covey, The 7 Habits of Highly Effective People: 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif, (Jakarta: Binarupa Aksara, 1997)22/10/2015 58
  • 59.
    • Stephen R.Covey, The 8th Habits: Melampaui Efektivitas, Menggapai Keagungan, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2006). • Robert T. Kiyosaki bersama Sharon L. Lechter, C.P.A., The Cashflow Quadran, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2001). • Spencer Johnson, M.D., Who Moved My Cheese, (Jakarta PT Elex Media Komputindo, 2003).22/10/2015 59
  • 60.
    Lahir di Banyumas,Jateng. Setelah SD, dia melanjutkan pendidikan di PPM Gontor, Ponorogo, Jatim. Pendidikan Sarjana ditempuh di Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Syahid Jakarta, kemudian melanjutkan di STM Presetiya Mulya, mengambil konsentrasi Manajemen Pemasaran. Di PPM Gontor dia suka menulis, menjadi redaktur di penerbitan pondok, kemudian sbg redaktur di penerbitan kampus. Bidang penulisan yg digeluti22/10/2015 60
  • 61.
    adalah manajemen, pendidikandan motivasi. Tulisannya tersebar di beberapa majalah mulai di SWA hingga MAJALAH GONTOR. Sekarang, selain mengelola perusahaan di bidang konsultasi manajemen, dia juga memberikan pelatihan di bidang manajemen, motivasi, kepemimpinan, dan pengembangan diri. Untuk konsultasi dan beberapa informasi mengenai latihan, bisa menghubungi di akbar.zainudin@gmail.com 22/10/2015 61