M AMIRUL BAHARUDI
17060484138
IKOR 2017 D
 Diterimanya pancasila sebagai dasar negara dan
ideologi nasional membawa
konsekuensi logis bahwa nilai-nilai pancasila
dijadikan landasan pokok, landasan
fundamental bagi penyelenggaraan negara
Indonesia. Pancasila berisi lima sila
yang pada hakikatnya berisi lima nilai dasar yang
fundamental
 Falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia,
dapatlah kita temukan dalam beberapa dokumen historis dan di
dalam perundang-undangan negara Indonesia seperti di bawah
ini :
 Dalam Pidato Ir. Soekarno tanggal 1 Juni 1945.
 b. Dalam Naskah Politik yang bersejarah, tanggal 22 Juni 1945
alinea IV yang kemudian dijadikan naskah rancangan Pembukaan UUD
1945 (terkenal dengan sebutan Piagam Jakarta).
 c. Dalam naskah Pembukaan UUD Proklamasi 1945, alinea IV.
 d. Dalam Mukadimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat (RIS)
tanggal 27 Desember 1945, alinea IV.
 e. Dalam Mukadimah UUD Sementara Republik Indonesia (UUDS RI)
tanggal 17 Agustus 1950.
 f. Dalam Pembukaan UUD 1945, alinea IV setelah Dekrit Presiden
RI tanggal 5 Juli 1959.
 a. Nilai Ketuhanan
b. Nilai Kemanusiaan
 c. Nilai Persatuan
 d. Nilai Kerakyatan
 e. Nilai Keadilan
 Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa
Indonesia, tiap 1 Juni kita rayakan sebagai hari
kelahirannya mencerminkan struktur kerohanian.
Ideologi ini juga pada hakikatnya hasil suatu
proses perkembangan pola pikir selaku bangsa
Indonesia. Bukan mustahil dalam proses itu
berlangsung pelbagai harapan: sebuah ketetapan
bahwa bangsa yang kukuh dan utuh mesti juga
punya ideoligi dan falsafah. Lima sila dalam
Pancasila, ia punya apersiasi yang besar terhadap
apa yang asli terhadap spiritual dan mental
manusia.
 Pada tanggal 30 September 1965, adalah awal
dari Gerakan 30 September (G30SPKI).
Pemberontakan ini merupakan wujud usaha
mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi
komunis. Hari itu, enam Jendral dan berberapa
orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta.
Namun berkat kesadaran untuk mempertahankan
Pancasila maka upaya tersebut mengalami
kegagalan. Maka 30 September diperingati
sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September
(G30S-PKI) dan tanggal 1 Oktober ditetapkan
sebagai Hari Kesaktian Pancasila, memperingati
bahwa dasar Indonesia, Pancasila, adalah sakti,
tak tergantikan.
Pancasila dianggap sakti hingga harus dilestarikan
Sakti memiliki makna tidak terkalahkan, tidak dapat
ditaklukkan. Sakti biasanya menjadi predikat bagi seseorang
yang memiliki suatu kekuatan tertentu, baik fisik maupun
non fisik, sehingga tidak akan terkena segala macam senjata
baik senjata tajam maupun senjata yang tidak nampak. kata
tersebut mungkin tak asing lagi terdengar di telinga
masyarakat pada umumnya, bukan hanya manusia yang bisa
disebut sakti Pancasila pun juga diartikan sebagai sesuatu
yang sakti, namun untuk Pancasila kata “sakti” kurang dapat
mewakili makna yang terkandung di dalam pengertian
Pancasila sakti itu sendiri, lebih di titik beratkan pada
KETEPATAN Pancasila bagi bangsa Indonesia dalam hidup
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
A. Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia yang biasa disebut UUD 1945
B. Konstitusi Republik Indonesia Serikat
C. Undang-Undang Dasar Sementara Republik
Indonesia
 Hak asasi manusia tidak dibenarkan bertentangan dengan
Pancasila.
 Pandangan dan sikap bangsa Indonesia mengenai hak asasi
manusia berdasar pada Pancasila.
 Pancasila harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan
bernegara.
 Tujuan nasional dalam pembangunan mengutamakan persatuan
dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila.
 GBHN disusun atas dasar landasan idiil Pancasila.
 Salah satu misi bangsa Indonesia dalam menghadapi masa
depannya adalah: Pengamalan Pancasila secara konsisten dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
 Pancasila sebagai landasan untuk mempersatukan bangsa.
 Menjadikan Pancasila sebagai ideologi terbuka.
 Pancasila sebagai acuan dasar untuk berfikir, bersikap dan
bertingkah laku dalam kehidupan berbangsa.
 Pancasila merupakan ideologi yang sangat tepat
bagi suatu bangsa yang pluralistik. Bangsa
Indonesia terdiri atas ratusan suku bangsa, yang
memeluk berbagai agama, memiliki adat budaya
yang beraneka ragam, sehingga tidak akan
mungkin salah satu unsur atau komponen
bangsa ini yang dijadikan dasar atau landasan
bagi bangsa Indonesia yang majemuk ini. Prinsip
dan nilai yang terkandung dalam Pancasila
terdapat di mana saja, tidak bertentangan
dengan adat budaya dari daerah-daerah,
sehingga dapat menjadi perekat bangsa.
 -Ekonomi
 -politik
 -sosial
 -informasi
 Pancasila berakar pada pandangan hidup
bangsa dan falsafah bangsa, sehingga
memenuhi prasyarat sebagai suatu ideologi
terbuka. Sekalipun suatu ideologi itu bersifat
terbuka, tidak berarti bahwa keterbukaannya
adalah sebegitu rupa sehingga dapat
memusnahkan atau meniadakan ideologi itu
sendiri.
 Keterbukaan ideologi Pancasila ada batas-
batasnya yang tidak boleh dilanggar, yaitu
sebagai berikut :
a.Stabilitas nasional yang dinamis.
b.Larangan terhadap ideologi marxisme,
leninisme dan komunisme.
c.Mencegah berkembangnya paham liberal.
d.Larangan terhadap pandangan ekstrim yang
mengelisahkan kehidupan masyarakat.
e.Penciptaan norma yang baru harus melalui
konsensus.
 Sakti bukan hanya memiliki kekuatan yang tidak
dimiliki oleh orang lain atau seseorang yang kebal
teradap senjata-senjata tajam, namun pancasila juga
dapat dikatakan sakti karena dengan adanya
pancasila perbedaan masyarakat Indonesia yang
begitu beragam dapat disatukan dalam satu wadah.
Pancasila juga memiliki kekuatan yang sah yang
banyak tercantum dalam undang-undang yang perah
berlaku di Indonesia maupun di TAP MPR, selain itu
adanya pncasila tidak tenggelam di telan oleh zaman
yang kini telah brkembang era gloaisasi yangegitu
luas, meskipun globalisasi sedang meraja namun
Pancasila tetap mampu menunjukkan eksistensinya
sebagai suatu filsafah dan pandangan hidup Bangsa.
 REFERENSI
 http://pancasila.univpancasila.ac.id/?p=232
 http://lppkb.wordpress.com/pancasila-sakti/
 http://dunialppkb.wordpress.com/pancasila-
ideolgi-terbuka/

2017 d m.amirul_baharudi

  • 1.
  • 2.
     Diterimanya pancasilasebagai dasar negara dan ideologi nasional membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai pancasila dijadikan landasan pokok, landasan fundamental bagi penyelenggaraan negara Indonesia. Pancasila berisi lima sila yang pada hakikatnya berisi lima nilai dasar yang fundamental
  • 3.
     Falsafah Pancasilasebagai dasar falsafah negara Indonesia, dapatlah kita temukan dalam beberapa dokumen historis dan di dalam perundang-undangan negara Indonesia seperti di bawah ini :  Dalam Pidato Ir. Soekarno tanggal 1 Juni 1945.  b. Dalam Naskah Politik yang bersejarah, tanggal 22 Juni 1945 alinea IV yang kemudian dijadikan naskah rancangan Pembukaan UUD 1945 (terkenal dengan sebutan Piagam Jakarta).  c. Dalam naskah Pembukaan UUD Proklamasi 1945, alinea IV.  d. Dalam Mukadimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat (RIS) tanggal 27 Desember 1945, alinea IV.  e. Dalam Mukadimah UUD Sementara Republik Indonesia (UUDS RI) tanggal 17 Agustus 1950.  f. Dalam Pembukaan UUD 1945, alinea IV setelah Dekrit Presiden RI tanggal 5 Juli 1959.
  • 4.
     a. NilaiKetuhanan b. Nilai Kemanusiaan  c. Nilai Persatuan  d. Nilai Kerakyatan  e. Nilai Keadilan
  • 5.
     Pancasila sebagaiideologi dan falsafah bangsa Indonesia, tiap 1 Juni kita rayakan sebagai hari kelahirannya mencerminkan struktur kerohanian. Ideologi ini juga pada hakikatnya hasil suatu proses perkembangan pola pikir selaku bangsa Indonesia. Bukan mustahil dalam proses itu berlangsung pelbagai harapan: sebuah ketetapan bahwa bangsa yang kukuh dan utuh mesti juga punya ideoligi dan falsafah. Lima sila dalam Pancasila, ia punya apersiasi yang besar terhadap apa yang asli terhadap spiritual dan mental manusia.
  • 6.
     Pada tanggal30 September 1965, adalah awal dari Gerakan 30 September (G30SPKI). Pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis. Hari itu, enam Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan. Maka 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September (G30S-PKI) dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila, memperingati bahwa dasar Indonesia, Pancasila, adalah sakti, tak tergantikan.
  • 8.
    Pancasila dianggap saktihingga harus dilestarikan Sakti memiliki makna tidak terkalahkan, tidak dapat ditaklukkan. Sakti biasanya menjadi predikat bagi seseorang yang memiliki suatu kekuatan tertentu, baik fisik maupun non fisik, sehingga tidak akan terkena segala macam senjata baik senjata tajam maupun senjata yang tidak nampak. kata tersebut mungkin tak asing lagi terdengar di telinga masyarakat pada umumnya, bukan hanya manusia yang bisa disebut sakti Pancasila pun juga diartikan sebagai sesuatu yang sakti, namun untuk Pancasila kata “sakti” kurang dapat mewakili makna yang terkandung di dalam pengertian Pancasila sakti itu sendiri, lebih di titik beratkan pada KETEPATAN Pancasila bagi bangsa Indonesia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  • 9.
    A. Undang-Undang DasarNegara Republik Indonesia yang biasa disebut UUD 1945 B. Konstitusi Republik Indonesia Serikat C. Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia
  • 10.
     Hak asasimanusia tidak dibenarkan bertentangan dengan Pancasila.  Pandangan dan sikap bangsa Indonesia mengenai hak asasi manusia berdasar pada Pancasila.  Pancasila harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara.  Tujuan nasional dalam pembangunan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila.  GBHN disusun atas dasar landasan idiil Pancasila.  Salah satu misi bangsa Indonesia dalam menghadapi masa depannya adalah: Pengamalan Pancasila secara konsisten dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.  Pancasila sebagai landasan untuk mempersatukan bangsa.  Menjadikan Pancasila sebagai ideologi terbuka.  Pancasila sebagai acuan dasar untuk berfikir, bersikap dan bertingkah laku dalam kehidupan berbangsa.
  • 11.
     Pancasila merupakanideologi yang sangat tepat bagi suatu bangsa yang pluralistik. Bangsa Indonesia terdiri atas ratusan suku bangsa, yang memeluk berbagai agama, memiliki adat budaya yang beraneka ragam, sehingga tidak akan mungkin salah satu unsur atau komponen bangsa ini yang dijadikan dasar atau landasan bagi bangsa Indonesia yang majemuk ini. Prinsip dan nilai yang terkandung dalam Pancasila terdapat di mana saja, tidak bertentangan dengan adat budaya dari daerah-daerah, sehingga dapat menjadi perekat bangsa.
  • 12.
     -Ekonomi  -politik -sosial  -informasi
  • 13.
     Pancasila berakarpada pandangan hidup bangsa dan falsafah bangsa, sehingga memenuhi prasyarat sebagai suatu ideologi terbuka. Sekalipun suatu ideologi itu bersifat terbuka, tidak berarti bahwa keterbukaannya adalah sebegitu rupa sehingga dapat memusnahkan atau meniadakan ideologi itu sendiri.
  • 14.
     Keterbukaan ideologiPancasila ada batas- batasnya yang tidak boleh dilanggar, yaitu sebagai berikut : a.Stabilitas nasional yang dinamis. b.Larangan terhadap ideologi marxisme, leninisme dan komunisme. c.Mencegah berkembangnya paham liberal. d.Larangan terhadap pandangan ekstrim yang mengelisahkan kehidupan masyarakat. e.Penciptaan norma yang baru harus melalui konsensus.
  • 15.
     Sakti bukanhanya memiliki kekuatan yang tidak dimiliki oleh orang lain atau seseorang yang kebal teradap senjata-senjata tajam, namun pancasila juga dapat dikatakan sakti karena dengan adanya pancasila perbedaan masyarakat Indonesia yang begitu beragam dapat disatukan dalam satu wadah. Pancasila juga memiliki kekuatan yang sah yang banyak tercantum dalam undang-undang yang perah berlaku di Indonesia maupun di TAP MPR, selain itu adanya pncasila tidak tenggelam di telan oleh zaman yang kini telah brkembang era gloaisasi yangegitu luas, meskipun globalisasi sedang meraja namun Pancasila tetap mampu menunjukkan eksistensinya sebagai suatu filsafah dan pandangan hidup Bangsa.
  • 16.
     REFERENSI  http://pancasila.univpancasila.ac.id/?p=232 http://lppkb.wordpress.com/pancasila-sakti/  http://dunialppkb.wordpress.com/pancasila- ideolgi-terbuka/