MEKANIKA STRUKTUR I 
STRUKTUR STATIS TERTENTU 
Soelarso.ST.,M.Eng 
JURUSAN TEKNIK SIPIL 
FAKULTAS TEKNIK 
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
PENDAHULUAN 
Struktur Statis Tertentu 
Suatu struktur disebut sebagai struktur statis tertentu, jika gaya-gaya eksternal dan 
internal akibat beban-beban yg bekerja dapat dihitung seluruhnya dengan 
persamaan keseimbangan berikut ini: 
Untuk kasus bidang 2 dimensi (2D): 
ΣH = 0 jumlah gaya-gaya horisontal pada seluruh sistem adalah nol 
ΣV = 0 jumlah gaya-gaya vertikal pada seluruh sistem adalah nol 
ΣM = 0 jumlah momen pada setiap titik di dalam struktur adalah nol. 
Syarat keseimbangan ada 3 persamaan maka pada konstruksi statis tertentu yang 
harus bisa diselesaikan dengan syarat-syarat keseimbangan, jumlah bilangan yang 
tidak diketahui dalam persamaan tersebut adalah 3 buah. Jika dalam 
menyelesaikan suatu konstruksi tahap awal yang harus dicari adalah reaksi 
perletakan, maka jumlah reaksi yang tidak diketahui maksimum 3.
Contoh 1 
Balok diatas dua perletakan dengan 
beban P. 
A = Sendi 2 reaksi yang tidak 
diketahui (RAV dan RAH adalah reaksi 
vertikal dan horizontal di A) 
B = Rol 1 reaksi yang tidak diketahui 
(RBV adalah reaksi vertikal di B) 
P 
RAH 
A B 
RAV RBV 
Jumlah reaksi yang tidak diketahui adalah 3 maka konstruksi tersebut adalah 
konstruksi statis tertentu
P 
RAH 
A 
RAV 
Contoh 2 
Konstruksi kantilever seperti gambar 
disamping dengan tumpuan di A adalah 
jepit 
A = jepit dengan 3 reaksi yang tidak 
diketahui (RAV = reaksi vertikal di A, 
RAH = reaksi horizontoal di A, M = 
momen di A) 
M 
Jumlah reaksi yang tidak diketahui ada 3 buah maka konstruksi tersebut adalah 
statis tertentu
Contoh 3 
Balok diatas dua perletakan dengan 
beban P. 
A = Sendi 2 reaksi yang tidak 
diketahui (RAV dan RAH adalah reaksi 
vertikal dan horizontal di A) 
B = Sendi 2 reaksi yang tidak 
diketahui (RBV dan RBH adalah reaksi 
vertikal dan horizontal di B) 
P 
RAH 
A B 
RAV RBV 
Jumlah reaksi yang tidak diketahu adalah 4 maka konstruksi tersebut adalah 
konstruksi statis tak tertentu 
RBH
GAYA-GAYA DALAM 
Bangunan teknik sipil yang umumnya terdiri dari struktur beton, baja, kayu yang 
dalam pembuatan struktur-struktur tersebut perlu diketahui ukuran/dimensi dari 
tiap-tiap elemen struktur (balok, kolom, pelat). Untuk menentukan dimensi dari 
elemen struktur tersebut, memerlukan gaya-gaya dalam. 
P1 
A B 
L1 
Gambar A 
L2 
B 
P2 
Gambar B 
Struktur pada gambar A dan 
Gambar B disamping dengan beban 
P dan Bentang (L) yang berbeda, 
akan mengalami/mempunyai gaya-gaya 
dalam yang berbeda pula . 
Sehingga dimensi dari struktur akan 
berbeda pula.
MACAM-MACAM GAYA DALAM 
Suatu balok terletak pada 2 perletakan dengan beban seperti pada gambar, maka 
balok tersebut akan menderita beberapa gaya dalam yaitu : 
1. Balok menderita beban lentur yang menyebabkan balok tersebut melentur. 
Gaya dalam yang menyebabkan lenturan tersebut disebut momen (M) 
2. Balok tersebut menderita gaya tekan karena adanya beban P dari kiri dan 
kanan. Balok yang menerima gaya yang searah dengan sumbu batang, maka 
akan menerima beban gaya dalam yang disebut Normal (N) 
3. Balok tersebut menderita gaya lintang, akibat adanya reaksi perletakan atau 
gaya-gaya yang tegak lurus ( ) sumbu batang, maka balok tersebut menerima 
gaya dalam yang disebut gaya lintang (D) 
P 
P1 
P 
A B 
RA RB
PERJANJIAN TANDA 
- - - - - - - - - - 
- 
+ + + + + + + + + + + + 
+ + + + + + + + + + + 
- 
- - - - - - - - - - 
+ 
Tanda momen positif (+) 
Tanda momen negatif (-)
P 
P 
P 
P 
Tanda gaya lintang positif (+) 
Tanda gaya lintang negatif (-) 
P 
P 
P 
P 
Tanda gaya normal positif (+) 
Tanda gaya normal negatif (-)
Soal 0 : Balok Sederhana (simple beam) 
Diketahui balok sederhana dengan tumpuan sendi-rol seperti pada gambar 
dibawah. Hitunglah reaksi tumpuan, gambarkan Free Body Diagram (FBD), Shearing 
Force Diagram (SFD), Bending Momen Diagram (BMD) dan Normal Forced Diagram 
(NFD) 
P (KN) 
½L ½L 
A B 
L 
RAV RBV 
Penyelesaian : 
ΣMA = 0 
- RBV.L + P. ½.L = 0 
RBV = ½P 
ΣMB = 0 
RAV.L - P. ½.L = 0 
RAV = ½P 
C
ΣV = 0 
RAV + RBV – P = 0 Oke 
Gaya Lintang untuk 
menggambar SFD 
SFA = RAV = ½P KN 
SFC = ½P – P = -½P KN 
SFB = ½P KN 
Bending Momen Diagram 
MA = 0 KNm 
MC = RAV. ½L = ½P. ½L 
= ¼.P.L KNm 
MB = 0 KNm 
Shearing Force Diagram (SFD) 
(+) 
½ P 
Catatan : Normal Forced Diagram (NFD) tidak dihitung karena tidak adanya beban yang searah 
sumbu batang 
½ P 
(+) 
(-) 
1/4 P.L
Soal 1 : Balok Sederhana (simple beam) 
Diketahui balok sederhana dengan tumpuan sendi-rol seperti pada gambar 
dibawah. Hitunglah reaksi tumpuan, gambarkan Free Body Diagram (FBD), Shearing 
Force Diagram (SFD), Bending Momen Diagram (BMD) dan Normal Forced Diagram 
(NFD) 
C 
A B 
Penyelesaian : 
P = 5 KN 
2,5 m 2,5 m 
5 m 
Untuk menyelesaikan soal ini, pertama tama carilah reaksi di kedua tumpuan 
balok tersebut yaitu gaya vertikal keatas karena adanya beban ke arah bawah.
ΣMA = 0 
- RBV.5 + 5.2,5 = 0 
- 5.RBV = - 12,5 
RBV = 2,5 KN 
ΣMB = 0 
RAV.5 - 5.2,5 = 0 
5.RAV = 12,5 
RAV = 2,5 KN 
P = 5 KN 
A B 
RA = 2,5 KN RB = 2,5 KN 
2,5 
(+) 
(-) 
ΣV = 0 
2,5 – 5 + 2,5 = 0 Oke 
2,5 
5 
Gaya Lintang untuk 
menggambar SFD 
SFA = RAV = 2,5 KN 
SFC ki = SFA = 2,5 KN 
SFC ka = 2,5 – 5 = -2,5 KN 
SFB = -2,5 KN 
Free Body Diagram (FBD) 
Shearing Force Diagram (SFD)
5 
X X-2,5 
Daerah I Daerah II 
2,5 2,5 
Daerah I 
MX = RAV . X = 2,5 . X 
(Fungsi x berpangkat satu) 
Linear 
X = 0 MX = 0 KNm 
X = 2,5 MX = 6,25 KNm 
Daerah II 
MX = RAV . X – 5 (x-2,5) 
X = 2,5 MX = 6,25 KNm 
X = 5 MX = 0 KNm 
(+) 
6,25 
Bending Momen Diagram (BMD) 
Catatan : Normal Forced Diagram (NFD) tidak dihitung karena tidak adanya beban yang searah 
sumbu batang
Soal 2 : Balok Sederhana (simple beam) 
Diketahui balok sederhana dengan tumpuan sendi-rol seperti pada gambar 
dibawah. Hitunglah reaksi tumpuan, gambarkan Free Body Diagram (FBD), Shearing 
Force Diagram (SFD), Bending Momen Diagram (BMD) dan Normal Forced Diagram 
(NFD) 
4 Ton 10 Ton 
6 Ton 
2 m 2 m 2 m 
8 m 
2 m 
A B 
Penyelesaian : 
ΣMA = 0 
- RBV.8 + 10.6 + 6.4 + 4.2 = 0 
-8.RBV = -92 
RBV = 11,5 Ton
ΣMB = 0 
RAV.8 - 4.6 - 6.4 - 10.2 = 0 
8.RAV = 68 
RAV = 8,5 Ton 
ΣV = 0 
11,5 - 4 - 6 -10 + 8,5 = 0 Oke 
4 Ton 6 Ton 10 Ton 
C D E 
RA = 8,5 KN RB = 11,5 KN 
Free Body Diagram (FBD) 
Gaya Lintang untuk 
menggambar SFD 
SF AC = RAV = 8,5 Ton 
SF CD = 8,5-4 = 4,5 Ton 
SF DE = 4,5 – 6 = -1,5 Ton 
SF EB = -1,5-10 = -11,5 Ton 
A B 
8,5 
(+) 
(-) 
4,5 
1,5 
11,5 
Shearing Force Diagram (SFD)
BMD 
MA = 0 Tm 
MC = 8,5.2 = 17 Tm 
MD = 8,5.4 – 4.2 = 26 Tm 
ME = 8,5.6 – 4.4 – 6.2 = 23 Tm 
MB = 0 Tm 
4 Ton 6 Ton 10 Ton 
(+) 
17 23 
26 
Bending Momen Diagram (BMD)
Soal 3 : Balok Sederhana (simple beam) 
P = 20 T 
A C B 
3 m 
5 m 
4 
3 
RAV RBV 
RAH 
Hitunglah reaksi tumpuan, gambarkan Free Body Diagram (FBD), Shearing Force 
Diagram (SFD), Bending Momen Diagram (BMD) dan Normal Forced Diagram (NFD) 
Penyelesaian : 
4 
3 
5 
20 T 
4/5 20 = 16 T 
3/5 20 = 12 T
ΣH = 0 
RAH + 12 = 0 
RAH = -12 T ( ) 
ΣMB = 0 
RAV.8 – 16.5 = 0 
8.RAV = 80 
RAV = 10 Ton 
P = 20 T 
A 
4 
C B 
3 
Free Body Diagram (FBD) 
10 T 6 T 
12 T 
ΣMA = 0 
RBV.8 – 16.3 = 0 
8.RBV = 48 
RBV = 6 Ton 
10 T (+) 
(-) 
6 T 
Shearing Force Diagram (SFD) 
12 T (+) 
Normal Force Diagram (NFD) 
(+) 
Bending Momen Diagram (BMD) 
BMD 
Mc = RAV.3 = 10.3 = 30 Tm 
30 Tm
Soal 4 : Balok Sederhana (simple beam) 
P = 16 T 
P = 5 T 
4 
A C B 
3 m 
3 m 
RAV RBV 
RAH 
Hitunglah reaksi tumpuan, gambarkan Free Body Diagram (FBD), Shearing Force 
Diagram (SFD), Bending Momen Diagram (BMD) dan Normal Forced Diagram (NFD) 
Penyelesaian : 
4 
3 
5 
5 T 
4/5 5= 4 T 
3/5 5 = 3 T 
3 
2 m 
D
ΣH = 0 
RAH - 3 = 0 
RAH = 3 T ( ) 
ΣMB = 0 
RAV.8 – 16.5 – 4.3 = 0 
8.RAV = 92 
RAV = 11,5 Ton 
A 
P = 16 T P = 4 T 
C B 
D 
Free Body Diagram (FBD) 
11,5 T 6 T 
3 T 
ΣMA = 0 
RBV.8 – 16.3 -4.5 = 0 
8.RBV = 68 
RBV = 6 Ton 
11,5 T 
(+) 
8,5 T 
Shearing Force Diagram (SFD) 
SFD 
SF AB = 11,5 T 
F BC = 11,5 – 16 = -4,5 T 
SF CD = -4,5 – 4 = -8,5 T 
(-) 
(-) 4,5 T
(-) 
Normal Force Diagram (NFD) 
25,5 Tm 
Bending Momen Diagram (BMD) 
3 T 
(-) 
34,5 Tm 
NFD 
NF AC = -3 T 
NF CD = -3 +3 = 0 
BMD 
BM B = 11,5.3 = 34,5 T 
BM C = 34,5 – 4,5.2 = 25,5 T
Soal 5 : Balok Sederhana (simple beam) 
Balok sederhana dengan tumpuan sendi-rol seperti pada gambar dibawah. 
Hitunglah reaksi tumpuan, gambarkan Shearing Force Diagram (SFD), Bending Momen 
Diagram (BMD) 
A B 
Penyelesaian : 
4 m 
16 Tm 
4 m 
C 
RAV RBV 
ΣMB = 0 
RAV.8 + 16 = 0 RAV = 2 T ( ) 
ΣMA = 0 
RBV.8 – 16 = 0 RBV = 2 T ( ) 
SFD 
SF AB = -2 T 
BMD 
BM Cki = -2.4 = -8 Tm 
BM Cka = -8 + 18 = 8 Tm 
( - ) 
Shearing Force Diagram (SFD) 
( - ) 
( + ) 
2 T 
8 Tm 
8 Tm 
Bending Momen Diagram (BMD)
Soal 6 : Balok Sederhana (simple beam) dengan beban merata 
Diketahui balok sederhana dengan tumpuan sendi-rol seperti pada gambar 
dibawah. Hitunglah reaksi tumpuan, gambarkan Free Body Diagram (FBD), Shearing 
Force Diagram (SFD), Bending Momen Diagram (BMD) dan Normal Forced Diagram 
(NFD) 
A B 
Penyelesaian : 
L/2 
Q (Tm) 
L/2 
Rx R 
x 
RAV RBV 
ΣMB = 0 
RAV.L – R.½L = 0 
RAV.L – Q.L. .½L = 0 
RAV = ½.Q.L 
RBV = ½.Q.L
L/2 
A 
B 
L/2 
(+) 
(-) 
SFD 
SF x = RAV – Q.x 
= ½.Q.L – Q.x = Q (½.L-x) 
x = 0 SF = ½.Q.L 
x =½.L SF = 0 
x = L SF = -½.Q.L 
½.Q.L 
-½.Q.L 
A 
B 
(+) 
⅛.Q.L2 
BMD 
BM x = RAV.x – Rx. ½.x 
= RAV.x –Q.x.½.x 
= ½.Q.L .x –½.Q.x2 
= ½.Q (L .x –x2) 
x = 0 BM = 0 
x =½.L BM = ⅛.Q.L2 
x = L BM = 0 
Shearing Force Diagram (SFD) 
Bending Momen Diagram (BMD)
Soal 7 : simple beam dengan beban merata dan beban titik 
Diketahui balok sederhana dengan tumpuan sendi-rol seperti pada gambar 
dibawah. Hitunglah reaksi tumpuan, gambarkan Free Body Diagram (FBD), Shearing 
Force Diagram (SFD), Bending Momen Diagram (BMD) dan Normal Forced Diagram 
(NFD) 
A B 
C D 
RAV RBV 
Penyelesaian : 
2 m 
5 Tm 
R 
4 m 
4 T 
2 m
Soal 8 : simple beam dengan beban trapesium 
Diketahui balok sederhana dengan tumpuan sendi-rol seperti pada gambar 
dibawah. Hitunglah reaksi tumpuan, gambarkan Shearing Force Diagram (SFD), 
Bending Momen Diagram (BMD) 
Penyelesaian : 
Qx 
x 
Rx ѿ.L 
L 
A 
Q Tm 
B 
5 Tm 
R 
RAV RBV 
R = ½.Q.L 
ΣMB = 0 
RAV.L – R.ѿL = 0 
RAV = 1/6.Q.L 
ΣMA = 0 
RBV.L – R.ҀL = 0 
RBV = ѿ.Q.L
SFD 
SF x = RAV – R.x 
= 1/6.Q.L – (x/L)2 (R) 
= 1/6.Q.L - (x/L)2 (Q.L/2) 
= 1/6.Q.L (L2 -3x2) 
(fungsi kuadrat) 0,577 L 
Shearing Force Diagram (SFD) 
( + ) 
( + ) 
( - ) 
Letak SF = 0 
Q/6L (L2 -3x2) = 0 
x = 0,577L 
BMD 
Mx = RAV.x – Rx.ѿx 
= (1/6.Q.L)x – {(Qx2)/2L}. ѿx 
= QLx/6 – Qx3/6L 
= Q/6L {xL2 – x3) 
Dimana x = 0,577 L 
Mx = 0,064 QL2 
0,064 Q L2 
Bending Momen Diagram (BMD) 
QL/3 
QL/6
Soal 9 : Balok Kantilever dengan beban terpusat 
L 
P 
A 
Ma 
ΣMA = 0 
Ma + P.L = 0 
Ma = -P.L 
RAV ΣV = 0 
RAV – P = 0 
RAV = P 
BMD 
Mx = -P. x 
x = 0 Mx = 0 
x = L Mx = -P.L 
x 
(+) 
Shearing Force Diagram (SFD) 
(-) 
Bending Momen Diagram (BMD) 
P 
P.L
Soal 10 : Balok Kantilever dengan beban merata 
L 
Q 
A 
RAV = Q.L 
BMA = -½.Q.L2 
SFx = Q.x 
BMx = -½.Q.L2 
RAV 
x 
(+) 
Shearing Force Diagram (SFD) 
Bending Momen Diagram (BMD) 
Q.L 
½Q.L2 
(-) 
BMx = -½.Q.L2
Soal 10 : Portal dengan beban merata dan beban titik 
Hitunglah reaksi tumpuan, gambarkan Free Body Diagram (FBD), Shearing Force 
Diagram (SFD), Bending Momen Diagram (BMD) dan Normal Forced Diagram (NFD) 
pada gambar dibawah ini. 
2 T C 
A 
2 m 
B 
8 m 
RBV 
RAV 
RAH 
2 Tm 
D E 
Penyelesaian : 
2 m 
2 m
ΣH = 0 
RAH + 2 = 0 
RAH = -2 T ( ) 
ΣMB = 0 
RAV.8 + 2.4 – 2.2 – 2.10.5 = 0 
RAV = 12 T 
ΣMA = 0 
-RBV.8 + 2.4 + 2.10.3 = 0 
RBV = 8 T 
12 T 
2 T 
0 T 
2 T 
12 T 
4 T 8 T 8 T 
Free Body Diagram (FBD)
8 T 
2 T 
-8 T 
-4 T 
(+) 
(+) 
( - ) F 
( - ) 
Shearing Force Diagram (SFD) 
( - ) 
12 T 
Normal Force Diagram (NFD) 
SFD 
SF AC = 2 T 
SF CE = 2 – 2 = 0 T 
SF DE = -2.x 
x = 0 SF = 0 T 
x = 2 SF = -4 T 
SF EB = -2.x + 12 
x = 2 SF = 8 T 
x = 10 SF = -8 T 
SF = 0 x = 6 m 
NFD 
NFD AC = -12 T
-4 Tm 
(-) 
(+) 
(+) 
4 Tm 16 Tm 
Bending Momen Diagram (BMD) 
BMD 
MC = 2.2 = 4 Tm 
ME1 = 4 + 0 = 4 Tm 
ME2 = -2.2.1 = -4 Tm 
ME3 = 4 – 4 = 0 Tm 
MF = 0 + ½.4.8 = 16 Tm 
MB = 16 - ½.4.8 = 0 T

2 struktur-statis-tertentu2-libre

  • 1.
    MEKANIKA STRUKTUR I STRUKTUR STATIS TERTENTU Soelarso.ST.,M.Eng JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
  • 2.
    PENDAHULUAN Struktur StatisTertentu Suatu struktur disebut sebagai struktur statis tertentu, jika gaya-gaya eksternal dan internal akibat beban-beban yg bekerja dapat dihitung seluruhnya dengan persamaan keseimbangan berikut ini: Untuk kasus bidang 2 dimensi (2D): ΣH = 0 jumlah gaya-gaya horisontal pada seluruh sistem adalah nol ΣV = 0 jumlah gaya-gaya vertikal pada seluruh sistem adalah nol ΣM = 0 jumlah momen pada setiap titik di dalam struktur adalah nol. Syarat keseimbangan ada 3 persamaan maka pada konstruksi statis tertentu yang harus bisa diselesaikan dengan syarat-syarat keseimbangan, jumlah bilangan yang tidak diketahui dalam persamaan tersebut adalah 3 buah. Jika dalam menyelesaikan suatu konstruksi tahap awal yang harus dicari adalah reaksi perletakan, maka jumlah reaksi yang tidak diketahui maksimum 3.
  • 3.
    Contoh 1 Balokdiatas dua perletakan dengan beban P. A = Sendi 2 reaksi yang tidak diketahui (RAV dan RAH adalah reaksi vertikal dan horizontal di A) B = Rol 1 reaksi yang tidak diketahui (RBV adalah reaksi vertikal di B) P RAH A B RAV RBV Jumlah reaksi yang tidak diketahui adalah 3 maka konstruksi tersebut adalah konstruksi statis tertentu
  • 4.
    P RAH A RAV Contoh 2 Konstruksi kantilever seperti gambar disamping dengan tumpuan di A adalah jepit A = jepit dengan 3 reaksi yang tidak diketahui (RAV = reaksi vertikal di A, RAH = reaksi horizontoal di A, M = momen di A) M Jumlah reaksi yang tidak diketahui ada 3 buah maka konstruksi tersebut adalah statis tertentu
  • 5.
    Contoh 3 Balokdiatas dua perletakan dengan beban P. A = Sendi 2 reaksi yang tidak diketahui (RAV dan RAH adalah reaksi vertikal dan horizontal di A) B = Sendi 2 reaksi yang tidak diketahui (RBV dan RBH adalah reaksi vertikal dan horizontal di B) P RAH A B RAV RBV Jumlah reaksi yang tidak diketahu adalah 4 maka konstruksi tersebut adalah konstruksi statis tak tertentu RBH
  • 6.
    GAYA-GAYA DALAM Bangunanteknik sipil yang umumnya terdiri dari struktur beton, baja, kayu yang dalam pembuatan struktur-struktur tersebut perlu diketahui ukuran/dimensi dari tiap-tiap elemen struktur (balok, kolom, pelat). Untuk menentukan dimensi dari elemen struktur tersebut, memerlukan gaya-gaya dalam. P1 A B L1 Gambar A L2 B P2 Gambar B Struktur pada gambar A dan Gambar B disamping dengan beban P dan Bentang (L) yang berbeda, akan mengalami/mempunyai gaya-gaya dalam yang berbeda pula . Sehingga dimensi dari struktur akan berbeda pula.
  • 7.
    MACAM-MACAM GAYA DALAM Suatu balok terletak pada 2 perletakan dengan beban seperti pada gambar, maka balok tersebut akan menderita beberapa gaya dalam yaitu : 1. Balok menderita beban lentur yang menyebabkan balok tersebut melentur. Gaya dalam yang menyebabkan lenturan tersebut disebut momen (M) 2. Balok tersebut menderita gaya tekan karena adanya beban P dari kiri dan kanan. Balok yang menerima gaya yang searah dengan sumbu batang, maka akan menerima beban gaya dalam yang disebut Normal (N) 3. Balok tersebut menderita gaya lintang, akibat adanya reaksi perletakan atau gaya-gaya yang tegak lurus ( ) sumbu batang, maka balok tersebut menerima gaya dalam yang disebut gaya lintang (D) P P1 P A B RA RB
  • 8.
    PERJANJIAN TANDA -- - - - - - - - - - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - - - - - - - - - - - + Tanda momen positif (+) Tanda momen negatif (-)
  • 9.
    P P P P Tanda gaya lintang positif (+) Tanda gaya lintang negatif (-) P P P P Tanda gaya normal positif (+) Tanda gaya normal negatif (-)
  • 10.
    Soal 0 :Balok Sederhana (simple beam) Diketahui balok sederhana dengan tumpuan sendi-rol seperti pada gambar dibawah. Hitunglah reaksi tumpuan, gambarkan Free Body Diagram (FBD), Shearing Force Diagram (SFD), Bending Momen Diagram (BMD) dan Normal Forced Diagram (NFD) P (KN) ½L ½L A B L RAV RBV Penyelesaian : ΣMA = 0 - RBV.L + P. ½.L = 0 RBV = ½P ΣMB = 0 RAV.L - P. ½.L = 0 RAV = ½P C
  • 11.
    ΣV = 0 RAV + RBV – P = 0 Oke Gaya Lintang untuk menggambar SFD SFA = RAV = ½P KN SFC = ½P – P = -½P KN SFB = ½P KN Bending Momen Diagram MA = 0 KNm MC = RAV. ½L = ½P. ½L = ¼.P.L KNm MB = 0 KNm Shearing Force Diagram (SFD) (+) ½ P Catatan : Normal Forced Diagram (NFD) tidak dihitung karena tidak adanya beban yang searah sumbu batang ½ P (+) (-) 1/4 P.L
  • 12.
    Soal 1 :Balok Sederhana (simple beam) Diketahui balok sederhana dengan tumpuan sendi-rol seperti pada gambar dibawah. Hitunglah reaksi tumpuan, gambarkan Free Body Diagram (FBD), Shearing Force Diagram (SFD), Bending Momen Diagram (BMD) dan Normal Forced Diagram (NFD) C A B Penyelesaian : P = 5 KN 2,5 m 2,5 m 5 m Untuk menyelesaikan soal ini, pertama tama carilah reaksi di kedua tumpuan balok tersebut yaitu gaya vertikal keatas karena adanya beban ke arah bawah.
  • 13.
    ΣMA = 0 - RBV.5 + 5.2,5 = 0 - 5.RBV = - 12,5 RBV = 2,5 KN ΣMB = 0 RAV.5 - 5.2,5 = 0 5.RAV = 12,5 RAV = 2,5 KN P = 5 KN A B RA = 2,5 KN RB = 2,5 KN 2,5 (+) (-) ΣV = 0 2,5 – 5 + 2,5 = 0 Oke 2,5 5 Gaya Lintang untuk menggambar SFD SFA = RAV = 2,5 KN SFC ki = SFA = 2,5 KN SFC ka = 2,5 – 5 = -2,5 KN SFB = -2,5 KN Free Body Diagram (FBD) Shearing Force Diagram (SFD)
  • 14.
    5 X X-2,5 Daerah I Daerah II 2,5 2,5 Daerah I MX = RAV . X = 2,5 . X (Fungsi x berpangkat satu) Linear X = 0 MX = 0 KNm X = 2,5 MX = 6,25 KNm Daerah II MX = RAV . X – 5 (x-2,5) X = 2,5 MX = 6,25 KNm X = 5 MX = 0 KNm (+) 6,25 Bending Momen Diagram (BMD) Catatan : Normal Forced Diagram (NFD) tidak dihitung karena tidak adanya beban yang searah sumbu batang
  • 15.
    Soal 2 :Balok Sederhana (simple beam) Diketahui balok sederhana dengan tumpuan sendi-rol seperti pada gambar dibawah. Hitunglah reaksi tumpuan, gambarkan Free Body Diagram (FBD), Shearing Force Diagram (SFD), Bending Momen Diagram (BMD) dan Normal Forced Diagram (NFD) 4 Ton 10 Ton 6 Ton 2 m 2 m 2 m 8 m 2 m A B Penyelesaian : ΣMA = 0 - RBV.8 + 10.6 + 6.4 + 4.2 = 0 -8.RBV = -92 RBV = 11,5 Ton
  • 16.
    ΣMB = 0 RAV.8 - 4.6 - 6.4 - 10.2 = 0 8.RAV = 68 RAV = 8,5 Ton ΣV = 0 11,5 - 4 - 6 -10 + 8,5 = 0 Oke 4 Ton 6 Ton 10 Ton C D E RA = 8,5 KN RB = 11,5 KN Free Body Diagram (FBD) Gaya Lintang untuk menggambar SFD SF AC = RAV = 8,5 Ton SF CD = 8,5-4 = 4,5 Ton SF DE = 4,5 – 6 = -1,5 Ton SF EB = -1,5-10 = -11,5 Ton A B 8,5 (+) (-) 4,5 1,5 11,5 Shearing Force Diagram (SFD)
  • 17.
    BMD MA =0 Tm MC = 8,5.2 = 17 Tm MD = 8,5.4 – 4.2 = 26 Tm ME = 8,5.6 – 4.4 – 6.2 = 23 Tm MB = 0 Tm 4 Ton 6 Ton 10 Ton (+) 17 23 26 Bending Momen Diagram (BMD)
  • 18.
    Soal 3 :Balok Sederhana (simple beam) P = 20 T A C B 3 m 5 m 4 3 RAV RBV RAH Hitunglah reaksi tumpuan, gambarkan Free Body Diagram (FBD), Shearing Force Diagram (SFD), Bending Momen Diagram (BMD) dan Normal Forced Diagram (NFD) Penyelesaian : 4 3 5 20 T 4/5 20 = 16 T 3/5 20 = 12 T
  • 19.
    ΣH = 0 RAH + 12 = 0 RAH = -12 T ( ) ΣMB = 0 RAV.8 – 16.5 = 0 8.RAV = 80 RAV = 10 Ton P = 20 T A 4 C B 3 Free Body Diagram (FBD) 10 T 6 T 12 T ΣMA = 0 RBV.8 – 16.3 = 0 8.RBV = 48 RBV = 6 Ton 10 T (+) (-) 6 T Shearing Force Diagram (SFD) 12 T (+) Normal Force Diagram (NFD) (+) Bending Momen Diagram (BMD) BMD Mc = RAV.3 = 10.3 = 30 Tm 30 Tm
  • 20.
    Soal 4 :Balok Sederhana (simple beam) P = 16 T P = 5 T 4 A C B 3 m 3 m RAV RBV RAH Hitunglah reaksi tumpuan, gambarkan Free Body Diagram (FBD), Shearing Force Diagram (SFD), Bending Momen Diagram (BMD) dan Normal Forced Diagram (NFD) Penyelesaian : 4 3 5 5 T 4/5 5= 4 T 3/5 5 = 3 T 3 2 m D
  • 21.
    ΣH = 0 RAH - 3 = 0 RAH = 3 T ( ) ΣMB = 0 RAV.8 – 16.5 – 4.3 = 0 8.RAV = 92 RAV = 11,5 Ton A P = 16 T P = 4 T C B D Free Body Diagram (FBD) 11,5 T 6 T 3 T ΣMA = 0 RBV.8 – 16.3 -4.5 = 0 8.RBV = 68 RBV = 6 Ton 11,5 T (+) 8,5 T Shearing Force Diagram (SFD) SFD SF AB = 11,5 T F BC = 11,5 – 16 = -4,5 T SF CD = -4,5 – 4 = -8,5 T (-) (-) 4,5 T
  • 22.
    (-) Normal ForceDiagram (NFD) 25,5 Tm Bending Momen Diagram (BMD) 3 T (-) 34,5 Tm NFD NF AC = -3 T NF CD = -3 +3 = 0 BMD BM B = 11,5.3 = 34,5 T BM C = 34,5 – 4,5.2 = 25,5 T
  • 23.
    Soal 5 :Balok Sederhana (simple beam) Balok sederhana dengan tumpuan sendi-rol seperti pada gambar dibawah. Hitunglah reaksi tumpuan, gambarkan Shearing Force Diagram (SFD), Bending Momen Diagram (BMD) A B Penyelesaian : 4 m 16 Tm 4 m C RAV RBV ΣMB = 0 RAV.8 + 16 = 0 RAV = 2 T ( ) ΣMA = 0 RBV.8 – 16 = 0 RBV = 2 T ( ) SFD SF AB = -2 T BMD BM Cki = -2.4 = -8 Tm BM Cka = -8 + 18 = 8 Tm ( - ) Shearing Force Diagram (SFD) ( - ) ( + ) 2 T 8 Tm 8 Tm Bending Momen Diagram (BMD)
  • 24.
    Soal 6 :Balok Sederhana (simple beam) dengan beban merata Diketahui balok sederhana dengan tumpuan sendi-rol seperti pada gambar dibawah. Hitunglah reaksi tumpuan, gambarkan Free Body Diagram (FBD), Shearing Force Diagram (SFD), Bending Momen Diagram (BMD) dan Normal Forced Diagram (NFD) A B Penyelesaian : L/2 Q (Tm) L/2 Rx R x RAV RBV ΣMB = 0 RAV.L – R.½L = 0 RAV.L – Q.L. .½L = 0 RAV = ½.Q.L RBV = ½.Q.L
  • 25.
    L/2 A B L/2 (+) (-) SFD SF x = RAV – Q.x = ½.Q.L – Q.x = Q (½.L-x) x = 0 SF = ½.Q.L x =½.L SF = 0 x = L SF = -½.Q.L ½.Q.L -½.Q.L A B (+) ⅛.Q.L2 BMD BM x = RAV.x – Rx. ½.x = RAV.x –Q.x.½.x = ½.Q.L .x –½.Q.x2 = ½.Q (L .x –x2) x = 0 BM = 0 x =½.L BM = ⅛.Q.L2 x = L BM = 0 Shearing Force Diagram (SFD) Bending Momen Diagram (BMD)
  • 26.
    Soal 7 :simple beam dengan beban merata dan beban titik Diketahui balok sederhana dengan tumpuan sendi-rol seperti pada gambar dibawah. Hitunglah reaksi tumpuan, gambarkan Free Body Diagram (FBD), Shearing Force Diagram (SFD), Bending Momen Diagram (BMD) dan Normal Forced Diagram (NFD) A B C D RAV RBV Penyelesaian : 2 m 5 Tm R 4 m 4 T 2 m
  • 28.
    Soal 8 :simple beam dengan beban trapesium Diketahui balok sederhana dengan tumpuan sendi-rol seperti pada gambar dibawah. Hitunglah reaksi tumpuan, gambarkan Shearing Force Diagram (SFD), Bending Momen Diagram (BMD) Penyelesaian : Qx x Rx ѿ.L L A Q Tm B 5 Tm R RAV RBV R = ½.Q.L ΣMB = 0 RAV.L – R.ѿL = 0 RAV = 1/6.Q.L ΣMA = 0 RBV.L – R.ҀL = 0 RBV = ѿ.Q.L
  • 29.
    SFD SF x= RAV – R.x = 1/6.Q.L – (x/L)2 (R) = 1/6.Q.L - (x/L)2 (Q.L/2) = 1/6.Q.L (L2 -3x2) (fungsi kuadrat) 0,577 L Shearing Force Diagram (SFD) ( + ) ( + ) ( - ) Letak SF = 0 Q/6L (L2 -3x2) = 0 x = 0,577L BMD Mx = RAV.x – Rx.ѿx = (1/6.Q.L)x – {(Qx2)/2L}. ѿx = QLx/6 – Qx3/6L = Q/6L {xL2 – x3) Dimana x = 0,577 L Mx = 0,064 QL2 0,064 Q L2 Bending Momen Diagram (BMD) QL/3 QL/6
  • 30.
    Soal 9 :Balok Kantilever dengan beban terpusat L P A Ma ΣMA = 0 Ma + P.L = 0 Ma = -P.L RAV ΣV = 0 RAV – P = 0 RAV = P BMD Mx = -P. x x = 0 Mx = 0 x = L Mx = -P.L x (+) Shearing Force Diagram (SFD) (-) Bending Momen Diagram (BMD) P P.L
  • 31.
    Soal 10 :Balok Kantilever dengan beban merata L Q A RAV = Q.L BMA = -½.Q.L2 SFx = Q.x BMx = -½.Q.L2 RAV x (+) Shearing Force Diagram (SFD) Bending Momen Diagram (BMD) Q.L ½Q.L2 (-) BMx = -½.Q.L2
  • 32.
    Soal 10 :Portal dengan beban merata dan beban titik Hitunglah reaksi tumpuan, gambarkan Free Body Diagram (FBD), Shearing Force Diagram (SFD), Bending Momen Diagram (BMD) dan Normal Forced Diagram (NFD) pada gambar dibawah ini. 2 T C A 2 m B 8 m RBV RAV RAH 2 Tm D E Penyelesaian : 2 m 2 m
  • 33.
    ΣH = 0 RAH + 2 = 0 RAH = -2 T ( ) ΣMB = 0 RAV.8 + 2.4 – 2.2 – 2.10.5 = 0 RAV = 12 T ΣMA = 0 -RBV.8 + 2.4 + 2.10.3 = 0 RBV = 8 T 12 T 2 T 0 T 2 T 12 T 4 T 8 T 8 T Free Body Diagram (FBD)
  • 34.
    8 T 2T -8 T -4 T (+) (+) ( - ) F ( - ) Shearing Force Diagram (SFD) ( - ) 12 T Normal Force Diagram (NFD) SFD SF AC = 2 T SF CE = 2 – 2 = 0 T SF DE = -2.x x = 0 SF = 0 T x = 2 SF = -4 T SF EB = -2.x + 12 x = 2 SF = 8 T x = 10 SF = -8 T SF = 0 x = 6 m NFD NFD AC = -12 T
  • 35.
    -4 Tm (-) (+) (+) 4 Tm 16 Tm Bending Momen Diagram (BMD) BMD MC = 2.2 = 4 Tm ME1 = 4 + 0 = 4 Tm ME2 = -2.2.1 = -4 Tm ME3 = 4 – 4 = 0 Tm MF = 0 + ½.4.8 = 16 Tm MB = 16 - ½.4.8 = 0 T