PILAR
PILAR
GPIB
TOT Unit Misioner GPIB
Pdt. Adriano Wangkay & Pdt. Jeffrey Sompotan
Pasir Mukti, 17-18 November 2017
 Sejarah GPIB
 Pemahaman Iman GPIB
 PKUPPG
 Tata Gereja
 Grand Design
• PENDAHULUAN.
• MAKSUD DAN TUJUAN
• SEJARAH GPIB
• PEMAHAMAN IMAN GPIB
• PKUPPG GPIB
• TATA GEREJA GPIB
• GRAND DESIGN GPIB
• TAYANGAN VIDEO INSPIRATIF
Isi Materi
Maksud
1) Memahami dan mengerti
hakekat dan fungsi pilar – pilar GPIB
2) Melihat Pilar – pilar GPIB
dalam perspektif Unit Misioner.
3) Menjadikan Pilar – pilar GPIB
sebagai landasan untuk menyusun,
merencanakan, melaksanakan
dan mengevaluasi kegiatan pelayanan
Unit Misioner.
Tujuan
Setiap
Fungsionaris
Unit-Unit
Misioner
Memiliki persepsi/cara
pandang yang sama terkait
tugas dan tanggung
jawabnya dan bagaimana
berkoordinasi dengan
Majelis Jemaat di masing-
masing Jemaatnya.
Pemahaman
Iman
PKUPPG
PKA
Sejarah
GPIB
Tata
Gereja
Grand
Design
SEJARAH GPIB
Sejarah GPIB
Tahun
1948-1972 KONSOLIDASI
Tahun
1972-1986
Tahun
1986-2017
PEMBANGUNAN
MISIONER
Sejarah GPIB (Konsolidasi)
Tahun
1948-1972
 31 Oktober 1948, dalam Sidang
Sinode Am III GPI ( Proto
Sinode ), di Gereja Imanuel –
Gambir, didirikan Gereja yang
keempat dari GPI, yakni GPIB.
Sebelumnya, tahun 1934
GMIM, 1935 GPM dan 1947
GMIT.
 Saat GPIB berdiri, terdapat 53
Jemaat mandiri yang tersebar
di 7 klasis wilayah Indonesia.
Sejarah GPIB (Konsolidasi)
Tahun
1948-1972
 Pelkat (Bidang Pelayanan Khusus)
baru ada tiga ;
 Gerakan Pemuda,
 SMKR,
 Kaum Ibu.
Masing – masing berdiri sendiri dan
menyebar di berbagai daerah
Indonesia khususnya Jawa.
 Ciri pelayanan yang bersifat apostolat
(pemeliharaan umat) mewarnai
pelayanan GPIB, pergerakkan misi
belum memperoleh bentuk yang
sistematis, terencana serta
berkesinambungan.
Sejarah GPIB (Pembangunan)
Tahun
1972-1986
 Persidangan Sinode Istimewa I tahun
1972 di Effatha Jakarta menghasilkan
Tata Gereja hasil perelevansian Tata
Gereja dan Ordinansi Tahun 1962
 Misi Gereja dirumuskan dalam Garis-
garis Besar Haluan Gereja ( 1978 )
sebagai bentuk penjabaran tugas
panggilan dan pengutusan Gereja.
 Pekabaran Injil, berubah menjadi
Pelayanan – Kesaksian berdasarkan
konsultasi teologi tentang misi di
Lampung Tahun 1970.
Sejarah GPIB (Pembangunan)
Tahun
1972-1986
 Komisi dan Departemen serta Bidang
Pelayanan Khusus terintegrasi dalam struktur
Majelis Sinode dan Majelis Jemaat untuk
mewujudkan misi.
 Badan Pelaksana pada lingkup Majelis
Sinode, terdiri dari 8 Komisi, yakni :
1). Tata Gereja,
2 ). Liturgi,
3). Pekabaran Injil,
4). Keesaan,
5). Gereja dan Masyarakat,
6). Penelitan dan Perencanaan,
7). Pendidikan,
8). Diakoni (Dan 1 Departemen, yakni:
Finek dan Pembangunan).
Sejarah GPIB (Misioner)
Tahun
1986-2017
Tahun 2005, GBKUPPG berubah menjadi
PKUPPG dengan fokus pada sasaran dan
strategi yang mencakup 3 fungsi Utama Gereja
(Persekutuan, Pelayanan, Kesaksian serta 4
fungsi Penunjangnya, yakni: SDI, Dana, Fasilitas
dan Sistem Informasi. Secara programatis,
ketujuh fungsi Gereja ini dijabarkan ke dalam
enam bidang, masing – masing:
1). TEOLOGI. 4. P. PSDI – PPK
2). PELKES. 5. P E G.
3). GERMASA. 6. INFORKOM.
Sejarah GPIB (Misioner)
Tahun
1986-2017
Dengan pentahapan KUPG Jangka Panjang 20
tahun pertama ( 1986 – 2006 ) dan Kedua (2006-
2026 ) yang dijabarkan lagi ke dalam KUPG
Jangka Pendek 5 Tahunan serta Program Kerja
dan Anggaran Tahunan.
Bidang Pelayanan Kategorial (BPK ) berubah
menjadi Pelayanan Kategorial (2005 ) dengan
penekanan pada Peningkatan Peran keluarga
( PPK ), yakni : PA, PT, GP, PKP ( berubah dari
PW tahun 2010 ), PKB dan tahun 2010 masuk
wadah PKLU.
Semua pergerakan misi dilandasi tema sentral
20 tahun, 5 Tahunan dan Tahunan.
SEKILAS SEJARAH UNIT MISIONER
GP
15 JUL ‘50
(SETIA & BERANI)
PKB
11 JUL ’81
(TANGGUH & LUWES)
G P I B
31 OKT ‘48
PA
6 SEP ’59
(MUDA BELIA)
PKP
18 FEB ’65
(ANGGUN)
PKLU
12 OKT
2010
(SEGAR & HIJAU)
1966 : Badan Pelaksana Sinodal GPIB
8 Komisi : 1 Departemen :
1). Tata Gereja Finek / Pembangunan
2). Liturgi.
3). Pekabaran Injil.
4). Keesaan
5). Gereja & Masyarakat.
6). Peneltian & Perencanaan.
7). Pendidikan.
8). Diakonia
Bidang Pelayanan Khusus :
1. Gerakan Pemuda ( GP )
2. Sekolah Minggu Kebaktian Remaja
(SMKR),
menjadi Kebaktian Anak / Kebaktian
Remaja ( KA KR )
3. Kaum Ibu menjadi Persatuan Wanita
( PW )
Bidang Pelayanan Kategorial :
1. Pelayanan Anak
2. Persekutuan Teruna
3. Gerakan Pemuda ( GP )
4. Persatuan Wanita ( PW )
5. Persekutuan Kaum Bapak ( PKB )
6. Persekutuan Kaum Lanjut Usia ( PKLU )
PEMAHAMAN IMAN GPIB
Pemahaman Iman GPIB
1. Dalam dirinya warga gereja
dapat mengenal siapa
dirinya dan apa yang
dipercayai dan apa yang
harus dilakukan.
2. Juga menjelaskan kepada
dunia siapa dia, apa yang
dipercayai dan diakui.
Kegunaannya
Pemahaman Iman GPIB
1. Dalam dirinya warga gereja
dapat mengenal siapa
dirinya dan apa yang
dipercayai dan apa yang
harus dilakukan.
2. Juga menjelaskan kepada
dunia siapa dia, apa yang
dipercayai dan diakui.
Kegunaannya
Pemahaman Iman GPIB
Lokal dan temporer serta
mengikat, berlaku dalam
ruang lingkup GPIB dan bisa
berubah berdasarkan
kesepakatan yang dilahirkan
dalam Persidangan Sinode
GPIB ( lima tahunan ).
Karena itu wajib ditaati dan
diberlakukan secara baik,
benar dan konsisten.
Sifatnya
Keselamatan
Gereja Manusia Alam & SD Bangsa & Neg Masa Depan
Firman Allah
BAPA
Pengakuan : Allah ANAK
ROH
KESELAMATAN
GEREJA
MANUSIA
Memahami : ALAM SUMBER DAYA
NEGARA & BANGSA
MASA DEPAN
FIRMAN ALLAH
PENGAKUAN IMAN PEMAHAMAN IMAN
Bersifat tetap / tidak berubah Bersifat tidak tetap / berubah
PENJABARAN
PEMAHAMAN IMAN GPIB
MISIOLOGI = PKUPPG
TEOLOGI = PEMAHAMAN IMAN
EKKLESIOLOGI = TAGER / AKTA
PROGRAM KERJA
TEMA DAN SUB TEMA
PERANGKAT PPMJ
KONSEPSI OPERASIONAL
PENJABARAN
PEMAHAMAN IMAN GPIB
Bidang : T E O L O G I
Visi dan Misi
Tema & Sub Tema
Ibadah & Musik Gereja
Kurikulum Katekisasi
Kurikulum Pelkat PA, PT
OPERASIONAL
PENJABARAN
PEMAHAMAN IMAN GPIB
Misiologi = PKUPPG
Program Jangka panjang ( 20 Tahun )
Jangka Pendek ( Lima Tahun )
Satu Tahunan ( penjabaran lima tahun )
OPERASIONAL
PENJABARAN
PEMAHAMAN IMAN GPIB
Ekklesiologi
TATA GEREJA :
Tata Dasar,
3 Peraturan Pokok,
15 Peraturan,
PPMS – PPMJ
OPERASIONAL
AKTA GEREJA :
Keluarga,
HAM, Gereja,
Bangsa & Negara,
Gereja & Masyarakat
PENJABARAN
PEMAHAMAN IMAN GPIB
Ekklesiologi
TATA GEREJA :
Peraturan No. 3
&
Peraturan No. 15
OPERASIONAL
PKUPPG
M I S I G P I B
1. MENJADI GEREJA YANG TERUS
MENERUS DIPERBAHARUI
DENGAN BERTOLAK DARI FIRMAN
ALLAH,
YANG TERWUJUD DALAM PERILAKU
KEHIDUPAN WARGA GEREJA,
BAIK DALAM PERSEKUTUAN,
MAUPUN DALAM HIDUP
BERMASYARAKAT.
M I S I G P I B
2. MENJADI GEREJA YANG HADIR
SEBAGAI CONTOH KEHIDUPAN,
YANG TERWUJUD MELALUI INISIATIF
DAN PARTISIPASI DALAM
KESETIAKAWANAN SOSIAL SERTA
KERUKUNAN DALAM MASYARAKAT,
DENGAN BERBASIS PADA PERILAKU
KEHIDUPAN KELUARGA YANG KUAT
DAN SEJAHTERA.
M I S I G P I B
3. MENJADI GEREJA YANG
MEMBANGUN KEUTUHAN CIPTAAN
YANG TERWUJUD MELALUI
PERHATIAN TERHADAP
LINGKUNGAN HIDUP,
SEMANGAT KEESAAN DAN
SEMANGAT PERSATUAN DAN
KESATUAN WARGA GEREJA
SEBAGAI WARGA MASYARAKAT.
KUPPG JANGKA PANJANG 20 TAHUN – II
( 2006 – 2026 )
Tema:
YESUS KRISTUS SUMBER DAMAI SEJAHTERA
(YOHANES 14:27)
KUPPG JANGKA PENDEK 5 TAHUN – III
( 2016 – 2021 )
Tema:
MENGEMBANGKAN SUMBER DAYA GEREJA
UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN DAN KESAKSIAN
YANG MENDATANGKAN DAMAI SEJAHTERA
DITENGAH DAN BERSAMA MASYARAKAT
(LUKAS 1:79)
T A T A K A L A
KUPPG JANGKA PENDEK III TAHUN 2016 – 2021
Uraian
Kegiatan
2016 – 2017
( 1 )
2017 – 2018
( 2 )
2018 – 2019
( 3 )
2019 – 2020
( 4 )
2020 – 2021
( 5 )
Tema
Tahunan
Memberdaya
kan sumber
daya insani
demi
mensejahter
akan
persekutuan,
pelayanan
dan
kesaksian
( Yes. 42:6–7)
Mengkaryakan
pelayanan dan
kesaksian
dengan
mewujudkan
kebebasan,
keadilan,
kebenaran dan
kesejahteraan
bagi sesama
dan alam
semesta
( Luk. 4 : 18, 19 )
Membang
un
spiritualai
tas damai
yang
mencipta
kan
pendamai
( Yak. 3 : 13-18 )
Membangun
masyarakat
sejahtera
demi
kesejahtera
an umat
dan
kekuatan
bangsa
( Yer. 29 : 7 )
Menguatka
n tatanan
bergereja
agar
mendatang
kan berkat
bagi masa
depan umat
dan
masyarakat
( Ibr. 11 : 8-10 )
Bidang
Prioritas
Teologi,
PPSDI – PPK
Pelkes,
PEG
Teologi,
Inforkom
Germasa P E G
Persekutuan
Pelayanan S D I Fasilitas
Kesaksian D a n a Sistem
Informasi
TATA GEREJA
Tata Gereja
1) Tata Gereja adalah sejumlah aturan
yang memuat kesepakatan bersama
tentang cara-cara penyelenggaraan hidup
bergereja dan berjemaat.
2) Segala sesuatu yang dituangkan dalam
Tata Gereja harus dilandasi oleh Alkitab
dan pandangan teologis Gereja, dalam hal
ini Pemahaman Iman GPIB.
3) Dalam pemberlakuannya Tata Gereja
dijiwai juga oleh semangat untuk hidup
dalam ketaatan kepada Tuhan karena
Firman-Nyalah yang melandasi Tata
Gereja dimaksud.
Pengertian
Tata Gereja
1)Memelihara kehidupan
warga Gereja sesuai dengan
kehendak Allah yang
terdapat juga di dalam kitab
suci Perjanjian Lama dan
Perjanjian Baru.
2)Menata dan mengatur
seluruh fungsi warga gereja
dalam persekutuan yang
melayani dan bersaksi.
Tujuan
Pengadaan
Tata Gereja
3) Membanagun spiritualitas
warga dan presbiter secara
baik dan benar berdasarkan
kesaksian kitab suci/Alkitab,
sehingga tiap–tiap warga
Gereja dapat melaksanakan
misi Kriatus dalam
kehidupan pribadi dan
keluarga ditengah
masyarakat Indonesia yang
sedang membangun.
Tujuan
Pengadaan
Tata Gereja
4) Menjamin keharmonisan
dalam hal bekerja sama,
berinteraksi dan beraksi,
bersinergi sesuai dengan
tata kerja yang ditetapkan
dalam persidangan
Jemaat – jemaat yang
disebut juga Persidangan
Sinode.
Tujuan
Pengadaan
Tata Gereja
5) Menjamin pemberdayaan
sumber daya gereja agar
dapat menunjang dan
mendukung pelaksanaan
dan penyelenggaraan Misi
Kristus (Lat. Missio Christi)
di dalam pekerjaan Gereja
sesuai dengan visi yang
telah ditetapkan dan
diputuskan dalam tiap
Persidangan Sinode dan
Sidang Majelis Jemaat.
Tujuan
Pengadaan
Tata Gereja
6) Menjaga kemurnian
Pemberitaan dan Pengajaran
Gereja sesuai dengan Injil
Kristus dan pengajaran para
rasul.
7) Menjaga tertib hidup kudus
dari seluruh presbiter dan
fungsionaris pelayanan
serta warga gereja sebagai
orang Kristen yang telah
diselamatkan Allah melalui
Kristus Yesus.
Tujuan
Pengadaan
Tata Gereja
8) Melakukan dan
mengadakan
penggembalaan terhadap
presbiter dan warga
gereja dalam berbagai
situasi-kondisi sulit yang
dihadapinya.
Tujuan
Pengadaan
TATA DASAR
PERATURAN POKOK
PERATURAN – PERATURAN
TATA DASAR PERATURAN POKOK I, II, III PERATURAN 1 s/d 15
19 Aturan = 276 Pasal, 1.090 Ayat
GRAND DESIGN PPSDI
Grand Desain PPSDI
Kompetensi
Fundamental
1). Spiritualitas
2). Penuh pertimbangan
3). Pantang menyerah
4). Menguasai diri
5). Mengasihi sesama
6). Dapat diandalkan
7). Senantiasa mengucap syukur
8). Bertindak sebagai
pendorong
9). Menghormati pimpinan
Kemampuan untuk
melaksanakan:
a). Persekutuan
b). Pelayanan
c). Kesaksian
d). Mengelola
Penatalayan
e). Menjadi Teladan
f). Mengembangan Diri
dan orang lain.
Kompetensi
Fungsional
Tayangan Video Inspiratif
Li
Juhong

02. pilar pilar gpib

  • 1.
    PILAR PILAR GPIB TOT Unit MisionerGPIB Pdt. Adriano Wangkay & Pdt. Jeffrey Sompotan Pasir Mukti, 17-18 November 2017
  • 2.
     Sejarah GPIB Pemahaman Iman GPIB  PKUPPG  Tata Gereja  Grand Design
  • 3.
    • PENDAHULUAN. • MAKSUDDAN TUJUAN • SEJARAH GPIB • PEMAHAMAN IMAN GPIB • PKUPPG GPIB • TATA GEREJA GPIB • GRAND DESIGN GPIB • TAYANGAN VIDEO INSPIRATIF Isi Materi
  • 4.
    Maksud 1) Memahami danmengerti hakekat dan fungsi pilar – pilar GPIB 2) Melihat Pilar – pilar GPIB dalam perspektif Unit Misioner. 3) Menjadikan Pilar – pilar GPIB sebagai landasan untuk menyusun, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pelayanan Unit Misioner.
  • 5.
    Tujuan Setiap Fungsionaris Unit-Unit Misioner Memiliki persepsi/cara pandang yangsama terkait tugas dan tanggung jawabnya dan bagaimana berkoordinasi dengan Majelis Jemaat di masing- masing Jemaatnya.
  • 6.
  • 7.
  • 8.
  • 9.
    Sejarah GPIB (Konsolidasi) Tahun 1948-1972 31 Oktober 1948, dalam Sidang Sinode Am III GPI ( Proto Sinode ), di Gereja Imanuel – Gambir, didirikan Gereja yang keempat dari GPI, yakni GPIB. Sebelumnya, tahun 1934 GMIM, 1935 GPM dan 1947 GMIT.  Saat GPIB berdiri, terdapat 53 Jemaat mandiri yang tersebar di 7 klasis wilayah Indonesia.
  • 10.
    Sejarah GPIB (Konsolidasi) Tahun 1948-1972 Pelkat (Bidang Pelayanan Khusus) baru ada tiga ;  Gerakan Pemuda,  SMKR,  Kaum Ibu. Masing – masing berdiri sendiri dan menyebar di berbagai daerah Indonesia khususnya Jawa.  Ciri pelayanan yang bersifat apostolat (pemeliharaan umat) mewarnai pelayanan GPIB, pergerakkan misi belum memperoleh bentuk yang sistematis, terencana serta berkesinambungan.
  • 11.
    Sejarah GPIB (Pembangunan) Tahun 1972-1986 Persidangan Sinode Istimewa I tahun 1972 di Effatha Jakarta menghasilkan Tata Gereja hasil perelevansian Tata Gereja dan Ordinansi Tahun 1962  Misi Gereja dirumuskan dalam Garis- garis Besar Haluan Gereja ( 1978 ) sebagai bentuk penjabaran tugas panggilan dan pengutusan Gereja.  Pekabaran Injil, berubah menjadi Pelayanan – Kesaksian berdasarkan konsultasi teologi tentang misi di Lampung Tahun 1970.
  • 12.
    Sejarah GPIB (Pembangunan) Tahun 1972-1986 Komisi dan Departemen serta Bidang Pelayanan Khusus terintegrasi dalam struktur Majelis Sinode dan Majelis Jemaat untuk mewujudkan misi.  Badan Pelaksana pada lingkup Majelis Sinode, terdiri dari 8 Komisi, yakni : 1). Tata Gereja, 2 ). Liturgi, 3). Pekabaran Injil, 4). Keesaan, 5). Gereja dan Masyarakat, 6). Penelitan dan Perencanaan, 7). Pendidikan, 8). Diakoni (Dan 1 Departemen, yakni: Finek dan Pembangunan).
  • 13.
    Sejarah GPIB (Misioner) Tahun 1986-2017 Tahun2005, GBKUPPG berubah menjadi PKUPPG dengan fokus pada sasaran dan strategi yang mencakup 3 fungsi Utama Gereja (Persekutuan, Pelayanan, Kesaksian serta 4 fungsi Penunjangnya, yakni: SDI, Dana, Fasilitas dan Sistem Informasi. Secara programatis, ketujuh fungsi Gereja ini dijabarkan ke dalam enam bidang, masing – masing: 1). TEOLOGI. 4. P. PSDI – PPK 2). PELKES. 5. P E G. 3). GERMASA. 6. INFORKOM.
  • 14.
    Sejarah GPIB (Misioner) Tahun 1986-2017 Denganpentahapan KUPG Jangka Panjang 20 tahun pertama ( 1986 – 2006 ) dan Kedua (2006- 2026 ) yang dijabarkan lagi ke dalam KUPG Jangka Pendek 5 Tahunan serta Program Kerja dan Anggaran Tahunan. Bidang Pelayanan Kategorial (BPK ) berubah menjadi Pelayanan Kategorial (2005 ) dengan penekanan pada Peningkatan Peran keluarga ( PPK ), yakni : PA, PT, GP, PKP ( berubah dari PW tahun 2010 ), PKB dan tahun 2010 masuk wadah PKLU. Semua pergerakan misi dilandasi tema sentral 20 tahun, 5 Tahunan dan Tahunan.
  • 15.
    SEKILAS SEJARAH UNITMISIONER GP 15 JUL ‘50 (SETIA & BERANI) PKB 11 JUL ’81 (TANGGUH & LUWES) G P I B 31 OKT ‘48 PA 6 SEP ’59 (MUDA BELIA) PKP 18 FEB ’65 (ANGGUN) PKLU 12 OKT 2010 (SEGAR & HIJAU) 1966 : Badan Pelaksana Sinodal GPIB 8 Komisi : 1 Departemen : 1). Tata Gereja Finek / Pembangunan 2). Liturgi. 3). Pekabaran Injil. 4). Keesaan 5). Gereja & Masyarakat. 6). Peneltian & Perencanaan. 7). Pendidikan. 8). Diakonia
  • 16.
    Bidang Pelayanan Khusus: 1. Gerakan Pemuda ( GP ) 2. Sekolah Minggu Kebaktian Remaja (SMKR), menjadi Kebaktian Anak / Kebaktian Remaja ( KA KR ) 3. Kaum Ibu menjadi Persatuan Wanita ( PW )
  • 17.
    Bidang Pelayanan Kategorial: 1. Pelayanan Anak 2. Persekutuan Teruna 3. Gerakan Pemuda ( GP ) 4. Persatuan Wanita ( PW ) 5. Persekutuan Kaum Bapak ( PKB ) 6. Persekutuan Kaum Lanjut Usia ( PKLU )
  • 18.
  • 19.
    Pemahaman Iman GPIB 1.Dalam dirinya warga gereja dapat mengenal siapa dirinya dan apa yang dipercayai dan apa yang harus dilakukan. 2. Juga menjelaskan kepada dunia siapa dia, apa yang dipercayai dan diakui. Kegunaannya
  • 20.
    Pemahaman Iman GPIB 1.Dalam dirinya warga gereja dapat mengenal siapa dirinya dan apa yang dipercayai dan apa yang harus dilakukan. 2. Juga menjelaskan kepada dunia siapa dia, apa yang dipercayai dan diakui. Kegunaannya
  • 21.
    Pemahaman Iman GPIB Lokaldan temporer serta mengikat, berlaku dalam ruang lingkup GPIB dan bisa berubah berdasarkan kesepakatan yang dilahirkan dalam Persidangan Sinode GPIB ( lima tahunan ). Karena itu wajib ditaati dan diberlakukan secara baik, benar dan konsisten. Sifatnya
  • 22.
    Keselamatan Gereja Manusia Alam& SD Bangsa & Neg Masa Depan Firman Allah
  • 23.
    BAPA Pengakuan : AllahANAK ROH KESELAMATAN GEREJA MANUSIA Memahami : ALAM SUMBER DAYA NEGARA & BANGSA MASA DEPAN FIRMAN ALLAH PENGAKUAN IMAN PEMAHAMAN IMAN Bersifat tetap / tidak berubah Bersifat tidak tetap / berubah
  • 24.
    PENJABARAN PEMAHAMAN IMAN GPIB MISIOLOGI= PKUPPG TEOLOGI = PEMAHAMAN IMAN EKKLESIOLOGI = TAGER / AKTA PROGRAM KERJA TEMA DAN SUB TEMA PERANGKAT PPMJ KONSEPSI OPERASIONAL
  • 25.
    PENJABARAN PEMAHAMAN IMAN GPIB Bidang: T E O L O G I Visi dan Misi Tema & Sub Tema Ibadah & Musik Gereja Kurikulum Katekisasi Kurikulum Pelkat PA, PT OPERASIONAL
  • 26.
    PENJABARAN PEMAHAMAN IMAN GPIB Misiologi= PKUPPG Program Jangka panjang ( 20 Tahun ) Jangka Pendek ( Lima Tahun ) Satu Tahunan ( penjabaran lima tahun ) OPERASIONAL
  • 27.
    PENJABARAN PEMAHAMAN IMAN GPIB Ekklesiologi TATAGEREJA : Tata Dasar, 3 Peraturan Pokok, 15 Peraturan, PPMS – PPMJ OPERASIONAL AKTA GEREJA : Keluarga, HAM, Gereja, Bangsa & Negara, Gereja & Masyarakat
  • 28.
    PENJABARAN PEMAHAMAN IMAN GPIB Ekklesiologi TATAGEREJA : Peraturan No. 3 & Peraturan No. 15 OPERASIONAL
  • 29.
  • 31.
    M I SI G P I B 1. MENJADI GEREJA YANG TERUS MENERUS DIPERBAHARUI DENGAN BERTOLAK DARI FIRMAN ALLAH, YANG TERWUJUD DALAM PERILAKU KEHIDUPAN WARGA GEREJA, BAIK DALAM PERSEKUTUAN, MAUPUN DALAM HIDUP BERMASYARAKAT.
  • 32.
    M I SI G P I B 2. MENJADI GEREJA YANG HADIR SEBAGAI CONTOH KEHIDUPAN, YANG TERWUJUD MELALUI INISIATIF DAN PARTISIPASI DALAM KESETIAKAWANAN SOSIAL SERTA KERUKUNAN DALAM MASYARAKAT, DENGAN BERBASIS PADA PERILAKU KEHIDUPAN KELUARGA YANG KUAT DAN SEJAHTERA.
  • 33.
    M I SI G P I B 3. MENJADI GEREJA YANG MEMBANGUN KEUTUHAN CIPTAAN YANG TERWUJUD MELALUI PERHATIAN TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP, SEMANGAT KEESAAN DAN SEMANGAT PERSATUAN DAN KESATUAN WARGA GEREJA SEBAGAI WARGA MASYARAKAT.
  • 34.
    KUPPG JANGKA PANJANG20 TAHUN – II ( 2006 – 2026 ) Tema: YESUS KRISTUS SUMBER DAMAI SEJAHTERA (YOHANES 14:27) KUPPG JANGKA PENDEK 5 TAHUN – III ( 2016 – 2021 ) Tema: MENGEMBANGKAN SUMBER DAYA GEREJA UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN DAN KESAKSIAN YANG MENDATANGKAN DAMAI SEJAHTERA DITENGAH DAN BERSAMA MASYARAKAT (LUKAS 1:79)
  • 35.
    T A TA K A L A KUPPG JANGKA PENDEK III TAHUN 2016 – 2021 Uraian Kegiatan 2016 – 2017 ( 1 ) 2017 – 2018 ( 2 ) 2018 – 2019 ( 3 ) 2019 – 2020 ( 4 ) 2020 – 2021 ( 5 ) Tema Tahunan Memberdaya kan sumber daya insani demi mensejahter akan persekutuan, pelayanan dan kesaksian ( Yes. 42:6–7) Mengkaryakan pelayanan dan kesaksian dengan mewujudkan kebebasan, keadilan, kebenaran dan kesejahteraan bagi sesama dan alam semesta ( Luk. 4 : 18, 19 ) Membang un spiritualai tas damai yang mencipta kan pendamai ( Yak. 3 : 13-18 ) Membangun masyarakat sejahtera demi kesejahtera an umat dan kekuatan bangsa ( Yer. 29 : 7 ) Menguatka n tatanan bergereja agar mendatang kan berkat bagi masa depan umat dan masyarakat ( Ibr. 11 : 8-10 ) Bidang Prioritas Teologi, PPSDI – PPK Pelkes, PEG Teologi, Inforkom Germasa P E G
  • 36.
    Persekutuan Pelayanan S DI Fasilitas Kesaksian D a n a Sistem Informasi
  • 37.
  • 38.
    Tata Gereja 1) TataGereja adalah sejumlah aturan yang memuat kesepakatan bersama tentang cara-cara penyelenggaraan hidup bergereja dan berjemaat. 2) Segala sesuatu yang dituangkan dalam Tata Gereja harus dilandasi oleh Alkitab dan pandangan teologis Gereja, dalam hal ini Pemahaman Iman GPIB. 3) Dalam pemberlakuannya Tata Gereja dijiwai juga oleh semangat untuk hidup dalam ketaatan kepada Tuhan karena Firman-Nyalah yang melandasi Tata Gereja dimaksud. Pengertian
  • 39.
    Tata Gereja 1)Memelihara kehidupan wargaGereja sesuai dengan kehendak Allah yang terdapat juga di dalam kitab suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. 2)Menata dan mengatur seluruh fungsi warga gereja dalam persekutuan yang melayani dan bersaksi. Tujuan Pengadaan
  • 40.
    Tata Gereja 3) Membanagunspiritualitas warga dan presbiter secara baik dan benar berdasarkan kesaksian kitab suci/Alkitab, sehingga tiap–tiap warga Gereja dapat melaksanakan misi Kriatus dalam kehidupan pribadi dan keluarga ditengah masyarakat Indonesia yang sedang membangun. Tujuan Pengadaan
  • 41.
    Tata Gereja 4) Menjaminkeharmonisan dalam hal bekerja sama, berinteraksi dan beraksi, bersinergi sesuai dengan tata kerja yang ditetapkan dalam persidangan Jemaat – jemaat yang disebut juga Persidangan Sinode. Tujuan Pengadaan
  • 42.
    Tata Gereja 5) Menjaminpemberdayaan sumber daya gereja agar dapat menunjang dan mendukung pelaksanaan dan penyelenggaraan Misi Kristus (Lat. Missio Christi) di dalam pekerjaan Gereja sesuai dengan visi yang telah ditetapkan dan diputuskan dalam tiap Persidangan Sinode dan Sidang Majelis Jemaat. Tujuan Pengadaan
  • 43.
    Tata Gereja 6) Menjagakemurnian Pemberitaan dan Pengajaran Gereja sesuai dengan Injil Kristus dan pengajaran para rasul. 7) Menjaga tertib hidup kudus dari seluruh presbiter dan fungsionaris pelayanan serta warga gereja sebagai orang Kristen yang telah diselamatkan Allah melalui Kristus Yesus. Tujuan Pengadaan
  • 44.
    Tata Gereja 8) Melakukandan mengadakan penggembalaan terhadap presbiter dan warga gereja dalam berbagai situasi-kondisi sulit yang dihadapinya. Tujuan Pengadaan
  • 45.
  • 46.
    TATA DASAR PERATURANPOKOK I, II, III PERATURAN 1 s/d 15 19 Aturan = 276 Pasal, 1.090 Ayat
  • 47.
  • 48.
    Grand Desain PPSDI Kompetensi Fundamental 1).Spiritualitas 2). Penuh pertimbangan 3). Pantang menyerah 4). Menguasai diri 5). Mengasihi sesama 6). Dapat diandalkan 7). Senantiasa mengucap syukur 8). Bertindak sebagai pendorong 9). Menghormati pimpinan Kemampuan untuk melaksanakan: a). Persekutuan b). Pelayanan c). Kesaksian d). Mengelola Penatalayan e). Menjadi Teladan f). Mengembangan Diri dan orang lain. Kompetensi Fungsional
  • 49.