ORIENTASI PROGRAM
DIKLAT PENGUATAN KEPALA SEKOLAH
Waktu: 1 JP
Langkah Kegiatan
Paparan narasumber/
pengajar
(30’)
Tanya jawab
(10’)
Penguatan materi &
penutup
(5’)
Tujuan Diklat Penguatan KS
Meningkatkan kompetensi kepala sekolah
sesuai dengan tugas dan fungsinya, dan
mendorong kepala sekolah menciptakan
sekolah merdeka untuk meningkatkan
capaian belajar peserta didik yang
bermuara pada terwujudnya students
wellbeing
Tahapan Diklat Penguatan KS
OJT 1
(10 JP)
IST
(40 JP)
OJT 2
(21 JP)
MODEL PEMBELAJARAN DIKLAT PENGUATAN KS
Learning Cycle Orpaer (Modifikasi dari Theory U by Otto Scharmer, 2007)
Observe
Reflect
Plan
Act
Evaluate
Reflect
Co-initiating (mulai
Bersama membangun niat)
Co-sensing (mengamati ke
suatu objek/tempat)
Presencing (terhubung ke
sumber inspirasi dan kehendak
Bersamapengetahuan muncul)
Co-creating (membentuk
prototype/plan Bersama)
Co-evolving (berkembang Bersama
/bekerja bersama saling peduli untuk
mewujudkan hal baru)
Open mind, open heart, open will
Crystallizing (menemukan sebuah
kekuatan dan membuat komitmen
untuk mencapai tujuan bersama)
Presencing (terhubung ke
sumber inspirasi dan kehendak
Bersamapengetahuan muncul)
Model Pembelajaran Tahap OJT 1
Observe & Reflect (Otto Scharmer, 2007)
Observe
Reflect
Open mind
Open heart
Open will
Model Pembelajaran Tahap IST
Introduction
(Pengantar)
Link
(Menghubungkan)
Enforcement
(Pelaksanaan)
Awareness
(kesadaran)
Development
(pengembangan)
PLAN
Open
Mind,
Open
Heart,
Open Will
Act
(Pelaksanaan)
Evaluate
(evaluasi)
Reflect
(Refleksi)
Model Pembelajaran Tahap OJT 2
ON-THE JOB TRAINING (OJT) 1
Dilaksanakan secara luring selama 10 (sepuluh) JP
setara dengan 1 (satu) hari. Pada tahap ini peserta
melakukan aktivitas:
1. mengidentifikasi masalah pembelajaran,
2. menyusun praktik baik yang pernah dilakukan
selama menjabat sebagai kepala sekolah, dan
3. mempelajari bahan pembelajaran secara mandiri
terbimbing.
Lanjutan …
• Peserta mengerjakan tugas:
a. Instrumen AKPK Kepala Sekolah (Tugas 01)
b. Identifikasi masalah pembelajaran (Tugas 02)
c. Tugas menyusun laporan praktik baik (Tugas 03), dan
d. Melakukan pendalaman materi dengan bimbingan pengajar diklat secara
daring terstruktur melalui diskusi dan tanya jawab (Tugas 04).
Struktur Program OJT 1
No Mata Diklat
Waktu
(JP)
1 Identifikasi masalah pembelajaran 4
2
Praktik baik implementasi manajerial, supervisi guru dan tendik, serta
pengembangan kewirausahaan
3
3
Pendalaman Materi Manajerial, Supervisi Guru dan Tendik, serta
Pengembangan Kewirausahaan
3
JUMLAH 10
Jadwal Pendampingan OJT-1 Luring
Jam ke Mata Diklat Keterangan
1 Identifikasi Masalah Pembelajaran
Pendampingan 10 JP dalam satu hari (H-3) dilakukan
jika peserta dalam satu kelas dapat dikumpulkan dalam
satu lokasi (Pendekatan Blok)
Jika peserta terbagi dalam beberapa klaster, pengajar
diklat dapat membagi waktu 10 JP dalam beberapa hari
untuk klaster yang berbeda
2 Identifikasi Masalah Pembelajaran
3 Identifikasi Masalah Pembelajaran
4 Identifikasi Masalah Pembelajaran
5 Praktik Baik
6 Praktik Baik
7 Praktik Baik
8 Pendalaman Materi
9 Pendalaman Materi
10 Pendalaman Materi
Model Pembelajaran pada OJT 1
Strategi pembelajaran tahap OJT 1 menerapkan unsur “Observe” dan
“Reflect” dari siklus pembelajaran ORPAER (Observe, Reflect, Plan, Act,
Evaluate, dan Reflect).
Pada tahap ini, peserta bersama seluruh elemen sekolah melakukan observe
(pengamatan) kondisi nyata sekolah secara menyeluruh untuk
mengidentifikasi berbagai masalah pembelajaran yang ditemukan dan
penyebabnya, serta melakukan refleksi untuk menemukan masalah
pembelajaran utama yang perlu diatasi.
Penerapan Model Pembelajaran Tahap OJT 1
IN-SERVICE TRAINING (IST)
Tatap muka langsung sebanyak 40 JP setara 5 (lima) hari
Diskusi penyampaian masalah dan pemecahan masalah dalam kelompok yang telah
dipetakan oleh Pengajar berdasarkan kesamaan/kemiripan tema masalah
Berbagi praktik baik dalam kelompok yang telah dipetakan Pengajar berdasarkan
kesamaan/kemiripan tema praktik baik
Menyusun matrik Rencana Pengembangan Sekolah (RPS), merancang instrumen monev,
membuat jadwal Rencana Tindak Lanjut (RTL)
Tes awal/akhir
Struktur Program IST
No Materi Diklat Jumlah JP
1. Tes Awal 1
2. Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2
3. Orientasi Program 1
4. Pemecahan Masalah Pembelajaran 11
5.
Berbagi Praktik Baik Implementasi Manajerial, Supervisi
Guru dan Tendik, serta Pengembangan Kewirausahaan
12
6. Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah 12
7. Tes Akhir 1
Total 40
Jadwal Pelaksanaan IST Moda Luring
No Jam Ke Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5
1 1 B4 B5 B5 B6
2 2 B4 B5 B5 B6
3 3 B4 B5 B6 B6
4 4 B4 B5 B6 B6
5 5 B4 B5 B6 B7
6 6 B2 B4 B5 B6
7 7 B2 B4 B5 B6
8 8 B3 B4 B5 B6
9 9 B1 B4 B5 B6
10 10 B4 B4 B5 B6
11 11 Refleksi
Model Pembelajaran Tahap IST
• Model pembelajaran tahap IST menerapkan tahapan Plan dari sintaks
pembelajaran ORPAER (Observe, Reflect, Plan, Act, Evaluate, dan Reflect)
yang merupakan hasil modifikasi dari “Theory U” oleh Otto Schamer (2007).
Sintaks pembelajaran yang digunakan pada tahap ini adalah ILEAD
(Introduction, Link, Enforcement, Awareness, dan Development).
• Pada siklus ini peserta menyusun rencana pengembangan sekolah (RPS)
untuk dilaksanakan pada tahap OJT 2. Penyusunan RPS dilaksanakan
setelah peserta berdiskusi dan berbagi praktik baik untuk menemukan
berbagai alternatif solusi masalah yang telah ditemukan pada saat OJT 1.
Penerapan Model Pembelajaran Tahap IST
ON-THE JOB TRAINING (OJT) 2
OJT 2 dilaksanakan secara luring selama 21 jp setara 3 (tiga) hari
di sekolah asal peserta. Pada kegiatan ini, peserta akan
melaksanakan pengembangan sekolah yang telah disusun pada IST
dengan berkolaborasi dengan seluruh warga sekolah dan pemangku
kepentingan, menyusun laporan pengembangan sekolah, melakukan
evaluasi hasil pelaksanaan pengembangan sekolah, dan melakukan
refleksi
Lanjutan …
•Peserta mengerjakan tugas Jurnal Harian Pelaksanaan RPS,
Analisis Hasil Monev RPS, Rambu-rambu Pembuatan Video, dan
Rambu-rambu penyusunan laporan
•Pengajar diklat membimbing peserta dan melakukan reviu
ketuntasan belajar peserta
Struktur Program OJT 2
No Mata Diklat Waktu (JP)
1. Pelaksanaan Rencana Pengembangan Sekolah 12
2. Refleksi Pelaksanaan Rencana Pengembangan Sekolah 8
3. Evaluasi 1
Jumlah 21
JADWAL PENDAMPINGAN OJT-2
Hari
Ke
Jam ke Mata Diklat Keterangan
9
1 Pelaksanaan RPS
Pengajar Diklat melakukan tatap muka langsung
selama OJT2 selama 21 JP pada Hari ke 9,10 dan
11 OJT Peserta
2 Pelaksanaan RPS
3 Pelaksanaan RPS
4 Pelaksanaan RPS
5 Pelaksanaan RPS
6 Pelaksanaan RPS
7 Pelaksanaan RPS
10
1 Pelaksanaan RPS
2 Pelaksanaan RPS
3 Pelaksanaan RPS
4 Pelaksanaan RPS
5 Pelaksanaan RPS
6 Refleksi Pelaksanaan RPS
7 Refleksi Pelaksanaan RPS
11
1 Refleksi Pelaksanaan RPS
2 Refleksi Pelaksanaan RPS
3 Refleksi Pelaksanaan RPS
4 Refleksi Pelaksanaan RPS
5 Refleksi Pelaksanaan RPS
6 Refleksi Pelaksanaan RPS
7 Evaluasi
Model Pembelajaran pada OJT 2
Strategi pembelajaran tahap OJT 2 menerapkan unsur “Act”, “Evaluate”,
dan “Reflect” dari siklus pembelajaran ORPAER (Observe, Reflect, Plan,
Act, Evaluate, dan Reflect).
Pada siklus ini, peserta bersama seluruh pemangku kepentingan dan
warga sekolah melaksanakan pengembangan sekolah yang telah disusun
pada IST, menyusun laporan pelaksanaan RPS, dan melaksanakan
evaluasi pelaksanaan.
Penerapan Model Pembelajaran pada OJT 2
PENILAIAN DIKLAT PENGUATAN KS
Jenis Penilaian OJT 1
Penilaian pada OJT 1 diperoleh dari:
1. Unjuk kerja peserta dalam melakukan identifikasi dan merumuskan
masalah pembelajaran di sekolah dengan bobot 10 %
2. Sikap peserta selama mengikuti kegiatan OJT 1 diperoleh dari keaktifan,
kedisiplinan, kemandirian, dan kehadiran minimal 95%
3. Nilai sikap pada OJT 1 akan diakumulasi dengan nilai sikap peserta di
IST dan OJT 2 sebagai nilai akhir sikap pada kegiatan diklat penguatan
kepala sekolah
Jenis Penilaian IST
1. Nilai Unjuk Kerja
Nilai unjuk kerja merupakan nilai kemampuan peserta dalam menyelesaikan
seluruh tugas yang ditagihkan meliputi: kemampuan menentukan solusi
terbaik disertai langkah-langkahnya dengan bobot 20%.
2. Nilai Pengetahuan
Nilai pengetahuan diperoleh dari nilai tes akhir yang dikerjakan oleh peserta
di IST. Nilai pengetahuan memiliki bobot 10%.
3. Nilai Sikap
Nilai sikap diperoleh dari keaktifan, kedisiplinan, kemandirian, dan kehadiran
minimal 95%.
Nilai sikap pada IST akan diakumulasi dengan nilai sikap peserta di OJT 1 dan
OJT 2.
Jenis Penilaian OJT 2
Penilaian pada OJT 2 diperoleh dari:
1. Unjuk kerja peserta,
a). kemampuan melaksanakan solusi, dengan bobot 30%;
b). Kemampuan menyusun pelaporan (dokumen laporan, video unjuk kerja) dengan
bobot 20 %.
Nilai unjuk kerja OJT 2 memiliki bobot 50%.
2. Sikap peserta
Nilai sikap diperoleh dari keaktifan, kedisiplinan, kemandirian, dan kehadiran
minimal 95%.
Nilai sikap peserta di OJT 2 akan diakumulasi dengan nilai sikap peserta saat OJT 1 dan
IST dengan bobot nilai sikap adalah 10%.
NILAI AKHIR DIKLAT PENGUATAN KEPALA SEKOLAH
Nilai Akhir = 80% (NUK) + 10% NP + 10% NS
Keterangan:
NUK = Nilai Unjuk Kerja
NP = Nilai Pengetahuan
NS = Nilai Sikap
ANGKA PREDIKAT
86 – 100 Sangat Memuaskan
71 - < 86 Memuaskan
<71 Cukup Memuaskan
01. orientasi program diklat ks

01. orientasi program diklat ks

  • 1.
    ORIENTASI PROGRAM DIKLAT PENGUATANKEPALA SEKOLAH Waktu: 1 JP
  • 2.
    Langkah Kegiatan Paparan narasumber/ pengajar (30’) Tanyajawab (10’) Penguatan materi & penutup (5’)
  • 3.
    Tujuan Diklat PenguatanKS Meningkatkan kompetensi kepala sekolah sesuai dengan tugas dan fungsinya, dan mendorong kepala sekolah menciptakan sekolah merdeka untuk meningkatkan capaian belajar peserta didik yang bermuara pada terwujudnya students wellbeing
  • 4.
    Tahapan Diklat PenguatanKS OJT 1 (10 JP) IST (40 JP) OJT 2 (21 JP)
  • 5.
    MODEL PEMBELAJARAN DIKLATPENGUATAN KS Learning Cycle Orpaer (Modifikasi dari Theory U by Otto Scharmer, 2007) Observe Reflect Plan Act Evaluate Reflect Co-initiating (mulai Bersama membangun niat) Co-sensing (mengamati ke suatu objek/tempat) Presencing (terhubung ke sumber inspirasi dan kehendak Bersamapengetahuan muncul) Co-creating (membentuk prototype/plan Bersama) Co-evolving (berkembang Bersama /bekerja bersama saling peduli untuk mewujudkan hal baru) Open mind, open heart, open will Crystallizing (menemukan sebuah kekuatan dan membuat komitmen untuk mencapai tujuan bersama) Presencing (terhubung ke sumber inspirasi dan kehendak Bersamapengetahuan muncul)
  • 6.
    Model Pembelajaran TahapOJT 1 Observe & Reflect (Otto Scharmer, 2007) Observe Reflect Open mind Open heart Open will
  • 7.
    Model Pembelajaran TahapIST Introduction (Pengantar) Link (Menghubungkan) Enforcement (Pelaksanaan) Awareness (kesadaran) Development (pengembangan) PLAN
  • 8.
  • 9.
    ON-THE JOB TRAINING(OJT) 1 Dilaksanakan secara luring selama 10 (sepuluh) JP setara dengan 1 (satu) hari. Pada tahap ini peserta melakukan aktivitas: 1. mengidentifikasi masalah pembelajaran, 2. menyusun praktik baik yang pernah dilakukan selama menjabat sebagai kepala sekolah, dan 3. mempelajari bahan pembelajaran secara mandiri terbimbing.
  • 10.
    Lanjutan … • Pesertamengerjakan tugas: a. Instrumen AKPK Kepala Sekolah (Tugas 01) b. Identifikasi masalah pembelajaran (Tugas 02) c. Tugas menyusun laporan praktik baik (Tugas 03), dan d. Melakukan pendalaman materi dengan bimbingan pengajar diklat secara daring terstruktur melalui diskusi dan tanya jawab (Tugas 04).
  • 11.
    Struktur Program OJT1 No Mata Diklat Waktu (JP) 1 Identifikasi masalah pembelajaran 4 2 Praktik baik implementasi manajerial, supervisi guru dan tendik, serta pengembangan kewirausahaan 3 3 Pendalaman Materi Manajerial, Supervisi Guru dan Tendik, serta Pengembangan Kewirausahaan 3 JUMLAH 10
  • 12.
    Jadwal Pendampingan OJT-1Luring Jam ke Mata Diklat Keterangan 1 Identifikasi Masalah Pembelajaran Pendampingan 10 JP dalam satu hari (H-3) dilakukan jika peserta dalam satu kelas dapat dikumpulkan dalam satu lokasi (Pendekatan Blok) Jika peserta terbagi dalam beberapa klaster, pengajar diklat dapat membagi waktu 10 JP dalam beberapa hari untuk klaster yang berbeda 2 Identifikasi Masalah Pembelajaran 3 Identifikasi Masalah Pembelajaran 4 Identifikasi Masalah Pembelajaran 5 Praktik Baik 6 Praktik Baik 7 Praktik Baik 8 Pendalaman Materi 9 Pendalaman Materi 10 Pendalaman Materi
  • 13.
    Model Pembelajaran padaOJT 1 Strategi pembelajaran tahap OJT 1 menerapkan unsur “Observe” dan “Reflect” dari siklus pembelajaran ORPAER (Observe, Reflect, Plan, Act, Evaluate, dan Reflect). Pada tahap ini, peserta bersama seluruh elemen sekolah melakukan observe (pengamatan) kondisi nyata sekolah secara menyeluruh untuk mengidentifikasi berbagai masalah pembelajaran yang ditemukan dan penyebabnya, serta melakukan refleksi untuk menemukan masalah pembelajaran utama yang perlu diatasi.
  • 14.
  • 15.
    IN-SERVICE TRAINING (IST) Tatapmuka langsung sebanyak 40 JP setara 5 (lima) hari Diskusi penyampaian masalah dan pemecahan masalah dalam kelompok yang telah dipetakan oleh Pengajar berdasarkan kesamaan/kemiripan tema masalah Berbagi praktik baik dalam kelompok yang telah dipetakan Pengajar berdasarkan kesamaan/kemiripan tema praktik baik Menyusun matrik Rencana Pengembangan Sekolah (RPS), merancang instrumen monev, membuat jadwal Rencana Tindak Lanjut (RTL) Tes awal/akhir
  • 16.
    Struktur Program IST NoMateri Diklat Jumlah JP 1. Tes Awal 1 2. Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2 3. Orientasi Program 1 4. Pemecahan Masalah Pembelajaran 11 5. Berbagi Praktik Baik Implementasi Manajerial, Supervisi Guru dan Tendik, serta Pengembangan Kewirausahaan 12 6. Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah 12 7. Tes Akhir 1 Total 40
  • 17.
    Jadwal Pelaksanaan ISTModa Luring No Jam Ke Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5 1 1 B4 B5 B5 B6 2 2 B4 B5 B5 B6 3 3 B4 B5 B6 B6 4 4 B4 B5 B6 B6 5 5 B4 B5 B6 B7 6 6 B2 B4 B5 B6 7 7 B2 B4 B5 B6 8 8 B3 B4 B5 B6 9 9 B1 B4 B5 B6 10 10 B4 B4 B5 B6 11 11 Refleksi
  • 18.
    Model Pembelajaran TahapIST • Model pembelajaran tahap IST menerapkan tahapan Plan dari sintaks pembelajaran ORPAER (Observe, Reflect, Plan, Act, Evaluate, dan Reflect) yang merupakan hasil modifikasi dari “Theory U” oleh Otto Schamer (2007). Sintaks pembelajaran yang digunakan pada tahap ini adalah ILEAD (Introduction, Link, Enforcement, Awareness, dan Development). • Pada siklus ini peserta menyusun rencana pengembangan sekolah (RPS) untuk dilaksanakan pada tahap OJT 2. Penyusunan RPS dilaksanakan setelah peserta berdiskusi dan berbagi praktik baik untuk menemukan berbagai alternatif solusi masalah yang telah ditemukan pada saat OJT 1.
  • 19.
  • 20.
    ON-THE JOB TRAINING(OJT) 2 OJT 2 dilaksanakan secara luring selama 21 jp setara 3 (tiga) hari di sekolah asal peserta. Pada kegiatan ini, peserta akan melaksanakan pengembangan sekolah yang telah disusun pada IST dengan berkolaborasi dengan seluruh warga sekolah dan pemangku kepentingan, menyusun laporan pengembangan sekolah, melakukan evaluasi hasil pelaksanaan pengembangan sekolah, dan melakukan refleksi
  • 21.
    Lanjutan … •Peserta mengerjakantugas Jurnal Harian Pelaksanaan RPS, Analisis Hasil Monev RPS, Rambu-rambu Pembuatan Video, dan Rambu-rambu penyusunan laporan •Pengajar diklat membimbing peserta dan melakukan reviu ketuntasan belajar peserta
  • 22.
    Struktur Program OJT2 No Mata Diklat Waktu (JP) 1. Pelaksanaan Rencana Pengembangan Sekolah 12 2. Refleksi Pelaksanaan Rencana Pengembangan Sekolah 8 3. Evaluasi 1 Jumlah 21
  • 23.
    JADWAL PENDAMPINGAN OJT-2 Hari Ke Jamke Mata Diklat Keterangan 9 1 Pelaksanaan RPS Pengajar Diklat melakukan tatap muka langsung selama OJT2 selama 21 JP pada Hari ke 9,10 dan 11 OJT Peserta 2 Pelaksanaan RPS 3 Pelaksanaan RPS 4 Pelaksanaan RPS 5 Pelaksanaan RPS 6 Pelaksanaan RPS 7 Pelaksanaan RPS 10 1 Pelaksanaan RPS 2 Pelaksanaan RPS 3 Pelaksanaan RPS 4 Pelaksanaan RPS 5 Pelaksanaan RPS 6 Refleksi Pelaksanaan RPS 7 Refleksi Pelaksanaan RPS 11 1 Refleksi Pelaksanaan RPS 2 Refleksi Pelaksanaan RPS 3 Refleksi Pelaksanaan RPS 4 Refleksi Pelaksanaan RPS 5 Refleksi Pelaksanaan RPS 6 Refleksi Pelaksanaan RPS 7 Evaluasi
  • 24.
    Model Pembelajaran padaOJT 2 Strategi pembelajaran tahap OJT 2 menerapkan unsur “Act”, “Evaluate”, dan “Reflect” dari siklus pembelajaran ORPAER (Observe, Reflect, Plan, Act, Evaluate, dan Reflect). Pada siklus ini, peserta bersama seluruh pemangku kepentingan dan warga sekolah melaksanakan pengembangan sekolah yang telah disusun pada IST, menyusun laporan pelaksanaan RPS, dan melaksanakan evaluasi pelaksanaan.
  • 25.
  • 26.
  • 27.
    Jenis Penilaian OJT1 Penilaian pada OJT 1 diperoleh dari: 1. Unjuk kerja peserta dalam melakukan identifikasi dan merumuskan masalah pembelajaran di sekolah dengan bobot 10 % 2. Sikap peserta selama mengikuti kegiatan OJT 1 diperoleh dari keaktifan, kedisiplinan, kemandirian, dan kehadiran minimal 95% 3. Nilai sikap pada OJT 1 akan diakumulasi dengan nilai sikap peserta di IST dan OJT 2 sebagai nilai akhir sikap pada kegiatan diklat penguatan kepala sekolah
  • 28.
    Jenis Penilaian IST 1.Nilai Unjuk Kerja Nilai unjuk kerja merupakan nilai kemampuan peserta dalam menyelesaikan seluruh tugas yang ditagihkan meliputi: kemampuan menentukan solusi terbaik disertai langkah-langkahnya dengan bobot 20%. 2. Nilai Pengetahuan Nilai pengetahuan diperoleh dari nilai tes akhir yang dikerjakan oleh peserta di IST. Nilai pengetahuan memiliki bobot 10%. 3. Nilai Sikap Nilai sikap diperoleh dari keaktifan, kedisiplinan, kemandirian, dan kehadiran minimal 95%. Nilai sikap pada IST akan diakumulasi dengan nilai sikap peserta di OJT 1 dan OJT 2.
  • 29.
    Jenis Penilaian OJT2 Penilaian pada OJT 2 diperoleh dari: 1. Unjuk kerja peserta, a). kemampuan melaksanakan solusi, dengan bobot 30%; b). Kemampuan menyusun pelaporan (dokumen laporan, video unjuk kerja) dengan bobot 20 %. Nilai unjuk kerja OJT 2 memiliki bobot 50%. 2. Sikap peserta Nilai sikap diperoleh dari keaktifan, kedisiplinan, kemandirian, dan kehadiran minimal 95%. Nilai sikap peserta di OJT 2 akan diakumulasi dengan nilai sikap peserta saat OJT 1 dan IST dengan bobot nilai sikap adalah 10%.
  • 30.
    NILAI AKHIR DIKLATPENGUATAN KEPALA SEKOLAH Nilai Akhir = 80% (NUK) + 10% NP + 10% NS Keterangan: NUK = Nilai Unjuk Kerja NP = Nilai Pengetahuan NS = Nilai Sikap ANGKA PREDIKAT 86 – 100 Sangat Memuaskan 71 - < 86 Memuaskan <71 Cukup Memuaskan