Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
TEORI                                         INDIKATOR                                   PERTANYAANResiliensi adalah kema...
memfokuskan pikiran-pikiran yangmengganggu dan mengurangi stress.2. Pengendalian impuls Reivich danShatté (2002) mendefini...
(Reivich & Shatté, 2002). Optimismemengimplikasikan bahwa individu percayabahwa ia dapat menangani masalah-masalah yang mu...
Gaya berpikir dibagi menjadi tiga dimensi,yaitu: 1)Personal (saya-bukan saya)individu dengan gaya berpikir ‘saya’adalah in...
tertentu.6. Efikasi diri Reivich dan Shatté (2002)mendefinisikan efikasi diri sebagaikeyakinan pada kemampuan diri sendiri...
realistis, (2) memiliki makna dan tujuanhidup serta mampu melihat gambaranbesar dari kehidupan. Individu yang selalumening...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pertanyaan observasi wawancara mpk ttg resiliensi

3,915 views

Published on

ok

Published in: Technology, Business
  • Be the first to comment

Pertanyaan observasi wawancara mpk ttg resiliensi

  1. 1. TEORI INDIKATOR PERTANYAANResiliensi adalah kemampuan untuk 1. Regulasi emosi anak kecil diberadaptasi dan tetap teguh dalam situasi lingkungan prostitusi:sulit. (Reivich dan Shatté,2002. Resiliensi - mampu menahan diri saat teman-dibangun dari tujuh kemampuan yang temannya berkata kotor (berbauberbeda dan hampir tidak ada satupun seks).individu yang secara keseluruhan memilikikemampuan tersebut dengan baik 2. Pengendalian impuls pada anak kecil di lingkungan prostitusi:Kemampuan ini terdiri dari: - mampu menahanan perilaku untuk beragresi baik secara verbal maupun1. Regulasi emosi Menurut Reivich dan non verbal terhadap lawan jenis.Shatté (2002) regulasi emosi adalah - spesifik : mencium lawan jenis,kemampuan untuk tetap tenang di bawah menggoda lawan jenis, menghina dengan kata-kata berbau sekstekanan. Individu yang memilikikemampuan meregulasi emosi dapat 3. Optimisme pada anak kecil dimengendalikan dirinya apabila sedang lingkungan prostitusikesal dan dapat mengatasi rasa cemas, - mampu berprestasi:sedih, atau marah sehingga mempercepat a. masuk peringkat sepuluh besar didalam pemecahan suatu masalah. kelas.Pengekspresian emosi, baik negatif b. setidaknya pernah menjuaraiataupun positif, merupakan hal yang sehat lomba apapun walaupun juara 3dan konstruktif asalkan dilakukan dengan sekalipun.tepat. Pengekpresian emosi yang tepat - mampu mempunyai tubuh yang fitmenurut Reivich dan Shatté (2002) dan sehat:merupakan salah satu kemampuan individu a. jarang sakit-sakit an.yang resilien. Reivich dan Shatté (2002) b.mengemukakan dua hal penting yangterkait dengan regulasi emosi, yaituketenangan (calming) dan fokus(focusing). Individu yang mampumengelola kedua keterampilan ini, dapatmembantu meredakan emosi yang ada,
  2. 2. memfokuskan pikiran-pikiran yangmengganggu dan mengurangi stress.2. Pengendalian impuls Reivich danShatté (2002) mendefinisikanpengendalian impuls sebagai kemampuanmengendalikan keinginan, dorongan,kesukaan, serta tekanan yang muncul daridalam diri seseorang. Individu denganpengendalian impuls rendah seringmengalami perubahan emosi dengan cepatyang cenderung mengendalikan perilakudan pikiran mereka. Individu seperti ituseringkali mudah kehilangan kesabaran,mudah marah, impulsif, dan berlakuagresif pada situasi-situasi kecil yang tidakterlalu penting, sehingga lingkungan sosialdi sekitarnya merasa kurang nyaman yangberakibat pada munculnya permasalahandalam hubungan sosial.3. Optimisme Individu yang resilienadalah individu yang optimis. Merekamemiliki harapan di masa depan danpercaya bahwa mereka dapat mengontrolarah hidupnya. Dalam penelitian yangdilakukan, jika dibandingkan denganindividu yang pesimis, individu yangoptimis lebih sehat secara fisik, dan lebihjarang mengalami depresi, lebih baik disekolah, lebih peoduktif dalam kerja, danlebih banyak menang dalam olahraga
  3. 3. (Reivich & Shatté, 2002). Optimismemengimplikasikan bahwa individu percayabahwa ia dapat menangani masalah-masalah yang muncul di masa yang akandatang (Reivich & Shatté, 2002).4. Empati Empati merepresentasikanbahwa individu mampu membaca tanda-tanda psikologis dan emosi dari orang lain.Empati mencerminkan seberapa baikindividu mengenali keadaan psikologis dankebutuhan emosi orang lain (Reivich &Shatté, 2002). Selain itu, Werner danSmith (dalam Lewis, 1996) menambahkanbahwa individu yang berempati mampumendengarkan dan memahami orang lainsehingga ia pun mendatangkan reaksipositif dari lingkungan. Seseorang yangmemiliki kemampuan berempaticenderung memiliki hubungan sosial yangpositif (Reivich & Shatté, 2002).5. Analisis penyebab masalah Seligman(dalam Reivich & Shatté, 2002)mengungkapkan sebuah konsep yangberhubungan erat dengan analisispenyebab masalah yaitu gaya berpikir.Gaya berpikir adalah cara yang biasadigunakan individu untuk menjelaskansesuatu hal yang baik dan buruk yangterjadi pada dirinya.
  4. 4. Gaya berpikir dibagi menjadi tiga dimensi,yaitu: 1)Personal (saya-bukan saya)individu dengan gaya berpikir ‘saya’adalah individu yang cenderungmenyalahkan diri sendiri atas hal yangtidak berjalan semestinya. Sebaliknya,Individu dengan gaya berpikir ‘bukansaya’, meyakini penjelasan eksternal (diluar diri) atas kesalahan yang terjadi.2)Permanen (selalu-tidak selalu) : individuyang pesimis cenderung berasumsi bahwasuatu kegagalan atau kejadian buruk akanterus berlangsung. Sedangkan individuyang. optimis cenderung berpikir bahwa iadapat melakukan suatu hal lebih baik padasetiap kesempatan dan memandangkegagalan sebagai ketidakberhasilansementara. 3)Pervasive (semua-tidaksemua) : individu dengan gaya berpikir‘semua’, melihat kemunduran ataukegagalan pada satu area kehidupan ikutmenggagalkan area kehidupan lainnya.Individu dengan gaya berpikir‘tidaksemua’, dapat menjelaskan secara rincipenyebab dari masalah yang ia hadapi.Individu yang paling resilien adalahindividu yang memiliki fleksibilitaskognisi dan dapat mengidentifikasi seluruhpenyebab yang signifikan dalampermasalahan yang mereka hadapi tanpaterperangkap dalam explanatory style
  5. 5. tertentu.6. Efikasi diri Reivich dan Shatté (2002)mendefinisikan efikasi diri sebagaikeyakinan pada kemampuan diri sendiriuntuk menghadapi dan memecahkanmasalah dengan efektif. Efikasi diri jugaberarti meyakini diri sendiri mampuberhasil dan sukses. Individu denganefikasi diri tinggi memiliki komitmendalam memecahkan masalahnya dan tidakakan menyerah ketika menemukan bahwastrategi yang sedang digunakan itu tidakberhasil. Menurut Bandura (1994),individu yang memiliki efikasi diri yangtinggi akan sangat mudah dalammenghadapi tantangan. Individu tidakmerasa ragu karena ia memilikikepercayaan yang penuh dengankemampuan dirinya. Individu ini menurutBandura (1994) akan cepat menghadapimasalah dan mampu bangkit darikegagalan yang ia alami.7. Peningkatan aspek positif MenurutReivich dan Shatté (2002), resiliensimerupakan kemampuan yang meliputipeningkatan aspek positif dalam hidup .Individu yang meningkatkan aspek positifdalam hidup, mampu melakukan dua aspekini dengan baik, yaitu: (1) mampumembedakan risiko yang realistis dan tidak
  6. 6. realistis, (2) memiliki makna dan tujuanhidup serta mampu melihat gambaranbesar dari kehidupan. Individu yang selalumeningkatkan aspek positifnya akan lebihmudah dalam mengatasi permasalahanhidup, serta berperan dalam meningkatkankemampuan interpersonal danpengendalian emosi (Reivich dan Shatte,2002)

×