1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Negara Republik Indonesia merupakan suatu bentuk Negara Kesatuan yang terdiri
lima p...
2
dapat membantu masyarakat dalam memecahkan permasalahan masyarakat yang
muncul di lingkungan masyarakat.
Kuliah Kerja Ny...
3
Kuliah Kerja Nyata Universitas Tadulako (KKN UNTAD) sampai saat ini mengalami
perkembangan yang cukup dinamis dalam peng...
4
3. Pelancar proses difusi inovasi, dalam proses ini setiap anggota masyarakat
yang menjadi sasaran akan mengalami suatu ...
5
1.2Rumusan Masalah
A. Desa Porame
Setelah melakukan observasi di wilayah Desa Porame selama 7 hari, maka
dapat dikemukak...
6
2. Bidang Kesehatan
Masih minimnya pengetahuan Masyarakat dan ibu-ibu tentang kesehatan
Reproduksi dan gizi.
3. Bidang L...
7
D. Desa Daenggune
Setelah melakukan observasi di wilayah Desa Daenggune selama 7 hari, maka
dapat dikemukakan beberapa r...
8
7. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pengelolaan dan pengolahan
potensi hayati desa, seperti kelapa dan ubi jalar y...
9
2. Bidang kesehatan
Masih adanya masyarakat kurang memahami pentingnya berKB dan
Pentingnya gizi bagi Balita.
3. Bidang ...
10
merupakan upaya memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia yang diukur
dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau penca...
11
BAB II
GAMBARAN UMUM LOKASI KKN
2.1 Sejarah Singkat Kecamatan Kinovaro
Berdasarkan peraturan daerah Kabupaten Donggala ...
12
2.2 Kondisi Geografis
Kecamatan Kinovaro merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Sigi yang terletak
pada titk ordin...
13
laki. Dengan demikian, secara umum rasio jenis kelamin di Kecamatan Kinovaro berada
di atas 100, yaitu sebesar 105 yang...
14
Peternakan diupayakan untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak dalam
usaha memperbaiki gizi masyarakat disamping...
15
BAB III
PELAKSANAAN PROGRAM KERJA KKN
3.1 Strategi Dan Pendekatan yang Digunakan
Dalam pelaksanaan program kerja Kuliah...
16
rumah-rumah atau bisa disebut dengan bersilaturahim sekaligus melakukan dialog ke
rumah penduduk dan kepala-kepala dusu...
17
Dalam hal pelaksanaan program yang dimulai dari tahapan persiapan sampai
pada pelaksanaan, ada beberapa strategi dan pe...
18
Faktor-faktor Penghambat Program Kerja
• Rumah masyarakat ada yang terletak di atas gunung.
• Setiap pagi sampai Sore m...
19
EKSTRA
-lomba hafalan juz amma,adzan dan tartil
-lomba lagu dangdut
-lomba futsal
100
B. Desa Uwemanje
Selama kurang le...
20
HYD = 1/4 x 100% = 25%
HYD = 1/4 x 100% = 25%
HYD = 1/4 x 100% = 25%
Dalam pelaksanaannya, kegiatan bimbingan Sekolah M...
21
desa tersebut belum dapat meningkatkan etos kerja dan semangat serta
kesdaran akan pentingnya Perilaku Hidup Bersih Dan...
22
Presentase hasil kegiatan:
HYD = 1/5 x 100 % = 20 %
HYD = 1/5 x 100 % = 20 %
HYD = 1/5 x 100 % = 20 %
HYD = 1/5 x 100 %...
23
Presentase hasil kegiatan:
HYD = 1/2x 100 % = 50 %
HYD = 1/2x 100% = 50 %
HYD = 1/2 x100 % = 50 %
HYD = = 100 %
2. Prog...
24
merupakan hasil kesepakatan Lokakarya Desa pada tanggal 13Maret 2013.
Adapun hasil yang dicapai dari tiap-tiap program ...
25
D.Desa Daenggune
PROGRAM JENIS KEGIATAN
Hasil yang dicapai
%
P
O
S
D
A
Y
A
Bimbingan belajar
100
Penyuluhan Narkoba
100...
26
2. Program Profesi Integral
A. Bidang pendidikan
Salah satu program kerja pada bidang pendidikan yang akan dijalankan y...
27
Sosialisasi kebersihan air minum ini, target pelaksanaannya sebanyak 4 kali
dan sasarannya adalah masyarakat desa Kanun...
28
HYD = 1/2 x 100% = 50 %
HYD = 1/2 x 100 % = 50 %
HYD = 100 %
D. Bidang Lingkungan Hidup
Pada bidang Lingkungan Hidup, P...
29
 Pembuatan papan batas-batas antar dusun dan RT, serta tanda
pengenal rumah-rumah aparatur desa
Kegiatan ini dilakukan...
30
% dari target 5 kali pelaksanan, dengan taksiran dana yang digunakan yaitu
sebesar Rp. 600.000-.
Presentase hasil kegia...
31
 Pembentukan Posdaya
Pembentukan Posdaya adalah salah satu program wajib dari KKN tahun
ini yang mengangkat tema tenta...
32
antar dusun. Walaupun tidak maksimal, karena tidak semua warga ikut
berpartisipasi, akan tetapi kegiatan ini berjalan l...
33
3 Ekonomi dan
kewirausahaan
Penyuluhan usaha
rumah tangga
100% 1 kali
4 Lingkungan
hidup/pertanian...
Baksos 100% 1 Kal...
34
o penyuluhan berternak yang baik dan cara mengobati penyakit ternak
4). Bidang Sosial, Budaya Dan Agama (SOSBUDHUAG)
 ...
35
BAB IV
PENUTUP
4.1Kesimpulan
KKN adalah salah satu sarana untuk mendekatkan masyarakat dengan
lembaga pendidikan, yaitu...
36
4.2 Saran Tindak
Kami Mahasiswa KKN Se-Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi mencoba
memberikan beberapa saran-saran yang b...
37
LAMPIRAN DOKUMENTASI
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

LAPORAN AKHIR KEGIATAN PROFESI INTEGRAL MELALUI PENDEKATAN PEMBERDAYAAN KELUARGA ANGKATAN 66 SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2012/2013 UNIVERSITAS TADULAKO

2,353 views

Published on

Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi

Disusun Oleh :
Koordinator Kecamatan Kinovaro : Mohamad Khaidir
Koordinator Desa : Rachmat Djufri Abdullah, Rama Padji Perdana, Jemmy Christian Sango, Randy Heriyanto, Ivan Prawiranata Manuakali, Krisyohan, Rizal, dan Seluruh Mahasiswa KKN UNTAD Angkatan 66 Tahun 2013 Kecamatan Kinovaro.

*Teristimewa Sahabat Seperjuangan Kami, Almarhumah Titin Fitriana

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,353
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
35
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

LAPORAN AKHIR KEGIATAN PROFESI INTEGRAL MELALUI PENDEKATAN PEMBERDAYAAN KELUARGA ANGKATAN 66 SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2012/2013 UNIVERSITAS TADULAKO

  1. 1. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Negara Republik Indonesia merupakan suatu bentuk Negara Kesatuan yang terdiri lima pulau besar dan ribuan pulau-pulau kecil. Di samping terdiri dari berbagai pulau-pulau, Indonesia juga dikenal dunia sebagai negara dengan beragam suku, budaya, serta adat istiadat.Keragaman budaya ini lantas tidak menjadikan Indonesia rapuh dan mudah terpecah.Akan tetapi semangat bangsa Indonesia dengan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” menjadikan bangsa Indonesia menyatu dalam tali persaudaraan yang kokoh sebagai bangsa yang satu yaitu bangsa Indonesia. Berbagai macam masalah telah dialami bangsa Indonesia mulai dari sejak zaman penjajah hingga era reformasi sekarang ini.Misalnya krisis ekonomi yang melanda perekonomian Indonesia di tahun 2000 menjadikan harga kebutuhan-kebutuhan konsumtif masyarakat Indonesia mahal.Keadaan perekonomian ini terus berlangsung hingga sekarang bahkan diperburuk oleh terjadinya krisis ekonomi global yang dampaknya juga dirasakan bangsa Indonesia. Dalam penyelesaian masalah-masalah yang ada, seringkali masyarakat desa sebagai kelompok besar bertanggung jawab atas masalah-masalah tersebut, terkesan lambat dan tidak secara aktif berupaya mencari suatu solusi yang cepat dan tepat dalam penyelesaian masalah yang ada. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Integral Tematik Posdaya Angkatan 66 Semester Genap Tahun 2012/2013 dilakukan untuk melatih mahasiswa sebagai fasilitator, mahasiswa yang bertanggung jawab atas kesadaran kelompok masyarakat tentang kebutuhan untuk merubah, kepekaan terhadap proses yang terjadi, pemahaman kepemimpinan yang di anut kelompok masyarakat, kemampuan bertindak sebagai organisator dan pelopor, kemampuan mengendalikan diri dan bertindak pada saat yang tepat, dan pemahaman tentang kelebihan dan kelemahan lingkungan sasaran. Diharapkan dengan semua tuntututan kerja di atas, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Integral Tematik Posdaya Angkatan 66 Semester Genap Tahun 2012/2013
  2. 2. 2 dapat membantu masyarakat dalam memecahkan permasalahan masyarakat yang muncul di lingkungan masyarakat. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Integral Tematik Posdaya Angkatan 66 Semester Genap Tahun 2012/2013 merupakan salah satu program yang mampu mendidik mahasiswa membentuk suatu pola pikir dan bekerja secara interdisipliner dan lintas sektoral.Penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang diperoleh dalam perguruan tinggi dapat diterapkan dan diberdayakan dalam masyarakat. Melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Integral Tematik Posdaya Angkatan 66 Semester Genap Tahun 2012/2013mahasiswa juga diberikan pengalaman, keterampilan secara nyata sebagai kader pembangunan sehingga melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Integral Tematik Posdaya Angkatan 66 Semester Genap Tahun 2012/2013 akan tertanam rasa cinta, kepedulian sosial, dan rasa tanggung jawab terhadap masyarakat di berbagai bidang dalam diri mahasiswa. Berdasarkan kondisi di masyarakat dan berdasarkan uraian singkat tersebut, maka Universitas Tadulako sebagai lembaga akademik melalu Pusat Pengembangan Wilayah Kuliah Kerja Nyata (P2WKKN) dengan menempatkan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Integral Tematik Posdaya Angkatan 66 Semester Genap Tahun 2012/2013 terus berupaya untuk dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan sumber daya alam yang dimiliki secara optimal. Dengan model kemampuan sumber daya manusia dan potensi sumber daya alam yang dimiliki diharapkan dapat memacu dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan taraf hidup serta kesejahteraan masyarakat desa sehingga dapat terwujud pembangunan masyarakat desa ke arah yang lebih baik. Diharapkan melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Integral Tematik Posdaya Angkatan 66 Semester Genap Tahun 2012/2013 sebagai salah satu kegiatan perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Tadulako yaitu Pemberdayaan Masyarkat, dapat memotivasi serta memediasi masyarakat dalam menemukan solusi dari masalah-masalah yang ada di lingkungan masyarakat.
  3. 3. 3 Kuliah Kerja Nyata Universitas Tadulako (KKN UNTAD) sampai saat ini mengalami perkembangan yang cukup dinamis dalam pengelolaan dan pelaksanaannya. Model beserta varian KKN juga mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Universitas Tadulako sebagaimana dalam visinya pada tahun 2020 unggul dalam pengabdian pada masyarakat melalui pengembangan pendidikan dan penelitian, senantiasa berusaha merespon perkembangan yang terjadi ditengah masyarakat guna menempatkan diri dalam upaya pencapaian visi tersebut dan menghindari terbentuknya universitas yang hanya berfungsi sebagai menara gading. KKN UNTAD merupakan wadah untuk dapat menyumbangkan pengetahuan secara langsung kepada masyarakat secara melembaga. Sebagai kegiatan kelompok yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu, KKN diharapkan mampu untuk menangani masalah-masalah nyata yang sifatnya majemuk secara terpadu dan interdisipliner. Kemajemukan disiplin ilmu yang dimiliki dan dikembangkan Untad sangat memungkinkan perguruan tinggi ini akan mengakar di tengah masyarakat. Hal ini dapat di aplikasikan jika pengembangan misi Tri Darma dilaksanakan dengan kemampuan professional memposisikan diri sebagai agen pembaharu. Peran mahasiswa sebagai agen pembaharu harus mampu memposisikan diri ditengah-tengah masyarakat selama mengikuti kegiatan KKN, selain itu mahasiswa dituntut berperan mengaplikasikan ilmunya sebagai fasilitator dan dinamisator pembangunan di tengah masyarakat. Untuk itu peran yang harus diemban oleh mahasiswa adalah : 1. Pemberi informasi; sebagai orang terpelajar, mahasiswa memiliki sentuhan media yang relatif cukup tinggi sehingga memiliki informasi yang dapat disampaikan kepada masyarakat , berupa ide-ide baru bernuansa pemberdayaan. 2. Pemberi motivasi, mahasiswa memiliki posisi yang jauh lebih menguntungkan untuk memperoleh kepercayaan masyarakat agar mau melaksanakan suatu program atau kegiatan. Mahasiswa tinggal bersama-sama masyarakat sehingga dapat mengetahui berbagai aspek kehidupan masyarakat, kebutuhan dan aspirasi masyarakat sehingga mudah untuk digerakkan.
  4. 4. 4 3. Pelancar proses difusi inovasi, dalam proses ini setiap anggota masyarakat yang menjadi sasaran akan mengalami suatu keadaan yang hasil akhirnya ialah menerima atau menolak inovasi. 4. Penghubung antar sistem, berbagai program instansi pemerintah terhadap masyarakat yang tidak dapat diakses oleh masyarakat sehingga diperlukan peran mahasiswa sebagai penghubung antar masyarakat dengan pemerintah. Peran tersebut tidaklah ringan mengingat berbagai faktor telah mengakibatkan nilai-nilai luhur yang diemban mahasiswa KKN kini tergerus dengan model KKN yang konvensional dan monoton, selain ketidakprofesionalan mahasiswa dalam melaksanakan KKN juga menjadi faktor penyebabnya, belum lagi arus perubahan yang begitu pesat yang kini terjadi ditengah-tengah masyarakat. Fakta lapangan menunjukkan bahwa model KKN konvensional dan monoton yang telah dilakukan oleh mahasiswa KKN di lapangan membuat reaksi dari masyarakat dan pemerintah setempat untuk perlunya ada varian baru di dalam pengelolaan KKN agar masyarakat dan pemerintah dapat merasakan manfaat dan entry point pelaksanaan KKN. Model KKN yang selama ini tanpa keberlanjutan dan berkesinambungan membuat masyarakat dan aparat pemerintah hamper mengalami kejenuhan kalau tidak mau dikatakan resisten terhadap mahasiswa KKN. Olehnya itu dituntut keseriusan dan keprofesionalan dalam menyiapkan mahasiswa dalam melakukan kegiatan KKN, P2WKKN sebagai lembaga yang mengelola KKN UNTAD kini telah berusaha mengembangkan berbagai model KKN sebagai jawaban akan persoalan tersebut, saat ini P2WKKN dengan bekerjasama Yayasan Damandiri dan pemerintah daerah mengembangkan KKN Pos Pemberdayaan Keluarga (KKN Posdaya) sebagai jawaban persoalan di atas.
  5. 5. 5 1.2Rumusan Masalah A. Desa Porame Setelah melakukan observasi di wilayah Desa Porame selama 7 hari, maka dapat dikemukakan beberapa rumusan masalah yang dirangkum dalam berbagai butir pertanyaan yaitu, sebagai berikut : 1. Bagaimana mengajak anak-anak agar mau mengembangkan minat baca? 2. Bagaimana mengatasi masalah-masalah yang dialami wanita pada umumnya? 3. Bagaimana memahamkan masyarakat agar mengetahui kiat-kiat dalam berwirausaha? 4. Bagaimana mengembangkan bunga furing sebagai ciri khas kabupaten sigi? 5. Bagaimana melakukan pendataan yang benar agar data yang didapatkan akurat? 6. Bagaimana menjadikan kotoran ternak agar dapat bermanfaat dalam sektor pertanian? 7. Bagaimana menjadikan anak-anak paham dalam beragama dan berperilaku yang baik dalam bermasyarakat? B. Desa Uwemanje Sesuai hasil Observasi dan lokakarya Desa yang telah kami lakukan selama 7 hari, kami mahasiswa KKN Tematik Posdaya UNTAD angkatan 66 Desa Uwemanje telah menemukan beberapa permasalahan yang telah kami angkat sesuai dengan prioritas permasalahannya. Adapun permasalahan yang kami temukan di Desa Uwemanje antara lain : 1. Bidang Pendidikan Kurangnya pemahaman Anak-anak sekolah Minggu terhadap isi Alkitab yang merupakan inti dari pengajaran Kristiani.
  6. 6. 6 2. Bidang Kesehatan Masih minimnya pengetahuan Masyarakat dan ibu-ibu tentang kesehatan Reproduksi dan gizi. 3. Bidang Lingkungan Hidup Kurangnya kesadaran Masyarakat akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat. 4. Bidang Sosbud Belum tersedianya data potensi SDA, Ekonomi Desa yang baru, serta tidak adanya papan pengenal di setiap rumah birokrasi Desa. 5. Teknologi Tepat Guna (TTG) Masih banyaknya potensi Ekonomi Desa yang belum terkelola dengan maksimal 6. Ekstra Bagaimana meningkatkan kembali semangat berlembaga pada Masyarakat melalui kegiatan olahraga. C. Desa Doda Berdasarkan hasil observasi selama 7 hari di Desa Doda, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi yang dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Integral Tematik Posdaya Universitas Tadulako angkatan 66 tahun 2013 menemukan masalah-masalah yang ada di lingkungan masyarakat yaitu : 1. Masih terdapat anak yg belum mengenal huruf dan angka serta baca tulis 2. Masyarakat belum memahami tentang pola hidup bersih dan sehat serta program keluarga Berencana 3. Dalam UKM belum ada yang melakukan pencatatan sederhana mengenai pengelolaan keuangan 4. Penataan lingkungan yang belum teratur 5. Banyaknya kasus kekerasan dalam rumah tangga. 6. Belum tersedianya data SDA dan ekonomi Desa 7. Kurangnya tenaga pengajar mengaji di TPA 8. Belum tersedianya tanda pengenal Desa 9. Pengelolahan potensi Desa yang belum maksimal,
  7. 7. 7 D. Desa Daenggune Setelah melakukan observasi di wilayah Desa Daenggune selama 7 hari, maka dapat dikemukakan beberapa rumusan masalah yang dirangkum dalam berbagai butir pertanyaan yaitu, sebagai berikut : 1) Bagaimana mengadakan papan nama jalan, papan nama KADES berserta jajarannya? 2) Bagaimana cara mengatasi kegiatan belajar mangajar di SD yang belum kondusif? 3) Bagaimana menambah pengetahuan masyarakat mengenai bahaya narkoba? 4) Bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Daenggune? 5) Bagaimana cara mengatasi ternak-ternak agar dapat hidup dengan sehat? 6) Bagaimana caramendapatkan data yang akurat dan benar di Desa Daenggune? 7) Bagaimana cara menambah pengetahuan masyarakat Desa Daenggune dalam pengolahan potensi lokal yang belum maksimal? E. Desa Kanuna Sesuai hasil Observasi dan Loka karya Desa yang telah kami lakukan selama 7 hari, kami mahasiswa KKN Tematik Posdaya UNTAD angkatan 66 telah menemukan beberapa permasalahan yang telah kami angkat sesuai dengan prioritas permasalahannya. Adapun permasalahan yang kami temukan di Desa Kanuna antara lain : 1. Kurangnya pengetahuan siswa-siswi mengenai pelajaran matematika, IPA, IPS, PKN dan Bhs. Indonesia. 2. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya kebersihan air minum. 3. Belum adanya papan nama jalan sebagai penanda batas-batas antara RT dan dusun. 4. Belum tertatanya pekarangan rumah penduduk. 5. Kurangnya pemahaman warga tentang pentingnya akta kelahiran dan kartu keluarga. 6. Belum adanya data akurat tentang SDA dan SDM yang ada di desa Kanuna.
  8. 8. 8 7. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pengelolaan dan pengolahan potensi hayati desa, seperti kelapa dan ubi jalar yang dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi guna menambah pendapatan desa. 8. Kurangnya “kegiatan kemasyarakatan” yang dapat menambah solidaritas antar dusun. F. Desa Kalora Berdasarkan hasil observasi selama 7 hari di Desa Kalora, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi yang dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Integral Tematik Posdaya Universitas Tadulako angkatan 66 tahun 2013 menemukan masalah-masalah yang ada di lingkungan masyarakat yaitu : 1) Banyak anak-anak yang menghabiskan waktunya hanya dengan bermain 2) Masyarakat belum terlalu memahami tentang permasalahan narkoba 3) Tidak adanya usaha rumah tangga yang dapat menjadi mata pencarian tambahan untuk keluarga 4) Penataan lingkungan sekitar yang belum teratur 5) Di balai desa masih menggunakan logo kabupaten Donggala. 6) Banyak perangkat Desa yang sudah rusak. 7) Banyak data tidak sesuai dan belum akurat 8) Masyarakat belum memiliki keterampilan dalam mengola singkong. 9) Tidak memiliki lapangan bola takraw G. Desa Balane Berdasarkan hasil observasi yang telah kami lakukan selama berada dilokasi KKN, terdapat beberapa permasalahan yang kami temukan diantaranya : 1. Bidang pendidikan Masih terdapatnya anak-anak yang putus sekolah.
  9. 9. 9 2. Bidang kesehatan Masih adanya masyarakat kurang memahami pentingnya berKB dan Pentingnya gizi bagi Balita. 3. Bidang Ekonomi Masih kurangnya jiwa kewirausahaan masyarakat. 4. Bidang SOSBUDAG - Adanya masyarakat yang masih belum memiliki KK dan KTP dan pentingnya kedua kartu tersebut. - Kurangnya data tentang masyarakat, pertanian, potensi SDA dan ekonomi desa balane. - Adaya Masyarakat yang masih kurang memahami tentang peraturan Hukum perdata dan pidana. 5. Bidang Lingkungan hidup, Pertanian, Perternakan,Dll - Masih adanya Masyarakat yang kurang memahami tentang perternakan sapi yang baik dan cara mengobati penyakit sapi. - Masih Kurangnya informasi tentang pertanian dan cara mengobati penyakit yang datang. 6. Bidang TTG Masih kurangnya wawasan masyarakat tentang pemanfaatan pengolahan potensi lokal yang belum maksimal. 1.3 Tujuan Dan Manfaat Adapun maksud untuk mahasiswa KKN Profesi Integral Tematik Posdaya UNTAD yaitu : 1. Memperdalam pengertian terhadap cara berpikir secara professional dan bekerja sama secara interdispliner. 2. Wadah bagi keluarga dan masyarakat untuk bersama-sama mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam bidang kewirausahaan, pendidikan dan pelatihan keterampilan, KB dan Kesehatan, serta lingkungan yang sekaligus
  10. 10. 10 merupakan upaya memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia yang diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau pencapaian tujuan Millenium Development Goals (MDGs) . Tujuannya yaitu :  Secara Umum : 1. Memberi pengalaman belajar tentang pembangunan masyarakat, dan pengalaman kerja nyata secara professional dalam memberikan solusi yang dibutuhkan masyarakat. 2. Untuk lebih mendewasakan mahasiswa dan membiasakan untuk bekerja secara professional dan bekerjasama dengan profesi lain yang berlatar belakang ilmu yang berbeda. 3. Membantu masyarakat dan pemerintah Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, Desa dalam menyelesaikan permasalahan pembangunan. 4. Mendekatkan Universitas Tadulako dengan Masyarakat.  Secara Khusus : 1. Untuk memajukan kualitas pendidikan anak-anak SD; 2. Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat; 3. Agar ternak-ternak dapat hidup dengan sehat. 4. Untuk mendapatkan data yang akurat dan benar.
  11. 11. 11 BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI KKN 2.1 Sejarah Singkat Kecamatan Kinovaro Berdasarkan peraturan daerah Kabupaten Donggala Nomor 1 Tahun 2007 tentang pembentukan Kecamatan Kinovaro, Kecamatan ini terbentuk atau mekar dari Kecamatan Marawola pada Bulan Desember 2007. Kecamatan Kinovaro yang didukung oleh luas wilayah, jumlah penduduk dan ketersediaan sumber daya alam yang cukup memadai untuk diolah dan dikembangkan, pada prinsipnya telah memenuhi persyaratan pemekaran kecamatan sebagaimana yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena itu, berdasarkan ketentuan Pasal 126 ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan berpedoman pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2001 tentang Pedoman Pembentukan Kecamatan yang masih berlaku sebagai referensi hokum sebelum Pemerintah Pusat mengeluarkan Peraturan Pemerintah yang pada prinsipnya akan mengatur hal yang sama, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala melakukan pemekaran Kecamatan Marawola melalui Pembentukan Kecamatan Kinovaro yang diatur dengan Peraturan Daerah Kabupaten Donggala. Kecamatan Kinovaro terdiri atas Sembilan desa yaitu : 1. Desa Porame 2. Desa Balane 3. Desa Uwemanje 4. Desa Rondingo 5. Desa Pobolobia 6. Desa Doda 7. Desa Daenggune 8. Desa Kanuna 9. Desa Kalora
  12. 12. 12 2.2 Kondisi Geografis Kecamatan Kinovaro merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Sigi yang terletak pada titk ordinat 00 52’06’’ – 10 01’01’’LS dan 1190 46’42’’ – 1190 50’52’’ BT yang memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut : - Sebelah Utara : Kecamatan Palu Barat Kota Palu - Sebelah Timur : Kecamatan Palu Barat Kota Palu dan Kecamatan Marawola - Sebelah Selatan : Kecamatan Dolo Barat - Sebelah Barat : Kecamatan Marawola Barat Luas wilayah Kecamatan Kinovaro 70,38 Km2 yang secara administrasi terdiri dari 9 desa. Berdasarkan Elevasi (ketinggian dari permukaan laut), Kecamatan Kinovaro pada umumnya merupakan daerah perbukitan dan pegunungan. Berada pada ketinggian 164 – 1316 m di atas permukaan laut. Mengingat bahwa secara geografis Kecamatan kinovaro bersinggungan langsung dengan hutan lindung yang menjadi daerah penyanggah, maka dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan diperlakukan secara khusus dengan memberikan pembatasan pada pemanfaatan lahan, sehingga diharapkan bahwa dengan adanya ketentuan yang membatasi pembatasan lahan di Kecatan Kinovaro maka fungsi kawasan hutan lindung sebagai daerah penyanggah dapat terjaga dan terpelihara secara lestari. 2.3Kondisi Demografis Jumlah penduduk di kecamatan ini pada tahun 2008 sebesar 10.540 jiwa, dimana jumlah penduduk tertinggi terdapat di Desa Kalora sebanyak 1.851 jiwa dan jumlah penduduk terendah terdapat di Desa Pobolobia sebanyak 406 jiwa, sedangkan tingkat kepadatan penduduk tertinggi terdapat di Desa Porame yaitu sebesar 567/km2 . Pada tahun 2008, banyaknya penduduk perempuan sedikit lebih rendah dibandingkan penduduk laki-laki, yaitu 5.120 jiwa penduduk perempuan dan 5.420 jiwa penduduk laki-
  13. 13. 13 laki. Dengan demikian, secara umum rasio jenis kelamin di Kecamatan Kinovaro berada di atas 100, yaitu sebesar 105 yang artinya 100 perempuan berbanding 105 laki-laki. Sedangkan menurut kewarganegaraannya, penduduk seluruhnya berkewarganegaraan Indonesia. Jumlah penduduk WNI laki-laki dan perempuan masing-masing sebanyak 5.420 dan 5.210 jiwa. 2.4Kondisi Sosial Budaya Dan Ekonomi A. Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan merupakan indikator dari kemajuan suatu bangsa. Sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa maka pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kehidupan masyarakat. Sebagai ukuran keberhasilan pembangunan pendidikan di Kecamatan Kinovaro dengan data yang bersumber dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Kinovaro dapat dilihat dalam penyajian data sektor pendidikan mulai dari Taman Kanak-Kanak sampai jenjang pendidikan tertinggi di daerah ini. Sekolah, murid, guru merupakan tiga kumpulan dasar dari sistem pendidikan yang secara keseluruhan sangat penting. Di Kecamatan Kinovaro, banyaknya sekolah TK 2 buah, SD 14 buah, SLTP 2 buah, dan SMU 1 buah. B. Pertanian Sektor pertanian merupakan landasan dasar utama perekonomian di Kecamatan Kinovaro. Oleh karena itu, perkembangan di sektor pertanian masih merupakan hal yang penting dalam mendukung pembangunan ekonomi di sektor lainnya. Tanaman perkebunan terbanyak adalah kakao sebesar 46.107 pohon, dimana Desa Uwemanje memiliki tanaman kakao terbanyak, yaitu sebesar 28.129 pohon. Tanaman kopi sebesar 16.028 pohon. Tanaman perkebunan lainnya adalah kelapa dan cengkeh masing-masing sebanyak sebesar 1.672 pohon dan 1.809 pohon (Data Tahun 2008).
  14. 14. 14 Peternakan diupayakan untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak dalam usaha memperbaiki gizi masyarakat disamping meningkatkan pendapatan. Jenis ternak yang diusahakan oleh masyarakat di Kecamatan Kinovaro adalah sapi sebanyak 1.299 ekor dan kuda sebanyak 12 ekor. Sedangkan untuk ternak kecil seperti kambing berjumlah 1.158 ekor, domba sebanyak 191 ekor dan babi 372 ekor (Data Tahun 2008). C. Industri Perusahaan yang bergerak disektor industri dibedakan industri besar, industri sedang, industri kecil dan kerajinan rumah tangga. Pengelompokkan tersebut semata-mata didasarkan atas banyaknya pekerja diperusahaan. Berdasarkan klasifikasi industri tersebut di Kecamatan Kinovaro pada tahun 2008 masih nihil. Usaha perbengkelan motor sebanyak 7 usaha, bengkel sepeda 1 usaha dan service radio/tape 2 usaha (Kinovaro Dalam Angka, 2009). D. Perdagangan Prasarana pemasaran di Kecamatan Kinovaro untuk kegiatan jual beli hasil komoditi dan kebutuhan lainnya agak sulit karena kios-kios/toko, pedagang keliling dan pasar yang ada di desa-desa dalam wilayah Kecamatan Kinovaro, masih sangat terbatas. Ditambah lagi pasar tersebut merupakan pasar mingguan. Jumlah pasar di Kecamatan Kinovaro, pada tahun 2008 masih sebanyak 1 buah pasar yang terletak di Desa Uwemanje dengan frekuensi kegiatan perdagangannya tiap minggu. Jumlah kios sebanyak 46 buah, di Desa Porame 10 kios dan jumlah kios paling sedikit terdapat di Desa Rondingo, Desa Pobolobia, dan Desa Kalora masing-masing 3 usaha kios. Jumlah keseluruhan usaha perdagangan di Kecamatan Kinovaro sebanyak 51 usaha (Kinovaro dalam angka, 2009).
  15. 15. 15 BAB III PELAKSANAAN PROGRAM KERJA KKN 3.1 Strategi Dan Pendekatan yang Digunakan Dalam pelaksanaan program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Integral Tematik Posdaya Angkatan 66 Semester Genap Tahun Akademik 2012/2013 di Kecamatan Kinovaro, dimana kami melakukan observasi di 7 Desa dan melibatkan masyarakat dalam setiap program yang dilaksanakan baik itu dalam proses perencanaan dan pelaksanaan. dan masyarakat dapat saling membagi dan menemukan berbagai macam masalah-masalah tentang kondisi dan keadaan Desa dalam rangka membuat perencanaan dan tindakan. a. Observasi Dalam pelaksanaan Program Kerja KKN Profesi Integral Tematik Posdaya di Kecamatan Kinovaro, digunakan pendekatan untuk mengkaji kondisi atau keadaan 7 Desa dengan melibatkan peran serta masyarakat mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan dan evaluasi. Cara ini dapat memungkinkan masyarakat di 7 Desa secara mandiri menganalisis pengetahuan tentang kondisi kehidupannya dalam rangka menemukan masalah-masalah yang ada dalam lingkungan masyarakat, untuk kemudian mendapatkan solusi yang tepat. Cara ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan program yang relevan dengan harapan dan keadaan masyarakat. Dimana tujuan yang paling mendasar yakni pengembangan kemampuan masyarakat dalam menganalisa keadaan mereka sendiri dalam melakukan perencanaan dan kegiatan aksi, sehingga dapat membuat program dan melaksanakannya. Dalam kegiatan ini kami sebagai mahasiwsa KKN Profesi Integral Tematik Posdaya hanya sebagai fasilitator dan masyarakatlah yang membuat, menganalisa dan menentukan serta mengerjakan program. Untuk mencari tahu tentang permasalahan yang ada di masyarakat, maka kami melakukan observasi selama 7 hari. Kegiatan awal kami adalah perkenalan dengan pemerintah serta aparat di 7 Desa Se-Kecamatan Kinovaro dengan mendatangi ke
  16. 16. 16 rumah-rumah atau bisa disebut dengan bersilaturahim sekaligus melakukan dialog ke rumah penduduk dan kepala-kepala dusun dengan tujuan berkenalan sekaligus agar keberadaan kami sebagai mahasiswa KKN diketahui oleh masyrakat serta untuk mencari tahu permasalahan-permasalahan yang ada di 7 Desa Kecamatan Kinovaro, cara ini merupakan pendekatan yang nantinya diharapkan bisa mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalm pelaksanaan relaisasi dari penyelesaian masalah yang ada. b. Wawancara Wawancara adalah tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih secara langsung atau melakukan tanya jawab melalui responden, cara yang digunakan adalah wawancara bebas dengan harapan mendapatkan keterangan yang dibutuhkan untuk dijadikan acuan dalam penyusunan program kerja. Setelah itu kami mengklasifikasi masalah tersebut sesuai dengan basic ilmu yang kami miliki, kemudian setelah mengklasifikasikannya, masalah tersebut didiskusikan dengan warga dalam sebuah forum yaitu Lokakarya Desa (LOKDES) di 7 Desa Kecamatan Kinovaro. Lokakarya Desa bertujuan untuk mengkaji kembali informasi yang telah didapatkan pada saat observasi untuk dijadikan prioritas utama sebagai acuan dalam penyusunan program kerja. Untuk memudahkan pelaksanaan program kerja sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaannya, maka kami (mahasiswa) memediasi atau memfasilitasi pembentukan penanggung jawab kegiatan dan hari pelaksanaannya serta sumber dana. Penanggung jawab kegiatan terdiri dari unsur penyelenggara pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya sedangkan sumber dana berasal dari swadaya masyarakat itu sendiri. Setelah Lokakarya Desa di 7 Desa Kecamatan Kinovaro dilaksanakan, langkah yang selanjutnya adalah presentase program pada saat pelaksanaan Lokdes ke dua dan di lanjutkan dengan Lokakarya Kecamatan yang dihadiri oleh seluruh Kepala Desa 1 (satu) Kecamatan, para undangan, Dosen Pembimbing dan seluruh mahasiswa yang ber-KKN dalam satu Kecamatan setempat.
  17. 17. 17 Dalam hal pelaksanaan program yang dimulai dari tahapan persiapan sampai pada pelaksanaan, ada beberapa strategi dan pendekatan yang digunakan yaitu sebagai berikut : 1. Mahasiswa KKN melakukan pendekatan dengan penanggung jawab kegiatan. 2. Melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat yang ada disetiap Dusun sekaligus mensosialisasikan kegiatan yang akan dilaksanakn. 3. Menjalin koordinasi dan silaturahmi yang baik dengan seluruh unsur penyelenggara pemerintahan dan organisasi di luar struktur pemerintahan Desa, dengan harapan membantu mengontrol penanggung jawab dengan kegiatan tersebut. 4. Membangun hubungan silaturahmi antara mahasiswa KKN dengan masyarakat. 5. Menjalani koordinasi sesama mahasiswa KKN dalam satu kecamatan untuk bertukar pikiran sekaligus mensosialisasikan program kerja masing-masing. 6. Melakukan pendekatan dengan pemuda dan mengikut sertakan mereka dalam setiap pelaksanaan program. Dari pendekatan di atas merupakan strategi yang di bangun untuk menjalin hubungan silahturaim baik sesama mahasiswa KKN maupun Antara mahasiswa KKN dengan masyarakat setempat dan salah satu yang digunakan mahasiswa mengontrol pelaksanaan program. 3.2Faktor Pendukung dan Penghambat Secara umum Faktor Pendukung dan penghambat pelaksanaan program kerja KKNPI Tematik Posdaya di Kecamatan Kinovaro sebagai berikut : Faktor-faktor Pendukung Program Kerja • Bantuan partisipasi masyarakat dalam menjalankan program • Bantuan pemerintah desa dalam memberikan panduan-panduan dalam menjalankan program • Kerja sama teman-teman mahasiswa bekerja sama dalam menjalankan program.
  18. 18. 18 Faktor-faktor Penghambat Program Kerja • Rumah masyarakat ada yang terletak di atas gunung. • Setiap pagi sampai Sore masyarakat pergi kekebun yang terletak di atas gunung, dan terkadang mereka bermalam. • Terkadang juga ada masyarakat yang tidak ingin di data dan tidak menghiraukan kami. • Kami menganggap bahwa masih ada masyarakat semi primitif, sehingga kami sulit melakukan pendataan. • akses jalan yang belum terlalu baik di untuk di lewati sehingga kami masih kesusahan dalam menjalankan program. 3.3 Hasil Yang Dicapai A. Desa Porame PROGRAM JENIS KEGIATAN Hasil yang dicapai % P O S D A Y A Taman baca di balai desa 100 Sosialisasi kesehatan 100 -Sosialisasi kewirausahaan -Sosialisasi pembukuan standar 100 Mensosialisasikan pengembangan/pengelolaan taman bunga furing 100 - pendataan desa dengan kuesioner 100 - pengadaan buku Iqra 100
  19. 19. 19 EKSTRA -lomba hafalan juz amma,adzan dan tartil -lomba lagu dangdut -lomba futsal 100 B. Desa Uwemanje Selama kurang lebih dua bulan sejak tanggal 5 Maret 2013 sampai dengan 11 Mei 2013, kami mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Integral Tematik Posdaya Angkatan 66 Semester Genap Tahun 2012/2013 berada di Desa Uwemanje, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, guna menjalankan beberapa program kerja KKN. Program-program kerja ini didasarkan atas kegiatan observasi, dan program- program ini juga merupakan hasil kesepakatan lokakarya Desa pada tanggal 12 Maret 2013. Adapun hasil yang dicapai dari pelaksanaan program kerja adalah sebagai berikut : 1. Program Profesi Integral a. Bidang pendidikan Salah satu program kerja pada bidang pendidikan yang akan dijalankan yaitu kegiatan Bimbingan Sekolah Minggu, yang menjadi sasaran kami adalah anak-anak sekolah Minggu yang ada di Desa Uwemanje. Kegiatan ini, dimulai pada minggu ke-2 bulan April sampai minggu ke-1 bulan Mei, program ini berjalan dengan capaian 100 % dari target 4 kali pertemuan, dengan taksiran dana yang digunakan dalam program Bimbingan Sekolah Minggu sebesar Rp. 145.000-. Presentase hasil kegiatan: HYD = 1/4x 100 % =25 % HYD = 1/4 x 100% = 25% HYD = 1/4 x 100% = 25%
  20. 20. 20 HYD = 1/4 x 100% = 25% HYD = 1/4 x 100% = 25% HYD = 1/4 x 100% = 25% Dalam pelaksanaannya, kegiatan bimbingan Sekolah Minggu ini, diikuti oleh seluruh Anak-anak Sekolah Minggu Desa Uwemanje.Hal ini disebabkan adanaya dukungan penuh dari para orang tua serta keinginan dari Anak- anak Sekolah Minggu yang rindu untuk mendegarkan cerita tentang Alkitab. b.Bidang kesehatan Pada bidang kesehatan Program kerja yang akan djalankan yaitu sosialisasi tentang kesehatan Reproduksi dan gizi. Latar belakang program kerja ini adalah dikarenakan 95% warga di Desa Uwemanje khususnya ibu- ibu, belum memahami tentang apa itu kesehatan Reproduksi, serta masih minimnya pengetahuan masyarakat tentang gizi yang baik. Sosialisasi kesehatan Reproduksi dan gizi ini, target pelaksanaannya sebanyak 2 kali dan priroritas sasarannya adalah masyarakat dan ibu-ibu Desa Uwemanje.Kegiatan sosialisasi ini dilakukan pada minggu ke-2 bulan April. Program ini berjalan dengan capaian 100% dengan taksiran dana yang digunakan dalam kegiatan sebesar Rp. 75.000-. Presentase hasil kegiatan: HYD = 1/2x 100 % = 50 % HYD = 1/2 x 100% = 50 % HYD = 1/2 x 100% = 50 % HYD = 1/2 x 100% = 100% HYD = 1/2x 100% = 100% c. Bidang Lingkungan Hidup Di desa Uwemanje, sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Hasil pertaniannya ini langsung dijual di pasar untuk memperoleh uang guna memenuhi keperluan kehidupan mereka. Namun, masyarakat
  21. 21. 21 desa tersebut belum dapat meningkatkan etos kerja dan semangat serta kesdaran akan pentingnya Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat. Hal ini menjadi dasar kami menyusun 1 program kerja yaitu bakti sosial Program kerja ini memiliki target pelaksanaan sebanyak 5 kali dengan sasaran masyarakat. Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan pada minggu ke- 2 Maret sampai Minggu ke-3 bulan april. Program ini berjalan dengan capaian 100 % dari target 5 kali pelaksanan, dengan taksiran dana yang digunakan dalam kegiatan bakti sosial sebesar Rp.10.000-. Presentase hasil kegiatan: HYD = 1/5x 100 % = 50 % HYD = 1/5 x 100% = 20% HYD = 1/5 x 100 % = 20 % HYD = 1/5 x100 % = 20% HYD = 1/5 x 100 % = 20% HYD = 1/5 x 100 % = 20% HYD = 1/5x 100 % = 20% d.Bidang Sosial Budaya Pada bidang sosial, budaya jenis program kerja yang akan dilaksanakan yaitu pendataan penduduk (kuesioner).  Pendataan Penduduk (kuesioner) Program kerja ini merupakan program kerja titipan dari BALITBANGDA Propinsi Sulawesi Tengah yang bekerjasama dengan UNTAD dalam hal pendataan SDA dan SDM yang ada di kabupaten Sigi, pada umumnya, dan Desa Uwemanje pada Khususnya. Kegiatan kuesioner ini ditargetkan sebanyak 5 kali dengan sasaran masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu ke-2 bulan maret sampai minggu ke-2 bulan april. Program ini berjalan dengan capaian 100 % dari target 5 kali pelaksanan, dengan taksiran dana yang digunakan yaitu sebesar Rp. 600.000-.
  22. 22. 22 Presentase hasil kegiatan: HYD = 1/5 x 100 % = 20 % HYD = 1/5 x 100 % = 20 % HYD = 1/5 x 100 % = 20 % HYD = 1/5 x 100 % = 20 % HYD = 1/5 x 100 % = 20 % HYD = 1/5 x 100 % = 20 % HYD =1/5 x 100 % = 20%  Pembentukan Posdaya Pembentukan Posdaya adalah salah satu program wajib dari KKN tahun ini yang mengangkat tema tentang pemberdayaan keluarga melalui pembentukan posdaya tersebut. Pelaksanaan kegiatan Pembentukan Posdaya ini ditargetkan sebanyak 1 kelompok dengan sasaran kegiatan yaitu masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu ke-4 bulan maret. Program ini berjalan dengan capaian 100 % dari target 1 kelompok, dengan taksiran dana yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu sebesar Rp. 75.000-. e. Teknologi Tepat Guna (TTG) Desa Uwemanje termasuk salah satu desa yang mempunyai hasil pertanian cukup baik, khususnya kemiri. Namun hasil produksi yang dikelolah belum maksimal sehingga kami menyusun satu kegiataan yang bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi pengolahan kemiri melalui Penyuluhan dan pelatihan pembuatan arang dari kulit kemiri. Target pelaksanaan kegiatan ini yaitu sebanyak 2 kali dengan sasaran masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu ke-2 sampai minggu ke- 3 bulan april. Program ini berjalan dengan capaian 100 % dari target 2 kali pelaksanan, dengan taksiran dana yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu sebesar Rp. 150.000-.
  23. 23. 23 Presentase hasil kegiatan: HYD = 1/2x 100 % = 50 % HYD = 1/2x 100% = 50 % HYD = 1/2 x100 % = 50 % HYD = = 100 % 2. Program Ekstra Pada program ekstra, kami menyusun rancangan program kerja yang berupa kegitan lomba Sepak Bola Mini (Futsal). Program kerja ini bertujuan untuk mengaktifkkan kembali lembaga-lembaga yang da di Desa, khususnya karang taruna. Lomba futsal ini memiliki target pelaksanaan yaitu sebanyak 3 kali dengan sasaran masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu ke-3 bulan april hingga minggu ke-1 bulan mei. Program ini berjalan dengan capaian 100 % dari target 3 kali pelaksanan, dengan taksiran dana yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu sebesar Rp. 600.000-. Presentase hasil kegiatan: HYD = 1/3x 100 % = 33,33 % HYD = 1/3x 100% = 33,33 % HYD = 1/3x 100% = 33,33 % HYD = 1/3x 100 % = 33,33 % HYD = = 100 % C. Desa Doda Selama 2 bulan sejak tanggal 05 Maret 2013 sampai dengan 11Mei 2013, kami mahasiswa KKN Profesi Integral Tematik Posdaya berada di Desa Doda, guna menjalankan beberapa program yang diantaranya program-program yang sesuai dengan profesi keilmuan kami. Program-program profesi ini didasarkan pada yang didapatkan pada saat melakukan observasi, dan program-program ini juga
  24. 24. 24 merupakan hasil kesepakatan Lokakarya Desa pada tanggal 13Maret 2013. Adapun hasil yang dicapai dari tiap-tiap program profesi tersebut adalah sebagai berikut : No Bidang Kegiatan Hasil (%) Keterangan 1 Pendidikan Mengajar 100% 20 kali 2 Kesehatan Penyuluhan PHBS dan KB 100% 1 kali 3 Ekonomi dan kewirausahaan Sosialisasi pelatihan pengelolahan keuangan 100% 2 kali 4 Lingkungan hidup/pertanian... Baksos 100% 5 Kali 5 Sosbud/hukum/agama  Sosialisai UU KDRT  Pengadaan tanda pengenal Desa  Survei dan pendataan.  Mengajar mengaji 100% 100% 100% 100% 2 kali 23 hari 331 kk 12 kali 6 TTG Pembuatan kripik singkong dan selei nanas 100% 2 kali 7 Ekstra Sepak takraw 100%
  25. 25. 25 D.Desa Daenggune PROGRAM JENIS KEGIATAN Hasil yang dicapai % P O S D A Y A Bimbingan belajar 100 Penyuluhan Narkoba 100 Penanaman bibit nangka 100 Penyuluhan obat – obat ternak 100 Pembuatan papan nama 100 Pelatihan pembuatan keripik ubi 100 EKSTRA Lomba keagamaan 100 E. Desa Kanuna Selama kurang lebih dua bulan sejak tanggal 5 Maret 2013 sampai dengan 11 Mei 2013, kami mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Integral Tematik Posdaya Angkatan 66 Semester Genap Tahun 2012/2013 berada di Desa Kanuna, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, guna menjalankan beberapa program kerja KKN. Program-program kerja ini didasarkan atas kegiatan observasi, dan program-program ini juga merupakan hasil kesepakatan Lokakarya Desa pada tanggal 13 Maret 2013. Adapun hasil yang dicapai dari pelaksanaan program kerja adalah sebagai berikut :
  26. 26. 26 2. Program Profesi Integral A. Bidang pendidikan Salah satu program kerja pada bidang pendidikan yang akan dijalankan yaitu kegiatan Bimbingan Belajar, kami mengambil target sebanyak 4 kali dengan sasaran anak-anak yang ada di desa Kanuna. Kegiatan ini, dimulai pada minggu ke-3 bulan Maret sampai minggu ke-2 bulan April, program ini berjalan dengan capaian 100 % dari target 4 kali pertemuan, dengan taksiran dana yang digunakan dalam program Bimbingan belajar Siswa SD sebesar Rp. 145.000-. Presentase hasil kegiatan: HYD = 1/4x 100 % = 25% HYD = 1/4 x 100% = 25% HYD = 1/4 x 100% = 25% HYD = 1/4 x 100% = 25% HYD = 1/4 x 100% = 25% HYD = 100 % Namun, pada pelaksanaannya, kegiatan bimbel ini, hanya sebagian saja yang mengikuti. Hal ini disebabkan sebagian anak-anak desa Kanuna lebih memilih bekerja di pasar daripada belajar. B. Bidang kesahatan Pada bidang kesehatan Program kerja yang akan djalankan yaitu sosialisasi mengenai pentingnya kebersihan air minum. Latar belakang program kerja ini adalah dikarenakan 95% warga di desa Kanuna ini, tidak memasak air sebelum dikonsumsi (diminum). Hal ini disebabkan warga berpendapat air mereka terjamin kebersihannya, karena berasal dari mata air gunung. Padahal untuk sampai ke rumah-rumah penduduk, air tersebut melalui beberapa saluran pipa yang belum dapat dipastikan kebersihannya. Hal ini didasarkan atas pemasangan saluran pipa yang sudah sangat lama, sehingga tidak menutup kemungkinan saluran pipa tersebut akan berlumut.
  27. 27. 27 Sosialisasi kebersihan air minum ini, target pelaksanaannya sebanyak 4 kali dan sasarannya adalah masyarakat desa Kanuna, khususnya anak-anak dan remaja. Kegiatan sosialisasi ini dimulai pada minggu ke-4 bulan Maret sampai minggu ke-3 bulan April. Program ini berjalan dengan capaian 100 % dari target 4 kali pelaksanan, dengan taksiran dana yang digunakan dalam kegiatan sebesar Rp. 75.000-. Presentase hasil kegiatan: HYD = 1/4x 100 % = 25 % HYD = 1/4 x 100% = 25 % HYD = 1/4 x 100% = 25 % HYD = 1/4 x 100% = 25 % HYD = 1/4 x 100 % = 25 % HYD = 100 % C. Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan Di desa Kanuna, sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Hasil pertaniannya ini langsung dijual di pasar untuk memperoleh uang guna memenuhi keperluan kehidupan mereka. Namun, masyarakat desa tersebut belum mengetahui bagaimana cara mengolah potensi SDA desa mereka mejadi produk yang memiliki nilai jual tinggi, serta bagaimana cara memasarkan produk olahan tersebut. Hal ini menjadi dasar kami menyusun 1 program kerja yaitu sosialisai tentang bagaimana cara memasarkan hasil pengolahan potensi lokal. Program kerja ini memiliki target pelaksanaan sebanyak 2 kali dengan sasaran masyarakat. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan pada minggu ke-2 dan ke-3 bulan april. Program ini berjalan dengan capaian 100 % dari target 2 kali pelaksanan, dengan taksiran dana yang digunakan dalam program Sosialisasi tentang bagaimana cara memasarkan hasil pengolahan potensi lokal sebesar Rp.10.000-. Presentase hasil kegiatan: HYD = 1/2x 100 % = 50 %
  28. 28. 28 HYD = 1/2 x 100% = 50 % HYD = 1/2 x 100 % = 50 % HYD = 100 % D. Bidang Lingkungan Hidup Pada bidang Lingkungan Hidup, Program kerja yang direncanakan ada 2 jenis yaitu Pembuatan pagar rumah warga dan Pembuatan papan batas-batas antar dusun dan RT serta tanda pengenal rumah aparatur desa.  Pembutan pagar rumah warga Program kerja pembuatan pagar rumah warga didasari atas obervasi kami selama 7 hari. Hasil pengamatan kami, mayoritas halaman rumah warga banyak terdapat kotoran ternak dan binatang liar seperti anjing. Hal ini disebabkan rumah warga yang belum dipagari, sehingga hewan-hewan ternak tersebut bebas masuk ke halaman rumah warga. Selain itu, program ini bertujuan lebih menata rapi halaman rumah warga, karena akan di adakan lomba desa, dimana alah satu parameter penilaiannya adalah penataan pekarangan rumah warga. Target pelaksanaan kegiatan pembuatan pagar rumah warga yaitu sebanyak 2 kali dengan sasaran masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu ke-2 sampai minggu ke-3 bulan maret. Program ini berjalan dengan capaian 100 % dari target 2 kali pelaksanan, dengan taksiran dana yang digunakan sebesar Rp. 100.000 yang bersumber dari keuangan kelompok KKN dan warga desa Kanuna. Presentase hasil kegiatan: HYD = 1/2x 100 % = 50 % HYD = 1/2x 100% = 50 % HYD = 1/2 x 100 % = 50 % HYD = 100 %
  29. 29. 29  Pembuatan papan batas-batas antar dusun dan RT, serta tanda pengenal rumah-rumah aparatur desa Kegiatan ini dilakukan sebagai penunjang untuk memperjelas batas-batas dusun dan RT, serta adanya keterangan untuk rumah-rumah aparatur desa dan pemerintah desa serta untuk memperlihatkan bahwa desa layaknya sebuah ibukota kecamatan dengan adanya tanda-tanda desa. Proses kegiatan ini dilakukan secara bertahap, yaitu dengan penyiapan bahan kemudian penglengkapan lainnya (cetakan huruf/mall dan cat serta kuas) hingga pada tahap pengecetan sampe pada pemasangan papan tapal batas dusun serta papan nama aparatur desa.. Target pelaksanaan kegiatan ini yaitu sebanyak 1 kali dengan sasaran masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu ke-4 bulan maret selama ± 7 hari. Program ini berjalan dengan capaian 100 % dari target 1 kali pelaksanan. Dana yang digunakan untuk program kerja ini sebesar 225.000 dan bersumber dari dana kelompok KKN dan warga desa. Presentase hasil kegiatan adalah HYD = 1/1x 100 % = 100 %. E. Bidang Sosial, Budaya dan Agama Pada bidang sosial, budaya dan agama ada 2 jenis program kerja yang akan dilaksanakan yaitu pendataan penduduk (kuesioner) dan sosialisasi tentang pentingnya kartu keluarga dan akta kelahiran, serta program wajib, yaitu Pembentukan Posdaya.  Pendataan penduduk (kuesioner) Program kerja ini merupakan program kerja titipan dari BALIDBANDA Propinsi Sulawesi Tengah yang bekerjasama dengan UNTAD dalam hal pendataan SDA dan SDM yang ada di kabupaten Sigi, pada umumnya, dan desa Kanuna pada Khususnya. Kegiataan kuesioner ini ditargetkan sebanyak 5 kali dengan sasaran masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu ke-2 bulan maret sampai minggu ke-2 bulan april. Program ini berjalan dengan capaian 100
  30. 30. 30 % dari target 5 kali pelaksanan, dengan taksiran dana yang digunakan yaitu sebesar Rp. 600.000-. Presentase hasil kegiatan: HYD = 1/5 x 100 % = 20 % HYD = 1/5 x 100% = 20 % HYD = 1/5 x 100% = 20 % HYD = 1/5 x 100% = 20 % HYD = 1/5 x 100% = 20 % HYD = 1/5 x 100 % = 20 % HYD = 100 %  Sosialisasi Tentang Pentingnya Kartu Keluarga Dan Akta Kelahiran Program kerja ini didasarkan atas kurangnya pemahaman warga tentang pentingnya kartu keluarga dan akta kelahiran, sehinggan sebagian besar warga desa Kanuna belum memiliki akta kelahiran dan kartu keluarga. Kegiatan sosialisasi ini ditargetkan sebanyak 5 kali bersamaan dengan pendataan penduduk (kuesioner), dengan sasaran kegiatan yaitu masyarakat desa Kanuna. Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu ke-2 bulan maret sampai minggu ke-2 bulan april. Program ini berjalan dengan capaian 100 % dari target 5 kali pelaksanan, dengan taksiran dana yang digunakan yaitu sebesar Rp. 600.000-. Presentase hasil kegiatan: HYD = 1/5 x 100 % = 20 % HYD = 1/5 x 100% = 20 % HYD = 1/5 x 100% = 20 % HYD = 1/5 x 100% = 20 % HYD = 1/5 x 100% = 20 % HYD = 1/5 x 100 % = 20 % HYD = 100 %
  31. 31. 31  Pembentukan Posdaya Pembentukan Posdaya adalah salah satu program wajib dari KKN tahun ini yang mengangkat tema tentang pemberdayaan keluarga melalui pembentukan posdaya tersebut. Pelaksanaan kegiatan Pembentukan Posdaya ini ditargetkan sebanyak 1 kelompokan dengan sasaran kegiatan yaitu masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu ke-4 bulan maret. Program ini berjalan dengan capaian 100 % dari target 1 kelompok, dengan taksiran dana yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu sebesar Rp. 75.000-. F. Teknologi Tepat Guna (TTG) Desa Kanuna termasuk salah satu desa yang mempunyai hasil pertanian cukup baik, khususnya kelapa. Namun hasil produksi yang dikelolah belum maksimal sehingga kami menyusun satu kegiataan yang bertujuan Untuk meningkatkan hasil produksi pengolahan kelapa melalui Penyuluhan dan pelatihan pembuatan susu coklat dari santan kelapa dan pembuatan onde-onde goring dari ubi kayu. Target pelaksanaan kegiatan ini yaitu sebanyak 2 kali dengan sasaran masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu ke-2 sampai minggu ke-3 bulan april. Program ini berjalan dengan capaian 100 % dari target 2 kali pelaksanan, dengan taksiran dana yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu sebesar Rp. 150.000-. Presentase hasil kegiatan: HYD = 1/2x 100 % = 50 % HYD = 1/2x 100% = 50 % HYD = 1/2 x 100 % = 50 % HYD = 100 % 3. Program Ekstra Pada program ekstra, kami menyusun rancangan program kerja yang berupa kegitan lomba olahraga Takraw. Program kerja ini bertujuan untuk menyatukan kembali warga desa Kanuna yang pernah hidup berblok-blok akibat adanya konflik
  32. 32. 32 antar dusun. Walaupun tidak maksimal, karena tidak semua warga ikut berpartisipasi, akan tetapi kegiatan ini berjalan lancar. Lomba takraw ini memiliki target pelaksanaan yaitu sebanyak 3 kali dengan sasaran masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu ke-3 bulan april hingga minggu ke-1 bulan mei. Program ini berjalan dengan capaian 100 % dari target 3 kali pelaksanan, dengan taksiran dana yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu sebesar Rp. 600.000-. Presentase hasil kegiatan: HYD = 1/3x 100 % = 33,33 % HYD = 1/3x 100% = 33,33 % HYD = 1/3 x 100% = 33,33 % HYD = 1/3 x 100 % = 33,33 % HYD = 100 % F. Desa Kalora Selama 2 bulan sejak tanggal 05 Maret 2013 sampai dengan 11 Mei 2013, kami mahasiswa KKN Profesi Integral Tematik Posdaya berada di Desa Kalora, guna menjalankan beberapa program yang diantaranya program-program yang sesuai dengan profesi keilmuan kami. Program-program profesi ini didasarkan pada yang didapatkan pada saat melakukan observasi, dan program-program ini juga merupakan hasil kesepakatan Lokakarya Desa pada tanggal 13 Maret 2013. Adapun hasil yang dicapai dari tiap-tiap program profesi tersebut adalah sebagai berikut : No Bidang Kegiatan Hasil (%) Keterangan 1 Pendidikan Les Privat 100% 8 kali 2 Kesehatan Sosialisasi bahaya narkoba 100% 1 kali
  33. 33. 33 3 Ekonomi dan kewirausahaan Penyuluhan usaha rumah tangga 100% 1 kali 4 Lingkungan hidup/pertanian... Baksos 100% 1 Kali 5 Sosbud/hukum/agama  Penggantian dan pembaharuan logo kabupaten di balai desa  Penggantian dan pembaharuan perangkat desa.  Survei dan pendataan. 100% 100% 90% 2 kali 3 kali Terhambat beberapa faktor 6 TTG Pembuatan kripik singkong 100% 1 kali 7 Ekstra Pembuatan lapangan bola takraw 100% 1 Kali G. Desa Balane Dari kegiatan-kegiatan KKN yang kami lakukan di Desa Balane selama 2 bulan terdiri dari 6 program integral dan 1 program ekstra dan diperoleh hasil sebagai berikut : A. Program Profesi Integral 1) Bidang Pendidikan Les matapelajaran dan pengajaran bagi anak-anak yang tidak bersekolah lagi. 2). Bidang Kesehatan Sosialisasi serta penyuluhan BerKB dan Pentingnya Gizi bagi Balita 3). Bidang Lingkungan, pertanian, dan perternakan o penyuluhan tentang pertanian dan cara mengatasi penyakit dan hama
  34. 34. 34 o penyuluhan berternak yang baik dan cara mengobati penyakit ternak 4). Bidang Sosial, Budaya Dan Agama (SOSBUDHUAG)  Penyuluhan pentingnya kartu KK dan KTP  Pendataan jumlah masyarakat, sumberdaya alam, dan ekonomi masyarakat desa balane. 5). Bidang Ekonomi Sosialisasi mendirikan pentinya usaha kecil dan menengah (UKM) bagi masyarakat. 6). Bidang Teknologi Tepat Guna (TTG) Pembuatan keripik Kulit pisang B. Kegiatan Ekstra  Melaksanakan Kegiatan Lomba dance, karoke, tarik tambang, lari karung, Adzan dan membaca Ayat-ayat pendek  Mencari dan menyerahkan bantuan Al-quran bagi taman pengajian  Memberikan bantuan bola kaki kepada remaja desa Sehingga total kegiatan dari keseluruhan program kerja sejumlah 10 kegiatan dan 7 Kegiatan bidang Profesi Integral atau program utama dan 3 bidang program ekstra.
  35. 35. 35 BAB IV PENUTUP 4.1Kesimpulan KKN adalah salah satu sarana untuk mendekatkan masyarakat dengan lembaga pendidikan, yaitu Universitas Tadulako. Melalui KKN mahasiswa dapat mengapresiasikan sedikit ilmu yang telah didapatkan selama bangku kuliah, mewujudkan salah satu tugas tri darma perguruan tinggi, yakni pengabdian pada masyarakat. Ditengah kontroversi atau perbedaan pendapat tentang KKN apakah masih benar- benar dibutuhkan ditengah-tengah masyarakat, kelompok kami dengan tegas mengatakan bahwa KKN masih sangat bermanfaat untuk kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat desa yang jarang tersentuh oleh program-program pemerintah. Dengan program posdaya yang ditawarkan, program KKN sedikit lebih berwarna. Masyarakat merasa terbantu dengan program-program posdaya sekaligus memberikan motivasi untuk mereka dalam mengembangkan desa. Kecamatan Kinovaro Kab. Sigi, adalah salah satu daerah yang sangat merasakan pentingnya KKN, ini terbukti dari banyaknya program Posdaya yang ditawarkan, masyarakat sangat antusias melaksanakannya. Meski berbagai fasilitas kurang mendukung di desa Porame, namun adanya jalinan kerjasama yang baik antara warga masyarakat dengan mahasiswa KKN adalah salah satu faktor terlaksananya program Posdaya. Pun demikian dalam pelaksanaan KKN masih terdapat banyak kendala dan kelompok kami memberikan beberapa saran-saran yang ditujukan untuk perbaikan program-program KKN guna meningkatkan kualitas KKN itu sendiri.
  36. 36. 36 4.2 Saran Tindak Kami Mahasiswa KKN Se-Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi mencoba memberikan beberapa saran-saran yang bersifat membangun guna menyukseskan Program-program KKN dimasa mendatang. Adapun saran-saran tersebut adalah : 1. Perlu penambahan waktu dalam pelaksanaan KKN. Kelompok kami menilai bahwa waktu 2 bulan dalam pelaksanaan KKN teramat singkat, sehingga program-program yang ditawarkan belum sepenuhnya dilihat hasilnya. 2. Adanya program evaluasi yang dilakukan oleh panitia penyelenggara KKN pasca penarikan mahasiswa dari posko untuk mengontrol program yang telah di implementasikan, agar tidak terkesan mati suri dan program tersebut masih terus berjalan; 3. Mahasiswa yang turun KKN dengan mengusung tema Posdaya, seharusnya dibekali fasilitas atau dana untuk mendukung program-program KKN, karena masih banyak desa yang dikategorikan terbelakang; 4. Dalam pelaksanaan KKN, pihak penyelenggara seharusnya mempresentasikan laporan-laporan KKN dengan pihak-pihak penentu kebijakan yang ada di Universitas guna bahan masukan kedepan; Demikianlah beberapa saran yang dapat kami kemukakan, kiranya laporan ini dapat mendatangkan manfaat untuk kita semua.
  37. 37. 37 LAMPIRAN DOKUMENTASI

×