PRESENTASI
ALK
KELOMPOK 7
DISUSUN
OLEH :
1. NIKEN KUSUMASTUTI
2. HESTI ANGGRAENI

3. IVAN NORVIANTO
4. FAHMI TANZILAL

5. MUHAMAD TAMZIZ
6. CAHYO PUTRO PRAYOGO
ANALISIS RESIKO
PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN RESIKO
2. JENIS-JENIS RESIKO
 RESIKO JANGKA PENDEK
 RESIKO JANGKA PANJANG
TUJUAN
Tujuan utama manajemen risiko keuangan
adalah untuk meminimalkan potensi
kerugian yang timbul dari perubahan tak
terduga dalam harga mata
uang, kredit, komoditas, dan ekuitas. Resiko
volatilitas harga yang dihadapi ini disebut
dengan resiko pasar. Risiko pasar terdapat
dalam berbagai bentuk.
TAHAPAN
ANALISIS RESIKO
1. Identifikasi Hazard
2. Proyeksi Risiko

3. Penilaian Risiko
4. Manajemen Risiko
PENGERTIAN ANALISIS RESIKO
RISIKO ( RISK) adalah bentuk keadaan ketidakpastian
tentang suatu keadaan yang akan terjadi di masa depan
dengan keputusan yang diambil berdasarkan berbagai
pertimbangan pada saat ini.
Analisis Risiko adalah suatu metode analisis yang meliputi
faktor penilaian, karakterisasi, komunikasi, manajemen dan
kebijakan yang berkaitan dengan risiko tersebut.
Manajemen Risiko adalah usaha yang secara rasional ditujukan
untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kerugian dari
risiko yang dihadapi.
JENIS-JENIS
RESIKO
1. Speculative Risk

2. Pure Risk
LANJUTTTT 

SPECULATIVE
RISK
 Adalah risiko yang mengandung
dua kemungkinan yaitu
kemungkinan yang menguntungkan
atau kemungkinan yang merugikan.

 Misal : Judi, pembelian

saham, pembelian valas.

PURE RISK
 Adalah risiko yang hanya

mengandung satu
kemungkinan, yaitu kemungkinan
rugi saja.

 Misal : bencana alam, resesi

ekonomi.
JENIS-JENIS RESIKO, TINGKATAN DAN CARA
MENANGGULANGI RESIKO
MENURUT SIFATNYA DIBEDAKAN DALAM
 RESIKO MURNI, YAITU RESIKO YANG TERJADI PASTI AKAN MENIMBULKAN KERUGIAN
DAN TERJADINYA TANPA DISENGAJA

 RESIKO SPECULATIF, YAITU RESIKO YNG SENGAJA DITIMBULKAN OLEH YANG
BERSANGKUTAN AGAR MEMBERIKAN KEUNTUNGAN BAGI PIHAK TERTANTU

 RESIKO FUNDAMENTAL, YAITU RESIKO YANG PENYEBABNYA TIDAK BISA DILIMPAHKAN
KEPADA SESEORANG DAN MENDERITA CUKUP BANYAK

 RESKO KHUSUS, YAITU RESIKO YANG BERSUMBER PADA PERISTIWA YANG MANDIRI
DAN UMUMNYA MUDAH DIKETAHUI PENYEBABNYA

 RESIKO DINAMIS, YAITU RESIKO YANG TIMBUL KAREN PERKEMBANGAN DAN
KEMAJUAN MASYARAKAT DIBIDANG EKONOMI, ILMU PENGETAHUAN,,TEKNOLOGI
MENURUT DAPAT TIDAKNYA RESIKO DIALIHKAN
KEPADA PIHAK LAIN(DIASURANSIKAN).
A. RESIKO YANG DAPAT DIALIHKAN PADA PIHAK
LAIN, DENGAN MEMPERTANGGUNGKAN SUATU OBYEK
YANG AKAN TERKENA RESIKO PADA PERUSAHAAN
ASURANSI.
B. RESIKO YANG TIDAK DAPAT DIALIHKAN PADA PIHAK
LAIN, MISAL BARANG-BARANG PURBAKALA, BARANG
BERSEJARAH.
MENURUT SUMBER/PENYEBAB TIMBULNYA.
A. RESIKO INTERN, YAITU RESIKO YANG BERASAL DARI DALAM
PERUSAHAAN ITU SENDIRI, CONTOH: KEUSAKAN AKTIVA
KARENA KESALAHAN KARYAWAN ITU SENDIRI (KECELAKAAN
KERJA)

B. RESIKO EKSTERN, YAITU RESIKO YANG BERASAL DARI LUAR
PERUSAHAAN ITU, MISAL: PENCURIAN, PERSAINGAN
BISNIS, FLUKTUASI HARGA DSB.
UPAYA PENANGGULANGAN/MEMINIMUMKAN RESIKO
BERDASAR PADA SIFAT DAN OBYEK YANG TERKENA RESIKO

1.DENGAN MENGADAKAN PENCEGAHAN DAN PENGURANGAN
KEMUNGKINAN TERJADINYA PERISTIWA YANG MENIMBULKAN
KERUGIAN.
2. MELAKUKAN RETENSI, YAKNI MENTOLERIR TERJADINYA KERUGIAN.
3. MELAKUKAN PENGENDALIAN TERHADAP RESIKO.
4. MENGALIHKAN RESIKO KEPADA PIHAK LAIN (UNTUK HARTA
KEKAYAAN KEPADA ASURANSI KERUGIAN DAN UNTUK KRYAWANNYA
KEPADA ASURANSI JAMSOSTEK)
Resiko jangka pendek
Risiko yang bersifat jangka pendek (
short term risk ) adalah risiko yang
disebabkan karena ketidakmampuan
suatu perusahaan memnuhi dan
menyelesaikan kewajibannya yang
bersifat jangka pendek terutama
kewajiban likuiditas.
JENIS-JENIS PEMBIAYAAN JANGKA PENDEK
1.PENDANAAN SPONTAN (SPONTANEOUS FINANCING) ADALAH JENIS PENDANAAN
YANG BERUBAH SECARA OTOMATIS DENGAN BERUBAHNYA TINGKAT KEGIATAN
PERUSAHAAN (MISAL DILIHAT DARI PENJUALAN PERUSAHAAN) ATAU MERUPAKAN JENIS

PENDANAAN YANG DIPEROLEH DARI OPERASI NORMAL PERUSAHAAN DENGAN DUA
SUMBER PEMBIAYAAN MELIPUTI HUTANG DAGANG (ACCOUNT PAYABLE) DAN KEWAJIBAN
YANG MASIH HARUS DIBAYAR (ACCRUALS HUTANG AKIBAT JASA YANG DITERIMA YANG
PEMBAYARANNYA BELUM DILAKUKAN).
CONTOH : UTANG DAGANG (ACCOUNT PAYABLE) DAN UTANG AKRUAL (ACCOUNT
ACCRUALS). ACCOUNT PAYABLE DAN ACCRUALS MERUPAKAN UNSECURED SHORT-TERM
FINANCING, YAITU SUMBER PEMBIAYAAN JANGKA PENDEK YANG DIPEROLEH TANPA
MENJAMINKAN AKTIVA TERTENTU SEBAGAI AGUNAN.
2. PENDANAAN TIDAK SPONTAN (NON SPONTANEOUS
FINANCING)
ADALAH JENIS PENDANAAN YANG TIDAK BERUBAH SECARA
OTOMATIS DENGAN BERUBAHNYA TINGKAT KEGIATAN
PERUSAHAAN. CONTOH : UTANG YANG DIPEROLEH DARI
BANK. JENIS PENDANAAN INI MEMILIKI KARAKTER BAHWA
UNTUK MEMPEROLEH, MENAMBAH MAUPUN MENGURANGI
DANA, PERUSAHAAN MEMBUTUHKAN WAKTU UNTUK
NEGOISASI ATAU PERUNDINGAN SECARA FORMAL. BEBERAPA
BENTUK SUMBER DANA TIDAK SPONTAN
RESIKO JANGKA
PANJANG
Ketidakmampuan perusahaan
menyelesaikan berbagai kewajibannya
yang bersifat jangka panjang, seperti
kegagalan untuk menyelesaikan utang
perusahaan yang bersifat jangka panjang
dan juga kemampuan untuk
menyelesaikan proyek hingga tuntas
JENIS RESIKO J.PANJANG
 Pinjaman berjangka adalah suatu pinjaman yang diberikan oleh

lembaga keuangan kepada perusahaan yang jatuh temponya lebih
dari satu tahun)
 Obligasi Perusahaan ( merupakan instrument hutang yang

menyatakan bahwa perusahaan meminjam uang dari suatu
lembaga atau perorangan dan berjanji akan membayar kembali di
masa yang akan datang dengan atran-aturan yang jelas)
PENDANAAN JANGKA PANJANG
 Pendanaan jangka panjang merupakan salah satu jenis pendanaan yang bisa

dimanfaatkan oleh perusahaan dalam jangka waktu yang relatif lebih lama
dibandingkan dengan alternatif jenis pendanaan lainnya dalam memenuhi
kebutuhan pembelanjaan perusahaan. Jenis pendanaan jangka panjang yang
umum kita kenal antara lain : Kredit Investasi, Hipotek ( Mortgage
), Obligasi, Saham

1.Kredit Investasi
 Kredit investasi adalah merupakan alternatif pendanaan jangka panjang yang

umumnya disediakan oleh kalangan perbankan selain kredit modal kerja
( pendanaan jangka pendek ) yang selama ini kita kenal.
LANJUTTTT 
2.Hipotek ( Mortgage )
 Hipotek adalah merupakan alternatif

pendanaan jangka panjang dalam
bentuk hutang yang biasanya harus
disertai dengan agunan berupa aktiva
tidak bergerak ( tanah, bangunan ).
Dalam hal terjadinya likuidasi
perusahaan yang mempunyai
hutang, maka kewajiban kreditur harus
dipenuhi terlebih dahulu dari hasil
penjualan aktiva yang dijadikan
sebagai agunan tersebut.

3.Obligasi merupakan surat tanda
hutang, dan umumnya tidak dijamin
dengan aktiva tertentu. Oleh
karenanya kalau perusahaan
bangkrut, pemegang obligasi akan
diperlakukan sebagai kreditur umum.
4.Obligasi Konversi
 Obligasi konversi ( Convertible Bonds /

CB ) merupakan obligasi yang dapat
dikonversikan ( dirubah ) menjadi
saham biasa. Pemilik obligasi konversi
akan memiliki obligasi dan opsi call
atas saham perusahaan.
LANJUTTTT LAGI 
6. Saham Biasa Dan Right
5. Saham Preferen

 Saham preferen adalah saham yang

memberikan deviden yang tetap
besarnya. Besarnya deviden yang
diterima oleh pemegang saham
preferen tidak dipengaruhi oleh laba
yang diperoleh oleh perusahaan.
Dalam hal ini deviden saham preferen
dilakukan terhadap laba setelah pajak.
Misalnya nilai nominal saham sebesar
Rp. 1.000,- dengan memberikan
deviden rate sebesar 16%, maka
pemegang saham prederen akan
memperoleh deviden sebesar Rp.
160,-

 Saham menunjukkan bukti

kepemilikan, sedangkan obligasi
merupakan surat tanda hutang jangka
panjang yang diterbitkan oleh perusahaan.
Para pemegang saham mempunyai hak
untuk memilih direksi perusahaan. Yang
umumnya berlaku adalah “ one share one
vote “. Artinya satu saham memiliki satu
suara.
7.Penerbitan Sekuritas Di Pasar Modal
 Apablia perusahaan akan menerbitkan

saham di pasar modal, berbagai pihak
perlu dihubungi, sebelum memperoleh ijin
dan persetujuan dari Badan Pengawas
Pasar Modal ( BAPEPAM ).
Perusahaan Mandiri menandatangani perjanjian kredit investasi
dengan Bank Mapan senilai Rp. 1 milyar pada pertengahan
tahun 2004 untuk jangka waktu 5 tahun dengan tingkat suku
bunga sebesar 16% per tahun dengan persyaratan tambahan
bahwa pelunasan sebelum jatuh tempo akan dikenakan penalty
sebesar 2% dalam bentuk bunga per tahun. Pada pertengahan
tahun 2007 ini, perusahaan mendapatkan tawaran kredit dari
Manhattan Bank dengan tingkat suku bunga sebesar 13,5% per
tahun. Apabila perusahaan tetap meneruskan kreditnya pada
Bank Mapan, maka bunga yang harus dibayar adalah :

CONTOH KASUS

Bunga

Pertanyaan yang kemudian
muncul adalah “ mengapa Bank
Mapan mengenakan penalty
dalam pelunasan kredit
sebelum jatuh tempo “ ?

= 2 x 16% x Rp. 1 milyar

= Rp. 320 juta

Andaikan sekarang perusahaan punya niat menerima tawaran
Manhattan Bank, maka denda yang harus dibayar ke Bank
Mapan dan bunga yang harus dibayar ke Manhattan Bank oleh
perusahaan Mandiri adalah :
Denda
Bunga
Total

= Rp. 40 juta
= 2 x 13,5% x Rp. 1 milyar = Rp. 270 juta
= Rp. 310 juta

Dari ilustrasi diatas, maka
dapatlah disimpulkan bahwa
alternatif menerima tawaran
Manhattan Bank akan lebih
menguntungkan bagi
perusahaan Mandiri.

Hal ini dikarenakan Bank
Mapan harus berupaya untuk
menjual kembali dana dari
perusahaan Mandiri tersebut
agar dapat menghasilkan
return.
AKHIRNYA
SELESAI JUGA 
Semoga tadi gak
membosankan ya????
TERIMA KASIHHH

ANALISIS RESIKO

  • 1.
  • 2.
    DISUSUN OLEH : 1. NIKENKUSUMASTUTI 2. HESTI ANGGRAENI 3. IVAN NORVIANTO 4. FAHMI TANZILAL 5. MUHAMAD TAMZIZ 6. CAHYO PUTRO PRAYOGO
  • 3.
  • 4.
    PEMBAHASAN 1. PENGERTIAN RESIKO 2.JENIS-JENIS RESIKO  RESIKO JANGKA PENDEK  RESIKO JANGKA PANJANG
  • 5.
    TUJUAN Tujuan utama manajemenrisiko keuangan adalah untuk meminimalkan potensi kerugian yang timbul dari perubahan tak terduga dalam harga mata uang, kredit, komoditas, dan ekuitas. Resiko volatilitas harga yang dihadapi ini disebut dengan resiko pasar. Risiko pasar terdapat dalam berbagai bentuk.
  • 6.
    TAHAPAN ANALISIS RESIKO 1. IdentifikasiHazard 2. Proyeksi Risiko 3. Penilaian Risiko 4. Manajemen Risiko
  • 7.
    PENGERTIAN ANALISIS RESIKO RISIKO( RISK) adalah bentuk keadaan ketidakpastian tentang suatu keadaan yang akan terjadi di masa depan dengan keputusan yang diambil berdasarkan berbagai pertimbangan pada saat ini. Analisis Risiko adalah suatu metode analisis yang meliputi faktor penilaian, karakterisasi, komunikasi, manajemen dan kebijakan yang berkaitan dengan risiko tersebut. Manajemen Risiko adalah usaha yang secara rasional ditujukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kerugian dari risiko yang dihadapi.
  • 8.
  • 9.
    LANJUTTTT  SPECULATIVE RISK  Adalahrisiko yang mengandung dua kemungkinan yaitu kemungkinan yang menguntungkan atau kemungkinan yang merugikan.  Misal : Judi, pembelian saham, pembelian valas. PURE RISK  Adalah risiko yang hanya mengandung satu kemungkinan, yaitu kemungkinan rugi saja.  Misal : bencana alam, resesi ekonomi.
  • 10.
    JENIS-JENIS RESIKO, TINGKATANDAN CARA MENANGGULANGI RESIKO MENURUT SIFATNYA DIBEDAKAN DALAM  RESIKO MURNI, YAITU RESIKO YANG TERJADI PASTI AKAN MENIMBULKAN KERUGIAN DAN TERJADINYA TANPA DISENGAJA  RESIKO SPECULATIF, YAITU RESIKO YNG SENGAJA DITIMBULKAN OLEH YANG BERSANGKUTAN AGAR MEMBERIKAN KEUNTUNGAN BAGI PIHAK TERTANTU  RESIKO FUNDAMENTAL, YAITU RESIKO YANG PENYEBABNYA TIDAK BISA DILIMPAHKAN KEPADA SESEORANG DAN MENDERITA CUKUP BANYAK  RESKO KHUSUS, YAITU RESIKO YANG BERSUMBER PADA PERISTIWA YANG MANDIRI DAN UMUMNYA MUDAH DIKETAHUI PENYEBABNYA  RESIKO DINAMIS, YAITU RESIKO YANG TIMBUL KAREN PERKEMBANGAN DAN KEMAJUAN MASYARAKAT DIBIDANG EKONOMI, ILMU PENGETAHUAN,,TEKNOLOGI
  • 11.
    MENURUT DAPAT TIDAKNYARESIKO DIALIHKAN KEPADA PIHAK LAIN(DIASURANSIKAN). A. RESIKO YANG DAPAT DIALIHKAN PADA PIHAK LAIN, DENGAN MEMPERTANGGUNGKAN SUATU OBYEK YANG AKAN TERKENA RESIKO PADA PERUSAHAAN ASURANSI. B. RESIKO YANG TIDAK DAPAT DIALIHKAN PADA PIHAK LAIN, MISAL BARANG-BARANG PURBAKALA, BARANG BERSEJARAH.
  • 12.
    MENURUT SUMBER/PENYEBAB TIMBULNYA. A.RESIKO INTERN, YAITU RESIKO YANG BERASAL DARI DALAM PERUSAHAAN ITU SENDIRI, CONTOH: KEUSAKAN AKTIVA KARENA KESALAHAN KARYAWAN ITU SENDIRI (KECELAKAAN KERJA) B. RESIKO EKSTERN, YAITU RESIKO YANG BERASAL DARI LUAR PERUSAHAAN ITU, MISAL: PENCURIAN, PERSAINGAN BISNIS, FLUKTUASI HARGA DSB.
  • 13.
    UPAYA PENANGGULANGAN/MEMINIMUMKAN RESIKO BERDASARPADA SIFAT DAN OBYEK YANG TERKENA RESIKO 1.DENGAN MENGADAKAN PENCEGAHAN DAN PENGURANGAN KEMUNGKINAN TERJADINYA PERISTIWA YANG MENIMBULKAN KERUGIAN. 2. MELAKUKAN RETENSI, YAKNI MENTOLERIR TERJADINYA KERUGIAN. 3. MELAKUKAN PENGENDALIAN TERHADAP RESIKO. 4. MENGALIHKAN RESIKO KEPADA PIHAK LAIN (UNTUK HARTA KEKAYAAN KEPADA ASURANSI KERUGIAN DAN UNTUK KRYAWANNYA KEPADA ASURANSI JAMSOSTEK)
  • 14.
    Resiko jangka pendek Risikoyang bersifat jangka pendek ( short term risk ) adalah risiko yang disebabkan karena ketidakmampuan suatu perusahaan memnuhi dan menyelesaikan kewajibannya yang bersifat jangka pendek terutama kewajiban likuiditas.
  • 15.
    JENIS-JENIS PEMBIAYAAN JANGKAPENDEK 1.PENDANAAN SPONTAN (SPONTANEOUS FINANCING) ADALAH JENIS PENDANAAN YANG BERUBAH SECARA OTOMATIS DENGAN BERUBAHNYA TINGKAT KEGIATAN PERUSAHAAN (MISAL DILIHAT DARI PENJUALAN PERUSAHAAN) ATAU MERUPAKAN JENIS PENDANAAN YANG DIPEROLEH DARI OPERASI NORMAL PERUSAHAAN DENGAN DUA SUMBER PEMBIAYAAN MELIPUTI HUTANG DAGANG (ACCOUNT PAYABLE) DAN KEWAJIBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR (ACCRUALS HUTANG AKIBAT JASA YANG DITERIMA YANG PEMBAYARANNYA BELUM DILAKUKAN). CONTOH : UTANG DAGANG (ACCOUNT PAYABLE) DAN UTANG AKRUAL (ACCOUNT ACCRUALS). ACCOUNT PAYABLE DAN ACCRUALS MERUPAKAN UNSECURED SHORT-TERM FINANCING, YAITU SUMBER PEMBIAYAAN JANGKA PENDEK YANG DIPEROLEH TANPA MENJAMINKAN AKTIVA TERTENTU SEBAGAI AGUNAN.
  • 16.
    2. PENDANAAN TIDAKSPONTAN (NON SPONTANEOUS FINANCING) ADALAH JENIS PENDANAAN YANG TIDAK BERUBAH SECARA OTOMATIS DENGAN BERUBAHNYA TINGKAT KEGIATAN PERUSAHAAN. CONTOH : UTANG YANG DIPEROLEH DARI BANK. JENIS PENDANAAN INI MEMILIKI KARAKTER BAHWA UNTUK MEMPEROLEH, MENAMBAH MAUPUN MENGURANGI DANA, PERUSAHAAN MEMBUTUHKAN WAKTU UNTUK NEGOISASI ATAU PERUNDINGAN SECARA FORMAL. BEBERAPA BENTUK SUMBER DANA TIDAK SPONTAN
  • 17.
    RESIKO JANGKA PANJANG Ketidakmampuan perusahaan menyelesaikanberbagai kewajibannya yang bersifat jangka panjang, seperti kegagalan untuk menyelesaikan utang perusahaan yang bersifat jangka panjang dan juga kemampuan untuk menyelesaikan proyek hingga tuntas
  • 18.
    JENIS RESIKO J.PANJANG Pinjaman berjangka adalah suatu pinjaman yang diberikan oleh lembaga keuangan kepada perusahaan yang jatuh temponya lebih dari satu tahun)  Obligasi Perusahaan ( merupakan instrument hutang yang menyatakan bahwa perusahaan meminjam uang dari suatu lembaga atau perorangan dan berjanji akan membayar kembali di masa yang akan datang dengan atran-aturan yang jelas)
  • 19.
    PENDANAAN JANGKA PANJANG Pendanaan jangka panjang merupakan salah satu jenis pendanaan yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan dalam jangka waktu yang relatif lebih lama dibandingkan dengan alternatif jenis pendanaan lainnya dalam memenuhi kebutuhan pembelanjaan perusahaan. Jenis pendanaan jangka panjang yang umum kita kenal antara lain : Kredit Investasi, Hipotek ( Mortgage ), Obligasi, Saham 1.Kredit Investasi  Kredit investasi adalah merupakan alternatif pendanaan jangka panjang yang umumnya disediakan oleh kalangan perbankan selain kredit modal kerja ( pendanaan jangka pendek ) yang selama ini kita kenal.
  • 20.
    LANJUTTTT  2.Hipotek (Mortgage )  Hipotek adalah merupakan alternatif pendanaan jangka panjang dalam bentuk hutang yang biasanya harus disertai dengan agunan berupa aktiva tidak bergerak ( tanah, bangunan ). Dalam hal terjadinya likuidasi perusahaan yang mempunyai hutang, maka kewajiban kreditur harus dipenuhi terlebih dahulu dari hasil penjualan aktiva yang dijadikan sebagai agunan tersebut. 3.Obligasi merupakan surat tanda hutang, dan umumnya tidak dijamin dengan aktiva tertentu. Oleh karenanya kalau perusahaan bangkrut, pemegang obligasi akan diperlakukan sebagai kreditur umum. 4.Obligasi Konversi  Obligasi konversi ( Convertible Bonds / CB ) merupakan obligasi yang dapat dikonversikan ( dirubah ) menjadi saham biasa. Pemilik obligasi konversi akan memiliki obligasi dan opsi call atas saham perusahaan.
  • 21.
    LANJUTTTT LAGI  6.Saham Biasa Dan Right 5. Saham Preferen  Saham preferen adalah saham yang memberikan deviden yang tetap besarnya. Besarnya deviden yang diterima oleh pemegang saham preferen tidak dipengaruhi oleh laba yang diperoleh oleh perusahaan. Dalam hal ini deviden saham preferen dilakukan terhadap laba setelah pajak. Misalnya nilai nominal saham sebesar Rp. 1.000,- dengan memberikan deviden rate sebesar 16%, maka pemegang saham prederen akan memperoleh deviden sebesar Rp. 160,-  Saham menunjukkan bukti kepemilikan, sedangkan obligasi merupakan surat tanda hutang jangka panjang yang diterbitkan oleh perusahaan. Para pemegang saham mempunyai hak untuk memilih direksi perusahaan. Yang umumnya berlaku adalah “ one share one vote “. Artinya satu saham memiliki satu suara. 7.Penerbitan Sekuritas Di Pasar Modal  Apablia perusahaan akan menerbitkan saham di pasar modal, berbagai pihak perlu dihubungi, sebelum memperoleh ijin dan persetujuan dari Badan Pengawas Pasar Modal ( BAPEPAM ).
  • 22.
    Perusahaan Mandiri menandatanganiperjanjian kredit investasi dengan Bank Mapan senilai Rp. 1 milyar pada pertengahan tahun 2004 untuk jangka waktu 5 tahun dengan tingkat suku bunga sebesar 16% per tahun dengan persyaratan tambahan bahwa pelunasan sebelum jatuh tempo akan dikenakan penalty sebesar 2% dalam bentuk bunga per tahun. Pada pertengahan tahun 2007 ini, perusahaan mendapatkan tawaran kredit dari Manhattan Bank dengan tingkat suku bunga sebesar 13,5% per tahun. Apabila perusahaan tetap meneruskan kreditnya pada Bank Mapan, maka bunga yang harus dibayar adalah : CONTOH KASUS Bunga Pertanyaan yang kemudian muncul adalah “ mengapa Bank Mapan mengenakan penalty dalam pelunasan kredit sebelum jatuh tempo “ ? = 2 x 16% x Rp. 1 milyar = Rp. 320 juta Andaikan sekarang perusahaan punya niat menerima tawaran Manhattan Bank, maka denda yang harus dibayar ke Bank Mapan dan bunga yang harus dibayar ke Manhattan Bank oleh perusahaan Mandiri adalah : Denda Bunga Total = Rp. 40 juta = 2 x 13,5% x Rp. 1 milyar = Rp. 270 juta = Rp. 310 juta Dari ilustrasi diatas, maka dapatlah disimpulkan bahwa alternatif menerima tawaran Manhattan Bank akan lebih menguntungkan bagi perusahaan Mandiri. Hal ini dikarenakan Bank Mapan harus berupaya untuk menjual kembali dana dari perusahaan Mandiri tersebut agar dapat menghasilkan return.
  • 23.
    AKHIRNYA SELESAI JUGA  Semogatadi gak membosankan ya???? TERIMA KASIHHH