Teori Peluang
Kaidah Pencacahan, permutasi
dan kombinasi
 Standar Kompetensi
    Memecahkan masalah dengan konsep teori peluang


 Kompetensi Dasar
    Mendiskripsikan kaidah pencacahan, permutasi dan
    kombinasi



 Indikator
   Kaidah pencacahan, permutasi, dan kombinasi
   digunakan dalam menentukan banyaknya cara
   menyelesaikan suatu masalah

Hal.: 2                  PELUANG                 Adaptif
Kaidah Pencacahan, permutasi
dan kombinasi
 Kaidah pencacahan
 1. Aturan pengisian tempat yang tersedia

 Contoh:
   Pada lomba lari 100 meter, empat anak
   lolos ke putaran akhir, yaitu A(Adi),
   B(Banu), C (Candra), dan D(Dodi).

      Pada perlombaan tersebut disediakan
      dua hadiah. Ada berapakah susunan
      pemenang yang mungkin muncul pada
      akhir pertandingan?



Hal.: 3                  PELUANG            Adaptif
Kaidah Pencacahan, permutasi
dan kombinasi
   Jawab:
    Pemenang pertama dan kedua yang mungkin muncul,
    dapat kita susun yaitu:

    AB, AC, AD,BA,BC,BD,CA,CB,CD,DA,DB,dan DC.

    Proses menentukan banyaknya susunan pemenang secara
    umum mengikuti aturan sebagai berikut:

    Langkah 1:
    Ada 4 peserta lomba yang semuanya bisa keluar sebagai
    juara pertama.

    Langkah 2:
    Satu orang sudah masuk garis akhir, masih ada 3 peserta
    lomba yang bisa menduduki juara kedua.
    Jadi seluruhnya ada   4 x 3 = 12   susunan pemenang yang
    mungkin terjadi

Hal.: 4                           PELUANG                      Adaptif
Kaidah Pencacahan, permutasi
dan kombinasi
 Contoh 2

    Amalia memiliki 4 buah kemeja, 2 buah celana
    panjang dan 3 sepatu. Ada berpa cara ia dapat
    berpakaian lengkap?



    Jawab:
    Kemeja yang dapat dipilih Amalia ada 4 cara, celana
    panjang 2 cara dan sepatu 3 cara.


   Jadi, ada 4 x 2 x 3 = 12   cara Amalia dapat berpakaian lengkap



Hal.: 5                         PELUANG                     Adaptif
Kaidah Pencacahan, permutasi
dan kombinasi
 Dari uraian tersebut dapat kita peroleh suatu kesimpulan :

  Jika terdapat buah tempat yang tersedia dengan:
  n1 = banyaknya cara untuk mengisi tempat pertama.
  n2 = banyaknya cara mengisi tempat kedua, setelah
  tempat pertama terisi.
  n3 = banyaknya cara mengisi tempat ketiga, setelah
  tempat pertama dan kedua terisi, dan
  nk = banyaknya cara mengisi tempat ke – k, setelah
  tempat-tempat sebelumnya terisi.

  Maka banyaknya n3 x … x nk. mengisi k tempat yang tersedia
         n1 x n2 x cara untuk
  adalah

  Aturan ini yang dimaksud sebagai aturan pengisian tempat
  yang tersedia atau kaidah
  perkalian.
 Hal.: 6                    PELUANG                      Adaptif
Kaidah Pencacahan, permutasi
dan kombinasi
 Definisi dan Notasi faktorial
    Definisi:
    Hasil perkalian semua bilangan bulat positip dari
    satu sampai dengan n disebut n faktorial, dan diberi
    notasi n!.

Jadi n!    = 1 x 2x 3 x … x (n-1) x n, atau
    n!     = n x ( n-1) x (n-2) x … x 2 x 1

          dengan 1! = 1   dan    0! = 1




Hal.: 7                         PELUANG             Adaptif
Masalah Permutasi
 Masalah
 Misalkan diadakan undian untuk memperebutkan 2 hadiah (hadiah I dan II).
 Jika yang memperebutkan hadiah itu ada 3 orang (A, B, dan C), ada berapa
 cara kedua macam hadiah itu dapat diberikan kepada para pemenang?.
 Jawab:                                              B ... (A,B) = permutasi ke-1 = p
 Obyek         Cara Eksp.                                                             1
                                         A
 Eksp.
                                                     C ... (A,C) = permutasi ke-2 = p2
   A
               Diundi untuk                         A ... (B,A) = permutasi ke-3 = p3
                                                                                                     3
   B                                     B                                                S, n(S) = P2
          memperebutkan 2 hadiah                    C ... (B,C) = permutasi ke-4 = p
                                                                                     4
   C

                                                    A ... (C,A) = permutasi ke-5 = p
                                                                                     5
                                         C

                                                    B ... (C,B) = permutasi ke-6 = p
                                       3 cara                                        6


                                                  2 cara
Menurut Prinsip Perkalian
                                                                  3× 2×1     3!            n        n!
Banyaknya cara: n(S) = P2 = 3×2 = 6
                                   3
                                             →   P23 = 3×2 =         1 = ( 3 − 2)!
                                                                                   →      Pr =
                                                                                                 (n − r )!
Hal.: 8                                      PELUANG                                                Adaptif
Masalah Permutasi

Permutasi Dengan Beberapa Unsur Sama
Ada berapa cara untuk membuat susunan huruf yang berbeda dari kata
“MAMA”?.
Jawab
                   Jika salah satu anggota diberi indeks
MMAA
MAMA                         M1 A 1 M2 A2
AMMA       Ada 6 cara
AMAM                         M2 A2 M1 A1
AAMM                         M1 A2 M2 A1
MAAM
                                              Selanjutnya perhatikan bahwa
                             M2 A1 M1 A2
      Seluruh permutasi setelah M dan A diberi indekas sesuai banyaknya huruf
 6=
       Ma sin g − ma sin g dari 6 anggota setelah diberi indeks memuat 4 cabang

        4! (banyaknya permutasi 4 huruf dari 4 huruf berlainan)
  =
    4 (masing - masing anggota dari 6 anggota memuat 4 cabang)
                                    4!                                      4!
  =                                                                    =
    2! (permutasi dari M1 dan M 2 ) × 2! (permutasi dari A 1 dan A 2 )     2! 2!
Hal.: 9                                     PELUANG                                Adaptif
Masalah Permutasi

 Permutasi Dengan Beberapa Unsur Sama
Berapa banyak cara untuk membuat susunan huruf dari kata “KAKAKKU”?
Jawab
                                                                                      P(7 , 2,1)        7!
Karena ada 4K, 2A, dan 1U, maka banyaknya cara =                                        4          =          = 105 cara
                                                                                                     4!.2!.1!
Secara matematika formal, banyaknya cara mengambil 4 huruf K dari 7 huruf ada
 C7                                                                                                               C7 − 4
  4    . Banyaknya cara mengambil 2 huruf A dari (7 – 4) huruf sisanya ada                                         2       ,
                                                                                                                   C1 − 4 − 2
                                                                                                                    7
 dan banyaknya cara mengambil 1 huruf A dari (7 – 4 – 2) huruf sisanya ada                                                     .
 Maka menurut prinsip perkalian banyaknya cara untuk membuat susunan huruf
 dari kata KAKAKKU ada:
                                                        (7 . 6 . 5 . 4) . (3 . 2).(1)      7!
 P(7 ,2,1)
   4         =   C7
                  4   ×   C7 − 4
                           2       ×   C1 − 4 − 2
                                        7           =
                                                             4!       2! 1!
                                                                                      =
                                                                                        4! 2! 1!

                 n                                 n!
  Secara umum, P(n1 , n 2 , ... , n k ) =                       dengan n = n1 + n2 +                             + nk
                                          n1 ! . n 2 ! ... nk !

 Hal.: 10                                                  PELUANG                                             Adaptif
Masalah Permutasi

 Permutasi Siklis
Misalkan 3 orang anak A, B, dan C diminta naik ke permainan roda putar

           A           C           B             Secara umum banyaknya
                                                 permutasi siklis dari n obyek =
     C         B   B       A   A       C




Maka berarti ketiga permutasi siklis tsb sama, yakni ABC = CAB = BCA. Untuk
melihat kesamaannya perhatikan bahwa:
CAB.CAB = BCA.BCA = ABC (Pandanglah A sebagai titik awal).

Dari 3 tempat duduk pada permainan roda putar itu sebenarnya hanya ada 2
saja yang berbeda susunannya, yakni ABC dan ACB. Sehingga hanya ada 2
permutasi siklis.
                                                       n
Secara umum banyaknya permutasi siklis dari n obyek = Psiklis = (n – 1)!

Hal.: 11                               PELUANG                            Adaptif
Masalah Permutasi
 Permutasi berulang

 Jika kita inin menyusun kata yang terdiri 2 huruf,
  yang dipilih dari huruf A, D, I, serta kata yang
  terbentuk boleh mengandung huruf yang sama,
  maka kita akan mendapatkan kata:
  AA, AD, AI, DD, DA, DI, II, IA, ID.

    Jadi, banyaknya permutasi dua huruf yang diambil
    dari 3 huruf dengan huruf- huruf itu boleh berulang
    ada 9 cara.




Hal.: 12                  PELUANG                   Adaptif
Masalah Permutasi

 Secara umum:
  Banyaknya permutasi r unsur yang diambil dari n
  unsur yang tersedia (dengan tiap unsur yang
  tersedia boleh ditulis berulang) adalah sebagai
  berikut:


           P   (berulang)   =nr   dengan r ≤ n




Hal.: 13                          PELUANG           Adaptif
Masalah Kombinasi
No Obyek Eksp.     Cara Eksp.         Kemungkinan yang dapat
                                      hadir
 1     O=          Diundang 2         AB = c1
       {A,B,C,D}   orang wakilnya     AC = c2
                   untuk rapat
                   keluarga           AD = c3
                                      BC = c4
                                      BD = c5
                                      CD = c6


 2     O=          Diundang 3         ABC = c1
       {A,B,C,D}   orang wakilnya     ABD = c2
                   untuk rapat
                   keluarga           ACD = c3
                                      BCD = c4



Hal.: 14                    PELUANG                     Adaptif
Masalah Kombinasi

    Macam       Jika elemen-elemen        Banyaknya
   Kombinasi        kombinasi itu          Permutasi
                   dipermutasikan
    c1 = AB          AB   dan   BA             2!
    c2 = AC          AC   dan   CA             2!
                     AD   dan   DA             2!
    c3 = AD
                     BC   dan   CB             2!
    c4 = BC
                     BD   dan   DB             2!
    c5 = BD
                     CD   dan   DC             2!
    c6 = CD                                   6 × 2!
     C4 = 6
      2        Total = P2 = 12 = 6 × 2
                        4



                   Perhatikan bahwa

                 12 = 6 x 2!
                P2 = C4
                 4
                        2    x 2!


Hal.: 15                        PELUANG                Adaptif
Masalah Kombinasi

 Macam             Jika elemen-elemen kombinasi itu                         Banyaknya
Kombinasi                   dipermutasikan                                   Permutasi
                   (Bayangkan hasilnya dari diagram
                              pohon ybs)
  c1 = ABC         ABC, ACB, BAC,          BCA, CAB, dan CBA                       3!
 c2 = ABD          ABD, ADB, BAD,          BDA, DAB, dan DBA                       3!
 c3 = ACD          ACD, ADC, CAD,          CDA, DAC, dan DCA                       3!
 c4 = BCD          ABD, ADB, BAD,          BDA, DAB, dan DBA                       3!

       = 4                    = 4 × 6 = 24                                        4 × 3!

Perhatikan bahwa     Dari :                               4
                                                         P2   Maka Secara Umum :
                            4    4              C4
                                                 2   =
24 = 4 × 3!          (1)   P2 = C2 × 2!                  2!             n
                                                                       Pr          n!
                            4
                           P3       C4
                                                          4
                                                         P3   Cn
                                                               r   =        =
   =     × 3!        (2)        =    3   × 3!   C4 =
                                                 3                     r!       (n – r)! r!
                                                         3!


  Hal.: 16                               PELUANG                                   Adaptif
Masalah Kombinasi

Kombinasi k Unsur dari n Unsur dengan beberapa
unsur sama

Misal 4 bola akan yang diambil dari dalam kotak berisi 4 bola
merah, 3 bolaputih dan 2 bola hijau.Empat bola yang diambil harus
terdiri dari 2 bola merah, 1 bola putih dan 1 bola hijau.

Cara pengambilan ini merupakan masalah kombinasi k unsur dari n
unsur dengan beberapa unsur yang sama.


Sehingga total cara pemilihan 4 bola dari 9 bola adalah
4 C 2 . 3 C 1 . 2 C 1 cara.




Hal.: 17                      PELUANG                      Adaptif
Masalah Kombinasi

  Misal terdapat n unsur yang terdiri dari q1, q2, q3, …, qn
   Unsur q1 ada sebanyak n1, unsur q2 ada sebanyak n2, unsur
   q3 ada sebanyak n3, …, unsur qe ada sebanyak ne, sehingga n1
   + n2 + n3 + …+ ne = n.

      Dari n unsur tersebut akan diambil k unsur yang terdiri dari
      k1 unsur q1, k2 unsur q2, k3 unsur q3, …, ke unsur qe dengan k1
      + k2 + k3 + … + ke = k.



      Banyak cara pengambilan adalah:

               n1 C k1   . n2 C k2 . n3 C k3 …. . ne C ke




Hal.: 18                         PELUANG                      Adaptif
Peluang Kejadian

 Percobaan, Ruang Sampel, Peluang suatu
  kejadian
  Peluang adalah nilai frekuensi relatif munculnya suatu
  peristiwa dalam suatu eksperimen jika banyaknya percobaan
  tak terhingga.

                   lim fr ( A )
           P(A)=   n→∞




  Kombinatorik
  Adalah teknik menghitung banyaknya anggota ruang sampel
  dengan :
  1.Cara mendatar
  2.Membuat tabel
  3.Membuat diagram pohon

Hal.: 19                          PELUANG            Adaptif
Peluang Kejadian

 Eksperimen (Percobaan Acak)
 Ada Obyek Eksperimen
 Ada Cara Eksperimen
 Ada Hasil-hasil Yang Mungkin (Titik-titik Sampel)
   Obyek                            Hasil-hasil
   Eksp.                           Yang Mungkin
                                        s1
                                                  S = Ruang Sampel = { s1 , s2 , s3 , . . . , s5 }
                Cara Eksp.              s2
                                        s3 S        = Himpunan semua hasil yang mungkin
                                        s4
                                                       dalam eksperimen itu
                                        s5
                                   S              s1 , s2 , s3 , . . . , s5 masing-masing
            s1           s2
                                                      disebut titik sampel
           s3       s4        s5

Hal.: 20                                           PELUANG                                  Adaptif
Peluang Kejadian

                           S
           s2    s3
    s1                 A
                               S = Ruang Sampel
                sm
                                 = Himpunan semua hasil yang mungkin terjadi
                      sn       dalam eksperimen itu
                                 = {s1 , s2 , s3 , . . . , sm , . . . , sn}
                               A = Suatu peristiwa dalam ruang sampel S
                                 = {s1 , s2 , s3 , . . . , sm}


                               Prinsip Penjumlahan
                               P(A) = P({s1}) + P({s2}) + P({s3}) + . . . + P({sm})
                                     = jumlah peluang masing-masing titik sampel
                                       yang ada di dalamnya

Hal.: 21                                        PELUANG                               Adaptif
Contoh soal
 1. sebuah dadu di lempar, tentukan
  peluang muncul mata dadu:
 a. bil genap
 B. bil. Prima ganjil
 2. dua buah dadu dilempar secara
  bersamaan. Tentukan peluang:
 A. jumlah mata dadu yang muncul
  kurang dari 4
 Jumlah mata dadu yang lebih 10


Hal.: 22         PELUANG           Adaptif
Peluang Kejadian

Peluang Berdasar Pengambilan Sampel
 Pengambilan Sekaligus → Kombinasi
                             Pengulangan obyek eksp. tidak
                                             dimungkinkan dan
  urutan tak
                            diperhatikan (tak punya makna)

 Pengambilan Satu Demi Satu

    1. Tanpa Pengembalian → Permutasi
                               Pengulangan obyek eksp. tidak
                              dimungkinkan dan urutan
                              diperhatikan (punya makna)

   2. Dengan Pengembalian → Bukan Permutasi dan
                            Bukan Kombinasi



Hal.: 23                      PELUANG                          Adaptif
Cntoh soal
 Di dalam kantong terdapat 4 bola
  merah dan 3 bola putih. Akan di ambil
  3 bola sekaligus. Tentukan peluang:
 A. 2 bola pertama merah dan kedua
  putih tanpa pengembalian
 B. 3 bola warna merah




Hal.: 24         PELUANG           Adaptif
Peluang Kejadian

1. Pengambilan Sekaligus
                   Ambil acak 2 bola
               sekaligus. Hasil-hasil yang                                     Banyaknya        Frek.
                       mungkin?                                                  Eksp.        Munculnya
                                                                                                                 s2               s3
                                                                                               s1 =
               Cara Ekp.
                                                                                300 kali         92             105              93
                                         Hasil-hasil yang
                                                                               3.000 kali      1.012            991              997
Obyek Eksp                                  mungkin               A            15.000 kali     4.989           5.007            5.004
                                              1   2 … s1                       30.000 kali     10.012          9.984           10.004
               Eksp1: ambil acak
                                              1   3 … s2     S                                           1               1               1
  1   2    3                                                                   banyak kali   Fr (s1) ≈       Fr (s2) ≈       Fr (s3) ≈
                2 bola sekaligus
                                                                                                         3               3               3
                                              2   3 … s3


                                     S                     S = {s 1 , s 2 , s 3 } = Ruang sampel hasil eksperimen
                       s2
                                 A                                    n(S) =   C3 =
                                                                                2      3.
                  s1        s3
                                                           A = Peristiwa terambilnya jumlah kedua nomor bola ganjil

                                          1                   = {s1, s3 } , n(A) = 2.
  P({s1}) = P({s2}) = P({s3}) = 3
                                                                          n( A )   2
                                                                 P(A)            =
  Maka S berdistribusi seragam                                            n( S )   3

Hal.: 25                                                      PELUANG                                                        Adaptif
Contoh:
 1. di dalam kotak terdapat 8 kelereng
  merah dan 4 kelereng putih. Jika 3
  kelereng diambil sekaligus, tentukan:
 A. ketiganya adalah merah
 B. dua merah dan satu putih




Hal.: 26         PELUANG            Adaptif
Peluang Kejadian
2. Pengambilan Satu demi Satu Tanpa Pengembalian
                                 Ambil acak 2 bola 1 – 1 tanpa
                              pengemb. Hasil-hasil yang mungkin?

                                                                                     Hasil-hasil
                                                                                                                     A
                                     Cara Ekp.                                     yang mungkin
                                                                                         2 … 1       2 … s1
              Obyek Eksp                                                    1
                                                                                         3 … 1 3 … s2
                                      Eksp 2 : ambil acak                                1 … 2 1 … s3
                                                                            2                                    S
               1    2    3     2 bola 1 – 1 tanpa pengembalian                           3 … 2       3 … s4
                                                                                         1 … 3       1 … s5
                                                                           3
                                                                                         2 … 3       2 … s6
                                                                        3 cara
                                                                                  2 cara
                                                            S = {s 1 , s 2 , s 3 , . . . ,s 6 } = Ruang sampel hasil eksperimen
         s2                      S
                         s5                                                      dari 3 obyek eksp.
                                                                 n(S) = P 2 obyek                            = 3 × 2 = 6.
               s3
         s1         s4    A
               s6                                           A = peristiwa terambilnya jumlah kedua nomor bola
                                                            ganjil

                                                  1              = {s1, s3, s4 (,A 6 }
                                                                             n s)            4       2
    P({s1}) = P({s2}) = … = P({s6}) =
                                                  6                             n(S )        6       3
                                                                    P(A) =               =       =       .

     Maka S berdistribusi seragam.
Hal.: 27                                                    PELUANG                                                         Adaptif
Peluang Kejadian
3. Pengambilan 1 – 1 Dengan                                         Pengembalian
                              Ambil acak 2 bola 1-1 dengan
                         pengembalian. Hasil-hasil yang mungkin?           Hasil-hasil yang
                                                                          II  mungkin              A
                                                               I          1 … 1       1 … s1

                                                               1          2 … 1       2 … s2

                                                                           3 … 1      3 … s3
                            Eksp2:ambil acak                   2                               S
           1          2 bola 1-1 dengan pengemb.
               2    3                                                     1 … 3       1 … s7

                                                               3          2 … 3       2 … s8

                                                                          3 … 3       3 … s9
                                                           3 cara
                                                                       3 cara

                    s3      s5   s7        S
                                                          S = {s1, s2 , s3, ... , s9} = Ruang sampel hasil eksperimen.
               s1                     s9
                           s4
                    s2           s6 A                         n(S) = 3 × 3 = 9
                           s8
                                                          A = peristiwa terambilnya jumlah kedua nomor bola ganjil.
                                     1
   P({s1}) = P({s2}) = … = P({s9}) = 9
                                                             = {s2, s4, s6 , s8 }

                                                                     n (A)        4
   Maka S berdistribusi seragam.                              P(A) = n (S)      = 9    .


Hal.: 28                                                           PELUANG                                       Adaptif
Peluang Kejadian
Frekuensi Harapan

 Frekuensi Harapan suatu kejadian adalah hasil kali peluang
 kejadian tersebut dengan banyaknya percobaan.


 Fr(A) = P(A) . n   dengan, Fr(A) = frekuensi harapan kejadian A
                            P (A) = peluang kejadian A
                                n = banyaknya percobaan
Contoh:
Peluang seorang anak terkena penyakit polio adalah 0,01, dari 8000
anak. Berapa kira- kira yang terjangkit penyakit polio?
Jawab:
P(kenapolio) = 0,01, n= 8000
Fr(A) = P(kena polio) . n = 0,01 x 8000 = 80
Jadi, dari 8000 anak diperkirakan ada 80 anak yang terkena penyakit
polio
Hal.: 29                      PELUANG                         Adaptif
Kejadian Majemuk

1. Komplemen

Kejadian bukan A dari himpunan S ditulis                S

                                                                 A
dengan     simbol   A’   (atau   A c)   disebut         A’

komplemen dari A.


                                                             n −a
Jika A mempunyai a elemen, dan S                  P ( A' ) =
                                                               n
mempunyai n elemen maka A’                                   n a
                                                           = −
mempunyai n-a elemen. Maka P(A’) adalah                      n n
                                                                 a
peluang tidak terjadinya A.                                = 1−
                                                                 n
                                                  P ( A' ) = 1 − P ( A)

Hal.: 30                         PELUANG                             Adaptif
Kejadian Majemuk

  2.Dua Kejadian Saling Lepas

     S


                    A               B               S={1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12}
              .2             .     .6              A={kejadian mendapatkan bilangan
             5                            .
                                                      prima}
                             .8
    .1
             7                      .9             B={kejadian mendapatkan sedikitnya
                   .3    .        .10 .
             11              12               .4      bilangan 5}


Maka A = {2, 3, 5, 7, 11} dan B = {5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12}
                                        10 5
Sehingga                P (A ∪ B) =       =
                                        12 6

  Jika kita melihat hubungan antara , P(A) dan P(B), terdapat
  irisan antara A dan B, yaitu {5, 7, 11} dan juga diperoleh
  Hal.: 31                                         PELUANG                          Adaptif
Kejadian Majemuk

             3                          10   5 +8 −3   5    8    3
P ( A ∩B ) =        dan     P ( A ∪B ) =
                                        12
                                           =
                                                12
                                                     =
                                                      12
                                                         +
                                                           12
                                                              −
                                                                12
            12
                                                      ↓    ↓     ↓
                                           P ( A ∪B ) =P ( A) + P ( B ) −P ( A ∩B )




 Jika suatu kejadian A dan B tidak bersekutu, dalam hal ini
   ( A ∩ B ) =Ø, maka kita katakan dua kejadian tersebut adalah saling lepas. Untuk
 kejadian saling lepas (saling asing)
                P( A ∩ B)
       Maka                 = P(Ø) = 0

 Jika A dan B kejadian yang saling lepas maka
                  P ( A ∪ ) =P ( A) +P ( B )
                         B


   Hal.: 32                              PELUANG                          Adaptif
Kejadian Majemuk

Contoh Soal :
1.     Sebuah dadu dilemparkan satu kali,
             Jika A = {kejadian muncul mata dadu lebih dari 2}, tentukan
       P(A’) ?
             Jawab :
        Sebuah dadu dilemparkan satu kali, maka ruang sampelnya
       adalah:
       S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}
       Jika A = {kejadian muncul mata dadu lebih dari 2} = {3, 4, 5, 6}
       Maka P(A) = 4/6 = 2/3
              P(A’) = 1 – 4/6 = 2/6 = 1/3
   2. Pada pengambilan 1 kartu secara acak dari 1       set kartu bridge,
   berapa peluang mendapatkan kartu As atau King?




Hal.: 33                        PELUANG                          Adaptif
Dua Kejadian Saling Bebas

Sekeping uang logam dan sebuah dadu dilempar sekali. Kejadian
munculnya sisi angka pada uang logam dan kejadian munculnya mata
3 pada dadu adalah dua kejadian yang tidak saling mempengaruhi.
Peluang dua kejadian A dan B yang yang saling bebas adalah:
P (A ∩ B) = P (A) . P(B)
Contoh :
Misal A = kejadian muncul mata dadu 3 pada pelemparan pertama,
maka :
                          n( A) 1
n(A) = 1, sehingga P(A) =      =
                         n( S )    6
Misal B = kejadian muncul mata dadu 5 pada pelemparan kedua,
maka:                     n( B ) 1
n(B) = 1, sehingga P(B) =       =
                         n( S )     6
                                          1 1 1
Peluang A dan B: P( A ∩ B) = P(A) . P(B) = . =
                                          6 6 36
 Hal.: 34                         PELUANG                Adaptif
Rangkuman
1. Peluang tidak terjadinya A atau P(A’) adalah P(A’) = 1 – P(A)

2. Jika A dan B kejadian yang saling lepas maka

                P ( A ∪ B) = P ( A) + P ( B )

3. Jika A dan B kejadian yang saling bebas maka

            P ( A ∩ B ) = P ( A) + P ( B )




 Hal.: 35                       PELUANG                   Adaptif
SEKIAN

             TERIMA KASIH

           SAMPAI JUMPA LAGI




Hal.: 36         PELUANG       Adaptif

Peluang

  • 1.
  • 2.
    Kaidah Pencacahan, permutasi dankombinasi  Standar Kompetensi Memecahkan masalah dengan konsep teori peluang  Kompetensi Dasar Mendiskripsikan kaidah pencacahan, permutasi dan kombinasi  Indikator Kaidah pencacahan, permutasi, dan kombinasi digunakan dalam menentukan banyaknya cara menyelesaikan suatu masalah Hal.: 2 PELUANG Adaptif
  • 3.
    Kaidah Pencacahan, permutasi dankombinasi  Kaidah pencacahan 1. Aturan pengisian tempat yang tersedia Contoh: Pada lomba lari 100 meter, empat anak lolos ke putaran akhir, yaitu A(Adi), B(Banu), C (Candra), dan D(Dodi). Pada perlombaan tersebut disediakan dua hadiah. Ada berapakah susunan pemenang yang mungkin muncul pada akhir pertandingan? Hal.: 3 PELUANG Adaptif
  • 4.
    Kaidah Pencacahan, permutasi dankombinasi  Jawab: Pemenang pertama dan kedua yang mungkin muncul, dapat kita susun yaitu: AB, AC, AD,BA,BC,BD,CA,CB,CD,DA,DB,dan DC. Proses menentukan banyaknya susunan pemenang secara umum mengikuti aturan sebagai berikut: Langkah 1: Ada 4 peserta lomba yang semuanya bisa keluar sebagai juara pertama. Langkah 2: Satu orang sudah masuk garis akhir, masih ada 3 peserta lomba yang bisa menduduki juara kedua. Jadi seluruhnya ada 4 x 3 = 12 susunan pemenang yang mungkin terjadi Hal.: 4 PELUANG Adaptif
  • 5.
    Kaidah Pencacahan, permutasi dankombinasi  Contoh 2 Amalia memiliki 4 buah kemeja, 2 buah celana panjang dan 3 sepatu. Ada berpa cara ia dapat berpakaian lengkap? Jawab: Kemeja yang dapat dipilih Amalia ada 4 cara, celana panjang 2 cara dan sepatu 3 cara. Jadi, ada 4 x 2 x 3 = 12 cara Amalia dapat berpakaian lengkap Hal.: 5 PELUANG Adaptif
  • 6.
    Kaidah Pencacahan, permutasi dankombinasi  Dari uraian tersebut dapat kita peroleh suatu kesimpulan : Jika terdapat buah tempat yang tersedia dengan: n1 = banyaknya cara untuk mengisi tempat pertama. n2 = banyaknya cara mengisi tempat kedua, setelah tempat pertama terisi. n3 = banyaknya cara mengisi tempat ketiga, setelah tempat pertama dan kedua terisi, dan nk = banyaknya cara mengisi tempat ke – k, setelah tempat-tempat sebelumnya terisi. Maka banyaknya n3 x … x nk. mengisi k tempat yang tersedia n1 x n2 x cara untuk adalah Aturan ini yang dimaksud sebagai aturan pengisian tempat yang tersedia atau kaidah perkalian. Hal.: 6 PELUANG Adaptif
  • 7.
    Kaidah Pencacahan, permutasi dankombinasi  Definisi dan Notasi faktorial Definisi: Hasil perkalian semua bilangan bulat positip dari satu sampai dengan n disebut n faktorial, dan diberi notasi n!. Jadi n! = 1 x 2x 3 x … x (n-1) x n, atau n! = n x ( n-1) x (n-2) x … x 2 x 1 dengan 1! = 1 dan 0! = 1 Hal.: 7 PELUANG Adaptif
  • 8.
    Masalah Permutasi Masalah Misalkan diadakan undian untuk memperebutkan 2 hadiah (hadiah I dan II). Jika yang memperebutkan hadiah itu ada 3 orang (A, B, dan C), ada berapa cara kedua macam hadiah itu dapat diberikan kepada para pemenang?. Jawab: B ... (A,B) = permutasi ke-1 = p Obyek Cara Eksp. 1 A Eksp. C ... (A,C) = permutasi ke-2 = p2 A Diundi untuk A ... (B,A) = permutasi ke-3 = p3 3 B B S, n(S) = P2 memperebutkan 2 hadiah C ... (B,C) = permutasi ke-4 = p 4 C A ... (C,A) = permutasi ke-5 = p 5 C B ... (C,B) = permutasi ke-6 = p 3 cara 6 2 cara Menurut Prinsip Perkalian 3× 2×1 3! n n! Banyaknya cara: n(S) = P2 = 3×2 = 6 3 → P23 = 3×2 = 1 = ( 3 − 2)! → Pr = (n − r )! Hal.: 8 PELUANG Adaptif
  • 9.
    Masalah Permutasi Permutasi DenganBeberapa Unsur Sama Ada berapa cara untuk membuat susunan huruf yang berbeda dari kata “MAMA”?. Jawab Jika salah satu anggota diberi indeks MMAA MAMA M1 A 1 M2 A2 AMMA Ada 6 cara AMAM M2 A2 M1 A1 AAMM M1 A2 M2 A1 MAAM Selanjutnya perhatikan bahwa M2 A1 M1 A2 Seluruh permutasi setelah M dan A diberi indekas sesuai banyaknya huruf 6= Ma sin g − ma sin g dari 6 anggota setelah diberi indeks memuat 4 cabang 4! (banyaknya permutasi 4 huruf dari 4 huruf berlainan) = 4 (masing - masing anggota dari 6 anggota memuat 4 cabang) 4! 4! = = 2! (permutasi dari M1 dan M 2 ) × 2! (permutasi dari A 1 dan A 2 ) 2! 2! Hal.: 9 PELUANG Adaptif
  • 10.
    Masalah Permutasi PermutasiDengan Beberapa Unsur Sama Berapa banyak cara untuk membuat susunan huruf dari kata “KAKAKKU”? Jawab P(7 , 2,1) 7! Karena ada 4K, 2A, dan 1U, maka banyaknya cara = 4 = = 105 cara 4!.2!.1! Secara matematika formal, banyaknya cara mengambil 4 huruf K dari 7 huruf ada C7 C7 − 4 4 . Banyaknya cara mengambil 2 huruf A dari (7 – 4) huruf sisanya ada 2 , C1 − 4 − 2 7 dan banyaknya cara mengambil 1 huruf A dari (7 – 4 – 2) huruf sisanya ada . Maka menurut prinsip perkalian banyaknya cara untuk membuat susunan huruf dari kata KAKAKKU ada: (7 . 6 . 5 . 4) . (3 . 2).(1) 7! P(7 ,2,1) 4 = C7 4 × C7 − 4 2 × C1 − 4 − 2 7 = 4! 2! 1! = 4! 2! 1! n n! Secara umum, P(n1 , n 2 , ... , n k ) = dengan n = n1 + n2 + + nk n1 ! . n 2 ! ... nk ! Hal.: 10 PELUANG Adaptif
  • 11.
    Masalah Permutasi PermutasiSiklis Misalkan 3 orang anak A, B, dan C diminta naik ke permainan roda putar A C B Secara umum banyaknya permutasi siklis dari n obyek = C B B A A C Maka berarti ketiga permutasi siklis tsb sama, yakni ABC = CAB = BCA. Untuk melihat kesamaannya perhatikan bahwa: CAB.CAB = BCA.BCA = ABC (Pandanglah A sebagai titik awal). Dari 3 tempat duduk pada permainan roda putar itu sebenarnya hanya ada 2 saja yang berbeda susunannya, yakni ABC dan ACB. Sehingga hanya ada 2 permutasi siklis. n Secara umum banyaknya permutasi siklis dari n obyek = Psiklis = (n – 1)! Hal.: 11 PELUANG Adaptif
  • 12.
    Masalah Permutasi  Permutasiberulang  Jika kita inin menyusun kata yang terdiri 2 huruf, yang dipilih dari huruf A, D, I, serta kata yang terbentuk boleh mengandung huruf yang sama, maka kita akan mendapatkan kata: AA, AD, AI, DD, DA, DI, II, IA, ID. Jadi, banyaknya permutasi dua huruf yang diambil dari 3 huruf dengan huruf- huruf itu boleh berulang ada 9 cara. Hal.: 12 PELUANG Adaptif
  • 13.
    Masalah Permutasi  Secaraumum: Banyaknya permutasi r unsur yang diambil dari n unsur yang tersedia (dengan tiap unsur yang tersedia boleh ditulis berulang) adalah sebagai berikut: P (berulang) =nr dengan r ≤ n Hal.: 13 PELUANG Adaptif
  • 14.
    Masalah Kombinasi No ObyekEksp. Cara Eksp. Kemungkinan yang dapat hadir 1 O= Diundang 2 AB = c1 {A,B,C,D} orang wakilnya AC = c2 untuk rapat keluarga AD = c3 BC = c4 BD = c5 CD = c6 2 O= Diundang 3 ABC = c1 {A,B,C,D} orang wakilnya ABD = c2 untuk rapat keluarga ACD = c3 BCD = c4 Hal.: 14 PELUANG Adaptif
  • 15.
    Masalah Kombinasi Macam Jika elemen-elemen Banyaknya Kombinasi kombinasi itu Permutasi dipermutasikan c1 = AB AB dan BA 2! c2 = AC AC dan CA 2! AD dan DA 2! c3 = AD BC dan CB 2! c4 = BC BD dan DB 2! c5 = BD CD dan DC 2! c6 = CD 6 × 2! C4 = 6 2 Total = P2 = 12 = 6 × 2 4 Perhatikan bahwa 12 = 6 x 2! P2 = C4 4 2 x 2! Hal.: 15 PELUANG Adaptif
  • 16.
    Masalah Kombinasi Macam Jika elemen-elemen kombinasi itu Banyaknya Kombinasi dipermutasikan Permutasi (Bayangkan hasilnya dari diagram pohon ybs) c1 = ABC ABC, ACB, BAC, BCA, CAB, dan CBA 3! c2 = ABD ABD, ADB, BAD, BDA, DAB, dan DBA 3! c3 = ACD ACD, ADC, CAD, CDA, DAC, dan DCA 3! c4 = BCD ABD, ADB, BAD, BDA, DAB, dan DBA 3! = 4 = 4 × 6 = 24 4 × 3! Perhatikan bahwa Dari : 4 P2 Maka Secara Umum : 4 4 C4 2 = 24 = 4 × 3! (1) P2 = C2 × 2! 2! n Pr n! 4 P3 C4 4 P3 Cn r = = = × 3! (2) = 3 × 3! C4 = 3 r! (n – r)! r! 3! Hal.: 16 PELUANG Adaptif
  • 17.
    Masalah Kombinasi Kombinasi kUnsur dari n Unsur dengan beberapa unsur sama Misal 4 bola akan yang diambil dari dalam kotak berisi 4 bola merah, 3 bolaputih dan 2 bola hijau.Empat bola yang diambil harus terdiri dari 2 bola merah, 1 bola putih dan 1 bola hijau. Cara pengambilan ini merupakan masalah kombinasi k unsur dari n unsur dengan beberapa unsur yang sama. Sehingga total cara pemilihan 4 bola dari 9 bola adalah 4 C 2 . 3 C 1 . 2 C 1 cara. Hal.: 17 PELUANG Adaptif
  • 18.
    Masalah Kombinasi Misal terdapat n unsur yang terdiri dari q1, q2, q3, …, qn Unsur q1 ada sebanyak n1, unsur q2 ada sebanyak n2, unsur q3 ada sebanyak n3, …, unsur qe ada sebanyak ne, sehingga n1 + n2 + n3 + …+ ne = n. Dari n unsur tersebut akan diambil k unsur yang terdiri dari k1 unsur q1, k2 unsur q2, k3 unsur q3, …, ke unsur qe dengan k1 + k2 + k3 + … + ke = k. Banyak cara pengambilan adalah: n1 C k1 . n2 C k2 . n3 C k3 …. . ne C ke Hal.: 18 PELUANG Adaptif
  • 19.
    Peluang Kejadian  Percobaan,Ruang Sampel, Peluang suatu kejadian Peluang adalah nilai frekuensi relatif munculnya suatu peristiwa dalam suatu eksperimen jika banyaknya percobaan tak terhingga. lim fr ( A ) P(A)= n→∞ Kombinatorik Adalah teknik menghitung banyaknya anggota ruang sampel dengan : 1.Cara mendatar 2.Membuat tabel 3.Membuat diagram pohon Hal.: 19 PELUANG Adaptif
  • 20.
    Peluang Kejadian Eksperimen(Percobaan Acak)  Ada Obyek Eksperimen  Ada Cara Eksperimen  Ada Hasil-hasil Yang Mungkin (Titik-titik Sampel) Obyek Hasil-hasil Eksp. Yang Mungkin s1 S = Ruang Sampel = { s1 , s2 , s3 , . . . , s5 } Cara Eksp. s2 s3 S = Himpunan semua hasil yang mungkin s4 dalam eksperimen itu s5 S s1 , s2 , s3 , . . . , s5 masing-masing s1 s2 disebut titik sampel s3 s4 s5 Hal.: 20 PELUANG Adaptif
  • 21.
    Peluang Kejadian S s2 s3 s1 A S = Ruang Sampel sm = Himpunan semua hasil yang mungkin terjadi sn dalam eksperimen itu = {s1 , s2 , s3 , . . . , sm , . . . , sn} A = Suatu peristiwa dalam ruang sampel S = {s1 , s2 , s3 , . . . , sm} Prinsip Penjumlahan P(A) = P({s1}) + P({s2}) + P({s3}) + . . . + P({sm}) = jumlah peluang masing-masing titik sampel yang ada di dalamnya Hal.: 21 PELUANG Adaptif
  • 22.
    Contoh soal  1.sebuah dadu di lempar, tentukan peluang muncul mata dadu:  a. bil genap  B. bil. Prima ganjil  2. dua buah dadu dilempar secara bersamaan. Tentukan peluang:  A. jumlah mata dadu yang muncul kurang dari 4  Jumlah mata dadu yang lebih 10 Hal.: 22 PELUANG Adaptif
  • 23.
    Peluang Kejadian Peluang BerdasarPengambilan Sampel  Pengambilan Sekaligus → Kombinasi Pengulangan obyek eksp. tidak dimungkinkan dan urutan tak diperhatikan (tak punya makna)  Pengambilan Satu Demi Satu 1. Tanpa Pengembalian → Permutasi Pengulangan obyek eksp. tidak dimungkinkan dan urutan diperhatikan (punya makna) 2. Dengan Pengembalian → Bukan Permutasi dan Bukan Kombinasi Hal.: 23 PELUANG Adaptif
  • 24.
    Cntoh soal  Didalam kantong terdapat 4 bola merah dan 3 bola putih. Akan di ambil 3 bola sekaligus. Tentukan peluang:  A. 2 bola pertama merah dan kedua putih tanpa pengembalian  B. 3 bola warna merah Hal.: 24 PELUANG Adaptif
  • 25.
    Peluang Kejadian 1. PengambilanSekaligus Ambil acak 2 bola sekaligus. Hasil-hasil yang Banyaknya Frek. mungkin? Eksp. Munculnya s2 s3 s1 = Cara Ekp. 300 kali 92 105 93 Hasil-hasil yang 3.000 kali 1.012 991 997 Obyek Eksp mungkin A 15.000 kali 4.989 5.007 5.004 1 2 … s1 30.000 kali 10.012 9.984 10.004 Eksp1: ambil acak 1 3 … s2 S 1 1 1 1 2 3 banyak kali Fr (s1) ≈ Fr (s2) ≈ Fr (s3) ≈ 2 bola sekaligus 3 3 3 2 3 … s3 S S = {s 1 , s 2 , s 3 } = Ruang sampel hasil eksperimen s2 A n(S) = C3 = 2 3. s1 s3 A = Peristiwa terambilnya jumlah kedua nomor bola ganjil 1 = {s1, s3 } , n(A) = 2. P({s1}) = P({s2}) = P({s3}) = 3 n( A ) 2 P(A) = Maka S berdistribusi seragam n( S ) 3 Hal.: 25 PELUANG Adaptif
  • 26.
    Contoh:  1. didalam kotak terdapat 8 kelereng merah dan 4 kelereng putih. Jika 3 kelereng diambil sekaligus, tentukan:  A. ketiganya adalah merah  B. dua merah dan satu putih Hal.: 26 PELUANG Adaptif
  • 27.
    Peluang Kejadian 2. PengambilanSatu demi Satu Tanpa Pengembalian Ambil acak 2 bola 1 – 1 tanpa pengemb. Hasil-hasil yang mungkin? Hasil-hasil A Cara Ekp. yang mungkin 2 … 1 2 … s1 Obyek Eksp 1 3 … 1 3 … s2 Eksp 2 : ambil acak 1 … 2 1 … s3 2 S 1 2 3 2 bola 1 – 1 tanpa pengembalian 3 … 2 3 … s4 1 … 3 1 … s5 3 2 … 3 2 … s6 3 cara 2 cara S = {s 1 , s 2 , s 3 , . . . ,s 6 } = Ruang sampel hasil eksperimen s2 S s5 dari 3 obyek eksp. n(S) = P 2 obyek = 3 × 2 = 6. s3 s1 s4 A s6 A = peristiwa terambilnya jumlah kedua nomor bola ganjil 1 = {s1, s3, s4 (,A 6 } n s) 4 2 P({s1}) = P({s2}) = … = P({s6}) = 6 n(S ) 6 3 P(A) = = = . Maka S berdistribusi seragam. Hal.: 27 PELUANG Adaptif
  • 28.
    Peluang Kejadian 3. Pengambilan1 – 1 Dengan Pengembalian Ambil acak 2 bola 1-1 dengan pengembalian. Hasil-hasil yang mungkin? Hasil-hasil yang II mungkin A I 1 … 1 1 … s1 1 2 … 1 2 … s2 3 … 1 3 … s3 Eksp2:ambil acak 2 S 1 2 bola 1-1 dengan pengemb. 2 3 1 … 3 1 … s7 3 2 … 3 2 … s8 3 … 3 3 … s9 3 cara 3 cara s3 s5 s7 S S = {s1, s2 , s3, ... , s9} = Ruang sampel hasil eksperimen. s1 s9 s4 s2 s6 A n(S) = 3 × 3 = 9 s8 A = peristiwa terambilnya jumlah kedua nomor bola ganjil. 1 P({s1}) = P({s2}) = … = P({s9}) = 9 = {s2, s4, s6 , s8 } n (A) 4 Maka S berdistribusi seragam. P(A) = n (S) = 9 . Hal.: 28 PELUANG Adaptif
  • 29.
    Peluang Kejadian Frekuensi Harapan Frekuensi Harapan suatu kejadian adalah hasil kali peluang kejadian tersebut dengan banyaknya percobaan. Fr(A) = P(A) . n dengan, Fr(A) = frekuensi harapan kejadian A P (A) = peluang kejadian A n = banyaknya percobaan Contoh: Peluang seorang anak terkena penyakit polio adalah 0,01, dari 8000 anak. Berapa kira- kira yang terjangkit penyakit polio? Jawab: P(kenapolio) = 0,01, n= 8000 Fr(A) = P(kena polio) . n = 0,01 x 8000 = 80 Jadi, dari 8000 anak diperkirakan ada 80 anak yang terkena penyakit polio Hal.: 29 PELUANG Adaptif
  • 30.
    Kejadian Majemuk 1. Komplemen Kejadianbukan A dari himpunan S ditulis S A dengan simbol A’ (atau A c) disebut A’ komplemen dari A. n −a Jika A mempunyai a elemen, dan S P ( A' ) = n mempunyai n elemen maka A’ n a = − mempunyai n-a elemen. Maka P(A’) adalah n n a peluang tidak terjadinya A. = 1− n P ( A' ) = 1 − P ( A) Hal.: 30 PELUANG Adaptif
  • 31.
    Kejadian Majemuk 2.Dua Kejadian Saling Lepas S A B S={1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12} .2 . .6 A={kejadian mendapatkan bilangan 5 . prima} .8 .1 7 .9 B={kejadian mendapatkan sedikitnya .3 . .10 . 11 12 .4 bilangan 5} Maka A = {2, 3, 5, 7, 11} dan B = {5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12} 10 5 Sehingga P (A ∪ B) = = 12 6 Jika kita melihat hubungan antara , P(A) dan P(B), terdapat irisan antara A dan B, yaitu {5, 7, 11} dan juga diperoleh Hal.: 31 PELUANG Adaptif
  • 32.
    Kejadian Majemuk 3 10 5 +8 −3 5 8 3 P ( A ∩B ) = dan P ( A ∪B ) = 12 = 12 = 12 + 12 − 12 12 ↓ ↓ ↓ P ( A ∪B ) =P ( A) + P ( B ) −P ( A ∩B ) Jika suatu kejadian A dan B tidak bersekutu, dalam hal ini ( A ∩ B ) =Ø, maka kita katakan dua kejadian tersebut adalah saling lepas. Untuk kejadian saling lepas (saling asing) P( A ∩ B) Maka = P(Ø) = 0 Jika A dan B kejadian yang saling lepas maka P ( A ∪ ) =P ( A) +P ( B ) B Hal.: 32 PELUANG Adaptif
  • 33.
    Kejadian Majemuk Contoh Soal: 1. Sebuah dadu dilemparkan satu kali, Jika A = {kejadian muncul mata dadu lebih dari 2}, tentukan P(A’) ? Jawab : Sebuah dadu dilemparkan satu kali, maka ruang sampelnya adalah: S = {1, 2, 3, 4, 5, 6} Jika A = {kejadian muncul mata dadu lebih dari 2} = {3, 4, 5, 6} Maka P(A) = 4/6 = 2/3 P(A’) = 1 – 4/6 = 2/6 = 1/3 2. Pada pengambilan 1 kartu secara acak dari 1 set kartu bridge, berapa peluang mendapatkan kartu As atau King? Hal.: 33 PELUANG Adaptif
  • 34.
    Dua Kejadian SalingBebas Sekeping uang logam dan sebuah dadu dilempar sekali. Kejadian munculnya sisi angka pada uang logam dan kejadian munculnya mata 3 pada dadu adalah dua kejadian yang tidak saling mempengaruhi. Peluang dua kejadian A dan B yang yang saling bebas adalah: P (A ∩ B) = P (A) . P(B) Contoh : Misal A = kejadian muncul mata dadu 3 pada pelemparan pertama, maka : n( A) 1 n(A) = 1, sehingga P(A) = = n( S ) 6 Misal B = kejadian muncul mata dadu 5 pada pelemparan kedua, maka: n( B ) 1 n(B) = 1, sehingga P(B) = = n( S ) 6 1 1 1 Peluang A dan B: P( A ∩ B) = P(A) . P(B) = . = 6 6 36 Hal.: 34 PELUANG Adaptif
  • 35.
    Rangkuman 1. Peluang tidakterjadinya A atau P(A’) adalah P(A’) = 1 – P(A) 2. Jika A dan B kejadian yang saling lepas maka P ( A ∪ B) = P ( A) + P ( B ) 3. Jika A dan B kejadian yang saling bebas maka P ( A ∩ B ) = P ( A) + P ( B ) Hal.: 35 PELUANG Adaptif
  • 36.
    SEKIAN TERIMA KASIH SAMPAI JUMPA LAGI Hal.: 36 PELUANG Adaptif