Daur Ulang

5,066 views

Published on

Daur ulang yang merupakan bagian ketiga dalam proses hierarki sampah 3R
(Reuse, Reduce, and Recycle)
dan dapat dilakukan pada sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, maupun barang elektronik.

3R terdiri dari Reuse, Reduce, dan Recycle.
Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya.
Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah.
Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.

Fungsi daur ulang ..

Published in: Education
  • Be the first to comment

Daur Ulang

  1. 1. DAUR ULANG Cynthia Kweenedy Levina Claranita Shannon Kelly Valerie Milawijaya Yosua SB Serafimo XIS2
  2. 2. Latar Belakang Daur Ulang  Daur ulang mempunyai pengertian sebagai proses menjadikan bahan bekas atau sampah menjadi menjadi bahan baru yang dapat digunakan kembali. Dengan proses daur ulang, sampah dapat menjadi sesuatu yang berguna sehingga bermanfaat untuk mengurangi penggunaan bahan baku yang baru. 
  3. 3. Daur ulang yang merupakan bagian ketiga dalam proses hierarki sampah 3R (Reuse, Reduce, and Recycle) dan dapat dilakukan pada sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, maupun barang elektronik.
  4. 4. Pengertian Daur Ulang Proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi,kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru.
  5. 5.  Penerapan 3R ini dapat dilakukan oleh setiap orang dalam kegiatan sehari-hari. 3R terdiri dari Reuse, Reduce, dan Recycle.  Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya.  Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah.  Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat. 
  6. 6. Contoh kegiatan reduce seharihari: 1. Memilih produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang. 2. Hindari memakai dan membeli produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar. 3. Menggunakan produk yang dapat diisi ulang (refill). Misalnya alat tulis yang bisa diisi ulang kembali). 4. Mengurangi penggunaan bahan sekali pakai. 5. Menggunakan email (surat elektronik) untuk berkirim surat
  7. 7. Contoh kegiatan reuse seharihari: 1. Memilih wadah, kantong atau benda yang dapat digunakan beberapa kali atau berulangulang. Misalnya, menggunakan sapu tangan dari pada menggunakan tissu, menggunakan tas belanja dari kain dari pada menggunakan kantong plastik. 2. Menggunakan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali. 3. Menggunakan sisi kertas yang masih kosong untuk menulis.
  8. 8. Contoh kegiatan recycle seharihari: 1. Memilih produk dan kemasan yang dapat didaur ulang dan mudah terurai. 2. Mengolah sampah kertas menjadi kertas atau karton kembali. 3. Melakukan pengolahan sampah organik menjadi kompos.
  9. 9. Macam-macam daur ulang Daur Ulang Kertas  Daur Ulang Plastik Daur Ulang Bahan Bangunan  Daur Ulang Limbah Kaca  
  10. 10. Fungsi daur ulang Daur Ulang Kertas  Segi Ekonomi  Dari daur ulang kertas dapat menciptakan sesuatu benda baru yang bermanfaat dengan modal yang tidak terlalu besar. Dapat membuka lapangan kerja sehingga jumlah masyarakat yang pengangguran dapat berkurang. Meningkatkan pendapatan masyarakat dan membantu pemerintah daerah lebih ringan dalam pengeluaran pengelolaan sampah.    Segi Sanitasi  Terhindar dari pencemaran lingkungan yaitu tanah, air, dan udara karena pembakaran sampah berupa kertas dapat menyebabkan pencemaran udara.
  11. 11.  Segi Keindahan  Upaya penghematan terhadap peningkatan kebutuhan kertas dari serat asli. Upaya guna ulang kertas bekas tersebut akan berdampak positif terhadap kemusnahan hutan dimasa mendatang. Segi Lingkungan Menjaga kebersihan lingkungan dengan mengurangi jumlah sampah kertas   
  12. 12. Daur Ulang Plastik  Segi Ekonomi  Sampah plastik dapat mengasilkan nilai jual, baik sampah plastik dari bungkus detergen sampai botol minuman plastik. Menambah pendapatan masyarakat dalam lapangan pekerjaan. Membutuhkan modal yang rendah dan menghasilkan barang yang dapat bermanfaat.  
  13. 13.  Segi Sanitasi Dengan daur ulang plastik dapat terhindar dari pencemaran tanah, udara, dan air karena berkurangnya pembuangan sampah plastik pada sungai maupun kali.  Mencegah penyakit karena pencemaran air yang dapat mengganggu kesehatan lingkungan.
  14. 14. Segi Keindahan    Menjaga keindahan lingkungan dengan berkreatifitas dan menggunakan ide – ide dalam pembuatan benda – benda dari limbah plastik. Mengurangi polusi yang dapat mengganggu keindahan alam. Hasil kreatifitas dari limbah plastik dapat memperindah lingkungan seperti hiasan dinding, bunga palsu, dan lain – lain.
  15. 15. Segi Lingkungan    Untuk mencegah atau mengurangi pengaruh efek rumah kaca atau Global Warming. Mencegah pencemaran yaitu tanah yang akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah, air akibat pembuangan limbah plastik secara sembarangan, dan udara akibat pembakaran. Mengurangi banyaknya sungai maupun kali yang penuh dengan sampah atau limbah plastik.
  16. 16. Daur Ulang Limbah Kaca  Segi Ekonomi     Mengurangi jumlah masyarakat yang pengangguran. Membuka lapangan pekerjaan. Memiliki nilai dan mutu ekonomi yang lebih tinggi. Membutuhkan modal yang lebih kecil jika menggunakan limbah kaca
  17. 17.  Segi Sanitasi  Emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Mengurangi polusi yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat Mengurangi penggunaan zat kimia beracun.  
  18. 18. Segi Keindahan     Menambah kreatifitas dan memunculkan ide – ide masyarakat yang dapat memperindah lingkungan sekitar. Mengurangi jumlah limbah kaca. Menambah keindahan lingkungan dengan adanya hasil kreatifitas yang terlihat mewah, unik, dan menarik melalui limbah kaca. Dapat dijadikan sebagai hiasan untuk menambah keindahan.
  19. 19. Segi Lingkungan    Mengurangi adaya efek rumah kaca yang mengganggu lingkungan dan menimbulkan Global Warming. Memberikan hiasan di lingkungan sekitar dari limbah kaca untuk menambah keindahan pemandangan. Mengurangi polusi dan pencemaran.
  20. 20. Daur Ulang Bahan Bangunan  Segi Ekonomi  Dapat dipakai menjadi pelapis jalan semacam aspal dan hasil yang lebih halus bisa dipakai untuk membuat bahan bangunan baru semacam bata, sehingga memiliki nilai harga yang lebih tinggi. Menciptakan nilai pada suatu barang yang tidak bernilai sebelumnya Modal yeng dikeluarkan sebagai alat pendaur relatif sedikit Dapat menjadi cara alternatif dalam memenuhi kebutuhan ekonomi   
  21. 21.  Segi Sanitasi  Menjaga kebersihan lingkungan. Mengurangi polusi. Menjadikan lingkungan bebas dari penyakit dan bencana alam yang dapat mengganggu kesehatan.  
  22. 22.  Segi Keindahan  Memperindah jalan raya yang rusak, sehingga perlu diaspal dengan menggunakan hasil daur ulang bahan bangunan yang sudah dihancurkan. Memperbaiki kebutuhan lainnya untuk menambah keindahan lingkungan dengan menggunakan hasil dari daur ulang bahan bangunan. 
  23. 23.  Segi Lingkungan  Mencegah efek negatif dan memberikan efek positif pada daya dukung lingkungan. Membentuk perencanaan sampah dari awal perencanaan bangunan akan menghemat pembiayaan dan material yang akan diambil dari alam, sehingga dapat lebih melestarikan SDA. Mengurangi polusi pada lingkungan  
  24. 24. Berikut ini merupakan contoh beberapa ide untuk memanfaatkan barang bekas dan di daur ulang menjadi produk baru..  Frame foto atau bingkai tempat foto. Modalnya hanya bingkai kayu, lalu ditempel bahan lain, baik plastik bekas, kartu nama bekas dan lainnya. Cukup dipotong kecil lalu di tempel menjadi ornamen di bingkai foto.
  25. 25.  Yang dibawah ini adalah botol bekas dijadikan gelas
  26. 26. • Tingkat kerusakan lingkungan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan tinggi rendahnya risiko bencana di suatu kawasan, terutama di negera-negara kepulauan seperti Indonesia. • Kerusakan lingkungan yang terjadi juga di dominasi dengan sampah- sampah yang tidak sepenuhnya dapat diolah oleh masyarakat Indonesia. Untuk itu perlu adanya kesadaran dari masyarakat untuk mencegah peningkatan kerusakan lingkungan ini.

×