EARTH TESTER
YUDA PUSPITO (1415031131)
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS LAMPUNG
 Definisi Grounding
 Mengapa harus Grounding
 Syarat Grounding
 Hal-hal yang mempengaruhi Grounding
 Hubungan Grounding dengan EARTH
TESTER
 Macam-macam EARTH TESTER
 Komponen-komponen EARTH TESTER
 Langkah melakukan pengukuran Grounding
Rumusan Masalah
APA ITU GROUNDING/PEMBUMIAN?
Grounding atau pembumian adalah
proses yang digunakan untuk
mengamankan alat listrik atau elektronika
dari induksi listrik ketika terjadi konsleting
atau dari sambaran petir.
Berdasarakan PUIL 2000 (Persyaratan
Umum Instalasi Listik 2000), pembumian
dapat didefiniskan sebagai penghubung
suatu titik sirkit listrik atau suatu
penghantar yang bukan bagian dari sirkit
listrik dengan bumi menurut cara tertentu.
MENGAPA HARUS GROUNDING?
Pembumian atau grounding yang kurang baik
berbahaya dan meningkatkan resiko kerusakan
peralatan. Tanpa sistem pentanahan yang
efektif, maka akan dihadapkan pada resiko
sengatan listrik, disamping itu juga
mengakibtkan kesalahan instrumen. Jika arus
gangguan tidak mempunyai jalur ke tanah
melalui sistem pentanahan yang didesain dan
dipelihara dengan baik, arus gangguan akan
mencari jalur yang tidak diinginkan termasuk
tangan manusia.
Sebaliknya, pentanahan yang baik tidak
hanya sekedar keselamatan, tetapi juga
digunakan untuk mencegah kerusakan
peralatan industri. Sistem pentanahan yang
baik akan meningkatkan reliabilitas peralatan
dan mengurangi kemungkinan kerusakan
akibat petir dan arus gangguan.
Lanjutan..
Contoh sederhana dirumah adalah kulkas
(mesin pendingin), kulkas memiliki motor
listrik untuk menggerakkan freon yang
dinamakan compressor. Compressor ini
pada saat hidup bisa saja terjadi kebocoran
arus listrk. Bila grounding kulkas tidak baik,
maka bisa membahayakan orang yang
menyentuhnya.
Lanjutan..
Contoh lain di pabrik adalah mesin-mesin yang
menggunakan motor-motor listik atau
transformator. Biasanya motor-motor tersebut
arus ampere-nya besar-besar, sehingga bila
terjadi kebocoran arus listrik, maka bisa
membahayakan keselamatan operator mesin
tersebut. Sehingga sangatlah penting
pemasangan dari grounding.
Dalam sistem tenaga listrik, sistem tidak lagi
dibiarkan terapung atau sistem delta, tetapi titik
netral sistem itu diketanahkan melalui tahanan
atau reaktansi.
Lanjutan..
SYARAT GROUNDING
 Tahanan grounding ideal adalah mendekati 0
ohm, tetapi dalam kenyataannya tahanan tanah
yang memiliki tahanan 5 ohm masih dikatakan
aman. Tahanan ideal (0 ohm) dapat dicapai
dengan kondisi tanah yang agak lembab. Itulah
mengapa sering banyak dijumpai sistem
pentanahan yang digali sangat dalam, itu
semua untuk mencari kondisi tanah yang baik
dan mencari nilai ohm yang mendekati 0 ohm.
Alat untuk mengukur grounding disebut dengan
EARTH TESTER.
 Peralatan grounding (Earth
Tester)menggunakan baja atau tembaga,
tetapi kebanyakan menggunakan tembaga.
Karena tembaga merupakan konduktor
paling efektif untuk dialiri arus listrik dan
tembaga merupakan jenis konduktor yang
tidak mudah berkarat. Tembaga sangat
cocok sekali disemua kondisi, baik
digunakan ditanah yang kering atau
digunakan tanah yang lembab atau berair.
Lanjutan..
KOMPONEN ELEKTRODA PENTANAHAN
Elektroda pentanahan
umumnya dibuat dengan bahan
yang sangat konduktif (tahanan
rendah) seperti baja atau
tembaga, besar tahanan
elektroda tanah dan
sambungannya umumnya
sangat rendah sehingga arus
mengalir tidak terlambat.
HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI TAHANAN
TANAH
 Panjang/kedalaman Elektroda Pentanahan
Semakin dalam peletakkan elektroda pentanahan
akan membuat grounding/pentanahan menjadi lebih
sempurna. Tetapi perlu diingat bahwasannya tanah
memiliki banyak lapisan dan jarang yang sama
(homogen), jadi tahanannya akan sangat berbeda.
Tabel 1 tahanan pentanahan.
 Diameter Elektroda Pentanahan
Menambah diameter elektroda pentanahan
berpengaruh sangat kecil dalam menurunkan
tahanan. Misalnya, bila diameter elektroda
digandakan maka tahanan pentanahan hanya
menurun sebesar 10%.
 Jumlah Elektroda Pentanahan
Penambahan jumlah elektroda yang dihubungkan secara
paralel akan mendapatkan tahanan yang lebih rendah. Agar
penambahan elektroda efektif, jarak batang tambahan
setidaknya harus sama dalamnya dengan batang yang
ditanam. Tanpa pengaturan jarak elektroda pentanahan yang
tepat, bidang pengaruhnya akan berpotongan dan tahanan
tidak akan menurun
 Desain Sistem Pentanahan
Sistem pentanahan yang paling sederhana
adalah satu elektroda. Ada pula sistem
pentanahan kompleks terdiri dari banyak
batang pentanahan yang terhubung, jaringan
bertautan atau kisi-kisi, plat tanah, dan loop
tanah. Sistem-sistem ini dipasang secara
khusus di pembangkit listrik, gedung
perkantoran, dan tempat-tempat menara
seluler. Jaringan kompleks meningkatkan
secara dramatis jumlah kontak dengan tanah
sekitarnya dan menurunkan tahanan tanah.
TABEL 1
Jenis Tanah
Tahanan Jenis
Tanah
Kedalaman Elektroda
3
Ohm
6 Ohm 10 Ohm
Tanah Lembab seperti rawa 30 MOhm 10 m 5 m 3 m
Tanah Pertanian seperti tanah
liat
100 MOhm
33 m 17 m 10 m
Tanah liat berpasir 150 MOhm 50 m 25 m 15 m
Tanah lembab berpasir 300 MOhm 66 m 33 m 20 m
Kerikil lembab 500 MOhm 160 m 80 m 48 m
Tanah kering berpasir 1000 MOhm 330 m 165 m 100 m
Kerikil kering 1000 MOhm 330 m 165 m 100 m
Tanah Berpatu 30000 MOhm 1000
m
500 m 300 m
Batu karang 10^7 MOhm - - -
PERLUNYA PEMILAHARAAN GROUNDING
Masalah-masalah listrik yang sering mati
berkaitan dengan pentanahan yang kurang baik
atau kualitas daya yang rendah. Itulah
sebabnya sangat dianjurkan semua pentanahan
dan sambungan pentanahan harus diperiksa
minimal satu tahun sekali sebagai bagian dari
program pemeliharaan grounding. Selama
periode pemeriksaan, jika terjadi peningkatan
nilai tahanan pentanahan lebih dari 20%, harus
dilakukan pencarian sumber permasalahan dan
dilakukan koreksi dengan mengganti atau
menambah batang pentanahan.
APA ITU EARTH TESTER?
Alat pengukur resistansi grounding atau
pembumian sering disebut dengan EARTH
TESTER atau Ground Tester. Alat ukur earth
tester terbagi menjadi 2 macam yaitu:
 Earth Tester Analog
 Earth Tester Digital
EARTH TESTER ANALOG DAN DIGITAL
Besarnya tahanan tanah sangatlah penting
untuk diketahui sebelum dilakukan
pentanahan dalam sistem pentanahan
instalasi listrik. Untuk mengetahui besar
tahanan tanah pada suatu area digunakan
alat ukur earth tester, baik itu analog maupun
digital. Hasil pengukuran secara analog
sering terjadi kesalahan dalam pembacaan
hasil pengukurannya. Untuk mengatasi
permasalahan tersebut, maka dirancanglah
suatu alat ukur tahanan tanah digital yang
memiliki kemudahan dalam pembacaan nilai
tahanan yang diukur.
GAMBAR EARTH TESTER ANALOG DAN
DIGITAL
KOMPONEN EARTH TESTER
Perancangan alat ukur earth tester
menggunakan tiga batang elektroda yaitu
elektroda E (Earth), elektroda P (Potensial)
dan elektroda C (Curent). Tujuan
penggunaan tiga batang elektroda adalah
untuk mengetahui sejauh mana tahanan
dapat mengalirkan arus listrik. Dalam alat
ukur tahanan tanah terdapat beberapa
bagian penyusunnya, antara lain rangkaian
osilator, rangkaian tegangan input, rangkaian
arus input,mikrokontroler dan rangkaian
penampil.
CARA MENGUKUR GROUNDING DENGAN
EARTH TESTER
Gambar 1
Gambar 2
Langkah-langkah melakukan grounding
 Periksalah kondisi kabel grounding BC
yang akan diukur. Bila kotor bersihkan
dahulu permukaan kabel tersebut dengan
lap bersih/kertas amplas, agar jepitan
kabel probe dapat menyentuh langsung
bagian permukaan tembaga yang sudah
bersih dan untuk mencegah terjadinya
kesalahan pembacaan alat ukur.
 Periksa kondisi dan perlengkapan
penunjang alat ukur digital earth tester
resistance digital.
 Earth Tester mempunyai tiga kabel
diantaranya adalah kabel merah, kuning dan
hijau.
 Hubungkan kabel ke earth tester dengan
warna yang sudah ditentukan pada alat ukur
dan tancapkan ketanah dengan masing-
masing jarak kurang lebih 5-10 meter dari
pentanahan atau grounding.
 Lakukan pengukuran gounding (tahanan
pentanahan) dengan memutar knob alat ukur
pada posisi 200 ohm atau 2000 ohm
tergantung dari kondisi tanah pada area
setempat yang akan diukur.
 Kemudian tekan tombol push button untuk
mengetahui resistansi grounding dan akan
muncul pada penampil alat ukur earth
tester.
 Selesai, nilai resistansi akan diketahui.
Pilihlah resistansi grounding pada nilai
kurang dari 1 ohm, bila jarum
menunjukkan dibawah angka 1 ohm maka
grounding kisaran nol koma yang
merupakan standard kebumian(grounding
ideal) dan sebaliknya kalau jarum
menunjukkan diatas 1 ohm berarti
pembumian kurang bagus.
Situs jual beli online yang menjual earth tester dengan harga ekonomis dan
murah
http://www.jakartahardware.com/products/kyoritsu-4105a-digital-earth-tester-
6064.aspx#.VtT1KX2LTIU
TERIMAKASIH

Earth tester

  • 1.
    EARTH TESTER YUDA PUSPITO(1415031131) JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS LAMPUNG
  • 2.
     Definisi Grounding Mengapa harus Grounding  Syarat Grounding  Hal-hal yang mempengaruhi Grounding  Hubungan Grounding dengan EARTH TESTER  Macam-macam EARTH TESTER  Komponen-komponen EARTH TESTER  Langkah melakukan pengukuran Grounding Rumusan Masalah
  • 3.
    APA ITU GROUNDING/PEMBUMIAN? Groundingatau pembumian adalah proses yang digunakan untuk mengamankan alat listrik atau elektronika dari induksi listrik ketika terjadi konsleting atau dari sambaran petir. Berdasarakan PUIL 2000 (Persyaratan Umum Instalasi Listik 2000), pembumian dapat didefiniskan sebagai penghubung suatu titik sirkit listrik atau suatu penghantar yang bukan bagian dari sirkit listrik dengan bumi menurut cara tertentu.
  • 4.
    MENGAPA HARUS GROUNDING? Pembumianatau grounding yang kurang baik berbahaya dan meningkatkan resiko kerusakan peralatan. Tanpa sistem pentanahan yang efektif, maka akan dihadapkan pada resiko sengatan listrik, disamping itu juga mengakibtkan kesalahan instrumen. Jika arus gangguan tidak mempunyai jalur ke tanah melalui sistem pentanahan yang didesain dan dipelihara dengan baik, arus gangguan akan mencari jalur yang tidak diinginkan termasuk tangan manusia.
  • 5.
    Sebaliknya, pentanahan yangbaik tidak hanya sekedar keselamatan, tetapi juga digunakan untuk mencegah kerusakan peralatan industri. Sistem pentanahan yang baik akan meningkatkan reliabilitas peralatan dan mengurangi kemungkinan kerusakan akibat petir dan arus gangguan. Lanjutan..
  • 6.
    Contoh sederhana dirumahadalah kulkas (mesin pendingin), kulkas memiliki motor listrik untuk menggerakkan freon yang dinamakan compressor. Compressor ini pada saat hidup bisa saja terjadi kebocoran arus listrk. Bila grounding kulkas tidak baik, maka bisa membahayakan orang yang menyentuhnya. Lanjutan..
  • 7.
    Contoh lain dipabrik adalah mesin-mesin yang menggunakan motor-motor listik atau transformator. Biasanya motor-motor tersebut arus ampere-nya besar-besar, sehingga bila terjadi kebocoran arus listrik, maka bisa membahayakan keselamatan operator mesin tersebut. Sehingga sangatlah penting pemasangan dari grounding. Dalam sistem tenaga listrik, sistem tidak lagi dibiarkan terapung atau sistem delta, tetapi titik netral sistem itu diketanahkan melalui tahanan atau reaktansi. Lanjutan..
  • 8.
    SYARAT GROUNDING  Tahanangrounding ideal adalah mendekati 0 ohm, tetapi dalam kenyataannya tahanan tanah yang memiliki tahanan 5 ohm masih dikatakan aman. Tahanan ideal (0 ohm) dapat dicapai dengan kondisi tanah yang agak lembab. Itulah mengapa sering banyak dijumpai sistem pentanahan yang digali sangat dalam, itu semua untuk mencari kondisi tanah yang baik dan mencari nilai ohm yang mendekati 0 ohm. Alat untuk mengukur grounding disebut dengan EARTH TESTER.
  • 9.
     Peralatan grounding(Earth Tester)menggunakan baja atau tembaga, tetapi kebanyakan menggunakan tembaga. Karena tembaga merupakan konduktor paling efektif untuk dialiri arus listrik dan tembaga merupakan jenis konduktor yang tidak mudah berkarat. Tembaga sangat cocok sekali disemua kondisi, baik digunakan ditanah yang kering atau digunakan tanah yang lembab atau berair. Lanjutan..
  • 10.
    KOMPONEN ELEKTRODA PENTANAHAN Elektrodapentanahan umumnya dibuat dengan bahan yang sangat konduktif (tahanan rendah) seperti baja atau tembaga, besar tahanan elektroda tanah dan sambungannya umumnya sangat rendah sehingga arus mengalir tidak terlambat.
  • 11.
    HAL-HAL YANG MEMPENGARUHITAHANAN TANAH  Panjang/kedalaman Elektroda Pentanahan Semakin dalam peletakkan elektroda pentanahan akan membuat grounding/pentanahan menjadi lebih sempurna. Tetapi perlu diingat bahwasannya tanah memiliki banyak lapisan dan jarang yang sama (homogen), jadi tahanannya akan sangat berbeda. Tabel 1 tahanan pentanahan.  Diameter Elektroda Pentanahan Menambah diameter elektroda pentanahan berpengaruh sangat kecil dalam menurunkan tahanan. Misalnya, bila diameter elektroda digandakan maka tahanan pentanahan hanya menurun sebesar 10%.
  • 12.
     Jumlah ElektrodaPentanahan Penambahan jumlah elektroda yang dihubungkan secara paralel akan mendapatkan tahanan yang lebih rendah. Agar penambahan elektroda efektif, jarak batang tambahan setidaknya harus sama dalamnya dengan batang yang ditanam. Tanpa pengaturan jarak elektroda pentanahan yang tepat, bidang pengaruhnya akan berpotongan dan tahanan tidak akan menurun
  • 13.
     Desain SistemPentanahan Sistem pentanahan yang paling sederhana adalah satu elektroda. Ada pula sistem pentanahan kompleks terdiri dari banyak batang pentanahan yang terhubung, jaringan bertautan atau kisi-kisi, plat tanah, dan loop tanah. Sistem-sistem ini dipasang secara khusus di pembangkit listrik, gedung perkantoran, dan tempat-tempat menara seluler. Jaringan kompleks meningkatkan secara dramatis jumlah kontak dengan tanah sekitarnya dan menurunkan tahanan tanah.
  • 15.
    TABEL 1 Jenis Tanah TahananJenis Tanah Kedalaman Elektroda 3 Ohm 6 Ohm 10 Ohm Tanah Lembab seperti rawa 30 MOhm 10 m 5 m 3 m Tanah Pertanian seperti tanah liat 100 MOhm 33 m 17 m 10 m Tanah liat berpasir 150 MOhm 50 m 25 m 15 m Tanah lembab berpasir 300 MOhm 66 m 33 m 20 m Kerikil lembab 500 MOhm 160 m 80 m 48 m Tanah kering berpasir 1000 MOhm 330 m 165 m 100 m Kerikil kering 1000 MOhm 330 m 165 m 100 m Tanah Berpatu 30000 MOhm 1000 m 500 m 300 m Batu karang 10^7 MOhm - - -
  • 16.
    PERLUNYA PEMILAHARAAN GROUNDING Masalah-masalahlistrik yang sering mati berkaitan dengan pentanahan yang kurang baik atau kualitas daya yang rendah. Itulah sebabnya sangat dianjurkan semua pentanahan dan sambungan pentanahan harus diperiksa minimal satu tahun sekali sebagai bagian dari program pemeliharaan grounding. Selama periode pemeriksaan, jika terjadi peningkatan nilai tahanan pentanahan lebih dari 20%, harus dilakukan pencarian sumber permasalahan dan dilakukan koreksi dengan mengganti atau menambah batang pentanahan.
  • 17.
    APA ITU EARTHTESTER? Alat pengukur resistansi grounding atau pembumian sering disebut dengan EARTH TESTER atau Ground Tester. Alat ukur earth tester terbagi menjadi 2 macam yaitu:  Earth Tester Analog  Earth Tester Digital
  • 18.
    EARTH TESTER ANALOGDAN DIGITAL Besarnya tahanan tanah sangatlah penting untuk diketahui sebelum dilakukan pentanahan dalam sistem pentanahan instalasi listrik. Untuk mengetahui besar tahanan tanah pada suatu area digunakan alat ukur earth tester, baik itu analog maupun digital. Hasil pengukuran secara analog sering terjadi kesalahan dalam pembacaan hasil pengukurannya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dirancanglah suatu alat ukur tahanan tanah digital yang memiliki kemudahan dalam pembacaan nilai tahanan yang diukur.
  • 19.
    GAMBAR EARTH TESTERANALOG DAN DIGITAL
  • 20.
    KOMPONEN EARTH TESTER Perancanganalat ukur earth tester menggunakan tiga batang elektroda yaitu elektroda E (Earth), elektroda P (Potensial) dan elektroda C (Curent). Tujuan penggunaan tiga batang elektroda adalah untuk mengetahui sejauh mana tahanan dapat mengalirkan arus listrik. Dalam alat ukur tahanan tanah terdapat beberapa bagian penyusunnya, antara lain rangkaian osilator, rangkaian tegangan input, rangkaian arus input,mikrokontroler dan rangkaian penampil.
  • 21.
    CARA MENGUKUR GROUNDINGDENGAN EARTH TESTER Gambar 1 Gambar 2
  • 22.
    Langkah-langkah melakukan grounding Periksalah kondisi kabel grounding BC yang akan diukur. Bila kotor bersihkan dahulu permukaan kabel tersebut dengan lap bersih/kertas amplas, agar jepitan kabel probe dapat menyentuh langsung bagian permukaan tembaga yang sudah bersih dan untuk mencegah terjadinya kesalahan pembacaan alat ukur.  Periksa kondisi dan perlengkapan penunjang alat ukur digital earth tester resistance digital.
  • 23.
     Earth Testermempunyai tiga kabel diantaranya adalah kabel merah, kuning dan hijau.  Hubungkan kabel ke earth tester dengan warna yang sudah ditentukan pada alat ukur dan tancapkan ketanah dengan masing- masing jarak kurang lebih 5-10 meter dari pentanahan atau grounding.  Lakukan pengukuran gounding (tahanan pentanahan) dengan memutar knob alat ukur pada posisi 200 ohm atau 2000 ohm tergantung dari kondisi tanah pada area setempat yang akan diukur.
  • 24.
     Kemudian tekantombol push button untuk mengetahui resistansi grounding dan akan muncul pada penampil alat ukur earth tester.  Selesai, nilai resistansi akan diketahui. Pilihlah resistansi grounding pada nilai kurang dari 1 ohm, bila jarum menunjukkan dibawah angka 1 ohm maka grounding kisaran nol koma yang merupakan standard kebumian(grounding ideal) dan sebaliknya kalau jarum menunjukkan diatas 1 ohm berarti pembumian kurang bagus.
  • 25.
    Situs jual belionline yang menjual earth tester dengan harga ekonomis dan murah http://www.jakartahardware.com/products/kyoritsu-4105a-digital-earth-tester- 6064.aspx#.VtT1KX2LTIU
  • 26.