Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Zat Adiktif dan Psikotropika

Materi Biologi kelas 8 SMP

  • Be the first to comment

Zat Adiktif dan Psikotropika

  1. 1. Pengertian zat adiktif Zat adiktif adalah obat serta bahan-bahan aktif yang apabila dikonsumsi oleh organisme hidup dapat menyebabkan kerja biologi dan menimbulkan ketergantungan atau adiksi yang sulit dihentikan dan berefek ingin menggunakannya secara terus-menerus yang jika dihentikan dapat memberi efek lelah luar biasa atau rasa sakit luar biasa.
  2. 2. kelompok zat adiktif adalah narkotika (zat atau obat yang berasal dari tanaman) atau bukan tanaman, baik sintetik maupun semi sintetik, yang dapat menyebabkan perubahan kesadaran, mengurangi sampai menghilangkan rasa sakit, dan dapat menimbulkan ketergantungan.
  3. 3. Golongan narkotika Narkotika menurut tujuan penggunaan dan risiko ketergantungan terbagi dalam 3 kelompok yaitu : a. Narkotika Golongan I : Hanya untuk tujuan ilmu pengetahuan dan berpotensi sangat tinggi menyebabkan ketergantungan. tidak digunakan untuk terapi. Contoh : heroin , kokain , ganja.
  4. 4. b. Narkotika Golongan II : berpotensi tinggi menyebabkan ketergantungan, digunakan pada terapi sebagai pilihan terakhir. Contoh : morfin dan pertidin c. Narkotika golongan III : berpotensi ringan menyebabkan ketergantungan dan banyak digunakan dalam terapi. Contoh: Codein
  5. 5. Efek penggunaan zat adiktif Zat adiktif memiliki beberapa dampak penggunaan oleh manusia yang dapat dibagi menjadi 3,yaitu dampak kesehatan,dampak sosial,dan dampak ekonomi. A. Dampak kesehatan Dampak kesehatan akibat penggunaan zat adiktif dan psikotropika. 1. Mengurangi kemampuan darah dalam menyimpan oksigen karena zat ini mengandung racun yang berbahaya. 2. Mengakibatkan kanker. 3. Menyebabkan kesulitan dalam bernapas. 4. Penurunan daya ingat. 5. kerusakan hati/kanker hati. 6. menimbulkan rasa kesibukan (rushing sensation). 7. Menimbulkan semangat. 8. Merasa waktu berjalan lambat. 9. Pusing,kehilangan keseimbangan tubuh/ mabuk. 10. Timbul masalah kulit di sekitar mulut dan hidung.
  6. 6. 11. Menimbulkan euphoria. 12. Mual, muntah, sulit buang air besar. 13. Kebingungan (konfusi). 14. Berkeringat. 15. Pingsan dan jantung berdebar-debar. 16. Gelisah dan berubah suasana hati. 17. Denyut nadi melambat. 18. Tekana darah menurun. 19. Otot-otot menjadi lemah. 20. Pupil mengecil dan gangguan penglihatan. 21. Mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan diri. 22. Banyak bicara. 23. Gangguan kebiasaan tidur.. 24. Gigi rapuh, gusi menyusut karena kekurangan kalsium. 25. Tekanan darah meningkat.
  7. 7. B. Dampak sosial Dampak sosial yang dapat ditimbulkan akibat penggunaan zat adiktif dan psikotropika oleh manusia. 1. Susah dalam bersosialisasi. 2. Tidak percaya diri. 3. Sulit pengendalian diri. 4. Susah menyambung pembicaraan. 5. Berpikiran negatif pada diri sendiri. 6. Bergembira secara berlebihan. 7. Lebih banyak berdiam diri. 8. Dikucilkan dalam masyarakat dan pergaulan orang baik-baik. Selain itu biasanya tukang candu narkoba akan bersikap anti sosial. keluarga akan malu besar karena punya anggota keluarga yang memakai zat terlarang.
  8. 8. 9. Kesempatan belajar hilang dan mungkin dapat dikeluarkan dari sekolah atau perguruan tinggi alias DO / drop out. 10. Tidak dipercaya lagi oleh orang lain karena umumnya pecandu narkoba akan gemar berbohong dan melakukan tindak kriminal. 11. Dosa akan terus bertambah karena lupa akan kewajiban Tuhan serta menjalani kehidupan yang dilarang oleh ajaran agamanya. 12. Bisa dijebloskan ke dalam tembok derita / penjara yang sangat menyiksa lahir batin. 13. Mendorong pemakainya untuk melakukan tindak kriminal karena harganya mahal dan sudah ketergantungan terhadap obat itu,sehingga pemakai akan memaksakan diri untuk mengkonsumsi obat itu.
  9. 9. C. Dampak Ekonomi Berikut ini beberapa dampak dalam bidang ekonomi akibat dari penggunaan zat adiktif dan zat psikotropika oleh manusia. 1. Akan banyak uang yang dibutuhkan untuk penyembuhan dan perawatan kesehatan pecandu jika tubuhnya rusak digerogoti zat beracun. 2. Masalah keuangan. Obat-obatan yang dikonsumsi biasanya mahal.Namun, bila sudah kecanduan maka pengguna akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Mereka bisa menjual barang pribadi atau mengambil milik orang lain dan keluarga. 3. Pemakai tidak akan dapat menabung dan memenuhi kebutuhan pokoknya sebagai manusia biasa,karena pemakai akan lebih mementingkan obat itu daripada kebutuhan pokoknya.
  10. 10. Jenis-jenis zat adiktif A.Ganja Ganja atau mariyuana merupakan zat adiktif narkoba dari golongan kanabionoid. Ganja terbuat dari daun, bunga, biji, dan ranting muda tanaman mariyuana (Cannabis sativa) yang sudah kering.
  11. 11. Tanda-tanda penyalahgunaan ganja • yaitu gembira dan tertawa tanpa sebab. • santai dan lemah. • banyak bicara sendiri. • pengendalian diri menurun. • menguap atau mengantuk, tetapi susah tidur. • mata merah serta tidak tahan terhadap cahaya. • badan kurus karena susah makan. Tanda-tanda gejala putus obat (ganja), yaitu sukar tidur, hiperaktif, dan hilangnya nafsu makan. Tanda-tanda gejala overdosis, yaitu ketakutan, daya pikir menurun, denyut nadi tidak teratur, napas tidak teratur, dan mendapat gangguan jiwa.
  12. 12. B. Opium Opium merupakan narkotika dari golongan opioida, dikenal juga dengan sebutan candu, morfin, heroin, dan putau. Opium diambil dari getah buah mentah Pavaper sommiverum.Opium digunakan untuk menghilangkan rasa sakit karena luka atau menghilangkan rasa nyeri pada penderita kanker. Namun dalam dosis berlebih dapat mengakibatkan kecanduan yang akhirnya menyebabkan kematian.
  13. 13. Tanda-tanda penyalahgunaan opium • rasa sering mengantuk. • perasaan gembira berlebihan. • banyak berbicara sendiri. • kecenderungan untuk melakukan kerusuhan. • merasakan nafas berat dan lemah. • ukuran pupil mata mengecil. • mual, susah buang air besar, dan sulit berpikir. Jika pemakaian obat ini diputus, akan timbul hal-hal berikut: sering menguap, kepala terasa berat, mata basah, hidung berair, hilang nafsu makan, lekas lelah, badan menggigil, dan kejang-kejang. Jika pemakaiannya melebihi dosis atau overdosis, akan menimbulkan hal-hal berikut: tertawa tidak wajar, kulit lembap, napas pendek tersenggal- senggal, dan dapat mengakibatkan kematian.
  14. 14. C. Kokain Kokain termasuk ke dalam salah satu jenis dari narkotika. Kokain diperoleh dari hasil ekstraksi daun tanaman koka (Erythroxylum coca). Zat ini dapat dipakai sebagai anaestetik (pembius) dan memiliki efek merangsang jaringan otak bagian sentral.
  15. 15. Tanda-tanda penyalahgunaan kokain Pemakaian zat ini menjadikan pemakainya • suka bicara. • gembira yang meningkat menjadi gaduh dan gelisah. • detak jantung bertambah. • demam. • perut nyeri • mual dan muntah. Seperti halnya narkotika jenis lain, pemakaian kokain dengan dosis tertentu dapat mengakibatkan kematian.
  16. 16. D. Sedativa dan Hipnotika (Penenang) Beberapa macam obat dalam dunia kedokteran, seperti pil BK dan magadon digunakan sebagai zat penenang (sedativa-hipnotika). Pemakaian sedativa- hipnotika dalam dosis kecil dapat menenangkan, sedangkan dalam dosis besar dapat membuat orang yang memakannya tertidur.
  17. 17. Gejala akibat pemakaian sedativa • Gejalanya adalah mula-mula gelisah, mengamuk lalu mengantuk, malas, daya pikir menurun, bicara dan tindakan lambat. Jika sudah kecanduan, kemudian diputus pemakaiannya maka akan menimbulkan gejala gelisah, sukar tidur, gemetar, muntah, berkeringat, denyut nadi cepat, tekanan darah naik, dan kejang-kejang. • Jika pemakaiannya overdosis maka akan timbul gejala gelisah, kendali diri turun, banyak bicara, tetapi tidak jelas, sempoyongan, suka bertengkar, napas lambat, kesadaran turun, pingsan, dan jika pemakaiannya melebihi dosis tertentu dapat menimbulkan kematian.
  18. 18. E. Nikotin Nikotin dapat diisolasi atau dipisahkan dari tanaman tembakau. Namun, orang biasanya mengonsumsi nikotin tidak dalam bentuk zat murninya, melainkan secara tidak langsung ketika mereka merokok.
  19. 19. Akibat dari pemakaian nikotin Nikotin yang diisap pada saat merokok dapat menyebabkan diantaranya : • Meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah • Bersifat karsinogenik sehingga dapat meningkatkan Risiko terserang kanker paru-paru • Kaki rapuh • Katarak • Gelembung paru-paru melebar (emphysema), • Risiko terkena penyakit jantung koroner, • Kemandulan dan gangguan kehamilan.
  20. 20. F. Alkohol Alkohol diperoleh melalui proses peragian (fermentasi) sejumlah bahan, seperti beras ketan, singkong, dan perasan anggur. Alkohol ini sudah dikenal manusia cukup lama. Salah satu penggunaan alkohol adalah untuk mensterilkan berbagai peralatan dalam bidang kedokteran.
  21. 21. Tanda-tanda gejala pemakaian alkohol • Gembira. • Pengendalian diri turun. • Dan muka kemerahan. Jika sudah kecanduan meminum minuman keras, kemudian dihentikan, maka akan timbul gejala gemetar, muntah, kejang-kejang, sukar tidur, dan gangguan jiwa. Jika overdosis akan timbul gejala perasaan gelisah, tingkah laku menjadi kacau, kendali turun, dan banyak bicara sendiri.
  22. 22. Pengertian psikotropika Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetik, bukan narkotika dan berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.
  23. 23. Zat adiktif hampir semuanya termasuk ke dalam psikotropika, tetapi tidak semua psikotropika menimbulkan ketergantungan. Berikut ini termasuk ke dalam golongan psikotropika yang tidak membuat kecanduan, yaitu LSD (Lysergic Acid Diethylamide) dan amfetamin. Penyalahgunaan kedua golongan psikotropika ini sudah meluas di dunia.
  24. 24. Golongan pada psikotropika Psikotropika yang mempunyai potensi mengakibatkan sindroma ketergantungan digolongkan menjadi4 golongan, yaitu: • Psikotropika golongan I : yaitu psikotropika yang tidak digunakan untuk tujuan pengobatan tapi bisa untuk ilmu pengetahuan dengan potensi ketergantungan yang sangat kuat • Psikotropika golongan II : yaitu psikotropika yang berkhasiat terapi tetapi dapat menimbulkan ketergantungan.
  25. 25. • Psikotropika golongan III : sebagai obat, dan ilmu pengetahuan yaitu psikotropika dengan efek ketergantungannya sedang. • Psikotropika golongan IV : berguna untuk obat dan ilmu pengetahuan yaitu psikotropika yang efek ketergantungannya ringan.
  26. 26. Efek pemakaian psikotropika Zat atau obat psikotropika ini dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan saraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai dengan timbulnya halusinasi (mengkhayal), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya.
  27. 27. Pemakaian Psikotropika yang berlangsung lama tanpa pengawasan dan pembatasan pejabat kesehatan dapat menimbulkan dampak yang lebih buruk, tidak saja menyebabkan ketergantungan bahkan juga menimbulkan berbagai macam penyakit serta kelainan fisik maupun psikis si pemakai, tidak jarang bahkan menimbulkan kematian.
  28. 28. Jenis-jenis psikotropika A. LSD (Lysergic Acid Diethylamide) LSD merupakan zat psikotropika yang dapat menimbulkan halusinasi (persepsi semu mengenai sesuatu benda yang sebenarnya tidak ada).
  29. 29. Zat ini dipakai untuk membantu pengobatan bagi orang-orang yang mengalami gangguan jiwa atau sakit ingatan. Zat ini bekerja dengan cara membuat otot-otot yang semula tegang menjadi rileks.
  30. 30. B. Amfetamin Kita seringkali mendengar pemberitaan di media massa mengenai penjualan barang- barang terlarang, seperti ekstasi dan shabu. Ekstasi dan shabu adalah hasil sintesis dari zat kimia yang disebut amfetamin. Jadi, zat psikotropika, seperti ekstasi dan shabu tidak diperoleh dari tanaman melainkan hasil sintesis.
  31. 31. Tanda-tanda gejala pemakaian amfetamin • siaga, percaya diri, euphoria (perasaan gembira berlebihan), banyak bicara, tidak mudah lelah, tidak nafsu makan, berdebar-debar, tekanan darah menurun, dan napas cepat. • Jika overdosis akan menimbulkan gejala-gejala: jantung berdebar-debar, panik, mengamuk, paranoid (curiga berlebihan), tekanan darah naik, pendarahan otak, suhu tubuh tinggi, kejang, kerusakan pada ujung-ujung saraf, dan dapat mengakibatkan kematian. • Jika sudah kecanduan, kemudian dihentikan akan menimbulkan gejala putus obat sebagai berikut: lesu, apatis, tidur berlebihan, depresi, dan mudah tersinggung.
  32. 32. Dampak negatif • Dampak negatif asap rokok 1. Zat kimia berbahaya. 2. Racun 3. Impoten 4. Wajah keriput 5. Gigi Bercak dan nafas bau 6. Anda dan sekitarnya menjadi bau 7. Tulang rapuh 8. Depresi 9. Rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan 10. Sirkulasi darah terganggu
  33. 33. • Dampak negatif minuman keras a. Gangguan mental organik b. merusak daya ingat c. perubahan Perilaku ke arah negatif d. alkohol akan masuk kelambung dan usus sehingga timbul iritasi yg akhirnya terjadi pendarahan e. kerusakan pada usus dan lambung maka badan akan kurus dan kurang gizi f. alkohol bereaksi langsung ke Otak,yg akhirnya menyebabkan gangguan mental.. g. dan bisa mengakibatkan penyakit lever
  34. 34. • Dampak negatif zat psikotropika Zat psikotropika sebenarnya obat yang dapat mempengaruhi pikiran dan system saraf. Zat psiktropika yang ada dalam tumbuhan seperti ganja, opium, mariyuana , dan kokain sejak digunakan sejak dahulu. Sekarang makin banyak ragam zat psikotropika karena banyak dibuat manusia.
  35. 35. Berdasarkan fungsinya obat psikotropika dibedakan menjadi tiga yaitu obat stimulan, obat depresan, dan obat halusinogen: o Obat stimulan ( obat perangsang ) adalah obat yang merangsang system saraf sehingga orang yang merasakan lebih pwecaya diri dan selalu waspada contoh obat ini adalah, kafein nikotin dan kokain o Obat depresan ( obat penenang ) adalah obat yang dapat menekan system saraf sehingga pemakaiannya merasa ngantuk dan tingkat kesadarannyaturun. Contoh obat jenis ini adalah alcohol dan barbiturate o Obat halusinogen adalah obat yang dapat membelokkan pikiran pemakaiannya
  36. 36. Pencegahan penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika adalah upaya yang dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung, agar seseorang atau sekelompok masyarakat mengubah keyakinan, sikap, dan perilakunya sehingga tidak memakai narkoba atau berhenti memakai zat adiktif dan psikotropika.
  37. 37. Ada tiga tingkat pencegahan, yaitu sebagai berikut : • Pencegahan primer • Pencegahan sekunder • Pencegahan tersier
  38. 38. Pencegahan primer Pencegahan primer adalah upaya pencegahan agar orang sehat tidak terlibat penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Pencegahan ini biasanya dilakukan dalam bentuk pendidikan, penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, dan pendekatan melalui keluarga. Instansi pemerintah, seperti halnya BKKBN, lebih banyak berperan pada tahap intervensi ini. Kegiatan dilakukan seputar pemberian informasi melalui berbagai bentuk materi yang ditujukan kepada remaja langsung dan keluarga.
  39. 39. Pencegahan sekunder Pencegahan sekunder adalah upaya pencegahan pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya penyembuhan (terapi). Tahapan ini meliputi: • Tahapan penerimaan awal (initial intake) Tahapan ini dilakukan antara 1 sampai 3 hari dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mental. • Tahapan detoksifikasi dan terapi komplikasi medic Tahapan ini dilakukan antara 1 sampai 3 minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap.
  40. 40. Pencegahan tersier Pencegahan tersier adalah upaya untuk merehabilitasi mereka yang sudah memakai dan dalam proses penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri atas: • Tahapan stabilisasi, dilakukan antara 3 sampai 12 bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke masyarakyat. • Tahapan sosialiasi dalam masyarakat. Tahapan ini dilakukan agar mantan penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika mampu mengembangkan kehidupan yang bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan konseling, membuat kelompok-kelompok dukungan, dan mengembangkan kegiatan alternatif.
  41. 41. Penggunaan zat adiktif dan psikotropika di bidang kesehatan Sebenarnya zat adiktif dan psikotropika bermanfaat dalam bidang kesehatan, tetapi dalam dosis yang wajar dan sesuai dengan kebutuhan pengobatan. Penggunaan zat adiktif dan psikotropika yang berlebihan dan tidak sesuai dosis dapat menyebabkan dampak-dampak negatif, seperti yang telah dijelaskan pada uraian sebelumnya.
  42. 42. Berikut ini zat adiktif dan psikotropika yang digunakan dalam bidang kesehatan: a. Zat Stimulan Zat stimulan adalah zat yang merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran sehingga kemampuan beraktivitas akan meningkat selama beberapa jam. Jenis zat stimulan, antara lain kafein, kokain, dan amfetamin. Contoh zat stimulan yang sekarang disalahgunakan adalah shabu-shabu dan ekstasi.
  43. 43. b. Zat Depresan Dalam bidang kedokteran, zat depresan adalah zat yang menekan sistem saraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh sehingga pemakai merasa tenang, bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri. Kelebihan dosis zat ini dapat mengakibatkan kematian. Jenis zat adiktif depresan, antara lain opioda dan berbagai turunannya, seperti morfin dan heroin. Contoh yang populer adalah putaw.
  44. 44. c. Zat Narkotika Dalam bidang kedokteran zat narkotika digunakan sebagai zat analgesik kuat yang dapat menghilangkan rasa nyeri dalam pembedahan. Zat yang termasuk kelompok narkotika adalah ganja, opium, dan kokain.
  45. 45. d. Alkohol Di bidang kesehatan, alkohol digunakan sebagai zat desinfektan. Zat desinfektan adalah zat yang digunakan untuk membunuh kuman dan bakteri. Alkohol juga dipakai untuk mencuci alat-alat kedokteran.
  46. 46. RACUN DUNIA
  47. 47. NARKOTIKA merupakan bahan yang sangat berbahaya yang dapat melumpuhkan daya pikir yang jernih serta dapat mempengaruhi susunan saraf sentral yang sifatnya membius dan dapat menimbulkan ketergantungan bagi pemakainya. Orang yang telah mengkonsumsi narkotika akan tenggelam dalam suasana mental yang buruk dan cenderung mengarah pada tindak kriminalitas.
  48. 48. Mengapa Dikategorikan sebagai masalah sosial? DALAM beberapa tahun terakhir berita tentang narkotika tidak pernah ada habisnya. Penggerebekan, penangkapan, mereka yang harus mendekam di balik jeruji besi akibat penyalahgunaan narkotika dan seterusnya. Peredarannya semakin marak dan meluas dari kota besar ke daerah sekitarnya, dari kalangan menengah ke kelompok paling bawah, dan dari kelompok remaja ke anak-anak.Narkotika kini merupakan suatu ancaman yang sangat serius bagi bangsa kita dan juga para generasi muda. Banyak diantara generasi muda kita yang telah terjerumus dalam dunia hitam dan melakukan tindak kriminalitas akibat mengkonsumsinya.
  49. 49. Beberapa faktor penyebab seseorang menggunakan narkoba • tidak mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan • Kepribadian yang lemah • Kurangnya kepercayaan diri • tidak mampu mengendalikan diri • Pelarian terhadap masalah hidup yang sedang dialaminya. • Dorongan ingin tahu, ingin mencoba, ingin meniru dan ingin berpetualang • Mengalami tekanan jiwa • Tidak mempunyai tanggung jawab • Tidak memikirkan akibat dari perbuatannya • Ketidak tahuan akan bahaya narkoba/ kurangnya informasi tentang narkoba • Mengalami kesunyian, keterasingan dan kecemasan
  50. 50. Penyebabyangbersumberdariorangtua/keluarga • Keluarga tidak harmonis • Kurang atau bahkan tidak ada komunikasi dan keterbukaan dengan orang tua • Orang tua yang terlalu memiliki,menguasai.melindungi,mengarahkan dan mendikte • Kurangnya pengawasan • Orang tua yang terlalu memanjakan • Orang tua terlalu sibuk baik karena mencari nafkah ataupun karena kejaran karier • Tidak ada perhatian, kehangatan,kasih sayang dan kemesraan dalam keluarga • Salah satu atau kedua orang tua menderita tekanan jiwa • Salah saru atau kedua orang tua adalah pemakai
  51. 51. Penyebab yang bersumber pada kelompok sebaya , atau faktor pemicu: • Adanaya satu atau beberapa anggota kelompok sebaya yang menjadi penyalahguna narkoba • Adanaya anggota kelompok sebaya yang menjadi pengedar narkoba • Ajakan, bujukan dan iming-iming teman atau anggota kelompok sebaya • Paksaan dan tekanan kelompok sebaya, bila tidak ikut melakukan penyalahgunaan narkoba dianggap tidak setia kepada kelompoknya
  52. 52. Penyebab yang bersumber dari kehidupan masyarakat, merupakan juga faktor pemicu: • Masyarakat yang tidak acuh, tidak peduli • Longgarnya pengawasan sosial masyarakat • Banyak faktor pemicu ketegangan jiwa dalam masyarakat, seperti: kemacetan lalu-lintas, kenaikan harga-harga bahan pokok, polusi, banyaknya tindak kekerasan dan tindak kejahatan, ketidak pastian dan persaingan • Lemahnya penegakan hukum • Banyknya pelanggaran huku, penyelewengan dan korupsi • Banyaknya pemutusan hubungan kerja • Kemiskinan dan penganguran • Pelayanan masyarakat yang buruk • Penegakan hukum yang lemah dan tidak adanya ketertiban dan kepastian hukum • Menurunnya moralitas masyarakat • Bergentayangannya pengedar narkoba yang mencari mangsa • Lingkungan pemukiman yang tidak mempunyai fasilitas tempat anak bermain, menyalurkan hobinya serta kreatifitasnya • Arus informasi dan globalisasi yang menyebarkan gaya hidup modern • Proses perubahan sosial serta pergeseran nilai yang cepat
  53. 53. Dampak yang ditimbulkan • perubahan perilaku menjadi perilaku antisosial • gangguan kesehatan, menurunkan produktivitas kerja secara drastis • mempertinggi jumlah kecelakaan lalu lintas, kriminalitas, dan tindak kekerasan lainnya. • mudahnya terjadi komplikasi medik berupa kelainan paru, gangguan fungsi liver, hepatetis, dan penularan HIV/AIDS karena pemakaian jarum suntik secara bergantian • Kerusakan otak yang diakibatkan tidak bisa diperbandingkan dengan kerugian finansial
  54. 54. Jumlah korban yang tewas setiap harinya akibat mengonsumsi narkoba mencapai 41 orang atau setahun sekitar 15.000 orang (mayoritas remaja) Indonesia tewas karena penyalahgunaan narkotika Dalam kata lain, penyalahgunaan narkotika membawa pada kematian yang mengenaskan dan sia- sia.
  55. 55. • Secara ekonomi, angka dari Badan Narkotika Nasional membuat orang terperangah. Kerugian keuangan masyarakat mencapai Rp 23,6 triliun, Rp 11,36 triliun di antaranya untuk belanja narkoba. • Diperkirakan, tanpa adanya pencegahan yang serius, dalam lima tahun ke depan masyarakat dirugikan Rp 207 triliun per tahun, demikian laporan Badan Narkotika Nasional (BNN). • Kerusakan penyalahgunaan narkoba dari hari ke hari semakin mengerikan, menyangkut gradasi kerusakan maupun tingkat keluasannya. Daya rusak dan akibatnya tidak kalah mengerikan dibanding korupsi.
  56. 56. Usahayang telahdilakukanselamaini untukmengatasinya Di bentuknya BNN( badan narkotika nasional) untuk penanganan penyalahgunaan narkoba level nasional

×