SlideShare a Scribd company logo

20704953 supercharger-dan-turbocharger

1 of 7
Download to read offline
Supercharger
Supercharger adalah kompresor udara yag digunakan untuk menginduksi gaya pada motor
bakar torak dengan menggunakan pompa yang menekan udara untuk masuk ke dalam mesin,
dimana pompa tersebut digerakkan oleh mesin itu sendiri [1]. Kerja supercharger dibangkitkan
secara mekanik dengan menggunakan belt, gear, shaft, atau rantai yang terhubung dengan
crankshaft mesin. Penemu awal supercharger adalah Gotlieb Daimler pada tahun 1885.

Gambar 1 menggambarkan gambar mesin dengan adanya tambahan supercharger [2].
Penggunaan supercharger dimaksudkan untuk menaikkan tekanan udara sehingga udara dapat
masuk ke ruang bakar. Hal ini dimaksudkan agar pembakaran campuran udara dan bahan
bakar berjalan sempurna bila diinginkan suatu peningkatan kecepatan. Supercharger dapat
menambah power rata-rata sebesar 46% dan torsi sebesar 31%.




                 Gambar 1. Skema mesin dengan penggunaan supercharger

Untuk dapat meningkatkan tekanan udara, supercharger harus berputar lebih cepat dari mesin
tempat diletakannya supercharger. Upaya ini dilakukan dengan membuat gerigi pemutar lebih
besar daripada gerigi kompresor.

Terdapat 2 jenis supercharger berdasarkan metode kompresi.
   1. Positive Displacement
       Mendistribusikan volume udara yang relatif sama dengan pada tiap putaran mesinnya
       pada setiap kecepatan. Alat ini mendistribusikan udara ke dalam mesin sedikit demi
       sedikit secara mekanik.
2. Dynamic Compression.
       Jenis kompresi ini dicirikan dengan adanya pemercepatan udara untuk mencapai
       kecepatan tinggi dan kemudian menggunakan kecepatan tersebut untuk memperoleh
       tekanan dengan difusi atau perlambatan kecepatan. Jenis-jenis dynamic compressor
       adalah sentrifugal, multi axial flow, pressure wave supercharger.

Terdapat 3 jenis supercharger [2].
   1. Root
       Jenis ini merupakan jenis supercharger tertua. Jenis supercharger ini menggunakan
       lobus yang saling bertautan. Jenis supercharger ini memberikan tenaga yang lebih pada
       RPM rendah. Bentuk root ini ditampilkan pada Gambar 2.

   2. Twin Screw
       Supercharger ini bekerja dengan menarik udara ke dalam lobus yang saling bertautan
       yang bentuknya menyerupai gerigi cacing. Jenis supercharger ini memberikan tenaga
       yang lebih pada RPM rendah. Bentuk Twin Screw ditampilkan pada Gambar 3.

   3. Centrifugal.
       Jenis supercharger ini menggunakan impeller dengan kecepatan tinggi untuk
       membawa udara ke ruang kompresor. Udara yang melewati impeler dalam kondisi
       kecepatan tinggi, tetapi tekanan udara yang menuju ke diffuser bernilai rendah. Pada
       diffuser, udara mengalami perlambatan kecepatan dan kenaikkan tekanan. Bentuk
       Centrifugal ditampilkan pada Gambar 4.




Gambar 3. Root                  Gambar 4. Twin Screw            Gambar 5. Centrifugal
Keuntungan penggunaan supercharger adalah sebagai berikut.
   1. Meningkatkan daya mesin
   2. Tidak mengalami kemacetan dalam operasi
   3. Mudah dalam pemasangannya.

Turbocharger
Turbocharger pertama kali ditemukan oleh Alfred Buchi, seorang insinur swiss. Turbocharger
adalah pompa angin radial kecil yang digerakkan oleh energi gas buang mesin. Turbocharger
terdiri dari turbin dan kompresor. Tujuan dari penggunaan turbocharger sama seperti
supercharger yaitu meningkatkan efisiensi mesin [1].

Proses peningkatan efisiensi dimulai dari gerakan turbin akibat gas buang yang melewatinya.
Turbin mengkonversi gaya akibat gas buang menjadi gaya rotasi, yang digunakan untuk
menjalankan kompresor. Kompresor menaikkan tekanan udara untuk dimasukkan ke ruang
bakar sehingga mengkondisikan banyak massa udara yang ikut masuk ke ruang bakar [1].
Banyaknya udara yang dapat masuk di ruang bakar mengkondisikan untuk dapat ditambahkan
bahan bakar pada ruang bakar, sehingga daya yang dihasilkan pun besar. Ketidakefisienan
penggunaan turbocharger adalah saat dibutuhkannya energy untuk memutar turbin pada saat
awal. Hal ini dikarenakan mesin memperoleh tekanan balik dari udara buang akibat adanya
tahanan turbin.

Bentuk skema penggunaan turbocharger ditampilkan pada Gambar 6 [2]. Perputaran turbin
dapat berlangsung hingga mencapai 150.000 rpm. Kondisi perputaran ini dapat merusak
bantalan poros. Untuk itu, bantalan yang digunakan pada turbocharger umumnya
menggunakan fluid bearing. Fungsi yang dapat diperoleh dari fluid bearing adalah sebagai
berikut.
   1. Fluida dapat mendinginkan porosdan bagian lain turbocharger
   2. Mengurangi gesekan poros.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi ketidakefisienan turbin adalah sebagai
berikut.
   1. Menggunakan wastegate
   2. Menggunakan ball bearing
   3. Menggunakan ceramic turbin blade pada turbin
   4. Menggunakan 2 turbocharger (besar dan kecil).




                       Gambar 6. Skema penggunaan turbocharger
FUNGSI SUPERCHARGER

Penambahan supercharger ke mesin bertujuan meningkatkan jumlah udara yang masuk dalam
ruang bakar dengan demikian pada saat kompresi akan menghasilkan tekanan yang tinggi dan
pada saat penyalaan atau pembakaran akan menghasilkan tenaga yang besar. Penambahan
supercharger pada mesin diesel tidak berpengaruh besar terhadap pemakaian bahan bakar
karena bahan bakar disuntikan secara langsung ke ruang bakar pada saat ruang bakar dalam
keadaan kompresi tertinggi untuk memicu penyalaan agar terjadi proses pembakaran.
Sedangkan penambahan supercharger pada mesin bensin sangat memengaruhi pemakaian
bahan bakar karena udara dan bahan bakar dicampur dengan komposisi yang tepat sebelum
masuk ruang bakar, baik untuk mesin bensin dengan sistem karburator maupun sistem injeksi.

http://id.wikipedia.org/wiki/Mesin_diesel
KOMPONEN KOMPONEN SUPERCHARGER

Ø   Air intake assembly
Ø   Belts
Ø   Bypass valve
Ø   Discharge tube
Ø   Mass airflow sensor
Ø   Oil feed & oil return line assembly
Ø   Supercharger pulleys
Ø   Radiator pipe assembly

    JENIS JENIS SUPERCHARGER




    PRINSIP KENDALIAN SUPERCHARGER

Ø Supercharger didorong secara mekanikal untuk merampas kuasa memandu dari enjin.

Ø Mengambil satu-satu peringkat kelajuan enjin lampau, seperti Rolls Royce Merlin, misalnya,
  supercharger menggunakan kira-kira 150 hp (110 kW).

Ø Tanpa supercharger, enjin akan menghasilkan 750 hp (560 kW), dengan supercharger, ia
  menghasilkan 1.000 hp (750 kW), peningkatan jumlah 400 hp (750 hp - 150 + 400), atau
  keuntungan bersih sebanyak 250 hp (190 kW).

Ø kelemahan utama supercharger: enjin untuk membakar bahan api tambahan untuk memberi
  kuasa untuk menghidupkan supercharger.
  Peningkatan ketumpatan cas meningkatkan kuasa enjin dan kuasa yang tertentu kepada nisbah
  berat badan, tetapi juga meningkatkan penggunaan bahan api tentu enjin. Ini meningkatkan
  kos menjalankan pesawat dan mengurangkan pelbagai keseluruhannya.

Recommended

Bab 2 (motor bakar)
Bab 2 (motor bakar)Bab 2 (motor bakar)
Bab 2 (motor bakar)Dwi Ratna
 
1. power point
1.  power  point1.  power  point
1. power pointAtar Ringo
 
Presentation(Turbocharger)
Presentation(Turbocharger)Presentation(Turbocharger)
Presentation(Turbocharger)Syihab umam
 
Makalah karburator_www.r-automotif.blogspot.com
Makalah karburator_www.r-automotif.blogspot.comMakalah karburator_www.r-automotif.blogspot.com
Makalah karburator_www.r-automotif.blogspot.comAsf-Screamo Madridista
 
Motor diesel Presentation
Motor diesel PresentationMotor diesel Presentation
Motor diesel PresentationDimas Setyawan
 
Perbedaan mesin 2 tak dan mesin 4 tak
Perbedaan mesin 2 tak dan mesin 4 takPerbedaan mesin 2 tak dan mesin 4 tak
Perbedaan mesin 2 tak dan mesin 4 takDidiek Ferdy
 
PowerPoint Sistem Transmisi
PowerPoint Sistem TransmisiPowerPoint Sistem Transmisi
PowerPoint Sistem TransmisiFirdika Arini
 

More Related Content

What's hot

Paper analisis kerusakan ban dump truck
Paper analisis kerusakan ban dump truckPaper analisis kerusakan ban dump truck
Paper analisis kerusakan ban dump truckheny novi
 
Mesin konversi energi
Mesin konversi energiMesin konversi energi
Mesin konversi energiTia Setiawan
 
Transmisi otomatis
Transmisi otomatisTransmisi otomatis
Transmisi otomatisaduyarpnamor
 
Chapter iv komponen komponen alat berat
Chapter iv komponen komponen alat beratChapter iv komponen komponen alat berat
Chapter iv komponen komponen alat beratpraptome
 
LAPORAN CNC MILLING DAN TURNING TEKNIK MESIN UNIVERSITAS RIAU
LAPORAN CNC MILLING DAN TURNING TEKNIK MESIN UNIVERSITAS RIAULAPORAN CNC MILLING DAN TURNING TEKNIK MESIN UNIVERSITAS RIAU
LAPORAN CNC MILLING DAN TURNING TEKNIK MESIN UNIVERSITAS RIAUdian haryanto
 
Bab 2 turbin uap
Bab 2 turbin uapBab 2 turbin uap
Bab 2 turbin uapRina rina
 
Mesin 4 langkah & 2 langkah
Mesin 4 langkah & 2 langkahMesin 4 langkah & 2 langkah
Mesin 4 langkah & 2 langkahRock Sandy
 
Pemeliharaan servise sistem kemudi bab 1 dan 2
Pemeliharaan servise sistem kemudi bab 1 dan 2Pemeliharaan servise sistem kemudi bab 1 dan 2
Pemeliharaan servise sistem kemudi bab 1 dan 2Purwadi ae
 
Gas Turbine Power Plant
Gas Turbine Power Plant Gas Turbine Power Plant
Gas Turbine Power Plant Jamshid khan
 
Katup-katup Pada Pneumatik
Katup-katup Pada PneumatikKatup-katup Pada Pneumatik
Katup-katup Pada PneumatikToro Jr.
 
Jobsheet Memperbaiki Gangguan-Gangguan Sistem Bahan Bakar Diesel
Jobsheet Memperbaiki Gangguan-Gangguan Sistem Bahan Bakar DieselJobsheet Memperbaiki Gangguan-Gangguan Sistem Bahan Bakar Diesel
Jobsheet Memperbaiki Gangguan-Gangguan Sistem Bahan Bakar DieselCharis Muhammad
 
Soal dan jawaban No 6™ Tugas Pendahuluan Motor Bensin Teknik Mesin
Soal dan jawaban No 6™ Tugas Pendahuluan Motor Bensin Teknik MesinSoal dan jawaban No 6™ Tugas Pendahuluan Motor Bensin Teknik Mesin
Soal dan jawaban No 6™ Tugas Pendahuluan Motor Bensin Teknik MesinAlen Pepa
 
Mesin Konversi Energi (MOTOR DIESEL) Teknik Mesin UNJ
Mesin Konversi Energi (MOTOR DIESEL) Teknik Mesin UNJMesin Konversi Energi (MOTOR DIESEL) Teknik Mesin UNJ
Mesin Konversi Energi (MOTOR DIESEL) Teknik Mesin UNJRizky Affif Hidayat
 

What's hot (20)

Paper analisis kerusakan ban dump truck
Paper analisis kerusakan ban dump truckPaper analisis kerusakan ban dump truck
Paper analisis kerusakan ban dump truck
 
Mesin konversi energi
Mesin konversi energiMesin konversi energi
Mesin konversi energi
 
pompa
pompapompa
pompa
 
Transmisi otomatis
Transmisi otomatisTransmisi otomatis
Transmisi otomatis
 
SISTEM BAHAN BAKAR INJEKSI
SISTEM BAHAN BAKAR INJEKSI SISTEM BAHAN BAKAR INJEKSI
SISTEM BAHAN BAKAR INJEKSI
 
Chapter iv komponen komponen alat berat
Chapter iv komponen komponen alat beratChapter iv komponen komponen alat berat
Chapter iv komponen komponen alat berat
 
Turbin uap
Turbin uapTurbin uap
Turbin uap
 
Makalah kompresor
Makalah kompresorMakalah kompresor
Makalah kompresor
 
LAPORAN CNC MILLING DAN TURNING TEKNIK MESIN UNIVERSITAS RIAU
LAPORAN CNC MILLING DAN TURNING TEKNIK MESIN UNIVERSITAS RIAULAPORAN CNC MILLING DAN TURNING TEKNIK MESIN UNIVERSITAS RIAU
LAPORAN CNC MILLING DAN TURNING TEKNIK MESIN UNIVERSITAS RIAU
 
Bab 2 turbin uap
Bab 2 turbin uapBab 2 turbin uap
Bab 2 turbin uap
 
Kompressor
Kompressor Kompressor
Kompressor
 
Mesin 4 langkah & 2 langkah
Mesin 4 langkah & 2 langkahMesin 4 langkah & 2 langkah
Mesin 4 langkah & 2 langkah
 
Pemeliharaan servise sistem kemudi bab 1 dan 2
Pemeliharaan servise sistem kemudi bab 1 dan 2Pemeliharaan servise sistem kemudi bab 1 dan 2
Pemeliharaan servise sistem kemudi bab 1 dan 2
 
Sistem pelumasan
Sistem pelumasanSistem pelumasan
Sistem pelumasan
 
Enjin 4 lejang
Enjin 4 lejangEnjin 4 lejang
Enjin 4 lejang
 
Gas Turbine Power Plant
Gas Turbine Power Plant Gas Turbine Power Plant
Gas Turbine Power Plant
 
Katup-katup Pada Pneumatik
Katup-katup Pada PneumatikKatup-katup Pada Pneumatik
Katup-katup Pada Pneumatik
 
Jobsheet Memperbaiki Gangguan-Gangguan Sistem Bahan Bakar Diesel
Jobsheet Memperbaiki Gangguan-Gangguan Sistem Bahan Bakar DieselJobsheet Memperbaiki Gangguan-Gangguan Sistem Bahan Bakar Diesel
Jobsheet Memperbaiki Gangguan-Gangguan Sistem Bahan Bakar Diesel
 
Soal dan jawaban No 6™ Tugas Pendahuluan Motor Bensin Teknik Mesin
Soal dan jawaban No 6™ Tugas Pendahuluan Motor Bensin Teknik MesinSoal dan jawaban No 6™ Tugas Pendahuluan Motor Bensin Teknik Mesin
Soal dan jawaban No 6™ Tugas Pendahuluan Motor Bensin Teknik Mesin
 
Mesin Konversi Energi (MOTOR DIESEL) Teknik Mesin UNJ
Mesin Konversi Energi (MOTOR DIESEL) Teknik Mesin UNJMesin Konversi Energi (MOTOR DIESEL) Teknik Mesin UNJ
Mesin Konversi Energi (MOTOR DIESEL) Teknik Mesin UNJ
 

Viewers also liked

Halderman ch054 lecture
Halderman ch054 lectureHalderman ch054 lecture
Halderman ch054 lecturemcfalltj
 
Sistem Transmisi Manual (Mobil)
Sistem Transmisi Manual (Mobil)Sistem Transmisi Manual (Mobil)
Sistem Transmisi Manual (Mobil)e pai
 
Alternator Winding
Alternator WindingAlternator Winding
Alternator WindingRamasubbu .P
 
Bab 2-Fungsi Pengurusan
Bab 2-Fungsi PengurusanBab 2-Fungsi Pengurusan
Bab 2-Fungsi PengurusanCkg Nizam
 
TEDx Manchester: AI & The Future of Work
TEDx Manchester: AI & The Future of WorkTEDx Manchester: AI & The Future of Work
TEDx Manchester: AI & The Future of WorkVolker Hirsch
 

Viewers also liked (7)

BAB I turbo
BAB I turboBAB I turbo
BAB I turbo
 
Halderman ch054 lecture
Halderman ch054 lectureHalderman ch054 lecture
Halderman ch054 lecture
 
Sistem Transmisi Manual (Mobil)
Sistem Transmisi Manual (Mobil)Sistem Transmisi Manual (Mobil)
Sistem Transmisi Manual (Mobil)
 
Alternator Winding
Alternator WindingAlternator Winding
Alternator Winding
 
Turbocharger
Turbocharger Turbocharger
Turbocharger
 
Bab 2-Fungsi Pengurusan
Bab 2-Fungsi PengurusanBab 2-Fungsi Pengurusan
Bab 2-Fungsi Pengurusan
 
TEDx Manchester: AI & The Future of Work
TEDx Manchester: AI & The Future of WorkTEDx Manchester: AI & The Future of Work
TEDx Manchester: AI & The Future of Work
 

Similar to 20704953 supercharger-dan-turbocharger

Adhela 02311840000052 tugas_3
Adhela 02311840000052 tugas_3Adhela 02311840000052 tugas_3
Adhela 02311840000052 tugas_3DianPermana43
 
presentation Irfan-turbocharger.pptx
presentation Irfan-turbocharger.pptxpresentation Irfan-turbocharger.pptx
presentation Irfan-turbocharger.pptxARIPARRIYUKARI
 
solar technical review.pptx
solar technical review.pptxsolar technical review.pptx
solar technical review.pptxTaryadiBisri
 
PPT BAB IV (AIR INTAKE DAN EXHAUST SYSTEM).pptx
PPT BAB IV (AIR INTAKE DAN EXHAUST SYSTEM).pptxPPT BAB IV (AIR INTAKE DAN EXHAUST SYSTEM).pptx
PPT BAB IV (AIR INTAKE DAN EXHAUST SYSTEM).pptxGklrty
 
Dasar-dasar pengetahuan pada mesin sepeda motor.ppt
Dasar-dasar pengetahuan pada mesin sepeda motor.pptDasar-dasar pengetahuan pada mesin sepeda motor.ppt
Dasar-dasar pengetahuan pada mesin sepeda motor.pptaswkoe
 
Robin christopher
Robin christopherRobin christopher
Robin christopherBedoe Gates
 
Laporan motor bakar 1
Laporan motor bakar 1Laporan motor bakar 1
Laporan motor bakar 1Oid Putra
 
Makalah Maintenance turbin gas
Makalah Maintenance turbin gasMakalah Maintenance turbin gas
Makalah Maintenance turbin gasAmrih Prayogo
 
Gasoline Engine
Gasoline EngineGasoline Engine
Gasoline EngineAdi Hendro
 
Pengertian motor bakar
Pengertian motor bakarPengertian motor bakar
Pengertian motor bakarAhmad Ramdani
 
BAB 2 KTI ALFANDO E.pdf
BAB 2 KTI ALFANDO E.pdfBAB 2 KTI ALFANDO E.pdf
BAB 2 KTI ALFANDO E.pdfAshwAsw
 

Similar to 20704953 supercharger-dan-turbocharger (20)

Adhela 02311840000052 tugas_3
Adhela 02311840000052 tugas_3Adhela 02311840000052 tugas_3
Adhela 02311840000052 tugas_3
 
PPT Turbin Gas.pptx
PPT Turbin Gas.pptxPPT Turbin Gas.pptx
PPT Turbin Gas.pptx
 
presentation Irfan-turbocharger.pptx
presentation Irfan-turbocharger.pptxpresentation Irfan-turbocharger.pptx
presentation Irfan-turbocharger.pptx
 
solar technical review.pptx
solar technical review.pptxsolar technical review.pptx
solar technical review.pptx
 
PPT BAB IV (AIR INTAKE DAN EXHAUST SYSTEM).pptx
PPT BAB IV (AIR INTAKE DAN EXHAUST SYSTEM).pptxPPT BAB IV (AIR INTAKE DAN EXHAUST SYSTEM).pptx
PPT BAB IV (AIR INTAKE DAN EXHAUST SYSTEM).pptx
 
Kompresor 2
Kompresor 2Kompresor 2
Kompresor 2
 
SISTEM TURBIN GAS.pptx
SISTEM TURBIN GAS.pptxSISTEM TURBIN GAS.pptx
SISTEM TURBIN GAS.pptx
 
Mesin turbo jet
Mesin turbo jetMesin turbo jet
Mesin turbo jet
 
TURBIN GAS
TURBIN GASTURBIN GAS
TURBIN GAS
 
TURBIN GAS
TURBIN GASTURBIN GAS
TURBIN GAS
 
Dasar-dasar pengetahuan pada mesin sepeda motor.ppt
Dasar-dasar pengetahuan pada mesin sepeda motor.pptDasar-dasar pengetahuan pada mesin sepeda motor.ppt
Dasar-dasar pengetahuan pada mesin sepeda motor.ppt
 
Robin christopher
Robin christopherRobin christopher
Robin christopher
 
Laporan motor bakar 1
Laporan motor bakar 1Laporan motor bakar 1
Laporan motor bakar 1
 
Turbo Shaft
Turbo ShaftTurbo Shaft
Turbo Shaft
 
Chapter ii
Chapter iiChapter ii
Chapter ii
 
Makalah Maintenance turbin gas
Makalah Maintenance turbin gasMakalah Maintenance turbin gas
Makalah Maintenance turbin gas
 
Turbin gas
Turbin gasTurbin gas
Turbin gas
 
Gasoline Engine
Gasoline EngineGasoline Engine
Gasoline Engine
 
Pengertian motor bakar
Pengertian motor bakarPengertian motor bakar
Pengertian motor bakar
 
BAB 2 KTI ALFANDO E.pdf
BAB 2 KTI ALFANDO E.pdfBAB 2 KTI ALFANDO E.pdf
BAB 2 KTI ALFANDO E.pdf
 

20704953 supercharger-dan-turbocharger

  • 1. Supercharger Supercharger adalah kompresor udara yag digunakan untuk menginduksi gaya pada motor bakar torak dengan menggunakan pompa yang menekan udara untuk masuk ke dalam mesin, dimana pompa tersebut digerakkan oleh mesin itu sendiri [1]. Kerja supercharger dibangkitkan secara mekanik dengan menggunakan belt, gear, shaft, atau rantai yang terhubung dengan crankshaft mesin. Penemu awal supercharger adalah Gotlieb Daimler pada tahun 1885. Gambar 1 menggambarkan gambar mesin dengan adanya tambahan supercharger [2]. Penggunaan supercharger dimaksudkan untuk menaikkan tekanan udara sehingga udara dapat masuk ke ruang bakar. Hal ini dimaksudkan agar pembakaran campuran udara dan bahan bakar berjalan sempurna bila diinginkan suatu peningkatan kecepatan. Supercharger dapat menambah power rata-rata sebesar 46% dan torsi sebesar 31%. Gambar 1. Skema mesin dengan penggunaan supercharger Untuk dapat meningkatkan tekanan udara, supercharger harus berputar lebih cepat dari mesin tempat diletakannya supercharger. Upaya ini dilakukan dengan membuat gerigi pemutar lebih besar daripada gerigi kompresor. Terdapat 2 jenis supercharger berdasarkan metode kompresi. 1. Positive Displacement Mendistribusikan volume udara yang relatif sama dengan pada tiap putaran mesinnya pada setiap kecepatan. Alat ini mendistribusikan udara ke dalam mesin sedikit demi sedikit secara mekanik.
  • 2. 2. Dynamic Compression. Jenis kompresi ini dicirikan dengan adanya pemercepatan udara untuk mencapai kecepatan tinggi dan kemudian menggunakan kecepatan tersebut untuk memperoleh tekanan dengan difusi atau perlambatan kecepatan. Jenis-jenis dynamic compressor adalah sentrifugal, multi axial flow, pressure wave supercharger. Terdapat 3 jenis supercharger [2]. 1. Root Jenis ini merupakan jenis supercharger tertua. Jenis supercharger ini menggunakan lobus yang saling bertautan. Jenis supercharger ini memberikan tenaga yang lebih pada RPM rendah. Bentuk root ini ditampilkan pada Gambar 2. 2. Twin Screw Supercharger ini bekerja dengan menarik udara ke dalam lobus yang saling bertautan yang bentuknya menyerupai gerigi cacing. Jenis supercharger ini memberikan tenaga yang lebih pada RPM rendah. Bentuk Twin Screw ditampilkan pada Gambar 3. 3. Centrifugal. Jenis supercharger ini menggunakan impeller dengan kecepatan tinggi untuk membawa udara ke ruang kompresor. Udara yang melewati impeler dalam kondisi kecepatan tinggi, tetapi tekanan udara yang menuju ke diffuser bernilai rendah. Pada diffuser, udara mengalami perlambatan kecepatan dan kenaikkan tekanan. Bentuk Centrifugal ditampilkan pada Gambar 4. Gambar 3. Root Gambar 4. Twin Screw Gambar 5. Centrifugal
  • 3. Keuntungan penggunaan supercharger adalah sebagai berikut. 1. Meningkatkan daya mesin 2. Tidak mengalami kemacetan dalam operasi 3. Mudah dalam pemasangannya. Turbocharger Turbocharger pertama kali ditemukan oleh Alfred Buchi, seorang insinur swiss. Turbocharger adalah pompa angin radial kecil yang digerakkan oleh energi gas buang mesin. Turbocharger terdiri dari turbin dan kompresor. Tujuan dari penggunaan turbocharger sama seperti supercharger yaitu meningkatkan efisiensi mesin [1]. Proses peningkatan efisiensi dimulai dari gerakan turbin akibat gas buang yang melewatinya. Turbin mengkonversi gaya akibat gas buang menjadi gaya rotasi, yang digunakan untuk menjalankan kompresor. Kompresor menaikkan tekanan udara untuk dimasukkan ke ruang bakar sehingga mengkondisikan banyak massa udara yang ikut masuk ke ruang bakar [1]. Banyaknya udara yang dapat masuk di ruang bakar mengkondisikan untuk dapat ditambahkan bahan bakar pada ruang bakar, sehingga daya yang dihasilkan pun besar. Ketidakefisienan penggunaan turbocharger adalah saat dibutuhkannya energy untuk memutar turbin pada saat awal. Hal ini dikarenakan mesin memperoleh tekanan balik dari udara buang akibat adanya tahanan turbin. Bentuk skema penggunaan turbocharger ditampilkan pada Gambar 6 [2]. Perputaran turbin dapat berlangsung hingga mencapai 150.000 rpm. Kondisi perputaran ini dapat merusak bantalan poros. Untuk itu, bantalan yang digunakan pada turbocharger umumnya menggunakan fluid bearing. Fungsi yang dapat diperoleh dari fluid bearing adalah sebagai berikut. 1. Fluida dapat mendinginkan porosdan bagian lain turbocharger 2. Mengurangi gesekan poros.
  • 4. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi ketidakefisienan turbin adalah sebagai berikut. 1. Menggunakan wastegate 2. Menggunakan ball bearing 3. Menggunakan ceramic turbin blade pada turbin 4. Menggunakan 2 turbocharger (besar dan kecil). Gambar 6. Skema penggunaan turbocharger
  • 5. FUNGSI SUPERCHARGER Penambahan supercharger ke mesin bertujuan meningkatkan jumlah udara yang masuk dalam ruang bakar dengan demikian pada saat kompresi akan menghasilkan tekanan yang tinggi dan pada saat penyalaan atau pembakaran akan menghasilkan tenaga yang besar. Penambahan supercharger pada mesin diesel tidak berpengaruh besar terhadap pemakaian bahan bakar karena bahan bakar disuntikan secara langsung ke ruang bakar pada saat ruang bakar dalam keadaan kompresi tertinggi untuk memicu penyalaan agar terjadi proses pembakaran. Sedangkan penambahan supercharger pada mesin bensin sangat memengaruhi pemakaian bahan bakar karena udara dan bahan bakar dicampur dengan komposisi yang tepat sebelum masuk ruang bakar, baik untuk mesin bensin dengan sistem karburator maupun sistem injeksi. http://id.wikipedia.org/wiki/Mesin_diesel
  • 6. KOMPONEN KOMPONEN SUPERCHARGER Ø Air intake assembly Ø Belts Ø Bypass valve Ø Discharge tube Ø Mass airflow sensor Ø Oil feed & oil return line assembly Ø Supercharger pulleys Ø Radiator pipe assembly JENIS JENIS SUPERCHARGER PRINSIP KENDALIAN SUPERCHARGER Ø Supercharger didorong secara mekanikal untuk merampas kuasa memandu dari enjin. Ø Mengambil satu-satu peringkat kelajuan enjin lampau, seperti Rolls Royce Merlin, misalnya, supercharger menggunakan kira-kira 150 hp (110 kW). Ø Tanpa supercharger, enjin akan menghasilkan 750 hp (560 kW), dengan supercharger, ia menghasilkan 1.000 hp (750 kW), peningkatan jumlah 400 hp (750 hp - 150 + 400), atau keuntungan bersih sebanyak 250 hp (190 kW). Ø kelemahan utama supercharger: enjin untuk membakar bahan api tambahan untuk memberi kuasa untuk menghidupkan supercharger. Peningkatan ketumpatan cas meningkatkan kuasa enjin dan kuasa yang tertentu kepada nisbah berat badan, tetapi juga meningkatkan penggunaan bahan api tentu enjin. Ini meningkatkan kos menjalankan pesawat dan mengurangkan pelbagai keseluruhannya.
  • 7. Kendalian supercharger Ø pemampat udara digunakan untuk induksi terpaksa enjin pembakaran dalaman. Ø Supercharger dengan kadar Aliran jisim yang lebih besar menyediakan lebih banyak Oksigen untuk menyokong pembakaran yang akan tersedia di enjin beraspirasi semulajadi, yang membolehkan bahan api lebih dibakar dan kerja lagi yang perlu dilakukan bagi setiap pusingan, meningkatkan output kuasa enjin. Ø Kuasa untuk unit boleh jadi secara mekanik oleh belt,gear satu, aci, atau rangkaian yang disambungkan ke aci engkol enjin. Ø Penggunaan biasa menghadkan supercharger panjang unit yang dipacu secara mekanik.