SlideShare a Scribd company logo

Motor diesel Presentation

Motor diesel merupakan motor yang berbeda dengan motor bensin, krn proses penyalaan motor diesel bukan dgn loncatan api listrik. Perbedaan lainnya adalah pada motor diesel saat langkah pemasukan/hisap yang hanyalah udara segar saja yang masuk kedalam silinder. Sedangkan penyalaannya bahan bakar dengan cara menyemprotkan bahan bakar kedalam silider yang udaranya panas karena dikompresi/tekan pada tekanan yang tinggi.

1 of 28
Download to read offline
MOTOR DIESEL
Mesin Konversi Energi
KELOMPOK 5
Anggota :
1. Duty Marsulan
2. Riski Abdullah
3. Eko Suripno
4. Dimas Setiawan
5. Birendra G

(5315122798)
( 5315122778)
(5315102684)
(5315122770)
(5315102687)
MOTOR DIESEL
Motor diesel merupakan motor yang berbeda
dengan motor bensin, krn proses penyalaan motor
diesel bukan dgn loncatan api listrik.
Perbedaan lainnya adalah pada motor diesel saat
langkah pemasukan/hisap yang hanyalah udara
segar saja yang masuk kedalam silinder.
Sedangkan penyalaannya bahan bakar dengan
cara menyemprotkan bahan bakar kedalam silider
yang udaranya panas karena dikompresi/tekan
pada tekanan yang tinggi.
Untuk lebih jelasnya mari kita lihat prinsip kerja
motor diesel berikut ini
PRINSIP KERJA MOTOR DIESEL
4-Cycle Engine

Pemasukan

Kompressi/
pemampatan

pembakaran pembuangan
PRINSIP KERJA MOTOR DIESEL
1. Pemasukan/hisap

Piston bergerak dari TMA ke TMB
Katup masuk membuka
Karena piston bergerak ke bawah
maka di dalam silinder terjadi
kevacuman sehingga udara bersih
akan mengalir masuk ke dalam melalui
katup masuk

2. Pemampatan/kompresi

Piston akan bergerak dari TMB ke
TMA kedua katup menutup
karena piston bergerak keatas
maka udara bersih di dalam
silinder akan terdorong dan
dipampatkan di ruang bakar,
akibatnya tekanan dan
temperature udara menjadi tinggi.
PRINSIP KERJA MOTOR DIESEL

3. Pembakaran/usaha

4. Pembuangan

Pada langkah ini terjadi dua
proses pembakaran.
a. Pembakaran awal : Sebelum
piston mencapai TMA, injector
akan mengabutkan bahan bakar
dan akan bercampur dengan
udara yang bertekanan dan
bertemperatur tinggi
(7000-9000 C,70-90 kg/cm2)

b. Pembakaran Sempurna
- Karena tekanan dan temperatur yang
tinggi maka bahan bakar akan terbakar
dengan sendirinya. Hal ini akan
menimbulkan daya dorong sehingga
piston akan bergerak dari TMA ke TMB

Piston bergerak dari TMB ke TMA
katup buang membuka karena
piston bergerak ke atas maka gas
sisa hasil pembakaran akan
terdorong ke luar melalui katup
buang
Perbandingan antara Motor Diesel
dengan Motor Bensin
Motor Bensin

Motor Diesel

Bahan bakar yang digunakan

Bensin

Solar

Jenis
dikompresikan

Campuran udara dan
bensin

Udara bensin

Sistem pembakaran

Mengunakan busi

Pembakaran sendiri

Tingkat perbandingan
kompresi

Lebih rendah

Lebih tinggi

Momen / torsi yang dihasilkan
Getaran dan suara
yang timbul karena
proses pembakaran
Harga bahan bakar
yang dipakai

Lebih kecil

Lebih besar

Lebih halus

Lebih kasar

Lebih mahal

Lebih murah

Tingkat
harga
perawatan mesin

Lebih murah

Lebih mahal

yang

Recommended

Bab 2 (motor bakar)
Bab 2 (motor bakar)Bab 2 (motor bakar)
Bab 2 (motor bakar)Dwi Ratna
 
Modul pemeliharaan komponen engine
Modul pemeliharaan komponen engineModul pemeliharaan komponen engine
Modul pemeliharaan komponen engineAhmad Faozi
 
Chapter iv komponen komponen alat berat
Chapter iv komponen komponen alat beratChapter iv komponen komponen alat berat
Chapter iv komponen komponen alat beratpraptome
 
Diagram p v pada mesin diesel
Diagram p v pada mesin dieselDiagram p v pada mesin diesel
Diagram p v pada mesin dieselrijal ghozali
 
Pengertian dan cara kerja mesin 4 tak,
Pengertian dan cara kerja mesin 4 tak,Pengertian dan cara kerja mesin 4 tak,
Pengertian dan cara kerja mesin 4 tak,Spirit Walker #25
 
Mesin Penggerak Kapal (bagian 2)
Mesin Penggerak Kapal    (bagian 2)Mesin Penggerak Kapal    (bagian 2)
Mesin Penggerak Kapal (bagian 2)Yogga Haw
 

More Related Content

What's hot

Sistem bahan bakar mesin diesel
Sistem bahan bakar mesin dieselSistem bahan bakar mesin diesel
Sistem bahan bakar mesin dieselisa said
 
Ppt sistem hidrolik dan pneumatik
Ppt sistem hidrolik dan pneumatikPpt sistem hidrolik dan pneumatik
Ppt sistem hidrolik dan pneumatikIrwanWitono
 
Mesin 4 langkah & 2 langkah
Mesin 4 langkah & 2 langkahMesin 4 langkah & 2 langkah
Mesin 4 langkah & 2 langkahRock Sandy
 
1. power point
1.  power  point1.  power  point
1. power pointAtar Ringo
 
sistem-pelumasan.ppt
sistem-pelumasan.pptsistem-pelumasan.ppt
sistem-pelumasan.pptAchmadSafii4
 
Sistem Pendiginan Pada Mobil
Sistem Pendiginan Pada Mobil Sistem Pendiginan Pada Mobil
Sistem Pendiginan Pada Mobil Joko Prasetiyo
 
Presentation(Turbocharger)
Presentation(Turbocharger)Presentation(Turbocharger)
Presentation(Turbocharger)Syihab umam
 
2d-ppt-perawatan-dan-perbaikan-mesin.ppt
2d-ppt-perawatan-dan-perbaikan-mesin.ppt2d-ppt-perawatan-dan-perbaikan-mesin.ppt
2d-ppt-perawatan-dan-perbaikan-mesin.pptRastraArifPradana
 
Starting air system
Starting air systemStarting air system
Starting air systemFrenki Niken
 
Modul thermodinamika (penyelesaian soal siklus pembangkit daya)
Modul thermodinamika (penyelesaian soal  siklus pembangkit daya)Modul thermodinamika (penyelesaian soal  siklus pembangkit daya)
Modul thermodinamika (penyelesaian soal siklus pembangkit daya)Ali Hasimi Pane
 
Presentasi Mesin Bubut
Presentasi Mesin BubutPresentasi Mesin Bubut
Presentasi Mesin BubutEssyKarundeng
 
Perbedaan mesin 2 tak dan mesin 4 tak
Perbedaan mesin 2 tak dan mesin 4 takPerbedaan mesin 2 tak dan mesin 4 tak
Perbedaan mesin 2 tak dan mesin 4 takDidiek Ferdy
 

What's hot (20)

laporan praktikum motor bakar
laporan praktikum motor bakarlaporan praktikum motor bakar
laporan praktikum motor bakar
 
Sistem bahan bakar mesin diesel
Sistem bahan bakar mesin dieselSistem bahan bakar mesin diesel
Sistem bahan bakar mesin diesel
 
Turbin gas
Turbin gas Turbin gas
Turbin gas
 
Ppt sistem hidrolik dan pneumatik
Ppt sistem hidrolik dan pneumatikPpt sistem hidrolik dan pneumatik
Ppt sistem hidrolik dan pneumatik
 
Mesin 4 langkah & 2 langkah
Mesin 4 langkah & 2 langkahMesin 4 langkah & 2 langkah
Mesin 4 langkah & 2 langkah
 
1. power point
1.  power  point1.  power  point
1. power point
 
sistem-pelumasan.ppt
sistem-pelumasan.pptsistem-pelumasan.ppt
sistem-pelumasan.ppt
 
Sistem Pendiginan Pada Mobil
Sistem Pendiginan Pada Mobil Sistem Pendiginan Pada Mobil
Sistem Pendiginan Pada Mobil
 
Diagram indikator
Diagram indikatorDiagram indikator
Diagram indikator
 
Presentation(Turbocharger)
Presentation(Turbocharger)Presentation(Turbocharger)
Presentation(Turbocharger)
 
Sistem pelumas
Sistem pelumasSistem pelumas
Sistem pelumas
 
2d-ppt-perawatan-dan-perbaikan-mesin.ppt
2d-ppt-perawatan-dan-perbaikan-mesin.ppt2d-ppt-perawatan-dan-perbaikan-mesin.ppt
2d-ppt-perawatan-dan-perbaikan-mesin.ppt
 
Starting air system
Starting air systemStarting air system
Starting air system
 
Pneumatik
PneumatikPneumatik
Pneumatik
 
Modul thermodinamika (penyelesaian soal siklus pembangkit daya)
Modul thermodinamika (penyelesaian soal  siklus pembangkit daya)Modul thermodinamika (penyelesaian soal  siklus pembangkit daya)
Modul thermodinamika (penyelesaian soal siklus pembangkit daya)
 
Presentasi Mesin Bubut
Presentasi Mesin BubutPresentasi Mesin Bubut
Presentasi Mesin Bubut
 
ppt Turbin Uap
ppt Turbin Uapppt Turbin Uap
ppt Turbin Uap
 
Sentrifugal
SentrifugalSentrifugal
Sentrifugal
 
Perbedaan mesin 2 tak dan mesin 4 tak
Perbedaan mesin 2 tak dan mesin 4 takPerbedaan mesin 2 tak dan mesin 4 tak
Perbedaan mesin 2 tak dan mesin 4 tak
 
Turbin gas
Turbin gasTurbin gas
Turbin gas
 

Viewers also liked (20)

Mesin diesel
Mesin dieselMesin diesel
Mesin diesel
 
Makalah motor diesel
Makalah motor dieselMakalah motor diesel
Makalah motor diesel
 
Motor diesel
Motor dieselMotor diesel
Motor diesel
 
Motor Bensin dan Motor Diesel
Motor Bensin dan Motor DieselMotor Bensin dan Motor Diesel
Motor Bensin dan Motor Diesel
 
Ppt
PptPpt
Ppt
 
Power point motor bensin
Power point motor bensinPower point motor bensin
Power point motor bensin
 
Teknik dasar motor_diesel
Teknik dasar motor_dieselTeknik dasar motor_diesel
Teknik dasar motor_diesel
 
Dasar dasar k3
Dasar dasar k3Dasar dasar k3
Dasar dasar k3
 
Teknik Alat Berat jilid 1
Teknik Alat Berat jilid 1Teknik Alat Berat jilid 1
Teknik Alat Berat jilid 1
 
Teknik Alat Berat jilid 3
Teknik Alat Berat jilid 3Teknik Alat Berat jilid 3
Teknik Alat Berat jilid 3
 
Teknik Alat Berat jilid 2
Teknik Alat Berat jilid 2Teknik Alat Berat jilid 2
Teknik Alat Berat jilid 2
 
Mekanisme katup 1
Mekanisme katup 1Mekanisme katup 1
Mekanisme katup 1
 
Copy of ignition
Copy of ignitionCopy of ignition
Copy of ignition
 
E m i s i
E m i s iE m i s i
E m i s i
 
Info msn diesel ruri
Info msn diesel ruriInfo msn diesel ruri
Info msn diesel ruri
 
Ignition system ruri
Ignition system ruriIgnition system ruri
Ignition system ruri
 
Bab 9-dasar-sistem-kontrol-rev-telah-cetak-rev-mei-28-b
Bab 9-dasar-sistem-kontrol-rev-telah-cetak-rev-mei-28-bBab 9-dasar-sistem-kontrol-rev-telah-cetak-rev-mei-28-b
Bab 9-dasar-sistem-kontrol-rev-telah-cetak-rev-mei-28-b
 
Bab 14 abs-asr-esp
Bab 14 abs-asr-espBab 14 abs-asr-esp
Bab 14 abs-asr-esp
 
Bab 18 car-audio-vidio
Bab 18 car-audio-vidioBab 18 car-audio-vidio
Bab 18 car-audio-vidio
 
Bab 10-pengapian-elektronik
Bab 10-pengapian-elektronikBab 10-pengapian-elektronik
Bab 10-pengapian-elektronik
 

Similar to Motor diesel Presentation

Untuk bab ii
Untuk bab iiUntuk bab ii
Untuk bab iiBang Niel
 
pembahasan_Motor_Diesel_4_Langkah (1).pptx
pembahasan_Motor_Diesel_4_Langkah (1).pptxpembahasan_Motor_Diesel_4_Langkah (1).pptx
pembahasan_Motor_Diesel_4_Langkah (1).pptxbali59
 
Robin christopher
Robin christopherRobin christopher
Robin christopherBedoe Gates
 
Dasar-dasar pengetahuan pada mesin sepeda motor.ppt
Dasar-dasar pengetahuan pada mesin sepeda motor.pptDasar-dasar pengetahuan pada mesin sepeda motor.ppt
Dasar-dasar pengetahuan pada mesin sepeda motor.pptaswkoe
 
kompresi.pptx
kompresi.pptxkompresi.pptx
kompresi.pptxyandha1
 
Catalog fuel improver
Catalog fuel improverCatalog fuel improver
Catalog fuel improverSofyanAyah2
 
1. Motor Bakar.ppt
1. Motor Bakar.ppt1. Motor Bakar.ppt
1. Motor Bakar.pptAnthonSalim
 
Pengertian dan cara kerja mesin 4 tak,
Pengertian dan cara kerja mesin 4 tak,Pengertian dan cara kerja mesin 4 tak,
Pengertian dan cara kerja mesin 4 tak,Spirit Walker #25
 
123643435-Teknologi-Motor-Diesel.pdf
123643435-Teknologi-Motor-Diesel.pdf123643435-Teknologi-Motor-Diesel.pdf
123643435-Teknologi-Motor-Diesel.pdfMoebasir
 
Teknologi motor-diesel
Teknologi motor-dieselTeknologi motor-diesel
Teknologi motor-dieselhadip purnomo
 
SISTIM_INJEKSI_MOTOR_DIESEL_COMMONRAIL.pdf
SISTIM_INJEKSI_MOTOR_DIESEL_COMMONRAIL.pdfSISTIM_INJEKSI_MOTOR_DIESEL_COMMONRAIL.pdf
SISTIM_INJEKSI_MOTOR_DIESEL_COMMONRAIL.pdfairways siahaan
 
DASAR-DASAR MESIN eknik Mesin merupakan bidang keilmuan yang mempelajari prin...
DASAR-DASAR MESIN eknik Mesin merupakan bidang keilmuan yang mempelajari prin...DASAR-DASAR MESIN eknik Mesin merupakan bidang keilmuan yang mempelajari prin...
DASAR-DASAR MESIN eknik Mesin merupakan bidang keilmuan yang mempelajari prin...DONNYDANOERAHARJO
 
Bab 1A. Penjelasan umum diesel EGHO.ppt
Bab 1A. Penjelasan umum diesel EGHO.pptBab 1A. Penjelasan umum diesel EGHO.ppt
Bab 1A. Penjelasan umum diesel EGHO.pptjokoriyanto31
 

Similar to Motor diesel Presentation (20)

Untuk bab ii
Untuk bab iiUntuk bab ii
Untuk bab ii
 
Motordiesel 101201005353-phpapp01
Motordiesel 101201005353-phpapp01Motordiesel 101201005353-phpapp01
Motordiesel 101201005353-phpapp01
 
pembahasan_Motor_Diesel_4_Langkah (1).pptx
pembahasan_Motor_Diesel_4_Langkah (1).pptxpembahasan_Motor_Diesel_4_Langkah (1).pptx
pembahasan_Motor_Diesel_4_Langkah (1).pptx
 
Robin christopher
Robin christopherRobin christopher
Robin christopher
 
Dasar-dasar pengetahuan pada mesin sepeda motor.ppt
Dasar-dasar pengetahuan pada mesin sepeda motor.pptDasar-dasar pengetahuan pada mesin sepeda motor.ppt
Dasar-dasar pengetahuan pada mesin sepeda motor.ppt
 
Tugas sm
Tugas smTugas sm
Tugas sm
 
Komponen utama mesin ruri
Komponen utama mesin ruriKomponen utama mesin ruri
Komponen utama mesin ruri
 
Diesel engine
Diesel engineDiesel engine
Diesel engine
 
kompresi.pptx
kompresi.pptxkompresi.pptx
kompresi.pptx
 
Catalog fuel improver
Catalog fuel improverCatalog fuel improver
Catalog fuel improver
 
1. Motor Bakar.ppt
1. Motor Bakar.ppt1. Motor Bakar.ppt
1. Motor Bakar.ppt
 
Pengertian dan cara kerja mesin 4 tak,
Pengertian dan cara kerja mesin 4 tak,Pengertian dan cara kerja mesin 4 tak,
Pengertian dan cara kerja mesin 4 tak,
 
123643435-Teknologi-Motor-Diesel.pdf
123643435-Teknologi-Motor-Diesel.pdf123643435-Teknologi-Motor-Diesel.pdf
123643435-Teknologi-Motor-Diesel.pdf
 
Teknologi motor-diesel
Teknologi motor-dieselTeknologi motor-diesel
Teknologi motor-diesel
 
SISTIM_INJEKSI_MOTOR_DIESEL_COMMONRAIL.pdf
SISTIM_INJEKSI_MOTOR_DIESEL_COMMONRAIL.pdfSISTIM_INJEKSI_MOTOR_DIESEL_COMMONRAIL.pdf
SISTIM_INJEKSI_MOTOR_DIESEL_COMMONRAIL.pdf
 
TTS DIESEL 1.pdf
TTS DIESEL 1.pdfTTS DIESEL 1.pdf
TTS DIESEL 1.pdf
 
DASAR-DASAR MESIN eknik Mesin merupakan bidang keilmuan yang mempelajari prin...
DASAR-DASAR MESIN eknik Mesin merupakan bidang keilmuan yang mempelajari prin...DASAR-DASAR MESIN eknik Mesin merupakan bidang keilmuan yang mempelajari prin...
DASAR-DASAR MESIN eknik Mesin merupakan bidang keilmuan yang mempelajari prin...
 
KOMPONEN UTAMA MESIN.ppt
KOMPONEN UTAMA MESIN.pptKOMPONEN UTAMA MESIN.ppt
KOMPONEN UTAMA MESIN.ppt
 
KOMPONEN-KOMPONEN MESIN.ppt
KOMPONEN-KOMPONEN MESIN.pptKOMPONEN-KOMPONEN MESIN.ppt
KOMPONEN-KOMPONEN MESIN.ppt
 
Bab 1A. Penjelasan umum diesel EGHO.ppt
Bab 1A. Penjelasan umum diesel EGHO.pptBab 1A. Penjelasan umum diesel EGHO.ppt
Bab 1A. Penjelasan umum diesel EGHO.ppt
 

Recently uploaded

Kamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal woordenboek), Indonesia - Bare'e
Kamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal woordenboek), Indonesia - Bare'eKamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal woordenboek), Indonesia - Bare'e
Kamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal woordenboek), Indonesia - Bare'ePejuangKeadilan2
 
Koneksi Antar Materi pada Modul 3.2.pdf
Koneksi Antar Materi  pada Modul 3.2.pdfKoneksi Antar Materi  pada Modul 3.2.pdf
Koneksi Antar Materi pada Modul 3.2.pdfResnaningPujiAstuti1
 
RENCANA + Link2 MATERI Training _"Penyusunan HPS dan Perhitungan TKDN & BMP" ...
RENCANA + Link2 MATERI Training _"Penyusunan HPS dan Perhitungan TKDN & BMP" ...RENCANA + Link2 MATERI Training _"Penyusunan HPS dan Perhitungan TKDN & BMP" ...
RENCANA + Link2 MATERI Training _"Penyusunan HPS dan Perhitungan TKDN & BMP" ...Kanaidi ken
 
koneksi antar materi pendidikan profesi guru
koneksi antar materi pendidikan profesi gurukoneksi antar materi pendidikan profesi guru
koneksi antar materi pendidikan profesi guruAlfianaNurulWijayant
 
Demonstrasi Kontekstual tugas Modul 3.2.pdf
Demonstrasi Kontekstual  tugas Modul 3.2.pdfDemonstrasi Kontekstual  tugas Modul 3.2.pdf
Demonstrasi Kontekstual tugas Modul 3.2.pdfResnaningPujiAstuti1
 
FORMULIR PERENCANAAN OBSERVASI KELAS.docx
FORMULIR PERENCANAAN OBSERVASI KELAS.docxFORMULIR PERENCANAAN OBSERVASI KELAS.docx
FORMULIR PERENCANAAN OBSERVASI KELAS.docxRamadhaniRamadhani23
 
Suku Bare'e (Baree) di Sulawesi Bagian Tengah
Suku Bare'e (Baree) di Sulawesi Bagian TengahSuku Bare'e (Baree) di Sulawesi Bagian Tengah
Suku Bare'e (Baree) di Sulawesi Bagian TengahPejuangKeadilan2
 
power point materi negosiasii kelas X.pptx
power point materi negosiasii kelas X.pptxpower point materi negosiasii kelas X.pptx
power point materi negosiasii kelas X.pptxNurindahSetyawati1
 
Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal) di Sulawesi Bagian Tengah
Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal) di Sulawesi Bagian TengahBahasa Bare'e (Bare'e-Taal) di Sulawesi Bagian Tengah
Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal) di Sulawesi Bagian TengahPejuangKeadilan2
 
Contoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPN
Contoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPNContoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPN
Contoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPNwatihirma7
 
01. Manual Book - SIPD Republik Indonesia Modul Penatausahaan Pengeluaran - P...
01. Manual Book - SIPD Republik Indonesia Modul Penatausahaan Pengeluaran - P...01. Manual Book - SIPD Republik Indonesia Modul Penatausahaan Pengeluaran - P...
01. Manual Book - SIPD Republik Indonesia Modul Penatausahaan Pengeluaran - P...ainullabib3523
 
AKSI NYATA REFLEKSI DIRI DALAM MENYIKAPI MURID.pdf
AKSI NYATA REFLEKSI DIRI DALAM MENYIKAPI MURID.pdfAKSI NYATA REFLEKSI DIRI DALAM MENYIKAPI MURID.pdf
AKSI NYATA REFLEKSI DIRI DALAM MENYIKAPI MURID.pdfpaktani4
 
1. Diskusi Persiapan Observasi Kinerja Guru_Gian Fajar.pdf
1. Diskusi Persiapan Observasi Kinerja Guru_Gian Fajar.pdf1. Diskusi Persiapan Observasi Kinerja Guru_Gian Fajar.pdf
1. Diskusi Persiapan Observasi Kinerja Guru_Gian Fajar.pdfdinpujiabdujihad1
 
Makalah Administrasi Kepegawaian Kelompok 1.pdf
Makalah Administrasi Kepegawaian Kelompok 1.pdfMakalah Administrasi Kepegawaian Kelompok 1.pdf
Makalah Administrasi Kepegawaian Kelompok 1.pdffierlitaamalia
 
559517533-PPT-krisis-Moneter-Politik-Hukum-Dan-Kepercayaan.pptx
559517533-PPT-krisis-Moneter-Politik-Hukum-Dan-Kepercayaan.pptx559517533-PPT-krisis-Moneter-Politik-Hukum-Dan-Kepercayaan.pptx
559517533-PPT-krisis-Moneter-Politik-Hukum-Dan-Kepercayaan.pptxPutriSoniaAyu
 
Pelaksanaan WEBINAR_ Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" _ DPW PDPTN JABAR.
Pelaksanaan WEBINAR_ Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" _ DPW PDPTN JABAR.Pelaksanaan WEBINAR_ Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" _ DPW PDPTN JABAR.
Pelaksanaan WEBINAR_ Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" _ DPW PDPTN JABAR.Kanaidi ken
 
Bahan Presentasi Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" by Ken Kanaidi.pptx
Bahan Presentasi Bedah  Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" by Ken Kanaidi.pptxBahan Presentasi Bedah  Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" by Ken Kanaidi.pptx
Bahan Presentasi Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" by Ken Kanaidi.pptxKanaidi ken
 
PELAKSANAAN & Link2 MATERI Workshop _Prinsip & Penerapan TATA KELOLA Perusah...
PELAKSANAAN & Link2  MATERI Workshop _Prinsip & Penerapan TATA KELOLA Perusah...PELAKSANAAN & Link2  MATERI Workshop _Prinsip & Penerapan TATA KELOLA Perusah...
PELAKSANAAN & Link2 MATERI Workshop _Prinsip & Penerapan TATA KELOLA Perusah...Kanaidi ken
 
Kerajaan Tojo (Todjo) di Sulawesi Bagian Tengah
Kerajaan Tojo (Todjo) di Sulawesi Bagian TengahKerajaan Tojo (Todjo) di Sulawesi Bagian Tengah
Kerajaan Tojo (Todjo) di Sulawesi Bagian TengahPejuangKeadilan2
 
Bab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.ppt
Bab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.pptBab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.ppt
Bab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.pptMichael Bradley
 

Recently uploaded (20)

Kamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal woordenboek), Indonesia - Bare'e
Kamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal woordenboek), Indonesia - Bare'eKamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal woordenboek), Indonesia - Bare'e
Kamus Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal woordenboek), Indonesia - Bare'e
 
Koneksi Antar Materi pada Modul 3.2.pdf
Koneksi Antar Materi  pada Modul 3.2.pdfKoneksi Antar Materi  pada Modul 3.2.pdf
Koneksi Antar Materi pada Modul 3.2.pdf
 
RENCANA + Link2 MATERI Training _"Penyusunan HPS dan Perhitungan TKDN & BMP" ...
RENCANA + Link2 MATERI Training _"Penyusunan HPS dan Perhitungan TKDN & BMP" ...RENCANA + Link2 MATERI Training _"Penyusunan HPS dan Perhitungan TKDN & BMP" ...
RENCANA + Link2 MATERI Training _"Penyusunan HPS dan Perhitungan TKDN & BMP" ...
 
koneksi antar materi pendidikan profesi guru
koneksi antar materi pendidikan profesi gurukoneksi antar materi pendidikan profesi guru
koneksi antar materi pendidikan profesi guru
 
Demonstrasi Kontekstual tugas Modul 3.2.pdf
Demonstrasi Kontekstual  tugas Modul 3.2.pdfDemonstrasi Kontekstual  tugas Modul 3.2.pdf
Demonstrasi Kontekstual tugas Modul 3.2.pdf
 
FORMULIR PERENCANAAN OBSERVASI KELAS.docx
FORMULIR PERENCANAAN OBSERVASI KELAS.docxFORMULIR PERENCANAAN OBSERVASI KELAS.docx
FORMULIR PERENCANAAN OBSERVASI KELAS.docx
 
Suku Bare'e (Baree) di Sulawesi Bagian Tengah
Suku Bare'e (Baree) di Sulawesi Bagian TengahSuku Bare'e (Baree) di Sulawesi Bagian Tengah
Suku Bare'e (Baree) di Sulawesi Bagian Tengah
 
power point materi negosiasii kelas X.pptx
power point materi negosiasii kelas X.pptxpower point materi negosiasii kelas X.pptx
power point materi negosiasii kelas X.pptx
 
Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal) di Sulawesi Bagian Tengah
Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal) di Sulawesi Bagian TengahBahasa Bare'e (Bare'e-Taal) di Sulawesi Bagian Tengah
Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal) di Sulawesi Bagian Tengah
 
Contoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPN
Contoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPNContoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPN
Contoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPN
 
01. Manual Book - SIPD Republik Indonesia Modul Penatausahaan Pengeluaran - P...
01. Manual Book - SIPD Republik Indonesia Modul Penatausahaan Pengeluaran - P...01. Manual Book - SIPD Republik Indonesia Modul Penatausahaan Pengeluaran - P...
01. Manual Book - SIPD Republik Indonesia Modul Penatausahaan Pengeluaran - P...
 
AKSI NYATA REFLEKSI DIRI DALAM MENYIKAPI MURID.pdf
AKSI NYATA REFLEKSI DIRI DALAM MENYIKAPI MURID.pdfAKSI NYATA REFLEKSI DIRI DALAM MENYIKAPI MURID.pdf
AKSI NYATA REFLEKSI DIRI DALAM MENYIKAPI MURID.pdf
 
1. Diskusi Persiapan Observasi Kinerja Guru_Gian Fajar.pdf
1. Diskusi Persiapan Observasi Kinerja Guru_Gian Fajar.pdf1. Diskusi Persiapan Observasi Kinerja Guru_Gian Fajar.pdf
1. Diskusi Persiapan Observasi Kinerja Guru_Gian Fajar.pdf
 
Makalah Administrasi Kepegawaian Kelompok 1.pdf
Makalah Administrasi Kepegawaian Kelompok 1.pdfMakalah Administrasi Kepegawaian Kelompok 1.pdf
Makalah Administrasi Kepegawaian Kelompok 1.pdf
 
559517533-PPT-krisis-Moneter-Politik-Hukum-Dan-Kepercayaan.pptx
559517533-PPT-krisis-Moneter-Politik-Hukum-Dan-Kepercayaan.pptx559517533-PPT-krisis-Moneter-Politik-Hukum-Dan-Kepercayaan.pptx
559517533-PPT-krisis-Moneter-Politik-Hukum-Dan-Kepercayaan.pptx
 
Pelaksanaan WEBINAR_ Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" _ DPW PDPTN JABAR.
Pelaksanaan WEBINAR_ Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" _ DPW PDPTN JABAR.Pelaksanaan WEBINAR_ Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" _ DPW PDPTN JABAR.
Pelaksanaan WEBINAR_ Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" _ DPW PDPTN JABAR.
 
Bahan Presentasi Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" by Ken Kanaidi.pptx
Bahan Presentasi Bedah  Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" by Ken Kanaidi.pptxBahan Presentasi Bedah  Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" by Ken Kanaidi.pptx
Bahan Presentasi Bedah Buku _"STRATEGI DIGITAL MARKETING" by Ken Kanaidi.pptx
 
PELAKSANAAN & Link2 MATERI Workshop _Prinsip & Penerapan TATA KELOLA Perusah...
PELAKSANAAN & Link2  MATERI Workshop _Prinsip & Penerapan TATA KELOLA Perusah...PELAKSANAAN & Link2  MATERI Workshop _Prinsip & Penerapan TATA KELOLA Perusah...
PELAKSANAAN & Link2 MATERI Workshop _Prinsip & Penerapan TATA KELOLA Perusah...
 
Kerajaan Tojo (Todjo) di Sulawesi Bagian Tengah
Kerajaan Tojo (Todjo) di Sulawesi Bagian TengahKerajaan Tojo (Todjo) di Sulawesi Bagian Tengah
Kerajaan Tojo (Todjo) di Sulawesi Bagian Tengah
 
Bab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.ppt
Bab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.pptBab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.ppt
Bab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.ppt
 

Motor diesel Presentation

  • 1. MOTOR DIESEL Mesin Konversi Energi KELOMPOK 5 Anggota : 1. Duty Marsulan 2. Riski Abdullah 3. Eko Suripno 4. Dimas Setiawan 5. Birendra G (5315122798) ( 5315122778) (5315102684) (5315122770) (5315102687)
  • 2. MOTOR DIESEL Motor diesel merupakan motor yang berbeda dengan motor bensin, krn proses penyalaan motor diesel bukan dgn loncatan api listrik. Perbedaan lainnya adalah pada motor diesel saat langkah pemasukan/hisap yang hanyalah udara segar saja yang masuk kedalam silinder. Sedangkan penyalaannya bahan bakar dengan cara menyemprotkan bahan bakar kedalam silider yang udaranya panas karena dikompresi/tekan pada tekanan yang tinggi. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat prinsip kerja motor diesel berikut ini
  • 3. PRINSIP KERJA MOTOR DIESEL 4-Cycle Engine Pemasukan Kompressi/ pemampatan pembakaran pembuangan
  • 4. PRINSIP KERJA MOTOR DIESEL 1. Pemasukan/hisap Piston bergerak dari TMA ke TMB Katup masuk membuka Karena piston bergerak ke bawah maka di dalam silinder terjadi kevacuman sehingga udara bersih akan mengalir masuk ke dalam melalui katup masuk 2. Pemampatan/kompresi Piston akan bergerak dari TMB ke TMA kedua katup menutup karena piston bergerak keatas maka udara bersih di dalam silinder akan terdorong dan dipampatkan di ruang bakar, akibatnya tekanan dan temperature udara menjadi tinggi.
  • 5. PRINSIP KERJA MOTOR DIESEL 3. Pembakaran/usaha 4. Pembuangan Pada langkah ini terjadi dua proses pembakaran. a. Pembakaran awal : Sebelum piston mencapai TMA, injector akan mengabutkan bahan bakar dan akan bercampur dengan udara yang bertekanan dan bertemperatur tinggi (7000-9000 C,70-90 kg/cm2) b. Pembakaran Sempurna - Karena tekanan dan temperatur yang tinggi maka bahan bakar akan terbakar dengan sendirinya. Hal ini akan menimbulkan daya dorong sehingga piston akan bergerak dari TMA ke TMB Piston bergerak dari TMB ke TMA katup buang membuka karena piston bergerak ke atas maka gas sisa hasil pembakaran akan terdorong ke luar melalui katup buang
  • 6. Perbandingan antara Motor Diesel dengan Motor Bensin Motor Bensin Motor Diesel Bahan bakar yang digunakan Bensin Solar Jenis dikompresikan Campuran udara dan bensin Udara bensin Sistem pembakaran Mengunakan busi Pembakaran sendiri Tingkat perbandingan kompresi Lebih rendah Lebih tinggi Momen / torsi yang dihasilkan Getaran dan suara yang timbul karena proses pembakaran Harga bahan bakar yang dipakai Lebih kecil Lebih besar Lebih halus Lebih kasar Lebih mahal Lebih murah Tingkat harga perawatan mesin Lebih murah Lebih mahal yang
  • 7. Proses Pembakaran Motor Diesel  Waktu persiapan pembakaran bergantung pada faktor :  tekanan dan temperatur udara pada saat bahan bakar mulai disemprotkan,  gerakan udara dan bahan bakar,  jenis dan derajat pengadukan bahan bakar, serta perbandingan bahan bakarudara.  Jumlah bahan bakar yang disemprotkan selama periode persiapan pembakaran tidaklah merupakan faktor yang terlalu menentukan waktu persiapan pembakaran.
  • 8. Proses Pembakaran Motor Diesel  Sesudah itu, bahan bakar akan terbakar dengan cepat. Hal ini dapat dilihat pada gbr sebagai garis lurus yang menanjak  Periode pembakaran ketika terjadi kenaikan tekanan yang berlangsung dengan cepat (garis tekanan yang curam dan lurus garis BC pada gambar) dinamai periode pembakaran cepat .
  • 9. Proses Pembakaran Motor Diesel  Periode pembakaran ketika masih terjadi kenaikan tekanan sampai melewati tekanan yang maksimum dalam tahap berikutnya (garis CD pada gambar), dinamai periode pembakaran terkendali  terjadi proses penyempurnaan pembakaran dan pembakaran dari
  • 10. Berdasarkan ruang bakarnya motor diesel dibagi menjadi Direct Injection & Indirect Injection Main Combustion Chamber Pre-Combustion Chamber Water Jacket Direct Injection Indirect Injection
  • 11. RUANG BAKAR MOTOR DIESEL Menurut Arismunandar (1994) ada 4 jenis ruang bakar yang umum digunakan yaitu : 1. ruang bakar terbuka 2. ruang bakar kamar muka 3. ruang bakar turbulen, dan 4. ruang bakar lanova
  • 12.  Disini, tugas penyemprot bahan (injector) bakar sangat berat, karena harus mengkabutkan dan menistribusikan secara merata agar terjadi pembakaran sempurna.  Bahan bakar ini harus bercampur dengan udara yang dipadatkan sampai bagian terjauh, namun harus dijaga agar tidak menembus sampai silinder karena dapat merusak kualitas pelumas.  Tipe ruang pembakaran ini menggunakan tekanan injektor 180300 kg/cm2 bahkan dapat mencapai 1500-2000 kg/cm2 enjin diesel besar.  Ruang bakar ini lebih cocok dipergunakan pada motor diesel putaran rendah.  Motor diesel putaran rendah dikatakan paling ekonomis konsumsi bahan bakarnya spesifiknya, yaitu antara 150-185 g/PS-jam RUANG BAKAR TERBUKA
  • 13.  terdiri dari dua bagian, yaitu kamar muka dan ruang bakar utama  Kamar muka berupa ruang kecil (3040% volume ruang sisa) disebelah ruang bakar utama, dimana injektor ditempatkan.  Menjelang 25-30 derajat sebelum TMA bahan bakar disemprotkan. Pembakaran yang terjadi di kamar muka, namun karena jumlah udara dalam kamar muka terbatas maka pembakaran masih belum sempurna.  adanya tekanan udara yang tinggi hasil pembakaran awal ini mendorong bahan bakar ke ruang bakar utama dengan kecepatan tinggi sehingga pembakaran lanjutan dapat dilakukan lebih sempurna.  Proses ini disebut proses pengabutan kedua. RUANG BAKAR KAMAR MUKA
  • 14.  Ruang bakar tipe ini tidak membutuhkan injektor tekanan tinggi, biasanya digunakan tipe nosel pasak dengan tekanan semprot antara 85140 kg/cm2 dengan rasio kompresi berkisar antara 16-17.  menguntungkan karena dapat menggunakan bahan bakar dengan viskositas lebih tinggi. Tekanan gas maksimum berkisar antara 50 - 60 kg/cm2.  Dibandingkan dgn kamar terbuka, pemakaian bahan bakar spesifik 15% lebih boros, yaitu 190-220 g/PS-jam.  Kerugian kalor ini disebabkan volume ruang bakarnya yang lebih besar, sehingga banyak panas yang hilang karena proses pindah panas melalui dinding ruang bakar. Pada saat dingin kadang sulit dihidupkan, sehingga perlu ditambahkan pemanas di kamar muka. RUANG BAKAR KAMAR MUKA
  • 15.  Mirip dengan kamar muka, namun bagian turbulen merupakan 80-90% dari volume sisa  Udara yang ditekan pada langkah kompresi mengalami turbulensi, saat bahan bakar disemprotkan, turbulensi ini membantu proses pengkabutan bahan bakar dan pencampurannya dengan udara. Karena itu enjin dengan ruang bakar ini juga tidak memerlukan injektor dengan tekanan tinggi, umumnya antara 85-140 kg/cm2.  Seperti juga ruang bakar kamar muka, enjin dengan ruang bakar ini juga memerlukan pemanas (glow plug).  Turbulensi mempersingkat perioda pembakaran terkendali, sehingga ruang bakar ini sangat baik untuk motor diesel tekanan tinggi. Tekanan gas maksimum berkisar 60-70 g/cm2.  Pemakaian bahan bakar spesifik pada jenis ruang bakar ini juga cukup irit, yaitu berkisar 185-210 g/ps-jam. RUANG BAKAR TURBULEN
  • 16.  Mirip dengan terbuka, perbedaan pada penempatan injektornya tidak dalam ruang lanova tetapi di sebelah luarnya.  Ruang lanova terbagi dua, yaitu ruang lanova kecil dan ruang lanova besar.  Sekitar 60% bahan bakar disemprotkan di ruang lanova kecil (yang volumenya hanya 10% dari ruang sisa).  Pada saat bahan bakar disemprotkan, mula-mula terjadi pembakaran pada ruang lanova kecil.  Kenaikan tekanan karena pembakaran ini menyebabkan campuran bahan bakar yang belum terbakar menyembur ke ruang lanova besar pada kecepatan tinggi, maka terjadi proses pencampuran yang lebih efektif dan menyebabkan arus turbulen. RUANG BAKAR LANOVA
  • 17.  saat torak mulai turun dari TMA ke TMB terjadi perbedaan tekanan yang sangat besar antara ruang lanova dan ruang bakar utama, sehingga campuran bahan bakar dan udara memasuki ruang bakar utama dengan kecepatan lebih tinggi dan terjadi proses pembakaran yang lebih sempurna.  Ruang bakar ini menggunakan tekanan nosel 125-130 kg/cm2, dengan sudut pancaran yang lebih kecil.  Jenis ruang bakar ini cocok untuk bahan bakar dengan nilai cetan yang lebih tinggi.  Perbandingan kompresi umumnya untuk enjin dengan ruang bakar jenis ini berkisar 13-15. Tekanan gas 60-100 kg/cm2.  bahan bakar spesifik lebih irit dibandingkan kamar terbuka. sangat menguntungkan, terutama pada mesin diesel dengan beragam kecepatan, termasuk kecepatan tinggi RUANG BAKAR LANOVA
  • 18. DIRECT INJECTION vs. INDIRECT INJECTION kekurangan DI Kelebihan DI - efficiency bahan bakar lebih tinggi. -diterapkan pada rpm/putaran - mudah dihidupkan pada temperatur rendah. - suaranya lebih berisik. rendah. - emissi gas buangnya lebih tinggi. Disadvantage of IDI kelebihan IDI -dapat diterapkan pada putaran -memerlukan pemanasan awal saat di hidupkan pada kondisi dingin yang lebih bervariasi - emissi gas buang lebih sedikit -membutuhkan rasio kompresi yg lebih tinggi - lebih tidak berisik -efficiency bahan bakarnya lebih rendah
  • 19. Meningkatkan Unjuk Kerja Motor Diesel 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Untuk meningkatkan unjuk kerja motor diesel perlu diusahakan mendapatkan periode persiapan pembakaran sesingkat mungkin, antara lain dengan cara sebagai berikut : Menggunakan perbandingan kompresi yang tinggi Memperbesar tekanan dan temperatur udara masuk Memperbesar volume silinder sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh perbandingan luas dinding terhadap volume yang sekecil-kecilnya untuk mengurangi kerugian panas. Menyemprot bahan bakar pada saat yang tepat dan mengatur pemasukan jumlah bahan bakar yang sesuai dengan kondisi pembakaran Menggunakan jenis bahan bakar yang sebaik-baiknya Mengusahakan adanya gerakan udara yang turbulen untuk menyempurnakan proses pencampuran bahan bakar-udara. Menggunakan jumlah udara untuk memperbesar kemungkinan bertemunya bahan bakar dengan oksigen dari udara.
  • 20. SISTEM COMMON RAIL MOTOR DIESEL  Metode injeksi menentukan tenaga, pemakaian bahan bakar, emisi gas buang dan kebisingan diesel  Kesempurnaan injeksi ditentukan dua faktor : 1) tekanan bahan bakar yang diinjeksikan; 2) juml & bentuk semprotan  common rail memiliki tekanan hingga 160 Mpa dan penginjeksian dikontrol secara elektronis hingga 5 kali tiap siklus
  • 21. Supercharger Supercharger (juga dikenal dengan blower), adalah sebuah kompresor gas digunakan untuk memompa udara ke silinder mesin pembakaran dalam. Massa oksigen tambahan yang dipaksa masuk ke silinder membuat mesin membakar lebih banyak bahan bakar, dan meningkatkan efisiensi volumetrik mesin dan membuatnya lebih bertenaga. Sebuah supercharger ditenagai secara mekanik oleh tali- atau rantai-penarik dari crankshaft mesin.
  • 25. Turbocharger Turbocharger adalah sebuah kompresor yang digunakan dalam mesin pembakaran dalam untuk meningkatkan keluaran tenaga mesin dengan meningkatkan massa oksigen yang memasuki mesin. Kunci keuntungan dari turbocharger adalah mereka menawarkan sebuah peningkatan yang lumayan banyak dalam tenaga mesin hanya dengan sedikit menambah berat.
  • 28. Aplikasi pada mesin  Pada mesin bensin karena rasio kompresi harus rendahkan (agar tidak melewat tekanan kompresi maksimum dan untuk mencegah knocking mesin) yang menurunkan efisiensi mesin ketika beroperasi pada tenaga rendah sehingga penerapannya tidak maksimal.  Kerugian ini tidak ada dalam mesin diesel  Namun, untuk operasi pada ketinggian, turbocharger membuat perbedaan yang jauh pada keluaran tenaga total dari kedua jenis mesin.  Faktor terakhir ini membuat mesin pesawat dengan turbocharge sangat menguntungkan; dan merupakan awal pemikiran untuk pengembangan alat ini.  Mengingat komponen ini sering berputar melebihi 80,000 putaran per menit maka pelumasan yang baik sangat diperlukan.