KOMPRESOR
DISUSUN OLEH
ARDIAN SAPUTRA
JIHAN TRIANI ANISYAH
WAHYUDI PRATAMA
DOSEN PEMBIMBING
Tahdid,S.T,.M.T.
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
JURUSAN TEKNIK KIMIA
PROGRAM STUDI DIV TEKNIK ENERGI
TAHUN 2018
Kompresor merupakan pesawat konversi
energi yang memampatkan udara atau
gas sehingga dapat menghasilkan udara
atau gas yang bertekanan yang dapat
dipergunakan untuk udara servis
maupun udara instrument.
Fungsi dari sebuah kompresor
adalah untuk menaikkan tekanan suatu
gas. Tekanan gas dapat dinaikkan
dengan memaksakan untuk mengurangi
volumenya. Ketika volumenya dikurangi,
tekanannya naik. Sebuah kompresor
“positive displacement”, memaksa gas
dengan cara ini. Tetapi sebuah
kompresor sentrifugal mencapai
kenaikkan tekanan dengan dua tahap.
Kompresor ini menambah energi pada
gas dalam bentuk kecepatan (energi
kinetik) dan kemudian merubah bentuk
ini menjadi energi tekanan.
Prinsip kerja dari sebuah kompresor biasanya
terbagi menjadi empat prinsip utama, yaitu:
a. Staging
Selama proses kerja kompresor, suhu
dari mesin kompresor menjadi tinggi dan
meningkat sesuai dengan tekanan yang terdapat
dalam kompresor tersebut. Sistim ini lebih
dikenal dengan nama polytopic compression.
Jumlah tekanan yang terdapat pada kompresor
juga meningkat seiring dengan peningkatan
dari suhu kompresor itu sendiri.
b. Intercooling
Pengendali panas, atau yang lebih
dikenal dengan intercooler merupakan salah
satu langkah penting dalam proses kompresi
udara. Intercooler mempunyai fungsi untuk
mendinginkan tekanan udara yang terdapat
dalam tabung kompresor, sehingga mampu
digunakan untuk keperluan lainya.
Suhu yang dimiliki oleh tekanan udara
dalam kompresor ini biasanya lebih tinggi jika
dibandingkan dengan suhu ruangan, dengan
perbedaan suhu berkisar antara 10°Fahrenheit
(sekitar -12°Celcius) sampai dengan
15°Fahrenheit (sekitar -9°Celcius).
c. Compressor Displacement and Volumetric
Efficiency
Secara teori, kapasitas kompresor adalah
sama dengan jumlah tekanan udara yang dapat
ditampung oleh tabung penyimpanan
kompresor. Kapasitas sesungguhnya dari
kompresor dapat mengalami penurunan
kapasitas.
Penurunan ini dapat diakibatkan oleh
penurunan tekanan pada intake, pemanasan dini
pada udara yang masuk ke kompresor, kebocoran,
dan ekspansi volume udara. Sedangkan yang
dimaksud dengan volumetric efficiency adalah
rasio antara kapasitas kompresor dengan
compressor displacement.
d. Specific Energy Consumption
Yang dimaksud dengan specific energy
consumption pada kompresor adalah tenaga yang
digunakan oleh kompresor untuk melakukan
kompresi udara dalam setiap unit kapasitas
kompresor. Biasanya specific energy consumption
pada kompresor ini dilambangkan dengan satuan
bhp/100 cfm.
Kompresor terdapat dalam berbagai
jenis dan model, tergantung pada volume dan
tekanan yang dihasilkan. Ditinjau dari cara
pemampatan (kompresi) udara, kompresor
terbagi dua yaitu jenis perpindahan dan jenis
turbo. Jenis perpindahan adalah kompresor
yang menaikkan tekanan dengan memperkecil
atau memampatkan volume gas yang diisap ke
dalam silinder atau stator oleh torak atau sudut,
sedangkan jenis turbo menaikkan tekanan dan
kecepatan gas dengan gaya sentrifugal yang
ditimbulkan oleh impeller atau dengan gaya
angkat (lift) yang ditimbulkan oleh sudut.
Kompresor yang umum dipakai dalam
skala menengah kecil adalah kompresor tipe
torak. Kompresor torak atau kompresor bolak-
balik pada dasarnya adalah merubah gerakan
putar dari penggerak mula menjadi gerak
bolak-balik torak/ piston. Gerakan ini
diperoleh dengan menggunakan poros engkol
dan batang penggerak yang menghasilkan
gerak bolak-balik pada torak. Gerakan torak
akan menghisap udara ke dalam silinder dan
memampatkannya.
A. Langkah Isap
adalah bila poros engkol berputar searah putaran
jarum jam, torak bergerak dari titik mati atas (
TMA) ke titik mati bawah ( TMB). Tekanan negatif
terjadi pada ruangan di dalam silinder yang
ditinggalkan torak sehingga katup isap terbuka oleh
perbedaaan tekanan dan udara terisap masuk ke
silinder.
B. Langkah Kompresi
Langkah kompresi terjadi saat torak bergerak dari
TMB ke TMA, katup isap dan katup buang tertutup
sehingga udara dimampatkan dalam silinder
C. Langkah Keluar
Bila torak meneruskan gerakannya ke TMA, tekanan
di dalam silinder akan naik sehingga katup keluar
akan terbuka oleh tekanan udara sehingga udara
akan keluar.
KERJA TUNGGAL
KERJA GANDA
- Silinder dan Kepala Silinder
-Torak dan cincin torak
-Katup-Katup
-Poros Engkol dan Batang Torak
-Kotak Engkol
-Pengatur Kapasitas
-Pelumasan
-Peralatan Pembantu
THANK”S

Kompresor 2

  • 1.
    KOMPRESOR DISUSUN OLEH ARDIAN SAPUTRA JIHANTRIANI ANISYAH WAHYUDI PRATAMA DOSEN PEMBIMBING Tahdid,S.T,.M.T. POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA JURUSAN TEKNIK KIMIA PROGRAM STUDI DIV TEKNIK ENERGI TAHUN 2018
  • 3.
    Kompresor merupakan pesawatkonversi energi yang memampatkan udara atau gas sehingga dapat menghasilkan udara atau gas yang bertekanan yang dapat dipergunakan untuk udara servis maupun udara instrument.
  • 4.
    Fungsi dari sebuahkompresor adalah untuk menaikkan tekanan suatu gas. Tekanan gas dapat dinaikkan dengan memaksakan untuk mengurangi volumenya. Ketika volumenya dikurangi, tekanannya naik. Sebuah kompresor “positive displacement”, memaksa gas dengan cara ini. Tetapi sebuah kompresor sentrifugal mencapai kenaikkan tekanan dengan dua tahap. Kompresor ini menambah energi pada gas dalam bentuk kecepatan (energi kinetik) dan kemudian merubah bentuk ini menjadi energi tekanan.
  • 5.
    Prinsip kerja darisebuah kompresor biasanya terbagi menjadi empat prinsip utama, yaitu: a. Staging Selama proses kerja kompresor, suhu dari mesin kompresor menjadi tinggi dan meningkat sesuai dengan tekanan yang terdapat dalam kompresor tersebut. Sistim ini lebih dikenal dengan nama polytopic compression. Jumlah tekanan yang terdapat pada kompresor juga meningkat seiring dengan peningkatan dari suhu kompresor itu sendiri. b. Intercooling Pengendali panas, atau yang lebih dikenal dengan intercooler merupakan salah satu langkah penting dalam proses kompresi udara. Intercooler mempunyai fungsi untuk mendinginkan tekanan udara yang terdapat dalam tabung kompresor, sehingga mampu digunakan untuk keperluan lainya. Suhu yang dimiliki oleh tekanan udara dalam kompresor ini biasanya lebih tinggi jika dibandingkan dengan suhu ruangan, dengan perbedaan suhu berkisar antara 10°Fahrenheit (sekitar -12°Celcius) sampai dengan 15°Fahrenheit (sekitar -9°Celcius).
  • 6.
    c. Compressor Displacementand Volumetric Efficiency Secara teori, kapasitas kompresor adalah sama dengan jumlah tekanan udara yang dapat ditampung oleh tabung penyimpanan kompresor. Kapasitas sesungguhnya dari kompresor dapat mengalami penurunan kapasitas. Penurunan ini dapat diakibatkan oleh penurunan tekanan pada intake, pemanasan dini pada udara yang masuk ke kompresor, kebocoran, dan ekspansi volume udara. Sedangkan yang dimaksud dengan volumetric efficiency adalah rasio antara kapasitas kompresor dengan compressor displacement. d. Specific Energy Consumption Yang dimaksud dengan specific energy consumption pada kompresor adalah tenaga yang digunakan oleh kompresor untuk melakukan kompresi udara dalam setiap unit kapasitas kompresor. Biasanya specific energy consumption pada kompresor ini dilambangkan dengan satuan bhp/100 cfm.
  • 7.
    Kompresor terdapat dalamberbagai jenis dan model, tergantung pada volume dan tekanan yang dihasilkan. Ditinjau dari cara pemampatan (kompresi) udara, kompresor terbagi dua yaitu jenis perpindahan dan jenis turbo. Jenis perpindahan adalah kompresor yang menaikkan tekanan dengan memperkecil atau memampatkan volume gas yang diisap ke dalam silinder atau stator oleh torak atau sudut, sedangkan jenis turbo menaikkan tekanan dan kecepatan gas dengan gaya sentrifugal yang ditimbulkan oleh impeller atau dengan gaya angkat (lift) yang ditimbulkan oleh sudut.
  • 9.
    Kompresor yang umumdipakai dalam skala menengah kecil adalah kompresor tipe torak. Kompresor torak atau kompresor bolak- balik pada dasarnya adalah merubah gerakan putar dari penggerak mula menjadi gerak bolak-balik torak/ piston. Gerakan ini diperoleh dengan menggunakan poros engkol dan batang penggerak yang menghasilkan gerak bolak-balik pada torak. Gerakan torak akan menghisap udara ke dalam silinder dan memampatkannya.
  • 10.
    A. Langkah Isap adalahbila poros engkol berputar searah putaran jarum jam, torak bergerak dari titik mati atas ( TMA) ke titik mati bawah ( TMB). Tekanan negatif terjadi pada ruangan di dalam silinder yang ditinggalkan torak sehingga katup isap terbuka oleh perbedaaan tekanan dan udara terisap masuk ke silinder. B. Langkah Kompresi Langkah kompresi terjadi saat torak bergerak dari TMB ke TMA, katup isap dan katup buang tertutup sehingga udara dimampatkan dalam silinder C. Langkah Keluar Bila torak meneruskan gerakannya ke TMA, tekanan di dalam silinder akan naik sehingga katup keluar akan terbuka oleh tekanan udara sehingga udara akan keluar.
  • 11.
  • 12.
    - Silinder danKepala Silinder -Torak dan cincin torak -Katup-Katup -Poros Engkol dan Batang Torak -Kotak Engkol -Pengatur Kapasitas -Pelumasan -Peralatan Pembantu
  • 13.