SlideShare a Scribd company logo
1 of 21
Download to read offline
PEDOMAN SEKRETARIS JEMAAT
Bab 01
GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH
NAMA ORGANISASI
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh mendapatkan namanya pada
tanggal 1 Oktober 1860. Nama itu menggambarkan dengan tepat
pekabaran, iman, dan kepercayaan.
NAMA ORGANISASI
“Kepada saya telah ditunjukkan umat Allah yang sisa yang memilih
nama. Kepada saya ditunjukkan dua kelompok. Satu kelompok
merangkul sejumlah besar orang yang mengaku Kristen. Mereka
menginjak-injak hukum Allah dan tunduk pada lembaga kepausan.
Mereka memelihara hari pertama dalam minggu itu sebagai hari
Sabat Tuhan. Kelompok lain, yang jumlahnya sedikit, tunduk
kepada Pemberi Hukum yang agung. Mereka memelihara hukum
keempat. Ciri khas yang menonjol dari iman mereka adalah
pemeliharaan hari ketujuh, dan menunggu kedatangan Tuhan kita
dari surga…
NAMA ORGANISASI
“. . . . Tidak ada nama yang dapat kita ambil yang pantas kecuali
yang sesuai dengan pengakuan kita dan mengungkapkan iman kita
dan menandai kita sebagai umat yang istimewa. Nama Masehi
Advent Hari Ketujuh membawa ciri-ciri sejati dari iman kita lebih
dahulu dan akan meyakinkan pikiran mereka yang ingin tahu.
Seperti anak panah dari tabung Tuhan, itu akan melukai para
pelanggar hukum Allah, dan akan membawa kepada pertobatan
kepada Allah dan iman kepada Tuhan kita Yesus Kristus”
(Testimonies Treasure 1:80).
NAMA ORGANISASI
Kita memiliki hak istimewa menjadi anggota Gereja Masehi Advent
Hari Ketujuh dan melanjutkan pemberitaan Injil. Kita adalah orang
Advent karena kita menunggu kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus
yang kedua kali; kita memelihara hari ketujuh karena itu adalah
Sabat Tuhan, Allah kita, dan tanda antara Dia dan umat-Nya.
SEJARAH SINGKAT
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh memiliki tiga tahap dalam
tahapan pembentukannya.
• Tahun 1840 – tahun-tahun pembentukan doktrin;
• Tahun 1850 s/d 1860 – tahun-tahun pembentukan organisasi;
• Tahun 1860 s/d 1870 – tahun-tahun pembentukan pola hidup.
SEJARAH SINGKAT
• Pada tahun 1860, dengan tuntunan Allah, saudara-saudara
membentuk komite dengan 19 anggota.
• Diketuai oleh Pendeta Joseph Bates, mereka bertemu di Battle
Creek
• Salah satu pemimpin penting dari gerakan itu, Pendeta James
White berkata bahwa “anak ini” (gereja) sekarang sudah
bertumbuh dan membutuhkan sebuah nama.
• Sementara itu, Esdras Bracket, seorang awam, mengusulkan agar
“gereja” perlu membentuk organisasi.
SEJARAH SINGKAT
• Usulan itu langsung disetujui.
• Jadi, apakah nama yang disarankan untuk diterima dan disetujui?
• “Kita disebut, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh,” kata David
Hewitt, orang awam lainnya.
• Sejak saat itu, peristiwa-peristiwa berikut terjadi:
SEJARAH SINGKAT
• 1860 – Jemaat lokal pertama (Battle Creek) diorganisasikan.
• 1861 – Daerah Konferens pertama (di negara bagian Michigan)
dibentuk.
• 1863 – Pembentukan General Conference.
• 1901 – Pembentukan Uni-Uni.
• 1913 – Pembentukan Divisi-Divisi.
SISTEM ORGANISASI
Bentuk Pemerintahan Gereja
“Bentuk tata kelola Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adalah
perwakilan, yang mengakui bahwa otoritas terletak pada
keanggotaan dan dinyatakan melalui perwakilan yang dipilih dengan
sepatutnya di setiap tingkat organisasi, dengan tanggung jawab
eksekutif didelegasikan kepada badan perwakilan dan para
pemimpin untuk mengatur gereja di setiap tingkat masing-masing.
Bentuk pemerintahan gereja Advent bersifat representatif, dengan
demikian mengakui bahwa wewenang dalam gereja terletak pada
anggotanya dan diungkapkan melalui perwakilan yang dipilih secara
sepatutnya untuk setiap tingkat organisasi. . . .
Bentuk Pemerintahan Gereja
“Peraturan Jemaat menerapkan asas representasi ini pada kegiatan
jemaat setempat. Masalah perwakilan dalam organisasi dengan status
misi diuraikan dalam Peraturan Operasional dan dalam organisasi
dengan status konferens melalui Anggaran Dasar dan Rumah
Tangga. Bentuk tata kelola ini juga mengakui bahwa pengurapan
pendeta kedalam pelayanan injil diakui oleh gereja sedunia.” (Church
Manual pp 26-27).
1. Kelompok. Ketika sebuah gereja berkembang, mungkin secara
strategis menempatkan kelompok-kelompok kecil anggota atau
gereja rumah untuk beroperasi sedemikian rupa untuk melayani
anggota yang jauh dan tumbuh di daerah baru yang belum
dimasuki. Kelompok ini tetap sebagai anggota gereja induk dan
tidak memiliki majelis jemaat atau keanggotaan sendiri.
2. Perkumpulan. Sebuah kelompok dapat menjadi perkumpulan
ketika daerah konferens/misi percaya bahwa ada cukup anggota
untuk menjadikannya sebuah organisasi yang diyakini dapat
bertahan setidaknya 5 tahun.
Garis Besar Organisasi Gereja
3. Gereja lokal. Itu adalah sekelompok anggota di lokasi tertentu
di mana rapat konstituensi daerah konferens/misi telah
memberikan status resmi sebagai gereja lokal atau jemaat
mandiri.
4. Konferensi Lokal, Misi atau Wilayah. Itu adalah sekelompok
gereja lokal di dalam wilayah geografis tertentu di mana Komite
Eksekutif Divisi telah memutuskan untuk menganugerahkan
status resmi sebagai daerah konferens, misi atau wilayah, dan
kemudian diterima kedalam persaudaraan jemaat di daerah
konferens dan misi dalam rapat konstituensi uni.
Garis Besar Organisasi Gereja
5. Uni-Konferens atau Uni-Misi. Adalah kumpulan Daerah
Konferens atau Misi dalam satu wilayah geografi tertentu
dimana rapat konstituensi General Conference telah
memutuskan untuk memberikan status Uni Konferens atau Uni
Misi.
Garis Besar Organisasi Gereja
6. General Conference dan Divisi-Divisinya. General
Conference mewakili gambaran gereja sedunia. Anggota
konstituensinya diuraikan dalam Anggaran Dasarnya. Untuk
memfasilitasi kegiatan sedunia, General Conference telah
membentuk kantor regionalnya, dikenal sebagai Divisi dari
General Conference, yang telah ditetapkan, melalui keputusan
Komite Eksekutif General Conference pada Rapat Tahunan,
mengawasi kegiatan administratif secara umum atas
sekelompok uni tertentu dan unit gereja lain disatu wilayah
geografi tertentu.” (ibíd., p. 28).
Garis Besar Organisasi Gereja
“Setiap anggota jemaat memiliki hak suara dalam memilih para
pemimpin mereka. Utusan-utusan jemaat memilih para pemimpin
daerah Konferens mereka. Utusan yang dipilih oleh Konferens
setempat memilih para pemimpin Uni, dan para utusan Uni-Uni
memilih para pemimpin di General Conference. Dengan
pengaturan ini setiap Konferens, institusi, jemaat dan perorangan,
secara langsung atau melalui perwakilan mereka, memiliki suara
dalam memilih pemimpin yang memikul tanggung jawab utama di
General Conference” (Testimony Treasures, vol. 3, p. 241).
Garis Besar Organisasi Gereja
“Di gereja sekarang ini, Rapat Akbar General Conference, dan
Komite Eksekutif General Conference diantara Rapat Akbar,
adalah otoritas gerejani tertinggi dalam menjalankan kegiatan
administrasi Gereja. Komite Eksekutif General Conference diberi
kuasa oleh konstituensinya untuk membentuk organisasi
dibawahnya dengan wewenang untuk melaksanakan peran mereka.
Oleh karena itu, semua organisasi dan institusi dibawahnya di
seluruh Gereja akan mengakui Rapat Akbar General Conference,
dan Komite Eksekutif General Conference diantara Rapat Akbar,
sebagai otoritas gerejani tertinggi, dibawah Allah, diantara Gereja
Masehi Advent Hari Ketujuh.
General Conference adalah Otoritas Tertinggi
“Ketika terjadi perbedaan di dalam atau di antara gereja dan
konferens atau institusi, masalah-masalah yang tidak dapat
diselesaikan oleh kedua-belah pihak dapat disampaikan ke tingkat
organisasi yang lebih tinggi. Jika masalah tersebut tidak juga dapat
diselesaikan pada tingkat itu, institusi terkait dapat memohon
kepada organisasi yang lebih tinggi lagi. Jika masalah tersebut tidak
juga dapat diselesaikan pada tingkat tersebut, insitusi yang tidak
puas dapat memohon kepada organisasi yang lebih tinggi lagi . . .
General Conference adalah Otoritas Tertinggi
“. . . Organisasi kemana permohonan itu disampaikan dapat
memilih untuk tidak mendengar masalah itu, dengan demikian
keputusan organisasi tertinggi yang terlibat dalam masalah itu
adalah final. Jika organisasi yang memeriksa keputusan dari
organisasi lainnya, mereka tidak bertanggung-jawab atas kerugian
dari organisasi mana pun.” (Church Manual pp. 29, 30).
General Conference adalah Otoritas Tertinggi
“Saya berulang kali diperintahkan oleh Tuhan bahwa keputusan seseorang
tidaklah boleh ditentukan oleh keputusan orang lain. Tidak pernah boleh
terjadi bahwa pemikiran seseorang atau beberapa orang dianggap cukup
bijak dan kuasa untuk mengendalikan pekerjaan, dan mengatakan rencana
apa yang harus diikuti. Tetapi bilamana, di General Conference,
pertimbangan saudara-saudara dari seluruh wilayah, dilaksanakan,
kebebasan pribadi dan pertimbangan pribadi tidak boleh dipertahankan
dengan keras kepala tetapi diserahkan. Tidak pernah boleh terjadi seorang
pekerja ,menganggap sebagai haknya untuk mempertahankan kebebasan
pendiriannya, bertentangan dengan keputusan badan umum” (Testimonies,
Vol. 9, pp. 260).
General Conference adalah Otoritas Tertinggi

More Related Content

Similar to Church Clerk Guide Chapter 01 - The Seventh-day Adventist Church - Indonesia.pptx

Bahan sosialisasi bkl 2015
Bahan sosialisasi bkl 2015Bahan sosialisasi bkl 2015
Bahan sosialisasi bkl 2015karangpanas
 
Tugas presentasi agama(gereja)
Tugas presentasi agama(gereja)Tugas presentasi agama(gereja)
Tugas presentasi agama(gereja)Dearest Rome
 
Makalah Dogmatika IV
Makalah Dogmatika IVMakalah Dogmatika IV
Makalah Dogmatika IVyaniussoop
 
Ad art hasil kongres 2011
Ad art hasil kongres 2011Ad art hasil kongres 2011
Ad art hasil kongres 2011Leo Siribere
 
Bab 14 peran tu gereja
Bab 14 peran tu gerejaBab 14 peran tu gereja
Bab 14 peran tu gerejaChris Hukubun
 
KEESAAN GEREJA (OIKUMENE).pptx
KEESAAN GEREJA (OIKUMENE).pptxKEESAAN GEREJA (OIKUMENE).pptx
KEESAAN GEREJA (OIKUMENE).pptxHansTobing
 
Percobaan Upload Slideshare
Percobaan Upload SlidesharePercobaan Upload Slideshare
Percobaan Upload Slidesharekarangpanas
 
Gereja dalam dokumen fabc 2013
Gereja dalam dokumen fabc 2013Gereja dalam dokumen fabc 2013
Gereja dalam dokumen fabc 2013karangpanas
 
PERANAN GEREJA DALAM JEMAAT MASA KINI
PERANAN GEREJA DALAM  JEMAAT  MASA KINI PERANAN GEREJA DALAM  JEMAAT  MASA KINI
PERANAN GEREJA DALAM JEMAAT MASA KINI lokobaltenius
 
JURNAL TEOLOGI RASUL PAULUS TENTANG GEREJA.pdf
JURNAL TEOLOGI RASUL PAULUS TENTANG GEREJA.pdfJURNAL TEOLOGI RASUL PAULUS TENTANG GEREJA.pdf
JURNAL TEOLOGI RASUL PAULUS TENTANG GEREJA.pdfDethanmalimou
 
Makalah dogmatika peran diakonia dalam gereja
Makalah dogmatika peran diakonia dalam gerejaMakalah dogmatika peran diakonia dalam gereja
Makalah dogmatika peran diakonia dalam gerejaYakub Unsula
 
Makalah dogmatika peran diakonia dalam gereja
Makalah dogmatika peran diakonia dalam gerejaMakalah dogmatika peran diakonia dalam gereja
Makalah dogmatika peran diakonia dalam gerejaYakub Unsula
 
Apa yang Perlu Anda Ketahui Tentang 28 doktrin-alkitab-GMAKH
Apa yang Perlu Anda Ketahui Tentang 28 doktrin-alkitab-GMAKHApa yang Perlu Anda Ketahui Tentang 28 doktrin-alkitab-GMAKH
Apa yang Perlu Anda Ketahui Tentang 28 doktrin-alkitab-GMAKHHerwan oroh
 
Mpk katolik 4c gereja dan agama lain (UAS)
Mpk katolik 4c gereja dan agama lain (UAS)Mpk katolik 4c gereja dan agama lain (UAS)
Mpk katolik 4c gereja dan agama lain (UAS)anandasesilia
 
Dogma iv....paper peran Roh Kudus dalam Gereja
Dogma iv....paper peran Roh Kudus dalam GerejaDogma iv....paper peran Roh Kudus dalam Gereja
Dogma iv....paper peran Roh Kudus dalam GerejaKalebOM
 

Similar to Church Clerk Guide Chapter 01 - The Seventh-day Adventist Church - Indonesia.pptx (20)

Penyegaran katekis inisiasi
Penyegaran katekis inisiasiPenyegaran katekis inisiasi
Penyegaran katekis inisiasi
 
Bahan sosialisasi bkl 2015
Bahan sosialisasi bkl 2015Bahan sosialisasi bkl 2015
Bahan sosialisasi bkl 2015
 
Tugas presentasi agama(gereja)
Tugas presentasi agama(gereja)Tugas presentasi agama(gereja)
Tugas presentasi agama(gereja)
 
Makalah Dogmatika IV
Makalah Dogmatika IVMakalah Dogmatika IV
Makalah Dogmatika IV
 
Ad art hasil kongres 2011
Ad art hasil kongres 2011Ad art hasil kongres 2011
Ad art hasil kongres 2011
 
Bab 14 peran tu gereja
Bab 14 peran tu gerejaBab 14 peran tu gereja
Bab 14 peran tu gereja
 
KEESAAN GEREJA (OIKUMENE).pptx
KEESAAN GEREJA (OIKUMENE).pptxKEESAAN GEREJA (OIKUMENE).pptx
KEESAAN GEREJA (OIKUMENE).pptx
 
Percobaan Upload Slideshare
Percobaan Upload SlidesharePercobaan Upload Slideshare
Percobaan Upload Slideshare
 
Gereja dalam dokumen fabc 2013
Gereja dalam dokumen fabc 2013Gereja dalam dokumen fabc 2013
Gereja dalam dokumen fabc 2013
 
Mata Kuliah Hukum Gereja.pptx
Mata Kuliah Hukum Gereja.pptxMata Kuliah Hukum Gereja.pptx
Mata Kuliah Hukum Gereja.pptx
 
PERANAN GEREJA DALAM JEMAAT MASA KINI
PERANAN GEREJA DALAM  JEMAAT  MASA KINI PERANAN GEREJA DALAM  JEMAAT  MASA KINI
PERANAN GEREJA DALAM JEMAAT MASA KINI
 
JURNAL TEOLOGI RASUL PAULUS TENTANG GEREJA.pdf
JURNAL TEOLOGI RASUL PAULUS TENTANG GEREJA.pdfJURNAL TEOLOGI RASUL PAULUS TENTANG GEREJA.pdf
JURNAL TEOLOGI RASUL PAULUS TENTANG GEREJA.pdf
 
Cuplis Mantap
Cuplis MantapCuplis Mantap
Cuplis Mantap
 
AD-ART PPGT (KSK XIII Seriti 2013)
AD-ART PPGT (KSK XIII Seriti 2013)AD-ART PPGT (KSK XIII Seriti 2013)
AD-ART PPGT (KSK XIII Seriti 2013)
 
Makalah dogmatika peran diakonia dalam gereja
Makalah dogmatika peran diakonia dalam gerejaMakalah dogmatika peran diakonia dalam gereja
Makalah dogmatika peran diakonia dalam gereja
 
Makalah dogmatika peran diakonia dalam gereja
Makalah dogmatika peran diakonia dalam gerejaMakalah dogmatika peran diakonia dalam gereja
Makalah dogmatika peran diakonia dalam gereja
 
Apa yang Perlu Anda Ketahui Tentang 28 doktrin-alkitab-GMAKH
Apa yang Perlu Anda Ketahui Tentang 28 doktrin-alkitab-GMAKHApa yang Perlu Anda Ketahui Tentang 28 doktrin-alkitab-GMAKH
Apa yang Perlu Anda Ketahui Tentang 28 doktrin-alkitab-GMAKH
 
Being Catholic
Being CatholicBeing Catholic
Being Catholic
 
Mpk katolik 4c gereja dan agama lain (UAS)
Mpk katolik 4c gereja dan agama lain (UAS)Mpk katolik 4c gereja dan agama lain (UAS)
Mpk katolik 4c gereja dan agama lain (UAS)
 
Dogma iv....paper peran Roh Kudus dalam Gereja
Dogma iv....paper peran Roh Kudus dalam GerejaDogma iv....paper peran Roh Kudus dalam Gereja
Dogma iv....paper peran Roh Kudus dalam Gereja
 

Church Clerk Guide Chapter 01 - The Seventh-day Adventist Church - Indonesia.pptx

  • 1. PEDOMAN SEKRETARIS JEMAAT Bab 01 GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH
  • 2. NAMA ORGANISASI Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh mendapatkan namanya pada tanggal 1 Oktober 1860. Nama itu menggambarkan dengan tepat pekabaran, iman, dan kepercayaan.
  • 3. NAMA ORGANISASI “Kepada saya telah ditunjukkan umat Allah yang sisa yang memilih nama. Kepada saya ditunjukkan dua kelompok. Satu kelompok merangkul sejumlah besar orang yang mengaku Kristen. Mereka menginjak-injak hukum Allah dan tunduk pada lembaga kepausan. Mereka memelihara hari pertama dalam minggu itu sebagai hari Sabat Tuhan. Kelompok lain, yang jumlahnya sedikit, tunduk kepada Pemberi Hukum yang agung. Mereka memelihara hukum keempat. Ciri khas yang menonjol dari iman mereka adalah pemeliharaan hari ketujuh, dan menunggu kedatangan Tuhan kita dari surga…
  • 4. NAMA ORGANISASI “. . . . Tidak ada nama yang dapat kita ambil yang pantas kecuali yang sesuai dengan pengakuan kita dan mengungkapkan iman kita dan menandai kita sebagai umat yang istimewa. Nama Masehi Advent Hari Ketujuh membawa ciri-ciri sejati dari iman kita lebih dahulu dan akan meyakinkan pikiran mereka yang ingin tahu. Seperti anak panah dari tabung Tuhan, itu akan melukai para pelanggar hukum Allah, dan akan membawa kepada pertobatan kepada Allah dan iman kepada Tuhan kita Yesus Kristus” (Testimonies Treasure 1:80).
  • 5. NAMA ORGANISASI Kita memiliki hak istimewa menjadi anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dan melanjutkan pemberitaan Injil. Kita adalah orang Advent karena kita menunggu kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus yang kedua kali; kita memelihara hari ketujuh karena itu adalah Sabat Tuhan, Allah kita, dan tanda antara Dia dan umat-Nya.
  • 6. SEJARAH SINGKAT Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh memiliki tiga tahap dalam tahapan pembentukannya. • Tahun 1840 – tahun-tahun pembentukan doktrin; • Tahun 1850 s/d 1860 – tahun-tahun pembentukan organisasi; • Tahun 1860 s/d 1870 – tahun-tahun pembentukan pola hidup.
  • 7. SEJARAH SINGKAT • Pada tahun 1860, dengan tuntunan Allah, saudara-saudara membentuk komite dengan 19 anggota. • Diketuai oleh Pendeta Joseph Bates, mereka bertemu di Battle Creek • Salah satu pemimpin penting dari gerakan itu, Pendeta James White berkata bahwa “anak ini” (gereja) sekarang sudah bertumbuh dan membutuhkan sebuah nama. • Sementara itu, Esdras Bracket, seorang awam, mengusulkan agar “gereja” perlu membentuk organisasi.
  • 8. SEJARAH SINGKAT • Usulan itu langsung disetujui. • Jadi, apakah nama yang disarankan untuk diterima dan disetujui? • “Kita disebut, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh,” kata David Hewitt, orang awam lainnya. • Sejak saat itu, peristiwa-peristiwa berikut terjadi:
  • 9. SEJARAH SINGKAT • 1860 – Jemaat lokal pertama (Battle Creek) diorganisasikan. • 1861 – Daerah Konferens pertama (di negara bagian Michigan) dibentuk. • 1863 – Pembentukan General Conference. • 1901 – Pembentukan Uni-Uni. • 1913 – Pembentukan Divisi-Divisi.
  • 11. Bentuk Pemerintahan Gereja “Bentuk tata kelola Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adalah perwakilan, yang mengakui bahwa otoritas terletak pada keanggotaan dan dinyatakan melalui perwakilan yang dipilih dengan sepatutnya di setiap tingkat organisasi, dengan tanggung jawab eksekutif didelegasikan kepada badan perwakilan dan para pemimpin untuk mengatur gereja di setiap tingkat masing-masing. Bentuk pemerintahan gereja Advent bersifat representatif, dengan demikian mengakui bahwa wewenang dalam gereja terletak pada anggotanya dan diungkapkan melalui perwakilan yang dipilih secara sepatutnya untuk setiap tingkat organisasi. . . .
  • 12. Bentuk Pemerintahan Gereja “Peraturan Jemaat menerapkan asas representasi ini pada kegiatan jemaat setempat. Masalah perwakilan dalam organisasi dengan status misi diuraikan dalam Peraturan Operasional dan dalam organisasi dengan status konferens melalui Anggaran Dasar dan Rumah Tangga. Bentuk tata kelola ini juga mengakui bahwa pengurapan pendeta kedalam pelayanan injil diakui oleh gereja sedunia.” (Church Manual pp 26-27).
  • 13. 1. Kelompok. Ketika sebuah gereja berkembang, mungkin secara strategis menempatkan kelompok-kelompok kecil anggota atau gereja rumah untuk beroperasi sedemikian rupa untuk melayani anggota yang jauh dan tumbuh di daerah baru yang belum dimasuki. Kelompok ini tetap sebagai anggota gereja induk dan tidak memiliki majelis jemaat atau keanggotaan sendiri. 2. Perkumpulan. Sebuah kelompok dapat menjadi perkumpulan ketika daerah konferens/misi percaya bahwa ada cukup anggota untuk menjadikannya sebuah organisasi yang diyakini dapat bertahan setidaknya 5 tahun. Garis Besar Organisasi Gereja
  • 14. 3. Gereja lokal. Itu adalah sekelompok anggota di lokasi tertentu di mana rapat konstituensi daerah konferens/misi telah memberikan status resmi sebagai gereja lokal atau jemaat mandiri. 4. Konferensi Lokal, Misi atau Wilayah. Itu adalah sekelompok gereja lokal di dalam wilayah geografis tertentu di mana Komite Eksekutif Divisi telah memutuskan untuk menganugerahkan status resmi sebagai daerah konferens, misi atau wilayah, dan kemudian diterima kedalam persaudaraan jemaat di daerah konferens dan misi dalam rapat konstituensi uni. Garis Besar Organisasi Gereja
  • 15. 5. Uni-Konferens atau Uni-Misi. Adalah kumpulan Daerah Konferens atau Misi dalam satu wilayah geografi tertentu dimana rapat konstituensi General Conference telah memutuskan untuk memberikan status Uni Konferens atau Uni Misi. Garis Besar Organisasi Gereja
  • 16. 6. General Conference dan Divisi-Divisinya. General Conference mewakili gambaran gereja sedunia. Anggota konstituensinya diuraikan dalam Anggaran Dasarnya. Untuk memfasilitasi kegiatan sedunia, General Conference telah membentuk kantor regionalnya, dikenal sebagai Divisi dari General Conference, yang telah ditetapkan, melalui keputusan Komite Eksekutif General Conference pada Rapat Tahunan, mengawasi kegiatan administratif secara umum atas sekelompok uni tertentu dan unit gereja lain disatu wilayah geografi tertentu.” (ibíd., p. 28). Garis Besar Organisasi Gereja
  • 17. “Setiap anggota jemaat memiliki hak suara dalam memilih para pemimpin mereka. Utusan-utusan jemaat memilih para pemimpin daerah Konferens mereka. Utusan yang dipilih oleh Konferens setempat memilih para pemimpin Uni, dan para utusan Uni-Uni memilih para pemimpin di General Conference. Dengan pengaturan ini setiap Konferens, institusi, jemaat dan perorangan, secara langsung atau melalui perwakilan mereka, memiliki suara dalam memilih pemimpin yang memikul tanggung jawab utama di General Conference” (Testimony Treasures, vol. 3, p. 241). Garis Besar Organisasi Gereja
  • 18. “Di gereja sekarang ini, Rapat Akbar General Conference, dan Komite Eksekutif General Conference diantara Rapat Akbar, adalah otoritas gerejani tertinggi dalam menjalankan kegiatan administrasi Gereja. Komite Eksekutif General Conference diberi kuasa oleh konstituensinya untuk membentuk organisasi dibawahnya dengan wewenang untuk melaksanakan peran mereka. Oleh karena itu, semua organisasi dan institusi dibawahnya di seluruh Gereja akan mengakui Rapat Akbar General Conference, dan Komite Eksekutif General Conference diantara Rapat Akbar, sebagai otoritas gerejani tertinggi, dibawah Allah, diantara Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. General Conference adalah Otoritas Tertinggi
  • 19. “Ketika terjadi perbedaan di dalam atau di antara gereja dan konferens atau institusi, masalah-masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh kedua-belah pihak dapat disampaikan ke tingkat organisasi yang lebih tinggi. Jika masalah tersebut tidak juga dapat diselesaikan pada tingkat itu, institusi terkait dapat memohon kepada organisasi yang lebih tinggi lagi. Jika masalah tersebut tidak juga dapat diselesaikan pada tingkat tersebut, insitusi yang tidak puas dapat memohon kepada organisasi yang lebih tinggi lagi . . . General Conference adalah Otoritas Tertinggi
  • 20. “. . . Organisasi kemana permohonan itu disampaikan dapat memilih untuk tidak mendengar masalah itu, dengan demikian keputusan organisasi tertinggi yang terlibat dalam masalah itu adalah final. Jika organisasi yang memeriksa keputusan dari organisasi lainnya, mereka tidak bertanggung-jawab atas kerugian dari organisasi mana pun.” (Church Manual pp. 29, 30). General Conference adalah Otoritas Tertinggi
  • 21. “Saya berulang kali diperintahkan oleh Tuhan bahwa keputusan seseorang tidaklah boleh ditentukan oleh keputusan orang lain. Tidak pernah boleh terjadi bahwa pemikiran seseorang atau beberapa orang dianggap cukup bijak dan kuasa untuk mengendalikan pekerjaan, dan mengatakan rencana apa yang harus diikuti. Tetapi bilamana, di General Conference, pertimbangan saudara-saudara dari seluruh wilayah, dilaksanakan, kebebasan pribadi dan pertimbangan pribadi tidak boleh dipertahankan dengan keras kepala tetapi diserahkan. Tidak pernah boleh terjadi seorang pekerja ,menganggap sebagai haknya untuk mempertahankan kebebasan pendiriannya, bertentangan dengan keputusan badan umum” (Testimonies, Vol. 9, pp. 260). General Conference adalah Otoritas Tertinggi

Editor's Notes

  1. For more information, see Church Manual, chapter 3. 
  2. The Seventh-day Adventist Church got its name on October 1, 1860. The name represents well our message, faith, and beliefs. 
  3. “I was shown in regard to the remnant people of God taking a name. Two classes were presented before me. One class embraced the great bodies of professed Christians. They were trampling upon God’s law and bowing to a papal institution. They were keeping the first day of the week as the Sabbath of the Lord. The other class, who were few in number, were bowing to the great Lawgiver. They were keeping the fourth commandment. The peculiar and prominent features of their faith were the observance of the seventh day, and waiting for the appearing of our Lord from heaven… No name which we can take will be appropriate but that which accords with our profession and expresses our faith and marks us as a peculiar people. The name Seventh-day Adventist carries the true features of our faith in front and will convict the inquiring mind. Like an arrow from the Lord’s quiver, it will wound the transgressors of God’s law, and will lead to repentance toward God and faith in our Lord Jesus Christ” (TT 1:80). 
  4. “I was shown in regard to the remnant people of God taking a name. Two classes were presented before me. One class embraced the great bodies of professed Christians. They were trampling upon God’s law and bowing to a papal institution. They were keeping the first day of the week as the Sabbath of the Lord. The other class, who were few in number, were bowing to the great Lawgiver. They were keeping the fourth commandment. The peculiar and prominent features of their faith were the observance of the seventh day, and waiting for the appearing of our Lord from heaven… No name which we can take will be appropriate but that which accords with our profession and expresses our faith and marks us as a peculiar people. The name Seventh-day Adventist carries the true features of our faith in front and will convict the inquiring mind. Like an arrow from the Lord’s quiver, it will wound the transgressors of God’s law, and will lead to repentance toward God and faith in our Lord Jesus Christ” (TT 1:80). 
  5. We have the privilege of belonging to the Seventh-day Adventist Church and carrying forward the preaching of the gospel. We are Adventists because we wait for the return of our Lord Jesus Christ; we keep the seventh day because it is the Sabbath of the Lord, our God, and a sign between Him and His people. 
  6. Historically, the Seventh-day Adventist Church followed three different stages in its formation. The 1840s were its doctrinal formative years; the 1850s and 1860s, its organizational formative years; the 1860s and 1870s, through clear visions, its lifestyle formative years. 
  7. In the 1860’s, with God leading the way, the brethren formed a 19-member committee. Presided by pastor Joseph Bates, they met in Battle Creek. One of the significant leaders of that movement, Pastor James White said that this “child” (the church) was now grown and needed a name. For his part, Esdras Bracket, a layman, proposed that the “church” needed to organize. The motion was immediately approved. So was the suggested name accepted and approved. “We are to be called, Seventh-day Adventist Church,” said David Hewitt, another layman. From that point onwards the following events took place: 
  8. In the 1860’s, with God leading the way, the brethren formed a 19-member committee. Presided by pastor Joseph Bates, they met in Battle Creek. One of the significant leaders of that movement, Pastor James White said that this “child” (the church) was now grown and needed a name. For his part, Esdras Bracket, a layman, proposed that the “church” needed to organize. The motion was immediately approved. So was the suggested name accepted and approved. “We are to be called, Seventh-day Adventist Church,” said David Hewitt, another layman. From that point onwards the following events took place: 
  9. • 1860 – the first local church (Battle Creek) was organized.  • 1861 – the first local conference (in Michigan state) was founded.  • 1863 – the General Conference organized.  • 1901 – Unions were created.  • 1913 – Divisions were created. 
  10. “The Seventh-day Adventist form of governance is representative, which recognizes that authority rests in the membership and is expressed through duly elected representatives at each level of organization, with executive responsibility delegated to representative bodies and officers for the governing of the church at each separate level. The form of government of the Adventist Church is representative, thus recognizing that the authority in the church rests upon its members and is expressed through representatives duly chosen for each organizational level.
  11. “The Church Manual applies this principle of representation to the operations of the local congregation. Issues of representation in organizations with mission status are defined by operating policies and in organizations with conference status by their constitution and bylaws. This form of governance recognizes also that ordination to ministry is recognized by the church worldwide” (Church Manual pp 26-27). 
  12. 1. Group. When a church expands, it may strategically place small groups of members or house-churches to operate in such a way as to minister to members further away and to grow in to new, unentered areas. This group remains as members of the mother church and has no board or membership of its own.  2. Company. A group can become a company when the conference/mission believes there are enough members to make it an organization that will be viable and one that they believe will last at least 5 years. 
  13. 3. Local church. It is a group of members in a specific location upon which the conference/mission constituency meeting has bestowed the official status of church.  4. Local Conference, Mission or Field. It is a group of local churches within a specific geographic area upon which the vote of the Division Executive Committee has bestowed the official status of conference, mission or field, and has been subsequently accepted into the sisterhood of conferences and missions in a union constituency meeting. 
  14. 5. Union-Conference or Union-Mission. It is a group of Conferences within a specific geographic area upon which the constituency meeting of the General Conference has bestowed the official status of Union Conference or Union Mission. 
  15. 6. General Conference and its Divisions. The General Conference represents the worldwide expression of the church. Its constituent membership is defined in its Constitution. To facilitate its worldwide activity, the General Conference has established regional offices, known as divisions of the General Conference, which have been assigned, by action of the General Conference Executive Committee at Annual Councils, general administrative oversight for designated groups of unions and other church units within specific geographical areas” (ibíd., p. 28). 
  16. “Each church member has a voice in order to choose its leaders. The church delegates choose the leaders of the local Conferences. The delegates chosen by local Conferences choose the leaders of the Unions, and the delegates of the Unions choose the leaders of the General Conference. With this arrangement every Conference, institution, church and individual, directly or through their representatives, has a voice in the election of the men who carry the main responsibilities in the General Conference” (Testimony Treasures, vol. 3, p. 241). 
  17. “In the church today, the General Conference Session, and the General Conference Executive Committee between Sessions, is the highest ecclesiastical authority in the administration of the Church. The General Conference Executive Committee is authorized by its constitution to create subordinate organizations with authority to carry out their roles. Therefore, all subordinate organizations and institutions throughout the Church will recognize General Conference Session, and the General Conference Executive Committee between Sessions, as the highest ecclesiastical authority, under God, among Seventh-day Adventists. 
  18. “When differences arise in or between churches and conferences or institutions, matters that are not mutually resolved may be appealed to the next higher organization. If the issue is not solved at that level, the affected entity may appeal to the successively higher organizational. If the matter does not get resolved at this level, the aggrieved entity may appeal to successively higher levels of organization. An organization to which an appeal is forwarded may choose not to hear the matter, in which case the decision of the highest organization involved in the dispute shall be final. When organizations review decisions of other organizations, they do not assume responsibility for the liabilities of any other organization” (Church Manual pp. 29, 30). 
  19. “When differences arise in or between churches and conferences or institutions, matters that are not mutually resolved may be appealed to the next higher organization. If the issue is not solved at that level, the affected entity may appeal to the successively higher organizational. If the matter does not get resolved at this level, the aggrieved entity may appeal to successively higher levels of organization. An organization to which an appeal is forwarded may choose not to hear the matter, in which case the decision of the highest organization involved in the dispute shall be final. When organizations review decisions of other organizations, they do not assume responsibility for the liabilities of any other organization” (Church Manual pp. 29, 30). 
  20. “I have often been instructed by the Lord that no man's judgment should be surrendered to the judgment of any other one man. Never should the mind of one man or the minds of a few men be regarded as sufficient in wisdom and power to control the work, and to say what plans should be followed. But when, in a General Conference, the judgment of the brethren assembled from all parts of the field, is exercised, private independence and private judgment must not be stubbornly maintained but surrendered. Never should a laborer regard as a virtue the persistent maintenance of his position of independence, contrary to the decision of the general body” (Testimonies, Vol. 9, pp. 260).