1SDN Kotalama I Malang merupakan sekolah yang menggunakan Kurikulum Satuan TingkatPendidikan (KTSP) yang diberlakukan mula...
2Pembelajaran dengan metode kooperatif perlu diterapkan di kelas, karena dapatmeningkatkan penguasaan materi dan meningkat...
3MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENCERITAKAN KEMBALI SECARA LISANISI CERPEN MELALUI METODE COOPERATIVE SCRIPT(PTK PADA SISWA KELAS...
4(PTK PADA SISWA KELAS IX SMP PUI CICURUG KOTA TASIKMALAYA TAHUNAJARAN 2012-2013 )RENI SETIAWATINIP. 10651031 200604 2 001...
5penelitian yang penulis analisis diperoleh melalui hasil proses belajar mengajar selama duasiklus . penelitian ini dlaksa...
6berpasangan. Satu siswa secara perorangan ditugasi untuk membacakan cerpen, dan satunyalagi sebagai pendengar . siswa yan...
7Tujuan penelitian yang akan dicapai adalah untuk meningkatkan kemampuan siswadalam mendengar cerpen yang telah dibacakan ...
8A. Kajian TeoriLangkah langkah pemberlajaran model belajar kooperatifr menurut Ibrahim,Muslimin,et,al, (2000:10) adalah s...
9Roger dan Johnson (Lie, Anita,2003:31) menyatakan bahwa ada 5 unsur model pembelajarankerjasama yang harus diterapkan yai...
105. Evaluasi proses kelompokPengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untukmengevaluasi proses kerja kelompo...
11perwatakannya yang ditampilkan dalam sebuah cerita dan dapat memberikan gambaran yangjelas kepada pembaca2. Alur ceritaN...
12BAB IIIMETODOLOGI PENELITIANA. Subjek PenelitianSubjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP PUI Cicuru...
13ALUR DALAM PTK9
14Sumber Kemmis,S & Mc Taggart,R (1990: 14)Tim terdiri dari 3 orang ( 1 peneliti dan 2 orang observer ) . Anggaran tim dap...
151 Reni Setiawati Bahasa Indonesia Peneliti2 Hj. Ida Bahasa sunda Observer3 Ina Sopiani Bahasa Inggris ObserverPada penel...
163. MonitoringKegiatan pada tahap ini adalah melakukan monitoring terhadap pelaksanaan tindakan4. RefleksiRefleksi dilaku...
17sedangkan 2 orang observer mengmati pelaksnaan pembelajaran,. Melalui lembar observasi,observer mencatat segala kegiatan...
18• Maksudnya adalah setiap manusia harus memiliki agama karena agama sangat pentingbagi kehidupan manusia, orang yang tid...
19Tiadalah hartanya beroleh berkat• Harta dari orang yang tidak membayar zakat tidak diridhai oleh AllahBarang siapa menin...
20Apabila dengki sudah bertanahDatanglah daripadanya beberapa anak panah• Hati yang dengki hanya akan merugikan diri sendi...
21• Orang yang bahagia adalah orang yang berhemat dan tidak melakukan perbuatan yangsia-siaJika hendak mengenal orang muli...
22Apabila banyak berlebih-lebihan sukaItu tanda hampirkan duka• Terlalu mengharapkan sesuatu akan menimbulkan kekecewaan y...
23Orang itu jangan engkau percaya• jangan percaya terhadap orang yang suka menganiyaya orang lainLidah suka membenarkan di...
24• Orang yang semasa mudanya tidak menyia-nyiakan waktu dan selalu melangkah di jalanallah swt, maka setan akan menjauhi ...
25Murahkan perangai• Bila ingin disukai orang-orang, kita harus membentuk sikap yang menyenangkanPasal ke-12 (Dua Belas) G...
26Gurindam adalah bentuk puisi lama yang berasal dari kesusastraan Tamil, yakni salah satudaerah yang terletak di India Se...
27Dari radio keluar berita-berita basi, naiknya harga-hargaBukan itu yang disebut perubahan!“dimanakah sebernarnya keindah...
28Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )Bagai rumah tiada bertiang ( b )Jika suami tiada berhati lurus ( c )Istri pun ke...
292. Baris 1 dan 2 sebagai sampiran3. Baris 3 dan 4 merupakan isi4. Bersajak a – b – a – b5. Setiap baris terdiri dari 8 –...
30Di mana hati tak kan rusuh,Ibu mati bapak berjalanKayu jati bertimbal jalan,Turun angin patahlah dahanIbu mati bapak ber...
312.1. PANTUN ANAK-ANAKContoh :Elok rupanya si kumbang jatiDibawa itik pulang petangTidak terkata besar hatiMelihat ibu su...
32http://dahlanforum.wordpress.com/2010/01/11/puisi-lama-mantra-gurindam-syair-pantun/http://megasuryonop.blogspot.com/201...
33data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan deskriptifkuantitatif.Langkah model Cooperative Script yaitu: (1) sis...
34bahasa ialah pendekatan makna. Filsafat Bahasa merupakan salah satu bidang yangmempelajari tentang makna.Makna adalah ba...
35antara bahsa dengan bahasa luar yang disepakati bersama oleh pemakai bahsa sehingga dapatsaling dimengerti.4[4]J.R. Firt...
36sebuah lembaga rumah sakit sebagai lembaga pelayanan publik memaknai sebagaipenghinaan, negativitas citra, dan penyerang...
37dalam makna yang dibangkitkan suatu kata atau kalimat. Selanjutnya Mulyana menyatakanbahwa, makna muncul dari hubungan k...
38dengan ide, misalnya, tidak begitu diperhatika. Sebab itu, sudah sewajarnya bila makna jugadisejajarkan pengertiannya de...
39signal atau tanda, maka isi pesan itu disebut informasi. Permahaman informasi pada diripenerima, bisa disebut dengan isi...
40Dalam nominalisme, hubungan antara makna kata dengan dunia luar semata-mata bersifatarbitrer meskipun sewenang-wenang pe...
41beda. Tiga bentuk pendekatan yang oleh Harman (1968) dianggap lebih tepat disikapi sebagaitiga tataran makna, menurut Al...
42Dialketika arti dan referensi inilah yang memberikan hubungan antara bahasa dan kondisiontologis yang ada di dunia.Kita ...
43Kesadaran pengamatan dan penarikan kesimpulan dalam pemberian julukan, danpemaknaan tersebut, berlangsung melalui bahasa...
44adalah bentuk komunikasi khas dan unik yang memiliki sistemnya sendiri yang bersifatkhusus pula.22[22]F. Pengertian Makn...
45Komponen pembangun gagasan dalam enkode menurut Jerold Kats bisa saja tidak samapersis dengan kode. Akan tetapi yang pas...
46atau pikiran penutur-pendengar, sejalan dengan aktivitas pengolahan pesan danpemahamannya. Sebab itulah, kajian makna ya...
47a. Komponen semantik untuk sesuatu perkataan mempunyai makna tersendiri dan perludiuraikan.b. Uraian makna dalam teori i...
48Teori ini mendefinisikan Makna sebagai kondisi dimana suatu ekspresi itu mungkinsaja benar atau juga salah. Teori ini di...
49positif dan biasa muncul sebagai akibat dari perubahan tata nilai masyarakat terdapat suatuperubahan nilai. 33[33]2. Mak...
50hubungannya dengan dunia luar bahasa, baik berupa objek konkret atau gagasan yang dapatdijelaskan melalui analisis kompo...
511. Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajarandiscovery mata pelajaran IPA pada sis...
52memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diri individuyang mendorong tingkah. lakunya unt...
53dengan menggunakan lembar observasi yang telah disusun. Obsevasi dilakukan oleh 3 orangobserver.4. TestTest dilaksanakan...
54Memberikan penjelasan pada siswa mengenai teknik pelaksanaan model pembelajaranyang akan dilaksanakan2. Pelaksanaan Tind...
55BAB IPENDAHULUANPTK Bahasa Indonesia SMA1.1 Latar Belakang MasalahBerdasarkan pengalaman peneliti pembelajaran membaca b...
56250 kpm x 70 % = 175 kpm. (Harjasujana,200:88). Kalau di Amerika siswa setingkat SMAmemiliki KEM terendah ± 175 kpm, mak...
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Bahan membuat proposal sm
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Bahan membuat proposal sm

846
-1

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
846
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
7
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bahan membuat proposal sm

  1. 1. 1SDN Kotalama I Malang merupakan sekolah yang menggunakan Kurikulum Satuan TingkatPendidikan (KTSP) yang diberlakukan mulai tahun ajaran 2006-2007. Metode pembelajaranyang biasa digunakan di SDN Kotalama I ini adalah metode ceramah dan bersifat klasikal.Hasil observasi awal ditemukan kondisi tentang rendahnya penguasaan materi dan aktivitasbelajar siswa di dalam kelas cenderung ramai dan siswa tidak memperhatikan guru yangsedang mengajar. Permasalahan ini dicoba diatasi dengan penerapan pendekatankonstruktivistik melalui model pembelajaran kooperatif yang berkaitan dengan kehidupansehari-hari dan menuntut keaktifan siswa. Kegiatan belajarnya dilakukan secara kelompokoleh siswa untuk mengaplikasikan teori yang mereka peroleh dan untuk menemukankonsep serta fakta yang diperoleh dari lingkungan sekitar mereka.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan : 1) penerapan pendekatankonstruktivistik dengan model pembelajaran kooperatif pada pelajaran IPS kelas III pokokbahasan lingkungan alam dan buatan. 2) peningkatan aktivitas siswa kelas III SDN Kotalama IMalang. 3) peningkatan penguasaan materi kelas III SDN Kotalama I Malang.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas yang meliputi beberapa tahapyaitu : perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian inidilaksanakan dalam dua siklus dan pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancaradan tes. Data yang dianalisis pada penelitian ini berupa penguasaan materi yang diperolehmelalui hasil penilaian proses belajar mengajar dan hasil penilaian terakhir pembelajaranyang di dapat dari nilai post-test, dan aktivitas siswa diperoleh dari keaktifan siswa selamamelaksanakan kegiatan pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas III B SDNKotalama I Malang, dengan jumlah siswa sebanyak 25 siswa. Penelitian ini dilaksanakanpada tahun ajaran 2008-2009. jenis data yang dipakai dalam penelitian ini berupa nilai IPS,LKS, soal post-test sebanyak 15 soal, lembar observasi penguasaan materi siswa, lembarobservasi aktivitas siswa.Dari hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1.Penerapan pembelajaran kooperatif dapat dilaksanakan dengan baik sesuai rencanapembelajaran, 2. Penerapan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan penguasaanmateri pada mata pelajaran IPS siswa kelas III SDN Kotalama I Kecamatan KedungkandangKota Malang, 3. Penerapan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan aktivitas siswadalam mengikuti kegiatan pembelajaran,4. Sesudah diterapkannya metode pembelajarankooperatif pada siklus I penguasaan materi siswa mendapat nilai rata-rata 67, sedangkanpenguasaan materi siswa lebih meningkat pada siklus II dengan nilai rata-rata 88,64.
  2. 2. 2Pembelajaran dengan metode kooperatif perlu diterapkan di kelas, karena dapatmeningkatkan penguasaan materi dan meningkatkan aktivitas siswa. Dengan dibentukkelompok, siswa dapat saling membantu dalam melakukan suatu kegiatan. Ide-ide yangdiutarakan siswa dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran yang tepat dan mudahdipahami oleh siswa. Guru hendaknya mengembangkan potensi diri siswa dengan caramengemukakan pendapat, menyampaikan sanggahan dan lebih aktif dalam jalannya diskusi.------------------------------------------]Pendidikan merupakan upaya sadar yang mengangkat harkat dan martabat manusia.Dengan pendidikan seseorang dapat mencapai keinginan dan cita-citanya, atau dengan katalain pendidikan merupakan faktor penting untuk mengatasi masalah kemiskinan dankebodohan yang selama ini melilit sebagian dari kehidupan bangsa kita. Penelitian inibertujuan : (1) Mendeskripsikan penerapan Pembelajaran Kooperatif model NumberdHeads Together untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial pada siswa kelasIV SDN Madyopuro 1. (2) Mendeskripsikan apakah penerapan model Kooperatif NumbeeredHeads Together dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam kelompok belajar pada matapelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas IV SDN Madyopuro 1 Keacamatan KedungkandangKota Malang.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sedangkanmetode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini termasuk PenelitianTindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus,masing- masing siklus terdiri dari:(1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek penelitian ini adalahsiswa kelas IV SDN Madyopuro 1. Hasil dari penelitian ini siswa pada pra tindakan yangmenunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar yang dicapai siswa adalah 46,58 dengan 12siswa (29,27 %) yang sudah mencapai ketuntasan dan 29 siswa (70,73 %) yang belummencapai ketuntasan, dapat meningkatkan kemampuan guru dalam merancang sertamengelola pembelajaran.Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa, peningkatan hasil belajar IPSSiswa Kelas IV SDN Madyopuro 1 Setelah Melaksanakan Pembelajaran KooperatifNumbered Heads Together. Peningkatan Keaktifan siswa dalam kelompok pada matapelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial setelah penerapan Model Kooperatif Numbered HeadsTogether siswa kelas IV SDN Madyopuro 1. Bagi guru mata pelajaran Ilmu PengetahuanSosial, disarankan untuk mencoba lebih semaksimal mungkin menerapkan model ataupendekatan tertentu pada proses pembelajaran, yang dapat meningkatkan Hasil belajar dankemampuan berpikir siswa. Selain itu pendekatan seperti ini harus sering mungkindigunakan meskipun pada materi yang berbeda. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untukmenggunakan model yang sama dalam pengajaran di sekolah.
  3. 3. 3MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENCERITAKAN KEMBALI SECARA LISANISI CERPEN MELALUI METODE COOPERATIVE SCRIPT(PTK PADA SISWA KELAS IX SMP PUI CICURUG KOTA TASIKMALAYA TAHUNAJARAN 2012-2013 )Oleh,RENI SETIAWATINIP. 10651031 200604 2 001SMP PUI CICURUG KOTA TASIMALAYAJALAN KOLONEL ABDULAH SALEH NO. 42 KOTA TASIKMALAYAHALAMAN PENGESAHANMENINGKATKAN KEMAMPUAN MENCERITAKAN KEMBALI SECARA LISANISI CERPEN MELALUI METODE COOPERATIVE SCRIPT
  4. 4. 4(PTK PADA SISWA KELAS IX SMP PUI CICURUG KOTA TASIKMALAYA TAHUNAJARAN 2012-2013 )RENI SETIAWATINIP. 10651031 200604 2 001Disyahkan oleh :Kepala Sekolah SMP PUI CicurugAbubakar, S.PdNIP. 19600419 198603 1 009ABSTRAKBerbicara merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam proses belajar yang dialamisiswa. Dalam menceritakan kembali cerpen yang dibacakan biasa di lakukan di SMP PUICicurug Kota Tasikmalaya dengan menggunakan metode cooperative script .Adapaun tujuan penelitian ini adalah untuk menguji penggunaan pendekatankontektual dalam pembelajaran berbicara bahasa Indonesia di kelas IX. Metode penelitianyang penulis gunakan untuk mencapai tujuan di atas adalah penelitian tindakan kelas.Pelaksnaan penelitian ini dirancang dengan menggunakan dua siklus. Setiap siklus terdiri tigatahap yakni : ( 1). Perencanaan tindakan , (2) pelaksanaan tindakan disertai observasi , dan(3) refleksi. Kedua siklus tersebut merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan. Dari
  5. 5. 5penelitian yang penulis analisis diperoleh melalui hasil proses belajar mengajar selama duasiklus . penelitian ini dlaksanakan di kelas IX SMP PUI Cicurug Kota Tasikmalaya.Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kemampuan berbicaramenunjukan peningktan mulai dari hasil tes formatif siklus I sampai setalah mendapatperolehan yaitu melalui siklus II. Hal tersebut berarti penggunaan metode kooperative scriptberhasil meningkatkan keterampilan berbiacara siswa.Kata kunci : keterampilan berbicara , metode cooperative scriptBAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahPembelajaran Bahasa Indonesia dalam menceritakan kembali cerpen yang telahdidengar biasa dilakukan di SMP PUI Cicurug Kota Tasikmalaya, dengan menggunakanmodel pembelajaran langsung. Ternyata hasil yang diperoleh dari rata-rata ulangan harianhanya mencapai 55 . kriteria ketuntasan minimum ( KKM ) yang ditentukan untuk matapelajaran Bahasa Indonesia adalah 75. Artinya untuk kelas IX KKM tidak tercapai . Untukitu diperlukan usaha guru untuk memperbaiki proses pembelajaran yang akan datang,sehingga hasil yang dicapai optimal.Menceritakan kembali secara lisan satu kompetensi dasar yang harus dicapai olehsiswa sekolah kelas IX. Kemampuan menceritakan kembalai sebuah cerpen merupakan salahsatu jenis kemampuan berbicara yang sangat penting bagi siswa dalam menjalani kehidupansehari – hari.Pebelajaran menceritakan kembali secara lisan cerpen yang sudah diberikan dalampembelajaran tersebut, peneliti mengelompokan siswa yang terdiri dari dua orang siswa untuk
  6. 6. 6berpasangan. Satu siswa secara perorangan ditugasi untuk membacakan cerpen, dan satunyalagi sebagai pendengar . siswa yang berperan sebagai pendengar menceriktakan kembalicerpen yang telah dibacakan oleh temannya.1Hasil refleksi diperoleh data bahwa saelama proses pembelajaran, siswa banyak yangmengeluh dan muncul rasa tidak percaya diri mereka merasa kesulitan dalam mendengarkancerpen yang di dengar. Ini merupaka gambaran kegagalan proses pembeljaran .salah satumodel pembelajaran yang dapat mengatasi kegagalan pembelajaran tersebut yaitu penulismencoba dengan menggunakan metode cooperative script yaitu secara berpasangan, siswabergantian membacakan cerpen , dan yang satu lagi mendengarkan,. Selanjutnya siswa yangtelah mendengarkan menceritakan kembali apa yang telah di dengarTerdapat berbagai model pembelajaran yang dapat dipilih salah satunya adalah modelpembelajaran cooperative menurut Karli, Hilda dan Margaretha, S.Y. (2007: 70 )” Modelcooperative learning adalah salah satu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikapatau prilaku bersama dalam bekerja atau membantu diantara sesama dalam struktur kerjasama yang tertur dalam kelompok.” Pada model pembelajaran cooperative terdapat berbagaitipe diantaranya Student team achievement division ( STAD), Numberd head together (NHT) tean games Taurnament (TGT), JIGSAW.B. Rumusan MasalahBerdasarkan judul penelitian tersebut , peneliti mengajukan pertanyaan sebagairumusan masalah.Apakah melalui kemampuan menceritakan kembali secara lisan isi cerpen melaluimetode cooperative script dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa kelas IX SMP PUICicurug Kota Tasikmalaya ?C. Tujuan Penelitian
  7. 7. 7Tujuan penelitian yang akan dicapai adalah untuk meningkatkan kemampuan siswadalam mendengar cerpen yang telah dibacakan melalui metode cooperative script. Sesuaidengan rumusan masalah pada penelitian ini., maka tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui apakah penggunaan metode cooperative script dalam menceritakan kembalicerpen yang telah dibacakan dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa kelas IX SMP PUIKota Tasikmalaya.D. Manfaat PenelitianHasil penelitian ini diharapkan akan bermanfaat bagi :1. Guru- Dapat meningkatkan kualitas PBM- Dapat mieningkatkan keterampilan dalam menggunakan berbagai metode dan pendekatanpembelajaran2. Siswa- Dapat meingkatkan kemampuan berbicara- Dapat meningkatkan percaya diri, aktip dan kreatif dalam mengunakan metodecooperative script- Dapat meningkatkan suasana belajar yang menyenangkan3. Sekolah- Menumbuhkan budaya meneliti- Sebagai masukan untuk guru dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa melaluimetode cooperative scriptBAB IIKAJIAN TEORI DAN PUSTAKA
  8. 8. 8A. Kajian TeoriLangkah langkah pemberlajaran model belajar kooperatifr menurut Ibrahim,Muslimin,et,al, (2000:10) adalah sebagai berikut :Tabel 2.1Langkah langkah model pembelajaranFase Tingkah laku guruFase-1Menyampaikan tujuandan motivasiGuru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi.Fase-2Menyajikan informasiGuru menyampaikan informasi kepada siswa dengan jalandemontrasi atau lewat bacaanFase-3Mengorganisasikansiswa dalam kelompokkelompok belajarGuru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranyamembentuk kelompok belajar dan membantu setiapkelompok agar melakukan transisisi secara efisienFase-4Membimbing kelompokbekerja dan belajarGuru membimbing kelompok- kelompok belajar pada saatmereka mengerjakan tugas - tugas merekaFase-5evaluasi4Guru mengevaluasi hasil belajar tentang yang telahdipelajari atau masing - masing kelompokmempresentasikan hasil kerjanyaFase-6MemberikanpenghargaanGuru mencari cara-cara untuk menghargai baik upayamaupun hasil belajar invidu dua kelompokSumber : Ibrahim, Muslimin ,et,al.(2000:10)
  9. 9. 9Roger dan Johnson (Lie, Anita,2003:31) menyatakan bahwa ada 5 unsur model pembelajarankerjasama yang harus diterapkan yaitu1. Saling ketergantungan positifDalam interaksi kooperatif ini, guru memberikan motivasi kepada siswauntuk menciptakan suasana belajar yang saling membutuhkan. Adanya interaksi yang salingmembutuhkan ini disebut saling ketergantungan positif.2. Tanggung jawab perseoranganJika setiap tugas dan pola penilaian dibuat menurut prosedur modelpembelajaran Cooperative Learning, setiap siswa akan merasa bertanggung jawab untukmelakukan yang terbaik. Pengajaran yang efektif dalam model pembelajaran cooperatiflearning membuat persiapan dan menyusun tugas sedemikian rupa sehingga masing-masinganggota kelompok harus melaksakan tanggung jawab sendiri sendiri agar tugas selanjutnyadalam kelompok dapat dilaksanakan3. Tatap mukaSetiap kelompok harus diberikan kesempatan untuk bertemu muka danberdiskusi. Kegiatan interaksi ini akan memberikan pembelajaraan untuk membentuk sinergiyang menguntungkan semua anggota. Inti dari sinergi adalah menghargai perbedaan,memanfaatkan kelebihan, dan mengisi kekurangan masing, masing.4. Komunikasi antar anggotaUnsur ini juga menghendaki agar para pembelajar dibekali dengan berbagaiketerampilan berkomunikasi. Sebelum menugaskan siswa dalam kelompok, pengajar perlumengajarkan cara – cara berkomunikasi. Tidak setiap siswa mempunyai keahlianmendengarkan dan berbicara. Keberhasilan suatu kelompok juga tergantung kesediaan paraanggotanya untuk saling mendengarkan dan kemampuan mereka untuk mengutarakanpendapat mereka.
  10. 10. 105. Evaluasi proses kelompokPengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untukmengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar selanjutnya bisabekerja sama lebih efektif.Selanjutnya untuk memudahkan guru dalam pembentukan kelompokkooperatif Lie, Anita (2001:41) menjelaskan tentan prosedur pembagian kelompok, yakni :Kelompok heterogonitas bisa dibentuk dengan memperhatikan keanekaragaman gender,latang belakan sosio-ekonomi dan etnik, serta kemampuan akademis.dalam hal kekmapuanakademis , kelompok pembelajaran kooperatif rearning bisasanya terjdiri dari satu orangberkemampuan akademis tinggi, dua orang dengan kemampuan sedang, dan satu lainnya darikelompok kemmpuan akademis kurang.Menceritakan kembali cerpen, adalah salah satu kompetensi dasar yang harusdi capai oleh siswakelas IX, dalam kurikulum 2009 adalah menceritakan kembali secara lisanisi cerpen.Indikatornya adalah :1. menceritakan kembali isi cerpen yang telah dibaca2. teknik pembelajaran dengan melakukan tindakan yang menggunakan metode CooperativeScript bertujuan agar siswa dapat dengan mudah, senang dan bergairah dalam memahamicerpen.Cerpen atau cerita pendek adalah cerita yang wujud fisiknya pendek. Ceritapendek dapat dibaca sekitar 10 menit sampai setengah jam jumlah katanya sekitar 500-5000kata ( KTSP 2006 : 69 ).1. Tokoh cerita“Tokoh cerita adalah pelukisan yang jelas tentang ditampilkan dalam sebuah cerita “ .( Nurgiantoro , 2000 : 164 )Berdasarkan penjelasan tersebut, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa yangdimaksud dengan tokoh cerita adalah pelukisan yang jelas, tentang siapa dan bagaimana
  11. 11. 11perwatakannya yang ditampilkan dalam sebuah cerita dan dapat memberikan gambaran yangjelas kepada pembaca2. Alur ceritaNurgiantoro (2000: 142 ) menjelaskan alur cerita merupakan unsur waktu, baikdikemukakan secara eksplisit atau inflisit. Alur cerita tidak harus disajikan secara urutanwaktu, runtut atau kronilogis yang mulai dengan peristiwa awal , kemudian disusul denganperistiwa tengah dan diakhiri dengan peristiwa akhir3. Latar ceritaNurgiantoro ,( 2000: 142) menjelaskan latar merupakan landasan tumpu yangmengarah pada tempat, waktu, dan lingkungan sosial terjadinya peristiwa-peristiwa yangdiceritakan.4. KonflikNurgiantoro (2000 : 122) menjelaskan bahwa konflik mengacu pada pertarunganantara dua kekuatan yang seimbang dan menyiratkan ada aksi dan reaksi.Cooperative Script ( Dansereau Cs. ,1985)Script Cooperative : metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan danbergantian secara lisan mengihtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari.B. Hipotesis TindakanBerdasarkan rumusan masalah dan kajian teori, maka hipotesis tindakan dalampenelitian ini adalah penggunaan metode Cooperative script dapat meningkatkan ketuntasanbelajar siswa kelas IX SMP PUI Cicurug kota Tasikmalaya, pada materi menceritakankembali secara lisan cerpen yang dibacakan, maka siswa dapat menceritakan isi cerpendengan baik.
  12. 12. 12BAB IIIMETODOLOGI PENELITIANA. Subjek PenelitianSubjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP PUI Cicurug KotaTasikmalaya yang berjumlah 20 siswa terdiri dari 11 orang laki-laki dan 9 orang perempuan .B. Setting PenelitianPenelitian ini dilaksanakan di SMP PUI Cicurug Kota Tasikmalaya yang beralamat dijalan Kolonel Abdullah Saleh No. 42 Kota TasikmalayaC. Desain PenelitianRancangan penelitian ini menggunakan model Kemmis , S & MC Taggart,R ( 1990 ) :14 )
  13. 13. 13ALUR DALAM PTK9
  14. 14. 14Sumber Kemmis,S & Mc Taggart,R (1990: 14)Tim terdiri dari 3 orang ( 1 peneliti dan 2 orang observer ) . Anggaran tim dapatdilihat pada tablel 3.1.Tabel 3.1.Daftar TimNo Nama Mata pelajaran Keterangan
  15. 15. 151 Reni Setiawati Bahasa Indonesia Peneliti2 Hj. Ida Bahasa sunda Observer3 Ina Sopiani Bahasa Inggris ObserverPada penelitian tindakan kelas ini membahas materi menceritakamn kembali isicerpen yang telah didengar yang dilaksanakan 2 jam pelajaran 1 pertemuan indikator materidapat dilihat pada tablel 3.2.Tabel 3.2Materi dan Indikator PembelajaranNo Materi / indikator Waktu siklus1 Menentukan bagian – bagian cerita dengan panduantahap tahap dalam alur2 jam 1D. Rencana Tindakan1. Rencana tindakan penelitian menggunakan metode ooperative script dalam tindakanpembelajaran.2. Langkah langkah penelitian ini adalah sebagai berikuta. Menyususn instrumen pembelajaranb. Menyusun instrument observasic. Mengadakan diskusi antar anggotad. Sosialisasi kepada siswae. Melaksanakan tindakan dalam kegiatan pembelajaranf. Melakukan refleksig. Menyusun strategi pembelajaran pada siklus 2 berdasar refleksi siklus Ih. Melaksanakan kegiatan pembelajaran pada siklus IIi. Melakukan observasij. Melaksanakan refleksi pada siklus II
  16. 16. 163. MonitoringKegiatan pada tahap ini adalah melakukan monitoring terhadap pelaksanaan tindakan4. RefleksiRefleksi dilakukan dengan cara mendiskusiskan masalah dalam kelas penelitian danmenentukan adanya inplementasi tindakan5. Data dan cara pengumpulan dataSumber data dan penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP PUI Cicurug Kota TasikmalayaE. Jenis Instrumen Dan Cara PenggunaanyaJenis instrument yang digunakan adalah ulangan harian, dengan masing-masingulangan harian soalnya sebanyak 5 butir soal berbentuk uraian ulangan harian dilaksanakansetiap akhir siklusF. Pelaksanaan TindakanPelaksanaan tindakan dilaksanakan 2 siklus . siklus I membahas indikatormenentukan bagian bagian cerita dengan panduan tahap tahap dalam alur dengan waktu yangdiperlukan 2 pertemuan. Setelah pembelajaran selesai dilanjutkan dengan ulangan hariansiklius I, setiap pembelajaran selesai dilaksanakan refleksi. Siklus II membahas indikatormenceritakan kembali secara lisan isi cerpen sesuai dengan alur aslinya dengan waktu yangdiperlukan 2 pertemuan. Setelah pembelajaran selesai dilanjutkan dengan ulangan hariansiklus 2. Setiap pembelajaran selesai dilaksanakan refleksi.G. Cara Pengamatan (Monitoring)Pengamatan (monitoring dilaksakan pada saat pembelajaran berlangsung. Penelitibersama 2 oran g observer berada di dakam kelas. Peneliti melaksanakan pembelajaran,
  17. 17. 17sedangkan 2 orang observer mengmati pelaksnaan pembelajaran,. Melalui lembar observasi,observer mencatat segala kegiatan yang terjadi saat proses pembelajara n berlangsung. Hal itudimaksudkan sebagai bahan dalam melaksanakan refleksi.H. Analisis Data Dan RefleksiAnalisis data diperoleh dari hasil ulangan harian untuk setiap siklus. Selanjutnya akandilihat apakah peningkatan dari siklus I ke siklus II. Refleksi dilaksanakan oleh penelitibersama 2 orang observer setiap selesai melaksanakan pe mbelajaran dan dilaksanakan di luarjam pemlajaranhttp://bindokotasmgmp.blogspot.com/2013/01/v-behaviorurldefaultvmlo_2732.htmlDari bahasa yang di bentuk menjadi sebuah kata lalu menjadi kalimat yang mempunyaimakna yang terkandung di dalamnya dan Ciri-Ciri yang Terkandung Dalam Gurindam 121. RangkapDi dalam setiap pasal di Gurindam mempunyai dua baris dalam serangkap atau beberapabaris dalam serangkap. Setiap baris ke baris di dalam gurindam 12 membawa makna yanglengkap dan saling berkesinambungan antara baris pertama terhadap baris berikutnya. Barispertama biasanya dikenali sebagai “syarat” dan baris kedua sebagai “jawab”. Baris pertamaatau “syarat” menyatakan suatu pikiran atau peristiwa sedangkan baris kedua atau “jawab”menyatakan keterangan atau menjelaskan apa yang telah dinyatakan oleh baris atau ayatpertama tadi.2. PerkataanJumlah perkataan sebaris tidak tetap.3. Suku KataJumlah suku kata tidak tetap.4. RimaRima akhir tidak tetap.5. maksud dari setiap pasal gurindamGurindam termasuk ke dalam puisi lama yang banyak terdapat dalam masyarakat MelayuIndonesia. Gurindam yang terkenal adalah Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji (1809-1872). Gurindam ini dinamakan Gurindam Dua Belas karena gurindam tersebut terdiri daridua belas pasal. Hampir semua lariknya mempunyai rima yang sama dalam satu baitPasal Pertama (1) Gurindam 12Barang siapa tiada memegang agamaSegala-gala tiada boleh dibilang nama
  18. 18. 18• Maksudnya adalah setiap manusia harus memiliki agama karena agama sangat pentingbagi kehidupan manusia, orang yang tidak mempunyai agama akan buta arah menjalankanhidupnyaBarang siapa mengenal yang empatMaka yaitulah orang yang ma’rifat• Untuk mencapai kesempurnaan didalam menjalani hidup, manusia harus mengenal empatzat yang menjadikan manusia mula-mulaBarang siapa mengenal Allah SWTSuruh dan tegaknya tiada ia menyalah• Orang yang mengenal Allah SWT, harus melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, tidak akan melanggar aturannyaBarang siapa mengenal diriMaka telah mengenal akan Tuhan yang bahri• Orang yang bergama tidak akan memiliki identitas diri dan tidak akan dekat dengan allahswt.Barang siapa mengenal duniaTahulah ia barang yang terpedaya• Kita dapat mengetahui kebesaran Allah lewat manusia, makhluk ciptaan-Nya yang palingsempurna. Manusia yang berorientasi pada kebahagiaan atau hanya mencari kebahagiaan didunia saja, sebenarnya ia akan tertipu dan menyadarinya bahwa di dunia itu hanya sesaatBarang siapa mengenal akhiratTahulah ia dunia mudharat• Di dunia ini kita hanya hidup sesaat, setelah kita wafat setiap manusia akan dimintakanpertanggung jawabannya di akhirat nanti.Pasal Kedua (2) Gurindam 12Barang siapa mengenal yang tersebutTahulah ia makna takut• Semakin seorang dekat dan mengetahui tentang agamanya pasti manusia tersebut akantakut dan orang tersebut harus menjalani Perintah-perintah-Nya dan wajib kita laksanakanBarang siapa meninggalkan sembahyangSeperti rumah tiada bertiang• Orang yang tidak sembahyang bagaikan rumah yang tidak mempunyai tiang, shalatmerupakan pegangan hidupBarang siapa meninggalkan puasaTidaklah mendapat dua termasa• Orang yang meninggalkan ibadah puasa akan kehilangan dunia dan akhirat, berarti Allahtidak akan menjaga orang ituBarang siapa meninggalkan zakat
  19. 19. 19Tiadalah hartanya beroleh berkat• Harta dari orang yang tidak membayar zakat tidak diridhai oleh AllahBarang siapa meninggalkan hajiTiadalah ia menyempurnakan janji• Orang yang tidak naik haji (apalagi jika ia mampu) tidak menyempurnakan janjinya sebagaiorang IslamPasal Ketiga (3) Gurindam 12Apabila terpelihara mataSedikitlah cita-cita• mata harus di pergunakan sebaik-baiknya jangan sampai kita meliahat apa yang dilarangoleh allah swtApabila terpelihara kupingKhabar yang jahat tiadalah damping• Telinga harus dijauhkan dari segala macam bentuk gunjingan dan hasutanApabila terpelihara lidahNiscaya dapat daripadanya faedah• Orang yang menjaga omongannya akan mendapatkan manfaat.Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tanganDaripada segala berat dan ringan• Jangan mengambil barang yang bukan hak kitaApabila perut terlalu penuhKeluarlah fi’il yang tidak senonoh• Nafsu harus dijaga supaya tidak melakukan perbuatan yang dilarangAnggota tengah hendaklah ingatDi situlah banyak orang yang hilang semangat• Hidup harus dijalani penuh semangatHendaklah peliharakan kakiDaripada berjalan yang membawa rugi• Jangan merugikan diri dengan melakukan hal-hal yang mubajir dan maksiat. Melangkahlahdijalan yang benar dan di ridhoiPasal keempat (4) Gurindam 12Hati itu kerajaan di dalam tubuhJikalau zalim segala anggota tubuh pun rubuh• Jagalah hati dari perbuatan yang di larang oleh agama
  20. 20. 20Apabila dengki sudah bertanahDatanglah daripadanya beberapa anak panah• Hati yang dengki hanya akan merugikan diri sendiriMengumpat dam memuji hendaklah pikirDi situlah banyak orang yang tergelincir• Berbicara harus dipikir supaya tidak celaka karenanyaPekerjaan marah jangan dibelaNanti hilang akal di kepala• Amarah adalah perbuatan sia-sia, jaga lah amarah kitaJika sedikitpun berbuat bohongBoleh diumpamakan mulutnya itu pekung• Orang yang pernah berbohong, sedikit apa pun dustanya, akan terus tampak di mataorang lainTanda orang yang amat celakaAib dirinya tiada ia sangka• Orang yang paling celaka adalah orang yang tidak menyadari kesalahannya sendiri sampaiharus dikatakan oleh orang lainBakhil jangan diberi singgahItulah perompak yang amat gagah• Sifat pelit akan menguras hartanya sendiri, berarti dengan menjadi dermawan justru hartakita akan bertambahBarang siapa yang sudah besarJanganlah kelakuannya membuat kasar• Jagalah setiap perbuatan kitaBarang siapa perkataan kotorMulutnya itu umpama ketor• Kelakuan dan kata-kata hendaklah selalu halus dan bersih.Di manakah salah diriJika tidak orang lain yang berperi• Jika kita berbuat kesalahan kita harus minta maafPekerjaan takbur jangan direpihSebelum mati didapat juga sepih• Jangan mengambil pekerjaan yang haramPasal Kelima (5) Gurindam 12Jika hendak mengenal orang berbangsaLihat kepada budi dan bahasa• Orang yang mulia dan berbangsa dapat kita lihat dari perilaku dan tutur katanyaJika hendak mengenal orang yang berbahagiaSangat memeliharakan yang sia-sia
  21. 21. 21• Orang yang bahagia adalah orang yang berhemat dan tidak melakukan perbuatan yangsia-siaJika hendak mengenal orang muliaLihatlah kepada kelakuan dia• Untuk mengetahui apakah orang itu mulia maka lihatlah sikapnyaJika hendak mengenal orang yang berilmuBertanya dan belajar tiadalah jemu• Orang yang pandai tidak pernah jemu untuk belajar dan memetik pelajaran dari hidupnyadi duniaJika hendak mengenal orang yang berakalDi dalam dunia mengambil bekal• Orang yang berakal adalah orang yang teleh mempersipkan bekal waktu hidp di dunia iniJika hendak mengenal orang yang baik perangaiLihat pada ketika bercampur dengan orang ramai• Jika ingin mengetahui sift baik dari seseorang maka lihatlah saat di bergaul denganmasyarakatPasal Keenam (6) Gurindam 12Cahari olehmu akan sahabatYang boleh dijadikan obat• sahabat yang setia dan dapat membantu kitaCahari olehmu akan guruYang boleh tahukan tiap seteru• Carilah guru yang serba tahu dan tidak menyembunyikan hal-hal burukCahari olehmu akan isteriYang boleh menyerahkan diri• Istri yang patut diambil adalah istri yang berbaktiCahari olehmu akan kawanPilih segala orang yang setiawan• Carilah teman yang setia diasaat kita senang maupun susahCahari olehmu akan abdiYang ada baik sedikit budi• pengikut, pembantu, budak yang baik untuk diambil adalah abdi yang berbudi.Pasal Ketujuh (7) Gurindam 12Apabila banyak berkata-kataDi situlah jalan masuk dusta• Orang yang banyak bicara memperbesar kemungkinan berdusta
  22. 22. 22Apabila banyak berlebih-lebihan sukaItu tanda hampirkan duka• Terlalu mengharapkan sesuatu akan menimbulkan kekecewaan yang mendalam saatsesuatu itu tidak seperti yang diharapkanApabila kita kurang siasatItulah tanda pekerjaan hendak sesat• Setiap pekerjaan harus ada persiapannyaApabila anak tidak dilatihJika besar bapanya letih• Anak yang tidak di didik semasa kecilnya akan menyebabkan saat anak itu sudah tumbuhdewasa akan membangkan orang tuaApabila banyak mencacat orangItulah tanda dirinya kurang• Jangan suka menghina orang lainApabila orang yang banyak tidurSia-sia sajalah umur• Pergunakan lah waktu sebaik-baiknyaApabila mendengar akan kabarMenerimanya itu hendaklah sabar• Jika menerima kabar duka atau kabar yang kurang menyenangkan maka kita harus sabardan menerima dengan lapang dadaApabila mendengar akan aduanMembicarakannya itu hendaklah cemburuan• Jangan mudah terpengaruh akan omongan orang lainApabila perkataan yang lemah lembutLekaslah segala orang mengikut• Perkataan yang lemah-lembut akan lebih didengar orang daripada perkataan yang kasarApabila perkataan yang amat kasarLekaslah orang sekalian gusar• Perkataan orang yang kasar membuat orang yang berada didekatnya resahApabila pekerjaan yang amat benarTidak boleh orang berbuat onar• Orang yang benar jangan disalahkan (difitnah atau dikambinghitamkan).Pasal Kedelapan (8) Gurindam 12Barang siapa khianat akan dirinyaApalagi kepada lainnya• orang yang ingkar dan aniaya terhadap dirinya sendiri tidak dapat dipercayaKepada dirinya ia aniaya
  23. 23. 23Orang itu jangan engkau percaya• jangan percaya terhadap orang yang suka menganiyaya orang lainLidah suka membenarkan dirinyaDaripada yang lain dapat kesalahannya• Jangan suka menyalahkan orang lain, dan mengganggpa bahwa diri kita paling benarDaripada memuji diri hendaklah sabarBiar daripada orang datangnya kabar• Pujian tidak usah dibuat sendiri tapi tunggulah datangnya dari orang lainOrang yang suka menampakkan jasaSetengah daripadanya syirik mengaku kuasa• Jangan menginginkan imbalan dari setiap jasa yang telah kita perbuatKejahatan diri disembunyikanKebajikan diri diamkan• Sifat-sifat jelek dalam diri kita jangan ditampakkan, begitu pula kebaikan-kebaikan yangtelah kita perbuatKe’aiban orang jangan dibukaKe’aiban diri hendaklah sangka• Jangan membuka aib atau keburukan dari orang lain, kesalahan diri sendiri harus disadariPasal ke Sembilan (9) Gurindam 12Tahu pekerjaan tak baik tetapi dikerjakanBukannya manusia yaitulah syaitan• Manusia yang sudah mengetahui bahwa pekerjaan yang di larang oleh allah swt, makamanusia tersebut tidak dapat di katakan manusiaKejahatan seorang perempuan tuaItulah iblis punya penggawa• Kejahatan seorang perempuan tua bagaikan pimpinan setanKepada segala hamba-hamba rajaDi situlah syaitan tempatnya manja• Jangan menjilat pada rajaKebanyakan orang yang muda-mudaDi situlah syaitan tempat bergoda• Semasa muda jagalah iman kita jangan sampai tergoda oleh rayuan setanPerkumpulan laki-laki dengan perempuanDi situlah syaitan punya jamuan• Jika terdapat seorang lelaki dan seorang perempuan maka disitu pulalah setan beradauntuk menggangu iman orang tersebutAdapun orang tua yang hematSyaitan tak suka membuat sahabat
  24. 24. 24• Orang yang semasa mudanya tidak menyia-nyiakan waktu dan selalu melangkah di jalanallah swt, maka setan akan menjauhi orang tersebutJika orang muda kuat berguruDengan syaitan jadi berseteru• orang muda yang gemar belajar dijauhi oleh setan.Pasal ke Sepuluh (10) Gurindam 12Dengan bapa jangan derhakaSupaya Allah tidak murka• Jangan durharka terhadap bapaDengan ibu hendaklah hormatSupaya badan dapat selamat• Setiap anak harus hormat dan patuh terhadap ibunya karena surga di telapak kaki ibu danibu mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan anaknyaDengan anak janganlah lalaiSupaya boleh naik ke tengah balai• Jagalah anak karena anak merupakan titipan tuhanDengan kawan hendaklah adilSupaya tangannya jadi kapil• Bersikap adilah sesama temanPasal ke-11 (sebelas) Gurindam 12Hendaklah berjasaKepada yang sebangsa• Bejasa lah bagi negara dan bangsa, optimalkan setiap kemampuan yang kita punyasehingga kita bisa mengharumkan nama bangsaHendak jadi kepalaBuang perangai yang cela• Jadilah pemimpin yang tidak mempunyai sikap tercelaHendaklah memegang amanatBuanglah khianat• Jagalah setiap kepercayaan yang telah diberikan oleh orang lainHendak marahDahulukan hujjah• Amarah sebaiknya ditahan untuk mendahulukan keperluan (hajat).Hendak dimaluiJangan memalui• Jangan mendahulukan diri sendiri, berarti kita harus antriHendak ramai
  25. 25. 25Murahkan perangai• Bila ingin disukai orang-orang, kita harus membentuk sikap yang menyenangkanPasal ke-12 (Dua Belas) Gurindam 12Raja mufakat dengan menteriSeperti kebun berpagarkan duri• Hubungan raja dengan menteri adalah saling menjaga satu sama lain, dan harusbekerjasamaBetul hati kepada rajaTanda jadi sebarang kerja• Raja yang baik atau raja yang mendapat petunjuk dari Allah adalah raja yang adil terhadaprakyatnyaHukum adil atas rakyatTanda raja beroleh inayat• Hukum harus didasari oleh hak asasi manusiaKasihkan orang yang berilmuTanda rahmat atas dirimu• Orang yang berilmu akan dikaruniai oleh Allah dan dihormati orang lainHormat akan orang yang pandaiTanda mengenal kasa dan cindai• Hormatilah setiap manusiaIngatkan dirinya matiItulah asal berbuat bakti• Bila manusia mengingat kematiannya nanti, ia akan lebih berbakti pada AllahAkhirat itu terlalu nyataKepada hati yang tidak buta• . Orang yang tidak buta hatinya tahu kalau akhirat itu benar-benar ada.Sebab efisien-untuk memberikan tuntunan moral yang berbasis agama pada rakyatnya melalui karyanya .Tanpa meningggalkan keindahannya sebagai karya sastra,-untuk memberikan himbauan dan nasihat tentang ibadah, kewajiban raja, kewajiban anak,kewajiban orang tua, budi pekerti, dan hidup bermasyarakat yang dapat dijadikan pedomanhidup orang banyakSebab finalAgar syair gurindam ini bisa di aplikasikan untuk kehidupan sehari-harihttp://afriliansastra.blogspot.com/2011/02/menganalisi-gurindam-12-menggunakan.html
  26. 26. 26Gurindam adalah bentuk puisi lama yang berasal dari kesusastraan Tamil, yakni salah satudaerah yang terletak di India Selatan.Ciri-ciri Gurindam:1. Tiap bait terdiri atas dua baris.2. Terdiri atas 10-14 sukukata dalam tiap baris.3. Bersajak a-a4. Bait pertama merupakan sebab atau alasan, sedangkan bait kedua merupakan akibatatau balasan.5. Berisi nasihat, petuah, atau filsafat.Contoh gurindam:Jika kena penyakit kikirSanak saudara lari menyingkirKurang pikir, kurang siasatTentu dirimu kelak tersesatPikir dahulu sebelum berkataSupaya terelak silang sengketaA.PENGERTIANPuisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan.Aturan- aturan itu antara lain :1. Jumlah kata dalam 1 baris2. Jumlah baris dalam 1 bait3. Persajakan (rima)4. Banyak suku kata tiap baris5. IramaContoh Puisi LAMA:Saat di meja makan pertama:muncul seribu bayangan dukabanyak yang berlalu, pagi ituorang masih mabuk dengan impiannya
  27. 27. 27Dari radio keluar berita-berita basi, naiknya harga-hargaBukan itu yang disebut perubahan!“dimanakah sebernarnya keindahan bersemayam?”Saat di meja makan kedua :kesepian menekan tiba-tibaada jerit dari lorong tak bertepimaka hidup hanya sebuah perjalanan lurus, tak berjiwabukan pengembaraan, bukan petualangan:meneruskan yang sudah adapadahal hidup berjalan ke depanB. MACAM-MACAM PUISI LAMA1. MANTRAMantra adalah merupakan puisi tua, keberadaannya dalam masyarakat Melayu padamulanya bukan sebagai karya sastra, melainkan lebih banyak berkaitan dengan adat dankepercayaan.Contoh:Assalammu’alaikum putri satulung besarYang beralun berilir simayangMari kecil, kemariAku menyanggul rambutmuAku membawa sadap gadingAkan membasuh mukamu2.GURINDAMGurindam adalah puisi lama yang berasal dari Tamil (India)CIRI-CIRI GURINDAM:a. Sajak akhir berirama a – a ; b – b; c – c dst.b. Berasal dari Tamil (India)c. Isinya merupakan nasihat yang cukup jelas yakni menjelaskan atau menampilkan suatuisebab akibat.Contoh :Kurang pikir kurang siasat (a)Tentu dirimu akan tersesat (a)
  28. 28. 28Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )Bagai rumah tiada bertiang ( b )Jika suami tiada berhati lurus ( c )Istri pun kelak menjadi kurus ( c )3. SYAIRSyair adalah puisi lama yang berasal dari Arab.CIRI – CIRI SYAIR :a. Setiap bait terdiri dari 4 barisb. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku katac. Bersajak a – a – a – ad. Isi semua tidak ada sampirane. Berasal dari ArabContoh :Pada zaman dahulu kala (a)Tersebutlah sebuah cerita (a)Sebuah negeri yang aman sentosa (a)Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)Negeri bernama Pasir Luhur (a)Tanahnya luas lagi subur (a)Rakyat teratur hidupnya makmur (a)Rukun raharja tiada terukur (a)Raja bernama Darmalaksana (a)Tampan rupawan elok parasnya (a)Adil dan jujur penuh wibawa (a)Gagah perkasa tiada tandingnya (a)4.PANTUNPantun adalah puisi Melayu asli yang cukup mengakar dan membudaya dalam masyarakat.CIRI – CIRI PANTUN :1. Setiap bait terdiri 4 baris
  29. 29. 292. Baris 1 dan 2 sebagai sampiran3. Baris 3 dan 4 merupakan isi4. Bersajak a – b – a – b5. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata6. Berasal dari Melayu (Indonesia)Contoh :Ada pepaya ada mentimun (a)Ada mangga ada salak (b)Daripada duduk melamun (a)Mari kita membaca sajak (b)MACAM-MACAM PANTUN1. DILIHAT DARI BENTUKNYAa. PANTUN BIASAPantun biasa sering juga disebut pantun saja.Contoh :Kalau ada jarum patahJangan dimasukkan ke dalam petiKalau ada kataku yang salahJangan dimasukan ke dalam hati2. SELOKA (PANTUN BERKAIT)Seloka adalah pantun berkait yang tidak cukup dengan satu bait saja sebab pantun berkaitmerupakan jalinan atas beberapa bait.CIRI-CIRI SELOKA:a. Baris kedua dan keempat pada bait pertama dipakai sebagai baris pertama dan ketiga baitkedua.b. Baris kedua dan keempat pada bait kedua dipakai sebagai baris pertama dan ketiga baitketigac. Dan seterusnyaContoh :Lurus jalan ke Payakumbuh,Kayu jati bertimbal jalan
  30. 30. 30Di mana hati tak kan rusuh,Ibu mati bapak berjalanKayu jati bertimbal jalan,Turun angin patahlah dahanIbu mati bapak berjalan,Ke mana untung diserahkan3. TALIBUNTalibun adalah pantun jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya6, 8, 10 dan seterusnya.Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi.Jika satiu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi.Jadi :Apabila enam baris sajaknya a – b – c – a – b – c.Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – dContoh :Kalau anak pergi ke pekanYu beli belanak pun beli sampiranIkan panjang beli dahuluKalau anak pergi berjalanIbu cari sanak pun cari isiInduk semang cari dahulu4. PANTUN KILAT ( KARMINA )CIRI-CIRINYA :a. Setiap bait terdiri dari 2 barisb. Baris pertama merupakan sampiranc. Baris kedua merupakan isid. Bersajak a – ae. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kataContoh :Dahulu parang, sekarang besi (a)Dahulu sayang sekarang benci (a)2. DILIHAT DARI ISINYA
  31. 31. 312.1. PANTUN ANAK-ANAKContoh :Elok rupanya si kumbang jatiDibawa itik pulang petangTidak terkata besar hatiMelihat ibu sudah datang2.2. PANTUN ORANG MUDAContoh :Tanam melati di rama-ramaUbur-ubur sampingan duaSehidup semati kita bersamaSatu kubur kelak berdua2.3. PANTUN ORANG TUAContoh :Asam kandis asam gelugurKedua asam riang-riangMenangis mayat di pintu kuburTeringat badan tidak sembahyang2.4. PANTUN JENAKAContoh :Elok rupanya pohon belimbingTumbuh dekat pohon manggaElok rupanya berbini sumbingBiar marah tertawa juga2.5. PANTUN TEKA-TEKIContoh :Kalau puan, puan cemaraAmbil gelas di dalam petiKalau tuan bijak laksanaBinatang apa tanduk di kaki
  32. 32. 32http://dahlanforum.wordpress.com/2010/01/11/puisi-lama-mantra-gurindam-syair-pantun/http://megasuryonop.blogspot.com/2012/03/puisi-lama-mantra-gurindam-syair-pantun.html1. BAHASA INDONESIA(PENDIDIKAN DASAR) -MEMBACA - MODELPEMBELAJARANLabel Rs 372.414 HAR pAbstrak Kata Kunci: Model Cooperative Script, KemampuanMenjelaskan Isi bacaan, SDBerdasarkan observasi awal pada pembelajaran BahasaIndonesia kelas III di SDN Bareng 4 Kota Malang, diketahuibahwa terdapat beberapa permasalahan pada aspekmenjelaskan kembali isi bacaan di kelas III. Permasalahantersebut antara kain: (1) rendahnya rata-rata klasikal yangbelum mencapai Standar Kelulusan Minimal; (2) pada saatpembelajaran guru tidak menggunakan model tertentu,kegiatan siswa adalah membaca teks bacaan setelah itumenjawab pertanyaan yang berhubungan dengan bacaan.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikanpenerapan model Cooperative Script untuk meningkatkankemampuan menjelaskan isi bacaan pada siswa kelas IIISDN Bareng 4 Kota Malang; (2) mendeskripsikan tingkatkeberhasilan model cooperative script untuk meningkatkankemampuan siswa dalam menjelaskan isi bacaan pada siswakelas III SDN Bareng 4 Kota Malang.Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalahPenelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secarakolaboratif antara peneliti dan guru. Langkah PTK inimeliputi 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaituperencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi,refleksi dan rencana perbaikan. Empat tahap tersebutmerupakan langkah berurutan dalam satu siklus danberhubungan dengan siklus berikutnya. Subyek penelitian inidengan jumlah 23 siswa. Instrumen yang digunakan adalahpedoman observasi, wawancara, dan tes, sedangkan analisis
  33. 33. 33data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan deskriptifkuantitatif.Langkah model Cooperative Script yaitu: (1) siswaberkelompok berpasangan; (2) guru membagikan wacanakepada setiap kelompok; (3) guru dan siswa menetapkansiapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapayang berperan sebagai pendengar; (4) pembicaramembacakan ringkasannya selengkap mungkin, denganmemasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya; (5)sementara penyimak/pengoreksi menunjukkan ide-ide pokokyang kurang lengkap dan membantu mengingat/menghafalide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnyaatau dengan materi lainnya; (6) bertukar peran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan modelCooperative Script pada pembelajaran bahasa Indonesia telahberhasil meningkatkan kemampuan menjelaskan isi bacaanyang terus meningkat. Kemampuan siswa mengalamipeningkatan pada siklus II, yang paling tampak yaitusebagian besar siswa hasil belajarnya pada tes lisanmeningkat. Hasil belajar pada siklus I memperolehketuntasan klasikal yang cukup baik. Pada siklus IImemperoleh ketuntasan klasikal yang meningkat jauh lebihbaik.Berdasarkan temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwadengan penerapan model Cooperative Script dapatmeningkatkan kemampuan siswa dalam menjelaskan isibacaan. Meskipun dapat meningkatkan hasil belajar siswa,diperlukan penelitian lebih lanjut khususnya yang berkaitandengan menjelaskan isi bacaan. Selain itu diperlukan adanyavariasi dalam pembelajaran dan cara menyajikan pelajranyang kreatif dan inovatif dengan perencanaan yang lebihmatang.http://library.um.ac.id/ptk/index.php?mod=detail&id=55218eori MaknaA. PendahuluanBahasa merupakan sistem komunikasi yang amat penting bagi manusia. Sebagai suatuunsur yang dinamik, bahasa sentiasa dianalisis dan dikaji dengan menggunakan perbagaipendekatan untuk mengkajinya. Antara pendekatan yang dapat digunakan untuk mengkaji
  34. 34. 34bahasa ialah pendekatan makna. Filsafat Bahasa merupakan salah satu bidang yangmempelajari tentang makna.Makna adalah bagian yang tidak terpisahkan dari semantik dan selalu melekat dari apasaja yang kita tuturkan. Pengertian dari makna sendiri sangatlah beragam. Beberapa ahlimengemukakan bahwa istilah makna merupakan kata-kata dan istilah yang membingungkan.Makna tersebut selalu menyatu pada tuturan kata maupun kalimat. Menurut Ullman (dalammengemukakan bahwa makna adalah hubungan antara makna dengan pengertian.1[1] Dalamhal ini Ferdinand de Saussure mengungkapkan pengertian makna sebagai pengertian ataukonsep yang dimiliki atau terdapat pada suatu tanda linguistik.2[2] Dengan kata lain, maknamerupakan istilah yang paling ambigu dan paling kontroversial dalam teori tentang bahasa.Kekaburan itu sebenarnya dapat dikurangi jika kita mau mempersempit perhatian kita ke arahmakna kata saja. Banyak unsur bahasa lain –selain kata- yang dikatakan mempunyai maknatertentu. Dari segi definisi semua morfem yang signifikan, dan begitu pula kombinasi tempatmorfem-morfem itu masuk dan berbagai makna itu memegang peranan masing-masing dalamkeseluruhan makna ujaran. Ahli-ahli dalam bidang ini membedakan makna leksikal danmakna struktural, tetapi pemilihan istilah ini tidak menguntungkan, karena dengan demikianseolah-olah secara implisit kosakata itu tidak mempunyai struktur. Istilah yang lebih baikbarangkali adalah makna leksikal dan makna gramatikal.Dalam Kamus Linguistik, pengertian makna dijabarkan menjadi :1. maksud pembicara;2. pengaruh penerapan bahasa dalam pemakaian persepsi atau perilaku manusia ataukelompok manusia;3. hubungan dalam arti kesepadanan atau ketidak sepadanan antara bahasa atau antara ujarandan semua hal yang ditunjukkannya,dan4. cara menggunakan lambang-lambang bahasa.3[3]Bloomfied mengemukakan bahwa makna adalah suatu bentuk kebahasaan yang harusdianalisis dalam batas-batas unsur-unsur penting situasi di mana penutur mengujarnya.Terkait dengan hal tersebut, Aminuddin mengemukakan bahwa makna merupakan hubungan1[1] Mansoer Pateda, Semantik Leksikal (Jakarta: Rineka Cipta, 2001), hlm. 79.2[2] Ibid., hlm. 23[3] Harimurti Kridalaksana, Kamus Linguistik (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001), hlm. 132.
  35. 35. 35antara bahsa dengan bahasa luar yang disepakati bersama oleh pemakai bahsa sehingga dapatsaling dimengerti.4[4]J.R. Firth dalam tulisannya cenderung mendukung agar makna atau fungsi dipecahmenjadi sejumlah fungsi komponen. Tiap fungsi dianggap sebagai penggunaan sesuatubentuk atau unsur bahasa dalam hubungan dengan sesuatu konteks. Dengan demikian, maknaitu harus dianggap sebagai paduan dari hubungan-hubungan yang bersifat kontekstual, danfonetik, tata bahasa, leksikografi dan semantik masing-masing menangani komponenpaduannya sendiri dalam konteks.5[5]B. Perbedaan MaknaSetiap individu selalu memberi makna terhadap aspek-aspek yang dia temui di sekitarnya.Mulai dari benda-benda yang secara kasat mata dapat disentuh atau dipegang sampai padasesuatu yang sifatnya imanen atau transenden. Mulai dari perlengkapan rumah tangga, rumah,kendaraan, sampai pada relasi sosial seperti rasa cinta, kasih sayang, sampai kebencian danpermusuhan di antara individu atau masyarakat.Bagaimanapun individu secara kreatif melalui proses berfikir; mengurangi, menambahkan,dan menghasilkan makna melalui proses perseptual terhadap objek makna yang dihadapinya.Dalam memahami makna menurut Joseph DeVito, “Look for meaning in people, not inwords. Meaning change but words are relatively static, and share meanings, not only words,through communication.”6[6]Karena hakekatnya pembentukan makna ada pada individu, maka maka semua tindakansosial yang dilakukan individu memunculkan pembentukan makna dan pembentukan maknadikonstruksi oleh setiap individu. Mungkin pembentukan itu sama, berhimpitan, bahkanbertolak belakang. Sebagian besar sangat ditentukan oleh kapasitas dan kepentingan masing-masing pihak dalam membentuk makna itu.Masalahnya manakala sebuah makna itu dimiliki dan digunakan untuk mengendalikanorang lain bahkan diakumulasikan untuk menananamkan makna terhadap orang lain, seorangindividu harus berhati-hati dengan konstruksi pemaknaan yang dimilikinya.Tengok kasus BuPrita. Akibat pemaknaan terhadap statemen atau kata-kata yang tersebar melalui internet,4[4] Ibid., hlm. 50.5[5] Stephen Ullman, Pengantar Semantik. Terj. Sumarsono (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011),hlm. 66.6[6] Ibid., hlm. 140.
  36. 36. 36sebuah lembaga rumah sakit sebagai lembaga pelayanan publik memaknai sebagaipenghinaan, negativitas citra, dan penyerangan. Padahal belum terbukti pula bahwa e-mailyang disebar di kalangan pertemanan itu secara signifikan menimbulkan pengaruh tersebut.Namun akibat konstruksi pemaknaan lembaga rumah sakit itu diterima dan dapat dijadikandelik aduan hukum, maka seorang ibu menginap dalam rumah tahanan selama dua puluh hari.Bahkan andai pidananya terbukti, kemungkinan hukumannya bisa lebih dari itu.Kontras sekali dengan pemaknaan yang dilakukan masyarakat miskin, rendah akseslembaga kesehatan, dan sudah tidak mampu lagi berfikir rasional untuk menyembuhkanpenyakitnya, seorang Dukun Cilik Ponari dianggap atau dimaknai sebagi individu yangmampu menolong, menyembuhkan, dan menjawab permasalahan mereka. Andaipun merekatidak mendapatkannya, penyakit tetap, dan tidak dilayani secara baik, mereka tidak marah,komplain, atau mengajukan ketidakpuasan pelayanan pada konsumen. Padahal yakin bahwahanya berapa peresen dari mereka yang “merasa” sembuh setelah berdukun pada Ponari.Sebagian besar tidak ada perubahan yang berarti.Hakekatnya semua diterima apa adanya. Kontrak sosial di antara kedua belah pihak tidakharus diselesaikan oleh hukum formal, cukup rasionalisasi interpersonal bahwa berobatkepada Ponari hanya sekedar usaha, barangkali bisa sembuh.Pembentukan makna adalah berfikir, dan setiap individu memiliki kemampuan berfikirsesuai dengan kemampuan serta kapasitas kognitif atau muatan informasi yang dimilikinya.Oleh karena itu, makna tidak akan sama atas setiap individu walaupun objek yangdihadapinya adalah sama. Pemaknaan terjadi karena cara dan proses berfikir adalah unik padasetiap individu yang akan menghasilkan keragaman dalam pembentukan makna.Keunikan berfikir sebagai proses pembentukan makna dalam diri individu ditentukan olehfaktor-faktor dalam diri individu tersebut, seperti sistem nilai, kepercayaan, dan sikap.Menurut Kaye, keunikan tersebut terlihat nyata ketika individu membangun komunikasidengan orang lain. Kaye berpendapat bahwa;7[7]In a very real sense, communication is about thinking. More precisely, it is concerned withthe construction of meaning. Generally, people act toward others on the basis of how theyconstrue others’ dispositions and behaviour. These constructions (meaning) are, in turn,influenced by individual value system, beliefs and attitudes.R. Brown menjelaskan bahwa makna sebagai sebuah kecenderungan (disposisi) totaluntuk menggunakan atau bereaksi terhadap suatu bentuk bahasa. Terdapat banyak komponen7[7] Ibid., hlm. 39-40.
  37. 37. 37dalam makna yang dibangkitkan suatu kata atau kalimat. Selanjutnya Mulyana menyatakanbahwa, makna muncul dari hubungan khusus antara kata (sebagai simbol verbal) danmanusia. Makna tidak melekat pada kata-kata namun kata-kata membangkitkan makna dalampikiran orang. Jadi, tidak ada hubungan langsung antara suatu objek dan simbol yangdigunakan untuk mempresentasikannya.8[8]Teori lain yang menjelaskan perbedaan pembentukan makna dalam perilaku komunikasiinterpersonal yaitu Coordinated Management of Meaning Theory. Teori ini dikembangkanPearce dan Cronen pada tahun 1980 dengan asumsi bahwa:9[9]Human beings live in communicationHuman beings co-create a social realityInformation transactions depend on personal and interpersonal meaning.Menurut Teori ini, makna bersifat personal dan interpersional. Makna personal yaitumakna yang telah diperoleh ketika seseorang membawa pengalaman yang unik ke dalaminteraksi. Sementara makna interpersonal adalah hasil interaksi manakala dua orang setujuterhadap interpretasi masing-masing pada sebuah interaksi itu. Makna personal daninterpersonal diperoleh dalam sebuah percakapan dan seringkali makna itu tanpa didasarkanpada banyak pemikiran.Jika melihat pada asumsi-asumsi teori-teori tersebut, maka individu dalam rangkamembangun harmonisasi atau juga memecahkan konflik yang dihadapinya, maka berhati-hatidengan makna personal yang akan diberikan kepada orang lain. Di lain pihak juga lebihbanyak belajar membangun makna interpersonal yang ditanamkan dan hasil kesepakatansecara sosial. Andaikan Pihak Rumah Sakit yang mengadukan Bu Prita berhati-hati dalammenanggapi e-mail Bu Prita dan Bu Prita juga menyebarkan kegundahannya dengan carayang berbeda, konflik ini tidak akan berkepanjangan. Andaikan pula dalam cerita DukunPonari, masyarakat lebih banyak mendengar dan meminta pendapat tentang keampuhasebuah “batu”, kemungkinan makna interpersonalnya akan berbeda. Mereka tidak akanterjebak pada sebuah mitos dan kepercayaan yang merepotkan banyak orang. Wallahu’alam.C. Pengertian Makna dalam Penggunaan Sehari-hariDalam pemakaian sehari-hari, kata “makna” digunakan dalam berbaga bidang maupunkonteks pemakaian. Apakah pengertian khusus kata makna tersebut serta perbedaannya8[8] Ibid., hlm. 156.9[9] Ibid., hlm. 113.
  38. 38. 38dengan ide, misalnya, tidak begitu diperhatika. Sebab itu, sudah sewajarnya bila makna jugadisejajarkan pengertiannya dengan arti, gagasan, konsep, pernyataan, pesan, informasi,maksud, firasat, isi dan pikiran. Berbagai pengertian itu begitu saja disejajarkan dengan katamakna karena keberadaannya memang tidak pernah dikenali secara cermat dan dipilahkansecara tepat.Dari sekian banyak pengertian yang diberikan tersebut, hanya arti yang paling dekatpengertiannya dengan makna. Meskipun demikian, bukan berarti keduanya sinonim mutlak.Disebut demikian karena arti adalah kata yang telah mencakup makna dan pengertian.10[10]Pengertian gagasan pada dasarnya memiliki kesejajaran pengertian dengan pikiran maupunuide. Sebab itu, dalam bahasa inggris ketiga kata itu tercakup dalam kata thought. Lebih lanjut,thought sebagai aktivitas mental meliputi baik konsep maupun pernyataan. Apabila konsepberkaitan dengan olahan ingatan dan kesimpulan, maka istilah pernyataan berkaitan denganproposisi dan statemen.11[11]Proposisi sebagai istilah juga diberi pengertian berbeda-beda. Sebagai gejala kejiwaan,proposisi adalah isi konsep yang masih kasar yang akan melahirkan statemen. SedangkanLyons lebih cenderung mengartikan proposisi sebagai perwujudan ekspresi dalam bentukkalimat, yang bisa benar atau salah. Selain itu batasan proposisi sebagai konfigurasi maknayang menjelaskan isi komunikasi dari pembicaraan, terjadi dari predikator yang berkaitandengan satu argumen atau lebih. Sehubungan dengan hal ini, proposisi diartikan sebagaipernyataan dasar yang masih berada dalam abstraksi pikiran penutur. Tatanan “saya lapar”yang masih berada dalam pikiran adalah contoh proposisi, sedangkan perwujudannya dalamkalimat, misalnya “Tadi pagi saya tidak sarapan, seharian saya belum makan”, dan sejumlahwujud kalimat lain yang mewakili proposisi “saya lapar” adalah pernyataan ataustatemen.12[12]Baik pernyataan, proposisi, maupun gagasan yang mencakup pengertian pikiran dan ide,konsep, pesan dan maksud pada dasarnya berasal dari sender. Pesan atau massage disebutberada pada sender karena pesan adalah isi komunikasi dalam sender yang diwadahi olehtatanan lambang kebahasaan secara individual. Apabila pesan itu sudah ditransmisikan lewat10[10] Harimurti Kridalaksana, Kamus Linguistik (Jakarta: Gramedia, 1982), hlm. 15.11[11] R.A. Hudson, Sociolinguistics (New York: Cambridge University Press, 1982), hlm. 75.12[12] Aminuddin, Semantik: Pengantar Studi Tentang Makna (Bandung: Sinar Baru Algensindo,2011), hlm. 51.
  39. 39. 39signal atau tanda, maka isi pesan itu disebut informasi. Permahaman informasi pada diripenerima, bisa disebut dengan isi atau content. Menurut Lyons, kegiatan penyusunan pesantidak dapat dilepaskan dari enkoding, sedangkan usaha memahami pesan yang dilakukan olehpenerima pesan disebut dekoding. Apabila dekoding gagal, informasi dan isi teta tinggal jadipesan yang ada pada si penutur. Dengan demikian, komunikasi itu pun belum berhasil.13[13]D. Pengertian Makna sebagai IstilahSedangkan kata makna sebagai istilah mengacu pada pengertian yang sangat luas. Maknaialah hubungan antara bahasa dengan dunia luar yang telah disepakati bersama oleh parapemakai bahasa sehingga dapat saling mengerti. Dari batasan pengertian itu dapat diketahuiadanya tiga unsur pokok yang tercakup di dalamnya, yakni (1) makna adalah hasil hubunganantara bahasa dengan dunia luar, (2) penentuan hubungan terjadi karena kesepakatan parapemakai, serta (3) perwujudan makna itu dapat digunakan untuk menyampaikan informasisehingga dapat saling mengerti.14[14] Dalam konteks ini terdapat tiga pandangan filosofisyang berbeda-beda, yaitu realisme, nominalisme, dan konseptualisme. Realisme beranggapanbahwa terhadap wujud dunia luar, manusia selalu memiliki jalan pikiran tertentu. Terhadapdunia luar, manusia selalu memberikan gagasan tertentu. Sebab itu, pemaknaan antara“makna kata” dengan “wujud yang dimaknai” selalu memiliki hubungan yang hakiki.Pandangan bahwa antara “makna kata” dengan “wujud yang dimaknai” memilikihubungan yang hakiki, akhirnya menimbulkan klasifikasi makna kata yang dibedakan antarayang kongkret, abstrak, tunggal, jamak, khusus, maupun universal. Penentuan bentukhubungan itu ternyata tidak selamanya mudah. Batasan antara benda kongkret dan abstrak,khusus atau universal, seringkali sulit ditentukan. Selain itu, makna suatu kata, acuan ataudenotatumnya dapat berpindah-pindah. Kata mendung, misalnya, selain dapat diacukan padabenda, juga dapat diacukan ke dalam “suasana sedih”. Pada sisi lain, referen yang samadapat ditunjuk oleh kata yang berbeda-beda. Sudin sebagai guru, ayah dari anak-anaknya,suami maupun tetangga yang baik dapat disebut pak guru, bapak, mas, maupun sebutanlainnya. Sebab itulah kaum nominalis menolak anggapan bahwa antara kata dengan wujudluar terdapat hubungan.15[15]13[13] John Lyons, Introduction to Theoretical Linguistics (London: Cambridgee at The UniversityPress, 1979), hlm. 36.14[14] Ibid., hlm. 53.15[15] Ibid., hlm. 111.
  40. 40. 40Dalam nominalisme, hubungan antara makna kata dengan dunia luar semata-mata bersifatarbitrer meskipun sewenang-wenang penentuan hubungannya oleh para pemakai dilatari olehadanya konvensi. Sebab itulah, penunjukkan makna kata bukan bersifat perseorangan,melainkan memiliki kebersamaan. Dari adanya fungsi simbolik bahasa yang tidak lagi diikatoleh dunia yang diacu itulah, bahasa akhirnya juga lebih membuka peluang untuk dijadikanmedia memahami realitas, bukan realitas yang dikaji untuk memahami bahasa.Sedangkan dalam konseptualisme, pemaknaan sepenuhnya ditentukan oleh adanya sosiasidan konseptualisasi pemakai bahasa, lepas dari dunia luar yang diacunya. Pandangan itusegera mengundang kritik. Seorang yang haus dan mendengar kata minum, dia pasti bukanterus tidur atau berlari. Dalam asosiasi kesadarannya pastilah hadir tanggapan dunia luar yangsecara laras memiliki hubungan dengan “air yang dapat diminum”. Dengan demikian, kasusbahwa makna kata dapat dilepaskan sepenuhnya dari dunia luar dan sepenuhnya tumbuh dariasosiasi dan hasil konseptualisasi pemakai, tidak dapat berlaku umum. Kata bunga, misalnya,meskipun referennya dapat dipindahkan dan dimaknai “gadis”, pergeseran itu juga tidak lepasdari makna dasarnya. Meskipun demikian, untuk simbol seperti hujan, binatang jalang,seperti yang terdapat dalam bari puisi Chairil misalnya, pandangan konseptualisme ini masihtepat.16[16]Selain hubungan antara makna dengan dunia luar, masalah lain yang timbul adalah,benarlah bentuk kebahasaan menjadi unsur utama dalam mengemban makna. Pertanyaan itutimbul karena kata berangkat misalnya, yang diucapkan oleh seorang siswa dan ayah yangmau berangkat ke kantor kepada ibu, acuan maknanya berbeda. Kata berangkat yangdiucapkan seorang siswa kepada ibu di rumah mengacu pada pengertian “berangkat sekolah”,sementara bagi sang ayah, mengacu pada pengertian “berangkat ke kantor”. Kasus lain,misalnya kata kopi yang diucapkan di toko kelontong berarti “bubuk, sedangkan di kedaiberarti “minuman”.17[17]Dari contoh di atas, secara sepintas dapat diambil kesimpulan, bahwa unsur pemakai dankonteks sosial situasional juga ikut menentukan makna. Dalam kajian teori makna pun,kenyataan seperti di atas, juga menimbulkan perbedaan pandangan dan pendekatan.Sehubungan dengan masalah pandangan dan pendekatan itu, Alston menyebutkan ada tigapendekatan dalam teori makna yang masing-masing memiliki dasar pusat pandang berbeda-16[16] Aminuddin, Semantik, hlm. 54.17[17] Ibid., hlm. 54.
  41. 41. 41beda. Tiga bentuk pendekatan yang oleh Harman (1968) dianggap lebih tepat disikapi sebagaitiga tataran makna, menurut Alston meliputi pendekatan (1) referensial, (2) ideasional dan (3)behavioral.18[18]E. Pengertian Makna dalam Pendekatan Referensialteori referensial merupakan salah satu jenis teori makna yang mengenali ataumenidentifikasi makna suatu ungkapan dengan apa yang diacunya atau dengan hubunganacuan itu. Istilah referen itu sendiri menurut Palmer(1976:30) “reference deals with therelationship between the linguistic element, word, sentences, etc, and the nonlinguistic wordof experience” (hubungan antara unsur – unsur linguistic berupa kata – kata, kalimat –kalimat dan dunia pengalaman yang non linguistik.Referen atau acuan boleh saja benda, peristiwa, proses atau kenyataan. Referen adalahsesuatu yang ditunjuk oleh lambang. Jadi, kalau seseorang mengatakan sungai, maka yangditunjuk oleh lambing tersebut yakni tanah yang berlubang lebar dan panjang tempatmengalir air dari hulu ke danau atau laut. Kata sungai langsung dihubungkan denganacuannya. Tidak mungkin timbul asosiasi yang lain. Bagi mereka yang pernah melihatsungai, atau pernah mandi di sungai, sudah barang tentu mudah memahami apa yangdimaksud dengan sungai.Dialektika peristiwa dan makna merupakan suatu dialektika inti dari makna wacana.Untuk memaknai apa yng dilakukan pembicara, juga apa yang dinyatakan oleh kalimat.Makna ujaran pada makna isi preposisi merupakan sisi obyektif dari makna, sedangkanmakna pengujar pada makna referensi kalimat dan kehendak yang diketahui pendenganmerupakan sisi subyektif dari makna.Dialektika obyektif-subyektif tidaklah memberi penyelesaian makna, oleh karena itu tidakmenyelesaikan struktur wacana. Sisi obyektif wacana itu sendiri dapat diberikan dengan duacara. Kita dapat memaknai „apa‟ dan „tentang apa‟ wacana itu merupakan „referensi‟. Inimerupakan perbedaan yang dapat langsung dihubungkan dengan perbedaan semiotik dansemantic „mengacu‟ merupakan apa yang dilakukan kalimat pada situasi tertentu dan menurutkegunaan tertentu, juga apa yang dilakukan pembicara ketika ia menerapkan kata – katanyapada kenyataan.Seseorang mengacu kepada sesuatu, pada saat tertentu merupakan peristiwa ujar. Tetapiperistiwa ini, menerima strukturnya dari makna sebagai arti. Dengan cara ini dialektikaperistiwa dan makna menerima perkembangan baru dari dialektika arti dan referensi.18[18] Ibid., hlm. 55.
  42. 42. 42Dialketika arti dan referensi inilah yang memberikan hubungan antara bahasa dan kondisiontologis yang ada di dunia.Kita mengandaikan bahwa sesuatu berada dalam susunan, sehingga sesuatu itu bisadiidentifikasi, tetapi kita memerlukan sebuah referensi. Pengendalian ini diperlukan, sehinggakita harus menambahkan ketentuan – ketentuan yang spesifik jika kita ingin mengacu kesesuatu yang sifatnya fiktif. Kebermaknaan universal dari problem referensi sangatlah luas,wacana mengacu kembali pada pembicaranya, pada saat yang sama hal itu mengacu kepadadunia. Wacana dalam tindakan dan dalam kegunaan mengacu kembali dan datang lagimenuju pembicara dan dunia. Ini merupakan criteria pokok dari bahasa sebagai wacana.Teori referensial atau teori korespondensi merujuk pada segitiga makna (symbol,reference, dan referent) yang dikemukakan oleh OR. Makna adalah hubungan antarareference dan referent yang dinyatakan lewat simbol bunyi bahasa baik berupa kata ataupunprase atau kalimat. Simbol bahasa dan rujukan atau referent tidak mempunyai hubunganlangsung. Teori ini menekankan hubungan langsung antara reference dengan referent yangada di alam nyata.Jika kita memperhatikan ujaran dalam sebuah bahasa, misalnya “Ronald Reagan”, „RudiHartono‟, „ Jakarta‟ atau frase nomen seperti “sang mantan wakil presiden RI 1983-1988‟,„orang pertama yang berjalan dibulan‟, maka sudah pasti makna ujaran itu merujuk kepadabenda atau hal yang sama. Nah, itulah teori makna sesuai dengan teori referensi ataukorespodensi. Jika kita menerima bahwa makna sebuah ujaran adalah referennya, makasetidak – tidaknya kita terikat pula pada pernyataan berikut ini.1. Jika sebuah ujaran mempunyai makna, maka ujaran itu mempunyai referen.2. Jika dua ujaran mempunyai referen yang sama, maka ujaran itu mempunyai makna yangsama pula,3. Apa saja yang benar dari referen sebuah ujaran adalah benar untuk maknanya.ReferensiDalam pendekatan referensial, makna diartikan sebagai label yang berada dalam kesadaranmanusia untuk menunjuk dunia luar. Sebagai label, makna itu hadir karena adanya kesadaranpengamatan terhadap fakta dan penarikan kesimpulan yang keseluruhannya berlangsungsecara subjektif. Terdapatnya julukan simbolik dalam kesadaran individual itu, lebih lanjutmemungkinkan manusia untuk menyusun dan mengembangkan skema konsep. Kata pohon,misalnya, berdasarkan kesadaran pengamatan dan penarikan kesimpulan, bukan hanyamenunjuk jenis tumbuh-tumbuhan, melainkan memperoleh julukan sebagai “ciptaan”,“hidup”, “fana”.
  43. 43. 43Kesadaran pengamatan dan penarikan kesimpulan dalam pemberian julukan, danpemaknaan tersebut, berlangsung melalui bahasa. Akan tetapi, berbeda dengan bahasakeseharian, bahasa yang digunakan di situ adalah bahasa perseorangan atau private language.Dengan demikian, makna dalam skema konsep bisa berubah ke dunia absur yang mempribadidan terasing dari komunikasi keseharian.19[19]Terdapat bahasa perseorangan yang mempribadi tersebut lebih lanjut menyebabkankeberadaan makna sangat ditentukan oleh adanya nilai, motivasi, sikap, pandangan, maupunminta secara individual. Apabila individu adalah juga pengendali institusi, julukan katapohon seperti “persatuan” maupun “kehidupan masyarakat” dapat disebarluaskan dan diakuisebagai milik bersama. Akan tetapi, ada juga kemungkinan, ciri mempribadi itu justru tetapingin dipertahankan. Ciri demikian ditandai antara lain oleh adanya kata-kata khas yangdimaknai secara khusus oleh dua orang yang berteman demikian akrap maupun pada kata-kata tertentu yang digunakan dalam puisi.20[20]Julukan dan makna hasil observasi atau kesadaran pengamatan individual, pada dasarnyamasih bertumpu pada makna hasil penunjukan dasar. Apa yang dilakukan individu ituhanyalah menambahkan atau memberi konotasi. Apabila kata yang masih menunjukkan padamakna dasar itu bersifat denotatif sehingga menghadirkan istilah makna denotatif, maka katayang diberi julukan lain itu mengandung makna konotatif, yakni tambahan makna lainterhadap makna dasarnya. Penambahan itu pun sebenarnya bukan hanya khas terjadi dalamkreasi sastra. Sesuai dengan keragaman nilai, motivasi, sikap, pandangan, maupun minatsetiap individu, fakta yang tergambarkan dalam kata akhirnya memperoleh julukan individualsendiri-sendiri. Kata hujan misalnya, bagi seorang petani dapat diartikan “rahmat”, bagipenjual es “kegagalan”, dan lain sebagainya.21[21]Pemberian julukan dan pemaknaan yang tertumpu pada dunia luar itulah yang akhirnyajuga menjadi ciri lain dari pendekatan referensial. Selain itu, meletakkan makna sebagai hasilkesadaran pengamatan individu dan terlepas dari konteks komunikasi, akhirnya jugabertentangan dengan keberadaan bahasa sebagai sistem konvensi. Sebab itulah sangat tepatapabila Jakobson maupun Posner mengungkapkan bahwa bentuk komunikasi dalam puisi19[19] H. Gilbert Herman, “Three Levels of Meaning”, dalam Semantics: An InterdisciplinaryReader in Philosophy Linguistics and Psychology (New York: Cambridge University Press, 1971), hlm.56.20[20] Ibid., hlm. 56.21[21] Ibid., hlm. 56.
  44. 44. 44adalah bentuk komunikasi khas dan unik yang memiliki sistemnya sendiri yang bersifatkhusus pula.22[22]F. Pengertian Makna dalam Pendekatan IdeasionalDalam pendekatan ideasional, makna adalah gambaran gagasan dari suatu bentukkebahasan yang bersifat sewenang-wenang, tetapi memiliki konvensi sehingga dapat salingmengerti. Gambaran kesatuan hubungan antara makna dengan bentuk kebahasaan itu secarajelas dapat dikaji dalam perumusan Grice: X berarti P dan X memaknakan P seperti yangdimiliki oleh P.X dalam konsep Grice adalah perangkat kalimat sebagai bentuk kebahasaanyang telah memiliki satuan gagasan. Kalimat yang berbunyi, X memaknakan P seperti yangdimiliki P memberikan gambaran tentang keharusan memaknai X sebagai P seperti yangtelah berada dalam konvensi bahwa P adalah P.23[23]Meletakkan komponen semantik pada adanya satuan gagasan, bukan berarti pendekatanideasional mengabaikan makna pada aspek bunyi, kata dan frase. Jerrold J. Katzmengungkapkan bahwa penanda semantis dari bunyi, kata dan frase sebagai unsur-unsurpembangun kalimat, dapat langsung diidentifikasi lewat kalimat. Dengan mengidentifikasiunsur-unsur kalimat itu sebagai satuan gagasan, diharapkan pemaknaan tidak langsung secaralepas-lepas, tetapi sudah mengacu pada satuan makna yang dapat digunakan dalamkomunikasi. Sehubungan dengan kegiatan berfikir, manusia berpikir menggunakan bahasayang juga bisa digunakan dalam komunikasi. Sebab itulah, kegiatan pengolahan pesan lewatbahasa atau enkoding, penyampaian pesan lewat bahasa atau koding, serta proses memahamipesan atau dekoding, dapat berlangsung dalam garis linier seperti berikut.DEKODINGKODINGENKODING22[22] Roland Posner, Rational Discourse and Poetic Communication: Methods of LinguisticLiterary, and Philosophical Analysis (Berlin: Mouton Publishers, 1982), hlm. 113. Lihat pula,Aminuddin, Semantik, hlm. 57.23[23] Aminuddin, Semantik, hlm. 58.
  45. 45. 45Komponen pembangun gagasan dalam enkode menurut Jerold Kats bisa saja tidak samapersis dengan kode. Akan tetapi yang pasti, hubungan linier itu harus diikuti daru, yaknilingkaran hubungan timbal balik antara penyampai dengan penerima pesan yang ditandaioleh adanya “saling mengerti”. Grice juga menyebutkan bahwa suatu bentuk kebahasaan itudimaknai P oleh penutur adalah apabila pemaknaan P itu secara laras nantinya juga dimaknaiP oleh pendengarnya.24[24]Dalam pendekatan ideasional, makna dianggap sebagai pemerkah ide yang memperolehbentuk lewat bahasa dan terwujud dalam kode. Dari adanya kegiatan “pembahasan pean” dan“pengolahan ide”, maka dalam pendekatan ideasional, penguasaan aspek kognitif danrekognisi dari pemeran dalam kegiatan komunikasi, sangat penting. Aspek kognisi danrekognisi memiliki sasaran, baik pada aspek gramatik, hubungan antara aspek gramatikdengan unsur semantis, maupun hubungan antara bahasa dengan dunia luar.25[25]Dari uraian ini dapat diketahui bahwa bahasa memiliki kedudukan sentral. Dengandemikian, kesalahan penggunaan bahasa dalam proses berpikira menyebabkan pesan yangdisampaikan tidak tepat. Sebaliknya, seandainya penggunaan bahasa dalam proses berpikirsudah benar, tetapi kode yang diwujudkan mengandung kesalahan, informasi yang diterimapun dapat menyipang. Pada sisi lain, meskipun pembahasan pesan dan kode sudah benar, bilaterjadi gangguan penerimaan, besar kemungkinan informasi yang diterima tidak sesuaidengan pesan yang disampaikan.26[26]G. Pengertian Makna dalam Pendekatan BehavioralPendekatan behavioral lebih menekankan pada keberadaan bahasa sebagai media dalammengolah pesan dan menyampaikan informasi. Keberatan dari pendekatan behavioralterhadap dua pendekatan sebelumnya, salah satunya adalah, kedua pendekatan itu telahmengabaikan konteks sosial dan situasional yang oleh kaum behavioral dianggap berperanpenting dalam menentukan makna. Kritik lain terhadap kedua pendekatan sebelumnyaadalah, pada objek utama kajian yang justru tidak pernah dapat diobservasi secara langsung.Pernyataan dalam kajian ideasional yang berkaitan dengan keselarasan pemahaman antarapenutur dengan pendengar dalam memaknai kode misalnya, dalam pendekatan behavioraldianggap kajian spekulaitf karena pengkaji tidak pernah mampu meneliti karakteristik idea24[24] Ibid., hlm. 59.25[25] Ibid., hlm. 60.26[26] Ibid., hlm. 60.
  46. 46. 46atau pikiran penutur-pendengar, sejalan dengan aktivitas pengolahan pesan danpemahamannya. Sebab itulah, kajian makna yang bertolak dari pendekatan behavioral,mengkaji makna dalam peristiwa ujaran yang berlangsung dalam situasi tertentu. Satuantuturan atau unit terkecil yang mengandung makna penuh dari keseluruhan “peristiwa ujaran”yang berlangsung dalam “situasi tertentu” disebut “tindak tutur”.27[27]Penentuan makna dalam “tindak tutur” menurut beberapa ahli harus bertolak dari berbagaikondisi dan situasi yang melatari pemunculannya. Unit ujaran yang berbunyi “masuk!”misalnya, dapat berarti “di dalam garis” bila muncul misalnya dalam permainan bulu tangkis,“berhasil” bagi yang main lotere, dan lain sebagainya. Makna keseluruhan unit ujaran itudengan demikian harus disesuaikan dengan latar situasi dan bentuk interaksi sosial yangmengondisinya.H. Teori-Teori Tentang Makna1. Teori Image MaknaMenurut teori ini makna diterangkan berdasarkan gambar yang terbayang dalam akalpenutur atau pendengar. Dalam pengaplikasiannya, teori ini menghadapi beberapamasalah:28[28]a. Bentuk gambar yang terbayang pada penutur dan pendengar.b. Satu ungkapan mempunyai lebih dari satu gambar.c. Satu gambar mempunyai lebih dari satu ungkapan.d. gambar bergantung kepada pengalaman.2. Teori Analisa KomponenTeori ini pada awalnya digunakan oleh ahli antropologi dalam menentukan istilahhubungan kekeluargaan. Teori ini diaplikasikan dalam linguistik untuk menjelaskan maknaperkataan. Menurut teori ini, makna perkataan dianalisis bukan secara satu unit, tetapi dalamhubungan komponen yang kompleks. Komponen tersebut dinamakan sebagai komponensemantik yang terdiri dari perbendaharaan kata suatu bahasa. Dalam pengaplikasiannya, teoriini juga menghadapi masalah:27[27] Dell Hymes, “Models of the Interaction of Language and Social Life”, dalam Directions inSociolinguistics (New York: Holt, Rinehart and Winston, 1972), hlm. 56.28[28] http://luluvikar.wordpress.com/2010/12/29/makna-dan-teori-tentang-makna-tugas/
  47. 47. 47a. Komponen semantik untuk sesuatu perkataan mempunyai makna tersendiri dan perludiuraikan.b. Uraian makna dalam teori ini tertumpu pada perkataan dan tidak pada tanda.c. Makna yang tepat sulit diperoleh kerana terikat dengan ciri hiponim.29[29]3. Teori Ideasional Ihwal MaknaTeori ini disandarkan pada Locke, Berceley, dan Hume. Mereka berpendapat bahwaistilah “ide” digunakan untuk mengacu kepada representasi mental atau aktivitas mentalsecara umum. Setiap ide selalu dipahami tentang sesuatu yang eksternal dan internal, nyataatau imajiner. John Locke menganggap semua ide sebagai sensasi objek yang bisadibayangkan atau refleksi objek yang tidak dapat dibayangkan. David Hume berpendapatbahwa pikiran adalah jenis entitas yang dibayangkan. Hume juga berpendapat bahwa setiapkata-kata yang tidak dapat mengungkapkan pengalaman masa lalu adalah tidak berarti.30[30]Berikut beberapa konsep dasar dari teori ini:31[31]a. Makna itu ditempelkan saja kepada kata (terpisah dari kata). Makna datang dari tempatlain yaitu dari pikiran dalam bentuk ide atau gagasan. Manusia memiliki sejumlah gagasanyang tersembunyi, kecuali jika dikomunikasikan lewat bahasa. Jadi bahasa adalah penandagagasan.b. Yang mendasari teori ini adalah asumsi bahwa bahasa adalah instrumen untukmelaporkan pikiran yang terdiri atas antrian gagasan yang disadari. Gagasan ini bersifatpersonal, maka diperlukan sistem bunyi dan penanda yang membangun pemahamanintersubjektivitas. Bila seseorang menggunakan sistem tersebut, maka gagasannya akanmembangunkan gagasan yang sesuai pada orang lain.c. Bahasa yang bersifat personal itu memiliki makna setelah dihubungkan dengan sensasipersonal, maka dari itu disebut private language. Maka makna bahasa menjadi sangatpribadi, sehingga tidak dapat diajarkan pada orang lain. Bila demikian, ketika kitaberkomunikasi lewat bahasa, sesungguhnya sebagian dari makna yang kita sampaikan itutidak dapat dimengerti oleh lawan bicara.4. Truth- Conditional Theory29[29] Ibid.30[30] Ibid.31[31] Chaedar Alwasilah, Filsafat Bahasa dan Pendidikan (Bandung: Rosda, 2008), hlm. 60-62.
  48. 48. 48Teori ini mendefinisikan Makna sebagai kondisi dimana suatu ekspresi itu mungkinsaja benar atau juga salah. Teori ini dipelopori oleh Frege dan beberapa filusuf seperti AlfredTarski dan Donald Davidson. Gottlob Frege berpendapat bahwa nama yang ada setidaknyamemerlukan dua masalah dalam menjelaskan maknanya. Pertama, misalkan arti dari sebuahnama dalam hal ini misalnya Sam, yang berarti seseorang di muka bumi ini yang bernamaSam, namun jika objek dari nama itu tidak ada yaitu Pegasus, maka menurut teori ini bahwanama itu tidak berarti. Kedua, misalkan dua nama yang berbeda merujuk pada object yangsama. Hesperus dan Phosphorus adala nama yang diberikan kepada benda-benda angkasayang berbeda, kemudian menunjukkan bahwa keduanya adalah sama (planet Venus). Jikakedua kata itu berarti sama maka tidak akan menghasilkan kalimat yang berbeda dari maknaaslinya. Dengan kata lain, dua nama untuk orang yang sama akan memiliki pengertian yangberbeda.5. Referensi Teori MaknaTeori ini dikenal juga secar kolektif sebagai Eksternalism semantic, berpendapatbahwa makna setara dengan hal-hal di dunia yang benar-benar berhubungan dengan tanda-tanda. Ada dua sub sepsis dari eksternalism yaitu social dan lingkungan. Yang pertamasangat erat hubungannya dengan Tyler Burge dan yang kedua dengan Hilary Putnam danKripkeand Saul.32[32]I. Macam-macam dan jenis Makna1. Makna EmotifMakna emotif menurut Sipley adalah makna yang timbul akibat adanya reaksipembicara atau sikap pembicara mengenai atau terhadap sesuatu yang dipikirkan ataudirasakan. Dicontohkan dengan kata kerbau dalam kalimat Engkau kerbau., kata itu tentunyamenimbulkan perasaan tidak enak bagi pendengar. Dengan kata lain,kata kerbau tadimengandung makna emosi. Kata kerbau dihubungkan dengan sikap atau poerilaku malas,lamban, dan dianggapsebagai penghinaan. Orang yang dituju atau pendengarnya tentunyaakan merasa tersimggung atau merasa tidak nyaman. Bagi orang yang mendengarkan haltersebut sebagai sesuatu yang ditujukan kepadanya tentunya akan menimbulkan rasa inginmelawan. Dengan demikian, makna emotif adalah makna dalam suatu kata atau kalimat yangdapat menimbulkan pendengarnya emosi dan hal ini jelas berhubungan dengan perasaan.Makna emotif dalam bahasa indonesia cenderung mengacu kepada hal-hal atau makna yang32[32] http://luluvikar.wordpress.com/2010/12/29/makna-dan-teori-tentang-makna-tugas/
  49. 49. 49positif dan biasa muncul sebagai akibat dari perubahan tata nilai masyarakat terdapat suatuperubahan nilai. 33[33]2. Makna KonotatifMakna konotatif berbeda dengan makna emotif karena makna konotatif cenderungbersifat negatif, sedangkan makna emotif adalah makna yang bersifat positif. Maknakonotatif muncul sebagai akibat asosiasi perasaan kita terhadap apa yang diucapkan ataudidengar. Misalnya, pada kalimat Anita menjadi bunga desa. Kata bunga dalam kalimattersebut bukan berarti sebagai bunga di taman melainkan menjadi idola di desanya sebagaiakibat kondisi fisiknya atau kecantikannya. Kata bunga yang ditambahkan dengan salah satuunsur psikologis fisik atau sosial yang dapat dihubungkan dengan kedudukan yang khususdalam masyarakat, dapat menumbuhkan makna negatif.34[34]3. Makna KognitifMakna kognitif adalah makna yang ditunjukkan oleh acuannya, makna unsur bahasayang sangat dekat hubungannya dengan dunia luar bahasa, objek atau gagasan, dan dapatdijelaskan berdasarkan analisis komponenya. Kata pohon bermakna tumbuhan yang memilikibatang dan daun denga bentuk yang tinggi besar dan kokoh. Inilah yang dimaksud denganmakna kognitif karena lebih banyak dengan maksud pikiran.35[35]4. Makna ReferensialReferen menurut Palmer adalah hubungan antara unsur-unsur linguistik berupa kata-kata, kalimat-kalimat dan dunia pengalaman nonlinguistik. Referen atau acuan dapatdiartikan berupa benda, peristiwa, proses atau kenyataan. Referen adalah sesuatuyangditunjuk oleh suatu lambang. Makna referensial mengisyaratkan tentang makna yamglangsung menunjuk pada sesuatu, baik benda, gejala, kenyataan, peristiwa maupunproses.36[36]Makna referensial menurut uraian di atas dapat diartikan sebagai makna yanglangsung berhubungan dengan acuan yang ditunjuk oleh kata atau ujaran. Dapat jugadikatakan bahwa makna referensial merupakan makna unsur bahasa yanga dekat33[33] Mansoer Pateda, Semantik Leksikal (Jakarta: Rineka Cipta, 2001), hlm. 101.34[34] http://luluvikar.wordpress.com/2010/12/29/makna-dan-teori-tentang-makna-tugas/35[35] Ibid., hlm. 109.36[36] Ibid., hlm. 125.
  50. 50. 50hubungannya dengan dunia luar bahasa, baik berupa objek konkret atau gagasan yang dapatdijelaskan melalui analisis komponen.5. Makna PiktorikalMakna piktorikal menurut Shipley adalah makna yamg muncul akibat bayanganpendengar ataupembaca terhadap kata yang didengar atau dibaca. Makna piktorikalmenghadapkan manusia dengan kenyataan terhadap perasaan yang timbul karena pemahamantentang makna kata yang diujarkan atau ditulis, misalnya kata kakus, pendengar atau pembacaakan terbayang hal yang berhubungan dengan hal-hal yang berhubungan dengan kakus,seperti kondisi yang berbau, kotoran, rasa jijik, bahkan timbul rasa mual karenanya.37[37]http://jagadkawula.blogspot.com/2012/11/teori-makna.htmlurindam(berasal dari bahasa Tamil”india”)Yang berarti ”Perhiasan/Bunga”. Satu bait terdiri dari dua baris, memiliki iramayang sama dan merupakan kesatuan utuh. Baris pertama merupakan syarat bariskedua merupakan jawabannya. Gurindam berisi petuah/nasihat.http://lusianasianturi.blogspot.com/2013/02/teori-puisi_9.htmlDari latar belakang tersebut di atas maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul "Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar IPA dengan Metode Pembelajaran DiscoveryPada Siswa Kelas V Di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang TahunPelajaran 2007/2008 ".B. Rumusan MasalahBerdasarkan latar helakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut:1. Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran discovery terhadap motivasi belajarsiswa mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan PagakKabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008?2. Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya pembelajarandiscovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di KecamatanPagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008?C. Tujuan Penelitian Contoh Proposal PTKSesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:37[37] Ibid., hlm. 122.
  51. 51. 511. Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajarandiscovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan PagakKabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008.2. Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannyapembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008.D. Manfaat PenelitianPenulis mergharapkan dengan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi :1. GuruMemberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi IPA.2. SiswaMeningkatkan motivasi dan prestasi pada mata pelajaran-pelajaran IPA3. SekolahMemberikan masukan bagi sekolah sebagai pedoman untuk mengambil kebijakan di sekolahtersebut.E. HipotesisTindakanHipotesis tindakan dalam penelitian tindakan adalah sebagai berikut:1. Penerapan pembelajaran disvovery dapat meningkatkan motivasi belajar matapelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak KabupatenMalang Tahun pelajaran 2007/2008.2. Penerapan pembelajaran discovery dapat meningkatkan prestasi belajar siswa matapelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak KabupatenMalang Tahun pelajaran 2007/2008F. Ruang Lingkup PenelitianRuang lingkup dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut:1. Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah masalah peningkatanmotivasi dan prestasi belajar siswa.2. Penelitian tindakan kelas ini dikenakan pada siswa kelas V3. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Pagak 04 Kecamatan PagakKabupaten Malang.4. Dalam penelitian ini dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2007/2008.5. Penelitian tindakan kelas ini dibatasi pada kompetensi dasar menyimpulkan hasilpenyelidikan tentang perubahan sifat benda, baik sementara maupun tetap.G. Definisi OperasionalVariabel Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini, maka perludidefinisikan hal-hal sebagai berikut:1. Metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah :Suatu cara mengajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukarpendapat, dengan diskusi, seminar, membaca sendiri dan mencoba sendiri. Agar anak dapatbelaiar sendiri2. Motivasi belajar adalah:Suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk
  52. 52. 52memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diri individuyang mendorong tingkah. lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu.3. Prestasi belajar adalah:Hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau dalam bentuk skor, setelah siswamengikuti pelajaran.H. Kajian PustakaI. Metode Penelitiana. Jenis PenelitiantiJenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas(PTK) yang bersifat reflektif, partisipatif,kolaboratif, dan spiral, bertujuan untuk melakukan perbaikan –perbaikan terhadap sistim,cara kerja, proses, isi, dan kompetensi atau situasi pembelajaran. PTK yaitu suatu kegaitanmenguji cobakan suatu id eke dalam praktik atau situasi nyata dalam harapan kegiatantersebut mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar ( Riyanto,2001)b. Kehadiran PenelitiPada penelitian ini, peneliti sebagai guru dan merencanakan kegiatan berikut :1. Menyusun angket untuk pembelajaran dan menyusun rencana program pembelajaran2. Mengumpulkan data dengan cara mengamati kegiatan pembelajaran dan wawancarauntuk mengetahui proses pembelajaran yangdilakukan oleh guru kelas3. Melaksanakan rencana program pembelajaran yang telah dibuat4. Melaporkan hasil penelitianc. Lokasi PenelitianPenelitian dilaksanakan di…….d. Data dan sumber1. Data dalam penelitian ini adalah kemampuan berfikir siswa yang diperoleh denganmengamati munculnya pertanyaan dan jawaban yang muncul selama diskusiberlangsung dan diklasifikasikan menjadi C1 – C 6. Data untuk hasil peneliandiperoleh berdasarkan nilai ulangan harian (test).2. Sumber data penelitian adalah siswa kelas……. Sebagai obyek penelitiane. Prosedur pengumpulan dataPengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik sebagai berikut:1. WawancaraWawancara awal dilakukan pada guru dan siswa untuk menentukan tindakan. Wawancaradilakukan untuk mengetahui kondisi awal siswa2. AngketAngket merupakan data penunjang yang digunakan untuk mengumpulkan informasi terkaitdengan respon atau tanggapan siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif3. ObservasiObservasi dilaksanakan untuk memperoleh data kemampuan berpikir siswa yang terdiri daribeberapa deskriptor yang ada selama pembelajaran berlangsung. Observasi ini dilakukan
  53. 53. 53dengan menggunakan lembar observasi yang telah disusun. Obsevasi dilakukan oleh 3 orangobserver.4. TestTest dilaksanakan setiap akhir siklus, hal ini dimaksudkan untuk mengukur hasil yangdiperoleh siswa setelah pemberian tindakan. Test tersebut berbentuk multiple choise agarbanyak materi tercakup5. Catatan lapanganCatatan lapangan digunakan sebagai pelengkap data penelitian sehingga diharapkan semuadata yang tidak termasuk dalam observasi dapat dikumpulkan pada penelitian inif. Analisis data1. Kemampuan BerfikirKualitas pertanyaan dan jawaban siswa dianalisis dengan rubric. Kemudian untukmengetahui peningkatan skor kemampuan berfikir, pertanyaan dan janwaban yang telahdinilai dengan rubric pada siklus I dibandingkan dengan pertanyaan dan jawaban yang telahdinilai dengan rubric pada siklus II.Rumus untuk mencari skor klasikal kemampuan bertanya siswaSkor riil X 4Skor maksKeterangan:Skor riil : skor total yang diperoleh siswaSkor maksimal : Skor total yang seharusnya diperoleh siswa4 : Skor maksimal dari tiap jawaban( pedoman penskoran lihat lampiran )2. Hasil BelajarHasil belajar pada aspek kognetif dari hasil test dianalisis dengan teknik analisis evaluasiuntuk mengetahui ketuntasan belajar siswa.Caranya adalah dengan menganalisis hasil test formatif dengan menggunakan criteriaketuntasan belajar. Secam Aswirara individu, siswa dianggap telah belajar tuntas apabiladaya serapnya mencapai 65 %, Secara kelompok dainggap tuntas jika telah belajar apabilamencapai 85 % dari jumlah siswa yang mencapai daya serap minimal 65 % (Dedikbud 2000dalam Aswirda 2007)g. Tahap-tahap penelitian Contoh Proposal PTKBerdasarkan observasi awal yang dilakukan proses pembelajaran yang dilakukan adalahmodel pembelajaran kooperatif……… Penelitian ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus .Setiap siklus tediri dari perencanaan, tindakan, penerapan tindakan, observasi, refleksi.Siklus I1. PerencanaanSebelum melaksanakan tindakan maka perlu tindakan persiapan. Kegiatan pada tahap iniadalah :Penyusunan RPP dengan model pembelajaran yang direncanakan dalam PTK.Penyusunan lembar masalah/lembar kerja siswa sesuai dengan indikator pembelajaranyang ingin dicapaiMembuat soal test yang akan diadakan untuk mengetahui hasil pemebelajaran siswa.Membentuk kelompok yang bersifat heterogen baik dari segi kemampuan akademis,jenis kelamin,maupun etnis.
  54. 54. 54Memberikan penjelasan pada siswa mengenai teknik pelaksanaan model pembelajaranyang akan dilaksanakan2. Pelaksanaan TindakanMelaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Dalampelaksanaan penelitian guru menjadi fasilitator selama pembelajaran, siswa dibimbinguntuk belajar IPA secara kooperatif learning dengan model……Adapun langkah –langkah yang dilakukan adalah(sesuaikan dengan scenario pembelajaran)Kegiatan penutupDi akhir pelaksanaan pembelajaran pada tiap siklus, guru memberikan test secara tertulisuntuk mengevalausi hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung.3. ObservasiPengamatan dilakukan selama proses proses pembelajaran berlangsung dan hendaknyapengamat melakukan kolaborasi dalam pelaksanaannya.4. RefleksiPada tahap ini dilakukan analisis data yang telah diperoleh. Hasil analisis data yang telah adadipergunakan untuk melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil yang ingin dicapai.Refleksi daimaksudkan sebagai upaya untuk mengkaji apa yang telah atau belum terjadi, apayang dihasilkan,kenapa hal itu terjadi dan apa yang perlu dilakukan selanjutnya. Hasilrefleksi digunakan untuk menetapkan langkah selanjutnya dalam upaya unttuk menghasilkanperbaikan pada siklus IISilus IIKegiatan pada siklus dua pada dasarnya sama dengan pada siklus I hanya saja perencanaankegiatan mendasarkan pada hasil refleksi pada siklus I sehingga lebih mengarah padaperbaikan pada pelaksanaan siklus I.DAFTAR RUJUKAN Contoh Proposal PTKDepartemen Pendidikan Dan Kebudayaan. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta: Balai PustakaDimyati dan Mujiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka CiptaJudul:MENINGKATKAN KECEPATAN EFEKTIF MEMBACA (KEM) DENGAN MENGGUNAKAN METODEKLOS SISWA KELAS XI IPA 2 SMA NEGERI
  55. 55. 55BAB IPENDAHULUANPTK Bahasa Indonesia SMA1.1 Latar Belakang MasalahBerdasarkan pengalaman peneliti pembelajaran membaca baik yang dialami sendiri maupunyang diketahui selama ini, model pembelajarannya selalu mengacu pada apa yang ada padabuku paket. Teknik pengajaran membaca yang ada umumnya membaca pemahaman.Banyak teknik pengajaran yang selama ini tidak dipergunakan untuk melatih keterampilanmembaca. Teknik-teknik itu antara lain teknik uji rumpang. Kenyataan yang terjadi disamping kemampuan dan keterampilan yang kurang pada siswa, pengajaran membacaselalu mengacu pada teknik yang ada pada buku tersebut. Dengan demikian para siswaberanggapan pengajaran membaca tujuannya semata-mata menjawab pertanyaan, mencarikata istilah yang sulit dan lain-lain. Hal ini dihadapi para siswa dengan proses yang amat lain.PTK Bahasa Indonesia SMAPerihal lain yang selalu muncul pada pembelajaran membaca yaitu guru Bahasa Indonesiapada umumnya hanya mengutamakan penyelesaian target materi dalam kurikulum yangorientasinya mengacu pada usaha meningkatkan kemampuan siswa dalam mengerjakansoal-soal, walaupun hal ini tidak selalu benar sebab soal-soal sering kurang mengacu padaketerampilan berbahasa baik keterampilan menyimak, berbicara,membaca, maupunmenulis.Faktor lain yang tidak kalah pentingnya adalah kurangnya guru Bahasa Indonesia memahamidan menguasai teknik pengajaran membaca. Belum lagi memilih bahan bacaan yangseharusnya dalam pengajaran membaca guru dituntut mampu memilih bahan bacaan yangsesuai dengan tujuan dan tingkat perkembangan siswa, kompetensi siswa, minat dan tingkatkecakapan baca.Peneliti berusaha mengungkap kecepatan efektif membaca ( KEM ) siswa, karena penulissangat prihatin dengan KEM siswa di negara kita. Kalau di negara-negara maju sepertiAmerika, seorang setara SMA di negara kita (Senior High School) dalam keadaan normalsudah memiliki kecepatan membaca minimal kurang lebih 250 kata permenit, denganpemahaman isi bacaan minimal 70 %. Jika dihitung kecepatan efektif membacanya (KEM) =
  56. 56. 56250 kpm x 70 % = 175 kpm. (Harjasujana,200:88). Kalau di Amerika siswa setingkat SMAmemiliki KEM terendah ± 175 kpm, maka di Indonesia masih tidak sedikit siswa SMA KEMtertinggi ± 175 kpm. Dari pengalaman peneliti membelajarkan siswa kelas XI IPA 2 SMANegeri 3 Sidoarjo, ternyata hal tersebut di atas juga terjadi. Dengan KEM ± 175 kpm, lalubagaimana bisa menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang diharapkan melaluiberbagai media cetak dalam waktu yang relatif singkat.Berdasarkan uraian singkat di atas, peneliti mengambil tindakan, yaitu “MeningkatkanKecepatan Efektif Membaca Dengan Menggunakan Metode Klos Siswa Kelas XI IPA 2 SMANegeri 3 Sidoarjo”.Peneliti memilih metode klos untuk meningkatkan Kecepatan Efektif Membaca (KEM)karena metode klos dapat dipakai untuk mengukur tingkat keterbacaan sebuah wacana danuntuk melatih keterampilan dan kemampuan membaca1.2 Perumusan dan Pemecahan Masalah1.2.1 Perumusan MasalahDalam penelitian ini diajukan rumusan masalah yaitu bagaimana penggunaan metode Klosbisa meningkatkan Kecepatan Efektif Membaca (KEM) siswa kelas XI IPA 2 SMAN 3 Sidoarjo1.2.2 Pemecahan MasalahDengan rendahnya Kecepatan Efektif Membaca Siswa Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 3 SidoarjoTahun Pelajaran 2006/2007 penulis mengambil tindakan yaitu meningkatkan KecepatanEfektif Membaca dengan menggunakan Metode Klos yang langkah-langkahnya sebagaiberikut : Tahap awal merupakan pra tindakan yaitu identifikasi metode klos dan KecepatanEfektif Membaca (KEM), langkah kedua pelaksanaan tindakan yang terdiri dari tiga siklus.Siklus I penerapan metode klos, siklus II sebagai implementasi pelaksanaan metode klos,dan siklus III sebagai pemantapan.1.3 Tujuan PenelitianTujuan penelitan tindakan kelas ini adalah :Untuk meningkatkan kecepatan efektif membaca (KEM) siswa kelas XI IPA 2 SMAN 3Sidoarjo dengan menggunakan metode klos .1.4 Lingkup Penelitian

×