PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD
(STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) PADA PEMBELAJARAN
KUBUS DAN BALOK D...
PENDAHULUAN
Matematika

merupakan

ilmu

Kurikulum

Tingkat

Satuan

universal yang mendasari perkembangan

Pendidikan (KT...
(Daryanto,

2010).

Itulah

sebabnya

dengan

berbagai

cara

aktivitas merupakan prinsip atau dasar

pembelajaran

yang s...
konvensional hanya berpusat pada guru

tipe STAD ini, siswa bekerjasama dalam

sebagai sumber belajar yang dominan.

kelom...
Kemudian seluruh siswa diberikan tes

kooperatif tipe STAD, dalam penelitian

tentang materi tersebut, pada saat tes ini

...
kelas VIII SMP Negeri 2 Rantau

menyimpulkan

Panjang Ogan Ilir?

selama

hasil yang di peroleh

proses

pembelajaran

ber...
1.

Membuat kunci jawaban dan skor

x

x =
n

pada masing-masing jawaban soal.
2.

Memeriksa jawaban siswa.

Keterangan :
...
2.

Data yang didapat dari lembar

Tabel 3

observasi diberi skor. Ketentuan

Kategori Keaktifan Siswa

pemberian

skor

d...
2 kelompok lainnya terdiri dari 4 orang

pada

siswa.

volume kubus dan balok dengan
Adapun materi yang disampaikan

LKS

...
siswa yang muncul pada saat proses

observasi

dianalisis

dengan

analisis

pembelajaran berlangsung sesuai dengan

deskr...
Tabel 5
Rata-Rata Aktivitas Siswa Untuk Setiap Indikator per Pertemuan
No

Skor per Pertemuan

Indikator

Rata-Rata per

P...
Adapun distribusi frekuensi skor
rata-rata

aktivitas

menggunakan

siswa

model

dengan

kooperatif tipe STAD dapat dilih...
Tabel 7
Nilai Yang Diperoleh Siswa dalam Menyelesaikan LKS dan Tes
Nilai Siswa

LKS

Tes
%

f

%

85-100

18

78,26

10

4...
Dari tabel di atas dapat dilihat
bahwa

dengan

model

aktif

dalam

mengerjakan

LKS

pembelajaran

dikelompok masing-mas...
Data hasil seluruh pekerjaan

data

kualitatif

untuk

menentukan

siswa dari pertemuan pertama hingga

kategori tingkat h...
pembelajaran berlangsung adalah dengan

79,73 termasuk dalam kategori baik. Jika

menggunakan

sedangkan

dilihat pada tab...
Hasil Belajar Siswa
14

Frekuensi

15
10

3

5

3

3
0

0
Sangat Baik
Baik

Cukup Kurang Sangat
Kurang
Kategori

Gambar 1....
pendapatnya

dalam

proses

belajar

mengajar, siswa tidak terbiasa berdiskusi

takut

salah

untuk

mengemukakan

pendapa...
dalam kategori aktif dengan rata-rata

termasuk

dalam

kategori

baik

aktivitas sebesar 8,25.

dengan nilai rata-rata se...
menekankan indikator aktivitas lisan
pada proses pembelajarannya.

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian.
...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Artikel

1,188 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,188
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
82
Actions
Shares
0
Downloads
49
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Artikel

  1. 1. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) PADA PEMBELAJARAN KUBUS DAN BALOK DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 RANTAU PANJANG OGAN ILIR Henry Kurniawan Henrykurniawan55@yahoo.com Jalan Ogan Srijaya Negara, Bukit Besar, Palembang Alumni Pendidikan Matematika FKIP UNSRI Yusuf Hartono1), Budi Mulyono2) Dosen Pendidikan Matematika FKIP UNSRI ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas siswa selama proses pembelajaran dan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dalam pembelajaran matematika di SMP Negeri 2 Rantau Panjang Ogan Ilir. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas VIII.A yang berjumlah 23 orang siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan tes. Observasi digunakan untuk mengetahui gambaran aktivitas siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Adapun tes digunakan untuk melihat hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran tersebut. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD di kelas VIII.A SMP Negeri 2 Rantau Panjang dikategorikan aktif dengan skor rata-rata 8,25, sedangkan hasil belajar siswa yang diperoleh dari nilai LKS dan tes tergolong kategori baik dengan rata-rata 79,73. Kata-kata kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, Aktivitas Siswa, Hasil Belajar, Kubus dan Balok
  2. 2. PENDAHULUAN Matematika merupakan ilmu Kurikulum Tingkat Satuan universal yang mendasari perkembangan Pendidikan (KTSP) jenjang pendidikan teknologi modern, mempunyai peran dasar dan menengah dikembangkan oleh penting dalam berbagai disiplin ilmu dan sekolah/madrasah mengembangkan daya pikir manusia. sekolah/madrasah Mata perlu standar kompetensi lulusan dan standar diberikan kepada semua siswa mulai dari isi serta panduan (Trianto, 2010:4). Satu sekolah dasar untuk membekali siswa prinsip utama dalam KTSP adalah dengan pemberian pelajaran Matematika kemampuan berpikir logis, dan komite berpedoman wewenang kepada serta kemampuan bekerja sama yang merancang dan merencanakan sendiri efektif (Depdiknas, 2006:387). pembelajaran sesuai dengan kondisi dan siswa harus memahami dan aktif sekolah penuh analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, Dalam pembelajaran matematika, instansi secara pada untuk tingkat kemampuan sekolah sehingga setiap guru mata pelajaran diharapkan membangun pengetahuan baru dari mampu pengalaman dan pengetahuan yang merencanakan proses pembelajaran di dimiliki sebelumnya. Pada dasarnya kelas sehingga menjadi pembelajaran pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. merupakan proses komunikasi antara guru dan siswa. menyusun, merancang, Dalam belajar sangat diperlukan Proses komunikasi yang terjadi tidak adanya selamanya suatu aktivitas sebab pada dengan lancar, prinsipnya “belajar adalah suatu proses komunikasi dapat usaha yang dilakukan seseorang untuk menimbulkan salah pengertian, ataupun memperoleh suatu perubahan tingkah salah konsep. Untuk itu guru harus laku yang dilakukan seseorang untuk mampu memberikan suatu alternatif memperoleh suatu perubahan tingkah pembelajaran bagi siswanya agar dapat laku yang baru secara keseluruhan, memahami konsep-konsep yang telah sebagai hasil pengalaman sendiri dalam diajarkan. interaksi bahkan berjalan proses dengan lingkungannya
  3. 3. (Daryanto, 2010). Itulah sebabnya dengan berbagai cara aktivitas merupakan prinsip atau dasar pembelajaran yang sangat penting dalam interaksi sehingga tercapai pembelajaran yang belajar. Aktivitas belajar tidak hanya efektif dilakukan di dalam kelas, namun dapat mendapatkan hasil belajar yang lebih juga dan baik. Dalam pencapaian hasil belajar dimanapun agar mendapat prestasi yang tersebut, hendaknya perlu diperhatikan baik. Melibatkan siswa secara aktif di bagaimana dalam pembelajaran matematika sangat matematika yang baik. dilakukan penting, kapan karena dalam pun, matematika yang proses dan efisien proses Namun pada menyenangkan dan siswa pembelajaran kenyataannya banyak kegiatan pemecahan masalah proses pembelajaran matematika saat ini yang menuntut kreativitas siswa secara masih belum memberikan suasana yang aktif. Maka dari itu pada proses belajar membuat siswa antusias terhadap proses mengajar matematika yang baik adalah pembelajaran sehingga guru harus mampu menerapkan suasana matematika siswa tidak sesuai dengan yang dapat membuat siswa antusias apa yang diharapkan. Hal yang kurang terhadap persoalan yang ada sehingga memuaskan ini juga terjadi di SMP mereka mampu mencoba memecahkan Negeri 2 Rantau Panjang Ogan Ilir, persoalannya. terlihat pada hasil belajar siswa yang Berdasarkan hasil belajar Peraturan masih rendah yaitu pada salah satu kelas Pemerintah No. 19 Tahun 2005 pasal 19 ada yang mencapai 52,17% siswanya tentang Standar Nasional Pendidikan, yang tidak tuntas dalam pembelajaran standar matematika. proses pembelajaran dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan pembelajaran pendidik Selain itu, berdasarkan hasil hendaknya observasi peneliti terhadap Rencana merancang suatu proses pembelajaran Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) guru, yang ternyata menumbuhkan minat siswa, model pembelajaran yang menumbuhkan motivasi siswa terhadap digunakan yaitu model pembelajaran pembelajaran, konvensional. melatih bakat siswa Pembelajaran
  4. 4. konvensional hanya berpusat pada guru tipe STAD ini, siswa bekerjasama dalam sebagai sumber belajar yang dominan. kelompok untuk menyelesaikan Lembar Guru Kerja Siswa (LKS) dan guru hanya lebih banyak menggunakan waktunya di kelas untuk menyampaikan berperan materi, kegiatan pembimbing. Jadi, model pembelajaran pembelajaran lebih bersifat penyampaian kooperatif tipe STAD berpusat pada informasi atau pengetahuan sehingga siswa, sehingga siswa akan lebih leluasa siswa mengekplorasikan aktivitasnya dalam dan pelaksanaan menjadi lebih pasif dalam mengkontruksi pengetahuannya. Hal ini sebagai fasilitator dan kegiatan belajar mengajar. membuat aktivitas belajar siswa kurang, Pembelajaran kooperatif tipe sehingga hasil belajar yang diperoleh STAD dikembangkan oleh Robert E. siswa juga rendah. Slavin. Menurut Slavin, pembelajaran Untuk mengatasi masalah di atas, kooperatif tipe STAD merupakan salah guru sebaiknya menggunakan model satu tipe kooperatif yang menekankan pembelajaran yang dapat menumbuhkan pada adanya aktivitas dan interaksi aktivitas siswa dalam belajar. Salah satu diantara siswa untuk saling memotivasi model yang dan saling membantu dalam menguasai antar materi pelajaran guna mencapai prestasi pembelajaran mengutamakan kerja sama individu, yang memungkinkan semua yang maksimal (Isjoni, 2011:51). siswa dapat menguasai materi pada Menurut Slavin (dalam Trianto, tingkat penguasaan relatif sama adalah 2009:68), model pembelajaran kooperatif. Ada 5 STAD siswa ditempatkan dalam tim tipe model pembelajaran kooperatif, belajar beranggota 4-5 orang yang salah model merupakan campuran menurut tingkat pembelajaran kooperatif tipe Student prestasi, jenis kelamin, dan suku. Guru Teams Achievement Divison (STAD) menyajikan pelajaran, dan kemudian untuk siswa satu aktivitas tipenya melihat siswa adalah gambaran dalam tentang pembelajaran matematika. Dalam model pembelajaran menyatakan bekerja dalam bahwa tim pada mereka memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut.
  5. 5. Kemudian seluruh siswa diberikan tes kooperatif tipe STAD, dalam penelitian tentang materi tersebut, pada saat tes ini ini aktivitas kognitif yang dilihat adalah mereka kategori lower Order Thinking yang tidak diperbolehkan saling membantu. meliputi Berdasarkan hasil penelitian yang menyatakan Adapun salah satu pokok bahasan (1) matematika yang diajarkan di SMP kelas kooperatif VIII semester 2 adalah kubus dan balok. dapat meningkatkan prestasi belajar Konsep-konsep dalam kubus dan balok siswa dan sekaligus dapat meningkatkan sangat perlu dipahami oleh siswa karena hubungan social, menumbuhkan sikap konteks permasalahannya sangat terkait toleransi dan dapat menghargai pendapat dengan kehidupan siswa dan materi ini orang lain, (2) pembelajaran kooperatif merupakan materi dasar yang menunjang dapat memenuhi kebutuhan siswa dalam pada jenjang pendidikan berikutnya. penggunaan bahwa: mengingat, memahami dan menerapkan. dilakukan oleh Slavin (dalam Rusman, 2010:205) kemampuan pembelajaran berpikir kritis, memecahkan masalah dan Berdasarkan uraian di atas, maka mengintegrasikan pengetahuan dengan rumusan masalah dalam penelitian ini pengalaman. adalah (1) Bagaimanakah aktivitas siswa Berdasarkan sebelumnya dilakukan pada saat diterapkannya model oleh pembelajaran kooperatif tipe STAD model (Student Teams Achievement Division) pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pembelajaran kubus dan balok di dalam matematika, kelas VIII SMP Negeri 2 Rantau aktivitas dan hasil belajar siswa dapat Panjang Ogan Ilir?, (2) Bagaimana hasil ditingkatkan. Hal ini terlihat dari tingkat belajar ketuntasan belajar siswa pada siklus matematika dengan menggunakan model pertama mencapai 15 orang (60%) dan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siklus kedua mencapai 22 orang (Student Teams Achievement Division) (88%). pada pembelajaran kubus dan balok di Nurhayati yang penelitian (2010) pembelajaran Berdasarkan bahwa kelebihan dan kelemahan dari model pembelajaran siswa dalam pelajaran
  6. 6. kelas VIII SMP Negeri 2 Rantau menyimpulkan Panjang Ogan Ilir? selama hasil yang di peroleh proses pembelajaran berlangsung. Serta pada tahap analisis data, METODE PENELITIAN Jenis penelitian penelitian deskriptif ini yang adalah bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas hal yang dilakukan menganalisis data dari adalah hasil tes dan observasi, serta mendeskripsikan data hasil analisis. dan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD di Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam kelas VIII SMP Negeri 2 Rantau Panjang Ogan Ilir. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII.A di SMP Negeri 2 Rantau Panjang Ogan Ilir yang Adapun prosedur penelitian pada tahap persiapan, peneliti membuat RPP, membuat LKS, membuat instrumen tes, membuat lembar observasi. Pada tahap model peneliti menyampaikan pembelajaran yang akan digunakan, tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan mengorganisasi siswa ke dalam kelompok belajar. Selanjutnya pada tahap menerapkan pembelajaran pelaksanaan, langkah – berdasarkan peneliti langkah model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Pada akhir membimbing pembelajaran siswa Observasi peneliti untuk dilakukan untuk melihat aktivitas siswa pada saat diterapkannya model berjumlah 23 orang siswa. pendahuluan penelitian ini adalah observasi dan tes. pembelajaran STAD. Tes kooperatif digunakan tipe untuk memperoleh data hasil belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi kubus dan balok. Teknik Analisis Data Data hasil belajar siswa yang diperoleh setelah dianalisis untuk tes dilaksanakan, melihat tingkat keberhasilan siswa pada pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk menganalisis data hasil belajar siswa adalah sebagai berikut:
  7. 7. 1. Membuat kunci jawaban dan skor x x = n pada masing-masing jawaban soal. 2. Memeriksa jawaban siswa. Keterangan : 3. Memberikan skor sesuai dengan x = nilai rata-rata siswa skor yang telah ditentukan. Setelah x = nilai akhir tiap siswa diperoleh skor akhir, maka nilai tes n = banyak siswa dihitung menggunakan rumus: R NP (Sudjana, 2009:109) 8. x100 SM Rata-rata nilai akhir yang diperoleh digunakan untuk melihat kategori Keterangan : hasil belajar siswa seperti pada tabel NP : Nilai Akhir berikut: R : Skor yang diperoleh SM : Jumlah Skor Maksimum Tabel 1 Kategori Hasil Belajar Siswa (Djaali dan Muljono, 2008:103) Skor tes yang diperoleh masing- 85 – 100 Sangat Baik 75 – 84 Baik nilai dalam rentang 0-100 5. Kategori masing siswa dikonversikan menjadi 4. Nilai Siswa 65 – 74 Cukup 45 - 64 Kurang 0 - 44 Sangat Kurang Menganalisa hasil belajar yang diperoleh dari nilai LKS dan tes. 6. Nilai akhir diperoleh dari 40% LKS (Arikunto, 2009:245) dan 60% nilai tes dengan rumus sebagai berikut: Nilai Akhir = ( Hasil observasi dianalisis secara ) x 40% +(tes) x 60% 7. Nilai rata-rata yang diperoleh dibuat deskriptif kualitatif. Adapun langkahlangkah dalam menganalisis data adalah: 1. Mengisi lembar observasi dalam daftar distribusi frekuensi berdasarkan pengamatan terhadap dengan rumus sebagai berikut : siswa pada berlangsung. saat pembelajaran
  8. 8. 2. Data yang didapat dari lembar Tabel 3 observasi diberi skor. Ketentuan Kategori Keaktifan Siswa pemberian skor diberikan tabel Skor Rata- Kategori keaktifan Rata Siswa Tabel 2 10,1 – 12,0 Sangat Aktif Penskoran Aktivitas Siswa 8,1 – 10,0 Aktif berikut: Skor Keterangan 6,1 – 8,0 Cukup Aktif 1 4,1 – 6,0 Kurang Aktif 2 Tidak satu pun deskriptor tampak Satu deskriptor tampak 3 dua deskriptor tampak Kemudian dicari skor rata-rata aktivitas siswa secara keseluruhan untuk Skor aktivitas dari masing- masing siswa adalah jumlah seluruh skor yang diperoleh sesuai dengan banyaknya deskriptor yang pembelajaran tampak pada berlangsung. saat Skor maksimum aktivitas siswa adalah 3 x 4 = mendapatkan kategori tingkat aktivitas siswa secara klasikal diperoleh dengan rumus : Skor rata-rata = Skor total seluruh siswa n Ket: n = banyaknya siswa (Modifikasi Arikunto, 2002:245) 12 dan skor minimum adalah 1 x 4 = 4, sehingga interval skor rata-rata aktivitas siswa adalah 4 sampai 12. Peneliti membagi interval ini menjadi empat selang dengan jarak masing-masing selang adalah 8/4 = 2. Kategori tingkat keaktifan berikut : siswa ditentukan sebagai HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Rantau Panjang Ogan Ilir sebanyak 4 kali pertemuan, yaitu pada tanggal 8, 10, 15, dan 17 April 2013. Penelitian ini dilakukan di kelas VIII.A dengan jumlah siswa yang menjadi subjek penelitian sebanyak 23 orang siswa yang dibagi dalam 5 kelompok, 3 kelompok terdiri dari 5 orang siswa dan
  9. 9. 2 kelompok lainnya terdiri dari 4 orang pada siswa. volume kubus dan balok dengan Adapun materi yang disampaikan LKS adalah menentukan model pembelajaran kooperatif tipe dalam pembelajaran ini berupa Lembar Student Kerja Siswa (LKS) dan siswa belajar Division (STAD). dalam kelompok. Alokasi waktu yang 4. Teams Achievement Pada pertemuan keempat dilakukan diperlukan dalam penelitian ini adalah 8 pada hari Rabu, 17 April 2013 (2 x jam pelajaran (8 x 40 menit) atau 4 kali 40 menit). Pada pertemuan ini tatap muka dengan perincian sebagai peneliti memberikan tes (evaluasi) berikut: untuk 1. Pertemuan pertama dilakukan pada siswa setelah proses pembelajaran hari Senin, 8 April 2013 (2 x 40 dengan menit) dengan sub pokok bahasan kooperatif pada LKS adalah membuat jaring- Achievement Division (STAD). Soal jaring kubus dan balok dengan yang diberikan berbentuk essay atau model pembelajaran kooperatif tipe uraian yang terdiri dari 4 soal. Student Teams Achievement mengetahui hasil model tipe belajar pembelajaran Student Pelaksanaan Teams pembelajaran Division (STAD). Pertemuan kedua dilakukan pada tipe STAD meliputi 6 tahap, yaitu hari Rabu, 10 April 2013 (2 x 40 menyampaikan tujuan dan memotivasi menit) dengan sub pokok bahasan siswa, menyajikan/menyampaikan pada LKS adalah menentukan luas informasi, mengorganisasikan permukaan kubus dan balok dengan dalam model pembelajaran kooperatif tipe membimbing kelompok bekerja dan Student 2. dengan model pembelajaran kooperatif belajar, Teams Achievement kelompok-kelompok evaluasi, belajar, memberikan Division (STAD). 3. Pada dan siswa penghargaan. setiap proses Pertemuan ketiga dilakukan pada pembelajaran, peneliti memberikan LKS hari Senin, 15 April 2013 (2 x 40 pada masing-masing kelompok belajar menit) dengan sub pokok bahasan dan observer akan mengamati aktivitas
  10. 10. siswa yang muncul pada saat proses observasi dianalisis dengan analisis pembelajaran berlangsung sesuai dengan deskriptif kualitatif yaitu menghitung indikator pada lembar obervasi. skor rata-rata indikator dari siswa pada setiap pertemuan kemudian ditentukan Deskripsi dan Analisis Data tingkat aktivitas siswa. Berikut ini Observasai adalah tabel hasil observasi aktivitas Observasi dilakukan selama siswa. proses pembelajaran berlangsung dalam Tabel 4 3 kali pertemuan (6 x 40 menit). Selama Hasil Observasi Aktivitas Siswa pelaksanaan pembelajaran peneliti Dengan Menggunakan Model dibantu oleh 2 orang observer yaitu Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Hartanto sebagai observer pertama dan Interval skor Frekuensi Persentase (%) Noviriyanti sebagai observer kedua yang 10,1 – 12,0 9 39,13 bertugas aktivitas 8,1 – 10,0 12 52,17 pembelajaran 6,1 – 8,0 2 8,7 observer 4,1 – 6,0 0 0 mengamati 2 - 3 kelompok belajar. Jumlah 23 100 Observer pertama mengamati kelompok Rata-Rata siswa untuk selama berlangsung. mengamati proses Satu orang 8,25 I-II dan observer kedua mengamati kelompok III - V. Data hasil observasi aktivitas Lembar observasi terdiri dari 4 siswa dianalisis dengan analisis butir indikator aktivitas yang masing- deskriptif yaitu menghitung rata-rata masing skor indikator yang muncul dari siswa indikator terdiri dari 2 deskriptor. Hasil penelitian dari lembar pada observasi menghitung nilai akhir dan menetapkan ini mengetahui dimaksudkan aktivitas siswa untuk selama setiap kategori pertemuan, penilaian kemudian aktivitas siswa. proses pembelajaran matematika dengan Berikut ini adalah tabel hasil observasi menggunakan aktivitas siswa. kooperatif tipe model STAD. pembelajaran Data hasil
  11. 11. Tabel 5 Rata-Rata Aktivitas Siswa Untuk Setiap Indikator per Pertemuan No Skor per Pertemuan Indikator Rata-Rata per P1 P2 P3 Kategori indikator 1. Aktivitas visual 8,7 8,7 8,12 8,50 Aktif 2. Aktivitas mendengarkan 8,84 8,7 8,99 8,84 Aktif 3. Aktivitas lisan 6,81 6,23 6,81 6,62 Cukup Aktif 4. Aktivitas gerak 9,28 8,99 8,84 9,03 Aktif 8,25 Aktif Rata-Rata Pada tabel 5 dapat dilihat bahwa kategori cukup aktif. Sedangkan pada pada indikator pertama yaitu aktivitas indikator keempat yaitu aktivitas gerak visual dengan deskriptor memperhatikan dengan deksriptor mengerjakan tugas gambar membandingkan (soal-soal) dan bekerja menggunakan pekerjaan teman dikategorikan aktif alat termasuk dalam kategori aktif dengan dengan skor rata-rata 9,03. LKS skor indikator dan rata-rata kedua mendengarkan mendengarkan 8,50. yaitu dengan atau Pada aktivitas dekriptor memperhatikan Dari hasil observasi siswa per indikator yang menunjukan bahwa telah dilakukan indikator yang penjelasan guru dan mendengarkan atau paling rendah adalah aktivitas lisan memperhatikan penjelasan teman dengan dengan deskriptor yang jarang muncul skor rata-rata 8,84 dengan kategori aktif. adalah Pada indikator ketiga yaitu aktivitas lisan argumentasi. dengan memiliki deskriptor mengemukakan memberikan tanggapan Indikator rata-rata ini 6,62. atau hanya Hal ini pendapat, menjawab pertanyaan atau disebabkan oleh siswa masih merasa berdiskusi takut dalam salah untuk memberikan tanggapan atau argumentasi pendapatnya dalam dengan mengajar. skor 6,62 kelompok termasuk dan dalam mengemukakan proses belajar
  12. 12. Adapun distribusi frekuensi skor rata-rata aktivitas menggunakan siswa model dengan kooperatif tipe STAD dapat dilihat pada tabel berikut : pembelajaran Tabel 6 Distribusi Frekuensi Skor Rata-Rata Aktivitas Siswa Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Interval skor Frekuensi Persentase (%) Kategori 10,1 – 12,0 9 39,13 Sangat Aktif 8,1 – 10,0 12 52,17 Aktif 6,1 – 8,0 2 8,7 Cukup Aktif 4,1 – 6,0 0 0 Kurang Aktif Jumlah 23 100 - Rata-Rata 8,25 Analisis data hasil menunjukan aktivitas digunakan sebagai media dalam siswa pembelajaran yang berisi materi, yang model dikerjakan siswa secara berkelompok. pembelajaran kooperatif tipe STAD LKS digunakan selama 3 kali pertemuan, dalam kategori aktif dengan rata-rata pertemuan pertama yaitu LKS I berisi aktivitas sebesar 8,25. materi tentang jaring-jaring kubus dan dengan bahwa observasi Aktif menggunakan balok, LKS II berisi materi tentang menentukan luas permukaan kubus dan Tes Pada pertemuan keempat dilakukan tes. Siswa diberikan beberapa balok, dan LKS III berisi materi tentang menentukan volume kubus dan balok. soal yang berupa soal tes uraian untuk Adapun nilai LKS dan tes yang mengetahui hasil belajar siswa setelah diperoleh siswa dapat dilihat pada tabel diterapkannya 7 berikut : model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Analisis data tes diambil dari LKS dan tes. LKS
  13. 13. Tabel 7 Nilai Yang Diperoleh Siswa dalam Menyelesaikan LKS dan Tes Nilai Siswa LKS Tes % f % 85-100 18 78,26 10 43,48 75-84 5 21,74 6 26,09 65-74 0 0 4 17,39 45-64 0 0 0 0 0-44 0 0 3 13,04 Jumlah Pada f 23 100 23 100 akhir pembelajaran jawaban tes siswa sesui dengan rubrik matematika dengan menggunakan model penskoran yang telah disusun. Rubrik pembelajaran kooperatif tipe STAD pada penskoran terdapat pada lampiran. materi kubus dan balok siswa diberikan 1. LKS beberapa soal tes. Hasil belajar siswa Berdasarkan analisis pengerjaan dapat dilihat dari LKS dan soal tes yang LKS 1, LKS 2, dan LKS 3 diperoleh diberikan. Pemberian skor pada lembar nilai rata-rata pada tabel berikut: Tabel 8 Distribusi Frekuensi Rata-Rata Hasil Pengerjaan LKS Nilai Siswa 85-100 75-84 65-74 45-64 0-44 Jumlah Rata-Rata Jumlah siswa 18 5 0 0 0 23 Persentase (%) 78,26 21,74 0 0 0 100 85 Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Sangat Baik
  14. 14. Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa dengan model aktif dalam mengerjakan LKS pembelajaran dikelompok masing-masing. Rata-rata kooperatif tipe STAD pada pelajaran nilai LKS adalah 85 termasuk dalam matematika dimana pada nilai LKS ada kategori sangat baik. 18 orang siswa (78,26%) mendapatkan nilai dengan kategori sangat baik dan 5 2. Tes orang siswa (21,74) dengan kategori Distribusi nilai baik. Hal ini dikarenakan siswa frekuensi nilai tes dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 9 Distribusi Frekuensi Nilai Tes Siswa Nilai Siswa Frekuensi Persentase (%) Kategori 85-100 10 43,48 Sangat Baik 75-84 6 26,09 Baik 65-74 4 17,39 Cukup 45-64 0 0 Kurang 0-44 3 13,04 Sangat Kurang Jumlah 23 100 - Rata-Rata Tes 76,17 Baik Pada tabel 9 di atas, menunjukan baik. Dari hasil analisis ini, terlihat bahwa ada 10 orang siswa (43,48%) perbedaan nilai tes yang dikerjakan yang mendapatkan nilai dengan kategori secara individu sangat baik, 6 orang siswa (26,09%) dikerjakan secara berkelompok sangat dengan kategori baik, 4 orang siswa jauh. Hal ini dikarenakan keaktifan (17,39%) dengan kategori cukup, dan 3 siswa pada waktu mengerjakan soal baik orang siswa (13,04%) mendapatkan nilai secara individu maupun dalam kelompok dengan kategori sangat kurang. Rata-rata membuat nilai tes sebesar 76,17 dengan kategori pelajaran yang mereka pelajari. siswa dengan lebih LKS yang memahami
  15. 15. Data hasil seluruh pekerjaan data kualitatif untuk menentukan siswa dari pertemuan pertama hingga kategori tingkat hasil belajar. Distribusi pertemuan keempat, semua dianalisis hasil belajar siswa berdasarkan kategori untuk menentukan rata-rata nilai akhir hasil belajar dapat dilihat pada tabel dan kemudian dikonversikan ke dalam sebagai berikut: Tabel 10 Distribusi Hasil Belajar Siswa Berdasarkan Kategori Hasil Belajar Nilai Siswa Nilai Akhir Persentase (%) Kategori 85-100 14 60,88 Sangat Baik 75-84 3 13,04 Baik 65-74 3 13,04 Cukup 45-64 3 13,04 Kurang 0-44 0 0 Sangat Kurang Jumlah 23 100 - Rata-Rata 79,73 Baik Dari tabel di atas nilai akhir ini menunjukkan bahwa berdasarkan siswa didapat dari 40% LKS dan 60% hasil LKS dan tes, hasil belajar siswa nilai tes. Hasil belajar siswa setelah dapat digolongkan dalam kategori baik. diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe STAD terdapat 14 orang Pembahasan siswa (60,88%) dikategorikan sangat baik, 13 orang siswa Penelitian ini bertujuan untuk (13,04%) mengetahui gambaran aktivitas siswa dikategorikan baik, 13 orang siswa selama proses pembelajaran dan hasil (13,04%) dikategorikan cukup, dan 13 belajar siswa orang siswa (13,04%) dikategorikan model pembelajaran kurang. Sedangkan rata-rata hasil belajar Student Teams Achievement Division siswa yang diperoleh adalah 79,73. Hal (STAD). Penilaian dilakukan pada saat setelah diterapkannya kooperatif tipe
  16. 16. pembelajaran berlangsung adalah dengan 79,73 termasuk dalam kategori baik. Jika menggunakan sedangkan dilihat pada tabel distribusi hasil belajar berlangsung siswa berdasarkan kategori hasil belajar, setelah observasi, pembelajaran menggunakan soal tes. Observasi ada 14 orang siswa dengan persentase untuk 60,88% dikategorikan sangat baik, 13 melihat gambaran aktivitas siswa dengan orang siswa dengan persentase 13,04% menggunakan dikategorikan baik, 13 orang siswa kooperatif ditujukan model tipe Achievement sedangkan pembelajaran Student untuk dengan persentase 13,04% dikategorikan (STAD), Division Teams cukup, dan 13 orang siswa dengan hasil persentase 13,04% dikategorikan kurang. belajar siswa didapat dari hasil tes Hal ini disebabkan oleh kurangnya setelah dilakukan proses pembelajaran ketelitian siswa dalam menyelesaikan selama 3 kali pertemuan (6 x 40 menit). soal LKS dan tes, siswa belum tepat Pembelajaran mengetahui di untuk menerjemahkan masalah yang ada kelas VIII.A SMP Negeri 2 Rantau pada soal dan tidak ada langkah-langkah Panjang sesuai pengerjaan. Selain itu juga peneliti pelaksanaan menyadari bahwa kesalahan-kesalahan dengan telah matematika dilaksanakan tahapan-tahapan pembelajaran menggunakan model yang dibuat siswa dikarenakan juga pembelajaran kooperatif tipe STAD, kelemahan yaitu presentasi kelas, belajar dalam dalam kelompok, presentasi kelompok, dan berlangsungnya proses pembelajaran. penghargaan prestasi tim. belajar siswa pada LKS dan tes siswa nilai dengan rata-rata kekurangan membimbing Adapun Berdasarkan analisis data hasil mendapatkan dan hasil siswa belajar peneliti selama siswa disajikan dalam bentuk diagram batang sebagai berikut:
  17. 17. Hasil Belajar Siswa 14 Frekuensi 15 10 3 5 3 3 0 0 Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Kategori Gambar 1. Diagram batang hasil belajar siswa Selain melalui hasil LKS dan tes, dengan rata-rata 8,50 termasuk dalam aktivitas siswa juga diukur melalui kategori observasi. Pada saat proses pembelajaran mendengarkan siswa diamati oleh 2 orang observer yaitu mendengarkan atau memperhatikan untuk mengobservasi deskriptor yang penjelasan guru dan mendengarkan atau muncul pada aktivitas siswa. Skor untuk memperhatikan penjelasan teman dengan masing-masing indikator untuk skor 1 rata-rata 8,84 termasuk dalam kategori jika tidak ada satu pun deskriptor yang aktif. muncul, skor 2 untuk satu deskriptor aktif. dengan aktivitas deskriptornya Lain halnya pada aktivitas lisan yang muncul, dan skor 3 jika ada dua dengan deskriptor yang muncul. mengemukakan Aktivitas siswa selama proses Untuk deskriptornya pertanyaan pendapat, atau yaitu menjawab berdiskusi dalam pembelajaran yang berlangsung selama 3 kelompok dan memberi tanggapan atau kali pertemuan, pada indikator aktivitas argumentasi yang rata-rata skornya 6,62 visual yaitu termasuk dalam kategori cukup aktif. dan Hal ini dikarenakan siswa masih merasa dengan memperhatikan membandingkan deskriptornya gambar LKS pekerjaan teman takut salah untuk mengemukakan
  18. 18. pendapatnya dalam proses belajar mengajar, siswa tidak terbiasa berdiskusi takut salah untuk mengemukakan pendapatnya. serta guru sering menggunakan metode Pada indikator aktivitas gerak langsung atau berpusat pada guru. dengan deskriptor mengerjakan tugas Terbukti bertanya (soal-soal) dan bekerja menggunakan kepada siswa mengapa tidak bertanya alat yang rata-rata indikatornya sebesar atau pun menanggapi dalam diskusi 9,03 dengan kategori aktif. Adapun kelompok. hanya aktivitas siswa secara keseluruhan dari senyum-senyum saja, tetapi akhirnya pertemuan pertama sampai keempat setelah peneliti bertanya berulang-ulang disajikan dalam bentuk diagram batang barulah siswa menjawab bahwa mereka sebagai berikut: sewaktu peneliti Awalnya siswa Aktivitas Siswa frekuensi 12 12 10 8 6 4 2 0 9 2 0 sangat aktif aktif cukup aktif kurang aktif Gambar 2. Diagram batang aktivitas siswa Berdasarkan frekuensi rata-rata tabel Distribusi aktivitas orang siswa (8,7%) dengan kategori siswa cukup aktif. dengan model pembelajaran kooperatif Dari keseluruhan siswa menunjukan indikator tipe STAD dari 23 orang siswa terdapat aktivitas 9 orang siswa (39,13%) termasuk dalam aktivitas siswa dengan menggunakan kategori sangat aktif, 12 orang siswa model (52,17%) dengan kategori aktif, dan 2 STAD pada materi kubus dan balok pembelajaran bahwa kooperatif tipe
  19. 19. dalam kategori aktif dengan rata-rata termasuk dalam kategori baik aktivitas sebesar 8,25. dengan nilai rata-rata sebesar 79,73. Sehingga model pembelajaran ini KESIMPULAN DAN SARAN dapat diterapkan dalam Kesimpulan pembelajaran matematika. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka peneliti Saran menyimpulkan bahwa: 1. Aktivitas siswa Berdasarkan hasil penelitian yang selama proses telah dilaksanakan, pembelajaran dengan menggunakan menyarankan model pembelajaran kooperatif tipe 1. beberapa hal peneliti berikut : STAD pada materi kubus dan balok maka sebagai Bagi siswa, lebih memotivasi diri di kelas VIII.A SMP Negeri 2 agar lebih aktif dalam pembelajaran Rantau Panjang termasuk dalam matematika. kategori aktif dengan skor keaktifan 2. Bagi guru, penerapan pembelajaran 8,25. Terlihat pada saat proses menggunakan model pembelajaran pembelajaran siswa dapat bekerja kooperatif sama dengan baik dengan anggota meningkatkan keaktifan siswa. Oleh kelompoknya masing-masing dan karena itu, pembelajaran dengan pada saat diskusi kelompok, mereka model pembelajaran kooperatif tipe dapat STAD dapat digunakan sebagai saling bertukar pendapat dengan cara bertanya dan memberi alternatif tanggapan pada kelompok yang STAD Hasil belajar siswa setelah 3. Bagi dalam dapat matematika. mempresentasikan hasil diskusinya. 2. tipe peneliti melanjutkan lain pembelajaran yang penelitian untuk sebagai diterapkannya model pembelajaran bahan kooperatif tipe STAD pada materi menggunakan model pembelajaran kubus dan balok di kelas VIII.A kooperatif tipe STAD dengan lebih SMP Negeri 2 Rantau Panjang masukan ingin dapat
  20. 20. menekankan indikator aktivitas lisan pada proses pembelajarannya. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta. Arikunto, S. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Daryanto. 2010. Media Pembelajaran. Gava Media: Yogyakarta. Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Standar Kompetensi SMP dan MTS. Jakarta: Depdiknas. Djaali dan Muljono. 2008. Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. Jakarta: Grasindo. Isjoni. 2011. Cooperative Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Bandung: Alfabeta. Nurhayati.2010.”Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Achievement Division (STAD) di SD Negeri 42 Palembang”. Skripsi. Palembang : FKIP Universitas Sriwijaya. Rusman. 2010. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesional Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Sudjana, N. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya. Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif: Konsep Landasan, dan Implementasinya Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta : Kencana. Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu: Konsep dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Bumi Aksara.

×