Presentasi berobat dgn benda haram

8,098 views
7,854 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
8,098
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1,782
Actions
Shares
0
Downloads
286
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Presentasi berobat dgn benda haram

  1. 1. Presentasi Ke-5 Oleh: Hj. Marhamah Saleh, Lc. MA Membahas tinjauan hukum Islam tentang metode pengobatan yang mempergunakan benda-benda atau barang yang diharamkan, baik itu benda najis, mengandung khamer, dan sebagainya. H UKUM B EROBAT D ENGAN B ENDA- B ENDA H ARAM
  2. 2. ISLAM DAN KESEHATAN <ul><li>Islam memberi perhatian yang sangat serius terhadap kesehatan. Orang yang sehat dan kuat lebih utama daripada orang lemah dan sakit. </li></ul><ul><li>المؤمن القوي خير وأحب الى الله من المؤمن الضعيف وفي كل خير </li></ul><ul><li>Kesehatan merupakan sarana yang paling utama bagi manusia dalam melaksanakan tugas kehambaan dan kekhalifahannya di bumi. </li></ul><ul><li>Islam melarang minuman khamr karena dianggap merusak kesehatan (QS. al-Baqarah: 219). </li></ul><ul><li>يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا </li></ul><ul><li>Puasa merupakan salah satu ibadah yang berdampak positif bagi kesehatan. صوموا تصحوا </li></ul><ul><li>Islam juga memperhatikan kesehatan masyarakat luas. Rasul Saw. bersabda terkait tindakan preventif terhadap penularan suatu wabah: </li></ul><ul><li>إذا سمعتم بالطاعون بأرض فلا تدخلوها، وإذا نزل وأنتم بأرض فلا تخرجوا منها </li></ul>
  3. 3. Hukum Berobat Dengan Benda Haram <ul><li>Dalam dunia medis sering ditemukan benda/barang haram menurut Islam, tapi ternyata kadang bisa menyembuhkan suatu penyakit. Daging paha kodok misalnya, sering &quot;diresepkan&quot; orang untuk anak yang sering sesak nafas dan asma. Sementara orang yang menderita diabetes akibat ketidakmampuan seseorang untuk memproduksi enzim insulin, harus disuntik dengan insulin yang berasal dari babi. Begitupula alkohol. </li></ul><ul><li>Jumhur ulama sepakat bahwa berobat dengan khamar dan segala yang diharamkan oleh agama pada dasarnya adalah haram. Kesepakatan pendapat ini berlaku dalam keadaan yang memungkinkan ikhtiar (usaha), bukan dharurat (keterpaksaan). Dalilnya hadis Rasul Saw: </li></ul><ul><li>عن أبي الدرداء رضي الله عنه ، قال : قال رسول الله ص م : ( إن الله أنزل الداء والدواء ، وجعل لكل داء دواء ، فتداووا ولا تتداووا بحرام ( </li></ul><ul><li>عن ابن مسعود رضي الله عنه : &quot; إن الله لم يجعل شفاءكم فيما حرَّم عليكم“ </li></ul><ul><li>أن طارق بن سويد سأل النبي الخمر فنهى أو كره ان يصنعها ، فقال : إنما أصنعها للدواء ، فقال : ( إنه ليس بدواء ولكنه داء ( </li></ul><ul><li>نهى رسول الله ص م عن الدواء الخبيث </li></ul>
  4. 4. Hukum Berobat Dengan Benda haram <ul><li>Penggunaan khamar sebagai obat, menurut ulama Hanafiyah tidak boleh, sebab Nabi dengan tegas melarangnya. Kondisi ini berlaku dalam keadaan normal, artinya masih ada obat-obat lain. DR. Wahbah Zuhaili menjelaskan bahwa ulama Hanafiyah memang tidak membolehkan berobat dengan khamar bila kemanjurannya hanya bersifat zhan. Namun bila diyakini melalui keterangan dokter bahwa khamar atau benda haram itu dapat menyembuhkan penyakit, maka penggunaannya untuk berobat dibolehkan. Contoh, jika seseorang tersumbat tenggorokan (ghusshah al-tha’am), maka ia boleh minum khamar bila tidak ada air, guna menghindari ancaman maut. Argumentasinya adalah melalui metode analogi (qiyas) terhadap kebolehan memakan bangkai, darah dan daging babi dalam keadaan terpaksa. </li></ul><ul><li>Sayyid Sabiq berpendapat: khamr diperbolehkan manakala tidak ada obat lain yang halal. Manfaat khamr untuk kesehatan hendaknya diniatkan untuk pengobatan semata bukan untuk bersenang-senang, mengikuti hawa nafsu. </li></ul><ul><li>Dalam keadaan dharurat, Islam memberi rukhshah kepada umatnya. Tentu saja keringanan itu tidak mudah diberikan, melainkan harus ada ‘illat dan sebab atau alasan yang kongkrit yang dapat diterima oleh akal. Ada kaidah fiqh: الحكم يدور مع علته وجودا وعدما </li></ul><ul><li>Dalam keadaan dharurat, berlaku kaidah fiqh: الضرورة تبيح المحظورات </li></ul><ul><li>المشقة تجلب التيسير </li></ul>
  5. 5. حكم التداوي بالحرام والنجس <ul><li>Ada perbedaan pendapat (khilafiyah) di kalangan ulama, mengenai hukum berobat (at-tad ā wi/al-mud ā wah) dengan benda najis dan haram. Termasuk dalam hal ini berobat dengan obat yang mengandung alkohol (etanol), sebab alkohol adalah haram dan najis. Ada yang mengharamkan, seperti Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. Ada yang membolehkan seperti ulama Hanafiyah. Ada yang membolehkan dalam keadaan darurat, seperti Yusuf Al-Qaradhawi. Ada yang memakruhkannya, seperti Taqiyuddin al-Nabhani. </li></ul><ul><li>Ada 2 kelompok hadits yang nampak bertentangan (ta’arudh). Di satu sisi, ada hadits-hadits yang melarang berobat dengan benda yang haram dan najis, misalnya hadis Rasul SAW riwayat Bukhari & Baihaqi). </li></ul><ul><li>عن ابن مسعود رضي الله عنه : &quot; إن الله لم يجعل شفاءكم فيما حرَّم عليكم“ </li></ul><ul><li>Di sisi lain, ada hadits yang membolehkan berobat dengan benda najis dan haram. Misalnya dalam Sahih Bukhari, orang-orang suku 'Ukl dan Urainah datang ke kota Madinah menemui Nabi SAW lalu masuk Islam. Namun mereka kemudian sakit karena tidak cocok dengan makanan Madinah. Nabi Saw lalu memerintahkan mereka untuk meminum air susu unta dan air kencing unta...! Dalam hadits lain dari Anas r.a, Rasulullah Saw memberi keringanan (rukhsah) kepada Zubair bin Al-‘Awwam dan Abdurrahman bin Auf untuk memakai kain sutera karena menderita penyakit gatal-gatal. (HR Bukhari dan Muslim). Hadits ini membolehkan berobat dengan benda yang haram (dimanfaatkan), sebab sutera haram dipakai oleh laki-laki. </li></ul>
  6. 6. Metode Istinbath Berobat Dengan Benda haram <ul><li>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berpendapat: Tidak boleh berobat dengan khamr dan barang haram yang lain. Sedangkan qiyas (analogi) yang dipakai dengan kebolehan memakan barang haram jika dalam keadaan terpaksa adalah qiyas yang keliru, قياس مع الفارق karena kesembuhan tidak memiliki suatu sebab tertentu yang pasti. Tidak seperti rasa kenyang yang memiliki sebab tertentu yang pasti.  Karena ada orang yang disembuhkan Allah tanpa obat, dan ada yang disembuhkan oleh Allah dengan obat-obat dalam tubuh, baik yang halal maupun haram. Terkadang obat dipakai tapi tidak membawa kesembuhan, karena ada syarat yang tak terpenuhi atau adanya penghalang. Tidak seperti makan yang merupakan sebab rasa kenyang. Karenanya Allah membolehkan memakan barang haram bagi orang yang mudltor (terpaksa) ketika terpaksa oleh kelaparan, karena rasa laparnya hilang dengan makan dan tidak hilang dengan selain makan. Bahkan bisa mati atau sakit karena kelaparan. Karena (makan) adalah satu-satunya jalan untuk kenyang, Allah membolehkannya. Tidak seperti obat-obatan yg haram (bukan satu-satunya jalan untuk sembuh) </li></ul><ul><li>Menurut Imam Taqiyuddin Al-Nabhani, dalam Al-Syakhshiyah Al-Islamiyah, berobat dengan benda yang najis/haram hukumnya makruh, bukan haram. Dalilnya: Pertama, hadis yang mengandung larangan (nahi) untuk berobat dengan sesuatu yang haram/najis. Kedua, hadis yang membolehkan berobat dengan sesuatu yang haram/najis. Beliau mencoba mengkompromikan (men-jama’) kedua kelompok hadits tsb. Kesimpulannya, tuntutan tersebut adalah tuntutan (thalab) yang tidak tegas (ghairu jazim), sehingga hukum syara’ yang diistinbath adalah makruh, bukan haram. </li></ul>
  7. 7. Ayat-ayat Quran Yang Terkait <ul><li>يسألونك عن الخمر والميسر قل فيمها إثم كبير ومنافع للناس إثمهما أكبر من نفعهما </li></ul><ul><li>وقد فصل لكم ما حرم عليكم إلاّ ما اضطررتم إليه </li></ul><ul><li>إنما حرم عليكم الميتة والدم ولحم الخنزير وما أهلّ به لغير الله ، فمن اضطر غير باغٍ ولا عادٍ فلا إثم عليه إن الله غفور رحيم </li></ul><ul><li>إنما الخمر والميسر والأنصاب والأزلام رجس من عمل الشيطان فاجتنبوه </li></ul><ul><li>ما جعل عليكم في الدين من حرج </li></ul><ul><li>لا يكلف الله نفساً إلاّ وسعها </li></ul>
  8. 8. Hadis Rasulullah Saw dan Atsar Sahabat <ul><li>Rasul Saw berbada bahwa Allah tidak mendatangkan suatu penyakit kecuali juga menurunkan obat. (HR. Ahmad, Bukhari dan Ibnu Majah). إن الله لم ينزلْ داءً إلا أنزلَ له شفاءً </li></ul><ul><li>عن أبي الدرداء رضي الله عنه ، قال : قال رسول الله : ( إن الله أنزل الداء والدواء ، وجعل لكل داء دواء ، فتداووا ولا تتداووا بحرام ( </li></ul><ul><li>أن طارق بن سويد سأل النبي الخمر فنهى أو كره ان يصنعها ، فقال : إنما أصنعها للدواء ، فقال : ( إنه ليس بدواء ولكنه داء ( </li></ul><ul><li>وعن ابن عباس رضي الله عنه : ( عليكم بأبوال الإبل فإنها نافعة للذَربة بطونهم ) والذربة : بفتح الراء وكسر الذال جمع ذَرب , والذَرَب بفتحتين , فساد المعدة </li></ul><ul><li>وكانت السيدة عائشة رضي الله عنها تنهي عن التداوي بالخمر </li></ul><ul><li>كان ابن عمر رضي الله عنه يمنع من التداوي بكل ما هو محرم ، وكان رضي الله عنه إذا دعا طبيباً يعالج بعض أهله , اشترط عليه أن لا يداوي بشيء محرم ، وكان لا يبيح لغيره التداوي بالخمر , سواءً كان التداوي بشربها أم بالاحتقان أو بدهنها ، أو الغسل بها ، وجاءته امرأة فقال : إن ابنتها أصابها البرسام ، فتساقط شعرها ، فوصف لي أن أمشطها بالخمر . فقال : اتقي الله في شعرها </li></ul>
  9. 9. SYARAT RUKHSHAH BAGI DHARURAT <ul><li>DR. Yusuf al-Qaradhawi membolehkan dalam keadaan darurat. Nabi Saw pernah memberi izin untuk memakai sutera kepada Abdurrahman bin Auf dan Zubair bin Awwam karena penyakit yang diderita kedua orang tersebut, padahal memakai sutera bagi laki-laki pada dasarnya adalah terlarang dan diancam. </li></ul><ul><li>Tetapi keringanan atau rukhshah dalam menggunakan obat yang haram harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: </li></ul><ul><li>1. Terdapat bahaya yang mengancam kehidupan manusia jika tidak berobat (akan menyebabkan kematian). </li></ul><ul><li>2. Tidak ada obat lain yang halal sebagai ganti obat yang haram tersebut. </li></ul><ul><li>3. Adanya sesuatu pernyataan dari seorang dokter muslim yang dapat dipercaya, baik pemeriksaannya maupun agamanya. </li></ul><ul><li>Menurut beliau, dari hasil penyelidikan dokter-dokter yang terpercaya, bahwa tidak ada darurat yang membolehkan makan barang-barang yang haram seperti obat. Tetapi beliau menetapkan suatu prinsip di atas adalah sekedar ihtiy ā th (sikap kehati-hatian) yang sangat berguna bagi setiap muslim, kadang-kadang dia berada di suatu tempat yang di situ tidak ada obat kecuali benda haram. </li></ul>
  10. 10. Dampak Negatif Minuman Ber-alkohol <ul><li>Pernyataan WHO no. 650 tahun 1980 M tentang alkohol dan problem-problem yang ditimbulkannya, Sesungguhnya mengkonsumsi minuman keras berdampak negatif terhadap kesehatan serta mengakibatkan timbulnya berbagai problem yang lebih berat daripada problem-problem yang ditimbulkan oleh opium, ganja, kokain, dan semua yang disebut sebagai narkotika. Dampak-dampak negatif pengkonsumsian alkohol terlalu banyak untuk dihitung. </li></ul><ul><li>Beberapa riset ilmiah juga membuktikan dampak-dampak negatif minuman keras terhadap hati, seks, penyakit-penyakit kewanitaan, sistem air kencing, sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem pernafasan, kelenjar-kelenjar endokrin, metabolisme, dan kelenjar-kelenjar seks. Benarlah sabda Rosululloh ketika bersabda, ia bukan obat, melainkan penyakit. </li></ul>

×