Media Indonesia 29 Maret 2014

1,201 views
1,126 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,201
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
99
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Media Indonesia 29 Maret 2014

  1. 1. SABTU, 29 MARET 2014 / NO. 12031 / TAHUN XLV / 28 HALAMAN Pemasangan Iklan & Customer Service: 021 5821303 No Bebas Pulsa: 08001990990 e-mail: cs@mediaindonesia.com Rp2.900/eks (di luar P. Jawa Rp3.100/eks) Rp67.000/bulan (di luar P.Jawa + ongkos kirim) Harian Umum Media Indonesia @ MIdotcom Empat Tim di Tiga Laga Penentu Dengan selisih poin yang begitu tipis di klasemen, pertemuan keempat tim di laga-laga sisa menjadi sangat krusial. Fokus Olahraga, Hlm 22-23 HAMPIR dua bulan sudah, puluhan titik api terus mendiami lahan dan hutan di Riau. Asap tebal yang tidak pernah benar- benar pergi kerap menyambangi permukiman penduduk dan sarana publik. Presiden telah menerbitkan Inpres Nomor 16 Tahun 2011 tentang Penanganan Asap. Aparat kepolisian pun memburu dan menangkap para tersangka pembakaran lahan. Aparat penegak hukum juga mengklaim telah meningkatkan pa- troli, terutama di malam hari, saat-saat pembakar hutan dan lahan kerap melakukan aksi mereka. Namun, segala daya upaya yang dikerahkan untuk me- madamkan bara itu seperti membentur tembok. Semua tumpul, nyaris tidak berdaya hasil. Buktinya, hingga kini titik-titik api enggan pergi. Bersamaan dengan itu terkuak bahwa sejumlah perwira dan anggota polisi/TNI, anggota DPR, pengusaha, serta tokoh masyarakat setempat menguasai ratusan hektare kawas- an penyangga Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu, Provinsi Riau. Bahkan seorang serka TNI disebut-sebut memiliki 1.500 hektare di kawasan tersebut. Untuk menggarap lahan sebagai perkebunan kelapa sawit dan membalak, ak- tivitas pembakaran paling sering ditempuh. Itu meru- pakan cara termudah dan termurah untuk membuka lahan. Perambahan ilegal dan jual beli kawasan cagar biosfer diduga mendapat- kan kemudahan dari jaring- an mafia pembalakan liar yang didukung aparatur desa setempat. Komplet su- dah kerja sama mereka. Wajar, bila kemudian muncul dugaan kongkalikong itu pula yang membuat ber- bagai upaya penanganan pembakaran lahan dan hutan seakan jalan di tempat. Memang, selalu ada saja tersangka yang ditangkap. Kali ini pun lebih dari 100 tersangka telah ditetapkan. Namun, kenyataannya asap pekat akibat pembakaran hutan dan lahan selalu muncul setiap tahun. Titik-titik api baru masih tetap bermunculan. Artinya, para biang keladi penyulut api sesungguhnya belum tersentuh. Sungguh miris menyaksikan pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab menjaga dan meng- awasi kawasan yang dilindungi ternyata turut andil dalam perusakan. Tidak mengherankan jika penegakan hukum menjadi majal. Lebih mengenaskan lagi jika setelah terkuak, oknum- oknum tersebut tidak mendapatkan sanksi hukum yang tegas. Dalam waktu dekat, mereka akan kembali berkiprah merusak kawasan hutan. Bukan tidak mungkin akan semakin banyak yang mengi- kuti jejak para penjahat lingkungan itu. Mereka tergiur oleh keuntungan yang besar tanpa merasa gentar meng- hadapi konsekuensi hukum karena toh segalanya bisa dikompromikan. Di sinilah kredibilitas aparat hukum dan pemerintah dalam menegakkan aturan lagi-lagi diuji. Siapa pun pe- rambah dan pembakar baik cagar biosfer maupun kawasan lahan dan hutan harus dihukum tanpa ampun, terlebih bila pelakunya aparat penegak hukum. Bila biang keladinya ialah korporasi, cabut izinnya. Setop siklus tahunan kabut asap akibat pembakaran disengaja. Siapa pun perambah dan pembakar baik cagar biosfer maupun kawasan lahan dan hutan harus dihukum tanpa ampun, terlebih bila pelakunya aparat penegak hukum. Silakan tanggapi Editorial ini melalui: www.metrotvnews.com KECERDASAN emo- sional (EQ) pria cende- rung menurun ketika ia mengalami stres. Hal sebaliknya justru terjadi pada perempuan. Demi- kian kesimpulan pene- liti Universitas Vienna, Italia, Claus Lamm. Pemimpin peneli- tian Giorgia Silani mengatakan pihaknya mengamati dengan meminta partisipan berbicara di depan umum dan menyele- saikan tugas aritmetika mental. Para peserta lalu diminta meniru gerakan tertentu, mengenali emosi orang lain, atau meniru sudut pandang orang lain. “Dari apa yang kami observasi, ternyata stres memperburuk kinerja laki-laki dalam tiga jenis tugas. Hal sebaliknya berlaku pada perempuan,” ujar Silani. EQ berpengaruh pada tindakan simpati dan empati ter- hadap orang lain. Ketika EQ itu terganggu, interaksi sosial pun memburuk. Silani pun menyatakan perlu penelitian lanjutan untuk mengetahui mengapa hal tersebut dapat terjadi. Laporan penelitian itu dipublikasi lewat jurnal Psychoneuroendocrinology. (CBS/Kid/X-4) Uji Nyali Penegakan Hukum EQ dan Tingkat Stres MENKO Kesra Agung Laksono menyatakan uang diat atau denda darah telah menjadi sarana untuk memeras Pe- merintah Indonesia. Uang itu tebusan bagi pembebasan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang telah divonis bersalah oleh pengadilan Arab Saudi akibat terbukti melakukan tindak pembunuhan. Dengan berangkat dari hal itu, Agung menegaskan peme- rintah tidak sudi membayar uang diat yang nilainya sema- kin lama semakin tidak masuk akal. “Uang diat sudah men- jadi komoditas. Orang Arab Saudi sudah tahu pembayaran diat pasti dibayar pemerin- tah,” ujar Agung di Jakarta, kemarin. Menurut Agung, ada pihak yang memanas-manasi ke- luarga korban pembunuhan TKI untuk menarik ganti uang darah yang sangat tinggi. “Ka- lau ini terus dituruti, lama-la- ma harga uang diat akan terus melambung menjadi sangat tidak masuk akal. Terlebih, masih ada sejumlah kasus TKI yang terancam hukuman mati di Saudi.” Komentar Agung itu terkait upaya pembebasan Satinah binti Jumadi Ahmad yang ba- tas waktu pembayaran diatnya 3 April mendatang. Pemerin- tah berupaya memenuhi diat SR7 juta, atau Rp21 miliar. Padahal, pasaran diat Rp1 miliar-Rp1,5 miliar. Pemerintah, masih kata Agung, lebih memfokuskan pada upaya diplomasi, ter- masuk berbicara dengan Raja Arab Saudi Abdullah dan me- minta keringanan hukuman pada Satinah. Dalam diplo- masi itu, Abdullah sejatinya te- lah setuju mencabut hukuman mati. Namun, titah Raja tidak bisa terlaksana karena menu- rut hukum Saudi, keputusan berada di keluarga korban. Koordinator Migrant Care Anis Hidayah membenarkan bahwa mafia diat merupakan isu lama. Anis menilai itu sudah diketahui oleh peme- rintah Indonesia dan Arab Saudi. “Itu sudah menjadi bisnis serta ada semacam ma- fia terorganisasi. Jadi harus dilakukan investigasi guna penegakan hukum yang adil dan benar. Sebab pengalaman kami mendampingi warga kita yang dibunuh diganti dengan diat yang rendah,” ungkap Anis, tadi malam. Terkait penolakan peme- rintah membayar diat, Anis mengingatkan pemerintah tidak mengorbankan Satinah. Pasalnya pemerintah sudah lalai sejak awal penanganan kasus Sutinah yang tidak mem- beri bantuan hukum. (Tlc/KH/ HT/Bay/X-6) BAGUS HIMAWAN P ARA aktivis lingkung- an mendesak peme- rintah secepatnya mengembalikanlahan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil- Bukit Batu yang dikuasai pihak lain ke peruntukan semula. Pe- nyerobot kawasan konservasi itu mesti ditindak tegas. Menurut Koordinator Jaring- an Kerja Penyelamatan Hutan Riau, Musli, perambahan lahan cagar di Kabupaten Bengkalis, Riau, tersebut sudah berlang- sung bertahun-tahun. Namun, selama ini tidak ada tindakan tegas karena penyerobotan me- libatkan aparat dan pejabat. Dari penelusuran Media In- donesia, setidaknya 12 orang memiliki lahan sekitar 3.000 hektare dari total 705 ribu hektare Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu. Di antara mereka terdapat dua mantan kapolres di wilayah Polda Riau, perwira tinggi TNI-AU, anggota DPR, serta anggota TNI-AD, dan anggota Polri. “Merekayangharusnyamen- jadi anutan masyarakat malah jadi pelanggar hukum. Ini ha- rus menjadi perhatian bersama dan mereka layak mendapat- kan hukuman lebih berat,” tegas Musli di Pekanbaru, Riau, kemarin. Ia menambahkan, lahan- lahan yang dikuasai itu harus disita dan hak serta statusnya dikembalikan. “Jika memang yang dikuasai berada di kawa- san hutan negara, lahan harus disita dan dikembalikan keles- tariannya.” Dari Jakarta, Direktur Ekse- kutif Walhi Abetnego Tarigan mengatakan tidak mungkin Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Kemen- terian Kehutanan Riau tidak mengetahui adanya peram- bahan cagar biosfer di Riau. Menurutnya, aktivitas di kawa- san konservasi bisa dipantau dengan gerakan yang tidak terlalu rumit. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menegaskan pemerin- tah menindak siapa pun pe- laku bancakan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu. “Itu kan termasuk taman na- sional, seharusnya tidak boleh dijualbelikan.” Hal serupa dilontarkan Komandan Satgas Pasukan Darat Operasi Darurat Asap Riau Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto. “Sekarang lagi hobi menyebut oknum aparat. Apa saja aparat-aparat. Sebut saja setan. Setan itu akan kita tin- dak,” tegasnya. Soal tanggung jawab Menurut Plt Dirjen Perlin- dungan Hutan dan Konservasi AlamKemenhutSonnyPartono, pengelolaanCagarBiosferGiam Siak Kecil-Bukit Batu melibat- kan beberapa elemen di bawah tanggungjawabGubernurRiau. “Namun, kenyataannya koordi- nasi tidak jalan.” Ia menambahkan, kewe- nangan Kemenhut hanya di zona inti atau cagar suaka margasatwa. Di lain sisi, Kepala Dinas Kehutanan Riau Zulkifli Yusuf meminta semua pihak untuk tidak saling menyalahkan, tapi lebih menyadari fungsi dan ke- wenangan masing-masing. Cagar biosfer, tandas dia, memiliki tiga fungsi. Pertama, kawasan konservasi atau inti yang ditetapkan menhut dan pengawasannya dilakukan BBKSDA. Kawasan lindung di bawahtanggungjawabkabupa- ten.Terakhirkawasanproduksi, dalam hal ini hutan tanaman industri PT Arara Abadi, juga ditetapkan menhut. “Surat keputusan gubernur soal cagar tersebut hanya seba- gai penekanan pada tanggung jawab masing-masing tadi,” tukas Zulkifli. Kadiv Humas Polri Irjen Ronny F Sompie menyatakan pihaknya tidak akan tinggal diam jika ada informasi bahwa anggota mereka terlibat dalam bancakan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu. Dalam suratnya ke- pada Media Indonesia, Ke- pala Dinas Penerangan TNI-AU Marsekal Pertama Hadi Tjah- janto memastikan tidak ada anggotanya berinisial Marsekal Pertama TS yang disebut memi- liki 200 hektare lahan di cagar tersebut. Kepastian itu didapat setelah mengecek berkas per- sonel TNI-AU dan cek silang ke penegak hukum di Riau. (Aim/ Vei/Mus/Gol/RK/X-8) bagus_himawan @mediaindonesia.com Kembalikan Cagar Biosfer Tindakan tegas terhadap pelaku mutlak dilakukan agar perambahan lahan di kawasan konservasi tidak terus terjadi. PemerintahTolakBayarUangDiatTerlaluTinggibuatSatinah TERSANGKA PERUSAKAN HUTAN: Aparat dari Tim Pemburu Pembakar Lahan/Hutan menangkap tersangka penebangan pohon-pohon di kawasan hutan wisata Dumai, Riau, kemarin. Polisi Polres Dumai telah menangkap lima tersangka pembakar hutan dan lahan serta 10 tersangka pembalakan liar. ANTARA/ASWADDY HAMID EBET “Kalau ini terus dituruti, lama-lama harga uang diat akan terus melambung menjadi sangat tidak masuk akal. ” Agung Laksono Menko Kesra Minat dan kerja kreatif penulis puisi diyakini tengah mampat. Namun, Media Indonesia menolak larut di dalamnya. Buat memacu napas minat pembuat dan penyimak puisi, mulai Minggu (4/5)kami menghadirkan rubrik Puisi yang akan terbit setiap pekan. PUISI DI MEDIA INDONESIA
  2. 2. LIMA pesawat tim pencari pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH 370 menemukan lima objek di Samudra Hindia yang diduga bagian dari pe- sawat yang hilang pada 8 Maret lalu itu. Objek beraneka warna tersebut terapung di kawasan pencarian baru sekitar 1.850 km sebelah barat Perth, Australia. “Objek-objek tersebut belum da- pat diverifikasi apakah itu dari MH 370 sampai objek itu diangkat oleh kapal,” demikian pernyataan Otoritas Maritim Australia (AMSA), kemarin. AMSA menyatakan 10 pesawat dan enam kapal dikerahkan untuk men- cari puing pesawat di radius terbaru seluas 319 ribu kilometer persegi. Lokasi itu berada sekitar 1.100 km (685 mil laut) ke arah timur laut dari area pencarian sebelumnya. Kedalaman laut di kawasan pen- carian baru itu 2.000-4.000 meter. Namun, di kawasan tersebut terda- pat palung-palung, termasuk Palung Diamantina yang dalamnya menca- pai 7.300 meter. “Ini estimasi paling masuk akal tempat pesawat jatuh ke dalam sa- mudra,”kataKetuaBiroKeselamatan Transportasi Australia Martin Dolan dalam jumpa pers di Canberra, Aus- tralia, kemarin. Dolan menjelaskan pesawat dan kapal pencari MH 370 menyusuri jejak objek-objek yang terlihat dari satelit. Sebelumnya, satelit-satelit dari berbagai negara telah memin- dai ratusan objek di Samudra Hindia bagian selatan yang diduga puing dari MH 370. Plt Menteri Perhubungan Malaysia Hishammuddin Hussein dalam jum- pa pers di Kuala Lumpur, kemarin, mengungkap analisis data radar terbaru mengindikasikan pesawat Boeing 777-200ER yang membawa 239 orang tersebut terbang dengan kecepatan lebih tinggi sehingga ba- han bakar habis lebih cepat daripada yang diduga. Di bagian lain, kemarin, perusa- haan asuransi China Life telah mem- berikan kompensasi kepada keluarga tujuh penumpang warga Tiongkok yang totalnya mencapai 4,17 juta yuan (sekitar Rp7,66 miliar). Juru bicara China Life, Chen Hong- hao, menyatakan pihaknya memiliki 32 nasabah yang berada dalam pe- sawat MH 370. Ia memprediksi total kompensasi yang harus dibayarkan kepada keluarga korban mencapai 8,94 juta yuan (sekitar Rp16,3 mi- liar). (Reuters/AP/ABC/Kid/X-4) WIBOWO A DA yang mengusik benak Wardoyo ketika ia ber- ada di ruang tunggu Ban- dara Juanda, Surabaya, kemarin. Bukan desain kursi yang kini lebih nyaman. Tidak juga senyum ramah petugas imigrasi dan satuan pengamanan. Pensiunan pegawai negeri berusia60tahunituternya- ta baru menyimak pe- ngumuman dari PT Angkasa Pura (AP) I yang menaikkan tarif pelayananjasapenum- pang pesawat udara (air- port tax) di lima bandara di bawah pengelolaan BUMN ter- sebut mulai 1 April 2014 (lihat grafik). Untuk Bandara Juanda, kenaikan air- porttaxrutedomestikmencapai87% dari Rp40 ribu menjadi Rp75 ribu, sedangkanpenumpangruteinterna- sionaldariRp150ribumenjadiRp200 ribu (naik 34%). “Sayaterkejutkarenakenaikanair- port tax itu tinggi. Seharusnya tidak demikian,” keluh Wardoyo kepada Media Indonesia. Sebelumnya, PT AP I pada 25 Maret mengeluarkan surat edaran penaikan airport tax di Bandara In- ternasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Bandara Internasional Juanda, Sura- baya, dan Bandara Internasional Se- pinggan,Balikpapan,BandaraSultan Hasanuddin,Makassar,danBandara Internasional Lombok Praya mulai 1 April. “Penaikan t a r i f untuk menjaga kualitas pelayanan kepada penumpang dan pengguna jasabandarasertabesarnyainvestasi pembangunan dan pengembangan bandara,” kata Sekretaris Perusa- haan PT AP I Farid Indra Nugraha. Hanya, untuk Bandara Ngurah Rai, Denpasar, tarif baru airport tax domestik diberlakukan mulai 1 Agustus karena sebagian gedung bandara di Pulau Dewata itu sedang direnovasi. PT AP II juga akan menempuh langkah serupa di Bandara Kuala- namu di Deli Serdang, Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang, dan Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru dalam waktu dekat. Kepuasan publik Saat menanggapi penaikan air- port tax di sejumlah bandara, Ketua Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo berharap manajemen memberikan informasi rinci kepada konsumen ihwal peningkatan fasilitas. Adapun anggota Komisi V DPR Nusyirwan Soejono mengatakan airport tax saat ini sudah harus di- naikkan. “Pengembangan bandara itu menyangkut kepuasan publik.” Pengamat penerbangan Ruth HannaSimatupangmenilaipenaikan airport tax masih wajar karena pe- merintahbelummampumenjadikan bandara sebagai sustainable com- mercial area. Sementara itu, Direktur Proyek Komersial Citilink Hans Nu- groho mengakui pihaknya menyesuaikan harga tiket berdasarkan surat edaran dari PT AP I sesuai dengan tenggat. (Riz/Ire/ Mus/HS/OL/X-3) bowo@mediaindonesia.com SABTU, 29 MARET 2014SELEKTA2 ANTARA/NYOMAN BUDHIANA UPACARA MELASTI: Pemuka agama Hindu memercikkan air suci kepada umatnya saat upacara melasti menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1936, di Pantai Purnama, Gianyar, Bali, kemarin. Ritual melasti tersebut bermakna penyucian diri dan alam agar Hari Raya Nyepi pada 31 Maret mendatang dapat dilaksanakan dengan hening. Pengelola bandara menaikkan airport tax untuk menjaga kualitas pelayanan kepada penumpang. Airport Tax di Lima Bandara Naik Mulai 1 April Pesawat Temukan Lima Objek Kirimkan tanggapan Anda atas berita ini melalui e-mail: interupsi@mediaindonesia.com Facebook: Harian Umum Media Indonesia Twitter: @MIdotcom Tanggapan Anda bisa diakses di metrotvnews.com BADAN Pengawas Pemilu beren- cana memanggil Partai Demokrat dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi terkait kampanye Presiden Susilo Bambang Yudho- yono selaku ketua umum partai. “Kami berencana memanggil Partai Demokrat sebagai pihak yang melakukan kampanye, kemu- dian mungkin Sesneg sebagai lem- baga yang mengurus perjalanan Presiden,” kata anggota Bawaslu Nelson Simanjuntak di Jakarta, kemarin. Dia mengatakan pihaknya sudah menerima pengaduan dugaan pe- langgaran kampanye oleh pejabat negara yang menggunakan fasili- tas milik negara. Pengaduan tersebut berasal dari Direktur Lingkar Madani In- donesia (Lima) Ray Rangkuti dan Wakil Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia Girindra Sandrino. Mereka mendesak Bawaslu untuk segera memanggil dan me- minta keterangan Presiden Yu- dhoyono atas perjalanannya ke Lampung dalam rangka kampanye Pemilu Legislatif pada Rabu, 26 Maret 2014. Perjalanan presiden saat itu diduga menggunakan pesawat komersial yang dibiayai uang negara. Pada bagian lain, Bawaslu me- nengarai Menteri Kelautan dan Perikanan Cicip Syarief Sutarjo menggunakan fasilitas negara saat berkampanye untuk Partai Golkar di Lampung. “Bawaslu juga tengah mengusut banyaknya menteri yang tidak cuti saat kampanye,” kata anggota Bawaslu Daniel Zuchron. Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan Presiden Yudhoyono seharusnya membe- rikan keteladanan. “Kalau ada peraturan ya ikutlah peraturan. Jika para elite bangsa tidak mem- berikan keteladanan, yah sayang sekali,” ujar Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Lapangan KONI, Manado, Sulawesi Utara, kemarin. Saat menanggapi hal itu, Staf Khusus Presiden Bidang Komu- nikasi Politik Daniel Sparinga memastikan Presiden tidak meng- gunakan anggaran negara untuk berkampanye. Seusai berkampanye, Presiden SBY akan mengundang BPK untuk mengaudit keuangan kegiatan kampanye SBY. “Itu sudah dite- rapkan dalam Pilpres 2009,” tutur Daniel. (Wta/Mad/AB/X-5) Bawaslu Pangggil Demokrat Kantor Pusat : Samudera Indonesia Building Suite 801. Lt. 8 Jl. Letjen S.Parman Kav. 35. Jakarta 11480 Telp. (021) 5480088 (3 lines). 5304185. 5347210. 5494993. Fax. (021) 5347171. 5490909. Telex: 45867 DARCO IA L A P O R A N K E U A N G AN K O N S O L I D A S I A N 2010 LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 31 Desember 2013 US$ 31 Desember 2013 US$ ASET LIABILITAS DAN EKUITAS31 Desember 2012 US$ 31 Desember 2012 US$ DAN ENTITAS ANAK LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 2013 US$ 2012 US$ LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 2013 US$ 2012 US$ ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan 547.380.178 606.062.387 Pembayaran kas kepada karyawan (56.465.072) (60.545.935) Pembayaran kas kepada pemasok (422.949.813) (485.845.371) Kas dihasilkan dari operasi 67.965.293 59.671.081 Penerimaan bunga 796.169 850.822 Pembayaran beban bunga (14.355.665) (14.901.625) Pembayaran pajak penghasilan (7.102.610) (6.843.628) Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 47.303.187 38.776.650 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Hasil penjualan aset tetap 9.076.919 11.810.463 Dividen diperoleh dari entitas asosiasi 1.375.000 645.838 Pencairan (penempatan) aset keuangan (458.689) 5.462.100 Penambahan investasi pada entitas asosiasi (2.369.217) - Perolehan aset tetap (9.755.436) (35.428.308) Uang muka pembelian aset tetap - (1.003.891) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (2.131.423) (18.513.798) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penambahan dari: Utang bank jangka pendek - 5.444.289 Utang bank jangka panjang 39.696.718 26.424.322 Pembayaran: Utang bank jangka pendek (3.711.596) (5.802.089) Utang bank jangka panjang (66.107.274) (44.183.650) Utang sewa pembiayaan (1.010.105) (719.954) Pembayaran dividen: Perusahaan (2.456.576) (3.506.986) Entitas anak - kepentingan nonpengendali (373.377) (507.465) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (33.962.210) (22.851.533) KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 11.209.554 (2.588.681) KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 39.608.209 42.648.008 Pengaruh perubahan kurs mata uang asing (2.467.412) (451.118) KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 48.350.351 39.608.209 PENDAPATAN JASA 537.577.762 614.030.999 BEBAN JASA (485.993.630) (548.572.804) LABA KOTOR 51.584.132 65.458.195 Beban umum dan administrasi (37.763.120) (42.547.620) Beban keuangan (14.414.082) (15.033.374) Penghasilan bunga 796.169 850.822 Bagian atas laba bersih entitas asosiasi 1.515.312 1.538.793 Keuntungan kurs mata uang asing - bersih 4.459.701 1.408.058 Keuntungan dan kerugian lainnya 7.463.048 5.478.820 LABA SEBELUM PAJAK 13.641.160 17.153.694 BEBAN PAJAK (6.904.024) (7.748.808) LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 6.737.136 9.404.886 PENDAPATAN (BEBAN) KOMPREHENSIF LAIN Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan (16.793.375) (4.671.405) Bagian pendapatan (kerugian) komprehensif lain atas entitas asosiasi 3.202.546 (195.476) Jumlah Beban Komprehensif Lain (13.590.829) (4.866.881) JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF (6.853.693) 4.538.005 LABA (RUGI) BERSIH YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA: Pemilik entitas induk 7.326.956 7.398.506 Kepentingan nonpengendali (589.820) 2.006.380 Laba bersih tahun berjalan 6.737.136 9.404.886 JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA: Pemilik entitas induk (6.523.795) 2.641.127 Kepentingan nonpengendali (329.898) 1.896.878 Jumlah Laba (Rugi) Komprehensif (6.853.693) 4.538.005 LABA PER SAHAM DASAR 0,04 0,05 ASET LANCAR Kas dan setara kas 48.350.351 39.608.209 Aset keuangan lainnya 6.148.407 3.397.627 Piutang usaha Pihak berelasi 3.745.703 2.076.104 Pihak ketiga - setelah dikurangi cadangan penyisihan penurunan nilai sebesar US$ 1.323.983 pada tahun 2013 dan US$ 1.306.531 pada tahun 2012 89.993.933 95.119.713 Piutang lain-lain Pihak berelasi 2.188.916 4.130.564 Pihak ketiga - setelah dikurangi cadangan penyisihan penurunan nilai sebesar US$ 414.890 pada tahun 2012 5.649.588 11.545.124 Persediaan 6.346.366 6.508.813 Biaya dibayar di muka dan uang muka 17.715.972 23.548.087 Jumlah Aset Lancar 180.139.236 185.934.241 ASET TIDAK LANCAR Aset pajak tangguhan 2.971.643 3.530.974 Investasi pada entitas asosiasi 12.649.735 8.171.723 Properti investasi - bersih 864.730 250.407 Aset keuangan tidak lancar lain-lain 2.122.963 4.415.054 Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai US$ 218.694.884 pada tahun 2013 dan US$ 198.301.981 pada tahun 2012 445.365.207 499.717.086 Uang muka pembelian aset tetap 601.648 1.003.891 Aset tidak lancar lain-lain 1.224.466 1.356.173 Jumlah Aset Tidak Lancar 465.800.392 518.445.308 JUMLAH ASET 645.939.628 704.379.549 LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang bank jangka pendek 43.628.054 49.630.285 Utang usaha Pihak berelasi 1.937.373 2.343.174 Pihak ketiga 50.579.672 44.891.831 Utang lain-lain Pihak berelasi 578.822 546.137 Pihak ketiga 989.085 1.575.753 Biaya masih harus dibayar 26.112.243 29.216.615 Utang pajak 4.147.315 5.040.423 Pendapatan tangguhan dan jaminan pelanggan 9.825.304 9.383.916 Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Utang bank dan lembaga pembiayaan 32.178.806 37.492.588 Utang sewa pembiayaan 917.271 844.991 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 170.893.945 180.965.713 LIABILITAS JANGKA PANJANG Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Utang bank dan lembaga pembiayaan 191.397.947 228.324.042 Utang sewa pembiayaan 439.993 1.425.924 Liabilitas pajak tangguhan 1.870.933 1.959.702 Liabilitas imbalan pasca kerja 5.802.935 7.679.812 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 199.511.808 239.389.480 EKUITAS Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Modal saham - nilai nominal Rp 500 per saham Modal dasar - 600.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh - 163.756.000 saham 47.460.340 47.460.340 Tambahan modal disetor - bersih 3.488.284 3.633.559 Selisih nilai transaksi perubahan ekuitas entitas anak 29.671.789 29.671.789 Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali - (145.275) Pendapatan komprehensif lain (38.887.219) (25.036.468) Saldo laba 145.508.483 140.621.878 Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 187.241.677 196.205.823 Kepentingan nonpengendali 88.292.198 87.818.533 Jumlah Ekuitas 275.533.875 284.024.356 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 645.939.628 704.379.549 LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 Pencadangan atas lindung nilai US$ Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas anak US$ Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada entitas induk US$ Kepentingan nonpengendali US$ Jumlah ekuitas US$ Tambahan Modal Disetor US$ Modal saham US$ Saldo laba belum ditentukan penggunaannya US$ Kumulatif selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan US$ Selisihnilaitransaksi restrukturisasi entitas sepengendali US$ Pendapatan komprehensif lain Saldo per 1 Januari 2012 47.460.340 3.633.559 136.732.261 - (14.827.723) (5.451.366) 29.671.789 197.218.860 86.730.950 283.949.810 Dividen Perusahaan - - (3.508.889) - - - - (3.508.889) - (3.508.889) Dividen kepada kepentingan nonpengendali - - - - - - - - (610.987) (610.987) Dilusi pada penyertaan saham - - - (145.275) - - - (145.275) (198.308) (343.583) Jumlah laba (rugi) komprehensif - - 7.398.506 - (4.630.104) (127.275) - 2.641.127 1.896.878 4.538.005 Saldo per 31 Desember 2012 47.460.340 3.633.559 140.621.878 (145.275) (19.457.827) (5.578.641) 29.671.789 196.205.823 87.818.533 284.024.356 Efek penerapan PSAK 38 (revisi 2012), Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali - (145.275 ) - 145.275 - - - - - - Dividen perusahaan - - (2.440.351) - - - - (2.440.351) - (2.440.351) Dividen kepada kepentingan nonpengendali - - - - - - - - (409.440) (409.440) Kepentingan nonpengendali pada entitas anak baru - - - - - - - - 1.213.003 1.213.003 Jumlah laba (rugi) komprehensif - - 7.326.956 - (15.936.830) 2.086.079 - (6.523.795) (329.898) (6.853.693) Saldo per 31 Desember 2013 47.460.340 3.488.284 145.508.483 - (35.394.657) (3.492.562) 29.671.789 187.241.677 88.292.198 275.533.875 Jakarta, 29 Maret 2014 S.E. & O PT SAMUDERA INDONESIA Tbk Direksi Catatan: Informasi keuangan diatas pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 December 2013 dan 2012 diambil dari laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Eny untuk tahun 2013 dan 2012 (anggota Deloitte Touche Tohmatsu Limited), yang telah memberikan opini wajar tanpa pengecualian.
  3. 3. SABTU, 29 MARET 2014 POLITIK & HUKUM 3 RAJA EBEN LUBIS L ANGKAH mantan Ketua Umum Par- tai Demokrat Anas Urbaningrum mem- berikan data dana kampanye Pemilihan Presiden 2009 pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono ke penyidik Komisi Pemberan- tasan Korupsi yang meme- riksanya bakal sia-sia. KPK menilai Ketua Presi- dium Perhimpunan Pergerak- an Indonesia (PPI) itu seharus- nya melaporkan hal tersebut ke bagian pengaduan masya- rakat (dumas) KPK. Pasalnya, laporan Anas ke penyidik itu tidak nyambung dengan kasus yang dialaminya soal sangkaan tindak pidana korupsi terkait dengan du- gaan penerimaan atau janji berkaitan dengan proyek Hambalang dan atau proyek proyek lainnya, serta dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). “Harus lapor ke dumas ka- rena tidak terkait dengan kasus yang disangkakan ke- pada AU,” kata juru bicara KPK Johan Budi SP di Gedung KPK, Jakarta, kemarin. Setelah Anas melaporkan secara resmi ke bagian dumas, lanjut Johan, KPK akan segera mendalami. “Kami juga akan menelaah untuk menentu- kan apakah laporan itu bisa dinaikkan ke tingkat penye- lidikan hingga penyidikan,” ungkap Johan. Sebelumnya, Anas yang tiba pukul 13.40 WIB, kemarin, memegang dokumen ber- warna putih di tangan kanan- nya. Menurut Anas, dokumen tersebut merupakan hasil audit akuntan publik terkait dengan dana kampanye Partai Demokrat dalam Pemilihan Presiden 2009 yang dimenangi pasangan Susilo Bambang Yu- dhoyono dan Boediono. “Oh itu, ini dia (sambil me- nunjukkan dokumen terse- but),” kata Anas di Gedung KPK, Jakarta. Anas menjelaskan mene- rima hasil audit itu 10 bulan lalu dan hasilnya terdapat ke- janggalan dalam nama-nama penyumbang dana kampanye tersebut sehingga ia menye- rahkan dokumen itu KPK de- ngan harapan untuk diselidiki lebih jauh. Terutama, apakah memi- liki kaitan dengan dugaan korupsi dalam kasus pembe- rian fasilitas pinjaman jangka pendek dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal atau tidak. “Saya tegaskan lagi bahwa ada daftar nama penyumbang korporasi dan perseorangan yang sesungguhnya tidak me- nyumbang, tapi namanya ada,” tutur mantan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam tersebut. Artinya, lanjut Anas, ada pihak yang menyumbang, tetapi namanya tidak dican- tumkan. Pada Pilpres 2009, dalam dokumen itu, total dana kampanye SBY sebesar Rp232 miliar. Bukan kampanye hitam Selain itu, Anas menjelas- kan uang muka pemberian mobil Toyota Harrier berasal dari SBY sebesar Rp250 juta, bukan dari PT Adhi Karya ataupun hasil dugaan korupsi. Anas telah menyampaikan hal tersebut dua tahun yang lalu saat kasus itu masih dalam penyelidikan. Saat ditanya apakah tu- dingannya itu sebagai bentuk kampanye hitam terhadap SBY dan Partai Demokrat karena bertepatan dengan Pemilu Legislatif 2014, Anas memban- tahnya. “Justru saya mendoa- kan teman-teman di Demokrat yang sekarang jadi caleg bisa sukses semua,” pungkasnya. Secara terpisah, anggota De- wan Pembina Partai Demokrat Melani Leimena Suharli meng- harapkan Anas Urbaningrum fokus menghadapi proses hu- kum di KPK daripada menebar fitnah. “Tidak ada sumbangan ra- tusan miliar rupiah dari pe- ngusaha fiktif ke partainya termasuk pemberian tanda terima kasih berupa uang muka Toyota Harrier dari ketua umumnya, SBY, kepada Anas,” kata Melani. (X-5) raja_eben @mediaindonesia.com P OT R E T b u ra m m a s i h menghiasi wajah Dewan Perwakilan Rakyat. Berda- sarkan penelitian Trans- parency International In- donesia (TII) disebutkan bahwa lembaga legislatif itu dinilai sebagai lembaga yang kurang transparan, ka- rena tidak mengatur akses ke sidang parlemen. “Semua sidang terbuka kecuali dinyatakan tertutup. Standar terbuka dan tertu- tup ini yang masih tak jelas,” ujar Dadang Trisasongko, Sekjen Transparency Inter- national Indonesia (TII), di Jakarta, kemarin. Berbeda dengan Badan Pemeriksa Keuangan. Lem- baga itu dianggap cukup terbuka dalam memublikasi- kan laporan pemeriksaan ke- uangan. “Sayangnya, temuan dan rekomendasi tidak ada tindak lanjut dan sanksi,” kata Koordinator Program dari TII Ilham Saenong. TII menilai lembaga-lem- baga pelayanan publik di In- donesia sudah mempunyai regulasi yang cukup untuk mengakomodasi hak infor- masi bagi masyarakat. Pengukuran standar regu- lasi dan perangkat hukum itu didasarkan pada pengu- kuran inisiasi jejaring global mengenai keterbukaan tata kelola pemerintahan atau open governance, dengan Indonesia salah satu ang- gotanya. “Kerangka hukum dan ke- bijakan yang dibangun telah mendukung prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi dalam tata kelola pemerintahan,” kata Dadang. Dalam penelitian mereka, TII memakai 127 indika- tor. Sebanyak 75 telah ter- penuhi, 27 terpenuhi se- bagian. Sementara itu, 25 indikator belum terpenuhi sama sekali. Misalnya, kata Dadang, publikasi proses dan hasil pengusutan pelanggaran berat HAM, korupsi serta kejahatan kemanusiaan. Komisi Informasi, sebagai lembagai yang dimandatkan wewenang oleh UU 14/2008, belum diberikan kewenang- an untuk mengawasi pene- rapan ketentuan kebebasan informasi. “Putusan komisi infor- masi tidak punya kekuatan eksekusi dan tidak dapat menjatuhkan sanksi,” tegas- nya. (Pol/X-5) FORUM Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menemukan adanya kenaikan yang signifikan anggaran taktis Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) pada 2014. Kenaikan- nya hampir dua kali lipat yakni 98% jika dibandingkan dengan anggaran pada 2012 dan 2013. Koordinator Advokasi dan Investigasi Fitra, Uchok Sky Khadafi, memaparkan di tahun kampanye politik ini, anggaran taktis presiden mencapai Rp456 miliar. Se- mentara itu, pada 2012 ang- garan taktis presiden hanya Rp211,912 miliar dan pada 2013 sebesar Rp304 miliar. “Penggunaan dana taktis itu ditujukan untuk penye- waan pesawat dalam rangka penerbangan khusus dan kunjungan kerja presiden. Kami melihat anggaran ta- hun ini sangat besar, pening- katannya tidak rasional lagi,” ujar Uchok, kemarin. Ia mengaku curiga pe- ningkatan dana yang sangat fantastis itu tak lepas dari kegiatan presiden yang bakal sibuk berkampanye di 2014 ini sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Jika ke- curigaan itu terbukti, tindak- an Presiden bertentangan dengan UU 8/2012 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD karena menggu- nakan fasilitas negara untuk berkampanye. “Seolah-olah Presiden kun- jungan dinas, tetapi mem- pergunakan fasilitas negara untuk kepentingan Partai Demokrat. Ini sama saja menggunakan dana publik untuk kepentingan men- dongkrak suara Demokrat,” tegasnya. Di Medan, Sumatra Utara, Presiden Susilo Bambang Yu- dhoyono, lewat Menteri Sek- retaris Negara Sudi Silalahi, membantah kecurigaan itu. “Perlu saya jelaskan bahwa Presiden sangat taat pada aturan yang berlaku. Beliau tidak akan menggunakan anggaran negara untuk ke- pentingan kampanye atau kegiatan lain yang tidak dibe- narkan,” tuturnya sebelum kegiatan kampanye akbar Partai Demokrat di Sumut. (SU/Nat/Ant/P-1) DPRDinilaiKurangTerbukaAnggaran Presiden Naik Tajam KPK Nilai Anas Salah Lapor Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu disarankan melaporkan dana kampanye Pilpres 2009 SBY-Boediono ke bagian dumas, bukan ke penyidik. LAPORAN DANA KAMPANYE: Tersangka kasus dugaan korupsi proyek Hambalang, Anas Urbaningrum, menunjukkan berkas laporan akuntan independen terhadap penerimaan dan penggunaan dana kampanye pasangan capres dan cawapres SBY-Boediono pada 2009, saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, kemarin. MI/ROMMY PUJIANTO
  4. 4. MI/RAMDANI PEMIMPIN HARUS KONSISTEN: Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kanan) berorasi di depan ribuan kader dan simpatisan Partai NasDem dalam kampanye terbuka di Lapangan KONI, Manado, Sulawesi Utara, kemarin. Dalam orasinya, Surya mengingatkan pemimpin bangsa harus konsisten pada ucapan dan perbuatan. VOUCKE LONTAAN K ETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan partai yang didirikannya bukan untuk mencari kekua- saan. “Kita bukan mencari kursi presiden, menteri, dan DPR, melainkan demi bangkitnya kembali negara ini. NasDem harus menjadi motor perubah- an bangsa yang lebih baik,” ujar Surya saat berorasi dalam kampanye terbuka di Manado, Sulawesi Utara, kemarin. Di hadapan massa yang me- madati Lapangan KONI Ma- nado, Surya menegaskan par- tainya siap menjadi oposisi jika suara yang diraih tidak cukup menempatkan wakil di DPR dan pemerintahan. “NasDem siap mengontrol pemerintahan jika tidak terli- bat di dalamnya. Namun, jika diberi kepercayaan, NasDem akan menyiapkan kader yang bagus untuk membuat peru- bahan bangsa yang lebih baik,” katanya. Dalam orasinya, Surya meng- ingatkan masyarakat akan perilaku para pemimpin di negeri ini yang kerap tidak konsisten antara ucapan dan perbuatan. “Inilah yang menyebabkan nagara kita belum maju. Ka- rena itu sangat perlu gerakan perubahan untuk membangun pemahaman baru seluruh komponen bangsa ini. Kem- balilah kepada jati diri seba- gai bangsa yang sadar untuk memberikan keseimbangan hak-hak kewarganegaraan yang dimilikinya. Termasuk hak-hak berserikat, berpolitik, dan hak-hak berbeda penda- pat,” tegasnya. Partai NasDem, menurut- nya, telah berikrar membawa gerakan perubahan dengan melakukan upaya memba- ngun keinginan masyarakat untuk sadar ikut melakukan perubahan. Perubahan itu harus dimulai dari cara ber- pikir, dari yang biasa penuh dengan kepura-puraan dan sangat hipokrit menjadi ma- syarakat yang lebih terbuka dan spontan. “Saya harapkan kader di Su- lawesi Utara juga membangun moralitas bangsa,” tegasnya. Pendidikan gratis Di Bengkulu, Sekretaris Jen- deral Partai NasDem Patrice Rio Capella menjanjikan pendi- dikan gratis mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguru- an tinggi bila partainya meme- nangi Pemilu Legislatif 2014. “Pendidikan gratis bagi pela- jar SD hingga perguruan tinggi bila Partai NasDem menang Pemilu Legislatif,” kata Rio saat menjadi juru kampanye nasional di Lapangan Pusat Olahraga Pantai Panjang Kota Bengkulu, kemarin. Partai NasDem menjadi par- tai pertama yang menggelar rapat umum terbuka di Kota Bengkulu sejak kampanye ter- buka dimulai 16 Maret 2014. Rio mengatakan tidak hanya pendidikan gratis bagi pelajar SD hingga mahasiswa strata 1, pelajar SMA juga akan men- dapat beasiswa gratis ke luar negeri. “Akan ada 100 ribu pelajar SMA yang mendapat beasiswa ke luar negeri bila Partai Nas- Dem mendapat mandat ma- syarakat memenangi pemilu,” tambahnya. Rio yang juga merupakan ca- leg DPR dari Daerah Pemilihan Provinsi Bengkulu mengatakan untuk mewujudkan perubahan di Indonesia, masyarakat dapat mempercayakannya kepada Partai NasDem. Termasuk untuk Provinsi Bengkulu, kata pria asli Beng- kulu itu, perubahan sudah men- desak.ProvinsiBengkulu,menu- rutnya, perlu perubahan besar untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain di Indonesia, termasuk provinsi lain di Pulau Sumatra. “Bengkulu butuh perubahan untuk mengejar ketertinggalan karena Bengkulu bahkan su- dah tertinggal dari provinsi yang masih baru,” tambahnya. (Yah/Ant/P-1) voucke @mediaindonesia.com NasDem tidak Haus Kekuasaan Ucapan pemimpin yang kerap tidak sejalan dengan perbuatan membuat rakyat menginginkan perubahan. PARTAI Gerakan Indonesia Indonesia Raya (Gerindra) didirikan tidak hanya bertujuan membangun perekonomian rakyat, tetapi juga sekaligus memberikan perubahan bagi bangsa dan negara ini ke arah yang lebih baik lagi. “Partai Gerindra juga memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan diha- rapkan mampu membangun negeri ini,” kata Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto di Medan, Sumatra Utara, kemarin. Hal tersebut disampaikannya pada ke- giatan kampanye nasional Partai Gerindra yang digelar di Lapangan Gadjah Mada, Medan. Prabowo mengatakan, untuk bisa mem- berikan perubahan bagi negeri ini, para kader dan simpatisan Partai Gerindra harus mencoblos partai nomor urut 6 pada Pemi- lu Legislatif 9 April mendatang. Pada hari pencoblosan, sambung dia, rakyat Indonesia jangan sampai salah memilih pemimpin ka- rena akan membuat penderitaan selama lima tahun mendatang. “Karena itu, rakyat Indonesia harus tetap memilih dan memenangkan Partai Gerindra pada Pemilu Legislatif pada 9 April menda- tang,” kata mantan Pangkostrad itu. Sementara itu, di Magelang, Jawa Tengah, kampanye terbuka Partai Gerindra digelar di halaman parkir bekas Gedung Bioskop Tidar. Kampanye itu diwarnai pembagian bunga dan pin bergambar calon anggota legislatif (caleg) oleh belasan kader perempuan kepada masyarakat. Selain bunga dan pin, para kader perem- puan Gerindra membagikan selebaran berisi program politik caleg DPR daerah pemilihan Jateng IV nomor urut 6 Yudi Syamhudi Suyuti. Yudi mengatakan pembagian bunga seba- gai simbol bahwa Gerindra memberikan rasa cinta kepada masyarakat, bukan memberikan rasa kekerasan. “Bunga itu sebagai simbol rasa sayang ke- pada rakyat, bangsa, dan kepada negara,” katanya. (Cah/Ant/P-1) Gerindra Suarakan Perubahan “Partai NasDem siap jadi partai oposisi jika perolehan suara tidak cukup menempatkan wakil di DPR.” SABTU, 29 MARET 2014INDONESIA MEMILIH4
  5. 5. SABTU, 29 MARET 2014 INDONESIA MEMILIH 5 Sebagai sesama penyelenggara pemilu, KPU dan Bawaslu semestinya berdiri pada posisi yang sama dalam menertibkan pelanggaran peserta pemilu. PAN DI SUMATRA UTARA: Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa (tengah) didampingi Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan menyalami kader dan simpatisan saat kampanye terbuka di Deli Serdang, Sumatra Utara, kemarin. Hatta menyosialisasikan para caleg dari PAN yang akan bertarung pada 9 April nanti di hadapan ribuan simpatisan yang hadir. ANTARA/IRSAN MULYADI PerempuanmasihJadiObjekPolitik SRI UTAMI P ARTAI politik cen- derung menjadikan perempuan sebagai objek politik guna mer- aup suara dalam pemilihan umum. Pada umumnya, parpol masih setengah hati dalam mencetak kader perempuan berkualitas. Komitmen pem- berdayaan politik perempuan sejauh ini masih sebatas janji pemanis mulut guna memulus- kan parpol dalam pemilu. “Dari pengalaman pemilu selama ini, parpol umumnya tidak serius memberikan pen- didikan kepada kader perem- puan. Perempuan lebih sering menjadi objek pendulang suara saja,” ungkap Koordinator Pok- ja Reformasi Kebijakan Publik Koalisi Perempuan Indonesia, Mieke Verawati, dalam diskusi Menyoal Perempuan dan Per- spektif Media dalam Pemilu 2014, di Jakarta, kemarin. Menurutnya, isu gender ti- dak lagi menjadi halangan bagi perempuan untuk maju ke ranah politik. Namun, parpol tidak punya program konkret untuk mencipatakan kader perempuan berkualitas. “Ha- rusnya partai malu dan ber- tanggung jawab ketika kader perempuan muncul di masya- rakat dengan kapasitas tidak memadai. Ini merupakan dosa parpol,” tegasnya. Sikappartaiyangsetengahhati tersebut,sambungMieke,akhir- nya menjadi konsumsi media massa. Hal itu diakui Redaktur Eksekutif Sinar Harapan Fran- siska Ria Susanti. Menurutnya, caleg perempuan yang kurang berkualitas tersebut menjadi bidikan empuk media massa. “Ini yang menjadi kenyataan yang miris. Pemberitaan ten- tang kualitas perempuan yang tidak mumpuni jelas merugi- kan kaum perempuan yang terjun ke politik,” ujarnya. Fransiska juga mengung- kapkan dalam kajian Aliansi Jurnalis Independen tahun 2009, pemberitaan terkait caleg perempuan hanya 0,6%. Hal itu berbeda dengan yang terjadi menjelang Pemilu 2014. “Seka- rangpemberitaantentangcaleg perempuan banyak menghiasi surat kabar, tapi kurang me- narik,” cetusnya. Kurang percaya diri Sementara itu, perempuan calon anggota legislatif dari PPP, Syarifah Amelia, menga- takan kaum perempuan ma- sih kurang percaya diri dalam berkampanye. “Saat ini, warna politik yang digunakan caleg laki-laki dan perempuan masih sama, yaitu politik kekuasaan sehingga perempuan tidak percaya diri berkampanye di masyarakat,” katanya. Secara psikologis, ujarnya, warna politik caleg perempuan seharusnya politik peradab- an, kemanusiaan. Sementara itu, warna politik caleg laki- laki ialah kekuasaan. “Caleg perempuan tidak percaya diri karena mereka tidak fasih dan menguasai politik kekuasaan,” paparnya. Menurut dia, sebagai perem- puan, politik yang digunakan mestinya yang berkaitan de- ngan bidang keperempuanan, misalnyamengenaihargacabai dan bawang karena mudah dikuasai dan dipahami kaum perempuan. “Hal itu sepertinya lucu, tetapi fakta selama ini menunjukkan Indonesia me- rupakan satu-satunya negara agraris yang perekonomiannya dipengaruhi harga cabai.” Ia menambahkan, ketika wa- jahpolitikIndonesiadidominasi laki-laki,solusidaripemerintah pusat menekan kenaikan harga cabaiialahmengimporkomodi- tas itu. “Tetapi dalam kacamata perempuanbisaberbeda.Solus- inya bukan impor, melainkan memberdayakan petani dalam negeri,” cetusnya. (Ant/P-3) ami@mediaindonesia.com Partai politik belum punya kebijakan konkret tentang pemberdayaan politik perempuan. Pada umumnya perempuan hanya menjadi alat pengumpul suara. BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengembalikan hak peserta pemilu yang sebelumnya didiskualifikasi KPU karena terlambat me- nyerahkan laporan awal dana kampaye pada 2 Maret lalu. Saat laporan ini ditulis, sudah ada empat peserta pe- milu yang hak-hak mereka dikembalikan. Koordinator Nasional Ja- ringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) M Afi- fudin menilai pengabulan gugatan peserta pemilu yang telah didiskualifikasi KPU, seperti mengulang kasus beberapa dapil yang dulu di- batalkan karena persentase caleg perempuan tidak se- suai ketentuan. “Untuk ka- sus dana kampanye, aturan sangat jelas. Jika peserta pemilu terlambat memberi- kan laporan dana kampanye, harusnya mereka didiskuali- fikasi,” tegasnya di Jakarta, kemarin. Dalam kaitan itu, lanjut- nya, KPU dan Bawaslu se- laku penyelenggara pemilu mestinya berdiri pada posisi yang sama. “Bawaslu jangan sampai seperti jadi pembela peserta pemilu yang melanggar,” paparnya. Menurutnya, secara natu- ral, keputusan yang dikelu- arkan Bawaslu bagi peserta pemilu lebih banyak ‘kabar gembira’ ketimbang ‘kabar buruk’. Padahal, sebagai pengawas, Bawaslu sehar- usnya lebih garang dan tegas terhadap peserta pemilu yang melanggar. Dalam menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Husni Kamil Manik menyatakan pihaknya akan menindak- lanjuti sesuai dengan reko- mendasi Bawaslu. “Kalau Bawaslu menyatakan me- nerima, hak sebagai peserta pemilu (yang sebelumnya didiskualifikasi) dikembali- kan,” jalas Husni. Ia menegaskan, KPU sudah menggunakan kewenangan yang dimiliki untuk mene- tapkan batas akhir laporan dana kampanye. Namun, bila Bawaslu menilai keputusan KPU itu keliru, ketetapan Bawaslu tersebut akan ditin- daklanjuti KPU sesusi keten- tuan UU No 15/2011 tentang Penyelenggara Pemilu. “Tidak ada yang keliru dari ketetapan KPU, tapi kebenaran juga tidak bisa dimonopoli. Kita patuh pada undang-undang yang ada,” ucap Husni. Kepastian keikutsertaan semua peserta pemilu yang sudah didiskualifikasi KPU, tetapi tengah menjalani proses mediasi di Bawaslu, menurut Husni, menjadi kewenangan Bawaslu. Gugatan terkait penyerah- an laporan dana kampanye yang dikabulkan Bawaslu ialah gugatan dari Partai Gerindra di Kabupaten Dong- gala, gugatan PAN di Kabupa- ten Pelalawan, gugatan calon anggota DPD dari Sulawesi Tengah Raymond Sahetapy, dan gugatan calon anggota DPD dari Provinsi NTT Aries- ton Dappa. (AT/P-3) BawasluDinilaiJadi PembelaPeserta Pemilu
  6. 6. SABTU, 29 MARET 2014INDONESIA MEMILIH6 PERNIK KAMPANYE Pemilu di Luar Negeri Rawan ARDI TERISTI HARDI P ENGAWASAN pelak- sanaan pemilu di luar negeri sangat rawan pelanggaran. Migrant Care menemukan tiga titik rawan penyeleng- garaan Pemilu 2014 di luar negeri, meliputi dropping box, pungutan suara via pos, dan keterbukaan informasi dana pemilu di luar negeri. “Keberadaan dropping box minim pengawasan dari PPLN ataupun pengawas luar ne- geri,” kata Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah di Jakarta, kemarin. Berda- sarkan pengalaman Pemilu 2009, ungkap Anis, minimnya pengawasan juga mengaki- batkan tidak terdeteksinya intimidasi, praktik politik uang, dan kemungkinan pen- coblosan dilakukan tim sukses calon tertentu. Sama dengan dropping box, pemungutan suara via pos minim pengawasan. Menurut dia, tidak ada pihak yang mengawasi intensif pergerak- an surat suara dari perwakilan RI ke rumah-rumah majikan hingga surat suara dikemba- likan ke perwakilan RI. Untuk memastikan pemilu di luar negeri demokratis, akuntabel, dan transparan, Migrant Care menyatakan akan memantau pelaksanaan pungut hitung suara di bebe- rapa negara, yaitu Hong Kong, Singapura, dan Malaysia, hing- ga penampungan di Jakarta, dari 30 Maret-6 April. Rawannya pemilu di luar negeri juga diakui anggota Bawaslu Daniel Zuchron. “Ka- rena keterbatasan dana dan personel, kami hanya da- pat mengalokasikan panwas luar negeri di 29 dari 130 titik PPLN,” kata Daniel ke- tika ditemui secara terpisah di Gedung Bawaslu. Dalam menanggapi kekha- watiran Migran Care, anggota KPU Arief Budiman menga- takan pengiriman logistik ke luar negeri dikawal kepoli- sian. “SOP-nya sudah ada dan diatur dengan jelas, yakni logistik disimpan di kantor perwakilan di luar negeri dengan pengawasan dari pan- was pemilu luar negeri.” Ia menambahkan surat su- ara juga aman karena saat pengiriman dari TPS dimasuk- kan ke kantong kertas yang disegel dan dibungkus plastik serta dimasukkan ke kotak suara yang digembok. Minim partisipasi Masalah lain yang dihadapi pemilu di luar negeri, menu- rut Anis, ialah tingkat parti- sipasi pemilih khususnya TKI di Arab Saudi. “Untuk di Arab, jangankan memilih, ke luar rumah saja susah,” kata dia. Dijelaskan, kesulitan itu umumnya dihadapi buruh migran yang bekerja sebagai asisten atau pembantu rumah tangga. “Sampai hari ini, tak ada buruh migran di Arab yang bekerja sebagai PRT da- pat hari libur dan mengakses komunikasi. Kan tidak mung- kin nyoblos dengan curi-curi waktu,” pungkasnya. (AT/P-2) ardi@mediaindonesia.com Pemilu di luar negeri diprediksi menghadapi persoalan minimnya pemilih dan pengawasan yang sulit dikontrol. Pengalaman Pemilu 2009, minimnya pengawasan mengakibatkan tidak terdeteksinya intimidasi, politik uang, dan pencoblosan dilakukan tim sukses calon tertentu. AksiSimpatikTemukanKondom KADER Partai Hanura tidak menyangka kampanye simpatik dengan bersih-bersih di alun-alun Kejaksaan Kota Cirebon justru menjumpai barang yang tidak lazim di lapangan terbuka, kemarin. Bukannya sampah plastik kemasan atau lainnya, tanpa mereka duga sebelumnya, tujuh kondom bekas pakai dan celana dalam harus mereka bersihkan juga. “Kami tentu kaget saat menemukan benda-benda itu,” kata Ketua DPC Partai Hanura Kota Cirebon, Sunarko Kasidin. Benda-benda itu mereka temukan saat tengah membersihkan alun-alun sebelah utara, yang lokasinya tidak jauh dari Masjid At Takwa dan rumah dinas wali kota. Bagian utara alun-alun Cirebon memang terlihat lebih gelap daripada sisi lainnya. Itu disebabkan keberadaan deretan pepohonan dan minimnya lampu penerangan. Terkait dengan penemuan benda-benda tersebut, Sunarko meminta Pemkot Cirebon dan Satpol PP memaksimalkan razia di sana. “Tidak hanya di hotel-hotel,” kata dia. (UL/P-2) CalegdiBantenLobiPetugasTPS KETUA Bawaslu Provinsi Banten Pramono Tantowi mengung- kapkan pelanggaran pemilu di Banten dilakukan dengan berbagai cara, mulai pelanggaran kecil terkait dengan pe- masangan alat peraga kampanye hingga pelanggaran besar berupa praktik politik uang. Pramono juga mengungkapkan bahwa caleg-caleg di daerah itu mulai memobilisasi petugas KPU dalam rangka jual beli suara. “Caleg-caleg itu akan mem- beli suara, baik grosiran maupun eceran,” jelasnya dalam dis- kusi bertajuk Penyelenggaraan, Pengawasan, dan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu 2014 yang diselenggarakan Student Center UIN, Jakarta, kemarin. Berkenaan dengan hal itu, kata dia, Bawaslu Banten akan menghitung suara secara paralel dengan sistem yang lebih cepat. (Nur/P-3) L A P O R A N K E U A N G A N Catatan : 1. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 31 Desember 2012 diaudit oleh KAP HLB Hadori Sugiarto Adi dan Rekan dengan pendapat “Wajar Tanpa Pengecualian, dengan paragraf penjelas” dan 1 Januari 2012 diaudit oleh KAP HLB Hadori Sugiarto Adi dan Rekan dengan pendapat “Wajar Tanpa Pengecualian” 2. Rugi bersih per saham dasar dihitung dengan membagi rugi bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang dari saham yang beredar selama tahun yang bersangkutan. Surabaya, 29 Maret 2014 Direksi ASET LANCAR Kas dan setara kas 3.428.129.782 30.188.448.096 88.866.456.451 Piutang usaha Pihak berelasi 587.336.066 1.208.518.816 2.613.896.299 Pihak ketiga 44.589.621.996 55.541.619.370 56.301.193.151 Piutang lain-lain – Pihak ketiga 1.006.200.566 1.177.470.911 1.735.703.251 Persediaan 178.325.882.284 174.656.226.310 172.302.099.172 Uang muka pembelian 9.040.175.796 9.276.947.937 9.175.357.472 Pajak dibayar di muka 2.514.818.851 4.386.255.686 5.553.015.061 Biaya dibayar di muka 265.403.384 322.071.856 637.995.843 JumlahAset Lancar 239.757.568.725 276.757.558.982 337.185.716.700 ASET TIDAK LANCAR Piutang pihak berelasi - 6.159.780 216.538.297 Aset pajak tangguhan 138.774.944 126.649.944 104.460.561 Tanah belum dikembangkan 108.707.378.078 108.707.378.078 108.707.378.078 Properti investasi – setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 36.552.246.991 pada tanggal 31 Desember 2013, Rp 18.188.118.918 pada tanggal 31 Desember 2012 dan nihil pada tanggal 1 Januari 2012 485.623.554.053 500.906.231.979 516.479.962.554 Aset tetap – setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 7.576.142.173 pada tanggal 31 Desember 2013, Rp 5.244.100.366 pada tanggal 31 Desember 2012 dan Rp 3.422.843.540 pada tanggal 1 Januari 2012 9.588.861.628 11.630.068.710 12.314.683.056 Aset lain-lain 1.671.041.419 1.814.313.435 1.479.927.371 JumlahAset Tidak Lancar 605.729.610.122 623.190.801.926 639.302.949.917 JUMLAHASET 845.487.178.846 899.948.360.908 976.488.666.617 LIABILITAS Liablitas Jangka Pendek Hutang usaha – Pihak ketiga 29.608.220.729 30.310.957.980 29.971.827.008 Hutang lain-lain Pihak berelasi 193.600.000 100.000.000 2.035.137.193 Pihak ketiga 19.550.038.297 713.393.039 2.991.156.011 Hutang pajak 8.466.354.155 8.622.380.073 5.984.361.832 Beban masih harus dibayar 10.200.127.179 19.720.224.016 24.679.990.073 Uang muka penjualan 5.634.991.119 - - Hutang bank jangka panjang – bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun. 1.500.000.000 51.600.418.663 10.378.092.020 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 75.153.331.479 111.067.373.771 76.040.564.137 Liabilitas Jangka Panjang Hutang bank jangka panjang – setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 167.358.263.565 121.959.244.063 184.224.737.866 Pendapatan diterima di muka 2.412.284.999 2.652.358.589 832.396.273 Uang jaminan pelanggan 4.415.437.182 9.427.786.767 3.225.944.686 Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja 5.496.890.665 5.052.049.596 3.979.302.054 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 179.682.876.411 139.091.439.015 192.262.380.879 JUMLAH LIABILITAS 254.836.207.890 250.158.812.786 268.302.945.016 EKUITAS Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Modal saham – nilai nominal Rp 100 per saham Modal dasar – 12.000.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh – 6.830.992.252 saham 731.502.225.200 731.502.225.200 731.502.225.200 Tambahan modal disetor 69.068.728.149 69.068.728.149 69.068.728.149 D (161.752.395.128) (102.632.778.282) (44.275.426.658) Sub-jumlah 638.818.558.221 697.938.175.067 756.295.526.691 Dikurangi harga perolehan modal saham diperoleh kembali - 484.030.000 saham (48.403.000.000) (48.403.000.000) (48.403.000.000) Jumlah 590.415.558.221 649.535.175.067 707.892.526.691 Kepentingan nonpengendali 235.412.735 254.373.055 293.194.910 JUMLAH EKUITAS 590.650.970.956 649.789.548.122 708.185.721.601 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 845.487.178.846 899.948.360.908 976.488.666.617 LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2013, 31 DESEMBER 2012 DAN 1 JANUARI 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) ASET LIABILITAS DAN EKUITAS31 Des 2013 31 Des 2013 31 Des 2013 31 Des 201331 Des 2012 31 Des 2012 31 Des 2012 31 Des 20121 Jan 2012 1 Jan 2012 PENJUALAN BERSIH 11.385.096.413 13.399.164.622 BEBAN POKOK PENJUALAN (33.234.162.081) (35.624.035.447) RUGI KOTOR (21.849.065.668) (22.224.870.825) Pendapatan lain-lain 1.752.177.095 2.769.179.955 Beban penjualan (4.235.651.247) (2.848.589.265) Beban umum dan administrasi (17.551.188.573) (20.340.895.631) Beban keuangan (15.841.733.089) (13.993.981.635) Beban lain-lain (67.456.167) (288.528.535) RUGI SEBELUM TAKSIRAN PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK (57.792.917.649) (56.927.685.936) TAKSIRAN PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK Final (1.357.784.517) (1.490.676.925) Tangguhan 12.125.000 22.189.383 Jumlah Taksiran Beban Pajak (1.345.659.517) (1.468.487.542) RUGI TAHUN BERJALAN (59.138.577.166) (58.396.173.479) Pendapatan komprehensif lain - - JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN (59.138.577.166) (58.396.173.479) Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk (59.119.616.846) (58.357.351.624) Kepentingan nonpengendali (18.960.320) (38.821.855) JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN (59.138.577.166) (58.396.173.479) Rugi per saham dasar (8,65) (8,54) LAPORANLABARUGIKOMPREHENSIFKONSOLIDASI UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADATANGGAL-TANGGAL 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADATANGGAL-TANGGAL 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) ARUS KAS DARIAKTIVITAS OPERASI Kas diterima dari pelanggan 23.340.844.481 23.639.750.124 Pembayaran kas kepada karyawan dan pemasok (26.573.833.842) (44.584.611.888) Kas yang digunakan untuk aktivitas operasi (3.232.989.361) (20.944.861.764) Penerimaan penghasilan bunga 436.495.366 1.676.450.655 Pembayaran beban keuangan (15.484.582.912) (13.789.322.100) Pembayaran pajak penghasilan (1.491.809.075) (1.635.996.910) Penerimaan lain-lain 1.248.225.559 804.200.765 Kas Bersih Digunakan untukAktivitas Operasi (18.524.660.423) (33.889.529.354) ARUS KAS DARIAKTIVITAS INVESTASI Perolehan aset tetap (290.834.725) (1.136.642.482) Perolehan properti investasi (2.999.783.609) (2.614.388.341) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (3.290.618.334) (3.751.030.823) ARUSKASDARIAKTIVITASPENDANAAN Penerimaan hutang bank jangka panjang - 60.000.000.000 Pembayaran hutang bank jangka panjang (5.058.549.338) (81.247.826.695) Pengurangan (penambahan) piutang/ hutang pihak berelasi 113.509.781 210.378.517 Kas Bersih Digunakan untukAktivitas Pendanaan (4.945.039.557) (21.037.448.178) PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARAKAS (26.760.318.314) (58.678.008.355) KAS DAN SETARAKASAWAL TAHUN 30.188.448.096 88.866.456.451 KAS DAN SETARAKASAKHIR TAHUN 3.428.129.782 30.188.448.096 LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 DESEMBER 2013, 31 DESEMBER 2012 DAN 1 JANUARI 2012 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Tambahan Modal disetor Modal Saham Diperoleh Kembali Kepentingan Non pengendali Jumlah EkuitasJumlah Saldo 1 Januari 2012 731.502.225.200 69.068.728.149 (44.275.426.658) 756.295.526.691 (48.403.000.000) 293.194.910 708.185.721.601 Rugi komprehensif tahun berjalan - - (58.357.351.624) (58.357.351.624) - (38.821.855) (58.396.173.479) Saldo 31 Desember 2012 731.502.225.200 69.068.728.149 (102.632.778.282) 697.938.175.067 (48.403.000.000) 254.373.055 649.789.548.122 Rugi komprehensif tahun berjalan - - (59.119.616.846) (59.119.616.846) - (18.960.320) (59.138.577.166) Saldo 31 Desember 2013 731.502.225.200 69.068.728.149 (161.752.395.128) 638.818.558.221 (48.403.000.000) 235.412.735 590.650.970.956 DAN ENTITAS ANAK Jl. Khairil Anwar 21 Darmo, Wonokromo, Surabaya 60241, Indonesia Telp. : (62 31) 732 5555 Fax : (62 31) 732 6666 Email : info@bukitdarmoproperty.com JAWABAN MEDIA UTAK-ATIK 688 PEMENANG MEDIA UTAK-ATIK 688 Terbit tanggal 23 Maret 2014 PAJAK HADIAH 25% DITANGGUNG PEMENANG HADIAH DIKIRIM VIA WESEL POS 1. THEN KIM TJONG Jl. Gunung Sabeulah No. 1 RT 003 RW 003 Tasikmalaya 46122 2. ENTIN ROSMIATI Jl. Moh. Toha Gg. Salpian No. 133B RT 05 RW 01 Wates Bandung 40256 5. UTARI NURSANTI Cempaka Baru VA RT 009 RW 07 No.31 Jakarta Pusat 10640 4. P. RUSMININGTYAS Gria Jakarta Jl. Tanjung Blok D5 No.5 Pamulang – Ciputat 15417 3. MUHAMMAD FAUZI Sarijadi Blok VII No.87 RT 02 RW 09 Sukasari Bandung 40151 No. 688 T I P U A N A U T U A R Y A L K A L I R R D I R E K S I M A O A T M A L I M P A I R A M B M K P R A J A K K D A P U A S K A N T O N G K L H O P P E S K R S P R I I A N T I P D I P I A E P I P O P C O R N A S I S T E N I E B E R E S L R N E U B I N U S A M P R O M O S I P A D A N A N K A L E M B U R G S M A U A A A L A M A T L I I P S B T P O N S M D E R M A I P U T R I K A D N A N M A N O H A A B A E H P R A K A N B K A M I A I S U U S S I D E M O K R A T I R R I K O A L K I R R T A S P D K E P E D U L I A N P P P A K S B B P G R I B A U U A Z A B H E T P U P I P K B S G P A T R I L K A R S A P S A L O N N I P O S S L P A N L
  7. 7. Kota Palangkaraya. Untukmewujudkangagasan- nya itu, Bung Karno mendesain sendiri konsep tata ruang Pa- langkaraya sebagai ibu kota negara. Sejumlah insinyur dari Uni Soviet pun didatang- kan untuk membangun jalan raya di lahan gambut. Pemba- ngunan itu berjalan dengan baik selama dua tahun (1957- 1959). Namun, seiring dengan terpuruknya perekonomian Indonesia di awal 1960-an, pembangunan Palangkaraya terhambat. Puncaknya pasca- 1965, Bung Karno dilengser- kan. Presiden Soeharto tak ingin melanjutkan rencana pemindahan ibu kota ke Ka- limantan. Jawa pun kembali jadi sentral semua segi kehi- dupan. Terus berjalan Meski Bung Karno terham- bat memindahkan ibu kota, bukan berarti ambisi dan visi Bung Karno tentang sebuah ibu kota negara Republik In- donesia yang ‘sejajar dengan ibu kota negara-negara lain’ terhenti. Visi itulah yang kemu- dian mewarnai Kota Jakarta. Sebagai seorang arsitek lulusan Technicshe School Bandung (kemudian menjadi ITB), Bung Karno meyakini bahwa arsi- tektur dapat digunakan untuk mencapai tujuan ‘revolusi Indonesia’--yang ia nyatakan sebagai peristiwa terbesar dalam sejarah, karena Indo- nesia akan memimpin dunia dalam pertarungan melawan imperialisme. Gagasan Bung Karno itu ke- mudian berkembang dengan menggalang negara-negara dunia ketiga, yang disebutnya sebagai New Emerging Forces (Nefos), yaitu bangsa-bangsa progresifyangmelawankekua- tan imperialis lama (Oldefos). Dalam kaitan ini, visi Bung Karno tentang Jakarta ialah sebagai ‘mercusuar’, kota yang akan menjadi personifikasi se- mangat baru. Saat berpidato dalam rangka ulang tahun Kota Jakarta pada 1962,BungKarnomenyerukan, “Marilah saudara-saudara, kita bangun Kota Jakarta dengan cara semegah-megahnya.... Megah, bukan saja ia punya monumen-monumen indah; megah dalam segala arti, sam- pai di dalam rumah-rumah kecil daripada marhaen di Kota Jakarta harus ada rasa kemegahan. ...Berikan Jakarta satu tempat yang hebat di da- lam kalbu rakyat Indonesia sendiri sebab Jakarta adalah milik daripada orang-orang Jakarta. Jakarta adalah milik daripada seluruh bangsa Indo- nesia. Jakarta jadi mercusuar daripada perjuangan seluruh umat manusia. Ya, the New Emerging Forces.” Untukmewujudkangagasan- nya tersebut, Bung Karno pun memerintahkan untuk mem- bangun monumen, landmark, patung-patung dalam ukuran raksasa di seantero Kota Ja- karta. Maka, dibangunlah Monumen Nasional (Monas), Gelanggang Olahraga (Gelora) Senayan, Jembatan Semanggi, Pusat Perbelanjaan Sarinah, dan sejumlah patung raksasa yang hingga saat ini menjadi kebanggaan warga Jakarta. Gagasan besar Sebagai warga Jakarta sejak 1955, saya menyaksikan ke- megahan tersebut dan merasa- kan kebanggaan. Beberapa kali saya berkesempatan menyak- sikan secara langsung Bung Karno berpidato di Gelora Senayan. Stadion olahraga yang saat itu merupakan yang terbesar di kawasan Asia ialah tempat yang pas untuk meng- gaungkan gagasan-gagasan besar Bung Karno tidak saja ke penjuru Tanah Air, tapi juga ke seantero dunia. Sekarang pun, kalau melewati monumen, pa- tung, atau bangunan ‘warisan’ Bung Karno itu, saya masih tergetar dengan semangat dan visi Bung Karno membangun Jakarta. Dalam sejumlah kesempatan berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Jokowi, juga de- ngan Wakil Gubernur Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, saya menangkap semangat yang sama dengan yang per- nah dimiliki Bung Karno: me- nyejajarkan Jakarta, ibu kota negara Republik Indonesia, dengan ibu kota negara-ne- gara besar di dunia. Berbagai pembenahan yang dilakukan Jokowi-Ahok, selama dua ta- hun kepemimpinan mereka, saya kira cukup berdampak positif bagi warga Jakarta. Memang sejumlah masa- I NDONESIAsebagainegara dengan populasi terbesar ke-4 di dunia telah me- nunjukkan eksistensinya di perekonomian global. Wa- laupun pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun menjadi 5,8% pada akhir 2013 jika di- bandingkan dengan 6,2% pada 2012, tingkat kepercayaan glo- bal tidaklah menurun. Kini In- donesia berada di peringkat 16 ekonomi dunia, dan peringkat competitiveness index menga- lami peningkatan tertinggi di 2013 sebanyak 14 peringkat menjadi posisi ke-40 (pada 2012 pada peringkat 54). Tak ayal, investasi asing di Indonesia kian meningkat dan memicu pertumbuhan sektor industri di Indonesia. Berda- sarkan data Badan Kerja Sama Penanaman Modal (BKPM), Rp100,5 triliun investasi telah terealisasi pada kuartal ketiga di 2013 dan Rp67 triliun dari nilai tersebut merupakan in- vestasi asing (PMA). Penguatan sektor industri di Indonesia perlu sekali didorong terutama untuk memastikan Indonesia mampu menjadi negara maju di 2025 dan tidak terjebak pada middle income trap. Sektor industri setidaknya memiliki performa yang menonjol jika dibandingkan dengan sektor ekonomi lainnya di Indone- sia. Pada kuartal III 2013, pertumbuhan sektor industri menyumbang 1,25% dari total pertumbuhan ekonomi Indo- nesia dan merupakan kontri- busi tertinggi dari keseluruhan 5,8% pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kestabilan peningkatan in- vestasi, khususnya pada sektor industri, itu perlu dipasti- kan. Salah satu kunci utama yang sangat diperlukan ialah pasokan tenaga listrik yang dapat menjamin industri ber- kembang dan memberikan kontribusi yang signifikan pada perekonomian nasional. Pada 2013, jumlah pelanggan PLN meningkat sebanyak 4,4%, sementara pelanggan dari sek- tor industri besar meningkat hingga 8% dan sektor indus- tri sangat besar meningkat hingga mencapai 10%. Secara umum, konsumsi listrik di In- donesia sampai saat ini masih didominasi kebutuhan rumah tangga sebesar 41%, kemudian industri 35%, dan dunia bisnis 17%. Bahan baku murah Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2011-2020, untuk 2020 diperkirakan kebutuhan listrik akan mencapai 328,3 Twh de- nganbebanpuncakpada55.053 Mw. Pada RUPTL tersebut juga direncanakan pada rentang waktu 2011 hingga 2012 untuk pembangunan pembangkit listrik baru dengan kapasitas total 54.647 Mw, dengan 31.180 Mw disediakan oleh PLN dan sisanya melalui independent power producer (IPP). Un- tuk memenuhi target terse- but pemerintah setiap tahun- nya menargetkan setidaknya 4.000 Mw pembangkit listrik baru terbangun di Indonesia. Pada 2011 dan 2012 PLN telah membangun 6.006 Mw. Angka tersebut masihlah di bawah target pemerintah dan PLN sendiri sehingga diperlukan percepatan di tahun-tahun mendatang, terutama untuk mengantisipasi kebutuhan se- telah 2020. Percepatan penyediaan lis- trikIndonesiasetidaknyaharus memenuhi dua persyaratan, yaitu listrik murah dan ramah lingkungan. Batu bara pada dasarnya dapat memenuhi ke- dua syarat tersebut. Berdasar- kan kebijakan bauran energi Indonesia, share penggunaan batu bara yang pada 2005 ha- nya sebesar 16%, akan diting- katkan hingga 33% di 2025. Hal itu sangat rasional mengingat batu bara merupakan sumber energi yang murah. Berdasar- kan data statistik PLN 2012, biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 kwh dari PLTU ialah Rp810, sementara diesel, gas, dan panas bumi berturut- turut membutuhkan biaya Rp3.168, Rp2.362, dan Rp1.121. Saat ini 41% sumber energi listrik dunia berasal dari batu bara. Batu bara merupakan bahan baku yang murah dan mudah untuk diolah menjadi sumber energi listrik. Sejumlah negara industri menggunakan batu bara sebagai bahan baku energi listriknya, berturut-turut share batu bara dalam penciptaan lis- trik di Tiongkok, India, Amerika, dan Jerman ialah 79%, 68%, 45%, dan 41%. Pertanyaan berikutnya ialah apakah batu bara itu ramah lingkungan? Jawabannya ialah memungkinkan untuk ra- mah lingkungan. Teknologi masa kini, ternyata memberi jawaban pada penggunaan batu bara sebagai bahan baku pembangkit listrik (PLTU) yang ramah lingkungan. Teknologi yang dikenal sebagai clean coal ini mengubah paradigma bahan baku batu bara yang berpolusi menjadi ramah ling- kungan. Salah satu yang mulai dipakai ialah dengan aplikasi teknologi ultra-supercritical. Pengembangan USC Teknologi ultra-supercritical (USC) adalah teknologi pemba- karan yang beroperasi dengan tekanan dan suhu yang sangat tinggi (supercritical) menca- pai 593°C yang menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi da- lam sistem pembakaran dan pemanfaatan energi. Sebuah unit generator uap beroperasi pada tekanan tertentu se- hingga air mendidih terlebih dahulu baru kemudian diubah menjadi uap yang sangat pa- nas. Pada tekanan supercriti- cal itu air dipanaskan untuk menghasilkan uap yang sa- ngat panas tanpa mendidih. Efisiensi itu mampu mengu- rangi penggunaan bahan ba- kar utama (batu bara), pem- buangan padat, penggunaan air, dan biaya operasi. Jepang ialah salah satu dari berbagai negara yang telah menggunakan teknologi itu untuk menghasilkan listrik yang lebih baik secara efisien dan lebih baik un- t u k l i n g k u n - gan. Salah satu PLTU yang telah menerap- kan teknologi itu ialah PLTU Matsuu- ra. Di PLTU Matsuura, terdapat dua pembangkit 1.000 Mw, dengan suhu uap panas dari unit pertama PARTISIPASI OPINI Kirimkan ke email: opini@mediaindonesia.com atau opinimi@yahoo.com atau fax: (021) 5812105, (Maksimal 6.000 karakter tanpa spasi. Sertakan nama, alamat lengkap, nomor telepon, foto kopi KTP, nomor rekening, dan NPWP) Untuk mewujudkan gagasannya tersebut, Bung Karno pun memerintahkan untuk membangun monumen, landmark, patung-patung dalam ukuran raksasa di seantero Kota Jakarta. LanjutkanSemangatBungKarnoM UNGKIN tak banyak orang yang tahu bahwa Bung Karno, selaku Presiden RI, pernah berniat memindahkan ibu kota negara dari Jakarta. Pilihannya jatuh ke Kota Palangkaraya, ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah. Niat itu tak sekadar diucapkan, tapi sudah dalam bentuk desain tata kota. Bah- kan, pada 17 Juli 1957, Bung Karno meresmikan tiang pan- cang pembangunan di tengah Kota Palangkaraya. Mengapa Palangkaraya? Ada beberapa pertimbangan Bung Karno. Pertama, Kalim- antan ialah pulau terbesar di Indonesia dan letaknya di tengah-tengah gugus pulau Indonesia. Kedua menghilang- kan sentralistis Jawa. Selain itu, pembangunan di Jakarta dan Jawa ialah konsep pening- galan Belanda. Bung Karno ingin membangun sebuah ibu kota dengan konsepnya sendiri. Bukan peninggalan penjajah, melainkan sesuatu yang orisinal. “Jadikanlah Kota Palangkaraya sebagai modal dan model,” kata Bung Karno saat pertama kali menancap- kan tonggak pembangunan Wahyu Utomo Asisten Deputi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian lah kronis Jakarta--seperti kemacetan lalu lintas dan banjir--belum bisa diatasi de- ngan memuaskan. Namun, ba- gaimanapun, masalah perko- taan yang sudah kronis seperti itu membutuhkan waktu yang tidak singkat. Pembenahan yang dilakukan baru akan terasa bertahun-tahun ke- mudian, mungkin setelah Jokowi-Ahok tak memimpin Jakarta lagi. Saya sering mengatakan kepada Jokowi-Ahok bahwa langkah dan kebijakan yang mereka tempuh sudah betul. Bahwa muncul berbagai kritik atau kecaman terhadap kebi- jakanmereka,ituhalbiasasaja. Menjadi seorang pemimpin, a- palagi untuk kota sebesar dan sekompleks Jakarta, memang tak bisa memuaskan semua pihak. Hal yang sama juga dialami Bung Karno dan Ali Sadikin ketika memimpin dan mem- bangun Jakarta. Namun, kini terbukti bahwa kebijakan merekalah yang benar. Jadi, kepada Jokowi-Ahok saya seru- kan, “Maju terus membangun Jakarta baru. Lanjutkan visi dan semangat Bung Karno.” PATA AREADI SABTU, 29 MARET 2014 OPINI 7 Sabam Sirait Politikus senior Pendiri: Drs. H. Teuku Yousli Syah MSi (Alm) Direktur Utama: Lestari Moerdijat Direktur Pemberitaan/Penanggung Jawab: Usman Kan- song Dewan Redaksi Media Group: Saur M. Hutabarat (Ketua), Bambang Eka Wijaya, Djadjat Sudradjat, Elman Saragih, Lau- rens Tato, Lestari Moerdijat, Rahni Lowhur Schad, Suryoprato- mo, Toeti P. Adhitama, Usman Kansong Redaktur Senior: Elman Saragih, Gaudensius Suhardi, Lau- rens Tato Kepala Divisi Pemberitaan: Abdul Kohar Kepala Divisi Content Enrichment: Teguh Nirwahyudi Kepala Divisi Artistik & Foto: Hariyanto Asisten Kepala Divisi Pemberitaan: Ade Alawi, Haryo Prase- tyo, Jaka Budisantosa, Ono Sarwono, Rosmery C. Sihombing, Tjahyo Utomo Kepala Sekretariat Redaksi: Sadyo Kristiarto a.n. PT Citra Media Nusa Purnama Bank Mandiri - Cab. Taman Kebon Jeruk: 117-009-500-9098; BCA - Cab. Sudirman: 035- 306-5014, Diterbitkan oleh: PT Citra Media Nusa Purnama, Jakarta, Alamat Redaksi/Tata Usaha/Iklan/Sirkulasi: Kompleks Delta Kedoya, Jl. Pilar Raya Kav. A-D, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat - 11520, Telepon: (021) 5812088 (Hunting), Fax: (021) 5812105 (Redaksi) e-mail: redaksi@ mediaindonesia.com, Percetakan: Media Indonesia, Jakarta, ISSN: 0215-4935, Website: www.mediaindonesia.com, DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIK, WAR- TAWAN MEDIA INDONESIA DILENGKAPI KARTU PERS DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA ATAU ME- MINTA IMBALAN DENGAN ALASAN APA PUN Redaktur: Agus Mulyawan, Ahmad Punto, Anton Kustedja, Aries Wijaksena, Cri Qanon Ria Dewi, Denny Parsaulian Sinaga, Eko Rah- mawanto, Eko Suprihatno, Hapsoro Poetro, Ida Farida, Iis Zatnika, Irana Shalindra, Jerome E. Wirawan, M. Soleh, Mathias S. Brahmana, Mirza Andreas, Patna Budi Utami, Santhy M. Sibarani, Soelistijono, Sitria Hamid, Wendy Mehari Utami, Widhoroso, Windy Dyah Indri- antari Staf Redaksi: Adam Dwi Putra, Agung Wibowo, Ahmad Maulana, Akhmad Mustain, Anata Syah Fitri, Anshar Dwi Wibowo, Arief Hul- wan Muzayyin, Asep Toha, Asni Harismi, Bintang Krisanti, Corne- lius Eko, Daniel Wesly Rudolf, Deri Dahuri, Dian Palupi, Dika Dania Kardi, Dinny Mutiah, Dwi Tupani Gunarwati, Emir Chairullah, Eni Kartinah, Fardiansah Noor, Gayatri Suroyo, Ghani Nurcahyadi, Gino F. Hadi, Hafizd Mukti Ahmad, Heni Rahayu, Heryadi, Hillarius U. Gani, Iwan Kurniawan, Jajang Sumantri, Jonggi Pangihutan M, Mo- hamad Irfan, Muhamad Fauzi, Nurulia Juwita, Panca Syurkani, Per- mana Pandega Jaya, Raja Suhud V.H.M, Ramdani, Rommy Pujianto, Rudy Polycarpus, Sabam Sinaga, Selamat Saragih, Sidik Pramono, Siswantini Suryandari, Siska Nurifah, Sugeng Sumariyadi, Sulaiman Basri, Sumaryanto, Susanto, Syarief Oebaidillah, Thalatie Yani, Us- man Iskandar, Zubaedah Hanum Biro Redaksi: Dede Susianti (Bogor) Eriez M. Rizal (Bandung); Kisar Rajagukguk (Depok); Firman Saragih (Karawang); Sumantri Handoyo (Tangerang); Yusuf Riaman (NTB); Baharman (Palem- bang); Parulian Manulang (Padang); Haryanto (Semarang); Wi- djajadi (Solo); Faishol Taselan (Surabaya) METROTVNEWS.COM News: Khudori Redaksi: Agus Triwibowo, Asnawi Khaddaf, Basuki Eka P, Deni Fauzan, Henri Salomo, Irvan Sihombing, Laila B, Rizky Yanuardi, Sjaichul, Wily Haryono, Wisnu AS, Retno Hemawati, Nurtjahyadi, Afwan A, Andrie, Donny Andhika, Fario Untung, Prita Daneswari, Rita Ayuningtyas, Torie Natallova DIVISI TABLOID, MAJALAH, DAN BUKU (PUBLISHING) Kepala Divisi: Budiana Indrastuti Asisten Kepala Divisi: Mochamad Anwar Surahman, Victor JP Nababan Redaktur: Agus Wahyu Kristianto, Lintang Rowe, Sri Purwandhari CONTENT ENRICHMENT Periset: Heru Prasetyo (Redaktur), Desi Yasmini S, Gurit Adi Suryo Bahasa: Dony Tjiptonugroho (Redaktur), Aam Firdaus, Adang Iskandar, Henry Bachtiar, Ni Nyoman Dwi Astarini, Riko Alfonso, Suprianto ARTISTIK Asisten Kepala Divisi: Rio Okto Waas Redaktur: Annette Natalia, Donatus Ola Pereda, Gatot Purnomo, Gugun Permana, Marjuki, Prayogi, Ruddy Pata Areadi Staf Artistik: Ali Firdaus, Ami Luhur, Ananto Prabowo, Andi Nursandi, Bayu Aditya Ramadhani, Bayu Wicaksono, Briyan Bodo Hendro, Budi Setyo Widodo, Catherine Siahaan, Dedy, Dharma Soleh, Dina Amalina, Endang Mawardi, Fauzi Zulkarnaen, Fredy Wi- jaya, Hari Syahriar, Haris Imron Armani, Haryadi, Marionsandez G, M. Rusli, Melinda R. Sopyani, Muhamad Nasir, Muhamad Yunus, Nana Sutisna, Novi Hernando, Nurkania Ismono, Putra Adji, Rengga Her- man Saputra, Reza Fitarza Z, Rugadi Tjahjono, Seno Aditya, Tutik Sunarsih, Warta Santosi Olah Foto: Saut Budiman Marpaung, Sutarman PENGEMBANGAN BISNIS Kepala Divisi Marketing Communication: Fitriana Saiful Bachri Kepala Divisi Iklan: Gustaf Bernhard R Asisten Kepala Divisi Iklan: Wendy Rizanto Perwakilan Bandung: Aji Sukaryo (022) 4210500; Surabaya: Tri Febrianto (031) 5667359; Yogyakarta: Andi Yudhanto (0274) 523167. Telepon/Fax Layanan Pembaca: (021) 5821303, Telepon/ Fax Iklan: (021) 5812107, 5812113, Telepon Sirkulasi: (021) 5812095, Telepon Distribusi: (021) 5812077, Telepon Per- cetakan: (021) 5812086, Harga Langganan: Rp67.000 per bulan (Jabodetabek), di luar P. Jawa + ongkos kirim, No. Rekening Bank: ialah 538°C. Ssuhu uap panas dari unit kedua yang meng- g u n a k a n teknologi USC dapat m e n c a - pai 593°C. Efisiensi yang diha- silkan dari pembang- kit yang m e n g - gunakan teknologi USCdapat m e n g - hasilkan l e b i h b a n y a k l i s t r i k d e n g a n memba- kar lebih s e d i k i t b a t u bara. S e l a i n efisiensi da- lam proses pembakaran dan penggunaan bahan bakar, teknologi USC juga menghasilkan efisiensi da- lam pembuangan sisa proses pembakaran. Berkurangnya kebutuhan batu bara berarti menurunnya emisi SO2 dan CO2, m e n g u r a n g i produksi sisa pembakaran seperti abu. Saatini dari total kebutuhan batu bara sebe- sar 5 juta ton, 10% darinya (500 ribu ton) akan menjadi abu, tetapi masih dapat digunakan kembali, seperti menjadi batu bata. Pada PLTU Matsuura, hanya 4.000 ton (0,8%) dari abu tersebut akan dibuang pada area pembuangan abu yang terlindungi dan terpisah dari air laut. Di PLTU tersebut, abu yang sudah tidak dapat diolah lagi (dimanfaatkan industri lain) akhirnya akan dimanfaatkan untuk reklamasi tanah. Lebih jauh lagi, teknologi USC akan me- ngurangi 15% emisi karbon yang dihasilkan dari jumlah batu bara yang sama oleh PLTU pada umumnya. Memang dalam kenyata- annya, pembangunan PLTU dengan menggunakan bahan bakar batu bara masih banyak menyimpan penolakan dan kekhawatiran khususnya dari masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut, alangkah baiknya apabila pe- ngembangan teknologi clean coal, khusus USC power plant dapat terus dikembangkan Indonesia. Selain itu, dibu- tuhkan peran yang besar dari pemerintah setempat untuk membantu membe- rikan pengertian kepada masyarakat tentang pem- b a n g u n a n t e r s e b u t . D i b u - t u h - k a n p e r - s e p s i yang sama tentang pen- tingnya keberadaan PLTU antara masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta yang membangun- nya. Indonesia membu- tuhkan listrik yang murah dan ramah lingkungan untuk mempercepat pem- bangunan ekonominya. Saat ini momentum besar In- donesia untuk membangun, dan kehadiran teknologi clean coal dan USC menjadi jawaban untuk kebutuhan listrik di Indonesia. Perta- nyaannya ialah apakah In- donesia ingin memanfaat- kan teknologi tersebut atau tidak. CleanCoal,MasaDepan KelistrikanIndonesia
  8. 8. HARGA cabai rawit merah di se- jumlah pasar di Jakarta dan Bekasi beberapa hari terakhir melonjak 25% hingga 30% jika dibandingkan dengan kondisi normal. Berdasarkan pantauan di Pasar Kranji dan Pasar Baru, Kota Bekasi, kemarin, cabai rawit merah diper- dagangkan dengan harga Rp90 ribu per kilogram (kg). Padahal, sebelumnya hanya Rp60 ribu. Bahkan, jika dibandingkan dengan beberapa pekan lalu, harga terse- but mengalami kenaikan lebih dari 150%, karena ketika itu komoditas tersebut diperdagangkan dengan harga Rp35 ribu per kg. Tingginya harga cabai merah membuat para pedagang menge- luh lantaran volume penjualan menurun. “Hampir sebulan harga naik terus. Kalaupun ada yang beli, paling cuma beli 1 ons, tidak sam- pai sekilo,” keluh Wagimen, salah seorang penjual cabai di Pasar Baru Bekasi, kemarin. Hal sama juga dikeluhkan, Nur, 48, pedagang cabai di Pasar Kranji. Agar cabai tetap terjual dalam jumlah banyak dengan harga tidak terlalu tinggi, ia menyiasatinya de- ngan mengoplos cabai rawit merah dan cabai rawit hijau. “Biasanya cabai rawit merah saya campur dengan cabai rawit hijau dan saya jual dengan harga Rp70 ribu per kilogram,” tuturnya. Saat menanggapi kenaikan har- ga cabai di Kota Bekasi, Kepala Dinas Perekonomian Rakyat Cecep Suherlan mengatakan pihaknya akan terus mengawasi harga salah satu jenis bumbu tersebut. Sementara itu, harga cabai rawit merah di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berada di kisaran Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per kg. Ujang, salah seorang pedagang, mengatakan cabai diperolehnya dari Cibinong, Bogor. Bila di Cibi- nong sudah mencapai Rp90 ribu, mungkin ia akan menjual Rp100 ribu per kg. Di Pasar Koja, Jakarta Utara, harga cabai rawit merah juga naik, dijual Rp80 ribu dari sebe- lumnya Rp65 ribu per kg. (Gan/ Nel/Ths/J-4) RESMI BERSTATUS BUMD: Bus Trans-Jakarta antre di Halte Harmoni, Jakarta,kemarin. Layanan Trans- Jakarta resmi berganti mulai Kamis (27/3), dari unit pengelola (UP) menjadi perseroan terbatas (PT), yang berstatus badan usaha milik daerah (BUMD). MI/IMMANUEL ANTONIUS HargaCabaiRawitMerah TembusRp90RibuperKg K EJAKSAAN Agung me- netapkan dua pejabat D i n a s P e r h u b u n g a n (Dishub) DKI Jakarta sebagai tersangka kasus penggelem- bungan anggaran pengadaan bus Trans-Jakarta dan bus kota terintegrasi bus Trans-Jakarta (BKTB) oleh Kejaksaan Agung RI, kemarin. “Tim penyidik langsung me- netapkan dua tersangka, yakni pejabat pembuat komitmen (PPK) Drajat Adhyaksa dan ketua pani- tia Setyo Suhu,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM-Pid- sus) R Widyo Pramono di kantor Kejaksaan Agung (Kejagung), kemarin. Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung Setia Untung Arimuladi menambahkan, pe- netapan dua tersangka didasar- kan surat perintah penyidikan (sprindik) Nomor Print-25/F.2/ Fd.1/03/2014, serta sprindik No- mor Print–26/F.2/Fd.1/03/ 2014, tanggal 24 Maret 2014. “Tim penyidik segera memanggil para pihak terkait kasus pengadaan bus Trans-Jakarta itu,” ujarnya. Ia menyebutkan, dari hasil pe- nyelidikan, ditemukan bukti pe- nyalahgunaan dana pengadaan armada BKTB senilai Rp100 mi- liar dan pengadaan bus untuk peremajaan angkutan umum reguler Rp500 miliar pada tahun anggaran 2013. Kedua bukti itu yang akhirnya menguatkan penyidik untuk me- ningkatkan status keduanya. Saat ini, kata Untung, tim penyidik menyiapkan rencana penyidikan dalam rangka mengumpulkan bukti-bukti. Tidak dibantu Terkait dengan penetapan dua pejabat Dishub DKI sebagai tersangka, Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnarma meng- aku belum mengetahui hal itu. “Saya belum tahu. Itu Kejagung yang atur. Kita enggak bakal bisa intervensi hukum,” kata Basuki atau Ahok di Balai Kota. Ia juga menyerahkan proses hukum kasus itu kepada Keja- gung dan tidak akan memberikan bantuan kepada keduanya. “Kami tidak menoleransi pejabat dan karyawan yang berbuat salah. Justru kami yang menyerahkan kasus dugaan korupsi pengadaan bus Trans-Jakarta dan BKTB itu kepada Kejagung. Biarin yang salah dihukum saja, biar kapok,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD)I Made Karma Yoga menegaskan Pemprov DKI akan mengurus status kepegawaian kedua orang yang menjadi tersangka saat pihaknya mendapatkan surat dari Kejagung. “Kalau sudah jadi tersangka, nanti pada Senin (31/3) kami ambil suratnya ke Kejaksaan Agung. Berdasarkan surat itu, (kedua tersangka) akan dicopot dari jabatan mereka. Nanti tersangka hanya menerima gaji 75%,” ucapnya. BKD, menurutnya, tidak meng- urusi bantuan hukum untuk pejabat yang bermasalah. Jika dinilai perlu diberi bantuan hu- kum, biasanya akan diurus Korps Pegawai RI (Korpri). (Ssr/SU/J-4) Kasus Bus Jerat 2 Pejabat Dishub JABOTABEK KEJAKSAAN AGUNG SABTU, 29 MARET 2014MEGAPOLITAN8 195AnggotaKostrad JalaniTesUrine NightMarketDigelar lagiAkhirApril SEBANYAK 195 anggota Ajudan Jenderal (Ajen) Kostrad Kebayoran Lama menjalani tes urine yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Na- sional (BNN) Jakarta Selatan, kemarin. Kepala Ajen Kostrad Bambang mengatakan tes urine dilakukan untuk menstelirkan ang- gota Kostrad dari penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, saat ini pengunaan narkoba juga menyentuh kalangan aparatur negara sehingga perlu ditindak lebih lanjut agar tidak meluas. Selain itu, tes urine diharapkan dapat menjadi pencegahan awal dan menimbulkan efek jera. “Ada 195 personel yang diharuskan melakukan tes urine, supaya di Kostrad dapat terdeteksi apakah mereka mengunakan nar- koba atau tidak,” ujarnya. Menurutnya, apabila hasil tes menunjukan ada anggota Kostrad yang mengonsumsi nar- koba, mereka akan ditindaklanjuti sesuai aturan dan direhabilitasi. Ketua BNN Jakarta Selatan Riki Yanuarti mengungkapkan, BNN kota maupun provinsi memiliki kewenang- an menyosialisasikan dampak buruk nar- koba, termasuk terhadap personel Kostrad. (Nel/J-4) NIGHT Market yang sempat terhenti pelak- sanaannya akan digelar kembali pada akhir April mendatang. Saat ini, Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perda- gangan (KUMKMP) DKI Jakarta sedang meng- ajukan lelang melalui Unit Layanan Peng- adaan (ULP) yang baru dibentuk. Anggaran yang disediakan mencapai Rp11,2 miliar dari APBD 2014. Kepala Dinas KUMKMP DKI Joko Kundaryo mengatakan semula Night Market yang diikuti para pedagang kaki lima ditargetkan dapat diselenggarakan lagi pada pertengahan April. Namun, karena semua lelang harus melalui ULP DKI, Dinas KUM KMP harus mengikuti aturan. Terlebih ULP baru saja dibentuk. “Kami ingin pertengahan April (digelar lagi). Namun, sekarang ada ULP, jadi lelangnya harus melalui unit itu,” kata Joko, di Balai Kota DKI, Jumat (28/3). Menurut Joko, pihaknya telah mengajukan lelang itu sejak satu bulan lalu. Oleh karena itu, lelang diharapkan dapat segera dilakukan agar Night Market yang biasanya digelar di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, setiap Sabtu malam bisa diselenggarakan lagi. (Ssr/J-4) LINTAS BERITA
  9. 9. GENANGAN 2,5 meter yang berada di ba- wah permukiman warga selama 24 tahun ternyata sudah memakan korban lantaran terjatuh ke air yang bercampur lumpur dan sampah. Selama ini, ada dua balita yang mere- gang nyawa di tengah pemukiman mereka sendiri. Peristiwa meninggalnya dua balita di Kampung Apung terjadi sekitar 2010 dan 2011. Dua balita itu diketahui te- ngah bermain. Entah karena kelengahan dari orangtua atau karena tidak adanya pekarangan yang luas, kedua balita itu terjatuh ke air. Ancaman bahaya sudah jelas mengincar kehidupan warga Kampung Apung. Sedikit saja lengah, celaka menghampiri. “Normalisasi, itu yang kami inginkan. Bukannya apa-apa, sudah ada dua balita yang menjadi korban dari genangan Kampung Apung. Jangan sampai ada korban lagi,” ujar ketua RT 10 Rudi Su- wandi. Selain harus meningkatkan kewas- padaan, warga pun harus terbiasa berte- man dengan banjir. Posisi permukaan tanah yang cenderung lebih rendah dari pada lingkungan sekitar membuat Kam- pung Apung rentan terkena banjir bahkan ketika hujan baru turun sebentar. “Di wilayah ini lucu. Tidak musim banjir pun wilayah kami bisa kebanjiran. Air bisa naik hingga 1 meter. Celakanya, air baru bisa surut dalam waktu yang relatif lama,” tuturnya. Sutisna, 39, warga yang telah tinggal di Kampung Apung sebelum wilayahnya tergenang, mengaku harus mengeluar- kan biaya ekstra untuk merawat rumah yang berdiri di atas air. Dengan kondisi perekonomian yang pas-pasan, ia harus memutar otak agar kediamannya dapat berdiri kokoh. “Rumah di atas air itu kan riskan lapuk. Jadi selama puluhan tahun, saya sendiri harus mengeluarkan banyak uang untuk biaya perawatan rumah. Pa- dahal, penghasilan suami saja sedikit,” paparnya. Bahaya lain yang mengancam ialah sumber penyakit yang berasal dari ge- nangan air bercampur sampah dan lum- pur. Apalagi sumber air yang digunakan warga disedot dari air tanah yang diduga telah terkontaminasi. “Lingkungan sudah kotor, jadi tidak jarang warga terkena diare, gatal-gatal bahkan disentri,” tutur pedagang jajanan pasar itu. (Tes/J-1) TESA OKTIANA SURBAKTI W ALI Kota Ja- k a r t a B a r a t Anas Effendi mencetuskan ide untuk mengembalikan Kampung Apung ke kondisi normal layaknya permukim- an pada umumnya. Kam- pung, yang terletak di Jalan Kapuk Raya RW 10, Kapuk, Cengkareng, Jakbar, itu sudah 24 tahun tergenang air. Wali Kota yang baru bebera- pa minggu dilantik itu berpikir untuk merelokasi permukim- an warga. Caranya, Pemprov DKI membeli tanah warga. Tanah itu kemudian dijadikan ruang terbuka hijau (RTH) dan rumah susun, serta menerus- kan rencana jalur jalan tem- bus Lebak Bulus-Bandara Soekarno Hatta yang sudah dicetuskan sejak 1970-an. “Permasalahan Kampung Apung sudah bertahun-tahun. Kami ingin permukiman war- ga direlokasi dan tanahnya kami beli. Ke depan, areal yang sudah dikeringkan bisa dialihfungsikan ke hal yang lebih bermanfaat,” ujar Anas. Warga Kampung Apung pun menyambut tawaran Anas. Warga ingin wilayah mereka dinormalisasi dan te- tap bermukim di sana. Apabila harus direlokasi, warga ingin kompensasi yang layak. Sambil menunggu kesepa- katan, Pemkot Jakbar pun menormalisasi dengan lang- kah awal mengangkut sampah dan lumpur. Pengangkatan itu ternyata tidak mudah ka- rena endapan sampah dan lumpur mencapai kedalaman 2,5 meter. Pengerjaan pun harus di- lakukan hati-hati karena ter- dapat permukiman warga seluas 4 hektare dan 3.810 makam seluas 1,2 hektare. “Setelah semua itu selesai, baru bisa dilanjutkan ke ta- hap-tahap selanjutnya menuju normalisasi Kampung Apung,” tutur Wakil Wali Kota Jakbar Yuliadi. Menurut Yuliadi, setelah pengangkutan sampah dan lumpur selesai, proses selan- jutnya adalah mengeringkan air. Ketika tidak ada lagi air yang menggenangi wilayah tersebut, pemerintah akan memindahkan pekuburan ke TPU Tegal Alur. Kemudian proses pengurukan baru bisa dilakukan sampai Kampung Apung kembali normal. “Apabila tidak ada kendala berarti, sekitar 3-4 minggu lagi air yang menggenangi Kampung Apung akan terbe- bas dari lumpur dan sampah,” imbuhnya. Dibantu pengembang Suku Dinas Kebersihan Jakbar menyediakan 10 truk sampah setiap hari un- tuk mengangkut kotoran yang dikeruk dua backhoe. Tumpukan sampah dan lumpur itu akan dibuang ke kompleks pergudangan Duta Harapan Indah yang tidak jauh dari Kampung Apung. Pengembang Duta Harapan Indah memiliki kewajiban untuk menyediakan sarana fasilitas sosial dan fasilitas umum lantaran telah meng- gunakan 120 hektare lahan sebagai lokasi perdagangan dan pergudangan. Tumpukan lumpur dan sampah itu akan dibuat RTH. Proses pengeringan air pun tidak lepas dari kendala lain. Di kawasan itu sedikitnya ada enam kelompok pembudi daya lele yang terdiri dari 30 petani lele. Suku Dinas Peternakan Jakbar masih melakukan pen- dekatan kepada warga supaya mereka mau direlokasi. (J-1) tesa@mediaindonesia.com SABTU, 29 MARET 2014 KAMPUNG APUNG 9 GenanganAir KerapMembuat WargaSengsara WARGA Kampung Apung meng- aku senang dan tak sabar menanti wilayahnya kembali normal setelah Pemkot Jakbar mulai membenahi kampung mereka. Namun, di balik kegembiraan itu tebersit keresahan karena Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi, dalam kunjungan pertamanya di Kampung Apung, mencetuskan ide untuk merelokasi permukiman warga. “Yang kami inginkan sebenarnya wilayah ini dikeringkan dan diuruk sesuai standar sehingga tidak ada lagi air di bawah rumah kami,” tu- tur Ketua RT 10 Rudi Suwandi. Rudi mengatakan, warga bukan- nya antipati terhadap upaya re- lokasi tersebut. Hanya, warga tidak ingin nasibnya digantungkan. Sejak 2000, sebenarnya warga kerap proaktif menuntut pemerin- tah membenahi lingkungan me- reka. Namun, pemerintah seolah tak serius. Buktinya, hingga kini, Kampung Apung masih terapung. “Warga sebenarnya sudah men- dengar ada wacana pembangunan jalan penghubung dari Bandara (Soekarno-Hatta) ke Lebak Bulus. Kami sudah diberi tahu bahwa wila- yah Kampung Apung akan terkena imbasnya. Silakan saja kalau mau dipakai untuk kepentingan umum. Tapi kepastiannya kapan? Jangan cuman didengung-dengungkan,” katanya. Namun, mereka berharap agar tetap tinggal di kawasan Kampung Apung. Apalagi ketika areal per- makaman sudah dipindahkan dan telah diuruk, warga lebih condong bermukim di atas areal bekas per- makaman tersebut. Lebih tepatnya, warga mau direlokasi dengan sis- tem ‘geser kampung’. “Yang terkena imbas jalan tembus itu kan wilayah permukiman warga dan katanya areal permakaman tidak kena. Jadi, boleh saja di atas area bekas permakaman yang telah diuruk lalu dibangun permukiman bagi warga,” katanya. Permukiman yang akan dibangun pemerintah di atas bekas area per- makaman harus diserahkan dengan sistem hak milik beserta sertifikat, bukan sistem sewa. “Kalau kami harus direlokasi ya silakan, tapi pindahkan kami ke permukiman yang hak miliknya dimiliki warga. Jangan malah mere- lokasi ke rusunawa dengan memba- yar sewa. Sudah pasti menambah beban ekonomi warga Kampung Apung yang mayoritas menengah ke bawah,” pungkas Rudi. Lurah Kapuk Risan Mustar me- mahami kegundahan dan keinginan warga Kampung Apung. Menu- rutnya, pendekatan yang lebih intens dibutuhkan agar tidak ter- jadi perselisihan antara keinginan warga dan program yang akan di- jalankan pemerintah. (Tes/J-1) KAMPUNG APUNG: Suasana permukiman warga di kawasan Kampung Apung, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, kemarin. Warga menolak rencana Gubernur DKI Joko Widodo yang ingin mengubah kawasan Kampung Apung menjadi kampung deret dan mereka ingin kampung itu dinormalisasi, dengan cara penyedotan air. ANTARA/RENO ESNIR Normalisasi Lalui Jalan Panjang Sudah 24 tahun Kampung Apung digenangi air. Ide relokasi dan mengubah menjadi ruang terbuka hijau pun tercetus. WargaBerharapTetapTinggal denganKondisiLayak Posisi permukaan tanah yang cenderung lebih rendah daripada lingkungan sekitar membuat Kampung Apung rentan terkena banjir bahkan ketika hujan baru turun sebentar.

×