KONTRIBUTOR PENCEMAR UDARA

  • 958 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
958
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
41
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. MAKALAH PENCEMARAN UDARAKONTRIBUTOR PENCEMAR UDARA Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pencemaran Udara Oleh: Hanifah Nurhayati (G24080013) Ketty (G24080015) Swari Farkha M. (G24080016) Fithra Kamela (G24080063) Emod Tri Utomo (G24080062) DEPARTEMEN GEOFISIKA DAN METEOROLOGIFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2011 1
  • 2. DAFTAR ISI HalamanHALAMAN JUDUL ……………………………………………..........………… iDAFTAR ISI ……………………………............................................…………..iiI. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah ….......................................................……….............. 1 1.3 Tujuan ..................................................................……….....................… 1II. METODOLOGI .................................................................................................. 2III. PEMBAHASAN 3.1 Kondisi Kualitas Udara Global ................................................................. 3 3.2 Kontributor Pencemar Udara .................................................................... 4 3.2.1 Kegiatan Pertanian .......................................................................... 4 3.2.2 Transportasi .................................................................................... 7 3.2.3 Aktivitas Alam ................................................................................ 10 3.2.4 Kegiatan Industri ............................................................................. 14 3.3 Upaya Pengendalian Pencemaran Udara .................................................. 15IV. PENUTUP ......................................................................................................... 17DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 18 2
  • 3. BAB I. PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Atmosfer bumi merupakan suatu sistem dimana didalamnya terjadiprosesdaur ulang karbon, nitrogen, oksigen dan hidrogen yang merupakankomponen dari makhluk hidup di bumi. Unsur utama yang terdapat di atmosfer99% adalah nitrogen dan oksigen. Makhluk hidup merubah elemen-elementersebut menjadi nutrisi yang diperlukan yaitu karbohidrat dan protein. Selain ituatmosfer juga melindungi kehidupan di bumi dari bahaya batu angkasa (meteor)dan ancaman radiasi matahari. Lapisan atmosfer bumi mempunyai peranan sangat penting bagikehidupan di bumi. Namun akibat aktivitas manusia, lapisan tersebut kinitercemar dengan berbagai jenis bahan kimia, karbon, dan pencemar lainnya.Akumulasi bahan pencemar di atmosfer dapat mengancam makhluk hidup.Meskipun aktivitas alam seperti erupsi gunung berapi dan kebakaran hutan akibatkekeringan atau el Nino juga turut serta dalam mencemari udara, namun dampakyang diakibatkan oleh aktivitas alam tidak sebesar dampak yang diakibatkan olehaktivitas manusia.1.2 Rumusan Masalah Untuk memudahkan dalam memahami permasalahan yang dikaji dalammakalah berjudul “Kontributor Pencemar Udara” ini, maka dibuat rumusanmasalah sebagai berikut yaitu:1.2.1 Bagaimana kondisi kualitas udara global saat ini?1.2.2 Apa sajakah yang termasuk kontributor pencemar udara?1.2.3 Bagaimana upaya pengendalian pencemaran udara?1.3 Tujuan Tujuan penyusunan makalah yang berjudul “Kontributor PencemarUdara” ini yaitu:1.3.1 Untuk mengetahui kondisi kualitas udara global saat ini1.3.2 Untuk mengetahui kontributor pencemar udara1.3.3 Untuk mengetahui upaya pengendalian pencemaran udara 3
  • 4. BAB II. METODOLOGI Metodologi yang digunakan dalam penyusunan makalah yang berjudul“Kontributor Pencemar Udara” yaitu metode studi literatur dari beberapa mediamassa. Adapun langkah-langkah dalam penyusunannya dijelaskan dengandiagram alir seperti di bawah ini: Menentukan tema kliping dan makalah Mengumpulkan berita-berita tentang pencemaran udara dari media massa Mengelompokkan berita-berita berdasarkan kategori Membuat kliping dari berita-berita media massa tentang pencemaran Udara Menentukan rumusan masalah untuk makalah Penyusunan Makalah 4
  • 5. BAB III. PEMBAHASAN3.1 Kondisi Kualitas Udara Global Sejumlah ilmuwan Kanada telah mengembangkan peta polusi udara globalmenggunakan data dari satelit National Aeronautics and Space Administration.Dari data yang tercatat, ternyata kualitas udara di China paling parahdibandingkan dengan negara lain di seluruh dunia. Aaron van Donkelaar dan Randall Martin dari Dalhousie University diHalifax, Kanada membuat peta berdasarkan data satelit karena mereka meyakinibahwa pendeteksi di permukaan bumi kurang akurat dalam mengukur kondisiudara. Adapun data yang digunakan menggunakan citra satelit yang diambil dari2001 sampai 2006. Peta polusi partikulat udara global menunjukkan densitas partikulat diseluruh dunia menggunakan pewarnaan. Warna putih dan biru tua merupakankawasan di mana konsentrasi partikulat paling rendah sedangkan warnya yangsemakin merah dan gelap merupakan kawasan yang konsentrasi partikulatnyatinggi. Dari peta global, terlihat bahwa kawasan yang paling merah dari seluruhdunia berada di kawasan timur China yang merupakan daerah industrial. Gambar 1 Peta Kualitas Udara Global (Sumber: http://news.bbc.co.uk) Kualitas udara yang sangat buruk tersebut juga menghasilkan banyakmasalah kesehatan karena partikulat tertentu dapat menembus sistem kekebalantubuh, masuk ke paru-paru, bahkan ke dalam darah. 5
  • 6. 3.2 Kontributor Pencemar Udara3.2.1 Kegiatan Pertanian Pertanian dan peternakan memberikan kontribusi terhadap peningkatanemisi gas rumah kaca melalui sawah-sawah yang tergenang yang menghasilkangas metana, pemanfaatan pupuk serta praktek pertanian, pembakaran sisa-sisatanaman, dan pembusukan sisa-sisa pertanian, serta pembusukan kotoranternak.Dari sektor ini gas rumah kaca yang dihasilkan yaitu gas metana (CH4) dangas dinitro oksida (N2O). Di Indonesia, sektor pertanian dan peternakanmenyumbang emisi gas rumah kaca sebesar 8.05 % dari total gas rumah kacayang diemisikan ke atmosfer. Senyawa metana dikenal dengan rumus kimia CH4.Metana merupakanhidrokarbon paling sederhana yang berbentuk gas dan tidak berbau.Di atmosfer,metana termasuk gas yang memicu terjadinya efek rumah kaca dan pemanasanglobal saat ini. Apabila diamati, jumlah gas metana di atmosfer memang tidak terlalubesar, komposisinya hanya 0,5 persen dari jumlah karbondioksida (CO2). Meskidemikian, koefisiensi daya tangkap metana terhadap panas jauh lebih tinggidaripada karbondioksida, yakni hampir 25 kali lebih lipatnya. Ketika metanamemasuki atmosfer, gas itu akan bereaksi dengan molekul-molekul oksigen (O)dan hidrogen (H) yang disebut radikal OH. Radikal OH kemudian bergabungdengan metana dan menguraikannya.menciptakan karbondioksida dan uap air(H2O). Pemanasan global yang terjadi saat ini dan terus mengancam kehidupanmanusia di Bumi diperkirakan sekitar 15 persennya merupakan hasil kontribusidari gas metana. 1. Pertanian Kegiatan pertanian seperti persawahan, perkebunan, ladang, dan lainsebagainya juga merupakan penyumbang pencemaran udara melalui gas buang.Seperti dalam aktivitas pengolahan tanah (membajak, menggaru, dan menggali)yang melepaskan karbon yang diikat oleh tanaman di dalam tanah.Dekomposisibahan organik (serasah, sampah, dan lain-lain) oleh dikomposer di lahan pertanian 6
  • 7. juga mengemisikan gas pencemar udara seperti CO2, hasil dekomposisi aerob danH2S, yang merupakan hasil dekomposisi anaerob. Tergenangnya lahan persawahan mengemisikan gas rumah kaca yaitu gasmetana.Emisi gas metana dari lahan sawah ditentukan oleh perbedaan sifatfisiologi dan morfologi varietas padi.Kemampuan varietas mengemisikan metanabergantung pada rongga parenkim, jumlah anakan, biomassa, sistem perakaran,dan aktivitas metabolisme.Emisi gas metana di sawah juga dihasilkan oleh bakterimetanogenik yang ada dalam usus cacing tanah (Aporrectodea caliginosa,Lumbricus rubellus, dan Octolasion lacteum), yaitu saat cacing tanah membuatlubang untuk meningkatkan aerasi tanah sawah. Alternatif yang dapat dilakukan untuk menurunkan emisi GRK padasektor pertanian antara lain: a. Proses penanaman padi sebaiknya difokuskan pada proses penggenangan berkala. Proses irigasi yang dilakukan harus terkendali, artinya air hanya dialirkan dan dibiarkan menggenang pada waktu tertentu saja. Dengan demikian emisi GRK dapat dikurangi, sementara kualitas maupun kuantitas panen tak berkurang dan jumlah air yang diperlukan pun berkurang. b. Pemakaian pupuk urea tablet sebagai pangganti urea tabur dapat menurunkan emisi gas N2O yang juga merupakan GRK. c. Jenis padi juga mempengaruhi emisi GRK. Pemakaian varietas padi jenis unggul akan mengurangi emisi tanpa mengurangi kualitas padi. Selain itu, waktu tanam pun lebih singkat sehingga petani lebih sering melakukan panen. 2. PeternakanEmisi gas metana dihasilkan dari hewan ternak jenis ruminansia melalui prosesmetanogenesis di dalam sistem pencernaan. Seekor sapi dewasa diperkirakandapat mengemisi 80 hingga 110 kilogram metana per tahunnya. Apabila dihitungsecara global, estimasi emisi gas metana dari hewan ternak ruminansiadiperkirakan mencapai 65 hingga 85 juta ton per tahun dari emisi total gas metanaglobal, yakni 400 juta sampai 600 juta ton per tahun. 7
  • 8. Pembentukan gas metana dalam rumen merupakan hasil akhir dari prosesfermentasi pakan ternak. Prinsipnya, proses pembentukan metana dalam rumenterjadi melalui proses reduksi karbondioksida oleh airdengan enzim sebagaikatalisa-tomya. Enzim tersebut dihasilkan oleh bakteri metanogenik, sepertiprotozoa. Pembentukan gas metana dalam rumen berpengaruh terhadappembentukan produk akhir fermentasi di dalam rumen dan pada gilirannyamemengaruhi efisiensi produk mikrobia! rumen. Pengendalian gas metana dalampeternakan bisa dilakukan dengan menggunakan bahan kimia. Bahan kimia ituberfungsi menekan proses metanogenesis pada proses fermentasi pakan ternak. Proses tersebut bisa dihambat, salah satunya, dengan senyawa ta-nin untukmenekan pertumbuhan protozoa pada fermentasi pakan ternak. Populasi protozoaberbanding lurus dengan produksi gas metana. Semakin sedikit populasi protozoa,akan semakin kecil pula gas metana yang dihasilkan. Pe-nambahan senyawaseperti tanin bisa ditambahkan ke dalam pakan ternak rumen tersebut Untuk mengurangi emisi gas metana, banyak kalangan yang mengimbaumengurangi konsumsi daging sebagai salah satu produk peternakan. Dari hasilpenelitian, diketahui bahwa untuk menghasilkan sepotong daging sapi, energiyang dibutuhkan sama besarnya dengan energi yang digunakan untuk menyalakanlampu berdaya 100 watt selama tiga minggu. Satu kilogram daging menyumbangkan 36,4 kilogram karbondioksida.Adapun emisi gas yang dihasilkan dari kotoran seekor sapi selama satu tahundisetarakan dengan gas yang dihasilkan dari kendaraan yang dipakai untukmenempuh jarak 70 ribu kilometer Alternatif yang dapat dilakukan untuk menurunkan emisi GRK padasektor pertanian antara lain: a. Dalam sektor peternakan, pola dan jenis pakan ternak akan mempengaruhi emisi GRK. Kualitas pakan yang baik akan mengurangi proses fermentasi dalam sisitem pencernaan ternak, sehingga gas metana yang dihasilkan dan dibuang pun berkurang. 8
  • 9. b. Kotoran ternak dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik tenaga biogas. Dengan teknologi yang sederhana, kotoran ternak dapat diolah menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan secara maksimal. c. Pemerintah harus mulai melaksanakan diversifikasi konsumsi karbohidrat, sehingga tak lagi bergantung pada beras. Sumber karbohidrat lain seperti kentang, sagu, jagung dan lainnya sebenarnya telah dikenal dan dikonsumsi diberbagai daerah, namun perlu didukung dengan mekanisme finansial agar lebih berkembang. Dengan diversifikasi ini, ketergantungan akan beras akan menurun dan potensi emisi GRK dari penanaman padi pun dapat ditekan.3.2.2 Transportasi Udara merupakan faktor yang penting dalam kehidupan mahluk hiduptermasuk manusia, namun dengan meningkatnya pembangunan fisik kota, pusat-pusat industri, dan sektor transportasi membuat kualitas udara telah mengalamiperubahan. Udara yang dulunya segar, kini kering dan kotor. Perubahanlingkungan udara pada umumnya disebabkan pencemaran udara, yaitu masuknyazat pencemar (berbentuk gas-gas dan partikel kecil/aerosol) ke dalam udara. Pencemaran udara dapat didefinisikan sebagai hadirnya substansi di udaradalam konsentrasi yang cukup untuk menyebabkan gangguan pada manusia,hewan, tanaman maupun material. Substansi ini bisa berupa gas, cair maupunpartikel padat. Ada lima jenis polutan di udara, yaitu partikulat dengan diameterkurang dari 10 µm (PM10), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2),karbon monoksida (CO) dan timbal (Cooper,1994). Jenis parameter pencemar udara didasarkan pada baku mutu udara ambienmenurut Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 1999, yang meliputi : Sulfurdioksida (SO2), Karbon monoksida (CO), Nitrogen dioksida (NO2), Oksidan(O3), Hidro karbon (HC), PM 10 , PM 2,5, TSP (debu), Pb (Timah Hitam),Dustfall (debu jatuh). Empat parameter yang lain (Total Fluorides (F), FluorIndeks, Khlorine & Khlorine dioksida, Sulphat indeks) akan dibahaskemudiankarena merupakan parameter pencemaran udara yang diberlakukanuntuk daerah/kawasan industri kimia dasar. 9
  • 10. Daerah perkotaan merupakan salah satu sumber pencemaran udara utama,yang sangat besar peranannya dalam masalah pencemaran udara. Kegiatanperkotaan yang meliputi kegiatan sektor-sektor permukiman dan transportasimerupakan kegiatan yang potensial dalam merubah kualitas udara perkotaan.Pembangunan fisik kota dan berdirinya pusat-pusat industri disertai denganmelonjaknya produksi kendaraan bermotor, mengakibatkan peningkatankepadatan lalu lintas dan hasil produksi sampingan, yang merupakan salah satusumber pencemar udara. Dari beberapa artikel yang diperoleh dari berbagaisumber yaitu kompas, republika, dan tempo beberapa kota sudah tercemar cukupparah, seperti di Bekasi, Bandung dan DKI Jakarta. Ternyata belum ada upayayang serius dari pemerintah atau kesadaran masyarakatnya sendiri untukmenanggulangi permasalahan pencemaran udara karena transportasi. Dari berbagai sektor yang potensial dalam mencemari udara, padaumumnya sektor transportasi memegang peran yang sangat besar dibandingkandengan sektor lainnya. Di kota-kota besar, kontribusi gas buang kendaraanbermotor sebagai sumber polusi udara mencapai 60-70%. Sedangkan kontribusigas buang dari cerobong asap industri hanya berkisar 10-15%, sisanya berasal darisumber pembakaran lain, misalnya dari rumah tangga, pembakaran sampah,kebakaran hutan, dan lain-lain. Kendaraan bermotor yang menjadi alat transportasi, dalam kontekspencemaran udara dikelompokkan sebagai sumber yang bergerak. Dengankarakteristik yang demikian, penyebaran pencemar yang diemisikan dari sumber-sumber kendaraan bermotor ini akan mempunyai suatu pola penyebaran spasialyang meluas. Faktor perencanaan sistem transportasi akan sangat mempengaruhipenyebaran pencemaran yang diemisikan, mengikuti jalur-jalur transportasi yangdirencanakan. Sektor transportasi mempunyai ketergantungan yang tinggi terhadapsumber energi. Seperti diketahui penggunaan energi inilah yang terutamamenimbulkan dampak terhadap lingkungan. Hampir semua produk energikonvensional dan rancangan motor bakar yang digunakan dalam sektortransportasi masih menyebabkan dikeluarkannya emisi pencemar ke udara.Penggunaan BBM (Bahan Bakar Minyak) bensin dalam motor bakar akan selalu 10
  • 11. mengeluarkan senyawa-senyawa seperti CO (karbon monoksida), THC (totalhidro karbon), TSP (debu), NOx (oksida-oksida nitrogen) dan SOx (oksida-oksidasulfur). Premium yang dibubuhi TEL, akan mengeluarkan timbal. Solar dalammotor diesel akan mengeluarkan beberapa senyawa tambahan di samping senyawatersebut di atas, yang terutama adalah fraksi-fraksi organik seperti aldehida, PAH(Poli Alifatik Hidrokarbon), yang mempunyai dampak kesehatan yang lebih besar(karsinogenik), dibandingkan dengan senyawa-senyawa lainnya. Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa penggunaan bahan bakaruntuk kendaraan bermotor dapat mengemisikan zat-zat pencemar seperti CO,NOx, SOx, debu, hidrokarbon juga timbal. Udara yang tercemar oleh zat-zattersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang berbeda tingkatan danjenisnya, tergantung dari macam, ukuran dan komposisi kimiawinya. Gangguantersebut terutama terjadi pada fungsi faal dari organ tubuh seperti paru-paru danpembuluh darah, atau menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Sumber CObuatan antara lain kendaraan bermotor, terutama yang menggunakan bahan bakarbensin. Berdasarkan estimasi, Jumlah CO dari sumber buatan diperkirakanmendekati 60 juta Ton per tahun. Hasil studi yang dilakukan oleh Ditjen PPM & PL, tahun 1999 pada pusatkeramaian di 3 kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta dan Semarangmenunjukkan gambaran sebagai berikut : kadar debu (SPM) 280 ug/m3, kadarSO2 sebesar 0,76 ppm, dan kadar NOx sebesar 0,50 ppm, dimana angka tersebuttelah melebihi nilai ambang batas/standar kualitas udara. Hasil pemeriksaankualitas udara disekitar stasiun kereta api dan terminal di kota Yogyakarta padatahun 1992 menunjukkan kualitas udara sudah menurun, yaitu kadar debu rata-rata 699 ug/m3, kadar SO2 sebesar 0,03–0,086 ppm, kadar NOx sebesar 0,05 ppmdan kadar Hidro Karbon sebesar 0,35–0,68 ppm. Kondisi kualitas udara di JakartaKhususnya kualitas debu sudah cukup memprihatinkan, yaitu di Pulo Gadungrata-rata 155 ug/m3, dan Casablanca rata-rata 680 ug/m3. Karbon dan Oksigen dapat bergabung membentuk senyawa karbonmonoksida (CO) sebagai hasil pembakaran yang tidak sempurna dan karbondioksida (CO2) sebagai hasil pembakaran sempurna. Karbon monoksidamerupakan senyawa yang tidak berbau, tidak berasa dan pada suhu udara normal 11
  • 12. berbentuk gas yang tidak berwarna. Tidak seperti senyawa CO mempunyaipotensi bersifat racun yang berbahaya karena mampu membentuk ikatan yangkuat dengan pigmen darah yaitu haemoglobin. Karakteristik biologik yang paling penting dari CO adalah kemampuannyauntuk berikatan dengan haemoglobin, pigmen sel darah merah yang mengakutoksigen keseluruh tubuh. Sifat ini menghasilkan pembentukankarboksihaemoglobin (HbCO) yang 200 kali lebih stabil dibandingkanoksihaemoglobin (HbO2). Penguraian HbCO yang relatif lambat menyebabkanterhambatnya kerja molekul sel pigmen tersebut dalam fungsinya membawaoksigen keseluruh tubuh. Kondisi seperti ini bisa berakibat serius, bahkan fatal,karena dapat menyebabkan keracunan. Selain itu, metabolisme otot dan fungsienzim intra-seluler juga dapat terganggu dengan adanya ikatan CO yang stabiltersebut. Dampat keracunan CO sangat berbahaya bagi orang yang telahmenderita gangguan pada otot jantung atau sirkulasi darah periferal yang parah.Dampak dari CO bervasiasi tergantung dari status kesehatan seseorang pada saatterpapar.3.2.3 Aktivitas Alam Sumber alami polusi udara benar-benar tidak disebabkan oleh aktivitasmanusia (National Park Service 2006). Kebakaran hutan dapat menghasilkanpolutan dalam jumlah besar, badai debu dapat menghasilkan partikulat dalamjumlah yang sangat besar, letusan gunung berapi menghasilkan gas dan partikulat,tumbuhan dan pepohonan secara alami mengemisikan VOC yang teroksidasi danmembentuk aerosol yang dapat menyebabkan kabut biru alami, lautan yangmengemisikan gas yang mengandung sulfur dari hasil aktivitas biologi makhlukhidup di dalamnya, serta proses pembusukan dalam tanah yang menghasilkan gasmetana (ENVIS Tanpa Tahun). Berikut penjelasan lebih lanjut tentang sumberalami polusi udara yang paling sering dibahas: 1. Letusan Gunung Berapi Gas yang paling berbahaya yang diemisikan dari sebuah letusan gunungberapi adalah sulfur dioksida, karbon dioksida, dan hidrogen flourida. Sulfurdioksida dapat mendukung terjadinya hujan asam di daerah sekitar gunung berapidan dapat menyebabkan polusi udara di daerah lembah. 12
  • 13. Letusan gunung berapi tidak hanya mengemisikan gas berbahaya tetapijuga menghasilkan debu vukanik. Debu vulkanik tersebut dapat tersebar sejauhratusan bahkan ribuan kilometer di daerah lembah. Debu vulkanik berbentukseperti pasir yang terbang, keras, dan terkadang bersifat korosif. Debu vulkaniktersebut dapat mengganggu sistem pernapasan bagi manusia. Debu vulkanik yangberada di udara dapat menghalangi masuknya sinar matahari ke daerah yangterkena sehingga suhu di daerah yang terkena akan menurun (Anonim1 2009). Gambar 2 Letusan Gunung Pinatubo (Sumber: http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/8622520.stm) Salah satu contoh letusan gunung berapi yang hebat adalah letusanGunung Pinatubo yang terletak di pulau Luzon, Filipina pada tahun 1991. LetusanGunung Pinatubo menelan korban lebih dari 800 orang. Letusan Gunung Pinatubomerupakan letusan gunung berapi terhebat kedua. Letusan Gunung Pinatubomengemisikan gas dan debu vulkanik dalam jumlah besar. Jumlah debu vulkanik yang dihasilkan oleh letusan Gunung Pinatubomenurunkan suhu rata-rata global sebesar 0,4-0,5oC. Debu vulkanik yangdihasilkan dari letusan Gunung Pinatubo mencemari air mengalir (sungai) danmembentuk erosi lumpur berupa lahar. Debu vulkanik yang dihasilkan dariletusan Gunung Pinatubo juga mengganggu penerbangan yang melewati Filipinadan wilayah sekitarnya karena debu vulkanik dapat mematikan mesin pesawat 13
  • 14. terbang secara tiba-tiba. Debu vulkanik merupakan gangguan yang tidak terlihattetapi dapat menjadi bahaya yang besar saat penerbangan. Letusan GunungPinatubo bahkan dijadikan penyebab utama penipisan lapisan ozon. Selain polusi udara, letusan Gunung Pinatubo juga menghasilkanpermasalahan sosial dan bencana yang tidak diundang. Cekungan yang berada dipuncak Gunung Pinatubo juga menyebabkan masalah pada 10 tahun kemudian.Cekungan tersebut telah kosong saat Gunung Pinatubo meletus dan cekungantersebut menjadi tampungan air hujan selama beberapa tahun melewati waktukejadian. Volume air hujan yang tertampung pada cekungan tersebut semakinbesar seiring dengan berjalannya waktu sehingga suatu hari nanti banjir besarakan melanda daerah lembah Gunung Pinatubo. 2. Kebakaran Hutan Kebakaran hutan terjadi secara alami saat terjadi cuaca panas dan keringdalam kurun waktu yang lama. Suhu yang tinggi dan tidak turunnya hujanmenyebabkan kondisi yang sangat kering di hutan. Jika kondisi tersebutberlangsung dalam waktu yang lama, maka kebakaran hutan akan sangat mungkinterjadi. Debu dan asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan tersuspensi dalamudara dan mungkin terbawa oleh angin ke daerah sekitar hutan bahkan ke negaratetangga (Anonim2 2009). Kebakaran hutan mengemisikan karbon monoksida, nitrogen dioksida,ozon, dan partikulat. Karbon monoksida yang merupakan gas beracun dihasilkandalam jumlah yang besar dari kebakaran hutan. Partikulat yang diemisikan darikebakaran hutan merupakan campuran dari bubuk hitam, senyawa kecil berwarnahitam, dan senyawa organik yang mudah berubah. Partikulat tersebut diemisikandalam jumlah yang besar dan dapat menyebabkan kerusakan jaringan paru-parudan menyebabkan gangguan pernapasan dan gangguan jantung. Nitrogen dioksidadihasilkan saat temperatur lebih besar dari 1.500oC. Oleh karena itu, nitrogendioksida dihasilkan dalam jumlah yang signifikan hanya saat kebakaran hutanyang besar terjadi. Konsentrasi sulfur dioksida yang diemisikan oleh kebakaranhutan biasanya kurang dari 0,2% sehingga gas sulfur dioksida bukan merupakangas yang memiliki pengaruh besar pada kebakaran hutan (Anonim1 2009). 14
  • 15. Gambar 3 Kabut Asap di Singapura (Sumber: http://www.bbc.co.uk/news/world-asia-pacific-11606711) Kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera menghasilkan kabut asap yangmenutupi Malaysia dan Singapura. Kabut asap yang menyelimuti Singapuramenyebabkan polusi udara yang terparah selama 4 tahun terakhir dan kabut asapyang menyelimuti Malaysia menyebabkan lebih dari 200 sekolah ditutup.Aktivitas lingkungan menyatakan bahwa kebakaran hutan yang terjadi disebabkanoleh pembukaan lahan yang ilegal. Pemerintah Singapura menyarankan kepadapenduduknya untuk berdiam diri di rumah untuk menjaga sistem pernapasan danjantung mereka dalam kondisi yang sehat. Gambar4 Kabut Asap di Moskow (Sumber: http://news.discovery.com/earth/moscow-smog-wildfires-russia.html) Kebakaran hutan yang hebat terjadi di Rusia dan menyebabkan sedikitnya52 orang meninggal dan lusinan orang dirawat. Kebakaran hutan tersebutmenyebabkan kenaikan suhu dan kekeringan yang melanda lahan pertanian di 15
  • 16. Rusia sehingga produksi pangan Rusia menurun drastis. Kebakaran hutan tersebutsungguh menyebabkan kerusakan yang hebat di Rusia. Kebakaran hutan di Rusiamenyebabkan adanya kabut asap di Moskow. Kabut asap yang menyelimutiMoskow menyebabkan penundaan beberapa jadwal penerbangan yang berasal danmenuju Moskow.3.2.4 Kegiatan Industri Penyebab dari pencemaran udara di Jakarta itu sekitar 80 persen berasaldari sektor transportasi, dan 20 persen industri.Sebagai contoh pencemaranindustri yaitu pengamatan pada kualitas udara di Jalan Margonda dan Cimanggis,Depok. Zat-zat pencemar udara seperti sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida(CO), dan partikel debu (PM10 dan PM 2,5) sudah di atas ambang batas yangditetapkan. Begitu juga PM2,5 memiliki nilai yang jauh di atas ambang batas,pemicu dari pencemaran udara tersebut yaitu dari pabrik yang membuang asaptanpa penyaringan sehingga memperparah kualitas udara daerah tersebut. Contohdi daerah lain yang pencemaran udara di akibatkan oleh industri yaitu daerahtanggerang, perusahaan pengolahan besi PT. Krakatau steel, karena logam yang diolah bukan logam murni, sehingga asap yang dihasilkan pembakaran tersebutsangat hitam, ditambah pendukung lain berupa cat dan karet. Serta kecilnyadiameter payung penopang vacum cleaner yang digunakan untuk menyedot asaplimbah udara tersebut tidak dapat menyedot asap dengan baik sehingga daerahdisekitarpabrik tersebut mengalami pencemaran udara. Pada daerah gresik,permasalahan pencemaran industri yaitu pada daerah industri tersebut, daerahindustri tersebut dikelilingi oleh pemukiman. Berdasarkan hasil uji udara ambiendi daerah tersebut dari 13 zat pencemar selain debu, zat pencemar kimia jugaterbilang tinggi seperti Karbon Monoksida (CO) mencapai 20,0 ppm, danHidrokarbon (HC) 0,24 PPM. Lebih lanjut ia menjelaskan dari segi kesehatandampak pencemaran udara oleh debu bisa menyebabkan penyakit paru-paru(bronchitis) serta penyakit saluran pernapasan lainnya. Sedangkan dampakpencemar udara oleh zat kimia seperti Karbon Monoksida bisa menyebabkangangguan kesehatan pada hemoglobin (metaloprotein pengangkut oksigen yangmengandung besi dalam sel darah merah).Hal tersebut dapat membahayakanwarga sekitar sehingga harus di cari penanggulangan dari masalah tersebut. Pada 16
  • 17. daerah karawang, terdapat pencemaran industry yang terjadi dari pembakaranmangan yang akan di ubah menjadi bahan baja. Pembakaran yang menghasilkan asap berbahaya yang menggangu tersebutdihasilkan dari pembakaran kecil, karena pembakaran besar keluar lewat cerobongyang tinggi. Pembakaran kecil menyebabkan asap-asap tersebut keluar diluarcerobong.Asap-asap tersebut malam hari, karena pada malam hari itu udara terasasangat lembab, jadi debu-debu itu bebas terbang ke pemukiman. Pencemaranudara industri tersebut disebabkan oleh pembakaran yang dilakukan oleh pabrik-pabrik, dan sangat berbahaya bagi kesehatan, , sehingga daerah industry harusjauh daripemukiman warga.3.3 Upaya Pengendalian Pencemaran Udara Pada tahun 1960 an pengenalan zat-zat pencemar alam yang ada dimana-mana seperti: SO2, NO & NO2, CO, SPM, Pb dan O3 di udara perkotaan, sertatertarik akan pengaruh yang merugikan bagi kesehatan manusia mendoronginstitusi-institusi untuk mengatur pemantauan jaringan guna pengukuran rutinkualitas udara perkotaan. Standard-standard kualitas udara Nasional dan bentuk-bentuk lain dari Undang-undang juga diperkenalkan untuk melindungi kesehatanmanusia. Banyak di negara-negara maju UU dan pemantauan pada mulanyadifokuskan terhadap SO2 dan SPM, sejak akhir tahun 1970 sejalan dengandatangnya dan peningkatan jumlah kenderaan bermotor yang merupakan sumberpolusi udara yang penting seperti: CO, NO & NO2 dan Pb, perkembanganjaringan pemantau polutan kualitas udara dari lalu lintas dilakukan secara rutin. Pada tahun 1980, pemantau udara secara tradisionil didirikan di negara-negara berkembang, khususnya di Asia dan Amerika Selatan. Saat ini perhatianbesar ditujukan terhadap pemantauan oksidan fotokimia, O3 dan VOCs.Walaupunalat ini tidak begitu banyak berkembang, hanya sedikit negara yang rutinmemonitor O3 sebagai pedoman dari polusi fotokimia. Untuk zat polutan VOCsjarang digunakan karena sulitnya data tentang zat ini diperoleh. Sebagai kunci dariprioritas pemantauan zat polutan adalah resikonya terhadap kesehatan manusia.Pusat monitor hanya memantau data-data tentang tingkat polusi udara di saattertentu dan contoh tempat tertentu. Bahkan pada negara-negara maju dengan 17
  • 18. tingkat industri tinggi umumnya hanya terbatas pada pengamatan lokasi secararutin, karena besarnya biaya untukmendirikannya. Menurt penilitian WHO dari 60perusahaan-perusahan didunia,hanya34 yang memiliki rencana pemantauansedangkan yang 16 lagi tidak ada.Beberapa Kasus Yang Telah dimonitor, yaitu:1. Beijing ; Dalam musim dingin yang berat,dimana sumber polusi udaraberasaldari pemanasan rumah – rumah, dengan penduduknya yang sangatpadat(27000/km2 ditahun 1990) sebagai bahan bakar utama adalah arangbatubarayang mempunyai konsentrasi SO2,SPM dan CO yang tinggi.2. Pemantauan kualitas udara di India yang dipantau oleh jaringan NEER(NationalEnvironmental Engineering Research Institute),sebagai parameteradalah ;SPM,SO2,NO2,HS, dan O3 yang berasal dari daerah – daerahindustri.3. Kairo ; Debu yang terkira banyaknya, dengan iklim gurun danpanastinggi,curah hujan hanya 22mm rata-rata pertahunnya GMSmemantauTSP(500-1100 ug/m3) dan SPM. Emisi berasal dariprosespembakaran,industri, pabrik semen dan lainnya. Emisi asap mobildiestimasisampai 1200 ton/ tahun. Dijumpai lebih dari 450 pabrik industrimetal,keramik, gelas,testil dan plastik.4. Los Angeles ; lalu lintas dan kabut asap dengan estimasi penduduk tahun2000sebesar 10,91 juta, mempunyai iklim mediteranian dikelilingi olehpegunungan.Hanya sedikit industri berat yang dijumpai, sebab baja danpabrik pembuatanmobil terdapat didaerah – daerah. Mobil dan kendaraanbermotor merupakansumber berpolusi utama ; asap, O3 yang dibentuk olehfotokimia dari kendaraanbermotor,NO&NO2 serta VOCs5. Mexiko City ; letak topografi yang salah dengan populasi 19,37 jutaditahun1990 dan ketinggian dari permukaan tanah 2240 meter, dikelilingi0lehpegunungan dengan tinggi 5000 meter dan mempunyai > 30.000industridengan berbagai ukuran dan tipe. 4000 dipakai pembakaran atauprosestransformasi yang mengelaurkan emisi ke udara. 18
  • 19. BAB IV. PENUTUP Banyak kota-kota besar didunia kualitas udaranya memburukkarenatercemar oleh; zat-zat pencemar yang sumbernya berasal dari kegiatanindustri, kegiatan pertanian,transportasi, dan aktivitas alam. Zat-zatpencemar yangpaling sering dijumpai adalah: So2, NO dan NO2, Pb, SPM, O3 danCO untukmemonitor zat-zat polutan ini, WHO (tahun 1974) telah bekerjasamadenganglobal Environment monitoring System (=GEMS) bagian udara. Faktor-faktoryang mempengaruhi distribusi dan transport zat polutan ini adalah: letaktopografidaerah, intensitas dan pemaparan, arah angin, suhu dan cuaca. Dampakyang palingutama adalah terhadap kesehatan manusia terutama pada sistempernapasan,pembuluh darah, persarafan, hati dan ginjal. 19
  • 20. DAFTAR PUSTAKAAnonim. 2009. Natural Causes of Air Pollution. http://www.all-recycling- facts.com/causes-of-air-pollution.html [7 Oktober 2001]Anonim. 2009. The Air Pollution Issue. http://theairpollutionissue.blogspot.com/2009/09/air-pollution-part1-tan- en-li-group.html [7 Oktober 2001]BBC Mobile. 2010. How volcanoes have shaped history. http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/8622520.stm[8 Oktober 2011].BBC Mobile. 2010. Sumatra fires Cause Singapore haze. http://www.bbc.co.uk/news/world-asia-pacific-11606711 [18 Oktober 2011]Cooper,C.D and Alley,F.G, 1994. Air Pollution Control A design Approach 2nd Ed, Waveland Press, Inc, IllinoisDiscovery News. 2010. Smog From Fires Chokes Moscow. http://news.discovery.com/earth/moscow-smog-wildfires-russia.html [18 Oktober 2011]Ditjen PPM & PL, 2005, Studi Pengukuran Ambang Batas Pencemaran Udara di Tiga Kota Besar, Ditjen PPM & PL, Depkes RIENVIS (Environmental Information System). Acid Rain and Atmospheric System. Tanpa Tahun. Air Pollution. Indian Institute of Tropical Meteorology. http://envis.tropmet.res.in/kidscorner/air_pollution.htm [7 Oktober 2001]National Park Service. U.S. Department of Interior. 2006. Air Pollution-Its Nature, Sources, and Effects. http://www.nps.gov/shen/naturescience/airpollution.htm [7 Oktober 2001]Pemerintah Republik Indonesia, (1999), Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran Udara, Jakarta.Thomas & Sydenham. 2009. Air pollution. www.kidcyber.com.au [7 Oktober 2001] 20
  • 21. 21