Successfully reported this slideshow.
Laporan Praktikum                        Hari/tanggal : Kamis/8 April 2009Analisis Meteorologi                       Asist...
BAB I                                PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang       Front di dalam meteorologi merupakan wilayah tran...
BAB II                              TINJAUAN PUSTAKA       Front didefinisikan sebagai wilayah transisi tempat bertemunya ...
•   Sepanjang front terdapat perbedaan suhu yang tajam   •   Cuaca buruk seperti hujan badai 2 jam pada front dingin, huja...
Gambar 2. Front dingin (www.uwsp.edu)   2. FRONT PANAS       Front panas adalah kebalikan dari front dingin dimana massa u...
akan berubah. Ketika siang hari, terjadi pencampuran pada kedua front, sehinggapergerakannya bisa lebih cepat (Ridley, 197...
BAB IV                          BAHAN DAN METODE•   BAHAN1. Peta cuaca permukaan waktu sekarang (MAP I).2. Peta cuaca perm...
BAB V                     HASIL DAN PEMBAHASANA. HASIL   PARAMETER             STASIUN 422 STASIUN 424 STASIUN 426   Kondi...
isodotherm yang diperlukan untuk menentukan daerah mana yang sedangmengalami front. Sebab penentuan front awalnya bisa dil...
bahwa pada stasiun ini bukan daerah terjadinya front. Dilihat dari cuaca yangcerah, jarak pandang yang jauh, suhu udara ya...
Gambar 5. Garis front kondisi sekarangGambar 6. Kondisi 24 jam setelah                                         11
KESIMPULAN       Front yang terjadi di lintang 66,5° dapat dianalisis dari data yang ada dipeta permukaan/peta sinoptik. D...
LAMPIRANTabel 3. Hasil analisis peta cuaca permukaan waktu sekarang stasiun                         407-442 (MAP 1)       ...
440         1011.6       55           54             441         1012.3       57           53             442         1014...
439   1018,4   44   38440   1020,7   61   58441   1021,5   65   58442   1023,8   65   60                         15
Gambar 7. Peta Isobar Map 1                              16
Gambar 4. Peta Isotherm Map 1                                17
Gambar 5. Peta Isodrotherm Map 1                                   18
Gambar 6. Peta Isobar Map 2                              19
Gambar 7. Peta Isotherm Map 2                                20
Gambar 8. Peta Isodrotherm Map 2                                   21
——————————Gridding Report——————————Sun Mar 30 21:33:06 2009Elasped time for gridding: 0.05 secondsData SourceSource Data F...
Mean:                    1251.9087335678   865.40579394468   1008.0583333333Trim Mean (10%):         1237.1955217352   873...
————————————————————————————————————————————Inter-Parameter Correlations————————————————————————————      A               ...
Variance:                  2551.3512137996   0.8083024691358Coef. of Variation:        0.24436779657758 0.64474166486714Co...
Anisotropy Ratio:           1Variogram Slope:            1Search ParametersNo Search (use all data):   trueOutput GridGrid...
Z Root Mean Square:   1008.9388157751Z Mean Square:        1017957.5339777                                        27
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Laporan front kelompok 4

2,517 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Laporan front kelompok 4

  1. 1. Laporan Praktikum Hari/tanggal : Kamis/8 April 2009Analisis Meteorologi Asisten 1. Victor Mahan G24050927 2. Yunus Bahar G24104019 ANALISIS FRONT Disusun oleh : KELOMPOK IV Sutrisni Susilowati G24060110 (25%) Rahmi Ariani G24060306 (25%) Fajar Santiabudi G24062439 (25%) Ria Hamida G24062989 (25%) MAYOR METEOROLOGI TERAPAN DEPARTEMEN GEOFISIKA DAN METEOROLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009
  2. 2. BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Front di dalam meteorologi merupakan wilayah transisi tempatbertemunya dua massa udara yang berbeda sifat fisik dan kekuatannya. Ketikasebuah front melewati suatu area, itu menandakan terjadinya perubahan padatemperatur, embun, laju angin, arah angin, tekanan atmosfir, dan suatu perubahandalam pola curah hujan. Pergerakan front berhubungan dengan kekuatan gradientekanan (perbedaan horisontal di dalam tekanan atmosfir) dan efek Coriolis, yaitudisebabkan oleh perputaran bumi terhadap porosnya. Zona front mungkin menjadiberubah bentuk oleh fitur geografis seperti pegunungan dan badan air yang besar. Angin terjadi karena adanya perbedaan suhu dan tekanan udara di suatuwilayah. Angin bergerak dari suatu tempat yang memiliki tekanan udara tinggi ketempat yang memiliki tekanan udara rendah (Handoko, 1995). Antara zonabertekanan udara rendah dengan zona bertekanan udara tinggi terdapat zonadimana keduanya bertemu, zona ini dinamakan front. Front berperan penting dalam cuaca karena dapat mempengaruhi cuaca,suhu dan tekanan udara atau musim yang berlangsung di suatu wilayah. Ketikamusim dingin, front dingin memiliki daya dorong jauh lebih kuat daripada frontpanas, sehingga front panas tak mampu menembus wilayah tersebut. Sedangkanketika musim panas, yang terjadi adalah kontradiksi. Front panas mendominasidan mampu mendorong front dingin.1.2 Tujuan a. Mahasiswa dapat membedakan dan mengetahui jenis-jenis atau ciri front. b. Mahasiswa mengetahui proses pembentukan, perkembangan, penguatan dan pelenyapan front. c. Mahasiswa dapat menjelaskan, menganalisis serta mengidentifikasi front pada peta permukaan (surface chart). d. Mahasiswa dapat menjelaskan pengaruh front terhadap kondisi cuaca dan iklim suatu wilayah. 2
  3. 3. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Front didefinisikan sebagai wilayah transisi tempat bertemunya dua massaudara yang berbeda sifat fisik dan kekuatannya. (Effendy dan Turyanti, 2006).Front cuaca adalah nama yang diberikan pada daerah perbatasan tempatbertemunya dua massa udara. Adanya front mengakibatkan cuaca yang mudahberubah, seringkali menyebabkan banyak awan dan terjadi hujan(http://books.google.co.id). Lokasi kejadian lintang tinggi sekitar 66,5°C lintangutara atau selatan. Awal pembentukan, perkembangan hingga penguatan frontdikenal denganistilah FRONTOGENESIS, sedangkan fase akhir pelenyapan ataupenghancuran front dikenal sebagai FRONTOLISIS. secara grafis disajukan padagambar dibawah ini. Gambar 1. Pada kondisi normal (a) dan tingkat pembentukan front (b) . (Effendy dan Turyanti, 2006) Suatu wilayah bisa dikatakan terjadi front jika : • Sepanjang garis front terjadi angin yang bergerak dari arah yang berlawanan 3
  4. 4. • Sepanjang front terdapat perbedaan suhu yang tajam • Cuaca buruk seperti hujan badai 2 jam pada front dingin, hujan gerimis yang lama (2 hari) pada front panas dan adanya kabut pada awal pembentukan front. • Pada lokasi dekat front beda suhu udara T dan Td (suhu titik embun) kecil bahkan hampir sama. • Garis isobar (garis-garis yang menghubungkan lokasi-lokasi yang memiliki tekanan udara yang sama) berbetuk patahan dan patahan terjadi pada lokasi siklon (tekanan rendah). (Effendy dan Turyanti, 2006)Jenis-jenis front ada bermacam-macam diantaranya: 1. FRONT DINGIN Cuaca yang tidak stabil sering terjadi di daerah garis lintang sedang(separuh jalan antara khatulistiwa dan daerah kutub), tempat massa udara tropisyang panas bertemu dengan massa udara kutub yang dingin. Pada front ini massaudara dingin menggilas massa udara panas (http://books.google.co.id). Frontdingin menunjukkan suatu wilayah dimana udara yang dingin, kering dan stabilmendorong udara yang hangat, lembab, dan tak stabil (Ahrens, 2007). Dengangerakan yang lambat, Awan dan presipitasi biasanya menutupi area di belakangfront. Dan ketika udara hangat yang naik tersebut menjadi stabil, awan-awanseperti nimbostratus terbentuk. Sering kali di ujung front dingin terbentuk kabut,hujan deras, atau bahkan kilat (Thunderstorm) (Lutgens, 1982). Selain nimbostratus awan yang menjadikan ciri dari front dingin adalahawan cumulus, dan cumulunimbus. Jika suatu daerah terjadi front panas(dilewati) maka daerah tersebut akan terjadi hujan badai sangat besar, guntur dankilat selama 2-3 jam. Adapun proses kejadian front ini adalah seperti bongkahantanah, udara panas terdesak cepat sehingga membentuk cuaca buruk. (Effendydan Turyanti, 2006) 4
  5. 5. Gambar 2. Front dingin (www.uwsp.edu) 2. FRONT PANAS Front panas adalah kebalikan dari front dingin dimana massa udara panasmendesak masaa udara dingin . proses terjadinya front panas dicirikan dengannaiknya udara di pegunungan, sehingga terbentuk kabut yang sering kalimembuat hujan gerimis yang berkepanjangan. Awan-awan yang mendominasidiantaranya awan cirrus, cirocumulus, cirostratus, altostratus, nimbostratus dancumulu. Indikator selama terjadinya front panas adalah hujan gerimis hinggasedang yang berlangsung selama 2-3 hari (Effendy dan Turyanti, 2006). Gambar 3. Front Panas (www.uwsp.edu) Kecepatan rata-rata dari front panas adalah sekitar 10 knot, atau sekitarsetengah dari kecepatan rata-rata front dingin. Saat ujung front panas melaju, arahangin akan berbelok, temperatur akan meningkat, dan kondisi cuaca keseluruhan 5
  6. 6. akan berubah. Ketika siang hari, terjadi pencampuran pada kedua front, sehinggapergerakannya bisa lebih cepat (Ridley, 1979). 3. FRONT CAMPURAN Merupakan front dingin dan front panas yang bertemu sehingga frontdingin akan lebih cepat mengambil alih lokasi front panas. Sehingga pada daerahfront campuran memiliki ciri-ciri front yang kurang lebih hampir sama sepertifront dingin. (Effendy dan Turyanti, 2006) Gambar 4. Front Campuran (www.wikipedia.org) 4. FRONT QUASI STASIONER Suatu ketika, ada kalanya suatu front tidak cukup kuat untuk mendorongfront lainnya, sehingga udara menjadi tidak bergerak. Baik itu front panasmaupun front dingin. Kondisi ini dinamakan Front Stasioner (Ahrens, 2007).Kondisi cuaca di sepanjang Front stasioner ini umumnya cerah atau sedikitberawan, dengan udara yang jauh lebih dingin di salah satu sisi. Hal inidisebabkan karena kedua massa udara relatif kering dan tanpa presipitasi. Tetapifront tersebut tak berlangsung lama. Jika udara yang lebih hangat mulai bergerakdan mendorong udara dingin, front tak lagi dalam kondisi stasioner. Kondisinyaakan berubah menjadi front panas. Begitu pula ketika udara yang lebih dinginmendapat daya dorong yang lebih kuat, maka kondisi akan berubah menjadi frontdingin dan udara hangat tersebut akan tergeser (Lutgens, 1982). 6
  7. 7. BAB IV BAHAN DAN METODE• BAHAN1. Peta cuaca permukaan waktu sekarang (MAP I).2. Peta cuaca permukaan 24 jam dari sekarang (MAP II).3. Data unsur cuaca dari beberapa stasiun yang terdapat pada peta cuaca seperti : • Suhu (T) • Laju dan arah angin • Suhu titik embun (Td) • Visibility • Tekanan (P) • Cuaca • Keawanan4. Seperangkat komputer lengkap dengan sofware surfer 8• METODE1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan2. Membuat peta isobar, isotherm dan isodrotherm untuk peta MAP I dan MAP II dengan menggunakan data dari keterangan simbol peta sinoptik pada kedua peta tersebut3. Membuat garis-garis front dengan mengikuti kelima petunjuk yang ada pada peta sinoptik sesuai dengan ciri front pada peta isobar4. Mewarrnai front sesuai jenis, BIRU untuk front DINGIN, MERAH untuk front PANAS serta BIRU dan MERAH untuk front STASIONER, UNGU untuk front CAMPURAN. Ciri front dingin runcing seperti segitiga di bawah garis isobar, ciri front panas setengah bulatan di atas isobar5. Memberi warna sekitar stasiun dengan warna HIJAU untuk stasiun yang mengalami HUJAN, KUNING untuk stasiun yang mengalami KABUT, dan MERAH untuk stasiun yang mengalami HUJAN BADAI6. Memberi label H pada daerah bertekanan tinggi (gunakan warna BIRU), dan L untuk tekanan rendah (gunakan warna MERAH)7. Membahas serta menyimpulkan 7
  8. 8. BAB V HASIL DAN PEMBAHASANA. HASIL PARAMETER STASIUN 422 STASIUN 424 STASIUN 426 Kondisi awan (langit) 8/8 8/8 CLEAR Laju angin 5 knots 15 knots 10 knots Arah angin S SW N Jarak pandang 2 mil 2 mil >10 mil Cuaca Rain Shower Rain - Suhu 68 °F 63 °F 50 °F Suhu titik embun 67 °F 63 °F 39 °F Tekanan 1040mb 995mb 1048mb Tabel 1. Hasil analisis peta sekarang (Present Maptime) MAP I PARAMETER STASIUN 422 STASIUN 424 STASIUN 426 Kondisi awan (langit) 8/8 8/8 clear Laju angin 8-12 knots 13-17 knots 13-17 knots Arah angin W SWW NNW Jarak pandang >10 mil >10 mil >10 mil Cuaca - Thunderstrom - with rain Suhu 60 °F 59 °F 35 °F Suhu titik embun 58 °F 59 °F 19 °F Tekanan 1034mb 1000mb 1018mb Tabel 2. Hasil analisis 24 jam setelah waktu sekarang (MAP II)B. PEMBAHASAN Pada praktikum kali ini kita mencoba menganalis kejadian front yangterjadi di suatu kawasan dibekali dengan data peta sinoptik dari stasiun-stasiunyang berada di kawasan tersebut. Data yang ada pada peta sinoptik tersebut yaituSuhu (T), Suhu titik embun (Td), Tekanan (P), keawanan, Laju dan arah angin,Visibility, Cuaca. Dari data ini kita bisa membuat peta isobar, isotherm, dan 8
  9. 9. isodotherm yang diperlukan untuk menentukan daerah mana yang sedangmengalami front. Sebab penentuan front awalnya bisa dilihat dari garis isobaryang patah karena terdapat pusat tekanan rendah. Juga bisa dilihat dari garisisotherm, karena jika ada front berarti garis isotherm akan sangat rapat disebabkanperbedaan suhu yang besar pada daerah yang sempit. Data yang diberikan jugadata dari dua waktu berbeda, ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah yangterjadi front dingin atau front panas mengingat kedua front tersebut mempunyaikarakteristik yang berbeda dalam lamanya waktu kejadian yang ditimbulkan. Petayang diberikan itu adalah waktu sekarang dan peta waktu 24 jam dari sekarang(MAP 2). Berikut yang akan dibahas adalah data dari 3 stasiun yaitu Stasiun 422,424, dan 426. Berdasarkan data dari MAP 1 stasiun 422 memiliki awan yangmendung (penutupan awan adalah 8/8) karena sedang terjadi gerimis, dengan lajukecepatan angin adalah 5 knots atau 9,25 km/jam dari arah selatan. Jarak pandang2 mil dengan suhu lingkungan sekitar 68 °F dan suhu titik embunnya adalah 67 °F.Pada stasiun 424 memiliki awan yang mendung juga (penutupan awan adalah8/8), dengan laju kecepatan angin adalah 15 knots atau 27,75 km/jam dari arahbarat daya dengan jarak pandang 2 mil juga. Pada stasiun tersebut sedang terjadihujan dengan suhu lingkungan dan suhu titik embunnya sama yaitu 63 °F. Darikedua stasiun yang terletak berdekatan tersebut ada kemungkinan terjadinya front.Dilihat dari langit yang tertutup penuh dengan awan dan gerimis yang terjadi padastasiun 422 lalu hujan yang terjadi di stasiun 424. Bisa juga diduga dari suhuudara dan suhu titik embunnya yang tidak berbeda jauh bahkan pada stasiun 424sama. Kecepatan angin juga rendah karena ada dua massa udara atau angin yangberlawanan arah sedang bertemu. Kecepatan angin dengan rata-rata 10 knotmenandakan bahwa jenis front adalah front panas. Dan pada stasiun 426 langit tidak tertutup awan dalam artian keadaancuaca saat itu cerah atau clear sky, dengan laju kecepatan angin adalah 10 knotsatau 18,5 km/jam dari arah selatan dan jarak pandang >10 mil. Jarak pandangpada stasiun ini tinggi karena cuaca sedang cerah. Suhu lingkungan 50°F dan suhutitik embunnya yaitu 39 °F. Stasiun ini jaraknya sudah agak berjauhan denganstasiun 422 dan 424. Dan dari peta keterangan peta sinoptik bisa disimpulkan 9
  10. 10. bahwa pada stasiun ini bukan daerah terjadinya front. Dilihat dari cuaca yangcerah, jarak pandang yang jauh, suhu udara yang berbeda jauh dari suhu titikembunnya. Sedangkan pada MAP II yang merupakan keadaan cuaca 24 jamsetelahnya. Pada stasiun 422 tetap memiliki penutupan awan adalah 8/8, denganlaju kecepatan angin bertambah dari 5 knots (9,25 Km/jam) menjadi 8-12 knots(14,8-22,22 km/jam). Arah angin berubah datang dari arah barat dengan jarakpandang >10 mil. Suhu lingkungan sekitar 60 °F dan suhu titik embunnya adalah58 °F. Sedangkan pada stasiun 424 pun memiliki penutupan awan adalah 8/8,dengan laju kecepatan angin adalah 13-17 knots (24,25-31,45 km/jam) dari arahbarat daya dengan jarak pandang >10 mil. Pada stasiun tersebut sedang terjadithunderstom yang dibarengi hujan dengan suhu lingkungan dan suhu titikembunnya sama yaitu 59 °F. Dan pada stasiun 426 tidak memiliki awan dalamartian keadaan cuaca saat itu cerah tak berawan, dengan laju kecepatan anginadalah (13-17 knots (24,25-31,45 km/jam) dari arah barat laut dengan jarakpandang >10 mil, karena cuaca cerah maka jarak pandangnya tinggi. Suhulingkungan 35°F dan suhu titik bekunya sama yaitu 19°F. Dengan membandingkan kedua map yang berbeda waktu selama 24 jamtersebut, ini membantu kita untuk menentukan jenis front yang sedang terjadi.Dari map 1 kita hanya bisa menduga bahwa daerah pada stasiun 422 dan 424terjadi front karena suhu titik embunnya sama dengan suhu udara, lalu terjadihujan pada stasiun 424 dan gerimis pada stasiun 422. Dari keterangan inikemungkinan yang paling besar adalah front panas karena hujan yang hanyaberupa gerimis saja dan kecepatan angin. Namun jika dibandingkan dengan situasiyang tejadi pada map 2, pada stasiun 424 terjadi thunderstorm yang sangatmencirikan front dingin. Jadi jika dilihat dari kejadian yang berlangsung dalam 24jam ini, daerah ini paling tepat dikatakan mengalami front jenis campuran. Padawaktu sekarang terjadi front panas yang kemudian 24 jam setelah itu front dinginmulai mendominasi. 10
  11. 11. Gambar 5. Garis front kondisi sekarangGambar 6. Kondisi 24 jam setelah 11
  12. 12. KESIMPULAN Front yang terjadi di lintang 66,5° dapat dianalisis dari data yang ada dipeta permukaan/peta sinoptik. Data tersebut lalu dibandingkan dengan ciri-cirifront. Daerah yang dilewati front atau tempat terjadinya front ini dapat di analisisjuga dari garis isobar, isodotherm, dan isotherm. Daerah yang dilalui frontisobarnya akan berbentuk patahan, garis isotherm dan isodotherm akan sangatrapat karena perbedaan suhu yang besar di daerah yang sempit. Front yang terjadi adalah front campuran. Pada map 1 front yangmendominasi adalah front panas, terlihat dari gerimis dan hujan yang terjadi padastasiun 422 dan 424. Setelah 24 jam kemudian yang mendominasi adalah masaudara dingin karena beberapa stasiun termasuk stasiun 424 mengalamithunderstorm yang disertai hujan. Daerah yang dilewati front ini adalah stasiun422 dan 424, sedangkan stasiun 426 yang letaknya agak berjauhan dari stasiun424 dan 422 tidak mengalami yang kejadian front. Daerah disekitarnya tidak adapenutupan awan dan hujan dan apapun yang mencirikan terjadinya front. 12
  13. 13. LAMPIRANTabel 3. Hasil analisis peta cuaca permukaan waktu sekarang stasiun 407-442 (MAP 1) No. Stasiun Tekanan Suhu Suhu titik embun (mb) (oF) (oF) 407 1012.8 70 65 408 1011.0 70 65 409 1010.9 69 65 410 1008.0 67 67 411 1007.2 68 65 412 1010.4 71 65 413 1011.3 70 63 414 1006.0 50 42 415 1004.8 66 66 416 1005.3 65 65 417 1009.5 72 67 418 1010.2 70 65 419 1005.8 50 39 420 1004.2 48 39 421 998.0 57 53 422 1004.0 68 67 423 1007.6 71 66 424 999.5 63 63 425 1003.2 67 67 426 1004.8 50 39 427 1002.7 55 43 428 1004.0 57 50 429 1008.3 58 55 430 1007.6 65 65 431 1010.0 57 56 432 1009.0 47 36 433 1008.6 52 35 434 1010.0 56 51 435 1011.1 46 32 436 1012.0 53 37 437 1014.6 52 38 438 1005.8 54 36 439 1013.8 55 50 13
  14. 14. 440 1011.6 55 54 441 1012.3 57 53 442 1014.2 59 56Tabel 4. Hasil analisis peta cuaca 24 jam dari sekarang stasiun 407-442 (MAP 2) No. Tekanan Suhu Suhu titik embun St (mb) (oF) (oF) 407 1001,0 72 58 408 1002,0 60 59 409 1001,0 50 45 410 1003,1 50 50 411 1005,2 58 57 412 1007,8 59 57 413 1011,0 63 50 414 1006,9 37 20 415 1006,1 42 40 416 1007,5 55 55 417 1009,1 60 58 418 1013,0 65 50 419 1008,3 37 19 420 1009,0 35 19 421 1008,8 43 40 422 1013,4 60 58 423 1016,3 64 50 424 1010,0 59 59 425 1014,8 60 57 426 1011,8 35 19 427 1011,0 41 20 428 1013,0 47 45 429 1015,0 57 57 430 1018,0 60 55 431 1019,3 63 60 432 1012,3 32 14 433 1014,0 36 18 434 1014,5 45 42 435 1013,8 33 14 436 1016,0 38 18 437 1017,3 43 25 438 1013,5 43 25 14
  15. 15. 439 1018,4 44 38440 1020,7 61 58441 1021,5 65 58442 1023,8 65 60 15
  16. 16. Gambar 7. Peta Isobar Map 1 16
  17. 17. Gambar 4. Peta Isotherm Map 1 17
  18. 18. Gambar 5. Peta Isodrotherm Map 1 18
  19. 19. Gambar 6. Peta Isobar Map 2 19
  20. 20. Gambar 7. Peta Isotherm Map 2 20
  21. 21. Gambar 8. Peta Isodrotherm Map 2 21
  22. 22. ——————————Gridding Report——————————Sun Mar 30 21:33:06 2009Elasped time for gridding: 0.05 secondsData SourceSource Data File Name: D:BAHAN KULIAH.pptSMT 6Ansmetisobarprak5.blnX Column: AY Column: BZ Column: CData CountsActive Data: 36Original Data: 36Excluded Data: 0Deleted Duplicates: 0Retained Duplicates: 0Artificial Data: 0Superseded Data: 0Univariate Statistics———————————————————————————————————————————— X Y Z————————————————————————————————————————————Minimum: 192.739150015 13.7011925593 99825%-tile: 666.226131104 528.360996541 1005.3Median: 1238.52745323 956.557620178 1008.675%-tile: 1856.1191677 1277.7055045 1011.1Maximum: 2811.32751943 1446.51369802 1014.6Midrange: 1502.0333347225 730.10744528965 1006.3Range: 2618.588369415 1432.8125054607 16.6Interquartile Range: 1189.893036596 749.344507959 5.8000000000001Median Abs. Deviation: 572.301322126 370.555058862 2.8000000000001 22
  23. 23. Mean: 1251.9087335678 865.40579394468 1008.0583333333Trim Mean (10%): 1237.1955217352 873.36452033615 1008.1617647059Standard Deviation: 703.07018052673 414.96786358731 3.9385823027525Variance: 494307.67874588 172198.32781022 15.512430555556Coef. of Variation: 0.0039070976078625Coef. of Skewness: -0.49350428846334————————————————————————————————————————————Inter-Variable Correlation———————————————————————————— X Y Z————————————————————————————X: 1.000 0.387 -0.126Y: 1.000 -0.288Z: 1.000————————————————————————————Inter-Variable Covariance———————————————————————————————— X Y Z————————————————————————————————X: 494307.67874588 112810.30468976 -348.95347912615Y: 172198.32781022 -470.90310078452Z: 15.512430555556————————————————————————————————Planar Regression: Z = AX+BY+CFitted Parameters———————————————————————————————————————————— A B C————————————————————————————————————————————Parameter Value: -9.6231727324057E-005 -0.0026716122981805 1010.4908354352Standard Error: 0.0010124452299437 0.0017153618702817 1.6691552296074 23
  24. 24. ————————————————————————————————————————————Inter-Parameter Correlations———————————————————————————— A B C————————————————————————————A: 1.000 0.387 -0.415B: 1.000 0.596C: 1.000————————————————————————————ANOVA Table————————————————————————————————————————————Source df Sum of Squares Mean Square F————————————————————————————————————————————Regression: 2 46.499432779849 23.249716389924 1.4987Residual: 33 511.94806722552 15.513577794713Total: 35 558.44750000536————————————————————————————————————————————Coefficient of Multiple Determination (R^2): 0.083265540233239Nearest Neighbor Statistics————————————————————————————————— Separation |Delta Z|—————————————————————————————————Minimum: 134.11213253039 0.1000000000000225%-tile: 157.80502610971 0.79999999999995Median: 209.05053765271 1.275%-tile: 243.61607517998 1.8Maximum: 376.8376558951 3.6Midrange: 255.47489421275 1.85Range: 242.72552336471 3.5Interquartile Range: 85.811049070263 1Median Abs. Deviation: 36.609768556794 0.50000000000011Mean: 206.70032073616 1.3944444444444Trim Mean (10%): 203.83122817871 1.3676470588235Standard Deviation: 50.510901930173 0.89905643267584 24
  25. 25. Variance: 2551.3512137996 0.8083024691358Coef. of Variation: 0.24436779657758 0.64474166486714Coef. of Skewness: 0.83701908315496 0.94248979996354Root Mean Square: 212.78245652833 1.6591497152993Mean Square: 45276.373806229 2.7527777777777—————————————————————————————————Complete Spatial RandomnessLambda: 9.595020408671E-006Clark and Evans: 1.2805427969971Skellam: 98.265237644676Exclusion FilteringExclusion Filter String: Not In UseDuplicate FilteringDuplicate Points to Keep: FirstX Duplicate Tolerance: 0.00031Y Duplicate Tolerance: 0.00017No duplicate data were found.Breakline FilteringBreakline Filtering: Not In UseGridding RulesGridding Method: KrigingKriging Type: PointPolynomial Drift Order: 0Kriging std. deviation grid: noSemi-Variogram ModelComponent Type: LinearAnisotropy Angle: 0 25
  26. 26. Anisotropy Ratio: 1Variogram Slope: 1Search ParametersNo Search (use all data): trueOutput GridGrid File Name: D:BAHAN KULIAH.pptSMT 6Ansmetisobarprak5.grdGrid Size: 55 rows x 100 columnsTotal Nodes: 5500Filled Nodes: 5500Blanked Nodes: 0Grid GeometryX Minimum: 192.73915X Maximum: 2811.32752X Spacing: 26.450387575758Y Minimum: 13.70119255Y Maximum: 1446.513699Y Spacing: 26.533564934259Grid StatisticsZ Minimum: 998.14567301027Z 25%-tile: 1006.3295635243Z Median: 1009.7495254316Z 75%-tile: 1012.0545704665Z Maximum: 1015.0834410672Z Midrange: 1006.6145570388Z Range: 16.937768056973Z Interquartile Range: 5.7250069422486Z Median Abs. Deviation: 2.6289378540498Z Mean: 1008.9317923709Z Trim Mean (10%): 1009.1266711526Z Standard Deviation: 3.7646143057417Z Variance: 14.172320870995Z Coef. of Variation: 0.0037312872229896Z Coef. of Skewness: -0.70511791057038 26
  27. 27. Z Root Mean Square: 1008.9388157751Z Mean Square: 1017957.5339777 27

×