5a paradigma baru

721 views

Published on

Eko. Internasional

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
721
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
8
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

5a paradigma baru

  1. 1.
  2. 2. <ul><li>TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARAN </li></ul><ul><li>Perdagangan luar negeri akan terjadi apabila terdapat perbedaan permintaan dan penawaran </li></ul><ul><ul><li>Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan: pendapatan perkapita, selera masyarakat dan lain-lain </li></ul></ul><ul><ul><li>Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran : jumlah dan kualitas faktor produksi, drajat teknologi dan faktor eksternalis </li></ul></ul><ul><li>VENT FOR SURPLUS TEORI </li></ul><ul><li>Hampir sama dengan teori permintaan dan penawaran, penekanannya lebih banyak pada sisi suplai </li></ul><ul><li>Suatu negara akan melakuka ekspor apabila terjadi kelebihan stock (Excess Supply) di pasar dalam negeri </li></ul><ul><li>Kelebihan stock terjadi: pendapatan menurun, animo masyarakat, panen raya dll. </li></ul>
  3. 3. <ul><li>Beberapa kelemahan teori Klasik dan Modern, khususnya yang berkaitan dengan asumsi-asumsinya adalah: </li></ul><ul><ul><li>Tenaga Kerja dianggap homogen  padahal heterogen </li></ul></ul><ul><ul><li>Tidak menganggap penting teknologi </li></ul></ul><ul><li>Timbul pemikiran baru, bahwa perkembangan ekspor tidak hanya ditentukan oleh keunggulan komperatif saja, tetapi juga oleh keunggulan kompetitif. </li></ul>
  4. 4. <ul><li>Menurut Michael Porter, hal-hal yang harus dikuasai agar suatu negara dapat meningkatkan keunggulan kompetitifnya adalah : </li></ul><ul><ul><li>TEKNOLOGI </li></ul></ul><ul><ul><li>Proses teknologi cenderung menjadi faktor produksi yang dominan dan menentukan perkembangan ekspor dan volume perdagangan. </li></ul></ul><ul><ul><li>SUMBERDAYA MANUSIA DAN ENTREPRENEURSHIP </li></ul></ul><ul><ul><li>Entrepreunership merupakan semangat inovasi dan kreativitas dari para pengusaha </li></ul></ul><ul><ul><li>INOVASI </li></ul></ul><ul><ul><li>Tidak hanya diperlukan pada proses awal produksi saja, tetapi juga pada saat sebelum maturity (kejenuhan) </li></ul></ul><ul><ul><li>SKALA EKONOMIS </li></ul></ul><ul><ul><li>PRODUK DIFERENSIASI </li></ul></ul>
  5. 5. <ul><li>KINERJA EKSPOR NASIONAL </li></ul><ul><ul><li>PERTUMBUHAN </li></ul></ul><ul><ul><li>Berkaitan dengan nilai dan volume ekspor </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Kondisi di Indonesia </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Selama tahun 1970 sampai sebelum krisis (1998), kondisi pertumbuhan ekspor Indonesia secara rata-rata terus meningkat (migas dan non migas) </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Pada saat krisis ekspor barang-barang manufactur mengalami penurunan, padahal seharusnya depresiasi rupiah mengakibatkan ekspor meningkat, tetapi karena bahan baku produksi banyak di impor maka volume ekspor menurun </li></ul></ul></ul></ul>
  6. 6. <ul><ul><li>DIVERSIFIKASI OUT PUT </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Berkaitan dengan komposisi ekspor (pendalaman struktural) </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>DIVERSIFIKASI PASAR </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Berkaitan dengan pasar tujuan ekspor </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Perlu ditingkatkan lagi volume ekspor tujuan Amerika, Jepang dan Eropa. Sedangkan pasar ASEAN masih Infant perlu di “garap” dengan lebih intensif </li></ul></ul></ul><ul><li>INTENSITAS PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI </li></ul><ul><ul><li>Pada awalnya produk-produk yang dihasilkan/ diekspor produk yang padat tenaga kerja dan padat sumberdaya alam. </li></ul></ul>
  7. 7. <ul><ul><li>Perkembangan selanjutnya adalah selain produk yang padat karya dan SDA juga produk yang konten modal dan teknologinya tinggi ikut berkontribusi pada ekspor Indonesia seiring dengan peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan perkembangan teknologi di Indonesia. </li></ul></ul><ul><li>INTRA-INDUSTRY TRADE </li></ul><ul><ul><li>Apabila pada Suatu kawasan beberapa negara membuat produk yang sama dengan keunggulan yang hampir sama, maka akan jarang/tidak akan terjadi inter-industry trade (IT), tetapi kemungkinan terjadinya Intra Industry Trade (IIT) akan lebih besar peluangnya. </li></ul></ul>
  8. 8. <ul><li>KINERJA RELATIF </li></ul><ul><ul><li>Untuk menilai kinerja ekspor indonesia tidak hanya dilihat dari laju pertumbuhannya saja, tetapi juga dengan membandingkannya dengan negara lain dan perkembangan pangsa pasar globalnya. </li></ul></ul>

×