Diferensiasi sosial berdasarkan jenis kelamin
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Diferensiasi sosial berdasarkan jenis kelamin

on

  • 10,165 views

 

Statistics

Views

Total Views
10,165
Views on SlideShare
10,165
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
23
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Diferensiasi sosial berdasarkan jenis kelamin Diferensiasi sosial berdasarkan jenis kelamin Presentation Transcript

  • DIFERENSIASI SOSIALBERDASARKAN JENISKELAMIN dan GENDER KELOMPOK 7 : 1. ANDRI K. (04)2. ARIS WIBOWO (06)3. I MADE RAKA P. ()4. M. CENDANA AJI () 5. S. RAHAYU (34)
  • Pengertian diferensiasi sosial Diferensiasi sosial merupakan perbedaan seseorang dilihat dari suku bangsa, ras, agama, klan, dsb. Klasifikasi terhadap perbedaan- perbedaan yang biasanya sama
  • Bentuk-Bentuk Diferensiasi Sosial Diferensiasi Ras Diferensiasi Suku Bangsa (Etnis) Diferensiasi Klen (Clan) Diferensiasi Agama Diferensiasi Profesi (pekerjaan) Diferensiasi Jenis Kelamin
  • Pengertian jenis kelamin dan gender Jenis kelamin merupakan pembedaan antara laki-laki dengan perempuan berdasarkan ciri fisik biologis yang tidak dapat dipertukarkan Gender merupakan pembedaan antara laki- laki dengan perempuan berdasarkan ciri-ciri sosial dan budaya yang sebenarnya dapat dipertukarkan, karena diperoleh melalui proses belajar. Misalnya : perempuan bekerja di dalam rumah dan laki-laki bekerja di luar rumah.
  • Diferensiasi sosial berdasarkan jenis kelamin dan gender Pada dasarnya kedudukan laki-laki dan perempuan sama, karena mempunyai kesempatan, status, dan peran sosial yang sama. Namun, di beberapa daerah tertentu status laki-laki dianggap lebih tinggi daripada perempuan atau sebaliknya. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan fisik dan sosialisasi nilai dan norma yang membedakan mereka. Akan tetapi, perbedaan tersebut bersifat horizontal bukan pada tingkatan- tingkatan dalam masyarakat.