Your SlideShare is downloading. ×
0
K erukunan Hidup Umat Beragama sebagai Sendi ketahanan bangsa
K erukunan Hidup Umat Beragama sebagai Sendi ketahanan bangsa
K erukunan Hidup Umat Beragama sebagai Sendi ketahanan bangsa
K erukunan Hidup Umat Beragama sebagai Sendi ketahanan bangsa
K erukunan Hidup Umat Beragama sebagai Sendi ketahanan bangsa
K erukunan Hidup Umat Beragama sebagai Sendi ketahanan bangsa
K erukunan Hidup Umat Beragama sebagai Sendi ketahanan bangsa
K erukunan Hidup Umat Beragama sebagai Sendi ketahanan bangsa
K erukunan Hidup Umat Beragama sebagai Sendi ketahanan bangsa
K erukunan Hidup Umat Beragama sebagai Sendi ketahanan bangsa
K erukunan Hidup Umat Beragama sebagai Sendi ketahanan bangsa
K erukunan Hidup Umat Beragama sebagai Sendi ketahanan bangsa
K erukunan Hidup Umat Beragama sebagai Sendi ketahanan bangsa
K erukunan Hidup Umat Beragama sebagai Sendi ketahanan bangsa
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

K erukunan Hidup Umat Beragama sebagai Sendi ketahanan bangsa

812

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
812
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
61
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. OLEH ASEP SUPARMAN, S.IP, M.Si KEPALA BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KABUPATEN GARUT
  • 2.  KONDISI DINAMIS SUATU BANGSA YANG BERISI KEULETAN DAN KETANGGUHAN YANG MAMPU MENGEMBANGKAN KETAHANAN, KEKUATAN NASIONAL DALAM MENGHADAPI DAN MENGATASI SEGALA TANTANGAN, HAMBATAN DAN ANCAMAN BAIK YANG DATANG DARI DALAM MAUPUN DARI LUAR. JUGA SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG YANG DAPAT MEMBAHAYAKAN INTEGRITAS, IDENTITAS SERTA KELANGSUNGAN HIDUP BANGSA DAN NEGARA.
  • 3.  BANGSA DENGAN KETAHANAN YANG KUAT BANGSA YANG AKAN SELAMAT / SURVIVE BANGSA DENGAN KETAHANAN LEMAH ADALAH BANGSA YANG KALAH
  • 4. KETAHANAN IDEOLOGI KETAHANAN POLITIK KETAHANAN DAERAH KETAHANAN EKONOMI KETAHANAN SOSIAL BUDAYA KETAHANAN DAN KEAMANAN •SENI BUDAYA •AGAMA •HUKUM •DLL
  • 5.  KONDISI DINAMIS SUATU BANGSA YANG BERISI KEULETAN DAN KETANGGUHAN DALAM BIDANG SOSIAL BUDAYA TERMASUK AGAMA YANG MAMPU MENGEMBANGKAN KETAHANAN, KEKUATAN NASIONAL DALAM MENGHADAPI DAN MENGATASI SEGALA TANTANGAN, HAMBATAN DAN ANCAMAN BAIK YANG DATANG DARI DALAM MAUPUN DARI LUAR. JUGA SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG YANG DAPAT MEMBAHAYAKAN INTEGRITAS, IDENTITAS SERTA KELANGSUNGAN HIDUP BANGSA DAN NEGARA.
  • 6. BERKEMBANGNYA FAHAM YANG BERTENTANGAN DENGAN NILAI AGAMA YANG DIAKUI GLOBALISASI MENINGKATKAN PENGARUH BUDAYA LUAR DAN EFEK NEGATIFNYA DEKADENSI MORAL LONGGARNYA KONTROL SOSIAL MASYARAKAT KETAHANAN DAERAH BIDANG AGAMA MASIH TERDAPATNYA PERBENTURAN ANTAR AGAMA YANG TELAH DIAKUI BERUBAHNYA POLA PIKIR MASYARAKAT YANG MENGAGUNGKAN PENDIDIKAN FORMAL KETIMBANG PENDIDIKAN AGAMA
  • 7. MENINGKATKAN SIKAP TOLERANSI MENGEMBANGKAN PEMAHAMAN AGAMA MASING-MASING KETAHANAN DAERAH BIDANG AGAMA MENCIPTAKAN KONDISI KEHIDUPAN BERAGAMA YANG DINAMIS DAN SALING MENGHORMATI KEBIJAKAN KEAGAMAA N YANG ADIL, DAN MENGHORMATI HAK ASASI MANUSIA PENEGAKAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN KEAGAMAAN YANG BERLAKU
  • 8. MENINGKATKAN SIKAP TOLERANSI MENGEMBANGKAN PEMAHAMAN AGAMA MASING-MASING MENCIPTAKAN KONDISI KEHIDUPAN BERAGAMA YANG DINAMIS DAN SALING MENGHORMATI PENEGAKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KEAGAMAAN YANG BERLAKU KEBIJAKAN KEAGAMAA N YANG ADIL, DAN MENGHORMATI HAK ASASI MANUSIA MENINGKATNYA KERUKUNAN UMAT BERAGAMA BERKEMBANGNYA PERIKEHIDUPAN YANG SELARAS SERASI DENGAN NORMA AGAMA SEHINGGA MENCIPTAKAN BANGSA INDONESIA YANG BERMARATABAT, BERBUDI PEKERTI LUHUR DAN BERTINTEGRITAS TINGGI TERHADAP BANGSA, NEGARA DAN AGAMANYA
  • 9. ORGANISASI KEAGAMAAN PEMERINTAH • MENGEMBANGKAN PEMAHAMAN • MELAKSANAKAN AGAMA MASING MASING KEPADA KEAGAMAAN YANG PEMELUKNYA MENJUNJUNG TINGGI • MENGEMBANGKAN SIKAP MANUSIA TOLERANSI INTRA MAUPUN ANTAR • MELAKSANAKAN UMAT BERAGAMA HUKUM KEAGAMAAN KEBIJAKAN ADIL DAN HAK ASASI PENEGAKAN TERCIPTANYA MASYARAKAT INDONESIA YANG AGAMIS MENINGKATNYA KERUKUNAN UMAT BERAGAMA
  • 10. • KERUKUNAN HIDUP • • • TERLAKSANANYA RODA PEMERINTAHAN BERJALANNYA RODA PEREKONOMIAN MENINGKATNYA PERASAAN AMAN MEMPERKUAT KETAHANAN NASIONAL/KETAHANAN BANGSA TERCAPAINYA TUJUAN NASIONAL DAN INDONESIA AKAN MENJADI NEGARA YANG SEJAHTERA
  • 11.   SAAT NEGARA INI BERDIRI, PARA PENDIRI BANGSA SADAR BAHWA PERBEDAAN ADALAH SEBUAH KENISCAYAAN MAKA BANGSA INI HARUS BERDIRI DI ATAS PERBEDAAN TERSEBUT DAN LAHIRLAH PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA; DI SISI LAIN MEREKAPUN SADAR BAHWA AGAMA ADALAH DASAR KELAHIRAN BANGSA INI, MAKA AGAMA ADALAH KEWAJIBAN BAGI SETIAP WARGA NEGARA INDONESIA “SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA”
  • 12.   SEBAGIAN KITA MENGANGGAP BAHWA PERBEDAAN ADALAH CACAT BAWAAN BANGSA INI, AKAN TETAPI SAYA MEMANDANGNYA SEBAGAI ANUGERAH TUHAN, KARENA JANJI ALLAH SWT “JIKA AKU BERKEHENDAK MAKA AKAN KUJADIKAN MANUSIA ITU SATU KAUM” JIKAPUN PERBEDAAN ADALAH CACAT BAWAAN MAKA HENDAKLAH KITA MENERIMANYA KARENA BANGSA INI ADALAH BANGSA YANG LAHIR DENGAN PERBEDAAN, MAKA PILIHANNYA ADALAH “HIDUP DENGAN PERBEDAAN ATAU MATI KARENA PERBEDAAN”

×