TUGAS SOFT SKILL KE 1
BAHASA INDONESIA
“PENALARAN”
Nama : Mira Erpiana
NPM : 14211496
Kelas : 3EA27
PENALARAN
Pengertian penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang tidak sesuai dengan pengamatan atau observasi yang
menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sama juga
akan berbentuk pernyataan-pernyataan yang sejenis berdasarkan pernyataan yang baru dan
sebelumnya tidak di ketahui. Penalaran adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-
hubungkan bukti, fakta atau petunjuk menuju suatu kesimpulan. Bahan pengambilan
kesimpulan itu dapat berupa fakta, informasi, atau pengalaman.
Di dalam penalaran terdapat dua metode, yaitu metode penalaran induktif dan metode
penalaran deduktif.
1. Penalaran deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum
terlebihdahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus
2. Penalaran induktif adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari sesuatu yang
khusus menuju sesuatu yang umum
Penalaran Induktif dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu :
a. Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari sejumlah gejala atau peristiwa
yang serupa untuk menarik kesimpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala
atau peristiwa itu. Generalisasi diturunka dari gejala-gejala khusus yang diperoleh
melalui pengalaman, observasi, wawancara, atau studi dokumentasi.Dari berbagai
gejala atau peristiwa khusus itu, orang membentuk opini, sikap, penilaian, keyakinan
atau perasaan tertentu.
Beberapa contoh penalaran induktif dengan cara generalisasi adalah sebagai berikut :
1. Berdasarkan pengalaman, seorang ibu dapat membedakan atau menyimpulkan arti
tangisan bayinya, sebagai ungkapan rasa lapar atau haus, sakit atau tidak nyaman.
2. Berdasarkan pengamatannya, seorang ilmuwan menemukan bahwa kambing, sapi,
onta, kerbau, kucing, harimau, gajah, rusa, kera adalah binatang menyusui.
Hewan-hewan itu menghasilkan turunannya melalui kelahiran. Dari temuannya
itu, ia membuat generalisasi bahwa semua binatang menyusui mereproduksi
turunannya melalui kelahiran.
b. Analogi
Analogi adalah suatu proses yag bertolak dari peristiwa atau gejala khusus yang satu
sama lain memiliki kesamaan untuk menarik sebuah kesimpulan. Karena titik tolak
penalaran ini adalah kesamaan karakteristik di antara dua hal.
Analogi memiliki empat fungsi, yakni :
Membandingkan beberapa orang yang memiliki kesamaan sifat
Meramalkan kesamaan
Menyingkapkan kekeliruan
Mengklasifikasi
Contoh penalaran induktif dengan cara analogi adalah sebagai berikut:
Dalam riset medis, para peneliti mengamati berbagai efek dari bermacam bahan
melalui eksperimen binatang seperti tikus dan kera, yang dalam beberapa hal
memiliki kesamaan karakter anatomis dengan manusia. Dari kajian itu, akan ditarik
kesimpulan bahwa efek bahan-bahan uji coba yang ditemukan pada binatang juga
akan terjadi pada manusia.
c. Hubungan Kausal (Sebab Akibat)
Adalah penalaran yang didapat dari gejala-gejala yang saling berhubungan. Penalaran
hubungan kausal masih terdiri dari tiga macam lagi :
1. Sebab – akibat : Andi tidak hati-hati dalam mengendarai sepeda motor, sehingga
menjadikan ia mengalami kecelakaan.
2. Akibat – sebab : Perut Ani sakit karena tadi pagi ia tidak sarapan.
3. Akibat – akibat : Pak guru yang mengajar sejarah tidak berangkat ke sekolah,
sehingga nanti pelajaran sejarah akan kosong.
Penalaran Deduktif
Adalah suatu penalaran yang bermula dari peristiwa umum, yang telah diketahui dan diyakini
kebenarannya, dan menghasilkan kesimpulan baru yang bersifat lebih khusus. Bentuk
sederhana dari penalaran adalah silogisme, yaitu proses penalaran dimana dari dua
pernyataan ditarik dalam satu pernyataa baru yang disebut konklusi.
Contoh :
1. Premis 1 : Jika matahari terik, maka jemuran akan kering
2. Premis 2 : Sekarang jemuran kering
3. Konklusi : Maka matahari terik
Penalaran deduktif dapat dilakukan dengan dua cara:
1. Silogisme adalah suatu proses penalaran yang menghubungkan dua proposisi
(pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan sebuah kesimpulan yang merupakan
proposisi yang ketiga. Proposisi merupakan pernyataan yang dapat dibuktikan
kebenarannya atau dapat ditolak karena kesalahan yang terkandung didalamnya.
Contoh:
Premis mayor : Semua cendekiawan adalah pemikir
Premis minor : Habibie adalah cendekiawan
Kesimpulan : Jadi, Habibie adalah pemikir
2. Entiem adalah suatu proses penalaran dengan menghilangkan bagian silogisme yang
dianggap telah dipahami.
Contoh:
Berangkat dari bentuk silogisme secara lengkap:
Premis mayor : Semua renternir adalah penghisap darah dari orang yang sedang
kesusahan
Premis minor : Pak Sastro adalah renternir
Kesimpulan : Jadi, Pak Sastro adalah peghisap darah orang yang kesusahan
Tugas soft skill bahasa indonesia

Tugas soft skill bahasa indonesia

  • 1.
    TUGAS SOFT SKILLKE 1 BAHASA INDONESIA “PENALARAN” Nama : Mira Erpiana NPM : 14211496 Kelas : 3EA27
  • 2.
    PENALARAN Pengertian penalaran Penalaran adalahproses berpikir yang tidak sesuai dengan pengamatan atau observasi yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sama juga akan berbentuk pernyataan-pernyataan yang sejenis berdasarkan pernyataan yang baru dan sebelumnya tidak di ketahui. Penalaran adalah suatu proses berpikir dengan menghubung- hubungkan bukti, fakta atau petunjuk menuju suatu kesimpulan. Bahan pengambilan kesimpulan itu dapat berupa fakta, informasi, atau pengalaman. Di dalam penalaran terdapat dua metode, yaitu metode penalaran induktif dan metode penalaran deduktif. 1. Penalaran deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebihdahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus 2. Penalaran induktif adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari sesuatu yang khusus menuju sesuatu yang umum Penalaran Induktif dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu : a. Generalisasi Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari sejumlah gejala atau peristiwa yang serupa untuk menarik kesimpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala atau peristiwa itu. Generalisasi diturunka dari gejala-gejala khusus yang diperoleh melalui pengalaman, observasi, wawancara, atau studi dokumentasi.Dari berbagai gejala atau peristiwa khusus itu, orang membentuk opini, sikap, penilaian, keyakinan atau perasaan tertentu. Beberapa contoh penalaran induktif dengan cara generalisasi adalah sebagai berikut : 1. Berdasarkan pengalaman, seorang ibu dapat membedakan atau menyimpulkan arti tangisan bayinya, sebagai ungkapan rasa lapar atau haus, sakit atau tidak nyaman. 2. Berdasarkan pengamatannya, seorang ilmuwan menemukan bahwa kambing, sapi, onta, kerbau, kucing, harimau, gajah, rusa, kera adalah binatang menyusui. Hewan-hewan itu menghasilkan turunannya melalui kelahiran. Dari temuannya itu, ia membuat generalisasi bahwa semua binatang menyusui mereproduksi turunannya melalui kelahiran. b. Analogi Analogi adalah suatu proses yag bertolak dari peristiwa atau gejala khusus yang satu sama lain memiliki kesamaan untuk menarik sebuah kesimpulan. Karena titik tolak penalaran ini adalah kesamaan karakteristik di antara dua hal. Analogi memiliki empat fungsi, yakni : Membandingkan beberapa orang yang memiliki kesamaan sifat Meramalkan kesamaan Menyingkapkan kekeliruan Mengklasifikasi
  • 3.
    Contoh penalaran induktifdengan cara analogi adalah sebagai berikut: Dalam riset medis, para peneliti mengamati berbagai efek dari bermacam bahan melalui eksperimen binatang seperti tikus dan kera, yang dalam beberapa hal memiliki kesamaan karakter anatomis dengan manusia. Dari kajian itu, akan ditarik kesimpulan bahwa efek bahan-bahan uji coba yang ditemukan pada binatang juga akan terjadi pada manusia. c. Hubungan Kausal (Sebab Akibat) Adalah penalaran yang didapat dari gejala-gejala yang saling berhubungan. Penalaran hubungan kausal masih terdiri dari tiga macam lagi : 1. Sebab – akibat : Andi tidak hati-hati dalam mengendarai sepeda motor, sehingga menjadikan ia mengalami kecelakaan. 2. Akibat – sebab : Perut Ani sakit karena tadi pagi ia tidak sarapan. 3. Akibat – akibat : Pak guru yang mengajar sejarah tidak berangkat ke sekolah, sehingga nanti pelajaran sejarah akan kosong. Penalaran Deduktif Adalah suatu penalaran yang bermula dari peristiwa umum, yang telah diketahui dan diyakini kebenarannya, dan menghasilkan kesimpulan baru yang bersifat lebih khusus. Bentuk sederhana dari penalaran adalah silogisme, yaitu proses penalaran dimana dari dua pernyataan ditarik dalam satu pernyataa baru yang disebut konklusi. Contoh : 1. Premis 1 : Jika matahari terik, maka jemuran akan kering 2. Premis 2 : Sekarang jemuran kering 3. Konklusi : Maka matahari terik Penalaran deduktif dapat dilakukan dengan dua cara: 1. Silogisme adalah suatu proses penalaran yang menghubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan sebuah kesimpulan yang merupakan proposisi yang ketiga. Proposisi merupakan pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau dapat ditolak karena kesalahan yang terkandung didalamnya. Contoh: Premis mayor : Semua cendekiawan adalah pemikir Premis minor : Habibie adalah cendekiawan Kesimpulan : Jadi, Habibie adalah pemikir 2. Entiem adalah suatu proses penalaran dengan menghilangkan bagian silogisme yang dianggap telah dipahami. Contoh: Berangkat dari bentuk silogisme secara lengkap: Premis mayor : Semua renternir adalah penghisap darah dari orang yang sedang kesusahan Premis minor : Pak Sastro adalah renternir Kesimpulan : Jadi, Pak Sastro adalah peghisap darah orang yang kesusahan