PENGANTAR
HUKUM
TEKNOLOGI
INFORMASI
Chandra Nasution – 20021106158
Feraldy Claudio Sumendap – 20021106129
Yehezkiel Tambahani – 20021106111
Keneth Tongka – 20021106092
Brando Paat – 20021106050
Definisi
Hukum
Teknologi
Hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas
rangkaian kekuasaan kelembagaan dari bentuk penyalahgunaan
kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam
berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam
hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam
hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat
menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka
kerja bagi penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan
memperluas kekuasaan politik serta cara perwakilan mereka yang
akan dipilih.
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-
barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup
manusia.
Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan
pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang
dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan.
Jadi, Hukum Teknologi Informasi atau Hukum Cyber adalah aspek
hukum yang ruang lingkupnya meliputi setiap aspek yang
berhubungan dengan orang-perorangan atau subyek hukum yang
menggunakan dan memanfaatkan teknologi internet yang dimulai
pada saat mulai online dan memasuki dunia cyber atau maya.
Hukum Telematika (Cyber Law) sebagai
kajian ilmu relatif belum lama muncul
sebagai rezim hukum baru. Teknologi
informasi dan komunikasi telah mengubah
perilaku masyarakat maupun peradaban
manusia secara global. Perkembangan
teknologi informasi telah pula menyebabkan
dunia menjadi tanpa batas (borderless) dan
menyebabkan perubahan sosial yang secara
signifikan berlangsung demikian cepat.
Teknologi informasi saat ini menjadi pedang
bermata dua, karena telah memberikan
kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan,
kemajuan dan peradaban manusia, sekaligus
menjadi sarana efektif perbuatan melawan
hukum.
Contoh Kasus Cyber Crime di
seputaran dunia
Pemerintah Cina
menggunakan
outsourcing
untuk melakukan
oembajakan
(cyber-piracy)
terhadap
Amerika Serikat
2005
Ketika terjadi perang
antara Georgia dan Rusia
yang menempatkan
Moscow sebagai sebuah
strategi multiple untuk
kampanye angkatan
bersenjata Rusia, yang
juga dilakukan melalui
Distributed Denial-of-
Servise (DDoS).
2008
Serangan cyber
(cyber-attack)
terhadap Iran yang
menyerang fasilitas
nuklir Iran di Natanz.
Kurang lebih 60.000
konputer terinfeksi
oleh virus yang
disebut stuxnet.
2013
Estonia mendapat
serangan (cyber-attack)
yang diduga dilakukan
oleh Rusia yang
melumpuhkan
jaringan-jaringan
(networks) pemerintah
dan perdagangan milik
pemerintah Estonia
2007
Serangan cyber
(cyber-attack)
terhadap Iran yang
menyerang fasilitas
nuklir Iran di Natanz.
Kurang lebih 60.000
konputer terinfeksi
oleh virus yang
disebut stuxnet.
2010
Kasus Pertama di Indonesia yang Menyangkut
dengan Cyber Law
Kasus Mustika Ratu adalah kasus cyber crime pertama di Indonesia yang disidangkan. Belum
usai perdebatan pakar mengenai perlu-tidaknya cyber law di Indonesia, tiba-tiba di Pengadilan Negeri
Jakarta Pusat mulai disidangkan kasus cyber crime. Pelakunya menggunakan domain name
mustikaratu.com untuk kepentingan PT. Mustika Berto, yaitu pemegang merek kosmetik Sari Ayu.
Jaksa mendakwa Tjandra telah melakukan perbuatan menipu atau mengelirukan orang banyak untuk
kepentingan perusahaannya sendiri. Kasus ini berawal dengan didaftarkannya nama domain name
mustikaratu.com di Amerika dengan menggunakan Network Solution Inc (NSI) pada Oktober 1999 oleh
mantan general Manager International Marketing PT. Martina Berto ini. Alamat yang dipakai untuk
mendaftarkan domain name tersebut adalah Jalan Cisadane 3 Pav. Jakarta Pusat, JA. 10330.
Akibat penggunaan domain name mustikaratu.com tersebut, PT. Mustika Ratu tidak dapat
melakukan sebagian transaksi dengan calon mitra usaha yang berada di luar negeri. Pasalnya, mereka
tidak dapat menemukan informasi mengenai Mustika Ratu di website tersebut. Mereka kebingungan
ketika menemukan website mustikaratu.com yang isinya justru menampilkan produk-produk Belia dari
Sari Ayu, yang merupakan pesaing dari Mustika Ratu untuk produk kosmetik.
Cyber Law adalah aspek hukum yang
istilahnya berasal dari Cyberspace Law,
yang ruang lingkupnya meliputi setiap
aspek yang berhubungan dengan orang
perorangan atau subyek hukum yang
menggunakan dan memanfaatkan
teknologi internet/elektronik yang dimulai
pada saat mulai "online" dan memasuki
dunia cyber atau maya. Pada negara
yang telah maju dalam penggunaan
internet/elektronik sebagai alat untuk
memfasilitasi setiap aspek kehidupan
mereka, perkembangan hukum dunia
maya sudah sangat maju. Berikut ini
adalah ruang lingkup atau area yang
harus dicover oleh cyber law. Ruang
lingkup cyber law ini akan terus
berkembang seiring dengan
perkembangan yang terjadi pada
pemanfaatan Internet dikemudian hari.
Ruang lingkup dari cyber law diantaranya :
• Fitnah, Penistaan, Penghinaan (Hate Speech)
• Serangan terhadap fasilitas komputer (Hacking, Viruses, Illegal Access)
• Pengaturan sumber daya internet seperti IP-Address, domain name
• Kenyamanan Individu (Privacy)
• Prinsip kehati-hatian (Duty care)
• Tindakan kriminal biasa yang menggunakan TI sebagai alat
• Isu prosedural seperti yuridiksi, pembuktian, penyelidikan dll
• Kontrak / transaksi elektronik dan tanda tangan digital
• Pornografi
• Pencurian melalui Internet Ruang Lingkup Cyber Law (Cont)
• Pencurian melalui Internet
• Perlindungan Konsumen
• Pemanfaatan internet dalam aktivitas keseharian seperti ecommerce, e-
government, e-education dll
Content Here
 Presentation
 Portfolio Presentation
 Simple Portfolio
 Portfolio
 Simple Presentation
 Latar Belakang UU ITE
Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi
dan Transaksi Elektronik (UU ITE) adalah undang undang
pertama di Indonesia yang secara khusus mengatur tindak
pidana cyber. Berdasarkan Berdasarkan surat Presiden
Presiden RI. No.R./70/Pres/9/2005 tanggal 5 September
2005, naskah UU ITE secara resmi disampaikan kepada
DPR RI. Pada tanggal 21 April 2008, Undang-undang ini di
sahkan.
Indonesia telah resmi mempunyai undang-
undang untuk mengatur orang-orang yang tidak
bertanggung jawab dalam dunia maya. Cyber
Law-nya Indonesia yaitu undang–undang
tentang
Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Di berlakukannya undang-undang ini, membuat
oknum-oknum nakal ketakutan karena denda
yang
diberikan apabila melanggar tidak sedikit kira-
kira 1 miliar rupiah karena melanggar pasal 27
ayat 1
tentang muatan yang melanggar kesusilaan.
sebenarnya UU ITE (Undang-Undang Informasi
dan
Transaksi Elektronik) tidak hanya membahas
situs porno atau masalah asusila. Total ada 13
Bab dan
54 Pasal yang mengupas secara mendetail
bagaimana aturan hidup di dunia maya dan
Dua muatan besar yang diatur dalam
UU ITE adalah :
1. Pengaturan transaksi elektronik
2. Tindak pidana cyber
Cyber Law
 UU ITE berlaku untuk setiap orang yang melakukan
perbuatan hukum, baik yang berada di wilayah Indonesia
maupun di luar Indonesia yang memiliki akibat hukum di
Indonesia.
• Pengaturan Nama domain dan Hak Kekayaan Intelektual.
• Perbuatan yang dilarang (cybercrime) dijelaskan pada Bab VII
(pasal 27-37):
• Pasal 27 (Asusila, Perjudian, Penghinaan, Pemerasan)
• Pasal 28 (Berita Bohong dan Menyesatkan, Berita Kebencian
dan Permusuhan)
• Pasal 29 (Ancaman Kekerasan dan Menakut-nakuti)
• Pasal 30 (Akses Komputer Pihak Lain Tanpa Izin, Cracking)
• Pasal 31 (Penyadapan, Perubahan, Penghilangan Informasi)
• Pasal 32 (Pemindahan, Perusakan dan Membuka Informasi
Rahasia)
• Pasal 33 (Virus?, Membuat Sistem Tidak Bekerja (DDoS))
• Pasal 35 (Menjadikan Seolah Dokumen Otentik (phising))
Berikut ini adalah ruang lingkup atau area yang harus dicover oleh
cyber law. Ruang lingkup cyber law ini akan terus berkembang
seiring dengan perkembangan yang terjadi pada pemanfaatan
Internet dikemudian hari.
1. Electronic Commerce.
Pada awalnya electronic commerce (E-Commerce)
bergerak lewat situs dalam World Wide Web (www). Tapi saat ini
Ecommerce sudah melangkah jauh menjangkau aktivitas-aktivitas
di bidang perbankan dan jasa asuransi yang meliputi antara lain
”account inquiries”, ”loan transaction”, dan sebagainya. Sampai
saat ini belum ada pengertian yang tunggal mengenai E-
Commerce. Secara singkat E-Commerce dapat dipahami sebagai
transaksi perdagangan baik barang maupun jasa lewat media
elektronik. Dalam operasionalnya E-Commerce ini dapat berbentuk
B to B (Business to Business) atau B to C (Business to
Consumers). Khusus untuk yang terakhir (B to C), karena pada
umumnya posisi konsumen tidak sekuat perusahaan dan dapat
menimbulkan beberapa persoalan yang menyebabkan para
konsumen agak hati-hati dalam melakukan transaksi lewat Internet,
Persoalan tersebut antara lain menyangkut masalah mekanisme
pembayaran (payment mechanism) dan jaminan keamanan dalam
bertransaksi (security risk).
2. Domain Name
Domain name dalam Internet secara sederhana dapat diumpamakan
seperti nomor telepon atau sebuah alamat. Contoh, domain name untuk
Monash University Law School, Australia adalah ”law.monash.edu.au”.
Domain name dibaca dari kanan ke kiri yang menunjukkan tingkat
spesifikasinya, dari yang paling umum ke yang paling khusus. Untuk
contoh di atas, ”au” menunjuk kepada Australia sebagai geographical
region, sedangkan ”edu” artinya pendidikan (education) sebagai Top-
level Domain name (TLD) yang menjelaskan mengenai tujuan dari
institusi tersebut. Elemen seIanjutnya adalah ”monash” yang merupakan
”the Second-Level Domain name” (SLD) yan g dipilih oleh pendaftar
domain name, sedangkan elemen yang terakhir ”law” adalah
”subdomain” dari monash Gabungan antara SLD dan TLD dengan
berbagai pilihan subdomain disebut ”domain name”.
62%
Dari total pelapor
merupakan penduduk yang
berjenis kelamin laki-laki
38%
Dari total pelapor
merupakan penduduk yang
berjenis kelamin Perempuan
Laporan Masyarakat yang diterima melalui
portal Patrolisiber berjumlah 3.038 Aduan dan
dengan estimasi total kerugian sebanyak Rp.
1,08T. Jenis-jenis laporan yang diterima berupa
penipuan, penghinaan/pencemaran nama,
pengancaman, pemerasan, berita hoax,
pornografi, rasis dan SARA, dll.
*Hacker*
*berkelas*
Langkah-langkah untuk terhindar dari cyber crime
 Sepuluh teknik dasar yang perlu dilakukan agar terhindar dari bahaya phising, yaitu :
1. Selalu periksa display name dan email yang digunakan
2. Periksa baik-baik link dan gambar yang ditampilkan. Periksa Alternative Text-nya.
3. Waspada spelling errors
4. Lihat sapaan yang digunakan
5. Baca Isi Pesan. Jika pengirim meminta informasi pribadi, tinggalkan
6. Dapat email darurat? coba periksa lagi.
7. Periksa email signature
8. Hati-hati dengan file yang dikirimkan
9. Jangan percaya sepenuhnya
10. Kalau anda ragu, hubungi Team IT anda.
 Empat langkah untuk mengamankan akun media sosialmu:
1. Perhatikan penggunaan password
2. Memilih aplikasi atau website yang aman
3. Gunakan fitur verifikasi dua langkah
4. Menggunakan perangkat yang terpercaya
*Hacker*
*berkelas*
Langkah-langkah untuk terhindar dari cyber crime
 Cara Terbaik Melindungi Data Pribadi di Media Sosial:
1). Sembunyikan Tanggal Lahir
2). Jangan Pasang Lokasi di Postingan
3). Hapus Pertemanan dengan Orang yang Tidak Dikenal
4). Jangan Posting Sesuatu yang Berkaitan dengan Anak Kecil
5). Jangan Terlalu Menunjukkan Situasi Pekerjaanmu
 Tips menjaga kemanan anak sebagai pengguna media sosial
1). Berteman dengan orang yang dikenal
2). Transparansi dengan orangtua apa yang dilakukan anak melalui media sosial
3). Kontrol dengan mengecek histori beberapa waktu sekali
4). Batasi komunikasi dengan orang tidak dikenal
5). Tidak bertemu dengan orang asing
*Hacker*
*berkelas*
Langkah-langkah untuk terhindar dari cyber crime
 5 Cara Menjaga Data Pribadi Di Internet
1). Jangan gunakan kartu kredit Anda untuk semua transaksi online
2). Gunakan cloud penyimpanan untuk backup data
3). Bijak menggunakan media sosial
4). Lakukan factory reset dan penghapusan keseluruhan
5). Sandi pengaman
Kesimpulan
Untuk lebih berhati-hati dalam
penggunaan media sosial dan selalu
mengecek beberapa kali link tujuan
website yang akan dituju maupun
pesan/e-mail random yang masuk dari
sumber tidak dikenal agar tidak terkena
cyber crime dari oknum-oknum yang
tidak bertanggung jawab.hange colors, photos and Text. I hope
and I believe that this Template will your Time, Money and Reputation.
THANK YOU

Tugas presentasi

  • 1.
    PENGANTAR HUKUM TEKNOLOGI INFORMASI Chandra Nasution –20021106158 Feraldy Claudio Sumendap – 20021106129 Yehezkiel Tambahani – 20021106111 Keneth Tongka – 20021106092 Brando Paat – 20021106050
  • 2.
    Definisi Hukum Teknologi Hukum adalah sistemyang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara perwakilan mereka yang akan dipilih. Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang- barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Jadi, Hukum Teknologi Informasi atau Hukum Cyber adalah aspek hukum yang ruang lingkupnya meliputi setiap aspek yang berhubungan dengan orang-perorangan atau subyek hukum yang menggunakan dan memanfaatkan teknologi internet yang dimulai pada saat mulai online dan memasuki dunia cyber atau maya.
  • 3.
    Hukum Telematika (CyberLaw) sebagai kajian ilmu relatif belum lama muncul sebagai rezim hukum baru. Teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah perilaku masyarakat maupun peradaban manusia secara global. Perkembangan teknologi informasi telah pula menyebabkan dunia menjadi tanpa batas (borderless) dan menyebabkan perubahan sosial yang secara signifikan berlangsung demikian cepat. Teknologi informasi saat ini menjadi pedang bermata dua, karena telah memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan, kemajuan dan peradaban manusia, sekaligus menjadi sarana efektif perbuatan melawan hukum.
  • 4.
    Contoh Kasus CyberCrime di seputaran dunia Pemerintah Cina menggunakan outsourcing untuk melakukan oembajakan (cyber-piracy) terhadap Amerika Serikat 2005 Ketika terjadi perang antara Georgia dan Rusia yang menempatkan Moscow sebagai sebuah strategi multiple untuk kampanye angkatan bersenjata Rusia, yang juga dilakukan melalui Distributed Denial-of- Servise (DDoS). 2008 Serangan cyber (cyber-attack) terhadap Iran yang menyerang fasilitas nuklir Iran di Natanz. Kurang lebih 60.000 konputer terinfeksi oleh virus yang disebut stuxnet. 2013 Estonia mendapat serangan (cyber-attack) yang diduga dilakukan oleh Rusia yang melumpuhkan jaringan-jaringan (networks) pemerintah dan perdagangan milik pemerintah Estonia 2007 Serangan cyber (cyber-attack) terhadap Iran yang menyerang fasilitas nuklir Iran di Natanz. Kurang lebih 60.000 konputer terinfeksi oleh virus yang disebut stuxnet. 2010
  • 5.
    Kasus Pertama diIndonesia yang Menyangkut dengan Cyber Law Kasus Mustika Ratu adalah kasus cyber crime pertama di Indonesia yang disidangkan. Belum usai perdebatan pakar mengenai perlu-tidaknya cyber law di Indonesia, tiba-tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mulai disidangkan kasus cyber crime. Pelakunya menggunakan domain name mustikaratu.com untuk kepentingan PT. Mustika Berto, yaitu pemegang merek kosmetik Sari Ayu. Jaksa mendakwa Tjandra telah melakukan perbuatan menipu atau mengelirukan orang banyak untuk kepentingan perusahaannya sendiri. Kasus ini berawal dengan didaftarkannya nama domain name mustikaratu.com di Amerika dengan menggunakan Network Solution Inc (NSI) pada Oktober 1999 oleh mantan general Manager International Marketing PT. Martina Berto ini. Alamat yang dipakai untuk mendaftarkan domain name tersebut adalah Jalan Cisadane 3 Pav. Jakarta Pusat, JA. 10330. Akibat penggunaan domain name mustikaratu.com tersebut, PT. Mustika Ratu tidak dapat melakukan sebagian transaksi dengan calon mitra usaha yang berada di luar negeri. Pasalnya, mereka tidak dapat menemukan informasi mengenai Mustika Ratu di website tersebut. Mereka kebingungan ketika menemukan website mustikaratu.com yang isinya justru menampilkan produk-produk Belia dari Sari Ayu, yang merupakan pesaing dari Mustika Ratu untuk produk kosmetik.
  • 6.
    Cyber Law adalahaspek hukum yang istilahnya berasal dari Cyberspace Law, yang ruang lingkupnya meliputi setiap aspek yang berhubungan dengan orang perorangan atau subyek hukum yang menggunakan dan memanfaatkan teknologi internet/elektronik yang dimulai pada saat mulai "online" dan memasuki dunia cyber atau maya. Pada negara yang telah maju dalam penggunaan internet/elektronik sebagai alat untuk memfasilitasi setiap aspek kehidupan mereka, perkembangan hukum dunia maya sudah sangat maju. Berikut ini adalah ruang lingkup atau area yang harus dicover oleh cyber law. Ruang lingkup cyber law ini akan terus berkembang seiring dengan perkembangan yang terjadi pada pemanfaatan Internet dikemudian hari.
  • 7.
    Ruang lingkup daricyber law diantaranya : • Fitnah, Penistaan, Penghinaan (Hate Speech) • Serangan terhadap fasilitas komputer (Hacking, Viruses, Illegal Access) • Pengaturan sumber daya internet seperti IP-Address, domain name • Kenyamanan Individu (Privacy) • Prinsip kehati-hatian (Duty care) • Tindakan kriminal biasa yang menggunakan TI sebagai alat • Isu prosedural seperti yuridiksi, pembuktian, penyelidikan dll • Kontrak / transaksi elektronik dan tanda tangan digital • Pornografi • Pencurian melalui Internet Ruang Lingkup Cyber Law (Cont) • Pencurian melalui Internet • Perlindungan Konsumen • Pemanfaatan internet dalam aktivitas keseharian seperti ecommerce, e- government, e-education dll Content Here  Presentation  Portfolio Presentation  Simple Portfolio  Portfolio  Simple Presentation  Latar Belakang UU ITE Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) adalah undang undang pertama di Indonesia yang secara khusus mengatur tindak pidana cyber. Berdasarkan Berdasarkan surat Presiden Presiden RI. No.R./70/Pres/9/2005 tanggal 5 September 2005, naskah UU ITE secara resmi disampaikan kepada DPR RI. Pada tanggal 21 April 2008, Undang-undang ini di sahkan.
  • 8.
    Indonesia telah resmimempunyai undang- undang untuk mengatur orang-orang yang tidak bertanggung jawab dalam dunia maya. Cyber Law-nya Indonesia yaitu undang–undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Di berlakukannya undang-undang ini, membuat oknum-oknum nakal ketakutan karena denda yang diberikan apabila melanggar tidak sedikit kira- kira 1 miliar rupiah karena melanggar pasal 27 ayat 1 tentang muatan yang melanggar kesusilaan. sebenarnya UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) tidak hanya membahas situs porno atau masalah asusila. Total ada 13 Bab dan 54 Pasal yang mengupas secara mendetail bagaimana aturan hidup di dunia maya dan Dua muatan besar yang diatur dalam UU ITE adalah : 1. Pengaturan transaksi elektronik 2. Tindak pidana cyber
  • 9.
    Cyber Law  UUITE berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum, baik yang berada di wilayah Indonesia maupun di luar Indonesia yang memiliki akibat hukum di Indonesia. • Pengaturan Nama domain dan Hak Kekayaan Intelektual. • Perbuatan yang dilarang (cybercrime) dijelaskan pada Bab VII (pasal 27-37): • Pasal 27 (Asusila, Perjudian, Penghinaan, Pemerasan) • Pasal 28 (Berita Bohong dan Menyesatkan, Berita Kebencian dan Permusuhan) • Pasal 29 (Ancaman Kekerasan dan Menakut-nakuti) • Pasal 30 (Akses Komputer Pihak Lain Tanpa Izin, Cracking) • Pasal 31 (Penyadapan, Perubahan, Penghilangan Informasi) • Pasal 32 (Pemindahan, Perusakan dan Membuka Informasi Rahasia) • Pasal 33 (Virus?, Membuat Sistem Tidak Bekerja (DDoS)) • Pasal 35 (Menjadikan Seolah Dokumen Otentik (phising))
  • 10.
    Berikut ini adalahruang lingkup atau area yang harus dicover oleh cyber law. Ruang lingkup cyber law ini akan terus berkembang seiring dengan perkembangan yang terjadi pada pemanfaatan Internet dikemudian hari. 1. Electronic Commerce. Pada awalnya electronic commerce (E-Commerce) bergerak lewat situs dalam World Wide Web (www). Tapi saat ini Ecommerce sudah melangkah jauh menjangkau aktivitas-aktivitas di bidang perbankan dan jasa asuransi yang meliputi antara lain ”account inquiries”, ”loan transaction”, dan sebagainya. Sampai saat ini belum ada pengertian yang tunggal mengenai E- Commerce. Secara singkat E-Commerce dapat dipahami sebagai transaksi perdagangan baik barang maupun jasa lewat media elektronik. Dalam operasionalnya E-Commerce ini dapat berbentuk B to B (Business to Business) atau B to C (Business to Consumers). Khusus untuk yang terakhir (B to C), karena pada umumnya posisi konsumen tidak sekuat perusahaan dan dapat menimbulkan beberapa persoalan yang menyebabkan para konsumen agak hati-hati dalam melakukan transaksi lewat Internet, Persoalan tersebut antara lain menyangkut masalah mekanisme pembayaran (payment mechanism) dan jaminan keamanan dalam bertransaksi (security risk). 2. Domain Name Domain name dalam Internet secara sederhana dapat diumpamakan seperti nomor telepon atau sebuah alamat. Contoh, domain name untuk Monash University Law School, Australia adalah ”law.monash.edu.au”. Domain name dibaca dari kanan ke kiri yang menunjukkan tingkat spesifikasinya, dari yang paling umum ke yang paling khusus. Untuk contoh di atas, ”au” menunjuk kepada Australia sebagai geographical region, sedangkan ”edu” artinya pendidikan (education) sebagai Top- level Domain name (TLD) yang menjelaskan mengenai tujuan dari institusi tersebut. Elemen seIanjutnya adalah ”monash” yang merupakan ”the Second-Level Domain name” (SLD) yan g dipilih oleh pendaftar domain name, sedangkan elemen yang terakhir ”law” adalah ”subdomain” dari monash Gabungan antara SLD dan TLD dengan berbagai pilihan subdomain disebut ”domain name”.
  • 11.
    62% Dari total pelapor merupakanpenduduk yang berjenis kelamin laki-laki 38% Dari total pelapor merupakan penduduk yang berjenis kelamin Perempuan Laporan Masyarakat yang diterima melalui portal Patrolisiber berjumlah 3.038 Aduan dan dengan estimasi total kerugian sebanyak Rp. 1,08T. Jenis-jenis laporan yang diterima berupa penipuan, penghinaan/pencemaran nama, pengancaman, pemerasan, berita hoax, pornografi, rasis dan SARA, dll.
  • 12.
    *Hacker* *berkelas* Langkah-langkah untuk terhindardari cyber crime  Sepuluh teknik dasar yang perlu dilakukan agar terhindar dari bahaya phising, yaitu : 1. Selalu periksa display name dan email yang digunakan 2. Periksa baik-baik link dan gambar yang ditampilkan. Periksa Alternative Text-nya. 3. Waspada spelling errors 4. Lihat sapaan yang digunakan 5. Baca Isi Pesan. Jika pengirim meminta informasi pribadi, tinggalkan 6. Dapat email darurat? coba periksa lagi. 7. Periksa email signature 8. Hati-hati dengan file yang dikirimkan 9. Jangan percaya sepenuhnya 10. Kalau anda ragu, hubungi Team IT anda.  Empat langkah untuk mengamankan akun media sosialmu: 1. Perhatikan penggunaan password 2. Memilih aplikasi atau website yang aman 3. Gunakan fitur verifikasi dua langkah 4. Menggunakan perangkat yang terpercaya
  • 13.
    *Hacker* *berkelas* Langkah-langkah untuk terhindardari cyber crime  Cara Terbaik Melindungi Data Pribadi di Media Sosial: 1). Sembunyikan Tanggal Lahir 2). Jangan Pasang Lokasi di Postingan 3). Hapus Pertemanan dengan Orang yang Tidak Dikenal 4). Jangan Posting Sesuatu yang Berkaitan dengan Anak Kecil 5). Jangan Terlalu Menunjukkan Situasi Pekerjaanmu  Tips menjaga kemanan anak sebagai pengguna media sosial 1). Berteman dengan orang yang dikenal 2). Transparansi dengan orangtua apa yang dilakukan anak melalui media sosial 3). Kontrol dengan mengecek histori beberapa waktu sekali 4). Batasi komunikasi dengan orang tidak dikenal 5). Tidak bertemu dengan orang asing
  • 14.
    *Hacker* *berkelas* Langkah-langkah untuk terhindardari cyber crime  5 Cara Menjaga Data Pribadi Di Internet 1). Jangan gunakan kartu kredit Anda untuk semua transaksi online 2). Gunakan cloud penyimpanan untuk backup data 3). Bijak menggunakan media sosial 4). Lakukan factory reset dan penghapusan keseluruhan 5). Sandi pengaman
  • 15.
    Kesimpulan Untuk lebih berhati-hatidalam penggunaan media sosial dan selalu mengecek beberapa kali link tujuan website yang akan dituju maupun pesan/e-mail random yang masuk dari sumber tidak dikenal agar tidak terkena cyber crime dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.hange colors, photos and Text. I hope and I believe that this Template will your Time, Money and Reputation.
  • 16.