TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Pengantar Sistem Informasi
Disusun oleh :
Nama : RIAN
Nim : 43219110213
Dosen : Yananto Mihadi Putra, SE, M.Si
FAKULTAS EKONOMI dan BISNIS
Akuntansi S1
Abstrak
memberikan penjelasan tentang bagaimana proses mengidentiflkasi secara detil
mengenai implentasi informasi dalam suatu kegiatan bisnis pada suatu
perusahaan yaitu PT CLARIANT INDONESIA.
Sistim Informasi Manajemen (SIM) merupakan salah satu jenis informasi yang
secara khusus di tujukan untuk menghasilkan informasi bagi pihak pihak
manajemen dalam pengambilan keputusannya.
Sistim Informasi Manajemen adalah suatu sistem perencanaan di dalam
perusahaan yang melibatkan pengendalian internal seperti pemanfaatan sumber
daya, dokumen, teknologi, dan akuntansi manajemen sebagai salah satu strategi
dalam bisnis.
Pada intinya, sistem informasi manajemen dalam bisnis atau perusahaan
bertujuan untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan hingga menganalisa
informasi dan kemudian disebarkan untuk tujuan yang spesifik.
Sistem informasi manajemen (SIM) juga biasa dikenal dengan
sebutan management information system (MIS) merupakan sistem yang
direncanakan untuk mengumpulkan, menyimpan dan menyebarluaskan data
berupa informasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan berbagai fungsi
manajemen. Sementara menurut business dictionary, sistem informasi
manajemen adalah pendekatan yang terorganisasi untuk mempelajari
kebutuhan informasi manajemen organisasi di setiap tingkat guna pengambilan
keputusan operasional, taktis dan strategis.
Cara kerja sistem informasi manajemen, dimulai dari pemprosesan data
kemudian disimpan dalam database terpusat di mana informasi dapat diakses
dan di-update oleh semua orang yang memiliki wewenang sesuai dengan
tujuan mereka.
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Perkembangan sistem informasi manajemen telah menyebabkan terjadinya
perubahan yang cukup signifikan dalam pola pengambilan keputusan yang
dilakukan oleh manajemen baik pada tingkat operasional (pelaksana teknis)
maupun pimpinan pada semua jenjang. Perkembangan ini juga telah
menyebabkan perubahan-perubahan peran dari para manajer dalam
pengambilan keputusan, mereka dituntut untuk selalu dapat memperoleh
informasi yang paling akurat dan terkini yang dapat digunakannya dalam
proses pengambilan keputusan. Meningkatnya penggunaan teknologi
informasi, khususnya internet, telah membawa setiap orang dapat
melaksanakan berbagai aktivitas dengan lebih akurat, berkualitas, dan tepat
waktu. Setiap organisasi dapat memanfaatkan internet dan jaringan teknologi
informasi untuk menjalankan berbagai aktivitasnya secara elektronis. Para
manajer di berbagai organisasi juga dapat dengan lebih mudah untuk
menganalisis kinerjanya secara konstan dan konsisten dengan pemanfaatan
teknologi informasi yang tersedia. Sistem informasi manajemen (SIM) bukan
sistem informasi keseluruhan, karena tidak semua informasi di dalam
organisasi dapat dimasukkan secara lengkap ke dalam sebuah sistem yang
otomatis. Aspek utama dari sistem informasi akan selalu ada di luar sistem
komputer.
Pengembangan SIM canggih berbasis komputer memerlukan sejumlah orang
yang berketrampilan tinggi dan berpengalaman lama dan memerlukan
partisipasi dari para manajer organisasi. Banyak organisasi yang gagal
membangun SIM karena :
1. Kurang organisasi yang wajar
2. Kurangnya perencanaan yang memadai
3. Kurang personil yang handal
4. Kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer
dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan
memotivasi seluruh personil yang terlibat.
LITERATUR TEORI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Sistem Informasi merupakan suatu sistem terintegrasi yang mampu
menyediakan informasi yang bermanfaat bagi penggunanya atau orang lain.
Sistem Informasi memiliki komponen fisik, antara lain :
Perangkat keras computer
perangkat lunak computer
basis data
prosedur
personil untuk pengelolaan operasi
Menurut Jerry Fith Gerald sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-
prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan
suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Informasi adalah data
yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat
berupa fakta atau suatu nilai yang bermanfaat. Maka dari itu Sistem Informasi
adalah suatu sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang
bermanfaat bagi penggunanya atau orang lain.
Menurut Robert A. Leitch, sistem informasi merupakan suatu sistem di dalam
suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian,
mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu
organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang
diperlukan.
Sistem Informasi memiliki komponen fisik seperti :
1. Perangkat keras komputer : CPU, Storage, perangkat Input/Output, Terminal
untuk interaksi, Media komunikasi data
2. Perangkat lunak komputer : perangkat lunak sistem (sistem operasi dan
utilitinya), perangkat lunak umum aplikasi (bahasa pemrograman), perangkat
lunak.
3. Basis data : penyimpanan data –data pada media penyimpan komputer.
4. Prosedur : langkah-langkah dalam penggunaan sistem
5. Personil untuk pengelolaan operasi (SDM)
Meliput :
A. Clerical personnel : untuk menangani transaksi dan pemrosesan data
dan melakukan inquiry / operator.
B. First level manager : untuk mengelola pemrosesan data didukung
dengan perencanaan, penjadwalan, identifikasi situasi out-of-control
dan pengambilan keputusan level menengah ke bawah.
C. Staff specialist : digunakan untuk analisis untuk perencanaan dan
pelaporan.
D. Management : untuk pembuatan laporan berkala, permintaan khsus,
analisis khusus, laporan khsusus, pendukung identifikasi masalah dan
peluang
Semakin tinggi tingkat manajemen Sistem Informasi, maka makin sedikit
orang yang dibutuhkan dan semakin tinggi wewenang yang dimiliki. Pelaku
sistem terdiri dari 7 kelompok yaitu :
1. Pemakai, yang terdiri dari operasional, pengawas dan eksekutif.
2. Manajemen, Umumnya terdiri dari
3 jenis manajemen, yaitu manajemen pemakai yang bertugas menangani
pemakaian dimana sistem baru diterapkan, manajemen sistem yang terlibat
dalam pengembangan sistem itu sendiri dan manajemen umum yang terlibat
dalam strategi perencanaan sistem dan sistem pendukung pengambilan
keputusan.
4. Pemeriksaan, Ukuran dan kerumitan sistem yang dikerjakan dan bentuk
alami organisasi dimana system tersebut diimplementasikan dapat menentukan
kesimpulan perlu tidaknya pemeriksa. Pemeriksa biasanya menentukan segala
sesuatunya berdasarkan ukuran-ukuran standar yang dikembangkan pada
banyak perusahaan sejenis.
5. Penganalisa sistem, Fungsi-fungsinya antara lain yaitu :
• Arkeolog : yaitu yang menelusuri bagaimana sebenarnya sistem lama
berjalan, bagaimana sistem tersebut dijalankan dan segala hal yang
menyangkut sistem lama.
• Inovator : yaitu yang membantu mengembangkan dan membuka wawasan
pemakai bagi kemungkinan-kemungkinan lain.
• Mediator : yaitu yang menjalankan fungsi komunikasi dari semua level,
antara lain pemakai, manajer, programmer, pemeriksa dan pelaku sistem yang
lainnya yang mungkin belum punya sikap dan cara pandang yang sama.
• Pimpinan proyek : Penganalisa sistem haruslah personil yang lebih
berpengalaman dari programmer atau desainer. Selain itu mengingat
penganalisa sistem umumnya ditetapkan terlebih dahulu dalam suatu pekerjaan
sebelum yang lain bekerja, adalah hal yang wajar jika penanggung jawab
pekerjaan menjadi porsi penganalisa sistem.
6. Pendesain sistem yaitu penerima hasil penganalisa sistem berupa kebutuhan
pemakai yang tidak berorientasi pada teknologi tertentu, yang kemudian
ditransformasikan ke desain arsitektur tingkat tinggi dan dapat diformulasikan
oleh programmer.
7. Programmer yaitu yang mengerjakan dalam bentuk program dari hasil
desain yang telah diterima dari pendesain.
8. Personel pengoperasian yaitu Orang yang bertugas dan bertanggungjawab di
pusat komputer misalnya jaringan, keamanan perangkat keras, keamanan
perangkat lunak, pencetakan dan backup. Pelaku ini mungkin tidak diperlukan
bila sistem yang berjalan tidak besar dan tidak membutuhkan klasifikasi khusus
untuk menjalankan sistem.
9. Penganalisa sistem merupakan bagian dari tim yang berfungsi
mengembangkan sistem yang memiliki daya guna tinggi dan memenuhi
kebutuhan pemakai akhir.
Sistem informasi manajemen (manajement information system atau sering
dikenal dengan singkatannya MIS) merupakan penerapan sistem informasi di
dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh
semua tingkatan manajemen.
SIM (sistem informasi manajemen) dapat didefenisikan sebagai kumpulan dari
interaksi sistem-sistem informasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan
mengolah data untuk menyediakan informasi yang berguna untuk semua
tingkatan manajemen di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian
Sistem Pendukung Keputusan adalah sekumpulan prosedur berbasis model
untuk data pemrosesan dan penilaian guna membantu para manajer mengambil
keputusan.
Komponen-komponen Sistem Pendukung Keputusan Sistem Pendukung
Keputusan terdiri dari tiga komponen utama, yaitu :
Subsistem Manajemen Data (Data Subsistem) Subsistem manajemen data
memasukkan satu database yang berisi data yang relevan untuk situasi dan
dikelola oleh perangkat lunak sistem manajemen database (Data Base
Manajement Sistem/DBMS).
Subsistem Manajemen Model (Model Subsistem) Merupakan paket perangkat
lunak yang memasukkan model keuangan, statistik, ilmu manajemen, atau
model kuantitatif lainya yang memberikan kapabilitas analitik dan manajemen
perangkat lunak yang tepat. Sistem manajemen dan metode solusi model
diimplementasikan pada sistem pengembangan web (seperti java) untuk
berjalan pada server aplikasi.
Subsistem antar muka pengguna Pengguna berkomunikasi dengan dan
memerintahkan DSS melalui subsistem ini. Pengguna adalah bagian yang
dipertimbangkan dari sistem. Para peneliti menegaskan bahwa beberapa
kontribusi dari DSS berasal dari interaksi yang intensif antara komputer dan
pembuat keputusan.
Peranan Sistem Informasi Manajemen dan Sistem Pengambilan Keputusan
dalam pemecahan masalah
SIM ini mempunyai peranan yang sangat penting di dalam suatu organisasi.
Karena sangat mempengaruhi terhadap maju mundurnya sebuah organisasi.
Setiap organisasi baik itu organisasi yang besar maupun yang kecil pasti
mempunyai sistem informasi yang berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan
dan masalah yang terjadi pada organisasi tersebut.
Sistem Informasi Manajemen dalam pemecahan masalah ada 2 dasar yaitu,:
1. Sumber Daya Informasi Seorganisasi
Sistem Informasi Manajemen adalah suatu cara organisasi untuk menyediakan
informasi dalam rangka pemecahan masalah. Sistem tersebut merupakan suatu
komitmen format dari para eksekutif untuk menyediakan komputer sebagai alat
bantu bagi manajer untuk memecahkan masalah.
2. Identifikasi dan Pemahaman Masalah
Ide utama dibalik SIM adalah menjaga agar pasokan informasi mengalir terus
menerus ke manajer.
Peran SPK dalam Menyelesaikan Masalah:
SPK dapat memperluas dukungan manajer dalam pemecahan masalah, karena
DSS disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan khusus manajer. Istilah sistem
pendukung keputusan digunakan untuk mendeskripsikan sistem yang
dirancang membantu manajer memecahkan masalah tertentu. Ide dasarnya
adalah agar manajer dan computer dapat bekerja sama untuk memecahkan
masalah. Pemecahan masalah diperoleh melalui tahapan-tahapan dasar dan
menggunakan kerangka berfikir yang umum sebagaimana berlaku dibanyak
perusahaan. Dengan mengikuti pendekatan sistem untuk menyelesaikan
masalah, manajer melihat sistem secara keseluruhan.
Perlakuan penyelesaian masalah dikelompokkan kedalam tiga tahapan, yaitu :
langkah persiapan, langkah pendefinisian dan langkah pemecahan. Solusi
masalah sistem adalah solusi yang membuat sistem tersebut memenuhi tujuan
yang paling baik, sebagaimana yang dicerminkan dalam standar kinerja sistem.
Standar dimana menggambarkan situasi yang diinginkan (desired state), apa
yang harus dicapai sistem tersebut. Manajer juga harus memiliki informasi
yang menggambarkan saat ini (current state), apa yang dicapai sistem tersebut
saat ini.
erbedaan antara keadaan saat ini dengan keadaan yang diinginkan disebut
dengan kriteria solusi (solution criterion), atau apa yang harus terjadi agar
situasi saat ini berubah menjadi situasi yang diinginkan. Jika situasi ini
menunjukkan tingkat kinerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan keadaan
yang diinginkan , maka tugas yang harus dilakukan bukanlah menyamakan
keadaan saat ini. Melainkan tugas yang harus dilakukan adalah menjaga agar
situasi saat ini tetap berada pada tingkatan yang lebih tinggi. Jika kinerja
tingkat tinggi dapat dipertahankan,maka situasi yang diinginkan harus
ditingkatkan.
alam penyelesain masalah, manajer menggunakan model untuk mewakili
permasalahan yang harus diselesaikan. Model terbagi menjadi empat jenis
dasar, yaitu : model fisik, model naratif, model grafis dan model matematis.
Penggunaan model sangat penting artinya untuk memberikan pengertian,
memfasilitasi komunikasi dan memprediksi masa depan.
PEMBAHASAN
PT CLARIANT INDONESIA
Nama Clariant mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Tapi, perusahaan inilah
yang menjadi pemasok dari hampir produk-produk yang selama ini kita temui sehari-
hari, dari mulai plastik, cat, kosmetik, sabun, hingga pelumas.
Clariant adalah produsen kimia khusus terbesar di Indonesia. Sejarah perusahaan asal
Swis ini di tanah air bermula dari Hoechst, nama perusahaan awal yang pertama kali
mendaftarkan kantor perwakilannya pada tahun 1955 di Jakarta.
Sepanjang sejarahnya di Indonesia, Clariant telah berhasil membangun posisinya
sebagai perusahaan yang bergerak di banyak industri berbasis kimiawi, seperti di
sektor plastik, coatings, minyak dan gas, home & personal care, katalis, dan editable
oil refinery. Saat ini, Indonesia merupakan salah satu basis produksi Clariant paling
kompetitif. Dengan jumlah karyawan lebih dari 1150 orang, Clariant memiliki
sepuluh fasilitas bisnis, termasuk enam fasilitas produksi.
Pada tahun lalu, ia juga menambah fasilitas produksi bleaching earth di Gresik, Jawa
Timur. Fasilitas terbaru ini meningkatkan kapasitas produksi regional Clariant
untuk bleaching earth sebesar 35%.
Hal yang membuat Clariant di Indonesia unik adalah selain karena memiliki basis
produksi yang kuat, negara ini juga memiliki pasar konsumen yang berkembang
pesat. Hal ini menciptakan keseimbangan antara pasokan dan permintaan dari sisi
rantai pasok,
Clariant mengambil manfaat dari peluang yang ada melalui operasi berstandar tinggi
secara terus menerus. Standar kualitas seperti ISO 9001:2008, ISO 14001:2004 dan
OHSAS 18001:2007, serta diperolehnya sertifikasi Halal dari MUI merupakan
beberapa perwujudan keunggulan operasional Clariant
Pada Januari 2015, Clariant Indonesia mencatat tonggak sejarah lainnya dalam
pembangunan komunitas melalui corporate citizenship program “Clariant School
Adoption” di Tangerang. Program ini memberikan manfaat kepada ratusan siswa di
Tangerang dengan cara meningkatkan profesionalitas guru serta mendukung mereka
dalam mendidik siswa guna meraih masa depan yang lebih baik.
PT CLARIANT berhasil mengimplemantasikan solusi Business Intelligent (BI),
yakni SAP NetWeaver Business Intelligent (SAP NetWeaver BI). Ini merupakan
suatu solusi yang mengolah data mentah menjadi informasi pendukung pengambilan
keputusan perusahaan dan proses bisnis sehingga mampu memberikan gambaran
lengkap dari bisnis untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda dari para pengguna,
professional TI dan manajemen senior. Solusi ini disediakan melalui teknologi portal
enterprise dan menyediakan kepada para penggunanya suatu infrastruktur andal,
peralatan yang komprehensif, kemampuan untuk melakukan perencanaan dan
simulasi, serta fungsionalitas data-warehousing.
Aplikasi Business Intelligent diperlukan perusahaan untuk mengumpulkan,
menyimpan, menganalisis dan menyediakan akses ke data guna membantu
penggunanya mengambil keputusan bisnis secara akurat.
SAP (System Application and Product) adalah software ERP (Enterprise Resources
Planning), yaitu merupakan tools IT dan manajemen dalam membantu pencanaan
dan kebijakan perusahaan didalam mengambil keputusan, serta merupakan software
yang diimplementasikan untuk mendukung organisasi dalam menjalankan kegiatan
operasional secara lebih efisien dan efektif. SAP terdiri dari serangkaian modul
aplikasi yang mampu mendukung semua transaksi perusahaan. Semua modul dalam
aplikasi SAP dapat diintegrasikan secara terpadu antara satu dengan lainnya serta
memungkinkan ketersediaan data yang akurat dan aktual. ERP merupakan suatu
perangkat lunak yang didesain untuk memadukan proses bisnis yang ada, pengunaan
database perusahaan untuk menghasilkan informasi yang valid. ERP dan Business
Intelligence mempunyai keterkaitan, ERP merupakan sistem yang menintegrasikan
seluruh sistem yang ada dalam suatu perusahaan untuk mendapatkan informasi yang
benar dan digunakan untuk pengambilan keputusan.
Proses implementasi Business PT CLARIANT dapat berjalan dengan baik karena
garis besar cakupan proyek dan indikator kinerja kunci perusahaan sangat jelas. Di
samping itu, proses implementasi secara hirarki dan dengan dukungan tenaga-tenaga
konsultan yang professional dan berkualitas juga menjadi faktor penting dalam
keberhasilan proses implementasi. Konsultan yang andal memahami bahwa
pendekatan dari bottom up untuk mengimplementasikan business intelligent akan
membutuhkan waktu yang panjang. Sedangkan metode top down merupakan metode
yang tepat untuk mengimplementasikan Business Intelligent.
Daftar Pustaka
"Putra, Y. M. (2018). Pengantar Sistem Informasi. Modul Kuliah Sistem Informasi
Manajemen. FEB-Universitas Mercu Buana: Jakarta".
"Putra, Y. M. (2019). Analysis of Factors Affecting the Interests of SMEs Using
Accounting Applications. Journal of Economics and Business, 2(3)".
"Hanifah, S., Sarpingah, S., & Putra, Y. M. (2020). The Effect of Level of
Education, Accounting Knowledge, and Utilization Of Information Technology
Toward Quality The Quality of MSME’s Financial Reports. In The 1st Annual
Conference Economics, Business, and Social Sciences (ACEBISS) 2019, 1(3) (Vol.
1, No. 3)".
https://www.jurnal.id/id/blog/mengenal-sistem-informasi-manajemen-dan-
manfaatnya-bagi-perusahaan/#Apa_itu_Sistem_Informasi_Manajemen
http://eprints.ums.ac.id/12619/3/Ghilar_Adhitya_Bab_I.pdf
http://repository.uin-suska.ac.id/4130/3/BAB%20II.pdf
https://novialuzni.wordpress.com/2018/11/06/sip-sim-spk/

Tugas pertemuan 1

  • 1.
    TUGAS SISTEM INFORMASIMANAJEMEN Pengantar Sistem Informasi Disusun oleh : Nama : RIAN Nim : 43219110213 Dosen : Yananto Mihadi Putra, SE, M.Si FAKULTAS EKONOMI dan BISNIS Akuntansi S1
  • 2.
    Abstrak memberikan penjelasan tentangbagaimana proses mengidentiflkasi secara detil mengenai implentasi informasi dalam suatu kegiatan bisnis pada suatu perusahaan yaitu PT CLARIANT INDONESIA. Sistim Informasi Manajemen (SIM) merupakan salah satu jenis informasi yang secara khusus di tujukan untuk menghasilkan informasi bagi pihak pihak manajemen dalam pengambilan keputusannya. Sistim Informasi Manajemen adalah suatu sistem perencanaan di dalam perusahaan yang melibatkan pengendalian internal seperti pemanfaatan sumber daya, dokumen, teknologi, dan akuntansi manajemen sebagai salah satu strategi dalam bisnis. Pada intinya, sistem informasi manajemen dalam bisnis atau perusahaan bertujuan untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan hingga menganalisa informasi dan kemudian disebarkan untuk tujuan yang spesifik. Sistem informasi manajemen (SIM) juga biasa dikenal dengan sebutan management information system (MIS) merupakan sistem yang direncanakan untuk mengumpulkan, menyimpan dan menyebarluaskan data berupa informasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan berbagai fungsi manajemen. Sementara menurut business dictionary, sistem informasi manajemen adalah pendekatan yang terorganisasi untuk mempelajari kebutuhan informasi manajemen organisasi di setiap tingkat guna pengambilan keputusan operasional, taktis dan strategis. Cara kerja sistem informasi manajemen, dimulai dari pemprosesan data kemudian disimpan dalam database terpusat di mana informasi dapat diakses dan di-update oleh semua orang yang memiliki wewenang sesuai dengan tujuan mereka.
  • 3.
    PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Perkembangansistem informasi manajemen telah menyebabkan terjadinya perubahan yang cukup signifikan dalam pola pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen baik pada tingkat operasional (pelaksana teknis) maupun pimpinan pada semua jenjang. Perkembangan ini juga telah menyebabkan perubahan-perubahan peran dari para manajer dalam pengambilan keputusan, mereka dituntut untuk selalu dapat memperoleh informasi yang paling akurat dan terkini yang dapat digunakannya dalam proses pengambilan keputusan. Meningkatnya penggunaan teknologi informasi, khususnya internet, telah membawa setiap orang dapat melaksanakan berbagai aktivitas dengan lebih akurat, berkualitas, dan tepat waktu. Setiap organisasi dapat memanfaatkan internet dan jaringan teknologi informasi untuk menjalankan berbagai aktivitasnya secara elektronis. Para manajer di berbagai organisasi juga dapat dengan lebih mudah untuk menganalisis kinerjanya secara konstan dan konsisten dengan pemanfaatan teknologi informasi yang tersedia. Sistem informasi manajemen (SIM) bukan sistem informasi keseluruhan, karena tidak semua informasi di dalam organisasi dapat dimasukkan secara lengkap ke dalam sebuah sistem yang otomatis. Aspek utama dari sistem informasi akan selalu ada di luar sistem komputer. Pengembangan SIM canggih berbasis komputer memerlukan sejumlah orang yang berketrampilan tinggi dan berpengalaman lama dan memerlukan partisipasi dari para manajer organisasi. Banyak organisasi yang gagal membangun SIM karena : 1. Kurang organisasi yang wajar 2. Kurangnya perencanaan yang memadai 3. Kurang personil yang handal 4. Kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat.
  • 4.
    LITERATUR TEORI SISTEMINFORMASI MANAJEMEN Sistem Informasi merupakan suatu sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi penggunanya atau orang lain. Sistem Informasi memiliki komponen fisik, antara lain : Perangkat keras computer perangkat lunak computer basis data prosedur personil untuk pengelolaan operasi Menurut Jerry Fith Gerald sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur- prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Informasi adalah data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta atau suatu nilai yang bermanfaat. Maka dari itu Sistem Informasi adalah suatu sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi penggunanya atau orang lain. Menurut Robert A. Leitch, sistem informasi merupakan suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Sistem Informasi memiliki komponen fisik seperti : 1. Perangkat keras komputer : CPU, Storage, perangkat Input/Output, Terminal untuk interaksi, Media komunikasi data 2. Perangkat lunak komputer : perangkat lunak sistem (sistem operasi dan utilitinya), perangkat lunak umum aplikasi (bahasa pemrograman), perangkat lunak. 3. Basis data : penyimpanan data –data pada media penyimpan komputer. 4. Prosedur : langkah-langkah dalam penggunaan sistem 5. Personil untuk pengelolaan operasi (SDM) Meliput :
  • 5.
    A. Clerical personnel: untuk menangani transaksi dan pemrosesan data dan melakukan inquiry / operator. B. First level manager : untuk mengelola pemrosesan data didukung dengan perencanaan, penjadwalan, identifikasi situasi out-of-control dan pengambilan keputusan level menengah ke bawah. C. Staff specialist : digunakan untuk analisis untuk perencanaan dan pelaporan. D. Management : untuk pembuatan laporan berkala, permintaan khsus, analisis khusus, laporan khsusus, pendukung identifikasi masalah dan peluang Semakin tinggi tingkat manajemen Sistem Informasi, maka makin sedikit orang yang dibutuhkan dan semakin tinggi wewenang yang dimiliki. Pelaku sistem terdiri dari 7 kelompok yaitu : 1. Pemakai, yang terdiri dari operasional, pengawas dan eksekutif. 2. Manajemen, Umumnya terdiri dari 3 jenis manajemen, yaitu manajemen pemakai yang bertugas menangani pemakaian dimana sistem baru diterapkan, manajemen sistem yang terlibat dalam pengembangan sistem itu sendiri dan manajemen umum yang terlibat dalam strategi perencanaan sistem dan sistem pendukung pengambilan keputusan. 4. Pemeriksaan, Ukuran dan kerumitan sistem yang dikerjakan dan bentuk alami organisasi dimana system tersebut diimplementasikan dapat menentukan kesimpulan perlu tidaknya pemeriksa. Pemeriksa biasanya menentukan segala sesuatunya berdasarkan ukuran-ukuran standar yang dikembangkan pada banyak perusahaan sejenis. 5. Penganalisa sistem, Fungsi-fungsinya antara lain yaitu : • Arkeolog : yaitu yang menelusuri bagaimana sebenarnya sistem lama berjalan, bagaimana sistem tersebut dijalankan dan segala hal yang menyangkut sistem lama. • Inovator : yaitu yang membantu mengembangkan dan membuka wawasan pemakai bagi kemungkinan-kemungkinan lain. • Mediator : yaitu yang menjalankan fungsi komunikasi dari semua level, antara lain pemakai, manajer, programmer, pemeriksa dan pelaku sistem yang lainnya yang mungkin belum punya sikap dan cara pandang yang sama. • Pimpinan proyek : Penganalisa sistem haruslah personil yang lebih berpengalaman dari programmer atau desainer. Selain itu mengingat
  • 6.
    penganalisa sistem umumnyaditetapkan terlebih dahulu dalam suatu pekerjaan sebelum yang lain bekerja, adalah hal yang wajar jika penanggung jawab pekerjaan menjadi porsi penganalisa sistem. 6. Pendesain sistem yaitu penerima hasil penganalisa sistem berupa kebutuhan pemakai yang tidak berorientasi pada teknologi tertentu, yang kemudian ditransformasikan ke desain arsitektur tingkat tinggi dan dapat diformulasikan oleh programmer. 7. Programmer yaitu yang mengerjakan dalam bentuk program dari hasil desain yang telah diterima dari pendesain. 8. Personel pengoperasian yaitu Orang yang bertugas dan bertanggungjawab di pusat komputer misalnya jaringan, keamanan perangkat keras, keamanan perangkat lunak, pencetakan dan backup. Pelaku ini mungkin tidak diperlukan bila sistem yang berjalan tidak besar dan tidak membutuhkan klasifikasi khusus untuk menjalankan sistem. 9. Penganalisa sistem merupakan bagian dari tim yang berfungsi mengembangkan sistem yang memiliki daya guna tinggi dan memenuhi kebutuhan pemakai akhir.
  • 7.
    Sistem informasi manajemen(manajement information system atau sering dikenal dengan singkatannya MIS) merupakan penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen. SIM (sistem informasi manajemen) dapat didefenisikan sebagai kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menyediakan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian Sistem Pendukung Keputusan adalah sekumpulan prosedur berbasis model untuk data pemrosesan dan penilaian guna membantu para manajer mengambil keputusan. Komponen-komponen Sistem Pendukung Keputusan Sistem Pendukung Keputusan terdiri dari tiga komponen utama, yaitu : Subsistem Manajemen Data (Data Subsistem) Subsistem manajemen data memasukkan satu database yang berisi data yang relevan untuk situasi dan dikelola oleh perangkat lunak sistem manajemen database (Data Base Manajement Sistem/DBMS). Subsistem Manajemen Model (Model Subsistem) Merupakan paket perangkat lunak yang memasukkan model keuangan, statistik, ilmu manajemen, atau model kuantitatif lainya yang memberikan kapabilitas analitik dan manajemen perangkat lunak yang tepat. Sistem manajemen dan metode solusi model diimplementasikan pada sistem pengembangan web (seperti java) untuk berjalan pada server aplikasi. Subsistem antar muka pengguna Pengguna berkomunikasi dengan dan memerintahkan DSS melalui subsistem ini. Pengguna adalah bagian yang dipertimbangkan dari sistem. Para peneliti menegaskan bahwa beberapa kontribusi dari DSS berasal dari interaksi yang intensif antara komputer dan pembuat keputusan.
  • 8.
    Peranan Sistem InformasiManajemen dan Sistem Pengambilan Keputusan dalam pemecahan masalah SIM ini mempunyai peranan yang sangat penting di dalam suatu organisasi. Karena sangat mempengaruhi terhadap maju mundurnya sebuah organisasi. Setiap organisasi baik itu organisasi yang besar maupun yang kecil pasti mempunyai sistem informasi yang berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan dan masalah yang terjadi pada organisasi tersebut. Sistem Informasi Manajemen dalam pemecahan masalah ada 2 dasar yaitu,: 1. Sumber Daya Informasi Seorganisasi Sistem Informasi Manajemen adalah suatu cara organisasi untuk menyediakan informasi dalam rangka pemecahan masalah. Sistem tersebut merupakan suatu komitmen format dari para eksekutif untuk menyediakan komputer sebagai alat bantu bagi manajer untuk memecahkan masalah. 2. Identifikasi dan Pemahaman Masalah Ide utama dibalik SIM adalah menjaga agar pasokan informasi mengalir terus menerus ke manajer. Peran SPK dalam Menyelesaikan Masalah: SPK dapat memperluas dukungan manajer dalam pemecahan masalah, karena DSS disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan khusus manajer. Istilah sistem pendukung keputusan digunakan untuk mendeskripsikan sistem yang dirancang membantu manajer memecahkan masalah tertentu. Ide dasarnya
  • 9.
    adalah agar manajerdan computer dapat bekerja sama untuk memecahkan masalah. Pemecahan masalah diperoleh melalui tahapan-tahapan dasar dan menggunakan kerangka berfikir yang umum sebagaimana berlaku dibanyak perusahaan. Dengan mengikuti pendekatan sistem untuk menyelesaikan masalah, manajer melihat sistem secara keseluruhan. Perlakuan penyelesaian masalah dikelompokkan kedalam tiga tahapan, yaitu : langkah persiapan, langkah pendefinisian dan langkah pemecahan. Solusi masalah sistem adalah solusi yang membuat sistem tersebut memenuhi tujuan yang paling baik, sebagaimana yang dicerminkan dalam standar kinerja sistem. Standar dimana menggambarkan situasi yang diinginkan (desired state), apa yang harus dicapai sistem tersebut. Manajer juga harus memiliki informasi yang menggambarkan saat ini (current state), apa yang dicapai sistem tersebut saat ini. erbedaan antara keadaan saat ini dengan keadaan yang diinginkan disebut dengan kriteria solusi (solution criterion), atau apa yang harus terjadi agar situasi saat ini berubah menjadi situasi yang diinginkan. Jika situasi ini menunjukkan tingkat kinerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan keadaan yang diinginkan , maka tugas yang harus dilakukan bukanlah menyamakan keadaan saat ini. Melainkan tugas yang harus dilakukan adalah menjaga agar situasi saat ini tetap berada pada tingkatan yang lebih tinggi. Jika kinerja tingkat tinggi dapat dipertahankan,maka situasi yang diinginkan harus ditingkatkan. alam penyelesain masalah, manajer menggunakan model untuk mewakili permasalahan yang harus diselesaikan. Model terbagi menjadi empat jenis dasar, yaitu : model fisik, model naratif, model grafis dan model matematis. Penggunaan model sangat penting artinya untuk memberikan pengertian, memfasilitasi komunikasi dan memprediksi masa depan.
  • 10.
    PEMBAHASAN PT CLARIANT INDONESIA NamaClariant mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Tapi, perusahaan inilah yang menjadi pemasok dari hampir produk-produk yang selama ini kita temui sehari- hari, dari mulai plastik, cat, kosmetik, sabun, hingga pelumas. Clariant adalah produsen kimia khusus terbesar di Indonesia. Sejarah perusahaan asal Swis ini di tanah air bermula dari Hoechst, nama perusahaan awal yang pertama kali mendaftarkan kantor perwakilannya pada tahun 1955 di Jakarta. Sepanjang sejarahnya di Indonesia, Clariant telah berhasil membangun posisinya sebagai perusahaan yang bergerak di banyak industri berbasis kimiawi, seperti di sektor plastik, coatings, minyak dan gas, home & personal care, katalis, dan editable oil refinery. Saat ini, Indonesia merupakan salah satu basis produksi Clariant paling kompetitif. Dengan jumlah karyawan lebih dari 1150 orang, Clariant memiliki sepuluh fasilitas bisnis, termasuk enam fasilitas produksi. Pada tahun lalu, ia juga menambah fasilitas produksi bleaching earth di Gresik, Jawa Timur. Fasilitas terbaru ini meningkatkan kapasitas produksi regional Clariant untuk bleaching earth sebesar 35%. Hal yang membuat Clariant di Indonesia unik adalah selain karena memiliki basis produksi yang kuat, negara ini juga memiliki pasar konsumen yang berkembang pesat. Hal ini menciptakan keseimbangan antara pasokan dan permintaan dari sisi rantai pasok,
  • 11.
    Clariant mengambil manfaatdari peluang yang ada melalui operasi berstandar tinggi secara terus menerus. Standar kualitas seperti ISO 9001:2008, ISO 14001:2004 dan OHSAS 18001:2007, serta diperolehnya sertifikasi Halal dari MUI merupakan beberapa perwujudan keunggulan operasional Clariant Pada Januari 2015, Clariant Indonesia mencatat tonggak sejarah lainnya dalam pembangunan komunitas melalui corporate citizenship program “Clariant School Adoption” di Tangerang. Program ini memberikan manfaat kepada ratusan siswa di Tangerang dengan cara meningkatkan profesionalitas guru serta mendukung mereka dalam mendidik siswa guna meraih masa depan yang lebih baik. PT CLARIANT berhasil mengimplemantasikan solusi Business Intelligent (BI), yakni SAP NetWeaver Business Intelligent (SAP NetWeaver BI). Ini merupakan suatu solusi yang mengolah data mentah menjadi informasi pendukung pengambilan keputusan perusahaan dan proses bisnis sehingga mampu memberikan gambaran lengkap dari bisnis untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda dari para pengguna, professional TI dan manajemen senior. Solusi ini disediakan melalui teknologi portal enterprise dan menyediakan kepada para penggunanya suatu infrastruktur andal, peralatan yang komprehensif, kemampuan untuk melakukan perencanaan dan simulasi, serta fungsionalitas data-warehousing. Aplikasi Business Intelligent diperlukan perusahaan untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis dan menyediakan akses ke data guna membantu penggunanya mengambil keputusan bisnis secara akurat. SAP (System Application and Product) adalah software ERP (Enterprise Resources Planning), yaitu merupakan tools IT dan manajemen dalam membantu pencanaan dan kebijakan perusahaan didalam mengambil keputusan, serta merupakan software yang diimplementasikan untuk mendukung organisasi dalam menjalankan kegiatan operasional secara lebih efisien dan efektif. SAP terdiri dari serangkaian modul aplikasi yang mampu mendukung semua transaksi perusahaan. Semua modul dalam aplikasi SAP dapat diintegrasikan secara terpadu antara satu dengan lainnya serta memungkinkan ketersediaan data yang akurat dan aktual. ERP merupakan suatu perangkat lunak yang didesain untuk memadukan proses bisnis yang ada, pengunaan database perusahaan untuk menghasilkan informasi yang valid. ERP dan Business Intelligence mempunyai keterkaitan, ERP merupakan sistem yang menintegrasikan seluruh sistem yang ada dalam suatu perusahaan untuk mendapatkan informasi yang benar dan digunakan untuk pengambilan keputusan.
  • 12.
    Proses implementasi BusinessPT CLARIANT dapat berjalan dengan baik karena garis besar cakupan proyek dan indikator kinerja kunci perusahaan sangat jelas. Di samping itu, proses implementasi secara hirarki dan dengan dukungan tenaga-tenaga konsultan yang professional dan berkualitas juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan proses implementasi. Konsultan yang andal memahami bahwa pendekatan dari bottom up untuk mengimplementasikan business intelligent akan membutuhkan waktu yang panjang. Sedangkan metode top down merupakan metode yang tepat untuk mengimplementasikan Business Intelligent.
  • 13.
    Daftar Pustaka "Putra, Y.M. (2018). Pengantar Sistem Informasi. Modul Kuliah Sistem Informasi Manajemen. FEB-Universitas Mercu Buana: Jakarta". "Putra, Y. M. (2019). Analysis of Factors Affecting the Interests of SMEs Using Accounting Applications. Journal of Economics and Business, 2(3)". "Hanifah, S., Sarpingah, S., & Putra, Y. M. (2020). The Effect of Level of Education, Accounting Knowledge, and Utilization Of Information Technology Toward Quality The Quality of MSME’s Financial Reports. In The 1st Annual Conference Economics, Business, and Social Sciences (ACEBISS) 2019, 1(3) (Vol. 1, No. 3)". https://www.jurnal.id/id/blog/mengenal-sistem-informasi-manajemen-dan- manfaatnya-bagi-perusahaan/#Apa_itu_Sistem_Informasi_Manajemen http://eprints.ums.ac.id/12619/3/Ghilar_Adhitya_Bab_I.pdf http://repository.uin-suska.ac.id/4130/3/BAB%20II.pdf https://novialuzni.wordpress.com/2018/11/06/sip-sim-spk/