DIPLOMASI
                   TUGAS,TUJUAN DAN FUNGSI

A. TUGAS
   Pada dasarnya, tugas seorang perwakilan diplomatik adalah untuk mewakili kepentingan
negara pengirim di negara penerima dan menjadi penghubung antarpemerintahan kedua
negara.

Berdasarkan pada pasal 3 Konvensi Wina 1961, tugas seorang perwakilan diplomatik
meliputi :

1.Mewakili negara pengirim di negara penerima. (representasi)

2.Melindungi kepentingan negara pengirim dan kepentingan warga negaranya di negara
penerima dalam batas-batas yang diperkenankan oleh hukum internasional. (proteksi)

3.Melakukan perundingan dengan pemerintah negara penerima. (Negosiasi)

4.Memperoleh kepastian dengan semua cara yang sah tentang keadaan dan perkembangan
negara penerima dan melaporkannya kepada negara pengirim.

5.Meningkatkan hubungan persahabatan antara dua negara serta mengembangkan
hubungan ekonomi, kebudayaan dan ilmu pengetahuan.

REPRESENTASI

 Menurut Gerhard von Glahn, yang dimaksud dengan representasi adalah tidak terbatas
pada tugas seremonial saja, akan tetapi juga meliputi hak untuk meminta kejelasan (baik
protes, meminta penjelasan dan melakukan penyelidikan) pada pemerintah negara
setempat sebab ia mewakili kebijakan politik dari negara yang mengirimnya.
 Sementara itu, bagi Indonesia, hubungan luar negeri yang dilakukan oleh perwakilannya
sesuai dengan politik luar negerinya yang bebas aktif yang dilakukan demi kepentingan
nasional melalui diplomasi yang :

-kreatif

-aktif

-antisipasif

Dengan berpedoman pada hukum internasional yang berlaku.
PROTEKSI

 Proteksi itu juga menyangkut negara ketiga saat perwakilan diplomatik yang bersangkutan
itu sedang transit di negara yang bersangkutan. Dalam perkembangannya dalam
pembicaraan-pembicaraan di Sidang Umum PBB seiring dengan adanya peningkatan
kegiatan terorisme, ada dua prinsip yang muncul dan sangat fundamental dalam hal itu,
yaitu :

Semua negara harus melaksanakan kewajiban-kewajiban internasional               masing-
masing dengan menaati ketentuan konvensi termasuk peningkatannya.

Perlunya peningkatan tindakan-tindakan khusus guna melindungi individu-individu dan
perwakilan karena ada kesenjangan-kesenjangan yang ada dalam aturan konvensi yang kini
diserahkan kepada negara itu sendiri untuk menafsirkan dan melaksanakna tindakan khusus
tentang proteksi melalui sistem perundangan nasional masing-masing negara.

NEGOSIASI

Yang dapat duduk dalam sebuah perundingan pada umumnya adalah negara-negara yang
berdaulat dan berkepentingan. Akan tetapi dapat diberlakukan satu pengecualian dimana
apabila diizinkan oleh negara peserta yang lain, negara-negara yang belum merdeka dan
mendapatkan kedaulatan penuh untuk duduk di perundingan.

Seringkali jika perundingan itu dilakuka oleh utusan khusus, terutama untuk masalah-
masalah yang sifatnya teknis.

MENGUMPULKAN DATA DENGAN CARA YANG SAH DAN MELAPORKANNYA KE NEGARA
PENGIRIM.

Hal ini adalah penting untuk dilakukan guna memperlancar kepengurusan kepentingan
negaranya di luar negeri.

MENINGKATKAN          HUBUNGAN       PERSAHABATAN        ANTARA       DUA      NEGARA

Dalam melaksanakan hubungan luar negeri, perlu untuk :

- Memadukan seluruh potensi kerja sama daerah untuk menciptakan sinergi dalam
 melaksanakan hubungan luar negeri.

- Mencari terobosan baru.

- Menyediakan data yang diperlukan

- Mencari mitra di luar negeri.

- Mempromosikan potensi daerah di luar negeri.
- Memfasilitasi penyelenggaraan hubungan luar negeri.

- Memberi perlindungan pada semua kepentingan nasional di luar negeri.Mengarahkan
kerjasama agar lebih efektif.

B. TUJUAN
ada lima tujuan utama diplomasi yaitu:

   1.   acquisition (perolehan)
   2.   preservation (pemeliharaan)
   3.   augmentation (penambahan)
   4.   distribution (pembagian yang adil)
   5.   pencapaian siddhi (kebahagaian)

    Tujuan utama diplomasi adalah untuk menjamin kepentingan (keuntungan) maksimum
negara sendiri, dengan pemeliharaan keamanan sebagai kepentingan utamanya. Namun
demikian kepentingan lainnya tetap menjadi perhatian seperti ekonomi, perdagangan,
perlindungan warga negara, mengembangkan budaya dan ideologi, peningkatan prestise
nasional serta memperoleh persahabatan dengan negara lain. Tujuan-tujuan diplomasi yang
dikemukakan oleh Kautilya sangat bernilai Realisme dimana keamanan negara menjadi
prioritas dan tolak ukur keamanan suatu negara.

Sedangkan L.Roy mengemukakan dua jenis tujuan Diplomasi, yaitu :

   1. Tujuan Utama : Mencapai tujuan nasional atau memajukan kepentingan nasional
   2. Tujuan Khusus, meliputi :

        -Politik       :mewujudkan integritas dan kebebasan politik, membujuk negara
                       lain untuk bertindak sesuai dengan keinginan kita serta mencapai
                       tujuan dengan cara damai.


        -Ekonomi      :mencapai perolehan ekonomi demi kepentingan bangsa.


        -Budaya        :mempengaruhi pendapat umum negara lain lain dengan metode
                       budaya.


        -Ideolog       :Memasukan negara lain ke dalam ideologi negara sendiri,
                       melestarikan      sistem politik,   ekonomi   dan   sosial   budaya
                       negara, menyebarkan sistem dan menghalangi sistem.
C. FUNGSI
    Fungsidiplomasi    :fungsinyaadalahuntukmendamaikanberagamnyakepentinganiniatau
paling                     tidakmembuatnyaberkesesuaian.                   Sedangkan,
fungsiutamanyaadalahnegosiasi.Diplomasimempunyairuanglingkupmenyelesaikanperbedaa
n-perbedaandanmenjaminkepentingan-kepentingannegara-negaramelaluinegosiasi       yang
sukses.Bilanegosiasigagal,        tidakmenutupkemungkinanterjadinyakonflik       yang
lebihbesaryakni, peperanganantarnegara.

Fungsi diplomasi adalah :
   1. Mewakili Negara pengirim di dalam Negara Penerima.
   2. melindungi kepentingan Negara pengirim dan Warga negaranya di Negarapenerima
       di dalamBatas-batas yang diizinkan oleh hukum Internasional.
   3. Mengadakan persetujuan dengan pemerintah Negara penerima.
   4. Memberikan keterangan tentang kondisi dan Dan perkembangan Negara penerima,
       sesuaidengan undang-undang dan melaporkan kepadapemerintah Negara pengirim.
   5. Memelihara hubungan persahabatan antara kedua Negara.




Nama Kelompok:
   1. A. Hasan Al Husain (E13110002)
   2. Achmad Firdaus H. (E13110273)

Tugas diplomasi 1

  • 1.
    DIPLOMASI TUGAS,TUJUAN DAN FUNGSI A. TUGAS Pada dasarnya, tugas seorang perwakilan diplomatik adalah untuk mewakili kepentingan negara pengirim di negara penerima dan menjadi penghubung antarpemerintahan kedua negara. Berdasarkan pada pasal 3 Konvensi Wina 1961, tugas seorang perwakilan diplomatik meliputi : 1.Mewakili negara pengirim di negara penerima. (representasi) 2.Melindungi kepentingan negara pengirim dan kepentingan warga negaranya di negara penerima dalam batas-batas yang diperkenankan oleh hukum internasional. (proteksi) 3.Melakukan perundingan dengan pemerintah negara penerima. (Negosiasi) 4.Memperoleh kepastian dengan semua cara yang sah tentang keadaan dan perkembangan negara penerima dan melaporkannya kepada negara pengirim. 5.Meningkatkan hubungan persahabatan antara dua negara serta mengembangkan hubungan ekonomi, kebudayaan dan ilmu pengetahuan. REPRESENTASI Menurut Gerhard von Glahn, yang dimaksud dengan representasi adalah tidak terbatas pada tugas seremonial saja, akan tetapi juga meliputi hak untuk meminta kejelasan (baik protes, meminta penjelasan dan melakukan penyelidikan) pada pemerintah negara setempat sebab ia mewakili kebijakan politik dari negara yang mengirimnya. Sementara itu, bagi Indonesia, hubungan luar negeri yang dilakukan oleh perwakilannya sesuai dengan politik luar negerinya yang bebas aktif yang dilakukan demi kepentingan nasional melalui diplomasi yang : -kreatif -aktif -antisipasif Dengan berpedoman pada hukum internasional yang berlaku.
  • 2.
    PROTEKSI Proteksi itujuga menyangkut negara ketiga saat perwakilan diplomatik yang bersangkutan itu sedang transit di negara yang bersangkutan. Dalam perkembangannya dalam pembicaraan-pembicaraan di Sidang Umum PBB seiring dengan adanya peningkatan kegiatan terorisme, ada dua prinsip yang muncul dan sangat fundamental dalam hal itu, yaitu : Semua negara harus melaksanakan kewajiban-kewajiban internasional masing- masing dengan menaati ketentuan konvensi termasuk peningkatannya. Perlunya peningkatan tindakan-tindakan khusus guna melindungi individu-individu dan perwakilan karena ada kesenjangan-kesenjangan yang ada dalam aturan konvensi yang kini diserahkan kepada negara itu sendiri untuk menafsirkan dan melaksanakna tindakan khusus tentang proteksi melalui sistem perundangan nasional masing-masing negara. NEGOSIASI Yang dapat duduk dalam sebuah perundingan pada umumnya adalah negara-negara yang berdaulat dan berkepentingan. Akan tetapi dapat diberlakukan satu pengecualian dimana apabila diizinkan oleh negara peserta yang lain, negara-negara yang belum merdeka dan mendapatkan kedaulatan penuh untuk duduk di perundingan. Seringkali jika perundingan itu dilakuka oleh utusan khusus, terutama untuk masalah- masalah yang sifatnya teknis. MENGUMPULKAN DATA DENGAN CARA YANG SAH DAN MELAPORKANNYA KE NEGARA PENGIRIM. Hal ini adalah penting untuk dilakukan guna memperlancar kepengurusan kepentingan negaranya di luar negeri. MENINGKATKAN HUBUNGAN PERSAHABATAN ANTARA DUA NEGARA Dalam melaksanakan hubungan luar negeri, perlu untuk : - Memadukan seluruh potensi kerja sama daerah untuk menciptakan sinergi dalam melaksanakan hubungan luar negeri. - Mencari terobosan baru. - Menyediakan data yang diperlukan - Mencari mitra di luar negeri. - Mempromosikan potensi daerah di luar negeri.
  • 3.
    - Memfasilitasi penyelenggaraanhubungan luar negeri. - Memberi perlindungan pada semua kepentingan nasional di luar negeri.Mengarahkan kerjasama agar lebih efektif. B. TUJUAN ada lima tujuan utama diplomasi yaitu: 1. acquisition (perolehan) 2. preservation (pemeliharaan) 3. augmentation (penambahan) 4. distribution (pembagian yang adil) 5. pencapaian siddhi (kebahagaian) Tujuan utama diplomasi adalah untuk menjamin kepentingan (keuntungan) maksimum negara sendiri, dengan pemeliharaan keamanan sebagai kepentingan utamanya. Namun demikian kepentingan lainnya tetap menjadi perhatian seperti ekonomi, perdagangan, perlindungan warga negara, mengembangkan budaya dan ideologi, peningkatan prestise nasional serta memperoleh persahabatan dengan negara lain. Tujuan-tujuan diplomasi yang dikemukakan oleh Kautilya sangat bernilai Realisme dimana keamanan negara menjadi prioritas dan tolak ukur keamanan suatu negara. Sedangkan L.Roy mengemukakan dua jenis tujuan Diplomasi, yaitu : 1. Tujuan Utama : Mencapai tujuan nasional atau memajukan kepentingan nasional 2. Tujuan Khusus, meliputi : -Politik :mewujudkan integritas dan kebebasan politik, membujuk negara lain untuk bertindak sesuai dengan keinginan kita serta mencapai tujuan dengan cara damai. -Ekonomi :mencapai perolehan ekonomi demi kepentingan bangsa. -Budaya :mempengaruhi pendapat umum negara lain lain dengan metode budaya. -Ideolog :Memasukan negara lain ke dalam ideologi negara sendiri, melestarikan sistem politik, ekonomi dan sosial budaya negara, menyebarkan sistem dan menghalangi sistem.
  • 4.
    C. FUNGSI Fungsidiplomasi :fungsinyaadalahuntukmendamaikanberagamnyakepentinganiniatau paling tidakmembuatnyaberkesesuaian. Sedangkan, fungsiutamanyaadalahnegosiasi.Diplomasimempunyairuanglingkupmenyelesaikanperbedaa n-perbedaandanmenjaminkepentingan-kepentingannegara-negaramelaluinegosiasi yang sukses.Bilanegosiasigagal, tidakmenutupkemungkinanterjadinyakonflik yang lebihbesaryakni, peperanganantarnegara. Fungsi diplomasi adalah : 1. Mewakili Negara pengirim di dalam Negara Penerima. 2. melindungi kepentingan Negara pengirim dan Warga negaranya di Negarapenerima di dalamBatas-batas yang diizinkan oleh hukum Internasional. 3. Mengadakan persetujuan dengan pemerintah Negara penerima. 4. Memberikan keterangan tentang kondisi dan Dan perkembangan Negara penerima, sesuaidengan undang-undang dan melaporkan kepadapemerintah Negara pengirim. 5. Memelihara hubungan persahabatan antara kedua Negara. Nama Kelompok: 1. A. Hasan Al Husain (E13110002) 2. Achmad Firdaus H. (E13110273)