Titrasi Nitrimetri
(Diazotization titration)
Dina Maulina
E0018013
2A
Pengertian
 Nitrimetri adalah metoda titrasi yang
menggunakan NaNO2 (natrium nitrit) sebagai
larutan baku dalam suasanaasam.
 Pada suasana asam, NaNO2 berubah menjadi HNO2
(asam nitrit) yang akan bereaksi dengan sampel
yang dititrasi membentuk garam diazonium.
Sample
Zat yang dapat dititrasi dengan nitrimetri
adalah zat yang mengandung gugus –NH2 (amin)
aromatis primer atau zat lain yang dapat
dihidrolisis/direduksi menjadi amin aromatis
primer.
Sample
Amino Salicylic acidBenzocainePyrimethamine
Procaine Procainamide Dapsone
Sulfonamide Succinyl Sulfathiazole Phthalylsulfathiazole
Katalis
Pembentukan garam diazonium berjalan lambat,
oleh karena itu untuk mempercepatnya dapat
ditambahkan KBr (kalium bromida) sebagai katalis. KBr
akan mengikat NO2- membentuk nitrosobromid. Bentuk
ini mempercepat reaksi karena bentuk keto dari tautomer
ditiadakan dengan terbentuk enol (o=N-Br /
nitrosobromid.)
Penentuan titik akhir titrasi
1. Visual
 Indikator Dalam
(tropeolin-oo dan metilen blue)
 Indikator Luar
(pasta kanji)
2. Elektrometri (potensiometri)
Indikator Dalam (Campuran atas
Tropeolin OO- Metilen Blue)
Tropeolin OO merupakan indikator Asam basa yang
berwarna merah dalam suasana asam dan kuning bila
dioksidasi oleh adanya kelebihan HNO2, sedangkan
metilen biru sebagai pengkontras warna sehingga pada
TAT akan terjadi perubahan warna ungu menjadi biru
samapai hijau tergantung senyawa yang dititrasi.
Indikator Dalam
Indikator dalam adalah indikator yang
dimasukkan ke dalam Erlenmeyer, penggunaan
indikator dalam mempunyai kelebihan dan
kekurangan, yaitu :
Kelebihan :
 Cara kerja cepat dan praktis
 Dapat dilakukan pada suhu kamar
Kekurangan :
 Penggunaan terbatas hanya untuk beberapa zat saja,
Untuk beberapa zat lainnya perubahannya tidak jelas
Indikator Luar
Yang digunakan adalah pasta Kanji-Iodida atau Kertas
Kanji-Iodida, adanya kelebihan asam nitrit akan mengoksidasi I-
menjadi I2 sehingga dan adanya kanji atau amilum akan
menghasilkan warna biru. Indikator kanji peka terhadap kelebihan
0,05 – 0,10 ml NaNO2 dalam 200 ml larutan.
TAT tercapai apabila pada larutan yang dititrasi pada pasta
Kanji-Iodida akan terbentuk warna biru.
Reaksi sebagai berikut:
4 KI + 4 HCl + O2 → 2H2O + 2 I2 + 4 KCl
I2 + Kanji → Kanji –Iod (Biru)
Indikator Luar
Indikator luar diletakkan diluar Erlenmeyer.
Kelebihan :
 Untuk beberapa zat lebih tepat dipakai karena
perubahan warna lebih jelas
Kekurangan :
 Cara kerja tidak praktis
 Terlalu sering menotol menyebabkan
adanya kemungkinan zat terbuang
 Titrasi harus dilakukan pada suhu dibawah 15oc
Elektrometri (potensiometri)
Elektroda yang digunakan
adalah sepasang elektroda platinum,
atau elektroda natrium. Titik akhir
ditandai dengan terdepolarisasinya
elektroda tersebut sehingga jarum
petunjuk pada galvanometer tidak
kembali ketempat semula.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
 Apabila digunakan indicator luar, suhu harus
dibawah 15oc karena bila suhu tinggi garam
diazonium akan pecah → uap NO → hasil tidak
akurat, bila menggunakan indicator dalam
suhunya tidak harus 15oc tetapi harus tetap dijaga
supaya tidak terlalu tinggi.
 Penetesan nano2 dari buret jangan terlalu cepat
karena pembentukan garam diazonium
memerlukan waktu yang lama. Bila penetesan
terlalu cepat → HONO belum bereaksi dengan
sampel → begitu diteteskan dengan indicator luar
akan menimbulkan warna biru langsung, maka
hasil tidak akurat.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
 Pemakaian kbr boleh dilakukan ataupun tidak,
tetapi apabila tidak ditambahkan kbr suhu harus
dibawah 15oc
 Bila menggunakan indicator luar, hati-hati pada
reaksi titik akhir palsu. Titik akhir dicapai bila saat
digoreskan pada pasta kanji-ki langsung terbentuk
warna biru. Bila lama-kelamaan pasta-kanji-ki
menjadi biru bukan titik akhir, hal ini bisa terjadi
karena oksidasi udara atau garam diazonium yang
bereaksi dengan KI
Hal-hal yang perlu diperhatikan
 pH harus asam karena apabila keasaman kurang
maka titik akhir titrasi tidak jelas dan garam
diazonium yang terbentuk tidak sempurna karena
garam diazonium tidak stabil pada suasana netral
atau basa.
Terimakasih...

Titrasi Nitrimetri

  • 1.
  • 2.
    Pengertian  Nitrimetri adalahmetoda titrasi yang menggunakan NaNO2 (natrium nitrit) sebagai larutan baku dalam suasanaasam.  Pada suasana asam, NaNO2 berubah menjadi HNO2 (asam nitrit) yang akan bereaksi dengan sampel yang dititrasi membentuk garam diazonium.
  • 3.
    Sample Zat yang dapatdititrasi dengan nitrimetri adalah zat yang mengandung gugus –NH2 (amin) aromatis primer atau zat lain yang dapat dihidrolisis/direduksi menjadi amin aromatis primer.
  • 4.
    Sample Amino Salicylic acidBenzocainePyrimethamine ProcaineProcainamide Dapsone Sulfonamide Succinyl Sulfathiazole Phthalylsulfathiazole
  • 5.
    Katalis Pembentukan garam diazoniumberjalan lambat, oleh karena itu untuk mempercepatnya dapat ditambahkan KBr (kalium bromida) sebagai katalis. KBr akan mengikat NO2- membentuk nitrosobromid. Bentuk ini mempercepat reaksi karena bentuk keto dari tautomer ditiadakan dengan terbentuk enol (o=N-Br / nitrosobromid.)
  • 6.
    Penentuan titik akhirtitrasi 1. Visual  Indikator Dalam (tropeolin-oo dan metilen blue)  Indikator Luar (pasta kanji) 2. Elektrometri (potensiometri)
  • 7.
    Indikator Dalam (Campuranatas Tropeolin OO- Metilen Blue) Tropeolin OO merupakan indikator Asam basa yang berwarna merah dalam suasana asam dan kuning bila dioksidasi oleh adanya kelebihan HNO2, sedangkan metilen biru sebagai pengkontras warna sehingga pada TAT akan terjadi perubahan warna ungu menjadi biru samapai hijau tergantung senyawa yang dititrasi.
  • 8.
    Indikator Dalam Indikator dalamadalah indikator yang dimasukkan ke dalam Erlenmeyer, penggunaan indikator dalam mempunyai kelebihan dan kekurangan, yaitu : Kelebihan :  Cara kerja cepat dan praktis  Dapat dilakukan pada suhu kamar Kekurangan :  Penggunaan terbatas hanya untuk beberapa zat saja, Untuk beberapa zat lainnya perubahannya tidak jelas
  • 9.
    Indikator Luar Yang digunakanadalah pasta Kanji-Iodida atau Kertas Kanji-Iodida, adanya kelebihan asam nitrit akan mengoksidasi I- menjadi I2 sehingga dan adanya kanji atau amilum akan menghasilkan warna biru. Indikator kanji peka terhadap kelebihan 0,05 – 0,10 ml NaNO2 dalam 200 ml larutan. TAT tercapai apabila pada larutan yang dititrasi pada pasta Kanji-Iodida akan terbentuk warna biru. Reaksi sebagai berikut: 4 KI + 4 HCl + O2 → 2H2O + 2 I2 + 4 KCl I2 + Kanji → Kanji –Iod (Biru)
  • 10.
    Indikator Luar Indikator luardiletakkan diluar Erlenmeyer. Kelebihan :  Untuk beberapa zat lebih tepat dipakai karena perubahan warna lebih jelas Kekurangan :  Cara kerja tidak praktis  Terlalu sering menotol menyebabkan adanya kemungkinan zat terbuang  Titrasi harus dilakukan pada suhu dibawah 15oc
  • 11.
    Elektrometri (potensiometri) Elektroda yangdigunakan adalah sepasang elektroda platinum, atau elektroda natrium. Titik akhir ditandai dengan terdepolarisasinya elektroda tersebut sehingga jarum petunjuk pada galvanometer tidak kembali ketempat semula.
  • 12.
    Hal-hal yang perludiperhatikan  Apabila digunakan indicator luar, suhu harus dibawah 15oc karena bila suhu tinggi garam diazonium akan pecah → uap NO → hasil tidak akurat, bila menggunakan indicator dalam suhunya tidak harus 15oc tetapi harus tetap dijaga supaya tidak terlalu tinggi.  Penetesan nano2 dari buret jangan terlalu cepat karena pembentukan garam diazonium memerlukan waktu yang lama. Bila penetesan terlalu cepat → HONO belum bereaksi dengan sampel → begitu diteteskan dengan indicator luar akan menimbulkan warna biru langsung, maka hasil tidak akurat.
  • 13.
    Hal-hal yang perludiperhatikan  Pemakaian kbr boleh dilakukan ataupun tidak, tetapi apabila tidak ditambahkan kbr suhu harus dibawah 15oc  Bila menggunakan indicator luar, hati-hati pada reaksi titik akhir palsu. Titik akhir dicapai bila saat digoreskan pada pasta kanji-ki langsung terbentuk warna biru. Bila lama-kelamaan pasta-kanji-ki menjadi biru bukan titik akhir, hal ini bisa terjadi karena oksidasi udara atau garam diazonium yang bereaksi dengan KI
  • 14.
    Hal-hal yang perludiperhatikan  pH harus asam karena apabila keasaman kurang maka titik akhir titrasi tidak jelas dan garam diazonium yang terbentuk tidak sempurna karena garam diazonium tidak stabil pada suasana netral atau basa.
  • 15.