SAYONARA 2009
                        31 Desember 2009, By: Sariana




Berakhir sudah kebersamaanku dengannya

Sulit rasanya untuk melepaskan genggamanku akan dirinya

Berat tanganku untuk sekedar lambaikan pada dirinya



Dirinya yang tak akan kembali

Bersama tetes air mata yang terjatuh

Semua nyata berubah menjadi berjuta kenangan

Namun secercah harapan masih

menemani ku memasuki tahun-tahun yang baru



harapanku akan selalu terukir di prasasti hatiku

hingga pencapaian yang nyata berpayungkan waktu

menghapusnya,

meneteskan kelegaan,

mengikis habis risau di hati ini....
CERMIN WAKTU
    By: Sariana, On my sweet 17th birthday, December 30th 2009



                  Derap waktu semakin cepat

                Aku berdiri menghalau mereka

                    Namun usahaku sia-sia



                Kini ku mematung di suatu titik

             Entah seperberapa dari total hidupku

                      Kepalaku tertunduk

       Mataku memandang jauh pada dua sisi hidupku



            Terbayang kembali nostalgia masa lalu,

       yang tak mungkin lagi ku rangkul dan ku dekap

              berat rinduku pada masa-masa itu



                            Namun,

         Kini aku dihadapkan pada suatu keharusan,

                  menerawang masa depanku

yang diharap tak akan mengecewakan sang waktu di masa silam



        Mozaik kehidupan perlahan ku susun di benak,

                 dalam wujud perencanaanku

                   Menapak jejak yang pasti,

                      menjauhi kenangan,

              meraih jutaan cahaya di hari esok....




                                                          By: Sariana, 15 Juni 2010
Burung di Sangkar Penangkaran                           Sebuah suara hati…



Kala sang mentari telah membuka mata

Dedaunan tersenyum indah dengan kilau rona hijaunya

Makhluk malam menyingkir, dan kini

Tibalah giliran bagi makhluk siang tuk kuasai dunia



Burung-burung kepakkan sayapnya

Terbang ke mana mereka mau

Pamerkan seringai kegirangan



Mataku tak kuasa melihat itu

Seringai mereka mengalirkan sungai di sudut mataku

Aku yang tak dapat gunakan sayapku tuk raih keceriaan

Aku yang masih dalam sangkar penangkaran

Yang entah kapan terbebaskan



Batinku tergores,

dan semakin tertusuk setiap ku lihat

betapa gembiranya mereka peroleh kebebasan



Ku rasa tak aada yang mampu

Dalami isi hatiku, pahami inginku

Betapa ingin daku

Terbang bersama mereka, songsong langit cerah

Tersenyum bersama, lukiskan kegembiraan yang nyata



Namun aku tak dapat wujudkan itu

Kekhawatiran dan ketidakpercayaan membelengguku!

Aku terkurung dan terkungkung

Hingga cerahnya mentari tak mampu cerahkan hatiku
Dalam Makna Diam
                             Created by Sariana, on Nov, 27th 2010

                 Ya Allahu Rabbiy…

        Minggu ini terasa begitu sulit bagiku

     Gelombang hidup yang beriak melawan arah,

    membuat langkahku berat tuk lalui ini semua

 Deburan ombak riuh redam,bergulung silih berganti

Sejenak mereda kemudian yang lain menerpaku kembali




        Degup jantung tak henti memburuku

          Menuntut diri segera gapai solusi

           Lemas dan remuk rasa tubuh ini

      Rebah jatuh pada tumpukan kerikil tajam,

  tertancap ranting runcing di tengah dada terdalam




           Terpejam ku dalam makna diam

          Coba pandang ini dari semua sisi

   Menahan sedih dalam penantian kepastian solusi

   Dadaku sesak, udara terasa kurang tuk ku hirup




                Andai tiada larangan,

     Ingin ku habiskan waktu tuk curahkan tangis

            Agar berkurang beban di sini

                Andai tiada larangan,

      Ingin ku teriakkan sekerasnya pada dunia

                Tentang prihalku ini
Namun,

             Dalam makna diam

   Ku coba redam segala hasrat tak terpuji

     Biarkan pikir berdiskusi dengan hati

Biarkan waktu membuat masalah segera menepi

   Ku pasrahkan Allah tunjukkan kuasa-Nya

   Biarlah ku menangis dalam makna diam




                   Allah…

             Bimbing lah daku…
Bebas!
             (Created by Sariana, On February, 9th 2011….)

                             Malam ini,

                   Ya! Tepat di malam sunyi ini

          Ketika berpasang-pasang mata telah terlelap

           di pundak sang malam yang mendaki larut

              Aku benar-benar telah terbebas dari

               beban rasa yang memborgol diriku

                         sejak masa lalu itu



                              Sungguh,

              Setengah tak percaya, namun ku rasa

                          Aku telah pulih!

                      Serpihan merah jambu

          yang sempat ku simpan pasca retak dahulu,

                     kini sudah jauh terbuang



                     Dan engkau tahu teman?

              Aku tersenyum lega untuk hal ini! ^_^

Tentunya karena aku telah membayar mahal untuk kesembuhan ini:
air mata, gundah, gelisah….



                 Thanks to Allah,

      Telah menghadirkan permata nan indah

        dari kedalaman samudera kasih-Nya

Menyamarkan masa lalu yang bukan keberuntunganku

           Alhamdulillahirabbil’alamiin…

                 Sungguh ya Allah,

        Begitu ku rasakan hangat kasih-Mu

 Dan daku ingin selalu nikmati ini sepanjang usiaku

               Dekaplah daku selalu

      Ku ingin bahagia dalam mengingat-Mu

The Shorts

  • 1.
    SAYONARA 2009 31 Desember 2009, By: Sariana Berakhir sudah kebersamaanku dengannya Sulit rasanya untuk melepaskan genggamanku akan dirinya Berat tanganku untuk sekedar lambaikan pada dirinya Dirinya yang tak akan kembali Bersama tetes air mata yang terjatuh Semua nyata berubah menjadi berjuta kenangan Namun secercah harapan masih menemani ku memasuki tahun-tahun yang baru harapanku akan selalu terukir di prasasti hatiku hingga pencapaian yang nyata berpayungkan waktu menghapusnya, meneteskan kelegaan, mengikis habis risau di hati ini....
  • 2.
    CERMIN WAKTU By: Sariana, On my sweet 17th birthday, December 30th 2009 Derap waktu semakin cepat Aku berdiri menghalau mereka Namun usahaku sia-sia Kini ku mematung di suatu titik Entah seperberapa dari total hidupku Kepalaku tertunduk Mataku memandang jauh pada dua sisi hidupku Terbayang kembali nostalgia masa lalu, yang tak mungkin lagi ku rangkul dan ku dekap berat rinduku pada masa-masa itu Namun, Kini aku dihadapkan pada suatu keharusan, menerawang masa depanku yang diharap tak akan mengecewakan sang waktu di masa silam Mozaik kehidupan perlahan ku susun di benak, dalam wujud perencanaanku Menapak jejak yang pasti, menjauhi kenangan, meraih jutaan cahaya di hari esok.... By: Sariana, 15 Juni 2010
  • 3.
    Burung di SangkarPenangkaran Sebuah suara hati… Kala sang mentari telah membuka mata Dedaunan tersenyum indah dengan kilau rona hijaunya Makhluk malam menyingkir, dan kini Tibalah giliran bagi makhluk siang tuk kuasai dunia Burung-burung kepakkan sayapnya Terbang ke mana mereka mau Pamerkan seringai kegirangan Mataku tak kuasa melihat itu Seringai mereka mengalirkan sungai di sudut mataku Aku yang tak dapat gunakan sayapku tuk raih keceriaan Aku yang masih dalam sangkar penangkaran Yang entah kapan terbebaskan Batinku tergores, dan semakin tertusuk setiap ku lihat betapa gembiranya mereka peroleh kebebasan Ku rasa tak aada yang mampu Dalami isi hatiku, pahami inginku Betapa ingin daku Terbang bersama mereka, songsong langit cerah Tersenyum bersama, lukiskan kegembiraan yang nyata Namun aku tak dapat wujudkan itu Kekhawatiran dan ketidakpercayaan membelengguku! Aku terkurung dan terkungkung Hingga cerahnya mentari tak mampu cerahkan hatiku
  • 4.
    Dalam Makna Diam Created by Sariana, on Nov, 27th 2010 Ya Allahu Rabbiy… Minggu ini terasa begitu sulit bagiku Gelombang hidup yang beriak melawan arah, membuat langkahku berat tuk lalui ini semua Deburan ombak riuh redam,bergulung silih berganti Sejenak mereda kemudian yang lain menerpaku kembali Degup jantung tak henti memburuku Menuntut diri segera gapai solusi Lemas dan remuk rasa tubuh ini Rebah jatuh pada tumpukan kerikil tajam, tertancap ranting runcing di tengah dada terdalam Terpejam ku dalam makna diam Coba pandang ini dari semua sisi Menahan sedih dalam penantian kepastian solusi Dadaku sesak, udara terasa kurang tuk ku hirup Andai tiada larangan, Ingin ku habiskan waktu tuk curahkan tangis Agar berkurang beban di sini Andai tiada larangan, Ingin ku teriakkan sekerasnya pada dunia Tentang prihalku ini
  • 5.
    Namun, Dalam makna diam Ku coba redam segala hasrat tak terpuji Biarkan pikir berdiskusi dengan hati Biarkan waktu membuat masalah segera menepi Ku pasrahkan Allah tunjukkan kuasa-Nya Biarlah ku menangis dalam makna diam Allah… Bimbing lah daku…
  • 6.
    Bebas! (Created by Sariana, On February, 9th 2011….) Malam ini, Ya! Tepat di malam sunyi ini Ketika berpasang-pasang mata telah terlelap di pundak sang malam yang mendaki larut Aku benar-benar telah terbebas dari beban rasa yang memborgol diriku sejak masa lalu itu Sungguh, Setengah tak percaya, namun ku rasa Aku telah pulih! Serpihan merah jambu yang sempat ku simpan pasca retak dahulu, kini sudah jauh terbuang Dan engkau tahu teman? Aku tersenyum lega untuk hal ini! ^_^ Tentunya karena aku telah membayar mahal untuk kesembuhan ini:
  • 7.
    air mata, gundah,gelisah…. Thanks to Allah, Telah menghadirkan permata nan indah dari kedalaman samudera kasih-Nya Menyamarkan masa lalu yang bukan keberuntunganku Alhamdulillahirabbil’alamiin… Sungguh ya Allah, Begitu ku rasakan hangat kasih-Mu Dan daku ingin selalu nikmati ini sepanjang usiaku Dekaplah daku selalu Ku ingin bahagia dalam mengingat-Mu