Fakultas Teknik
Jurusan teknik Perminyakan
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Hendri/082331317678 Hendri anur #Hendri_anur
Reservoir
Management
Drilling
Production
Operation
Geology &
Geophysics
Production
Engineering
Reservoir
Engineering
Gas & Chemical
Engineering
Environmental
& Legal Aspect
Economic &
Management
Research &
Service Lab
Design &
Construction
Engineering
MANAGEMEN INDUSTRI
PERMINYAKAN
Industri Perminyakan : High Tech, High Cost, High Risk
DASAR TEKNIK RESERVOIR
DASAR TEKNIK RESERVOIR
Hydrocarbon Reservoirs
Definisi reservoir :
Reservoir merupakan tempat terakumulasinya
fluida hidrokarbon (minyak dan atau gas) dan air di
bawah permukaan tanah
Unsur Reservoir :
• Batuan reservoir
• Fluida reservoir
• Lapisan penutup (cap rock)
• Perangkap reservoir (reservoir trap)
• Kondisi reservoir (Press. dan Temp.)
• Mekanisme Pendorongan (Drive Mechanism)
• Cadangan
• Kinerja Reservoir (Reservoir Performance)
JENIS BATUAN RESERVOAR :
1. Batu pasir
• Orthoquartzites
• Graywacke
• Arkose
2. Batuan Karbonat
• Limestone
• Dolomite
3. Batuan Shale
1. BATUAN RESERVOIR
DASAR TEKNIK RESERVOIR
Batuan Reservoir
Sifat Fisik Batuan Reservoir
1. Porositas
2. Saturasi Fluida
3. Permeabilitas
4. Wettabilitas
5. Tekanan Kapiler
6. Kompresibilitas
DASAR-DASAR TEKNIK RESERVOIR
POROSITAS
 Perbandingan antara volume ruang pori terhadap
volume total batuan (bulk)
Vb
Vp
Vb
VsVb



Vb : volume batuan total (bulk)
Vs : volume padatan batuan total (grain)
Vp : volume ruang pori total batuan
Klasifikasi
1. Porositas Total, Perbandingan antara total volume pori terhadap
volume batuan (bulk volume)
2. Porositas Efektif, Perbandingan antara volume pori yang saling
berhubungan terhadap volume batuan (bulk volume)
DASAR TEKNIK RESERVOIR
POROSITAS
Pengaruh Susunan Butir
Contoh Soal Porositas
Diketahui:
Sebuah inti batuan (core) dengan data sebagai
berikut:
volume batuan total (Vb), cc = 100
volume padatan batuan total (Vs), cc = 75
volume pori berhubungan Vpef = 50% Vp
Hitunglah:
1. Volume ruang pori-pori total batuan (Vp)
2. Volume ruang pori yang berhubungan (Vpef)
3. Porositas total ()
4. Porositas efektif (ef)
Jawaban Contoh Soal Porositas
1. Vp = Vb – Vs
= (100 – 75) cc
= 25 cc
2. Vpef = 50 % x 25 cc
= 12,5 cc
%25
%100
100
25




3.
%5.12
%100
100
5.12


eff
eff


4.
Case Porositas
Diketahui:
Sebuah inti batuan (core) dengan data sebagai
berikut:
volume batuan total (Vb), cc = 1250
volume padatan batuan total (Vs), cc = 983
volume pori berhubungan Vpef = 43% Vp
Hitunglah:
1. Volume ruang pori-pori total batuan (Vp)
2. Volume ruang pori yang berhubungan (Vpef)
3. Porositas total ()
4. Porositas efektif (ef)
Jawaban Case Porositas
1. Vp = Vb – Vs
= (1250 – 983) cc
= 267 cc
2. Vpef = 0,43 x 267 cc
= 114,81 cc
%36,21
%100
1250
267




3. 4.
%1848,9
%100
1250
81,114
eff
eff




DASAR TEKNIK RESERVOIR
PERMEABILITAS
 Kemampuan suatu batuan untuk mengalirkan fluida
)()(.).(
)(.)(.sec)/(
)(
21
3
atmPPcmsqA
cmLcpcmQ
darcyk



 Permeabilitas absolut
fluida yang mengalir melalui media berpori hanya satu fasa
 Permeabilitas efektif
fluida yang mengalir melalui media berpori lebih dari satu fasa
 Permeabilitas relatif
perbandingan permeabilitas efekyif dengan permeabilitas
absolut
DASAR TEKNIK RESERVOIR
PERMEABILITAS
Faktor yang mempengaruhi :
Porositas
Saturasi
Viskositas
Tekanan
Geometri Aliran
DASAR TEKNIK RESERVOIR
PERMEABILITAS
Hubungan Permeabilitas Dengan Kecepatan Aliran, Viskositas dan
Tekanan
V : kecepatan aliran, cm/detik
 : viskositas fluida, cp
k : permeabilitas media berpori, Darcy
dP/dL: gradien tekanan dalam arah aliran, atm/cm
dL
dP
x
k
v


Contoh Soal Permeabilitas
Sebuah core dengan panjang (L) 1 cm, luas
penampang (A) 1 cm2, dijenuhi air (Sw) 100%,
beda tekanan (P1 – P2) 1 atm, menghasilkan
laju produksi air (Qw) sebesar 1 cc/det, dengan
viskositas air (w) 1 cp.
Pertanyaan:
Berapakah permeabilitas absolut core tersebut?
Jawaban Contoh Soal Permeabilitas
)PP(.A
L..Q
k ww
w
21 


psix1cm1
cm1xcp1xcc/det1
k 2w 
Darcy1kw 
Karena core dijenuhi 100% air, maka kw = K. Jadi harga
permeabilitas absolut-nya = 1 Darcy (1000 mD).
Case Permeabilitas
Sebuah core dengan panjang (L) 2,3 cm,
diameter (d) 3,75 cm2, dijenuhi air (Sw) 100%,
beda tekanan (P1 – P2) 0,5 atm, menghasilkan
laju produksi air (Qw) sebesar 52 cc/det, dengan
viskositas air (w) 0,01845 cp.
Pertanyaan:
Berapakah permeabilitas absolut core
tersebut?
Jawaban Case Permeabilitas
)(.
..
21 PPA
LQ
k ww



0,5x11,04
2,3x0,01845x52
k 
Darcy39975,0k 
A = 1/4 x  x d2
= 1/4 x 3,14 x 3,752
= 11,04 cm2
DASAR TEKNIK RESERVOIR
WETABILITAS
Pembasahan Fluida dalam Pori Batuan
Oil Wet Water Wet
Pori yang terisi Air
Matrik Batuan
Pori yang terisi Minyak
Difinisi :
 Kemampuan batuan untuk dibasahi oleh fasa fluida, jika
diberikan dua fluida yang tidak saling bercampur
(immisible)
DASAR TEKNIK RESERVOIR
WETABILITAS
Kesetimbangan gaya pada batas
Air-Minyak-Padatan
DASAR TEKNIK RESERVOIR
TEKANAN KAPILER
Perbedaan tekanan permukaan dua fluida tak-campur akibat kontak antar
permukaan yang memisahkan kedua fluida tersebut
Pengaruh Tekanan Kapiler
 Mengontrol distribusi saturasi dalam reservoir
 Mekanisme pendorong minyak & gas untuk mengalir
)(
144
h
)(Sw owcP  
h = ketinggian cairan dari WOC, ft
w = densitas air, lb/cuft
o = densitas minyak, lb/cuft
DASAR TEKNIK RESERVOIR
COMPRESSIBILITY
Fraksi perubahan volume material padatan terhadap satuan perubahan
tekanan
dP
dV
.
V
C r
r
r
1

*
p
p
p
dP
dV
.
V
C
1

Cr : Kompressibilitas bulk
Cp : Kompressibilitas pori
Vr : volume padatan
Vp : volume pori
P : tekanan hidrostatik fluida
P* : tekanan luar
(tekanan overburden)
DASAR TEKNIK RESERVOIR
SATURASI FLUIDA
totalporiporivolume
waterolehdiisiyangporiporivolume
Sw



totalporiporivolume
gasolehdiisiyangporiporivolume
Sg



totalporiporivolume
oilolehdiisiyangporiporivolume
So



Sg + So + Sw = 1
So  V + Sg  V = (1 – Sw )  V
 Bervariasi terhadap posisi dalam reservoir
 Bervariasi dengan komulatif produksi reservoir
Contoh Soal Saturasi
Diketahui volume pori-pori batuan yang
terisi minyak 400 cm3, volume pori-pori
yang terisi gas sebanyak 75 cm3,
sedangkan volume total pori-pori adalah
500 cm3.
Pertanyaan :
Hitung saturasi masing-masing fluida
Jawaban Contoh Soal Saturasi
8,0
500
400
So 
15,0
500
75
Sg 
Sg + So + Sw = 1
Jadi 1 – So – Sg = Sw
1 – 0,8 – 0,15 = 0,05
Jadi So = 0,8
Sg = 0,15
Sw = 0,05
Case Saturasi
Diketahui volume pori-pori batuan yang
terisi minyak 176 cm3, volume pori-pori
yang terisi air sebanyak 57 cm3, total
volume pori adalah 250 cm3.
Pertanyaan :
Hitung saturasi masing-masing fluida
Jawaban Case Saturasi
704,0
250
176
So 
228,0
250
57
Sw 
Sg + So + Sw = 1
Jadi 1 – So – Sw = Sg
1 – 0,704 – 0,228 = 0,068
Jadi So = 0,704
Sg = 0,068
Sw = 0,228
2. FLUIDA RESERVOIR
A. Jenis Fluida Reservoir:
Minyak: minyak berat & minyak ringan
Gas: gas kondensate, gas basah & gas kering
Air
B. Sifat Fisik Fluida Reservoir
• Densitas
• Viskositas
• Faktor Volume Formasi
• Kelarutan Gas dalam Minyak
• Kompressibilitas
Natural Gas
Separator Gas
Banyaknya SCF gas yang terlarut dalam satu STB minyak pada kondisi standar 14,7
psi dan 60 oF
Rs = kelarutan gas dalam minyak , scf/stb
P = pressure, psi
g = specific gravity gas, lb/cuft
T = temperatur, oF
2048,1
460)-T(00091,0API0125,0
g 10x4,1
2,18
P
Rs 











 

Kelarutan Gas dalam Minyak (Rs)
Hubungan Rs dengan Tekanan
Contoh Soal Rs
Diketahui data lapangan sebagai berikut :
P = 14,70 psi
T = 716,67 oR
g = 0,65
o = 0,867475
oAPI = 44,5998
Pb = 764,1893 psi
Pertanyaan :
Berapakan Kelarutan gas dalam minyak (Rs)
Jawaban Contoh Soal Rs
= 3,52439 scf/stb
2048,1
460)-T(00091,0API0125,0
g 10x4,1
2,18
P
Rs 











 

2048,1
460)-(716.6700091,05998.440125,0
s
o
10x4,1
2,18
70,14
65,0R 











 
Case Rs
Diketahui data lapangan sebagai berikut :
P = 967 psi
T = 703,2 oR
g = 0,87
o = 0,83
oAPI = 38,98
Pb = 1901 psi
Pertanyaan :
Berapakan Kelarutan gas dalam minyak (Rs)
Jawaban Case Rs
= 225,04 scf/stb
2048,1
460)-T(00091,0API0125,0
gs 10x4,1
2,18
P
R 











 

2048,1
460)-(703,200091,098,380125,0
104,1
2,18
967
87,0 













xRs
Faktor Volume Formasi Minyak (Bo)
Definisi :
Perbandingan volume minyak dan gas terlarut pada kondisi reservoir
dengan volume minyak pada kondisi standard (14,7 psi, 60oF)
Di bawah Pb :
2,10,5
460)-(T25,1000120,09759,0















o
g
o RsB


Di atas Pb :













b
obo
P
p
AEXPBB ln
 API61,121180)460T(2,17R5143310A o
gss
5
 

dimana :














 
7,114
P
Log)460T)()(10(912,51
sep
sepo
5
ggs 
Hubungan FVF dengan Tekanan
Contoh Soal FVF Minyak
Diperoleh data lapangan sebagai berikut :
P = 14,70 psi
T = 716,67 oR
g = 0,65
o = 0,867475
Rs = 3,5245921
Pb = 764,1893 psi
Pertanyaan :
Berapakan Faktor Volume Formasinya ?
Jawaban Contoh Soal FVF Minyak
= 1,099 scf/stb
2,10,5
o
g
o 460)-(T25,1Rs000120,09759,0B

















2,10,5
o 460)-(716,6725,1
867475,0
65,0
524591,3000120,09759,0B















Case FVF Minyak
Diperoleh data lapangan sebagai berikut :
P = 967 psi
T = 703,2 oR
g = 0,87
o = 0,83
Rs = 225,04
Pb = 1901 psi
Pertanyaan :
Berapakan Faktor Volume Formasinya ?
Fakultas Teknik
Jurusan teknik Perminyakan
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Hendri/082331317678 Hendri anur #Hendri_anur

T. Reservoir migas

  • 1.
    Fakultas Teknik Jurusan teknikPerminyakan Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta Hendri/082331317678 Hendri anur #Hendri_anur
  • 2.
    Reservoir Management Drilling Production Operation Geology & Geophysics Production Engineering Reservoir Engineering Gas &Chemical Engineering Environmental & Legal Aspect Economic & Management Research & Service Lab Design & Construction Engineering MANAGEMEN INDUSTRI PERMINYAKAN Industri Perminyakan : High Tech, High Cost, High Risk
  • 4.
  • 5.
    DASAR TEKNIK RESERVOIR HydrocarbonReservoirs Definisi reservoir : Reservoir merupakan tempat terakumulasinya fluida hidrokarbon (minyak dan atau gas) dan air di bawah permukaan tanah Unsur Reservoir : • Batuan reservoir • Fluida reservoir • Lapisan penutup (cap rock) • Perangkap reservoir (reservoir trap) • Kondisi reservoir (Press. dan Temp.) • Mekanisme Pendorongan (Drive Mechanism) • Cadangan • Kinerja Reservoir (Reservoir Performance)
  • 6.
    JENIS BATUAN RESERVOAR: 1. Batu pasir • Orthoquartzites • Graywacke • Arkose 2. Batuan Karbonat • Limestone • Dolomite 3. Batuan Shale 1. BATUAN RESERVOIR
  • 7.
    DASAR TEKNIK RESERVOIR BatuanReservoir Sifat Fisik Batuan Reservoir 1. Porositas 2. Saturasi Fluida 3. Permeabilitas 4. Wettabilitas 5. Tekanan Kapiler 6. Kompresibilitas
  • 8.
    DASAR-DASAR TEKNIK RESERVOIR POROSITAS Perbandingan antara volume ruang pori terhadap volume total batuan (bulk) Vb Vp Vb VsVb    Vb : volume batuan total (bulk) Vs : volume padatan batuan total (grain) Vp : volume ruang pori total batuan Klasifikasi 1. Porositas Total, Perbandingan antara total volume pori terhadap volume batuan (bulk volume) 2. Porositas Efektif, Perbandingan antara volume pori yang saling berhubungan terhadap volume batuan (bulk volume)
  • 9.
  • 10.
    Contoh Soal Porositas Diketahui: Sebuahinti batuan (core) dengan data sebagai berikut: volume batuan total (Vb), cc = 100 volume padatan batuan total (Vs), cc = 75 volume pori berhubungan Vpef = 50% Vp Hitunglah: 1. Volume ruang pori-pori total batuan (Vp) 2. Volume ruang pori yang berhubungan (Vpef) 3. Porositas total () 4. Porositas efektif (ef)
  • 11.
    Jawaban Contoh SoalPorositas 1. Vp = Vb – Vs = (100 – 75) cc = 25 cc 2. Vpef = 50 % x 25 cc = 12,5 cc %25 %100 100 25     3. %5.12 %100 100 5.12   eff eff   4.
  • 12.
    Case Porositas Diketahui: Sebuah intibatuan (core) dengan data sebagai berikut: volume batuan total (Vb), cc = 1250 volume padatan batuan total (Vs), cc = 983 volume pori berhubungan Vpef = 43% Vp Hitunglah: 1. Volume ruang pori-pori total batuan (Vp) 2. Volume ruang pori yang berhubungan (Vpef) 3. Porositas total () 4. Porositas efektif (ef)
  • 13.
    Jawaban Case Porositas 1.Vp = Vb – Vs = (1250 – 983) cc = 267 cc 2. Vpef = 0,43 x 267 cc = 114,81 cc %36,21 %100 1250 267     3. 4. %1848,9 %100 1250 81,114 eff eff    
  • 14.
    DASAR TEKNIK RESERVOIR PERMEABILITAS Kemampuan suatu batuan untuk mengalirkan fluida )()(.).( )(.)(.sec)/( )( 21 3 atmPPcmsqA cmLcpcmQ darcyk     Permeabilitas absolut fluida yang mengalir melalui media berpori hanya satu fasa  Permeabilitas efektif fluida yang mengalir melalui media berpori lebih dari satu fasa  Permeabilitas relatif perbandingan permeabilitas efekyif dengan permeabilitas absolut
  • 15.
    DASAR TEKNIK RESERVOIR PERMEABILITAS Faktoryang mempengaruhi : Porositas Saturasi Viskositas Tekanan Geometri Aliran
  • 16.
    DASAR TEKNIK RESERVOIR PERMEABILITAS HubunganPermeabilitas Dengan Kecepatan Aliran, Viskositas dan Tekanan V : kecepatan aliran, cm/detik  : viskositas fluida, cp k : permeabilitas media berpori, Darcy dP/dL: gradien tekanan dalam arah aliran, atm/cm dL dP x k v  
  • 17.
    Contoh Soal Permeabilitas Sebuahcore dengan panjang (L) 1 cm, luas penampang (A) 1 cm2, dijenuhi air (Sw) 100%, beda tekanan (P1 – P2) 1 atm, menghasilkan laju produksi air (Qw) sebesar 1 cc/det, dengan viskositas air (w) 1 cp. Pertanyaan: Berapakah permeabilitas absolut core tersebut?
  • 18.
    Jawaban Contoh SoalPermeabilitas )PP(.A L..Q k ww w 21    psix1cm1 cm1xcp1xcc/det1 k 2w  Darcy1kw  Karena core dijenuhi 100% air, maka kw = K. Jadi harga permeabilitas absolut-nya = 1 Darcy (1000 mD).
  • 19.
    Case Permeabilitas Sebuah coredengan panjang (L) 2,3 cm, diameter (d) 3,75 cm2, dijenuhi air (Sw) 100%, beda tekanan (P1 – P2) 0,5 atm, menghasilkan laju produksi air (Qw) sebesar 52 cc/det, dengan viskositas air (w) 0,01845 cp. Pertanyaan: Berapakah permeabilitas absolut core tersebut?
  • 20.
    Jawaban Case Permeabilitas )(. .. 21PPA LQ k ww    0,5x11,04 2,3x0,01845x52 k  Darcy39975,0k  A = 1/4 x  x d2 = 1/4 x 3,14 x 3,752 = 11,04 cm2
  • 21.
    DASAR TEKNIK RESERVOIR WETABILITAS PembasahanFluida dalam Pori Batuan Oil Wet Water Wet Pori yang terisi Air Matrik Batuan Pori yang terisi Minyak Difinisi :  Kemampuan batuan untuk dibasahi oleh fasa fluida, jika diberikan dua fluida yang tidak saling bercampur (immisible)
  • 22.
    DASAR TEKNIK RESERVOIR WETABILITAS Kesetimbangangaya pada batas Air-Minyak-Padatan
  • 23.
    DASAR TEKNIK RESERVOIR TEKANANKAPILER Perbedaan tekanan permukaan dua fluida tak-campur akibat kontak antar permukaan yang memisahkan kedua fluida tersebut Pengaruh Tekanan Kapiler  Mengontrol distribusi saturasi dalam reservoir  Mekanisme pendorong minyak & gas untuk mengalir )( 144 h )(Sw owcP   h = ketinggian cairan dari WOC, ft w = densitas air, lb/cuft o = densitas minyak, lb/cuft
  • 24.
    DASAR TEKNIK RESERVOIR COMPRESSIBILITY Fraksiperubahan volume material padatan terhadap satuan perubahan tekanan dP dV . V C r r r 1  * p p p dP dV . V C 1  Cr : Kompressibilitas bulk Cp : Kompressibilitas pori Vr : volume padatan Vp : volume pori P : tekanan hidrostatik fluida P* : tekanan luar (tekanan overburden)
  • 25.
    DASAR TEKNIK RESERVOIR SATURASIFLUIDA totalporiporivolume waterolehdiisiyangporiporivolume Sw    totalporiporivolume gasolehdiisiyangporiporivolume Sg    totalporiporivolume oilolehdiisiyangporiporivolume So    Sg + So + Sw = 1 So  V + Sg  V = (1 – Sw )  V  Bervariasi terhadap posisi dalam reservoir  Bervariasi dengan komulatif produksi reservoir
  • 26.
    Contoh Soal Saturasi Diketahuivolume pori-pori batuan yang terisi minyak 400 cm3, volume pori-pori yang terisi gas sebanyak 75 cm3, sedangkan volume total pori-pori adalah 500 cm3. Pertanyaan : Hitung saturasi masing-masing fluida
  • 27.
    Jawaban Contoh SoalSaturasi 8,0 500 400 So  15,0 500 75 Sg  Sg + So + Sw = 1 Jadi 1 – So – Sg = Sw 1 – 0,8 – 0,15 = 0,05 Jadi So = 0,8 Sg = 0,15 Sw = 0,05
  • 28.
    Case Saturasi Diketahui volumepori-pori batuan yang terisi minyak 176 cm3, volume pori-pori yang terisi air sebanyak 57 cm3, total volume pori adalah 250 cm3. Pertanyaan : Hitung saturasi masing-masing fluida
  • 29.
    Jawaban Case Saturasi 704,0 250 176 So 228,0 250 57 Sw  Sg + So + Sw = 1 Jadi 1 – So – Sw = Sg 1 – 0,704 – 0,228 = 0,068 Jadi So = 0,704 Sg = 0,068 Sw = 0,228
  • 30.
    2. FLUIDA RESERVOIR A.Jenis Fluida Reservoir: Minyak: minyak berat & minyak ringan Gas: gas kondensate, gas basah & gas kering Air B. Sifat Fisik Fluida Reservoir • Densitas • Viskositas • Faktor Volume Formasi • Kelarutan Gas dalam Minyak • Kompressibilitas
  • 31.
  • 32.
  • 33.
    Banyaknya SCF gasyang terlarut dalam satu STB minyak pada kondisi standar 14,7 psi dan 60 oF Rs = kelarutan gas dalam minyak , scf/stb P = pressure, psi g = specific gravity gas, lb/cuft T = temperatur, oF 2048,1 460)-T(00091,0API0125,0 g 10x4,1 2,18 P Rs                Kelarutan Gas dalam Minyak (Rs)
  • 34.
  • 35.
    Contoh Soal Rs Diketahuidata lapangan sebagai berikut : P = 14,70 psi T = 716,67 oR g = 0,65 o = 0,867475 oAPI = 44,5998 Pb = 764,1893 psi Pertanyaan : Berapakan Kelarutan gas dalam minyak (Rs)
  • 36.
    Jawaban Contoh SoalRs = 3,52439 scf/stb 2048,1 460)-T(00091,0API0125,0 g 10x4,1 2,18 P Rs                2048,1 460)-(716.6700091,05998.440125,0 s o 10x4,1 2,18 70,14 65,0R              
  • 37.
    Case Rs Diketahui datalapangan sebagai berikut : P = 967 psi T = 703,2 oR g = 0,87 o = 0,83 oAPI = 38,98 Pb = 1901 psi Pertanyaan : Berapakan Kelarutan gas dalam minyak (Rs)
  • 38.
    Jawaban Case Rs =225,04 scf/stb 2048,1 460)-T(00091,0API0125,0 gs 10x4,1 2,18 P R                2048,1 460)-(703,200091,098,380125,0 104,1 2,18 967 87,0               xRs
  • 39.
    Faktor Volume FormasiMinyak (Bo) Definisi : Perbandingan volume minyak dan gas terlarut pada kondisi reservoir dengan volume minyak pada kondisi standard (14,7 psi, 60oF) Di bawah Pb : 2,10,5 460)-(T25,1000120,09759,0                o g o RsB   Di atas Pb :              b obo P p AEXPBB ln  API61,121180)460T(2,17R5143310A o gss 5    dimana :                 7,114 P Log)460T)()(10(912,51 sep sepo 5 ggs 
  • 40.
  • 41.
    Contoh Soal FVFMinyak Diperoleh data lapangan sebagai berikut : P = 14,70 psi T = 716,67 oR g = 0,65 o = 0,867475 Rs = 3,5245921 Pb = 764,1893 psi Pertanyaan : Berapakan Faktor Volume Formasinya ?
  • 42.
    Jawaban Contoh SoalFVF Minyak = 1,099 scf/stb 2,10,5 o g o 460)-(T25,1Rs000120,09759,0B                  2,10,5 o 460)-(716,6725,1 867475,0 65,0 524591,3000120,09759,0B               
  • 43.
    Case FVF Minyak Diperolehdata lapangan sebagai berikut : P = 967 psi T = 703,2 oR g = 0,87 o = 0,83 Rs = 225,04 Pb = 1901 psi Pertanyaan : Berapakan Faktor Volume Formasinya ?
  • 44.
    Fakultas Teknik Jurusan teknikPerminyakan Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta Hendri/082331317678 Hendri anur #Hendri_anur