SAND CONTROL
KELOMPOK 7
Teknik Perminyakan F
1.Ayu Nurvita Indrianti
(14010359)
2.Annisa Tiffani
(14010386)
3.Benny Satrio Lukmantoro
(14010336)
4.Sandhi Dea Sinatrio
(14010348)
5.Muhammad Ibrahim
(14010
 Sand Cotrol merupakan salah satu Well Completion
 Sand Control merupakan Pemasangan peralatan atau penerapan teknik untuk
mencegah perpindahan pasir reservoir ke sumur bor sehingga pasir tidak
terproduksi atau menyebabkan plugging /penyumbatan pada tubing,lubang
bor,dan perforasi.
 Masalah produksi pasir banyak dijumpai pada lapangan-lapangan minyak bumi
dari lapisan batu pasir produktif dikedalaman dangkal, sampai yang dalam.
Masing-masing kondisi ini membutuhkan perawatan yang berbeda.
 Produksi pasir mulai terjadi jika stress yang dialami formasi telah melebihi
kekuatan formasi batuan, Stress yang dialami oleh butiran-butiran batuan pasir
antara lain, dapat berupa gaya tektonik, tekanan over burden, tekanan dari
perubahan stress akibat pemboran, serta adanya gaya dorong oleh fluida
produksi.
Seandainya pasir tersebut tidak di
kontrol,dapat menyebabkan pengikisan dan
plugging /penyumbatan pada peralatan
produksi, lubang bor dan perforasi.
Produksi pasir, pada umumnya sensitive
terhadap laju produksi.
Apabila laju alirannya rendah, pasir yang ikut
terproduksi sedikit dan sebaliknya.
Dalam formasi lemah, kontrol pasir
diperlukan untuk mempertahankan struktur
reservoir di sekitar sumur bor.
• Sebelum mendesign sand control perlu dilakukan analisa batuan
pasir untuk mengetahui distribusi besar butir daripada formasi pasir.
• Untuk dapat memberikan pertimbangan mengenai desain sand
control yang sesuai bagi type batu pasir pada lapisan yang
berpotensi kepasiran, maka dilakukan analisa-analisa sebagai berikut
:
1. Analisa Ayakan Butiran.
2. Analisa Tingkat Stabilisasi Clay.
3. Analisa Kelarutan Asam.
4. Analisa Compabilitas Fluida.
5. Test Porositas dan Permeabilitas.
6. Analisa Wetabilitas.
teknik yang digunakan untuk menanggulangi problem kepasiran
Teknik penanggulangan
problem kepasiran
Sand Clean Up
Sand Bailer /
Sand Pump
Clean Up
Sand
Vacum
Clean Sand
Sand Consolidation
Screen
/Slotted liner
Gravel Pack
Sand Resin
Coated
Sand Fracturing
Frac Pack
• Dikerjakan dan dilaksanakan untuk sumur-
sumur yang mengalami problem kepasiran
dengan “Field Up Rate” (kecepatan pasir
menutupi lubang sumur) yang paling rendah,
dan hanya mengganggu laju produksi secara
berkala, karena lubang perforasi tertutup oleh
pasir atau lempung.
1. Sand Clean Up
• Dimana alat ini berbentuk barrel yang dirangkai
dengan tubing dan dimasukkan ke dalam lubang
sumur dengan rangkaian tubing atau wire line dan
sampai kedalaman yang diinginkan dan setelah
barrel penuh berisi pasir, rangkaian tubing / wire
line diangkat ke permukaan, selanjutnya pasir
dibersihkan di permukaan, begitu seterusnya
sampai tinggi pasir dibawah lubang perforasi.
Semua operasi cabut masuk rangkaian tubing dan
wire line menggunakan work over rig.
Teknik dan peralatan yang dapat diaplikasikan untuk Sand Clean Up yaitu:
a. Sand Bailer / Sand Pump
• Membersihkan pasir dengan menggunakan rangkaian tubing atau
coil tubing, dimana water gel di pompakan / disirkulasikan ke dalam
lubang sumur sampai tinggi pasir dibawah tinggi lubang perforasi.
Operasi tersebut menggunakan work over rig atau tubing unit.
Teknik dan peralatan yang dapat diaplikasikan untuk Sand Clean Up yaitu:
b.Clean Up Sand
• Dikerjakan dengan menggunakan Coil Tubing Unit (CTU) yang
diujung coil tubing dipasang “Vacum Tool” yang dikoneksikan
dengan Dual String Coil Tubing (diameter 2.375” dan 1.25”),
dimasukkan kedalam sumur dan dipompakan fluida water gel /
fresh water ,melalui coil tubing menghasilkan efek jetting di “Vacum
Tool” yang menghisap pasir dan mengalir ke permukaan melalui
annulus CT – CT.
Teknik dan peralatan yang dapat diaplikasikan untuk Sand Clean Up yaitu:
c.Vacum Clean Sand
• Dikerjakan untuk sumur-sumur yang
mengalami kepasiran dengan “Fill Up Rate”
yang cepat / tinggi dan dapat merusak
peralatan produksi (obrasive). Seperti pompa,
tubing, drifice dll, sehingga laju produksi tidak
optimum bahkan sumur tersebut tidak dapat
berproduksi lagi.
2.Sand Consolidation
• menggunakan screen yang ditempatkan I
depan perforasi untuk mencegah dan
manyaring pasir dari lubang perforasi. Ukuran
lubang dari screen ditentukan oleh analisa
butiran (sleve analisis) dari pasir produksi.
Teknik dan peralatan yang dapat diaplikasikan untuk
Sand Consolidation yaitu:
a. Screen / Slotted Liner,
• menggunakan gravel (pasir) yang ditempatkan di annulus antara
screen dan perforated casing, dengan cara dicampur dengan water
gel dan dipompakan melalui gravel pack tool.
• Ukuran butiran dari butiran gravel tersebut ditentukan oleh analisa
butiran (Sieve Analisis) dari pasir yang terproduksi.
faktor yang perlu di pertimbangkan di dalam perencanaan gravel pack:
1. Ukuran gravel pack yang tersedia
2. Angularitas dan besar butir gravel
3. Kebasahan gravel
Teknik dan peralatan yang dapat diaplikasikan untuk
Sand Consolidation yaitu:
b.Gravel Pack with Screen
Jenis gravel pack
1. Open Hole Gravel Pack (OHGP) yaitu gravel pack
yang ditempatkan di antara saringan dengan
dinding bor pada formasi produktif. OHGP
mudah dilakukan untuk sumur sumur baru ,baik
untuk sumur-sumur yang memerlukan laju
produksi yang maksimum.
2. Inside Gravel Pack (IGP) yaitu gravel pack yang
ditempatkan antara casing yang diperforasi
dengan pipa saringan.
• menggunakan pasir / gravel
yang ditempatkan di formasi
dengan cara dicampur
dengan water gel dan
dipompakan masuk ke dalam
formasi dan di aktifkan
resinnya dengan
menggunakan activator.
Teknik dan peralatan yang dapat diaplikasikan untuk
Sand Consolidation yaitu:
c. Sand Resin Coated
• Dilakukan untuk mengatasi sumur-sumur yang
mengalami problem selain kepasiran juga
mengalami problem kerusakan formasi
(Formastion Damage) seperti scale, filtrate
lumpur/bonding semen jelek atau dikarenakan
permeabilitas batuan yang rendah.
3.Sand Fracturing
• Dengan menggabungkan teknik hydraulic fracturing dan peletakan
gravel pack
• Menggunakan fracturing unit yang digunakan untuk menempatkan
pasir / gravel di formasi dan di screen-screen casing perforated
annulus, dengan cara memompakan fluida viskositas tinggi (pasir
yang dicampur dengan water gel) pada tekanan diatas tekanan rekah
formasi, setelah jumlah pasir sesuai dengan fracturing program atau
mengalami screen out. Gravel Pack Tool di set pada posisi (Circulated)
dan di lanjutkan dengan memompakan pasir/gravel sampai kondisi
pack di annulus screen/casing tercapai.
Teknik dan peralatan yang dapat diaplikasikan untuk
Sand Fracturing yaitu:
a. Frac Pack
• Kelebihan frack pack
-memberikan efisiensi arus yang lebih tinggi secara konsisten.
-dapat di gunakan dalam jangka watu lama.
-tingkat keberhasilan tinggi.
• Dengan terisinya formasi dengan pasir/gravel yang butirannya lebih
homogen dan permeabilitasnya di harapkan formasi mengalami
kenaikan permeabilitas dan mengalami stabilitas formasi yang lebih
baik sehingga pasir tidak terproduksi ke lubang sumur.
referensi
• http://fatmapetroleum.blogspot.co.id/2011/06/
masalah-kepasiran.html
• https://iatmismmigas.wordpress.com/2012/01/
02/sieve-analysis/
TERIMA KASIH 

Operasi produksi sand control

  • 1.
    SAND CONTROL KELOMPOK 7 TeknikPerminyakan F 1.Ayu Nurvita Indrianti (14010359) 2.Annisa Tiffani (14010386) 3.Benny Satrio Lukmantoro (14010336) 4.Sandhi Dea Sinatrio (14010348) 5.Muhammad Ibrahim (14010
  • 2.
     Sand Cotrolmerupakan salah satu Well Completion  Sand Control merupakan Pemasangan peralatan atau penerapan teknik untuk mencegah perpindahan pasir reservoir ke sumur bor sehingga pasir tidak terproduksi atau menyebabkan plugging /penyumbatan pada tubing,lubang bor,dan perforasi.  Masalah produksi pasir banyak dijumpai pada lapangan-lapangan minyak bumi dari lapisan batu pasir produktif dikedalaman dangkal, sampai yang dalam. Masing-masing kondisi ini membutuhkan perawatan yang berbeda.  Produksi pasir mulai terjadi jika stress yang dialami formasi telah melebihi kekuatan formasi batuan, Stress yang dialami oleh butiran-butiran batuan pasir antara lain, dapat berupa gaya tektonik, tekanan over burden, tekanan dari perubahan stress akibat pemboran, serta adanya gaya dorong oleh fluida produksi.
  • 3.
    Seandainya pasir tersebuttidak di kontrol,dapat menyebabkan pengikisan dan plugging /penyumbatan pada peralatan produksi, lubang bor dan perforasi. Produksi pasir, pada umumnya sensitive terhadap laju produksi. Apabila laju alirannya rendah, pasir yang ikut terproduksi sedikit dan sebaliknya. Dalam formasi lemah, kontrol pasir diperlukan untuk mempertahankan struktur reservoir di sekitar sumur bor.
  • 4.
    • Sebelum mendesignsand control perlu dilakukan analisa batuan pasir untuk mengetahui distribusi besar butir daripada formasi pasir. • Untuk dapat memberikan pertimbangan mengenai desain sand control yang sesuai bagi type batu pasir pada lapisan yang berpotensi kepasiran, maka dilakukan analisa-analisa sebagai berikut : 1. Analisa Ayakan Butiran. 2. Analisa Tingkat Stabilisasi Clay. 3. Analisa Kelarutan Asam. 4. Analisa Compabilitas Fluida. 5. Test Porositas dan Permeabilitas. 6. Analisa Wetabilitas.
  • 5.
    teknik yang digunakanuntuk menanggulangi problem kepasiran Teknik penanggulangan problem kepasiran Sand Clean Up Sand Bailer / Sand Pump Clean Up Sand Vacum Clean Sand Sand Consolidation Screen /Slotted liner Gravel Pack Sand Resin Coated Sand Fracturing Frac Pack
  • 6.
    • Dikerjakan dandilaksanakan untuk sumur- sumur yang mengalami problem kepasiran dengan “Field Up Rate” (kecepatan pasir menutupi lubang sumur) yang paling rendah, dan hanya mengganggu laju produksi secara berkala, karena lubang perforasi tertutup oleh pasir atau lempung. 1. Sand Clean Up
  • 7.
    • Dimana alatini berbentuk barrel yang dirangkai dengan tubing dan dimasukkan ke dalam lubang sumur dengan rangkaian tubing atau wire line dan sampai kedalaman yang diinginkan dan setelah barrel penuh berisi pasir, rangkaian tubing / wire line diangkat ke permukaan, selanjutnya pasir dibersihkan di permukaan, begitu seterusnya sampai tinggi pasir dibawah lubang perforasi. Semua operasi cabut masuk rangkaian tubing dan wire line menggunakan work over rig. Teknik dan peralatan yang dapat diaplikasikan untuk Sand Clean Up yaitu: a. Sand Bailer / Sand Pump
  • 8.
    • Membersihkan pasirdengan menggunakan rangkaian tubing atau coil tubing, dimana water gel di pompakan / disirkulasikan ke dalam lubang sumur sampai tinggi pasir dibawah tinggi lubang perforasi. Operasi tersebut menggunakan work over rig atau tubing unit. Teknik dan peralatan yang dapat diaplikasikan untuk Sand Clean Up yaitu: b.Clean Up Sand
  • 9.
    • Dikerjakan denganmenggunakan Coil Tubing Unit (CTU) yang diujung coil tubing dipasang “Vacum Tool” yang dikoneksikan dengan Dual String Coil Tubing (diameter 2.375” dan 1.25”), dimasukkan kedalam sumur dan dipompakan fluida water gel / fresh water ,melalui coil tubing menghasilkan efek jetting di “Vacum Tool” yang menghisap pasir dan mengalir ke permukaan melalui annulus CT – CT. Teknik dan peralatan yang dapat diaplikasikan untuk Sand Clean Up yaitu: c.Vacum Clean Sand
  • 10.
    • Dikerjakan untuksumur-sumur yang mengalami kepasiran dengan “Fill Up Rate” yang cepat / tinggi dan dapat merusak peralatan produksi (obrasive). Seperti pompa, tubing, drifice dll, sehingga laju produksi tidak optimum bahkan sumur tersebut tidak dapat berproduksi lagi. 2.Sand Consolidation
  • 11.
    • menggunakan screenyang ditempatkan I depan perforasi untuk mencegah dan manyaring pasir dari lubang perforasi. Ukuran lubang dari screen ditentukan oleh analisa butiran (sleve analisis) dari pasir produksi. Teknik dan peralatan yang dapat diaplikasikan untuk Sand Consolidation yaitu: a. Screen / Slotted Liner,
  • 13.
    • menggunakan gravel(pasir) yang ditempatkan di annulus antara screen dan perforated casing, dengan cara dicampur dengan water gel dan dipompakan melalui gravel pack tool. • Ukuran butiran dari butiran gravel tersebut ditentukan oleh analisa butiran (Sieve Analisis) dari pasir yang terproduksi. faktor yang perlu di pertimbangkan di dalam perencanaan gravel pack: 1. Ukuran gravel pack yang tersedia 2. Angularitas dan besar butir gravel 3. Kebasahan gravel Teknik dan peralatan yang dapat diaplikasikan untuk Sand Consolidation yaitu: b.Gravel Pack with Screen
  • 14.
    Jenis gravel pack 1.Open Hole Gravel Pack (OHGP) yaitu gravel pack yang ditempatkan di antara saringan dengan dinding bor pada formasi produktif. OHGP mudah dilakukan untuk sumur sumur baru ,baik untuk sumur-sumur yang memerlukan laju produksi yang maksimum. 2. Inside Gravel Pack (IGP) yaitu gravel pack yang ditempatkan antara casing yang diperforasi dengan pipa saringan.
  • 16.
    • menggunakan pasir/ gravel yang ditempatkan di formasi dengan cara dicampur dengan water gel dan dipompakan masuk ke dalam formasi dan di aktifkan resinnya dengan menggunakan activator. Teknik dan peralatan yang dapat diaplikasikan untuk Sand Consolidation yaitu: c. Sand Resin Coated
  • 17.
    • Dilakukan untukmengatasi sumur-sumur yang mengalami problem selain kepasiran juga mengalami problem kerusakan formasi (Formastion Damage) seperti scale, filtrate lumpur/bonding semen jelek atau dikarenakan permeabilitas batuan yang rendah. 3.Sand Fracturing
  • 18.
    • Dengan menggabungkanteknik hydraulic fracturing dan peletakan gravel pack • Menggunakan fracturing unit yang digunakan untuk menempatkan pasir / gravel di formasi dan di screen-screen casing perforated annulus, dengan cara memompakan fluida viskositas tinggi (pasir yang dicampur dengan water gel) pada tekanan diatas tekanan rekah formasi, setelah jumlah pasir sesuai dengan fracturing program atau mengalami screen out. Gravel Pack Tool di set pada posisi (Circulated) dan di lanjutkan dengan memompakan pasir/gravel sampai kondisi pack di annulus screen/casing tercapai. Teknik dan peralatan yang dapat diaplikasikan untuk Sand Fracturing yaitu: a. Frac Pack
  • 19.
    • Kelebihan frackpack -memberikan efisiensi arus yang lebih tinggi secara konsisten. -dapat di gunakan dalam jangka watu lama. -tingkat keberhasilan tinggi. • Dengan terisinya formasi dengan pasir/gravel yang butirannya lebih homogen dan permeabilitasnya di harapkan formasi mengalami kenaikan permeabilitas dan mengalami stabilitas formasi yang lebih baik sehingga pasir tidak terproduksi ke lubang sumur.
  • 21.
  • 22.