Dokumen ini menjelaskan pentingnya pencegahan dan penanganan stunting di Indonesia, dengan angka prevalensi mencapai 30,8% di 2018 dan target penurunan menjadi 14% pada 2024. Stunting berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif anak serta risiko penyakit di masa dewasa, dengan intervensi gizi dan pembangunan sanitasi sebagai upaya pencegahan. Berbagai tantangan, termasuk kesehatan, pola asuh, dan faktor sosial ekonomi, mempengaruhi efektivitas pencegahan stunting.