PENCEGAHAN DAN PENANGAN
STUNTING
Elisabeth Taihuttu, S.KM
Promkes PKM Hatawano
Kenapa Stunting Penting ?
Angka Prevalensi
Stunting oleh WHO
adalah 20%
Presiden Joko Widodo
harapkan angka prevalensi
stunting bisa mencapai 14%
di tahun 2024
Hasil Riskesdes Angka
Prevalensi stunting
Indonesia tahun 2018
adalah 30,8%
Hasil SSGI Tahun 2019-
2021 Angka Prevalensi
Stunting di Indonesia turun
27,7%
STUNTING
Kondisi gagal tumbuh pada anak
sehingga anak lebih pendek
untuk usianya akibat kekurangan
gizi kronik (1000 hari pertama
kehidupan)
STUNTING
 Periode kritis dalam pembentukan masa emas (golden period) bagi pertumbuhan
dan perkembangan tubuh dan organ tubuh anak yang sehat daan cerdas
 terjadi malnutrition pada periode ini akibatnya berjangka panjang
270 hari selama
kehamilan
730 hari kehidupan pertama bayi setelah dilahirkan
STUNTING
Dampak Stunting
Dampak Kesehatan
Anak Stunting Anak Normal
1
2
3
Gagal tumbuh (berat lahir rendah, kecil,
pendek, kurus)
Hambatan perkembangan kognitif dan
motorik
Gangguan metabolik pada saat dewasa 
risiko penyakit tidak menular (diabetes,
obesitas, stroke, jantung)
Penyebab Stunting
Masalah Intergenerasi
Upaya Pencegahan Stunting
INTERVENSI GIZI
SPESIFIK
(BERKONTRIBUSI
30%)
Intervensi yang ditujukan kepada anak dalam 1.000
Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kegiatan ini umum-
nya dilakukan oleh sektor kesehatan. Intervensi
bersifat jangka pendek. Sasaran intervensi ibu hamil,
ibu menyusui dan balita.
INTERVENSI GIZI
SENSITIF
(BERKONTRIBUSI
70%)
Intervensi ditujukan melalui kegiatan pembangunan
diluar sektor kesehatan. Sasarannya adalah
masyarakat umum, tidak khusus untuk 1.000 HPK.
Contoh intervensi seperti pembangunan air bersih,
sanitasi.
Tantangan Pencegahan Stunting
Kunjungan
Neonatal
Kunjungan ANC
Imunisasi Dasar
Lengkap
Posyandu
Tantangan Pencegahan Stunting
Pola Asuh
MPASI
IDM & Asi Eksklusif
Kurang Konsumsi
Protein, buah dan
sayur
Kurangnya
Makanan Makro
Tantangan Pencegahan Stunting
Pola Konsumsi
Riset Curtis & Cairncross (2003), CTPS di waktu-waktu penting
dapat mengurangi risiko anak terkena diare sebesar 42-44
% atau bila diterjemahkan lebih lanjut, CTPS dapat mencegah
1 juta kematian anak balita per tahunnya.
CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun)
Tantangan Pencegahan Stunting
Kesehatan Diri & Lingkungan
Lima waktupenting cuci tangan pakai sabun:
1.sebelum makan
2.sesudah buang air besar
3.sebelum memegang bayi
4.sesudah membersihkan buang air besar (BAB)
5.sebelum menyiapkan makanan
Jamban
Saluran Pembuangan
Air Limbah (SPAL)
Sarana Air Bersih Air Minum
Tantangan Pencegahan Stunting
Kesehatan Diri & Lingkungan
Kehamilan diyakini oleh banyak orang
dari berbagai budaya sebagai suatu
kondisi khusus yang penuh bahaya.
Bahaya bagi ibu hamil dan janinnya
dan dianggap dapat terjadi dalam
berbagai situasi, baik dari alam nyata
maupun gaib (Swasono 1998:7).
Untuk melindungi ibu dan janinnya ber
bagai masyaakat di dunia diharuskan
mematuhi larangan-larangan tertentu
yang harus dipatuhi oleh ibu hamil dan
ibu masa nifas.
Tantangan Pencegahan Stunting
Sosial Budaya Ekonomi
Jaga
Kesehatanmu

STUNTING.pdf

  • 1.
    PENCEGAHAN DAN PENANGAN STUNTING ElisabethTaihuttu, S.KM Promkes PKM Hatawano
  • 2.
    Kenapa Stunting Penting? Angka Prevalensi Stunting oleh WHO adalah 20% Presiden Joko Widodo harapkan angka prevalensi stunting bisa mencapai 14% di tahun 2024 Hasil Riskesdes Angka Prevalensi stunting Indonesia tahun 2018 adalah 30,8% Hasil SSGI Tahun 2019- 2021 Angka Prevalensi Stunting di Indonesia turun 27,7%
  • 3.
    STUNTING Kondisi gagal tumbuhpada anak sehingga anak lebih pendek untuk usianya akibat kekurangan gizi kronik (1000 hari pertama kehidupan)
  • 4.
    STUNTING  Periode kritisdalam pembentukan masa emas (golden period) bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh dan organ tubuh anak yang sehat daan cerdas  terjadi malnutrition pada periode ini akibatnya berjangka panjang 270 hari selama kehamilan 730 hari kehidupan pertama bayi setelah dilahirkan
  • 5.
  • 6.
  • 7.
    Dampak Kesehatan Anak StuntingAnak Normal 1 2 3 Gagal tumbuh (berat lahir rendah, kecil, pendek, kurus) Hambatan perkembangan kognitif dan motorik Gangguan metabolik pada saat dewasa  risiko penyakit tidak menular (diabetes, obesitas, stroke, jantung)
  • 8.
  • 9.
  • 10.
    Upaya Pencegahan Stunting INTERVENSIGIZI SPESIFIK (BERKONTRIBUSI 30%) Intervensi yang ditujukan kepada anak dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kegiatan ini umum- nya dilakukan oleh sektor kesehatan. Intervensi bersifat jangka pendek. Sasaran intervensi ibu hamil, ibu menyusui dan balita. INTERVENSI GIZI SENSITIF (BERKONTRIBUSI 70%) Intervensi ditujukan melalui kegiatan pembangunan diluar sektor kesehatan. Sasarannya adalah masyarakat umum, tidak khusus untuk 1.000 HPK. Contoh intervensi seperti pembangunan air bersih, sanitasi.
  • 11.
  • 12.
  • 13.
    MPASI IDM & AsiEksklusif Kurang Konsumsi Protein, buah dan sayur Kurangnya Makanan Makro Tantangan Pencegahan Stunting Pola Konsumsi
  • 14.
    Riset Curtis &Cairncross (2003), CTPS di waktu-waktu penting dapat mengurangi risiko anak terkena diare sebesar 42-44 % atau bila diterjemahkan lebih lanjut, CTPS dapat mencegah 1 juta kematian anak balita per tahunnya. CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) Tantangan Pencegahan Stunting Kesehatan Diri & Lingkungan Lima waktupenting cuci tangan pakai sabun: 1.sebelum makan 2.sesudah buang air besar 3.sebelum memegang bayi 4.sesudah membersihkan buang air besar (BAB) 5.sebelum menyiapkan makanan
  • 15.
    Jamban Saluran Pembuangan Air Limbah(SPAL) Sarana Air Bersih Air Minum Tantangan Pencegahan Stunting Kesehatan Diri & Lingkungan
  • 16.
    Kehamilan diyakini olehbanyak orang dari berbagai budaya sebagai suatu kondisi khusus yang penuh bahaya. Bahaya bagi ibu hamil dan janinnya dan dianggap dapat terjadi dalam berbagai situasi, baik dari alam nyata maupun gaib (Swasono 1998:7). Untuk melindungi ibu dan janinnya ber bagai masyaakat di dunia diharuskan mematuhi larangan-larangan tertentu yang harus dipatuhi oleh ibu hamil dan ibu masa nifas. Tantangan Pencegahan Stunting Sosial Budaya Ekonomi
  • 17.