PASAR MONOPOLI
EKONOMI MANAJERIAL
Program Studi Magister Manajemen
Program Pascasarjana Universitas Tadulako
Tahun 2016
Oleh
Gusstiawan Raimanu
Overview
• Pengertian Pasar Monopoli
• Alasan Terjadinya Monopoli
• Karakteristik Pasar Monopoli
• Penetapan Harga dan Output Jangka Pendek
• Penetapan Harga dan Output Jangka Panjang
• Kerugian & Manfaat Monopoli
PASAR MONOPOLI 2
Pasar Monopoli
PASAR MONOPOLI 3
Harfiah (Yunani)
Monopoli (Yunani)  Monos dan polein
• Monos = Satu
• Polein = Menjual
Pasar Monopoli :
Pasar dengan satu produsen
yang memiliki kekuatan pasar
yang lebih besar daripada
perusahaan lainnya dalam pasar
tersebut.
Pasar Monopoli
Satu penjual yang
menguasai pasar
Pasar
Monopoli
PASAR MONOPOLI 4
Produsen dapat bertindak
sebagai penyalur.
Pasar monopoli adalah sebuah
struktur pasar dimana tidak ada
pesaing terhadap perusahaan
monopoli.
Monopolis dapat bertindak
sebagai price setter.
Caranya dengan menentukan
harga atau menentukan
keluaran (output) yang akan
diproduksi oleh perusahaan
pada waktu tertentu.
Bagaimana
Monopoli Terjadi?
Perusahaan mampu mengendalikan pasokan bahan baku untuk
menghasilkan suatu produk.
Bisa jadi perusahaan memiliki hak paten/hak cipta atas produk
tersebut.
Suatu keadaan yang disebut natural monopoly – terjadinya skala
ekonomis yaitu kurva biaya rata-rata jangka panjangnya bisa
menurun jika output yang dihasilkan cukup besar, sehingga
perusahaan dapat memenuhi kebutuhan seluruh pasar. (Skala
Ekonomi suatu perusahaan)
Adanya peraturan dari pemerintah
PASAR MONOPOLI 5
Karakteristik Pasar Monopoli
1
2
3
4
5
6
7
8
PASAR MONOPOLI 6
Strategi Penetapan Harga dan
Output Jangka Pendek
• Teori menjelaskan bahwa seorang monopolis
dapat menjual lebih banyak unit produknya
hanya dengan menurunkan harga.
• Hal ini karena kurva permintaan pasar atas
produknya memiliki kemiringan negatif.
• Hal ini berlaku dengan asumsi bahwa produk
yang dihasilkannya tidak memiliki subtitusi
dekat, dan selama ia menjadi penjual tunggal
pada pasar tersebut.
PASAR MONOPOLI 7
Penetapan Harga dan Output Jangka Pendek
Keterangan
MC = Marginal Cost
MR = Marginal Revenue
ATC = Average Total
Cost
100
TR = $1.500
TR = $2.800
PASAR MONOPOLI 8
• Fungsi penerimaan total (total revenue)
• TR = f(Q) P x Q
• TC = f(Q) FC + VC
• Slope TR = MR =
• Slope TC = MC =
• Perusahaan Monopoli akan berproduksi pada tingkat output,
MC = MR (Keseimbangan Perusahaan Monopoli)
• Harga Produk ditentukan dengan menarik garis lurus hingga
kurva permintaan (D)
Penetapan Harga dan Output Jangka Pendek
Q
TR


Q
TC


Strategi Penetapan Harga dan
Output Jangka Panjang
• Semua input dan biaya produksi diasumsikan
bersifat variabel
• Perusahaan dapat menghasilkan laba jangka
panjang dengan asumsi bahwa perusahaan
baru terhalang masuk dalam pasar.
• Keadaan ini membuat perusahaan tidak akan
berproduksi pada tingkat terendahnya.
PASAR MONOPOLI 10
Penetapan Harga dan Output Jangka Panjang
PASAR MONOPOLI 11
Keterangan
LMC = Long Marginal Cost
LAC = Long Average Cost
SMC = Short Marginal Cost
MR = Marginal Revenue
SATC = Short Average Total Cost
Penentuan Harga Monopoli
PASAR MONOPOLI 12
• Harga (P) > biaya rata-rata (ATC), perusahaan
monopoli akan memperoleh keuntungan (Laba)
maksimum.
• Harga (P) = biaya rata-rata (ATC), perusahaan
monopoli hanya akan memperoleh titik impas.
• Harga (P) < daripada biaya rata-rata (ATC),
perusahaan monopoli akan memperoleh kerugian
minimum.
• Monopoli untuk menekan biaya
produksi untuk barang dan
jasa yang skala produksi
ekonomisnya sangat besar.
• Untuk menjaga penggunaan
sumber daya yang sangat
terbatas – terutama untuk
barang-barang publik – bagi
kepentingan masyarakat
• Berkurangnya efisensi daya
saing ekonomi nasional,
karena perusahaan tidak
terdorong untuk beroperasi
lebih efisien.
• Jumlah produksi (output) akan
lebih rendah dari potensi yang
ada, karena produsen
monopoli cenderung
memproduksi (Q) lebih rendah
daripada keseimbangan pasar.
• Akibatnya perbedaan antara
harga jual (P) dengan biaya
marjinal (MC) cukup besar
yang mengakibatkan
keuntungan perusahaan
semakin besar.
• Berkurangnya sebagian
kesejahteraan masyarakat
(dead weight loss)
Manfaat dan Kerugian Pasar Monopoli
References
• Bhat, M., & Rau, A. (2008). Managerial Economics and Financial
Analysis. Hyderabad: BS Publications.
• Noor, H. F. (2008). Ekonomi Manajerial. Jakarta: PT RajaGrafindo
Persada.
• Noor, H. F. (2011). Ekonomi Manajerial (Revisi ed.). Jakarta:
Rajawali Pers.
• Papas, J. L., & Hirschey, M. (1995). Managerial Economics (Jilid II
ed.). (D. Wirajaya, Penerj.) Jakarta: Binarupa Aksara.
• Salvatore, D. (2003). Managerial Economics dalam Perekonomian
Global. Jakarta: Erlangga.
• Tasman, A., & Aima, H. (2014). Ekonomi Manajerial Dengan
Pendekatan Matematis (Edisi Revisi ed.). Jakarta: Rajawali Pers.
PASAR MONOPOLI 14
PASAR MONOPOLI 15
TERIMA KASIH
Article Review
PASAR MONOPOLI 16
Penulis:
M.B. Lai, A. Caviicchi, K. Rickertsen,
A.M. Corsi, L. Casini
Diterbitkan Pada:
British Food Journal Vol. 115 No. 02,
2013 pp. 314-326
Diakses:
22 Maret 2016
Direview Oleh:
Kelompok 7
Monopoly and Wine:
Norwegian Case
Bagian 2 : Review Artikel
Tujuan Penelitian
• Memberikan gambaran umum pasar anggur
Norwegia serta menjelaskan peranan aktor di
pasar anggur Norwegia
• Mengidentifikasi peluang pasar bagi produsen
Italia dan asing lainnya untuk masuk ke dalam
pasar.
PASAR MONOPOLI 17
Landasan Teori
• Dalam artikel ini peneliti menjelaskan latar
belakang diberlakukannya peraturan pasar
monopoli oleh pemerintah dengan mencantumkan
peraturan terkait,
• Selanjutnya peneliti mengutip penelitian terdahulu
dan mencoba mengaitkannya dengan tujuan
penelitiannya.
• Secara spesifik tidak ada teori yang dirujuk
terutama mengenai teori pasar monopoli. Dalam
landasan teori ini, peneliti lebih kepada pemaparan
hasil penelitian terdahulu untuk menguatkan
kerangka peneltiannya.
PASAR MONOPOLI 18
Metodologi Penelitian
• Penelitian ini menggunakan teknik informan
kunci (key informant) oleh Marshall, 1996.
• Metode ini dipilih karena dianggap cocok untuk
jenis data kualitatif-deskriptif yang sulit atau
memakan waktu apabila dilakukan melalui
survei atau kuesioner.
• Waktu penelitian dilakukan mulai 9 Februari
hingga 9 April 2010 di Norwegia.
• Teknik pengambilan sampel menggunakan
teknik snowballing. Dan menghasilkan 59
orang responden kunci.
PASAR MONOPOLI 19
Pembahasan
• Pasar anggur Norwegia dikuasai oleh
pemerintah secara monopoli melalui “BUMN”
Norwegia yaitu Vinnomopolet in Norwegian.
• Alasan dibalik pemberlakuan monopoli alkohol
di Norwegia adalah masalah besar karena
alkohol sejak abad ke-19 yang sudah dialami
Norwegia. Keadaan ini semakin diperparah
permasalahan sosial dan kesehatan akibat
alkohol.
PASAR MONOPOLI 20
Cont.
• Selanjutnya pemerintah memutuskan untuk mengambil
alih pasar anggur melalui Departemen Kesehatan
nasional dan Sosial untuk mengatur regulasi
penjualan/peredaran alkohol, karena data statistik
menunjukan tingkat konsumsi alkohol yang semakin
meningkat.
• Monopoli dilakukan melalui mekanisme yang diatur
oleh pemerintah. Dengan tujuan utama yaitu menekan
konsumsi minuman beralkohol di Norwegia
• Tidak hanya itu saja, pengetatan regulasi, mulai dari
lisensi, harga, lokasi dan jumlah outlet hingga
pemberian pajak yang tinggi juga dilakukan bagi
minuman beralkohol di Norwegia.
PASAR MONOPOLI 21
PASAR MONOPOLI 22
Statistik Tingkat Konsumsi Alkohol di Norwegia
Tahun 2000-2009
Rantai Pasok Minuman Beralkohol di Norwegia
PASAR MONOPOLI 23
Dengan
Lisensi dari
Wine
Monopoly
Menetapkan
Klasifikasi
Anggur
yang dapat
dijual di
pasar
1. Basic
2. Single Lot
3. Order
4. Additional
5. Test
Rata-rata Pajak Alkohol di EEA
PASAR MONOPOLI 24
Hasil Penelitian
• Monopoli atas pasar anggur di Norwegia
mengakibatkan keadaan yang tidak memuaskan
bagi para konsumen.
• Mereka mengharapkan pertumbuhan dipasar
anggur dengan dilakukannya diferensiasi produk
serta anggur yang mahal dan berkualitas tinggi.
Belum lagi masalah kemasan yang dirasakan
perlu untuk diperbaiki.
• Alasannya adalah tingkat pendapatan rata-rata
orang Norwegia yang lebih tinggi memberikan
mereka daya beli yang lebih untuk minuman
beralkohol seperti anggur,
PASAR MONOPOLI 25
Cont.
• Anggur yang paling diminati adalah Wine Italia.
• Pembelian anggur di tempat cenderung
menurun – dikarenakan krisis keuangan – atau
pola konsumsi konsumen akan kecenderungan
preferensi konsumsi anggur merah untuk
diminum dirumah karena menganggap anggur
di retoran menjadi terlalu mahal.
• Untuk kategori utama konsumen anggur di
Norwegia terbagi menjadi 3 : pelanggan ahli,
para pencari harga rendah, dan pelanggan
canggih.
PASAR MONOPOLI 26
Cont.
• Karena alasan regulasi yang melarang keras
publikasi/iklan mengenai minuman beralkohol,
peran pers – koran – dengan memuat artikel
berupa penilaian oleh kritikus anggur dirasakan
menjadi efektif untuk mempromosikan anggur
baru.
• Hal ini dikarenakan perilaku konsumen anggur
yang jarang meminta informasi mendalam
namun cenderung mencari berita sederhana
dan mudah dalam menentukan preferensi
mereka.
PASAR MONOPOLI 27
Cont.
• Ikut membangun kemitraan dengan bar dan
restoran sangatlah penting terutama untuk
mendapatkan kesempatan bagi mereka untuk
mencicipi anggur yang ditawarkan untuk
kemudian dipromosikan.
• Karena peran monopoli yang dominan,
sangatlah penting untuk tetap berpartisipasi
pada setiap kegiatan promosi yang
diselenggarakan oleh monopoli.
PASAR MONOPOLI 28
Cont.
• Tantangan baru untuk monopoli anggur adalah
untuk mendidik masyarakat tentang dampak
negatif dari konsumsi alkohol yang berlebihan
sembari mempromosikan kualitas dan
keragaman anggur di pasar,
PASAR MONOPOLI 29
Keterbatasan Penelitian
Peneliti mengemukakan bahwa penelitian serupa
belum banyak dilakukan. Terlebih yang
memfokuskan studi mengenai efek dari monopoli
alkohol di pasar Norwegia. Jadi jika boleh dikatakan,
bahwa penelitian ini masih memerlukan penelitian
lanjutan dimasa datang untuk lebih mempertajam
wilayah kajian monopoli wine, sehingga diperoleh
gambaran yang lebih jelas mengenai strategi para
produsen baru untuk memasarkan anggur di wilayah
ini. Mengenai perubahan pemikiran oleh para
politikus belum diuraikan lebih dalam apakah hal ini
menjadi peluang atau tantangan untuk memasuki
pasar monopoli wine di Norwegia.
PASAR MONOPOLI 30
Keterkaitan dengan Makalah
• Kasus dalam penelitian menunjukkan bukti
aktifitas pasar monopoli yang terjadi akibat
peraturan pemerintah.
• Seperti dalam tulisan kami, Salvatore (2003)
menjelaskan contoh monopoli adalah
penjualan alkohol, olehnya kami mencoba
menemukan artikel yang membahas monopoli
di pasar minuman beralkohol.
• Penelitian ini pula menjelaskan peranan
monopolis sebagai price setter.
PASAR MONOPOLI 31

Pasar Monopoli

  • 1.
    PASAR MONOPOLI EKONOMI MANAJERIAL ProgramStudi Magister Manajemen Program Pascasarjana Universitas Tadulako Tahun 2016 Oleh Gusstiawan Raimanu
  • 2.
    Overview • Pengertian PasarMonopoli • Alasan Terjadinya Monopoli • Karakteristik Pasar Monopoli • Penetapan Harga dan Output Jangka Pendek • Penetapan Harga dan Output Jangka Panjang • Kerugian & Manfaat Monopoli PASAR MONOPOLI 2
  • 3.
    Pasar Monopoli PASAR MONOPOLI3 Harfiah (Yunani) Monopoli (Yunani)  Monos dan polein • Monos = Satu • Polein = Menjual Pasar Monopoli : Pasar dengan satu produsen yang memiliki kekuatan pasar yang lebih besar daripada perusahaan lainnya dalam pasar tersebut. Pasar Monopoli Satu penjual yang menguasai pasar
  • 4.
    Pasar Monopoli PASAR MONOPOLI 4 Produsendapat bertindak sebagai penyalur. Pasar monopoli adalah sebuah struktur pasar dimana tidak ada pesaing terhadap perusahaan monopoli. Monopolis dapat bertindak sebagai price setter. Caranya dengan menentukan harga atau menentukan keluaran (output) yang akan diproduksi oleh perusahaan pada waktu tertentu.
  • 5.
    Bagaimana Monopoli Terjadi? Perusahaan mampumengendalikan pasokan bahan baku untuk menghasilkan suatu produk. Bisa jadi perusahaan memiliki hak paten/hak cipta atas produk tersebut. Suatu keadaan yang disebut natural monopoly – terjadinya skala ekonomis yaitu kurva biaya rata-rata jangka panjangnya bisa menurun jika output yang dihasilkan cukup besar, sehingga perusahaan dapat memenuhi kebutuhan seluruh pasar. (Skala Ekonomi suatu perusahaan) Adanya peraturan dari pemerintah PASAR MONOPOLI 5
  • 6.
  • 7.
    Strategi Penetapan Hargadan Output Jangka Pendek • Teori menjelaskan bahwa seorang monopolis dapat menjual lebih banyak unit produknya hanya dengan menurunkan harga. • Hal ini karena kurva permintaan pasar atas produknya memiliki kemiringan negatif. • Hal ini berlaku dengan asumsi bahwa produk yang dihasilkannya tidak memiliki subtitusi dekat, dan selama ia menjadi penjual tunggal pada pasar tersebut. PASAR MONOPOLI 7
  • 8.
    Penetapan Harga danOutput Jangka Pendek Keterangan MC = Marginal Cost MR = Marginal Revenue ATC = Average Total Cost 100 TR = $1.500 TR = $2.800 PASAR MONOPOLI 8
  • 9.
    • Fungsi penerimaantotal (total revenue) • TR = f(Q) P x Q • TC = f(Q) FC + VC • Slope TR = MR = • Slope TC = MC = • Perusahaan Monopoli akan berproduksi pada tingkat output, MC = MR (Keseimbangan Perusahaan Monopoli) • Harga Produk ditentukan dengan menarik garis lurus hingga kurva permintaan (D) Penetapan Harga dan Output Jangka Pendek Q TR   Q TC  
  • 10.
    Strategi Penetapan Hargadan Output Jangka Panjang • Semua input dan biaya produksi diasumsikan bersifat variabel • Perusahaan dapat menghasilkan laba jangka panjang dengan asumsi bahwa perusahaan baru terhalang masuk dalam pasar. • Keadaan ini membuat perusahaan tidak akan berproduksi pada tingkat terendahnya. PASAR MONOPOLI 10
  • 11.
    Penetapan Harga danOutput Jangka Panjang PASAR MONOPOLI 11 Keterangan LMC = Long Marginal Cost LAC = Long Average Cost SMC = Short Marginal Cost MR = Marginal Revenue SATC = Short Average Total Cost
  • 12.
    Penentuan Harga Monopoli PASARMONOPOLI 12 • Harga (P) > biaya rata-rata (ATC), perusahaan monopoli akan memperoleh keuntungan (Laba) maksimum. • Harga (P) = biaya rata-rata (ATC), perusahaan monopoli hanya akan memperoleh titik impas. • Harga (P) < daripada biaya rata-rata (ATC), perusahaan monopoli akan memperoleh kerugian minimum.
  • 13.
    • Monopoli untukmenekan biaya produksi untuk barang dan jasa yang skala produksi ekonomisnya sangat besar. • Untuk menjaga penggunaan sumber daya yang sangat terbatas – terutama untuk barang-barang publik – bagi kepentingan masyarakat • Berkurangnya efisensi daya saing ekonomi nasional, karena perusahaan tidak terdorong untuk beroperasi lebih efisien. • Jumlah produksi (output) akan lebih rendah dari potensi yang ada, karena produsen monopoli cenderung memproduksi (Q) lebih rendah daripada keseimbangan pasar. • Akibatnya perbedaan antara harga jual (P) dengan biaya marjinal (MC) cukup besar yang mengakibatkan keuntungan perusahaan semakin besar. • Berkurangnya sebagian kesejahteraan masyarakat (dead weight loss) Manfaat dan Kerugian Pasar Monopoli
  • 14.
    References • Bhat, M.,& Rau, A. (2008). Managerial Economics and Financial Analysis. Hyderabad: BS Publications. • Noor, H. F. (2008). Ekonomi Manajerial. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. • Noor, H. F. (2011). Ekonomi Manajerial (Revisi ed.). Jakarta: Rajawali Pers. • Papas, J. L., & Hirschey, M. (1995). Managerial Economics (Jilid II ed.). (D. Wirajaya, Penerj.) Jakarta: Binarupa Aksara. • Salvatore, D. (2003). Managerial Economics dalam Perekonomian Global. Jakarta: Erlangga. • Tasman, A., & Aima, H. (2014). Ekonomi Manajerial Dengan Pendekatan Matematis (Edisi Revisi ed.). Jakarta: Rajawali Pers. PASAR MONOPOLI 14
  • 15.
  • 16.
    Article Review PASAR MONOPOLI16 Penulis: M.B. Lai, A. Caviicchi, K. Rickertsen, A.M. Corsi, L. Casini Diterbitkan Pada: British Food Journal Vol. 115 No. 02, 2013 pp. 314-326 Diakses: 22 Maret 2016 Direview Oleh: Kelompok 7 Monopoly and Wine: Norwegian Case Bagian 2 : Review Artikel
  • 17.
    Tujuan Penelitian • Memberikangambaran umum pasar anggur Norwegia serta menjelaskan peranan aktor di pasar anggur Norwegia • Mengidentifikasi peluang pasar bagi produsen Italia dan asing lainnya untuk masuk ke dalam pasar. PASAR MONOPOLI 17
  • 18.
    Landasan Teori • Dalamartikel ini peneliti menjelaskan latar belakang diberlakukannya peraturan pasar monopoli oleh pemerintah dengan mencantumkan peraturan terkait, • Selanjutnya peneliti mengutip penelitian terdahulu dan mencoba mengaitkannya dengan tujuan penelitiannya. • Secara spesifik tidak ada teori yang dirujuk terutama mengenai teori pasar monopoli. Dalam landasan teori ini, peneliti lebih kepada pemaparan hasil penelitian terdahulu untuk menguatkan kerangka peneltiannya. PASAR MONOPOLI 18
  • 19.
    Metodologi Penelitian • Penelitianini menggunakan teknik informan kunci (key informant) oleh Marshall, 1996. • Metode ini dipilih karena dianggap cocok untuk jenis data kualitatif-deskriptif yang sulit atau memakan waktu apabila dilakukan melalui survei atau kuesioner. • Waktu penelitian dilakukan mulai 9 Februari hingga 9 April 2010 di Norwegia. • Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik snowballing. Dan menghasilkan 59 orang responden kunci. PASAR MONOPOLI 19
  • 20.
    Pembahasan • Pasar anggurNorwegia dikuasai oleh pemerintah secara monopoli melalui “BUMN” Norwegia yaitu Vinnomopolet in Norwegian. • Alasan dibalik pemberlakuan monopoli alkohol di Norwegia adalah masalah besar karena alkohol sejak abad ke-19 yang sudah dialami Norwegia. Keadaan ini semakin diperparah permasalahan sosial dan kesehatan akibat alkohol. PASAR MONOPOLI 20
  • 21.
    Cont. • Selanjutnya pemerintahmemutuskan untuk mengambil alih pasar anggur melalui Departemen Kesehatan nasional dan Sosial untuk mengatur regulasi penjualan/peredaran alkohol, karena data statistik menunjukan tingkat konsumsi alkohol yang semakin meningkat. • Monopoli dilakukan melalui mekanisme yang diatur oleh pemerintah. Dengan tujuan utama yaitu menekan konsumsi minuman beralkohol di Norwegia • Tidak hanya itu saja, pengetatan regulasi, mulai dari lisensi, harga, lokasi dan jumlah outlet hingga pemberian pajak yang tinggi juga dilakukan bagi minuman beralkohol di Norwegia. PASAR MONOPOLI 21
  • 22.
    PASAR MONOPOLI 22 StatistikTingkat Konsumsi Alkohol di Norwegia Tahun 2000-2009
  • 23.
    Rantai Pasok MinumanBeralkohol di Norwegia PASAR MONOPOLI 23 Dengan Lisensi dari Wine Monopoly Menetapkan Klasifikasi Anggur yang dapat dijual di pasar 1. Basic 2. Single Lot 3. Order 4. Additional 5. Test
  • 24.
    Rata-rata Pajak Alkoholdi EEA PASAR MONOPOLI 24
  • 25.
    Hasil Penelitian • Monopoliatas pasar anggur di Norwegia mengakibatkan keadaan yang tidak memuaskan bagi para konsumen. • Mereka mengharapkan pertumbuhan dipasar anggur dengan dilakukannya diferensiasi produk serta anggur yang mahal dan berkualitas tinggi. Belum lagi masalah kemasan yang dirasakan perlu untuk diperbaiki. • Alasannya adalah tingkat pendapatan rata-rata orang Norwegia yang lebih tinggi memberikan mereka daya beli yang lebih untuk minuman beralkohol seperti anggur, PASAR MONOPOLI 25
  • 26.
    Cont. • Anggur yangpaling diminati adalah Wine Italia. • Pembelian anggur di tempat cenderung menurun – dikarenakan krisis keuangan – atau pola konsumsi konsumen akan kecenderungan preferensi konsumsi anggur merah untuk diminum dirumah karena menganggap anggur di retoran menjadi terlalu mahal. • Untuk kategori utama konsumen anggur di Norwegia terbagi menjadi 3 : pelanggan ahli, para pencari harga rendah, dan pelanggan canggih. PASAR MONOPOLI 26
  • 27.
    Cont. • Karena alasanregulasi yang melarang keras publikasi/iklan mengenai minuman beralkohol, peran pers – koran – dengan memuat artikel berupa penilaian oleh kritikus anggur dirasakan menjadi efektif untuk mempromosikan anggur baru. • Hal ini dikarenakan perilaku konsumen anggur yang jarang meminta informasi mendalam namun cenderung mencari berita sederhana dan mudah dalam menentukan preferensi mereka. PASAR MONOPOLI 27
  • 28.
    Cont. • Ikut membangunkemitraan dengan bar dan restoran sangatlah penting terutama untuk mendapatkan kesempatan bagi mereka untuk mencicipi anggur yang ditawarkan untuk kemudian dipromosikan. • Karena peran monopoli yang dominan, sangatlah penting untuk tetap berpartisipasi pada setiap kegiatan promosi yang diselenggarakan oleh monopoli. PASAR MONOPOLI 28
  • 29.
    Cont. • Tantangan baruuntuk monopoli anggur adalah untuk mendidik masyarakat tentang dampak negatif dari konsumsi alkohol yang berlebihan sembari mempromosikan kualitas dan keragaman anggur di pasar, PASAR MONOPOLI 29
  • 30.
    Keterbatasan Penelitian Peneliti mengemukakanbahwa penelitian serupa belum banyak dilakukan. Terlebih yang memfokuskan studi mengenai efek dari monopoli alkohol di pasar Norwegia. Jadi jika boleh dikatakan, bahwa penelitian ini masih memerlukan penelitian lanjutan dimasa datang untuk lebih mempertajam wilayah kajian monopoli wine, sehingga diperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai strategi para produsen baru untuk memasarkan anggur di wilayah ini. Mengenai perubahan pemikiran oleh para politikus belum diuraikan lebih dalam apakah hal ini menjadi peluang atau tantangan untuk memasuki pasar monopoli wine di Norwegia. PASAR MONOPOLI 30
  • 31.
    Keterkaitan dengan Makalah •Kasus dalam penelitian menunjukkan bukti aktifitas pasar monopoli yang terjadi akibat peraturan pemerintah. • Seperti dalam tulisan kami, Salvatore (2003) menjelaskan contoh monopoli adalah penjualan alkohol, olehnya kami mencoba menemukan artikel yang membahas monopoli di pasar minuman beralkohol. • Penelitian ini pula menjelaskan peranan monopolis sebagai price setter. PASAR MONOPOLI 31