STIMULUS RESPONSE
JOHN DOLLARD & NEAL E. MILLER
Nawang Setyoningrum, M.Psi
PENDAHULUAN
John Dollar dan Neil E. Miller adalah dua orang pakar dari
Instutute of Human Relation. Mereka mengembangkan
pendekatan psikoanalisis, antropologi, dan sosial dalam
menjelaskan perilaku manusia. Gagasan yang mereka
kembangkan adalah mengenai teori stimulus respons yang
berkaitan dengan teori belajar.
BIOGRAFI
John Dollard lahir di Menasha, Wisconsin tanggal 29 Agustus 1900.
Ayahnya seorang insinyur perkeretaapian, meninggal pada saat usia John masih
sangat muda. John Dollard mendapat gelar sarjana muda (BA) dari University of
WiscoNsin pada tahun 1922 dan berturut-turut meraih gelar master (MA) dan
doctor (Ph.D) dalam bidang Sosiologi di University of Chicago. Ia sempat belajar
psikoanalisis di Berlin Institute dan menjadi anggota Western New England
Psychoanalitic.
Tahun 1932, ia mengajar antropologi, psikologi & sosiologi di Yale
University. John Dollard memiliki minat yang luas dalam bidang ilmu sosial,
hingga banyak buku dan artikel yang ditulisnya, mulai dari etnologi sampai
psikoterapi. John Dollard meninggal tahun 1980.
BIOGRAFI
Neal Miller lahir di Milawaukee, Wiscosin pada tahun 1909. ayahnya adalah
seorang psikolog Pendidikan. Miller mendapat gelar sarjana muda (BS) dari
University of Washington tahun 1931, meraih gelar master (MA) dari Stanford
University tahun 1932 dan gelar doctor (Ph.D) dalam psikologi di Yale University.
Ketika Miller bergabung dengan Institute of Human Relation di Yale
University, ia mulai berkolaborasi dengan Dollard, mencari cara untuk memahami
teori psikoanalitis menggunakan teknik behaviorisme. Miller Bersama Dollard
menulis 2 buku yang berisi versi sederhana, tentang penerapan dari prinsip Hull
dalam masalah psikologi sosial, yaitu (Social Learning and Imatation tahun 1942,
dan buku mengenai psikologi kepribadian dan terapi, yaitu “Personality and
Psychotherapy” tahun 1950.
STRUKTUR KEPRIBADIAN
Dollard dan Miller beranggapan bahwa kebiasaan (habit)
merupakan salah satu elemen penting dalam struktur kepribadian.
Menurut mereka, bagian penting dari perilaku adalah input berupa
stimulus, dan keluaran (output) berupa respon, serta penguat
(reinforcement). Reinforcement adalah sesuatu yang dapat
memperkuat timbulnya respons. Positive reinforcement diberikan
untuk memperkuat respons, dan negative reinforcement diberikan
untuk mengurangi.
Manusia Dalam Pandangan
Dollard & Milller
Dollard dan Miller mengatakan stimulus yang paling kuat dan tahan
lama adalah stimulus yang bersumber dari dorongan primer internal, dan
umumnya berhubungan erat dengan proses fisiologis.
Dollard dan Miller setuju dengan ahli psikoanalisis yang menyatakan
bahwa 6 tahun pertama kehidupan merupakan fase penting dalam
pembentukan tingkah laku manusia. Pada usia ini terjadi pembelajaran
konflik tak sadar yang kemudian menimbulkan masalah-masalah
emosional di kemudian hari. Jadi, konflik yang terjadi pada masa dewasa,
sebagian besar terjadi pada masa kanak-kanak.
DINAMIKA KEPRIBADIAN
Motivasi-Dorongan
(Motivation-drives)
Proses Belajar
Proses Mental yang
Lebih Tinggi
Model Konflik Ketidaksadaran
Motivasi-Dorongan
(Motivasi-Drives)
Dalam kehidupan manusia banyak sekali muncul dorongan yang
dipelajari (Secondary Drives) dari atau berdasarkan dorongan primer
seperti lapar, haus dan seks.
Dorongan yang dipelajari berperan sebagai wajah semu yang
fungsinya menyembunyikan dorongan bawaan. Kenyataanya, di
masyarakat barat yang modern, dari pengamatan sepintas terhadap
masyarakat dewasa, pentingnya dorongan primer sering tidak jelas.
Contoh secondary drives : Kecemasan, malu dan takut, prestis, dll.
Motivasi-Dorongan (Motivasi-Drives)
Dollard & Miller juga mengemukakan bahwa bukan hanya dorongan
primer diganti oleh dorongan sekunder, tetapi hadiah atau penguat primer
jg dapat diganti dengan penguat sekunder.
Misal : Saat mengganti popok, aktivitas ibu yang memberi
kenyamanan yaitu “senyum” akan menjadi hadiah sekunder yang sangat
kuat bagi bayi sampai dewasa. Atau seseorang saat membagikan
makanan, dengan “tersenyum” akan memberi hadiah tersendiri bagi
orang yang menerima makanan tersebut.
Proses Belajar
Menurut Dollard & Miller “untuk belajar, seseorang harus
menginginkan sesuatu, melihat sesuatu, melakukan seseuatu dan
mendapatkan sesuatu”. Berdasarkan prinsip ini, Dollard & Miller
merumuskan 4 konsep dalam teori belajar yaitu : Drive, Cue, Respons,
dan Reinforcement.
 Drives (Menginginkan Sesuatu) : Stimulus (Dari dalam organisme)
yang mendorong terjadinya kegiatan, tetapi tidak menentu bentuk
kegiatannya. Con: Dalam penelitian, drive rasa sakit mendorong tikus
melakukan “sesuatu” tetapi tidak jelas harus bagaimana. Semakin kuat
drive, semakin keras usaha tingkahlaku yang dihasilkan.
Proses Belajar
 Cue (Melihat Sesuatu) : Isyarat atau stimulus yang memberi petunjuk
perlunya dilakukan respon yang sesungguhnya. Con: Dalam penelitian,
sesudah suara bel difahami tikus sebagai tanda bahaya yang harus
dihindari, bel menjadi cue bagi tikus untuk meloncati sekat.
 Respons (Melakukan Sesuatu) : Aktivitas yang dilakukan seseorang.
Menurut Dollard & Miller, sebelum suatu respon dikaitan dengan suatu
stimulus respon itu harus terjadi terlebih dahulu.
 Reinforcement (Penguat) : Agar belajar terjadi harus ada
reinforcement. Penelitian membuktikan bahwa peristiwa yang mengikuti
suatu respon sangat menentukan hubungan respon itu dengan
stimulusnya.
Proses Mental Yang Lebih Tinggi
 Perluasan Stimulus-respon
Seorang pilot yang pesawatnya meledak karena tertembak musuh,
menyelamatkan diri dengan kursi-lontar. Pilot ini menjadi fobia, takut
dengan pesawat dan hal-hal yang berkaitan dengan pesawat dan
pertempuran. Konsep drive-cue-respon-reinforcement menjadi kurang
tepat karena stimuli penyebab takut bukan lagi suara ledakan, tetapi
juga fikiran mengenai pesawat dan ingatan mengenai kecelakaan itu
sendiri.
Begitu pula dengan respon meloncat menjadi fikiran mengenai
keselamatan penerbangan sehingga teori belajar bukan hanya
menjelaskan tingkahlaku sederhana, tetapi jg hal-hal yang makna dan
terapannya berkaitan dengan persoalan kepribadian yang kompleks.
Proses Mental Yang Lebih Tinggi
 Generalisasi Stimulus
Terdapat 2 tipe interaksi individu dengan lingkungannya, yaitu:
 Pertama : Interaksi umumnya memiliki respon berdampat segera
(immediate effect). Con: Segera menginjak pedal rem, ketika tiba-tiba
ada anak menyebrang jalan.
 Kedua : Respon menghasilkan isyarat (cue-production response).
semakin mirip stimulus lain dengan stimulus aslinya, peluang
terjadinya generalisasi tingkahlaku, emosi, fikiran atau sikap semakin
besar. Con: Jika seorang anak dikondisikan takut pada boneka kelinci
putih, ia akan menunjukkan rasa takut terhadap objek yang mirip
denga stimulus yg dikondisikan.
Proses Mental Yang Lebih Tinggi
 Reasoning (Pemikiran)
Cue producing response umumnya terjadi melalui sejumlah peristiwa
internal yang disebut alur berfikir. Con : Perasaan takut kotak putih yang
diperoleh dari belajar (ada dalam fikiran tikus) menjadi drive
(kecemasan) yang memotivasi tikus untuk lari dari kotak putih (bukan
dari sakit karena kejut listrik lagi). Reinforcement bukan hilangnya rasa
sakit, tetapi hilangnya warna putih atau hilangnya suara bel.
 Bahasa (Ucapan, Fikiran, Tulisan maupun Sikap Tubuh)
Dollard & Miller sangat mementingkan peran bahasa dalam motivasi,
hadiah dan pandangan ke depan. Kata mampu membangkitkan drive
dan memperkuat atau memberi jaminan.
Proses Mental Yang Lebih Tinggi
 Secondary Drives
Dalam masyarakat modern yang kompleks, tingkahlaku tidak
semata-mata diatur oleh penguat primer (makanan, air, dll). Kehidupan
manusia modern dibentuk oleh perjuangan memperoleh prestise, status,
kebahagiaan, kekayaan, ketergantungan.
Umumnya drive sekunder bersifat rentan, manakala drive itu
berulang-ulang gagal mendapat reinforcement, drive itu menjadi lemah.
Con: Anak yang gagal mendapat pujian orang tua karena usahanya
tidak mencapai prestasi yg diharapkan, sering berakibat anak menjadi
bosan dan menolak berusaha mendapat pujian.
Proses Mental Yang Lebih Tinggi
Secondary Drives (Lanjutan)
Pada drive primer hal itu tdk akan terjadi, orang yang berkali-kali
gagal berusaha memuaskan rasa hausnya, tidak akan berhenti berusaha
mencari air. Namun ada drive sekunder yg sangat kuat dibandingkan
drive primer yaitu, Nilai kebenaran & Intergritas.
Model Konflik
Tidak seorangpun yang kalis (bersih) dari konflik berbagai motif dan
kecenderungan. Konflik yang parah sering mendasari tingkah laku
menyedihkan dan symptom neurotic, karena konflik itu membuat orang
tidak dapat merespon secara normal dan dapat meredakan drives yang
tinggi. Ada 3 bentuk konflik, yaitu:
Model Konflik
• Orang yg dihadapkan dgn pilihan positif&negatif yg ada di satu situasi.
Approach - Avoidance
• Orang yg dihadapkan dgn dua pilihan yg sama-sama negatif
Avoidance - Avoidance
• Orang yg dihadapkan dgn pilihan yg sama-sama positif.
Approach - Approach
KetidakSadaran
Dollan & Miller membagi ketidaksadaran mnjd 2 :
1. Tidak pernah disadari: Stimuli, drive, & respon yang pernah dipelajari
bayi sebelum bisa berbicara sehingga tidak memiliki label verbal. Dan
apa yang dipelajari secara non verbal, detail dari berbagai ketrampilan
motorik.
2. Disadari tapi tidak bertahan dan menjadi tidak disadari karena adanya
represi. Represi adalah menolak memikirkan sesuatu. Con: Karena
tidak memikirkan sesuatu yang menakutkan, rasa takut akan
berkurang. Orang kemudian memiliki/menunjukkan tingkahlaku tidak
mudah takut.
Perkembangan Kepribadian
1. Perangkat Innate: Respon Sederhana &
Primary Process
Dollard & Miller menggagap perubahan dari bayi yg sederhana menjadi
dewasa yang kompleks sebagai proses yang menarik, sehingga banyak
karyanya yg menjelaskan masalah ttg ini.
Bayi memiliki 3 repertoir primitif yg plng penting, yaitu:
1.Refleks Spesifik (Spesifik Reflexes) : Rooting reflex, saat pipi disentuh,
bayi menengok kearah pipi yg disentuh.
2.Respon Bawaan Hirarkis (Innate Hierarchies of response) : Bayi
berusaha menghindari stimulus yang tidak menyenangkan sblm menangis.
3.Dorongan Primer (Primary Drives) : Stimulus internal yg kuat & bertahan
lama. Con: lapar, haus & rasa sakit. Drives ini memotivasi bayi untuk
melakukan sesuatu.
Perkembangan Kepribadian
2. Konteks Sosial
Dollar & Miller yakin bahwa
tingkah laku dipengaruhi oleh
masyarakat yang tinggal
disekitar individu.
Perkembangan Kepribadian
3. Situasi Pembelajaran (Training Situation)
Mnrt Dollar & Miller ada 4 Traning situation yg mempengaruhi kepribadian
anak:
1. Situasi Makan (Feeding Situation) : Situasi pertama yg bnyk
mengajarkan sesuatu. Misal : Jika anak menangis kelaparan tdk
segera diberi makan, akan belajar bersikap apatis & gelisah.
Sebaliknya situasi pemberian makanan yg memuaskan menjadi dasar
belajar sikap sosial & cinta. Bayi yg diberi makan sblm lapar mungkin
tdk pernah belajar menghargai nilai makanan serta krng menghargai
kehadiran ibu.
2. Pendidikan Kebersihan (Cleaning Training) : Belajar mengontrol
proses urinasi & defekasi merupakan tugas yg kompleks & sulit bagi
bayi. Toilet training dianggap sangat penting bagi orang tua.
Perkembangan Kepribadian
3. Situasi Pembelajaran (Training Situation)
3. Pendidikan Seks Awal (Early Sex Traning) : Pendidikan mengenai
masturbasi, menstruasi dan Pendidikan seks lainya.
4. Pengendalian Marah & Agresi (Anger-Anxiety) : Apabila anak marah,
orang tua sering menghukum. Sehingga anak belajar menekan rasa
marahnya. Tanpa rasa marah ini akan membuat kerpibadian anak
tidak dapat berkembang.
Aplikasi
Bagaimana Neurotis Dipelajari??
Dollard & Miller memandang tingkah laku normal dan neurotik dalam
satu kontinum, dan bukan dua hal yang terpisah. Karena itu tingkahlaku
neurotik dipelajari memakai prinsip yang sama dengan belajar
tingkahlaku normal. Neurosis/neurotic adalah konfik ketidaksadaran yang
kuat dan hampir selalu bersumber di masa kanak-kanak.
Pada 4 situasi training anak, sering mengembangkan kecemasan &
rasa berdosa yang kuat mengenai ekspresi kebutuhan dasarnya,
membentuk konflik yang terus berlanjut hingga dewasa. Manusia jg
mempelajari respon represi yang dapat dipakai untuk menghindari
perasaan cemas dan berdosa.
Aplikasi
Represi
Represi adalah “tidak memikirkan”. Ada tiga cara yang biasa dipakai
orang untuk melakukan represi agar tidak muncul fikiran-fikiran yang
menimbulkan kecemasan:
 Memberi nama lain (Mislabeling) : Kehilangan uang dalam jumlah yg
besar, dikatakan “sedikit” (tidak timbul kecemasan karena yg hilang
hanya sedikit)
 Respon pengganti (Response substitution) : Kecelakaan membuat kaki
menjadi pincang, dan gerak berjalan diganti dengan gerak naik motor
tanpa mengenal lelah (tidak timbul kecemasan karena tidak perlu
berjalan)
Aplikasi
Represi & Psikoterapi
 Tidak memikirkan (Not thingking) : Marah karena difitnah, tidak
memikirkan fitnahan itu (tidak timbul kecemasan karena tidak memikirkan
fitnah yang terjadi).
Psikoterapi
Jika tingkahlaku neurotik itu hasil belajar, seharusnya itu dapat
dihilangkan dengan beberapa kombinasi prinsip yg dipakai ketika
mempelajarinya. Psikoterapi menerapkan kebiasaan neurotik dapat
dihilangkan dengan kebiasaan tidak neurotik.
Lanjutan …
Aplikasi
Psikoterapi
Dollard & Miller memakai kondisi dan prosedur terapiutik
konvensional, tarapis yang simpatik dan permisif (bersifat terbuka)
mendorong pasien untuk berasosiasi bebas dan mengungkapkan
perasaanya.
Terapis kemudian membantu pasien untuk memahami perasaannya
sendiri dan bagaimana perasaan itu berkembang. Pembaruan Dollard &
Miller terhadap psikoterapi tradisional adalah pemakaian analisis teori
belajar mengenai apa yang terjadi (Displecement, sublimasi & belajar
menguasai system syaraf otonom).
Terimakasih …
Catatan
Stimulus adalah bagian dari respon stimuli yang berhubungan dengan
kelakuan.
Stimulus : Perubahan lingkungan internal/eksternak yang dapat
diketahui. Ketika stimuli dimsukan ke dalam reseptor sensori, stimulus
akan memmengaruhi reflex melalui transduksi stimulus
Terapeutik konvensional: terapi alternatif misal (hypnosis, akupuntur)

Stimulus Respon (John dollard & Miller).pdf

  • 1.
    STIMULUS RESPONSE JOHN DOLLARD& NEAL E. MILLER Nawang Setyoningrum, M.Psi
  • 2.
    PENDAHULUAN John Dollar danNeil E. Miller adalah dua orang pakar dari Instutute of Human Relation. Mereka mengembangkan pendekatan psikoanalisis, antropologi, dan sosial dalam menjelaskan perilaku manusia. Gagasan yang mereka kembangkan adalah mengenai teori stimulus respons yang berkaitan dengan teori belajar.
  • 3.
    BIOGRAFI John Dollard lahirdi Menasha, Wisconsin tanggal 29 Agustus 1900. Ayahnya seorang insinyur perkeretaapian, meninggal pada saat usia John masih sangat muda. John Dollard mendapat gelar sarjana muda (BA) dari University of WiscoNsin pada tahun 1922 dan berturut-turut meraih gelar master (MA) dan doctor (Ph.D) dalam bidang Sosiologi di University of Chicago. Ia sempat belajar psikoanalisis di Berlin Institute dan menjadi anggota Western New England Psychoanalitic. Tahun 1932, ia mengajar antropologi, psikologi & sosiologi di Yale University. John Dollard memiliki minat yang luas dalam bidang ilmu sosial, hingga banyak buku dan artikel yang ditulisnya, mulai dari etnologi sampai psikoterapi. John Dollard meninggal tahun 1980.
  • 4.
    BIOGRAFI Neal Miller lahirdi Milawaukee, Wiscosin pada tahun 1909. ayahnya adalah seorang psikolog Pendidikan. Miller mendapat gelar sarjana muda (BS) dari University of Washington tahun 1931, meraih gelar master (MA) dari Stanford University tahun 1932 dan gelar doctor (Ph.D) dalam psikologi di Yale University. Ketika Miller bergabung dengan Institute of Human Relation di Yale University, ia mulai berkolaborasi dengan Dollard, mencari cara untuk memahami teori psikoanalitis menggunakan teknik behaviorisme. Miller Bersama Dollard menulis 2 buku yang berisi versi sederhana, tentang penerapan dari prinsip Hull dalam masalah psikologi sosial, yaitu (Social Learning and Imatation tahun 1942, dan buku mengenai psikologi kepribadian dan terapi, yaitu “Personality and Psychotherapy” tahun 1950.
  • 5.
    STRUKTUR KEPRIBADIAN Dollard danMiller beranggapan bahwa kebiasaan (habit) merupakan salah satu elemen penting dalam struktur kepribadian. Menurut mereka, bagian penting dari perilaku adalah input berupa stimulus, dan keluaran (output) berupa respon, serta penguat (reinforcement). Reinforcement adalah sesuatu yang dapat memperkuat timbulnya respons. Positive reinforcement diberikan untuk memperkuat respons, dan negative reinforcement diberikan untuk mengurangi.
  • 6.
    Manusia Dalam Pandangan Dollard& Milller Dollard dan Miller mengatakan stimulus yang paling kuat dan tahan lama adalah stimulus yang bersumber dari dorongan primer internal, dan umumnya berhubungan erat dengan proses fisiologis. Dollard dan Miller setuju dengan ahli psikoanalisis yang menyatakan bahwa 6 tahun pertama kehidupan merupakan fase penting dalam pembentukan tingkah laku manusia. Pada usia ini terjadi pembelajaran konflik tak sadar yang kemudian menimbulkan masalah-masalah emosional di kemudian hari. Jadi, konflik yang terjadi pada masa dewasa, sebagian besar terjadi pada masa kanak-kanak.
  • 7.
    DINAMIKA KEPRIBADIAN Motivasi-Dorongan (Motivation-drives) Proses Belajar ProsesMental yang Lebih Tinggi Model Konflik Ketidaksadaran
  • 8.
    Motivasi-Dorongan (Motivasi-Drives) Dalam kehidupan manusiabanyak sekali muncul dorongan yang dipelajari (Secondary Drives) dari atau berdasarkan dorongan primer seperti lapar, haus dan seks. Dorongan yang dipelajari berperan sebagai wajah semu yang fungsinya menyembunyikan dorongan bawaan. Kenyataanya, di masyarakat barat yang modern, dari pengamatan sepintas terhadap masyarakat dewasa, pentingnya dorongan primer sering tidak jelas. Contoh secondary drives : Kecemasan, malu dan takut, prestis, dll.
  • 9.
    Motivasi-Dorongan (Motivasi-Drives) Dollard &Miller juga mengemukakan bahwa bukan hanya dorongan primer diganti oleh dorongan sekunder, tetapi hadiah atau penguat primer jg dapat diganti dengan penguat sekunder. Misal : Saat mengganti popok, aktivitas ibu yang memberi kenyamanan yaitu “senyum” akan menjadi hadiah sekunder yang sangat kuat bagi bayi sampai dewasa. Atau seseorang saat membagikan makanan, dengan “tersenyum” akan memberi hadiah tersendiri bagi orang yang menerima makanan tersebut.
  • 10.
    Proses Belajar Menurut Dollard& Miller “untuk belajar, seseorang harus menginginkan sesuatu, melihat sesuatu, melakukan seseuatu dan mendapatkan sesuatu”. Berdasarkan prinsip ini, Dollard & Miller merumuskan 4 konsep dalam teori belajar yaitu : Drive, Cue, Respons, dan Reinforcement.  Drives (Menginginkan Sesuatu) : Stimulus (Dari dalam organisme) yang mendorong terjadinya kegiatan, tetapi tidak menentu bentuk kegiatannya. Con: Dalam penelitian, drive rasa sakit mendorong tikus melakukan “sesuatu” tetapi tidak jelas harus bagaimana. Semakin kuat drive, semakin keras usaha tingkahlaku yang dihasilkan.
  • 11.
    Proses Belajar  Cue(Melihat Sesuatu) : Isyarat atau stimulus yang memberi petunjuk perlunya dilakukan respon yang sesungguhnya. Con: Dalam penelitian, sesudah suara bel difahami tikus sebagai tanda bahaya yang harus dihindari, bel menjadi cue bagi tikus untuk meloncati sekat.  Respons (Melakukan Sesuatu) : Aktivitas yang dilakukan seseorang. Menurut Dollard & Miller, sebelum suatu respon dikaitan dengan suatu stimulus respon itu harus terjadi terlebih dahulu.  Reinforcement (Penguat) : Agar belajar terjadi harus ada reinforcement. Penelitian membuktikan bahwa peristiwa yang mengikuti suatu respon sangat menentukan hubungan respon itu dengan stimulusnya.
  • 12.
    Proses Mental YangLebih Tinggi  Perluasan Stimulus-respon Seorang pilot yang pesawatnya meledak karena tertembak musuh, menyelamatkan diri dengan kursi-lontar. Pilot ini menjadi fobia, takut dengan pesawat dan hal-hal yang berkaitan dengan pesawat dan pertempuran. Konsep drive-cue-respon-reinforcement menjadi kurang tepat karena stimuli penyebab takut bukan lagi suara ledakan, tetapi juga fikiran mengenai pesawat dan ingatan mengenai kecelakaan itu sendiri. Begitu pula dengan respon meloncat menjadi fikiran mengenai keselamatan penerbangan sehingga teori belajar bukan hanya menjelaskan tingkahlaku sederhana, tetapi jg hal-hal yang makna dan terapannya berkaitan dengan persoalan kepribadian yang kompleks.
  • 13.
    Proses Mental YangLebih Tinggi  Generalisasi Stimulus Terdapat 2 tipe interaksi individu dengan lingkungannya, yaitu:  Pertama : Interaksi umumnya memiliki respon berdampat segera (immediate effect). Con: Segera menginjak pedal rem, ketika tiba-tiba ada anak menyebrang jalan.  Kedua : Respon menghasilkan isyarat (cue-production response). semakin mirip stimulus lain dengan stimulus aslinya, peluang terjadinya generalisasi tingkahlaku, emosi, fikiran atau sikap semakin besar. Con: Jika seorang anak dikondisikan takut pada boneka kelinci putih, ia akan menunjukkan rasa takut terhadap objek yang mirip denga stimulus yg dikondisikan.
  • 14.
    Proses Mental YangLebih Tinggi  Reasoning (Pemikiran) Cue producing response umumnya terjadi melalui sejumlah peristiwa internal yang disebut alur berfikir. Con : Perasaan takut kotak putih yang diperoleh dari belajar (ada dalam fikiran tikus) menjadi drive (kecemasan) yang memotivasi tikus untuk lari dari kotak putih (bukan dari sakit karena kejut listrik lagi). Reinforcement bukan hilangnya rasa sakit, tetapi hilangnya warna putih atau hilangnya suara bel.  Bahasa (Ucapan, Fikiran, Tulisan maupun Sikap Tubuh) Dollard & Miller sangat mementingkan peran bahasa dalam motivasi, hadiah dan pandangan ke depan. Kata mampu membangkitkan drive dan memperkuat atau memberi jaminan.
  • 15.
    Proses Mental YangLebih Tinggi  Secondary Drives Dalam masyarakat modern yang kompleks, tingkahlaku tidak semata-mata diatur oleh penguat primer (makanan, air, dll). Kehidupan manusia modern dibentuk oleh perjuangan memperoleh prestise, status, kebahagiaan, kekayaan, ketergantungan. Umumnya drive sekunder bersifat rentan, manakala drive itu berulang-ulang gagal mendapat reinforcement, drive itu menjadi lemah. Con: Anak yang gagal mendapat pujian orang tua karena usahanya tidak mencapai prestasi yg diharapkan, sering berakibat anak menjadi bosan dan menolak berusaha mendapat pujian.
  • 16.
    Proses Mental YangLebih Tinggi Secondary Drives (Lanjutan) Pada drive primer hal itu tdk akan terjadi, orang yang berkali-kali gagal berusaha memuaskan rasa hausnya, tidak akan berhenti berusaha mencari air. Namun ada drive sekunder yg sangat kuat dibandingkan drive primer yaitu, Nilai kebenaran & Intergritas.
  • 17.
    Model Konflik Tidak seorangpunyang kalis (bersih) dari konflik berbagai motif dan kecenderungan. Konflik yang parah sering mendasari tingkah laku menyedihkan dan symptom neurotic, karena konflik itu membuat orang tidak dapat merespon secara normal dan dapat meredakan drives yang tinggi. Ada 3 bentuk konflik, yaitu:
  • 18.
    Model Konflik • Orangyg dihadapkan dgn pilihan positif&negatif yg ada di satu situasi. Approach - Avoidance • Orang yg dihadapkan dgn dua pilihan yg sama-sama negatif Avoidance - Avoidance • Orang yg dihadapkan dgn pilihan yg sama-sama positif. Approach - Approach
  • 19.
    KetidakSadaran Dollan & Millermembagi ketidaksadaran mnjd 2 : 1. Tidak pernah disadari: Stimuli, drive, & respon yang pernah dipelajari bayi sebelum bisa berbicara sehingga tidak memiliki label verbal. Dan apa yang dipelajari secara non verbal, detail dari berbagai ketrampilan motorik. 2. Disadari tapi tidak bertahan dan menjadi tidak disadari karena adanya represi. Represi adalah menolak memikirkan sesuatu. Con: Karena tidak memikirkan sesuatu yang menakutkan, rasa takut akan berkurang. Orang kemudian memiliki/menunjukkan tingkahlaku tidak mudah takut.
  • 20.
    Perkembangan Kepribadian 1. PerangkatInnate: Respon Sederhana & Primary Process Dollard & Miller menggagap perubahan dari bayi yg sederhana menjadi dewasa yang kompleks sebagai proses yang menarik, sehingga banyak karyanya yg menjelaskan masalah ttg ini. Bayi memiliki 3 repertoir primitif yg plng penting, yaitu: 1.Refleks Spesifik (Spesifik Reflexes) : Rooting reflex, saat pipi disentuh, bayi menengok kearah pipi yg disentuh. 2.Respon Bawaan Hirarkis (Innate Hierarchies of response) : Bayi berusaha menghindari stimulus yang tidak menyenangkan sblm menangis. 3.Dorongan Primer (Primary Drives) : Stimulus internal yg kuat & bertahan lama. Con: lapar, haus & rasa sakit. Drives ini memotivasi bayi untuk melakukan sesuatu.
  • 21.
    Perkembangan Kepribadian 2. KonteksSosial Dollar & Miller yakin bahwa tingkah laku dipengaruhi oleh masyarakat yang tinggal disekitar individu.
  • 22.
    Perkembangan Kepribadian 3. SituasiPembelajaran (Training Situation) Mnrt Dollar & Miller ada 4 Traning situation yg mempengaruhi kepribadian anak: 1. Situasi Makan (Feeding Situation) : Situasi pertama yg bnyk mengajarkan sesuatu. Misal : Jika anak menangis kelaparan tdk segera diberi makan, akan belajar bersikap apatis & gelisah. Sebaliknya situasi pemberian makanan yg memuaskan menjadi dasar belajar sikap sosial & cinta. Bayi yg diberi makan sblm lapar mungkin tdk pernah belajar menghargai nilai makanan serta krng menghargai kehadiran ibu. 2. Pendidikan Kebersihan (Cleaning Training) : Belajar mengontrol proses urinasi & defekasi merupakan tugas yg kompleks & sulit bagi bayi. Toilet training dianggap sangat penting bagi orang tua.
  • 23.
    Perkembangan Kepribadian 3. SituasiPembelajaran (Training Situation) 3. Pendidikan Seks Awal (Early Sex Traning) : Pendidikan mengenai masturbasi, menstruasi dan Pendidikan seks lainya. 4. Pengendalian Marah & Agresi (Anger-Anxiety) : Apabila anak marah, orang tua sering menghukum. Sehingga anak belajar menekan rasa marahnya. Tanpa rasa marah ini akan membuat kerpibadian anak tidak dapat berkembang.
  • 24.
    Aplikasi Bagaimana Neurotis Dipelajari?? Dollard& Miller memandang tingkah laku normal dan neurotik dalam satu kontinum, dan bukan dua hal yang terpisah. Karena itu tingkahlaku neurotik dipelajari memakai prinsip yang sama dengan belajar tingkahlaku normal. Neurosis/neurotic adalah konfik ketidaksadaran yang kuat dan hampir selalu bersumber di masa kanak-kanak. Pada 4 situasi training anak, sering mengembangkan kecemasan & rasa berdosa yang kuat mengenai ekspresi kebutuhan dasarnya, membentuk konflik yang terus berlanjut hingga dewasa. Manusia jg mempelajari respon represi yang dapat dipakai untuk menghindari perasaan cemas dan berdosa.
  • 25.
    Aplikasi Represi Represi adalah “tidakmemikirkan”. Ada tiga cara yang biasa dipakai orang untuk melakukan represi agar tidak muncul fikiran-fikiran yang menimbulkan kecemasan:  Memberi nama lain (Mislabeling) : Kehilangan uang dalam jumlah yg besar, dikatakan “sedikit” (tidak timbul kecemasan karena yg hilang hanya sedikit)  Respon pengganti (Response substitution) : Kecelakaan membuat kaki menjadi pincang, dan gerak berjalan diganti dengan gerak naik motor tanpa mengenal lelah (tidak timbul kecemasan karena tidak perlu berjalan)
  • 26.
    Aplikasi Represi & Psikoterapi Tidak memikirkan (Not thingking) : Marah karena difitnah, tidak memikirkan fitnahan itu (tidak timbul kecemasan karena tidak memikirkan fitnah yang terjadi). Psikoterapi Jika tingkahlaku neurotik itu hasil belajar, seharusnya itu dapat dihilangkan dengan beberapa kombinasi prinsip yg dipakai ketika mempelajarinya. Psikoterapi menerapkan kebiasaan neurotik dapat dihilangkan dengan kebiasaan tidak neurotik. Lanjutan …
  • 27.
    Aplikasi Psikoterapi Dollard & Millermemakai kondisi dan prosedur terapiutik konvensional, tarapis yang simpatik dan permisif (bersifat terbuka) mendorong pasien untuk berasosiasi bebas dan mengungkapkan perasaanya. Terapis kemudian membantu pasien untuk memahami perasaannya sendiri dan bagaimana perasaan itu berkembang. Pembaruan Dollard & Miller terhadap psikoterapi tradisional adalah pemakaian analisis teori belajar mengenai apa yang terjadi (Displecement, sublimasi & belajar menguasai system syaraf otonom).
  • 28.
  • 29.
    Catatan Stimulus adalah bagiandari respon stimuli yang berhubungan dengan kelakuan. Stimulus : Perubahan lingkungan internal/eksternak yang dapat diketahui. Ketika stimuli dimsukan ke dalam reseptor sensori, stimulus akan memmengaruhi reflex melalui transduksi stimulus Terapeutik konvensional: terapi alternatif misal (hypnosis, akupuntur)