SlideShare a Scribd company logo
1 of 32
SEPUTAR FIQIH KURBAN
OLEH : KH. M. SHIDDIQ AL JAWI, S.Si, MSI
FOUNDER INSTITUT MUAMALAH INDONESIA
IDUL ADHA 1441 H / JUMAT 31 JULI 2020
POKOK BAHASAN
1. HUKUM MENJUAL KULIT KURBAN
2. BOLEHKAH MEMBERIKAN KEPALA ATAU KULIT
KAMBING KEPADA JAGAL SEBAGAI UPAH?
3. HUKUM BERKURBAN UNTUK ORANG YANG
SUDAH MENINGGAL
4. HUKUM BERKURBAN SEEKOR DOMBA UNTUK
SATU KELUARGA
5. HUKUM ORANG MAMPU MENERIMA
PEMBAGIAN DAGING KURBAN
1. HUKUM MENJUAL KLIT
KURBAN
HUKUM MENJUAL KULIT KURBAN
Tanya : Ustadz, bolehkah panitia kurban menjual kulit
kurban dengan tujuan hasil penjualannya akan
digunakan untuk membeli karpet masjid?
Jawab :
Haram hukumnya bagi shahibul kurban (al mudhahhi)
atau panitia kurban yang mewakilinya untuk menjual-
belikan kulit kurban, sebagaimana pendapat jumhur
ulama, yaitu ulama Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah.
(Husamuddin ‘Ifanah, Al Mufashshal fii Ahkam Al Udh-hiyyah, hlm.154-155; Nada
Abu Ahmad, Al Jami’ Li Ahkam Al Udh-hiyah, hlm. 55-56; Abu Abdirrahman M. Al
‘Alawi, Fiqh Al Udh-hiyah, hlm. 127-132).
HUKUM MENJUAL KULIT KURBAN
Dalil-dalil yang menunjukkan haramnya menjual kulit
kurban antara lain :
Pertama, dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda :
ْ‫ن‬َ‫م‬َْ‫ع‬‫ا‬َ‫ب‬َْ‫د‬‫ل‬ ِ‫ج‬ِْ‫ه‬ِ‫ت‬َّ‫ي‬ ِ‫ح‬‫ض‬ُ‫أ‬َْ‫ل‬َ‫ف‬َْ‫ة‬َّ‫ي‬ ِ‫ح‬‫ض‬ُ‫أ‬ُْ‫ه‬َ‫ل‬
”Barangsiapa yang menjual kulit kurbannya, maka tidak ada
(pahala) kurban baginya.” (Arab : man baa’a jilda udh-
hiyatihi fa-laa udh-hiyata lahu). (HR Hakim dan Al Baihaqi,
hadis sahih).
(HR Al Hakim, Al Mustadrak ‘Ala Al Shahihain, Juz II, hlm. 286, nomor 3468, dan Al
Baihaqi, Sunan Al Baihaqi, Juz IX, hlm. 294. Ini adalah hadits shahih, demikian menurut Imam
As Suyuthi dalam Al Jami’ Al Shaghir Juz II hlm. 167, juga menurut Syeikh Nashiruddin Al
Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhiib hlm. 455 dan Shahih Al Jami’ Al Shaghir, Juz II,
hlm.1055).
HUKUM MENJUAL KULIT KURBAN
Kedua, dari Qatadah bin An Nu’man RA, Nabi SAW telah
bersabda :
‫و‬‫وا‬ُ‫ع‬ِ‫ت‬‫م‬َ‫ت‬‫اس‬‫ا‬َ‫ه‬ِ‫د‬‫و‬ُ‫ل‬ُ‫ج‬ِ‫ب‬َْ‫ل‬َ‫و‬‫ا‬َ‫ه‬‫و‬ُ‫ع‬‫ي‬ِ‫ب‬َ‫ت‬
”Manfaatkanlah kulit-kulit kurban itu tapi janganlah kamu
menjualnya.” (Arab : wastamti’uu bi-juluudihaa wa laa
tabii’uuhaa). (HR Ahmad, hadis shahih).
(HR Ahmad, Juz IV, hlm. 15. Dalam Majma’uz Zawaid, Imam Al Haitsami mengatakan
hadits ini adalah hadits mursal yang shahih isnadnya. Lihat Imam Syaukani, Nailul
Authar, hlm. 1019, hadits no 2138).
HUKUM MENJUAL KULIT KURBAN
Berdasarkan dalil-dall tersebut haram hukumnya bagi
shahibul kurban untuk menjual kulit kurban.
Demikian pula, haram hukumnya menjual kulit kurban
bagi wakil dari shahibul kurban, seperti panitia kurban
atau DKM / takmir masjid, dan yang semisalnya, sesuai
kaidah fiqih dalam hukum wakalah :
ْ‫ُل‬‫ك‬‫ا‬َ‫م‬َْ‫از‬َ‫ج‬ِْ‫ان‬َ‫س‬‫ن‬ِ‫إل‬ِ‫ل‬ْ‫ن‬َ‫أ‬َْ‫ف‬َّ‫ر‬َ‫ص‬َ‫ت‬َ‫ي‬ِْ‫ه‬‫ي‬ِ‫ف‬ِْ‫ه‬ِ‫س‬‫ف‬َ‫ن‬ِ‫ل‬َْ‫از‬َ‫ج‬ْ‫ن‬َ‫أ‬َْ‫ل‬ِ‫ك‬َ‫و‬ُ‫ي‬ِْ‫ف‬ِْ‫ه‬‫ي‬ْ‫و‬َ‫أ‬َْ‫ل‬َّ‫ك‬َ‫و‬َ‫ت‬َ‫ي‬
"Setiap tasharruf yang boleh dilakukan sendiri oleh
seseorang, boleh bagi dia mewakilkan [kepada orang
lain] pada urusan itu atau boleh juga dia mewakili
[orang lain].“ (Bujarimi Ala Al Khathib, Juz III, hlm. 457,
Bab Al Qaul fii Arkan Al Wakalah).
HUKUM MENJUAL KULIT KURBAN
Solusinya, pihak wakil dari shahibul kurban, seperti
panitia kurban atau DKM / takmir masjid, dan yang
semisalnya, berhak meminta ujroh (upah) atas tugasnya
mewakili shahibul kurban dalam penyembelihan dan
pembagian daging kurban.
Jadi, akad antara shahibul kurban dengan wakilnya
menjadi wakalah bil ujroh, yaitu akad mewakilkan
urusan kepada pihak lain dengan memberi upah, berupa
sejumlah uang yang disepakati. Misal, untuk
penyembelihan seekor kambing ujrohnya Rp 100.000.
Sedang untuk seekor sapi, ujrohnya Rp 200.000.
Wallahu a’lam.
2. BOLEHKAH MEMBERIKAN KEPALA
ATAU KULIT KAMBING KEPADA JAGAL
SEBAGAI UPAH?
HUKUM MENGUPAH JAGAL DENGAN KULIT DAN KEPALA KURBAN
Tanya : Ustadz, bolehkah memberikan kepada jagal kulit
atau kepala hewan kurban sebagai upahn untuknya?
Jawab :
Haram hukumnya memberikan upah kepada jagal (al
jaazir) berupa kulit hewan kurban atau kepala dari hewan
kurban, atau bagian lain dari hewan kurban yang dia
sembelih.
Upah kepada jagal wajib berupa sejumlah uang yang
tertentu yang disepakati, misal : Rp 100,000 untuk satu
ekor kambing yang disembelih.
Namun dibolehkan memberikan bagian dari hewan
kurban kepada jagal sebagai shadaqah, bukan sebagai
upah.
HUKUM MENGUPAH JAGAL DENGAN KULIT DAN KEPALA KURBAN
Dalil haramnya memberikan upah kepada jagal (al jaazir)
berupa bagian dari hewan kurban yang dia sembelih, adalah
hadis sbb :
ْ‫َن‬‫ع‬ْ‫ى‬ِ‫ل‬َ‫ع‬‫بن‬‫أبي‬‫طالب‬‫رضي‬‫هللا‬‫عنه‬‫ال‬َ‫ق‬:(‫ني‬َ‫ر‬َ‫م‬َ‫أ‬ُْ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ِْ َّ‫اّلل‬‫صلى‬‫هللا‬‫عليه‬
‫وسلم‬ْ‫ن‬َ‫أ‬َْ‫م‬‫و‬ُ‫ق‬َ‫أ‬‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ِْ‫ه‬ِ‫ن‬‫د‬ُ‫ب‬ْ‫ن‬َ‫أ‬َ‫و‬َْ‫َّق‬‫د‬َ‫ص‬َ‫ت‬َ‫أ‬ْ‫ح‬َ‫ل‬ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ه‬ِ‫م‬‫ا‬َ‫ه‬ِ‫د‬‫و‬ُ‫ل‬ُ‫ج‬َ‫و‬‫ا‬َ‫ه‬ِ‫ت‬َّ‫ل‬ ِ‫ج‬َ‫أ‬َ‫و‬ْ‫ن‬َ‫أ‬َ‫و‬َْ‫ل‬‫ي‬ِ‫ط‬‫ع‬ُ‫أ‬
َْ‫ار‬َّ‫ز‬َ‫ج‬‫ال‬‫ا‬َ‫ه‬‫ن‬ِ‫م‬،َْ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬:ُْ‫ن‬‫ح‬َ‫ن‬ِْ‫ه‬‫ي‬ِ‫ط‬‫ع‬ُ‫ن‬ْ‫ن‬ِ‫م‬‫ا‬َ‫ن‬ِ‫د‬‫ن‬ِ‫ع‬).‫أخرجه‬‫مسلم‬
Dari Ali bin Abi Thalib RA,”Rasulullah SAW telah
memerintahkan kepadaku untuk mengurusi kurban unta
dari beliau; agar aku menyedekahkan dagingnya, kulitnya,
dan dan jilâl-nya (kulit yang ditaruh pada punggung unta
untuk melindungi dari dingin). Dan agar aku tidak
memberikan kepada jagal sebagian dari hewan kurban itu.’
Ali berkata,”Kami memberikan kepada dia (jagal) upah dari
kami sendiri.” (HR Muslim).
3. HUKUM KURBAN
UNTUK ORANG YANG
SUDAH MENINGGAL
HUKUM KURBAN UNTUK ORANG YANG SUDAH MENINGGAL
Tanya : Ustadz, bolehkah menyembelih qurban untuk orang
yang sudah meninggal?
Jawab :
Ada tiga pendapat di kalangan ulama;
Pertama, hukumnya boleh baik ada wasiat atau tidak dari
orang yang sudah meninggal. Ini pendapat ulama mazhab
Hanafi, Hambali, dan sebagian ahli hadis seperti Imam Abu
Dawud dan Imam Tirmidzi.
Kedua, hukumnya makruh. Ini pendapat ulama mazhab Maliki.
Ketiga, hukumnya tidak boleh, kecuali ada wasiat sebelumnya
dari orang yang meninggal. Ini pendapat ulama mazhab Syafi'i.
(Hisamuddin ‘Ifanah, Al-Mufashshal fi Ahkam Al-Udhhiyah, hlm. 158;
M. Adib Kalkul, Ahkam Al-Udhhiyah wa Al-Aqiqah wa At-Tadzkiyah,
hlm. 24; Nada Abu Ahmad, Al-Jami' li Ahkam Al-Udhhiyah, hlm. 48).
HUKUM KURBAN UNTUK ORANG YANG SUDAH MENINGGAL
Pendapat yang rajih (terkuat), adalah pendapat yang
membolehkan berkurban untuk orang yang sudah meninggal,
baik ada wasiat dari orang yang sudah meninggal atau tidak ada
wasiat dari orang yang sudah meninggal.
Dalilnya, hadis Aisyah RA bahwa ketika Nabi SAW akan
menyembelih qurban, beliau berdoa:
ِْ‫م‬‫اس‬ِ‫ب‬ِْ َّ‫اّلل‬َّْ‫م‬ُ‫ه‬َّ‫ل‬‫ال‬ْ‫ل‬َّ‫ب‬َ‫ق‬َ‫ت‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫د‬َّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ِْ‫ل‬‫آ‬َ‫و‬َّْ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ْ‫د‬ْ‫ن‬ِ‫م‬َ‫و‬ِْ‫ة‬َّ‫م‬ُ‫أ‬ْ‫د‬َّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬
"Bismillah, Ya Allah terimalah [qurban] dari Muhammad, dari
keluarga Muhammad, dan dari umat Muhammad." (HR Muslim
no 3637, Abu Dawud no 2410, Ahmad no 23351).
Hadis ini menunjukkan Nabi SAW berqurban untuk orang yang
sudah meninggal. Sebab beliau telah berqurban untuk keluarga
Muhammad dan umat Muhammad, padahal di antara mereka
ada yang sudah meninggal. (Hisamuddin Ifanah, Al-Mufashshal fi
Ahkam Al-Udhhiyah, hlm. 161).
HUKUM KURBAN UNTUK ORANG YANG SUDAH MENINGGAL
Adapun pendapat yang tidak membolehkan berkurban untuk orang
yang sudah meninggal, kecuali ada wasiat sebelumnya dari orang
yang meninggal itu, dalilnya adalah mafhum mukhalafah dari hadis
Hanasy RA :
‫رأيت‬ْ‫عليا‬‫رضي‬‫هللا‬‫عنه‬‫يضحي‬‫بكبشين‬‫فقلت‬‫له‬‫ما‬‫هذا‬‫؟‬‫فقال‬:‫إن‬‫رسول‬‫هللا‬‫صلى‬‫هللا‬
‫عليه‬‫وسلم‬‫أوصاني‬‫أن‬‫أضحي‬‫عنه‬،‫فأنا‬‫أضحي‬‫عنه‬
“Saya melihat Ali bin Abi Thalib RA menyembelih dua ekor
kambing, lalu aku bertanya,"Apa ini?" Ali menjawab,”Sesungguhnya
Rasulullah SAW telah berwasiat kepadaku untuk berqurban
untuknya, maka akupun menyembelih qurban untuk beliau." (HR
Abu Dawud no 2408, Tirmidzi no 1415). Hadis ini menunjukkan
bolehnya berqurban untuk orang yang sudah meninggal jika dia
berwasiat. Jika tidak ada wasiat hukumnya tidak boleh. (Imam
Nawawi, Al-Majmu' 8/406; Nihayatul Muhtaj 27/231, Mughni Al-
Muhtaj 18/148, Tuhfatul Muhtaj 41/170).
HUKUM KURBAN UNTUK ORANG YANG SUDAH MENINGGAL
Pendapat tersebut tidak dapat diterima, sebab mafhum
mukhalafah dari hadis tersebut, bertentangan dengan
manthuq hadis yang bermakna umum yang
membolehkan menyembelih kurban untuk orang yang
sudah meninggal, baik dia berwasiat atau tidak
berwasiat, yaitu sabda Rasulllah SAW :
ِْ‫م‬‫اس‬ِ‫ب‬ِْ َّ‫اّلل‬َّْ‫م‬ُ‫ه‬َّ‫ل‬‫ال‬ْ‫ل‬َّ‫ب‬َ‫ق‬َ‫ت‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫د‬َّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬َْ‫و‬ِْ‫ل‬‫آ‬ْ‫د‬َّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ْ‫ن‬ِ‫م‬َ‫و‬ِْ‫ة‬َّ‫م‬ُ‫أ‬ْ‫د‬َّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬
"Bismillah, Ya Allah terimalah [qurban] dari
Muhammad, dari keluarga Muhammad, dan dari umat
Muhammad." (HR Muslim no 3637, Abu Dawud no
2410, Ahmad no 23351).
HUKUM KURBAN UNTUK ORANG YANG SUDAH MENINGGAL
Mafhum mukhalafah yang bertentangan dengan
nash tidaklah dapat diamalkan, sesuai kaidah
ushuliyah yang dirumuskan oleh Imam Taqiyuddin
An Nabhani (rahimahullah) :
‫ل‬‫يعمل‬‫بمفهوم‬‫المخالفة‬‫إذا‬‫ورد‬‫نص‬‫في‬‫الكتاب‬‫أو‬‫السنة‬‫يعط‬‫له‬
“Mafhum mukhalafah tidak diamalkan jika
terdapat nash dalam Al Qur`an atau As Sunnah
yang membatalkannya.” (Taqiyuddin An Nabhani,
Al Syakhshiyyah Al Islamiyyah, 3/200).
4. HUKUM BERKURBAN
SEEKOR DOMBA UNTUK
SATU KELUARGA
HUKUM BERKURBAN ATAS NAMA KELUARGA
Tanya : Ustadz, bolehkah berkurban satu ekor domba
untuk satu keluarga? Yang benar, satu ekor domba untuk
satu orang atau satu ekor domba bisa untuk satu
keluarga?
Jawab :
Nampaknya ada dua masalah berbeda yang
dicampuradukkan menjadi satu masalah, yaitu :
Pertama, masalah mencukupi tidaknya berkurban satu
ekor domba untuk satu keluarga. Jadi satu domba
diatasnamakan satu keluarga.
Kedua, masalah iuran uang dari satu keluarga untuk
membeli satu ekor domba kurban. Lalu kurban domba
hasil iuran itu diatasnamakan satu keluarga.
HUKUM BERKURBAN ATAS NAMA KELUARGA
Masalah pertama, dapat dirumuskan dengan
pertanyaan, mencukupi ataukah tidak mencukupi, jika
dalam sebuah keluarga, hanya berkurban satu ekor
domba, sehingga satu domba diatasnamakan satu
keluarga?
Contohnya, Pak Ahmad seorang kepala keluarga
membeli satu ekor domba seharga Rp 4 juta dengan
uang dia sendiri (bukan dengan uang iuran dari anggota-
anggota keluarga). Lalu ketika disembelih, disebutkan,
“Ini kurban dari Pak Ahmad sekeluarga.” Apakah ini
boleh dan mencukupi?
Jawabnya : boleh dan mencukupi. Karena ada dalilnya.
HUKUM BERKURBAN ATAS NAMA KELUARGA
Di antara dalilnya :
‫عن‬‫اء‬َ‫ط‬َ‫ع‬‫ن‬‫ب‬ْ‫ار‬َ‫س‬َ‫ي‬‫قال‬:ُْ‫ت‬‫ل‬َ‫أ‬َ‫س‬‫ا‬َ‫ب‬َ‫أ‬َْ‫وب‬‫ي‬َ‫أ‬َّْ‫ي‬ ِ‫ار‬َ‫ص‬‫ن‬َ‫أل‬‫ا‬َْ‫ف‬‫ي‬َ‫ك‬ْ‫ت‬َ‫ن‬‫ا‬َ‫ك‬
‫ا‬َ‫ي‬‫ا‬َ‫ح‬َّ‫ض‬‫ال‬‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ِْ‫د‬‫َه‬‫ع‬ِْ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ِْ َّ‫اّلل‬‫ى‬َّ‫ل‬َ‫ص‬ُْ َّ‫اّلل‬ِْ‫ه‬‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬َْ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬َ‫و‬‫؟‬َْ‫ق‬َ‫ف‬َْ‫ل‬‫ا‬:َْ‫ان‬َ‫ك‬
ُْ‫ل‬ُ‫ج‬َّ‫الر‬‫ي‬ ِ‫ح‬َ‫ض‬ُ‫ي‬ِْ‫ة‬‫َّا‬‫ش‬‫ال‬ِ‫ب‬ُْ‫ه‬‫َن‬‫ع‬ْ‫َن‬‫ع‬َ‫و‬ِْ‫ل‬‫ه‬َ‫أ‬ِْ‫ه‬ِ‫ت‬‫ي‬َ‫ب‬،َْ‫ون‬ُ‫ل‬ُ‫ك‬‫أ‬َ‫ي‬َ‫ف‬ْ‫ط‬ُ‫ي‬َ‫و‬َْ‫ون‬ُ‫م‬ِ‫ع‬
Dari ‘Atha` bin Yasar RA dia berkata,”Aku bertanya
kepada Abu Ayyub Al Anshari,’Bagaimanakah dulu
sembelihan kurban pada masa Rasulullah SAW?’ Dia
menjawab,’Seorang laki-laki menyembelih satu ekor
kambing atas nama dia dan atas nama keluarganya.
Mereka memakan daging kurbannya dan
memberikan sebagiannya kepada yang lain.” (HR
Tirmidzi, no. 1505).
HUKUM BERKURBAN ATAS NAMA KELUARGA
‫قال‬‫في‬"‫تحفة‬‫األحوذي‬":"‫هذا‬‫الحديث‬ْ‫ص‬َ‫ن‬ْ‫يح‬ ِ‫ر‬َ‫ص‬‫ي‬ِ‫ف‬َْ‫أ‬َّْ‫ن‬َْ‫ة‬‫َّا‬‫ش‬‫ال‬َْ‫ة‬َ‫د‬ ِ‫اح‬َ‫و‬‫ال‬
ُْ‫ئ‬ ِ‫ز‬‫ج‬ُ‫ت‬ْ‫َن‬‫ع‬ِْ‫ل‬ُ‫ج‬َّ‫الر‬ْ‫َن‬‫ع‬َ‫و‬ِْ‫ل‬‫ه‬َ‫أ‬ِْ‫ه‬ِ‫ت‬‫ي‬َ‫ب‬،ْ‫ن‬ِ‫إ‬َ‫و‬‫وا‬ُ‫ن‬‫ا‬َ‫ك‬َْ‫ين‬ ِ‫ير‬ِ‫ث‬َ‫ك‬،َْ‫و‬ُ‫ه‬َ‫و‬ْ‫ق‬َ‫ح‬‫ال‬.
Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi,”Hadis ini nash yang jelas
bahwa satu ekor kambing itu mencukupi untuk satu
orang laki-laki dan keluarganya, meski keluarga itu
banyak anggotanya. Inilah pendapat yang benar.”
َْ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ُْ‫ظ‬ِ‫ف‬‫ا‬َ‫ح‬‫ال‬ُْ‫ن‬‫ِب‬‫ا‬ِْ‫م‬ِ‫ي‬َ‫ق‬‫ال‬‫ي‬ِ‫ف‬"ِْ‫د‬‫ا‬َ‫ز‬ِْ‫د‬‫ا‬َ‫ع‬َ‫م‬‫ال‬":َْ‫ان‬َ‫ك‬َ‫و‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ِْ‫ه‬ِ‫ي‬‫د‬َ‫ه‬‫ى‬َّ‫ل‬َ‫ص‬ُْ َّ‫اّلل‬ِْ‫ه‬‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬
َْ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬َ‫و‬َّْ‫ن‬َ‫أ‬َْ‫ة‬‫َّا‬‫ش‬‫ال‬ُْ‫ئ‬ ِ‫ز‬‫ج‬ُ‫ت‬ْ‫َن‬‫ع‬ِْ‫ل‬ُ‫ج‬َّ‫الر‬َْ‫ع‬َ‫و‬ْ‫ن‬ِْ‫ل‬‫ه‬َ‫أ‬ِْ‫ه‬ِ‫ت‬‫ي‬َ‫ب‬ْ‫و‬َ‫ل‬َ‫و‬َْ‫ر‬ُ‫ث‬َ‫ك‬َْ‫د‬َ‫ع‬ْ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫د‬.
Ibnul Qayyim berkata dalam Zadul Ma’ad,”Di antara
petunjuk Nabi SAW adalah bahwa satu ekor kambing itu
mencukupi satu orang laki-laki dan keluarganya, meski
keluarga itu banyak jumlahnya.” (Zadul Ma’ad, 2/323).
HUKUM BERKURBAN ATAS NAMA KELUARGA
َْ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬‫و‬ْ‫ي‬ِ‫ن‬‫ا‬َ‫ك‬‫َّو‬‫ش‬‫ال‬‫ي‬ِ‫ف‬"ِْ‫ل‬‫ني‬‫األوطار‬":ْ‫ق‬َ‫ح‬‫ال‬ َ‫و‬َّْ‫ن‬َ‫أ‬َْ‫ة‬‫َّا‬‫ش‬‫ال‬َْ‫ة‬َ‫د‬ ِ‫اح‬َ‫و‬‫ال‬ُْ‫ئ‬ ِ‫ز‬‫ج‬ُ‫ت‬َْ‫ع‬ْ‫ن‬ِْ‫ل‬‫ه‬َ‫أ‬
ِْ‫ت‬‫ي‬َ‫ب‬‫ال‬,ْ‫ن‬ِ‫إ‬َ‫و‬‫وا‬ُ‫ن‬‫ا‬َ‫ك‬َْ‫ة‬َ‫ئ‬‫ا‬ِ‫م‬ْ‫س‬‫ف‬َ‫ن‬ْ‫و‬َ‫أ‬َْ‫ر‬َ‫ث‬‫ك‬َ‫أ‬َْ‫م‬َ‫ك‬‫ا‬ْ‫ت‬َ‫ض‬َ‫ق‬َْ‫ك‬ِ‫ل‬َ‫ذ‬ِ‫ب‬ُْ‫ة‬َّ‫ن‬‫الس‬"‫انتهى‬‫ب‬‫اختصار‬.
Imam Syaukani menjelaskan dalam Nailul Authar,”Pendapat
yang benar, bahwa satu ekor kambing itu mencukupi satu
keluarga, meski keluarga itu anggotanya ada 100 orang atau
lebih banyak lagi, sebagaimana ditetapkan oleh As Sunnah.”
(Nailul Authar, 5/137).
(Sumber : https://islamqa.info/ar/answers/45916/)
Dari penjelasan di atas, jelaslah bahwa boleh hukumnya dan
mencukupi satu kepala keluarga menyembelih satu ekor
domba (atau kambing) untuk dirinya dan juga untuk
keluarganya.
HUKUM BERKURBAN ATAS NAMA KELUARGA
Adapun masalah kedua, bolehkah iuran dari satu keluarga
untuk membeli satu ekor domba kurban, lalu kurban
diatasnamakan keluarga?
Misalnya harga domba Rp 4 juta per ekor. Lalu ada iuran
dari 4 orang anggota keluarga, masing-masing iuran Rp 1
juta. Terkumpullah Rp 4 juta lalu dibelikan satu ekor
domba. Pertanyaannya, bolehkah kurban domba satu ekor
itu? Apakah itu mencukupi untuk satu keluarga?
Jawabannya : Tidak boleh dan tidak mencukupi, karena
tidak ada dalilnya yang membolehkan iuran untuk kurban
kambing atau domba. Yang ada dalilnya, iuran untuk
kurban sapi atau unta. Yaitu satu sapi atau unta boleh
iuran dari 7 orang.
HUKUM BERKURBAN ATAS NAMA KELUARGA
Mengenai tidak bolehnya iuran untuk kambing atau
domba, Syeikh Husamuddin ‘Ifanah menegaskan dalam
kitabnya Al Mufashshal fi Ahkam Al Udh-hiyyah :
‫ول‬‫يجوز‬‫جمع‬‫المبالغ‬‫القليلة‬‫لشراء‬‫شاة‬‫واحدة‬،‫ألن‬
‫الشتراك‬‫في‬‫الشاة‬‫ل‬‫يصح‬
“Tidak boleh iuran sejumlah uang yang kecil-kecil
nominalnya untuk membeli satu ekor kambing, karena
iuran untuk membeli satu ekor kambing tidak sah
hukumnya.” (Husamuddin ‘Ifanah, Al Mufashshal fi Ahkam
Al Udh-hiyyah, hlm. 139).
HUKUM BERKURBAN ATAS NAMA KELUARGA
Fatwa situs www.islamweb.net menyebutkan :
‫ول‬‫يجوز‬‫الشتراك‬‫في‬‫ثمن‬‫األضحية‬‫إذا‬‫كانت‬،‫شاة‬‫ويجوز‬‫أن‬
‫يشترك‬‫السبعة‬-‫فما‬‫دونهم‬-‫في‬‫البقرة‬‫أو‬‫البدنة‬‫الواحدة‬
“Tidak boleh iuran dalam harga binatang kurban
jika kurbannya itu kambing, namun boleh ada
tujuh orang (atau kurang dari tujuh orang) untuk
iuran dalam kurban satu ekor sapi atau satu ekor
unta…”
https://www.islamweb.net/ar/fatwa/143953/
HUKUM BERKURBAN ATAS NAMA KELUARGA
Solusinya : boleh iuran sejumlah orang, lalu dihibahkan
kepada satu orang, lalu orang itu membeli satu kambing
untuk kurban dia. Fatwa dalam www.aliftaa.jo :
‫لذا‬‫فل‬‫يجوز‬‫الشتراك‬‫في‬‫الشاة‬‫الواحدة‬‫على‬‫سبيل‬،‫األضحية‬‫والبدي‬‫ل‬‫عن‬
‫ذلك‬‫بأن‬‫يساهم‬‫من‬‫يريد‬‫المساعدة‬‫بجزء‬‫من‬،‫المال‬‫ولكن‬‫على‬‫سبيل‬‫الهب‬‫ة‬
‫لمن‬‫يريد‬‫أن‬،‫يضحي‬‫وليس‬‫على‬‫سبيل‬‫المشاركة‬‫في‬‫األضحية‬،
“Maka dari itu, tidak boleh iuran untuk satu ekor kambing
jika dimaksudkan untuk ibadah kurban. Solusinya, masing-
masing orang yang ingin membantu melakukan iuran
sejumlah uang, namun dengan maksud dihibahkan kepada
satu orang yang hendak menyembelih kurban, bukan
bermaksud iuran dalam kurban…”
https://www.aliftaa.jo/Question.aspx?QuestionId=2988#.
XyG2tCgzbcc
5. HUKUM ORANG
MAMPU MENERIMA
PEMBAGIAN DAGING
KURBAN
HUKUM ORANG MAMPU MENERIMA
PEMBAGIAN DAGING KURBAN
Tanya : Ustadz, kalau kita dikasih daging kurban, padahal
kita kan bukan orang miskin, bagaimana hukumnya?
Jawab :
Boleh Anda sebagai orang yang mampu menerima daging
kurban tersebut, sebab pemberian daging kurban oleh
ulama disamakan hukumnya dengan shadaqah tathawwu’
(sedekah sunnah).
Padahal shadaqah sunnah itu boleh hukumnya diberikan
kepada orang yang kaya (mampu).
Imam Qudamah menjelaskan bahwa pembagian daging
kurban itu hukumnya sama dengan shadaqah tathawwu’.
(Ibnu Qudamah. Al Mughni, 9/450)
HUKUM ORANG MAMPU MENERIMA
PEMBAGIAN DAGING KURBAN
Imam Qudamah berkata :
ُْ‫وز‬ُ‫ج‬َ‫ي‬َ‫و‬ْ‫ن‬َ‫أ‬َْ‫م‬ِ‫ع‬‫ط‬ُ‫ي‬‫ا‬َ‫ه‬‫ن‬ِ‫م‬‫ا‬‫ر‬ِ‫ف‬‫ا‬َ‫ك‬،...‫؛‬ُْ‫ه‬َّ‫ن‬َ ِ‫أل‬ُْ‫ة‬َ‫ق‬َ‫د‬َ‫ص‬ْ‫ع‬‫و‬َ‫ط‬َ‫ت‬،َْ‫از‬َ‫ج‬َ‫ف‬َْ‫ع‬‫إط‬‫ا‬َ‫ه‬ُ‫م‬‫ا‬
َّْ‫ي‬ِ‫م‬ِ‫ذ‬‫ال‬،َ‫ير‬ِ‫س‬َ‫األ‬َ‫و‬ِْ‫ر‬ِ‫ئ‬‫ا‬َ‫س‬َ‫ك‬ِْ‫ة‬َ‫ق‬َ‫د‬َ‫ص‬َْ‫ط‬َّ‫ت‬‫ال‬ِْ‫ع‬‫و‬
“Boleh hukumnya memberikan sebagian daging kurban
kepada orang kafir…karena daging kurban itu adalah
shadaqah tathawwu’. Maka boleh memberikannya
kepada dzimmi dan tawanan, sebagaimana halnya
shadaqah tathawwu’ lainnya.” (Ibnu Qudamah. Al
Mughni, 9/450).
Dalam shadaqah tathawwu’, boleh orang yang mampu
(kaya) menerimanya, meski orang miskinlah yang lebih
utama untuk menerimanya.
HUKUM ORANG MAMPU MENERIMA
PEMBAGIAN DAGING KURBAN
Imam Nawawi dalam Al Majmu’ berkata :
‫تحل‬‫صدقة‬‫التطوع‬‫لألغنياء‬‫بل‬،‫خلف‬‫فيجوز‬‫دفعها‬‫إليهم‬‫ويثاب‬‫داف‬‫عها‬
‫عليها‬,‫ولكن‬‫المحتاج‬‫أفضل‬.‫قال‬‫أصحابنا‬:‫ويستحب‬‫للغني‬‫التنزه‬‫ع‬‫نها‬,
‫ويكره‬‫التعرض‬‫ألخذها‬
“Dihalalkan shadaqah tathawwu’ itu bagi orang kaya
tanpa ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Maka
boleh memberikan shadaqah tathawwu’ kepada mereka
[orang kaya] dan pemberinya akan mendapat pahala.
Tetapi [memberikan kepada] yang membutuhkan itu
afdhol. Sahabat kami berkata,’Disunnahkan bagi orang
yang kaya untuk menghindarkan diri dari shadaqah
sunnah, dan dimakruhkan untuk mengambilnya.” (Imam
Nawawi, Al Majmu’ ,6/236).
M. SHIDDIQ AL JAWI
www.fissilmi-kaffah.com
www.shiddiqaljawi.com
SYUKRON
WA JAZAAKUMULLAHU KHAIRAN

More Related Content

What's hot

Sampainya hadiah bacaan al
Sampainya hadiah bacaan alSampainya hadiah bacaan al
Sampainya hadiah bacaan al
skjbpai
 
Abdullah bin saba tokoh fiktif
Abdullah bin saba tokoh fiktifAbdullah bin saba tokoh fiktif
Abdullah bin saba tokoh fiktif
Ambulan Zag
 
Mengkritik pemimpin secara terbuka, bolehkah
Mengkritik pemimpin secara terbuka, bolehkah Mengkritik pemimpin secara terbuka, bolehkah
Mengkritik pemimpin secara terbuka, bolehkah
Rizky Faisal
 
Menggapai keberuntungan dengan tawasul dan jihad
Menggapai keberuntungan dengan tawasul dan jihadMenggapai keberuntungan dengan tawasul dan jihad
Menggapai keberuntungan dengan tawasul dan jihad
Muhsin Hariyanto
 

What's hot (19)

Qishash
Qishash Qishash
Qishash
 
Hukum hukum qurban
Hukum hukum qurbanHukum hukum qurban
Hukum hukum qurban
 
Khilafah wajib tunggal atau boleh berbilang
Khilafah wajib tunggal atau boleh berbilangKhilafah wajib tunggal atau boleh berbilang
Khilafah wajib tunggal atau boleh berbilang
 
kufur
kufurkufur
kufur
 
Al ghurbah
Al ghurbahAl ghurbah
Al ghurbah
 
Sampainya hadiah bacaan al
Sampainya hadiah bacaan alSampainya hadiah bacaan al
Sampainya hadiah bacaan al
 
36 hadits hadits palsu dan lemah yang sering disebut di bulan ramadhan
36 hadits hadits palsu dan lemah yang sering disebut di bulan ramadhan36 hadits hadits palsu dan lemah yang sering disebut di bulan ramadhan
36 hadits hadits palsu dan lemah yang sering disebut di bulan ramadhan
 
Al ghurbah (keterasingan)
Al ghurbah (keterasingan)Al ghurbah (keterasingan)
Al ghurbah (keterasingan)
 
Hadits Shohih, Hasan, Dha'if
Hadits Shohih, Hasan, Dha'ifHadits Shohih, Hasan, Dha'if
Hadits Shohih, Hasan, Dha'if
 
Israiliyyat
IsrailiyyatIsrailiyyat
Israiliyyat
 
Abdullah bin saba tokoh fiktif
Abdullah bin saba tokoh fiktifAbdullah bin saba tokoh fiktif
Abdullah bin saba tokoh fiktif
 
Panduan qurban dan aqiqah
Panduan qurban dan aqiqahPanduan qurban dan aqiqah
Panduan qurban dan aqiqah
 
Hadits Maudhu'
Hadits Maudhu'Hadits Maudhu'
Hadits Maudhu'
 
Murtad : Perbincangan Mengikut Pandangan Ulama Silam dan Ulama Kontemporari
Murtad : Perbincangan Mengikut Pandangan Ulama Silam dan Ulama KontemporariMurtad : Perbincangan Mengikut Pandangan Ulama Silam dan Ulama Kontemporari
Murtad : Perbincangan Mengikut Pandangan Ulama Silam dan Ulama Kontemporari
 
Sikap Para Imam Terhadap Khilafiyah
Sikap Para Imam Terhadap KhilafiyahSikap Para Imam Terhadap Khilafiyah
Sikap Para Imam Terhadap Khilafiyah
 
Mengkritik pemimpin secara terbuka, bolehkah
Mengkritik pemimpin secara terbuka, bolehkah Mengkritik pemimpin secara terbuka, bolehkah
Mengkritik pemimpin secara terbuka, bolehkah
 
Menggapai keberuntungan dengan tawasul dan jihad
Menggapai keberuntungan dengan tawasul dan jihadMenggapai keberuntungan dengan tawasul dan jihad
Menggapai keberuntungan dengan tawasul dan jihad
 
Himpunan 50 hadits_pilihan
Himpunan 50 hadits_pilihanHimpunan 50 hadits_pilihan
Himpunan 50 hadits_pilihan
 
"Kenapa Imam al-Tirmizi Men'sahih'kan Hadith Azan Di Telinga Bayi? : Satu Ana...
"Kenapa Imam al-Tirmizi Men'sahih'kan Hadith Azan Di Telinga Bayi? : Satu Ana..."Kenapa Imam al-Tirmizi Men'sahih'kan Hadith Azan Di Telinga Bayi? : Satu Ana...
"Kenapa Imam al-Tirmizi Men'sahih'kan Hadith Azan Di Telinga Bayi? : Satu Ana...
 

Similar to Seputar fiqih kurban 31 juli 2020

Tebar qurban
Tebar qurbanTebar qurban
Tebar qurban
Nur Rokim
 
Orang yang beruntung dan rugi
Orang yang beruntung dan rugiOrang yang beruntung dan rugi
Orang yang beruntung dan rugi
Muhsin Hariyanto
 
Orang yang beruntung dan rugi
Orang yang beruntung dan rugiOrang yang beruntung dan rugi
Orang yang beruntung dan rugi
Muhsin Hariyanto
 
Orang yang beruntung dan rugi
Orang yang beruntung dan rugiOrang yang beruntung dan rugi
Orang yang beruntung dan rugi
Muhsin Hariyanto
 
Bisakah hadits ahad dijadikan hujjah dalam perkara akidah
Bisakah hadits ahad dijadikan hujjah dalam perkara akidahBisakah hadits ahad dijadikan hujjah dalam perkara akidah
Bisakah hadits ahad dijadikan hujjah dalam perkara akidah
Syarikh Komputer
 

Similar to Seputar fiqih kurban 31 juli 2020 (20)

Fiqih Qurban (Bagian 1).pdf
Fiqih Qurban (Bagian 1).pdfFiqih Qurban (Bagian 1).pdf
Fiqih Qurban (Bagian 1).pdf
 
Panduan kurban praktis
Panduan kurban praktisPanduan kurban praktis
Panduan kurban praktis
 
Hukum hukum qurban
Hukum hukum qurbanHukum hukum qurban
Hukum hukum qurban
 
E book FIQH NIAT
E book FIQH NIATE book FIQH NIAT
E book FIQH NIAT
 
Pemantapan Aswaja
Pemantapan AswajaPemantapan Aswaja
Pemantapan Aswaja
 
Smart qurban - Wadi Qibas Farm
Smart qurban - Wadi Qibas FarmSmart qurban - Wadi Qibas Farm
Smart qurban - Wadi Qibas Farm
 
Tebar qurban
Tebar qurbanTebar qurban
Tebar qurban
 
04 hukum jual beli 1 2015
04 hukum jual beli 1 201504 hukum jual beli 1 2015
04 hukum jual beli 1 2015
 
Tata Cara Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah Nabi-PDF
Tata Cara Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah Nabi-PDFTata Cara Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah Nabi-PDF
Tata Cara Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah Nabi-PDF
 
The power of kurban
The power of kurbanThe power of kurban
The power of kurban
 
fiqhqurban-160819175750.pptx
fiqhqurban-160819175750.pptxfiqhqurban-160819175750.pptx
fiqhqurban-160819175750.pptx
 
05.4 HUKUM JUAL BELI (KLASIK)
05.4 HUKUM JUAL BELI (KLASIK)05.4 HUKUM JUAL BELI (KLASIK)
05.4 HUKUM JUAL BELI (KLASIK)
 
Fiqh Qurban
Fiqh QurbanFiqh Qurban
Fiqh Qurban
 
Panduan qurban untuk kita semua dam mudah.pptx
Panduan qurban untuk kita semua dam mudah.pptxPanduan qurban untuk kita semua dam mudah.pptx
Panduan qurban untuk kita semua dam mudah.pptx
 
Orang yang beruntung dan rugi
Orang yang beruntung dan rugiOrang yang beruntung dan rugi
Orang yang beruntung dan rugi
 
Orang yang beruntung dan rugi
Orang yang beruntung dan rugiOrang yang beruntung dan rugi
Orang yang beruntung dan rugi
 
Orang yang beruntung dan rugi
Orang yang beruntung dan rugiOrang yang beruntung dan rugi
Orang yang beruntung dan rugi
 
Ibadah qurban
Ibadah qurbanIbadah qurban
Ibadah qurban
 
Bisakah hadits ahad dijadikan hujjah dalam perkara akidah
Bisakah hadits ahad dijadikan hujjah dalam perkara akidahBisakah hadits ahad dijadikan hujjah dalam perkara akidah
Bisakah hadits ahad dijadikan hujjah dalam perkara akidah
 
Khutbah ttg qurban
Khutbah ttg qurbanKhutbah ttg qurban
Khutbah ttg qurban
 

More from MaulanaFirdaus19

More from MaulanaFirdaus19 (20)

Sesi 10, Problematika Umat
Sesi 10, Problematika UmatSesi 10, Problematika Umat
Sesi 10, Problematika Umat
 
Sesi 9, Ukhuwah Islamiyyah
Sesi 9, Ukhuwah IslamiyyahSesi 9, Ukhuwah Islamiyyah
Sesi 9, Ukhuwah Islamiyyah
 
Sesi 8, Kepribadian Islam
Sesi 8, Kepribadian IslamSesi 8, Kepribadian Islam
Sesi 8, Kepribadian Islam
 
Sesi 7, Standar Kebahagiaan
Sesi 7, Standar KebahagiaanSesi 7, Standar Kebahagiaan
Sesi 7, Standar Kebahagiaan
 
Sesi 6, Standar Perbuatan Manusia, Part-2
Sesi 6, Standar Perbuatan Manusia, Part-2Sesi 6, Standar Perbuatan Manusia, Part-2
Sesi 6, Standar Perbuatan Manusia, Part-2
 
Sesi 5, Standar Perbuatan Manusia, Part-1
Sesi 5, Standar Perbuatan Manusia, Part-1Sesi 5, Standar Perbuatan Manusia, Part-1
Sesi 5, Standar Perbuatan Manusia, Part-1
 
Kedudukan Dan Pengujian Otensitas Sejarah (Tarikh) Islam
Kedudukan Dan Pengujian Otensitas Sejarah (Tarikh) IslamKedudukan Dan Pengujian Otensitas Sejarah (Tarikh) Islam
Kedudukan Dan Pengujian Otensitas Sejarah (Tarikh) Islam
 
09 merevisi hadits-hadits jihad, beranikah
09 merevisi hadits-hadits jihad, beranikah09 merevisi hadits-hadits jihad, beranikah
09 merevisi hadits-hadits jihad, beranikah
 
Politik Dinasti Menurut Hadits Nabi SAW
Politik Dinasti Menurut Hadits Nabi SAWPolitik Dinasti Menurut Hadits Nabi SAW
Politik Dinasti Menurut Hadits Nabi SAW
 
Apa Yang Harus Dilakukan Saat Kerusakan Semakin Meluas?
Apa Yang Harus Dilakukan Saat Kerusakan Semakin Meluas?Apa Yang Harus Dilakukan Saat Kerusakan Semakin Meluas?
Apa Yang Harus Dilakukan Saat Kerusakan Semakin Meluas?
 
7. hukum mentalak dalam keadaan mabuk
7. hukum mentalak dalam keadaan mabuk7. hukum mentalak dalam keadaan mabuk
7. hukum mentalak dalam keadaan mabuk
 
6. hukum mentalak namun hanya bergurau (abu zaid)
6. hukum mentalak namun hanya bergurau (abu zaid)6. hukum mentalak namun hanya bergurau (abu zaid)
6. hukum mentalak namun hanya bergurau (abu zaid)
 
5. hukum mentalak dalam keadaan marah (abu zaid)
5. hukum mentalak dalam keadaan marah (abu zaid)5. hukum mentalak dalam keadaan marah (abu zaid)
5. hukum mentalak dalam keadaan marah (abu zaid)
 
Memaknai Hijrah Zaman Now (Ibnu Aziz Fathoni)
Memaknai Hijrah Zaman Now (Ibnu Aziz Fathoni)Memaknai Hijrah Zaman Now (Ibnu Aziz Fathoni)
Memaknai Hijrah Zaman Now (Ibnu Aziz Fathoni)
 
3. seputar hijrah dalam islam (kh.shiddiq al jawi)
3. seputar hijrah dalam islam (kh.shiddiq al jawi)3. seputar hijrah dalam islam (kh.shiddiq al jawi)
3. seputar hijrah dalam islam (kh.shiddiq al jawi)
 
Hukum-Hukum Hijrah (KH. Shiddiq Al-Jawi)
Hukum-Hukum Hijrah (KH. Shiddiq Al-Jawi)Hukum-Hukum Hijrah (KH. Shiddiq Al-Jawi)
Hukum-Hukum Hijrah (KH. Shiddiq Al-Jawi)
 
Hukum Seputar Nafkah (KH. Shiddiq Al-Jawi)
Hukum Seputar Nafkah (KH. Shiddiq Al-Jawi)Hukum Seputar Nafkah (KH. Shiddiq Al-Jawi)
Hukum Seputar Nafkah (KH. Shiddiq Al-Jawi)
 
Sesi 4, Konsekuensi Keimanan Part-2
Sesi 4, Konsekuensi Keimanan Part-2Sesi 4, Konsekuensi Keimanan Part-2
Sesi 4, Konsekuensi Keimanan Part-2
 
Sesi 3, Konsekuensi Keimanan (part 1)
Sesi 3, Konsekuensi Keimanan (part 1)Sesi 3, Konsekuensi Keimanan (part 1)
Sesi 3, Konsekuensi Keimanan (part 1)
 
Sesi 2, Jalan Menuju Iman
Sesi 2, Jalan Menuju ImanSesi 2, Jalan Menuju Iman
Sesi 2, Jalan Menuju Iman
 

Recently uploaded

Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptxAksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx
AgusSuarno2
 

Recently uploaded (20)

RPP 1 Lembar Prakarya Kelas 8 Semester 2 (gurusekali.com).docx
RPP 1 Lembar Prakarya Kelas 8 Semester 2 (gurusekali.com).docxRPP 1 Lembar Prakarya Kelas 8 Semester 2 (gurusekali.com).docx
RPP 1 Lembar Prakarya Kelas 8 Semester 2 (gurusekali.com).docx
 
PPT TUGAS DISKUSI KELOMPOK 3 KELAS 224 MODUL 1.4.pdf
PPT TUGAS DISKUSI KELOMPOK 3 KELAS 224 MODUL 1.4.pdfPPT TUGAS DISKUSI KELOMPOK 3 KELAS 224 MODUL 1.4.pdf
PPT TUGAS DISKUSI KELOMPOK 3 KELAS 224 MODUL 1.4.pdf
 
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptxAksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx
 
PPDB SMAN 1 SURADE - PROV JABAR 2024 / 2025
PPDB SMAN 1 SURADE - PROV JABAR 2024 / 2025PPDB SMAN 1 SURADE - PROV JABAR 2024 / 2025
PPDB SMAN 1 SURADE - PROV JABAR 2024 / 2025
 
#05 SOSIALISASI JUKNIS BOK 2024 Canva_124438.pptx
#05 SOSIALISASI JUKNIS BOK 2024 Canva_124438.pptx#05 SOSIALISASI JUKNIS BOK 2024 Canva_124438.pptx
#05 SOSIALISASI JUKNIS BOK 2024 Canva_124438.pptx
 
Laporan observasi sri handayani lubis.pdf
Laporan observasi sri handayani lubis.pdfLaporan observasi sri handayani lubis.pdf
Laporan observasi sri handayani lubis.pdf
 
AKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptx
AKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptxAKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptx
AKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptx
 
Informatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptx
Informatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptxInformatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptx
Informatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptx
 
LK 1 - 5T Keputusan Pemimpin Berdampak.docx
LK 1 - 5T Keputusan Pemimpin Berdampak.docxLK 1 - 5T Keputusan Pemimpin Berdampak.docx
LK 1 - 5T Keputusan Pemimpin Berdampak.docx
 
AKUNTANSI INVESTASI PD SEKURITAS UTANG.pptx
AKUNTANSI INVESTASI PD SEKURITAS UTANG.pptxAKUNTANSI INVESTASI PD SEKURITAS UTANG.pptx
AKUNTANSI INVESTASI PD SEKURITAS UTANG.pptx
 
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
 
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah Penggerak 1.pptx
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah Penggerak 1.pptxLokakarya Kepemimpinan Sekolah Penggerak 1.pptx
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah Penggerak 1.pptx
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Kisi-kisi soal IPA 8.docx 2023-2024.docx
Kisi-kisi soal IPA 8.docx 2023-2024.docxKisi-kisi soal IPA 8.docx 2023-2024.docx
Kisi-kisi soal IPA 8.docx 2023-2024.docx
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI RUPA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 

Seputar fiqih kurban 31 juli 2020

  • 1. SEPUTAR FIQIH KURBAN OLEH : KH. M. SHIDDIQ AL JAWI, S.Si, MSI FOUNDER INSTITUT MUAMALAH INDONESIA IDUL ADHA 1441 H / JUMAT 31 JULI 2020
  • 2. POKOK BAHASAN 1. HUKUM MENJUAL KULIT KURBAN 2. BOLEHKAH MEMBERIKAN KEPALA ATAU KULIT KAMBING KEPADA JAGAL SEBAGAI UPAH? 3. HUKUM BERKURBAN UNTUK ORANG YANG SUDAH MENINGGAL 4. HUKUM BERKURBAN SEEKOR DOMBA UNTUK SATU KELUARGA 5. HUKUM ORANG MAMPU MENERIMA PEMBAGIAN DAGING KURBAN
  • 3. 1. HUKUM MENJUAL KLIT KURBAN
  • 4. HUKUM MENJUAL KULIT KURBAN Tanya : Ustadz, bolehkah panitia kurban menjual kulit kurban dengan tujuan hasil penjualannya akan digunakan untuk membeli karpet masjid? Jawab : Haram hukumnya bagi shahibul kurban (al mudhahhi) atau panitia kurban yang mewakilinya untuk menjual- belikan kulit kurban, sebagaimana pendapat jumhur ulama, yaitu ulama Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah. (Husamuddin ‘Ifanah, Al Mufashshal fii Ahkam Al Udh-hiyyah, hlm.154-155; Nada Abu Ahmad, Al Jami’ Li Ahkam Al Udh-hiyah, hlm. 55-56; Abu Abdirrahman M. Al ‘Alawi, Fiqh Al Udh-hiyah, hlm. 127-132).
  • 5. HUKUM MENJUAL KULIT KURBAN Dalil-dalil yang menunjukkan haramnya menjual kulit kurban antara lain : Pertama, dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda : ْ‫ن‬َ‫م‬َْ‫ع‬‫ا‬َ‫ب‬َْ‫د‬‫ل‬ ِ‫ج‬ِْ‫ه‬ِ‫ت‬َّ‫ي‬ ِ‫ح‬‫ض‬ُ‫أ‬َْ‫ل‬َ‫ف‬َْ‫ة‬َّ‫ي‬ ِ‫ح‬‫ض‬ُ‫أ‬ُْ‫ه‬َ‫ل‬ ”Barangsiapa yang menjual kulit kurbannya, maka tidak ada (pahala) kurban baginya.” (Arab : man baa’a jilda udh- hiyatihi fa-laa udh-hiyata lahu). (HR Hakim dan Al Baihaqi, hadis sahih). (HR Al Hakim, Al Mustadrak ‘Ala Al Shahihain, Juz II, hlm. 286, nomor 3468, dan Al Baihaqi, Sunan Al Baihaqi, Juz IX, hlm. 294. Ini adalah hadits shahih, demikian menurut Imam As Suyuthi dalam Al Jami’ Al Shaghir Juz II hlm. 167, juga menurut Syeikh Nashiruddin Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhiib hlm. 455 dan Shahih Al Jami’ Al Shaghir, Juz II, hlm.1055).
  • 6. HUKUM MENJUAL KULIT KURBAN Kedua, dari Qatadah bin An Nu’man RA, Nabi SAW telah bersabda : ‫و‬‫وا‬ُ‫ع‬ِ‫ت‬‫م‬َ‫ت‬‫اس‬‫ا‬َ‫ه‬ِ‫د‬‫و‬ُ‫ل‬ُ‫ج‬ِ‫ب‬َْ‫ل‬َ‫و‬‫ا‬َ‫ه‬‫و‬ُ‫ع‬‫ي‬ِ‫ب‬َ‫ت‬ ”Manfaatkanlah kulit-kulit kurban itu tapi janganlah kamu menjualnya.” (Arab : wastamti’uu bi-juluudihaa wa laa tabii’uuhaa). (HR Ahmad, hadis shahih). (HR Ahmad, Juz IV, hlm. 15. Dalam Majma’uz Zawaid, Imam Al Haitsami mengatakan hadits ini adalah hadits mursal yang shahih isnadnya. Lihat Imam Syaukani, Nailul Authar, hlm. 1019, hadits no 2138).
  • 7. HUKUM MENJUAL KULIT KURBAN Berdasarkan dalil-dall tersebut haram hukumnya bagi shahibul kurban untuk menjual kulit kurban. Demikian pula, haram hukumnya menjual kulit kurban bagi wakil dari shahibul kurban, seperti panitia kurban atau DKM / takmir masjid, dan yang semisalnya, sesuai kaidah fiqih dalam hukum wakalah : ْ‫ُل‬‫ك‬‫ا‬َ‫م‬َْ‫از‬َ‫ج‬ِْ‫ان‬َ‫س‬‫ن‬ِ‫إل‬ِ‫ل‬ْ‫ن‬َ‫أ‬َْ‫ف‬َّ‫ر‬َ‫ص‬َ‫ت‬َ‫ي‬ِْ‫ه‬‫ي‬ِ‫ف‬ِْ‫ه‬ِ‫س‬‫ف‬َ‫ن‬ِ‫ل‬َْ‫از‬َ‫ج‬ْ‫ن‬َ‫أ‬َْ‫ل‬ِ‫ك‬َ‫و‬ُ‫ي‬ِْ‫ف‬ِْ‫ه‬‫ي‬ْ‫و‬َ‫أ‬َْ‫ل‬َّ‫ك‬َ‫و‬َ‫ت‬َ‫ي‬ "Setiap tasharruf yang boleh dilakukan sendiri oleh seseorang, boleh bagi dia mewakilkan [kepada orang lain] pada urusan itu atau boleh juga dia mewakili [orang lain].“ (Bujarimi Ala Al Khathib, Juz III, hlm. 457, Bab Al Qaul fii Arkan Al Wakalah).
  • 8. HUKUM MENJUAL KULIT KURBAN Solusinya, pihak wakil dari shahibul kurban, seperti panitia kurban atau DKM / takmir masjid, dan yang semisalnya, berhak meminta ujroh (upah) atas tugasnya mewakili shahibul kurban dalam penyembelihan dan pembagian daging kurban. Jadi, akad antara shahibul kurban dengan wakilnya menjadi wakalah bil ujroh, yaitu akad mewakilkan urusan kepada pihak lain dengan memberi upah, berupa sejumlah uang yang disepakati. Misal, untuk penyembelihan seekor kambing ujrohnya Rp 100.000. Sedang untuk seekor sapi, ujrohnya Rp 200.000. Wallahu a’lam.
  • 9. 2. BOLEHKAH MEMBERIKAN KEPALA ATAU KULIT KAMBING KEPADA JAGAL SEBAGAI UPAH?
  • 10. HUKUM MENGUPAH JAGAL DENGAN KULIT DAN KEPALA KURBAN Tanya : Ustadz, bolehkah memberikan kepada jagal kulit atau kepala hewan kurban sebagai upahn untuknya? Jawab : Haram hukumnya memberikan upah kepada jagal (al jaazir) berupa kulit hewan kurban atau kepala dari hewan kurban, atau bagian lain dari hewan kurban yang dia sembelih. Upah kepada jagal wajib berupa sejumlah uang yang tertentu yang disepakati, misal : Rp 100,000 untuk satu ekor kambing yang disembelih. Namun dibolehkan memberikan bagian dari hewan kurban kepada jagal sebagai shadaqah, bukan sebagai upah.
  • 11. HUKUM MENGUPAH JAGAL DENGAN KULIT DAN KEPALA KURBAN Dalil haramnya memberikan upah kepada jagal (al jaazir) berupa bagian dari hewan kurban yang dia sembelih, adalah hadis sbb : ْ‫َن‬‫ع‬ْ‫ى‬ِ‫ل‬َ‫ع‬‫بن‬‫أبي‬‫طالب‬‫رضي‬‫هللا‬‫عنه‬‫ال‬َ‫ق‬:(‫ني‬َ‫ر‬َ‫م‬َ‫أ‬ُْ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ِْ َّ‫اّلل‬‫صلى‬‫هللا‬‫عليه‬ ‫وسلم‬ْ‫ن‬َ‫أ‬َْ‫م‬‫و‬ُ‫ق‬َ‫أ‬‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ِْ‫ه‬ِ‫ن‬‫د‬ُ‫ب‬ْ‫ن‬َ‫أ‬َ‫و‬َْ‫َّق‬‫د‬َ‫ص‬َ‫ت‬َ‫أ‬ْ‫ح‬َ‫ل‬ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ه‬ِ‫م‬‫ا‬َ‫ه‬ِ‫د‬‫و‬ُ‫ل‬ُ‫ج‬َ‫و‬‫ا‬َ‫ه‬ِ‫ت‬َّ‫ل‬ ِ‫ج‬َ‫أ‬َ‫و‬ْ‫ن‬َ‫أ‬َ‫و‬َْ‫ل‬‫ي‬ِ‫ط‬‫ع‬ُ‫أ‬ َْ‫ار‬َّ‫ز‬َ‫ج‬‫ال‬‫ا‬َ‫ه‬‫ن‬ِ‫م‬،َْ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬:ُْ‫ن‬‫ح‬َ‫ن‬ِْ‫ه‬‫ي‬ِ‫ط‬‫ع‬ُ‫ن‬ْ‫ن‬ِ‫م‬‫ا‬َ‫ن‬ِ‫د‬‫ن‬ِ‫ع‬).‫أخرجه‬‫مسلم‬ Dari Ali bin Abi Thalib RA,”Rasulullah SAW telah memerintahkan kepadaku untuk mengurusi kurban unta dari beliau; agar aku menyedekahkan dagingnya, kulitnya, dan dan jilâl-nya (kulit yang ditaruh pada punggung unta untuk melindungi dari dingin). Dan agar aku tidak memberikan kepada jagal sebagian dari hewan kurban itu.’ Ali berkata,”Kami memberikan kepada dia (jagal) upah dari kami sendiri.” (HR Muslim).
  • 12. 3. HUKUM KURBAN UNTUK ORANG YANG SUDAH MENINGGAL
  • 13. HUKUM KURBAN UNTUK ORANG YANG SUDAH MENINGGAL Tanya : Ustadz, bolehkah menyembelih qurban untuk orang yang sudah meninggal? Jawab : Ada tiga pendapat di kalangan ulama; Pertama, hukumnya boleh baik ada wasiat atau tidak dari orang yang sudah meninggal. Ini pendapat ulama mazhab Hanafi, Hambali, dan sebagian ahli hadis seperti Imam Abu Dawud dan Imam Tirmidzi. Kedua, hukumnya makruh. Ini pendapat ulama mazhab Maliki. Ketiga, hukumnya tidak boleh, kecuali ada wasiat sebelumnya dari orang yang meninggal. Ini pendapat ulama mazhab Syafi'i. (Hisamuddin ‘Ifanah, Al-Mufashshal fi Ahkam Al-Udhhiyah, hlm. 158; M. Adib Kalkul, Ahkam Al-Udhhiyah wa Al-Aqiqah wa At-Tadzkiyah, hlm. 24; Nada Abu Ahmad, Al-Jami' li Ahkam Al-Udhhiyah, hlm. 48).
  • 14. HUKUM KURBAN UNTUK ORANG YANG SUDAH MENINGGAL Pendapat yang rajih (terkuat), adalah pendapat yang membolehkan berkurban untuk orang yang sudah meninggal, baik ada wasiat dari orang yang sudah meninggal atau tidak ada wasiat dari orang yang sudah meninggal. Dalilnya, hadis Aisyah RA bahwa ketika Nabi SAW akan menyembelih qurban, beliau berdoa: ِْ‫م‬‫اس‬ِ‫ب‬ِْ َّ‫اّلل‬َّْ‫م‬ُ‫ه‬َّ‫ل‬‫ال‬ْ‫ل‬َّ‫ب‬َ‫ق‬َ‫ت‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫د‬َّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ِْ‫ل‬‫آ‬َ‫و‬َّْ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ْ‫د‬ْ‫ن‬ِ‫م‬َ‫و‬ِْ‫ة‬َّ‫م‬ُ‫أ‬ْ‫د‬َّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ "Bismillah, Ya Allah terimalah [qurban] dari Muhammad, dari keluarga Muhammad, dan dari umat Muhammad." (HR Muslim no 3637, Abu Dawud no 2410, Ahmad no 23351). Hadis ini menunjukkan Nabi SAW berqurban untuk orang yang sudah meninggal. Sebab beliau telah berqurban untuk keluarga Muhammad dan umat Muhammad, padahal di antara mereka ada yang sudah meninggal. (Hisamuddin Ifanah, Al-Mufashshal fi Ahkam Al-Udhhiyah, hlm. 161).
  • 15. HUKUM KURBAN UNTUK ORANG YANG SUDAH MENINGGAL Adapun pendapat yang tidak membolehkan berkurban untuk orang yang sudah meninggal, kecuali ada wasiat sebelumnya dari orang yang meninggal itu, dalilnya adalah mafhum mukhalafah dari hadis Hanasy RA : ‫رأيت‬ْ‫عليا‬‫رضي‬‫هللا‬‫عنه‬‫يضحي‬‫بكبشين‬‫فقلت‬‫له‬‫ما‬‫هذا‬‫؟‬‫فقال‬:‫إن‬‫رسول‬‫هللا‬‫صلى‬‫هللا‬ ‫عليه‬‫وسلم‬‫أوصاني‬‫أن‬‫أضحي‬‫عنه‬،‫فأنا‬‫أضحي‬‫عنه‬ “Saya melihat Ali bin Abi Thalib RA menyembelih dua ekor kambing, lalu aku bertanya,"Apa ini?" Ali menjawab,”Sesungguhnya Rasulullah SAW telah berwasiat kepadaku untuk berqurban untuknya, maka akupun menyembelih qurban untuk beliau." (HR Abu Dawud no 2408, Tirmidzi no 1415). Hadis ini menunjukkan bolehnya berqurban untuk orang yang sudah meninggal jika dia berwasiat. Jika tidak ada wasiat hukumnya tidak boleh. (Imam Nawawi, Al-Majmu' 8/406; Nihayatul Muhtaj 27/231, Mughni Al- Muhtaj 18/148, Tuhfatul Muhtaj 41/170).
  • 16. HUKUM KURBAN UNTUK ORANG YANG SUDAH MENINGGAL Pendapat tersebut tidak dapat diterima, sebab mafhum mukhalafah dari hadis tersebut, bertentangan dengan manthuq hadis yang bermakna umum yang membolehkan menyembelih kurban untuk orang yang sudah meninggal, baik dia berwasiat atau tidak berwasiat, yaitu sabda Rasulllah SAW : ِْ‫م‬‫اس‬ِ‫ب‬ِْ َّ‫اّلل‬َّْ‫م‬ُ‫ه‬َّ‫ل‬‫ال‬ْ‫ل‬َّ‫ب‬َ‫ق‬َ‫ت‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫د‬َّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬َْ‫و‬ِْ‫ل‬‫آ‬ْ‫د‬َّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ْ‫ن‬ِ‫م‬َ‫و‬ِْ‫ة‬َّ‫م‬ُ‫أ‬ْ‫د‬َّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ "Bismillah, Ya Allah terimalah [qurban] dari Muhammad, dari keluarga Muhammad, dan dari umat Muhammad." (HR Muslim no 3637, Abu Dawud no 2410, Ahmad no 23351).
  • 17. HUKUM KURBAN UNTUK ORANG YANG SUDAH MENINGGAL Mafhum mukhalafah yang bertentangan dengan nash tidaklah dapat diamalkan, sesuai kaidah ushuliyah yang dirumuskan oleh Imam Taqiyuddin An Nabhani (rahimahullah) : ‫ل‬‫يعمل‬‫بمفهوم‬‫المخالفة‬‫إذا‬‫ورد‬‫نص‬‫في‬‫الكتاب‬‫أو‬‫السنة‬‫يعط‬‫له‬ “Mafhum mukhalafah tidak diamalkan jika terdapat nash dalam Al Qur`an atau As Sunnah yang membatalkannya.” (Taqiyuddin An Nabhani, Al Syakhshiyyah Al Islamiyyah, 3/200).
  • 18. 4. HUKUM BERKURBAN SEEKOR DOMBA UNTUK SATU KELUARGA
  • 19. HUKUM BERKURBAN ATAS NAMA KELUARGA Tanya : Ustadz, bolehkah berkurban satu ekor domba untuk satu keluarga? Yang benar, satu ekor domba untuk satu orang atau satu ekor domba bisa untuk satu keluarga? Jawab : Nampaknya ada dua masalah berbeda yang dicampuradukkan menjadi satu masalah, yaitu : Pertama, masalah mencukupi tidaknya berkurban satu ekor domba untuk satu keluarga. Jadi satu domba diatasnamakan satu keluarga. Kedua, masalah iuran uang dari satu keluarga untuk membeli satu ekor domba kurban. Lalu kurban domba hasil iuran itu diatasnamakan satu keluarga.
  • 20. HUKUM BERKURBAN ATAS NAMA KELUARGA Masalah pertama, dapat dirumuskan dengan pertanyaan, mencukupi ataukah tidak mencukupi, jika dalam sebuah keluarga, hanya berkurban satu ekor domba, sehingga satu domba diatasnamakan satu keluarga? Contohnya, Pak Ahmad seorang kepala keluarga membeli satu ekor domba seharga Rp 4 juta dengan uang dia sendiri (bukan dengan uang iuran dari anggota- anggota keluarga). Lalu ketika disembelih, disebutkan, “Ini kurban dari Pak Ahmad sekeluarga.” Apakah ini boleh dan mencukupi? Jawabnya : boleh dan mencukupi. Karena ada dalilnya.
  • 21. HUKUM BERKURBAN ATAS NAMA KELUARGA Di antara dalilnya : ‫عن‬‫اء‬َ‫ط‬َ‫ع‬‫ن‬‫ب‬ْ‫ار‬َ‫س‬َ‫ي‬‫قال‬:ُْ‫ت‬‫ل‬َ‫أ‬َ‫س‬‫ا‬َ‫ب‬َ‫أ‬َْ‫وب‬‫ي‬َ‫أ‬َّْ‫ي‬ ِ‫ار‬َ‫ص‬‫ن‬َ‫أل‬‫ا‬َْ‫ف‬‫ي‬َ‫ك‬ْ‫ت‬َ‫ن‬‫ا‬َ‫ك‬ ‫ا‬َ‫ي‬‫ا‬َ‫ح‬َّ‫ض‬‫ال‬‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ِْ‫د‬‫َه‬‫ع‬ِْ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ِْ َّ‫اّلل‬‫ى‬َّ‫ل‬َ‫ص‬ُْ َّ‫اّلل‬ِْ‫ه‬‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬َْ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬َ‫و‬‫؟‬َْ‫ق‬َ‫ف‬َْ‫ل‬‫ا‬:َْ‫ان‬َ‫ك‬ ُْ‫ل‬ُ‫ج‬َّ‫الر‬‫ي‬ ِ‫ح‬َ‫ض‬ُ‫ي‬ِْ‫ة‬‫َّا‬‫ش‬‫ال‬ِ‫ب‬ُْ‫ه‬‫َن‬‫ع‬ْ‫َن‬‫ع‬َ‫و‬ِْ‫ل‬‫ه‬َ‫أ‬ِْ‫ه‬ِ‫ت‬‫ي‬َ‫ب‬،َْ‫ون‬ُ‫ل‬ُ‫ك‬‫أ‬َ‫ي‬َ‫ف‬ْ‫ط‬ُ‫ي‬َ‫و‬َْ‫ون‬ُ‫م‬ِ‫ع‬ Dari ‘Atha` bin Yasar RA dia berkata,”Aku bertanya kepada Abu Ayyub Al Anshari,’Bagaimanakah dulu sembelihan kurban pada masa Rasulullah SAW?’ Dia menjawab,’Seorang laki-laki menyembelih satu ekor kambing atas nama dia dan atas nama keluarganya. Mereka memakan daging kurbannya dan memberikan sebagiannya kepada yang lain.” (HR Tirmidzi, no. 1505).
  • 22. HUKUM BERKURBAN ATAS NAMA KELUARGA ‫قال‬‫في‬"‫تحفة‬‫األحوذي‬":"‫هذا‬‫الحديث‬ْ‫ص‬َ‫ن‬ْ‫يح‬ ِ‫ر‬َ‫ص‬‫ي‬ِ‫ف‬َْ‫أ‬َّْ‫ن‬َْ‫ة‬‫َّا‬‫ش‬‫ال‬َْ‫ة‬َ‫د‬ ِ‫اح‬َ‫و‬‫ال‬ ُْ‫ئ‬ ِ‫ز‬‫ج‬ُ‫ت‬ْ‫َن‬‫ع‬ِْ‫ل‬ُ‫ج‬َّ‫الر‬ْ‫َن‬‫ع‬َ‫و‬ِْ‫ل‬‫ه‬َ‫أ‬ِْ‫ه‬ِ‫ت‬‫ي‬َ‫ب‬،ْ‫ن‬ِ‫إ‬َ‫و‬‫وا‬ُ‫ن‬‫ا‬َ‫ك‬َْ‫ين‬ ِ‫ير‬ِ‫ث‬َ‫ك‬،َْ‫و‬ُ‫ه‬َ‫و‬ْ‫ق‬َ‫ح‬‫ال‬. Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi,”Hadis ini nash yang jelas bahwa satu ekor kambing itu mencukupi untuk satu orang laki-laki dan keluarganya, meski keluarga itu banyak anggotanya. Inilah pendapat yang benar.” َْ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ُْ‫ظ‬ِ‫ف‬‫ا‬َ‫ح‬‫ال‬ُْ‫ن‬‫ِب‬‫ا‬ِْ‫م‬ِ‫ي‬َ‫ق‬‫ال‬‫ي‬ِ‫ف‬"ِْ‫د‬‫ا‬َ‫ز‬ِْ‫د‬‫ا‬َ‫ع‬َ‫م‬‫ال‬":َْ‫ان‬َ‫ك‬َ‫و‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ِْ‫ه‬ِ‫ي‬‫د‬َ‫ه‬‫ى‬َّ‫ل‬َ‫ص‬ُْ َّ‫اّلل‬ِْ‫ه‬‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َْ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬َ‫و‬َّْ‫ن‬َ‫أ‬َْ‫ة‬‫َّا‬‫ش‬‫ال‬ُْ‫ئ‬ ِ‫ز‬‫ج‬ُ‫ت‬ْ‫َن‬‫ع‬ِْ‫ل‬ُ‫ج‬َّ‫الر‬َْ‫ع‬َ‫و‬ْ‫ن‬ِْ‫ل‬‫ه‬َ‫أ‬ِْ‫ه‬ِ‫ت‬‫ي‬َ‫ب‬ْ‫و‬َ‫ل‬َ‫و‬َْ‫ر‬ُ‫ث‬َ‫ك‬َْ‫د‬َ‫ع‬ْ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫د‬. Ibnul Qayyim berkata dalam Zadul Ma’ad,”Di antara petunjuk Nabi SAW adalah bahwa satu ekor kambing itu mencukupi satu orang laki-laki dan keluarganya, meski keluarga itu banyak jumlahnya.” (Zadul Ma’ad, 2/323).
  • 23. HUKUM BERKURBAN ATAS NAMA KELUARGA َْ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬‫و‬ْ‫ي‬ِ‫ن‬‫ا‬َ‫ك‬‫َّو‬‫ش‬‫ال‬‫ي‬ِ‫ف‬"ِْ‫ل‬‫ني‬‫األوطار‬":ْ‫ق‬َ‫ح‬‫ال‬ َ‫و‬َّْ‫ن‬َ‫أ‬َْ‫ة‬‫َّا‬‫ش‬‫ال‬َْ‫ة‬َ‫د‬ ِ‫اح‬َ‫و‬‫ال‬ُْ‫ئ‬ ِ‫ز‬‫ج‬ُ‫ت‬َْ‫ع‬ْ‫ن‬ِْ‫ل‬‫ه‬َ‫أ‬ ِْ‫ت‬‫ي‬َ‫ب‬‫ال‬,ْ‫ن‬ِ‫إ‬َ‫و‬‫وا‬ُ‫ن‬‫ا‬َ‫ك‬َْ‫ة‬َ‫ئ‬‫ا‬ِ‫م‬ْ‫س‬‫ف‬َ‫ن‬ْ‫و‬َ‫أ‬َْ‫ر‬َ‫ث‬‫ك‬َ‫أ‬َْ‫م‬َ‫ك‬‫ا‬ْ‫ت‬َ‫ض‬َ‫ق‬َْ‫ك‬ِ‫ل‬َ‫ذ‬ِ‫ب‬ُْ‫ة‬َّ‫ن‬‫الس‬"‫انتهى‬‫ب‬‫اختصار‬. Imam Syaukani menjelaskan dalam Nailul Authar,”Pendapat yang benar, bahwa satu ekor kambing itu mencukupi satu keluarga, meski keluarga itu anggotanya ada 100 orang atau lebih banyak lagi, sebagaimana ditetapkan oleh As Sunnah.” (Nailul Authar, 5/137). (Sumber : https://islamqa.info/ar/answers/45916/) Dari penjelasan di atas, jelaslah bahwa boleh hukumnya dan mencukupi satu kepala keluarga menyembelih satu ekor domba (atau kambing) untuk dirinya dan juga untuk keluarganya.
  • 24. HUKUM BERKURBAN ATAS NAMA KELUARGA Adapun masalah kedua, bolehkah iuran dari satu keluarga untuk membeli satu ekor domba kurban, lalu kurban diatasnamakan keluarga? Misalnya harga domba Rp 4 juta per ekor. Lalu ada iuran dari 4 orang anggota keluarga, masing-masing iuran Rp 1 juta. Terkumpullah Rp 4 juta lalu dibelikan satu ekor domba. Pertanyaannya, bolehkah kurban domba satu ekor itu? Apakah itu mencukupi untuk satu keluarga? Jawabannya : Tidak boleh dan tidak mencukupi, karena tidak ada dalilnya yang membolehkan iuran untuk kurban kambing atau domba. Yang ada dalilnya, iuran untuk kurban sapi atau unta. Yaitu satu sapi atau unta boleh iuran dari 7 orang.
  • 25. HUKUM BERKURBAN ATAS NAMA KELUARGA Mengenai tidak bolehnya iuran untuk kambing atau domba, Syeikh Husamuddin ‘Ifanah menegaskan dalam kitabnya Al Mufashshal fi Ahkam Al Udh-hiyyah : ‫ول‬‫يجوز‬‫جمع‬‫المبالغ‬‫القليلة‬‫لشراء‬‫شاة‬‫واحدة‬،‫ألن‬ ‫الشتراك‬‫في‬‫الشاة‬‫ل‬‫يصح‬ “Tidak boleh iuran sejumlah uang yang kecil-kecil nominalnya untuk membeli satu ekor kambing, karena iuran untuk membeli satu ekor kambing tidak sah hukumnya.” (Husamuddin ‘Ifanah, Al Mufashshal fi Ahkam Al Udh-hiyyah, hlm. 139).
  • 26. HUKUM BERKURBAN ATAS NAMA KELUARGA Fatwa situs www.islamweb.net menyebutkan : ‫ول‬‫يجوز‬‫الشتراك‬‫في‬‫ثمن‬‫األضحية‬‫إذا‬‫كانت‬،‫شاة‬‫ويجوز‬‫أن‬ ‫يشترك‬‫السبعة‬-‫فما‬‫دونهم‬-‫في‬‫البقرة‬‫أو‬‫البدنة‬‫الواحدة‬ “Tidak boleh iuran dalam harga binatang kurban jika kurbannya itu kambing, namun boleh ada tujuh orang (atau kurang dari tujuh orang) untuk iuran dalam kurban satu ekor sapi atau satu ekor unta…” https://www.islamweb.net/ar/fatwa/143953/
  • 27. HUKUM BERKURBAN ATAS NAMA KELUARGA Solusinya : boleh iuran sejumlah orang, lalu dihibahkan kepada satu orang, lalu orang itu membeli satu kambing untuk kurban dia. Fatwa dalam www.aliftaa.jo : ‫لذا‬‫فل‬‫يجوز‬‫الشتراك‬‫في‬‫الشاة‬‫الواحدة‬‫على‬‫سبيل‬،‫األضحية‬‫والبدي‬‫ل‬‫عن‬ ‫ذلك‬‫بأن‬‫يساهم‬‫من‬‫يريد‬‫المساعدة‬‫بجزء‬‫من‬،‫المال‬‫ولكن‬‫على‬‫سبيل‬‫الهب‬‫ة‬ ‫لمن‬‫يريد‬‫أن‬،‫يضحي‬‫وليس‬‫على‬‫سبيل‬‫المشاركة‬‫في‬‫األضحية‬، “Maka dari itu, tidak boleh iuran untuk satu ekor kambing jika dimaksudkan untuk ibadah kurban. Solusinya, masing- masing orang yang ingin membantu melakukan iuran sejumlah uang, namun dengan maksud dihibahkan kepada satu orang yang hendak menyembelih kurban, bukan bermaksud iuran dalam kurban…” https://www.aliftaa.jo/Question.aspx?QuestionId=2988#. XyG2tCgzbcc
  • 28. 5. HUKUM ORANG MAMPU MENERIMA PEMBAGIAN DAGING KURBAN
  • 29. HUKUM ORANG MAMPU MENERIMA PEMBAGIAN DAGING KURBAN Tanya : Ustadz, kalau kita dikasih daging kurban, padahal kita kan bukan orang miskin, bagaimana hukumnya? Jawab : Boleh Anda sebagai orang yang mampu menerima daging kurban tersebut, sebab pemberian daging kurban oleh ulama disamakan hukumnya dengan shadaqah tathawwu’ (sedekah sunnah). Padahal shadaqah sunnah itu boleh hukumnya diberikan kepada orang yang kaya (mampu). Imam Qudamah menjelaskan bahwa pembagian daging kurban itu hukumnya sama dengan shadaqah tathawwu’. (Ibnu Qudamah. Al Mughni, 9/450)
  • 30. HUKUM ORANG MAMPU MENERIMA PEMBAGIAN DAGING KURBAN Imam Qudamah berkata : ُْ‫وز‬ُ‫ج‬َ‫ي‬َ‫و‬ْ‫ن‬َ‫أ‬َْ‫م‬ِ‫ع‬‫ط‬ُ‫ي‬‫ا‬َ‫ه‬‫ن‬ِ‫م‬‫ا‬‫ر‬ِ‫ف‬‫ا‬َ‫ك‬،...‫؛‬ُْ‫ه‬َّ‫ن‬َ ِ‫أل‬ُْ‫ة‬َ‫ق‬َ‫د‬َ‫ص‬ْ‫ع‬‫و‬َ‫ط‬َ‫ت‬،َْ‫از‬َ‫ج‬َ‫ف‬َْ‫ع‬‫إط‬‫ا‬َ‫ه‬ُ‫م‬‫ا‬ َّْ‫ي‬ِ‫م‬ِ‫ذ‬‫ال‬،َ‫ير‬ِ‫س‬َ‫األ‬َ‫و‬ِْ‫ر‬ِ‫ئ‬‫ا‬َ‫س‬َ‫ك‬ِْ‫ة‬َ‫ق‬َ‫د‬َ‫ص‬َْ‫ط‬َّ‫ت‬‫ال‬ِْ‫ع‬‫و‬ “Boleh hukumnya memberikan sebagian daging kurban kepada orang kafir…karena daging kurban itu adalah shadaqah tathawwu’. Maka boleh memberikannya kepada dzimmi dan tawanan, sebagaimana halnya shadaqah tathawwu’ lainnya.” (Ibnu Qudamah. Al Mughni, 9/450). Dalam shadaqah tathawwu’, boleh orang yang mampu (kaya) menerimanya, meski orang miskinlah yang lebih utama untuk menerimanya.
  • 31. HUKUM ORANG MAMPU MENERIMA PEMBAGIAN DAGING KURBAN Imam Nawawi dalam Al Majmu’ berkata : ‫تحل‬‫صدقة‬‫التطوع‬‫لألغنياء‬‫بل‬،‫خلف‬‫فيجوز‬‫دفعها‬‫إليهم‬‫ويثاب‬‫داف‬‫عها‬ ‫عليها‬,‫ولكن‬‫المحتاج‬‫أفضل‬.‫قال‬‫أصحابنا‬:‫ويستحب‬‫للغني‬‫التنزه‬‫ع‬‫نها‬, ‫ويكره‬‫التعرض‬‫ألخذها‬ “Dihalalkan shadaqah tathawwu’ itu bagi orang kaya tanpa ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Maka boleh memberikan shadaqah tathawwu’ kepada mereka [orang kaya] dan pemberinya akan mendapat pahala. Tetapi [memberikan kepada] yang membutuhkan itu afdhol. Sahabat kami berkata,’Disunnahkan bagi orang yang kaya untuk menghindarkan diri dari shadaqah sunnah, dan dimakruhkan untuk mengambilnya.” (Imam Nawawi, Al Majmu’ ,6/236).
  • 32. M. SHIDDIQ AL JAWI www.fissilmi-kaffah.com www.shiddiqaljawi.com SYUKRON WA JAZAAKUMULLAHU KHAIRAN