MATERI SOSIALISASI
PERDA NO. 2 TAHUN 2012 TENTANG PAJAK RESTORAN
Oleh :
DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH
KABUPATEN KEBUMEN
LANDASAN HUKUM
 UU NO 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH
 UU NO 28 TAHUN 2009 TENTANG PAJAK DAERAH DAN
RETRIBUSI DAERAH
 PP NO 91 TAHUN 2010 TENTANG JENIS PAJAK DAERAH YANG
DIPUNGUT BERDASARKAN PENETAPAN KEPALA DAERAH ATAU
DIBAYAR SENDIRI OLEH WAJIB PAJAK
 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NO 2 TAHUN
2012 TENTANG PAJAK RESTORAN
OBYEK DAN WAJIB PAJAK RESTORAN
 Objek Pajak Restoran adalah pelayanan yang disediakan
oleh Restoran dengan pembayaran.
 Pelayanan yang disediakan Restoran meliputi pelayanan
penjualan makanan dan/ atau minuman yang dikonsumsi
di tempat pelayanan maupun di tempat lain.
 Wajib Pajak Restoran adalah orang pribadi atau Badan
yang mengusahakan Restoran.
DASAR PENGENAAN, TARIF DAN CARA PENGHITUNGAN
PAJAK RESTORAN
 Dasar pengenaan Pajak Restoran adalah jumlah
pembayaran yang diterima atau yang seharusnya
diterima Restoran.
 Tarif Pajak Restoran ditetapkan sebesar 10% (sepuluh
persen)
 Besaran pokok Pajak Restoran yang terutang dihitung
dengan cara mengalikan Tarif Pajak dengan dasar
pengenaan Pajak.
PENETAPAN DAN PEMUNGUTAN PAJAK RESTORAN
 Berdasarkan PP No. 91 Tahun 2010, Pajak Restoran merupakan jenis
Pajak yang menganut sistem Self Assesment, yaitu jenis Pajak yang
pemungutannya/pembayarannya dengan cara Wajib Pajak
menghitung dan membayar sendiri Pajaknya.
Pembayaran Pajak Restoran menggunakan Surat Pemberitahuan
Pajak Daerah/SPTPD
 Setiap Wajib Pajak wajib mengisi SPTPD.
SPTPD harus disampaikan kepada Bupati atau pejabat lain yang
ditunjuk paling lama 15 (lima belas) hari setelah berakhirnya masa
pajak.
Wajib Pajak memenuhi kewajiban perpajakan sendiri dan dibayar
dengan menggunakan SPTPD.
CONTOH PERHITUNGAN RESTORAN
 SKPD A mengadakan pembelian makan/minum sebesar
Rp. 200.000,- (Dasar Pengenaan Pajak Restoran).
Perhitungan Pajaknya :
- 10% X Rp. 200.000,- = Rp. 20.000,-
- Pajak yang harus dibayar dan dicantumkan dalam SPTPD
dan SSPD = Rp. 20.000,-
 Untuk penulisan di SPTPD dan SSPD per tanggal kegiatan
pembelian makan minum.
PENULISAN
NOTA PEMBAYARAN
 Nota Pembayaran merupakan penjumlahan dari
harga jual dan Pajak Restoran (10% dari harga jual).
LANJUTAN.................
SPTPD
a. Satu SPTPD untuk satu nama restoran dalam satu
bulan transaksi, apabila pembelian di tempat yang
berbeda dalam bulan yang sama dibuatkan SPTPD
dan SSPD/STS tersendiri.
b. SPTPD ditulis :
 Masa pajak : sesuai bulan penyetoran
 Tahun Pajak : tahun berkenaan
 NPWPD : dari DPPKAD yg ngisi.
 Nama WP, almt WP : sudah jelas
 Pendapatan pada tgl : tgl kegiatan pembelian
mkn/minum.
Lanjutan...............
 Jmlh pembayaran : besarnya pembelian/ pembayaran
(sesuai nota)
 Pajak Terutang (jmlh pembayaran x Tarif Pajak) :
Rp...... X 10 % = Rp......
 ditanda tangani oleh Wajib Pajak dan di cap stempel
warung serta diketahui oleh Bendahara Pengeluaran/
Bendahara Pengeluaran Pembantu dan di cap stempel
dinas/ sekolah/Desa
 Ditulis dalam rangkap 4:
- lembar 1 untuk DPPKAD
- lembar 2 untuk Wajib Pajak
- lembar 3 untuk SKPD
- lembar 4 untuk arsip.
Lanjutan..........
 SSPD/STS
a. Dicantumkan besarnya Pajak yang dibayar oleh WP
b. Ditulis nama restoran, Rumah makan dan sejenisnya
c. Diuraikan jenis kegiatan, tanggal pembelian sesuai
yang tercantum dalam SPTPD
d. SSPD/STS ditanda tangani oleh WP/atau
kuasanya
PELAPORAN
Bukti Setor/ Foto copy SSPD disampaikan ke Bupati
Cq. Kepala DPPKAD Kab. Kebumen sebagai laporan
dilampiri SPTPD lembar ke 3 dan 4.
TERIMA KASIH

Sosialisasi pajak restoran

  • 1.
    MATERI SOSIALISASI PERDA NO.2 TAHUN 2012 TENTANG PAJAK RESTORAN Oleh : DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN KEBUMEN
  • 2.
    LANDASAN HUKUM  UUNO 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH  UU NO 28 TAHUN 2009 TENTANG PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH  PP NO 91 TAHUN 2010 TENTANG JENIS PAJAK DAERAH YANG DIPUNGUT BERDASARKAN PENETAPAN KEPALA DAERAH ATAU DIBAYAR SENDIRI OLEH WAJIB PAJAK  PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NO 2 TAHUN 2012 TENTANG PAJAK RESTORAN
  • 3.
    OBYEK DAN WAJIBPAJAK RESTORAN  Objek Pajak Restoran adalah pelayanan yang disediakan oleh Restoran dengan pembayaran.  Pelayanan yang disediakan Restoran meliputi pelayanan penjualan makanan dan/ atau minuman yang dikonsumsi di tempat pelayanan maupun di tempat lain.  Wajib Pajak Restoran adalah orang pribadi atau Badan yang mengusahakan Restoran.
  • 4.
    DASAR PENGENAAN, TARIFDAN CARA PENGHITUNGAN PAJAK RESTORAN  Dasar pengenaan Pajak Restoran adalah jumlah pembayaran yang diterima atau yang seharusnya diterima Restoran.  Tarif Pajak Restoran ditetapkan sebesar 10% (sepuluh persen)  Besaran pokok Pajak Restoran yang terutang dihitung dengan cara mengalikan Tarif Pajak dengan dasar pengenaan Pajak.
  • 5.
    PENETAPAN DAN PEMUNGUTANPAJAK RESTORAN  Berdasarkan PP No. 91 Tahun 2010, Pajak Restoran merupakan jenis Pajak yang menganut sistem Self Assesment, yaitu jenis Pajak yang pemungutannya/pembayarannya dengan cara Wajib Pajak menghitung dan membayar sendiri Pajaknya. Pembayaran Pajak Restoran menggunakan Surat Pemberitahuan Pajak Daerah/SPTPD  Setiap Wajib Pajak wajib mengisi SPTPD. SPTPD harus disampaikan kepada Bupati atau pejabat lain yang ditunjuk paling lama 15 (lima belas) hari setelah berakhirnya masa pajak. Wajib Pajak memenuhi kewajiban perpajakan sendiri dan dibayar dengan menggunakan SPTPD.
  • 6.
    CONTOH PERHITUNGAN RESTORAN SKPD A mengadakan pembelian makan/minum sebesar Rp. 200.000,- (Dasar Pengenaan Pajak Restoran). Perhitungan Pajaknya : - 10% X Rp. 200.000,- = Rp. 20.000,- - Pajak yang harus dibayar dan dicantumkan dalam SPTPD dan SSPD = Rp. 20.000,-  Untuk penulisan di SPTPD dan SSPD per tanggal kegiatan pembelian makan minum.
  • 7.
    PENULISAN NOTA PEMBAYARAN  NotaPembayaran merupakan penjumlahan dari harga jual dan Pajak Restoran (10% dari harga jual).
  • 8.
    LANJUTAN................. SPTPD a. Satu SPTPDuntuk satu nama restoran dalam satu bulan transaksi, apabila pembelian di tempat yang berbeda dalam bulan yang sama dibuatkan SPTPD dan SSPD/STS tersendiri. b. SPTPD ditulis :  Masa pajak : sesuai bulan penyetoran  Tahun Pajak : tahun berkenaan  NPWPD : dari DPPKAD yg ngisi.  Nama WP, almt WP : sudah jelas  Pendapatan pada tgl : tgl kegiatan pembelian mkn/minum.
  • 9.
    Lanjutan...............  Jmlh pembayaran: besarnya pembelian/ pembayaran (sesuai nota)  Pajak Terutang (jmlh pembayaran x Tarif Pajak) : Rp...... X 10 % = Rp......  ditanda tangani oleh Wajib Pajak dan di cap stempel warung serta diketahui oleh Bendahara Pengeluaran/ Bendahara Pengeluaran Pembantu dan di cap stempel dinas/ sekolah/Desa  Ditulis dalam rangkap 4: - lembar 1 untuk DPPKAD - lembar 2 untuk Wajib Pajak - lembar 3 untuk SKPD - lembar 4 untuk arsip.
  • 10.
    Lanjutan..........  SSPD/STS a. Dicantumkanbesarnya Pajak yang dibayar oleh WP b. Ditulis nama restoran, Rumah makan dan sejenisnya c. Diuraikan jenis kegiatan, tanggal pembelian sesuai yang tercantum dalam SPTPD d. SSPD/STS ditanda tangani oleh WP/atau kuasanya
  • 11.
    PELAPORAN Bukti Setor/ Fotocopy SSPD disampaikan ke Bupati Cq. Kepala DPPKAD Kab. Kebumen sebagai laporan dilampiri SPTPD lembar ke 3 dan 4.
  • 12.