KELOMPOK 1
Nama-Nama :
1) Saemayaroh (2012112094)
2) Lilis Setiyarini (2012112095)
3) Dewi Kusumaningrum (2012112105)
RUANG LINGKUP PERBANKAN SYARIAH
Hukum Perbankan : Perbankan Syariah adalah segala sesuatu yang
menyangkut tentang Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah, yang
mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam
melaksanakan kegiatan usahanya. Sedangkan pengertian Bank adalah
badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
Simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat yang bentuk
kredit dan/atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf
hidup rakyat. Semua kegiatan perbankan di Indonesia dibawah
naungan dan pengawasan Nank Indonesia dan pengertian Bank
Indonesia adalah Bank Sentral Republik Indonesia sebagaimana
dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945.
SESUNGGUHPUN DEMIKIAN BANK SYARIAH YANG BERADA DITANAH AIR
TETAP HARUS TUNDUK KEPADA PERATURAN-PERATURAN UMUM
PERBANKAN, YANG BERLAKU ANTARA LAIN :
a. Ketentuan perizinan dalam pengembangan usaha,seperti pembukuan
cabang dan kegiatan usaha.
b. Kewajiban pelaporan ke bank Indonesia
c. Pengawasan intern
d. Pengawasan atas prestasi
e. Pengenaan sankki atas pelanggaran
TIGA FUNGSI POKOK DALAM KEGIATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT.
KETIGA FUNGSI TERSEBUT ADALAH:
a. Fungsi Pengumpulan Dana (Funding)
a. Fungsi Penyaluran Dana ( Finansing )
b. Pelayanan Jasa
Tujuan-tujuan tersebut dapat dilihat dari kata kunci misi-misi bank Islam yang ada
seperti yang dirangkum di bawah ini, misalnya:
a. Sesuai syariah, pelayanan jasa keuangan, kemitraan yang
menguntungkan (Faysal Islamic Bank of Bahrain)
b. Menciptakan kesejahteraan, kesetaraan dan keadilan pada semua
aktivitas ekonomi (Islami Bank Bangladesh Limited)
c. Sesuai syariah, jasa perbankan dan investasi (Kuwait Finance House)
d. Mempromosikan,memelihara,mengembangkan prinsip-prinsip syariah;
menggalakkan investasi dan enterpreneur yang halal (Faysal Islamic Bank
of Bahrain)
e. Sesuai syariah; penyediaan jasa perbankan, financing, dan investasi
(Jordan Islamic Bank
CIRI-CIRI BANK SYARIAH
a. Sama – sama dibina dan diawasi oleh bank Indonesia sebagaimana hal yang
sama dilakukan terhadap bank konvesional.
b. Bagaimanapun berdirinya bank syari’at mempunyai ikatan emosional dengan
masyarakat islam di sekitarnya. Factor ulama mempunyai peran yang besar
dalam menunjang keberhasilan suatu bank syari’ah.
c. Ada lembaga Dewan Pengawas Syari’ah yang mempunyai dua fungsi utama
yaitu:
a) Mengawasi oprasional bank syari’at islam agar tidak menyimpang dari
ajaran agama.
b) Memelihara akhlaq dan moral para pengelola bank syari’ah dan para
nasabahnya, d. Dana jangkau dan penetrasi bank sangat luas sehingga
profesionalisme dalam penerapan prinsip kehati – hatian merupakan factor yang
sangat penting. Produk-Produk Bank Syariah
1. Al-Mudharabah
2. Murabahah
3. Musyarakah
4. Al-Bai Bithman Ajil
5. Al-Ijaroh
6. Istisnha
7. Al-Wadiah
8. Salam
9. Wakalah
10.Hiwalah
BANK KONVENSIONAL
Sedangkan pengertian bank Konvensional menurut Undang-undang
Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10
November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank
adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam
bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam
bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka
meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Jenis-Jenis Bank
Jenis bank dilihat dari segi fungsinya
Menurut Undang-Undang Pokok Perbankan Nomor 10 Tahun 1998, jenis
perbankan menurut fungsinya terdiri dari:
a) Bank Umum
Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara
konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya
memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Sifat jasa yang diberikan adalah
umum, dalam arti dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Begitu
juga dengan wilayah operasinya dapat dilakukan di seluruh wilayah.
b) Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha
secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya
tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran, artinya disini kegiatan BPR
jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan bank umum.
JENIS BANK DILIHAT DARI SEGI KEPEMILIKANNYA
DITINJAU DARI SEGI KEPEMILIKAN MAKSUDNYA ADALAH SIAPA YANG MEMILIKI
BANK TERSEBUT. KEPEMILIKAN INI DAPAT DILIHAT DARI AKTE PENDIRIAN DAN
PENGUASAAN SAHAM YANG DIMILIKI BANK YANG BERSANGKUTAN..
BANK YANG BERDASARKAN PRINSIP KONVENSIONAL
A. MAYORITAS BANK YANG BERKEMBANG DI INDONESIA DEWASA INI
ADALAH BANK YANG BERORIENTASI PADA PRINSIP KONVENSIONAL. DALAM
MENCARI KEUNTUNGAN DAN MENENTUKAN HARGA KEPADA PARA NASABAHNYA,
BANK YANG BERDASARKAN PRINSIP KONVENSIONAL MENGGUNAKAN DUA
METODE, YAITU: MENETAPKAN BUNGA SEBAGAI HARGA, BAIK UNTUK PRODUK
SIMPANAN SEPERTI GIRO, TABUNGAN MAUPUN DEPOSITO. DEMIKIAN PULA
DENGAN HARGA UNTUK PRODUK PINJAMANNYA (KREDIT) JUGA DITENTUKAN
BERDASARKAN TINGKAT SUKU BUNGA TERTENTU. PENENTUAN HARGA INI
DIKENAL DENGAN ISTILAH BASED.
B. UNTUK JASA-JASA BANK LAINNYA PIHAK PERBANKAN BARAT
MENGGUNAKAN ATAU MENERAPKAN BERBAGAI BIAYA-BIAYA DALAM NOMINAL
ATAU PERSENTASE TERTENTU. SISTEM PENGENAAN BIAYA INI DIKENAL DENGAN
ISTILAH FEE BASED.
SUMBER-SUMBER HUKUM PERBANKAN SYARIAN DAN
KONVENSIONAL
1) Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan
2) Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 tentang Perubahan atas
Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan
3) Undang-Undang Nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia
4) Undang-Undang Nomor 3 tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-
Undang Nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia
5) Undang-Undang Nomor 7 tahun 1989 tentangPeradilan Agama
6) Undang-Undang Nomor 3 tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-
Undang Nomor 7 tahun 1989 tentangPeradilan Agama
7) Undang-Undang Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah
KONSEP LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH
A. Perbankan Syariah
Lembaga keuangan perbankan adalah salah satu kegiatan usaha
yang paling dominan dan sangat dibutuhkan di dunia ekonomi
dewasa ini. Karena fungsinya sebagai pengumpul dana yang
sangat berperan demi menunjang pertumbuhan ekonomi suatu
bangsa. Sebagai pengumpul dana, lembaga perbankan mampu
ikut serta membantu pembangunan dengan menyalurkan dananya
untuk proyek-proyek pemerintah
KONSEP LEMBAGA KEUANGAN KONVENSIONAL
Dari pengertian bank menurut Undang-undang Negara Republik
Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 dapat disimpulkan bahwa
Konsep lembaga Keuangan bank Konvensionalk meliputi tiga
kegiatan, yaitu menghimpun dana, menyalurkan dana, dan
memberikan jasa bank lainnya. Kegiatan menghimpun dan
menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok bank sedangkan
memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung.
Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari
masyarakat dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan
deposito. Biasanya sambil diberikan balas jasa yang menarik
seperti, bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi
masyarakat agar lebih senang menabung. Kegiatan
menyalurkan dana, berupa pemberian pinjaman kepada
masyarakat. Sedangkan jasa-jasa perbankan lainnya diberikan
untuk mendukung kelancaran kegiatan utama tersebut.
SEKIAN DAN TERIMAKASIH
WASSALAMUALAIKUM WR.WB

Ruang Lingkup Perbankan Syariah

  • 2.
    KELOMPOK 1 Nama-Nama : 1)Saemayaroh (2012112094) 2) Lilis Setiyarini (2012112095) 3) Dewi Kusumaningrum (2012112105)
  • 3.
    RUANG LINGKUP PERBANKANSYARIAH Hukum Perbankan : Perbankan Syariah adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah, yang mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Sedangkan pengertian Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk Simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat yang bentuk kredit dan/atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat. Semua kegiatan perbankan di Indonesia dibawah naungan dan pengawasan Nank Indonesia dan pengertian Bank Indonesia adalah Bank Sentral Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
  • 4.
    SESUNGGUHPUN DEMIKIAN BANKSYARIAH YANG BERADA DITANAH AIR TETAP HARUS TUNDUK KEPADA PERATURAN-PERATURAN UMUM PERBANKAN, YANG BERLAKU ANTARA LAIN : a. Ketentuan perizinan dalam pengembangan usaha,seperti pembukuan cabang dan kegiatan usaha. b. Kewajiban pelaporan ke bank Indonesia c. Pengawasan intern d. Pengawasan atas prestasi e. Pengenaan sankki atas pelanggaran
  • 5.
    TIGA FUNGSI POKOKDALAM KEGIATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT. KETIGA FUNGSI TERSEBUT ADALAH: a. Fungsi Pengumpulan Dana (Funding) a. Fungsi Penyaluran Dana ( Finansing ) b. Pelayanan Jasa Tujuan-tujuan tersebut dapat dilihat dari kata kunci misi-misi bank Islam yang ada seperti yang dirangkum di bawah ini, misalnya: a. Sesuai syariah, pelayanan jasa keuangan, kemitraan yang menguntungkan (Faysal Islamic Bank of Bahrain) b. Menciptakan kesejahteraan, kesetaraan dan keadilan pada semua aktivitas ekonomi (Islami Bank Bangladesh Limited) c. Sesuai syariah, jasa perbankan dan investasi (Kuwait Finance House) d. Mempromosikan,memelihara,mengembangkan prinsip-prinsip syariah; menggalakkan investasi dan enterpreneur yang halal (Faysal Islamic Bank of Bahrain) e. Sesuai syariah; penyediaan jasa perbankan, financing, dan investasi (Jordan Islamic Bank
  • 6.
    CIRI-CIRI BANK SYARIAH a.Sama – sama dibina dan diawasi oleh bank Indonesia sebagaimana hal yang sama dilakukan terhadap bank konvesional. b. Bagaimanapun berdirinya bank syari’at mempunyai ikatan emosional dengan masyarakat islam di sekitarnya. Factor ulama mempunyai peran yang besar dalam menunjang keberhasilan suatu bank syari’ah. c. Ada lembaga Dewan Pengawas Syari’ah yang mempunyai dua fungsi utama yaitu: a) Mengawasi oprasional bank syari’at islam agar tidak menyimpang dari ajaran agama. b) Memelihara akhlaq dan moral para pengelola bank syari’ah dan para nasabahnya, d. Dana jangkau dan penetrasi bank sangat luas sehingga profesionalisme dalam penerapan prinsip kehati – hatian merupakan factor yang sangat penting. Produk-Produk Bank Syariah 1. Al-Mudharabah 2. Murabahah 3. Musyarakah 4. Al-Bai Bithman Ajil 5. Al-Ijaroh 6. Istisnha 7. Al-Wadiah 8. Salam 9. Wakalah 10.Hiwalah
  • 7.
    BANK KONVENSIONAL Sedangkan pengertianbank Konvensional menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Jenis-Jenis Bank Jenis bank dilihat dari segi fungsinya Menurut Undang-Undang Pokok Perbankan Nomor 10 Tahun 1998, jenis perbankan menurut fungsinya terdiri dari: a) Bank Umum Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Sifat jasa yang diberikan adalah umum, dalam arti dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Begitu juga dengan wilayah operasinya dapat dilakukan di seluruh wilayah. b) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran, artinya disini kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan bank umum.
  • 8.
    JENIS BANK DILIHATDARI SEGI KEPEMILIKANNYA DITINJAU DARI SEGI KEPEMILIKAN MAKSUDNYA ADALAH SIAPA YANG MEMILIKI BANK TERSEBUT. KEPEMILIKAN INI DAPAT DILIHAT DARI AKTE PENDIRIAN DAN PENGUASAAN SAHAM YANG DIMILIKI BANK YANG BERSANGKUTAN.. BANK YANG BERDASARKAN PRINSIP KONVENSIONAL A. MAYORITAS BANK YANG BERKEMBANG DI INDONESIA DEWASA INI ADALAH BANK YANG BERORIENTASI PADA PRINSIP KONVENSIONAL. DALAM MENCARI KEUNTUNGAN DAN MENENTUKAN HARGA KEPADA PARA NASABAHNYA, BANK YANG BERDASARKAN PRINSIP KONVENSIONAL MENGGUNAKAN DUA METODE, YAITU: MENETAPKAN BUNGA SEBAGAI HARGA, BAIK UNTUK PRODUK SIMPANAN SEPERTI GIRO, TABUNGAN MAUPUN DEPOSITO. DEMIKIAN PULA DENGAN HARGA UNTUK PRODUK PINJAMANNYA (KREDIT) JUGA DITENTUKAN BERDASARKAN TINGKAT SUKU BUNGA TERTENTU. PENENTUAN HARGA INI DIKENAL DENGAN ISTILAH BASED. B. UNTUK JASA-JASA BANK LAINNYA PIHAK PERBANKAN BARAT MENGGUNAKAN ATAU MENERAPKAN BERBAGAI BIAYA-BIAYA DALAM NOMINAL ATAU PERSENTASE TERTENTU. SISTEM PENGENAAN BIAYA INI DIKENAL DENGAN ISTILAH FEE BASED.
  • 9.
    SUMBER-SUMBER HUKUM PERBANKANSYARIAN DAN KONVENSIONAL 1) Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan 2) Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan 3) Undang-Undang Nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia 4) Undang-Undang Nomor 3 tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang- Undang Nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia 5) Undang-Undang Nomor 7 tahun 1989 tentangPeradilan Agama 6) Undang-Undang Nomor 3 tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang- Undang Nomor 7 tahun 1989 tentangPeradilan Agama 7) Undang-Undang Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah
  • 10.
    KONSEP LEMBAGA KEUANGANSYARIAH A. Perbankan Syariah Lembaga keuangan perbankan adalah salah satu kegiatan usaha yang paling dominan dan sangat dibutuhkan di dunia ekonomi dewasa ini. Karena fungsinya sebagai pengumpul dana yang sangat berperan demi menunjang pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Sebagai pengumpul dana, lembaga perbankan mampu ikut serta membantu pembangunan dengan menyalurkan dananya untuk proyek-proyek pemerintah
  • 11.
    KONSEP LEMBAGA KEUANGANKONVENSIONAL Dari pengertian bank menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 dapat disimpulkan bahwa Konsep lembaga Keuangan bank Konvensionalk meliputi tiga kegiatan, yaitu menghimpun dana, menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank lainnya. Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung. Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito. Biasanya sambil diberikan balas jasa yang menarik seperti, bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi masyarakat agar lebih senang menabung. Kegiatan menyalurkan dana, berupa pemberian pinjaman kepada masyarakat. Sedangkan jasa-jasa perbankan lainnya diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan utama tersebut.
  • 12.
  • 13.

Editor's Notes

  • #6 Tujuan-tujuan tersebut dapat dilihat dari kata kunci misi-misi bank Islam yang ada seperti yang dirangkum di bawah ini, misalnya:
  • #7 Produk-Produk Bank Syariah Al-Mudharabah Murabahah Musyarakah Al-Bai Bithman Ajil Al-Ijaroh Istisnha Al-Wadiah Salam