SISTEM BERKAS 03TPLPH
MATA KULIAH
SISTEM BERKAS
Sistem Berkas
03TPLPH
Disusun Oleh Kelompok 1 :
Ary Prasetyo
Fauzan Muwaffiq
Muh.Afif Azindani
Rhomadhan
Sandi Arianto
Tri Nuryadi
TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS PAMULANG
SISTEM BERKAS 03TPLPH
SISTEM BERKAS
A. Pengertian Sistem Berkas
File/berkas adalah sekumpulan informasi yang saling berkaitan dan didefinisikan oleh
pembuatnya. Umumnyaberkas adalah sekumpulan bit, byte, record dimana artinya
didefiniskan oleh pembuat dan pemakainya. File data dapat berbentuk numeric, alfabeth
ataupun alfanumeric. File dapat berbentuk bebas seperti file teks atau terstruktur. File
mempunyai komponen lain seperti tipe, waktu pembuatan, nama, nomor account dari
pembuatnya dan besar ukuran file. Kita juga dapat menulis informasi, mengubah informasi,
menambah dan menghapus informasi dalam file.
Sistem berkas adalah suatu sistem untuk mengetahui bagaimana cara menyimpan data dari
file tertentu dan organisasi file yang digunakan. Sistem berkas menyediakan pendukung yang
memungkinkan programmer mengakses file tanpa menyangkut perincian karakteristik
penyimpanan dan peralatan pewaktu. Sistem berkas mengubah pernyataan akses file menjadi
instruksi/output level rendah
Sistem berkas adalah cara untuk mengambil informasi dari suatu file.
Berikut adalah 4 komponen sistem berkas :
 Disk Management
Menjelaskan bagaimana seharusnya menyusun blok-blok disk ke dalam file.
 Naming
Berguna bagi pemakai yang memungkinkan untuk menunjuk file dengan penamaan yaitu
dengan mengenali blok-blok disk
 Protection
Suatu cara untuk memproteksi pemakai-pemakai file dari pemakai lain
 Reliability
File-file yang diperlukan ada tersedia jika terjadi kerusakan sistem. Setiap sistem operasi
memiliki sistem tersendiri.
Contoh : FAT 32 pada Window 9x. NTFS pada Windows NT dan Windows XP.FAT
16 pada MS-DOS. Ext2,Ext3 dan Reiser pada Linux. Masing–masing file sistem mempuyai
metode yang berbeda dalam pengaksesesan, pengorganisasian dan pengeloaan pada disk.
SISTEM BERKAS 03TPLPH
Klasifikasi Berkas
1. MASTER FILE
File yang berisi data yang relatif tetap, ada 2 yaitu :
a) Reference Master File : File yang berisi record yang tak berubah / jarang berubah.
b) Dynamic Master File : File yang berisi record yang terus menerus berubah dalam
kurun waktu tertentu atau berdasarkan suatu peristiwa transaksi.
2. TRANSACTION FILE
Adalah file yang berisi record-record yang akan memperbaharui / meng-update record-
record yang ada pada master file. Meng-Update dapat berupa : Penambahan record,
penghapusan dan perbaikan record.
3. REPORT FILE
Adalah file yang berisi data yang dibuat untuk laporan / keperluan user.File tersebut
dapat dicetak pada kertas printer atau hanya ditampilkan dilayar.
4. WORK FILE
Merupakan file sementara dalam sistem. Suatu work file merupakan alat untuk
melewatkan data yang dibuat oleh sebuah program ke program lain.
5. PROGRAM FILE
Adalah file yang berisi instruksi-instruksi untuk memproses data yang akan disimpan pada
file lain atau pada memori utama.
6. TEXT FILE
Adalah file yang berisi input data alphanumeric dan grafik yang digunakan oleh sebuah text
editor program. Text file hanya dapat diproses dengan text editor.
7. DUMP FILE
Adalah file yang digunakan untuk tujuan pengamanan (security), mencatattentang
kegiatan peng-update-an, sekumpulan transaksi yang telah diprosesatau sebuah program
yang mengalami kekeliruan.
8. LIBRARY FILE
Adalah file yang digunakan untuk penyimpanan program aplikasi, programutilitas atau
program lainnya.
9. HISTORY FILE
File ini merupakan tempat akumulasi dari hasil pemrosesan master file dantransaction file.
File ini berisikan data yang selalu bertambah, sehingga fileini terus berkembang, sesuai
dengan kegiatan yang terjadi.
SISTEM BERKAS 03TPLPH
Model Akses Berkas
Ada 3 model akses yang mungkin oleh sebuah program terhadap file, yaitu :
a) INPUT FILE;
Adalah file yang hanya dapat dibaca dengan program.
b) OUTPUT FILE;
Adalah file yang hanya dapat ditulis oleh sebuah program atau file yang dibuat dengan
program.
c) INPUT/OUTPUT FILE
Adalah file yang dapat dibaca dari dan ditulis ke selama eksekusi program.
Organisasi Berkas
Adalah suatu teknik atau cara yang digunakan menyatakan dan menyimpan record-record
dalam sebuah file.
Ada 4 teknik dasar organisasi file, yaitu :
1. Organisasi File Sequential
Merupakan cara yang paling dasar untuk mengorganisasikan kumpulan record-record dalam
sebuah berkas. Dalam organisasi berkas sequential, pada waktu record ini dibuat, record-
record direkam secara berurutan. Contoh : Lagu yang ada dikaset.
2. Organisasi File Relative
 Suatu berkas yang mengidentifikasikan record dengan key yang diperlukan.
 Record tidak perlu tersortir secara fisik menurut nilai key.
 Organisasi berkas relatif paling sering digunakan dalam proses interaktif.
 Tidak perlu mengakses record secara berurutan (consecutive).
 Sebaiknya disimpan dalam Direct Access Storage Device (DASD) seperti magnetic
disk/drum.
· Contoh : Lagu yang ada pada CD (Compact Disk)
3. Indexed Sequential
Merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengorganisasi kumpulan record-record yang
membutuhkan akses record secara sequential maupun secara individu berdasarkan nilai key.
Contoh : Mencari arti kata dalam kamus.
SISTEM BERKAS 03TPLPH
4. Multi – Key
Merupakan organisasi yang dapat mempunyai sebuah file yang di akses dengan
banyak cara.
Contoh : Sistem perbankan yang memiliki banyak pemakai.
Cara Pengaksesan berkas
Secara umum keempat teknik dasar tersebut berbeda dalam cara pengaksesannya, yaitu :
1. Direct Access;
Adalah suatu cara pengaksesan record yang langsung, tanpa mengakses seluruh record yang
ada. Contoh : Magnetic Disk.
2. Sequential Access;
Adalah suatu cara pengaksesan record, yang didahului pengaksesan record-record
di depannya. Contoh : Magnetic Tape.
Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses pemilihan organisasi file :
 Karakteristik dari media penyimpanan yang digunakan
 Volume dan frekuensi dari transaksi yang diproses
 Respontime yang diperlukan
Cara memilih organisasi file tidak terlepas dari 2 aspek utama, yaitu :
I. Menurut Model penggunaannya ada 2 cara :
 Batch; Suatu proses yang dilakukan secara group atau kelompok.
 Interactive; Suatu proses yang dilakukan secara satu persatu, yaitu record demi
record.
II. Menurut model OPERASI FILE ada 4 cara :
i. Creation;
 Membuat struktur file lebih dahulu, menentukan banyak record baru,
kemudian record-record dimuat ke dalam file tersebut.
 Membuat file dengan cara merekam record demi record.
ii. Update;
Untuk menjaga agar file tetap up to date.
Contoh: Insert / Add, Modification, Deletion.
3. Retrieval;
Pengaksesan sebuah file dengan tujuan untuk mendapatkan informasi.
Inquiry: Volume data rendah, model proses interactive.
SISTEM BERKAS 03TPLPH
Report Generation: Volume data tinggi, model proses batch.
File Retrieval terbagi 2, yaitu :
1. Comprehensive Retrieval
Mendapatkan informasi dari semua record dalam sebuah file.
Contoh :
 Display all
 List nama, alamat
2. Selective Retrieval
Mendapatkan informasi dari record-record tertentu berdasarkan persyaratan tertentu.
Contoh :
 List for gaji = 100000
 List nama, npm, for angkatan = 93
4. Maintenance;
Perubahan yang dibuat terhadap file dengan tujuan memperbaiki penampilan program dalam
mengakses file tersebut.
 Restructuring
Perubahan struktur file.
Misalnya :
Panjang field diubah, penambahan field baru, panjang record dirubah.
 Reorganization
Perubahan organisasi file dari organisasi yang satu, menjadi organisasi file yang lain.
Misalnya :
 Dari organisasi file sequential menjadi indeks sequential.
 Dari direct menjadi sequential.

Pengertian Sistem berkas

  • 1.
    SISTEM BERKAS 03TPLPH MATAKULIAH SISTEM BERKAS Sistem Berkas 03TPLPH Disusun Oleh Kelompok 1 : Ary Prasetyo Fauzan Muwaffiq Muh.Afif Azindani Rhomadhan Sandi Arianto Tri Nuryadi TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS PAMULANG
  • 2.
    SISTEM BERKAS 03TPLPH SISTEMBERKAS A. Pengertian Sistem Berkas File/berkas adalah sekumpulan informasi yang saling berkaitan dan didefinisikan oleh pembuatnya. Umumnyaberkas adalah sekumpulan bit, byte, record dimana artinya didefiniskan oleh pembuat dan pemakainya. File data dapat berbentuk numeric, alfabeth ataupun alfanumeric. File dapat berbentuk bebas seperti file teks atau terstruktur. File mempunyai komponen lain seperti tipe, waktu pembuatan, nama, nomor account dari pembuatnya dan besar ukuran file. Kita juga dapat menulis informasi, mengubah informasi, menambah dan menghapus informasi dalam file. Sistem berkas adalah suatu sistem untuk mengetahui bagaimana cara menyimpan data dari file tertentu dan organisasi file yang digunakan. Sistem berkas menyediakan pendukung yang memungkinkan programmer mengakses file tanpa menyangkut perincian karakteristik penyimpanan dan peralatan pewaktu. Sistem berkas mengubah pernyataan akses file menjadi instruksi/output level rendah Sistem berkas adalah cara untuk mengambil informasi dari suatu file. Berikut adalah 4 komponen sistem berkas :  Disk Management Menjelaskan bagaimana seharusnya menyusun blok-blok disk ke dalam file.  Naming Berguna bagi pemakai yang memungkinkan untuk menunjuk file dengan penamaan yaitu dengan mengenali blok-blok disk  Protection Suatu cara untuk memproteksi pemakai-pemakai file dari pemakai lain  Reliability File-file yang diperlukan ada tersedia jika terjadi kerusakan sistem. Setiap sistem operasi memiliki sistem tersendiri. Contoh : FAT 32 pada Window 9x. NTFS pada Windows NT dan Windows XP.FAT 16 pada MS-DOS. Ext2,Ext3 dan Reiser pada Linux. Masing–masing file sistem mempuyai metode yang berbeda dalam pengaksesesan, pengorganisasian dan pengeloaan pada disk.
  • 3.
    SISTEM BERKAS 03TPLPH KlasifikasiBerkas 1. MASTER FILE File yang berisi data yang relatif tetap, ada 2 yaitu : a) Reference Master File : File yang berisi record yang tak berubah / jarang berubah. b) Dynamic Master File : File yang berisi record yang terus menerus berubah dalam kurun waktu tertentu atau berdasarkan suatu peristiwa transaksi. 2. TRANSACTION FILE Adalah file yang berisi record-record yang akan memperbaharui / meng-update record- record yang ada pada master file. Meng-Update dapat berupa : Penambahan record, penghapusan dan perbaikan record. 3. REPORT FILE Adalah file yang berisi data yang dibuat untuk laporan / keperluan user.File tersebut dapat dicetak pada kertas printer atau hanya ditampilkan dilayar. 4. WORK FILE Merupakan file sementara dalam sistem. Suatu work file merupakan alat untuk melewatkan data yang dibuat oleh sebuah program ke program lain. 5. PROGRAM FILE Adalah file yang berisi instruksi-instruksi untuk memproses data yang akan disimpan pada file lain atau pada memori utama. 6. TEXT FILE Adalah file yang berisi input data alphanumeric dan grafik yang digunakan oleh sebuah text editor program. Text file hanya dapat diproses dengan text editor. 7. DUMP FILE Adalah file yang digunakan untuk tujuan pengamanan (security), mencatattentang kegiatan peng-update-an, sekumpulan transaksi yang telah diprosesatau sebuah program yang mengalami kekeliruan. 8. LIBRARY FILE Adalah file yang digunakan untuk penyimpanan program aplikasi, programutilitas atau program lainnya. 9. HISTORY FILE File ini merupakan tempat akumulasi dari hasil pemrosesan master file dantransaction file. File ini berisikan data yang selalu bertambah, sehingga fileini terus berkembang, sesuai dengan kegiatan yang terjadi.
  • 4.
    SISTEM BERKAS 03TPLPH ModelAkses Berkas Ada 3 model akses yang mungkin oleh sebuah program terhadap file, yaitu : a) INPUT FILE; Adalah file yang hanya dapat dibaca dengan program. b) OUTPUT FILE; Adalah file yang hanya dapat ditulis oleh sebuah program atau file yang dibuat dengan program. c) INPUT/OUTPUT FILE Adalah file yang dapat dibaca dari dan ditulis ke selama eksekusi program. Organisasi Berkas Adalah suatu teknik atau cara yang digunakan menyatakan dan menyimpan record-record dalam sebuah file. Ada 4 teknik dasar organisasi file, yaitu : 1. Organisasi File Sequential Merupakan cara yang paling dasar untuk mengorganisasikan kumpulan record-record dalam sebuah berkas. Dalam organisasi berkas sequential, pada waktu record ini dibuat, record- record direkam secara berurutan. Contoh : Lagu yang ada dikaset. 2. Organisasi File Relative  Suatu berkas yang mengidentifikasikan record dengan key yang diperlukan.  Record tidak perlu tersortir secara fisik menurut nilai key.  Organisasi berkas relatif paling sering digunakan dalam proses interaktif.  Tidak perlu mengakses record secara berurutan (consecutive).  Sebaiknya disimpan dalam Direct Access Storage Device (DASD) seperti magnetic disk/drum. · Contoh : Lagu yang ada pada CD (Compact Disk) 3. Indexed Sequential Merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengorganisasi kumpulan record-record yang membutuhkan akses record secara sequential maupun secara individu berdasarkan nilai key. Contoh : Mencari arti kata dalam kamus.
  • 5.
    SISTEM BERKAS 03TPLPH 4.Multi – Key Merupakan organisasi yang dapat mempunyai sebuah file yang di akses dengan banyak cara. Contoh : Sistem perbankan yang memiliki banyak pemakai. Cara Pengaksesan berkas Secara umum keempat teknik dasar tersebut berbeda dalam cara pengaksesannya, yaitu : 1. Direct Access; Adalah suatu cara pengaksesan record yang langsung, tanpa mengakses seluruh record yang ada. Contoh : Magnetic Disk. 2. Sequential Access; Adalah suatu cara pengaksesan record, yang didahului pengaksesan record-record di depannya. Contoh : Magnetic Tape. Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses pemilihan organisasi file :  Karakteristik dari media penyimpanan yang digunakan  Volume dan frekuensi dari transaksi yang diproses  Respontime yang diperlukan Cara memilih organisasi file tidak terlepas dari 2 aspek utama, yaitu : I. Menurut Model penggunaannya ada 2 cara :  Batch; Suatu proses yang dilakukan secara group atau kelompok.  Interactive; Suatu proses yang dilakukan secara satu persatu, yaitu record demi record. II. Menurut model OPERASI FILE ada 4 cara : i. Creation;  Membuat struktur file lebih dahulu, menentukan banyak record baru, kemudian record-record dimuat ke dalam file tersebut.  Membuat file dengan cara merekam record demi record. ii. Update; Untuk menjaga agar file tetap up to date. Contoh: Insert / Add, Modification, Deletion. 3. Retrieval; Pengaksesan sebuah file dengan tujuan untuk mendapatkan informasi. Inquiry: Volume data rendah, model proses interactive.
  • 6.
    SISTEM BERKAS 03TPLPH ReportGeneration: Volume data tinggi, model proses batch. File Retrieval terbagi 2, yaitu : 1. Comprehensive Retrieval Mendapatkan informasi dari semua record dalam sebuah file. Contoh :  Display all  List nama, alamat 2. Selective Retrieval Mendapatkan informasi dari record-record tertentu berdasarkan persyaratan tertentu. Contoh :  List for gaji = 100000  List nama, npm, for angkatan = 93 4. Maintenance; Perubahan yang dibuat terhadap file dengan tujuan memperbaiki penampilan program dalam mengakses file tersebut.  Restructuring Perubahan struktur file. Misalnya : Panjang field diubah, penambahan field baru, panjang record dirubah.  Reorganization Perubahan organisasi file dari organisasi yang satu, menjadi organisasi file yang lain. Misalnya :  Dari organisasi file sequential menjadi indeks sequential.  Dari direct menjadi sequential.