Sistem Berkas
2. ORGANISASI FILE
Organisasi Data dan Pengolahan File
Istilah-Istilah Yang digunakan dalam
Sistem Berkas
 Entitas
 Atribut
 Field
 Record
 File
 Entitas
 Sekumpulan objek yang terbatas/terdefinisikan,
mempunyai karakteristik sama dan bisa dibedakan dari
lainnya
 Objek dapat berupa barang, orang, tempat atau kejadian
 Contoh entitas: mobil, mahasiswa, pegawai, dan lain
sebagainya
 Atribut
 Deskripsi data yang bisa mengidentifikasikan entitas
 Seluruh atribut harus cukup untuk menyatakan identitas
objek
 Kumpulan atribut dari setiap entitas dapat
mengidentifikasikan keunikan suatu individu
 Field
 Lokasi penyimpanan untuk salah satu elemen data
 Contoh: ruang penyimpanan untuk identifikasi no.
mahasiswa
 Suatu elemen yang memiliki atribut dan nilai dan
merupakan informasi terkecil yang bisa di akses
 Record
 Lokasi penyimpanan yang terbuat dari rangkaian field
yang berisi elemen-elemen data yang menggambarkan
beberapa entitas
 Contoh: area penyimpanan membutuhkan isi dari
identifikasi nomor, nama dan alamat dari salah satu
siswa
 File
 Sekumpulan record yang saling berhubungan yang
dikenal sebagai data file.
 Contoh: file daftar gaji berisi record2 daftar gaji untuk
semua karyawan di suatu perusahaan
Hubungan antara field,
record dan file
ORGANISASI FILE
 Adalah suatu teknik atau cara yang digunakan menyatakan dan
menyimpan record-record dalam sebuah file.
 Metode penyimpanan/pencarian yang efisien dan efektif
 Algoritma yang dipakai
 Kompleksitas  kecepatan : banyak langkah
 Efisien: memungkinkan bahwa semua data yang akan disimpan menjadi
tersimpan
 Efektif pencarian: jika data ada, maka akan ketemu
ORGANISASI FILE
 Merupakan metode penyimpanan data ke dalam memori /
storage
 Memori divisualisasikan sebagai array yang berisi data dan
indeks sebagai alamat / address
 Memori berukuran P mempunyai alamat 0 – (P-1), disajikan
dengan M(0 – (P-1))
 Data yang disimpan berupa record dalam basis data
 Setiap record disimpan dalam 1 blok area, dan 1 blok
diasumsikan dalam 1 alamat dan sebaliknya
 Karena setiap record dapat diwakili oleh kunci, maka data
yang dibahas adalah kunci (kebanyakan terdiri dari 1 atribut)
 Dari asumsi-asumsi tersebut, permasalahan menjadi
bagaimana menyimpan kunci ke dalam memori M(0 – (P-1))
 Maka terdapat 3 aspek dalam organisasi file:
1. Penentuan ukuran memori
2. Metode penyimpanan
3. Metode pencarian (akses)
Yang harus efektif dan efisien
 Efisien:
 Menghemat
 Sesuai dengan kebutuhan atau ukuran data yang disimpan
 Sesedikit mungkin
 Efektif:
 Berguna
 Memungkinkan bahwa semua data yang akan disimpan menjadi
tersimpan
Organisasi File
Secara umum cara pengaksesan file yaitu :
 Direct Access
 Sequential Access
Direct Access
Adalah suatu cara pengaksesan record yang
langsung, tanpa mengakses seluruh record
yang ada.
Contoh : Magnetic Disk.
Sequential Access
Adalah suatu cara pengaksesan record, yang
didahului pengaksesan record-record di
depannya.
Contoh : Magnetic Tape.
Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam
proses pemilihan organisasi file
 Karakteristik dari media penyimpanan yang
digunakan
 Volume dan frekuensi dari transaksi yang
diproses
 Respontime yang diperlukan
Tugas dari sistem file
 Memelihara direktori dari identifikasi file dan lokasi
informasi.
 Menetukan jalan (pathway) bagi aliran data antara main
memory dan alat penyimpan sekunder.
 Mengkoordinasi komunikasi antara CPU dan alat penyimpan
sekunder dan sebaliknya.
 Menyiapkan file penggunaan input atau output.
 Mengatur file, bila penggunaan input atau output telah selesai.
Penentuan Ukuran Memori
 Supaya penentuan ukuran memori efisien dan efektif
digunakan kriteria-kriteria sbb:
 Banyaknya data yang akan disimpan dapat diketahui /
diprediksi
 Misalkan banyaknya data yang akan disimpan = N, dan
ukuran memori P, maka:
 Wajib : P > N
 Pilihan:
 P bilangan prima yang terdekat dengan N
 Menggunakan faktor muatan: f = N/P yang nilainya berkisar 60% -
90%
 Kombinasi 1 dan 2
 Bebas
Metode Penyimpanan Sekuensial
 Data disimpan mulai
dari alamat awal ke
alamat berikut.
 Algoritmanya sbb.:
 Contoh: misalnya ada data: 25,10,15,30,20,40,45
Akan disimpan kurang lebih sbb.:
25 45
40
20
30
15
10
0 10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
Addr  0
Addr  Addr + 1
M(Addr)  data
M(Addr) isi?
Addr = P? End
T
Y
Y
T
Metode Penyimpanan Sekuensial
 Algoritma dapat dimodifikasi sehingga data
yang tersimpan menjadi terurut (buble sort,
insertion sort, selection sort, dll)
Metode Akses Sekuensial
 Metode pencarian
berikut menggunakan
asumsi data yang
tersimpan sudah terurut
secara ascending, dan
misalkan alamat
terakhir yang terisi
adalah P1, dengan
0P1P-1
Addr  0
Addr  Addr + 1
M(Addr) isi?
M(Addr) = data? End
T
Data
tidak
ada
Data
ada
Data>M(Addr)?
Y
Y
T
T
Y
Pencarian Biner
 Prinsip: membandingkan kunci dengan
elemen tengah untuk mempersempit
ruang pencarian
 Kemungkinan hasil perbandingan:
 Ketemu
 Kunci < elemen tengah ->eliminasi
separuh ruang pencarian kunci yang
> kunci
 Kunci > elemen tengan -> eliminasi
separuh ruang pencarian yang <
kunci
 Diterapkan pada file terurut
 Algoritma:
 Contoh: Diketahui data: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7,
10000, akan dicari key = 7
 Kompleksitas waktu?
 Apa kelebihan dan kekurangan pencarian
biner?
 Latihan soal: apabila diketahui data
terurut sbb: 5, 10, 20, 28, 40, 42, 50, 60,
80, 100, 1000, carilah key 100 dengan
cara binary search!
L  0
U  P1
L  T+1
L<U
M(T) = data End
T
Data
tidak
ada
Data
ada
Data>M(T)
Y
Y
T
T
Y
T  (L+U)/2
U  T-1
Pengukuran Kuantatif File
 TF : waktu yang dibutuhkan untuk mengambil
satu rekord
 TN : waktu untuk mendapatkan satu rekord
berikutnya
 TI : waktu insert satu rekord
 TU : waktu update satu rekord
 Tx : waktu pembacaan seluruh rekord
 TY : waktu reorganisasi file
PengukuraPengukuran Kinerja File
 Record Size (R) , rekord size rata-rata
R = a’(A+V+2)
a’ = rata-rata jumlah atribut
A = ukuran rata-rata atribut (field)
V = ukuran rata-rata nilai
 Fetch Record (TF)
 Data tidak tersusun baik, maka TF relatif tinggi
 Rekord dicari secara serial, blok per blok
 TF = 1/2b (B/t’)
 Get next Record (TN)
 Tidak ada pengurutan dalam File,
 TN = TF
CONTOH_ORGANISASI_FILE_pptx.ppt
CONTOH_ORGANISASI_FILE_pptx.ppt
CONTOH_ORGANISASI_FILE_pptx.ppt
CONTOH_ORGANISASI_FILE_pptx.ppt
CONTOH_ORGANISASI_FILE_pptx.ppt
CONTOH_ORGANISASI_FILE_pptx.ppt
CONTOH_ORGANISASI_FILE_pptx.ppt

CONTOH_ORGANISASI_FILE_pptx.ppt

  • 1.
  • 2.
    Organisasi Data danPengolahan File Istilah-Istilah Yang digunakan dalam Sistem Berkas  Entitas  Atribut  Field  Record  File
  • 3.
     Entitas  Sekumpulanobjek yang terbatas/terdefinisikan, mempunyai karakteristik sama dan bisa dibedakan dari lainnya  Objek dapat berupa barang, orang, tempat atau kejadian  Contoh entitas: mobil, mahasiswa, pegawai, dan lain sebagainya  Atribut  Deskripsi data yang bisa mengidentifikasikan entitas  Seluruh atribut harus cukup untuk menyatakan identitas objek  Kumpulan atribut dari setiap entitas dapat mengidentifikasikan keunikan suatu individu
  • 4.
     Field  Lokasipenyimpanan untuk salah satu elemen data  Contoh: ruang penyimpanan untuk identifikasi no. mahasiswa  Suatu elemen yang memiliki atribut dan nilai dan merupakan informasi terkecil yang bisa di akses  Record  Lokasi penyimpanan yang terbuat dari rangkaian field yang berisi elemen-elemen data yang menggambarkan beberapa entitas  Contoh: area penyimpanan membutuhkan isi dari identifikasi nomor, nama dan alamat dari salah satu siswa  File  Sekumpulan record yang saling berhubungan yang dikenal sebagai data file.  Contoh: file daftar gaji berisi record2 daftar gaji untuk semua karyawan di suatu perusahaan
  • 5.
  • 8.
    ORGANISASI FILE  Adalahsuatu teknik atau cara yang digunakan menyatakan dan menyimpan record-record dalam sebuah file.  Metode penyimpanan/pencarian yang efisien dan efektif  Algoritma yang dipakai  Kompleksitas  kecepatan : banyak langkah  Efisien: memungkinkan bahwa semua data yang akan disimpan menjadi tersimpan  Efektif pencarian: jika data ada, maka akan ketemu
  • 9.
    ORGANISASI FILE  Merupakanmetode penyimpanan data ke dalam memori / storage  Memori divisualisasikan sebagai array yang berisi data dan indeks sebagai alamat / address  Memori berukuran P mempunyai alamat 0 – (P-1), disajikan dengan M(0 – (P-1))  Data yang disimpan berupa record dalam basis data  Setiap record disimpan dalam 1 blok area, dan 1 blok diasumsikan dalam 1 alamat dan sebaliknya  Karena setiap record dapat diwakili oleh kunci, maka data yang dibahas adalah kunci (kebanyakan terdiri dari 1 atribut)  Dari asumsi-asumsi tersebut, permasalahan menjadi bagaimana menyimpan kunci ke dalam memori M(0 – (P-1))
  • 10.
     Maka terdapat3 aspek dalam organisasi file: 1. Penentuan ukuran memori 2. Metode penyimpanan 3. Metode pencarian (akses) Yang harus efektif dan efisien  Efisien:  Menghemat  Sesuai dengan kebutuhan atau ukuran data yang disimpan  Sesedikit mungkin  Efektif:  Berguna  Memungkinkan bahwa semua data yang akan disimpan menjadi tersimpan
  • 11.
    Organisasi File Secara umumcara pengaksesan file yaitu :  Direct Access  Sequential Access
  • 12.
    Direct Access Adalah suatucara pengaksesan record yang langsung, tanpa mengakses seluruh record yang ada. Contoh : Magnetic Disk.
  • 13.
    Sequential Access Adalah suatucara pengaksesan record, yang didahului pengaksesan record-record di depannya. Contoh : Magnetic Tape.
  • 14.
    Faktor-faktor yang mempengaruhidalam proses pemilihan organisasi file  Karakteristik dari media penyimpanan yang digunakan  Volume dan frekuensi dari transaksi yang diproses  Respontime yang diperlukan
  • 15.
    Tugas dari sistemfile  Memelihara direktori dari identifikasi file dan lokasi informasi.  Menetukan jalan (pathway) bagi aliran data antara main memory dan alat penyimpan sekunder.  Mengkoordinasi komunikasi antara CPU dan alat penyimpan sekunder dan sebaliknya.  Menyiapkan file penggunaan input atau output.  Mengatur file, bila penggunaan input atau output telah selesai.
  • 16.
    Penentuan Ukuran Memori Supaya penentuan ukuran memori efisien dan efektif digunakan kriteria-kriteria sbb:  Banyaknya data yang akan disimpan dapat diketahui / diprediksi  Misalkan banyaknya data yang akan disimpan = N, dan ukuran memori P, maka:  Wajib : P > N  Pilihan:  P bilangan prima yang terdekat dengan N  Menggunakan faktor muatan: f = N/P yang nilainya berkisar 60% - 90%  Kombinasi 1 dan 2  Bebas
  • 17.
    Metode Penyimpanan Sekuensial Data disimpan mulai dari alamat awal ke alamat berikut.  Algoritmanya sbb.:  Contoh: misalnya ada data: 25,10,15,30,20,40,45 Akan disimpan kurang lebih sbb.: 25 45 40 20 30 15 10 0 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Addr  0 Addr  Addr + 1 M(Addr)  data M(Addr) isi? Addr = P? End T Y Y T
  • 18.
    Metode Penyimpanan Sekuensial Algoritma dapat dimodifikasi sehingga data yang tersimpan menjadi terurut (buble sort, insertion sort, selection sort, dll)
  • 19.
    Metode Akses Sekuensial Metode pencarian berikut menggunakan asumsi data yang tersimpan sudah terurut secara ascending, dan misalkan alamat terakhir yang terisi adalah P1, dengan 0P1P-1 Addr  0 Addr  Addr + 1 M(Addr) isi? M(Addr) = data? End T Data tidak ada Data ada Data>M(Addr)? Y Y T T Y
  • 20.
    Pencarian Biner  Prinsip:membandingkan kunci dengan elemen tengah untuk mempersempit ruang pencarian  Kemungkinan hasil perbandingan:  Ketemu  Kunci < elemen tengah ->eliminasi separuh ruang pencarian kunci yang > kunci  Kunci > elemen tengan -> eliminasi separuh ruang pencarian yang < kunci  Diterapkan pada file terurut  Algoritma:  Contoh: Diketahui data: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 10000, akan dicari key = 7  Kompleksitas waktu?  Apa kelebihan dan kekurangan pencarian biner?  Latihan soal: apabila diketahui data terurut sbb: 5, 10, 20, 28, 40, 42, 50, 60, 80, 100, 1000, carilah key 100 dengan cara binary search! L  0 U  P1 L  T+1 L<U M(T) = data End T Data tidak ada Data ada Data>M(T) Y Y T T Y T  (L+U)/2 U  T-1
  • 21.
    Pengukuran Kuantatif File TF : waktu yang dibutuhkan untuk mengambil satu rekord  TN : waktu untuk mendapatkan satu rekord berikutnya  TI : waktu insert satu rekord  TU : waktu update satu rekord  Tx : waktu pembacaan seluruh rekord  TY : waktu reorganisasi file
  • 22.
    PengukuraPengukuran Kinerja File Record Size (R) , rekord size rata-rata R = a’(A+V+2) a’ = rata-rata jumlah atribut A = ukuran rata-rata atribut (field) V = ukuran rata-rata nilai  Fetch Record (TF)  Data tidak tersusun baik, maka TF relatif tinggi  Rekord dicari secara serial, blok per blok  TF = 1/2b (B/t’)  Get next Record (TN)  Tidak ada pengurutan dalam File,  TN = TF